PEMODELAN EKSPANSI STENT JANTUNG DENGAN BALON HYPER - ELASTIS
|
|
|
- Handoko Johan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Pemodelan Ekspansi Stent Jantung Dengan Balon Hyper-Elastis (Donny Suryawan dkk) PEMODELAN EKSPANSI STENT JANTUNG DENGAN BALON HYPER - ELASTIS Donny Suryawan 1, Suyitno 2 Jurusan Teknik Mesin 1, Teknik Industri 2, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Jl. Teknika., Bulaksumur, Yogyakarta [email protected] 1, [email protected] 2 ABSTRACT Coronary artery disease (CAD) is a disease that most cause mortality in Indonesia. CAD is caused by cholesterol-containing deposit (plaque) that make the coronary artery become narrow and can cause a heart attack. Stent implantation is the most common treatment to opens or alleviates the narrowing coronary artery. A preliminary study has done to simulate the expansion of coronary stent with negligible balloon method. The negligible balloon is less accurate and far from realistic condition because it neglects the presence of the balloon. This study has proposed another method to simulate the stent expansion. Hyper-elastic balloon method is used to investigate the stress distribution, outer diameter change, and dogboning phenomena of the stent. Keywords : Design, Stent, Modelling, Manufakturing. 1. PENDAHULUAN Penyakit jantung koroner (PJK) adalah salah satu penyakit yang banyak menyebabkan kematian. PJK terjadi karena penyumbatan atau penyempitan pada arteri koroner sehingga menyebabkan darah tidak mengalir dengan lancar dan jantung menjadi bekerja lebih keras dari biasanya. Pada tahun 2013, lebih dari 2 juta orang terdiagnosa dan terindikasi menderita PJK (Data Centre and Information of Indonesian Health Ministry, 2013). Beberapa upaya perawatan untuk penderita penyakit jantung koroner adalah dengan melakukan operasi bypass atau dengan memasang stent jantung. Pilihan kedua menjadi alternatif yang banyak digunakan karena biayanya relatif lebih murah dibanding dengan operasi bypass. Stent merupakan salah satu perlengkapan medis yang sampai saat ini masih bergantung dari impor. Penelitian ini menawarkan salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan impor stent yaitu dengan memproduksi secara mandiri. Pembuatan desain dan pemodelan merupakan salah satu langkah awal sebelum proses manufaktur. Pemodelan merupakan salah satu metode alternatif untuk membuat banyak skenario terkait geometri, material ataupun strategi lain untuk menghasilkan suatu gambaran fungsi produk tersebut sebelum dibuat atau dimanufaktur. Pemodelan cukup penting sebagai alat riset untuk kemudian divalidasi dengan hasil eksperimen. Pada penelitian ini, hasil pemodelan akan menjadi pertimbangan terkait catatan - catatan desain sebelum di manufaktur. Tentunya kemudahan manufaktur menjadi salah satu kunci utama agar stent mampu dibuat dengan Electrical Discharge Machine (EDM). Mesin EDM dipilih untuk proses manufaktur stent dengan pertimbangan mahalnya mesin laser cutting produksi stent. Studi terkait pemodelan stent cukup banyak ditemukan diliteratur. Terdapat beberapa strategi untuk memodelkan ekspansi stent. Strategi ekspansi stent dengan mengabaikan balon adalah salah satu strategi yang paling sederhana (David Chua SN, 2002, Gu, L., Santra, S., Mericle, R.A., et al, 2005). Tekanan diberikan langsung pada permukaan dalam stent dan mengabaikan efek dari ekspansi balon. Skenario pemberian tekanan juga diperlukan supaya gaya ekspansi yang dihasilkan sama dengan gaya ekspansi yang dihasilkan saat balon diperhitungkan (Suryawan. D and Suyitno, 2016). Kelebihan dari strategi ekspansi yang mengabaikan balon adalah komputasi yang cepat dan tidak membutuhkan sumber komputasi yang tinggi. 476
2 Teknoin Vol. 22 No 7 Desember 2016 : Hal tersebut terjadi karena diabaikannya interaksi stent dengan balon. Strategi ekspansi lain yang dapat digunakan adalah dengan memodelkan balon menggunakan material hyper - elastis. Strategi tersebut cukup baik untuk mengivestigasi ekspansi stent karena memperhitungkan kontak balon dengan stent (Esghi, N, M. H. Hojjati, M. Imani, A. M. Goudarzi, 2011). Pada penelitian ini pemodelan dilakukan dengan menggunakan balon hyper - elastis untuk mengetahui deformasi, distribusi tegangan dan fenomena dogbone pada ekspansi stent yang dilakukan. 2. METODE PENELITIAN 2.1. Geometri Model Model stent jantung yang digunakan adalah desain dengan pertimbangan kemudahan manufaktur menggunakan EDM (Suryawan. D and Suyitno, 2016). Pertimbangan tersebut meliputi pemilihan bentuk lubang yang sederhana. Stent di desain dengan panjang 10 mm. Panjang tersebut disesuaikan dengan produk komersil stent yang telah beredar dipasaran. Ukuran diameter dalam yang digunakan adalah sebesar2 mm dan diameter luar adalah sebesar 2.6 mm. Ukuran diameter tersebut dibuat dengan mempertimbangkan kemampuan mesin bubut konvensional dalam menyediakan bahan stent. Panjang lubang stent adalah 2 mm dan lebar lubang adalah 0.32 mm. Desain stent dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Desain Stent. Model balon yang digunakan adalah balon silinder hyper - elastis dengan panjang 10 mm. diameter dalam dan diameter luar balon tersebut adalah 1.8 mm dan 2 mm. Model keseluruhan antara stent dan balon hyper - elastis dapat dilihat padagambar 2. Gambar 2. Model Keseluruhan Stent dan Balon Hyper - Elastis Spesifikasi Material Material yang digunakan untuk pemodelan stent adalah Stainless steel 316 L. Spesifikasi material tersebut adalah modulus young sebesar N/mm 2, poison rasio sebesar 0.4 dan tegangan luluh sebesar 375 N/mm 2. Sedangkan Material balon di modelkan sebagai polyurethane yang di definisikan dengan hyper - elastis Mooney - rivlin nonlinier orde pertama. Konstanta fungsi energi yang digunakan adalah C (10) = MPa, C (01) = MPa dan d=1070kg/m 3 (Murphy, B.P., Savage, P., McHugh, P.E. 2003) Aspek Numerik Stent dimodelkan dengan elemen 8-node linear brick with reduce integration (C3D8R) yang terdiri dari 2376 elemen mesh. Sedangkan balon hyper-elastis dimodelkan dengan 6800 elemen 8-node linear brick with reduce integration (C3D8R). Pemodelan proses ekspansi stent dibagi dalam 4 tahap skenario. Skenario tersebut di adaptasi dari prosedur pemasangan stent. Skenerio pertama adalah tahap awal. Tahap awal adalah saat stent dan balon dalam kondisi normal tanpa beban apapun. 477
3 Pemodelan Ekspansi Stent Jantung Dengan Balon Hyper-Elastis (Donny Suryawan dkk) Skenario kedua adalah tahap crimping atau tahap mengecilkan stent agar dapat dimasukan ke dalam pembuluh darah. Skenario ketiga adalah tahap ekspansi yaitu dengan memberikan tekanan pada permukaan dalam balon hingga stent mengembang. Skenario terakhir adalah tahap pelepasan tekanan. Tahap ini dilakukan saat stent sudah mengembang atau berekspansi. Pemodelan proses ekspansi dilakukan menggunakan perangkat lunak ABAQUS dengan prosedur eksplisit. Variasi tekanan diberikan untuk mengetahui diameter akhir dari proses ekspansi dan besarnya dogbone akibat dari tekanan tersebut. Variasi tekanan yang diberikan adalah 1 MPa, 1.25 MPa, 1.5 MPa, 1.75 MPa, and 2 MPa. Kondisi batas diberikan pada ujung - ujung balon dengan memaksa tidak ada deformasi aksial pada ujung balon. Definisi kontak yang digunakan adalah general contact. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Hasil Ekspansi Hasil pemodelan proses ekspansi dapat dilihat pada gambar 3. Secara umum, stent dapat berekspansi dengan baik akan tetapi fenomena dogbone tidak dapat dihindarkan. Dogbone adalah fenomena perbedaan diameter bagian tepi stent dengan bagian tengah stent setelah proses ekspansi. Meski tak dapat dihindarkan fenomena dogbone harus diminimalkan karena dogbone yang terlalu besar akan menyebabkan luka pada pembuluh koroner. Fenomena dogbone terjadi karena pada bagian ujung stent lubang stent (cell) terbuka. Sehingga hanya ada dua strut yang menyangga deformasi stent. Hal tersebut menyebabkan bagian tepi stent lebih cepat dan lebih mudah terdeformasi sehingga menyebabkan diameter tepi stent lebih besar dibanding bagian tengah stent Distribusi Tegangan Konsentrasi tegangan terjadi pada bagian tengah dari permukaan dalam stent. Hal tersebut terjadi karena tambahan tegangan yang diakibatkan oleh deformasi bagian tepi stent. Bagian tepi yang terdeformasi lebih cepat dan lebih besar menyebabkan bertambahnya tegangan tarik di bagian tengah dari permukaan dalam stent.pada tekanan 2 MPa, tegangan maksimum yang terjadi adalah 367MPa. Distribusi tegangan secara jelasnya dapat dilihat pada gambar 4. Kondisi Awal Tahap Crimping Tahap ekspansi Setelah ekspansi Gambar 3. Proses Ekspansi. 478
4 Teknoin Vol. 22 No 7 Desember 2016 : ,5 4 A B Diameter (mm) 3,5 3 2,5 2 1,5 1 Initial Crimping 1 1,25 1,5 1,75 2 Pressure (MPa) Gambar 4. Pengukuran Diameter Luar Stent Terhadap Variasi Tekanan Perubahan Diamater Luar Stent Pengukuran diameter luar stent dilakukan pada dua bagian. Bagian pertama adalah diamater tepi stent (A) dan bagian kedua adalah diameter bagian tengah stent (B). Pengukuran diameter menunjukan korelasi linier selisih diameter tepi dan tengah terhadap tekanan yang di berikan. A Semakin besar tekanan yang diberikan maka perbedaan diameter luar dengan diameter dalam stent semakin besar. Hal tersebut berarti juga bahwa prosentase dogbone juga semakin besar. Hasil pengukuran diameter luar stent secara lengkap dapat dilihat pada gambar 5. B B Open Cell Gambar 5. Distribusi Tegangan. 479
5 Pemodelan Ekspansi Stent Jantung Dengan Balon Hyper-Elastis (Donny Suryawan dkk) Dogbone (%) ,25 1,5 1,75 2 Pressure (MPa) Gambar 6. Prosentase Dogbone Prosentase Fenomena Dogbone Seperti yang dijelaskan sebelumnya, fenomena dogbone merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari akan tetapi harus diminimalkan untuk mencegah terjadinya luka pada pembuluh koroner. Luka pada pembuluh koroner dapat memicu terjadinya stent thrombosis atau penggumpalan darah pada daerah pemasangan stent. Prosentase dogbone paling kecil terjadi saat tekanan yang diberikan adalah 1 MPa. Prosentase akan semakin naik seiring dengan semakin tingginya tekanan yang diberikan. 4. KESIMPULAN Hasil pemodelan menunjukan bahwa desain stent yang dibuat mampu berekspansi dengan baik. Hanya saja ada beberapa catatan yang harus diperhatikan antara lain pada beberapa titik masih terjadi konsentrasi tegangan yang cukup tinggi. Konsentrasi tegangan tersebut terjadi karena gaya tarik deformasi pada tepi stent. Evaluasi dan optimasi desain stent tentunya masih perlu dilakukan untuk mengurangi adanya konsentrasi tegangan pada lokasi tertentu. Selain itu fenomena dogbone yang masih cukup besar pada tekanan tinggi juga perlu menjadi perhatian sebelum stent di manufaktur. DAFTAR PUSTAKA Auricchio, F., Di Loreto, M., Sacco, E. Finite-element analysis of a stenotic artery revascularization through a stent insertion. Computer Methods in Biomechanics and Biomedical Engineering 4, , Data Centre and Information of Indonesian Health Ministry. The heart health condition. Indonesian Health Ministry. Indonesia : Jakarta, David Chua SN, Mac Donald BJ, Hashmi MSJ. Finite - element Simulation of Stent Expansion. Journal of Materials Processing Technology; 120 : , Esghi, N, M. H. Hojjati, M. Imani, A. M. Goudarzi. Finite Element Analysis of Mechanical Behaviour of A Coronary Stent. Procedia Engineering 10 (2011) , Gu, L., Santra, S., Mericle, R.A., et al. Finite Element Analysis of Covered Microstents. Journal of Biomechanics 38, ,
6 Teknoin Vol. 22 No 7 Desember 2016 : Murphy, B.P., Savage, P., McHugh, P.E. The stress strain behavior of coronary stent struts is size dependent. Annals of Biomedical Engineering 31, , Suryawan. D and Suyitno. Design and modelling balloon-expandable coronary stent for manufacturability. Submitted to 11th Joint Conference on Chemistry,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling mematikan. Berdasarkan diagnosis dokter, prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia
PERANCANGAN TEMPAT TIDUR PASIEN BERBAHAN ALUMUNIUM MENGGUNAKAN CAD. Jl. Grafika No.2, Yogyakarta
PERANCANGAN TEMPAT TIDUR PASIEN BERBAHAN ALUMUNIUM MENGGUNAKAN CAD Fitroh Anugrah Kusuma Yudha 1*, Suyitno 2 1 Program Pascasarjana Jurusan Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada Bener Tr IV No79 Rt/Rw 06/02,
Analisa Pengaruh Diameter Nozzle Terhadap Besar Tegangan Maksimum Pada Air Receiver Tank Horisontal Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga
DYN-01 Analisa Pengaruh Diameter Nozzle Terhadap Besar Tegangan Maksimum Pada Air Receiver Tank Horisontal Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Willyanto Anggono (1, Ian Hardianto (2 Jurusan Teknik
ANALISIS KAPASITAS TEKAN PROFIL-C BAJA CANAI DINGIN MENGGUNAKAN SNI 7971:2013 DAN AISI 2002
Konferensi Nasional Teknik Sipil 11 Universitas Tarumanagara, 26-27 Oktober 2017 ANALISIS KAPASITAS TEKAN PROFIL-C BAJA CANAI DINGIN MENGGUNAKAN SNI 7971:2013 DAN AISI 2002 Tania Windariana Gunarto 1 dan
SIMULASI PROSES DEEP DRAWING STAINLESS STEEL DENGAN SOFTWARE ABAQUS
SIMULASI PROSES DEEP DRAWING STAINLESS STEEL DENGAN SOFTWARE ABAQUS Tri Widodo Besar Riyadi, Budi Hastomo Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Tromol
PERANCANGAN MEKANISME ALAT ANGKUT KAPASITAS 10 TON TESIS
PERANCANGAN MEKANISME ALAT ANGKUT KAPASITAS 10 TON TESIS Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dari Universitas Pasundan Bandung AGUS SALEH NPM :128712004 PROGRAM STUDI
BAB I PENDAHULUAN. Ekstrusi merupakan salah satu proses yang banyak digunakan dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ekstrusi merupakan salah satu proses yang banyak digunakan dalam proses manufaktur. Dimana aplikasinya sangat luas seperti dijumpai pada aplikasi-aplikasi struktur,
BAB I PENDAHULUAN. terciptanya suatu sistem pemipaan yang memiliki kualitas yang baik. dan efisien. Pada industri yang menggunakan pipa sebagai bagian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong terciptanya suatu sistem pemipaan yang memiliki kualitas yang baik dan efisien. Pada industri yang menggunakan
OPTIMASI DESAIN SIRIP PENGUAT PADA BANGKU PLASTIK
OPTIMASI DESAIN SIRIP PENGUAT PADA BANGKU PLASTIK Didi Widya Utama Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara, Jakarta e-mail: [email protected] Abstrak Peningkatan kualitas
BAB I PENDAHULUAN. Hip Joint. Femur
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kerangka manusia disokong oleh struktur seperti ligamen, tendon, otot, dan organ manusia yang lain. Sejumlah 206 tulang membentuk sistem kerangka manusia dewasa.
PENENTUAN PERBANDINGAN DIAMETER NOZZLE TERHADAP DIAMETER SHELL MAKSIMUM PADA AIR RECEIVER TANK HORISONTAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
PENENTUAN PERBANDINGAN DIAMETER NOZZLE TERHADAP DIAMETER SHELL MAKSIMUM PADA AIR RECEIVER TANK HORISONTAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Willyanto Anggono 1), Hariyanto Gunawan 2), Ian Hardianto
BAB 3 MODEL ELEMEN HINGGA
BAB 3 MODEL ELEMEN HINGGA Bab 3 Model Elemen Hingga Pemodelan numerik tumbukan tabung bujursangkar dilakukan dengan menggunakan LS-Dyna. Perangkat lunak ini biasa digunakan untuk mensimulasikan peristiwa-peristiwa
BAB I PENDAHULUAN. dan efisien.pada industri yang menggunakan pipa sebagai bagian. dari sistem kerja dari alat yang akan digunakan seperti yang ada
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong terciptanya suatu sistem pemipaan yang memiliki kualitas yang baik dan efisien.pada industri yang menggunakan
Gambar 1.1. Sambungan hip (hip joint) pada manusia [1].
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sambungan hip (hip joint) merupakan sendi yang penting dalam sistem kerangka manusia. Sambungan ini terletak diantara pinggul dan pangkal tulang paha atas seperti ditunjukkan
METODE PENELITIAN. Model tabung gas LPG dibuat berdasarkan tabung gas LPG yang digunakan oleh
III. METODE PENELITIAN Model tabung gas LPG dibuat berdasarkan tabung gas LPG yang digunakan oleh rumah tangga yaitu tabung gas 3 kg, dengan data: Tabung 3 kg 1. Temperature -40 sd 60 o C 2. Volume 7.3
BAB III OPTIMASI KETEBALAN TABUNG COPV
BAB III OPTIMASI KETEBALAN TABUNG COPV 3.1 Metodologi Optimasi Desain Tabung COPV Pada tahap proses mengoptimasi desain tabung COPV kita perlu mengidentifikasi masalah terlebih dahulu, setelah itu melakukan
III. METODELOGI. satunya adalah menggunakan metode elemen hingga (Finite Elemen Methods,
III. METODELOGI Terdapat banyak metode untuk melakukan analisis tegangan yang terjadi, salah satunya adalah menggunakan metode elemen hingga (Finite Elemen Methods, FEM). Metode elemen hingga adalah prosedur
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Seiring dengan kemajuan teknologi, banyak material yang semakin sulit untuk dikerjakan dengan proses pemesinan konvensional. Selain tuntutan terhadap kualitas
III. METODE PENELITIAN
33 III. METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah suatu cara yang digunakan dalam penelitian, sehingga pelaksanaan dan hasil penelitian bisa untuk dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Penelitian ini menggunakan
Laporan Praktikum MODUL C UJI PUNTIR
Laporan Praktikum MODUL C UJI PUNTIR Oleh : Nama : SOMAWARDI NIM : 23107012 Kelompok : 13 Tanggal Praktikum : November 2007 Nama Asisten (Nim) : Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Institut
METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mekanika Struktur Jurusan Teknik Mesin Universitas Lampung. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan
PEMODELAN NUMERIK METODE ELEMEN HINGGA NONLINIER STRUKTUR BALOK TINGGI BETON BERTULANG ABSTRAK
PEMODELAN NUMERIK METODE ELEMEN HINGGA NONLINIER STRUKTUR BALOK TINGGI BETON BERTULANG Jhony NRP: 0721003 Pembimbing: Yosafat Aji Pranata, ST., MT. ABSTRAK Balok tinggi adalah balok yang mempunyai rasio
TUGAS AKHIR MODELING PROSES DEEP DRAWING DENGAN PERANGKAT LUNAK BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA
TUGAS AKHIR MODELING PROSES DEEP DRAWING DENGAN PERANGKAT LUNAK BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA Tugas Akhir ini Disusun Guna Memperoleh Gelar Kesarjanaan Strata Satu Pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik
PENGARUH BEBAN PENGGETAR MESIN PRESS BATAKO PADA PROSES PRODUKSI BATAKO TANPA PLESTER DAN TANPA PEREKAT (BTPTP) TERHADAP KEKUATAN DINDING
Available online at Website http://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi PENGARUH BEBAN PENGGETAR MESIN PRESS BATAKO PADA PROSES PRODUKSI BATAKO TANPA PLESTER DAN TANPA PEREKAT (BTPTP) TERHADAP KEKUATAN
SIMULASI PENGUJIAN TEGANGAN MEKANIK PADA DESAIN LANDASAN BENDA KERJA MESIN PEMOTONG PELAT
Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Aplikasi Reaktor Nuklir PRSG Tahun 2012 ISBN 978-979-17109-7-8 SIMULASI PENGUJIAN TEGANGAN MEKANIK PADA DESAIN LANDASAN BENDA KERJA MESIN PEMOTONG PELAT Dedy Haryanto,
ANALISIS PENGARUH RAKE ANGLE TERHADAP DISTRIBUSI TEGANGAN PADA EXCAVATOR BUCKET TEETH MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
C.7 ANALISIS PENGARUH RAKE ANGLE TERHADAP DISTRIBUSI TEGANGAN PADA EXCAVATOR BUCKET TEETH MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Sumar Hadi Suryo 1, Hendrawan Surya Hadijaya 2, Moch. Fihki Fahrizal 3 Department
ANALISIS ELEMEN HINGGA UNTUK FAKTOR KONSENTRASI TEGANGAN PADA PELAT ISOTROPIK BERLUBANG DENGAN PIN-LOADED
Analisis Elemen Hingga Untuk Faktor Konsentrasi Tegangan Pada Pelat Isotropik Berlubang ANALISIS ELEMEN HINGGA UNTUK FAKTOR KONSENTRASI TEGANGAN PADA PELAT ISOTROPIK BERLUBANG DENGAN PIN-LOADED Dwi Hartini
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu faktor yang mempengaruhi umur pakai sebuah mesin adalah adanya gesekan satu sama lain yang terjadi bila komponen-komponen dalam permesinan saling kontak,
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Perkembangan teknologi konstruksi di Indonesia saat ini mengalami
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi konstruksi di Indonesia saat ini mengalami kemajuan pesat, hal ini ditandai dengan munculnya berbagai jenis material dan peralatan yang modern.
PENGARUH SIFAT PLASTISITAS BAHAN TERHADAP KUALITAS PRODUK PROSES DEEP DRAWING
PENGARUH SIFAT PLASTISITAS BAHAN TERHADAP KUALITAS PRODUK PROSES DEEP DRAWING Tri Widodo Besar Riyadi Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Tromol Pos 1
Abstrak. Kata kunci: Hydrotest, Faktor Keamanan, Pipa, FEM ( Finite Element Method )
PERBANDINGAN PRESSURE AKTUAL HYDROTEST WELDING PIPE API 5L B PSL 1 ERW SCH 10 Ø30 TERHADAP TEGANGAN LULUH DENGAN SIMULASI NUMERIK METODE FEM ( FINITE ELEMENT METHOD ) Muhammad Irawan *, Nurul Laili Arifin
STUDI NUMERIK SAMBUNGAN DENGAN BAUT-GUSSET PLATE PADA STRUKTUR GABLE FRAME TIGA SENDI
Konferensi Nasional Teknik Sipil 10 Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 26-27 Oktober 2016 STUDI NUMERIK SAMBUNGAN DENGAN BAUT-GUSSET PLATE PADA STRUKTUR GABLE FRAME TIGA SENDI Pinta Astuti 1, Martyana Dwi
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Konsep Dasar Rotating Disk
BAB II DASAR TEORI.1 Konsep Dasar Rotating Disk Rotating disk adalah istilah lain dari piringan bertingkat yang mempunyai kemampuan untuk berputar. Namun dalam aplikasinya, penggunaan elemen ini dapat
SIDANG TUGAS AKHIR: ANALISA STRUKTUR RANGKA SEPEDA FIXIE DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Andra Berlianto ( )
SIDANG TUGAS AKHIR: ANALISA STRUKTUR RANGKA SEPEDA FIXIE DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Andra Berlianto (2107 100 161) Abstrak Kekuatan rangka merupakan hal utama yang harus diperhatikan dalam
ANALISA KEKUATAN CRANKSHAFT DUA-SILINDER KAPASITAS 650 CC DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SIDANG TUGAS AKHIR: ANALISA KEKUATAN CRANKSHAFT DUA-SILINDER KAPASITAS 650 CC DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
Perbandingan Hasil Analisa Konsentrasi Tegangan Pada Plat Berlubang Akibat Beban Tarik Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga dan Kajian Eksperimen
Perbandingan Hasil Analisa Konsentrasi Tegangan Pada Plat Berlubang Akibat Beban Tarik Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga dan Kajian Eksperimen Oleh : 1), Martinus Heru Palmiyanto 1), Jurusan Teknik
Laporan Praktikum Laboratorium Teknik Material 1 Modul A Uji Tarik
Laporan Praktikum Laboratorium Teknik Material 1 Modul A Uji Tarik oleh : Nama : Catia Julie Aulia NIM : Kelompok : 7 Anggota (NIM) : 1. Conrad Cleave Bonar (13714008) 2. Catia Julie Aulia () 3. Hutomo
Jurnal Teknika Atw 1
PENGARUH BENTUK PENAMPANG BATANG STRUKTUR TERHADAP TEGANGAN DAN DEFLEKSI OLEH BEBAN BENDING Agung Supriyanto, Joko Yunianto P Program Studi Teknik Mesin,Akademi Teknologi Warga Surakarta ABSTRAK Dalam
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR PERNYATAAN ABSTRACT DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR NOTASI BAB I.
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR PERNYATAAN ABSTRACT DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR NOTASI BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Perumusan Masalah 3 1.3 Tujuan Penelitian 4
PERHITUNGAN KEAUSAN PADA SISTEM KONTAK ROLLING-SLIDING MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD
D.6. Perhitungan Keausan pada Sistem Kontak Rolling-Sliding PERHITUNGAN KEAUSAN PADA SISTEM KONTAK ROLLING-SLIDING MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD Eko Saputra 1), Rifky Ismail 2), Muhammad Tauviqirrahman
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Dalam penelitian ini, analisis yang dilakukan menggunakan metode elemen
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Analisis Dalam penelitian ini, analisis yang dilakukan menggunakan metode elemen hingga atau Finite Element Method (FEM) dengan software ANSYS 10. Tabung 3 kg yang dimodelkan
PENGARUH TEKSTUR PERMUKAAN MATERIAL UHMWPE TERHADAP DISTRIBUSI TEGANGAN PADA BEBAN KONTAK STATIC, ROLLING DAN SLIDING
Available online at Website http://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi PENGARUH TEKSTUR PERMUKAAN MATERIAL UHMWPE TERHADAP DISTRIBUSI TEGANGAN PADA BEBAN KONTAK STATIC, ROLLING DAN SLIDING *Jamari, F.H.
Yunandaru Sahid Putra NRP Dosen Pembimbing Ir. Sudiyono Kromodihardjo Msc. PhD
Yunandaru Sahid Putra NRP. 2107.100.011 Dosen Pembimbing Ir. Sudiyono Kromodihardjo Msc. PhD 262.999 kasus patah tulang* http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/ima gepages/18026.htm Usaha pembuatan prostetik
SUSTAINABLE PRODUCT DEVELOPMENT FOR SHIP DESIGN USING FINITE ELEMENT APLICATION AND PUGH S CONCEPT SELECTION METHOD
SUSTAINABLE PRODUCT DEVELOPMENT FOR SHIP DESIGN USING FINITE ELEMENT APLICATION AND PUGH S CONCEPT SELECTION METHOD Case study: Deciding the Optimum Ship Bow Design Willyanto Anggono 1), La Ode M. Gafaruddin
BAB III PROSEDUR PENGUJIAN LABORATORIUM DAN PEMODELAN METODE ELEMEN HINGGA
BAB III PROSEDUR PENGUJIAN LABORATORIUM DAN PEMODELAN METODE ELEMEN HINGGA 3.1 BTPTP Proses pembuatan campuran BTPTP untuk pengujian menggunakan campuran pasir,semen, dan air dengan perbandingan 7:1:1.
tugas akhir Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2012
tugas akhir Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2012 Latar Belakang suasana yang tidak kondusif membutuhkan tindakan protektif lebih ditingkatkan Dibutuhkan material pelindung tahan beban
BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia. Dewasa ini perilaku pengendalian PJK belum dapat dilakukan secara
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penyakit jantung koroner (PJK) telah menjadi penyebab kematian utama di Indonesia. Dewasa ini perilaku pengendalian PJK belum dapat dilakukan secara optimal.
TUGAS SARJANA. Disusun oleh: TOMY PRASOJO L2E
TUGAS SARJANA PERBANDINGAN DEFORMASI PLASTIS SAAT UNLOADING PADA KONTAKK ANTAR HEMISPHERES DENGANN VARIASI BEBAN DAN RADIUS MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Diajukan sebagai salah satu tugas dan syarat
BAB I PENDAHULUAN. pesat, terutama terjadi di daerah perkotaan. Seiring dengan hal tersebut,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia usaha sekarang mengalami kemajuan perkembangan yang begitu pesat, terutama terjadi di daerah perkotaan. Seiring dengan hal tersebut, pembangunan infra struktur
Analisa Pemasangan Ekspansi Loop Akibat Terjadinya Upheaval Buckling pada Onshore Pipeline
Sidang Tugas Akhir Analisa Pemasangan Ekspansi Loop Akibat Terjadinya Upheaval Buckling pada Onshore Pipeline HARIONO NRP. 4309 100 103 Dosen Pembimbing : 1. Dr. Ir. Handayanu, M.Sc 2. Yoyok Setyo H.,ST.MT.PhD
LAMPIRAN A. Tabel A-1 Angka Praktis Plat Datar
LAMPIRAN A Tabel A-1 Angka Praktis Plat Datar LAMPIRAN B Tabel B-1 Analisa Rangkaian Lintas Datar 80 70 60 50 40 30 20 10 F lokomotif F gerbong v = 60 v = 60 1 8825.959 12462.954 16764.636 22223.702 29825.540
Optimasi Proses Multi-Pass Equal Channel Angular Pressing dengan Simulasi Komputer
Jurnal Rekayasa Mesin Vol.5, No. Tahun : 79-8 ISSN 6-68X Optimasi Proses Multi-Pass Equal Channel Angular Pressing dengan Komputer Moch. Agus Choiron, Khairul Anam, Totok Tri Prasetyo Jurusan Teknik Mesin,
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Dalam penelitian ini terdapat alat dan bahan yang digunakan untuk mendukung pengolahan data, selain itu terdapat pula beberapa langkah yang dilalui penulis yaitu tahap pendahuluan,
Tutorial SolidWorks : Analisa tegangan dengan COSMOSXpress (seri 1)
Tutorial SolidWorks : Analisa tegangan dengan COSMOSXpress (seri 1) Agus Fikri Rosjadi [email protected] http://agus-fikri.blogspot.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di agus-fikri.blogspot.com dapat
Dosen Pembimbing Dr. Ir. Agus Sigit Pramono, DEA.
TUGAS AKHIR ANALISA BALISTIK IMPACT DENGAN VARIASI KECEPATAN AWAL PROYEKTIL MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Andi Rizkiawan NRP 2106 100 124 Dosen Pembimbing Dr. Ir. Agus Sigit Pramono, DEA. PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. Ilmu mekanika kontak merupakan bagian dari ilmu tribologi yang membahas mengenai deformasi dan tegangan dua benda yang bersinggungan satu sama lain. Kontak yang terjadi
OLEH : NATAN HENRI SOPLANTILA NRP.
SIDANG TUGAS AKHIR Analisa Pengaruh Tekanan Hidrostatik pada Material Komposit dengan Ratio Perbandingan 60 % Carbon Fibre 40% Epoxy yang Dipadukan dengan Metal Liner pada Bagian Hull AUV ITS 01b OLEH
LAPORAN TUGAS AKHIR PREDIKSI KEAUSAN KONTAK ANTARA STATIONARY PIVOT DAN PIN JOINT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
LAPORAN TUGAS AKHIR PREDIKSI KEAUSAN KONTAK ANTARA STATIONARY PIVOT DAN PIN JOINT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Diajukan sebagai salah satu tugas dan syarat untuk memperoleh gelar Sarjana (S-1) jurusan
KEMAMPUAN PENYERAPAN ENERGI CRASH BOX MULTI SEGMEN MENGGUNAKAN SIMULASI KOMPUTER
KEMAMPUAN PENYERAPAN ENERGI CRASH BOX MULTI SEGMEN MENGGUNAKAN SIMULASI KOMPUTER Halman 1, Moch. Agus Choiron 2, Djarot B. Darmadi 3 1-3 Program Magister Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
LAPORAN TUGAS AKHIR PREDIKSI TEGANGAN VON MISSES DAN TEKANAN KONTAK TOTAL KNEE REPLACEMENT (TKR) SELAMA PROSES GAIT CYCLE
LAPORAN TUGAS AKHIR PREDIKSI TEGANGAN VON MISSES DAN TEKANAN KONTAK TOTAL KNEE REPLACEMENT (TKR) SELAMA PROSES GAIT CYCLE MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas dan Syarat Untuk
BAB III PROSEDUR PENGUJIAN LABORATORIUM DAN PEMODELAN DENGAN FINITE ELEMEN METHOD. Gambar 3.1 Proses pencampuran bahan BTPTP pada mesin pengaduk
BAB III PROSEDUR PENGUJIAN LABORATORIUM DAN PEMODELAN DENGAN FINITE ELEMEN METHOD 3.1 Batako Tanpa Plester dan Tanpa Perekat (BTPTP) Proses pembuatan campuran BTPTP untuk pengujian menggunakan campuran
Analisis Tegangan Plat Penghubung Bucket Elevator Menggunakan Metode Elemen Hingga. Ully Muzakir 1 ABSTRAK
Analisis Tegangan Plat Penghubung Bucket Elevator Menggunakan Metode Elemen Hingga Ully Muzakir 1 ABSTRAK Penggunaan baja sebagai bahan konstruksi sangat banyak ditemukan terutama untuk konstruksi yang
Optimasi Desain Metal Gasket Tipis Bentuk New Corrugated Untuk Kebutuhan Tekanan Kerja Rendah Dengan Simulasi Komputer
Optimasi Desain Metal Gasket Tipis Bentuk New Corrugated Untuk Kebutuhan Tekanan Kerja Rendah Dengan Simulasi Komputer Avita Ayu Permanasari, Moch. Agus Choiro, Anindito Purnowidodo Jurusan Teknik Mesin
1.1 Latar belakang Di awal abad 21, perkembangan teknologi komputer grafis meningkat secara drastis sehingga mempermudah para akademisi dan industri
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Di awal abad 21, perkembangan teknologi komputer grafis meningkat secara drastis sehingga mempermudah para akademisi dan industri untuk mengembangkan pengetahuan mereka
BAB IV SIFAT MEKANIK LOGAM
BAB IV SIFAT MEKANIK LOGAM Sifat mekanik bahan adalah : hubungan antara respons atau deformasi bahan terhadap beban yang bekerja. Sifat mekanik : berkaitan dengan kekuatan, kekerasan, keuletan, dan kekakuan.
ANALISA KEGAGALAN POROS DENGAN PENDEKATAN METODE ELEMEN HINGGA
ANALISA KEGAGALAN POROS DENGAN PENDEKATAN METODE ELEMEN HINGGA Jatmoko Awali, Asroni Jurusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Metro Jl. Ki Hjar Dewantara No. 116 Kota Metro E-mail : [email protected]
DISTRIBUSI TEMPERATUR AREA PEMOTONGAN PADA PROSES DRAY MACHINING BAJA AISI 1045
DISTRIBUSI TEMPERATUR AREA PEMOTONGAN PADA PROSES DRAY MACHINING BAJA AISI 1045 Slamet Wiyono 1*, Rina Lusiani 2, Ari Wibowo 3 1,2,3 Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Diktat-elmes-agustinus purna irawan-tm.ft.untar BAB 2 BEBAN, TEGANGAN DAN FAKTOR KEAMANAN
Diktat-elmes-agustinus purna irawan-tm.ft.untar BAB 2 BEBAN, TEGANGAN DAN AKTOR KEAMANAN Beban merupakan muatan yang diterima oleh suatu struktur/konstruksi/komponen yang harus diperhitungkan sedemikian
BAB 1 PENDAHULUAN...1
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...i HALAMAN PENGESAHAN...ii HALAMAN PERNYATAAN...iii KATA PENGANTAR...iv DAFTAR ISI...v DAFTAR TABEL...ix DAFTAR GAMBAR...xi DAFTAR PERSAMAAN...xiv INTISARI...xv ABSTRACT...xvi
DESAIN ULANG STRUKTUR BED MESIN BUBUT KONVENSIONAL UNTUK MENINGKATKAN KARAKTERISTIK STATIS DAN DINAMIS MESIN
LAPORAN S K R I P S I DESAIN ULANG STRUKTUR BED MESIN BUBUT KONVENSIONAL UNTUK MENINGKATKAN KARAKTERISTIK STATIS DAN DINAMIS MESIN ARDHI PRIANTOKO NIM. 201254107 DOSEN PEMBIMBING Rochmad Winarso, S.T.,
BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. mendorong terciptanya suatu produk dan memiliki kualitas yang baik.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong terciptanya suatu produk dan memiliki kualitas yang baik. Pada industri manufacturing hal ini menjadi masalah
STUDI PEMANFAATAN SERBUK GERGAJIAN KAYU SEBAGAI BAHAN TAMBAH CAMPURAN BATAKO
Konferensi Nasional Teknik Sipil I (KoNTekS I) Universitas Atma Jaya Yogyakarta Yogyakarta, 11 12 Mei 2007 STUDI PEMANFAATAN SERBUK GERGAJIAN KAYU SEBAGAI BAHAN TAMBAH CAMPURAN BATAKO Herwani Dosen Jurusan
BAB III LANDASAN TEORI. Menurut McComac dan Nelson dalam bukunya yang berjudul Structural
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Kolom Pendek Menurut McComac dan Nelson dalam bukunya yang berjudul Structural Steel Design LRFD Method yang berdasarkan dari AISC Manual, persamaan kekuatan kolom pendek didasarkan
ANALISA POROS ALAT UJI KEAUSAN UNTUK SISTEM KONTAKTWO- DISC DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
ANALISA POROS ALAT UJI KEAUSAN UNTUK SISTEM KONTAKTWO- DISC DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Anang Hadi Saputro Program StudiTeknik Mesin, FakultasTeknik UniversitasMuria Kudus Email: [email protected]
Studi Kekuatan Spur Gear Dengan Profil Gigi Cycloid dan Involute
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1 Studi Kekuatan Spur Gear Dengan Profil Gigi Cycloid dan Involute Novreza Aditya Taufan dan Agus Sigit Pramono Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri,
PENGEMBANGAN PENYANGGA BOX MOBIL PICK UP MULTIGUNA PEDESAAN
PENGEMBANGAN PENYANGGA BOX MOBIL PICK UP MULTIGUNA PEDESAAN Oleh: Hulfi Mirza Hulam Ahmad 2109100704 Dosen Pembimbing Prof. Dr. Ing. Ir. I Made Londen Batan, M.Eng Latar Belakang Prototype box yang dibuat
IMPLEMENTASI METODE ELEMEN HINGGA DALAM PERSOALAN ALIRAN DARAH PADA PEMBULUH DARAH SKRIPSI ABNIDAR HARUN POHAN
IMPLEMENTASI METODE ELEMEN HINGGA DALAM PERSOALAN ALIRAN DARAH PADA PEMBULUH DARAH SKRIPSI ABNIDAR HARUN POHAN 120803006 DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS
STRESS ANALYSIS PISTON SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTODESK INVENTOR 2015
TURBO Vol. 6 No. 1. 2017 p-issn: 2301-6663, e-issn: 2477-250X Jurnal Teknik Mesin Univ. Muhammadiyah Metro URL: http://ojs.ummetro.ac.id/index.php/turbo STRESS ANALYSIS PISTON SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN A. Materi Penelitian Penelitian ini meneliti tentang perilaku sambungan interior balok-kolom pracetak, dengan benda uji balok T dan kolom persegi, serta balok persegi dan kolom
EVALUASI FAKTOR INTENSITAS TEGANGAN PADA UJUNG RETAK DENGAN LUBANG PENGHAMBAR RAMBAT RETAK
EVALUASI FAKTOR INTENSITAS TEGANGAN PADA UJUNG RETAK DENGAN LUBANG PENGHAMBAR RAMBAT RETAK Anindito Purnowidodo Teknik Mesin, Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono 167 Malang 65145 Tlp: 0341-571147 E-mail
Analisis Kekuatan Struktur Konstruksi Tower untuk Catwalk dan Chain Conveyor pada Silo (Studi Kasus di PT. Srikaya Putra Mas)
Analisis Kekuatan Struktur Konstruksi Tower untuk Catwalk dan Chain Conveyor pada Silo (Studi Kasus di PT. Srikaya Putra Mas) Nur Azizah 1*, Muhamad Ari 2, Ruddianto 3 1 Program Studi Teknik Desain dan
Pemodelan Penyakit Jantung Koroner Dengan Menggunakan Modifikasi Model Sei
Pemodelan Penyakit Jantung Koroner Dengan Menggunakan Modifikasi Model Sei Wardatul Jannah 1), Syarifah Meurah Yuni 2) 1,2, Jurusan Matematika Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia Email: 2 [email protected]
TUGAS SARJANA ANALISA PENGARUH GESEKAN PADA KONTAK SLIDING ANTAR SILINDER MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
TUGAS SARJANA ANALISA PENGARUH GESEKAN PADA KONTAK SLIDING ANTAR SILINDER MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Diajukan sebagai salah satu tugas dan syarat untuk memperoleh gelar Sarjana (S-1) Jurusan Teknik
BAB I PENDAHULUAN. Menurut Profesor Shahryar A. Sheikh, MBBS dalam beberapa dasawarsa terakhir
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Profesor Shahryar A. Sheikh, MBBS dalam beberapa dasawarsa terakhir ancaman dari pembunuh nomor satu di dunia belum pernah surut. Tidak lagi orang tua yang
ANALISA GESEKAN PENGEREMAN HIDROLIS (REM CAKRAM) DAN TROMOL PADA KENDARAAN RODA EMPAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
ANALISA GESEKAN PENGEREMAN HIDROLIS (REM CAKRAM) DAN TROMOL PADA KENDARAAN RODA EMPAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Afrizal Annas Dzikrullah 1*, Qomaruddin 2, Masruki Khabib 3 1,2,3 Program Studi
ANALISIS PERPINDAHAN KALOR YANG TERJADI PADA RECTANGULAR DUCT DENGAN ANSYS 11 SP1 DAN PERHITUNGAN METODE NUMERIK
TUGAS AKHIR ANALISIS PERPINDAHAN KALOR YANG TERJADI PADA RECTANGULAR DUCT DENGAN ANSYS 11 SP1 DAN PERHITUNGAN METODE NUMERIK Disusun: FATHAN ROSIDI NIM : D 200 030 126 JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro H.Prof.Sudharto, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang, 50275
Analisis Tegangan pada Transfemoral Prosthetic Tipe Four-Bar Linkage dalam Fase Awal Siklus Gait Cycle Sugiyanto 1, a, Biyan B.P 1, Alhakim B.P 1, Dwi Setyawan 2, Nur Rochmat B.Setiana 1 dan R.Ismail 1,b*
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Diagram Alir Penelitian Sebelum melakukan proses penelitian tentang pengelasan gesek dibuatlah diagram alir untuk menggambarkan proses-proses operasionalnya sehingga mudah
BAB 2. PENGUJIAN TARIK
BAB 2. PENGUJIAN TARIK Kompetensi : Menguasai prosedur dan trampil dalam proses pengujian tarik pada material logam. Sub Kompetensi : Menguasai dan mengetahui proses pengujian tarik pada baja karbon rendah
BAB IV SIFAT MEKANIK LOGAM
BAB IV SIFAT MEKANIK LOGAM Sifat mekanik bahan adalah : hubungan antara respons atau deformasi bahan terhadap beban yang bekerja. Sifat mekanik : berkaitan dengan kekuatan, kekerasan, keuletan, dan kekakuan.
LAPORAN TUGAS AKHIR ANALISA KONTAK MULTIPLE ASPERITY-TO-ASPERITY MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
LAPORAN TUGAS AKHIR ANALISA KONTAK MULTIPLE ASPERITY-TO-ASPERITY MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas dan Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana (S-1) Disusun oleh: TITI PANCA
ANALISIS PENGARUH SUHU TERHADAP KONSTANTA PEGAS DENGAN VARIASI JUMLAH LILITAN DAN DIAMETER PEGAS BAJA
ANALISIS PENGARUH SUHU TERHADAP KONSTANTA PEGAS DENGAN VARIASI JUMLAH LILITAN DAN DIAMETER PEGAS BAJA 1) Erik Luky Ikhtiardi, 2) Rif ati Dina Handayani, 2) Albertus Djoko Lesmono 1) Mahasiswa Program Studi
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Validasi pemodelan Proses validasi analisa hip bearing didasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Yew, A., et al., (3). Simulasi pada pemodelan ini menggunakan parameter
ANALISA PENGARUH TEBAL DAN GEOMETRI SPOKE BERBENTUK BELAH KETUPAT PADA BAN TANPA UDARA TERHADAP KEKAKUAN RADIAL DAN LATERAL
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 1 ANALISA PENGARUH TEBAL DAN GEOMETRI SPOKE BERBENTUK BELAH KETUPAT PADA BAN TANPA UDARA TERHADAP KEKAKUAN RADIAL DAN LATERAL
BAB I PENDAHULUAN. alas pada kapal, body pada mobil, atau kendaraan semacamnya, merupakan contoh dari beberapa struktur pelat. Pelat-pelat tersebut
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Struktur pelat sering dijumpai sebagai dinding penyelubung rangka. Selubung atau cangkang dari pesawat terbang, dinding dan alas pada kapal, body pada mobil, atau kendaraan
DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2013
ANALISIS SIMULASI STRUKTUR CHASSIS MOBIL MESIN USU BERBAHAN BESI STRUKTUR TERHADAP BEBAN STATIK DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ANSYS 14.5 SKRIPSI Skripsi Yang Diajukan Untuk Melengkapi Syarat Memperoleh
