PT MULTIBREEDER ADIRAMA INDONESIA
|
|
|
- Susanti Yuwono
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1. Umum a. Pendirian dan Informasi Umum PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang- Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 jo. Undang-Undang No. 12 tahun 1970 berdasarkan akta No. 11 tanggal 13 Pebruari 1985 dari Sastra Kosasih, Notaris di Surabaya. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C26510.HT TH.86 tanggal 18 September 1986 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 90 tanggal 11 Nopember 1986, Tambahan No Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 99 tanggal 8 Juli 2008 dari Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., notaris di Jakarta, mengenai perubahan Anggaran Dasar Perusahaan sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang perseroan terbatas. Akta perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. AHU AH tahun 2008 tanggal 14 Oktober 2008 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 17 tanggal 27 Februari 2009, Tambahan No Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi bidang pertanian, peternakan, perikanan, industri dan perdagangan umum. Saat ini usaha Perusahaan dibidang pembibitan ayam nenek dan pembibitan ayam induk. Produk yang diusahakan adalah berupa bibit anak ayam umur sehari atau Day Old Chick (DOC) yang terdiri dari Induk Broiler, Induk Layer, Niaga Broiler, Niaga Layer betina dan Niaga Layer Jantan dan produk sampingan. Perusahaan memulai usahanya secara komersial pada tahun Kantor pusat Perusahaan terletak di Grha Praba Samantha, Jl. Daan Mogot Km. 12 No. 9 Jakarta Barat, sedangkan peternakan dan penetasan milik Perusahaan terletak di Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Kalimantan. Perusahaan menjual produknya di pasar lokal. Perusahaan dan anak perusahaan tergabung dalam kelompok usaha (Grup) Japfa. b. Penawaran Umum Efek Perusahaan Pada tanggal 19 Januari 1994, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) [sekarang Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK)] dengan suratnya No. S-94/PM/1994 untuk melakukan penawaran umum atas saham seharga Rp per saham kepada masyarakat dan telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia setelah merger pada tanggal 31 Desember 2007) pada tanggal 28 Februari Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 seluruh saham Perusahaan atau sejumlah saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia
2 c. Anak Perusahaan yang Dikonsolidasikan Perusahaan mempunyai bagian kepemilikan langsung, lebih dari 50% saham anak perusahaan berikut: Anak Perusahaan Total Aset Tahun Persentase (Sebelum eliminasi) Operasi Pemilikan 30 Sept 31 Desember Domisili Jenis Usaha Komersial PT Multiphala Adiputra Purwakarta Pembibitan ayam % 99.90% 8,599,350,893 8,962,939,320 PT Hidon Sukabumi Pembibitan ayam % 99.99% 4,938,341,950 5,191,079,961 Kegiatan operasional PT Multiphala Adiputra dan PT Hidon telah diambil alih oleh Perusahaan masing-masing sejak tahun 2004 dan d. Karyawan, Direktur dan Komisaris Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, susunan pengurus Perusahaan berdasarkan Akta No. 59 tahun 2011 dan Akta No. 90 tahun 2010 dari Dr. Irawan Soerodjo, S.H., MSi, notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut: Kom is aris Utam a : Rachm at Indrajaya Kom is aris : Tukul Trajan Boentoro Antonius Harwanto Suryo Sem bodo Kom is aris Independen : Rachm at Indrajaya Direktur Utam a : Leo Handoko Laks ono Wakil Direktur Utam a : Budiarto Soebijanto Direktur : Yulius Putut Djagiri Sebagai perusahaan publik, Perusahaan telah memiliki Komisaris Independen dan Komite Audit yang diwajibkan oleh Bapepam (sekarang Bapepam dan LK). Komite Audit Perusahaan terdiri dari dua orang anggota, dimana Rachmat Indrajaya yang menjabat sebagai Komisaris Independen juga menjadi Ketua Komite Audit. Jumlah rata-rata karyawan Perusahaan (tidak diaudit) adalah karyawan per 30 September 2011 dan karyawan tahun Jumlah gaji dan tunjangan yang dibayar atau diakru kepada komisaris dan direksi masingmasing sebesar Rp untuk periode yang berakhir 30 September 2011 dan Rp untuk tahun yang berakhir 31 Desember Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) No. VIII.G.7 tanggal 13 Maret 2000 dan Surat Edaran Bapepam dan LK No. SE-02/PM/2002 tanggal 27 Desember 2002 tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Perternakan. Perusahaan dan anak perusahaan telah mematuhi seluruh ketentuan dan persyaratan dalam Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku. Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan anak perusahaan untuk periode yang berakhir 30 September 2011 disusun sesuai dengan PSAK No. 3 (Revisi 2010), Laporan Keuangan Interim
3 Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rp). b. Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Efektif 1 Januari 2011 Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) berikut: (1) PSAK 1 (Revisi 2009), Penyajian Laporan Keuangan, yang mengatur penyajian laporan keuangan, antara lain, mengenai tujuan, komponen laporan keuangan, penyajian yang wajar, materialitas dan agregat, saling hapus, perbedaan antara aset lancar dan tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan jangka panjang, informasi komparatif dan konsistensi, dan pengungkapan baru antara lain, estimasi utama dan pertimbangan, manajemen permodalan, pendapatan komprehensif lain, penyimpangan dari standar akuntansi, dan pelaporan kepatuhan. Standar ini memperkenalkan laporan laba rugi komprehensif yang menggabungkan semua pendapatan dan beban yang diakui dalam laba rugi secara bersama-sama dengan "pendapatan komprehensif lainnya dalam satu laporan, atau dalam dua laporan yang berkaitan, yakni laporan laba rugi dan laporan laba rugi komprehensif secara terpisah. Perusahaan memilih untuk menyajikan dalam bentuk satu laporan dan laporan keuangan periode sebelumnya disajikan sesuai dengan PSAK ini, agar komparatif dengan laporan keuangan 30 September (2) PSAK 3 (Revisi 2010), Laporan Keuangan Interim, yang mengatur penyajian minimum laporan keuangan interim, serta prinsip-prinsip pengakuan dan pengukuran dalam laporan keuangan lengkap atau laporan keuangan interim
4 (3) PSAK 5 (Revisi 2009), Segmen Operasi, yang mensyaratkan informasi yang dilaporkan dalam setiap segmen operasi sesuai dengan informasi yang dilaporkan secara regular kepada pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya. PSAK ini menyempurnakan definisi segmen operasi dan mengharuskan pendekatan manajemen dalam menyajikan informasi segmen menggunakan dasar yang sama seperti halnya pelaporan internal. Perusahaan dan anak perusahaan menyajikan informasi segmen tahun sebelumnya sesuai dengan PSAK ini, agar komparatif dengan laporan keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir 30 September (4) PSAK 7 (Revisi 2010), Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi, yang menyempurnakan panduan untuk pengungkapan hubungan pihak-pihak berelasi, transaksi dan saldo termasuk komitmen. Berikut ini PSAK dan ISAK yang wajib diterapkan untuk tahun buku yang dimulai 1 Januari 2011, namun tidak relevan atau tidak memiliki dampak material terhadap laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan anak perusahaan: PSAK 1. PSAK 2 (Revisi 2009), Laporan Arus Kas 2. PSAK 4 (Revisi 2009), Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri 3. PSAK 8 (Revisi 2010), Peristiwa setelah Periode Pelaporan 4. PSAK 12 (Revisi 2009), Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama 5. PSAK 15 (Revisi 2009), Investasi pada Entitas Asosiasi 6. PSAK 19 (Revisi 2010), Aset Tak Berwujud 7. PSAK 22 (Revisi 2010), Kombinasi Bisnis 8. PSAK 23 (Revisi 2010), Pendapatan 9. PSAK 25 (Revisi 2009), Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan 10. PSAK 48 (Revisi 2009), Penurunan Nilai Aset 11. PSAK 57 (Revisi 2009), Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi 12. PSAK 58 (Revisi 2009), Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan. ISAK 1. ISAK 7 (Revisi 2009), Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus 2. ISAK 9 (Revisi 2009), Perubahan atas Liabilitas Aktivitas Purnaoperasi, Restorasi, dan Liabilitas Serupa 3. ISAK 10 (Revisi 2009), Program Loyalitas Pelanggan 4. ISAK 11 (Revisi 2009), Distribusi Aset Nonkas kepada Pemilik 5. ISAK 12 (Revisi 2009), Pengendalian Bersama Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer 6. ISAK 14 (Revisi 2009), Aset Tak Berwujud - Biaya Situs Web 7. ISAK 17 (Revisi 2009), Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai - 9 -
5 c. Prinsip Konsolidasian Kebijakan Akuntansi Efektif Tanggal 1 Januari 2011 Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaan yang dikendalikannya, dimana Perusahaan mempunyai kepemilikan lebih dari 50%, baik langsung maupun tidak langsung, hak suara di anak perusahaan dan dapat menentukan kebijakan keuangan dan operasi dari anak perusahaan. Saldo, transaksi, penghasilan, dan beban intra kelompok usaha dieliminasi secara penuh. Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. Kepentingan nonpengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk. Pengakuan awal kepentingan nonpengendali dapat diukur pada nilai wajar atau pada nilai proporsional kepemilikan nonpengendali atas aset bersih anak perusahaan yang diakuisisi. Pengukuran selanjutnya, nilai tercatat kepentingan nonpengendali merupakan pengakuan awal ditambah proporsi kepentingan nonpengendali atas perubahan ekuitas anak perusahaan. Seluruh laba rugi komprehensif diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan nonpengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan nonpengendali mempunyai saldo defisit. Perubahan dalam bagian kepemilikan Perusahaan pada anak perusahaan yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Nilai tercatat kepentingan pengendali dan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan kepentingan dalam anak perusahaan. Perbedaan antara jumlah penyesuaian kepentingan nonpengendali dan nilai wajar yang dibayar atau diterima diakui langsung pada ekuitas dan diatribusikan pada pemilik entitas induk. Jika entitas induk kehilangan pengendalian atas anak perusahaan, keuntungan atau kerugian yang timbul diakui sebagai selisih antara (i) nilai wajar agregat pembayaran yang diterima dan mengakui setiap sisa investasi pada anak perusahaan pada nilai wajarnya pada tanggal hilangnya pengendalian, dan (ii) nilai tercatat aset (termasuk goodwill), dan liabilitas anak perusahaan dan kepentingan nonpengendali. Entitas induk mereklasifikasi ke laporan laba rugi konsolidasian, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba semua jumlah yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain yang terkait dengan anak perusahaan tersebut (sebagai penyesuaian reklasifikasi). Akuisisi anak perusahaan diperhitungkan dengan menggunakan metode akuisisi. Pembayaran untuk setiap akuisisi diukur pada jumlah agregat nilai wajar (pada tanggal pertukaran) aset, liabilitas yang timbul, dan instrumen ekuitas yang dibayarkan oleh Perusahaan untuk mengakuisisi anak perusahaan. Untuk setiap kombinasi bisnis pihak pengakuisisi mengakui kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi pada nilai wajar atau proporsi kepemilikannya dalam aset bersih anak perusahaan yang diakuisisi. Biaya yang timbul sehubungan dengan akuisisi dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian. Selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan sebesar nilai wajar tanggal akuisisi dan jumlah setiap kepentingan nonpengendali atas anak perusahaan dengan jumlah aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada tanggal akuisisi dicatat sebagai goodwill. Jika nilai agregat imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap kepentingan nonpengendali atas anak perusahaan lebih kecil dari nilai wajar aset bersih anak perusahaan yang diakuisisi, maka selisihnya dicatat pada laporan laba rugi konsolidasian
6 Kebijakan Akuntansi Sebelum 1 Januari 2011 Kerugian yang menjadi bagian dari pemegang saham minoritas pada suatu anak perusahaan dapat melebihi bagiannya dalam modal disetor. Kelebihan tersebut dan kerugian lebih lanjut yang menjadi bagian pemegang saham minoritas, harus dibebankan kepada pemegang saham mayoritas, kecuali terdapat liabilitas yang mengikat pemegang saham minoritas untuk menutupi kerugian tersebut dan pemegang saham minoritas mampu memenuhi liabilitasnya. Apabila pada periode selanjutnya, anak perusahaan melaporkan laba, maka laba tersebut harus terlebih dahulu dialokasikan kepada pemegang saham mayoritas sampai seluruh bagian kerugian pemegang saham minoritas yang dibebankan pada pemegang saham mayoritas dapat ditutup. Sesuai dengan PSAK 22, Akuntansi Penggabungan Usaha, dalam menerapkan metode pembelian, jika biaya perolehan lebih rendah dari bagian pengakuisisi atas nilai wajar aset bersih anak perusahaan yang dapat diidentifikasi pada tanggal akuisisi, maka nilai wajar aset nonmoneter yang diperoleh harus diturunkan secara proporsional sampai seluruh selisih tersebut dieliminasi. Sisa selisih tersebut diakui sebagai goodwill negatif dan diamortisasi menggunakan metode garis lurus selama 20 (dua puluh) tahun. d. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan dengan kurs Bank Indonesia untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian periode yang bersangkutan. Keuntungan atau kerugian selisih kurs atas aset dan liabilitas moneter merupakan selisih antara biaya perolehan diamortisasi dalam Rupiah pada awal tahun yang disesuaikan dengan bunga efektif dan pembayaran selama tahun berjalan, dengan biaya perolehan diamortisasi dalam mata uang asing yang dijabarkan kedalam Rupiah menggunakan kurs yang berlaku pada akhir tahun. Pada tanggal laporan posisi keuangan kurs mata uang asing yang digunakan adalah sebagai berikut: 30-Sep 31 Desember Mata Uang Asing Rp Rp Dolar Amerika Serikat (US$) 8,823 8,991 Euro 11,956 11,956 Dolar Singapora (SGD) 6,796 6,
7 e. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi Kebijakan Akuntansi Efektif 1 Januari 2011 Pihak-pihak berelasi adalah orang atau perusahaan yang terkait dengan Perusahaan: 1) Perorangan atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan Perusahaan jika orang tersebut: a) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Perusahaan b) memiliki pengaruh signifikan atas Perusahaan, atau c) personil manajemen kunci Perusahaan atau entitas induk Perusahaan 2) Suatu perusahaan berelasi dengan Perusahaan jika memenuhi salah satu hal berikut: a) perusahaan tersebut dan Perusahaan adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (induk perusahaan, anak perusahaan, dan anak perusahaan berikutnya terkait dengan perusahaan tersebut), b) perusahaan asosiasi atau ventura bersama, c) perusahaan tersebut dan Perusahaan adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama, d) perusahaan adalah ventura bersama dari pihak ketiga dan Perusahaan adalah asosiasi pihak ketiga tersebut, e) perusahaan tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja Perusahaan atau perusahaan lain yang terkait dengan Perusahaan. Jika Perusahaan adalah perusahaan yang menyelenggarakan program tersebut, maka perusahaan sponsor juga berelasi dengan Perusahaan, f) perusahaan yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh perorangan yang diidentifikasi dalam 1) di atas, g) perorangan yang diidentifikasi dalam 1) a) di atas memiliki pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut atau personil manajemen kunci perusahaan tersebut (atau induk perusahaan dari perusahaan tersebut). Kebijakan Akuntansi Sebelum 1 Januari 2011 Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah: 1. Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan Perusahaan (termasuk holding companies, subsidiaries, dan fellow subsidiaries); 2. Perusahaan asosiasi; 3. Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di Perusahaan yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang diharapkan dapat mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan Perusahaan); 4. Karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, dan mengendalikan kegiatan Perusahaan yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi, dan manajer dari Perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan
8 5. Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir (3) atau (4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi, atau pemegang saham utama dari Perusahaan dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan Perusahaan. Semua transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan, persyaratan dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian. f. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi total aset dan liabilitas yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasian serta total pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan total yang diestimasi. Estimasi dan asumsi yang digunakan tersebut ditelaah kembali secara terus menerus. Revisi atas estimasi akuntansi diakui dalam periode yang sama pada saat terjadinya revisi estimasi atau pada periode masa depan yang terkena dampak. Informasi mengenai ketidakpastian yang melekat pada estimasi dan pertimbangan yang mendasari dalam penerapan kebijakan akuntansi yang memiliki dampak signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian, dijelaskan pada Catatan 3 atas laporan keuangan konsolidasian. g. Kas Kas terdiri dari kas dan kas di bank. h. Instrumen Keuangan Kebijakan Akuntansi Efektif Tanggal 1 Januari 2010 Perusahaan dan anak perusahaan mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan pada laporan keuangan konsolidasian, jika dan hanya jika, Perusahaan dan anak perusahaan menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut. Pembelian atau penjualan yang lazim atas instrumen keuangan diakui pada tanggal penyelesaian. Instrumen keuangan pada pengakuan awal diukur pada nilai wajarnya, yang merupakan nilai wajar kas yang diserahkan (dalam hal aset keuangan) atau yang diterima (dalam hal liabilitas keuangan). Nilai wajar kas yang diserahkan atau diterima ditentukan dengan mengacu pada harga transaksi atau harga pasar yang berlaku. Jika harga pasar tidak dapat ditentukan dengan andal, maka nilai wajar kas yang diserahkan atau diterima dihitung berdasarkan estimasi jumlah seluruh pembayaran atau penerimaan kas masa depan, yang didiskontokan menggunakan suku bunga pasar yang berlaku untuk instrumen sejenis dengan jatuh tempo yang sama atau hampir sama. Pengukuran awal instrumen keuangan, kecuali untuk instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, termasuk biaya transaksi
9 Biaya transaksi adalah biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung pada perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan, dimana biaya tersebut adalah biaya yang tidak akan terjadi apabila entitas tidak memperoleh atau menerbitkan instrumen keuangan. Biaya transaksi tersebut diamortisasi sepanjang umur instrumen menggunakan metode suku bunga efektif. Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang relevan, menggunakan suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa depan selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari instrumen keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Perusahaan dan anak perusahaan mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, tanpa mempertimbangkan kerugian kredit di masa depan, namun termasuk seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari suku bunga efektif. Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan adalah jumlah aset keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi penurunan untuk penurunan nilai atau nilai yang tidak dapat ditagih. Pengklasifikasian instrumen keuangan dilakukan berdasarkan tujuan perolehan instrumen tersebut dan mempertimbangkan apakah instrumen tersebut memiliki kuotasi harga di pasar aktif. Pada saat pengakuan awal, Perusahaan dan anak perusahaan mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam kategori berikut: aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, aset keuangan tersedia untuk dijual, liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan liabilitas lain-lain; dan melakukan evaluasi kembali atas kategori-kategori tersebut pada setiap tanggal pelaporan, apabila diperlukan dan tidak melanggar ketentuan yang disyaratkan. Penentuan Nilai Wajar Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif pada tanggal laporan posisi keuangan adalah berdasarkan kuotasi harga pasar atau harga kuotasi penjual/dealer (bid price untuk posisi beli dan ask price untuk posisi jual), tanpa memperhitungkan biaya transaksi. Apabila bid price dan ask price yang terkini tidak tersedia, maka harga transaksi terakhir yang digunakan untuk mencerminkan bukti nilai wajar terkini, sepanjang tidak terdapat perubahan signifikan dalam perekonomian sejak terjadinya transaksi. Untuk seluruh instrumen keuangan yang tidak terdaftar pada suatu pasar aktif, kecuali investasi pada instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga, maka nilai wajar ditentukan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian meliputi teknik nilai kini (net present value), perbandingan terhadap instrumen sejenis yang memiliki harga pasar yang dapat diobservasi, model harga opsi (options pricing models), dan model penilaian lainnya. Dalam hal nilai wajar tidak dapat ditentukan dengan andal menggunakan teknik penilaian, maka investasi pada instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga dinyatakan pada biaya perolehan setelah dikurangi penurunan nilai
10 Laba/Rugi Hari ke-1 Apabila harga transaksi dalam suatu pasar yang tidak aktif berbeda dengan nilai wajar instrumen sejenis pada transaksi pasar terkini yang dapat diobservasi atau berbeda dengan nilai wajar yang dihitung menggunakan teknik penilaian dimana variabelnya merupakan data yang diperoleh dari pasar yang dapat diobservasi, maka Perusahaan dan anak perusahaan mengakui selisih antara harga transaksi dengan nilai wajar tersebut (yakni Laba/Rugi hari ke-1) dalam laporan laba rugi konsolidasian, kecuali jika selisih tersebut memenuhi kriteria pengakuan sebagai aset yang lain. Dalam hal tidak terdapat data yang dapat diobservasi, maka selisih antara harga transaksi dan nilai yang ditentukan berdasarkan teknik penilaian hanya diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian apabila data tersebut menjadi dapat diobservasi atau pada saat instrumen tersebut dihentikan pengakuannya. Untuk masing-masing transaksi, Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan metode pengakuan Laba/Rugi Hari ke-1 yang sesuai. Aset Keuangan (1) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar melalui Laporan Laba Rugi Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi meliputi aset keuangan dalam kelompok diperdagangkan dan aset keuangan yang pada saat pengakuan awal ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian. Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki untuk diperdagangkan apabila aset keuangan tersebut diperoleh terutama untuk tujuan dijual kembali dalam waktu dekat. Aset keuangan ditetapkan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada saat pengakuan awal jika memenuhi kriteria sebagai berikut: a. Penetapan tersebut mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan ketidakkonsistenan pengukuran dan pengakuan yang dapat timbul dari pengukuran aset atau pengakuan keuntungan dan kerugian karena penggunaan dasar-dasar yang berbeda; atau b. Aset tersebut merupakan bagian dari kelompok aset keuangan, liabilitas keuangan, atau keduanya, yang dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai dengan manajemen risiko atau strategi investasi yang didokumentasikan; atau c. Instrumen derivatif keuangan tersebut memiliki derivatif melekat, kecuali jika derivatif melekat tersebut tidak memodifikasi secara signifikan arus kas, atau terlihat jelas dengan sedikit atau tanpa analisis, bahwa pemisahan derivatif melekat tidak dapat dilakukan. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dicatat pada laporan posisi keuangan konsolidasian pada nilai wajarnya. Perubahan nilai wajar langsung diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. Bunga yang diperoleh dicatat sebagai pendapatan bunga, sedangkan pendapatan dividen dicatat sebagai bagian dari pendapatan lain-lain sesuai dengan persyaratan dalam kontrak, atau pada saat hak untuk memperoleh pembayaran atas dividen tersebut telah ditetapkan. Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, Perusahaan dan anak perusahaan tidak memiliki aset keuangan dalam kategori ini
11 (2) Pinjaman yang Diberikan dan Piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut tidak dimaksudkan untuk dijual dalam waktu dekat dan tidak diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, investasi dimiliki hingga jatuh tempo atau aset tersedia untuk dijual. Setelah pengukuran awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode bunga efektif, dikurangi penyisihan penurunan nilai Biaya perolehan diamortisasi tersebut memperhitungkan premi atau diskonto yang timbul pada saat perolehan serta imbalan dan biaya yang merupakan bagian integral dari suku bunga efektif. Amortisasi dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga dalam laporan laba rugi konsolidasian. Kerugian yang timbul akibat penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. Pinjaman yang diberikan dan piutang disajikan sebagai aset lancar jika akan jatuh tempo dalam 12 bulan setelah tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, jika tidak maka disajikan sebagai aset tidak lancar. Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, kategori ini meliputi kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan uang jaminan yang dimiliki oleh Perusahaan dan anak perusahaan. (3) Investasi Dimiliki Hingga Jatuh Tempo Investasi dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, dan manajemen Perusahaan dan anak perusahaan memiliki intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo. Apabila Perusahaan dan anak perusahaan menjual atau mereklasifikasi investasi dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan sebelum jatuh tempo, maka seluruh aset keuangan dalam kategori tersebut terkena aturan pembatasan (tainting rule) dan harus direklasifikasi ke kelompok tersedia untuk dijual. Setelah pengukuran awal, investasi ini diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode bunga efektif, setelah dikurangi penurunan nilai. Biaya perolehan diamortisasi tersebut memperhitungkan premi atau diskonto yang timbul pada saat perolehan serta imbalan dan biaya yang merupakan bagian integral dari suku bunga efektif. Amortisasi dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga dalam laporan laba rugi konsolidasian. Keuntungan dan kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian pada saat penghentian pengakuan dan penurunan nilai dan melalui proses amortisasi menggunakan metode bunga efektif. Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, Perusahaan dan anak perusahaan tidak memiliki aset keuangan dalam kategori ini. (4) Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual Aset keuangan tersedia untuk dijual merupakan aset yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau tidak diklasifikasikan dalam kategori instrumen keuangan yang lain. Aset keuangan ini diperoleh dan dimiliki untuk jangka waktu yang tidak ditentukan dan dapat dijual sewaktu-waktu untuk memenuhi kebutuhan likuiditas atau karena perubahan kondisi ekonomi
12 Setelah pengukuran awal, aset keuangan tersedia untuk dijual diukur pada nilai wajar. Komponen hasil (yield) efektif dari surat berharga hutang tersedia untuk dijual serta dampak penjabaran mata uang asing (untuk surat berharga hutang dalam mata uang asing) diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. Laba atau rugi yang belum direalisasi yang timbul dari penilaian pada nilai wajar atas aset keuangan tersedia untuk dijual tidak diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian, melainkan dilaporkan sebagai laba atau rugi bersih yang belum direalisasi pada bagian pendapatan komprehensif lain dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Aset keuangan untuk dijual disajikan sebagai aset lancar jika akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan setelah tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, jika tidak, maka disajikan sebagai aset tidak lancar Apabila aset keuangan dilepaskan, atau dihentikan pengakuannya, maka laba atau rugi kumulatif yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain langsung diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. Jika Perusahaan dan anak perusahaan memiliki lebih dari satu jenis surat berharga yang sama, maka diterapkan dasar masuk pertama keluar pertama (first-in, first out basis). Bunga yang diperoleh dari aset keuangan tersedia untuk dijual diakui sebagai pendapatan bunga yang dihitung berdasarkan metode suku bunga efektif. Kerugian yang timbul akibat penurunan nilai aset keuangan juga diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, kategori ini meliputi investasi saham yang dimiliki oleh Perusahaan dan anak perusahaan tidak memiliki aset keuangan dalam kategori ini. Karena nilai wajarnya tidak dapat ditentukan secara andal, maka investasi Perusahaan dan anak perusahaan dalam saham sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 9 dinyatakan pada biaya perolehan. Liabilitas Keuangan (1) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kategori ini apabila liabilitas tersebut merupakan hasil dari aktivitas perdagangan atau transaksi derivatif yang tidak dimaksudkan sebagai lindung nilai, atau jika Perusahaan dan anak perusahaan memilih untuk menetapkan liabilitas keuangan tersebut dalam kategori ini. Perubahan dalam nilai wajar langsung diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, Perusahaan dan anak perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan dalam kategori ini. (2) Liabilitas Keuangan Lain-lain Kategori ini merupakan liabilitas keuangan yang tidak dimiliki untuk diperdagangkan atau pada saat pengakuan awal tidak ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
13 Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan tersebut, yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain-lain, jika subtansi perjanjian kontraktual mengharuskan Perusahaan dan anak perusahaan untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pemegang instrumen keuangan, atau jika liabilitas tersebut diselesaikan melalui penukaran kas atau aset keuangan lain atau saham sendiri yang jumlahnya tetap atau telah ditetapkan. Liabilitas keuangan lain-lain pada pengakuan awal diukur pada nilai wajar dan sesudah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi, dengan memperhitungkan dampak amortisasi (atau akresi) berdasarkan suku bunga bunga efektif atas premi, diskonto dan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Liabilitas keuangan lain-lain disajikan sebagai liabilitas lancar jika akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan setelah tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, jika tidak, maka disajikan sebagai liabilitas tidak lancar. Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, kategori ini meliputi pinjaman bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain, biaya masih harus dibayar, pinjaman bank jangka panjang dan utang pembelian aset tetap yang dimiliki oleh Perusahaan dan anak perusahaan. Saling Hapus Instrumen Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Perusahaan dan anak perusahaan saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Penurunan Nilai Aset Keuangan Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, manajemen Perusahaan dan anak perusahaan menelaah apakah suatu aset keuangan atau kelompok aset keuangan telah mengalami penurunan nilai. (1) Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi Manajemen pertama-tama menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang jumlahnya tidak signifikan secara individual. Jika manajemen menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, baik aset keuangan tersebut signifikan atau tidak signifikan, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif
14 Jika terdapat bukti obyektif bahwa penurunan nilai telah terjadi atas aset dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk kerugian kredit di masa depan yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut (yang merupakan suku bunga efektif yang dihitung pada saat pengakuan awal). Nilai tercatat aset tersebut langsung dikurangi dengan penurunan nilai yang terjadi atau menggunakan akun penyisihan dan jumlah kerugian yang terjadi diakui di laporan laba rugi konsolidasian. Jika, pada tahun berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai bertambah atau berkurang karena suatu peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka dilakukan penyesuaian atas penyisihan kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui. Pemulihan penurunan nilai selanjutnya diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian, dengan ketentuan nilai tercatat aset setelah pemulihan penurunan nilai tidak melampaui biaya perolehan diamortisasi pada tanggal pemulihan tersebut. (2) Aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif dan tidak diukur pada nilai wajar karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, maka jumlah kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan pada tingkat pengembalian yang berlaku di pasar untuk aset keuangan serupa. (3) Aset keuangan tersedia untuk dijual Dalam hal instrumen ekuitas dalam kelompok tersedia untuk dijual, penelaahan penurunan nilai ditandai dengan penurunan nilai wajar dibawah biaya perolehannya yang signifikan dan berkelanjutan. Jika terdapat bukti obyektif penurunan nilai, maka kerugian penurunan nilai kumulatif yang dihitung dari selisih antara biaya perolehan dengan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan nilai yang sebelumnya telah diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian, dikeluarkan dari pendapatan komprehensif lain dan dan diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. Kerugian penurunan nilai yang diakui pada laporan laba rugi konsolidasian tidak boleh dipulihkan melalui laporan laba rugi konsolidasian. Kenaikan nilai wajar setelah terjadinya penurunan nilai diakui di pendapatan komprehensif lain. Dalam hal instrumen hutang dalam kelompok tersedia untuk dijual, penurunan nilai ditelaah berdasarkan kriteria yang sama dengan aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi. Bunga tetap diakru berdasarkan suku bunga efektif asal yang diterapkan pada nilai tercatat aset yang telah diturunkan nilainya, dan dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga dalam laporan laba rugi konsolidasian. Jika, pada periode berikutnya, nilai wajar instrumen utang meningkat dan peningkatan nilai wajar tersebut karena suatu peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan melalui laporan laba rugi konsolidasian
15 Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan i. Persediaan (1) Aset Keuangan Aset keuangan (atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya jika: a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; b. Perusahaan dan anak perusahaan tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut, namun juga menanggung liabilitas kontraktual untuk membayar kepada pihak ketiga atas arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa adanya penundaan yang signifikan berdasarkan suatu kesepakatan; atau c. Perusahaan dan anak perusahaan telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset keuangan dan (i) telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut. Ketika Perusahaan dan/atau anak perusahaan telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari suatu aset keuangan atau telah menjadi pihak dalam suatu kesepakatan, dan secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan dan masih memiliki pengendalian atas aset tersebut, maka aset keuangan diakui sebesar keterlibatan berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut. Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur berdasarkan jumlah terendah antara nilai aset yang ditransfer dengan nilai maksimal dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus dibayar kembali oleh Perusahaan dan/atau anak perusahaan. (2) Liabilitas Keuangan Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan atau telah kadaluarsa. Jika liabilitas keuangan tertentu digantikan dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama namun dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau terdapat modifikasi secara substansial atas ketentuan liabilitas keuangan yang ada saat ini, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dianggap sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal. Pengakuan timbulnya liabilitas keuangan baru serta selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan awal dengan yang baru diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. Persediaan telur tetas dinyatakan berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Persediaan pakan ternak, obat-obatan, bahan pembantu dan barang teknik dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value). Biaya persediaan ditentukan berdasarkan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga jual dalam kegiatan normal usaha, dikurangi dengan estimasi biaya produksi dan estimasi biaya-biaya sehubungan dengan penjualan
16 j. Ayam Pembibit Turunan Ayam pembibit turunan terdiri dari grandparent stock (ayam nenek), yaitu ayam yang menghasilkan telur tetas untuk parent stock (ayam induk), dan parent stock, yaitu ayam yang menghasilkan telur tetas untuk ayam niaga (final stock). Ayam pembibit turunan dapat diklasifikasikan sebagai ayam yang telah menghasilkan dan ayam yang belum menghasilkan. Ayam yang belum menghasilkan dinilai berdasarkan biaya perolehan ditambah dengan biaya yang terjadi selama masa pertumbuhan. Biaya perolehan ditambah dengan akumulasi biaya yang terjadi selama masa pertumbuhan tersebut akan direklasifikasi ke masa produksi pada saat mencapai usia produksi. Pada umumnya ayam pedaging mencapai masa produksi setelah berumur 25 minggu dan ayam petelur mencapai masa produksi setelah berumur 20 minggu. Ayam yang telah menghasilkan dinilai berdasarkan biaya perolehan pada saat direklasifikasi dari ayam yang belum menghasilkan dan dikurangi dengan biaya amortisasi ayam yang ditentukan berdasarkan standar produksi telur tetas selama masa produktif ayam yang bersangkutan setelah memperhitungkan nilai sisanya. k. Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus. l. Aset Tetap Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk biaya perawatan sehari-hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Tanah tidak disusutkan dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan. Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan, dibebankan ke laba rugi konsolidasian pada saat terjadinya. Apabila bebanbeban tersebut menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap. Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset tetap sebagai berikut: Tahun Bangunan dan prasarana : 20 Mesin dan perlengkapan : 10 Kendaraan dan peralatan kantor : 5 Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya
17 Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi tersebut diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya. Aset tetap yang dijual atau dilepaskan, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan nilai yang terkait dengan aset tetap tersebut dan laba atau rugi yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada tahun berjalan. Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya (derecognized) pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dengan jumlah tercatat dari aset tetap tersebut, dan diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian pada tahun terjadinya penghentian pengakuan. Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. m. Sewa Penentuan apakah suatu kontrak merupakan, atau mengandung unsur sewa adalah berdasarkan substansi kontrak pada tanggal awal sewa, yakni apakah pemenuhan syarat kontrak tergantung pada penggunaan aset tertentu dan kontrak tersebut berisi hak untuk menggunakan aset tersebut. Evaluasi ulang atas perjanjian sewa dilakukan setelah tanggal awal sewa hanya jika salah satu kondisi berikut terpenuhi: a. Terdapat perubahan dalam persyaratan perjanjian kontraktual, kecuali jika perubahan tersebut hanya memperbarui atau memperpanjang perjanjian yang ada; b. Opsi pembaruan dilakukan atau perpanjangan disetujui oleh pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian, kecuali ketentuan pembaruan atau perpanjangan pada awalnya telah termasuk dalam masa sewa; c. Terdapat perubahan dalam penentuan apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada suatu aset tertentu; atau d. Terdapat perubahan subtansial atas aset yang disewa. Apabila evaluasi ulang telah dilakukan, maka akuntansi sewa harus diterapkan atau dihentikan penerapannya pada tanggal dimana terjadi perubahan kondisi pada skenario a, c atau d dan pada tanggal pembaharuan atau perpanjangan sewa pada skenario b. Sewa pembiayaan yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset kepada Perusahaan dan anak perusahaan, dikapitalisasi pada awal sewa sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Beban keuangan dibebankan ke laba rugi konsolidasian tahun berjalan
18 Aset sewaan disusutkan secara penuh selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan umur manfaatnya, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa Perusahaan dan anak perusahaan akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa. Pembayaran sewa dalam sewa operasi diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi konsolidasian dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa. n. Beban Tangguhan Biaya-biaya tertentu, yang terjadi sehubungan dengan pengurusan legal hak atas tanah dan sewa bangunan dan prasarana, yang memiliki manfaat lebih dari satu tahun, ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus. o. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan Manajemen menelaah ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai aset pada tanggal laporan posisi keuangan dan kemungkinan penyesuaian ke nilai yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount) apabila terdapat keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai aset tersebut. Nilai aset yang dapat diperoleh kembali dihitung berdasarkan nilai pakai atau harga jual neto, mana yang lebih tinggi. Kerugian penurunan nilai diakui jika nilai tercatat aset melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali. Di lain pihak, pemulihan penurunan nilai diakui apabila terdapat indikasi bahwa penurunan nilai tersebut tidak lagi terjadi. Penurunan (pemulihan) nilai aset diakui sebagai beban (pendapatan) pada laba rugi konsolidasian tahun berjalan. p. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan atas penjualan diakui pada saat barang diserahkan dan hak kepemilikan berpindah ke pelanggan, sedangkan beban diakui sesuai manfaatnya pada saat terjadinya (accrual basis). Biaya transaksi yang terjadi dan dapat didistribusikan secara lansung terhadap perolehan atau penerbitan instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi diamortisasi sepanjang instrumen keuangan menggunakan metode suku bunga efektif dan dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga untuk biaya transaksi aset keuangan, dan sebagai bagian dari beban bunga untuk biaya transaksi terkait liabilitas keuangan. Pendapatan bunga dan beban bunga diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian menggunakan metode suku bunga efektif. q. Biaya Pinjaman Biaya pinjaman merupakan bunga dan selisih kurs pinjaman yang diterima dalam mata uang asing dan biaya lainnya (amortisasi diskonto/premi dari pinjaman diterima) yang terjadi sehubungan dengan peminjaman dana
19 Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi, atau pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Jika Perusahaan meminjam dana secara khusus untuk tujuan memperoleh aset kualifikasian, maka Perusahaan menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasikan sebesar biaya pinjaman aktual yang terjadi selama tahun berjalan dikurangi penghasilan investasi atas investasi sementara dari pinjaman tersebut. Jika pengembangan aktif atas aset kualifikasian dihentikan, Perusahaan dan anak perusahaan menghentikan kapitalisasi biaya pinjaman selama periode yang diperpanjang tersebut. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan saat selesainya secara subtansi seluruh aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan atau dijual sesuai dengan maksudnya. r. Imbalan Pasti Pasca-Kerja Imbalan kerja jangka pendek Imbalan kerja jangka pendek merupakan upah, gaji, dan iuran jaminan sosial. Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai liabilitas pada laporan keuangan konsolidasian setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban pada laba rugi konsolidasian tahun berjalan. Imbalan pasca-kerja Imbalan pasca-kerja merupakan manfaat pasti yang dibentuk tanpa pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan saat pensiun. Metode penilaian aktuarial yang digunakan untuk menentukan nilai kini cadangan imbalan pasti, beban jasa kini yang terkait dan beban jasa lalu adalah metode Projected Unit Credit. Beban jasa kini, beban bunga, beban jasa lalu yang telah menjadi hak karyawan, dan dampak kurtailmen atau penyelesaian (jika ada) diakui pada laba rugi konsolidasian tahun berjalan. Beban jasa lalu dan keuntungan atau kerugian aktuarial bagi karyawan yang masih aktif bekerja diamortisasi selama jangka waktu rata-rata sisa masa kerja karyawan. s. Pajak Penghasilan Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan konsolidasian dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi konsolidasian, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas
20 Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan di laporan keuangan konsolidasian, kecuali aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini. t. Laba Per Saham Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Jumlah rata-rata tertimbang saham yang diperhitungkan untuk menghitung laba per saham dasar adalah saham masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir 30 September 2011 dan tahun yang berakhir 31 Desember Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen atas Instrumen Keuangan Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan dan asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berdampak terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan serta pengungkapan instrumen keuangan dalam laporan keuangan. Pertimbangan Pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses implementasi kebijakan akuntansi Perusahaan dan anak perusahaan yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian: Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan Perusahaan dan anak perusahaan menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan pertimbangan apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang ditetapkan dalam PSAK 55 (Revisi 2006). Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan dan anak perusahaan seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2. Estimasi dan Asumsi Asumsi utama mengenai estimasi ketidakpastian di masa datang dan sumber utama estimasi tersebut pada tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam tahun/periode buku selanjutnya diungkapkan di bawah ini: a. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan Prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi dan pertimbangan akuntansi. Komponen pengukuran nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti obyektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar, suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian yang berbeda. Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diungkapkan pada Catatan
21 b. Masa Manfaat Aset Tetap Masa manfaat masing-masing aset tetap Perusahaan dan anak perusahaan diestimasi sepanjang masa aset tersebut diharapkan tersedia untuk digunakan. Estimasi tersebut berdasarkan penelaahan kolektif atas usaha yang sama, evaluasi teknis internal dan pengalaman dengan aset sejenis. Estimasi masa manfaat masing-masing aset ditinjau secara berkala dan diperbarui jika diperkirakan berbeda dari estimasi sebelumnya karena batas pakai, usang baik secara teknis atau komersial, dan pembatasan hukum atau lainnya atas penggunaan aset. Hasil operasi di masa depan dapat secara material terpengaruhi oleh perubahan dalam jumlah dan waktu pencatatan beban yang disebabkan oleh perubahan faktor-faktor tersebut. Penurunan estimasi masa manfaat aset tetap akan meningkat kan beban penyusutan dan menurunkan nilai tercatat aset tetap. Tidak terdapat perubahan signifikan dalam estimasi masa manfaat aset tetap selama periode berjalan. Estimasi masa manfaat aset tetap diungkapkan pada Catatan 2l dan nilai tercatat aset tetap diungkapkan pada Catatan 10. c. Imbalan Pasti Pasca-Kerja Penentuan kewajiban dan imbalan pasca kerja tergantung pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan oleh aktuaris dalam menghitung jumlah kewajiban dan imbalan tersebut. Asumsi yang digunakan diungkapkan dalam Catatan 25 dan mencakup, antara lain, tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi Perusahaan dan anak perusahaan diakumulasi dan diamortisasi sepanjang masa kerja dan umumnya mempengaruhi beban yang diakui dan kewajiban yang dicatat pada periode mendatang. Walaupun Perusahaan dan anak perusahaan berpendapat bahwa asumsi yang digunakan wajar dan dapat diandalkan, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi dapat secara material mempengaruhi jumlah cadangan imbalan pasti pasca-kerja Perusahaan dan anak perusahaan. Cadangan imbalan pasti pasca-kerja diungkapkan pada Catatan 25. d. Aset Pajak Tangguhan Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan liabilitas pada laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak jika besar kemungkinan bahwa jumlah laba kena pajak akan memadai untuk dikompensasi dengan perbedaan temporer yang dapat digunakan. Estimasi manajemen diperlukan untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan kemungkinan terjadi dan besaran laba kena pajak di masa mendatang serta strategi perencanaan pajak masa depan. e. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan Penelaahan penurunan nilai dilakukan bila terdapat indikasi adanya penurunan nilai. Penentuan nilai wajar aset memerlukan estimasi arus kas yang diharapkan diperoleh dari penggunaan berkelanjutan dan pelepasan aset tersebut. Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, tidak terdapat kerugian penurunan nilai atas aset non-keuangan yang tercatat pada laporan keuangan konsolidasian
22 4. Kas 30 Septem ber 31 Desem ber Kas Rupiah 2,385,364,756 1,562,334,694 Dolar Am erika Serikat (Catatan 29) 1,376,388 4,531,464 Bank Rupiah PT Bank CIMB Niaga Tbk 14,103,287,723 9,348,408,199 PT Bank Central Asia Tbk 8,589,250,618 11,257,928,815 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1,911,813, ,111,480 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1,318,811, ,282,794 PT Bank Pan Indonesia Tbk 994,814,150 15,124,681,521 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 962,025,067 1,227,794,181 PT Bank Danam on Indonesia Tbk 828,969,182 11,318,504,190 Dolar Am erika Serikat (Catatan 28) PT Bank Pan Indonesia Tbk 35,011, ,494,054 PT Bank CIMB Niaga Tbk 6,500,786 7,116,197 Total 31,137,224,745 51,981,187,589 Tidak terdapat saldo kas kepada pihak berelasi. 5. Piutang Usaha Rincian dari piutang usaha adalah sebagai berikut: 30 Septem ber 31 Desem ber a. Berdasarkan Pelanggan/Jenis Produk Pihak berelas i (Catatan 27) PT Indojaya Agrinusa 9,393,857,090 8,272,401,674 PT Ciom as Adisatwa 7,275,218,150 4,805,796,418 PT Prim atam a Karya Persada 4,249,491,336 - PT Adiguna Bintang Les tari 487,237,500 - PT SGF Manufacturing 165,764,000 - Total 21,571,568,076 13,078,198,092 Pihak ketiga Produk utam a 3,915,749,007 25,550,791,192 Produk sam pingan 236,646,179 34,600,474 Total 4,152,395,186 25,585,391,666 Total 25,723,963,262 38,663,589,
23 30 Septem ber 31 Des em ber b. Berdasarkan Umur (Hari) Belum jatuh tem po 18,392,522,481 27,096,696,334 Sudah jatuh tem po 1 s/d 30 hari 5,969,114,531 11,566,893,424 31s /d 60 hari 1,300,460,250-61s /d 90 hari 61,866,000 - Total 25,723,963,262 38,663,589,758 Seluruh piutang usaha adalah dalam mata uang Rupiah. Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 manajemen berpendapat bahwa seluruh piutang tersebut dapat ditagih. Sehingga tidak dibentuk penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang ini. Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang pihak ketiga. Piutang usaha dari pihak berelasi diberikan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga (Catatan 27). Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, piutang usaha sebesar Rp digunakan sebagai jaminan atas pinjaman bank jangka pendek dan panjang (Catatan 11 dan 15). 6. Persediaan Akun ini terdiri dari: 30 Septem ber 31 Desem ber Telur tetas 69,415,544,138 54,024,179,222 Pakan ternak dan obat-obatan 32,238,432,531 24,752,461,581 Bahan pem bantu 26,096,707,981 20,763,590,385 Barang teknik 3,056,752,248 2,593,242,802 Total 130,807,436, ,133,473,990 Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai persediaan sehingga tidak dibentuk penyisihan penurunan nilai persediaan. Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, persediaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi AIU Indonesia dan PT Asuransi Ramayana Tbk, pihak ketiga, terhadap risiko gempa bumi, kebakaran, kerusuhan dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar Rp dan Rp Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian aset yang dipertanggungkan
24 Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, persediaan sebesar Rp digunakan sebagai jaminan atas pinjaman bank jangka pendek dan panjang (Catatan 11 dan 15). Pakan ternak dan bahan pembantu tertentu yang digunakan dalam produksi dibeli dari pemasok yang merupakan pihak berelasi (Catatan 27). Transaksi dengan pihak berelasi dilaksanakan dengan syarat dan kondisi yang sama sebagaimana bila dilakukan dengan pihak ketiga. 7. Ayam Pembibit Turunan 30 Septem ber 31 Desem ber Telah m enghasilkan (m asa produksi) Saldo awal 166,042,593, ,010,887,035 Reklasifikasi dari ayam belum m enghasilkan 328,936,437, ,494,833,523 Dikurangi am ortisasi (Catatan 22) (291,030,502,298) (321,463,127,205) Saldo akhir 203,948,528, ,042,593,353 Belum m enghasilkan (m asa pertum buhan) Saldo awal 132,506,462,964 88,435,111,867 Biaya pertum buhan selam a tahun berjalan 311,593,488, ,566,184,620 Reklasifikasi dari ayam telah m enghasilkan (328,936,437,608) (313,494,833,523) Saldo akhir 115,163,514, ,506,462,964 Total 319,112,042, ,549,056,317 Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, ayam pembibit turunan telah diasuransikan kepada PT Asuransi AIU Indonesia dan PT Asuransi Ramayana Tbk, pihak ketiga, terhadap risiko gempa bumi, kebakaran, kerusuhan dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar Rp dan Rp Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian aset yang dipertanggungkan. Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, ayam pembibit turunan sebesar Rp digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka pendek dan panjang (Catatan 11 dan 15)
25 8. Pajak Dibayar Dimuka 30 Septem ber 31 Desem ber PPh pasal 25 26,278,560,212 - PPh pasal 22 1,287,996,816 - Total 27,566,557, Investasi Saham Perusahaan Perubahan selama periode 2011 Persentase Kepemilikan 1 Januari 2011 Penambahan Pengurangan 30 September 2011 % Metode Biaya PT Ciomas Adisatwa ,150,000, ,150,000,000 PT Primatama Karya Persada ,000,000 (80,000,000) - PT Adiguna Bintang Lestari ,200,000 (32,100,000) 32,100,000 PT Bhirawa Mitra Sentosa ,400,000-25,400,000 PT Japfa Food Nusantara ,000, ,000,000 1,150,000, ,600,000 (112,100,000) 1,327,500,000 Perusahaan Perubahan selama tahun 2010 Persentase Kepemilikan 1 Januari 2010 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2010 % Metode Biaya PT Ciomas Adisatwa ,150,000,000-1,150,000,000-1,150,000,000-1,150,000,000 Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 8 tanggal 1 April 2011 dari Buntario Tigris, S.H.,S.E.,M.H, notaris di Jakarta, PT Multiphala Adiputra (MA), anak perusahaan, membeli 0,02% atau sebanyak lembar saham PT Primatama Karya Persada (PKP) dari PT Adiguna Jaya Satwatama (AJS), pihak ketiga, dengan biaya perolehan sebesar Rp 80 juta. Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 73 tanggal 30 Juni 2011 dari H. Teddy Anwar, S.H.SpN, notaris di Jakarta, MA menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PKP ke PT Ciomas Adisatwa (CA), pihak berelasi, sebesar Rp Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 2 tanggal 2 Mei 2011 dari H. Teddy Anwar, S.H.SpN, notaris di Jakarta, MA membeli 0,42% atau sebanyak 30 lembar saham PT Adiguna Bintang Lestari (ABL) dari AJS dengan biaya perolehan sebesar Rp Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 75 tanggal 30 Juni 2011 dari notaris yang sama, MA menjual 0,42% atau sebanyak 30 lembar saham ABL ke CA sebesar Rp Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 73 tanggal 29 Juli 2011 dari H. Teddy Anwar, S.H.SpN, notaris di Jakarta, MA membeli 0,42% atau sebanyak 30 lembar saham PT Adiguna Bintang Lestari (ABL) dari PT. Ciomas Adisatwa dengan biaya perolehan sebesar Rp
26 Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 7 tanggal 2 Mei 2011 dari H. Teddy Anwar, S.H.SpN, notaris di Jakarta, MA membeli 0,13% atau sebanyak 20 lembar saham PT Bhirawa Mitra Sentosa (BMS) dari PKP dengan biaya perolehan sebesar Rp Berdasarkan perjanjian jual beli tanggal 12 April 2011 dari Buntario Tigris, S.H.,S.E.,M.H, notaris di Jakarta, PT Multiphala Adiputra (MA), anak perusahaan, membeli 0,55% atau sebanyak lembar saham PT Japfa Food Nusantara (JFN) dari PT So Good Food (SGF), pihak berelasi, dengan biaya perolehan sebesar Rp Berdasarkan akta jual beli No. 115 tanggal 11 Oktober 2010 dari Buntario Tigris, S.H.,S.E.,M.H, notaris di Jakarta, PT Multiphala Adiputra (MA), anak perusahaan, membeli 0,33% atau sebanyak lembar saham PT Ciomas Adisatwa (CA) dari PT Multiphala Agrinusa (MAG), pihak berelasi, dengan biaya perolehan sebesar Rp Aset Tetap Perubahan selama periode Januari 2011 Penam bahan Pengurangan Reklasifikasi 30 September 2011 Biaya perolehan Pemilikan langsung Tanah 149,523,085,614 25,192,652, ,715,738,493 Bangunan dan prasarana 320,108,281,161 - (34,190,000) 60,187,807, ,261,898,798 Mesin dan perlengkapan 302,748,899,806 - (2,269,313,652) 67,874,476, ,354,062,372 Kendaraan 74,396,945,557 22,058,960,803 (1,465,244,589) - 94,990,661,771 Peralatan kantor 95,172,093,034 21,008,463,081 (121,314,605) - 116,059,241,510 Aset dalam penyelesaian Bangunan dan prasarana 38,906,821,222 57,747,120,751 - (60,187,807,637) 36,466,134,336 Mesin dan perlengkapan 43,709,113,932 70,146,849,324 - (67,874,476,218) 45,981,487,038 Jum lah 1,024,565,240, ,154,046,838 (3,890,062,846) - 1,216,829,224,318 Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung Bangunan dan prasarana 131,344,515,235 12,701,219,715 (26,425,872) - 144,019,309,078 Mesin dan perlengkapan 179,354,728,942 18,001,883,709 (1,463,646,385) - 195,892,966,266 Kendaraan 44,546,690,983 7,439,972,361 (1,362,909,579) - 50,623,753,765 Peralatan kantor 51,577,431,940 9,743,288,103 (116,102,059) - 61,204,617,984 Total 406,823,367,100 47,886,363,888 (2,969,083,895) - 451,740,647,093 Nilai Buku 617,741,873, ,088,577,
27 Perubahan selama tahun Januari 2010 Penam bahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desem ber 2010 Biaya perolehan Pemilikan langsung Tanah 138,703,136,566 10,819,949, ,523,085,614 Bangunan dan prasarana 275,299,128, ,475,652 44,931,628, ,108,281,161 Mesin dan perlengkapan 277,553,395,234 1,664,086, ,459,193 23,681,877, ,748,899,806 Kendaraan 58,935,210,977 16,213,190,000 1,427,705, ,250,000 74,396,945,557 Peralatan kantor 67,481,161,583 27,864,792, ,860,759-95,172,093,034 Aset dalam penyelesaian Bangunan dan prasarana 13,089,021,205 70,749,428,445 - (44,931,628,428) 38,906,821,222 Mesin dan perlengkapan 11,230,061,887 56,160,929,720 - (23,681,877,675) 43,709,113,932 Aset s ewaan Kendaraan 676,250,000 - (676,250,000) - Total 842,967,365, ,472,375,513 1,874,501,024-1,024,565,240,326 Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung Bangunan dan prasarana 117,383,069,480 14,067,720, ,274, ,344,515,235 Mesin dan perlengkapan 159,231,563,207 20,252,762, ,596, ,354,728,942 Kendaraan 38,174,948,372 7,232,603,155 1,269,589, ,729,095 44,546,690,983 Peralatan kantor 42,379,955,010 9,370,302, ,825,233-51,577,431,940 Aset s ewaan Kendaraan 341,104,117 67,624,978 - (408,729,095) - Total 357,510,640,186 50,991,013,454 1,678,286, ,823,367,100 Nilai Buku 485,456,725, ,741,873,226 Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut: 30 Sept Sept 2010 Beban pokok penjualan (Catatan 22) 37,909,462,977 29,852,366,299 Beban usaha (Catatan 23) 9,976,900,911 7,478,200,587 Jumlah 47,886,363,888 37,330,566,886 Aset dalam penyelesaian merupakan bangunan dan prasarana serta mesin dan perlengkapan yang sedang dibangun oleh Perusahaan, yang diperkirakan akan selesai tahun Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, tingkat penyelesaian aset dalam penyelesaian tersebut mencapai 1% - 92%. Pengurangan aset tetap merupakan penghapusan dan penjualan aset tetap s/d 30 September 2011 dan Sedangkan nilai buku aset tetap yang dihapus masing-masing di tahun 2011 dan 2010 adalah sebesar Rp dan Rp yang dicatat pada lain-lain bersih, pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Adapun perincian penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
28 30 Sept Sept 2010 Harga jual 2,815,345, ,735,153 Nilai buku 763,313,596 15,758,273 Keuntungan dari penjualan 2,052,032, ,976,880 Perusahaan dan anak perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Lampung, Palembang, Serang, Purwakarta, Bogor, Subang, Sukabumi, Pemalang, Tengaran, Malang, Pasuruan, Mojokerto, Tabanan, Maros, Manado dan Samarinda dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan yang berjangka waktu antara 20 (dua puluh) sampai dengan 30 (tiga puluh) tahun, yang akan jatuh tempo antara tahun 2027 dan Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai. Tanah, bangunan, mesin dan peralatan tertentu senilai Rp milik Perusahaan dan anak perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 digunakan sebagai jaminan atas pinjaman bank jangka pendek dan panjang (Catatan 11 dan 15), utang pembelian aset tetap (Catatan 16) dan pinjaman yang direstrukturisasi (Catatan 17). Pada tanggal 30 September 2011dan 31 Desember 2010, aset tetap kecuali tanah telah diasuransikan kepada PT Asuransi AIU Indonesia, pihak ketiga, terhadap risiko gempa bumi, kebakaran, kerusuhan dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar Rp dan Rp Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai tercatat aset tetap pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 karena nilai tercatatnya tidak melebihi nilai pengganti atau nilai pemulihan aset. 11. Pinjaman Bank Jangka Pendek Pada tanggal 8 Juli 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap (PT) sebagai bagian dari beberapa fasilitas pinjaman yang diperoleh dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) (Catatan 15). Fasilitas ini terdiri dari Tranche A sebesar Rp dan Tranche B sebesar Rp Perusahaan mulai menggunakan fasilitas ini pada tanggal 9 Mei 2011, yang digunakan sebagai modal kerja. Fasilitas ini dikenakan bunga mengambang sebesar 10,5% per tahun dan akan jatuh tempo pada bulan Juli Fasilitas yang telah diperpanjang sampai dengan 21 Juli 2012 ini, dijaminkan dengan jaminan yang sama dengan pinjaman bank jangka panjang dari bank yang sama (Catatan 15)
29 12. Utang Usaha 30 Septem ber 31 Desem ber a. Total utang usaha berdasarkan pem asok adalah s ebagai berikut Pihak berelasi (Catatan 27): PT Japfa Com feed Indones ia Tbk 150,511,834,400 38,456,167,450 PT Vaks indo Satwa Nusantara 4,440,435,650 - PT Bintang Terang Gem ilang - 11,127,483,750 Total 154,952,270,050 49,583,651,200 Pihak ketiga Pem asok dalam negeri 25,521,690,373 28,973,349,110 Pem asok luar negeri 19,321,275,411 3,026,028,559 Total 44,842,965,784 31,999,377,669 Total 199,795,235,834 81,583,028,869 b. Analisa um ur utang usaha dihitung dari tanggal faktur adalah sebagai berikut: Kurang dari atau sam a dengan 1 bulan 122,836,037,782 73,379,274,293 Lebih dari 1 bulan tapi kurang dari 3 bulan 75,256,616,382 6,456,201,505 Lebih dari 3 bulan tapi kurang dari 6 bulan 1,702,581,670 1,715,966,714 Lebih dari 6 bulan tapi kurang dari 12 bulan - 31,586,357 Total 199,795,235,834 81,583,028,869 c. Berdasarkan m ata uang: Rupiah 180,473,960,423 78,557,000,310 Mata uang as ing (Catatan 28) Dolar Am erika Serikat 217,193,232 1,336,622,289 SGD 979,673,463 - Euro 18,124,408,716 1,689,406,270 Total 199,795,235,834 81,583,028,869 Transaksi dengan pihak berelasi dilaksanakan dengan syarat dan kondisi yang sama sebagaimana dilaksanakan dengan pihak ketiga (Catatan 27)
30 13. Utang Pajak Akun ini terdiri dari: 30 Septem ber 31 Desem ber Pajak penghasilan badan - 38,881,014,814 Pajak penghasilan Pasal ,969,467 1,078,079,249 Pasal ,386, ,065,524 Pasal 25-2,954,142,681 Pasal 26 5,166,750 6,765,150 Pajak Pertambahan Nilai 9,045,455 10,251,515 Total 820,568,396 43,253,318, Biaya Masih Harus Dibayar Akun ini terdiri atas: 30 Septem ber 31 Desem ber Lain-lain 3,448,426, ,701,579 Bunga 3,285,746,186 2,261,102,518 Um um 2,874,812,832 1,307,641,701 Telepon dan listrik 1,794,041,232 1,837,654,021 Gaji dan tunjangan 1,516,079, ,155,577 Pengirim an 1,397,229, ,935,601 Total 14,316,335,772 7,207,190,
31 15. Pinjaman Bank Jangka Panjang 30 Septem ber 31 Desem ber PT Bank CIMB Niaga Tbk 190,967,016, ,708,770,175 Dikurangi bagian yang jatuh tem po dalam waktu satu tahun 63,655,672,047 63,655,672,047 Total 127,311,344, ,053,098,128 Biaya provisi dan biaya transaksi yang belum diam ortisasi (2,033,270,152) (3,108,232,741) Pinjam an Jangka Panjang - Bersih 125,278,073, ,944,865,387 Tingkat bunga per tahun 10,75% 11% Pada tanggal 8 Juli 2010, Perusahaan memperoleh pinjaman dari CIMB Niaga dengan jumlah maksimum sebesar Rp 500 milyar yang terdiri dari Pinjaman Transaksi Khusus (PTK), Pinjaman Rekening Koran (PRK) dan Pinjaman Tetap (PT). PTK dengan jumlah maksimum sebesar Rp 300 milyar digunakan untuk pelunasan pinjaman yang direstrukturisasi kepada BNP Paribas, Singapura (Catatan 17). PTK ini dikenakan bunga mengambang sebesar 10,75% dan akan jatuh tempo pada bulan September Sedangkan PRK memiliki jumlah maksimum sebesar Rp 20 milyar. Sampai dengan tanggal 30 September 2011, Perusahaan belum menggunakan fasilitas PRK ini. Pinjaman ini dijamin dengan sebagian piutang usaha sebesar Rp , persediaan sebesar Rp dan ayam pembibit turunan sebesar Rp Pinjaman ini juga dijaminkan dengan aset tetap sebesar Rp milik Perusahaan dan anak perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 (Catatan 5,6, 7 dan 10). 16. Utang Pembelian Aset Tetap Akun ini merupakan utang kepada PT Dipo Star Finance, pihak ketiga, pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 atas pembelian kendaraan dengan tingkat bunga 14,5% per tahun. Utang pembelian aset tetap dijamin dengan aset tetap yang bersangkutan (Catatan 10). 17. Pinjaman Yang Direstrukturisasi Akun ini merupakan pinjaman sindikasi bank dan wesel bayar yang telah direstrukturisasi berdasarkan Master Restructuring Agreement tanggal 28 Oktober Saldo pokok pinjaman sebelum restrukturisasi adalah sebesar US$ , dan setelah restrukturisasi menjadi US$ Perjanjian restrukturisasi tersebut mulai efektif berlaku pada tanggal 18 Desember 2002 dengan BNP Paribas sebagai coordinating agent. Pinjaman tersebut terbagi atas:
32 a. Pinjaman berjangka Tranche A sebesar US$ dengan jangka waktu 9,5 tahun, dimana pembayaran kembali pokok pinjaman dilakukan dalam 37 kali angsuran 3 bulanan dimulai sejak 31 Desember b. Pinjaman berjangka Tranche B sebesar US$ dengan jangka waktu 9,5 tahun, dimana pembayaran kembali pokok pinjaman secara penuh jatuh tempo pada tanggal 31 Desember Pada tahun 2003, Perusahaan melakukan pembelian sebagian pinjaman atas pinjaman Tranche B sebesar US$ sehingga sisa pinjaman Tranche B menjadi sebesar US$ Tingkat bunga yang digunakan atas pinjaman ini adalah sebagai berikut: Tingkat bunga tetap, yaitu sebesar 4% per tahun untuk 6 bulan pertama sejak 1 Juli Tingkat bunga ini akan meningkat sebesar 0,5% per tahun setiap 12 bulan dengan tingkat bunga maksimal 8,5% per tahun. Tingkat bunga mengambang, tingkat bunga ini ditentukan oleh facility agent yaitu margin ditambah tingkat suku bunga LIBOR yang berlaku. Pada saat penandatanganan perjanjian tingkat bunga yang berlaku untuk pinjaman Tranche A dan Tranche B adalah tingkat bunga mengambang yang berlaku selama 3 tahun sejak 1 Juli Setelah 3 tahun, Perusahaan memiliki opsi untuk memilih tingkat bunga yang berlaku. Pada 1 Juli 2005, Perusahaan telah memutuskan untuk menggunakan tingkat bunga mengambang. Tingkat bunga pinjaman pada tahun 2010 berkisar antara 2,31% - 2,56%. Jaminan atas pinjaman ini adalah tanah dan bangunan milik Perusahaan dan anak perusahaan (Catatan 10), saham Perusahaan pada PT Multiphala Adiputra, garansi perusahaan dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, pemegang saham, dan fiducia atas klaim asuransi dari Perusahaan dan anak perusahaan. Pada tahun 2010, Perusahaan telah membayar angsuran untuk Tranche A US$ 2,5 juta (ekuivalen Rp ). Pada tanggal 24 Agustus 2010 Perusahaan telah melunasi seluruh pinjaman yang direstrukturisasi kepada BNP Paribas Singapura sebesar US$ (ekuivalen Rp ). 18. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan Nilai wajar adalah nilai dimana suatu instrumen keuangan dapat dipertukarkan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar, dan bukan merupakan nilai penjualan akibat kesulitan keuangan atau likuidasi yang dipaksakan. Nilai wajar diperoleh dari model arus kas diskonto. Berikut adalah nilai tercatat dan estimasi nilai wajar atas aset dan liabilitas keuangan Perusahaan dan anak perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010:
33 30 Septem ber Desem ber 2010 Nilai Tercatat Estimasi Nilai Wajar Nilai Tercatat Estimasi Nilai Wajar Aset Keuangan Lancar Kas 31,137,224,745 31,137,224,745 51,981,187,589 51,981,187,589 Piutang usaha Pihak berelasi 21,571,568,076 21,571,568,076 13,078,198,092 13,078,198,092 Pihak ketiga 4,152,395,186 4,152,395,186 25,585,391,666 25,585,391,666 Piutang lain-lain 390,494, ,494, ,905, ,905,806 Investasi saham 1,327,500,000 1,327,500,000 1,150,000,000 1,150,000,000 Total Aset Keuangan Lancar 58,579,182,215 58,579,182,215 92,319,683,153 92,319,683,153 Aset Keuangan Tidak Lancar Uang jam inan 1,146,709,261 1,146,709,261 1,051,950,661 1,051,950,661 Jum lah Aset Keuangan 59,725,891,476 59,725,891,476 93,371,633,814 93,371,633,814 Liabilitas Keuangan Lancar Pinjam an bank jangka pendek 180,000,000, ,000,000, Utang usaha Pihak berelasi 154,952,270, ,952,270,050 49,583,651,200 49,583,651,200 Pihak ketiga 44,842,965,784 44,842,965,784 31,999,377,669 31,999,377,669 Utang lain-lain 691,860, ,860, ,733, ,733,001 Biaya m asih harus dibayar 14,316,335,772 14,316,335,772 7,207,190,997 7,207,190,997 Total Liabilitias Keuangan Lancar 394,803,432, ,803,432,366 89,747,952,867 89,747,952, Septem ber Desember 2010 Nilai Tercatat Estimasi Nilai Wajar Nilai Tercatat Estimasi Nilai Wajar Liabilitias Keuangan Jangka Panjang Liabilitas jangka panjang-setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun: Pinjaman jangka panjang (term asuk jangka pendek dan jangka pan 188,933,745, ,933,745, ,600,537, ,600,537,434 Utang pembelian aset tetap (term asuk jangka pendek dan jangka pan 52,432,101 52,432, ,960, ,960,360 Total Liabilitias Keuangan 188,986,178, ,986,178, ,240,497, ,240,497,794 Metode dan asumsi berikut ini digunakan oleh Perusahaan dan anak perusahaan untuk melakukan estimasi atas nilai wajar setiap kelompok instrumen keuangan: Aset keuangan lancar dan liabilitas keuangan jangka pendek Karena instrumen keuangan tersebut jatuh tempo dalam jangka pendek, maka nilai tercatat aset keuangan lancar dan liabilitas keuangan jangka pendek telah mendekati estimasi nilai wajarnya. Aset keuangan lancar dan liabilitas keuangan jangka pendek (1) Instrumen keuangan tanpa kuotasi harga di pasar Investasi saham tanpa kuotasi harga pasar dengan kepemilikan kurang dari 20% dan nilai wajarnya tidak dapat ditentukan dengan pasti, dicatat pada biaya perolehannya
34 (2) Liabilitas keuangan jangka panjang dengan suku bunga tetap dan variabel Terdiri dari pinjaman bank jangka panjang. Nilai wajarnya ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa datang menggunakan suku bunga yang berlaku dari transaksi pasar yang dapat diamati untuk instrumen dengan persyaratan, risiko kredit dan jatuh tempo yang sama. (3) Aset keuangan tidak lancar lainnya Terdiri dari uang jaminan. Nilai wajarnya ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa datang yang disesuaikan untuk mencerminkan risiko pihak lawan menggunakan suku bunga pasar terkini untuk instrumen serupa. 19. Modal Saham Susunan pemegang saham sesuai dengan registrasi dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dan Biro Administrasi Efek Perusahaan adalah sebagai berikut: Nama Pemegang Saham 30 Septem ber 2011 Persentase Jumlah Modal Jumlah Saham Kepemilikan Disetor % PT Japfa Com feed Indonesia Tbk 55,042, ,042,340,000 Union Indonesia Venture Limited 7,040, ,040,910,000 Lo Kheng Hong 5,892, ,892,000,000 Masyarakat (dibawah 5%) 7,024, ,024,750,000 Total 75,000, ,000,000,000 Nam a Pem egang Saham 31 Des em ber 2010 Persentase Jum lah Modal Jum lah Saham Kepem ilikan Disetor % PT Japfa Com feed Indonesia Tbk 55,042, ,042,340,000 Union Indonesia Venture Lim ited 7,056, ,056,410,000 Lo Kheng Hong 6,216, ,216,000,000 Mas yarakat (dibawah 5%) 6,685, ,685,250,000 Total 75,000, ,000,000, Agio Saham 30 Septem ber 2011 dan 31 Des em ber 2010 Penawaran um um saham kepada m as yarakat 26,000,000,000 Penukaran 20 lem bar obligas i konvers i yang dim iliki oleh Prudential As s et Managem ent Asia Ltd. 8,104,000,000 Kapitalisasi tam bahan m odal disetor m enjadi m odal saham (25,000,000,000) Total 9,104,000,
35 21. Penjualan Bersih s/d Sept 2011 s/d Sept 2010 Produk utam a 1,120,770,784,636 1,037,806,756,700 Produk sampingan 86,985,313,719 88,270,881,096 Total 1,207,756,098,355 1,126,077,637,796 33,35% dan 17,35% dari total penjualan bersih masing-masing pada tahun 2011 dan 2010 dilakukan dengan pihak berelasi (Catatan 27). Harga dan syarat transaksi yang diberikan kepada pihak berelasi adalah sama dengan yang diberikan kepada pihak ketiga. Pada periode 2011 dan 2010, tidak terdapat penjualan kepada pihak tertentu yang melebihi 10% dari penjualan bersih, selain kepada pihak berelasi (Catatan 27). 22. Beban Pokok Penjualan s /d Sept 2011 s /d Sept 2010 Biaya produksi Persediaan awal telur tetas 54,024,179,222 58,125,342,933 Pakan ternak 488,182,055, ,615,331,088 Obat, vaks in dan kim ia 40,020,866,697 14,692,458,985 Am ortis as i ayam yang telah m enghasilkan (Catatan 7) 291,030,502, ,714,554,456 Beban langsung 47,639,451,396 38,446,493,299 Beban tak langs ung 131,494,886, ,918,370,935 Total biaya produksi 1,052,391,942, ,512,551,696 Persediaan akhir telur tetas (69,415,544,138) (44,572,684,600) Total beban pokok produksi 982,976,398, ,939,867,096 Pem akaian bahan pem bantu Bahan pem bungkus 8,441,057,156 9,235,394,253 Bahan pem bantu lainnya 11,785,023,926 8,238,511,387 Pem akaian internal DOC (43,474,428,000) (43,317,654,000) Total Beban Pokok Penjualan 959,728,051, ,096,118,736 Seluruh pembelian pakan ternak pada periode 2011 merupakan pembelian dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JCI) sedangkan pada periode 2010 merupakan pembelian dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JCI), PT Multiphala Agrinusa (MAG) dan PT Bintang Terang Gemilang (BTG), pihak-pihak berelasi (Catatan 27)
36 23. Beban Usaha s /d Sept 2011 s /d Sept 2010 Penjualan Perjalanan dinas, pengangkutan dan pengirim an 18,771,555,792 16,085,380,403 Gaji, tunjangan dan kesejahteraan karyawan 15,908,308,914 12,460,227,588 Iklan, prom osi dan keperluan kantor 5,841,640,829 4,616,473,245 Penyusutan (Catatan 10) 3,093,804,660 2,222,224,751 Total 43,615,310,195 35,384,305,987 s /d Sept 2011 s /d Sept 2010 Um um dan Adm inis tras i Gaji, tunjangan dan kesejahteraan karyawan 88,258,141,547 70,894,505,107 Keperluan kantor, s ewa kantor, lis trik, air dan kom unikasi 52,673,050,032 46,061,050,331 Im balan pasca kerja (Catatan 25) 9,764,942,000 7,389,520,000 Perbaikan dan pem eliharaan 9,347,527,963 8,031,718,534 Perjalanan dinas 5,880,111,675 5,569,843,780 Penyus utan (Catatan 10) 6,883,096,251 5,255,975,836 Kons ultan 2,027,542,390 3,768,090,985 Beban piutang ragu-ragu - 32,887,000 Total 174,834,411, ,003,591, Beban Bunga s /d Sept 2011 s /d Sept 2010 Beban bunga dari: Pinjam an bank (Catatan 11 dan 15) 26,636,972,465 2,956,452,324 Utang pem belian as et tetap (Catatan 16) 43,860, ,209,213 Pinjam an yang dires trukturis as i (Catatan 17) - 4,928,028,999 Utang s ewa pem biayaan - 3,737,503 Total 26,680,832,651 8,071,428,
37 25. Imbalan Pasca-kerja Perusahaan membukukan imbalan pasca kerja untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pasca kerja tersebut adalah karyawan di periode 2011 dan karyawan di tahun Rekonsiliasi antara nilai kini cadangan imbalan pasca-kerja yang tidak didanai dengan cadangan imbalan pasca-kerja pada laporan keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: 30 Septem ber 31 Des em ber Nilai kini liabilitas im balan pas ca-kerja yang tidak didanai 123,454,402, ,916,407,000 Biaya jas a yang belum diakui (28,559,493,000) (18,539,279,000) Kerugian aktuarial yang belum diakui (1,478,562,000) (1,673,400,000) Liabilitas bers ih 93,416,347,000 84,703,728,000 Saldo awal 84,703,728,000 70,585,005,000 Beban tahun berjalan 9,764,942,000 15,361,617,000 Pem bayaran im balan pas ca kerja tahun berjalan (1,052,323,000) (1,242,894,000) Saldo Akhir 93,416,347,000 84,703,728,000 Mutasi cadangan bersih adalah sebagai berikut: Perhitungan imbalan pasca kerja dihitung oleh aktuaris independen PT Dayamandiri Dharmakonsilindo dalam laporannya tertanggal 18 Juli Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial adalah sebagai berikut: Tingkat dis konto : 8% per tahun untuk periode 2011 dan 8,5% per tahun untuk tahun 2010 Tingkat kenaikan gaji : 8% per tahun untuk periode 2011 dan 8,5% per tahun untuk tahun 2010 Tingkat kematian : sesuai dengan Com missioners Standard Ordinary (CSO) Tingkat pengunduran diri : 10% pada usia 25 tahun dan m enurun secara linear sampai dengan usia 45 tahun 26. Dividen Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 8 Juni 2011, sebagaimana tercantum dalam Akta No. 58 tanggal 8 Juni 2011 dari Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., notaris di Jakarta, pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2010 sebesar Rp 50 per saham atau sebesar Rp Dividen ini telah dibayar seluruhnya pada tanggal 14 Juli
38 Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 10 Juni 2010, sebagaimana tercantum dalam Akta No. 89 tanggal 10 Juni 2010 dari Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., notaris di Jakarta, pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2009 sebesar Rp 5 per saham atau sebesar Rp Dividen ini telah dibayar seluruhnya pada tanggal 19 Juli Sifat dan Transaksi dengan Pihak Berelasi Sifat Pihak Berelasi a. Pemegang saham : PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JCI) b. Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham utama Perusahaan dan anak Perusahaan dan sebagian pengurusan atau manajemennya sama dengan Perusahaan dan anak perusahaan. : PT Ciomas Adisatwa (CA) PT Primatama Karya Persada (PKP) PT Indojaya Agrinusa (IAG) PT Vaksindo Satwa Nusantara (VSN) PT Adiguna Bintang Lestari (ABL) PT Bhirawa Mitra Sentosa (BMS) PT So Good Food (SGF) PT Multiphala Agrinusa (MAG) PT Bintang Terang Gemilang (BTG) Transaksi dengan Pihak Berelasi Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, yang meliputi antara lain: a. Penjualan kepada pihak yang berelasi dilakukan dengan tingkat harga dan syarat-syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. Rincian penjualan kepada pihak berelasi adalah sebagai berikut: Persentase Total Penjualan Total Penjualan Total Piutang Usaha terhadap Total Penjualan Bersih s/d September 30 September 31 Desember 30 September 31 Desember % % CA 357,973,229, ,644,750,400 12,011,946,986 4,805,796, % 13.54% PKP IAG 41,686,323,140 37,519,599,575 9,393,857,090 8,272,401, % 3.94% VSN SGF 3,018,115, ,764, % - JCI 123,610, ,267, % 0.02% Total 402,801,278, ,417,617,475 21,571,568,076 13,078,198, % 17.50%
39 b. Pembelian pakan ternak s/d September 2011 dan 2010 masing-masing sebesar Rp dan Rp , merupakan pembelian dari JCI, MAG dan BTG yang dilakukan dengan tingkat harga dan syarat-syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. Sebagian pembelian pakan ternak tersebut termasuk dalam nilai persediaan ayam. Pembelian OVK di periode 2011 adalah sebesar Rp Rincian pembelian pakan ternak, obat, vaksin dan kimia serta transportasi adalah sebagai berikut: Total Pembelian Total Utang Usaha s/d September 30 September 31 Desember Pakan Ternak JCI 615,719,361, ,263,233, ,511,834,400 38,456,167,450 MAG - 24,047,792,250-11,127,483, ,719,361, ,311,025, ,511,834,400 49,583,651,200 OVK VSN 24,863,813,027 10,027,727,962 3,900,254,550 - Transportasi BMS 3,042,849, ,181,100 - Total 640,583,174, ,338,753, ,952,270,050 49,583,651,200 c. JCI memberikan jaminan perusahaan atas pinjaman sindikasi bank oleh Perusahaan yang dikoordinasikan oleh BNP Paribas (Catatan 17). d. Pada 12 April 2011 PT Multiphala Adiputra (MA), anak perusahaan, MA melakukan pembelian saham investasi PT Japfa Food Nusantara (JFN) dari PT So Good Food (SGF), pihak berelasi, dengan biaya perolehan sebesar Rp 120 juta (Catatan 9). 28. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Permodalan dan Keuangan Risiko-risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan yang dimiliki Perusahaan dan anak perusahaan adalah risiko suku bunga, risiko nilai tukar, risiko kredit dan risiko likuiditas. Kegiatan operasional Perusahaan dan anak perusahaan dijalankan secara berhati-hati dengan mengelola risiko-risiko tersebut agar tidak menimbulkan potensi kerugian bagi Perusahaan dan anak perusahaan. Manajemen Risiko Permodalan Perusahaan dan anak perusahaan mengelola permodalan untuk menjaga kelangsungan usahanya dalam rangka memaksimumkan kekayaan para pemegang saham dan manfaat kepada pihak lain yang berkepentingan terhadap Perusahaan dan anak perusahaan dan untuk menjaga struktur optimal permodalan untuk mengurangi biaya permodalan. Struktur permodalan Perusahaan dan anak perusahaan terdiri dari ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (terdiri dari modal saham, agio saham, dan saldo laba) dan pinjaman dan utang bersih (terdiri dari pinjaman bank jangka pendek, utang pembelian aset tetap dan pinjaman bank jangka panjang dikurangi dengan saldo kas). Perusahaan ataupun anak perusahaan tidak diharuskan untuk memenuhi persyaratan permodalan tertentu
40 Rasio pinjaman dan utang terhadap ekuitas pada tanggal 30 September 2011 serta 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: 30 Septem ber 31 Desem ber Total pinjam an dan utang 368,986,178, ,240,497,794 Kas (31,137,224,745) (51,981,187,589) 337,848,953, ,259,310,205 Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 694,861,573, ,069,056,955 Rasio pinjam an dan utang bersih terhadap ekuitas 48.62% 26.62% Risiko Suku Bunga Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen keuangan akan terpengaruh akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur Perusahaan dan anak perusahaan yang terpengaruh risiko suku bunga terutama terkait dengan pinjaman bank dan utang pembelian aset tetap. Untuk meminimalkan risiko suku bunga, Perusahaan dan anak perusahaan mengelola beban bunga melalui kombinasi pinjaman/utang dengan suku bunga tetap dan suku bunga variabel, dengan mengevaluasi kecenderungan suku bunga pasar. Manajemen juga melakukan penelaahan berbagai suku bunga yang ditawarkan oleh kreditur untuk mendapatkan suku bunga yang menguntungkan sebelum mengambil keputusan untuk melakukan perikatan pinjaman/ utang. Tabel berikut adalah nilai tercatat, berdasarkan jatuh temponya, atas aset dan liabilitas keuangan konsolidasian Perusahaan dan anak perusahaan yang terkait risiko suku bunga: 30 September 2011 Rata-rata Jatuh Tem po Jatuh Tem po Jatuh Tem po Suku Bunga Efektif dalam Satu Tahun Pada Tahun ke - 2 Pada Tahun ke - 3 Jumlah % Aset Bank 2,50%-7,00% 28,750,483, ,750,483,601 Kewajiban Bunga Tetap Pinjaman bank jangka panjang 10,50 % 180,000,000, ,000,000,000 Utang pem belian aset tetap 9,14%-15,5% 52,432, ,432,101 Pinjaman bank jangka panjang 10,75% 63,655,672,047 62,547,165,124 62,730,908, ,933,745,
41 31 Desember 2010 Rata-rata Jatuh Tem po Jatuh Tem po Jatuh Tem po Jatuh Tem po Suku Bunga Efektif dalam Satu Tahun Pada Tahun ke - 2 Pada Tahun ke - 3 Pada Tahun ke - 4 Jum lah % Aset Bank 2,50%-7,00% 50,414,321, ,414,321,431 Kewajiban Bunga Tetap Utang pembelian aset tetap 9,14%-15,5% 639,960, ,960,360 Pinjaman bank jangka panjang 10,75% 63,655,672,047 61,257,778,440 94,783,951,260 15,903,135, ,600,537,433 Risiko Nilai Tukar Risiko nilai tukar adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen keuangan akan terpengaruh akibat perubahan nilai tukar. Perusahaan dan anak perusahaan memiliki eksposur dalam mata uang asing yang timbul dari transaksi operasionalnya. Eksposur tersebut timbul karena transaksi yang bersangkutan dilakukan dalam mata uang selain mata uang fungsional unit operasional atau pihak lawan. Eksposur dalam mata uang asing Perusahaan dan anak perusahaan tersebut jumlahnya tidak material. Berikut adalah posisi aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing konsolidasian pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010: 30 September Desember 2010 Mata Uang Ekuivalen Mata Uang Ekuivalen Asing Asing Aset Kas US$ 4, ,888,514 61, ,141,716 Liabilitas Utang usaha EUR 1,515, ,124,408, , ,689,406,270 SGD 144, ,673,463 - US$ 24, ,193, , ,336,622,290 Total Liabilitas 19,321,275,411 3,026,028,560 Posisi Liabilitas 19,278,386,897 2,473,886,844 Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, kurs konversi yang digunakan Perusahaan diungkapkan pada Catatan 2d atas laporan keuangan konsolidasian
42 Risiko Kredit Risiko kredit adalah risiko bahwa Perusahaan dan anak perusahaan akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan atau pihak lawan akibat gagal memenuhi liabilitas kontraktualnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko kredit yang terkonsentrasi secara signifikan. Perusahaan dan anak perusahaan mengendalikan risiko kredit dengan cara melakukan hubungan usaha dengan pihak lain yang memiliki kredibilitas, menetapkan kebijakan verifikasi dan otorisasi kredit, serta memantau kolektibilitas piutang secara berkala untuk mengurangi jumlah piutang tak tertagih. Berikut adalah eksposur laporan keuangan konsolidasian yang terkait risiko kredit pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010: 30 Septem ber Desem ber 2010 Nilai Tercatat Nilai Tercatat Pinjam an yang diberikan dan Piutang Kas 28,750,483,601 50,414,321,431 Piutang us aha Pihak berelas i 21,571,395,186 13,078,198,092 Pihak ketiga 4,152,395,186 25,585,391,666 Piutang lain-lain 390,494, ,905,806 Inves tas i Saham 1,327,500,000 1,150,000,000 Uang jam inan 1,146,709,261 1,051,950,661 Total 57,338,977,442 91,804,767,656 Risiko Likuiditas Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Perusahaan tidak memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi liabilitasnya. Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Perusahaan dan anak perusahaan dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas. Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh tempo hutang, dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber pendanaan yang optimal. Berikut adalah jadwal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan konsolidasi berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember
43 30 September 2011 < 1 tahun 1-2 tahun Jumlah Biaya transaksi Nilai Tercatat Aset Kas 31,137,224,745-31,137,224,745-31,137,224,745 Piutang usaha 25,723,963,262-25,723,963,262-25,723,963,262 Piutang lain-lain 390,494, ,494, ,494,208 Investasi saham 1,327,500,000-1,327,500,000-1,327,500,000 Uang jaminan 1,146,709,261-1,146,709,261-1,146,709,261 Total 59,725,891,476-59,725,891,476-59,725,891,476 Liabilitas Pinjaman bank jangka pendek Pinjaman bank jangka pendek 180,000,000, ,000,000, ,000,000,000 Utang usaha 199,795,235, ,795,235, ,795,235,834 Utang lain-lain 691,860, ,860, ,860,760 Biaya yang masih harus dibayar 14,316,335,772-14,316,335,772-14,316,335,772 Utang pem belian aset tetap (term as uk jangka pendek dan jangka panjang) 52,432,101-52,432,101-52,432,101 Pinjaman bank (termasuk jangka pendek dan jangka panjang) 63,655,672, ,311,344, ,967,016,143 2,033,270, ,933,745,987 Total 458,511,536, ,311,344, ,822,880,610 2,033,270, ,789,610,454 Selisih aset dengan liabilitas 398,785,645, ,311,344, ,096,989,134 2,033,270, ,063,718, Desember 2010 < 1 tahun 1-2 tahun 3-5 tahun Jumlah Biaya transaksi Nilai Tercatat Aset Kas 51,981,187, ,981,187,589-51,981,187,589 Piutang usaha 38,663,589, ,663,589,758-38,663,589,758 Piutang lain-lain 524,905, ,905, ,905,806 Investasi saham 1,150,000, ,150,000,000-1,150,000,000 Uang jaminan 1,051,950, ,051,950,661-1,051,950,661 Total 93,371,633, ,371,633,814-93,371,633,814 Liabilitas Utang usaha 81,583,028, ,583,028,869-81,583,028,869 Utang lain-lain 957,733, ,733, ,733,001 Biaya yang masih harus dibayar 7,207,190, ,207,190,997-7,207,190,997 Utang pem belian aset tetap (termasuk jangka pendek dan jangka panjang) 639,960, ,960, ,960,360 Pinjaman bank (term asuk jangka pendek dan jangka panjang) 63,655,672, ,311,344,096 47,741,754, ,708,770,178 3,108,232, ,600,537,434 Total 154,043,585, ,311,344,096 47,741,754, ,096,683,405 3,108,232, ,988,450,
44 Ikatan a. Pada tanggal 29 Februari 2000, Perusahaan menandatangani perjanjian dengan Lohmann Tierzucht GmbH mengenai pembelian ayam induk petelur (layer grandparent) untuk pembibitan anak ayam, yang berlaku sampai dengan tahun Perjanjian ini telah diperpanjang sampai dengan b. Pada tanggal 16 Mei 2002, Perusahaan menandatangani perjanjian dengan Aviagen Limited mengenai pembelian ayam induk pedaging (broiler grandparent) untuk pembibitan anak ayam. Perpanjangan perjanjian dilakukan setiap satu tahun sekali. 29. Informasi Segmen Segmen Geografis Untuk tujuan pelaporan manajemen, saat ini Perusahaan dan anak perusahaan dibagi menjadi sepuluh divisi operasi berdasarkan wilayah pasar geografis, tanpa memperhatikan tempat diihasilkannya produk. Pas ar geografis Penjualan berdas arkan pas ar geografis s/d Septem ber Indones ia Barat Sum atera 304,950,258, ,745,635,717 Jawa Barat 216,231,508, ,404,534,495 Jawa Tengah 159,703,012, ,446,521,188 Jawa Tim ur 150,566,479, ,007,217,725 Jabotabek 63,789,397,070 62,777,931,510 Banten 47,948,918,750 41,577,827,990 Indones ia Tengah Kalim antan 100,698,729,491 83,006,814,180 Sulawes i 87,278,753,458 65,154,248,926 Bali dan Nus a Tenggara Tim ur 74,910,245,252 65,172,536,565 Papua dan Maluku 1,678,795, ,369,500 Penjualan bers ih 1,207,756,098,355 1,126,077,637,796 Aset dan tambahan aset tetap dan aset tak berwujud berdasarkan wilayah geografis Nilai tercatat aset segmen dan tambahan aset tetap berdasarkan wilayah geografis atau lokasi aset tersebut
45 Nilai tercatat aset tidak lancar segm en Penam bahan aset tetap 30 Septem ber 31 Desem ber 30 Septem ber 31 Desem ber Indonesia Barat Jawa Barat 271,628,597, ,579,213,667 64,521,069,080 27,436,373,542 Sum atera 152,762,728, ,004,029,769 26,530,789,866 59,199,241,749 Jawa Tim ur 130,116,746,833 76,660,057,470 58,456,897,872 16,124,780,222 Jawa Tengah 66,610,318,648 57,767,337,174 10,014,145,860 32,201,373,901 Jabotabek 17,442,924,697 17,687,939,994 1,312,540,109 3,127,085,645 Indonesia Tengah Sulawes i 69,980,086,391 58,908,364,556 13,877,463,332 12,491,481,493 Kalim antan 44,014,287,105 33,721,865,997 16,332,362,250 31,232,759,913 Bali 15,796,952,707 9,550,038,395 5,108,778,469 1,659,279,048 Total 768,352,642, ,878,847, ,154,046, ,472,375,513 Segmen Usaha Penjualan Perusahaan sebagian besar adalah anak ayam umur sehari (DOC) sehingga segmen usaha tidak disajikan. Penerbitan Standar Akuntansi Keuangan Baru Ikatan Akuntan Indonesia telah menerbitkan revisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) akan berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari PSAK 1. PSAK 10 (Revisi 2010), Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing 2. PSAK 18 (Revisi 2010), Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya 3. PSAK 24 (Revisi 2010), Imbalan Kerja 4. PSAK 33 (Revisi 2011), Aktivitas Pengupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pada Pertambangan Umum 5. PSAK 34 (Revisi 2010), Kontrak Konstruksi 6. PSAK 45 (Revisi 2011), Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba 7. PSAK 46 (Revisi 2010), Akuntansi Pajak Penghasilan 8. PSAK 50 (Revisi 2010), Instrumen Keuangan: Penyajian 9. PSAK 53 (Revisi 2010), Pembayaran Berbasis Saham 10. PSAK 56 (Revisi 2011), Laba Per Saham 11. PSAK 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan 12. PSAK 61, Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah 13. PSAK 63, Pelaporan Keuangan Dalam Ekonomi Hiperinflasi 14. PSAK 64, Aktivitas Ekslorasi dan Evaluasi Pada Pertambangan Sumber Daya Mineral
46 ISAK 1. ISAK 13 (2010), Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri 2. ISAK 15 PSAK 24 - Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan Interaksinya 3. ISAK 16, Perjanjian Konsesi Jasa 4. ISAK 18, Bantuan Pemerintah Tidak Ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi 5. ISAK 19, Penerapan Pendekatan Penyajian Kembali dalam PSAK 63 Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi 6. ISAK 20, Pajak Penghasilan - Perubahan Dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham 7. ISAK 22, Perjanjian Konsesi Jasa: Pengungkapan 8. ISAK 23, Sewa Operasi-Insentif 9. ISAK 24, Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan suatu Bentuk Legal Sewa PPSAK 1. PPSAK 8, Pencabutan PSAK 27: Akuntansi Koperasi Perusahaan dan anak perusahaan masih mengevaluasi dampak penerapan PSAK dan ISAK revisi di atas dan dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian dari penerapan PSAK dan ISAK revisi tersebut belum dapat ditentukan. ********
PT MULTIBREEDER ADIRAMA INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN DAFTAR ISI
DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan Konsolidasian Pada Tanggal 31 Maret 2012 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2011 (diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan
1. Umum. a. Pendirian dan Informasi Umum
1. Umum a. Pendirian dan Informasi Umum PT Toko Gunung Agung Tbk (Perusahaan) didirikan dengan nama CV Ayumas Jakarta pada tahun 1973 dan diubah menjadi perseroan terbatas (PT) berdasarkan Akta No. 30
P.T. APAC CITRA CENTERTEX Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
P.T. APAC CITRA CENTERTEX Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK MASA ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2012 dan 2011 (TIDAK DIAUDIT) P.T. APAC CITRA CENTERTEX Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
P.T. APAC CITRA CENTERTEX Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
P.T. APAC CITRA CENTERTEX Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK MASA TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2012 dan 2011 (TIDAK DIAUDIT) P.T. APAC CITRA CENTERTEX Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
Salinan Surat Pernyataan tentang Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 PT Citatah Tbk
DAFTAR ISI Halaman Salinan Surat Pernyataan tentang Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2010 dan 2009 PT Citatah Tbk Laporan Auditor Independen 1 LAPORAN
PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk
LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2012
PT SUGIH ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Keuangan Interim Konsolidasian Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2012 Dan 2011 Dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2011 PT SUGIH ENERGY Tbk
Pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010, seluruh saham Perusahaan atau sejumlah saham telah tercatat di Bursa Efek Indonesia.
1. Umum a. Pendirian dan Informasi Umum PT Toko Gunung Agung Tbk ( Perusahaan atau Induk Perusahaan ) didirikan dengan nama CV Ayumas Jakarta pada tahun 1973 dan diubah menjadi perseroan terbatas (PT)
PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk
Laporan Keuangan Dan Laporan Auditor Independen Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 Laporan Posisi Keuangan 31 Desember 2016 dan 2015 Catatan ASET Aset Lancar Kas
PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk
LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2016 DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (TIDAK DIAUDIT LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2016 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September
PT Electronic City Indonesia Tbk dan Entitas Anak
PT Electronic City Indonesia Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian dan Informasi Tambahan 30 Juni 2013 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2012 (diaudit) dan untuk enam bulan yang berakhir pada
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September
1. UMUM. a. Pendirian dan informasi umum
1. UMUM a. Pendirian dan informasi umum PT Apac Citra Centertex Tbk (Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 jo. Undang-Undang No. 12 tahun 1970 berdasarkan
PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA
Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Untuk Periode yang Dimulai dari 18 Desember 2012 (Tanggal Pendirian) sampai dengan 31 Desember 2012 Laporan Posisi Keuangan 1 Laporan Laba
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2015
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI
PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk
LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2017 DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2017 (TIDAK DIAUDIT) DAN UNTUK PERIODE
REKSA DANA SCHRODER PRESTASI GEBYAR INDONESIA II DAFTAR ISI. Halaman. Laporan Auditor Independen 1
DAFTAR ISI Halaman Laporan Auditor Independen 1 LAPORAN KEUANGAN - Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut Laporan Aset dan Kewajiban Laporan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian
P.T. MAYORA INDAH Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
P.T. MAYORA INDAH Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Laporan Keuangan Konsolidasian pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 (Diaudit) serta untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2012 dan 2011. DAFTAR
PT Panorama Transportasi Tbk dan Anak Perusahaan
PT Panorama Transportasi Tbk dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasian (Unaudited) 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 serta untuk periode yang berakhir 30 September 2011 dan 2010 DAFTAR ISI
PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk
LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2017 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2017 (TIDAK DIAUDIT) DAN UNTUK PERIODE
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2014
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN (Mata Uang Rupiah) 1 PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN DAN SEMBILAN BULAN
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2016
PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk
LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2014 DAN 2013 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2014
PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk
LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2017 DAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2017 (TIDAK DIAUDIT) DAN
PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk
LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2016 DAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2016 (TIDAK DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG
PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk
LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2015 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2014 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 2014 (TIDAK DIAUDIT) LAPORAN KEUANGAN PER 31 MARET 2015
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2014 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2013 (tidak diaudit)
Laporan Keuangan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2014 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2013 (tidak diaudit) dan Posisi Keuangan per 30 Juni 2014 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2013 (diaudit)
PT Greenwood Sejahtera Tbk dan Entitas Anak
PT Greenwood Sejahtera Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian - dengan Informasi Tambahan Konsolidasian Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 serta untuk Periode Enam
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) Approved by: PT SEKAWAN INTIPRATAMA
PT Tifa Finance Tbk. Laporan Keuangan. Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2012 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2011 (tidak diaudit) dan
Laporan Keuangan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2012 (tidak diaudit) dan 30 Juni 2011 (tidak diaudit) dan Posisi Keuangan per 30 Juni 2012 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2011 (diaudit)
PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk
Laporan Keuangan Dan Laporan Auditor Independen Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 Laporan Posisi Keuangan 31 Desember 2013 dan 2012 2013 Catatan 2012 ASET Aset
PT Greenwood Sejahtera Tbk dan Entitas Anak
PT Greenwood Sejahtera Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian - dengan Informasi Tambahan Konsolidasian Pada Tanggal 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 serta untuk Periode Sembilan Bulan
PT Sona Topas Tourism Industry Tbk dan Anak Perusahaan
PT Sona Topas Tourism Industry Tbk dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasian Pada Tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010, Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2011 dan 2010
LAPORAN KEUANGAN Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 serta untuk tahuntahun yang berakhir pada tanggal tersebut
DAFTAR ISI Halaman Laporan Auditor Independen 1 LAPORAN KEUANGAN Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 serta untuk tahuntahun yang berakhir pada tanggal tersebut Laporan Aset dan Kewajiban Laporan Operasi
Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4
Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 31 DESEMBER 2011 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk
PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS
Pihak berelasi - - JUMLAH ASET
P.T. APAC CITRA CENTERTEX Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2012 dan 2011 30 SEPTEMBER 30 SEPTEMBER 2012 2011 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 11.916.941.211
PT Alam Karya Unggul Tbk (d/h PT Aneka Kemasindo Utama Tbk) dan Entitas Anak
(d/h PT Aneka Kemasindo Utama Tbk) Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir 30 September 2012 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2011 (diaudit) dan untuk periode enam bulan yang berakhir
PT GEMA GRAHASARANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT GEMA GRAHASARANA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 30 JUNI 2015 (TIDAK DI AUDIT) DAN 31 DESEMBER 2014 DAN 1 JANUARI 2014/31 DESEMBER 2013 (DISAJIKAN KEMBALI) SERTA ENAM BULAN
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012
PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL P.T. RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK DAFTAR ISI - LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Halaman
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK 30 September 2014 Dan 31 Desember 2013 Serta Untuk Periode-Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2014 dan
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 Daftar
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian
PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 DAFTAR ISI Halaman
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 3. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 4-5. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6-7
PT ALKINDO NARATAMA Tbk dan ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Pada Tanggal 31 Desember 2011, 2010 Dan 1 Januari 2010/31 Desember 2009 Dan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember
Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-3. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 4
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DENGAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TANGGAL 31 DESEMBER 2017 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian (tidak diaudit) 30 September 2017 dan 31 Desember 2016 dan untuk sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tanggal 30 September 2017 dan 2016
p PT STAR PETROCHEM Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Maret 2017
p PT STAR PETROCHEM Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Maret 2017 Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Laporan No. AR/L-099/12 Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi PT Sidomulyo Selaras Tbk Kami telah mengaudit laporan posisi keuangan konsolidasian PT Sidomulyo Selaras Tbk
Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Desember beserta Laporan Auditor Independen
p PT STAR PETROCHEM Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk tahun yang berakhir Pada tanggal 31 Desember 2017 beserta Laporan Auditor Independen Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi
PT BATAVIA PROSPERINDO INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN
LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN DAFTAR ISI Pernyataan Direksi dan Komisaris Ekshibit Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian A Laporan Laba Rugi Komprehensif
Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3-4. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 5
Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan keuangan konsolidasian Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3-4 Laporan
PT SIANTAR TOP Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SIANTAR TOP Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI INTERIM UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2016 (TIDAK DIAUDIT) DAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2015
PT MITRA INVESTINDO Tbk
LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (AUDITAN) SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR (TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN PER
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian (tidak diaudit) 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 dan untuk enam bulan yang berakhir pada tanggal tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 LAPORAN KEUANGAN
PT Trada Maritime Tbk Dan Anak Perusahaan
PT Trada Maritime Tbk Dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi Untuk periode yang Berakhir 31 Maret 2011 dan 31 Desember 2010 (diaudit) dan Laporan Keuangan Konsolidasi Untuk periode yang Berakhir
PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian
PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017
PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017 - 1 - PT SUPARMA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) PER 31 MARET 2018 DAN 31 DESEMBER 2017 ASET
PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Per 30 Juni 2010 dan 2009
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian
PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 DAN 2010
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastucture, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian
PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Keuangan Interim Konsolidasian (Tidak Diaudit) 30 September 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 dan Sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2012 dan
PT ZEBRA NUSANTARA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 (TIDAK DIAUDIT)
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2015 (AUDIT) Daftar Isi Halaman Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif
PT SELAMAT SEMPURNA Tbk. DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 31 Maret 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia)
Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 31 Maret 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia) PT SELAMAT SEMPURNA TBK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (TIDAK DIAUDIT) Daftar Isi Halaman Laporan Posisi Keuangan
DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3
DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian... 1-2 Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian...
PT ALDIRACITA CORPOTAMA DAN ENTITAS ANAK
Laporan Keuangan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2011 (Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2010) Beserta Laporan Auditor Independen Daftar Isi
PT ALKINDO NARATAMA TBK
ARSYAD & REKAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK PT ALKINDO NARATAMA TBK LAPORAN KEUANGAN INTERIM BESERTA LAPORAN AKUNTAN INDEPENDEN 30 SEPTEMBER 2011 (DIREVIEW), 31 DESEMBER 2010 (DIAUDIT) DAN UNTUK SEMBILAN BULAN
PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2012 (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR
PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK
PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2016 Dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2015 (Audited)
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) DAN TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (Mata Uang Rupiah)
PT SIERAD PRODUCE Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT SIERAD PRODUCE Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (AUDITAN) DAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI
Perusahaan dan anak perusahaan selanjutnya disebut sebagai Grup
1. Umum a. Pendirian dan Informasi Umum PT Toko Gunung Agung Tbk (Perusahaan) didirikan dengan nama CV Ayumas Jakarta pada tahun 1973 dan diubah menjadi perseroan terbatas (PT) berdasarkan akta No. 30
PT. PUSAKO TARINKA, Tbk
PT. PUSAKO TARINKA, Tbk LAPORAN KEUANGAN INTERIM 6 (ENAM) BULANAN Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 DAFTAR ISI Halaman 1. Laporan Posisi Keuangan Interim 30 Juni 2012
LAPORAN KEUANGAN. 31 Maret 2018 dan (Tidak diaudit) PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk
PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk LAPORAN KEUANGAN PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk 31 Maret 2018 dan 2017 (Tidak diaudit) PT. SARANACENTRAL BAJATAMA, Tbk Jalan P. Jayakarta No. 55 Mangga Dua Selatan Sawah
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 31 Maret 2013 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2012 (diaudit) Serta Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2013 dan 31 Maret 2013 (tidak
PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk
PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Periode Tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2016 (UnAudited) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2015 (Audited) dan Laporan Keuangan
PT TIPHONE MOBILE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT TIPHONE MOBILE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Interim Konsolidasian Tanggal 30 Juni 2012 Dan 31 Desember 2011 Serta Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal - Tanggal 30 Juni 2012
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)
PT BINTANG OTO GLOBAL Tbk (d/h PT SUMBER UTAMA NIAGA) dan Entitas Anak
dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2016 (Diaudit) dan 2015 (Tidak Diaudit) dan Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk Laporan Keuangan Pada Tanggal 31 Maret 2012 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2011 (diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2012 dan 31 Maret 2011 (tidak
PT MITRA PEMUDA TBK DAN ENTITAS ANAK
PT MITRA PEMUDA TBK DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Tanggal 31 Maret 2018 Dan Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Mata Uang Rupiah Indonesia) LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT BANK WINDU KENTJANA INTERNATIONAL Tbk
PT BANK WINDU KENTJANA INTERNATIONAL, Tbk MAR 2012, 2011 & DES 2011 EQUITY TOWER LT.9 JL. JEND. SUDIRMAN KAV 52 53 TLP (021 ) 51401707, FAX (021) 51401708/09 JAKARTA -12910 Email : [email protected]
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)
PT Asuransi Ramayana Tbk dan Anak Perusahaan. Laporan Keuangan Konsolidasi dan Informasi Tambahan Per 30 Juni 2011
PT Asuransi Ramayana Tbk dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi dan Informasi Tambahan DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi atas Laporan Keuangan Konsolidasi PT Asuransi Ramayana Tbk dan
PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
Laporan Keuangan Interim Konsolidasian (Tidak Diaudit) dan enam bulanan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN
LAPORAN KEUANGAN Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut
DAFTAR ISI Halaman Laporan Auditor Independen 1 LAPORAN KEUANGAN Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut Laporan Aset dan Kewajiban Laporan Operasi
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 Daftar Isi Halaman Laporan
PT MITRA INVESTINDO Tbk
LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (AUDITAN) SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR (TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN PER
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA)
PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA) PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2011 DAN 2010 Daftar Isi Halaman Neraca... 2-3 Laporan
