BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Doddy Santoso
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 37 BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan dalam penelitian yang dilakukan. Perencanaan tersebut meliputi metode penelitian, desain penelitian, populasi dan sampel penelitian, variabel penelitian, instrumen penelitian, prosedur penelitian, teknik pengolahan data dan analisis data. Berikut ini uraian lengkap mengenai perencanaan yang dilakukan: A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Hal ini disebabkan karena peneliti bermaksud memberikan perlakuan kepada subjek penelitian untuk selanjutnya ingin mengetahui pengaruh dari perlakuan tersebut. Perlakuan yang dimaksud adalah pembelajaran dengan pendekatan pemecahan masalah di kelas eksperimen dan pembelajaran langsung di kelas kontrol. B. Desain Penelitian Dalam penelitian ini peneliti mencoba melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Pada desain penelitian ini ada pretes, perlakuan, dan postes. Sampel sekolah di desain menjadi dua kelompok (kelas) penelitian, yaitu satu kelompok diberi perlakuan dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah dan satu kelompok lagi tanpa diberi perlakuan/pembelajaran langsung. Ruseffendi (1998:45) menyatakan bahwa pretest posttest control group design ini dapat digambarkan sebagai berikut: Keterangan: : pretes dan postes yaitu tes kemampuan analisis dan sintesis. : pembelajaran dengan pendekatan pemecahan masalah. : pembelajaran langsung.
2 38 C. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMK PUI Cikijing Majalengka tahun ajaran 2012/2013. Sekolah SMK PUI Cikijing adalah salah satu SMK di kabupaten Majalengka dengan kategori sedang sehingga SMK PUI Cikijing bukan salah satu sekolah unggulan tapi juga bukan sekolah dengan prestasi rendah. Adapun alasan pemilihan sekolah ini adalah peneliti ingin mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan analisis dan sintesis pada siswa yang memiliki kemampuan rata-rata di sekolah dengan prestasi sedang. Sampel penelitian yang diambil adalah siswa SMK kelas X TKR 01 sebagai kelas eksperimen dan TKR 02 sebagai kelas kontrol. D. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini terdiri dari: 1. Variabel bebas, yakni pembelajaran matematika dengan pendekatan pemecahan masalah dan pembelajaran langsung. 2. Variabel terikat, yakni kemampuan analisis dan sintesis matematis siswa. E. Instrumen Penelitian Fokus dari penelitian ini adalah ujicoba dengan pendekatan pemecahan masalah dalam upaya meningkatkan kemampuan analisis dan sintesis matematis siswa SMK sebagai upaya untuk mendapatkan informasi yang lengkap mengenai hal-hal yang ingin dkaji. Adapun instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah: 1. Tes Kemampuan Analisis dan Sintesis Tes yang diberikan dalam penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu tes awal (pretes) dan tes akhir (postes). Pada tes awal, soal-soal yang diberikan bertujuan untuk mengetahui sama atau tidaknya kemampuan awal yang dimiliki oleh siswa. Sedangkan pada tes akhir, soal-soal yang diberikan bertujuan untuk mengetahui kemampuan akhir analisis dan sintesis siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tipe tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe tes uraian. Keunggulan penggunaan tipe tes uraian ini adalah langkah-langkah
3 39 pengerjaan siswa dan pola pikir dalam menjawab permasalahan dapat diketahui. Adapun kisi-kisi soal berdasarkan indikator yang telah ditetapkan sebagaimana dijelaskan pada Lampiran. Untuk memberikan skor terhadap jawaban dari tes yang berkaitan dengan kemampuan analisis dan sintesis matematis, terlebih dahulu diberikan skor rubrik yang diadopsi dari Cai, Lane dan Jakabcsin (Ansari, 2003) sebagai berikut. Tabel 3.1 Pedoman Penskoran Kemampuan Analisis Matematis Skor Menelaah Memecahkan Menganalisis 0 Tidak ada jawaban Tidak ada jawaban Tidak ada jawaban Hanya sedikit dari Ada pemeriksaan definisi, teorema, Hanya sedikit dari ulang namun 1 lema, aksioma yang pengerjaan yang hanya sebagian diuraikan dengan dianggap benar. yang benar. benar. 2 3 Dapat menguraikan suatu definisi, teorema, lema, aksioma namun kurang lengkap dan benar. Dapat menguraikan suatu definisi, teorema, lema, aksioma dengan lengkap dan benar. Memeriksa kebenaran suatu rumus atau pernyataan matematika meskipun kurang lengkap. Memeriksa keabsahan suatu rumus atau pernyataan matematika secara benar dan lengkap Memeriksa kembali hasil tanpa ada penyimpulan. Memeriksa kembali hasil pengerjaan dan menyimpulkannya meskipun kurang jelas. Memeriksa kembali hasil dan menyimpulkannya dengan kata-kata sendiri dengan jelas. Skor maksimal = 3 Skor maksimal = 3 Skor maksimal = 4
4 40 Tabel 3.2 Pedoman Penskoran Kemampuan Sintesis Matematis Skor Menemukan solusi Menggabungkan masalah berbagai informasi Menyimpulkan 0 Tidak ada jawaban Tidak ada jawaban Tidak ada jawaban 1 Dapat menemukan solusi dari permasalahan matematika tanpa alasan yang jelas. Hanya menuliskan pengetahuan yang dimiliki tanpa mampu menyelesaikan persoalan matematik. Hanya melengkapi data pendukung dengan lengkap dan benar Dapat menemukan solusi dari permasalahan matematika namun kurang lengkap Menemukan solusi dari permasalahan matematika dengan lengkap tetapi alasan kurang tepat Mampu menemukan solusi dari permasalahan matematika dengan lengkap dan alasan yang dikemukakan tepat. Hanya menyelesaikan persoalan tanpa menuliskan pengetahuanpengetahuan yang berkaitan dengan soal tersebut. Menyatukan berbagai pengetahuan yang sudah dimiliki untuk memecahkan masalah yang baru namun penyelesaiannya kurang tepat. Menyatukan berbagai pengetahuan yang sudah dimiliki untuk memecahkan masalah yang baru dengan benar dan menghasilkan penyelesaian yang tepat. Merangkai berbagai data pendukung atau gagasan menjadi suatu hal yang baru tapi penjelasannya salah. Merangkai berbagai data pendukung atau gagasan menjadi suatu hal yang baru tapi menjelaskan cara memperolehnya kurang lengkap. Merangkai berbagai data pendukung atau gagasan menjadi suatu hal yang baru dan menjelaskan cara memperolehnya dengan lengkap dan benar. Skor maksimal = 4 Skor maksimal = 4 Skor maksimal = 4
5 41 Sebelum instrumen tes diberikan, terlebih dahulu dilakukan pengujian terhadap validitas, reliabilitas, daya pembeda dan indeks kesukarannya. Berikut ini penjelasan mengenai validitas, reliabilitas, daya pembeda dan indeks kesukaran instrumen. a. Validitas Instrumen Validitas berkenaan dengan ketepatan alat ukur terhadap suatu instrumen (Arikunto, 2002: 144). Setelah melalui revisi dan semua perangkat tes dinilai memadai, instrumen diujicobakan untuk mendapatkan koefisien korelasi antara instrumen evaluasi dengan alat ukur lainnya yang diasumsikan memiliki validitas baik. Untuk memperoleh koefisien korelasi tersebut, digunakan rumus korelasi product moment, yaitu: ( )( ) * ( ) +* ( ) + Keterangan: = koefisien validitas = jumlah skor item = jumlah skor total N = banyaknya sampel (jumlah peserta tes) Kriteria koefisien validitas yang digunakan menurut Guilford (Suherman dan Sukjaya, 1990: 147) adalah sebagai berikut: Koefisien Tabel 3.3 Kriteria Koefisien Validitas Kriteria Validitas Tidak Valid Validitas sangat rendah Validitas rendah Validitas sedang Validitas tinggi Validitas sangat tinggi
6 42 Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa butir soal 1a, 1b, 2, 3a, 3b, dan 5 memiliki validitas berkategori sedang. Sedangkan butir soal lainnya termasuk soal bervaliditas tinggi. Data perhitungan secara lengkap dapat dilihat pada lampiran. b. Reliabilitas Instrumen Menurut Sudijono (2001:95), sebuah tes hasil belajar dinyatakan reliabel apabila hasil-hasil pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan tes tersebut secara berulang-ulang terhadap subyek yang sama senantiasa menunjukkan hasil yang tepat sama atau sifatnya ajeg dan stabil. Dengan demikian suatu ujian dikatakan telah memiliki realibitas (daya keajekan mengukur) apabila skor-skor atau nilai-nilai yang diperoleh para peserta ujian untuk pekerjaan ujiannya adalah stabil kapan saja dimana saja dan oleh siapa saja ujian itu dilaksanakan, diperiksa dan dinilai. Rumus yang digunakan untuk mencari reliabilitas tes bentuk soal uraian yaitu Rumus Alpha (Suherman dan Sukjaya, 1990:194) yaitu: [ ] [ ] Keterangan : = keofisien reliabilitas n = banyaknya butir soal = jumlah variansi skor tiap-tiap item = variansi skor total Tolak ukur untuk menginterpretasikan derajat reliabilitas yang digunakan menurut Guilford (Suherman dan Sukjaya, 1990: 147) tertera pada tabel 3.4.
7 43 Tabel 3.4 Klasifikasi Interpretasi Koefisien Reliabilitas Nilai Interpretasi Reliabilitas Sangat Rendah Reliabilitas Rendah Reliabilitas Sedang Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Sangat tinggi Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai sebesar 0,84 dan termasuk ke dalam kategori sangat tinggi. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran. c. Daya Pembeda Daya pembeda menunjukkan kemampuan soal tersebut membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai. Suatu perangkat alat tes yang baik harus bisa membedakan antara siswa yang pandai, rata-rata dan yang kurang pandai karena dalam suatu kelas biasanya terdiri dari tiga kelompok tersebut. Sehingga hasil evaluasinya tidak baik semua atau buruk semua, tetapi haruslah berdistribusi normal, maksudnya siswa yang mendapat nilai baik dan siswa yang mendapat nilai buruk ada (terwakili) meskipun sedikit, bagian terbesar berada pada hasil cukup. Rumus yang digunakan untuk menghitung daya pembeda soal uraian adalah sebagai berikut: Keterangan: DP = Daya Pembeda = jumlah skor siswa kelas atas = jumlah skor siswa kelas bawah SMi = Skor maksimum tiap butir soal N = jumlah siswa
8 44 Klasifikasi interpretasi daya pembeda untuk tiap butir soal menurut Suherman dan Sukjaya (1990:202) adalah sebagai berikut: Nilai DP Tabel 3.5 Interpretasi Daya Pembeda Kriteria Daya Pembeda Sangat jelek Jelek Cukup Baik Sangat baik Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa soal yang memiliki interpretasi sangat baik ada 1 item soal, interpretasi baik ada 3 item soal dan interpretasi cukup ada 4 item soal. Untuk hasil perhitungan daya pembeda tiap instrumen tes, selengkapnya dapat dilihat dalam lampiran. d. Tingkat Kesukaran Bermutu atau tidaknya butir-butir item tes hasil belajar pertamatama dapat diketahui dari derajat kesukaran atau tingkat kesukaran yang dimiliki oleh masing-masing butir item tersebut. Menurut Witherington (Sudijono, 2001:317), sudah atau belum memadainya derajat kesukaran item tes hasil belajar dapat diketahui dari besar kecilnya angka yang melambangkan tingkat kesulitan dari item tersebut. Tingkat kesukaran dari tiap butir soal dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: Keterangan: TK... (Suherman, 2003:43) = tingkat kesukaran = jumlah skor siswa kelompok atas = jumlah skor siswa kelompok bawah
9 45 = jumlah siswa = skor maksimal setiap item Klasifikasi tingkat kesukaran yang banyak digunakan (Suherman, 2003:170) dapat dilihat pada tabel berikut. Nilai Tabel 3.6 Klasifikasi Tingkat Kesukaran Interpretasi Soal terlalu sukar Soal Sukar Soal Sedang Soal Mudah Soal terlalu mudah Berdasarkan hasil perhitungan, dapat diketahui bahwa butir soal 1 dan 6 termasuk soal mudah. Butir soal 2, 3, dan 4 termasuk sedang. Sedangkan soal lainnya termasuk soal berkategori sukar. Perhitungan secara lengkap dapat dilihat pada lampiran. 2. Angket Siswa Angket adalah sekumpulan pernyataan atau pertanyaan yang harus dijawab oleh responden dengan cara memilih jawaban yang telah disediakan. Tujuannya yaitu untuk mengetahui respons siswa terhadap pembelajaran matematika dengan pendekatan pemecahan masalah dalam upaya meningkatkan kemampuan analisis dan sintesis matematis siswa. Menurut jenisnya angket termasuk ke dalam alat evaluasi non tes. Angket diberikan kepada siswa setelah pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan ke enam. Skala yang digunakan dalam angket adalah skala Likert. Skala Likert mempunyai gradasi dari suatu pernyataan positif hingga pernyataan negatif. Jawaban pernyataan positif dan negatif dalam skala Likert dikategorikan dengan 4 item pilihan jawaban yaitu SS (sangat setuju), S (setuju), TS (tidak setuju), dan STS (sangat tidak setuju). Semua
10 46 pernyataan skala sikap sesudah perlakuan divalidasi secara logis dan empirik. F. Prosedur Penelitian Secara garis besar, prosedur penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap sebagai berikut: 1. Tahap Persiapan a. Identifikasi masalah b. Konsultasi pemilihan judul dan penentuan loaksi penelitian. c. Penyusunan dan seminar proposal penelitian. d. Penyusunan instrumen penelitian, dan hasilnya dikonsultasikan kepada pembimbing terlebih dahulu sebelum diujikan. e. Revisi dan uji coba instrumen. f. Melakukan perhitungan untuk mengetahui hasil uji instrumen. Hasil perhitungan tersebut diolah untuk mengetahui validitas, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran dari soal yang telah diujikan. 2. Tahap Pelaksanaan a. Pelaksanaan tes awal (pretest). b. Implementasi model pembelajaran. c. Pelaksanaan tes akhir (postest). d. Memberikan angket sikap kepada siswa kelas eksperimen. 3. Tahap Akhir Penelitian a. Pengumpulan data hasil penelitian. b. Pengolahan data hasil penelitian. c. Analisis data hasil penelitian. d. Pembahasan hasil penelitian. e. Penyimpulan hasil penelitian. G. Teknik Pengolahan Data Dari uraian sebelumnya telah dijelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pendekatan pemecahan masalah terhadap peningkatan kemampuan analisis dan sintesis matematis siswa. Pengambilan
11 47 data atau nilai dalam penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan tes (pretes dan postes) serta pengisian angket. Data yang diperoleh kemudian dikategorikan ke dalam jenis data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil pretes dan postes, sementara data kualitatif diperoleh dari hasil pengisian angket siswa. Adapun langkah-langkah pengolahan data kuantitatif adalah sebagai berikut: 1. Teknik Analisis Data Kuantitatif Analisis dan pengolahan data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji statistik terhadap hasil data pretes, postes dan peningkatan kemampuan siswa (indeks gain) dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Setelah data diperoleh, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis dan mengolah data kuantitatif dengan bantuan software SPSS versi 21.0 for windows. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: a. Menguji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data kedua kelas sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Apabila hasil pengujian menunjukkan bahwa sebaran data berdistribusi normal maka pengujian dilanjutkan dengan uji homogenitas. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk karena jumlah data yang lebih dari 30. Sedangkan jika hasil pengujian menunjukkan bahwa sebaran dari salah satu atau semua data tidak berdistribusi normal, maka untuk menguji kesamaan dua rata-rata digunakan kaidah statistika non parametrik, yaitu dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Uji normalitas ini dilakukan terhadap skor pretes, postes dan indeks gain dari kedua kelompok siswa.
12 48 b. Menguji Homogenitas Varians dari Kedua Kelompok. Uji ini dilakukan untuk mengetahui asumsi yang dipakai dalam pengujian kesamaan dua rata-rata dari skor pretes, postes, dan indeks gain antara kedua kelompok. Uji homogenitas dilakukan dengan uji Levene. Jika sebaran data tidak normal, uji homogenitas ini tidak dipakai untuk uji kesamaan dua rata-rata independen. c. Uji Kesamaan Dua Rata-rata. Uji-t dilakukan untuk mengetahui apakah antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol terdapat perbedaan kemampuan atau tidak pada pokok-pokok yang menjadi fokus penelitian setelah perlakuan diberikan. Uji-t dilakukan jika data yang dianalisis berdistribusi normal dan homogen. Jika data yang dianalisis berdistribusi normal tetapi tidak homogen, maka digunakan uji t. Jika data yang dianalisis tidak berdistribusi normal dan tidak homogen, maka digunakan uji statistik non parametrik yaitu Mann- Whitney. d. Analisis Data Indeks Gain. Analisis data indeks gain dilakukan apabila rata-rata data hasil pretes kedua kelas berbeda secara signifikan. Perhitungan indeks gain dapat dihitung dengan rumus menurut Hake (Meltzer, 2002) sebagai berikut: Keterangan: = gain score ternormalisasi = skor pretes = skor postes = skor maksimum ideal Kriteria indeks gain, yaitu: g-tinggi : ( ) g-sedang : ( ) g-rendah : ( )
13 49 Teknik analisis data indeks gain sama seperti yang dilakukan dalam menganalisis data hasil pretes dan postes kedua kelas. Hasil yang diharapkan dari analisis indeks gain adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata indeks gain kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan melihat rata-rata indeks gain kedua kelompok, rata-rata yang lebih tinggi menunjukkan bahwa perlakuan yang satu lebih baik terhadap peningkatan kemampuan analisis dan sintesis. e. Analisis terhadap Pengaruh antar Variabel Untuk menentukan hubungan antara pembelajaran matematika dengan pendekatan pemecahan masalah dengan kemampuan analisis dan sintesis matematis digunakan rumus korelasi effect size menurut Rosnow, dkk (1996) sebagai berikut: Dengan Menurut Rosnow, untuk memberikan penafsiran terhadap pengaruh yang ditemukan tersebut besar atau kecil, maka dapat berpedoman pada ketentuan sebagai berikut: Effect size Penafsiran Sangat Besar Besar Sedang Kecil Sangat Kecil 2. Teknik Analisis Data Kualitatif a. Analisis Data Angket Angket siswa yang termasuk data kualitatif dianalisis dengan menggunakan skala Likert, dimana terdapat 4 kategori sebagai derajat penilaian siswa terhadap suatu pernyataan yaitu Sangat Setuju (SS),
14 50 Setuju (S), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Setiap kategori memiliki bobot yang berbeda-beda sesuai dengan jawaban setiap siswa. Pembobotan dari setiap kategori dijabarkan dalam Tabel 3.7 tentang kategori jawaban angket. Tabel 3.7 Pembobotan Skala Likert Kriteria Positif Negatif Sangat Setuju (SS) 4 1 Setuju (S) 3 2 Tidak Setuju (TS) 2 3 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 4 Rumus yang digunakan untuk menghitung persentase data adalah sebagai berikut: Keterangan: = persentase jawaban = frekuensi jawaban = banyaknya responden Penafsiran data angket siswa dilakukan dengan menggunakan kategori persentase berdasarkan Parley (Nurhasanah, 2009: 48-49) yang disajikan pada Tabel 3.8 berikut. Persentase Jawaban Tabel 3.8 Kriteria Persentase Angket Siswa Interpretasi Seluruhnya bersikap positif Hampir seluruhnya bersikap positif Sebagian besar bersikap positif Setengahnya bersikap positif Hampir setengahnya bersikap positif Sebagian kecil bersikap positif Tak seorang pun bersikap positif
15 51 Langkah pertama dalam menyusun angket adalah membuat kisi-kisi terlebih dahulu. Selanjutnya melakukan uji validitas isi butir skala sikap dengan meminta pertimbangan teman kuliah dan dosen pembimbing. Selanjutnya angket ini diujicobakan kepada 10 orang siswa diluar sampel untuk mengetahui apakah setiap pernyataan yang terdapat dalam angket dapat dipahami dengan baik atau tidak untuk direvisi.
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen (experimental research). Menurut Ruseffendi (2005) menyatakan bahwa penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian eksperimen dengan desain
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan yaitu metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian berbentuk Pretest-Postest Control Group Design atau desain kelompok
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan peneliti adalah penelitian
21 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Dalam penelitian ini, metode yang digunakan peneliti adalah penelitian eksperimen, yaitu penelitian yang benar-benar untuk melihat hubungan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Terpilihnya metode kuasi eksperimen karena peneliti tidak memilih
BAB III METODE PENELITIAN
14 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Metode penelitian kuasi eksperimen adalah metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. matematik siswa dengan menerapkan pendekatan Model Eliciting Activities
22 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematik siswa dengan menerapkan pendekatan Model Eliciting Activities (MEAs)
BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen karena sesuai dengan tujuan penelitian yaitu melihat hubungan
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen karena sesuai dengan tujuan penelitian yaitu melihat hubungan antara
Kelas Eksperimen : O X O... Kelas Kontrol : O O Sumber : (Sugiyono, 2012)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematis, serta mengetahui kemandirian belajar matematis siswa
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
23 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen karena sesuai dengan tujuan penelitian yaitu melihat hubungan
BAB III METODE PENELITIAN
17 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Ruseffendi (2005: 3) menyatakan bahwa penelitian adalah salah satu cara pencarian kebenaran atau yang dianggap benar untuk memecahkan suatu
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. pemilihan metode ini dilandasi oleh keinginan peneliti untuk melihat hubungan
Kelas Eksperimen : O X O
26 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya, penelitian ini merupakan penelitian Quasi-Eksperimen. Penelitian kuasi eksperimen terdapat
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran CIRC terhadap peningkatan kemampuan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan Pendekatan dalam pembelajaran matematika.
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Dengan
33 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Dengan menggunakan penelitian eksperimen diharapkan, setelah menganalisis hasilnya kita dapat melihat
BAB III METODE PENELITIAN. dalam bentuk randomized pretest-posttest Control Group Design, yaitu desain
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan penelitian dalam bentuk randomized pretest-posttest Control Group Design, yaitu desain
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Menurut Arifin (2011: 68), metode eksperimen merupakan cara praktis untuk
: Perlakuan (Pembelajaran dengan model pembelajaran M-APOS),
20 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuasi eksperimen. Dikarenakan subjek tidak dikelompokkan secara acak, tetapi menerima keadaan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode pada penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen, sebab
18 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode pada penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen, sebab penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara perlakuan yang
Keterangan: O : Pretes, Postes X : Perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan kemampuan generalisasi matematis siswa setelah menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing.
Keterangan: O : Pretes dan postes X : Pembelajaran dengan pendekatan MEAs : Sampel penelitian tidak dipilih secara acak (Ruseffendi, 1994)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen kuasi. Menurut Arifin (2011: 74), Metode eksperimen kuasi disebut juga
BAB III METODE PENELITIAN
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain kelompok kontrol non-ekivalen. Dalam penelitian ini kelas eksperimen maupun kelas
BAB III METODE PENELITIAN. kuasi eksperimen atau percobaan karena sesuai dengan tujuan penelitian yaitu
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuasi eksperimen atau percobaan karena sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuasi eksperimen yang terdiri dari dua kelompok penelitian yaitu kelas eksperimen (kelas perlakuan) merupakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Pada saat pelaksanaan penelitian, dipilih dua kelas sebagai sampel, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kedua kelas tersebut diupayakan memiliki
BAB III METODE PENELITIAN
34 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Menurut Ruseffendi (2005) penelitian eksperimen atau percobaan (experimental
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. eksperimen dan kelompok kontrol. Kedua kelompok tersebut tidak dipilih
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini melibatkan dua kelompok siswa yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kedua kelompok tersebut tidak dipilih secara acak
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bersifat kuasi eksperimen menggunakan design Pretest-
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bersifat kuasi eksperimen menggunakan design Pretest- Posttest Control Group Design, sehingga digunakan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki peningkatan pembelajaran
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki peningkatan pembelajaran kooperatif teknik tari bambu yang disertai dengan LKS pemecahan masalah terhadap kemampuan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Sebagai upaya untuk memecahkan permasalahan yang telah dirumuskan dalam penelitian ini, diperlukan langkah-langkah penyelidikan yang tepat dengan
BAB III METODE PENELITIAN O X O
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design, yang merupakan bentuk desain dari Quasi Eksperimental, di mana subjek penelitian
BAB III METODE PENELITIAN O X O
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP. Pembelajaran yang dilakukan menggunakan model reciprocal
BAB III. Metodologi Penelitian. Contextual Teaching and Learning (CTL). Metode penelitian yang
28 BAB III Metodologi Penelitian 3.1. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan pemahaman matematis siswa SMA IPS melalui pembelajaran dengan pendekatan Contextual
4Tabel 3.1 Pedoman Penskoran Rubrik Tes Kemampuan Koneksi Matematis Tabel 3.2 Pedoman Penskoran Rubrik... 46
43 Contents 4Tabel 3.1 Pedoman Penskoran Rubrik... 45 Tes Koneksi Matematis... 45 Tabel 3.2 Pedoman Penskoran Rubrik... 46 Tes Pemecahan Masalah Matematis... 46 Tabel 3.3 Intrepretasi Koefisien Korelasi...
Keterangan: 0 = Tes awal (pre test) / Tes Akhir (post test) X = pembelajaran dengan Metode Inkuiri Model Alberta
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pembelajaran Inkuiri Model Alberta dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematik siswa SMP.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasi Experimental dengan bentuk desain Nonequivalent Control Group Design, dimana subyek penelitian tidak dikelompokkan
BAB III METODE PENELITIAN. benar-benar untuk melihat hubungan sebab-akibat dimana perlakuan yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Russeffendi (2005:35) menyatakan bahwa Penelitian eksperimen atau percobaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Ruseffendi (2010, hlm. 35) mengemukakan, Penelitian eksperimen atau percobaan adalah penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri
29 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 27 Bandung. Adapun pertimbangan dan alasan dilakukan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis-jenis penelitian dapat dikelompokan menurut bidang, tujuan, metode, tingkat eksplanasi, dan waktu. Dari segi metode penelitian dapat dibedakan menjadi:
Dimana, O : Pretes atau postes. X : Perlakuan berupa pembelajaran kontekstual dengan teknik mind map. : Subjek tidak dipilih secara acak.
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasieksperimen, sebab dalam penelitian ini peneliti tidak memilih siswa secara acak untuk
BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen karena pengambilan sampel
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen karena pengambilan sampel
BAB III METODE PENELITIAN
23 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan koneksi matematis siswa yang menggunakan pembelajaran dengan teknik SOLO/Superitem
BAB III METODE PENELITIAN. Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan
38 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan self confidence siswa melalui pembelajaran dengan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan membandingkan kemampuan
60 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan membandingkan kemampuan pemahaman dan generalisasi matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi pendekatan metaphorical thinking dalam meningkatkan kemampuan pemahaman dan penalaran. Dalam penelitian ini
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
22 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan desain penelitian berbentuk pretest-posttest
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimen. Menurut Ruseffendi (2010, hlm. 35), Penelitian eksperimen adalah penelitian yang benar-benar
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen karena pemilihan
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen karena pemilihan sampel tidak secara random, tetapi menerima keadaan sampel apa adanya. Desain penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan bahan ajar matematika berkarakter yang dapat meningkatkan kemampuan koneksi dan disposisi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Subjek Penelitian 1. Populasi Menurut Sugiyono (2007: 117), Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik
O 1 X O 2 Keterangan: O 1 : Nilai pretest X : Pembelajaran dengan pendekatan Scientific
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan SMA dengan melibatkan satu kelas. Kelas ini akan mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan scientific. Tujuan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. masalah (problem solving) matematis siswa dengan menerapkan model
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah (problem solving) matematis siswa dengan menerapkan model pembelajaran
0 X
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Menurut Russefendi (2010: 35), seperti halnya metode eksperimen, metode kuasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain kuasi eksperimen. Pada kuasi eksperimen ini subjek tidak dikelompokkan secara acak tetapi
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian eksperimen atau percobaan (experimental research) adalah
24 BAB III METODE PENELITIAN A. METODE DAN DESAIN PENELITIAN Penelitian eksperimen atau percobaan (experimental research) adalah penelitian yang benar-benar untuk melihat hubungan sebab akibat. Perlakuan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment atau eksperimen semu yaitu penelitian yang tidak mengalami pengacakan murni melainkan peneliti menerima
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan berpikir
39 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan open-ended,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. METODE DAN DESAIN PENELITIAN Berdasarkan masalah yang dikembangkan, penelitian yang dilaksanakan adalah untuk melihat peningkatan pemahaman matematis dan koneksi matematis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, karena dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui pengaruh pembelajaran melalui
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode kuasi
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen, dengan variabel bebas yaitu perlakuan yang diberikan kepada siswa dan
R O X 1 O R O X 2 O. : pengambilan sampel secara acak kelompok
49 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain eksperimen yang dimaksud dalam penelitian ini terdapat dua kelompok eksperimen yang diambil secara acak kelas, yaitu Kelompok siswa yang diberikan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dirancang untuk mengungkapkan ada tidaknya hubungan
42 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini dirancang untuk mengungkapkan ada tidaknya hubungan sebab-akibat antara model dan pendekatan pembelajaran yang dikembangkan dengan kemampuan
BAB III METODE DAN DESAIN PENELITIAN O X O
BAB III METODE DAN DESAIN PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, sebab dalam penelitian ini diberikan suatu perl akuan untuk mengetahui hubunngan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Dalam penelitian ini metode yang akan digunakan adalah metode eksperimen, yaitu metode yang menuntut peneliti memanipulasi dan mengendalikan satu
BAB III METODE PENELITIAN
39 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Terlihat dari judul penelitian ini akan dilakukan secara experiment. Dimana penelitian eksperimen mengambil sampel secara acak murni, namun pada pelaksanaan
III. METODE PENELITIAN. Pringsewu yang terdiri dari enam kelas, yaitu VIII-1 sampai VIII-6 dengan ratarata
III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pringsewu yang terdiri dari enam kelas, yaitu VIII-1 sampai VIII-6 dengan ratarata
BAB III DESAIN PENELITIAN
BAB III DESAIN PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model bahan ajar matematika berkarakter yang dikembangkan berdasarkan learning obstacle siswa dan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian kuasi eksperimen. Menurut
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan bentuk penelitian kuasi eksperimen. Menurut Sugiyono (2010: 77) desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, maka penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian
