ISSN : e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 2016 Page 4477
|
|
|
- Suharto Dharmawijaya
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 SSN : e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 216 Page 4477 ANALSS SMULAS TOPOLOG HYBRD PADA WRELESS SENSOR NETWORK MENGGUNAKAN PROTOKOL ROUTNG OPTMZED LNK STATE ROUTNG DAN DYNAMC SOURCE ROUTNG ANALYSS SMULATON HYBRD TOPOLOGY FOR WRELESS SENSOR NETWORK USNG ROUTNG PROTOCOL ROUTNG OPTMZED LNK STATE ROUTNG AND DYNAMC SOURCE ROUTNG Zhafari Luthfan Oswar 1, Dr. r. Rendi Munadi, M.T. 2, r. Tjahjo Adiprabowo, M.ENG 3 1,2,3 Prodi S1 Teknik Telekomunikasi, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom 1 [email protected], 2 rendy_ [email protected], 3 [email protected] Abstrak Salah satu teknologi wireless yang sangat berkembang saat ini adalah Wireless Sensor Network (WSN). Wireless sensor network terdiri atas sejumlah besar node. Setiap node memiliki kemampuan untuk mengirim, menerima, dan men det - eksi. Ẕi - gbe - e ṯeḻah menyediakan layer network u ṉṯuk - apḻika- si W ireless Sensor Network (WSN), sehingga mampu melakukan pengiriman data secara multihop menggunakan metode routing yang ada menuju ke coordinator. Hal ini diperlukan karena dalam aplikasi real di WSN terdapat masalah yaitu jarak jangkauan antar node yang terbatas serta suplai energi yang terbatas. Oleh karena itu, diperlukan sebuah metode routing agar dapat mengatasi masalah tersebut dan mencari rute alternatif ke coordinator. DSR dan OLSR adalah salah satu metode routing pada wireless ad-hoc routing yang dinilai cocok pada WSN karena topologinya yang dinamis dengan energi yang terbatas. Tugas akhir ini menganalisis perbandingan kinerja dua protokol wireless ad-hoc routing DSR dan OLSR. Analisis perbandīng -dilākū- kān -- m -... ė. lalui simulasi dengan bān- tūan - software Network Simulator 2.35 dan VirtualBox. Simulasi jaringan menggunakan standard Zigbee/EEE dengan penggunaan topologi hybrid. Analisis dan simulasi yang dilakukan akan menghasilkan nilai parameter performance metrics berupa delay, throughput, packet loss dan energy consumption. Skenario yang digunakan dalam simulasi adalah perubahan ukuran paket data yang dikirim dan penambahan durasi simulasi. Berdasarkan hasil simulasi pada skenario yang sudah ditentukan, protocol routing DSR secara keseluruhan mempunyai nilai performance metrics yang lebih baik dibandingkan dengan routing protocol OLSR. Dimana ḏeṉ.. gan \. melihat hasil nilai throughput (.--- yang lebih tinggi, packet loss yang lebih rendah serta energy consumption yang lebih sedikit dibandingkan routing protocololsr, meskipun nilai delay pada OLSR lebih baik. Maka protocol ro uting yang lebih baik untu k diterapkan pada WSN adalah DSR. Kata kunci : WSN, OLSR, DSR, delay, throughput, packet loss, energy consumption, Zigbee, EEE Abstract One of a wireless technology that very thriving now is Wireless Sensor Netwo / rk (WSN). Wireless Sensor Network consists of large number of nodes. Every nodes have the ability to send, received, i and to detect. Nodes will move free as long as in network. Zigbee provides layer network for applicati on in Wireless Sensor Network (WSN), so it is able to send the data with multihop using routing method (Route Discovery) to the coordinator. t is necessary because in implementation of WSN, some problem will occur such as the limited distance among the nodes and the limited energy supply. Therefore, it is necessary to find the right routing method to solve the problem and find alternative route to coordinator. DSR and OLSR is one of the routing method in wireless ad-hoc routing that considered suitable for WSN due to the topology dynamic and operate with limited energy. This final project analyzes the comparative performance of two protocol wireless ad-hoc routing DSR and OLSR. Comparative analysis is done through simulation using Network Simulator 2.35 and VirtualBox. The network simulation using standarḋ _ Ż... i..ġ..ḃee/eee wi.ṫ.., ḣ hybrid topology. Analyzes and simulation which is done will be provide performance metrics such as delay, throughput, packet loss, and energy consumption. Scenario used is measurement change of packet size on transmitted data and addition of duration simulation. Based on the results of simulations with scenario used, protocol routing DSR overall which are shown by the performance metrics is better than protocol routing OLSR. Which have better throughput, better packet loss, and fewer energy consumption that needed, eventhough OLSR have better result in delay. That means that protocol routing DSR more efficient than OLSR to use in application on WSN. Keywords: WSN, OLSR, DSR, delay, throughput, packet loss, energy consumption, Zigbee, EEE
2 SSN : e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 216 Page Pendahuluan Teknologi saat ini berkembang dengan sangat pesat, terutama dalam hal bidang telekomunikasi. Pada telekomunikasi perkembangan teknologi berkembang dengan cepat seperti semakin banyaknya teknologi-teknologi dalam telekomunikasi yang sekarang menggunakan teknologi wireless. WSN atau Wireless Sensor Network merupakan sebuah jaringan node yang kecil, murah, dan ringan yang dapat terdistribusi dengan node lainnya yang tersebar secara luas tetapi dengan pengolahan data yang terbatas. Dalam kinerja-nya Wireless Sensor Network membutuhkan sebuah routing protokol yang berguna untuk memaksimalkan kinerja Wireless Sensor Network tersebut. Routing protokol itu sendiri merupakan sebuah komunikasi antar node dan router yang berguna untuk mensharing informasi suatu jaringan. Dalam wireless routing ada dua jenis routing protokol yaitu routing protokol reaktif dan proaktif. Pada setiap jenis reaktif maupun proaktif mempunyai banyak beberapa metode yang dikembangkan. Pada penelitian ini routing protocol akan menggunakan salah satu dari setiap jenis routing protokol yang ada yaitu Optimized Link State Routing (OLSR), yang termasuk dalam routing protokol proaktif dan Dynamic State Routing (DSR), yang termasuk dalam routing protokol reaktif. OLSR yang mempunyai sifat perutingan proaktif akan membuat jalur dari routing tabel-nya y- sendiri untuk membuat sebuah rute jika dibutuhkan atau tersedianya rute tiap waktu untuk komunikasi. Sedangkan pada DSR sesuai dengan sifat perutingan reaktif dimana tiap node sumber yang ada akan menentukan rute paket mana yang akan dikirim ke node tujuan dan memilih rute yang terbaik dengan node yang ikut berpengaruh dalam pengiriman data. Zigbee adalah salah satu standar yang menyediakan infrastruktur jaringan yang diperlukan untuk aplikasi WSN. Untuk dua layer terbawah, Zigbee mengadaptasi dari standar EEE /LR-WPAN yang mendefinisikan physical layer dan MAC layer sedangkan Zigbee menambahkan network layer dan application layer[4]. Tiap node harus mengirimkan informasi kepada zigbee coordinator (ZC) yang berperan sebagai pusat pengendalian dan informasi dalam jaringan WSN. Standar Zigbee telah menyediakan layer network, sehingga mampu melakukan pengiriman data secara multihop dari zigbee end device (ZED) melalui zigbee router (ZR) menggunakan metode perutingan (route discovery) menuju ke zigbee coordinator (ZC). Hal ini diperlukan karena dalam aplikasi WSN terdapat masalah yang antara lain jarak jangkauan antar node (radius) yang terbatas dan juga suplai energi yang terbatas[6]. Namun, metode ruting tersebut kurang efisien karena rute pengiriman data menuju zigbee coordinator relatif sedikit, selain itu memungkinkan terdapat node yang akan terisolasi / tidak dapat mengirimkan data menuju zigbee coordinator ketika terdapat zigbee router yang break down (mati)[6]. --.""'\ r: Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan sebuah metode routing agar dapat mengatasi masalah yang ada serta mencari alternatif rute ke coordinator. D SR dan OLSR adalah salah f satu metode routilng protocol pada wireless routing dan dapat digunakan pada WSN. Pad a tugas akhir ini akan dilak ukan simulasi dan analisa nilai performance metrics (delay, throughput, packet loss, dan energy consumption), untuk mencari metode routing protocol mana yang paling efisien. 2. Landasan Teori Wireless sensor network mempunyai tiga komponen utama yaitu sensor, actuator, dan transducer. Sensor ini sendiri merupakan sebuah perangkat keras computer (hardware) ma upun perangkat (device) yang bertugas untuk melakukan respon terhadap hasil pemindaian yang mereka lakukan kepa da lingkungan sekitar, dalam bentuk stimulus panas, cahaya, tekanan, dan lain sebagai nya. Actuator merupaka Ī n sebuah perangkat yang bertugas untuk menampilkan keluaran (output) dari inputan y ang diterima oleh sensor.! ' ' / / Gambar. 1 Arsitektur Sederhana WSN Pada arsitektur terdapat setiap node pada WSN, umumnya memiliki beberapa system yaitu sensing, processing, komunikasi, dan power. Dengan adanya dari tiap system tersebut maka hal yang sangat perlu diperhatikan adalah bagaimana caranya agar system tersebut dapat menghasilkan jaringan WSN dengan baik. Pada system terdapat bagian yang sangat penting yaitu system processor karena berfungsi sebagai performansi jaringan ataupun konsumsi energinya. Processor yang dapat digunakan pada WSN adalah diantaranya microcontroller, digital signal processor, application specific C, dan lainnya. Pada WSN, node sensor disebar dengan tujuan untuk menangkap adanya gejala atau fenomena yang hendak diteliti. Jumlah node yang disebar dapat ditentukan sesuai kebutuhan dan tergantung beberapa faktor misalnya luas area, kemampuan sensing node, kemampuan jangkauan (radius) node dan sebagainya. Tiap node memiliki kemampuan untuk mengumpulkan data dan merutingkannya menuju ke Base Stasion atau sink node serta berkomunikasi dengan node lainnya yang diperbolehkan. Node sensor dapat mengumpulkan data dalam jumlah yang besar dari gejala yang timbul dari lingkungan sekitar. [9]
3 SSN : e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 216 Page Routing Protocol Routing protocol pada WSN sendiri ada dua jenis yaitu routing protokol reaktif dan routing protokol proaktif. Routing protokol itu sendiri merupakan sebuah aturan untuk menentukan bagaimana sebuah router dapat berkomunikasi antar satu dengan yang lainnya dan membuat rute mana yang akan dipilih oleh paket saat pengiriman data. Dari tiap jenis protokol sendiri dapat dibagi lagi menjadi tiap jenis dimana tiap jenisnya memiliki kemampuan yang berbeda-beda Reactive (On-Demand Routing Protocol) Pada reactive routing protocol bekerja ketika dibutuhkan. Ketika node ingin mengirimkan paket data ke node lain, reactive routing protocol akan bekerja mencari dan menetapkan jalur yang tepat dengan koneksi stabil dengan cara awalnya node asal melakukan broadcast request sampai request tersebut ke node tujuan, kemudain node tujuan membalas dengan mengirimkan replay. Dari proses inilah ditentukan mana jalur yang akan digunakan untuk mengirimkan data Proactive (Table Driven Routing Protocol) Pada proaktif routing protocol, masing-masing node memiliki routing table yang lengkap. Artinya sebuah node akan mengetahui semua route ke node lain yang berada dalam jaringan tersebut. Setiap node akan melakukan update routing table yang dimiliki secara periodik sehingga perubahan topologi jaringan dapat diketahui setiap interval waktu tersebut. Contoh proaktif routing protocol adalah DSDV (Destination Sequenced Distance Vector), CSGR (Clustherhead Gateway Switch Routing), dan WRP (Wireless Routing Protocol). 2.3 Dynamic Sourcē Rōutīng -(DSṞ) DSR adalah sebuah routing protokol reaktif yang menjangkau dan merawat tiap rute antar node. Dalam rute yang terjangkau, DSR dapat merute-kan paket dalam jaringan dengan banyak. Setiap node yang menerima paket ini, pertama akan menambahkan alamat dan mem-forward paket ke node tujuan. Ketika node tujuan atau sebuah node sudah mempunyai rute tujuan yang sesuai dengan rute diminta, maka akan dibalas dan sebuah rute akan dimuat. Setiap paket yang melalui rute yang dimuatkan tersebut, tiap node akan meyakinkan bahwa link tersedia antara node itu sendiri dan node tujuan. Dalam protocol DSR (Dynamic Source Routing) terdapat dua mekanisme yang bekerja yaitu route discovery dan route maintenance. Routing discovery merupakan keadaan dimana sebuah node sumber akan mengirimkan \ paket ke node tujuan, dengan keadaan tanpa mengetahui route node sebelumnya. Sedangkan route maintenance adalah suatu keadaan dimana node sumb er sudah mengetahui route mana yang akan dilalui untuk mengirimkan paket ke node tujuan dan menentukan apa kah route tersebut masih dapat dilalui atau tidak. Jika suatu jalur yang akan dilalui untuk mengirimkan paket ke node tujuan diketahui tidak layak atau rusak, maka node sumber dapat menggunakan route yang lain yang sudah diketahui oleh node sumber sebelumnya atau melakukan route discovery lagi. Dalam algoritma DSR cara kerjanya adalah pada awalnya node sumber akan melakukan route discovery dengan mengirimkan paket yaitu paket Route Request (RREQ) ke node tetangga yang ada. Saat node tetangga tersebut menerima RREQ dari node sumber, maka node tetangga akan mengirimkan paket tersebut ke node tetangganya yang... belum menerima RREQ dari node sumber. Apabila dari node tetangga tersebut menerima dua paket RREQ, maka \ salah satu dari paket RREQ tersebut akan dibuang. Selanjutnya akan / terus seperti itu, dengan paket yang selalu bergerak dan diteruskan melalui node perantara sampai ke node tujuan. Saat paket RREQ sudah sampai ke node tujuan, maka node tujuan akan mengirimkan kembali paket tersebut yang disebut paket Route Reply (RREP) melalui rute yang memungkinkan yang sudah dilalui saat proses route discovery oleh node sumber. Dalam proses pengiriman balik paket RREP, node sumber akan menerima beberapa paket RREP dari beberapa route yang didapat saat proses route discovery untuk ke node tujuan. Setelah menerima route yang didapat dari paket RREP, maka akan dipilih route mana yang paling optimal dan efisien. Untuk route paket yang lain akan tetap disimpan. Jika suatu node mengalami masalah, maka node tersebut akan mengirim paket error ke node sumber awalnya. Setelah mengetahui adanya node yang mengalami masalah node sumber akan mencari route yang lain yang sebelumnya sudah didapatkan saat uk digunakan pengiriman paket ke node tujuan. RREQ;&!! - ṟ - o - u - te discove - r - y - u - ṉ - ṯ - -..,/ / RRE RRE RREQ:A,B C RRE RRE A R RRE RREQ:A,E.F,G drre RRE Gambar 2. RREQ Broadcast Gambar 3. RREP Broadcast
4 SSN : e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 216 Page Optimized Link State Routing (OLSR) Optimized Link State Routing (OLSR) protokol termasuk dalam routing protokol proaktif. Salah satu kunci adalah dengan mengurangi kontrol yang overhead dengan mengurangi jumlah broadcast dibandingkan dengan mekanisme aslinya. Konsep dasar pertama dalam mendukung ide ini dalam OLSR adalah Multi Point Relays (MPRs). MPRs mengacu untuk memilih router yang bisa mem-forward pesan dalam proses yang berlebih. Untuk mengurangi ukuran dari pesan broadcast, setiap router akan memilih perangkat yang kecil dari sekitarnya [5]. MPR merupakan suatu node yang dipilih untuk melakukan forwarding yaitu berupa broadcast message selama proses pembanjiran (flooding). Teknik ini mengurangi akan ada bebannya overhead tidak seperti saat flooding awal biasa, dimana setiap node yang sudah menerima pesan dari awal akan melakukan pengiriman ulang terusmenerus. Konsep dasar yang kedua adalah meminimalisir jumlah control message yang ada di jaringan. Lalu yang ketiga, MPR akan memberitahu route jalur mana saja yang sudah atau hanya terhubung dengan MPR lainnya. Sehingga saat melakukan pengiriman paket jalur-jalur tersebut yang akan digunakan untuk pengiriman. pada jangkauan wireless-nya. Hal ini dilakukan akan dapat terhubu ng dengan satu sama lain antar tetangga 2- hopnya. OLSR menggunakan pesan HELLO-nya sebagai tanda oleh MPR selector. \.. 3. Desain Topologi Ja r, ingan Gambar 4. Link State Classic and OLSR MPR atau Multi Point Relay untuk mengurangi terjadinya flooding saat pengiriman paket pada jaringan dengan meminimalisir akan adanya pengulangan pada node yang sama. Node sumber akan memilih beberapa node tetangga yang ada yang akan dijadikan sebagai MPR. Untuk dapat melakukan pengiriman ke node tujuan, maka tiap node akan memiliki sejumlah node MPR yang disebut dengan MPR selector. MPR selector ini yang nantinya akan digunakan untuk meneruskan pesan ke node lainnya. Untuk no ( de ỵ. a- ng tidak dipilih sebagai MPR selector akan tetap menerima pesan paket yang dibroadcastkan tetapi node tersebut tidak akan meneruskan dan mengirim ulang paket tersebut. Setiap node akan memilih salah satu MPR-nya,' diantara sekian banyak 1-hop yang berada 2.5 NS-2 (Network Simulator) Network simulator merupakan alat simulasi jaringan yang bersifat open source yang banyak digunakan untuk mempelajari struktur dinamik dari jaringan komunikasi. NS2 pertama kali dibangun sebagai varian dan real network simulator pada tahun 1989 di Cali fornia. Sejak tahun 1995 D ARPA mendukung pembangunan NS untuk proyek Virtual nter Network Testbed (VN T) dan sekarang Nationa/ l Science Foundation (N SF) bergabung untuk pengembangannya. \\ )! Desain yang akan digunakan pada tugas akhir ini adalah perpaduan antara star dan mesh yang dapat dilihat pada Gambar 5. Y\ /o t _...o -. <,]::::, /. o : ZigBee Coordinator (FFD) \ / O ZigBee Router (FFD) ZigBee End Device (RFD or FFD) - Link ++ Star link. / Gambar 5. Topologi Jaringan WSN <: /.o o/ \ o dalam topologi jaringan tersebut terdapat tiga peran node yaitu zigbee coordinator (ZC), zigbee router (ZR) dan zigbee end device (ZED) yang fungsi masing masing node tersebut telah dijelaskan pada bab sebelumnya. ZED
5 SSN : e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 216 Page 4481 dapat berkomunikasi dan mengirimkan data langsung ke ZC atau menuju ZED melalui ZR, tetapi tidak bisa berkomunikasi pada sesama ZED. Sedangkan ZR dapat menerima data dari ZED dan sesama ZR untuk disampaikan
6 SSN : e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 216 Page 4482 kepada ZC. Antara ZED dengan ZR dan ZC dengan ZR topologinya adalah star, sedangkan hubungan antara sesama ZR topologinya adalah mesh. 3.1 Simulasi Jaringan Modul/Library EEE /Zigbee dalam NS-2 merupakan hasil pengembangan bersama antara Samsung Laboratory and The City University of New York yang telah disertakan mulai NS-allinone-2.27, apabila menggunakan NS-allinone versi sebelum 2.27, maka harus mempatch modul tersebut supaya NS-2 tersebut mendukung EEE pada tugas akhir ini telah menggunakan Ns-allinone-2.31 maka hal itu tak perlu dilakukan. Tabel 2. Parameter Simulasi Parameter Value Tipe kanal WirelessChannel Model Propagasi Radio TwoRayGround Tipe interface Jaringan nterface queue Link Layer Model Antena PriQueue LL OmniAntena Maks paket pada ifq 15 Mobilitas Node Static Dimensi ṟua-ṇ\g simulasi 3 x Protocol routing i DSR, OLSR nitial energy 1377 Tipe trafik CBR Packet transmitting protocol UDP dle power.55 2 watt Transmit power watt Receive power Data Rate Number Of Node Phy/WirelessPhy set CSThres Phy/WirelessPhy set RXThres.648 watt 25 Kbps 49 node e ter m - 1 meter 3.2 Perhitungan Besar Energy yang Digunakan Perhitungan energi awal atau initial energy didapatkan dari asumsi bahwa batere yang digunakan oleh node adalah Alkalin AA dengan besar tegangan adalah 1.5v dan arus yang diset konstan sebesar 15mA. Batere tersebut memiliki waktu hidup sekitar 17 jam Energi(dalam Joule) = Power(dalam Watt) x (dalam detik) Energi(dalam Joule) = Power(1.5 x ) Watt x (17 x 6 x 6)detik
7 SSN : e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 216 Page 4483 Energi = 1377 Joule Perhitungan besar energi saat mengirimkan paket digunakan arus sebesar 31mA dan tegangan sebesar 2.4 V sehingga besar daya yang dipakai dapat dihitung sebagai berikut: txpower = 31 ma x 2.4V
8 SSN : e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 216 Page 4484 txpower =.744 Watt perhitungan besar energi saat menerima paket dengan ukuran yang sama. Arus yang digunakan sebesar 27mA dan tegangan sebesar 2.4V sehingga besar daya yang dipakai adalah: rxpower = 27mA x 2.4V rxpower =.648 Watt perhitungan besar energi saat kondisi node setiap sleep atau iddle digunakan arus sebesar 2.3uA dan tegangan sebesar 2.4V sehingga daya yang dipakai adalah: idlepower = 2.3uA x 2.4V idlepower =.552 watt 4. Simulasi dan Analisis Pada bab ini akan dibahas analisis dari hasil simulasi yang telah dilakukan dengan simulator NS2.35. Analisis yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui performansi metrics dari setiap tipe persebaran node. Pada tugas akhir ini akan dilakukan beberapa skenario yaitu : 1. Penambahan Ūkurān aket dāri bȳtēs 7 bytes dan 8 bȳ- tēs -- P c-, 2. Penambahan durasi simulasi secara bertahap sebanyak 2s dari 1s hingga 2s. 4.1 Perfromance Metrics Throughput (Kbps) Delay (ms) \ DSR OLSR Delay (ms) ( G ambar 6. Grafik Delay Throughput (Kbps) bytes 7 bytes 8 bytes DSR OLSR Dari Gambar 4, dapat dilihat grafi k hasil simulasi rata rata tiap node skenario untuk parameter delay. Berdasarkan grafik tersebut untuk scenario dengan bertambahnya ukuran paket yang dikir!m dari 6 bytes, 7 bytes dan 8 bytes, semakin bertambahnya ukuran paket maka delay yang ada akan semakin! bertambah dengan / semakin besarnya ukuran paket yang dikirim. Nilai delay tertinggi pada DSR ada pada 8 bytes dengan ms sedangkan pada OLSR nilai tertinggi 6 bytes dengan Untuk nilai delay terendah pada DSR ada pada 6 bytes dengan dan nilai terendah untuk OLSR ada pada 7 bytes dengan bytes 7 bytes 8 bytes DSR OLSR DSR OLSR Gambar 7. Grafik Throughput Dalam grafik yang ditunjukkan pada Gambar 7, untuk skenario dengan perubahan dursai simulasi akan terlihat bahwa semakin lama durasi yang dilakukan makan nilai throughput yang diterima juga akan semakin besar. Hal ini disebabkan oleh semakin lama waktu yang disimulasikan makan paket data yang dikirim
9 SSN : e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 216 Page 4485 dari node sumber ke node tujuan akan semakin banyak sehingga nilai throughput yang dihasilkan akan semkain bertambah.
10 SSN : e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 216 Page 4486 Packet Loss (%) bytes 7 bytes 8 bytes Packet Loss (%) DSR OLSR DSR OLSR Gambar 8. Grafik Packet Loss Pada Gambar 4.3 menunjukkan perbandingan rata - rata packet loss tiap perubahan ukuran paket dengan besarnya throughput dalam persen (%) yang terjadi pada skenario. Besarnya nilai packet loss ini tergantung dari nilai throughput yang telah dibahas pada sub bab sebelumnya. Nilai packet loss terbesar pada routing DSR pada 8 bytes dengan nilai % dan pada routing OLSR pada 8 bytes dengan nilai %. Untuk packet loss terendah yang didapat dengan routing DSR ada pada 6 bytes dengan nilai % dan dengan routing OLSR pada 7 bytes yaitu %. Energy (Joule) r bytes 7 bytes 8 bytes DSR OLSR Energy (Joule) i l DSR OLSR Gambar 9. Grafik Energy Dari Gambar 4.4 dan Tabel 4.4, dapat dilihat grafik hasil simulasi rata rata tiap node skenario 1 untuk parameter energy con sumption. Berdasarkan ' grafik tersebut utuk sken' ario dengan perubahan ukuran paket pada yang dibutuhkan dala\ m, pengiriman paket ter sebut. Nilai terḃedȧr ada pada 8 bytes dengan : nilai J dan routing protocol DSR dan OLSR semakin besar nilai ukuran paket yang dikirim maka akan sefmakin besar energi \\ J. Dari tabel 4.8 diatas dapat dilihat ba hwa sema -- ḵiṉ l- a ma durasi simulasi yang dilakukan maka nilai energy yang dibutuhkan dalam setiap pengiriman paket akan semakin besar hal ini disebabkan karena paket data yang dikirim dari node sumber ke node tujuan semakin banyak oleh karena itu energy yang dibutuhkan tiap node akan semakin besar. 5. Kesimpulan Setelah melakukan simulasi (percobaan) penggunaan routing protocol OLSR dan DSR pada WSN dengan Network Simulator 2 (NS-2) untuk beberapa skenario yang telah dijelaskan sebelumnya pada bab, maka dapatdiambil kesimpulan dari hasil simulasi tẹ.. ṛ.. ṣ... ẹ... but. - _, 1. Proses pemetaan dan peletakkan node (ZED, ZR dan ZC) di dalam WSN akan sangat menentukan
11 SSN : e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 216 Page 4487 performansi jaringan tersebut. Beberapa hal yang mempengaruhi dalam peletakkan node tersebut adalah luas coverage area sensor, jumlah node yang dimiliki untuk digunakan dalam jaringan, dan seberapa luas radius tiap node untuk menjangkau node yang lain agar dapat berkomunikasi. 2. Berdasarkan skenario ukuran paket data yang dikirim dan skenario penambahan durasi simulasi, secara keseluruhan routing protocol DSR lebih baik diterapkan pada Wireless Sensor Network. Dilihat dari nilai throughput yang lebih baik, packet loss yang lebih sedikit dan membutuhkan energy consumption yang lebih sedikit. Sedangkan untuk delay, OLSR mempunyai delay yang lebih baik dibandingkan DSR. Hal ini disebabkan kemungkinan adanya broken link saat pengiriman data atau adanya buffer sehingga paket harus dikirim ulang. Kapasitas buffer pada masing-masing node ditunjukkan oleh kode FQ.
12 SSN : e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 216 Page Dengan analisis dan simulasi yang sudah dilakukan pada tugas akhir ini, dengan analisis WSN topologi hybrid pada routing protocol DSR dan OLSR menggunakan standard EEE , bahwa routing protocol DSR lebih baik dalam hal pengaplikasiannya. Hal ini dapat dilihat dalam performance merics (delay, throughput, packet loss, dan energy consumption) DAFTAR PUSTAKA [1] Al-Obaisat, Yazeed, Braun, & Robin. (214). On Wireless Sensor Networks: Archtectures, Protocols, Application, adn Management. [2] Ananto, R., Jusak, & Sukmaaji, A. (213). Analisis PErbandingan Kinerja Protokol On-Demand Routing Pada Jaringan Sensor Nirkabel Ad Hoc. Journal od Control and Network Systems. [3] Andreas. (214, July). Proactive and Reactive Protocols. Retrieved from [4] Azinar, A. W., & - Sari -, D. - N. ( ) -. Ānā - lisis Ṗ. erbandingan Roū--tīn-g Protokōl ŌL- SR - dan ḠRP Pada Wireless Sensor Network. Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan. [5] Borean, C. (15 Desember 28). Zigbee Wireless Sensor Networks. Makalah disajikan pada ETS Wireless Factory Workshop. [6] Dewi, K. S. (211). Analisis Penggunaan Protocol Routing AODV pada Wireless Sensor Network [7] Enggar, S. P. (28). Analisa Algoritma Leach Pada Jaringan Sensor Nirkabel. [8] Huhtonen, A. (24). AODV and OLSR Routing Protocols. Telecommunication Software and Multimedia Laboratory. [9] Kaponias Alexandros, V. K. (214). Simulation and Performance Comparison Among Different Routing Protocols for Wireless Sensor Networks. nternal Journal of Sciencific & Engineering Research. -. /.: l [1] Kim, S.-y., Guizide, O., & Cook, S. (29). Towards an Optimal Network Topology in Wireless Sensor Networks. [11] Mrs. A. Narmada, D. P. (211). Performance Comparison of Routi ng Protocols For Zigbee WPAN. JCS Nternational Journal of Computer Science ssues. [12] Purwoko, S. (211). Optimasi Kinerja Protokol Routing Ad Hoc On Demand Distance. [13] Ramesh.Y, P. d. (July, 215). Performance Analysis of Routing Algorithms: AODV, DSDV, OLSR, DSR in WPAN. nternational Journal & Magazine of Enggineer Technology, Management and Research. [14] Satrio, A. (216). ANALSS PENGARUH POLA PENYEBARAN NODE PADA JARNGAN SENSOR. [15] Shivlav Mewada, ' P. S. (216). Simulation Based Performance Analysis od DSDV, OLSR',' and DSR Routing Algorithm in Wireless Personal Area Network Using NS-2. Research Journal of Computer and nformation....:»: Technology Scie\ n\ ces. / [16] Swati Dahwan, V. S. (213). Optimize The Routing Protocol (GRP, OLSR, DSR) Using Opnet & ts Performance Evaluation. July.,/ [17] Tanvir, S., Khan, M.., & Ponsrad, B. (213). Proactive vs Reactive Protocols for Wireless Sensor Network. [18] Vera Suryani, Y. S. ( 215). Analis ' is Performansi Protokol Zigbee Pada Jaringan Wireless Pesonal Area Network (WPAN). <; > [19] Vlajic, D. S. (28). Performance Of EEE in Wireless Sensor Nirkabel With A Mobile Sink mplementing Various Mobility Strategies.
Kata kunci : WSN, OLSR, DSR, delay, throughput, packet loss, energy consumption, Zigbee, IEEE
ANALISIS SIMULASI TOPOLOGI HYBRID PADA WIRELESS SENSOR NETWORK MENGGUNAKAN PROTOKOL ROUTING OPTIMIZED LINK STATE ROUTING DAN DYNAMIC SOURCE ROUTING ANALYSIS SIMULATION HYBRID TOPOLOGY FOR WIRELESS SENSOR
ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMANSI PROTOKOL ROUTING AODV DAN DSDV PADA WIRELESS SENSOR NETWORK
ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMANSI PROTOKOL ROUTING DAN PADA WIRELESS SENSOR NETWORK COMPARATIVE ANALYSIS OF AND ROUTING PROTOCOLS PERFORMANCE ON WIRELESS SENSOR NETWORK Justisia Satiti 1, Indrarini Dyah
ANALISIS KINERJA PROTOKOL REAKTIF PADA JARINGAN MANET DALAM SIMULASI JARINGAN MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR DAN TRACEGRAPH
ANALISIS KINERJA PROTOKOL REAKTIF PADA JARINGAN MANET DALAM SIMULASI JARINGAN MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR DAN TRACEGRAPH Bayu Nugroho, Noor Akhmad Setiawan, dan Silmi Fauziati Jurusan Teknik Elektro
BAB I PENDAHULUAN. aplikasi-aplikasi jaringan memerlukan sejumlah node-node sensor terutama untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Jaringan sensor nirkabel (JSN) sangat penting sejak kebanyakan aplikasi-aplikasi jaringan memerlukan sejumlah node-node sensor terutama untuk area yang tidak
1 BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1-1. Hybrid Ad Hoc Wireless Topology
1.1 Latar belakang masalah 1 BAB I PENDAHULUAN Jaringan hybrid wireless ad hoc adalah gabungan antara jaringan infrastruktur dengan MANET yang memungkinkan adanya node yang bergerak bebas/mobile yang dapat
ANALISIS KINERJA PROTOKOL ROUTING AODV DAN OLSR PADA JARINGAN MOBILE AD-HOC
ANALISIS KINERJA PROTOKOL ROUTING AODV DAN OLSR PADA JARINGAN MOBILE AD-HOC SONY CANDRA D. NRP 5104 100 008 Dosen Pembimbing Ir. Muchammad Husni, M.Kom. JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA Fakultas Teknologi Informasi
ABSTRAK. Kata kunci: DSR, Manet, OLSR, OPNET, Routing. v Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK MANET (Mobile Ad Hoc Network) merupakan jaringan nirkabel yang terdiri dari beberapa mobile node yang saling menghubungkan antar mobile node. Jaringan MANET merupakan jaringan yang bergerak atau
Simulasi dan Pengkajian Performa Vehicular Ad Hoc Network
Simulasi dan Pengkajian Performa Vehicular Ad Hoc Network Aletheia Anggelia Tonoro 1, Hartanto Kusuma Wardana 2, Saptadi Nugroho 3 Program Studi Sistem Komputer Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer
Evaluasi Pervormance Dari AODV Routing Protokol Pada Jaringan Ad Hoc Dengan Testbed
Evaluasi Pervormance Dari AODV Routing Protokol Pada Jaringan Ad Hoc Dengan Testbed Eri Sugiantoro Laboratory for Telecommunication Networks Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya 60111 Tel
Studi Kinerja Multipath AODV dengan Menggunakan Network simulator 2 (NS-2)
A652 Studi Kinerja Multipath AODV dengan Menggunakan Network simulator 2 (NS-2) Bima Bahteradi Putra dan Radityo Anggoro Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pergeseran perkembangan teknologi dimulai dari teknologi bersifat tetap dan sekarang mulai bergeser menuju teknologi bersifat mobile. Untuk teknologi mobile tidak terlepas
ANALISA PERFORMANSI DYNAMIC SOURCE ROUTING (DSR) PADA WIRELESS AD HOC NETWORK
ANALISA PERFORMANSI DYNAMIC SOURCE ROUTING (DSR) PADA WIRELESS AD HOC NETWORK Didik Purwanto 1, Dr.Rendy Munadi, Ir, MT. 2, Yudha Purwanto,S.T. 3 1,2,3 Jurusan Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi nirkabel terus berkembang lebih maju, dan peluang penggunaanya semakin menyebar secara luas. Dengan mudahnya kita bisa menemukan tempat
IMPLEMENTASI KOLABORASI NODE PADA SISTEM KOMUNIKASI AD HOC MULTIHOP BERBASIS JARINGAN SENSOR NIRKABEL
IMPLEMENTASI KOLABORASI NODE PADA SISTEM KOMUNIKASI AD HOC MULTIHOP BERBASIS JARINGAN SENSOR NIRKABEL Oleh : Angga Galuh Pradana 2204 100 005 Pembimbing : Dr. Ir. Wirawan, DEA NIP : 1963 1109 1989 0310
Analisis Kinerja Protokol Ad Hoc On-Demand Distance Vector (AODV) dan Fisheye State Routing (FSR) pada Mobile Ad Hoc Network
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-issn: 2548-964X Vol. 2, No. 7, Juli 2018, hlm. 2626-2636 http://j-ptiik.ub.ac.id Analisis Kinerja Protokol Ad Hoc On-Demand Distance Vector ()
Implementasi Kolaborasi Node Pada Sistem Komunikasi Ad Hoc Multihop Berbasis Jaringan Sensor Nirkabel
Implementasi Kolaborasi Node Pada Sistem Komunikasi Ad Hoc Multihop Berbasis Jaringan Sensor Nirkabel Angga Galuh Pradana 2204100005 Jurusan Teknik Elektro-FTI, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kampus
BAB I PENDAHULUAN. nirkabel dan merupakan turunan dari MANET (Mobile Ad hoc Network). Tujuan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Vehicular Ad hoc Network (VANET) termasuk dalam jaringan komunikasi nirkabel dan merupakan turunan dari MANET (Mobile Ad hoc Network). Tujuan dasar VANET adalah untuk
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Jaringan Nirkabel Jaringan nirkabel atau dikenal dengan jaringan wireless adalah jaringan komunikasi yang tidak memerlukan kabel sebagai media transmisinya. Pada jaringan nirkabel
DESAIN DAN ANALISA MANAJEMEN KONSUMSI DAYA PADA WSN UNTUK SISTEM MONITORING KESEHATAN STRUKTUR (SMKS) JEMBATAN
DESAIN DAN ANALISA MANAJEMEN KONSUMSI DAYA PADA WSN UNTUK SISTEM MONITORING KESEHATAN STRUKTUR (SMKS) JEMBATAN Faridatun Nadziroh 1, Eko Setijadi 2 dan Wirawan 3 1 Program Teknik Informatika, Universitas
BAB 3 ANALISIS. Pada penelitian ini akan dilakukan simulasi sistem pelacakan (tracking) dengan
BAB 3 ANALISIS 3.1 Pendahuluan Pada penelitian ini akan dilakukan simulasi sistem pelacakan (tracking) dengan menggunakan teknologi Mobile Ad Hoc Network. Simulasi akan dilakukan berdasarkan beberapa skenario
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi berkembang dengan pesatnya, kebutuhan masyarakat akan komunikasi dan mengakses informasi pun semakin mudah. Perangkat mobile
Implementasi Wireless Sensor Network Dengan Menggunakan Protokol OLSR pada Arduino Pro Mini dan NRF24L01
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-issn: 2548-964X Vol. 2, No. 11, November 2018, hlm. 4750-4759 http://j-ptiik.ub.ac.id Implementasi Wireless Sensor Network Dengan Menggunakan
BAB I PENDAHULUAN. yang dikerahkan di daerah pemantauan dengan jumlah besar node sensor mikro.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Jaringan sensor nirkabel (JSN) adalah sebuah teknologi interdisipliner yang dikerahkan di daerah pemantauan dengan jumlah besar node sensor mikro. Secara umum
Simulasi Jaringan MANET Dengan NS3 Untuk Membandingkan Performa Routing Protokol AODV dan DSDV
Simulasi Jaringan MANET Dengan NS3 Untuk Membandingkan Performa Routing Protokol AODV dan DSDV Nurhayati Jiatmiko Jurusan Teknik Informatika FTI UII Yogyakarta [email protected] Yudi Prayudi
Pembandingan Kinerja Antara Protokol Dynamic Source Routing Dan Zone Routing Pada Jaringan Ad-Hoc Wireless Bluetooth
Pembandingan Kinerja Antara Protokol Dynamic Source Routing Dan Zone Routing Pada Jaringan Ad-Hoc Wireless Bluetooth Oleh : DICKY RACHMAD PAMBUDI Dosen Pembimbing : Dr.Ir. Achmad Affandi, DEA LATAR BELAKANG
ANALISIS KINERJA PROTOKOL ROUTING AODV DAN OLSR PADA JARINGAN MOBILE AD HOC
ANALISIS KINERJA PROTOKOL ROUTING AODV DAN OLSR PADA JARINGAN MOBILE AD HOC Sony Candra Dirganto, Ir. Muchammad Husni, M.Kom # Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA PROTOKOL DYNAMIC SOURCE ROUTING (DSR) DAN GEOGRAPHIC ROUTING PROTOCOL (GRP) PADA MOBILE AD HOC NETWORK (MANET)
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA PROTOKOL DYNAMIC SOURCE ROUTING (DSR) DAN GEOGRAPHIC ROUTING PROTOCOL (GRP) PADA MOBILE AD HOC NETWORK (MANET) Fitri Amillia 1, Marzuki 2, Agustina 3 1,2,3 Jurusan Teknik
PENGARUH DENSITAS WIRELESS MOBILE NODE DAN JUMLAH WIRELESS MOBILE NODE SUMBER TERHADAP PATH DISCOVERY TIME PADA PROTOKOL ROUTING AODV
PENGARUH DENSITAS WIRELESS MOBILE NODE DAN JUMLAH WIRELESS MOBILE NODE SUMBER TERHADAP PATH DISCOVERY TIME PADA PROTOKOL ROUTING AODV Sunario Megawan STMIK Mikroskil Jl. Thamrin No. 112, 124, 140 Medan
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi komputer membantu semua aspek kehidupan manusia. Contoh nyata dari kemajuan teknologi komputer adalah perkembangan teknologi nirkabel (wireless)
Pembandingan Kinerja Antara Protokol Dynamic Source Routing Dan Zone Routing Pada Jaringan Ad-Hoc Wireless Bluetooth
Pembandingan Kinerja Antara Protokol Dynamic Source Routing Dan Zone Routing Pada Jaringan Ad-Hoc Wireless Bluetooth Dicky Rachmad P, Achmad Affandi Laboratorium Jaringan Telekomunikasi Jurusan Teknik
1 BAB I PENDAHULUAN ULUAN
ULUAN 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan manusia untuk melakukan komunikasi semakin besar dari waktu ke waktu. Saat ini, komunikasi bergerak menjadi kebutuhan komunikasi yang sudah tidak
Protokol Routing Power Efficient Gathering in Sensor Information Systems pada Wireless Sensor Network
Kevin Anggana, Veronica Windha Mahyastuty, Protokol Routing Power Efficient 51 Protokol Routing Power Efficient Gathering in Sensor Information Systems pada Wireless Sensor Network Kevin Anggana 1, Veronica
MILIK UKDW BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Jaringan tanpa kabel (wireless) sebenarnya hampir sama dengan jaringan LAN, akan tetapi setiap node pada WLAN (Wireless Local Area Network) menggunakan wireless
ANALISIS KINERJA POLA-POLA TRAFIK PADA BEBERAPA PROTOKOL ROUTING DALAM JARINGAN MANET
ANALISIS KINERJA POLA-POLA TRAFIK PADA BEBERAPA PROTOKOL ROUTING DALAM JARINGAN MANET Didik Imawan Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Januari 29
PROGRAM STUDI INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BAKRIE JAKARTA
SIMULASI DAN EVALUASI PROTOKOL ROUTING AODV,AOMDV, DAN OLSR PADA VEHICULAR AD HOC NETWORK (VANET) MENGGUNAKAN NS2 DAN SUMO DI SEKITAR JALAN HR RASUNA SAID JAKARTA TUGAS AKHIR Syahrul Hidayat NIM: 1102001027
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini, orang-orang ingin berkomunikasi data/informasi satu sama lain dimana saja dan kapan saja. Tentu saja hal ini tidak dapat dipenuhi oleh teknologi jaringan
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN ANALISIS SIMULASI. Pada saat menjalankan simulasi ini ada beberapa parameter yang ada dalam
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN ANALISIS SIMULASI 4.1 Implementasi Simulasi Pada saat menjalankan simulasi ini ada beberapa parameter yang ada dalam program yang harus diperhatikan, antara lain : 1. sizemobile
Analisis Kinerja Routing Protocol AODV OLSR dan TORA Terhadap Stabilitas Jaringan Pada Mobile Ad hoc Network (MANET) Berbasis IPv6
Analisis Kinerja Routing Protocol AODV OLSR dan TORA Terhadap Stabilitas Jaringan Pada Mobile Ad hoc Network (MANET) Berbasis IPv6 Shinta Widyaningrum, Muhammad Salman Departemen Teknik Elektro, Fakultas
Implementasi Routing Protocol DSR pada Skenario Mobility Random Waypoint dengan menggunakan Propagasi Nakagami
A396 Implementasi Routing Protocol DSR pada Skenario Mobility Random Waypoint dengan menggunakan Propagasi Nakagami Hasbi As Shiddi Qi, Radityo Anggoro, Muchammad Husni Departemen Teknik Informatika, Fakultas
BAB V IMPLEMENTASI DAN HASIL SIMULASI
BAB V IMPLEMENTASI DAN HASIL SIMULASI 5.1 Implementasi Simulasi Kinerja jaringan Adhoc sebagian besar dipengaruhi oleh letak geografis wilayah, banyaknya faktor yang mempengaruhi membuat pengiriman data
Studi Perbandingan antara Dynamic Routing dan Greedy Routing Pada Pengiriman Data Jaringan Sensor Nirkabel
Studi Perbandingan antara Dynamic Routing dan Greedy Routing Pada Pengiriman Data Jaringan Sensor Nirkabel Dani Priambodo 2207 100 538 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi
ANALISIS PENGARUH POLA PENYEBARAN NODE PADA JARINGAN SENSOR NIRKABEL ANALYSIS THE EFFECT OF NODE DEPLOYMENT IN WIRELESS SENSOR NETWWORK
ANALISIS PENGARUH POLA PENYEBARAN NODE PADA JARINGAN SENSOR NIRKABEL ANALYSIS THE EFFECT OF NODE DEPLOYMENT IN WIRELESS SENSOR NETWWORK Ari Satrio 1,Dr. Ir. Rendy Munadi, M.T. 2,Ratna Mayasari, S.T., M.T.
OPTIMASI OLSR ROUTING PROTOCOL PADA JARINGAN WIRELESS MESH DENGAN ADAPTIVE REFRESHING TIME INTERVAL DAN ENHANCE MULTI POINT RELAY SELECTING ALGORITHM
OPTIMASI OLSR ROUTING PROTOCOL PADA JARINGAN WIRELESS MESH DENGAN ADAPTIVE REFRESHING TIME INTERVAL DAN ENHANCE MULTI POINT RELAY SELECTING ALGORITHM Faosan Mapa, Supeno Djanali, Ary Mazharuddin S. Fakultas
Implementasi Routing Protocol DSR pada Skenario Mobility Random Waypoint dengan menggunakan Propagasi Nakagami
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2, (217) ISSN: 2337-3539 (231-9271 Print) A-49 Implementasi Routing Protocol DSR pada Skenario Mobility Random Waypoint dengan menggunakan Propagasi Nakagami Hasbi As Shiddi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Vehicular Ad-hoc Network (VANET) merupakan perkembangan dari Mobile Adhoc Network (MANET). Perbedaan utama antara kedua sistem tersebut dimana VANET adalah jaringan
Rancangan Mobile Ad-Hoc Networks untuk Solusi Jaringan Komunikasi Antar Armada Bergerak menggunakan Simulasi NS
Rancangan Mobile Ad-Hoc Networks untuk Solusi Jaringan Komunikasi Antar Armada Bergerak menggunakan Simulasi NS Widya Cahyadi [email protected] Universitas Jember Abstrak Dalam makalah ini diusulkan sebuah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian merupakan suatu cara berpikir yang dimulai dari menentukan suatu permasalahan, pengumpulan data baik dari buku-buku panduan maupun studi lapangan, melakukan
ANALISA KINERJA AD-HOC ON DEMAND DISTANCE VECTOR (AODV) PADA KOMUNIKASI VMES
ANALISA KINERJA AD-HOC ON DEMAND DISTANCE VECTOR (AODV) PADA KOMUNIKASI VMES Kamal Syarif 2208100642 Dosen Pembimbing: Dr. Ir. Achmad Affandi, DEA Ir. Djoko Suprajitno R, MT Jurusan Teknik Elektro Fakultas
Rancangan Mobile Ad-Hoc Networks untuk Solusi Jaringan Komunikasi Antar Armada Bergerak menggunakan Simulasi NS
Rancangan Mobile Ad-Hoc Networks untuk Solusi Jaringan Komunikasi Antar Armada Bergerak menggunakan Simulasi NS Widya Cahyadi [email protected] Universitas Jember Abstrak Dalam makalah ini diusulkan sebuah
ANALISA KINERJA MANET (Mobile Ad Hoc Network) PADA LAYANAN VIDEO CONFERENCE DENGAN RESOLUSI YANG BERBEDA
ANALISA KINERJA MANET (Mobile Ad Hoc Network) PADA LAYANAN VIDEO CONFERENCE DENGAN RESOLUSI YANG BERBEDA I Gede Nengah Semara Putra 1, I GAK. Diafari Djuni H 2, Pande Ketut Sudiarta 3 Jurusan Teknik Elektro
Implementasi Protokol Optimized Link State Routing (OLSR) pada Sistem Wireless Sensor Network (WSN) untuk Pengukuran Temperatur Udara
Jurnal Elektronika Industri Vol. 5, Desember 2012, ISSN 2085-0794 1 Implementasi Protokol Optimized Link State Routing (OLSR) pada Sistem Wireless Sensor Network (WSN) untuk Pengukuran Temperatur Udara
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mobile Ad Hoc Network (MANET) adalah sekumpulan wireless mobile yang terhubung satu sama lain secara dinamis tanpa membutuhkan infrastruktur jaringan yang tetap (Corson
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi wireless yang semakin pesat beberapa tahun belakangan ini menyebabkan mendorong berkembangnya perangkat-perangkat telekomunikasi yang berbasis
Analisis Perbandingan Dampak Serangan Black Hole pada Peformansi Protokol Routing OLSR dan AODV di Jaringan Wireless Mesh Network
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-issn: 2548-964X Vol. 2, No. 3, Maret 2018, hlm. 1017-1026 http://j-ptiik.ub.ac.id Analisis Perbandingan Dampak Black Hole pada Peformansi Protokol
IMPLEMENTASI MODEL ROUTING AD HOC DENGAN ALGHORITMA PROTOKOL AODV (AD HOC ON DEMAND DISTANCE VEKTOR ) MENGGUNAKAN PROGRAM NETWORK SIMULATOR (NS2)
IMPLEMENTASI MODEL ROUTING AD HOC DENGAN ALGHORITMA PROTOKOL AODV (AD HOC ON DEMAND DISTANCE VEKTOR ) MENGGUNAKAN PROGRAM NETWORK SIMULATOR (NS2) Abdul Kadir, ST Program Studi Teknik Komputer AMIK INTeL
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 1 DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini membahas tentang analisis dan perancangan sistem. Pembahasan yang dianalisis terbagi menjadi 2 yaitu analisis masalah dan analisis
BAB 4 PEMBAHASAN. penelitian sebelumnya, hasil tersebut kemudian dianalisis, dimana hasil dari analisis
BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Pendahuluan Pada bab ini ditampilkan hasil dari simulasi yang telah dilakukan pada tahap penelitian sebelumnya, hasil tersebut kemudian dianalisis, dimana hasil dari analisis tersebut
UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Jaringan komputer saat ini semakin banyak digunakan oleh orang, terlebih kebutuhan akan akses jaringan nirkabel. Mobile Ad Hoc Network (MANET) adalah salah
Evaluasi Unjuk Kerja Jaringan Ad Hoc Berbasis Protokol AODV
Evaluasi Unjuk Kerja Jaringan Ad Hoc Berbasis Protokol AODV Wardi*, Intan Sari Areni*, Andani Achmad*, Irma Pratiwi Sayuti * Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin Makassar, Indonesia
Simulasi Jaringan MANET Dengan NS3 Untuk Membandingkan Performa Routing Protokol AODV dan DSDV
Simulasi Jaringan MANET Dengan NS3 Untuk Membandingkan Performa Routing Protokol AODV dan DSDV Nurhayati Jiatmiko 1, Yudi Prayudi 2 Pusat Studi Forensika Digital - Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi
Analisis Perbandingan Performasi Protokol Routing AODV Dan DSR Pada Mobile Ad-Hoc Network (MANET)
Analisis Perbandingan Performasi Protokol Routing AODV Dan DSR Pada Mobile Ad-Hoc Network (MANET) Sarah Devi Anggraini 1, Kukuh Nugroho 2*), Eko Fajar Cahyadi 3 1,2,3 Jurusan Teknik Telekomounikasi, Sekolah
Studi Perbandingan Kinerja Model Transmisi TwoRayGround dan Nakagami pada OLSR di Lingkungan MANET Menggunakan NS-2
A566 Studi Perbandingan Kinerja Model Transmisi TwoRayGround dan Nakagami pada OLSR di Lingkungan MANET Menggunakan NS-2 Dhiya an Sabila Ramadhani, Radityo Anggoro Jurusan Teknik Informatika, Fakultas
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi khususnya pada teknologi jaringan saat ini sangatlah pesat terutama dari sisi jangkauan, kemudahan akses dan penggunaaannya. Penggunaan jaringan
Metode Penyimpanan Data Secara Kolaboratif Dalam Jaringan Sensor
Metode Penyimpanan Data Secara Kolaboratif Dalam Jaringan Sensor M. Mufid Mas Udi 2205100010 Jurusan Teknik Elektro-FTI, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kampus ITS, Keputih-Sukolilo, Surabaya-60111
EVALUASI PERFORMANSI OLSR PADA JARINGAN WIRELESS MESH TESIS. SAMY YEVERSON DOO NIM : Program Studi Teknik Telekomunikasi
EVALUASI PERFORMANSI OLSR PADA JARINGAN WIRELESS MESH TESIS Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dari Institut Teknologi Bandung Oleh SAMY YEVERSON DOO NIM : 23204075 Program
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN Dalam bab pertama ini penulis menguraikan tentang latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah dari penelitian, tujuan dan manfaat dari penelitian, metodologi yang dipakai dalam melakukan
DESAIN TOPOLOGI KOMUNIKASI WIRELESS SENSOR NETWORK (WSN) PADA APLIKASI SISTEM STRUCTURAL HEALTH MONITORING (SHM) JEMBATAN ABSTRAK
DESAIN TOPOLOGI KOMUNIKASI WIRELESS SENSOR NETWORK (WSN) PADA APLIKASI SISTEM STRUCTURAL HEALTH MONITORING (SHM) JEMBATAN Evy Nur Amalina 1, Eko Setijadi 2, Suwadi 3 1 Program Teknik Informatika, Universitas
Widianto Wahyu Perdana¹, Rendy Munadi ², Yudha Purwanto³. ¹Teknik Telekomunikasi, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom
Tugas Akhir - 2011 ANALISIS PERBANDINGAN IMPLEMENTASI PROTOKOL ROUTING ENHANCED INTERIOR GATEWAY ROUTING PROTOCOL (EIGRP) DAN OPEN SHORTEST PATH FIRST (OSPF) UNTUK LAYANAN VIDEO STREAMING Widianto Wahyu
PERBANDINGAN KINERJA PROTOKOL AODV DENGAN OLSR PADA MANET
PERBANDINGAN KINERJA PROTOKOL AODV DENGAN OLSR PADA MANET Wahyu Edy Seputra*, Sukiswo, S.T., M.T.**, Ajub Ajulian Zahra, S.T., M.T.** Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl.
ANALISIS PERFORMANSI ROUTING HYBRID WIRELESS MESH PROTOCOL (HWMP) PADA WIRELESS MESH NETWORK (WMN) BERDASARKAN STANDAR IEEE 802.
ANALISIS PERFORMANSI ROUTING HYBRID WIRELESS MESH PROTOCOL (HWMP) PADA WIRELESS MESH NETWORK (WMN) BERDASARKAN STANDAR IEEE 802.11S Fenmelin Muhardafen Manullang, Niken Dwi Wahyu Cahyani, Vera Suryani
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 protokol jaringan Menurut Mulyanta (2005, p. 5), apabila dua buah sistem saling berkomunikasi, hal yang pertama dibutuhkan adalah kesamaan bahasa yang digunakan, sehingga dapat
Analisa Kinerja Ad-Hoc On Demand Distance Vector (AODV) Pada Komunikasi VMeS
Analisa Kinerja Ad-Hoc On Demand Distance Vector (AODV) Pada Komunikasi VMeS Kamal Syarif 1, Achmad Affandi 1, Djoko Suprajitno R 1 Bidang Studi Telekomunikasi Multimedia Jurusan Teknik Elektro-Institut
Adaptasi Dinamis Protokol Routing AODV Menggunakan Distributed Routing pada Mobile Ad Hoc Networks untuk Sistem Komunikasi Kapal Perang
JURNAL ILMIAH ELITE ELEKTRO, VOL. 4, NO. 1, MARET 2013: 59-64 Adaptasi Dinamis Protokol Routing AODV Menggunakan Distributed Routing pada Mobile Ad Hoc Networks untuk Sistem Komunikasi Kapal Perang Shelvi
BAB II WIRELESS PERSONAL AREA NETWORK (WPAN)
BAB II WIRELESS PERSONAL AREA NETWORK (WPAN) 2.1 Umum Dewasa ini kebutuhan untuk mengakses layanan telekomunikasi melalui media nirkabel (wireless) menunjukkan peningkatan yang signifikan, sehingga teknologi
Bab 3 Parameter Simulasi
Bab 3 Parameter Simulasi 3.1 Parameter Simulasi Simulasi yang dilakukan pada penelitian ini memakai varian jaringan wireless mesh yaitu client mesh. Dalam hal ini akan digunakan client mesh dengan jumlah
BAB III ANALISIS METODE DAN PERANCANGAN KASUS UJI
BAB III ANALISIS METODE DAN PERANCANGAN KASUS UJI 3.1 Analisis Sistem Analisis adalah penguraian dari suatu pembahasan, dalam hal ini pembahasan mengenai analisis perbandingan teknik antrian data First
DAFTAR ISI. PERNYATAAN... iii. PRAKATA... iv. ARTI LAMBANG DAN SINGKATAN... vi. ABSTRACT... ix. INTISARI... x. DAFTAR ISI... xi. DAFTAR GAMBAR...
DAFTAR ISI PERNYATAAN... iii PRAKATA... iv ARTI LAMBANG DAN SINGKATAN... vi ABSTRACT... ix INTISARI... x DAFTAR ISI... xi DAFTAR GAMBAR... xiv DAFTAR TABEL... xvii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang...
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Infrastruktur komunikasi data nirkabel diperlukan agar perangkat bergerak nirkabel (wireless mobile device) dapat berkomunikasi satu dengan yang lain. Pada beberapa
ISSN : e-proceeding of Engineering : Vol.2, No.1 April 2015 Page 169
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.2, No.1 April 2015 Page 169 ANALISA PERBANDINGAN KINERJA ROUTING PROTOKOL PADA WIRELESS SENSOR NETWORK(WSN) DENGAN METODE GRADIENT BASED APPROACH DAN
BAB 2 Teori Dasar 2.1 Jaringan Wireless Mesh Arsitektur Jaringan
BAB 2 Teori Dasar 2.1 Jaringan Wireless Mesh 2.1.1 Arsitektur Jaringan Dikembangkannya Wireless Mesh Network (WMN) sebenarnya bertujuan untuk mengatasi keterbatasan-keterbatasan yang ada pada jaringan
Analisis Kinerja Reactive Routing Protocol dalam Mobile Ad-Hoc Network (MANET) Menggunakan NS-2 (Network Simulator)
JNTETI, Vol. 1, No. 1, Mei 212 1 Analisis Kinerja Reactive Routing Protocol dalam Mobile Ad-Hoc Network (MANET) Menggunakan NS-2 (Network Simulator) Olivia Kembuan 1, Widyawan 2, Sri Suning Kusumawardani
Rancangan Mobile Ad-Hoc Networks untuk Solusi Jaringan Komunikasi Antar Armada Bergerak menggunakan Simulasi NS
Rancangan Mobile Ad-Hoc Networks untuk Solusi Jaringan Komunikasi Antar Armada Bergerak menggunakan Simulasi NS Widya Cahyadi [email protected] Universitas Jember Abstrak Dalam makalah ini diusulkan sebuah
ANALISIS PENGGUNAAN ENERGY AODV DAN DSDV PADA MOBILE AD HOC NETWORK
ANALISIS PENGGUNAAN ENERGY AODV DAN DSDV PADA MOBILE AD HOC NETWORK PROPOSAL PENGUJIAN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Program Studi Teknik Informatika
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sekarang ini teknologi komunikasi data yang lebih dikenal sebagai packet switching semakin berkembang dari tahun ke tahun. Voice over Internet Protokol (VoIP)
Analisis Kinerja Jaringan VANET dengan Model Propagasi Free Space dan Two Ray Ground Pada Routing AODV TUGAS AKHIR
Analisis Kinerja Jaringan VANET dengan Model Propagasi Free Space dan Two Ray Ground Pada Routing AODV TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Strata I Teknik Informatika
ANALISA KINERJA MODE GATEWAY PROTOKOL ROUTING AODV-UU PADA JARINGAN AD HOC HIBRIDA FUAD ZULFIAN
ANALISA KINERJA MODE GATEWAY PROTOKOL ROUTING AODV-UU PADA JARINGAN AD HOC HIBRIDA FUAD ZULFIAN 41508110211 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 2012
Analisis Perbandingan Performansi Protokol Ad Hoc On- Demand Distance Vector dan Zone Routing Protocol Pada Mobile Ad Hoc Network
KINETIK, Vol. 2, No. 3, Agustus 2017, Hal. 165-174 ISSN : 2503-2259 E-ISSN : 2503-22677 165 Analisis Perbandingan Performansi Protokol Ad Hoc On- Demand Distance Vector dan Zone Routing Protocol Pada Mobile
ANALISIS PERFORMANSI TFMCC PADA JARINGAN BROADBAND WIRELINE
ANALISIS PERFORMANSI TFMCC PADA JARINGAN BROADBAND WIRELINE Aditya Pratomo Sarwoko / 0622008 surel: [email protected] Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Maranatha
ANALISIS PENGARUH JUMLAH DEVICE TERHADAP PERFORMANSI STANDAR ZIGBEE PADA WSN UNTUK APLIKASI SMART BUILDING
ANALISIS PENGARUH JUMLAH DEVICE TERHADAP PERFORMANSI STANDAR ZIGBEE PADA WSN UNTUK APLIKASI SMART BUILDING Astiti, N.M.E.P. 1, Diafari, I.G.A.K 2, Indra Er, N. 3 1,2,3 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas
Analisis Kinerja Protokol Routing Ad Hoc On-Demand Multipath Distance Vector (AOMDV) Pada Mobile Ad Hoc Network. Tugas Akhir
Analisis Kinerja Protokol Routing Ad Hoc On-Demand Multipath Distance Vector (AOMDV) Pada Mobile Ad Hoc Network Tugas Akhir Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Strata 1 Teknik
ANALISIS DAN SIMULASI WIRELESS SENSOR NETWORK (WSN) UNTUK KOMUNIKASI DATA MENGGUNAKAN PROTOKOL ZIGBEE
ANALISIS DAN SIMULASI WIRELESS SENSOR NETWORK (WSN) UNTUK KOMUNIKASI DATA MENGGUNAKAN PROTOKOL ZIGBEE ANALYSIS AND SIMULATION OF WIRELESS SENSOR NETWORK (WSN) FOR DATA COMMUNICATION USING ZIGBEE PROTOCOL
Metode Penyimpanan Data Secara Kolaboratif Dalam Jaringan Sensor
Metode Penyimpanan Data Secara Kolaboratif Dalam Jaringan Sensor Oleh : M. Mufid Mas Udi 2205100010 Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Wirawan,DEA 196311901989031011 Jurusan Teknik Elektro ITS Surabaya 2010 Latar
