BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Ari Hartono
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dikarenakan hasil penelitian akan disajikan dalam bentuk angka-angka. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimen dalam bentuk nonequivalent control group design. Menurut McMillan & Sally (2007, hlm. 277) Quasi experimental designs do not include the use of random assignment. researcher who employ these designs rely instead on other techniques to control (or at least reduce) threats to internal validity. Maksudnya quasi experimen tidak termasuk penggunaan tugas acak. Subjek tidak dipilih secara acak melainkan seluruh subjek dalam kelompok utuh diberikan perlakuan, sehingga peneliti yang menggunakan desain ini dapat mengontrol atau setidaknya mengurangi ancaman terhadap validitas internal. Jadi dapat dikatakan bahwa penelitian eksperimen kuasi merupakan eksperimen semu atau tidak murni yang bertujuan untuk mengetahui suatu gejala atau pengaruh yang timbul sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu terhadap subjek tanpa menggunakan tekhnik random (acak). Desain non-equivalent control group menurut Sugiyono (2013, hlm. 170) mengungkapkan bahwa desain ini hampir mirip dengan pretest-posttest control group design, hanya pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random. Skema model penelitian dengan non-equivalent control group design menurut Sugiyono (2013, hlm. 170) adalah sebagai berikut : 24
2 25 Tabel 3.1 Skema non-equivalent control group design O 1 X O 2 O 3 O 4 Sumber: (Sugiyono, 2013, hlm. 170) Pada desain ini pada awal pertemuan sebelum dilakukannya perlakuan (treatment), kedua kelompok diberikan pretes. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan setiap siswa. Langkah berikutnya pada kelas eksperimen dikenakan pembelajaran IPA menggunakan model quantum learning dan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan melainkan pembelajaran hanya dilakukan secara konvensional. Setelah dilakukan pembelajaran terhadap kedua kelompok tersebut, selanjutnya diberikan posttest untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kemampuan siswa sebelum dan sesudah pembelajaran serta untuk membandingkan hasil belajar antara kelompok eksperimen sama kelompok kontrol. B. Partisipan Partisipan dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V yang terdiri atas dua kelas yaitu VA dan VB dengan jumlah masing-masing kelas 30 siswa yang berperan sebagai subjek dalam penelitian. Karakteristik subjek penelitian ini adalah seluruh siswa yang yang berada pada rentang usia kelas V Sekolah Dasar dan resmi tercatat sebagai siswa di SDN Drangong 1, serta belum mendapatkan materi pelajaran IPA tentang peristiwa alam.
3 26 Alasan memilih subjek penelitian di SDN Drangong 1 yaitu karena kelas V di sekolah ini terdapat dua kelas yang sangat dibutuhkan peneliti untuk membandingkan kelas eksperimen dan kelas kontrol serta di sekolah ini para guru masih tidak tahu dengan model pembelajaran quantum learning. Selain itu lokasi sekolah ini yang relatif terjangkau sehingga memudahkan peneliti untuk melaksanakan penelitian. C. Populasi dan Sampel Dalam sebuah penelitian dibutuhkan populasi dan sampel untuk diteliti. Menurut Riduwan (2013, hlm. 54) populasi merupakan objek/subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi persyaratan yang berkaitan dengan penelitian. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa SDN Drangong 1. Sedangkan sampel menurut Riduwan (2013, hlm. 56) adalah bagian dari populasi yang mempunyai ciri-ciri/keadaan tertentu yang akan diteliti. Dalam menentukan sampel yaitu menggunakan tekhnik Nonprobability Sampling bagian purposive sampling (sampling bertujuan), yaitu tekhnik pengambilan sampel yang didasarkan atas pertimbanganpertimbangan yang dimiliki oleh peneliti ( Arikunto, 2013, hlm. 97). Sampel yang digunakan adalah siswa kelas V yang terdiri atas dua kelas yaitu VA dan VB, karena sesuai dengan kebutuhan peneliti. D. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian diartikan sebagai alat bantu yakni sarana yang dapat diwujudkan dalam benda, misalnya angket (questionaire), pedoman wawancara ( interview schedule) atau daftar cocok (checklist), soal tes atau tes, inventori (inventory), panduan pengamatan (observation schedule), skala (scala), dsb. (Arikunto, 2013, hlm. 101).
4 27 Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa tes dan wawancara. 1. Tes Tes merupakan suatu tekhnik atau cara yang dilakukan dalam rangka melaksanakan kegiatan mengukur aspek perilaku siswa dengan memberikan pertanyaan, pernyataan, atau tugas yang harus dikerjakan (Arifin, 2011, hlm 118). Tes dalam penelitian ini dilakukan kepada seluruh siswa baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol, dengan memberikan soal-soal pada saat sebelum (pretest) dan pada saat sesudah (posttest) proses pembelajaran. Tes dibuat oleh peneliti dengan jumlah 5 soal isian dan 5 soal uraian, dengan bobot nilai soal isian 5 dan soal uraian 15. Dalam penyusunan soal tes, diawali dengan penyusunan kisi-kisi soal yang mencakup subpokok bahasan, kompetensi dasar, indikator, tingkat kesukaran, aspek kemampuan yang diukur, serta jumlah butir soal. Setelah membuat kisi-kisi dilanjutkan dengan menyusun soal disertai kunci jawaban. Instrumen tes yang dibagikan kepada siswa dilakukan pengujian untuk mengetahui kebenaran dan ketepatan instrumen yang akan digunakan. Soal dikatakan valid jika soal dapat menunjukkan sejauh mana suatu tes mampu mengukur sampel materi pelajaran dan atau perilaku hasil belajar secara representatif atau menyeluruh. Sumber yang dapat dijadikan acuan dalam pertimbangan soal ini adalah ruang lingkup materi dan tujuan instruksional yang biasanya diwujudkan dalam bentuk kisi-kisi tes (Rakhmat & Solehuddin, 2006, hlm, 69). Setelah membuat kisi-kisi maka langkah selanjutnya adalah menguji validitas.
5 28 a. Validitas Pengujian validitas dilakukan secara logis rasional, dengan cara menimbang kesesuaian setiap soal dengan aspek materi, indikator pencapaian tes, aspek kemampuan berpikir yang diuji/diukur, dan tingkat kesukaran untuk kelas V (lima) SD. Dalam penelitian ini untuk menguji validitas tes yaitu berdasarkan pertimbangan (judgement) dari para ahli, atau orang yang dianggap ahli dalam hal ini adalah dosen pembimbing. Validitas soal yang dinilai oleh validator adalah: (1) kesesuaian antara indikator dan butir soal, (2) kejelasan bahasa dalam soal, (3) kesesuaian soal dengan tingkat kemampuan siswa, dan (4) kebenaran materi atau konsep. Setelah pengujian validitas disetujui oleh dosen pembimbing, maka diteruskan dengan melakukan uji coba instrumen. Validitas ini biasanya menggunakan tekhnik statistik, yaitu analisis korelasi dengan mengkorelasikan antara skor item instrumen dengan rumus pearson product moment menurut Riduwan (2013, hlm. 98) adalah sebagai berikut: r hitung = Dimana: r hitung ΣXi ΣYi n n (ΣXY) (ΣX).(ΣY) {n.σx 2 (ΣX) 2 }.{n.σy 2 (ΣY) 2 } = Koefisien korelasi = Jumlah skor item = Jumlah skor total (seluruh item) = Jumlah responden. Pada penelitian ini uji validitas menggunakan aplikasi anates. Instrumen dikatakan valid dilihat dari kriteria penafsiran mengenai
6 29 indeks korelasinya (r) menurut Riduwan (2013, hlm. 98) yaitu sebagai berikut: Antara 0,800 sampai dengan 1,000 : Sangat Tinggi Antara 0,600 sampai dengan 0,799 : Tinggi Antara 0,400 sampai dengan 0,599 : Cukup Tinggi Antara 0,200 sampai dengan 0,399 : Rendah Antara 0,000 sampai dengan 0,199 : Sangat Rendah (tidak valid) b. Reliabilitas Istilah reliabilitas menunjukkan suatu tes mampu menghasilkan skor-skor secara ajeg/konsisten. Pengolahan data uji realibilitas dilakukan Untuk mengetahui tingkat realibilitas pada soal dengan apikasi anates. Rumus untuk menguji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbarch (Sugiyono, 2013, hlm. 365) sebagai berikut: r i= 2 k k 1 { 1 ΣS i 2 S } t Keterangan : K = mean kuadrat antara subyek 2 ΣS i 2 S t = mean kuadrat kesalahan = varians total Setelah koefisien reliabilitas diketahui, kemudian dikonfrensikan dengan kriteria Guilford, kriteria itu tampak pada tabel dibawah ini: Tabel 3.2 Kriteria Reliabilitas Guilford Koefesien Reliabilitas Kriteria 0,00 0,20 Reliabilitas kecil 0,20-0,40 Reliabilitas rendah 0,40 0,70 Reliabilitas sedang 0,70 0,90 Reliabilitas tinggi 0,90 1,00 Reliabilitas sangat tinggi Sumber: (Ruseffendi, 1998:144)
7 30 c. Daya Pembeda Soal Daya pembeda soal adalah kemampuan soal membedakan antara siswa yang pandai (menguasai materi) dengan siswa yang kurang pandai (kurang/tidak menguasai materi). Menurut Arikunto (2012,hlm.228) untuk menghitung daya pembeda soal rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: DP = B A - B B =P J A J A - P B B Keterangan : DP = daya pembeda B A B B J A J B = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu dengan benar = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal dengan benar = banyak peserta kelompok atas = banyak peserta kelompok bawah P A = B A J A P B = B B J B = proporsi kelompok atas yang menjawab benar (ingat, P sebagai indeks kesukaran) = proporsi kelompok bawah yang menjawab benar. Untuk menentukan daya pembeda, peneliti menggunakan aplikasi anates. Kemudian klasifikasi interpretasi untuk daya pembeda adalah sebagai berikut:
8 31 Tabel 3.3 Klasifikasi Daya Pembeda Daya Pembeda Klasifikasi Kurang dari 0,20 Kurang 0,20-0,29 Cukup 0,30-0,39 Baik 0,40 ke atas Baik Sekali Sumber: (Rakhmat dan Solehuddin, 2006, hlm. 76) d. Tingkat Kesukaran Tingkat kesukaran menunjukkan tingkat kesulitan soal untuk diselesaikan oleh siswa. Rumus yang digunakan untuk menentukan tingkat kesukaran (Arikunto, 2012, hlm. 223) sebagai berikut: P = B JS Keterangan : P = tingkat kesukaran B = banyaknya siswa yang menjawab soal dengan benar JS = jumlah seluruh siswa peserta tes Untuk mencari tingkat kesukaran soal, peneliti menggunakan aplikasi anates. Untuk menafsirkan hasilnya bisa menggunakan kriteria tingkat kesukaran sebagai berikut: Tabel 3.4 Klasifikasi Tingkat Kesukaran Tingkat Kesukaran 0,10 Kategori Soal Sulit Sekali 0,10 0,30 Sulit
9 32 0,31 0,70 Sedang 0,70 0,90 Mudah 0,90 Mudah Sekali Sumber: (Rakhmat dan Solehuddin,2006, hlm. 75) 2. Wawancara Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya (Riduwan, 2013, hlm. 74). Instrumen ini digunakan untuk mengetahui hal-hal dari responden secara mendalam sejauh mana pembelajaran IPA menggunakan quantum learning berpengaruh terhadap hasil belajar. Dalam penelitian ini, peneliti menjadi pewawancara langsung dan respondennya adalah sebagian siswa kelas eksperimen. Peneliti menggunakan wawancara terpimpin yaitu pertanyaan yang diajukan menurut daftar pertanyaan yang telah disusun dalam bentuk pedoman wawancara yang terdiri atas 5 pertanyaan. E. Prosedur Penelitian Alur proses pelaksanaann penelitian ini terdiri atas tiga tahap, yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Tahap Persiapan a. Melakukan studi pendahuluan ketempat yang akan dijadikan tempat penelitian. b. Melakukan observasi tempat penelitian, kemudian menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. c. Menentukan latar belakang permasalahan dan pokok bahasan yang akan digunakan dalam penelitian. d. Membuat rancangan pembelajaran yang menggunakan quantum learning e. Melakukan uji coba instrumen tes
10 33 2. Tahap Pelaksanaan a. Memberikan pretes kepada siswa baik di kelas eksperimen maupun kelas kontrol untuk mengetahui pengetahuan awal siswa. b. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model quantum learning di kelas eksperimen, dan model konvensional di kelas kontrol. c. Memberikan posttes kepada seluruh siswa baik kelas eksperimen dan kelas kontrol. d. Melakukan wawancara kepada sebagian siswa kelas eksperimen untuk mengetahui respon pembelajaran siswa secara mendalam. 3. Tahap Akhir a. Mengolah dan menganalisis hasil data yang diperoleh berupa data kuantitatif (angka-angka) yang akan dihitung dengan statistik. b. Menyusun laporan penelitian. F. Analisis Data Penelitian 1. Analisis Data Hasil Tes a. Uji Normalitas Data Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui bahwa sebaran data penelitian berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas menggambarkan bahwa sampel yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi secara normal. Oleh karena itu sebelum pengujian hipotesis maka dilakukan pengujian normalitas data. Dalam penelitian ini uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan aplikasi software IBM SPSS Statistic 20 for windows. b. Uji Homogenitas Variansi
11 34 Uji Homogenitas variansi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki varians yang homogen. Dalam penelitian ini uji homogenitas data dilakukan dengan menggunakan aplikasi software IBM SPSS Statistic 20 for windows. c. Uji Kesamaan Dua Rata-Rata (Uji-t) Data hasil pengukuran yaitu pretest dan pengukuran posttest menggunakan tekhnik analisis data t-test dua sampel. Bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Dalam penelitian ini uji Kesamaan Dua Rata-Rata (Uji-t) dilakukan dengan menggunakan aplikasi software IBM SPSS Statistic 20 for windows. d. Uji N-gain Menghitung gain (peningkatan) hasil belajar di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data gain diperoleh dengan cara membandigkan hasil tes akhir dengan tes awal. Penghitungan gain bertujuan untuk membandingkan antara pembelajaran yang menggunakan quantum learning dengan pembelajaran konvensional. Gain yang digunakan untuk menghitung peningkatan menggunakan gain ternormalisasi. Dalam hal ini, N-gain dihitung dengan menggunakan bantuan microsoft excel, dengan rumus dari Meltzer (2007, hlm.1260) g = S pos S pre S maks S pre Keterangan: g = gain S pos = Skor posttest
12 35 S pre = Skor pretest S maks = Skor maksimum Tabel 3.4 Indeks Kriteria N-gain Gain Kriteria g < 0,3 Rendah 0,3 g 0,7 Sedang g 0,7 Tinggi 2. Analisis wawancara Wawancara dilakukan terhadap siswa di kelas eksperimen setelah diberikan pembelajaran dengan quantum learning yang dipilih secara acak dari masing-masing kelompok dengan nilai rendah, sedang, dan tinggi. Data yang terkumpul ditulis dan diringkas berdasarkan jawaban yang diberikan oleh siswa sesuai permasalahan yang akan dijawab pada penelitian ini, dan selanjutnya disimpulkan.
BAB III METODE PENELITIAN. berbeda dengan metode eksperimen. Metode kuasi eksperimen ini merupakan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen atau eksperimen semu (Arikunto, 003:7). Metode penelitian kuasi eksperimen berbeda dengan metode eksperimen.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Sugiyono (2012, hlm. 6) Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat dikembangkan, dan dibuktikan, suatu
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Sugiyono (2011, hlm. 3) menyatakan bahwa metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian, uji validitas, uji reliabilitas, tingkat kesukaran soal, daya beda, teknik
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini membahas tentang lokasi penelitian, populasi penelitian, sampel, desain penelitian, metode penelitian, definisi operasional, instrument penelitian, uji validitas,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh media permainan ular tangga terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA konsep daur air. Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian dan Subjek Populasi/ Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA yang berada di kota Bandung yaitu SMA Kartika XIX-2
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain
30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain penelitian the matching only pretest-posttest control group design (Fraenkel
BAB III METODE PENELITIAN. Metode merupakan cara yang digunakan agar memperoleh data yang
0 BAB III METODE PENELITIAN A. METODE DAN DESAIN PENELITIAN 1. Metode Penelitian Metode merupakan cara yang digunakan agar memperoleh data yang diinginkan. Seperti yang dipaparkan oleh Sugiyono (008 :
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. semu. Metode eksperimen semu digunakan untuk mengetahui
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu. Metode eksperimen semu digunakan untuk mengetahui pemahaman konsep dan kemampuan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis-jenis penelitian dapat dikelompokan menurut bidang, tujuan, metode, tingkat eksplanasi, dan waktu. Dari segi metode penelitian dapat dibedakan menjadi:
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kuasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kuasi Eksperimen (quasi experiment) atau Eksperimen Semu (Arikunto, 008: 7). Penelitian kuasi
BAB III METODELOGI PENELITIAN
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen (Quasi experiment), yaitu penelitian yang secara khas meneliti mengenai
BAB III METODE PENELITIAN. peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan generik sains pada
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dan metode deskriptif. Metode quasi experiment digunakan untuk mengetahui
BAB III. Metodologi Penelitian. Contextual Teaching and Learning (CTL). Metode penelitian yang
28 BAB III Metodologi Penelitian 3.1. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan pemahaman matematis siswa SMA IPS melalui pembelajaran dengan pendekatan Contextual
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasi Experimental dengan bentuk desain Nonequivalent Control Group Design, dimana subyek penelitian tidak dikelompokkan
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian eksperimen dengan desain
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan yaitu metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian berbentuk Pretest-Postest Control Group Design atau desain kelompok
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. METODE PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN 1. Tahap Analisis Tahap analisis dimulai dari menetapkan tujuan pengembangan media pembelajaran serta pemilihan materi yang akan disajikan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Tujuan penelitian kuantitatif
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bersifat kuasi eksperimen menggunakan design Pretest-
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bersifat kuasi eksperimen menggunakan design Pretest- Posttest Control Group Design, sehingga digunakan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini, yang menjadi sasaran penelitian atau objek oleh. peneliti adalah siswa SMP Negeri 35 Pekanbaru.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Sasaran, Lokasi, dan Waktu Penelitian 1. Sasaran Penelitian Dalam penelitian ini, yang menjadi sasaran penelitian atau objek oleh peneliti adalah siswa SMP Negeri 35 Pekanbaru.
BAB III METODE PENELITIAN
35 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini adalah di SDN Buniasih yang berada di wilayah UPTD Pendidikan Kecamatan Kadipaten. SDN
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen. Adapun
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen. Adapun desain yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Pada dasarnya, langkah-langkah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Campbell & Stanley dalam Arikunto (2006 : 84) mengelompokkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Campbell & Stanley dalam Arikunto (2006 : 84) mengelompokkan rancangan penelitian menjadi dua kelompok yaitu, pre experimental design (eksperimen yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, sedangkan penelitian ini merupakan jenis metode penelitian eksperimen. Metode penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, yakni metode
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, yakni metode yang sistematis dan logis untuk membuktikan suatu hipotesis. Hipotesis merupakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan salah satu langkah penting dalam melakukan penelitian, hal ini diperukan oleh peneliti agar dapat menjelaskan maksud dari penelitian.
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre Experimental Design
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre Experimental Design (penelitian eksperimen tidak sebenarnya). Pre experimental design sering disebut
BAB III METODE PENELITIAN. 2013/2014 yaitu mulai tanggal 06 Februari sampai 26 Februari 2014 di SMAN
38 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2013/2014 yaitu mulai tanggal 06 Februari sampai 26 Februari 2014 di SMAN 2 Siak
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode Pre-eksperimen.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode Pre-eksperimen. Menurut Sugiono (010:109) bahwa penelitian pre-eksperimen hasilnya merupakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. semu (quasi experimental) dengan disain nonequivalent control group design.
66 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan disain nonequivalent control group
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini diarahkan sebagai penelitian Quasi Eksperimen, karena
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini diarahkan sebagai penelitian Quasi Eksperimen, karena peneliti tidak mampu mengontrol semua variabel yang mungkin dapat mempengaruhi pemahaman
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Experiment (eksperimen semu), metode mempunyai kelompok control, tetapi tidak berfungsi
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini diarahkan sebagai penelitian Quasi Eksperimen, karena
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini diarahkan sebagai penelitian Quasi Eksperimen, karena peneliti tidak mampu mengontrol semua variabel yang mungkin dapat mempengaruhi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2013/2014 pada tanggal 20 September 2013 sampai dengan 11 Oktober 2013
38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 pada tanggal 20 September 2013 sampai dengan 11 Oktober 2013 di SMP
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuasi eksperimen yang terdiri dari dua kelompok penelitian yaitu kelas eksperimen (kelas perlakuan) merupakan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Dengan
33 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Dengan menggunakan penelitian eksperimen diharapkan, setelah menganalisis hasilnya kita dapat melihat
BAB III METODE PENELITIAN
7 BAB III METODE PENELITIAN A. POPULASI DAN SAMPEL Populasi adalah keseluruhan subyek dalam suatu penelitian. Adapun populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMPN 3 Garut. Sedangkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (Quasi Experimental
73 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (Quasi Experimental Design) dengan disain matching pretest-posttest control group design yaitu menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen karena pemilihan
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen karena pemilihan sampel tidak secara random, tetapi menerima keadaan sampel apa adanya. Desain penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode adalah cara teratur untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode adalah cara teratur untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai hasil yang baik seperti yang dikehendaki(kamus Umum Bahasa Indonesia). Metode
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara yang dipergunakan di dalam suatu penelitian untuk mencapai suatu tujuan. Dalam melakukan penelitian, diperlukan metode
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian yang dilakukan termasuk jenis quasi eksperimen atau eksperimen semu dengan kualitatif-deskriptif untuk mengetahui proses berpikir siswa. Menurut
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Tales, Satu Gugus Depan yang beralamatkan di Kp. Ranca Tales Desa
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi, Subyek, Populasi, dan Sampel 1. Lokasi Penelitian Lokasi yang digunakan untuk penelitian yaitu SD Negeri Ranca Tales, Satu Gugus Depan yang beralamatkan di Kp.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen kuasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen kuasi (quasi experiment) dengan pretest-posttest non-equivalent control group
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar tidak terjadi kesalahan penafsiran terhadap tujuan penelitian ini, perlu dijelaskan definisi operasional dibawah ini : 1. Pembelajaran kooperatif
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian Dalam penelitian diperlukan populasi dan sampel penelitian. Populasi (Sugiyono, 2007: 117) adalah Wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek
BAB III METODE PENELITIAN. digunakan untuk menentukan cara yang digunakan untuk menjawab pertanyaan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan pedoman dalam proses penelitian yang akan berguna bagi semua pihak yang terlibat dalam penelitian. Desain penelitian digunakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Menurut Sugiyono (2015, hlm. 6), metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan
BAB III METODE PENELITIAN. penguasaan konsep dan keterampilan proses sains antara siswa yang mendapatkan
46 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dan deskriptif. Metode eksperimen semu digunakan untuk mengetahui perbandingan peningkatan penguasaan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Randomized Control-Group Pretest-Posttest, karena dalam melakukan
39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Randomized Control-Group Pretest-Posttest, karena dalam melakukan pemilihan
BAB III METODE PENELITIAN O X O
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Dalam mengkaji perbedaan peningkatan kemampuan penalaran, koneksi matematis serta kemandirian
BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen semu (Quasi Experiment). Menurut Syaodih (2011:59), bahwa :
42 A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu (Quasi Experiment). Menurut Syaodih
BAB III METODE PENELITIAN
31 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Sugiyono (2016, hlm. 6) mengatakan Metode Penelitian Pendidikan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan berpikir
39 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan open-ended,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bendungan Uwai, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 29 Januari sampai 21 Februari semester genap tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini dilaksanakan di
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif dan keterampilan proses sains siswa pada pembelajaran
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini tergolong dalam penelitian kuantitatif jenis quasi eksperimen.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini tergolong dalam penelitian kuantitatif jenis quasi eksperimen. Menurut Sugiyono (2012:77) Quasi eksperimental design merupakan pengembangan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi
4 3. METODE PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Experiment, yang merupakan suatu bentuk eksperimen dengan ciri utamanya adalah tidak
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 31 Banjaran-Bandung. Dengan alamat Jalan Pajagalan no.115 Banjaran-Bandung
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di sekolah islam swasta yaitu Pesantren Persatuan Islam 31 Banjaran-Bandung.
BAB III METODE PENELITIAN. metode kuasi eksperimen adalah metode yang dalam pelaksanaannya tidak
28 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi experiment. Penelitian quasi experiment dengan pertimbangan bahwa metode kuasi eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan dua
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan dua perlakuan. Kelompok siswa pertama mendapatkan pembelajaran dengan model kooperatif
BAB III METODE PENELITIAN
14 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Metode penelitian kuasi eksperimen adalah metode penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mempengaruhi pemahaman konsep matematika siswa. Penelitian ini
31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Bentuk penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimen karena peneliti tidak mampu mengontrol semua variabel yang mungkin dapat mempengaruhi pemahaman
BAB III METODE PENELITIAN
21 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 7 Bandung yang terletak di jalan Lengkong Kecil nomor 53. Populasi adalah keseluruhan subjek
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode eksperimen sebab penelitiannya dilakukan dengan cara mengadakan manipulasi terhadap objek
BAB III METODE PENELITIAN. desain eksperimen dengan pengontrolan yang sesuai dengan kondisi yang ada
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi experiment. Metode ini digunakan karena situasi kelas sebagai tempat mengkondisi
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen. Metode
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen. Metode eksperimen dibedakan menjadi 4, yaitu Pre-Experimental Design, eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN. peneliti tidak mampu mengontrol sepenuhnya variabel-variabel yang mungkin
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan Quasi Eksperimen, hal ini disebabkan peneliti tidak mampu mengontrol sepenuhnya variabel-variabel yang mungkin dapat mempengaruhi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2013/2014 pada tanggal tanggal 17 maret 11 april 2014 di SMKN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2013/2014 pada tanggal tanggal 17 maret 11 april 2014 di SMKN Kehutanan Pekanbaru,
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini digunakan metode Pre eksperimental design.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penilitian Dalam penelitian ini digunakan metode Pre eksperimental design. Menurut Suharsimi Arikunto (2013: 84), pre eksperimental design seringkali dipandang sebagai
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment atau eksperimen semu yang terdiri dari dua kelompok penelitian yaitu kelas eksperimen (kelas perlakuan)
BAB III METODE PENELITIAN. digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group Desain. TABEL III.1 PRETEST-POSTTEST CONTROL GROUP DESIGN
22 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dan desain yang digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group Desain. Keterangan: TABEL
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran CIRC terhadap peningkatan kemampuan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen karena peneliti tidak
5 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Walaupun penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen karena peneliti tidak
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi penelitian ini merupakan urutan kegiatan yang ditempuh
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian ini merupakan urutan kegiatan yang ditempuh sehubungan dengan penelitian yang dilakukan supaya memenuhi syarat-syarat ilmiah dalam pelaksanaannya. Hal
BAB III METODE PENELITIAN
37 BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan dalam penelitian yang dilakukan. Perencanaan tersebut meliputi metode penelitian, desain penelitian,
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen (eksperimen semu), dimana sampel penelitian diambil secara cluster random sampling (Fraenkel & Wallen, 2009). Dalam
