Data Penduduk Kabupaten Murung Raya 2014
|
|
|
- Yanti Hardja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Data Penduduk Kabupaten Murung Raya 2014 DESKRIPTIF SINGKAT Pada bagian ini akan membahas beberapa angka penting dari hasil pengolahan data proyeksi penduduk Kabupaten Murung Raya Pembahasan dilakukan dengan analisis deskriptif, yaitu dengan cara memaknai angka-angka yang ada pada tabel. 1. Penduduk Tahun 2014 Kabupaten Murung Raya mempunyai 10 Kecamatan, yakni Kecamatan Permata Intan, Sungai Babuat, Murung, Laung Tuhup, Barito Tuhup Raya, Tanah Siang, Tanah Siang Selatan, Sumber Barito, Seribu Riam, dan Uut Murung. Gambar 1. Penduduk menurut Kecamatan di Kabupaten Murung Raya Tahun ,703 8,059 3% 8% 5,438 5% 14,074 13% 4,571 4% 20,086 19% 2,640 2% 11,764 11% 2,402 2% 34,987 33% Permata Intan Sungai Babuat Murung Laung Tuhup Barito Tuhup Raya Tanah Siang Tanah Siang Selatan Sumber Barito Seribu Riam Uut Murung B P S K a b. M u r u n g R a y a - B A P P E D A K a b. M u r u n g R a y a 7
2 2014 Data Penduduk Kabupaten Murung Raya Berdasarkan grafik diatas, terlihat bahwa penduduk terbanyak berada di Kecamatan Murung yakni sebesar jiwa (33 %). Sedangkan paling sedikit berada di Kecamatan Sungai Babuat yakni sebesar jiwa (2 %). Dengan memperhatikan pengelompakan penduduk diatas, dapat dilihat dengan jelas ketimpangan penduduk yang cukup besar antar Kecamatan. Hal ini mengindikasikan bahwa penyebaran penduduk yang tidak merata (penduduk sebagian besar berkumpul di Pusat Kota, yakni Kecamatan Murung). 2. Penduduk menurut Jenis Kelamin dan Kecamatan Tahun 2014 Berdasarkan jenis kelamin dan kecamatan, dapat dilihat bahwasanya secara umum pada tahun 2014, penduduk laki-laki masih lebih banyak dari pada penduduk perempuan. Sehingga Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio) di semua Kecamatan akan bernilai di atas 100. Pada tahun 2014, jumlah penduduk laki-laki di Kabupaten Murung Raya adalah sebesar jiwa, sedangkan penduduk perempuan adalah sebesar jiwa. Dengan demikian perbedaan sedikit antara laki-laki dan perempuan di Kabupaten Murung Raya Tahun 2014 masih dalam keadaan wajar. 8 B P S K a b. M u r u n g R a y a - B A P P E D A K a b. M u r u n g R a y a
3 Data Penduduk Kabupaten Murung Raya 2014 Gambar 2. Penduduk menurut Jenis Kelamin dan Kecamatan di Kabupaten Murung Raya Tahun ,000 18,000 16,000 14,000 18,165 16,822 Laki-laki Perempuan Jiwa 12,000 10,000 10,296 9,790 8,000 7,320 6,000 4,000 2,000 6,043 5,721 1,281 1,121 2,389 2,182 6,754 4,213 2,796 3,846 2,034 2,642 1,669 1,454 1,186 - Kecamatan 3. Kepadatan Penduduk Tahun 2014 Kepadatan penduduk merupakan hasil bagi dari luas wilayah (km 2 ) terhadap banyaknya penduduk (jiwa) dalam suatu wilayah. Dalam hal ini wilayah yang dimaksud adalah level kecamatan. B P S K a b. M u r u n g R a y a - B A P P E D A K a b. M u r u n g R a y a 9
4 2014 Data Penduduk Kabupaten Murung Raya Gambar 3. Kepadatan Penduduk menurut Kecamatan di Kabupaten Murung Raya Tahun 2014 (Jiwa/km2) 1 1 Permata Intan Sungai Babuat Murung 11 Laung Tuhup Barito Tuhup Raya Tanah Siang Tanah Siang Selatan Sumber Barito Seribu Riam Uut Murung Dari grafik di bawah ini dapat dilihat bahwasanya kepadatan penduduk terbanyak terdapat di Kecamatan Murung, yaitu sebesar 48 jiwa/km 2. Sedangkan paling sedikit ada di kecamatan Uut Murung dan Seribu Riam dengan kepadatan sebesar 1 jiwa/km 2. Dengan demikian kepadatan penduduk di Kabupaten Murung Raya masih terjadi ketimpangan yang cukup signifikan. Kepadatan penduduk kabupaten Murung Raya adalah sebesar 4 jiwa/km 2. Penduduk sangat menyebar tidak merata di berbagai wilayah kecamatan. Wilayah berada di bawah kepadatan penduduk kabupaten yaitu Kecamatan Uut Murung, Seribu Riam, Barito Tuhup Raya, dan Sungai Babuat. Sedangkan sisanya sudah berada di atas kepadatan penduduk kabupaten. 10 B P S K a b. M u r u n g R a y a - B A P P E D A K a b. M u r u n g R a y a
5 Data Penduduk Kabupaten Murung Raya Laju Pertumbuhan Penduduk Tahun Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu hal utama untuk melihat perkembangan penduduk. Dengan mengetahui angka pertumbuhan penduduk, pemerintah setempat bisa memperkirakan kebijakan-kebijakan apa yang bisa diterapkan terkait dengan hal tersebut. 120, ,000 80,000 Gambar 4. Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Murung Raya Tahun % 2.71% 2.54% 96,857 99, , , % 107,724 Jiwa 60,000 50,336 51,800 53,200 54,600 55,991 Laki-laki + Perempuan 40,000 46,521 48,000 49,300 50,500 51,733 Perempuan 20,000 Laki-laki Tahun Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa series laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Murung Raya terus meningkat dari tahun ke tahun. Laju pertumbuhan terbanyak terjadi pada tahun 2010 menuju 2011, yakni sebesar 3.04%. Sedangkan laju pertumbuhan penduduk yang agak lambat terjadi pada pada tahun 2013 menuju tahun 2014, yakni sebesar 2,50%. B P S K a b. M u r u n g R a y a - B A P P E D A K a b. M u r u n g R a y a 11
6 2014 Data Penduduk Kabupaten Murung Raya 5. Penduduk menurut Kelompok Umur Tahun 2014 Penduduk perlu di kelompokkan pada umur-umur tertentu, hal ini bermanfaat untuk mengetahui jumlah penduduk pada suatu selang interval tertentu dan dapat diketahui pada rentang usia mana penduduk tersebut banyak ataupun sedikit, sehingga pemerintah dalam hal ini dinas terkait lebih bisa mengambil kebijakan disesuaikan dengan kelompok umur tersebut. Gambar 5. Penduduk menurut Kelompok Umur di Kabupaten Murung Raya Tahun , , , ,939 Kelompok Umur ,359 6,724 8,511 9, , , ,910 10_14 11,313 5_9 12, ,744-2,000 4,000 6,000 8,000 10,000 12,000 14,000 Jiwa 12 B P S K a b. M u r u n g R a y a - B A P P E D A K a b. M u r u n g R a y a
7 Data Penduduk Kabupaten Murung Raya 2014 Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa penduduk terbanyak berada pada rentang usia 0 4 tahun yakni sebesar jiwa. Sedangkan paling sedikit berada pada usia 75 +, yaitu hanya sebesar 732 jiwa. 6. Penduduk menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin (Piramida Penduduk) Tahun 2014 Cross tabulasi penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin adalah salah satu fenomena demografi yang tidak kalah penting. Hal ini dikarenakan pada setiap fase kelompok umur, terjadi perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Dari grafik dapat dilihat bahwa pada umumnya jumlah penduduk laki-laki pada setiap kelompok umur lebih besar daripada jumlah penduduk perempuan. Jumlah penduduk perempuan lebih besar dari laki-laki hanya pada kelompok umur 0 4, 20 24, dan tahun. Hal ini mengindikasikan secara umum pada setiap kelompok umur kemampuan bertahan hidup laki-laki masih lebih baik dari pada perempuan. B P S K a b. M u r u n g R a y a - B A P P E D A K a b. M u r u n g R a y a 13
8 2014 Data Penduduk Kabupaten Murung Raya Gambar 6. Penduduk menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin (Piramida Penduduk ) Kabupaten Murung Raya Tahun Perempuan , ,165 Laki-laki ,179 1,760 Kelompok Umur ,998 3,738 4,633 4,969 2,361 2,986 3,878 4, ,212 4, ,882 5, ,985 4,925 10_14 5,803 5,510 5_9 6,336 6, ,365 6, Jiwa 7. Penduduk menurut Agama Tahun 2014 Kebebasan beragama merupakan hak setiap orang, begitupun di Murung Raya. Pada umumnya terdapat beberapa agama yang dianut penduduk di Kabupaten Pemekaran ini, yakni Agama Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Konghuchu, dan lainnya (kaharingan). 14 B P S K a b. M u r u n g R a y a - B A P P E D A K a b. M u r u n g R a y a
9 Data Penduduk Kabupaten Murung Raya % 5,249 5% 6 0% 16 0% 17,297 16% Gambar 7. Penduduk menurut Agama di Kabupaten Murung Raya Tahun ,165 15% 68,940 64% Islam Protestan Kristen Hindu Budha Konghuchu Kaharingan Berdasarkan gambar di atas, dapat kita lihat bahwasanya mayoritas penduduk di Kabupaten Murung Raya adalah beragama Islam, yakni sebesar jiwa (64%). Sedangkan peringkat kedua adalah penduduk dengan beragama protestan, yakni sebesar jiwa (16%). Sedangkan peringkat ketiga adalah lainnya (kaharingan), yakni sebesar jiwa (15%). Penduduk mayoritas beragama Islam berada di Kecamatan Permata Intan, Murung, Laung Tuhup, Barito Tuhup Raya, Tanah Siang Selatan, Sumber Barito dan Seribu Riam. Penduduk mayoritas beragama Kristen Protestan berada di Kecamatan Tanah Siang. Sedangkan penduduk mayoritas beragama Kaharingan berada di Kecamatan Sungai Babuat dan Uut Murung. B P S K a b. M u r u n g R a y a - B A P P E D A K a b. M u r u n g R a y a 15
10 2014 Data Penduduk Kabupaten Murung Raya 8. Rumah Tangga Tahun 2014 Rumah Tangga merupakan kumpulan dari anggota rumah tangga. Perlu dipahami bahwa istilah rumah tangga berbeda dengan keluarga. Rumah tangga lebih identik dengan siapa saja yang tidur satu rumah dan makan dalam satu dapur, Sedangkan keluarga lebih identik dengan ikatan perkawinan. Dalam hal ini BPS menggunakan konsep rumah tangga. Gambar 8. Rumah Tangga menurut Kecamatan di Kabupaten Murung Raya Tahun ,323 5% 3,073 12% 1,827 7% 865 4% 490 2% 2,828 11% 532 2% 8,350 33% Permata Intan Sungai Babuat Murung Laung Tuhup Barito Tuhup Raya Tanah Siang Tanah Siang Selatan 1,088 4% 4,972 20% Sumber Barito Seribu Riam Uut Murung Dari gambar di atas rumah tangga terbanyak terdapat di Kecamatan Murung, yakni sebesar rumah tangga (33%). Berikutnya adalah Kecamatan Laung Tuhup yakni sebesar rumah tangga (20%). Sedangkan yang paling sedikit adalah Kecamatan Uut Murung, yakni sebesar 490 rumah tangga (2%). Jumlah rumah tangga suatu wilayah sangat penting untuk di ketahui, hal ini dikarenakan biasanya bantuan-bantuan sosial seperti 16 B P S K a b. M u r u n g R a y a - B A P P E D A K a b. M u r u n g R a y a
11 Data Penduduk Kabupaten Murung Raya 2014 Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), Beras Miskin (Raskin), ataupun Program Keluarga Harapan (PKH) adalah berbasis rumah tangga. 9. Rasio Beban Ketergantungan (Dependency Ratio) 2014 Rasio beban tanggungan (Dependency Ratio) merupakan angka yang erat hubungannya dengan isilah demografi. Dari angka ini dapat diketahui maju tidaknya suatu wilayah. Semakin besar angka beban tanggungan menunjukkan semakin besar penduduk usia produktif (15 64) harus menanggung penduduk usia tidak produktif (0-14 dan 65+). Gambar 9. Dependency Ratio menurut Kecamatan di Kabupaten Murung Raya Tahun Uut Murung 65 Seribu Riam 67 Sumber Barito Permata Intan Sungai Babuat 59 Murung Laung Tuhup 61 Tanah Siang Selatan 60 Tanah Siang 59 Barito Tuhup Raya Dependency Ratio Kabupaten Murung Raya pada tahun 2014 adalah sebesar 57, hal ini dapat di interpretasikan bahwa setiap 100 penduduk usia produktif menanggung 57 penduduk usia tidak produktif. Dependency Ratio terbaik berada pada Kecamatan Murung, Sungai Babuat, dan Barito Tuhup B P S K a b. M u r u n g R a y a - B A P P E D A K a b. M u r u n g R a y a 17
12 2014 Data Penduduk Kabupaten Murung Raya Raya; yaitu pada angka 59. Hal ini dapat di interpretasikan bahwa setiap 100 penduduk usia produktif menanggung 59 penduduk usia tidak produktif Sedangkan Dependency Ratio terburuk berada pada Kecamatan Uut Murung; yaitu pada angka 75. Hal ini dapat di interpretasikan bahwa setiap 100 penduduk usia produktif menanggung 75 penduduk usia tidak produktif 18 B P S K a b. M u r u n g R a y a - B A P P E D A K a b. M u r u n g R a y a
Data Penduduk Kabupaten Murung Raya 2014
KATA PENGANTAR Alhamdulillah puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas pertolongan-nya lah kami dapat menyelesaikan Publikasi dengan judul Data Penduduk Kabupaten Murung Raya 2014. Publikasi
BAB 7: GEOGRAFI ANTROPOSFER
www.bimbinganalumniui.com 1. Pada umumnya bahan-bahan yang dikumpulkan dari sensus bersifat demografis, ekonomis, dan sosial. Bahanbahan yang bersifat demografis (1) Kewarganegaraan (2) Umur (3) Pendidikan
STATISTIK KEPENDUDUKAN KALIMANTAN TENGAH 2013
STATISTIK PENDUDUKAN KALIMANTAN TENGAH 2013 i STATISTIK KEPENDUDUKAN KALIMANTAN TENGAH 2013 No. Publikasi : 62520.1401 Katalog BPS : 2101023.62 Ukuran Buku Jumlah Halaman :15 cm x 21 cm : ix + 57 halaman
ASPEK KEPENDUDUKAN III. Tujuan Pembelajaran
KTSP & K-13 Geografi K e l a s XI ASPEK KEPENDUDUKAN III Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan sebagai berikut. 1. Memahami perhitungan angka kelahiran.
HASIL SENSUS PENDUDUK Angka Sementara
HASIL SENSUS PENDUDUK 2010 Angka Sementara SEKAPUR SIRIH Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) bertanggung jawab menyediakan data statistik dasar
PEMERINTAH KABUPATEN MURUNG RAYA
PEMERINTAH KABUPATEN MURUNG RAYA PERATURAN DAERAH KABUPATEN MURUNG RAYA NOMOR 4 TAHUN 2007 T E N T A N G PEMBENTUKAN KECAMATAN BARITO TUHUP RAYA, KECAMATAN TANAH SIANG SELATAN, KECAMATAN SUNGAI BABUAT,
BAB 2 LANDASAN TEORI. Kependudukan sangat erat kaitannya dengan demografi. Demografi sendiri
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian-pengertian Kependudukan sangat erat kaitannya dengan demografi. Demografi sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu Demos yang artinya rakyat atau penduduk dan Grafien
STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUNGURAN TIMUR 2015 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUNGURAN TIMUR 2015 ISSN : - Katalog BPS : 1101002.2103.050 Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman : 10 halaman Naskah :
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH KAJIAN. di Kota Pekanbaru dan merupakan Kecamatan tertua di Kota Pekanbaru dengan
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH KAJIAN 4.1. Gambaran Umum Daerah Kajian 4.1.1. Keadaan Geografis Kecamatan Pekanbaru Kota merupakan salah satu Kecamatan yang berada di Kota Pekanbaru dan merupakan Kecamatan tertua
BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. a) Kondisi Grafis Kota Bandar Lampung
BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN A. Gambaram Umum Objek Penelitian 1. Kota Bandar Lampung a) Kondisi Grafis Kota Bandar Lampung Sumber : Badan Pusat Statistik, 2016 Gambar 4.1. Peta Administrasi Bandar
Boleh dikutip dengan mencantumkan sumbernya
INDIKATOR KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PROVINSI ACEH 2016 Nomor Publikasi : 11522.1605 Katalog BPS : 4102004.11 Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman : xvii + 115 Halaman Naskah Gambar Kulit Diterbitkan
PENDAHULUAN Latar Belakang
PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perempuan Indonesia memiliki peranan dan kedudukan sangat penting sepanjang perjalanan sejarah. Kiprah perempuan di atas panggung sejarah tidak diragukan lagi. Pada tahun
BAB I PENDAHULUAN. perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap-sikap masyarakat dan institusiinstitusi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses menuju perubahan yang diupayakan suatu negara secara terus menerus dalam rangka mengembangkan kegiatan ekonomi dan taraf
Agustina Bidarti, S.P., M.Si. Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya
Agustina Bidarti, S.P., M.Si. Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya PENDAHULUAN Studi demografi menekankan tiga fenomena perubahan penduduk, yakni: 1. Dinamika Penduduk (Population
BAB II GAMBARAN OBYEK PENELITIAN. wilayah kecamatan dan 45 wilayah kelurahan yang sebagian besar tanahnya. formasi geologi batuan sedimen old andesit.
BAB II GAMBARAN OBYEK PENELITIAN Deskripsi Kota Yogyakarta a. Geografi Luas wilayah Kota Yogyakarta kurang lebih hanya 1,02 % dari seluruh luas wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu 32, km2. Terbagi
BAB I PENDAHULUAN. Kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu tujuan dari pembangunan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu tujuan dari pembangunan ekonomi nasional yang dapat dicapai melalui pembenahan taraf hidup masyarakat, perluasan lapangan
EVALUASI KONDISI DEMOGRAFI SECARA TEMPORAL DI PROVINSI BENGKULU: Rasio Jenis Kelamin, Rasio Ketergantungan, Kepadatan Peduduk
EVALUASI KONDISI DEMOGRAFI SECARA TEMPORAL DI PROVINSI BENGKULU: Rasio Jenis Kelamin, Rasio Ketergantungan, Kepadatan Peduduk Afid Nurkholis Email: [email protected] ABSTRAK Pengukuran terhadap karakteristik
STATISTIK DAERAH KECAMATAN SERASAN STATISTIK DAERAH KECAMATAN SERASAN ISSN : - Katalog BPS : 1101002.2103.060 Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman : 10 halaman Naskah : Seksi Neraca Wilayah dan
BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH
BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH A. Kondisi Geografi dan Iklim Kota Madiun Gambar 4.1. Peta Wilayah Kota Madiun Kota Madiun berada di antara 7 o -8 o Lintang Selatan dan 111 o -112 o Bujur Timur. Kota Madiun
BAB II. Deskripsi Lokasi Penelitian. Dalam bab ini akan disajikan deskripsi lokasi penelitian dan rincianrincian
BAB II Deskripsi Lokasi Penelitian Dalam bab ini akan disajikan deskripsi lokasi penelitian dan rincianrincian di setiap bagian yang diperlukan dalam penelitian ini. Kita dapat mulai untuk meneliti apa
STATISTIK DAERAH KECAMATAN LEMBEH UTARA
STATISTIK DAERAH KECAMATAN LEMBEH UTARA 2016 B A D A N P U S AT S TAT I S T I K KO TA B I T U N G Statistik Kecamatan Lembeh Utara 2016 Statistik Kecamatan Lembeh Utara 2016 No. Publikasi : 7172.1616 Katalog
Tabel Jenis dan Kawasan Potensi Bencana Alam Kabupaten Temanggung
Tabel 2.17. Jenis dan Kawasan Potensi Bencana Alam No Jenis Bencana Alam Kecamatan 1 Potensi Tanah Longsor Tretep, Wonoboyo, Bejen, Candiroto, Gemawang, Kandangan, Jumo, Bansari, Kledung, Kaloran, Kranggan,
BAB III PROFIL UMUR DAN JENIS KELAMIN PENDUDUK KABUPATEN MAJALENGKA
BAB III PROFIL UMUR DAN JENIS KELAMIN PENDUDUK KABUPATEN MAJALENGKA 3.1. Pengertian Demografi Untuk dapat memahami keadaan kependudukan di suatu daerah atau negara, maka perlu didalami kajian demografi.
IV GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN
5 IV GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN.1. Kondisi Geografi dan Topografi Provinsi Papua Barat awalnya bernama Irian Jaya Barat, berdiri atas dasar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang pembentukan Provinsi
Tabel 2.6. Jumlah dan Kepadatan Penduduk Per Kecamatan di Kabupaten Tegal Pada Tahun 2013
Tabel 2.6. Jumlah dan Kepadatan Penduduk Per Kecamatan di Kabupaten Tegal Pada Tahun 2013 Kepadatan Kecamatan Luas Wilayah Jumlah Penduduk ( Km 2 ) Penduduk (Jiwa) ( Jiwa/Km 2 ) 010. Margasari 86,83 95.150
STATISTIK DAERAH KECAMATAN TEGOWANU 2016 ISBN : 978-602-6432-10-0 No. Publikasi : 33150.1639 Katalog BPS : 1101002.3315180 Ukuran Buku Jumlah Halaman Naskah : Koordinator Statistik Kecamatan Tegowanu Penyunting
BAB I PENDAHULUAN. kependudukan di Kabupaten Lombok Barat. 2. Melakukan analisis dan evaluasi terhadap situs kependudukan pada tingkat
A. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN penyajian data dan informasi perkembangan kependudukan terutama untuk perencanaan pembangunan manusia, baik itu pembangunan ekonomi, sosial, politik, lingkungan dan
V. GAMBARAN UMUM WILAYAH
V. GAMBARAN UMUM WILAYAH 5.1. Kondisi Geografis Luas wilayah Kota Bogor tercatat 11.850 Ha atau 0,27 persen dari luas Propinsi Jawa Barat. Secara administrasi, Kota Bogor terdiri dari 6 Kecamatan, yaitu
PERMASALAHAN KEPENDUDUKAN DAN PENANGGULANGANNYA
PERMASALAHAN KEPENDUDUKAN DAN PENANGGULANGANNYA Petrus Haryo Sabtono Materi disampaikan dalam Proses Belajar Mengajar Kelas 8 SMPK Santo Yoseph Denpasar Ingatkah kamu filosofi yang berkembang di sebagian
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I ENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang enduduk merupakan modal dasar dalam proses pembangunan. enduduk yang besar akan sangat bermanfaat sebagai modal sumber daya manusia, tetapi juga bisa merugikan bila
Jumlah RW RT. Luas Area (Km²) %Terhadap Luas Kota. Kecamatan. Kelurahan
Secara administrasi pemerintahan Kota Malang dikepalai oleh Walikota yang juga membawahi koordinasi sampai dengan wilayah administrasi. Jumlah yang ada di kota Malang sebanyak 5 dan jumlah Kelurahan sebanyak
INDIKATOR KETENAGAKERJAAN
INDIKATOR KETENAGAKERJAAN KABUPATEN MAMUJU TAHUN 2012 BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN MAMUJU INDIKATOR KETENAGAKERJAAN KABUPATEN MAMUJU TAHUN 2012 No Publikasi : 76042.1202 Katalog BPS : 2302003.7604 Ukuran
KABUPATEN ACEH UTARA. Katalog BPS : BADAN PUSAT STATISTIK
Katalog BPS : 4102004.1111 Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Utara Jl. T. Chik Di Tiro No. 5 Telp/Faks. (0645) 43441 Lhokseumawe 24351 e-mail : [email protected], [email protected] BADAN PUSAT
Ditulis oleh Administrator Senin, 26 Desember :43 - Terakhir Diperbaharui Senin, 09 Januari :16
Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk Kesejahteraan penduduk merupakan sasaran utama dari pembangunan. Sasaran ini tidak mungkin tercapai bila pemerintah tidak dapat memecahkan masalah kependudukan, seperti
GAMBARAN UMUM. Kabupaten OKU Selatan merupakan pemekaran dari. Kabupaten Ogan Komering Ulu, terbentuknya Kabupaten OKU
` GAMBARAN UMUM Kabupaten OKU Selatan memiliki geografis perbukitan dengan luas 549.394 Ha yang terdiri dari 19 Kecamatan dan 259 Desa/Kelurahan dengan jumlah penduduk pada tahun 2011 mencapai 320.290
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Singkat Kelurahan Sumur Putri Kelurahan Sumur Putri merupakan salah satu kelurahan yang masuk dalam wilayah Kecamatan Telukbetung Selatan Kota Bandar Lampung.
ASPEK KEPENDUDUKAN IV
KTSP & K-13 Geografi K e l a s XI ASPEK KEPENDUDUKAN IV Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut. 1. Memahami usia kerja, tenaga kerja, angkatan dan
BAB II DESKRIPSI KOTA SURAKARTA
BAB II DESKRIPSI KOTA SURAKARTA A. Kondisi Geografi Surakarta merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang menunjang kota-kota besar seperti Semarang maupun Yogyakarta. Letaknya yang strategis dan berpotensi
PEMERINTAH KABUPATEN MURUNG RAYA
PEMERINTAH KABUPATEN MURUNG RAYA PERATURAN DAERAH KABUPATEN MURUNG RAYA NOMOR 3 TAHUN 2007 T E N T A N G PEMBENTUKAN KELURAHAN MUARA TUHUP, KELURAHAN BATU BUA I, KELURAHAN MUARA LAUNG I, KELURAHAN SARIPOI,
SEKAPUR SIRIH. Akhirnya kiranya buku kecil ini dapat diterima dengan penuh ungkapan syukur. Labuan Bajo, Juli 2010 BPS Manggarai Barat
Manggarai Barat SEKAPUR SIRIH Geliat aktivitas Sensus Penduduk 2010 tidak lagi terlihat. berbagai ragam pengalaman mengesankan seputar peristiwa sepuluh tahunan tersebut tinggal kenangan. Kenangan yang
BAB 1 PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan penduduk dunia, Indonesia juga sebagai negara
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah kependudukan adalah masalah yang timbul sebagai akibat keadaan penduduk itu sendiri didalam pertumbuhannya. Oleh karena jumlah penduduk terus bertambah, maka
BAB 2 LANDASAN TEORI. penduduk, dan Grafein adalah menulis. Jadi demografi adalah tulisan tulisan atau
16 Daftar pustaka dan lampiran. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian pengertian Kata demografi berasal dari bahasa Yunani yang berarti Demos adalah rakyat atau penduduk, dan Grafein adalah menulis. Jadi
suatu negara. Pada dasarnya keberadaan penduduk di suatu negara akan mempercepat pembangun negara semakin besar. Tetapi jika pertumbuhan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penduduk adalah salah satu faktor pembentuk berdirinya suatu negara, tanpa penduduk maka suatu wilayah teritorial tidak dapat berdiri kokoh sebagai suatu negara. Pada
BAB II GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Pekanbaru, terdiri atas 65 RW dan 318 RT. Luas wilayah Kecamatan Tampan
BAB II GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Letak Geografis Wilayah Kecamatan Tampan merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kota Pekanbaru, terdiri atas 65 RW dan 318 RT. Luas wilayah Kecamatan Tampan
Kota Pekalongan. (Data Agregat per Kecamatan)
Kota Pekalongan (Data Agregat per Kecamatan) 12 1 Penutup Sekapur Sirih Sensus Penduduk 2010 merupakan sebuah pekerjaan besar bangsa Indonesia yang pelaksanaannya melibatkan petugas yang banyak dan anggaran
BAB II METODE PENELITIAN. metode deskriptif memusatkan perhatian terhadap masalah-masalah atau fenomena
BAB II METODE PENELITIAN II.1 Bentuk Penelitian Bentuk yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sebagaimana dikatakan Nawawi (1990:64) bahwa metode
BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. 4.1 Identitas Kelurahan Way Urang Kecamatan Kalianda. Identitas Kelurahan Way Urang adalah sebagai berikut:
BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1 Identitas Kelurahan Way Urang Kecamatan Kalianda Identitas Kelurahan Way Urang adalah sebagai berikut: 1. Nama Desa : Way Urang 2. Kecamatan : Kalianda 3. Kabupaten
BAB 2 LANDASAN TEORI
5 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Masalah kependudukan Masalah kependudukan di Indonesia dikategorikan sebagai suatu masalah nasional yang besar dan memerlukan pemecahan segera. Hal ini mencakup lima masalah
IV. KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN
IV. KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Gambaran Umum Desa Jimbung Desa Jimbung merupakan salah satu Desa dari 7 Desa yang ada di Kecamatan Kalikotes Kabupaten Klaten. Desa Jimbung terdiri dari 106 RT dan
Pengukuran dalam Demografi
Pengukuran dalam Demografi Demografi (Kependudukan) Dian Kurnia Anggreta, S.Sos, M.Si 1 Pengukuran dalam Demografi Ukuran Absolut Awal data demografi disajikan dalam bentuk bilangan atau jumlah absolut
KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Belitung yang terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 sejak
IV. KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN Kabupaten Belitung Timur adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Bangka Belitung yang terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 sejak tanggal 25 Februari
pengisian data dan cara pembuatan grafik. setelah pengolahan dan analisa perhitungan serta saran-saran yang
Pada bab ini dijelaskan tentang cara pengaktifan jendela excel, pengisian data dan cara pembuatan grafik. BAB 6 : KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini merupakan penutup yang mencakup kesimpulan yang diambil setelah
IV.GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kecamatan Gedung Aji memiliki luas wilayah sekitar 114,47 km 2 beribukota di
40 IV.GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Letak Geografis dan Luas Wilayah Kecamatan Gedung Aji memiliki luas wilayah sekitar 4,47 km beribukota di Kampung Gedung Aji yang berjarak 36 km dari Ibu Kota Kabupaten
MODUL ONLINE INFORMASI DATA KEPENDUDUKAN PENDALAMAN MATERI DEMOGRAFI
MODUL ONLINE 20.11 INFORMASI DATA KEPENDUDUKAN PENDALAMAN MATERI DEMOGRAFI FERANI MULIANINGSIH PPG DALAM JABATAN Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi 2018 i A. PENDAHULUAN Materi-materi pembelajaran
ANALISA HASIL SENSUS PENDUDUK TAHUN 2010 DAN IMPLIKASI KEPENDUDUKAN DI PROVINSI BENGKULU
ANALISA HASIL SENSUS PENDUDUK TAHUN 2010 DAN IMPLIKASI KEPENDUDUKAN DI PROVINSI BENGKULU 1. Sensus Penduduk 2010 dan penyebaran tingkat Kabupaten/Kota Penduduk Provinsi Bengkulu hasil sensus penduduk tahun
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antara kekuatankekuatan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antara kekuatankekuatan yang menambah dan kekuatan-kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk. Secara terus menerus,
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. ini terletak di sebelah Desa Panaragan, berjarak ±15 km dari ibu kota kecamatan,
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Keadaan Geografis Desa Tirta Makmur merupakan salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Desa Tirta Makmur ini
Statistik Daerah Kabupaten Bintan
Statistik Daerah Kabupaten Bintan 2012 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BINTAN TIMUR 2014 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BINTAN TIMUR 2014 ISSN : No. Publikasi: 21020.1418 Katalog BPS : 1101001.2102.060 Ukuran Buku
Kecamatan Bojongloa Kaler
Katalog BPS nomor : 9213.3273.030 Kecamatan Bojongloa Kaler 2015 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BANDUNG STATISTIK DAERAH Kecamatan Bojongloa Kaler 2015 ISSN : - No. Publikasi : 3273.1536 Katalog BPS : 9213.3273.030
Data Sosial Ekonomi Kepulauan Riau 2012
Kata pengantar Publikasi Data Sosial Ekonomi Kepulauan Riau 2012 merupakan publikasi perdana yang berisi data penduduk, ketenagakerjaan, pendidikan, kemiskinan, pertumbuhan ekonomi dan indikator keuangan
BAB I PENDAHULUAN. antara pemerintah dan pihak swasta (masyarakat) sehingga sumber daya yang ada
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan ekonomi daerah adalah sebuah proses terciptanya kerjasama antara pemerintah dan pihak swasta (masyarakat) sehingga sumber daya yang ada dapat dikelola untuk
IV. GAMBARAN UMUM. A. Keadaan Umum Wilayah Kelurahan Tanjung Ratu Ilir. Ratu Ilir terdiri dari 7 (tujuh) dusun. Ketujuh dusun tersebut ialah :
IV. GAMBARAN UMUM A. Keadaan Umum Wilayah Kelurahan Tanjung Ratu Ilir 1. Lokasi Kelurahan Tanjung Ratu Ilir Kelurahan Tanjung Ratu Ilir merupakan salah satu kelurahan yang ada di kecamatan Way Pengubuan,
Katalog BPS : BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PALANGKA RAYA
Katalog BPS : 1101002.6271012 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PALANGKA RAYA STATISTIK DAERAH KECAMATAN JEKAN RAYA 2014 ISSN : 2089-1725 No. Publikasi : 62710.1415 Katalog BPS : 1101002.6271012 Ukuran Buku
KATA PENGANTAR. Singaraja, Oktober Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Buleleng
KATA PENGANTAR Puja Angayu bagia kami haturkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas waranugraha-nya maka penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan Kabupaten Buleleng
STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUNGURAN BARAT 2015
STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUNGURAN BARAT 2015 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUNGURAN BARAT 2015 ISSN : - Katalog BPS : 1101002.2103.040 Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman : 10 halaman Naskah :
KONDISI UMUM WILAYAH STUDI
Ba b 3 KONDISI UMUM WILAYAH STUDI 3.1. Kecamatan Kuala Kampar 3.1.1. Administrasi Kecamatan Kuala Kampar terbentang seluas 1.000,39 km 2. Secara administrasi wilayah Kecamatan Kuala Kampar berbatasan dengan
GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN
111 GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN Keadaan Geografis DKI Jakarta terletak di 6 0 12 lintang selatan dan 106 0 48 bujur timur dengan luas wilayah 661,26 km2, berupa daratan 661.52 km2 dan lautan 6,977,5
Katalog : STATISTIK DAERAH KECAMATAN BOTIN LEOBELE DALAM ANGKA
Katalog :1101002.5321080 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BOTIN LEOBELE DALAM ANGKA 2016 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BOTIN LEOBELE DALAM ANGKA 2016 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BOTIN LEOBELE DALAM ANGKA 2016 ISSN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Kecamatan Wonosari merupakan salah satu dari 7 kecamatan yang ada di
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Keadaan Umum Wilayah Penelitian Kecamatan Wonosari merupakan salah satu dari 7 kecamatan yang ada di Kabupaten Boalemo, Di lihat dari letak geografisnya, Kecamatan Wonosari
Sanggau, Agustus 2010 Kepala BPS Kabupaten Sanggau MUHAMMAD YANI, SE NIP
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, Badan Pusat Statistik bertanggung jawab menyediakan data statistik dasar dengan menyelenggarakan kegiatan Sensus Penduduk. Sensus Penduduk
BAB IV GAMBARAN UMUM PENELITIAN. Timur dan 7,12 hingga 8,48 Lintang Selatan. Sedangkan luas Provinsi
BAB IV GAMBARAN UMUM PENELITIAN A. Kondisi Geografi dan Demografi Provinsi Jawa Timur terletak pada 111,0 hingga 114,4 Bujur Timur dan 7,12 hingga 8,48 Lintang Selatan. Sedangkan luas Provinsi Jawa Timur
K A T A P E N G A N T A R
K A T A P E N G A N T A R Puji dan Syukur kita Panjatkan ke hadirat Ilahi Rabbi, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga buku Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang Tahun 2017 ini
BAB 1 PENDAHULUAN. dan tepat rencana pembangunan itu dibuat. Suatu perencanaan kependudukan adalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam perancangan pembangunan, data kependudukan memegang peran yang penting. Makin lengkap dan akurat data kependudukan yang tersedia makin mudah dan tepat rencana
BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Singkat Berdirinya Kelurahan Sail Kelurahan adalah pembagian wilayah administratif di bawah kecamatan, dalam konteks merupakan wilayah kerja lurah sebagai
DINAMIKA PEREKONOMIAN LAMPUNG
IV. DINAMIKA PEREKONOMIAN LAMPUNG 4.1. Provinsi Lampung 4.1.1. Gambaran Umum Provinsi Lampung meliputi wilayah seluas 35.288,35 kilometer persegi, membentang di ujung selatan pulau Sumatera, termasuk pulau-pulau
Pulau Morotai Data Agregat Per Kecamatan
Jumlah Penduduk Pulau Pulau Morotai Data Agregat Per Kecamatan Morotai berdasarkan hasil SP2010 sebanyak 52.862 jiwa dengan laju pertumbuhan sebesar 2,86 persen per tahun BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN
BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN
BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN 4.1 Sejarah singkat desa Kalimbukuni Desa Kalimbukuni adalah salah satu desa yang terbentuk pada Tahun 1958, yang terletak di kecamatan kota Waikabubak, Kabupaten
KUESIONER : ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK. :Pola Pengasuhan Anak Di Daerah Pemukiman Kumuh Kota Medan
KUESIONER Nama : LIA LIDIA T. SARAGIH NIM : 070901035 Departemen Fakultas Judul Penelitian : SOSIOLOGI : ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK :Pola Pengasuhan Anak Di Daerah Pemukiman Kumuh Kota Medan (Studi korelatif
STATISTIK DAERAH DISTRIK KLAMONO 2013 STATISTIK DAERAH DISTRIK KLAMONO 2013 ISSN : 2302-2302 No. Publikasi : 9107.13.30 Katalog BPS : 1102001.9107111 Ukuran Buku : 17.6 cm x 25 cm JumlahHalaman :vi + 16
IV. GAMBARAN UMUM. Kampung Sidoarjo Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan
IV. GAMBARAN UMUM A. Sejarah Singkat Kampung Sidoarjo Kampung Sidoarjo Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan dibangun pada tahun 1965 dan dipetakan 1973 oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui
Sekapur Sirih. Kutacane, Agustus 2010 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Tenggara. Rusmadi Nisca, SE
Sekapur Sirih Sebagai Pengemban amanat Undang Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan sejalan rekomendasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengenai Sensus Penduduk dan Perumahan Tahun 2010 (Population
