BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
|
|
|
- Lanny Oesman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada industri telekomunikasi seluler di Indonesia dari tahun 2003 sampai dengan 2012 maka dapat diperoleh kesimpulan, yaitu : 1. a. Undang-undang Telekomunikasi Nomor 36 Tahun 1999 telah menggeser arah struktur pasar dari yang bermula berbentuk monopoli menjadi oligopoli. Hal tersebut ditunjukkan oleh peningkatan jumlah perusahaan atau operator yang semakin bertambah sejak dibukanya liberalisasi industri telekomunikasi di Indonesia pada tahun Sebelum terjadi liberalisasi industri telekomunikasi yaitu pada tahun 2001, jumlah perusahaan operator seluler berjumlah 4 unit. Pada tahun 2012 jumlah perusahaan telekomunikasi seluler mengalami peningkatan dengan jumlah operator yang mencapai 10 unit. Hal ini berimbas pada tingkat konsentrasinya yang semakin menurun tiap tahunnya. Berdasarkan hasil analisis struktur pasar dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa perusahaan Telkomsel adalah pemain dominan dalam industri ini dengan perolehan pangsa pasarnya yang pada tahun 2012 berjumlah 45,3 persen dan merupakan pemain dominan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Selain itu, analisis struktur pasar yang diproksikan dengan jumlah tingkat konsentrasi tiga perusahaan terbesar (Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata) atau CR3, diperoleh hasil yang menunjukkan nilai CR3 pada industri telekomunikasi seluler di Indonesia pada tahun 2012 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, dari 82,3 persen di tahun 2011 menjadi sebesar 83,1 persen pada tahun Church dan Ware (1999) menyatakan bahwa meningkatnya derajat 78
2 konsentrasi dapat meningkatkan kemampuan penjual untuk mengatasi persaingan dan mengkoordinasikan perilaku harga. Kenaikan konsentrasi penjual menyebabkan kolusi lebih mudah terjadi. Akan tetapi, berdasarkan hasil penelitian dimuka menunjukkan bahwa kenaikan tingkat konsentrasi tidak menyebabkan praktik kolusi terjadi pada industri telekomunikasi seluler, karena tingkat kompetisi antar pemain dalam industri ini cenderung tinggi. Hal tersebut ditunjukkan oleh perilaku pemain yang saling bersaing baik dalam strategi harga maupun non harga. Struktur pasar industri telekomunikasi seluler di Indonesia pada tahun 2012 memiliki bentuk pasar oligopoli Sweezy model, hal tersebut dilihat dari jumlah pemain dalam industri ini yang relatif sedikit (10 perusahaan), barang yang ditawarkan bersifat homogen yang terdiferensiasi, dan terjadi persaingan non-harga, akibat dari aksi-reaksi antar perusahaan, maka bentuk kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan dalam pasar oligopolis adalah patah atau kinked demand curve (Bain, 1956). b. Berdasarkan analisis perilaku perusahaan dalam penelitian ini, operator Telkomsel selaku pemimpin pasar, tidak menerapkan kebijakan menentukan harga, karena berdasarkan hasil analisis dimuka, perusahaan pesaing dapat menerapkan strategi frontal attack untuk menyerang perusahaan lainnya baik dalam strategi harga yang berujung dengan adanya perang tarif yang berkepanjangan ataupun strategi non tarif yang berbentuk inovasi produk dalam bentuk bundle product. Masing-masing perusahaan telekomunikasi seluler melakukan diferensiasi produk yang tersegmentasi sesuai dengan sasaran pasarnya. Produk yang ditawarkan oleh operator seluler merupakan perpaduan antara jasa dan produk yang nyata. Target pasar tidak terlalu tersegmentasi, karena hampir seluruh konsumen membutuhkan produk ini, sehingga produk yang ditawarkan tidak 79
3 terdeferensiasi secara kuat berdasarkan target market. Hal ini yang menyebabkan perilaku perusahaan sangat reaktif di dalam persaingan untuk mempertahankan posisi perusahaan dan mendapatkan target pasar baru. c. Hasil analisis kinerja pada industri telekomunikasi seluler di Indonesia menunjukkan adanya implikasi dari perilaku perusahaan yang melakukan perang tarif yang ditunjukkan dengan adanya penurunan Average Revenue Per User (ARPU) masing-masing operator yang dapat dilihat pada lampiran 6. Apabila dilihat dari kinerja profitabilitasnya, Telkomsel merupakan perusahaan dengan kestabilan kinerja profitabilitas paling baik dan stabil dengan nilai Net Income Margin (NIM) pada tahun 2012 sebesar 29 persen. Sedangkan Bakrie Telecom merupakan perusahaan yang paling fluktuatif keuntungannya, bahkan nyaris bangkrut dengan nilai NIM pada tahun 2012 sebesar (negatif) -105,6 persen. 2. Dalam menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja industri telekomunikasi seluler di Indonesia, penelitian ini menggunakan regresi data panel dengan metode model biasa (common effect). Dari beberapa indikator kinerja industri telekomunikasi seluler yang diproksikan dengan variabel NIM, hasil uji regresi didapatkan bahwa variabel jumlah aset mempunyai hubungan positif signifikan terhadap peningkatan NIM. Oleh karena itu, semakin besar jumlah aset yang dimiliki semakin besar tingkat keuntungannya. Sedangkan variabel ARPU dan CR3 menunjukkan pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap NIM, penurunan pendapatan operator per pelanggan yang diproksikan dengan ARPU yang terjadi di Indonesia berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja perusahaan, hal ini menunjukkan pendapatan perusahaan telekomunikasi seluler tidak hanya bergantung dari pemasukan yang berasal dari penggunaan telepon dan SMS pelanggan saja. Demikian pula 80
4 tingkat konsentrasi industri yang berpengaruh terhadap kinerja, ini menunjukkan semakin terkonsetrasi suatu pasar dalam industri, perusahaan dengan pangsa pasar terbesar (dalam penelitian ini Telkomsel), semakin tinggi tingkat keuntungan atau profitabilitas yang dimilikinya Saran Berdasarkan kesimpulan diatas, maka beberapa saran berikut disampaikan untuk peningkatan kinerja industri telekomunikasi seluler di Indonesia, yaitu: 1. Struktur pasar oligopoli ketat yang terjadi pada industri telekomunikasi seluler di Indonesia merupakan struktur pasar yang menguntungkan konsumen karena dengan adanya struktur pasar oligopoli ketat, tarif yang ditawarkan masing-masing operator menjadi lebih terjangkau bagi pelanggan dalam menggunakan jasanya. Akan tetapi persaingan tarif yang berkelanjutan menurunkan nilai pendapatan seluler per pengguna (ARPU) yang diperoleh masing-masing perusahaan seluler. Liberalisasi industri telekomunikasi yang baru dilakukan pada tahun 2002 berimbas pada perubahan struktur industri telekomunikasi seluler dari yang hanya dikuasai oleh tiga operator terbesar dengan penguasaan tingkat konsentrasi CR3 sebelum liberalisasi sebesar 100 persen, menjadi struktur pasar oligopoli ketat, sehingga persaingan tarif yang terjadi merupakan salah satu tahapan perusahaan operator seluler untuk menuju ketahap kedewasaan agar mampu menghasilkan produk secara efisien. 2. Adanya isu berupa penurunan jumlah perusahaan industri telekomunikasi seluler yang dicanangkan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dan Asosiasi 81
5 Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) tidak disetujui oleh penulis, mengingat bila jumlah operator semakin sedikit, maka tingkat konsentrasi makin terpusat yang dapat berakibat adanya struktur pasar berbentuk monopoli seperti yang pernah terjadi sebelum dibukanya era liberalisasi telekomunikasi pada tahun Semakin terjangkaunya harga smartphone dikalangan masyarakat Indonesia, dapat menjadi samudera biru bagi para perusahaan operator seluler, karena penurunan ARPU yang terjadi tiap tahunnya dapat ditutupi oleh pemasukan dari layanan data yang makin digemari. Selain itu dengan adanya teknologi baru berupa telepon dan SMS tidak menggunakan tarif akan tetapi menggunakan layanan data dan pertumbuhan pelanggan internet yang pesat, membuat wacana konvergensi dalam industri telekomunikasi semakin dapat terealisasikan. Untuk itu strategi yang dapat diterapkan oleh masingmasing perusahaan adalah peningkatan layanan dan kualitas digital. 4. Saran bagi penulis untuk pemerintah pusat adalah harus adanya pengawasan ketat terkait adanya kebijakan penetapan pemasangan biaya infrastruktur yaitu BTS yang diserahkan kepada pemerintah daerah. Tingkat teledensitas seluler di Indonesia terus meningkat tiap tahunnya, namun bila dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, teledensitas di negara Indonesia termsasuk rendah, hal ini membuktikan tingginya teledensitas karena masih terkonsentarsi di wilayah tertentu saja. Dengan adanya ketetapan Permenkominfo No. 2 Tahun 2008 tentang Pembangunan dan Penggunaan Menara Bersama Telekomunikasi yang diserahkan kepada Perda masing-masing, bebarapa perusahaan operator seluler mengalami kesulitan untuk membangun BTS karena birokrasi yang berbelit-belit dan penetapan biaya tarif pemasangan yang berbeda antar daerah. 82
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Studi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Studi Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam beberapa tahun terakhir telah mendukung perkembangan kegiatan pemasaran dan mendorong percepatan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tentang struktur dan kinerja industri telekomunikasi seluler. Bab ini juga akan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini akan menjelaskan teori-teori yang digunakan untuk melakukan studi tentang struktur dan kinerja industri telekomunikasi seluler. Bab ini juga akan menjadi panduan untuk memahami
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan industri telekomunikasi seluler membuat persaingan dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan industri telekomunikasi seluler membuat persaingan dalam industri tersebut semakin meningkat. Persaingan yang terjadi tidak terlepas dari ditetapkannya
pada persepsi konsumen.
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang dilakukan pada industri otomotif di Indonesia tahun 1983-2013, maka dapat diperoleh kesimpulan yaitu: 1. Struktur
BAB I PENDAHULUAN. bergantung pada penggunaan teknologi dan informasi. Saat ini, semua lapisan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pertumbuhan dan perkembangan perekonomian yang terjadi saat ini sangat bergantung pada penggunaan teknologi dan informasi. Saat ini, semua lapisan masyarakat
BAB I PENDAHULUAN. di sektor telekomunikasi, membuat perusahaan lebih cenderung untuk berusaha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Semakin rendahnya pertumbuhan pasar serta tingginya persaingan khususnya di sektor telekomunikasi, membuat perusahaan lebih cenderung untuk berusaha mempertahankan
BAB I PENDAHULUAN. pilihan kartu simcard yang ditawarkan oleh penyedia jaringan telekomunikasi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era persaingan bisnis telekomunikasi seluler yang semakin ketat, semua operator seluler dituntut untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Perubahanperubahan
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan-perusahaan yang sebelumnya menguasai pasar. Bermacam-macam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dunia persaingan bisnis yang global memaksa para pelaku bisnis berpikir untuk memilih dan menerapkan strategi, agar produk mereka diterima di pasar. Dunia industri yang
BAB 1 PENDAHULUAN. bisa mempercepat informasi yang perlu disampaikan baik yang sifatnya broadcast
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri telekomunikasi di Indonesia merupakan industri yang sangat penting dan strategis, karena dengan telekomunikasi pemerintah dan masyarakat bisa mempercepat informasi
BAB I PENDAHULUAN. Analisis daya saing..., 1 Rani Nur'aini, FT UI, 2009 Universitas Indonesia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manfaat kompetisi yang semakin ketat di sektor telekomunikasi kini mulai dirasakan oleh masyarakat luas. Persaingan teknologi dan persaingan bisnis antar-operator telah
I. PENDAHULUAN. Perkembangan telekomunikasi di Indonesia pada era globalisasi sekarang ini
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan telekomunikasi di Indonesia pada era globalisasi sekarang ini sangat pesat. Salah satunya pada perkembangan telekomunikasi seluler. Mobilitas serta meningkatnya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kompetisi pada industri telekomunikasi selular di Indonesia saat ini telah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kompetisi pada industri telekomunikasi selular di Indonesia saat ini telah memasuki tahap jenuh. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan pendapatan operator telekomunikasi
BAB I PENDAHULUAN. Hingga saat ini, tercatat 10 operator telepon di Indonesia. Telkom (PT
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Hingga saat ini, tercatat 10 operator telepon di Indonesia. Telkom (PT Telkom), Telkomsel (PT Telekomunikasi Selular), Satelindo (PT Indosat Tbk.) dan XL (PT
BAB 1 PENDAHULUAN. industri telekomunikasi yang menjadi cermin dari ketat dan tingginya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Beberapa tahun terakhir ini dunia dipenuhi dengan tumbuh pesatnya industri telekomunikasi yang menjadi cermin dari ketat dan tingginya kebutuhan akan informasi
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persaingan dalam bidang pemasaran produk untuk mendapatkan pangsa pasar yang tinggi kini semakin ketat. Ketatnya persaingan tersebut ditambah pula dengan semakin kritisnya
BAB 1 1 PENDAHULUAN. bergerak (mobile) atau dikenal juga dengan telekomunikasi selular, sedikit banyak
BAB 1 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan industri telekomunikasi saat ini, khususnya telekomunikasi bergerak (mobile) atau dikenal juga dengan telekomunikasi selular, sedikit banyak mempengaruhi
BAB I PENDAHULUAN. informasi terbaru. Seiring dengan meningkatnya pengguna telepon seluler (smart
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Semakin cepatnya laju telekomunikasi di Indonesia yang menuntut perkembangan informasi yang beredar di masyarakat memaksa para pengguna provider untuk bertindak
BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia bahkan di dunia ini dapat diakui banyak menarik minat para pelaku
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini, salah satu industri yang menarik untuk digali mengenai loyalitas pelanggannya adalah industri telekomunikasi seluler. Industri yang mengalami perkembangan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di era globalisasi merupakan sebuah fenomena yang memberikan tantangan besar pagi perusahaan untuk terus bertumbuh
I. PENDAHULUAN. Perkembangan telekomunikasi di Indonesia pada era globalisasi sekarang
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan telekomunikasi di Indonesia pada era globalisasi sekarang ini sangatlah pesat. Seiring dengan kemajuan dan kecanggihan teknologi telekomunikasi membuat individu
BAB I PENDAHULUAN. dapat diketahui secara cepat. Informasi global, pengiriman berita dan data
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Perkembangan zaman yang sangat pesat mengakibatkan adanya peningkatan globalisasi di bidang teknologi informasi sehingga informasi dapat diketahui secara cepat. Informasi
BAB I PENDAHULUAN. telepon selular, para operator kartu GSMyang memfasilitasi telekomunikasi antar. telepon selular pun tumbuh pesat di Indonesia.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi menggunakan telepon selular sekarang sudah merupakan kebutuhan yang tak tergantikan. Karena siapapun dan apapun pekerjaan atau kegiatanya pasti menggunakan
Analisis Industri Telekomunikasi di Indonesia
Volume 9 Number 1 2010 1. Pendahuluan Abstrak Analisis Industri Telekomunikasi di Indonesia Erlinda Muslim Rahmat Nurcahyo Aziz Priyanto Nanda Prasetya Niftahuljanah Departemen Teknik Industri, Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. saling berkomunikasi. Dewasa ini kebutuhan akan komunikasi menjadi sesuatu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan yang pesat dalam dunia teknologi dan telekomunikasi menempatkan industri telekomunikasi seluler menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan di Indonesia,
BAB I PENDAHULUAN. telekomunikasi di Indonesia. Perkembangan itu dapat terlihat dari satu dekade ini.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan yang sangat signifikan telah terjadi dalam perjalanan industri telekomunikasi di Indonesia. Perkembangan itu dapat terlihat dari satu dekade ini. Banyaknya
BAB I PENDAHULUAN. membawa dampak pada dunia usaha. Dengan adanya perkembangan dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dan kemajuan teknologi yang semakin mengglobal membawa dampak pada dunia usaha. Dengan adanya perkembangan dan kemajuan teknologi, dunia usaha dituntut
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Gambar 1.1 Market Share Operator Selular Indonesia Tahun 2012
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Dalam dunia bisnis yang sangat kompetitif khususnya di bidang jasa telekomunikasi dan informasi, penyedia jasa berusaha semaksimal mungkin untuk memperoleh
I. PENDAHULUAN. tantangan sektor telekomunikasi semakin bertambah. Karena kebutuhan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia dan arus globalisasi yang cepat, menunjukkan bahwa tantangan sektor telekomunikasi semakin bertambah. Karena kebutuhan masyarakat yang semakin maju
BAB I PENDAHULUAN. seluler besar yang menggunakan teknologi berbasis GSM yaitu PT.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Industri telekomunikasi adalah salah satu industri bisnis yang paling kompetitif dan berkembang pesat saat ini. Komunikasi tidak hanya dijadikan sebagai sarana
BAB I PENDAHULUAN. Sejak Pemerintah mengubah pola pengelolaan sektor telekomunikasi di
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sejak Pemerintah mengubah pola pengelolaan sektor telekomunikasi di Indonesia dari monopoli menjadi kompetisi melalui UU No.36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi,
1 PENDAHULUAN. Latar Belakang
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Dunia usaha telekomunikasi makin berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi yang digunakannya. Telekomunikasi Indonesia yang pada awalnya berupa komunikasi menggunakan
BAB I PENDAHULUAN. sangatlah pesat. Sebagai contoh, di Indonesia, perkembangan tersebut
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi telekomunikasi pada era globalisasi saat ini sangatlah pesat. Sebagai contoh, di Indonesia, perkembangan tersebut menyebabkan setiap
I. PENDAHULUAN. tidak pasti dan turbulen baik dari sisi teknologi, regulasi, pasar maupun
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Lanskap bisnis telekomunikasi mengalami perubahan yang sangat cepat, tidak pasti dan turbulen baik dari sisi teknologi, regulasi, pasar maupun persaingan. Dari sisi teknologi
BAB I PENDAHULUAN. kehidupan. Perkembangan bisnis kartu perdana seluler GSM akhir-akhir ini telah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Telekomunikasi saat ini memegang peranan penting pada setiap lini kehidupan. Perkembangan bisnis kartu perdana seluler GSM akhir-akhir ini telah menunjukkan
BAB I PENDAHULUAN. Telkomsel, XL Axiata, Indosat, Bakrie Telecom, Mobile-8, Natrindo, Sampoerna
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Industri di bidang telepon seluler di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Menurut catatan ATSI (Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia), Terdapat
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Profil Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMKOMINFO)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Profil Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMKOMINFO) Kementerian Komunikasi dan Informatika sebelumnya bernama Departemen Penerangan (1945-1999),
PERSAINGAN USAHA DALAM INDUSTRI TELEKOMUNIKASI INDONESIA
PERSAINGAN USAHA DALAM INDUSTRI TELEKOMUNIKASI INDONESIA Latar belakang Perkembangan berbagai aspek kehidupan dan sektor ekonomi di dunia dewasa ini terasa begitu cepat, kecepatan perubahan tersebut sering
Gambar 1.1 Logo PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Sumber: Telkomsel (2015)
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Gambaran Umum Perusahaan Dalam industri telekomunikasi, terdapat enam pemain yang terlibat dalam menggunakan, menyediakan, dan mengawasi layanan,
BAB I PENDAHULUAN. banyak menghadapi masalah masalah dalam menjual produk khususnya. masa depan cerah dimasa mendatang sebagai zamannya komunikasi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Semakin kompetitifnya persaingan dunia usaha dewasa ini, perusahaan banyak menghadapi masalah masalah dalam menjual produk khususnya dibidang telekomunikasi,
Pasar Oligopoli & Arsitektur Perusahaan. Dr. Muh. Yunanto, MM Pertemuan ke-8
Pasar Oligopoli & Arsitektur Perusahaan Dr. Muh. Yunanto, MM Pertemuan ke-8 ASUMSI YANG MELANDASI BENTUK-BENTUK PASAR No Asumsi-asumsi Persaingan Sempurna Monopolistik Oligopoli Monopoli 1 Banyaknya Penjual
BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan manusia akan teknologi sudah tidak dapat dipungkiri lagi. Selama kurang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kebutuhan manusia akan teknologi sudah tidak dapat dipungkiri lagi. Selama kurang lebih dua puluh tahun ini dunia mengalami perkembangan yang begitu pesat
BAB I PENDAHULUAN. ini sangatlah pesat. Seiring dengan kemajuan dan kecanggihan teknologi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan telekomunikasi di Indonesia pada era globalisasi sekarang ini sangatlah pesat. Seiring dengan kemajuan dan kecanggihan teknologi telekomunikasi
ANALISIS STRUKTUR, PERILAKU DAN KINERJA INDUSTRI TELEKOMUNIKASI SELULER INDONESIA OLEH FITRIYANI SOLEHAH H
ANALISIS STRUKTUR, PERILAKU DAN KINERJA INDUSTRI TELEKOMUNIKASI SELULER INDONESIA OLEH FITRIYANI SOLEHAH H14104080 DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 RINGKASAN
tu a S n TELEKOMUNIKASI ia DAN INTERNET g a B
Bagian Satu TELEKOMUNIKASI DAN INTERNET 2 TIK 1.1 Teledensitas Dunia Gambar 1.1 : Teledensitas di 5 Belahan Dunia Tahun 2009. Sumber : International Telecommunication Union, 2009 Penetrasi telepon dunia
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi yang semakin pesat pada berbagai aspek
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang semakin pesat pada berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah perkembangan teknologi yang berbasis telekomunikasi. Ini menyebabkan
Bab 11 Struktur Pasar : Pasar Oligopoli
Bab 11 Struktur Pasar : Pasar Oligopoli 1 Ekonomi Manajerial Manajemen 2 Oligopoli: Arti & Sumbernya Oligopoli ada suatu bentuk organisasi pasar dimana penjual atas sebuah produk yang homogen atau terdiferensiasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian Seiring berkembangnya era globalisasi di Indonesia, banyak muncul industri-industri serta perusahaan baru, salah satu bidang tersebut adalah industri
ANALISIS INDUSTRI TELEKOMUNIKASI SELULER BIDANG JASA KOMUNIKASI BERGERAK ( GSM ) DENGAN PENDEKATAN STRUCTURE CONDUCT PERFORMANCE
ANALISIS INDUSTRI TELEKOMUNIKASI SELULER BIDANG JASA KOMUNIKASI BERGERAK ( GSM ) DENGAN PENDEKATAN STRUCTURE CONDUCT PERFORMANCE Erlinda Muslim 1, Nanda Prasetya Taswanda 2 Departemen Teknik Industri,
BAB I PENDAHULUAN. HotWired pada tahun 1994 untuk merek antara lain Zima, Club Med, dan AT&T.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemasangan iklan banner di internet pertama kali diperkenalkan oleh HotWired pada tahun 1994 untuk merek antara lain Zima, Club Med, dan AT&T. Sejak saat itu
EKSTERNALISASI BIAYA PRODUKSI INDUSTRI JASA KOMUNIKASI SELULER DI INDONESIA
EKSTERNALISASI BIAYA PRODUKSI INDUSTRI JASA KOMUNIKASI SELULER DI INDONESIA Hoklie 1) 2) 3), Ary Syahriar 1) Program Studi Teknik Industri Universitas Al Azhar Indonesia 2) PTIK Badan Pengkajian dan Penerapan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi ini telekomunikasi merupakan sarana yang sangat dibutuhkan dalam komunikasi oleh masyarakat luas baik itu antar daerah maupun antar negara. Industri
BAB I PENDAHULUAN. Industri telekomunikasi Indonesia sejak beberapa tahun terakhir mengalami
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri telekomunikasi Indonesia sejak beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan dan perubahan yang sangat pesat. Jumlah pelanggan seluler di Indonesia sampai
BAB I PENDAHULUAN. dan saat ini menjadi industri yang paling berkembang dalam 10 tahun terakhir di
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Industri telekomunikasi seluler adalah industri yang bergerak dibidang jasa dan saat ini menjadi industri yang paling berkembang dalam 10 tahun terakhir di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. PT Industri Telekomunikasi Indonesia ( INTI ) sebagai Badan Usaha Milik
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT Industri Telekomunikasi Indonesia ( INTI ) sebagai Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) berdiri pada tanggal 30 Desember 1974 dengan misi untuk menjadi basis dan
BAB I PENDAHULUAN. Perubahan lingkungan bisnis yang cepat dan sangat dinamis telah membawa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah. Perubahan lingkungan bisnis yang cepat dan sangat dinamis telah membawa perubahan dan perkembangan di berbagai bidang, salah satunya semakin canggihnya alat
I. PENDAHULUAN. tetapi juga menjadi ladang bisnis yang menjanjikan. Dengan adanya
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Teknologi komunikasi saat ini tidak hanya menjadi kebutuhan masyarakat umum tetapi juga menjadi ladang bisnis yang menjanjikan. Dengan adanya perkembangan bisnis operator
BAB I PENDAHULUAN. Sejak diberlakukannya Undang-undang No. 36/1999 tentang telekomunikasi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini industri telekomunikasi Indonesia telah memasuki babak baru. Sejak diberlakukannya Undang-undang No. 36/1999 tentang telekomunikasi dan regulasi pemerintah
BAB I PENDAHULUAN. Bisnis telekomunikasi di Indonesia memasuki babak baru sejak
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Bisnis telekomunikasi di Indonesia memasuki babak baru sejak diresmikannya teknologi 4G LTE oleh pemerintah di akhir 2014, Seluruh operator berlomba menjadi
Materi 11 Ekonomi Mikro
Materi 11 Ekonomi Mikro Pasar Oligopoli Tujuan Pembelajaran : Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami : - Ruang Lingkup Pasar Oligopoli - Karakteristik Pasar Olipogoli - Faktor-faktor Penyebab Terbentuknya
BAB I PENDAHULUAN. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Manusia mempunyai banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, baik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Manusia mempunyai banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, baik kebutuhan yang bersifat biogenetik seperti rasa lapar dan haus maupun kebutuhan yang bersifat
Pasar adalah tempat atau sarana bertemunya penjual dan pembeli baik secara langsung maupun tidak langsung untuk melakukan transaksi jual/beli
TEORI EKONOMI MIKRO Pasar adalah tempat atau sarana bertemunya penjual dan pembeli baik secara langsung maupun tidak langsung untuk melakukan transaksi jual/beli Sebuah pasar dapat terjadi jika terdapat
BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan telekomunikasi seluler di Indonesia sekarang ini sangatlah pesat.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan telekomunikasi seluler di Indonesia sekarang ini sangatlah pesat. Mobilitas serta meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam berkomunikasi di mana saja dan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Salah satu kebutuhan masyarakat modern adalah kebutuhan sarana
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu kebutuhan masyarakat modern adalah kebutuhan sarana komunikasi. Banyak sarana yang menawarkan produk untuk memenuhiakan kebutuhan konsumen yang praktis
BAB I PENDAHULUAN. Kelengkapan infrastruktur telekomunikasi kini berkembang menjadi salah satu
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Telekomunikasi adalah suatu kebutuhan penting bagi masyarakat modern dan semakin menjadi bagian utama dari teknologi kontemporer dewasa ini. Kelengkapan infrastruktur
