BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Ivan Agusalim
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Pembelajaran 1. Didactical Design Research (DDR) Penelitian ini dilakukan peneliti untuk merancang desain pembelajaran beradasarkan analisis learning obstacleyang dialami siswa dalam mempelajari konsep pesawat sederhana. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna (Sugiyono, 2013, hlm. 15). Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah Didactical Design Research (DDR). Fokus dalam penelitian ini adalah untuk merancang desain pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan siswa pada konsep pesawat sederhana. Menyadari bahwa proses berpikir yang terjadi pada guru terjadi pada tiga fase, dan hasil analisis dari proses tesebut berpotensi menghasilkan suatu desain didaktis inovatif, maka ketiga proses tersebut sebenarnya dapat diformulasikan sebagai rangkaian langkah untuk menghasilkan suatu desain didaktis baru. berikut: Dengan demikian, rangkaian aktivitas tersebut selanjutnya dapat diformulasikan sebagai Penlian Desain Didaktik atau Didactical Design Research (DDR). Penelitian Desain Didaktik pada dasarnya terdiri atas tiga tahapan yaitu: (1) analisis situasi didaktis sebelum pembelajaran yang wujudnya berupa Disain Didaktis Hipotesis termasuk ADP, (2) analisis metapedadidaktik, dan (3) analisis retrosfektif yakni analsis yang mengkaitkan hasil analisis situasi didaktis hipotesis dengan hasil analisis metapedadidaktik. Dari ketiga tahapan ini akan diperoleh Desain Didaktis Empirik yang tidak tertutup kemungkinan untuk terus disempurnakan melalui tiga tahapan DDR tersebut (Didi Suryadi, 2010 ). Adapun tahapan yang akan dilakukan pada penelitian ini adalah sebagai 26
2 27 1. Menentukan pokok bahasan mata pelajaran IPA yang akan menjadi bahan dalam penelitian. 2. Mencari data tentang konsep-konsep pada materi yang terdapat pada mata pelajaran IPA. 3. Menganalisis konsep IPA yang telah ditentukan (pokok bahasan konsep pesawat sederhana). 4. Membuat instrumen awal untuk mengetahui learning obstacle yang ada pada konsep tersebut. 5. Menguji instrumen yang telah dibuat yang dilanjutkan dengan wawancara pada beberapa responden. 6. Menganalisis hasil uji instrumen dan wawancara. 7. Melakukan repersonalisasi dengan menganalisis bahan ajar, kesulitan belajar (learning obstacle) secara umum, alat peraga, dan karakteristik siswa. 8. Membuat kesimpulan mengenai learning obstacle yang muncul berdasarkan hasil pengujian instrumen. 9. Menyusun desain pembelajaran awal yang bertujuan untuk mengatasi learning obstacle yang muncul disesuaikan karakteristik dan kebutuhan siswa. 10. Membuat prediksi respon siswa yang muncul ketika implementasi dan membuat antisipasinya. 11. Melakukan pengujian desain pembelajaran awal yang sudah dibuat. 12. Menganalisis hasil pengujian desain pembelajaran awal berdasarkan karakteristik respon siswa. 13. Melakukan uji learning obstacle pada siswa yang mendapat pembelajaran mengenai desain pembelajaran awal. 14. Menganalisis hasil uji learning obstacle sebagai gambaran dari desain pembelajaran yang diimplementasikan. 15. Menyusun desain pembelajaran revisi yang merupakan hasil perbaikan dari desain pembelajaran awal setelah dilakukannya evaluasi dari hasil pengujianlearning obstacle. 16. Menyusun laporan penelitian.
3 28 Dibawah ini peta konsep mengenai langkah-langkah mengenai desain pembelajaran menggunakan Didactical Design Research. Tes Learning Obstacle Repersonalisasi Desain Pembelajaran Awal Identifikasi Learning Obstacle Analisis Prospektif melalui Identifikasi Karakteristik Siswa (wawancara dan tes) Prediksi Respon Siswa Analisis Metapedadidaktik dilengkapi dengan Antisipasi Didaktik dan Pedagogik Implementasi di Kelas Analisis Retrosfektif Identifikasi Learning Obstacle, Wawancara, Observasi, dan Angket Desain Pembelajaran Revisi Menyusun Laporan Penelitian Gambar 3.1 Skema Prosedur Pelaksanaan DDR 2. Penelitian Tindakan Kelas Penelitian tindakan kelas merupakan suatu jenis penelitian yang dilakukan sambil melaksanakan (action) dengan tujuan untuk memperoleh peningkatan (inprovement) dalam pelaksanaan tindakan tersebut. Penelitian tindakan kelas juga bertujuan untuk perbaikan dan peningkatan layanan guru dalam proses belajar, maka tujuan itu dapat dicapai dengan melakukan berbagai alternatif dalam memecahkan sebagai persoalan pembelajaran di kelas. Sebagaimana dikemukakan oleh Arikunto (2010, Hlm. 34) bahwa :
4 29 Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa. Dalam pelaksanaan penelitian ini penulis menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada pelaksanaan kegiatan guru dalam proses pembelajaran sebagai upaya metode yang bersifat reflektif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tiga siklus. Adapun rangkaian penelitian dalam bentuk alur dan bagan model Kemmis dan Mc. Taggart (Arikunto, 2010, hlm. 16). Setiap langkah terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS III Pelaksanaan Pengamatan Gambar 3.2
5 30 Prosedur Pelaksanaan TindakanKelas ( Kemmis dan Mc. Taggart, 1988, hlm. 16 ) 3. Pelaksanaan DDR dan PTK TesLearning Obstacle AnalisisDidactica l DesignResearch Bahan Ajar Untuk Mengetahui Keaktifan Siswa PTK SIKLUS 1 (BAHAN AJAR) DESAIN PEMBELAJARAN 1 SIKLUS 2 (BAHAN AJAR) DESAIN PEMBELAJARAN 2 Gambar 3.3Prosedur Pelaksanaan DDR dan PTK (Supriadi, 2015)
6 31 B. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas V di SDN 1 Cicaringin Kecamatan Gunungkencana. Subjek yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas V sebanyak 25 siswa di SDN 1 Cicaringin. Sedangkan pengujian learning obstacle dilakukan dengan cara memberikan soal tes IPA pada siswa SD agar hambatan belajar siswa teridentifikasi. Tes IPA ini dilakukan pada tiga Sekolah Dasar Negeri, diantaranya SDN Kuranji dengan jumlah siswa 25 orang, SDN 15 Serang dengan jumlah siswa 25 orang, dan SDN 2 Sukanegara dengan jumlah siswa 20 orang. C. Definisi Operasional 1. Hambatan Belajar (learning obstacle) adalah hambatan atau kesulitan dalam mengikuti atau memahami materi yang mungkin dialami oleh siswa pada proses pembelajaran. 2. Desain Pembelajaran adalah rancangan pembelajaran yang membuat pembelajaran lebih mudah berupa bahan ajar berdasarkan learning obstacle. 3. Pesawat Sederhana adalah alat yang digunakan untuk memudahkan melakukan suatu pekerjaan atau kegiatan. 4. Keaktifan Siswa adalah aktivitas atau kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik maupun non fisik. Aktivitas bukan hanya dilakukan oleh aktivitas fisik saja, tetapi juga dilakukan oleh aktivitas non fisik seperti mental, intelektual dan emosional. 5. Model Pembelajaran Kooperatif adalah strategi pengajaran yang dirancang untuk mendidik kerjasama kelompok dan interaksi antarsiswa. D. Instrumen Penelitian Menurut Sugiyono (2010, hlm. 307) dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen utamanya atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri, namun selanjutnya setelah fokus penelitian menjadi jelas, maka kemungkinan akan dikembangkan instrumen penelitian sederhana, yang diharapkan dapat melengkapi data dan membandingkan dengan data yang telah ditemukan
7 32 melalui observasi dan wawancara. Selain itu peneliti kualitatif juga berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data, dan membuat kesimpulan atas temuannya. Peneliti juga membuat instrumen untuk uji learning obstacle dengan mengembangkan desain pembelajaran berdasarkan analisis learning obstacle yang dialami siswa dan instrumen untuk mengetahui keaktifan siswa. Instrumen untuk mengetahui learning obstacle pada konsep pesawat sederhana dikembangkan dengan dasar sebagai berikut: 1. Pemahaman konsep pesawat sederhana. 2. Pemahaman dalam membedakan jenis dan fungsi pesawat sederhana. 3. Pemahaman dalam percobaan menggunakan pesawat sederhana. 4. Pemahaman konsep pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data, tanpa mengetahui pengumpulan data, maka peniliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan (Sugiyono, 2010, hlm. 308). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu uji instrumen learning obstacle, uji instrumen keaktifan siswa, observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan teknik tringulasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua macam instrumen yaitu tes dan non tes. 1. Tes Pada instrumen tes peneliti memgunakan dua instrumen tes yaitu instrumen untuk menguji hambatan belajar (learning obstacle) yang dialami siswa kemudian untuk mengukur keberhasilan desain pembelajaran dan instrumen untuk menguji atau mengukur keaktifan siswa pada pembelajaran konsep peasawat sederhana.
8 33 2. Non tes a. Observasi Sutrisno Hadi (dalam Sugiyono, 2010 hal. 203) mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Observasi dilakukan terhadap kegiatan meengajar guru di kelas dan kegiatan belajar siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran IPA pada konsep pesawat sederhana. b. Wawancara Wawancara merupakan suatu metode atau cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan jalan tanya-jawab sepihak (Arikunto, 2009, hlm. 30). c. Angket Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanaan atau pernyataan tertulis kepada respondn untuk dijawabnya (Sugiyono, 2010, hlm. 199). d. Dokumentasi Dokumentasi adalah dokumen berupa gambar untuk mendukung atau melengkapi data penelitian berupa dokumen tertulis maupun lisan. F. Teknik Analisis Data Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesai di lapangan. Namun dalam penelitian kualitatif, analisis data lebih difokuskan selama proses di lapangan bersamaan dengan pengumpulan data (Sugiyono, 2010, hlm. 336). Penelitian ini harus dilakukan sampai tidak ada lagi learning obstacle pada siswa. Seperti yang dinyatakan oleh Miles dan Huberman (dalam Sugiyono, 2010, hlm. 337) bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah penuh. Untuk menganalisis keaktifan siswa ketika pembelajaran dan menganalisis sejauh mana desain pembelajaran mengatasi learning obstacle yang muncul
9 34 yaitu dengan menggunakan observasi, wawancara, dan angket. Observasi, wawancara, dan angket dibuat dalam bentuk naratif. Observasi keaktifan siswa digunakan untuk mencatat data kemajuan mengenai keaktifan siswa ketika pembelajaran IPA berlangsung. Lembar observasi diisi dengan memberikan tanda ceklis ( ) sesuai kenyataan yang terjadi di kelas. Keterangan kolom pada lembar observasi adalah Skor 1 untuk menyatakan kurang (jumlah siswa yang aktif kurang dari 25% siswa), Skor 2 untuk menyatakan cukup (jumlah siswa yang aktif kurang dari 50% siswa), Skor 3 untuk menyatakan baik (jumlah siswa yang aktif lebih dari 50% siswa), dan Skor 4 untuk menyatakan sangat baik (jumlah siswa yang aktif lebih dari 75% siswa). Tabel 3.1 Kriteria Interprestasi Skor Skala Angket Keaktifan Siswa Kriteria Angka 0% - 25% Angka 26% - 50% Angka 51% - 75% Angka 76% - 100% Klasifikasi Tidak aktif Cukup Aktif Aktif Sangat aktif Angket dibuat agar siswa dapat memilih jawaban yang sesuai dengan pilihannya dengan memberikan tanda ceklis ( ) pada kolom yang disediakan. Pilihan jawaban tersebut adalah Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Untuk skor pernyataan bersifat positif yaitu skor 4 untuk SS, skor 3 untuk S, skor 2 untuk TS, dan skor 1 untuk STS. Sedangkan skor pernyataan bersifat negatif yaitu skor 1 untuk SS, skor 2 untuk S, skor 3 untuk TS, dan skor 4 untuk STS. Persentasi nilai akhir = skor mentah skor ideal 100 Keterangan :
10 35 Skor mentah Skor ideal = jumlah skor jawaban responden = jumlah skor jawaban tertinggi Tabel 3.2 Kriteria Interprestasi Skor Skala Angket (Riduwan, 2010, hlm. 41). Kriteria Angka 0% - 20% Angka 21% - 40% Angka 41% - 60% Angka 61% - 80% Angka 81% - 100% Klasifikasi Sangat lemah Lemah Cukup Kuat Sangat kuat
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Untuk mempermudah dalam proses penelitian, maka diperlukan pemilihan metode yang sesuai sehingga tujuan dari penelitian tersebut dapat tercapai
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini peneliti akan membahas bagaimana tahapan alur penelitian yang akan dilakukan. Tahapan-tahapannya yaitu mulai dari metode dan desain penelitian, lokasi dan subyek
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif berupa Penelitian Disain Didaktis (Didactical Design Research). Menurut
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain research. Plomp (dalam Lidinillah, 2012, hlm. 4) mengemukakan bahwa design research adalah : Suatu
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian tindakan kelas ini menerapkan desain penelitian yang disebut didactical design research (DDR), akan dipaparkan dibawah ini. a. Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. PROSEDUR PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menerapkan Didactical Design Research (DDR). Berikut
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas dilakukan oleh guru sendiri yang hasilnya dapat dimanfaatkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian PTK Penerapan DDR Penelitian yang akan peneliti lakukan adalah penelitian PTK (action research) yang menerapkan Didactical Desaign Research (DDR) pada
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan desain berupa Penelitian Desain Didaktis (Didactical Design Research).
BAB I PENDAHULUAN. Pengembangan Desain Didaktis Luas Daerah Lingkaran Pada Pembelajaran Matematika SMP
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pengalaman belajar yang diperoleh siswa di kelas merupakan hasil dari serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa. Kegiatan yang dilakukan guru
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian DDR (didactical Design Research) ini dilaksanakan melalui dua tahap, yaitu tahap pengambilan data dan tahap implementasi. Tahap pengambilan data
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Fokus dari penelitian ini adalah untuk menyusun bahan ajar pada konsep persamaan linear satu variabel yang dapat memfasilitasi siswa dalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian 3.1.1 Metode penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Metode penelitian kualitatif
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kecamatan Gunungsari Kabupaten Serang-Banten
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Objek Penelitian 1. Lokasi penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas V SDN Pasirbuah yang beralamat di Jl. Gunungsari Km 14 Kp. Jambu Desa
BAB III METODE PENELITIAN
25 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk merancang dan menyusun suatu desain didaktis yang disesuaikan dengan karakteristik siswa berdasarkan analisis terhadap learning
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), dari namanya sudah
BAB III METODE PENELITIAN A. Hakekat Penelitian Tindakan Kelas Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), dari namanya sudah terkandung di dalamnnya, yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian, di mana salah satunya yaitu untuk mengetahui pola pikir siswa dan kesulitannya dalam menyelesaikan masalah Fisika melalui analisis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Penelitian Tindakan Kelas 1. Metode Penelitian Metode merupakan suatu cara untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Pelaksanaan penelitian yang berjudul Pengembangan Asesmen Kinerja pada Pembelajaran Tematik Tema Peduli terhadap Makhluk Hidup
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian difokuskan kepada kegiatan
BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan pendapat Kemmis dan Taggart (dalam Kasbolah, 1998, hlm. 13)
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang difokuskan pada situasi kelas atau yang lazim disebut
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. desain didaktis yang berdasarkan pada hambatan pada proses pembelajaran yang
33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Fokus dari penelitian ini adalah untuk merumuskan atau menyusun suatu desain didaktis yang berdasarkan pada hambatan pada proses pembelajaran
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Subjek Penelitian Dalam penelitian ini, yang menjadi subjek penelitian adalah siswa pada jenjang SMA kelas XI di sekolah yang sama pada saat melakukan penelitian awal,
B. Disain Penelitian Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Taggart (dalam Wiriaatmadja: 2008)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan oleh peneliti secara
BAB 3 METODE PENELITIAN. Inggris dikenal dengan Clasroom Action Research (ARC). Penelitian tindakan
35 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Motode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK). Metode penelitian tindakan kelas dalam bahasa Inggris
DESAIN DIDAKTIS KONSEP LUAS DAERAH LAYANG-LAYANG PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SEKOLAH DASAR
DESAIN DIDAKTIS KONSEP LUAS DAERAH LAYANG-LAYANG PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SEKOLAH DASAR Aji Setiaji Hj. Epon Nur aeni L Rosarina Giyartini UPI Kampus Tasikmalaya Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Lokasi dan subjek penelitian Penggunaan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Deskriptif pada Siswa Kelas IV SDN Cipete
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang berusaha menerapkan
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SD Negeri Kalicari 2 Desa Kalicari Kecamatan Pedurungan Semarang. Peneliti memilih
2015 DESAIN DIDAKTIS KONSEP ASAS BLACK DAN PERPINDAHAN KALOR BERDASARKAN HAMBATAN BELAJAR SISWA PADA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS KELAS X
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Era globalisasi merupakan era dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang sangat pesat, dampak dari pesatnya perkembangan IPTEK tersebut
DAFTAR ISI PERNYATAAN... KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMAKASIH... ABSTRAK... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI PERNYATAAN... KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMAKASIH... ABSTRAK... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... i ii iii iv v vii x BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang Penelitian...
BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN
22 BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), yang dilakukan dalam upaya memperbaiki pembelajaran
BAB III METODE PENELITIAN
24 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Fokus dari penelitian ini adalah untuk merumuskan suatu desain didaktis yang didasarkan pada karakteristik hambatan belajar (learning obstacles)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian tentang penerapan metode eksperimen menggunakan metode penelitian tindakan. Penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian reflektif
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah metode
BAB III METODE PENELITIAN
20 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian Tindakan kelas (PTK) yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan penulis adalah menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Kunandar (2008)
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Suyadi (2011: 22-23), PTK adalah
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Suyadi (2011: 22-23), PTK adalah pencermatan yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan untuk meneliti
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahap-tahap
16 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahap-tahap penelitian mengikuti yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc Taggart (dalam Riyanto,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat Dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK N 4 Sukoharjo, Jl. Raya Baki, Jetis, BAKI, KAB. SUKOHARJO 57556 Telp. (0271)7891015
DAFTAR ISI. PERNYATAAN... i ABSTRAK... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI PERNYATAAN... i ABSTRAK... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR LAMPIRAN... ix BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Rumusan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom Action Reserch). Penelitian tindakan kelas (PTK)
BAB III METODE PENELITIAN
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi Penelitian adalah tempat melakukan penelitian dengan tujuan memperoleh data yang berasal dari subjek penelitian.
BAB III METODE PENELITIAN. tindakan kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Classroom Action Research
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Suharsimi (2012: 3) mengemukakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas
BAB III METODE PENELITIAN
19 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang akan dipakai dalam penelitian yang akan dilaksanakan ini adalah menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan
BAB III METODE PENELITIAN. tersebut, serta penampilan dari hasilnya. dengan April / semester II / 2011/2012.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian tesis ini adalah penelitian kuantitatif. Arikunto (2006:12) menjelaskan bahwa penelitian kuantitatif banyak dituntut menggunakan angka, mulai
BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN
25 BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa
BAB III METODE PENELITIAN. kata-kata atau pernyataan-pernyataan (yang diperoleh melalui wawancara,
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yaitu kualitatif deskriptif. Akbar (2009:13)
Desain Didaktis Konsep Mengukur Sudut di Kelas V Sekolah Dasar
SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016 Desain Didaktis Konsep Mengukur Sudut di Kelas V Sekolah Dasar Hj. Epon Nur aeni L 1, Rijal Muharram 2 Universitas Pendidikan Indonesia Kampus
BAB III METODE PENELITIAN. Kelas (PTK) atau Classroom Action Research yang dilakukan peneliti secara
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research yang dilakukan peneliti secara langsung.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sesuai dengan program yang telah dilaksanakan di SDN Cisalak 2 Cimanggis Depok dengan jumlah dan jam pelajaran
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian secara umum diartikan cara ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar Belakang dan Karakteristik Subyek Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang diterapkan pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini membahas tentang metode penelitian, pendekatan penelitian, desain penelitian, lokasi penelitian, waktu penelitian, subjek penelitian, prosedur penelitian, analisis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di kelas IV SD Negeri 4 Nasol, beralamat di Desa Nasol Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis. Masyarakat di lingkungan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tia Agnesa, 2014
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mengelola pembelajaran di kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak (30-40 siswa) bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Sampai saat ini, pembelajaran
DAFTAR ISI. A. Kajian Teori... 8
DAFTAR ISI ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... vi DAFTAR GAMBAR... vii DAFTAR BAGAN... viii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1 B. Rumusan Masalah... 5 C. Tujuan Penelitian...
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini penelitian yang dilakukan dilingkungan
DAFTAR ISI. Halaman ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... vii DAFTAR BAGAN... ix DAFTAR GRAFIK... x DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... vii DAFTAR BAGAN... ix DAFTAR GRAFIK... x DAFTAR LAMPIRAN... xi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Rumusan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Oleh sebab
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Oleh sebab itu sesuai dengan penelitian tindakan kelas maka masalah penelitian yang harus dipecahkan
BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN
BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian tindakan ini dikembangkan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sudah dikenal
III. PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. mengidentifikasi unsur intrinsik cerita anak melalui teknik discovery ini
III. PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS 3.1 Rancangan Penelitian Rancangan penelitian ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian mengenai pembelajaran aspek
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini didesain dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini didesain dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris disebut Classroom Action Research. Wiriaatmadja (2008:
