Teknik Scanning Port

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Teknik Scanning Port"

Transkripsi

1 Teknik Scanning Port Sebagai seorang pemula yang melakukan perbaikan otomotif, saya dapat berjuang berjam-jam untuk menyesuaikan alat sederhana saya (palu, duct tape, dsb.) untuk tugas yang ada. Ketika saya gagal dan menyerahkannya pada mekanik sebenarnya, ia mencari dalam kotak perangkatnya hingga menemukan alat yang tepat yang membuat pekerjaan tersebut menjadi mudah. Seni scanning port juga serupa. Para ahli memahami beragam teknik pemindaian dan memilih satu (atau kombinasi) yang sesuai untuk tugas yang ada. User tidak berpengalaman dan script kiddies, di lain pihak, berusaha menyelesaikan semua masalah dengan scan SYN baku. Oleh karena Nmap gratis, satu-satunya penghalang menguasai scanning port adalah pengetahuan. Hal itu tentu saja mengalahkan dunia otomotif, setelah membutuhkan keahlian tinggi untuk menentukan bahwa anda butuh kompresor pegas strut, lalu anda mesti harus membayar ribuan dolar untuknya. Kebanyakan jenis scan hanya tersedia untuk user privilege. Hal ini karena mereka mengirim dan menerima paket raw, yang membutuhkan akses root pada sistem Unix. Pada sistem Windows, menggunakan akun administrator disarankan, meski terkadang Nmap dapat bekerja untuk unprivileged users ketika WinPcap telah dimuatkan ke SO. Kebutuhan akan privilege root merupakan sebuah batasan serius ketika Nmap dirilis pada tahun 1997, karena banyak user hanya mempunyai akses ke shared shell. Saat ini, hal tersebut berbeda. Komputer telah lebih murah, lebih banyak orang memiliki akses langsung Internet always-on, dan banyak sistem Unix desktop (termasuk Linux dan Mac OS X). Versi Nmap Windows kini tersedia, membuatnya berjalan di lebih banyak desktop. Karena alasan-alasan ini, user memiliki sedikit alasan untuk menjalankan Nmap dari akun shared shell yang terbatas. Ini merupakan keberuntungan, karena opsi privilege membuat Nmap lebih powerful dan fleksibel. Meski Nmap berusaha memberikan hasil yang akurat, namun perlu diperhatikan bahwa seluruh pandangannya didasarkan pada paket yang dikembalikan oleh mesin target (atau firewall di depan mereka). Host tersebut mungkin tidak dapat dipercaya dan responnya bertujuan membingungkan atau mengacaukan Nmap. Yang lebih umum adalah host yang tidak sesuai dengan RFC yang tidak menanggapi sebagaimana yang seharusnya atas probe Nmap. Scan FIN, NULL, dan Xmas terutama rentan terhadap masalah ini. Isu tersebut adalah spesifik untuk jenis scan tertentu dan didiskusikan dalam entri jenis scan individual. Bagian ini mendokumentasikan selusin atau lebih teknik scan port yang didukung oleh Nmap. Hanya satu metode yang boleh digunakan di satu waktu, kecuali scan UDP (-su) dapat digabungkan dengan sembarang jenis scan TCP. Sebagai pengingat, opsi jenis scan port adalah dalam bentuk -s<c>, dengan <C> merupakan karakter utama dalam nama scan, biasanya yang pertama. Satu pengecualian untuk ini adalah scan bounce FTP yang telah kuno (-b). Secara baku, Nmap melakukan

2 SYN Scan, meski ia menggantinya dengan scan connect bila user tidak memiliki privilege untuk mengirim paket raw (membutuhkan akses root pada Unix) atau bila dispesifikasikan target IPv6. Dari semua scan yang ada di bawah ini, unprivileged user hanya dapat menjalankan scan connect dan FTP bounce. -ss (TCP SYN scan) SYN scan merupakan opsi scan baku dan terpopuler dengan alasan yang baik. Ia dapat dilakukan dengan cepat, memeriksa ribuan port per detik pada jaringan yang cepat tidak dihalangi oleh firewall yang membatasi. Scan SYN relatif tidak mengganggu dan tersembunyi, karena ia tidak pernah melengkapi koneksi TCP. Ia juga bekerja terhadap stack TCP yang sesuai alih-alih tergantung pada platform khusus sebagaimana scan FIN/NULL/Xmas, Maimon dan idle. Ia juga memungkinkan pembedaan yang tegas dan handal antara status open, closed, dan filtered. Teknik ini seringkali diacu sebagai pemeriksaan setengah terbuka (half-open scanning), karena anda tidak membuka seluruh koneksi TCP. Anda mengirim sebuah paket SYN, seperti anda ingin melakukan koneksi sesungguhnya dan kemudian menunggu tanggapan. SYN/ACK menandakan port sedang mendengarkan (open), RST (reset) menandakan tidak sedang mendengarkan. Jika tidak ada tanggapan setelah beberapa kali pengiriman ulang, port ditandai sebagai tersaring (filtered). Port juga ditandai sebagai tersaring bila diterima kesalahan ICMP unreachable (tipe 3, kode 1, 2, 3, 9, 10, atau 13). -st (TCP connect scan) Scan TCP connect merupakan jenis scan baku TCP ketika scan SYN tidak dapat digunakan. Hal ini terjadi ketika user tidak memiliki privilege untuk paket raw atau ketika melakukan pemeriksaan jaringan IPv6. Alih-alih menulis paket raw sebagaimana dilakukan jenis scan lainnya, Nmap meminta SO membuat koneksi dengan mesin target dan port dengan memberikan system call connect. Ini merupakan system call yang digunakan oleh web browsers, klien P2P, dan kebanyakan aplikasi jaringan lainnya untuk membuat koneksi. Ia merupakan bagian dari interface pemrograman yang dikenal sebagai Berkeley Sockets API. Nmap juga menggunakan API ini untuk memperoleh informasi status setiap usaha koneksi. Ketika tersedia SYN scan, ia merupakan pilihan yang lebih baik. Nmap kurang memiliki kendali atas call connect daripada paket raw, membuatnya kurang efisien. System call membuat koneksi lengkap untuk membuka port target daripada membuat reset setengah-terbuka (half-open reset) yang dilakukan SYN scan. Hal ini tidak saja lebih lambat dan membutuhkan lebih banyak paket untuk memperoleh informasi yang sama, namun juga mesin

3 target kemungkinan mencatat koneksi. IDS yang baik akan mendeteksi hal ini, namun kebanyakan mesin tidak memiliki sistem alarm tersebut. Kebanyakan layanan pada sistem Unix umum akan membuat catatan ke syslog, dan seringkali pesan kesalahan yang rumit, ketika Nmap membuka dan menutup koneksi tanpa mengirim data. Layanan yang benar-benar buruk akan crash ketika hal ini terjadi, meskipun tidak umum. Administrator yang melihat serangkaian usaha koneksi dari sistem tunggal di lognya seharusnya tahu bahwa ia telah diperiksa dengan metode connect. -su (UDP scan) Walau kebanyakan layanan populer di Internet menggunakan protokol TCP, layanan UDP luas dipergunakan. DNS, SNMP, dan DHCP (port 53, 161/162, dan 67/68) adalah tiga yang paling umum. Karena pemeriksaan UDP umumnya lebih lambat dan lebih sulit dibanding TCP, beberapa audit keamanan mengabaikan port ini. Ini merupakan kesalahan, karena eksploitasi layanan UDP cukup umum dan penyerang tentu saja tidak mengabaikan seluruh protokol. Untungnya, Nmap dapat membantu inventori port UDP. Scan UDP diaktifkan dengan opsi -su. Ia dapat digabungkan dengan jenis scan TCP seperti SYN scan (-ss) untuk memeriksa kedua buah protokol sekaligus. Scan UDP bekerja dengan mengirimkan header UDP kosong (tanpa data) ke setiap port yang diinginkan. Jika diperoleh kesalahan ICMP port unreachable (tipe 3, kode 3), port itu closed. Kesalahan ICMP lainnya (tipe 3, kode 1, 2, 9, 10, atau 13) menandakan port sebagai filtered. Seringkali, sebuah layanan akan menanggapi dengan paket UDP, membuktikan bahwa ia open. Jika tidak ada tanggapan setelah transmisi ulang, port dianggap open filtered. Hal ini berarti bahwa port dapat berada dalam keadaan open, atau mungkin packet filter memblokir komunikasi. Deteksi versi (-sv) dapat digunakan untuk membantu membedakan antara port yang terbuka dengan yang disaring. Tantangan terbesar scanning UDP adalah melakukannya dengan cepat. Port terbuka dan tersaring jarang mengirimkan tanggapan, membuat Nmap time out dan kemudian melakukan transmisi ulang bilamana probe atau respon hilang. Port tertutup seringkali merupakan masalah yang lebih besar. Mereka umumnya mengirimkan ulang kesalahan ICMP port unreachable. Namun tidak seperti paket RST yang dikirim oleh port TCP tertutup sebagai respon atas scan SYN atau connect, banyak host secara baku membatasi pesan ICMP port unreachable. Linux dan Solaris terutama sangat ketat mengenai hal ini. Sebagai contoh, kernel Linux membatasi pesan destination unreachable ke satu per detik (dalam net/ipv4/icmp.c).

4 Nmap mendeteksi pembatasan ini dan memperlambat kerjanya untuk menghindari pemenuhan jaringan dengan paket-paket tidak perlu yang akan di-drop oleh mesin target. Sayangnya, pembatasan ala Linux dengan satu paket per detik membuat pemeriksaan membutuhkan waktu lebih 18 jam. Ide untuk mempercepat scan UDP termasuk pemeriksaan lebih banyak host secara paralel, melakukan pemeriksaan atas port-port populer dulu, pemeriksaan di belakang firewall, dan menggunakan --host-timeout untuk melewati host lambat. -sn; -sf; -sx (TCP NULL, FIN, dan Xmas scan) Ketiga jenis scan ini (bahkan kemungkinan lebih dengan adanya opsi -- scanflags yang dijelaskan pada bagian berikutnya) mengeksploitasi kelemahan dalam RFC TCP untuk membedakan antara port open dan closed. Halaman 65 RFC 793 mengatakan bawha if the [destination] port state is CLOSED... an incoming segment not containing a RST causes a RST to be sent in response. Lalu halaman berikutnya mendiskusikan paket yang dikirim ke port terbuka tanpa bit SYN, RST, atau ACK diset, menyatakan bahwa : you are unlikely to get here, but if you do, drop the segment, and return. Ketika memeriksa sistem yang sesuai dengan teks RFC ini, sembarang paket yang tidak berisikan bit SYN, RST, atau ACK akan berakibat pengembalian RST bila port tertutup dan tidak ada respon bila port terbuka. Selama ketiga bit ini tidak disertakan, sembarang kombinasi ketiga bit lainnya (FIN, PSH, dan URG) adalah OK. Nmap mengeksploitasi celah ini dengan ketiga jenis scan berikut : Null scan (-sn) Tidak mengirimkan bit(header flag TCP adalah 0) FIN scan (-sf) Hanya menset bit FIN TCP. Xmas scan (-sx) Menset flag FIN, PSH, dan URG, menerangi paket seperti sebuah pohon Natal. Ketiga jenis scan ini serupa perilakunya kecuali untuk flag TCP yang diset dalam paket probe. Jika diterima paket RST, port dianggap closed, tidak ada respon berarti iaopen filtered. Port ditandai filtered bila diterima kesalahan ICMP unreachable (tipe 3, kode 1, 2, 3, 9, 10, atau 13).

5 Keuntungan utama jenis scan ini adalah bahwa mereka dapat menyusup melalui non-stateful firewall dan router packet filtering tertentu. Keunggulan lain adalah bahwa ketiga scan ini lebih tersembunyi bahkan bila dibandingkan dengan SYN scan. Jangan mengandalkan hal ini karena produk IDS modern dapat dikonfigurasi untuk mendeteksi mereka. Kelemahan utama adalah tidak semua sistem mematuhi RFC 793 secara tepat. Sejumlah sistem mengirim respon RST atas probe tanpa perduli apakah port terbuka atau tertutup. Hal ini membuat seluruh port dianggap sebagai closed. Sistem operasi utama yang melakukan hal ini adalah Microsoft Windows, banyak device Cisco devices, BSDI, dan IBM OS/400. Scan ini tidak bekerja terhadap kebanyakan sistem berbasis Unix. Kekurangan lainnya adalah scan ini tidak dapat membedakan antara port open dengan port tertentu yang filtered, memberikan anda tanggapan open filtered. -sa (TCP ACK scan) Scan ini berbeda dengan yang telah didiskusikan sejauh ini yaitu ia tidak pernah menentukan port open (or even open filtered). Ia digunakan untuk memetakan aturan firewall, menentukan apakah mereka stateful atau tidak dan port mana saja yang disaring. Paket probe scan ACK hanya memiliki flag ACK di-set (kecuali anda menggunakan --scanflags). Ketika memeriksa sistem yang tidak disaring, port open dan closed keduanya akan mengembalikan paket RST. Nmap kemudian menandakan mereka sebagai unfiltered, yang berarti mereka dapat dicapai oleh paket ACK, namun belum dapat ditentukan apakah mereka open atau closed. Port yang tidak menanggapi, atau mengirim kembali pesan kesalahan ICMP (tipe 3, kode 1, 2, 3, 9, 10, atau 13), dianggap sebagai filtered. -sw (TCP Window scan) Window scan serupa dengan ACK scan kecuali bahwa ia mengeksploitasi detil implementasi pada sistem tertentu yang membedakan port terbuka dengan port tertutup, alih-alih selalu menampilkan unfiltered ketika dikembalikan RST. Ia melakukan hal ini dengan memeriksa field TCP Window paket RST yang dikembalikan. Pada beberapa sistem, port terbuka menggunakan ukuran jendela positif (bahkan untuk paket RST) sementara port tertutup memiliki jendela nol. Sehingga alih-alih selalu menampilkan port sebagaiunfiltered ketika menerima kembali RST, Window scan menampilkan port sebagai open atau closed jika nilai TCP Window dalam reset tersebut positif atau nol.

6 Scan ini mengandalkan detil implementasi sedikit sistem yang ada di Internet, sehingga anda tidak dapat selalu mempercayainya. Sistem yang tidak mendukungnya biasanya akan mengembalikan semua port sebagai closed. Tentu saja, adalah mungkin mesin benar-benar tidak memiliki port terbuka. Jika kebanyakan port yang diperiksa adalah closednamun beberapa angka port umum (seperti 22, 25, 53) adalah filtered, informasi ini kemungkinan benar. Seringkali, sistem akan memberitahukan perilaku sebaliknya. Jika scan anda menunjukkan bahwa 1000 port terbuka dan tiga port tertutup atau disaring, maka ketiga port tersebut mungkin saja adalah port yang terbuka. -sm (TCP Maimon scan) Scan Maimon dinamakan dengan nama penemunya, Uriel Maimon. Ia menjelaskan teknik ini dalam Phrack Magazine issue #49 (November 1996). Nmap, yang menyertakan teknik ini, dirilis dua isu kemudian. Teknik ini sama persis dengan scan NULL, FIN, dan Xmas, kecuali probenya adalah FIN/ACK. Menurut RFC 793 (TCP), paket RST seharusnya dihasilkan sebagai tanggapan atas probe tersebut entah port terbuka atau tertutup. Namun demikian, Uriel memperhatikan bahwa banyak sistem berbasis BSD men-drop paket jika port terbuka. --scanflags (Custom TCP scan) User Nmap mahir tidak perlu membatasi dirinya pada jenis scan yang tersedia secara baku. Opsi --scanflags memungkinkan anda merancang scan anda sendiri dengan menspesifikasikan sembarang flag TCP.. Biarkan cairan kreatif anda mengalir, sementara mengakali intrusion detection system yang vendornya sekedar membaca man page Nmap menambahkan aturan khusus! Argumen --scanflags dapat berupa nilai flag numerik seperti 9 (PSH dan FIN), namun menggunakan nama simbolik lebih mudah. Gabungkan saja sembarang kombinasi URG,ACK, PSH, RST, SYN, dan FIN. Sebagai contoh, -- scanflags URGACKPSHRSTSYNFIN menset semuanya, meskipun ia tidak terlalu bermanfaat untuk pemeriksaan. Urutan spesifikasi tidaklah relevan. Selain dengan menspesifikasikan flag yang diinginkan, anda dapat pula memberikan jenis scan TCP (seperti -sa atau -sf). Jenis dasar tersebut memberitahu Nmap bagaimana menginterpretasikan respon. Sebagai contoh, SYN scan menganggap no-response sebagai indikasi port filtered, sementara FIN scan mengganggapnya sebagai open filtered. Nmap akan berperilaku sama dengan jenis scan dasar, kecuali ia akan menggunakan flag TCP yang anda spesifikasikan Jika anda tidak menspesifikasikan tipe dasar, akan digunakan SYN scan.

7 -si <zombie host>[:<probeport>] (idle scan) Metode scan tingkat tinggi ini memungkinkan scan port TCP secara tersembunyi (artinya tidak ada paket dikirim ke target dari alamat IP anda yang sebenarnya). Alih-alih, serangan side-channel mengeksploitasi pembuatan urutan ID fragmentasi IP yang mudah ditebak pada host zombi untuk memperoleh informasi tentang port terbuka pada target. Sistem IDS akan menampilkan scan berasal dari mesin zombi yang anda spesifikasikan (yang harus up dan memenuhi beberapa kriteria). Jenis scan menarik ini terlalu kompleks untuk dijelaskan dalam panduan referensi ini, sehingga saya menulis dan menaruh paper informal dengan detil penuh di Selain sangat tersembunyi (karena sifat blind-nya), jenis scan ini mengijinkan pemetaan relasi kepercayaan berbasis IP antar mesin. Daftar port menampilkan port terbuka dari perspektif host zombi. Sehingga anda dapat berusaha memeriksa target dengan menggunakan beragam zombi yang anda anggap terpercaya (melalui aturan router/packet filter). Anda dapat menambah tanda titik dua diikuti nomor port pada host zombi jika anda ingin memeriksa port tertentu pada zombi untuk perubahan ID IP. Jika tidak Nmap akan menggunakan port baku yang digunakan untuk ping TCP (80). -so (IP protocol scan) Scan protokol IP memungkinkan anda menentukan protokol IP mana (TCP, ICMP, IGMP, dsb.) yang didukung oleh mesin target. Secara teknis ini bukanlah scan port, karena ia menggunakan nomor protokol IP alih-alih nomor port TCP atau UDP. Namun ia tetap menggunakan opsi -p untuk memilih nomor protokol yang diperiksa, melaporkan hasilnya dalam format tabel port normal, dan bahkan menggunakan mesin scan yang sama dengan metode scanning port sebenarnya. Ia cukup dekat dengan scan port sehingga berada di sini. Selain memiliki fungsi tertentu, scan protokol mendemonstrasikan kekuatan software open-source. Meskipun ide dasarnya cukup sederhana, saya tidak berpikir atau menerima permintaan untuk menambah fungsionalitas semacam itu. Lalu pada musim panas tahun 2000, Gerhard Rieger menerima ide tersebut, menulis patch yang bagus untuk mengimplementasikannya, dan mengirimnya ke milis nmap-hackers. Saya menggabungkan patch tersebut ke Nmap dan merilis versi baru di hari berikutnya. Sedikit software komersial memiliki user yang cukup antusias untuk merancang dan memberikan kontribusi perbaikan!

8 Scan protocol bekerja dalam cara yang sama dengan scan UDP. Alih-alih beriterasi atas field nomor port paket UDP, ia mengirim header paket IP dan beriterasi pada field protokol IP delapan-bit. Header biasanya kosong, tidak berisi data dan bahkan tiada header yang sesuai untuk protokol yang diklaim. Tiga pengecualian adalah TCP, UDP, dan ICMP. Header protokol yang sesuai untuk mereka disertakan karena beberapa sistem tidak akan mengirimnya dan karena Nmap telah memiliki fungsi untuk membuatnya. Alih-alih mengamati pesan ICMP port unreachable, scan protocol mencari pesan ICMP protocol unreachable. Bila Nmap menerima respon dalam sembarang protokol dari host target, Nmap menandai protokol tersebut sebagai open. Kesalahan ICMP protocol unreachable (tipe 3, kode 2) menyebabkan protokol ditandai sebagai closed. Kesalahan ICMP unreachable lainnya (tipe 3, kode 1, 3, 9, 10, atau 13) menyebabkan protokol ditandai filtered (meskipun mereka membuktikan bahwa ICMP open di waktu yang sama). Jika tidak menerima respon setelah transmisi ulang, protokol ditandai sebagai open filtered -b <FTP relay host> (FTP bounce scan) Satu fitur menarik protokol FTP (RFC 959) mendukung koneksi FTP proxy. Hal ini memungkinkan user untuk koneksi ke satu server FTP, lalu meminta file dikirimkan ke server pihak ketiga. Fitur tersebut rentan terhadap penyalahgunaan di banyak tingkat, sehingga banyak server berhenti mendukungnya. Salah satu penyalahgunaan yang dibolehkan fitur ini adalah membuat server FTP melakukan scan port ke host lain. Cukup minta server FTP mengirim sebuah file ke setiap port yang diinginkan pada host target. Pesan kesalahan akan menjelaskan apakah port terbuka atau tidak. Hal ini merupakan cara yang baik untuk melewati firewall karena server FTP organisasi biasanya lebih memiliki akses ke host internal daripada host Internet. Nmap mendukung scan bounce FTP dengan opsi -b option. Ia mengambil argumen dalam bentuk <Server> adalah nama atau alamat IP server FTP yang rentan. Sebagaimana dengan URL normal, anda dapat menghilangkan <username>:<password>, sehingga menggunakan login anonim (user: anonymous Nomor port (dan tanda titik dua sebelumnya) dapat dihilangkan juga, sehingga menggunakan port FTP baku (21) pada <server>. Kerentanan ini meluas di tahun 1997 ketika Nmap dirilis, namun telah diperbaiki. Server-server yang rentan masih ada, sehingga patut dicoba bila teknik yang lainnya gagal. Jika tujuan anda adalah melewati firewall, scan jaringan target untuk port 21 (atau bahkan untuk sembarang layanan FTP jika anda scan seluruh port dengan deteksi versi) yang terbuka, lalu coba scan bounce. Nmap akan memberitahu anda apakah host rentan atau tidak. Jika anda hanya ingin menutupi jejak anda, anda tidak perlu (dan bahkan

9 tidak seharusnya) membatasi diri anda pada host pada jaringan target. Sebelum anda memeriksa alamat Internet acak untuk mencari server FTP yang rentan, pertimbangkan bahwa sysadmin mungkin tidak akan menghargai anda menggunakan server mereka dengan cara ini.

LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIKUM KEAMANAN DATA Network Scanner dan Network Probing

LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIKUM KEAMANAN DATA Network Scanner dan Network Probing LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIKUM KEAMANAN DATA Network Scanner dan Network Probing Mata Kuliah : Keamanan Data Dosen Pengampu : Ferry Astika Saputra, S.T, M.Sc. Departemen : Departemen Teknik Informatika

Lebih terperinci

Network Scanning. Network Scanning Network scanner adalah metode bagaimana caranya mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dari IP/Network korban.

Network Scanning. Network Scanning Network scanner adalah metode bagaimana caranya mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dari IP/Network korban. Network Scanning Dasar Teori Server memiliki tugas untuk melayani client dengan menyediakan service yang dibutuhkan. Server menyediakan service dengan bermacam-macam kemampuan, baik untuk lokal maupun

Lebih terperinci

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KEAMANAN JARINGAN PRAKTIKUM 3 NETWORK SCANNING AND NETWORK PROBING

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KEAMANAN JARINGAN PRAKTIKUM 3 NETWORK SCANNING AND NETWORK PROBING LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KEAMANAN JARINGAN PRAKTIKUM 3 NETWORK SCANNING AND NETWORK PROBING Oleh : Izzatul Millah NRP. 2110141043 Dosen : Ferry Astika Saputra, S.T, M.Sc NIP. 197708232001121002 TEKNIK INFORMATIKA

Lebih terperinci

Modul 1 Network Scanner & Probing

Modul 1 Network Scanner & Probing Modul 1 Network Scanner & Probing A. Tujuan Pembelajaran 1. Mahasiswa melakukan instalasi nmap. 2. Mahasiswa mengenal tentang penggunaan aplikasi nmap untuk melakukan scanning dan probing pada host. 3.

Lebih terperinci

LAPORAN RESMI KEAMANAN DATA Network Scanner & Network Probing

LAPORAN RESMI KEAMANAN DATA Network Scanner & Network Probing LAPORAN RESMI KEAMANAN DATA Network Scanner & Network Probing Oleh : Labba Awwabi (2110141047) JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA SURABAYA 2017 A. LANGKAH PERCOBAAN Percobaan

Lebih terperinci

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

A. TUJUAN PEMBELAJARAN Modul 3 Network Scanner & Network Probing A. TUJUAN PEMBELAJARAN Melakukan instalasi nmap Mengenalkan tentang penggunaan aplikasi nmap untuk melakukan scanning dan probing pada host Mengenalkan tentang

Lebih terperinci

MODUL 1 NETWORK SCANNING DAN PROBING

MODUL 1 NETWORK SCANNING DAN PROBING MODUL 1 NETWORK SCANNING DAN PROBING TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep Scanner dan Probing 2. Mahasiswa memahami konsep layanan jaringan dan port numbering 3. Mahasiswa

Lebih terperinci

NETWORK SCANNING DAN PROBING

NETWORK SCANNING DAN PROBING NETWORK SCANNING DAN PROBING TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep Scanner dan Probing 2. Mahasiswa memahami konsep layanan jaringan dan port numbering 3. Mahasiswa mampu menganalisa

Lebih terperinci

TCP DAN UDP. Budhi Irawan, S.Si, M.T

TCP DAN UDP. Budhi Irawan, S.Si, M.T TCP DAN UDP Budhi Irawan, S.Si, M.T LAPISAN TRANSPOR adalah Lapisan keempat dari Model Referensi OSI yang bertanggung jawab untuk menyediakan layanan-layanan yang dapat diandalkan kepada protokol-protokol

Lebih terperinci

Intrusion Detection System

Intrusion Detection System Intrusion Detection System Intrusion Detection System (IDS) adalah suatu tindakan untuk mendeteksi adanya trafik paket yang tidak diinginkan dalam sebuah jaringan atau device. Sebuah IDS dapat diimplementasikan

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Bab Latar Belakang

PENDAHULUAN. Bab Latar Belakang Bab 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada dasarnya jaringan yang bebas dari penyusupan merupakan salah satu syarat sebuah jaringan dikatakan aman dan layak digunakan sebagai media pengiriman data. Seiring

Lebih terperinci

Tugas MID Keamanan Jaringan Komputer

Tugas MID Keamanan Jaringan Komputer Tugas MID Keamanan Jaringan Komputer D I S U S U N OLEH : Ahmad Fitri Rashad 09121001023 SISTEM KOMPUTER FAKULTAS KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA TAHUN AJARAN 2015 / 2016 Nmap: Nmap ( Network

Lebih terperinci

BAB 15 KEAMANAN JARINGAN DENGAN FIREWALL

BAB 15 KEAMANAN JARINGAN DENGAN FIREWALL BAB 15 KEAMANAN JARINGAN DENGAN FIREWALL Tujuan Instruksional Umum Siswa mampu menjelaskan mengenai firewall Tujuan Instruksional Khusus Siswa mampu menjelaskan secara umum apa itu firewall Siswa mampu

Lebih terperinci

THREAT PACKET ANALYSIS USING SNORT

THREAT PACKET ANALYSIS USING SNORT THREAT PACKET ANALYSIS USING SNORT 1. Introduction Dalam sebuah jaringan komputer, keamanan menjadi salah satu bagian yang terpenting dan harus di perhatikan untuk menjaga validitas dan integritas data

Lebih terperinci

Bab 5: Lapisan Transport

Bab 5: Lapisan Transport Bab 5: Lapisan Transport Jaringan Komputer Heribertus Yulianton 2013 Cisco and/or its affiliates. All rights reserved. Cisco Public 1 Kerangka Bab 1 Protokol Lapisan Transport 2 TCP dan UDP 2013 Cisco

Lebih terperinci

lapisan-lapisan pada TCP/IP tidaklah cocok seluruhnya dengan lapisan-lapisan OSI.

lapisan-lapisan pada TCP/IP tidaklah cocok seluruhnya dengan lapisan-lapisan OSI. TCP dan IP Kamaldila Puja Yusnika [email protected] http://aldiyusnika.wordpress.com Lisensi Dokumen: Copyright 2003-2013IlmuKomputer.Com Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan,

Lebih terperinci

Gambar 1. Topologi Jaringan Scanning

Gambar 1. Topologi Jaringan Scanning Nama : Riki Andika NIM : 09011181320015 Keamanana Jaringan Komputer_Tugas 4 Intrusion Detection System (IDS) adalah sebuah sistem yang melakukan pengawasan terhadap traffic jaringan dan pengawasan terhadap

Lebih terperinci

MENGENAL JENIS-JENIS SERANGAN DoS (Denial Of Service) TERHADAP SISTEM JARINGAN Muhammad Rudyanto Arief. Abstraksi

MENGENAL JENIS-JENIS SERANGAN DoS (Denial Of Service) TERHADAP SISTEM JARINGAN Muhammad Rudyanto Arief. Abstraksi MENGENAL JENIS-JENIS SERANGAN DoS (Denial Of Service) TERHADAP SISTEM JARINGAN Muhammad Rudyanto Arief Abstraksi If you know the enemy and know yourself, you need not fear the result of a hundred battles.

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA Pada bab ini akan dijelaskan pengujian dari sistem keamanan yang telah dirancang.dalam melakukan pengujian pada sistem keamanannya digunakan beberapa keadaan pengujian yang

Lebih terperinci

Sejarah TCP/IP TCP/IP

Sejarah TCP/IP TCP/IP Sejarah TCP/IP Sejarah TCP/IP bermula di Amerika Serikat pada tahun 1969 di Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) melakukan menguji rangkaian sistem pada paket (packet-switching). 1 Sejarah

Lebih terperinci

Analisa dan Implementasi Sistem Keamanan Jaringan Komputer dengan Iptables sebagai Firewall Menggunakan Metode Port Knocking

Analisa dan Implementasi Sistem Keamanan Jaringan Komputer dengan Iptables sebagai Firewall Menggunakan Metode Port Knocking Analisa dan Implementasi Sistem Keamanan Jaringan Komputer dengan Iptables sebagai Firewall Menggunakan Metode Port Knocking Irwan Sembiring, Indrastanti R. Widiasari, Sujiwo Danu Prasetyo Fakultas Teknologi

Lebih terperinci

LAPORAN RESMI ADMINISTRASI & MANAGEMENT JARINGAN. PRAKTIKUM 3 Pemrograman Socket dengan TCP

LAPORAN RESMI ADMINISTRASI & MANAGEMENT JARINGAN. PRAKTIKUM 3 Pemrograman Socket dengan TCP LAPORAN RESMI ADMINISTRASI & MANAGEMENT JARINGAN PRAKTIKUM 3 Pemrograman Socket dengan TCP Oleh : Teesa Wijayanti 2 D3 IT B 2103141036 POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA Praktikum 3 Pemrograman Socket

Lebih terperinci

JARINGAN KOMPUTER. Disusun Oleh : Nama : Febrina Setianingsih NIM : Dosen Pembimbing : Dr. Deris Stiawan, M.T., Ph.D.

JARINGAN KOMPUTER. Disusun Oleh : Nama : Febrina Setianingsih NIM : Dosen Pembimbing : Dr. Deris Stiawan, M.T., Ph.D. JARINGAN KOMPUTER Disusun Oleh : Nama : Febrina Setianingsih NIM : 09011181419021 Dosen Pembimbing : Dr. Deris Stiawan, M.T., Ph.D. SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA Analisa

Lebih terperinci

Reza Muhammad

Reza Muhammad Analisa Network dengan TCPdump Reza Muhammad [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial

Lebih terperinci

Materi Mata Kuliah Jaringan Komputer Universitas Indo Global Mandiri

Materi Mata Kuliah Jaringan Komputer Universitas Indo Global Mandiri Materi Mata Kuliah Jaringan Komputer Universitas Indo Global Mandiri Transport layer/ lapisan transport merupakan lapisan keempat dari model referensi OSI yang bertugas menyediakan data transport yang

Lebih terperinci

Bab I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Bab I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Saat ini perkembangan di dunia teknologi sangatlah pesat, diantaranya dalam dunia jaringan komputer. Seiring dengan itu, gangguan-gangguan yang tidak diinginkan juga

Lebih terperinci

KEAMANAN JARINGAN FIREWALL DI HOST DAN SERVER KEAMANAN JARINGAN

KEAMANAN JARINGAN FIREWALL DI HOST DAN SERVER KEAMANAN JARINGAN KEAMANAN JARINGAN FIREWALL DI HOST DAN SERVER KEAMANAN JARINGAN KELOMPOK 4 CANDRA FADHILLAH FADHLI YAHYA ICA YOLANDA ISHADHOL ALMANDA NANCY LEE TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN DINAS PENDIDIKAN KOTA BATAM

Lebih terperinci

Ivan Sudirman

Ivan Sudirman TCP/IP dan Praktek Sekuriti Jaringan Ivan Sudirman [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan

Lebih terperinci

3. apa yang anda ketahui tentang firewall? A. Pengertian Firewall

3. apa yang anda ketahui tentang firewall? A. Pengertian Firewall 3. apa yang anda ketahui tentang firewall? A. Pengertian Firewall Tembok api atau dinding api adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya

Lebih terperinci

Refrensi OSI

Refrensi OSI Refrensi OSI Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data

Lebih terperinci

APPLICATION LAYER. Oleh : Reza Chandra

APPLICATION LAYER. Oleh : Reza Chandra APPLICATION LAYER Oleh : Reza Chandra Sebagian besar dari kita berpengalaman menggunakan Internet melalui World Wide Web, layanan e-mail, dan file-sharing. Aplikasi ini, dan banyak lainnya, menyediakan

Lebih terperinci

Modul 10 TCP/IP Lanjutan

Modul 10 TCP/IP Lanjutan Modul 10 TCP/IP Lanjutan Pendahuluan Router menggunakan informasi IP address dalam paket header IP untuk menentukan interface mana yang akan di-switch ke tujuan. Tiap-tiap layer OSI memiliki fungsi sendiri-sendiri

Lebih terperinci

BAB III Firewall Sebagai Pelindung dalam Jaringan Komputer

BAB III Firewall Sebagai Pelindung dalam Jaringan Komputer BAB III Firewall Sebagai Pelindung dalam Jaringan Komputer Pendahuluan Firewall merupakan sebuah tembok yang membatasi suatu sistem jaringan yang ada di baliknya dari berbagai macam ancaman dan gangguan

Lebih terperinci

Fungsi Lapis Transport

Fungsi Lapis Transport Transport Layer Fungsi umum Memungkinkan multi aplikasi dapat dikomunikasikan melalui jaringan pada saat yang sama dalam single device. Memastikan agar, jika diperlukan, data dapat diterima dengan handal

Lebih terperinci

TASK 5 JARINGAN KOMPUTER

TASK 5 JARINGAN KOMPUTER TASK 5 JARINGAN KOMPUTER Disusun oleh : Nama : Ilham Kholfihim M NIM : 09011281419043 JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2016 ANALISIS PERBANDINGAN CAPTURING NETWORK TRAFFIC

Lebih terperinci

Jenis-jenis Firewall. Firewall terbagi menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut

Jenis-jenis Firewall. Firewall terbagi menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut Firewall adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman. Umumnya, sebuah firewall

Lebih terperinci

Bab 4 Implementasi dan Pembahasan

Bab 4 Implementasi dan Pembahasan Bab 4 Implementasi dan Pembahasan 4.1 Implementasi Seperti yang dijelaskan di Bab 3, implementasi dilakukan dengan dua cara yaitu eksperimen di laboratorium dan simulasi flash. Hasil implementasi akan

Lebih terperinci

2.2 Dasar Teori. Layer # Nama Unit. Dimana setiap layer memiliki fungsi dan contoh masing-masing.

2.2 Dasar Teori. Layer # Nama Unit. Dimana setiap layer memiliki fungsi dan contoh masing-masing. BAB 2. TCP/IP Model 2.1 Tujuan - Mahasiswa mampu melakukan identifikasi transmisi data menggunakan model TCP/IP - Mahasiswa mampu melakukan identifikasi layer dari model TCP/IP - Mahasiswa mampu menggunakan

Lebih terperinci

Monitoring Jaringan. Rijal Fadilah, S.Si

Monitoring Jaringan. Rijal Fadilah, S.Si Monitoring Jaringan Rijal Fadilah, S.Si Monitoring Jaringan Memahami bentuk-bentuk segmen TCP dan UDP ygadaditransport Layer. UntukmelihatbentuksegmenTCP danudp yg adadalamjaringankitamemerlukantools yakni

Lebih terperinci

Agenda. Protokol TCP/IP dan OSI Keluarga Protokol TCP/IP

Agenda. Protokol TCP/IP dan OSI Keluarga Protokol TCP/IP Agenda Protokol TCP/IP dan OSI Keluarga Protokol TCP/IP 2 Protokol Definisi : A rule, guideline, or document which guides how an activity should be performed. Dalam ilmu komputer, protokol adalah konvensi

Lebih terperinci

UNIVERSITAS GUNADARMA

UNIVERSITAS GUNADARMA UNIVERSITAS GUNADARMA Sistem Pengamanan Menggunakan Firewall Oktaviani, Skom., MMSI 2008 Sistem Pengamanan Menggunakan Firewall Oktaviani, Skom., MMSI Universitas Gunadarma [email protected]

Lebih terperinci

ATTACK TOOLS. Oleh: M. RUDYANTO ARIEF 1

ATTACK TOOLS. Oleh: M. RUDYANTO ARIEF 1 ATTACK TOOLS Oleh: M. RUDYANTO ARIEF 1 Abstract Due to developments in networking technology, users can access network resources located anywhere in the world. However, this has made information prone

Lebih terperinci

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KEAMANAN DATA Praktikum Port Scanning dan Network Probbing

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KEAMANAN DATA Praktikum Port Scanning dan Network Probbing LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KEAMANAN DATA Praktikum Port Scanning dan Network Probbing Mata Kuliah : Keamanan Data Dosen Pengampu : Ferry Astika Saputra, S.T, M.Sc. Departemen : Departemen Teknik Informatika

Lebih terperinci

Pertemuan III. Referensi Model TCP/IP

Pertemuan III. Referensi Model TCP/IP Pertemuan III Referensi Model TCP/IP Sasaran Pertemuan 3 - Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan metode pengendalian masukan dan keluaran beberapa definisi mengenai Interfacing Protokol Komunikasi Bahasa

Lebih terperinci

Monitoring The Network

Monitoring The Network Monitoring The Network Introducing to Syslog PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INFORMASI June 1, 2016 Authored by: Deantari Aji Monitoring The Network Introducing to Syslog Introducing to Syslog 8.1.1.1 Bila ada

Lebih terperinci

Firewall. Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

Firewall. Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs. Firewall Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs. Firewall Sebuah sistem atau grup sistem yang menjalankan kontrol akses keamanan diantara jaringan internal yang aman dan jaringan yang tidak dipercaya

Lebih terperinci

Fungsi Lapis Transport

Fungsi Lapis Transport Transport Layer Fungsi umum Memungkinkan multi aplikasi dapat dikomunikasikan melalui jaringan pada saat yang sama dalam single device. Memastikan agar, jika diperlukan, data dapat diterima dengan handal

Lebih terperinci

Analisis Paket Data Wireshark

Analisis Paket Data Wireshark Analisis Paket Data Wireshark Nama: Thomi Irfansyah NIM :09031381419093 Kelas: SIBIL 4A Jurusan Sistem Informasi FakultasI lmu Komputer Universitas Sriwijaya 2016 Analisa Paket Data Menggunakan Wireshark

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. Teknologi TCP/IP adalah hasil penelitian dan pengembangan protocol

BAB II DASAR TEORI. Teknologi TCP/IP adalah hasil penelitian dan pengembangan protocol BAB II DASAR TEORI 2.1 Teknologi TCP/IP Teknologi TCP/IP adalah hasil penelitian dan pengembangan protocol yang dilaksanakan dan dibiayai oleh Defense Advanced Research Project Agency (DARPA). Paket TCP/IP

Lebih terperinci

Koneksi Jaringan Host-Guest Ubuntu-Mint di Virtualbox untuk PING dan Wireshark

Koneksi Jaringan Host-Guest Ubuntu-Mint di Virtualbox untuk PING dan Wireshark Koneksi Jaringan Host-Guest Ubuntu-Mint di Virtualbox untuk PING dan Wireshark Bismillahirrahmanirrahim. Saya ingin mempelajari jaringan dengan hanya berbekal Virtualbox. Saya ingin membuat komputer virtual

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB III TINJAUAN PUSTAKA BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1. Internet Menurut Prakoso (2007 : 119) Internet adalah sebuah kumpulan jaringan komputer lokal yang menggunakan perangkat lunak internet dan protokol TCP/IP atau HTTP. Oleh

Lebih terperinci

Komunikasi Data Ala TCP/IP

Komunikasi Data Ala TCP/IP Komunikasi Data Ala TCP/IP Oleh: Puji Hartono Protokol - Komunikasi data ala TCP/IP - 1 Pengantar Protokol TCP/IP merupakan protokol standar yang digunakan dalam jaringan komputer global yang dikenal dengan

Lebih terperinci

IDS (Intrusion Detection Systems )

IDS (Intrusion Detection Systems ) IDS (Intrusion Detection Systems ) Nama Anggota Kelompok : Ilham Saifullah (120010017) Eko Denis Setyawan (120010039) Denny Irawan (120010032) I Putu Krisna Perdana Putra (120010143) Intrusion Detection

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KEAMANAN JARINGAN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KEAMANAN JARINGAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR Disiapkan oleh, Diperiksa oleh, Disahkan oleh, Muchlis, S.Kom., M.Si Ketua Tim Standar Sistem Informasi Yeni Yuliana, S.Sos.I., M.Pd.I Ariansyah, S.Kom., M.Kom Ketua Penjaminan

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perancangan Program Program yang dibuat penulis bertujuan untuk menangkap paket-paket data yang penulis inginkan pada komputer di jaringan berbeda. Agar tujuan dari pembuatan

Lebih terperinci

Analisis Paket Data Wireshark

Analisis Paket Data Wireshark Analisis Paket Data Wireshark Nama : Oktarisia NIM : 09031281520125 Kelas : SI REG 4A Jurusan Sistem Informasi Fakultas lmu Komputer Universitas Sriwijaya 2017 Analisa Paket Data Menggunakan Wireshark

Lebih terperinci

Indra Dermawan ( )

Indra Dermawan ( ) Indra Dermawan (13294025) BEBERAPA ARSITEKTUR FIREWALL Indra Dermawan Dosen: Onno W. Purbo Perkembangan Internet dan jaringan internal yang semakin pesat menuntut adanya pengamanan terhadap jaringan internal

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Untuk membangun sebuah network intrusion detection system (NIDS), dapat

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Untuk membangun sebuah network intrusion detection system (NIDS), dapat 53 BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Spesifikasi Kebutuhan Sistem Untuk membangun sebuah network intrusion detection system (NIDS), dapat menggunakan aplikasi open source SNORT yang di install pada PC

Lebih terperinci

Yuli Praptomo PHS STMIK El Rahma Yogyakarta

Yuli Praptomo PHS STMIK El Rahma Yogyakarta Port Scanning dan Blocking Yuli Praptomo PHS STMIK El Rahma Yogyakarta ABSTRAK idea of Internet early United States moment cold war Uni Sovyet. A atom bomb can break an wide of area. Idea of Internet very

Lebih terperinci

Sekar Langit

Sekar Langit Mengintip Proses Request Data dengan Wireshark Sekar Langit [email protected] http://theflowerofsky.blogspot.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi

Lebih terperinci

Materi I. Kholid Fathoni, S.Kom., M.T.

Materi I. Kholid Fathoni, S.Kom., M.T. Materi I Monitoring Jaringan Kholid Fathoni, S.Kom., M.T. Monitoring performance dari jaringan Mengetahui status (up/down) service dari host yang kita monitor secara realtime dengan system alert/alarm

Lebih terperinci

Denial of Service Ethical Hacking and Countermeasures (PAI ) Program Studi Teknik Informatika, Unsoed

Denial of Service Ethical Hacking and Countermeasures (PAI ) Program Studi Teknik Informatika, Unsoed Denial of Service Ethical Hacking and Countermeasures (PAI 083213) Program Studi Teknik Informatika, Unsoed Iwan Setiawan Tahun Ajaran 2011/2012 Serangan Denial of Service (DoS)

Lebih terperinci

TRANSPORT LAYER. Aplikasi dan Operasi pada TCP dan UDP

TRANSPORT LAYER. Aplikasi dan Operasi pada TCP dan UDP TRANSPORT LAYER Aplikasi dan Operasi pada TCP dan UDP Transport Layer melakukan segmentasi dan menyatukan kembali data yang tersegmentasi menjadi suatu arus data. Layanan-layanan yang terdapat di transport

Lebih terperinci

Pertemuan III. Referensi Model TCP/IP

Pertemuan III. Referensi Model TCP/IP Pertemuan III Referensi Model TCP/IP Protokol Komunikasi Bahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi. Tatacara komunikasi yang harus disepakati oleh komputer yang ingin melaksanakan komunikasi. Komputer-komputer

Lebih terperinci

Network Layer JARINGAN KOMPUTER. Ramadhan Rakhmat Sani, M.Kom

Network Layer JARINGAN KOMPUTER. Ramadhan Rakhmat Sani, M.Kom Network Layer JARINGAN KOMPUTER Ramadhan Rakhmat Sani, M.Kom Objectives Fungsi Network Layer Protokol Komunikasi Data Konsep Pengalamatan Logis (IP) Konsep Pemanfaatan IP Konsep routing Algoritma routing

Lebih terperinci

FIREWALL dengan Iptables

FIREWALL dengan Iptables FIREWALL dengan Iptables Pendahuluan Firewall merupakan bagian perangkat keamanan jaringan dan merupakan suatu cara atau mekanisme yang diterapkan baik terhadap perangkat keras (hardware), perangkat lunak

Lebih terperinci

BAB 4 SIMULASI DAN UJI COBA. Rancangan sistem keamanan yang telah dibuat akan disimulasikan untuk di

BAB 4 SIMULASI DAN UJI COBA. Rancangan sistem keamanan yang telah dibuat akan disimulasikan untuk di BAB 4 SIMULASI DAN UJI COBA 4.1. Simulasi Rancangan sistem keamanan yang telah dibuat akan disimulasikan untuk di uji coba sebelum dikatakan berhasil dengan baik. Untuk simulasi, digunakan beberapa software

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pendahuluan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pendahuluan Kemajuan teknologi komputer dan teknologi informasi dewasa ini telah mengubah bentuk pengolahan data dalam berbagai bidang usaha manusia dari sistem manual menuju sistem

Lebih terperinci

STANDARD OPERATING PROCEDURE

STANDARD OPERATING PROCEDURE JUDUL KEAMANAN JARINGAN 01 Agustus KEAMANAN JARINGAN Disiapkan oleh, Diperiksa oleh, Disahkan oleh, Mahmud, S.Kom., M.Kom. Meidyan Permata Putri, M.Kom. Benedictus Effendi, S.T., M.T. Kepala Sekretaris

Lebih terperinci

JARINGAN KOMPUTER Layanan Dari TCP dan UDP Protocol

JARINGAN KOMPUTER Layanan Dari TCP dan UDP Protocol JARINGAN KOMPUTER Layanan Dari TCP dan UDP Protocol Nama : Qonita Al afwa NIM : 09011281520103 Kelas : SK5C Dosen Pengampuh : Deris Stiawan, M.T., Ph.D. SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS

Lebih terperinci

FIREWALL NUR FISABILILLAH, S.KOM, MMSI

FIREWALL NUR FISABILILLAH, S.KOM, MMSI FIREWALL NUR FISABILILLAH, S.KOM, MMSI PENGENDALIAN II: MELINDUNGI ASET ORGANISASI Ada dua cara dalam melindungi aset organisasi dalam jaringan komputer, yaitu: SECARA ADMINISTRATIF / FISIK, dengan membuat

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. dihubungkan untuk berbagi sumber daya (Andi Micro, 2011:6). Jaringan Komputer

BAB II LANDASAN TEORI. dihubungkan untuk berbagi sumber daya (Andi Micro, 2011:6). Jaringan Komputer BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Jaringan Komputer Jaringan komputer adalah sekumpulan peralatan atau komputer yang saling dihubungkan untuk berbagi sumber daya (Andi Micro, 2011:6). Jaringan Komputer terbagi

Lebih terperinci

Mengapa perlu sebuah keamanan?

Mengapa perlu sebuah keamanan? Denial Of Services Mengapa perlu sebuah keamanan? Dalam dunia komunikasi data global yang selalu berubah, hubungan Internet yang murah dan cepatnya perkembangan software, keamanan menjadi isu yang semakin

Lebih terperinci

Minggu 6 Transport Layer

Minggu 6 Transport Layer Minggu 6 Transport Layer 1 Overview Layer Transport bertugas melakukan sesi komunikasi antara komputer dalam jaringan. Menenirukan bagaimana data ditransmisikan. Dua Protocol Transport Layer yang dipakai

Lebih terperinci

DESKRIPSI KERJA PRAKTEK

DESKRIPSI KERJA PRAKTEK 4.1. Prosedur Kerja Praktek `BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK Dalam Pengumpulan data sebagai penyusunan laporan dan penyelesaian masalah dalam kerja praktek ini, dilakukan dengan magang selama kurang lebih

Lebih terperinci

PENDETEKSIAN SERANGAN DDOS (DISTRIBUTED DENIAL OF SERVICE) MENGGUNAKAN IDS (INTRUSION DETECTION SYSTEM)

PENDETEKSIAN SERANGAN DDOS (DISTRIBUTED DENIAL OF SERVICE) MENGGUNAKAN IDS (INTRUSION DETECTION SYSTEM) PENDETEKSIAN SERANGAN DDOS (DISTRIBUTED DENIAL OF SERVICE) MENGGUNAKAN IDS (INTRUSION DETECTION SYSTEM) (Studi Kasus : Universitas Pasundan) TUGAS AKHIR Di susun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan

Lebih terperinci

PROSEDUR KEAMANAN JARINGAN SPMI - UBD

PROSEDUR KEAMANAN JARINGAN SPMI - UBD PROSEDUR KEAMANAN JARINGAN SPMI - UBD SPMI UBD Universitas Buddhi Dharma Jl. Imam Bonjol No. 41 Karawaci, Tangerang Telp. (021) 5517853, Fax. (021) 5586820 Home page : http://buddhidharma.ac.id Disetujui

Lebih terperinci

Mengamankan Sistem Informasi. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom

Mengamankan Sistem Informasi. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom Mengamankan Sistem Informasi Gentisya Tri Mardiani, S.Kom Bentuk Pengamanan Preventif contoh: Recovery contoh: Cara Pengamanan Mengatur akses (access control) Menutup service yang tidak digunakan Memasang

Lebih terperinci

`BAB IV PEMBAHASAN. Indonesia. Setiap tahunnya teknologi yang digunakan harus semakin canggih.

`BAB IV PEMBAHASAN. Indonesia. Setiap tahunnya teknologi yang digunakan harus semakin canggih. 4.1. Identifikasi Masalah `BAB IV PEMBAHASAN PT. Pertamina (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang ditugaskan Pemerintah untuk mengelola kegiatan Minyak dan Gas Bumi di Indonesia. Setiap tahunnya

Lebih terperinci

Transport Layer El E ectro ect n ro ic En E gineerin ri g Pol o ytech tec nic In I stitu sti t of o Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111

Transport Layer El E ectro ect n ro ic En E gineerin ri g Pol o ytech tec nic In I stitu sti t of o Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111 Transport Layer Electronic Engineering Polytechnic Institut of Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111 Overview Layer Transport bertugas melakukan sesi komunikasi antara komputer dalam jaringan.

Lebih terperinci

Koneksi TCP sebelum Spoofing

Koneksi TCP sebelum Spoofing MODUL 4 SNIFFING, SPOOFING DAN SESSION HIJACKING SERTA COUNTERMEASURENYA TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep sniffing dan session hijacking 2. Mahasiswa mampu menangani masalah

Lebih terperinci

JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA

JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA TUGAS JARINGAN KOMPUTER Nama : Yonatan Riyadhi NIM : 09011181419009 Kelas : SK 5A Nama Dosen : Dr. Deris Stiawan M.T JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2016 CAPTURE DAN

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Internet Menurut Prakoso (2007), Internet adalah sebuah kumpulan jaringan komputer lokal yang menggunakan perangkat lunak internet dan protokol TCP/IP atau HTTP. Oleh karena

Lebih terperinci

Tugas Jaringan Komputer

Tugas Jaringan Komputer Tugas Jaringan Komputer Soal 1. Jelaskan perbedaan antara model jaringan OSI dan TCP/IP 2. Jelaskan fungsi tiap layer pada model TCP/IP! 3. Apa yang dimaksud Protocol? 4. Jelaskan tentang konsep class

Lebih terperinci

Gambar Notifikasi via

Gambar Notifikasi via BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Gambaran Umum Notifikasi Status Perangkat Secara umum notifikasi yang dikirimkan oleh aplikasi monitoring adalah melalui Email dan juga alert atau alarm pada aplikasi

Lebih terperinci

TUGAS KEAMANAN JARINGAN SNORT

TUGAS KEAMANAN JARINGAN SNORT TUGAS KEAMANAN JARINGAN SNORT OLEH : NAMA : MARDIAH NIM : 09011281320005 SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDERALAYA 2017 Target : www.unsri.ac.id IP : 103. 241.4.11 Dalam dunia

Lebih terperinci

PENGGUNAAN SISTEM IDS (Intrution detection System) UNTUK PENGAMANAN JARINGAN DAN KOMPUTER

PENGGUNAAN SISTEM IDS (Intrution detection System) UNTUK PENGAMANAN JARINGAN DAN KOMPUTER PENGGUNAAN SISTEM IDS (Intrution detection System) UNTUK PENGAMANAN JARINGAN DAN KOMPUTER MUHAMMAD RUDYANTO ARIEF [email protected] http://rudy.amikom.ac.id Abstraksi Penggunaan internet saat ini merupakan

Lebih terperinci

TUGAS JARINGAN KOMPUTER : REVIEW TCP/IP

TUGAS JARINGAN KOMPUTER : REVIEW TCP/IP NAMA : MUHAMMAD AN IM FALAHUDDIN KELAS : 1 D4 LJ NRP : 2110165026 TUGAS JARINGAN KOMPUTER : REVIEW TCP/IP 1. Jelaskan perbedaan antara dua model jaringan komputer : OSI model dan TCP/IP model! TCP/IP hanya

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KEAMANAN JARINGAN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KEAMANAN JARINGAN STIE MURA Jalan Jendral Besar H. M. Soeharto Km 13 Kelurahan Lubuk Kupang Kecamatan Lubuklinggau Selatan I Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan KODE SOP/STIEMURA /SPMI-04/13-07 DOKUMEN STANDAR STANDAR OPERASIONAL

Lebih terperinci

: M Rasyid Darmawan NIM : TCP. Pengertian TCP. Karakteristik TCP

: M Rasyid Darmawan NIM : TCP. Pengertian TCP. Karakteristik TCP Nama Kelas : M Rasyid Darmawan : SK5C NIM : 09011281520108 1. TCP Pengertian TCP Transmission Control Protocol (TCP) adalah salah satu jenis protokol yang memungkinkan kumpulan komputer untuk berkomunikasi

Lebih terperinci

Firewall & WEB SERVICE

Firewall & WEB SERVICE Firewall & WEB SERVICE Definisi Firewall Umumnya ditempatkan pada batas network untuk membangun batas pinggir keamanan (security). Firewall digunakan untuk melindungi internal network dari eksternal yang

Lebih terperinci

TCP/IP (singkatan dari "Transmission Control Protocol")

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol) Dalam konsep komunikasi data suatu jaringan komputer, ada mekanisme pengiriman data dari komputer sumber ke komputer tujuan dimana proses pengiriman paket data tersebut sampai dengan benar ke komputer

Lebih terperinci

TUGAS JARINGANN KOMPUTER

TUGAS JARINGANN KOMPUTER TUGAS JARINGANN KOMPUTER DISUSUN OLEH : Nama : Dera Gustina Nim : 09011181419003 Nama dosen Jurusan Fakultas : Dr. Deris Stiawan,M.T : Sistem Komputer : Ilmu Komputer Menggunakan software wireshark dan

Lebih terperinci

MODUL 2 WIRESHARK Protokol TCP

MODUL 2 WIRESHARK Protokol TCP MODUL 2 WIRESHARK TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep pengiriman data dengan TCP 2. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep pengiriman data dengan UDP DASAR TEORI Protokol

Lebih terperinci

BAB 2: INTRODUCTION TCP/IP

BAB 2: INTRODUCTION TCP/IP BAB 2: INTRODUCTION TCP/IP Reza Aditya Firdaus Cisco Certified Network Associate R&S Introduction to TCP/IP DoD (Departement of Defense) dibanding dengan OSI OSI Model Application Presentation Session

Lebih terperinci

MODUL 2 WIRESHARK Protokol TCP

MODUL 2 WIRESHARK Protokol TCP MODUL 2 WIRESHARK TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep pengiriman data dengan TCP 2. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep pengiriman data dengan UDP DASAR TEORI Protokol

Lebih terperinci

Implementasi Port-Knocking di Mikrotik dengan Menggunakan Komponen Delphi TcpClient

Implementasi Port-Knocking di Mikrotik dengan Menggunakan Komponen Delphi TcpClient Implementasi Port-Knocking di Mikrotik dengan Menggunakan Komponen Delphi TcpClient Agus Prihanto 1 1 Prodi D3 Manajemen Informatika, Jurusan Tekni Elektro, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya. E-mail:

Lebih terperinci

Computer Security. Network Security

Computer Security. Network Security Apa itu jaringan komputer? Computer Security Network Security 2 atau lebih komputer yang saling terinterkoneksi dan dapat saling bertukar informasi Jaringan komputer terbagi atas beberapa lapisan yang

Lebih terperinci

3. 3 Application Layer Protocols and Services Examples

3. 3 Application Layer Protocols and Services Examples NAMA KELOMPOK : RENDY PRATAMA P. 113140707111006 PANJI SATRIA S. 113140707111017 3. 3 Application Layer Protocols and Services Examples Application Layer, Layer tujuh, adalah lapisan paling atas baik di

Lebih terperinci

Wireshark dapat membaca data secara langsung dari Ethernet, Token-Ring, FDDI, serial (PPP and SLIP), wireless LAN, dan koneksi ATM.

Wireshark dapat membaca data secara langsung dari Ethernet, Token-Ring, FDDI, serial (PPP and SLIP), wireless LAN, dan koneksi ATM. MODUL 1 WIRESHARK TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep wireshark 2. Mahasiswa memahami konsep pengiriman dengan traceroute 3. Mahasiswa memahami proses fragmentasi DASAR TEORI

Lebih terperinci