JURNAL ILMU TERNAK, DESEMBER 2016, VOL.16, NO.2
|
|
|
- Iwan Hermanto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 JURNAL ILMU TERNAK, DESEMBER 2016, VOL.16, NO.2 Pertumbuhan dan Produksi Rumput Setaria (Setaria sphacelata) Pada Berbagai Level Pemberian Pupuk Organik Cair Berbahan Feses Babi (Growth And Forage Production Of Setaria Grass (Setaria sphacelata) at Different Level of Liquid Organic Fertilizer Made Of Pig Manure) Paskalis Toe 1, Bernadete Barek Koten 1, Redempta Wea 1, Jacobus S. Oematan 1, Bernadus Ndoen 1 Program Studi Teknologi Pakan Ternak Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang Jl. Prof. Dr. Herman Yohanes Lasiana Kupang P.O. Box. 1152, Kupang [email protected] Abstrak Penelitian yang bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan produksi rumput setaria (Setaria sphacelata) pada level pemberian pupuk cairyang berbeda, telah di laksanakan selama 3 bulan bertempat dilahan hijauan makanan ternak UPT Produksi Politani di Oesao.Penelitian ini didesain berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yang terdiri darip0 : Tanpa pupuk cair, P2 :Pupuk cair 1 liter: air 2 liter, P4: Pupuk cair 1 liter: air 4 liter, P6: Pupuk cair 1 liter: air 6 liter, P8 : Pupuk cair 1 liter : air 8 liter yang di ulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati adalah Pertambahan Tinggi Tanaman, Pertambahan Jumlah Anakan, Produksi Bobot Segar, Produksi Bahan Kering. Analisis ragam menunjukkan bahwa level pemberian pupuk cair dari feses babi memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah anakan, produksi bobot segar, produksi bahan kering, dengan rerata pertambahan tinggi tanaman 9,98 cm/minggu, dan rerata tiap perlakuan adalah P0= 09,75 cm P2=10,46 cm P4=09,50 cm P6=10,00 cm P8=10,17 cm rerata pertambahan jumlah anakan 7,70 anakan/minggu, dan rerata tiap perlakuan adalahp0= 7,68 anakan P2=07,18 anakan P4=07,91 anakan P6=08,07 anakan P8=07,51 anakan rerata produksi bobot segar hijauan 19,68 ton/ha dan rerata tiap perlakuan adalah P0= 20,43 ton/ha P2=18,96 ton/ha P4=16,65 ton/ha P6=20,98 ton/ha P8=21,37 ton/ha, rerata produksi bahan kering hijauan 3,60 ton/ha dan rerata tiap perlakuan adalah P0= 03,94 ton/ha P2=03,47 ton/ha P4=03,04 ton/ha P6=03,78 ton/ha P8=03,78 ton/ha. Disimpulkan bahwa penambahan pupuk cair berbahan baku feses babi hingga level tertinggi 1 liter air yang ditambahkan 8 liter air belum memberi pengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi rumput setaria. Kata kunci: Setaria sphacelata, pupuk cair, feses babi, tinggi tanaman, produksi bahan kering hijauan. Abstracts The experiment was conducted for three months to study the effects of liquid organic fertilizer (LOF) application on growth and forage production of Setaria spacelata. Randomized Block Design was applied to the trial with five treatments and four replications. The plants were fertilized with diluted LOF at different amount of water. The treatments were : P0 was no LOF as control, P2 was 1 liter of LOF + 2 liters of water, P4 was 1 liter of LOF + 4 liters of water, P6 was 1 liter of LOF + 6 liters of water, and P8 was 1 liter of LOF + 8 liters of water. Each clump of grass got 200 ml of diluted LOF per week. The variables were crop growth rate, tillering, green forage and dry matter yields. Data were analyzed with analysis of varience. All results showed for each treatment respectively (P0 to P8). Weekly plants growth were 9.75 cm, cm, 9.50 cm, cm, and cm (P>0.05). Increasing in tiller number per week were 7.68 shoots,
2 Paskalis Toe, dkk. Pertumbuhan dan Produksi shoots, 7.91 shoots, 8.07 shoots, and 7.51 shoots (P>0.05). Green forage productions were t/ha, t/ha, t/ha, t/ha, and t/ha (P>0.05). Dry matter yields were 3.94 t/ha, 3.47 t/ha, 3.04 t/ha, 3.78 t/ha, and 3.78 t/ha (P>0.05). It was concluded that the addition of liquid fertilizer made from pig feces to the highest level 1 liter of water is added to 8 liters of water has not been an impact on the growth and production of Setaria grass, suggestions that the liquid fertilizer should be increased the number and frequency and need to adding other raw materials, and liquid fertilizer can be tested on other types of feed crops. Keywords : Setaria sphacelata, liquid organic fertilizer,plant growth, tillering, dry matter production of forage. Pendahuluan Setaria (Setaria sphacelata) merupakan tanaman pakan yang sangat palatabel, berproduksi tinggi mencapai 31 ton/ha/tahun (Hacker, 1992 dalam Wiswasta, 2013), memiliki kandungan protein kasar (PK) pada hijauan yang mencapai9,5%,31,7 % serat kasar, 2,5% ekstrak eter, 45,2 % BETN, 11,1 % abu, dan 7 % asam oksalat (Hartadi et al., 1990), Rumput setaria tumbuh tegak, berumpun lebat, dengan tinggi mencapai 2 m, dan tahan terhadap kering, sehingga dapat menjadi sumber pakan pada musim kemarau terutama di Nusa Tenggara Timur (NTT). Eroni dan Aregheore (2006) melaporkan bahwa sapi perah dengan bobot badan kg mampu mengkonsumsi rumput setaria pada ternak adalah 10,5 kg bahan kering (BK)/hari. Unsur hara yang cukup sangat diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman setaria.unsur hara ini dapat diperoleh dari dari feses ternak. Salah satu feses ternak yang berpotensi sebagai sumber hara adalah feses ternak babi.umumnya masyrakat NTT memelihara ternak 2-3 ekor/rumah tangga. Ternak babi ini akan menghasilkan banyak feses. Feses babi sangat berpotensi sebagai sumber pupuk organik danakan menjadi sumber polusi apabila tidak tertangani dengan baik. Kandungan unsur hara dalam feses babi padat adalah 0,95% nitrogen, 0,35% fosfor, 0,40% kalium, 80% kadar air (Lingga, 1991 dalam Huda, 2013). Feses ternak babi dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan pupuk cair.pupuk cair merupakan larutan bari bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman yang optimal dari rumput setaria (Setaria sphacelata) adalah pemberian pupuk organik cair berbahan feses babi. Hasil analisa pupuk cair berbahan feses babi yang dilakukan oleh Penulis di Laboratorium Tanah dan Air Politeknik Pertanian Negeri Kupang (2015) yaitu 2,48% N total, 8,93% P 2 O 5, 1,27% K, dengan ph 6,98.Banyaknya pupuk cair berbahan feses babi yang diberikan pada tanaman setaria mencerminkan banyaknya unsur hara yang terdapat dalam pupuk cair yang dapat dimanfaatkan oleh setaria untuk bertumbuh.pada konsentrasi yang tepat unsur hara tersebut dapat dimanfaatkan oleh tanaman setaria untuk bertumbuh dan berproduksi. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji pertumbuhan dan produksi rumput setaria (Setaria sphacelata) pada level pemberian pupuk organik cair berbahan feses babi yang berbeda. Materi dan Metode Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan dilahan Hijauan Makanan Ternak Unit Pelaksana Teknis OesaoMilik Politeknik Pertanian Negeri Kupang pada bulan Oktober Desembe Bahan adalah pols rumput setaria sebagai bahan tanam, feses babi dan daun gamal sebagai materi pupuk cair, tepung beras sebagai sumber karbohidrat yang mudah tercerna oleh mikroorganisme pengurai,gula pasir, dan EM 4 sebagai starter, drum plastik berkapasitas 150 liter, pupuk NPK digunakan sebagai pupuk dasar, plastik sebagai penutup wadah fermentasi, air bersih untuk menyiram tanaman dan lahan tanam seluas m 2 23
3 JURNAL ILMU TERNAK, DESEMBER 2016, VOL.16, NO.2 Alat yang digunakan adalah seperangkat alat pertanian, pita ukur untuk mengukur tinggi tanaman rumput setaria, timbangan digital merek Camry dengan kapasitas 5 kg dan skala terkecilnya 1 g digunakan untuk menimbang materi pembuatan pupuk cair mengetahui bobot segar dan bobot kering hijauan setaria, timbangan merek Defender 3000 kapasitas 150 kg dengan skala terkecil 1 kg untuk menimbang daun gamal dan feses babi,drum sebagai media perendaman pupuk cair, jerigen berkapasitas 5 liter sebagai wadah penyimpanan pupuk cair. Termohigrometer untuk mengukur suhudan kelembaban selama penelitian, dan termometer tanah untuk mengukur suhu tanah. Prosedur Penelitian Tahap persiapan meliputi, membuat plot berukuran 1,8 m x 1,2 m dengan jarak tanam 0,4 x 0,6 cm dan jarak antar plot yaitu 50 cm. Pembuatan pupuk cair dilakukan dengan feses babi dikeringkan kemudian dicampur merata dengandaun gamal segar yang telah dicincang dengan perbandingan 2 : 1. Selanjutnya dimasukan dalam drum plastik kemudian ditambahkan air dengan perbandingan 2 liter air untuk1 kg berat material. Em4, gula, tepung beras, setelah itu drum tersebut ditutup rapat dengan menggunakan plastik dan difermentasikan selama 21 hari (2007). Selanjutnya pols rumput disiapkandan dihilangkan bagian vegetatifnya dengan memotongnya + 20 cm dari bungkul akar. Penanaman dilakukan dengan cara pols pada setiap titik tanam dan dimasukan sebanyak 2 anakan perlubang, dengan jarak tanam 0,4 x 0,6 m. Penyiraman tanaman dilakukan sekali sehari dengan jumlah air 5 liter/petak, pemupukan NPK bertujuan untuk membantu pertumbuhan awal tanaman dan dilakukan 10 hari setelah tanam dengan dosis 100 kg/ha (2,40 g/titik tanam). Pupuk cair diberikan sesuai perlakuan saat tanaman berumur 14 hari dengan cara disiram 200 ml/titik tanam yang dilakukan sekali seminggu hingga panen. Penanganan gulma dilakukan saat ada gulma, dan pemanenan saat tanaman berumur 60 hari dengan cara memotong tanaman 15 cm dari atas permukaan tanah. Hijauan hasil panen ini selanjutnya ditimbang untuk diketahui bobot segarnya, pengeringan hijauan, dimana hijauan yang telah diperoleh selanjutnya dikeringkan di bawah sinar matahari hingga kering kemudian ditimbang untuk mengetahui bobot keringnya. Preparasi sampel, dilakukan setelah tanaman dipanen dan disampling untuk setiap perlakuan, selanjutnya tanaman hasil sampling dicacah dan diambil 10% untuk persiapan analisis. Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian percobaan yang didesain berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 4 perlakuan dan 5 kelompok. Perlakuan yang dicobakan adalah: P0 : Tanpa pupuk cair P2 : Pupuk cair 1 liter : air 2 liter P4: Pupuk cair 1 liter : air 4 liter P6: Pupuk cair 1 liter : air 6 liter P8 : Pupuk cair 1 liter : air 8 liter Analisis Data Data yang diperoleh di analisis dengan analisis varians berdasarkan RAK menurut Gasperz (1994). Hasil dan Pembahasan Keadaan Umum Penelitian Tanah yang digunakan pada penelitian ini adalah vertisol dengan hasil analisa unsur haranya adalah 1,64% N Total, 7,43 ppm P 2 O 5, 1,41 Me/100 gram K.Hasil analisa pupuk cair adalah 2,48% N total, 8,93% P 2 0 5, 1,27% K, ph 6,98.Suhu lingkungan saat penelitian adalah 41,1 0 C dengan kelembaban 24%, dan suhu tanah adalah 35 0 C.Panjang akar yang diukur saat pemanenan hijauan yaitu 60 cm, kedalaman akar 15 cm dengan panjang tajuk yaitu 50 cm.bobot hidup satu rumpun setaria terdiri dari bobot akar segar 272 gram dan bobot tajuk tanpa akar 490 gram/rumpun. Pada saat panen tanaman setaria belum membentuk batang sehingga bobot hijauan dalam penelitian ini merupakan bobot daun saja. Rerata kadar bahan kering hijauan pada penelitian ini adalah 18,28 %. 24
4 Paskalis Toe, dkk. Pertumbuhan dan Produksi Pengaruh Level Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Setaria (Setaria sphacelata) Data tentang pengaruh level pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi rumput setaria dapat disajikan pada Tabel 1. Hasil analisis varians menunjukan bahwa level pemberian pupuk organik cair memberi pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah anakan, produksi bobot segar, produksi bahan kering tanaman setaria. Pengaruh tidak berbeda nyata tersebut disebabkan oleh ketersediaan unsur N, P dan K yang dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhan dalam jumlah yang hampir sama. Hasil analisis tanah menunjukan bahwa tanah yang digunakan sebagai media tanam mengandung unsur 1,64% N Total, 7,43 ppm P 2 O 5, 1,41 Me/100 gram K. Sementara unsur hara yang terkandung dalam pupuk cair adalah 2,48% N Total, 8,93 ppm P dan 1,27 % K. Frekuensi pemberian pupuk cair berbahan feses babi yang sekali dalam tujuh hari ternyata belum mampu meningkatkan pertambahan tinggi tanaman setaria. Unsur hara yang tersedia mempengaruhi pertumbuhan tanaman rumput setaria.hal ini sesuai dengan pendapat Purbajanti (2013) bahwa jumlah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman maupun ternak tergantung pada fungsi metabolik dan bervariasi tergantung jenis unsur dan spesies tanaman. Gardner et al. (2008) menjelaskan bahwa Nitrogen (N) dan Phosphor (P) sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman. Adanya N yang cukup menyebabkan terjadinya pembesaran dan pemanjangan sel tanaman yang berdampak pada pertumbuhan tanaman sedangkan phosphor merupakan unsur penyusun inti sel dan sangat penting dalam proses pembelahan sel yang akan mempercepat pertumbuhan tanaman. Rerata pertambahan tinggi tanaman selama penelitian adalah 9,97 cm/minggu. Pertambahan tinggi tanaman setaria sphacelata lebih rendah pertambahan tinggi tanaman sorgum (Sorghum bicolor) yang dipupuk dengan urea 50 kg/ha yang dipanen pada umur 70 hari yaitu 18,03 cm/minggu seperti yang dilaporkan oleh Koten (2013). Tidak berbedanya pertambahan jumlah anakan ini juga disebabkan oleh jarak tanam yang sama pada setiap unit tanaman. Menurut Muhakha et al, (2013) bila ruang tumbuh tanaman dan unsur hara cukup tersedia dalam tanah sesuai dengan kebutuhan tanaman maka akan semakin banyak terbentuk individu baru. Selain itu pemberian pupuk dilakukan pada pukul 16.00, dimana pada saat itu masih terdapat sinar matahari yang memungkinkan terjadinya penguapan unsur hara dalam pupuk cair terutama N. Sehingga jumlah unsur hara yang dimanfaatkan untuk pertumbuhan tanaman menjadi relatif sama. Rerata pertambahan jumlah anakan tanaman setaria selama penelitian adalah 7,70 anakan/minggu. Pertambahan jumlah anakan tanaman setaria ini lebih tinggi dengan pertambahan jumlah anakan tanaman Brachiaria brizantha yaitu 4,50 tanaman/pot seperti yang dilaporkan oleh Sema (2015). pertambahan tinggi tanaman dan pertambahan jumlah anakan tanaman setaria mengalami peningkatan hingga mencapai puncaknya pada pengukuran ketiga (pada umur tanaman 35 hari). Setelah itu pertambahan tinggi tanaman dan jumlah anakan mulai berkurang. Pengaruh yang tidak berbeda nyata tersebut disebabkan oleh unsur NPK tanah yang ada pada pupuk cair belum mampu dimanfaatkan oleh tanaman.selain itu disebabkan oleh tidak berbedanya media tanam yang digunakan dalam penelitian ini terutama unsur ph tanah.gardner et al. (2008) menjelaskan bahwa ph tanah merupakan faktor utama yang mempengaruhi daya larut dan mempengaruhi ketersediaan nutria tanaman. Hasil analisa tanah yang digunakan saat penelitian menunjukan bahwa ph tanahnya adalah 7,02. Pada kisaran ph ini nutria akan lebih banyak tersedia bagi tanaman setaria. Gardner et al. (2008) menyatakan bahwa ph 25
5 JURNAL ILMU TERNAK, DESEMBER 2016, VOL.16, NO.2 Tabel 1. Pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan dan produksi rumput Setaria sphacelata Perlakuan Pertambahan Tinggi Tanaman Rerata Pertumbuhan dan Produksi (%) Pertambahan Produksi Jumlah Anakan Bobot Segar Produksi Bahan Kering P P P P P Keterangan : ns = non signifikan (P>0,05), P0 = tanpa pupuk cair, P2 = pupuk cair 1 liter + air 2 liter, P4 = pupuk cair 1 liter + air 4 liter, P6= pupuk cair 1 liter + air 6 liter, P8 = pupuk cair 1 liter + air 8 liter. yang baik untuk pertumbuhan tanaman adalah 6,0-7,0. Walaupun tidak berbeda nyata, perlakuanp8 (1 liter pupuk cair + 8 liter air) menghasilkan produksi bobot segar yang tertinggi. Hal ini disebabkan oleh perlakuan pupuk cair berbahan feses babi mengandung unsur nutrisi yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman setaria.pada perlakuan P8 dengan jumlah air yang lebih tinggi, kelarutan unsur hara terutama NPK yang dibutuhkan oleh tanaman menjadi semakin tinggi. Makin banyak unsure hara yang larut maka makin banyak yang dimanfaatkan oleh tanaman untuk memproduksi bobot segar. Purbajanti (2013) menyatakan bahwa pemupukan dapat memberikan produksi bobot segar suatu tanaman menjadi lebih tinggi, karena pemupukan berarti menambah zat-zat makanan kepada tanaman yang berguna untuk pertumbuhan tanaman itu sendiri. Rerata produksi bobot segar hijauan setaria selama penelitian adalah 19,68 ton/ha. Produksi bobot segar hijauan setaria ini lebih rendah dari produksi bobot segar hijauan setaria yang diberi pupuk kandang feses kambing yaitu 30,79 ton/ha (dihitung dari 769,84 gram/polybag yang diletakan pada jarak tanam 50 x 50 cm seperti yang dilaporkan oleh Hartono (2011). Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa penambahan pupuk cair berbahan baku feses babi pada kisaran 2 hingga 8 liter air dalam 1liter pupuk cair belum memberi pengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi rumput setaria. Saran 1. Pemberian pupuk cair ini perlu ditingkatkan jumlah dan frekuensinya. 2. Perlu penambahan bahan baku yang lain. 3. Pupuk cair ini dapat dicobakan pada jenis tanaman pakan yang lain. 4. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada diakhir fase vegetatif. Daftar Pustaka Eroni, T. dan Aregheore, E., Effects of Molasses at Different Levels in Concentrate Supplement on Milk Yield of Dairy Cows Grazing Setaria Grass (Setaria sphacelata) Pasture in Fiji. The University of the South Pacific, School of Agriculture and Food Technology Animal Science Department, Alafua Campus, Private mail Bag, Apia, Samoa. J. Anim. Sci. 19(10): Gardner, F.P., Pearce, R.B. dan Mitchell, R.L Fisiologi Tanaman Budidaya. Terjemahan. UI Press. Jakarta. Gasperz, V Metode Perancangan Percobaan. Penerbit CV. Armico. Bandung. 26
6 Paskalis Toe, dkk. Pertumbuhan dan Produksi Hartono, B Produksi dan Kandungan Nutrisi Rumput Setaria (Setaria sphacelata) Pada Pemotongan Pertama yang Diberi Pupuk Kandang Feses Kambing Dengan Dosis Berbeda.Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.Pekan baru. wordpress.com/caramembuat-pupuk-cair-organik/3 Feb di akses pada tanggal 29 Februari Huda, 2013.Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Urin Sapi Dengan Aditif Tetes Tebu (Molasses) Metode Fermentasi.Universitas Negeri Semarang. Semarang Koten, Tumpangsari Legume Arbila (Phaseolus lunatus L.) Berinokulum Rizobium Dengan Sorgum (Sorghum bicolor (L) Moench) Dalam Upaya Meningkatkan Produktifitas Hijauan Pakan Ruminansia.Disertasi. Fakultas Peternakan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Muhakka, Napoleon A, Isti adah, H Pengaruh Pemberian Asap Cair Terhadap Pertumbuhan Rumput Raja (Pennisetum purpureophoides). Prosiding Seminar Nasional II HITPI.Denpasar-Bali. Purbajanti, Soetrisno, R.D. Hanudin, E. dan Budi, S.P.S Karakteristik Lima Jenis Rumput Pada Berbagai Tingkat Salinitas. Universitas Diponegoro. Semarang. J. Indon. Trop. Anim. Agric. 32 [3] Sept Purbajanti, E. D Rumput dan Legum. Penerbit Graha Ilmu. Yogyakarta. Sema, 2015.Pemberian Pupuk Hijau Cair Terhadap Produksi Rumput Brachiaria brizantha Pada Lahan Marginal. Universitas Hasannudin. Makassar Wiswasta, I., Pertumbuhan dan Hasil Hijauan Tanaman Rumput Setaria (Setaria splendid stapf) yang dipengaruhi Nitrogen, Fosfor, Mikoriza Vesikulab Arbuskula (MVA), Azospirillum.Skripsi.Universitas Mahasarasawati. Denpasar. 27
PENGANTAR. Latar Belakang. Hijauan merupakan sumber pakan utama bagi ternak ruminansia.
PENGANTAR Latar Belakang Hijauan merupakan sumber pakan utama bagi ternak ruminansia. Produktivitas ternak ruminansia sangat ditentukan oleh ketersediaan pakan yang berkualitas secara cukup dan berkesinambungan.
Vol 3 No 1. Januari - Maret 2014 ISSN :
PENGARUH PERBEDAAN FORMULA PUPUK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL KAILAN (Brassica oleracea). (The Effect of Different Fertilizer Formula on Chinesse Kale (Brassica oleracea) Growth and Yield) Dewi Kumala Sari
PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kebutuhan produksi protein hewani untuk masyarakat Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun yang disebabkan oleh peningkatan penduduk, maupun tingkat kesejahteraan
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI LIQUID ORGANIC FERTILIZER APPLICATION ON GROWTH AND PRODUCTION OF MUSTARD Abd. Rahman Arinong dan Chrispen Dalrit Lasiwua Sekolah
LUMBUNG PAKAN RUMINANSIA. Bernadete Barek Koten 1), Lilo J.M. Ch. Kalelado 1) dan Redempta Wea 1)
LUMBUNG PAKAN RUMINANSIA Bernadete Barek Koten 1), Lilo J.M. Ch. Kalelado 1) dan Redempta Wea 1) 1) Politeknik Pertanian Negeri Kupang Email [email protected] ABSTRAK Sebuah kegiatan I b M dalam
KARYA ILMIAH TENTANG. Oleh SUSI SUKMAWATI NPM
KARYA ILMIAH TENTANG BUDIDAYA PAKCHOI (brassica chinensis L.) SECARA ORGANIK DENGAN PENGARUH BEBERPA JENIS PUPUK ORGANIK Oleh SUSI SUKMAWATI NPM 10712035 POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2012 I.
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas
17 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung mulai
Made Deviani Duaja 1), Nelyati 1) and Hisar Tindaon 2) Fakultas Pertanian, Universitas Jamabi
Vol 1 No.4 Oktober-Desember 212 ISSN: 232-6472 EVALUASI PERTUMBUHAN DAN HASIL SELEDRI (Apium graveolens,l.) PADA PERBEDAAN JENIS BAHAN DASAR DAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR (The Evaluation of Celery (Apium
PRODUKSI DAN NILAI NUTRIEN HIJAUAN KACANG TUNGGAK DAN RUMPUT SUDAN DALAM POLA TANAM TUMPANG SARI DI LAHAN KERING
Bernadete B. Koten dkk, Produksi dan Nilai Nutrien 163 PRODUKSI DAN NILAI NUTRIEN HIJAUAN KACANG TUNGGAK DAN RUMPUT SUDAN DALAM POLA TANAM TUMPANG SARI DI LAHAN KERING Bernadete B. Koten, Redempta Wea
HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil pengamatan terhadap jumlah anakan rumput Gajah mini Pennisetum
HASIL DAN PEMBAHASAN Jumlah Anakan Hasil pengamatan terhadap jumlah anakan rumput Gajah mini Pennisetum purpureum schumach (R 1 ), rumput Setaria spachelata (R 2 ), rumput Brachiaria brizantha (R 3 ),
RESPON TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) MENGGUNAKAN BEBERAPA JENIS PUPUK ORGANIK DENGAN DUA KALI PENANAMAN SECARA VERTIKULTUR
SKRIPSI RESPON TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) MENGGUNAKAN BEBERAPA JENIS PUPUK ORGANIK DENGAN DUA KALI PENANAMAN SECARA VERTIKULTUR Oleh: Darniati 10982005491 PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pupuk merupakan suatu bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara bagi tanaman. Bahan tersebut dapat berasal
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pupuk merupakan suatu bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara bagi tanaman. Bahan tersebut dapat berasal dari organik maupun anorganik yang diperoleh secara
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK KANDANG DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH
Buana Sains Vol 6 No 2: 165-170, 2006 165 PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK KANDANG DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH Fauzia Hulopi PS Budidaya Pertanian, Fak. Pertanian, Universitas
PENGARUH PEMBERIAN BIO URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill).
PENGARUH PEMBERIAN BIO URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill). SISCHA ALFENDARI KARYA ILMIAH PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JAMBI 2017
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK N-P-K TERHADAP HASIL BAHAN KERING DAN PROTEIN KASAR RUMPUT Brachiaria humidicola cv. Tully dan
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK N-P-K TERHADAP HASIL BAHAN KERING DAN PROTEIN KASAR RUMPUT Brachiaria humidicola cv. Tully dan Pennisetum purpureum cv. Mott Novita V. F. Sigar, D. A. Kaligis, W. B. Kaunang dan
PENGARUH PENGAPURAN DAN PEMBERIAN PUPUK FOSFOR DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L) Merril
SKRIPSI PENGARUH PENGAPURAN DAN PEMBERIAN PUPUK FOSFOR DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L) Merril UIN SUSKARIAU Oleh : Etri Jayanti 10982008624 PROGRAM
Oleh: Eko Hendarto Fakultas Peternakan UNSOED Purwokerto (Diterima: 7 Maret 2005, disetujui: 21 Juni 2005)
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK DAN TARAF UREA TERHADAP KUALITAS VISUAL DAN PRODUKSI RUMPUT RAJA (Pennisetum purpoides) EFFECT OF ORGANIC FERTILIZER IN COMBINATION WITH UREA LEVEL ON VISUAL QUALITY AND
PENGARUH WAKTU PEMUPUKAN DAN TEKSTUR TANAH TERHADAP PRODUKTIVITAS RUMPUT Setaria splendida Stapf
PENGARUH WAKTU PEMUPUKAN DAN TEKSTUR TANAH TERHADAP PRODUKTIVITAS RUMPUT Setaria splendida Stapf Oleh WAHJOE WIDHIJANTO BASUKI Jurusan Peternakan, Politeknik Negeri Jember RINGKASAN Percobaan pot telah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. di daerah yang minim nutrisi. Rumput gajah membutuhkan sedikit atau tanpa
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Rumput Gajah Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) adalah tanaman yang dapat tumbuh di daerah yang minim nutrisi. Rumput gajah membutuhkan sedikit atau tanpa tambahan nutrien
UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS BOKASHI MELALUI PEMBERIAN CANGKANG TELUR, ABU DAPUR, DAN URINE SAPI SERTA PENERAPANNYA DALAM BUDIDAYA SAWI SECARA ORGANIK
104 PARTNER, TAHUN 15 NOMOR 1, HALAMAN 104-110 UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS BOKASHI MELALUI PEMBERIAN CANGKANG TELUR, ABU DAPUR, DAN URINE SAPI SERTA PENERAPANNYA DALAM BUDIDAYA SAWI SECARA ORGANIK Lena
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH PADA APLIKASI DOSIS PUPUK ORGANIK PADAT DAN CAIR
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH PADA APLIKASI DOSIS PUPUK ORGANIK PADAT DAN CAIR [RESPONSE TO GROWTH AND YIELD OF PEANUT ON APPLICATION OF ORGANIC SOLIDS AND LIQUIDS DOSAGE FERTILIZER] Deni Suprianto
Pengaruh Tiga Jenis Pupuk Kotoran Ternak (Sapi, Ayam, dan Kambing) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Brachiaria Humidicola
Pengaruh Tiga Jenis Pupuk Kotoran Ternak (Sapi, Ayam, dan Kambing) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Brachiaria Humidicola The Effect of Three Kind Manure (Cow, chicken, and goat) to The Vegetative
EFEK PEMBERIAN CENDAWAN MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAHAN KERING RUMPUT GAJAH MINI DALAM KONDISI CEKAMAN KEKERINGAN
EFEK PEMBERIAN CENDAWAN MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAHAN KERING RUMPUT GAJAH MINI DALAM KONDISI CEKAMAN KEKERINGAN (Effects of Application of Mycorrhizal Fungi on the Growth and Dry Matter
E-JURNAL ARSITEKTUR LANSEKAP ISSN: VOL. 3, NO. 1, APRIL 2017
Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk ZA, NPK, Urea terhadap Pertumbuhan Rumput Bermuda (Cynodon dactylon) pada Industri Pembibitan Tanaman Lansekap di Kelurahan Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur I PUTU MERTAYASA
KUALITAS PUPUK ORGANIK CAIR DARI URINE SAPI PADA BEBERAPA WAKTU SIMPAN Lena Walunguru ABSTRACT
26 KUALITAS PUPUK ORGANIK CAIR DARI URINE SAPI PADA BEBERAPA WAKTU SIMPAN Lena Walunguru Program Studi Tanaman Pangan dan Hortikultura Politeknik Pertanian Negeri Kupang Jl. Adi Sucipto Penfui, P. O. Box.
METODE Lokasi dan Waktu Materi Penelitian Alat Perlakuan
METODE Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan pada lahan pasca tambang semen yang terdapat di PT. Indocement Tunggal Prakasa, desa Citereup, Bogor. Penelitian ini dimulai pada bulan Februari sampai
ABSTRAK. Kata kunci : Imbangan Pakan; Efisiensi Produksi Susu; Persistensi Susu. ABSTRACT
On Line at : http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/aaj EFISIENSI DAN PERSISTENSI PRODUKSI SUSU PADA SAPI FRIESIAN HOLSTEIN AKIBAT IMBANGAN HIJAUAN DAN KONSENTRAT BERBEDA (The Efficiency and Persistency
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans. Poir)
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans. Poir) THE EFFECT OF COW MANURE DOSAGE AND NITROGEN FERTILIZER ON GROWTH AND
TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Muhammadiyah Yogyakarta di Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten
III. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Green House Fak. Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul,
PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) DENGAN PEMBERIAN KOMPOS BERBAHAN DASAR DAUN PAITAN (Thitonia diversifolia)
Bio-site. Vol. 03 No. 1, Mei 2017 : 39 46 ISSN: 2502-6178 PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) DENGAN PEMBERIAN KOMPOS BERBAHAN DASAR DAUN PAITAN (Thitonia diversifolia) GROWTH OF MUSTAR
BAB III MATERI DAN METODE. dengan kuantitas berbeda dilaksanakan di kandang Laboratorium Produksi Ternak
8 BAB III MATERI DAN METODE 3.1. Lokasi Penelitian Penelitian keluaran kreatinin pada urin sapi Madura yang mendapat pakan dengan kuantitas berbeda dilaksanakan di kandang Laboratorium Produksi Ternak
KAJIAN PENAMBAHAN TETES SEBAGAI ADITIF TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK DAN NUTRISI SILASE KULIT PISANG
KAJIAN PENAMBAHAN TETES SEBAGAI ADITIF TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK DAN NUTRISI SILASE KULIT PISANG (Study on Molasses as Additive at Organoleptic and Nutrition Quality of Banana Shell Silage) S. Sumarsih,
I. PENDAHULUAN. sehingga perlu dilakukan peningkatan kualitas, kuatitas, dan kontinyutasnya. maupun dalam bentuk kering (Susetyo, 1980).
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan pakan merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan usaha peternakan karena berkaitan dengan produktifitas ternak, sehingga perlu dilakukan peningkatan
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaan Umum Penelitian Penanaman rumput B. humidicola dilakukan di lahan pasca tambang semen milik PT. Indocement Tunggal Prakasa, Citeurep, Bogor. Luas petak yang digunakan untuk
PENGARUH PEMBERIAN KOTORAN KELINCI FERMENTASI (URINE DAN FESES) DAN INTERVAL PEMOTONGAN TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS RUMPUT GAJAH
PENGARUH PEMBERIAN KOTORAN KELINCI FERMENTASI (URINE DAN FESES) DAN INTERVAL PEMOTONGAN TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) SKRIPSI FHINKA NATALYA SIHOMBING 090306031 PROGRAM
PENGARUH PEMBERIAN KADAR AIR BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI HIJAUAN TANAMAN Indigofera zollingeriana RINGKASAN
PENGARUH PEMBERIAN KADAR AIR BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI HIJAUAN TANAMAN Indigofera zollingeriana Marza Ayu Dea Ranti Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Denpasar
I. PENDAHULUAN. Sorgum merupakan salah satu jenis tanaman serealia yang memiliki potensi besar
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Sorgum merupakan salah satu jenis tanaman serealia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Tanaman sorgum mempunyai daerah adaptasi
Animal Agriculture Journal, Vol. 1. No. 1, 2012, p Online at :
Animal Agriculture Journal, Vol. 1. No. 1, 2012, p 797 805 Online at : http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/aaj SERAPAN NITROGEN DAN FOSFOR TANAMAN ECENG GONDOK SEBAGAI SUMBER DAYA PAKAN PADA PERAIRAN
PENGARUH PUPUK KANDANG KELINCI DAN PUPUK UREA TERHADAP KETERSEDIAAN N TOTAL PADAPERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG
1 PENGARUH PUPUK KANDANG KELINCI DAN PUPUK UREA TERHADAP KETERSEDIAAN N TOTAL PADAPERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) PADA TANAH INCEPTISOL KWALA BEKALA SKRIPSI OLEH NIKO FRANSISCO SILALAHI 090301024
PASTURA BAGI RUMINASIA
PASTURA BAGI RUMINASIA Bernadete B. Koten 1), A. Paga 1), R. Wea 2), P. Toe 1) 1) 2) Program Studi Teknologi Pakan Ternak, Program Studi Produksi Ternak, Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Jalan Herman
SKRIPSI PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT
SKRIPSI PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) YANG DIPENGARUHI OLEH JENIS LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA DENGAN FREKUENSI YANG BERBEDA Oleh: JenniKania 10982005365 PROGRAM STUDI
III. TATA CARA PENELITIAN
III. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Green House untuk melakukan fermentasi dari urin kelinci dan pengomposan azolla, dilanjutkan dengan pengaplikasian pada
KANDUNGAN LEMAK KASAR, BETN, KALSIUM DAN PHOSPOR FESES AYAM YANG DIFERMENTASI BAKTERI Lactobacillus sp
KANDUNGAN LEMAK KASAR, BETN, KALSIUM DAN PHOSPOR FESES AYAM YANG DIFERMENTASI BAKTERI Lactobacillus sp Crude fat, BETN, Calcium and phosfor contents of poultry waste fermented with Lactobacillus sp Jamila
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) DENGAN PEMBERIAN DUA JENIS PUPUK KANDANG PADA DUA KALI PENANAMAN
SKRIPSI PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) DENGAN PEMBERIAN DUA JENIS PUPUK KANDANG PADA DUA KALI PENANAMAN Oleh: Mitra Septi Kasi 11082201653 PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pupuk organik cair adalah ekstrak dari hasil pembusukan bahan-bahan organik. Bahan-bahan organik ini bisa berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan dan manusia yang
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Materi Metode Pembuatan Petak Percobaan Penimbangan Dolomit Penanaman
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilakukan mulai akhir bulan Desember 2011-Mei 2012. Penanaman hijauan bertempat di kebun MT. Farm, Desa Tegal Waru. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium
SKRIPSI. PENGARUH SISTIM OLAH TANAH DAN DOSIS PUPUK NPK MAJEMUK 16:16:16 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum)
SKRIPSI PENGARUH SISTIM OLAH TANAH DAN DOSIS PUPUK NPK MAJEMUK 16:16:16 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) Oleh: Martadinata 10982008297 PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS
II. TINJAUAN PUSTAKA. utama MOL terdiri dari beberapa komponen yaitu karbohidrat, glukosa, dan sumber
5 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mikroorganisme Lokal (MOL) Mikroorganisme lokal (MOL) adalah mikroorganisme yang dimanfaatkan sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik padat maupun pupuk cair. Bahan utama
TINJAUAN PUSTAKA. keberhasilan usaha pengembangan peternakan disamping faktor bibit dan
TINJAUAN PUSTAKA Sumberdaya Pakan Pakan adalah bahan makanan tunggal atau campuran, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diberikan kepada hewan untuk kelangsungan hidup, berproduksi, dan berkembang
Aplikasi Pupuk Kandang dan Pupuk SP-36 Untuk Meningkatkan Unsur Hara P Dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Tanah Inceptisol Kwala Bekala
Aplikasi Kandang dan Untuk Meningkatkan Unsur Hara P Dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Tanah Inceptisol Kwala Bekala Application of Farmyard Manure and SP-36 Fertilizer on Phosphorus Availability
PEMANFAATAN URINE KELINCI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN. DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L) VARIETAS TOSAKAN.
PEMANFAATAN URINE KELINCI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L) VARIETAS TOSAKAN. LIQUID ORGANIC RABBIT FERTILIZER APPLICATION ON GROWTH AND PRODUCTION OF MUSTARD
Respon Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) Terhadap Pemberian Pupuk Majemuk
Respon Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) Terhadap Pemberian Pupuk Majemuk Respons of Elephant Grass (Pennisetum purpureum) with The Application of Compound Fertilizer Maria Erviana Kusuma Fakultas Peternakan
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian
III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung di Desa Muara Putih Kecamatan Natar Kabupaten Lampung
TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Yogyakarta, GreenHouse di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah
III. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di lahan kering, Desa Gading PlayenGunungkidul Yogyakarta, GreenHouse di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,
EFEK PENGGUNAAN KONSENTRAT PABRIKAN DAN BUATAN SENDIRI DALAM RANSUM BABI STARTER TERHADAP EFISIENSI PENGGUNAAN RANSUM. S.N.
EFEK PENGGUNAAN KONSENTRAT PABRIKAN DAN BUATAN SENDIRI DALAM RANSUM BABI STARTER TERHADAP EFISIENSI PENGGUNAAN RANSUM S.N. Rumerung* Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi Manado, 95115 ABSTRAK
PENGARUH PEMBERIAN FESES DAN URIN KERBAU LUMPUR TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS RUMPUT GAJAH MINI
PENGARUH PEMBERIAN FESES DAN URIN KERBAU LUMPUR TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS RUMPUT GAJAH MINI (Pennisetum purpureum schamach) DENGAN INTERVAL PEMOTONGAN YANG BERBEDA SIKRIPSI EVI REKA BANJARNAHOR 110306006
BAB I PENDAHULUAN. Ternak ruminansia seperti kerbau, sapi, kambing dan domba sebagian besar bahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ternak ruminansia seperti kerbau, sapi, kambing dan domba sebagian besar bahan pakannya berupa hijauan. Pakan hijauan dengan kualitas baik dan kuantitas yang cukup
PENGARUH JARAK TANAM TERHADAP TINGGI TA NAMAN DAN BERAT SEGAR PER RUMPUN RUMPUT GAJAH ODOT (Pennisetum purpureum cv. mott)
PENGARUH JARAK TANAM TERHADAP TINGGI TA NAMAN DAN BERAT SEGAR PER RUMPUN RUMPUT GAJAH ODOT (Pennisetum purpureum cv. mott) The Effect Row Spacing to Plant High and Fresh Weight per Clump of Dwarf Nafier
PENDAHULUAN. Latar Belakang. memenuhi kebutuhan pokok ternak, pertumbuhan dan perkembangan,
PENDAHULUAN Latar Belakang Pakan merupakan kebutuhan penting ternak yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan pokok ternak, pertumbuhan dan perkembangan, serta produksi dan reproduksi. Usaha peternakan sangat
I. PENDAHULUAN. dapat menyebabkan rendahnya produksi ternak yang di hasilkan. Oleh karena itu,
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan pakan merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan usaha peternakan karena berkaitan dengan produktivitas ternak, sehingga perlu dilakukan peningkatan
BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dengan judul Kecernaan dan Deposisi Protein Pakan pada Sapi
22 BAB III MATERI DAN METODE Penelitian dengan judul Kecernaan dan Deposisi Protein Pakan pada Sapi Madura Jantan yang Mendapat Kuantitas Pakan Berbeda dilaksanakan pada bulan Juni September 2015. Lokasi
PENGARUH JARAK TANAM DAN POSISI RUAS STEK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) SKRIPSI
PENGARUH JARAK TANAM DAN POSISI RUAS STEK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) SKRIPSI Oleh Ahmad Fitriyanto NIM 091510501143 PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN
EFEK PENGGUNAAN BERBAGAI LEVEL FESES KERBAUFERMENTASI TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS RUMPUT
EFEK PENGGUNAAN BERBAGAI LEVEL FESES KERBAUFERMENTASI TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS RUMPUT (Paspalumconjugatum, Brachiaria decumbens, Digitaria milanjiana) SKRIPSI Oleh: PRAWESTRI DWI PURWANTI 110306036
BOBOT BASAH DAN JUMLAH ANAKAN RUMPUT GAJAH YANG DITANAM SECARA TUMPANGSARI DENGAN KEDELAI
BOBOT BASAH DAN JUMLAH ANAKAN RUMPUT GAJAH YANG DITANAM SECARA TUMPANGSARI DENGAN KEDELAI Ben Suharno dan Dewi Puspitaningrum Jurusan Pendidikan Biologi IKIP PGRI Semarang WET WEIGHT AND NUMBER OF THE
III. TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian ini akan dilakukan bulan Juli sampai Agustus 2015 di Green House dan
III. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilakukan bulan Juli sampai Agustus 2015 di Green House dan Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian UMY. B. Bahan dan Alat Penelitian
KARYA ILMIAH TENTANG. BUDIDAYA CAISIN (Brassica juncea) SECARA ORGANIK DENGAN PENGARUH BEBERAPA JENIS PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL
KARYA ILMIAH TENTANG BUDIDAYA CAISIN (Brassica juncea) SECARA ORGANIK DENGAN PENGARUH BEBERAPA JENIS PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL Oleh : Rinda Dewi Lestari NPM 10712032 POLITEKNIK NEGERI
MATERI DAN METODE. Materi
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2011 sampai dengan bulan Januari 2012 di Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang untuk proses pembuatan silase daun singkong,
BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian
14 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung Gedung Meneng, Kecamatan raja basa, Bandar Lampung
III. METODE PENELITIAN. Kecamatan Medan Percut Sei Tuan dengan ketinggian tempat kira-kira 12 m dpl,
III. METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Medan Area yang berlokasi di Jl. Kolam No.1 Medan Estate Kecamatan Medan Percut
PENDAHULUAN. padat (feses) dan limbah cair (urine). Feses sebagian besar terdiri atas bahan organik
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peternakan sapi perah selain menghasilkan air susu juga menghasilkan limbah. Limbah tersebut sebagian besar terdiri atas limbah ternak berupa limbah padat (feses) dan limbah
PENANAMAN Untuk dapat meningkatkan produksi hijauan yang optimal dan berkualitas, maka perlu diperhatikan dalam budidaya tanaman. Ada beberapa hal yan
Lokakarya Fungsional Non Peneliri 1997 PENGEMBANGAN TANAMAN ARACHIS SEBAGAI BAHAN PAKAN TERNAK Hadi Budiman', Syamsimar D. 1, dan Suryana 2 ' Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Jalan Raya Pajajaran
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan pada bulan Sebtember - Desember
III. METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan pada bulan Sebtember - Desember 2016, tempat pelaksanaan penelitian dilakukan di lahan pertanian Universitas Muhamadiyah
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2014 Februari 2015 di Jurusan
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2014 Februari 2015 di Jurusan Peternakan, analisis silase dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L) DENGAN PEMBERIAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) DAN PUPUK KANDANG AYAM
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L) DENGAN PEMBERIAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) DAN PUPUK KANDANG AYAM PLANT GROWTH AND PRODUCTION MUSTARD (Brassica juncea L) WITH GRANT OF MICROORGANISMS
PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) YANG DIBERI PUPUKKANDANG AYAM DENGAN KERAPATAN TANAM BERBEDA
SKRIPSI PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) YANG DIBERI PUPUKKANDANG AYAM DENGAN KERAPATAN TANAM BERBEDA Oleh: Arif Budi Kusuma 11082100216 PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN
PENGARUH JARAK TANAM DAN DOSIS BIO-URIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL RUMPUT Panicum maximum PADA PEMOTONGAN KE TIGA
PENGARUH JARAK TANAM DAN DOSIS BIO-URIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL RUMPUT Panicum maximum PADA PEMOTONGAN KE TIGA Ni Nyoman Candraasih Kusumawati 1), Ni Made Witariadi 2), I Ketut Mangku Budiasa 3),
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS KOMPOS TERNAK BABI DAN INTERVAL PEMOTONGAN TERHADAP KUALITAS HIJAUAN RUZI (Brachiaria ruziziensis)
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS KOMPOS TERNAK BABI DAN INTERVAL PEMOTONGAN TERHADAP KUALITAS HIJAUAN RUZI (Brachiaria ruziziensis) SKRIPSI Oleh: IDA RO ARTHA 110306035 PROGRAM STUDI PETERNAKAN FAKULTAS PERTANIAN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pupuk merupakan bahan-bahan yang mengandung satu atau lebih zat senyawa yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Selain dibutuhkan oleh tanaman pupuk
PEMANFAATAN LIMBAH TEPUNG AREN DAN MIKROORGANISME LOKAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH BESAR (Capsicum annum L.)
PEMANFAATAN LIMBAH TEPUNG AREN DAN MIKROORGANISME LOKAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH BESAR (Capsicum annum L.) Ircham Riyadi 1, Bambang Pujiasmanto 2, dan Pardono 3 1 Mahasiswa Program
Pola produksi dan nutrisi rumput Kume (Shorgum plumosum var. Timorense) pada lingkungan alamiahnya
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan 24 (2): 31-40 ISSN: 0852-3581 Fakultas Peternakan UB, http://jiip.ub.ac.id/ Pola produksi dan nutrisi rumput Kume (Shorgum plumosum var. Timorense) pada lingkungan alamiahnya
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulagris L.) E- JURNAL FATMA RIZA
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulagris L.) E- JURNAL FATMA RIZA 08010009 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP)
RESPON PRODUKSI SUSU SAPI FRIESIAN HOLSTEIN TERHADAP PEMBERIAN SUPLEMEN BIOMINERAL DIENKAPSULASI SKRIPSI PIPIT
RESPON PRODUKSI SUSU SAPI FRIESIAN HOLSTEIN TERHADAP PEMBERIAN SUPLEMEN BIOMINERAL DIENKAPSULASI SKRIPSI PIPIT DEPARTEMEN ILMU NUTRISI DAN TEKNOLOGI PAKAN FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009
TATA CARA PENELITIAN
III. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan di Green House (GH) dan Laboratorium Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, pada bulan
Pola Pemupukan dan Pemulsaan pada Budidaya Sawi Etnik Toraja di Pulau Tarakan
Prosiding Seminar Nasional Budidaya Pertanian Urgensi dan Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian Bengkulu 7 Juli 2011 ISBN 978-602-19247-0-9 24 Pola Pemupukan dan Pemulsaan pada Budidaya Sawi
Pengaruh Campuran Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kubis Bunga (Brassica oleracea L.)
JTAM AGROEKOTEK VIEW April 2018 Vol.1 No. 2 faperta.jtam.unlam.ac.id/index.php/agroekotek Pengaruh Campuran Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kubis Bunga (Brassica oleracea L.) Khairul Ansar
PRODUKTIVITAS Indigofera zollingeriana YANG DI TANAM PADA LAHAN GAMBUT TERDEGRADASI DENGAN UMUR PANEN YANG BERBEDA
SKRIPSI PRODUKTIVITAS Indigofera zollingeriana YANG DI TANAM PADA LAHAN GAMBUT TERDEGRADASI DENGAN UMUR PANEN YANG BERBEDA Oleh : Mohamad Poniran 11181102094 PROGRAM STUDI PETERNAKAN FAKULTAS PERTANIAN
PENGARUH INTERVAL PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL EMPAT KULTIVAR JAGUNG (Zea mays L.)
PENGARUH INTERVAL PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL EMPAT KULTIVAR JAGUNG (Zea mays L.) Danti Sukmawati Ciptaningtyas 1, Didik Indradewa 2, dan Tohari 2 ABSTRACT In Indonesia, maize mostly planted
PENGARUH DOSIS PUPUK MAJEMUK DAN KETINGGIAN PERMUKAAN MEDIA HIDROPONIK SISTEM DRIP TERHADAP HASIL DAN KANDUNGAN NUTRISI RUMPUT GAJAH SKRIPSI
PENGARUH DOSIS PUPUK MAJEMUK DAN KETINGGIAN PERMUKAAN MEDIA HIDROPONIK SISTEM DRIP TERHADAP HASIL DAN KANDUNGAN NUTRISI RUMPUT GAJAH SKRIPSI Oleh Meida Wulandari NIM 091510501104 PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
PEMUPUKAN NPK PADA TANAMAN DURIAN (Durio zibethinus Murr.) LOKAL UMUR 3 TAHUN
422 JURNAL PRODUKSI TANAMAN Vol. 1 No. 5 NOVEMBER-2013 ISSN: 2338-3976 PEMUPUKAN NPK PADA TANAMAN DURIAN (Durio zibethinus Murr.) LOKAL UMUR 3 TAHUN FERTILIZATION OF NPK ON LOCAL DURIAN (Durio zibethinus
BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dengan judul keluaran kreatinin lewat urin pada domba lokal
10 BAB III MATERI DAN METODE Penelitian dengan judul keluaran kreatinin lewat urin pada domba lokal jantan yang diberi pakan jerami padi perlakuan menggunakan urin dan urea dilaksanakan pada bulan Juni
SKRIPSI. Oleh: GayuhMandasia
SKRIPSI PEMBERIAN PUPUK URINESAPITERFERMENTASIDENGAN INTERVAL DAN DOSISYANG BERBEDA TERHADAPPERTUMBUHANDAN HASIL TANAMAN SORGUM MANIS (Sorghum bicolor L. Moench) Oleh: GayuhMandasia 11082102949 PROGRAM
I. PENDAHULUAN. cruciferae yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Sawi memiliki nilai gizi yang
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Kesadaran manusia akan kesehatan menjadi salah satu faktor kebutuhan sayur dan buah semakin meningkat. Di Indonesia tanaman sawi merupakan jenis sayuran
III. MATERI DAN METODE. Jl. HR. Soebrantas KM 15 Panam, Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan pada
III. MATERI DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau yang beralamat di Jl. HR.
THE INFLUENCE OF N, P, K FERTILIZER, AZOLLA (Azolla pinnata) AND PISTIA (Pistia stratiotes) ON THE GROWTH AND YIELD OF RICE (Oryza sativa)
JURNAL PRODUKSI TANAMAN Vol. 1 No. 3 JULI-2013 ISSN : 2338-3976 PENGARUH PUPUK N, P, K, AZOLLA (Azolla pinnata) DAN KAYU APU (Pistia stratiotes) PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI SAWAH (Oryza sativa) THE
rv. HASIL DAN PEMBAHASAN
17 rv. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Tinggi Tanaman (cm) Hasil sidik ragam parameter tinggi tanaman (Lampiran 6 ) menunjukkan bahwa penggunaan pupuk kascing dengan berbagai sumber berbeda nyata terhadap tinggi
TEKNOLOGI PRODUKSI BIOMAS JAGUNG MELALUI PENINGKATAN POPULASI TANAMAN. F. Tabri Balai Penelitian Tanaman Serealia
TEKNOLOGI PRODUKSI BIOMAS JAGUNG MELALUI PENINGKATAN POPULASI TANAMAN F. Tabri Balai Penelitian Tanaman Serealia Abstrak. Teknologi produksi biomas jagung melalui peningkatan populasi tanaman.tujuan pengkajian
pastura Vol. 3 No. 1 : ISSN : X
pastura Vol. 3 No. 1 : 30-34 ISSN : 2088-818X PENGARUH PEMBERIAN ASAP CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT RAJA (Pennisetum purpureophoides) Muhakka 1), A. Napoleon 2) dan Hidayatul Isti adah 3) 1) Staf Pengajar
