Provinsi Kalimantan Utara

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Provinsi Kalimantan Utara"

Transkripsi

1 Provinsi Kalimantan Utara GAMBARAN UMUM WPPI KALIMANTAN UTARA Geografi Provinsi Kalimantan Utara merupakan Provinsi ke-34 di Indonesia dan merupakan provinsi termuda dari seluruh Provinsi yang ada di Indonesia. Provinsi Kalimantan Utara terdiri atas 4 (empat) Kabupaten dan 1 (satu) Kota, yaitu Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Tana Tidung. Batas-batas wilayah Provinsi Kalimantan Utara, sebagai berikut: Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : Negara Bagian Sabah (Malaysia); : Provinsi Kalimantan Timur; : Negara Bagian Serwak (Malaysia); dan : Laut Sulawesi. Provinsi Kalimantan Utara memiliki luas wilayah keseluruhan ,70 km2 yang terdiri dari 50 kecamatan, 20 Kelurahan dan 459 desa. Populasi tertinggi dimiliki oleh Kota Tarakan, disusul kemudian oleh Kabupaten Nunukan. Informasi tersebut disajikan pada Gambar A1 berikut.

2 Gambar 1 Peta Administrasi Provinsi Kalimantan Utara Perekonomian Perekonomian pada tahun 2015 penuh gejolak karena imbas dari beberapa negara besar yang diharapkan untuk menjadi motor pertumbuhan ekonomi global mengalami kemerosotan dalam pertumbuhan ekonominya. Salah satu dampak yang ditimbulkan dari perlambatan/penurunan ekonomi tersebut adalah penurunan permintaan komoditas, sehingga menyebabkan turunnya harga komoditas global yang jatuh ke level terendahnya dalam lima tahun terakhir. Informasi mengenai ekonomi regional dapat dilihat pada Tabel A.1 berikut.

3 Tabel Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan Utara Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (juta rupiah), NO SEKTOR r 2014* 2015** Pertanian, Kehutanan dan A , , , , ,9 Perikanan Pertambangan dan B , , , , ,5 Penggalian C Industri Pengolahan , , , , ,1 D Pengadaan Listrik dan Gas , , , , ,8 Penadaan Air, Pengelolaan E Sampah, Limbah dan Daur , , , , ,7 Ulang F Konstruksi , , , , ,0 Perdagangan Besar dan G Eceran, Reparasi Mobil dan , , , , ,5 Sepeda Motor Transportasi dan H , , , , ,4 Pergudangan Penyediaan Akomodasi dan I , , , , ,3 Makan Minum J Informasi dan Komunikasi , , , , ,7 K Jasa Keuangan dan Asuransi , , , , ,4 L Real Estate , , , , ,9 M, Jasa Perusahaan , , , , ,6 N Administrasi Pemerintahan, O Pertahanan dan Jaminan , , , , ,7 Sosial Wajib P Jasa Pendidikan , , , , ,5 Jasa Kesehatan dan Q , , , , ,4 Kegiatan Sosial R,S, Jasa Lainnya , , , , ,1 T,U PDR , , , , ,5 Sumber: PDRB Provinsi Kalimantan Utara Menurut Lapangan Usaha, * Angka Sementara** Angka Sangat Sementara

4 Tabel Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan Utara Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha (juta rupiah), NO SEKTOR r 2014* 2015** Pertanian, Kehutanan A dan Perikanan , , , , ,7 Pertambangan dan B , , , , ,5 Penggalian C Industri Pengolahan , , , , ,4 Pengadaan Listrik dan D Gas , , , , ,4 Penadaan Air, E Pengelolaan Sampah, , , , , ,7 Limbah dan Daur Ulang F Konstruksi , , , , ,6 Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi G , , , , ,9 Mobil dan Sepeda Motor Transportasi dan H Pergudangan , , , , ,4 Penyediaan Akomodasi I dan Makan Minum , , , , ,3 Informasi dan J Komunikasi , , , , ,2 Jasa Keuangan dan K , , , , ,7 Asuransi L Real Estate , , , , ,2 M, N Jasa Perusahaan , , , , ,0 Administrasi Pemerintahan, O , , , , ,2 Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib P Jasa Pendidikan , , , , ,8 Jasa Kesehatan dan Q Kegiatan Sosial , , , , ,8 R,S, Jasa Lainnya , , , ,0 T,U ,1 PDRB , , , , ,8 Sumber: PDRB Provinsi Kalimantan Utara Menurut Lapangan Usaha, * Angka Sementara** Angka Sangat Sementara Gambaran di atas mengindikasikan perekonomian di Kalimantan Utara berkembang dari Rp. 42,411 Trilyun pada tahun 2011 menjadi Rp. 62,819 Trilyun pada tahun 2015 (harga berlaku), atau dari Rp. 37,829 Trilyun menjadi 49,189 Trilyun pada tahun 2015 (harga konstan) Secara keseluruhan pertumbuhan perekonomian Provinsi Kalimantan Utara mengalami peningkatan rata-rata 6,81% dalam lima tahun terakhir, dengan perlambatan dari 8,18% pada tahun 2014 menjadi hanya 3,13% pada tahun 2015.

5 Perlambatan ini disebabkan oleh karena perlambatan hampir pada semua sektor terutama pada sektor-sektor primer yang sampai saat ini menjadi penyumbang perekonomian terbesar untuk provinsi ini, terutama pada sektor pertambangan dan penggalian yang mengalami perlambatan menjadi -2,66% pada tahun Tabel Kontribusi dan Pertumbuhan PDRB Provinsi Kalimantan Utara Tahun No. Lapangan Usaha * 2015** A Pertanian, Kehutanan, & Perikanan 17.65% 17.49% 17.00% 16.81% 17.43% B Pertambangan & Penggalian 30.25% 30.50% 31.76% 32.29% 30.48% C Industri Pengolahan 9.95% 9.73% 9.58% 9.32% 9.55% D Pengadaan Listrik & Gas 0.05% 0.05% 0.05% 0.05% 0.06% E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah & Daur Ulang 0.07% 0.07% 0.07% 0.07% 0.07% F Konstruksi 11.45% 11.43% 11.25% 11.40% 11.37% G Perdagangan Besar & Eceran; Reparasi Mobil & Sepeda Motor 10.81% 10.70% 10.42% 10.07% 9.92% H Transportasi & Pergudangan 5.62% 5.69% 5.56% 5.60% 5.83% I Penyediaan Akomodasi & Makan Minum 1.26% 1.26% 1.22% 1.19% 1.22% J Informasi & Komunikasi 2.19% 2.27% 2.33% 2.41% 2.66% K Jasa Keuangan & Asuransi 1.15% 1.17% 1.11% 1.08% 1.13% L Real Estate 0.96% 0.96% 0.99% 0.97% 0.99% M,N Jasa Perusahaan 0.31% 0.31% 0.30% 0.30% 0.29% O Adm. Pemerintahan, Pertahanan & Jaminan Sosial Wajib 5.13% 5.01% 4.89% 4.90% 5.11% P Jasa Pendidikan 1.81% 2.02% 2.15% 2.19% 2.36% Q Jasa Kesehatan & Keg. Sosial 0.83% 0.86% 0.85% 0.88% 1.01% R,S,T,U Jasa lainnya 0.51% 0.50% 0.47% 0.47% 0.53% Produk Domestik Regional Bruto % % % % % Sumber: PDRB Provinsi Kalimantan Utara Menurut Lapangan Usaha, * Angka Sementara** Angka Sangat Sementara Profil WPPI Provinsi Kalimantan utara Berdasarkan PP no 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pengembangan Industri atau RIPIN, Provinsi Kalimantan Utara memiliki 2 lokasi pusat pertumbuhan industri yaitu Kota Tarakan dankabupaten Nunukan Atas dasar arahan dari RIPIN terdapat 2 kabupaten kota yang menjadi WPPI. Namun seiring perkembangan dan isu-isu pembangunan provinsi baru ini maka selain kedua kabupaten/kota tadi perlu kajian ini perlu memperhatikan peranan kabupaten Bulungan untuk menjadi bagian dari WPPI Provinsi Kalimantan Utara, dengan mempertimbangkan

6 Kota Tanjung Selor sebagai ibukota provinsi dan diusulkan nantinya akan ditingkatkan statusnya sebagai Pusat Kegiatan Wilayah, Pertumbuhan dan Perkembangan Ekonomi Kabupaten Bulungan yang relatif cepat Terdapatnya rencana pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan Ineternasional Tanah Kuning Terdapatnya rencana pembanguan PLTA Peso sebesar 6500 MW. Adapun profil singkat dari sebagaimana berikut ini. masing-masing Kabupaten di Kalimantan Utara dapat disajikan Gambar 2 WPPI Kalimantan Utara

7 Gambar 3 Profil WPPI Kaltara -Kota Tarakan Gambar 4 Profil WPPI Kaltara Kabupaten Nunukan

8 Gambar 5 Profil Usulan-WPPIp Kaltara-Kabupaten Bulungan PENGEMBANGAN INDUSTRI Potret Pertumbuhan Industri Selama Tahun Peranan Kategori Industri pengolahan terhadap pembentukan PDRB Provinsi Kalimantan Utara sekitar 9,28% 9,80%. Dimana pada tahun 2015 peranan kategori ini sebesar 9,7%. Jika dilihat peranan lapangan usaha terhadap pembentukan PDRB kategori Industri Pengolahan Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2015 terbentuk dari industri. Berdasarkan peranan lapangan usaha dapat disimpulkan bahwa industri pengolahan makanan, industri pengolahan kayu, barang dari kayu dan gabus dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya merupakan dua lapangan usaha industri yang paling banyak berkontribusi dengan pada perekonomian provinsi ini dari sektor industri.

9 Tabel Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori Industri Pengolahan (Persen), Hal ini diperkuat dengan memperhatikan sebaran industri besar-sedang, sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut ini yang menunjukkan jenis dan sebaran industri besar- sedang di Provinsi Kalimantan Utara mengindikasikan: Perusahaan industri yang mengolah hasil perikanan berupa pembekuan Ikan dan udang, berlokasi di Kota Tarakan. Perusahaan yang mengolah hasil hutan menjadi kayu gergajian dan moulding, kayu lapis dan plywood berlokasi di Kota Tarakan. Perusahaan industri yang mengolah kelapa sawit tampak lebih tersebar di Kabupaten Nunukan, Bulungan, dan Malinau.

10 Tabel Jenis dan Sebaran Industri Besar Sedang di Provinsi Kalimantan Utara Sementara itu, berdasarkan hasil pengolahan hasil perdangangan ekspor dan import dapat diperoleh gambaran sebagaimana berikut ini. Tabel Rata-rata Eksport 10 Komoditas Penting Provinsi Kalimantan Utara (Dalam USD) Rata-Rata EKSPORT Komoditas % Rank BATU BARA ,32% 1 KAYU LAPIS ,66% 2 UDANG DIBEKUKAN ,76% 3 MINYAK KELAPA SAWIT ,23% 4 ROKOK KRETEK ,96% 5 LIGNIT ,51% 6 IKAN SEGAR / DINGIN ,54% 7 PUPUK ,49% 8 PANEL KAYU LAINNYA ,38% 9 KEPITING ,32% 10 LAINNYA ,3 1,82% Grand Total ,00% Sumber: Pusdatin Kemenperin, 2016 (diolah) Berdasarkan data tersebut, menunjukkan bahwa Provinsi Kalimantan Utara mengekspor barang-barang hasil industrinya seperti kayu lapis, udang beku, minyak kelapa sawit, panel kayu tersebut ke luar negeri.

11 Tabel Rata-rata Eksport 10 Komoditas Penting Provinsi Kalimantan Utara (Dalam USD) Rata-Rata IMPORT Komoditas % Rank HASIL MINYAK ,50% 1 KAPAL LAUT DAN SEJENISNYA ,85% 2 MESIN UNTUK KEPERLUAN KHUSUS ,14% 3 PUPUK ,69% 4 BATU KERIKIL ,26% 5 MESIN UNTUK KEPERLUAN UMUM ,85% 6 GENERATOR UAP, BUKAN KETEL PEMANAS ,33% 7 PERALATAN LISTRIK ,44% 8 TANGKI, TANDON AIR DAN WADAH DARI LOGAM ,30% 9 ASPAL ,02% 10 LAINNYA ,0 3,64% Grand Total ,00% Sumber: Pusdatin Kemenperin, 2016 (diolah) Dari rata-rata import selama periode tampak sebagian besar impor provinsi Kalimantan Utara berupa hasil minyak, diikuti kapal laut dan sejenisnya dan mesin untuk keperluan khusus, hal ini menunjukkan bahwasanya penyediaan peralatan dan mesin produksi di provinsi Kalimantan Utara masih tergantung pada impor dari negara lain. Hal ini sejalan dengan tuntutan perkembangan di sektor perikanan, industri dan transportasi yang sedang berkembang di Kalimantan Utara. Sumber Daya Industri Potensi Sumber Daya Alam Terdapat beberapa potensi sumber daya alam yang menjadi daya tarik investasi saat ini. Adapun potensi-potensi tersebut meliputi: Potensi Mineral dan Pertambangan : o Terdapat 2 cekungan sendimen tersier yaitu Cekungan Nunukan yang meliputi daerah kabupaten nunukan dan kabupaten Malinau Cekungan Tarakan yang meliputi kota Tarakan, Kabupaten Berau dan Kabupaten Bulungan yang berpotensi menghasilkan Batu Bara, Emas, Minyak dan Gas Bumi. o Batu gamping sebanyak 654 ribu ton di Malinau dan 250 ribu ton di Nunukan, Sirtu 2,50 juta ton di Nunukan dan pasir kuarsa sebanyak 1 milyar ton di Nunukan. Selain itu, Kawasan Gunung Putri, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, memiliki potensi sumber daya yang cukup besar berupa batu kapur yang dapat digunakan sebagai bahan baku semen portland, dan bahan pemurnian dan peleburan logam, bahan untuk menurunkan kadar keasaman (ph) pada lahan pertanian dan perkebunan,

12 maupun dalam bidang perikanan (tambak udang), dan dapat digunakan sebagai bahan bangunan, terutama untuk pengerasan atau fondasi jalan di daerah pedesaan. Tabel Kondisi Sumber Daya dan Cadangan Batubara Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2015 Sumber Daya Sumber Daya Sumber Daya Kab./Kota Nama Perusahaan Tereka (Ton) Terunjuk (Ton) Terukur (Ton) Bulungan PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara , , ,00 PT Mitra Niaga Mulia , , ,28 PT. Mandiri Inti Perkasa , , ,51 PT. Lamindo Inter Multikon , , ,00 PT. Tubindo , , ,00 PT. Vano Anugrah Sentosa , , ,00 PT. Moa Maju Kurnia Utama , ,00 PT. Delma Mining Crporation , , ,00 PT. Garda Tujuh Benua Tana Tidung PT. Pipit Mutiara Jaya , , ,29 Nunukan PT. Dewa Ruci Mandiri , ,00 Kalimantan Utara , , ,08 Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Utara, 2015 Potensi Kehutanan : o Luas hutan Kalimantan Utara ha terdiri atas 1) Hutan Lindung ha; 2) Hutan suaka alam dan wisata ha; 3) Hutan produksi terbatas ha; 4) Hutan produksi tetap ha; 5) Hutan area penggunaan lain ha, o o Daerah kabupaten yang mempunyai kawasan hutan terluas yaitu : 1) Kabupaten Malinau ha; 2) Kabupaten Bulungan ha; 3) Kabupaten Nunukan ha; 4) Kota Tarakan 6898 ha. Saat ini hasil hutan yang telah diusahakan berupa kayu bundar, yang diolah menjadi kayu olahan, kayu lapis, kayu olahan lainnya termasuk kayu gergajian, blackboard, vaneer, dan sebagainya. Potensi Pertanian : o Dapat dikembangkan padi sawah, padi ladang, jagung, kedelai dsbnya karena pemerintah provinsi akan menjadikan kalimantan utara sebagai lumbung pangan. Di kabupaten Bulungan terdapat kawasan pertanian terpadu yang dikenal dengan sebutan Delta Kayan Food Estate dengan luas lahan ha. Terdapat beberapa perusahaan besar yang menanamkan investasinya di sektor pertanian berupa tanaman padi dan palawija. PT Sang Hyang Sri (SHS) bergerak dalam bidang budi daya jagung dengan kebun inti direncanakan seluas 3200 ha. PT Nusa Agro Mandiri (Solaria Group) telah melakukan demplot seluas 3 ha yang bergerak di bidang budi daya kedelai, jagung dan air tawar dengan area 1980 ha. Potensi Perkebunan : o o Kelapa Sawit : luas areal pertanaman kelapa sawit saat ini (tahun 2013) tercatat seluas ha. Karet : luas areal pertanaman karet saat ini (tahun 2013) tercatat seluas 941 ha yang terdiri dari areal perkebunan rakyat, perkebunan besar negara dan perkebunan besar swasta.

13 o Kelapa : luas areal pertanaman kelapa saat ini (tahun 2013) tercatat seluas 2798 ha. 3) o Kakao : luas areal pertanaman kakao ha. o Lada : luas areal pertanaman lada seluas 175 ha (2013). o Kopi : luas areal pertanaman kopi saat ini (tahun 2013) tercatat seluas ha. Potensi Perikanan : o o Budidaya Tambak Udang dan ikan air tawar, berada di wilayah perairan Tarakan Beberapa perusahaan lokal telah berinvestasi di sektor ini baik di bidang tambak maupun industri cold storage. Rumput laut: banyak dibudidayakan di wilayah P. Nunukan, produksi rata-rata mencapai ton per bulan yang berasal dari rumah tangga petani, luas lahan mencapai lebih Hayang tersebar di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik, dan sebagian di Pantai Aman, Kota Tarakan. Saat ini rumput laut baru diproses menjadi rumput laut kering dan beberapa jenis makanan olahan lokal di Nunukan. Rumput laut kering dipasarkan ke Makassar dan Surabaya. Tabel.9 Potensi Sumber Daya Alam Provinsi Kalimantan Utara Potensi Sumber Daya Manusia Kondisi kependudukan Kalimantan Utara sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut ini mengindikasikan sebaran penduduk yang tidak merata. Sebagian besar penduduk berdomisili di Kota Tarakan dan menjadikannya sebagai wilyah terpadat di Provinsi Kalimantan Utara.

14 No. Tabel Sebaran dan Jumlah Penduduk Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2014 Luas Wilayah Kab/Kota Darat Laki-Laki Perempuan Jumlah (Ha) Kepadatan (Jiwa/Ha) 1 Malinau ,02 2 Bulungan ,10 3 Tana Tidung ,06 4 Nunukan ,12 5 Tarakan , ,09 Jumlah , ,08 Sumber : Kalimantan Utara Dalam Angka, 2015 Dari segi ketenaga kerjaan, sektor primer diisi oleh kelompok tidak/belum pernah bersekolah, tidak/tamat SD dan lulusan SD yang merupakan komposisi angkatan kerja terbanyak di Provinsi Kalimantan Utara, sementara sektor sekunder diisi oleh hampir tenaga kerja dari semua jenis tingkat pendidikan dari kelompok lulusan SLTA, sementara sektor tersier banyak diisi oleh kelompok lulusan Pendidikan Tinggi. Tabel Kondisi Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2014 Tdk/Belum Tdk/Belum Pendidikan Lapangan Usaha Pernah SD SLTP SLTA Tamat SD Tinggi Sekolah Laki-Laki Primer 4,249 20,979 30,272 12,072 20, Sekunder - 3,036 3,692 3,072 8,870 1,589 Tersier 554 4,296 10,521 10,043 23,784 14,864 Perempuan Primer 3,269 8,872 10,625 4,938 1,749 - Sekunder 143 1,800 1,158 1,979 1, Tersier 444 4,813 7,880 8,388 14,249 10,108 Jumlah 8,649 43,797 8,388 14,249 10,108 27,766 Sumber: Disperindagkop dan UMKM Prov. Kaltara, 2016 Hal ini sejalan dengan kondisi sarana pendidikan di provinsi Kalimantan Utara yang sampai saat ini masih berkembang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan wajib. Keberadaan pendidikan tinggi baik swasta maupun negeri sudah mulai tersebar di kabupaten kota di Kalmantan Utara, namun baru terfokus di Kota Tarakan dan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Program pendidikan tinggi bidang teknik yang saat ini ada masih terfokus pada bidangbidang yang mendukung sektor primer yang berkaitan dengan agribisnis, sementara untuk sektor sekunder (industri) masih tebatas. Sehingga dapat disimpulkan akses pendidikan tinggi yang mendukung sektor industri di provinsi Kalimantan Utara masih terbatas.

15 Kondisi ini menyebabkan terbukanya peluang masuknya tenaga kerja dari luar daerah. Berkembangnya sektor industri akan menjadi resultan meningkatnya kebutuhan SEM industri yang terpaksa harus dipenuhi dari luar provinsi. Tabel Kondisi Pendidikan Tinggi Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2015 Nama Lokasi Status Akademi Keperawatan Kaltara Kota Tarakan swasta Akademi Bahasa Asing Permata Hati Kota Tarakan swasta Politeknik Malinau Kabupaten Malinau swasta Politeknik Negeri Nunukan Kabupaten Nunukan negeri Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tanjung Selor Kabupaten Bulungan swasta Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bulungan Tarakan Kota Tarakan swasta STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Kota Tarakan swasta Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Ibnu Khaldun Kota Nunukan swasta Universitas Borneo Tarakan Kota Tarakan negeri Universitas Kaltara Kabupaten Bulungan swasta Sumber: Wikipedia Potensi Teknologi dan Inovasi Dalam rangka peningkatan penguasaan teknologi daninovasi di provinsi kalimantan utara, saat ini tercatat beberapa inisiatif sebagaimana berikut ini. Rencana Pengembangan Technopark di Kabupaten Nunukan melalui kerjasama dengan IPB: o Marine Technopark di Kecamatan Mansapa o Agro Technoparck di Kecamatan Krayan Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan: Provinsi Kalimantan Utara memiliki banyak sumber daya alam namun belum seluruhnya diolah di dalam ruang lingkup ekonomi provinsi. Potensi SDM: Jumlah penduduk masih relatif sedikit dan sebarannya tidak merata dan terkonsentrasi hanya pada 2 (dua) pusat pertumbuhan yaitu di Kota Tarakan dan Pulau Nunukan. sarana pendidikan dan pengembangan SDM industri masih berkembang, kebutuhan sarana pendidikan yang mendukung sektor industri belum memadai Potensi Teknologi dan inovasi:. Dalam tahap perencanaan, bekerjasama dengan perguruan tinggi dan instansi kementerian di luar provinsi kalimantan utara.

16 Penguatan dan Pendalaman Struktur Industri Dari berbagai sumber-daya yang ada tampak terdapat berbagai potensi dari berbagai arahan industri yang dapat dikembangkan di provinsi Kalimantan Utara. Berdasarkan pendekatan pohon industri, dapat diperoleh indikasi terhadap pendalaman struktur industri di provinsi kalimantan utara yang dijelaskan sebagaimana berikut ini. 1. Industri Pengolahan Kelapa Sawit. a. Saat ini pengusahaan kelapa sawit masih pengolahan tandan buah segar menjadi CPO dan minyak goreng (oleofood). b. Berkembangnya industri pengolahan kelapa sawit baru yang diiringi perluasan lahan kelapa sawit sudah mulai terealisasi, mengindikasikan bahwa permintaan CPO yang berkembang. c. Dukungan sumber daya alam telah memadai untuk kondisi sekarang namun belum memadai untuk pengembangan industri pengolahan kelapa sawit yang berorientasi pada oleochemical yang saat ini banyak berkembang di Cina, India, Eropa dan AS. Secara umum prospek pengembangan industri pengolahan kelapa sawit tampak pada pengusahaannya sebagai bio diesel, oleochemical dan oleofood, namun untuk mendorong tumbuhnya industri pengolahan turunan kelapa sawit tersebut dibutuhkan adanya akses infrastruktur pelabuhan yang baik, air bersih dan pelabuhan internasional. d. Untuk dapat mencapai prospek tersebut secara skala ekonomi masih memungkinkan untuk mendirikan pabrik minyak goreng dalam untuk melayani permintaan nasional. Untuk bio diesel tetap menjadi prospek yang menjanjikan selama didukung oleh kebijakan. 2. Industri Pengolahan Ikan dan Udang a. Industri pengolahan ikan dan udang saat ini telah berjalan melayani permintaan eksspor b. Berkumpulnya industri pengolahan ikan dan udang di kota Tarakan menandakan adanya kebutuhan akan akses terhadap bahan baku yang baik, tenaga kerja, energi dan logistik, yang saat ini hanya dapat disediakan oleh kota Tarakan. 3. Industri Pengolahan Rumput Laut a. Rumput laut pada saat ini masih dalam tahap pembudidayaan di wilayah kabupaten Nunukan dan pantai Aman, Kota Tarakan, saat ini pengolahannya hanya berupa pengolahan pasca panen untuk dikeringkan dan dijual ke Surabaya dan Makassar

17 b. Pengolahan rumput laut menjadi bahan makanan sudah di mulai di Kabpaten Nunukan, namun pengusahaannya masih dalam tahapan awal untuk kebutuhan lokal, dan belum memasuki tahap produksi massal. c. Pengolahan rumput laut menjadi SRC Chip ataupun Powder sempat digagas di wilayah Kabupaten Nunukan namun belum terealisasi. Upaya ini akan dilanjutkan dengan mengintegrasiannya ke dalam konsep marine technopark. 4. Industri pengolahan hasil hutan a. Secara umum hasil hutan telah diolah menjadi kayu olahan seperti kayu lapis dan plywood b. Industri pengolahan kayu seluruhnya berpusat di kota Tarakan, sama dengan indsutri pengolahan ikan, kebutuhan akan akses listrik, tenaga kerja dan pelabuhan menjadi utama pemilihan lokasi. 5. Peluang Indstri Manufaktur (Footloose Industry): a. Terdapat peluang munculnya footloose industry. hal ini diindikasikan dengan adanya peluang masuknya 6. Peluang Investasi Pembangunan Pabrik Semen dan Rumput Laut di Provinsi Kalimantan Utara, hasil kajian Badan Penanaman Modal Dan Perizinan Terpadu Provinsi Kalimantan Utara Tahun a. Pabrik Semen - Berlokasi kawasan Desa Gunung Putri, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. - Kawasan ini memiliki kandungan batu kapur yang dapat digunakan sebagai bahan baku semen portland yang dalam dapat digunakan sebagai bahan pemurnian dan peleburan logam, penurun kadar keasaman tanah dan air, serta sebagai bahan bangunan b. Pabrik pengolahan rumput laut - Ditujukan untuk mendukung budidaya Pulau Nunukan dan Sebatik, Kabupaten Nunukan dan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan. Penguatan struktur industri di provinsi Kalimantan Utara, perlu secara khusus memperhatikan masih kurangnya dukungan teknologi dan industri permesinan dan peralatan, yang saat ini sumber-sumbernya berada di luar wilayah provinsi.

18 Peningkatan Daya Saing Dalam RIPIN telah dijabarkan mengenai pentahapan Pembangunan Industri Prioritas serta Program Pengembangan Industri Prioritas yang dilaksanakan bersama oleh Pemerintah, Badan Usaha Milik Negara, dan swasta. Di Provinsi Kalimantan Utara pengembangan industri masih perlu mendapatkan perhatian khusus oleh berbagai pihak baik pemerintah Badan Usaha Milik Negara, dan swasta. Adapun rencana pengembangan yang perlu diperhatikan meliputi: 1. Pemanfaatan Lokasi Geografis a. Kalimantan Utara dilalui oleh Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II) yang merupakan alur pelayaran menuju asia timur b. Pemanfaatan lokasi georgrafis inilah yang menjadi alasan adanya upaya penyusunan rencana pembangunan Kawasan Pindustri dan Perdagangan Internasional (KIPI) di Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan. KIPI ini merupakan langkah strategis untuk memanfaatkan posisi karena dinilai memiliki keunggulan strategis karena berlokasi di jalur pelayaran nasional dan internasional ALKI II yang menjadi gerbang menuju wilayah Asia Pasifik dan Eropa. c. Upaya pemanfaatan lokasi geografis ini membutuhkan dukungan infrastruktur pelabuhan, sehingga pendekatan yang perlu dilakukan adalah melakukan pembangunan infrastruktur yang mendukung terjadinya pertukaran sumber daya di internal provinsi. 2. Memanfaatkan keunggulan komparatif a. Secara umum komoditas yang ada di kalimantan utara adalah komoditas yang menjadi keunggulan komparatif bila dibandingkan dengan daerah lain di kalimantan dan sulawesi. b. Namun komoditas-komoditas yang ada di Kalimantan Utara akan menjadi keunggulan kompetitif bilamana dibandingkan dengan negara-negara lain. Keunggulan kompetitif ini disebabkan karena faktor geografis sehingga menjadi sangat unik. c. Untuk peningkatan daya saing diperlukan upaya untuk memperkuat kualitas maupun kuantitas pasokan bahan baku melalui upaya-upaya intensifikasi maupun pengembangan riset dan kelembagaan. Perngembangan IKM Melalui Sentra IKM Menurut Disperindagkop dan UMKM Provinsi Kalimantan Utara, dari segi populasi IKM Provinsi Kaltara pada tahun 2015 baru terdapat 2611 unit Industri Kecil yang tersebar merata

19 di seluruh wilayah provinsi dan 65 unit Industri Menengah yang tersebar di 4 kabupaten/kota kecuali Kab. Tana Tidung. Tabel Rekapitulasi Data Industri Kecil Dan Menengah (IKM) Kalimantan Utara Tahun 2015 IKM di provinsi Kalimantan Utara tergolong cukup bervariasi, dan seluruhnya ditujukan untuk melayani keperluan lokal. Saat ini terdapat upaya pengembangan Sentra IKM yang berlokasi di Kota Tarakan. Lokasi Untuk Industri yang Diprioritaskan Provinsi Kalimantan Utara pada dasarnya memiliki lahan sebagai peruntukan industri akan tetapi belum pada tahap pembangunan. Berdasarkan kajian terdahulu terdapat 4 lokasi yang menjadi pengembangan potensi perwilayah industri, selanjutnya dikembangkan berdasarkan hasil survei dan observasi lapangan sebagaimana disajikan pada tabel dan gambar berikut.

20 Tabel Potensi Perwilayahan Industri Kabupaten /kota Luas KPI (Rencana) Jenis Perwilayahan Industri Tarakan Kawasan Peruntukan Industri (Rencana) Total: ha yang tersebar di o Kec. Tarakan Utara ha, o Kec. Tarakan Barat 131 ha o Kec. Tarakan Timur 145 ha. Nunukan Kawasan Peruntukan Industri (Rencana): 227 ha yang tersebar di: o Kec. Sei Manggaris 157 ha, o Kec. Sebatik Barat 12,3 ha, o Kec. Sebuku 28,3 ha, o Kec. Lumbis 29 ha Bulungan Kawasan Peruntukan Industri (Rencana) total ha yang tersebar di: o Kec. Tanjung Palas Timur ha, o Kec. Bunyu 545 ha, o Kec. Sekatak ha, o Kec. Tanjung Palas 500 ha o Kec. Tanjung Selor 822 ha (Food & Rice Estate) Malinau Kawasan Peruntukan Industri (Rencana): 80 ha di Kec. Malinau Kota Tana Tidung Kawasan Peruntukan Industri (Rencana): 100 ha di Kec. Sesayap Hilir Industri Besar-Sedang yang sudah ada lokasinya cukup tersebar, sebagian besar adalah Industri Pengalengan & Pembekuan Hasil Laut (pengolahan hasil perikanan budidaya), Industri Pengolahan Hasil Hutan/Kayu (plywood, chip mill, moulding), jasa reparasi/bengkel, industri makanan & minuman, dll. Industri Kecil yang sudah ada lokasinya tersebar, sebagian besar adalah Industri Makanan & Minuman, Industri & Jasa Reparasi/Bengkel, Industri Furniture & barang dari Kayu, Industri Pengolahan Hasil Laut, dll. Industri Besar-Sedang yang sudah ada: Industri CPO di Kec. Nunukan. Industri Besar-Sedang yang sudah ada: Industri Gas Methanol (Medco) di P. Bunyu, Industri CPO Industri Besar yang sudah ada: Industri Pengolahan Hasil Hutan/Kayu, Industri CPO Industri Besar-Sedang: belum ada data Sumber: Identifikasi Potensi Pengembangan Perwilayahan Industri di Sumatera dan Kalimantan, 2015

21 Gambar 6 Peruntukan Industri Provinsi Kaltara

22 INFRASTRUKTUR PENUNJANG WPPI E.1. Konektivitas WPPI Berdasarkan hasil pengamatan dan data-data sekunder konektivitas eksisting di WPPI Kalimantan utara dapat disajikan dalam gambar berikut ini. Gambar 7 Distribusi dan Pasokan Komoditas Unggulan Kaltara Mayoritas pergerakan adalah antar wilayah melalui simpul transportasi nasional di Pulau Tarakan. Hal ini disebabkan hirarki Pelabuhan Tarakan yang lebih tinggi dari pelabuhan lainnya di Wilayah Kalimantan Utara serta rute angkutan laut yang mayoritas berakhir di Tarakan. Pelabuhan Malindung merupakan Pelabuhan Utama, namun tidak untuk Pelayaran Internasional, sehingga untuk Ekspor sangat tergantung dari jadwal kapal Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya); Peningkatan status Pelabuhan Malindung menjadi pelabuhan internasional dilakukan dengan memperhatikan jumlah barang yang keluar masuk pelabuhan.

23 Indikasi upaya pengembangan konektivitas: 1. Mengembangkan keterhubungan antara Tarakan dengan wilayah lain di wilayah daratan Kalimantan Utara, a. Rencana pengembangan jembatan antara Bulungan hingga Tarakan b. Peningkatan sistem jaringan transportasi antara Bulungan (Tanjung Selor) sebagai Ibukota Provinsi dengan wilayah Kabupaten/Kota lain di Provinsi Kalimantan Utara. 2. Mengembangkan sistem jaringan transportasi untuk mengakses wilayah perbatasan, dengan mengembangkan sistem jaringan transportasi koridor Bulungan Malinau Nunukan, sementara untuk mengakses wilayah perbatasan di kepulauan dilakukan dengan mengembangkan transportasi perairan dan udara terutama dalam menghubungkan koridor Bulungan Nunukan, dan Tarakan Nunukan. 3. Mengembangkan simpul transportasi skala nasional di wilayah ibukota Provinsi Kalimantan Utara, a. Meningkatkan konektivitas PKN Tanjung Selor sebagai Ibukota Provinsi dengan wilayah lain,

24 b. Meningkatkan konektivitas sistem transportasi wilayah daratan Provinsi Kalimantan Utara dengan wilayah lain di luar Provinsi, selain Pulau Tarakan. Kebutuhan Infrastruktur Pendukung WPPI Atas dasar berbagai kondisi yang telah disampaikan di atas, maka perlu dikembangkan berbagai infrastruktur yang ditujukan untuk mendukung pengembagan WPPI. ARAHAN NO WPPI 1. Kota Tarakan Tabel Indikasi Kebutuhan Infrastruktur WPPI Provinsi Kalimantan Utara TRANSPORTASI ENERGI SUMBER AIR TELEKOMUNIKASI Pembangunan jaringan jalan arteri primer: Jln. Aki Pingka - Swaran - Pulau Sadau Peningkatan & Pemantapan Jalan Arteri Primer: Jln. Mulawarman, Jln. Yos Sudarso, Ring Road Juata Laut- Pantai Amal, & jalan akses utama lainnya di Kota Tarakan Pembangunan Jembatan Bulungan Tarakan Pembangunan jaringan Rel KA: Jembatan Bulungan Tarakan - Pelabuhan Laut Tarakan Bandara Juata Tarakan Pembangunan Stasiun KA Kota Tarakan Peningkatan & Pemantapan Pelabuhan Laut Utama: Malundung Tarakan Peningkatan & Pemantapan Bandar Udara Pengumpul Skala Pelayanan Sekunder: Juata Tarakan Peningkatan & pemantapan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP): Tengkayu II Tarakan Pembangunan PLTU Juata Laut Tarakan Peningkatan & pemantapan jaringan transmisi listrik Pembangunan & peningkatan jaringan pipa gas Tarakan Pengembangan energi alternatif terbarukan (solar cell, tenaga angin, biogas, biodiesel, dll.) Pengelolaan & pengamanan sumber air baku: seluruh DAS yang ada di Kota Tarakan. Peningkatan & pemantapan sumber air baku: 7 buah embung yang tersebar di Kota Tarakan Peningkatan & pemantapan prasarana air baku yang meliputi Instalasi Pengolahan Air (IPA) & jaringan primer serta sekunder. Pengembangan sistem jaringan kabel dan sistem jaringan tanpa kabel (wireless); Pengembangan penggunaan fasilitas komunikasi dengan tingkat kecepatan tinggi (ISDN/Fiber Optic); Pengembangan menara telekomunikasi (BTS) yang mampu melayani seluruh kawasan.

25 ARAHAN NO WPPI 2 Kabupaten Nunukan TRANSPORTASI ENERGI SUMBER AIR TELEKOMUNIKASI Pembangunan akses jaringan jalan arteri sekunder Peningkatan & Pemantapan Jalan Arteri Primer: Sp. Tiga Apas Sei Manggaris - Sei Ular Sei Manggaris - Bts. Negara Jalan Lingkar P. Sebatik & P. Nunukan Peningkatan Terminal Penumpang Tipe A di Sei Manggaris Pembangunan jaringan Rel KA: Tg. Selor - Sesayap - Tidung Pale - Malinau Kota - Mensalong - Sembakung Atulai - Sembakung - Pembeliangan - Salang - Simanggaris - Batas Negara Pembangunan Stasiun KA: Mensalong & Sei Manggaris Peningkatan & pemantapan Pelabuhan Laut Pengumpul: Tunon Taka & Sungai Nyamuk Nunukan Peningkatan & pemantapan Bandar Udara Pengumpul Skala Pelayanan Tersier: Nunukan Peningkatan & pemantapan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN): Mensapa Nunukan Pembangunan PLTU Binusan Nunukan Peningkatan & pemantapan jaringan transmisi listrik Pengembangan energi alternatif terbarukan (solar cell, tenaga angin, biogas, biodiesel, dll.) Pengembangan sumber air permukaan: WS Sesayap Pengelolaan & pengamanan sumber air permukaan: WS Sesayap Pengembangan & pemantapan Cekungan Air Tanah (CAT) Tg. Selor Pengembang-an sistem jaringan kabel dan sistem jaringan tanpa kabel (wireless); Pengembang-an penggunaan fasilitas komunikasi dengan tingkat kecepatan tinggi (ISDN/Fiber Optic); Pengembang-an menara telekomunikasi (BTS) yang mampu melayani seluruh kawasan.

26 ARAHAN NO WPPI 3 Kabupaten Bulungan (diusulkan menjadi WPPI) TRANSPORTASI ENERGI SUMBER AIR TELEKOMUNIKASI Pembangunan Jalan Arteri Primer; Simpang Pungit - Jembatan Bulungan Tarakan Peningkatan & Pemantapan Jalan Arteri Primer: Batas Kab. Bulungan Tg. Selor Simp. 3 Tg. Palas Sekatak Buji. Peningkatan & Pemantapan Jalan Kolektor Primer 2: Simp. 3 Food Estate - Salimbatu Tg. Selor - Tanah Kuning Mangkupadi - Poros Tg. Selor- Berau Peningkatan Terminal Penumpang Tipe A di Tg. Selor Pembangunan jaringan Rel KA: Tg. Redeb Tg. Selor Sekatak Jemb. Bulungan-Tarakan Pembangunan Stasiun KA: Tg. Selor, Sekatak, Tg. Palas Timur Peningkatan & Pemantapan Pelabuhan Pengumpan Regional: Pel. Ancam Tg. Palas Utara Peningkatan & Pemantapan Pelabuhan Pengumpul: Tg. Selor Pembangunan Pelabuhan Pengumpul di Tg. Palas Timur Peningkatan & Pemantapan Bandar Udara Pengumpul Skala Pelayanan Sekunder: Tg. Harapan Bulungan Pembangunan PLTA Peso Bulungan Pembangunan PLTU Tg. Selor Bulungan Pembangunan dan peningkatan Gardu Induk: Peso, Tg. Palas Timur, Tg. Selor, Tg. Palas Utara Pembangunan & peningkatan jaringan pipa gas bumi: P. Bunyu Tg. Palas Tengah Tg. Palas Timur Peningkatan & pemantapan jaringan transmisi listrik Pengembangan energi alternatif terbarukan (solar cell, tenaga angin, biogas, biodiesel, dll.) Pengembangan sumber air permukaan: WS Berau-Kelai & WS Kayan Pengelolaan & pengamanan sumber air permukaan: WS Berau-Kelai & WS Kayan Pengembangan & pemantapan Cekungan Air Tanah (CAT) Tg. Selor. Pengembangan sistem jaringan kabel dan sistem jaringan tanpa kabel (wireless); Pengembangan penggunaan fasilitas komunikasi dengan tingkat kecepatan tinggi (ISDN/Fiber Optic); Pengembangan menara telekomunikasi (BTS) yang mampu melayani seluruh kawasan.

27 RENCANA INDUK PENGEMBANGAN WPPI Isu Strategis Pengembangan WPPI Provinsi Kalimantan Utara Isu Strategis Pengembangan terkait dengan pengembangan WPPI di Provinsi Kalimantan Utara dapat diidentifikasi, sebagai berikut: 1. Provinsi Kalimantan Utara merupakan provinsi yang relatif baru, secara umum proses pembentukan pemerintahaan masih berlangsung sehingga arahan-arahan dan pengembangan rencana daerah masih berjalan, sehingga pada tahapan ini organisasi pemerintah provinsi kalimantan utara masih dalam tahap konsolidasi. Disamping itu meningkatnya interest para investor terhadap wilayah ini cenderung meningkat memanfaatkan peluang dari kondisi dan kebijakan baru. 2. Terdapat 3 (tiga) lokasi pertumbuhan yang penting bagi Kalimantan Utara dengan karakteristik yang berbeda, yaitu: a. Kabupaten Nunukan, pertumbuhannya masih banyak dipengaruhi oleh negara tetangga malaysia, sehingga banyak isu-isu politis terkait perbatasan. Ketergantungan ekonomi terhadap kota Tawau,, Negara Malaysia dan terbatasnya pengelolaan perbatasan menyebabkan pengendalian lalu lintas barang/jasa menjadi hal yang menantang b. Kota Tarakan, merupakan pintu gerbang kalimantan utara dengan daerah lain di Indonesia, pergerakan barang/jasa dari dan ke wilayah ini terjadi dengan intensitas yang tinggi, dan menjadi pusatpertumbuhan sendiri bagi industriindustri yang berorientasi ekspor dan melayani pulau Jawa. c. Kabupaten Bulungan, Tanjung Selor menjadi ibu kota provins Kalimantan Utara dan kedepannya sedang dikembangkan sebagai merupakan kota baru Terdapat rencana rengembangan KIPI Tanah Kuning, yang sedianya akan bersinergi dengan Rencana Pembangunan PLTA Peso 6500 MW merupakan faktor kunci utama pengembangan industri Kalimantan Utara ke masa yang akan datang. 3. Heart of Borneo, menempati sebagian besar luasan provinsi ini, perkembangan sektorsektor perekonomian perlu memperhatikan keberadaan kawasan konservasi ini. Selain itu, draft RTRW Kalimantan Utara mengindikasikan Provinsi Kalimantan Utara memiliki kerentanan terhadap gerakan tanah labil, yaitu sekitar 65,74% dari total luas wilayah provinsi, sehingga memaksa pengembangan wilayah di Provinsi Kalimantan Uta diarahkan ke pesisir. 4. Konektivitas provinsi kalimantan utara sangat dibentuk oleh transpotasi sungai laut dan penyeberangan, serta transportasi udara, belum semua wilayah dapat terhubung dengan baik melalui jaringan transportasi darat.

28 Visi, Misi dan SasaranPengembangan WPPI di Provinsi Kalimantan Utara Visi dan misi yang dikembangkan untuk WPPI Provinsi Kalimanan Utara dikembangkan berdasarkan visi RPJMD, RPJPD, visi Penataan Ruang, dan berbagai kondisi yang dihadapi di dalam pengembangan perwilayahan di Provinsi Kalimantan Utara. VISI Mewujudkan perwilayahan industri untuk mendukung pengembangan industri berbasis agro secara berkelanjutan, yang mempertimbangkan Kaltara sebagai pintu gerbang internasional Misi: 1. Mewujudkan pengembangan industri hilir berbasis sumber daya alam agro dan industri pendukungnya; 2. Mewujudkan tersedianya sumber daya industri yang unggul dan berdaya saing tinggi; 3. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Ada beberapa arah kebijakan dan strategi pengembangan WPPI Provinsi Kalimantan Utara yaitu : 1. Strategi Perwilayahan Industri Strategi Tahap I ( ) Tahap II ( ) 1. Penyediaan Lahan Kawasan Industri. 2. Pengembangan Kawasan Industri /KEK Pembentukan Badan Pengelola Kawasan (Pemda BUMN BUMD Swasta) Pembebasan lahan tahap awal Pembangunan Infrastruktur dasar tahap awal dengan bantuan dana dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Pengembangan infrastruktur kawasan industri tahap awal oleh badan pengelola. Pembebasan lahan tahap selanjutnya Pembangunan Infrastruktur dasar tahap berikutnya dengan bantuan dana dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Pengembangan infrastruktur kawasan industri tahap berikutnya oleh badan pengelola.

29 2. Strategi Pengembangan Industri Strategi Tahap I ( ) Tahap II ( ) 1. Penentuan Industri Penggerak Utama 2. Pengembangan industri hilir dari komoditas unggulan 3. Pengembangan industri pendukung hilirisasi komoditas unggulan 4. Penguatan industri hulu komoditas unggulan Pemilihan industri penggerak utama Pembangunan Industri penggerak utama Promosi investasi Pelaksanaan program PTSP (Perijinan Terpadu Satu Pintu) Mendorong industri hilir substitusi impor Promosi investasi pengembangan industri komponen dan bahan penolong Pengembangan industri komponen dan bahan penolong Peningkatan kapasitas dan kualitas industri hulu Peningkatan kapasitas dan sarana pengangkutan batubara Perluasan dan diversifikasi usaha industri penggerak utama untuk hilirisasi komoditas unggulan. Promosi investasi Mendorong industri hilir substitusi impor maupun untuk ekspor. Promosi investasi pengembangan industri barang modal dan jasa industri Pengembangan industri barang modal dan jasa industri. Peningkatan kapasitas dan kualitas industri hulu Peningkatan kapasitas dan sarana pengangkutan batubara 3. Strategi Pengembangan Sumber Daya Industri Strategi Tahap I ( ) Tahap II ( ) 1. Mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal 2. Peningkatan kapasitas dan kualitas komoditas unggulan sebagai bahan baku industri 3. Peningkatan penguasaan teknologi Penyusunan kebijakan penyerapan tenaga kerja lokal. Peningkatan kompetensi SDM lokal Penyediaan bibit unggul Peningkatan kerjasama penyedia bahan baku industri hulu industri hilir Penguatan lembaga pusat inovasi dan inkubasi barang jadi karet. Fasilitasi kerjasama antara lembaga litbang / PT dengan industri hilir Transfer teknologi hilirisasi komoditas unggulan. Peningkatan standar kompetensi SDM industri Pengembangan SMK untuk mendukung industri hilir dan industri pendukungnya. Program beasiswa SMK/D3/S1 pada jurusan sesuai kebutuhan Peningkatan produkstivitas penghasil bahan baku Perluasan areal produksi bahan baku Pembangunan sarana dan prasarana litbang hilirisasi komoditas unggulan Pengembangan technopark untuk inkubasi IKM

30 Gambar 8 Tema Pengembangan Kawasan Indstri Kota Tarakan

31 Gambar 9 Kebutuhan Infrastruktur Prioritas Kawasan Indsutri Kota Tarakan

32 Gambar 10 Tema Pengembangan Kawasan Indstri Kabupaten Nunukan

33 Gambar 11 Kebutuhan Infrastruktur Prioritas Kawasan Indsutri Kabupaten Nunukan

34 Gambar 12 Tema Pengembangan Kawasan Indstri Kabupaten Bulungan

35 Gambar 13 Tema Pengembangan Kawasan Industri Kabupaten Bulungan

GAMBARAN UMUM PROPINSI KALIMANTAN TIMUR. 119º00 Bujur Timur serta diantara 4º24 Lintang Utara dan 2º25 Lintang

GAMBARAN UMUM PROPINSI KALIMANTAN TIMUR. 119º00 Bujur Timur serta diantara 4º24 Lintang Utara dan 2º25 Lintang IV. GAMBARAN UMUM PROPINSI KALIMANTAN TIMUR Propinsi Kalimantan Timur dengan luas wilayah daratan 198.441,17 km 2 dan luas pengelolaan laut 10.216,57 km 2 terletak antara 113º44 Bujur Timur dan 119º00

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM KABUPATEN MALINAU. Kabupaten Malinau terletak di bagian utara sebelah barat Provinsi

BAB IV GAMBARAN UMUM KABUPATEN MALINAU. Kabupaten Malinau terletak di bagian utara sebelah barat Provinsi BAB IV GAMBARAN UMUM KABUPATEN MALINAU Kabupaten Malinau terletak di bagian utara sebelah barat Provinsi Kalimantan Timur dan berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sarawak, Malaysia. Kabupaten Malinau

Lebih terperinci

2.1 Gambaran Umum Provinsi Kalimantan Timur A. Letak Geografis dan Administrasi Wilayah

2.1 Gambaran Umum Provinsi Kalimantan Timur A. Letak Geografis dan Administrasi Wilayah 2.1 Gambaran Umum Provinsi Kalimantan Timur A. Letak Geografis dan Administrasi Wilayah Provinsi Kalimantan Timur dengan ibukota Samarinda berdiri pada tanggal 7 Desember 1956, dengan dasar hukum Undang-Undang

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA 2014

PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA 2014 PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA 2014 OUTLINE ANALISIS PROVINSI 1. Perkembangan Indikator Utama 1.1 Pertumbuhan Ekonomi 1.2 Tingkat Pengangguran 1.3 Tingkat Kemiskinan 2. Kinerja Pembangunan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI TAHUN 2015 KABUPATEN BANGKA SELATAN

PERTUMBUHAN EKONOMI TAHUN 2015 KABUPATEN BANGKA SELATAN 7 Desember 2016 PERTUMBUHAN EKONOMI TAHUN 2015 KABUPATEN BANGKA SELATAN EKONOMI TAHUN 2015 TUMBUH 4,06 PERSEN MELAMBAT SEJAK EMPAT TAHUN TERAKHIR Perekonomian Kabupaten Bangka Selatan tahun 2015 yang diukur

Lebih terperinci

Targetkan Investasi 12,5 Triliun, Kemenperin Gencar Jaring Investor di KEK Palu

Targetkan Investasi 12,5 Triliun, Kemenperin Gencar Jaring Investor di KEK Palu by a KOPI, Sulawesi Tengah Kementerian Perindustrian terus mendorong masuknya investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah. Saat ini terdapat 14 investor yang sudah berminat menanamkan

Lebih terperinci

AKSELERASI INDUSTRIALISASI TAHUN Disampaikan oleh : Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian

AKSELERASI INDUSTRIALISASI TAHUN Disampaikan oleh : Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian AKSELERASI INDUSTRIALISASI TAHUN 2012-2014 Disampaikan oleh : Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Jakarta, 1 Februari 2012 Daftar Isi I. LATAR BELAKANG II. ISU STRATEGIS DI SEKTOR INDUSTRI III.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS ISU - ISU STRATEGIS

BAB IV ANALISIS ISU - ISU STRATEGIS BAB IV ANALISIS ISU - ISU STRATEGIS Perencanaan pembangunan antara lain dimaksudkan agar Pemerintah Daerah senantiasa mampu menyelaraskan diri dengan lingkungan. Oleh karena itu, perhatian kepada mandat

Lebih terperinci

SETDIJEN PERHUBUNGAN DARAT

SETDIJEN PERHUBUNGAN DARAT Sekilas Kondisi Geografis Provinsi Kalimantan Utara merupakan Provinsi ke-34 di Indonesia dan merupakan provinsi termuda dari seluruh Provinsi yang ada di Indonesia. Letak Geografis Provinsi Kalimantan

Lebih terperinci

Industrialisasi Sektor Agro dan Peran Koperasi dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Kementerian Perindustrian 2015

Industrialisasi Sektor Agro dan Peran Koperasi dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Kementerian Perindustrian 2015 Industrialisasi Sektor Agro dan Peran Koperasi dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional Kementerian Perindustrian 2015 I. LATAR BELAKANG 2 INDUSTRI AGRO Industri Agro dikelompokkan dalam 4 kelompok, yaitu

Lebih terperinci

Rencana Strategis Perindustrian di Bidang Energi

Rencana Strategis Perindustrian di Bidang Energi Rencana Strategis Perindustrian di Bidang Energi disampaikan pada Forum Sinkronisasi Perencanaan Strategis 2015-2019 Dalam Rangka Pencapaian Sasaran Kebijakan Energi Nasional Yogyakarta, 13 Agustus 2015

Lebih terperinci

Provinsi Kalimantan Timur

Provinsi Kalimantan Timur Provinsi Kalimantan Timur GAMBARAN UMUM WPPI KALIMANTAN TIMUR Geografi Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu Provinsi terluas kedua setelah Papua, memiliki potensi sumberdaya alam melimpah dimana

Lebih terperinci

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Batubara merupakan bahan galian yang strategis dan salah satu bahan baku energi nasional yang mempunyai peran yang besar dalam pembangunan nasional. Informasi mengenai sumberdaya

Lebih terperinci

DISAMPAIKAN OLEH : DIREKTUR JENDERAL INDUSTRI AGRO PADA RAPAT KERJA KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN TAHUN 2013 JAKARTA, FEBRUARI 2013 DAFTAR ISI

DISAMPAIKAN OLEH : DIREKTUR JENDERAL INDUSTRI AGRO PADA RAPAT KERJA KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN TAHUN 2013 JAKARTA, FEBRUARI 2013 DAFTAR ISI DISAMPAIKAN OLEH : DIREKTUR JENDERAL AGRO PADA RAPAT KERJA KEMENTERIAN PERAN TAHUN 2013 JAKARTA, FEBRUARI 2013 DAFTAR ISI I. KINERJA AGRO TAHUN 2012 II. KEBIJAKAN PENGEMBANGAN AGRO III. ISU-ISU STRATEGIS

Lebih terperinci

usaha perdagangan besar dan eceran (0,71%); pertanian, kehutanan dan perikanan (0,52%); serta konstruksi (0,54%).

usaha perdagangan besar dan eceran (0,71%); pertanian, kehutanan dan perikanan (0,52%); serta konstruksi (0,54%). No. 29/5/63/Th.XIX, 5 Mei 215 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN I -215 EKONOMI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN I TAHUN 215 TUMBUH -4,78 PERSEN Perekonomian Kalimantan selatan pada triwulan I-215

Lebih terperinci

Disampaikan oleh: Kepala Bappeda provinsi Jambi. Jambi, 31 Mei 2016

Disampaikan oleh: Kepala Bappeda provinsi Jambi. Jambi, 31 Mei 2016 Disampaikan oleh: Kepala Bappeda provinsi Jambi Jambi, 31 Mei 2016 SUMBER PERTUMBUHAN PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA 1. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Jambi pada Februari 2015 sebesar 4,66

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2017

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2017 BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 31/05/35/Th.XV, 5 Mei 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2017 EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I 2017 TUMBUH 5,37 PERSEN MELAMBAT DIBANDING TRIWULAN I-2016 Perekonomian

Lebih terperinci

Analisis Perkembangan Industri

Analisis Perkembangan Industri MARET 2017 Analisis Perkembangan Industri Pusat Data dan Informasi Maret 2017 Pertumbuhan Ekonomi Nasional Pertumbuhan ekonomi nasional, yang diukur berdasarkan PDB harga konstan 2010, pada triwulan IV

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pengembangan, yaitu : konsep pengembangan wilayah berdasarkan Daerah

BAB I PENDAHULUAN. pengembangan, yaitu : konsep pengembangan wilayah berdasarkan Daerah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di dalam pengembangan suatu wilayah, terdapat beberapa konsep pengembangan, yaitu : konsep pengembangan wilayah berdasarkan Daerah Aliran Sungai (DAS), konsep pengembangan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Atas dukungan dari semua pihak, khususnya Bappeda Kabupaten Serdang Bedagai kami sampaikan terima kasih. Sei Rampah, Desember 2006

KATA PENGANTAR. Atas dukungan dari semua pihak, khususnya Bappeda Kabupaten Serdang Bedagai kami sampaikan terima kasih. Sei Rampah, Desember 2006 KATA PENGANTAR Untuk mencapai pembangunan yang lebih terarah dan terpadu guna meningkatkan pembangunan melalui pemanfaatan sumberdaya secara maksimal, efektif dan efisien perlu dilakukan perencanaan, pelaksanaan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH 2016 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH No. 09/02/Th.XX, 6 Februari 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH EKONOMI ACEH SELAMA TAHUN DENGAN MIGAS TUMBUH 3,31 PERSEN, TANPA MIGAS TUMBUH 4,31 PERSEN. Perekonomian Aceh

Lebih terperinci

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 1

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 1 DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.1.1 Dasar Hukum... 1 1.1.2 Gambaran Umum Singkat... 1 1.1.3 Alasan Kegiatan Dilaksanakan... 3 1.2 Maksud dan Tujuan... 3 1.2.1 Maksud Studi...

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Sektor unggulan di Kota Dumai diidentifikasi dengan menggunakan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Sektor unggulan di Kota Dumai diidentifikasi dengan menggunakan BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN Sektor unggulan di Kota Dumai diidentifikasi dengan menggunakan beberapa alat analisis, yaitu analisis Location Quetiont (LQ), analisis MRP serta Indeks Komposit. Kemudian untuk

Lebih terperinci

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

1 PENDAHULUAN Latar Belakang 1 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia merupakan negara produsen dan pengekspor terbesar minyak kelapa sawit di dunia. Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan yang memiliki peran penting bagi perekonomian

Lebih terperinci

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN BOJONEGORO ATAS DASAR HARGA BERLAKU MENURUT LAPANGAN USAHA (JUTA RUPIAH),

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN BOJONEGORO ATAS DASAR HARGA BERLAKU MENURUT LAPANGAN USAHA (JUTA RUPIAH), KABUPATEN BOJONEGORO ATAS DASAR HARGA BERLAKU MENURUT LAPANGAN USAHA (JUTA RUPIAH), 2010-2016 A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 4 848 847.7 5 422 596.4 6 137 535.9 6 879 709.2 7 610 994.1 8 399 150.1

Lebih terperinci

BPS KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR

BPS KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR BPS KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR No. 01/10/3172/Th.VIII, 7 Oktober 2016 PERTUMBUHAN EKONOMI JAKARTA TIMUR TAHUN 2015 EKONOMI JAKARTA TIMUR TAHUN 2015 TUMBUH 5,41 PERSEN Perekonomian Jakarta Timur tahun

Lebih terperinci

BPS KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR

BPS KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR BPS KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR No. 01/10/3172/Th.VII, 1 Oktober 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI JAKARTA TIMUR TAHUN 2014 EKONOMI JAKARTA TIMUR TAHUN 2014 TUMBUH 5,98 PERSEN Release PDRB tahun 2014 dan selanjutnya

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI RIAU TRIWULAN I/2016

PERTUMBUHAN EKONOMI RIAU TRIWULAN I/2016 Laju Pertumbuhan (persen) PERTUMBUHAN EKONOMI RIAU TRIWULAN I/2016 EKONOMI RIAU TRIWULAN I/2016 TUMBUH 2,34 PERSEN MEMBAIK DIBANDING TRIWULAN I/2015 No. 24/05/14/Th. XVII, 4 Mei 2016 Perekonomian Riau

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN TENGAH TRIWULAN IV/2012 DAN TAHUN 2012

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN TENGAH TRIWULAN IV/2012 DAN TAHUN 2012 No. 06/02/62/Th. VII, 5 Februari 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN TENGAH TRIWULAN IV/2012 DAN TAHUN 2012 Perekonomian Kalimantan Tengah triwulan IV-2012 terhadap triwulan III-2012 (Q to Q) secara siklikal

Lebih terperinci

Written by Danang Prihastomo Friday, 06 February :22 - Last Updated Wednesday, 11 February :46

Written by Danang Prihastomo Friday, 06 February :22 - Last Updated Wednesday, 11 February :46 RUMUSAN HASIL RAPAT KERJA KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN TAHUN 2015 Jakarta, 5 Februari 2015 Rapat Kerja Menteri Perindustrian Tahun 2015 dengan tema Terbangunnya Industri yang Tangguh dan Berdaya Saing Menuju

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Pada umumnya pembangunan ekonomi selalu diartikan sebagai

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Pada umumnya pembangunan ekonomi selalu diartikan sebagai BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pada umumnya pembangunan ekonomi selalu diartikan sebagai proses kenaikan pendapatan perkapita penduduk dalam suatu daerah karena hal tersebut merupakan kejadian

Lebih terperinci

f. Pembangunan Bandara, Tahap Studi AMDAL g. Pembangunan Jembatan Timbang di Jalan Negara Trans Kalimantan, Desa Purwareja Kecamatan Sematu Jaya

f. Pembangunan Bandara, Tahap Studi AMDAL g. Pembangunan Jembatan Timbang di Jalan Negara Trans Kalimantan, Desa Purwareja Kecamatan Sematu Jaya f. Pembangunan Bandara, Tahap Studi AMDAL g. Pembangunan Jembatan Timbang di Jalan Negara Trans Kalimantan, Desa Purwareja Kecamatan Sematu Jaya 2.6 INDUSTRI, PERDAGANGAN, DAN KOPERASI SERTA PERBANKAN

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN I TAHUN 2016 PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN I TAHUN 2016 PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN I TAHUN 2016 PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG EKONOMI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TRIWULAN I-2016 TUMBUH 3,30 PERSEN, MELAMBAT DIBANDING TRIWULAN I- No. 32/05/19/Th.X,

Lebih terperinci

V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN 5.1. Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Seluma Kabupaten Seluma merupakan salah satu daerah pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Selatan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 3

Lebih terperinci

KEKAYAAN ALAM PEKAN BARU DAN DUMAI UTUK INDONESIA

KEKAYAAN ALAM PEKAN BARU DAN DUMAI UTUK INDONESIA KEKAYAAN ALAM PEKAN BARU DAN DUMAI UTUK INDONESIA Wilayah Pekanbaru dan Dumai berada di Provinsi Riau yang merupakan provinsi yang terbentuk dari beberapa kali proses pemekaran wilayah. Dimulai dari awal

Lebih terperinci

BAHAN MENTERI DALAM NEGERI PADA ACARA MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) REGIONAL KALIMANTAN TAHUN 2015

BAHAN MENTERI DALAM NEGERI PADA ACARA MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) REGIONAL KALIMANTAN TAHUN 2015 BAHAN MENTERI DALAM NEGERI PADA ACARA MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) REGIONAL KALIMANTAN TAHUN 2015 BALAI SIDANG JAKARTA, 24 FEBRUARI 2015 1 I. PENDAHULUAN Perekonomian Wilayah Pulau Kalimantan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BENGKULU TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BENGKULU TAHUN 2016 BPS PROVINSI BENGKULU No. 10/02/17/XI, 6 Februari 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BENGKULU TAHUN 2016 EKONOMI BENGKULU TUMBUH 5,30 PERSEN, MENINGKAT DIBANDINGKAN TAHUN 2015 Perekonomian Provinsi Bengkulu

Lebih terperinci

MP3EI Pertanian : Realisasi dan Tantangan

MP3EI Pertanian : Realisasi dan Tantangan Rubrik Utama MP3EI Pertanian : Realisasi dan Tantangan Oleh: Dr. Lukytawati Anggraeni, SP, M.Si Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor olume 18 No. 2, Desember

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI RIAU TRIWULAN III/2016

PERTUMBUHAN EKONOMI RIAU TRIWULAN III/2016 Laju Pertumbuhan (persen) PERTUMBUHAN EKONOMI RIAU TRIWULAN III/2016 EKONOMI RIAU TRIWULAN III/2016 TUMBUH 1,11 PERSEN LEBIH BAIK DIBANDING TRIWULAN III/2015 No. 054/11/14/Th.XVII, 7 November 2016 Perekonomian

Lebih terperinci

Studi Pengembangan Kapasitas dan Fasilitas Pelabuhan Dalam Mendukung MP3EI Koridor Sulawesi KATA PENGANTAR. Final Report

Studi Pengembangan Kapasitas dan Fasilitas Pelabuhan Dalam Mendukung MP3EI Koridor Sulawesi KATA PENGANTAR. Final Report KATA PENGANTAR Dengan mengucap rasa syukur Alhamdulillah Laporan Akhir () kegiatan Pekerjaan Studi Pengembangan Kapasitas dan Fasilitas Pelabuhan Dalam Mendukung Percepatan dan Perluasan Pembangunan Koridor

Lebih terperinci

Gambar 3.A.1 Peta Koridor Ekonomi Indonesia

Gambar 3.A.1 Peta Koridor Ekonomi Indonesia - 54 - BAB 3: KORIDOR EKONOMI INDONESIA A. Postur Koridor Ekonomi Indonesia Pembangunan koridor ekonomi di Indonesia dilakukan berdasarkan potensi dan keunggulan masing-masing wilayah yang tersebar di

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN TAPANULI UTARA DARI SISI PDRB Lapangan Usaha TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN TAPANULI UTARA DARI SISI PDRB Lapangan Usaha TAHUN 2015 BPS KABUPATEN TAPANULI UTARA No. 01/08/1205/Th. VIII, 16 Agustus 2016 PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN TAPANULI UTARA DARI SISI PDRB Lapangan Usaha TAHUN 2015 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Tapanuli Utara

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI SUMATERA SELATAN TRIWULAN I-2017

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI SUMATERA SELATAN TRIWULAN I-2017 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SUMATERA SELATAN No. 26/05/Th.XIX, 5 Mei 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI SUMATERA SELATAN TRIWULAN I-2017 EKONOMI PROVINSI SUMATERA SELATAN TRIWULAN I-2017 TUMBUH 5,11

Lebih terperinci

V. GAMBARAN UMUM PRODUK KELAPA SAWIT DAN BAHAN BAKAR BIODIESEL DARI KELAPA SAWIT

V. GAMBARAN UMUM PRODUK KELAPA SAWIT DAN BAHAN BAKAR BIODIESEL DARI KELAPA SAWIT V. GAMBARAN UMUM PRODUK KELAPA SAWIT DAN BAHAN BAKAR BIODIESEL DARI KELAPA SAWIT 5.1 Produk Kelapa Sawit 5.1.1 Minyak Kelapa Sawit Minyak kelapa sawit sekarang ini sudah menjadi komoditas pertanian unggulan

Lebih terperinci

DATA DASAR PUSKESMAS PROVINSI KALIMANTAN UTARA

DATA DASAR PUSKESMAS PROVINSI KALIMANTAN UTARA DATA DASAR PUSKESMAS PROVINSI KALIMANTAN UTARA KONDISI DESEMBER 2015 KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA, 2016 JUMLAH PUSKESMAS MENURUT KABUPATEN/KOTA KEADAAN 31 DESEMBER 2015 PROVINSI KALIMANTAN

Lebih terperinci

PEMBANGUNAN KORIDOR EKONOMI DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH

PEMBANGUNAN KORIDOR EKONOMI DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH PEMBANGUNAN KORIDOR EKONOMI DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH Pembangunan Koridor Ekonomi (PKE) merupakan salah satu pilar utama, disamping pendekatan konektivitas dan pendekatan pengembangan sumber daya manusia

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM KOTA BOGOR

BAB III GAMBARAN UMUM KOTA BOGOR 20 BAB III GAMBARAN UMUM KOTA BOGOR 3.1. SITUASI GEOGRAFIS Secara geografis, Kota Bogor berada pada posisi diantara 106 derajat 43 30 BT-106 derajat 51 00 BT dan 30 30 LS-6 derajat 41 00 LS, atau kurang

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TAHUN 2016 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SULAWESI SELATAN No. 10/02/73/Th. IX, 6 Februari 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI SELATAN TAHUN 2016 EKONOMI SULAWESI SELATAN TAHUN 2016 TUMBUH 7,41 PERSEN PDRB MENURUT

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2015 BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 34/05/35/Th.XIII, 5 Mei 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2015 EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I 2015 TUMBUH 5,18 PERSEN MELAMBAT DIBANDING TRIWULAN I-2014 Perekonomian

Lebih terperinci

DATA DASAR PUSKESMAS PROVINSI KALIMANTAN UTARA

DATA DASAR PUSKESMAS PROVINSI KALIMANTAN UTARA DATA DASAR PROVINSI KALIMANTAN UTARA KONDISI DESEMBER 2014 KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA, 2015 JUMLAH MENURUT KABUPATEN/KOTA (KEADAAN 31 DESEMBER 2014) PROVINSI KALIMANTAN UTARA KAB/KOTA

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. 105º50 dan 103º40 Bujur Timur. Batas wilayah Provinsi Lampung sebelah

I. PENDAHULUAN. 105º50 dan 103º40 Bujur Timur. Batas wilayah Provinsi Lampung sebelah 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Provinsi Lampung berada antara 3º45 dan 6º45 Lintang Selatan serta 105º50 dan 103º40 Bujur Timur. Batas wilayah Provinsi Lampung sebelah utara berbatasan dengan Provinsi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Wilayah Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Wilayah Indonesia BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara pertanian, artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Wilayah Indonesia memiliki tanah yang subur

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2014 No. 06/2/62/Th. IX, 5 Februari 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2014 EKONOMI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2014 TUMBUH 6,21 PERSEN MELAMBAT SEJAK LIMA TAHUN TERAKHIR Perekonomian Kalimantan Tengah

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2016

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2016 BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 31/05/35/Th.XIV, 4 Mei 2016 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I-2016 EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN I 2016 TUMBUH 5,34 PERSEN MENINGKAT DIBANDING TRIWULAN I-2015 Perekonomian

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM

BAB IV GAMBARAN UMUM BAB IV GAMBARAN UMUM A. Kondisi Geografis dan Kondisi Alam 1. Letak dan Batas Wilayah Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang ada di pulau Jawa, letaknya diapit oleh dua provinsi besar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pendapatan masyarakat. Sektor pertanian di Indonesia terdiri dari beberapa sub

BAB I PENDAHULUAN. pendapatan masyarakat. Sektor pertanian di Indonesia terdiri dari beberapa sub BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sektor pertanian merupakan salah satu sektor andalan dalam pembangunan perekonomian nasional. Peranannya sebagai menyumbang pembentukan PDB penyediaan sumber devisa

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I-2017

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I-2017 No. 27/05/72/Th.XX, 5 Mei 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I-2017 EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN I-2017 TUMBUH 3,91 PERSEN DIBANDING TRIWULAN I-2016 Perekonomian Sulawesi Tengah yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan yang dilaksanakan dalam suatu wilayah agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan memerlukan perencanaan yang akurat dari pemerintah. Upaya dalam meningkatkan

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM

BAB IV GAMBARAN UMUM BAB IV GAMBARAN UMUM A. Kondisi Geografis dan Kondisi Alam 1. Letak dan Batas Wilayah Secara geografis Provinsi Sumatera Selatan terletak antara 1 0 4 0 Lintang Selatan dan 102 0-106 0 Bujur Timur dengan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI GORONTALO TRIWULAN I Ekonomi Gorontalo Triwulan I-2015 Tumbuh 4,69 Persen Melambat Dibanding Triwulan I-2014

PERTUMBUHAN EKONOMI GORONTALO TRIWULAN I Ekonomi Gorontalo Triwulan I-2015 Tumbuh 4,69 Persen Melambat Dibanding Triwulan I-2014 Persen (%) No. 29/05/75/Th.IX, 5 Mei 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI GORONTALO TRIWULAN I- 2015 Ekonomi Gorontalo Triwulan I-2015 Tumbuh 4,69 Persen Melambat Dibanding Triwulan I-2014 Perekonomian Gorontalo yang

Lebih terperinci

IV. KEADAAN UMUM KABUPATEN KARO

IV. KEADAAN UMUM KABUPATEN KARO IV. KEADAAN UMUM KABUPATEN KARO 4.1. Keadaan Geografis Kabupaten Karo terletak diantara 02o50 s/d 03o19 LU dan 97o55 s/d 98 o 38 BT. Dengan luas wilayah 2.127,25 Km2 atau 212.725 Ha terletak pada ketinggian

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN II-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN II-2015 No. 56/08/71/Th. IX, 5 Agustus 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN II-2015 PEREKONOMIAN SULAWESI UTARA TRIWULAN II-2015 TUMBUH 6,27 PERSEN Perekonomian Sulawesi Utara Triwulan II-2015 yang

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI PAPUA EKONOMI PAPUA TRIWULAN II-2017 TUMBUH 4,91 PERSEN MENINGKAT DARI TAHUN SEBELUMNYA YANG BERKONTRAKSI -5,17 PERSEN

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI PAPUA EKONOMI PAPUA TRIWULAN II-2017 TUMBUH 4,91 PERSEN MENINGKAT DARI TAHUN SEBELUMNYA YANG BERKONTRAKSI -5,17 PERSEN BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI PAPUA 45/08/94/Th.X, 7 Agustus 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA TRIWULAN II-2017 EKONOMI PAPUA TRIWULAN II-2017 TUMBUH 4,91 PERSEN MENINGKAT DARI TAHUN SEBELUMNYA YANG BERKONTRAKSI

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM. Posisi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak antara

BAB IV GAMBARAN UMUM. Posisi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak antara BAB IV GAMBARAN UMUM A. Gambaran Umum Daerah Istimewa Yogyakarta 1. Kondisi Fisik Daerah Posisi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak antara 7.33-8.12 Lintang Selatan dan antara 110.00-110.50 Bujur

Lebih terperinci

BPS KABUPATEN MALINAU

BPS KABUPATEN MALINAU BPS KABUPATEN MALINAU No. 03/07/6501/Th.I, 19 Juli 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI MALINAU TAHUN 2016 EKONOMI MALINAU TAHUN 2016 TUMBUH 1,71 PERSEN Perekonomian Malinau tahun 2016 yang diukur berdasarkan Produk

Lebih terperinci

IV. KONDISI UMUM PROVINSI RIAU

IV. KONDISI UMUM PROVINSI RIAU IV. KONDISI UMUM PROVINSI RIAU 4.1 Kondisi Geografis Secara geografis Provinsi Riau membentang dari lereng Bukit Barisan sampai ke Laut China Selatan, berada antara 1 0 15 LS dan 4 0 45 LU atau antara

Lebih terperinci

Boks 1. Dampak Pembangunan Industri Hilir Kelapa Sawit di Provinsi Riau : Preliminary Study IRIO Model

Boks 1. Dampak Pembangunan Industri Hilir Kelapa Sawit di Provinsi Riau : Preliminary Study IRIO Model Boks 1 Dampak Pembangunan Industri Hilir Kelapa Sawit di Provinsi Riau : Preliminary Study IRIO Model I. Latar Belakang Perkembangan ekonomi Riau selama beberapa kurun waktu terakhir telah mengalami transformasi.

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TAHUN 2016 BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 11/02/35/Th.XV, 6 Februari 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TAHUN 2016 EKONOMI JAWA TIMUR TAHUN 2016 TUMBUH 5,55 PERSEN MEMBAIK DIBANDING TAHUN 2015 Perekonomian Jawa Timur

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi 69 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Letak dan Luas Daerah Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi Lampung yang letak daerahnya hampir dekat dengan daerah sumatra selatan.

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2014 BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 12/02/61/Th.XVIII, 5 Februari 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TAHUN EKONOMI KALIMANTAN BARAT TAHUN TUMBUH 5,02 PERSEN MELAMBAT DIBANDINGKAN TAHUN 2013 Perekonomian

Lebih terperinci

PEREKONOMIAN PAPUA TRIWULAN I TAHUN 2015

PEREKONOMIAN PAPUA TRIWULAN I TAHUN 2015 No. 27/05/94/ Th. VIII, 5 Mei 2015 PEREKONOMIAN PAPUA TRIWULAN I TAHUN 2015 Perekonomian Papua triwulan I tahun 2015 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku

Lebih terperinci

Menteri Perindustrian Republik Indonesia PAPARAN MENTERI PERINDUSTRIAN PADA ACARA RAKER KEMENTERIAN PERDAGANGAN JAKARTA, 27 JANUARI 2016

Menteri Perindustrian Republik Indonesia PAPARAN MENTERI PERINDUSTRIAN PADA ACARA RAKER KEMENTERIAN PERDAGANGAN JAKARTA, 27 JANUARI 2016 Menteri Perindustrian Republik Indonesia PAPARAN MENTERI PERINDUSTRIAN PADA ACARA RAKER KEMENTERIAN PERDAGANGAN JAKARTA, 27 JANUARI 2016 Yth. : 1. Menteri Perdagangan; 2. Menteri Pertanian; 3. Kepala BKPM;

Lebih terperinci

MEMBANGUN KEMANDIRIAN PANGAN DARI BOJONEGORO UNTUK INDONESIA OLEH : S U Y O T O BUPATI BOJONEGORO (JAWA TIMUR)

MEMBANGUN KEMANDIRIAN PANGAN DARI BOJONEGORO UNTUK INDONESIA OLEH : S U Y O T O BUPATI BOJONEGORO (JAWA TIMUR) MEMBANGUN KEMANDIRIAN PANGAN DARI BOJONEGORO UNTUK INDONESIA OLEH : S U Y O T O BUPATI BOJONEGORO (JAWA TIMUR) Disampaikan pada acara : Sidang Regional Dewan Ketahanan Pangan Wilayah Tengah Tahun 2016

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TAHUN 2016 No. 12/02/51/Th. XI, 6 Februari 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TAHUN EKONOMI BALI TAHUN TUMBUH 6,24 PERSEN MENINGKAT JIKA DIBANDINGKAN DENGAN TAHUN SEBELUMNYA. Perekonomian Bali tahun yang diukur berdasarkan

Lebih terperinci

REALISASI INVESTASI DAN REALISASI PENERBITAN IZIN PENANAMAN MODAL DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PADA TRIWULAN II TAHUN 2013

REALISASI INVESTASI DAN REALISASI PENERBITAN IZIN PENANAMAN MODAL DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PADA TRIWULAN II TAHUN 2013 PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR BADAN PERIZINAN DAN PENANAMAN MODAL DAERAH (BPPMD) Website : http://bppmd.kaltimprov.go.id Email : [email protected] / [email protected] Jalan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI DI YOGYAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI DI YOGYAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2015 2 BPS PROVINSI D.I. YOGYAKARTA No. 29/05/34/Th.XVII, 5 Mei 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI DI YOGYAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2015 EKONOMI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TRIWULAN I 2015 TUMBUH 0,16 PERSEN MELAMBAT DIBANDING

Lebih terperinci

Lampiran PENYUSUNAN MASTERPLAN PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA

Lampiran PENYUSUNAN MASTERPLAN PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA Lampiran PENYUSUNAN MASTERPLAN PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA Copyright @ 2014 Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat - FEUI DAFTAR ISI DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi yang disertai terjadinya perubahan struktur ekonomi. Menurut Todaro

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi yang disertai terjadinya perubahan struktur ekonomi. Menurut Todaro BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam proses pembangunan salah satu indikator keberhasilan pembangunan Negara berkembang ditunjukkan oleh terjadinya pertumbuhan ekonomi yang disertai terjadinya perubahan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2015 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SUMATERA SELATAN No. 11/02/16/Th.XVIII, 5 Februari 2016 PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN EKONOMI PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN TUMBUH 4,50 PERSEN Perekonomian

Lebih terperinci

LAMPIRAN III PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TANGGAL.. INDIKASI PROGRAM UTAMA LIMA TAHUNAN (KONSEPSI) ARAHAN PEMANFAATAN RUANG KAPET SERAM

LAMPIRAN III PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TANGGAL.. INDIKASI PROGRAM UTAMA LIMA TAHUNAN (KONSEPSI) ARAHAN PEMANFAATAN RUANG KAPET SERAM LAMPIRAN III PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TANGGAL.. LIMA TAHUNAN (KONSEPSI) ARAHAN PEMANFAATAN RUANG KAPET SERAM - 1 - LIMA TAHUNAN (KONSEPSI) ARAHAN PEMANFAATAN RUANG KAPET SERAM

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2016 No. 1/0/33/Th.XI, 6 Februari 017 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN TUMBUH 5,8 PERSEN MELAMBAT DIBANDINGKAN PERTUMBUHAN TAHUN SEBELUMNYA 17 1 A. PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA

Lebih terperinci

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI AGRO DAN KIMIA

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI AGRO DAN KIMIA KELOMPOK I KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI AGRO DAN KIMIA TOPIK : PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI AGRO DAN KIMIA MELALUI PENDEKATAN KLASTER KELOMPOK INDUSTRI HASIL HUTAN DAN PERKEBUNAN, KIMIA HULU DAN

Lebih terperinci

PERANAN SEKTOR PERTANIAN KHUSUSNYA JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN JENEPONTO Oleh : Muhammad Anshar

PERANAN SEKTOR PERTANIAN KHUSUSNYA JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN JENEPONTO Oleh : Muhammad Anshar PERANAN SEKTOR PERTANIAN KHUSUSNYA JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN JENEPONTO Oleh : Muhammad Anshar Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Sains dan Teknologi ABSTRAK Penelitian

Lebih terperinci

IV. KONDISI UMUM WILAYAH

IV. KONDISI UMUM WILAYAH 29 IV. KONDISI UMUM WILAYAH 4.1 Kondisi Geografis dan Administrasi Jawa Barat secara geografis terletak di antara 5 50-7 50 LS dan 104 48-104 48 BT dengan batas-batas wilayah sebelah utara berbatasan dengan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TRIWULAN III TAHUN 2016

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TRIWULAN III TAHUN 2016 No. 74/11/19/Th. X, 7 November PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TRIWULAN III TAHUN EKONOMI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TRIWULAN III- TUMBUH 3,83 PERSEN MENINGKAT DIBANDING PERTUMBUHAN TRIWULAN

Lebih terperinci

5 GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

5 GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN 27 Secara rinci indikator-indikator penilaian pada penetapan sentra pengembangan komoditas unggulan dapat dijelaskan sebagai berikut: Lokasi/jarak ekonomi: Jarak yang dimaksud disini adalah jarak produksi

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 2015 BADAN PUSAT STATISTIK No. 16/2/Th.XIX, 5 Februari 216 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN IV- TUMBUH 5,4 PERSEN TERTINGGI SELAMA TAHUN EKONOMI INDONESIA TAHUN TUMBUH 4,79 PERSEN

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM Letak Wilayah, Iklim dan Penggunaan Lahan Provinsi Sumatera Barat

IV. GAMBARAN UMUM Letak Wilayah, Iklim dan Penggunaan Lahan Provinsi Sumatera Barat 51 IV. GAMBARAN UMUM 4.1. Letak Wilayah, Iklim dan Penggunaan Lahan Provinsi Sumatera Barat Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pesisir barat Pulau Sumatera dengan ibukota

Lebih terperinci

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan Laju Pertumbuhan (persen) PERTUMBUHAN EKONOMI RIAU TRIWULAN II-2017 EKONOMI RIAU TRIWULAN II-2017 TUMBUH 2,41 PERSEN MELAMBAT DIBANDING TRIWULAN II-2016 No. 37/08/14/Th. XVIII, 7 Agustus 2017 Perekonomian

Lebih terperinci

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PENDAHULUAN A. Latar Belakang I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sektor pertanian merupakan sektor yang masih memegang peranan dalam peningkatan perekonomian nasional. Selain itu, sebagian besar penduduk Indonesia masih menggantungkan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN II-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN II-2015 BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 55/08/35/Th.XIII, 5 Agustus 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN II-2015 EKONOMI JAWA TIMUR TRIWULAN II 2015 TUMBUH 5,25 PERSEN MELAMBAT DIBANDING TRIWULAN II-2014 Perekonomian

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN III-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN III-2015 No. 78/11/71/Th. IX, 5 Agustus 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TRIWULAN III-2015 PEREKONOMIAN SULAWESI UTARA TRIWULAN III-2015 TUMBUH 6,28 PERSEN Perekonomian Sulawesi Utara Triwulan III-2015 yang

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN Kondisi Wilayah Letak Geografis dan Wilayah Administrasi Wilayah Joglosemar terdiri dari kota Kota Yogyakarta, Kota Surakarta dan Kota Semarang. Secara geografis ketiga

Lebih terperinci

BPS KABUPATEN BATU BARA

BPS KABUPATEN BATU BARA BPS KABUPATEN BATU BARA No. 01/07/1219/Th.VI, 24 Juli 2017 PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN BATU BARA TAHUN 2016 Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batu Bara tahun 2016 yang diukur berdasarkan Produk Domestik

Lebih terperinci