BAB 3 METODE PENELITIAN
|
|
|
- Hengki Pranata
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 46 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pemilihan pendekatan kualitatif didasarkan pada pemikiran bahwa masalah penelitian yang diajukan harus dijawab secara kualitatif atau berarti memerlukan uraian mendalam. Suatu penelitian kualitatif tidak dimulai dengan mengajukan hipotesis dan kemudian menguji kebenaran, tetapi bergerak dari bawah dengan pengumpulan sebanyak mungkin tentang sesuatu, dan dari data tersebut dicari pola-pola, hukum, prinsip-prinsip, dan akhirnya menarik kesimpulan dan analisis tersebut (Irawan, 2006). Pemilihan pendekatan ini didasarkan pada masalah yang diteliti, yaitu berkaitan dengan kebijakan perpajakan untuk masalah tertentu. Sementara itu menurut Creswell (1994, hal 146), karakteristik penelitian kualitatif adalah: Characteristic of qualitative research problem are: a) the concept is immature due to conspicuous lack of theory and previous research;b) a notion that available theory may be inaccurate, inappropriate, incorrect, or biased; c)a need exist to explore and describe the phenomena and to develope theory; or d) the nature of the phenomenon may not be suited to quantitative measures Berdasarkan pengertian dan karakteristik di atas, penelitian kualitatif tidak untuk menkonfirmasi realitas seperti dalam uji hipotesis, tetapi lebih ditujukan untuk menampakkan realitas yang sebelumnya tersembunyi menjadi nampak. 3.2 Jenis/ Tipe Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Menurut Irawan (2004), penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan mendeskripsikan atau menjelaskan sesuatu hal apa adanya. Penelitian ini bersifat deskriptif karena penelitian ini bermaksud untuk menghimpun
2 47 berbagai data dan informasi, mendeskripsikan dan menganalisa fakta di lapangan. Pemilihan pendekatan ini dilakukan dengan pertimbangan dalam tesis ini akan dimulai dengan menjabarkan pengertian pajak, subyek pajak, obyek pajak, surplus Bank Indonesia, pengenaan pajak penghasilan atas surplus bank sentral di negara lainnya, serta sistem keuangan Bank Indonesia. Selanjutnya berdasarkan hal tersebut diuraikan mengenai manfaat dan biaya serta peluang dan risiko dari ditetapkannya surplus Bank Indonesia sebagai obyek pajak penghasilan yang merupakan bahan analisis. 3.3 Metode dan Strategi Penelitian Banyak metode yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data, namun tidak semua metode sesuai dengan suatu jenis penelitian. Menurut Moleong (2007), salah satu ciri dari penelitian kualitatif adalah digunakannya metodemetode kualitatif. Metode ini terdiri dari pengamatan, wawancara atau penelaahan dokumen Teknik Pengumpulan Data Banyak metode yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data, namun tidak semua metode sesuai untuk jenis penelitian. Dalam Penelitian ini menggunakan 2 (dua) teknik pengumpulan data, yakni dengan studi kepustakaan dan penelitian lapangan (wawancara) a. Studi Kepustakaan Tidak ada suatu penelitian ilmiah yang tidak melibatkan kajian kepustakaan (Irawan, 2004). Studi ini dilakukan dengan mempelajari buku buku, literature, majalah, jurnal, dan paper dari berbagai sumber yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Dalam studi kepustakaan juga dipelajari penelitian terdahulu tentang penetapan surplus BI sebagai obyek PPh serta penelitian penelitian yang menggunakan metode Analytic Network Processing (ANP). Studi kepustakaan ini bertujuan untuk mendapatkan kerangka teori dalam penentuan arah dan tujuan penelitian serta mencari konsep-konsep dan bahanbahan yang sesuai dengan konteks permasalahan tesis ini.
3 48 b. Penelitian Lapangan (wawancara) Dalam penelitian ini selain data kepustakaan juga dibutuhkan data persepsi para ahli pajak, keuangan negara dan kebanksentralan yang mengerti, terlibat dan terkait dengan penetapan surplus Bank Indonesia sebagai obyek Pajak Penghasilan. Untuk mendapatkan data tersebut dilakukan dengan indepth interview (wawancara mendalam) kepada beberapa sampel (narasumber) yang dipilih secara sengaja (purposif) (Irawan, 2006). Menurut Irawan (2006), dala penelitian kualitatif sampel tidak perlu mewakili populasi. Sampel bukan berdasarkan pada aspek keterwakilan populasi di dalam sampel tetapi lebih pada kemampuan sampel (responden) untuk memasok informasi selengkap mungkin pada peneliti. Maka lebih baik bertanya pada satu atau dua orang pakar tentang otonomi daerah, misalnya, daripada bertanya kepada 1000 penduduk (yang dipilih secara acak) untuk memahami otonomi daerah. Jumlah bukanlah yang terpenting bagi peneliti kualitatif. Satu orang mungkin sudah cukup, seribu orang mungkin tidak berarti apa-apa. Berdasarkan sampel purposif, wawancara dalam penelitian ini diperoleh dari beberapa narasumber, baik dari Direktorat Jenderal Pajak, Bank Indonesia dan DPR yang pakar dalam masalah penetapan surplus Bank Indonesia sebagai obyek pajak penghasilan serta mengerti dan mengetahui penetapan kebijakan ini serta yang mengalami dampak dari kebijakan penetapan surplus Bank Indonesia sebagai obyek pajak pnghasilan. Data yang dikumpulkan dalam indepth interview berupa data persepsi yang membandingkan secara berpasang-pasangan (pairwise comparison) untuk setiap analisis. Data yang dikumpulkan adalah data persepsi nara sumber tentang: 1. Manfaat kepastian hukum, keadilan hukum, kepastian penerimaan negara, kecepatan penerimaan negara, serta besarnya penerimaan negara dari masing-masing alternatif kebijakan dilihat dari kacamata institusi yang terlibat. 2. Besarnya peluang optimalisasi penerimaan negara yang direpresentasikan oleh kepastian, kecepatan, serta besaran penerimaan negara, dilihat dari
4 49 kacamata institusi yang terlibat, dengan menimbang perkembangan surplus Bank Indonesia. 3. Besarnya peran biaya optimalisasi penerimaan negara khususnya dilihat dari peningkatan pengeluaran BI untuk pembayaran pajak, dilihat dari kacamata institusi yang terlibat. 4. Risiko kepastian hukum, keadilan hukum, yang bisa timbul dari upaya optimalisasi penerimaan negara dari surplus BI sebagaimana direpresentasikan oleh kepastian, kecepatan, serta besarnya penerimaan negara dari masing-masing alternatif kebijakan dilihat dari kacamata institusi yang terlibat. Secara umum tahapan pelaksanaan wawancara dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Pertama, menyusun daftar pertanyaan (kuesioner) untuk seluruh kriteria dan sub kriteria. Jenis pertanyaan tersebut dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu pertanyaan umum yang diberikan kepada seluruh narasumber, dan pertanyaan khusus yang relevan dengan institusi narasumber. Selain itu dalam wawancara diharapkan diketahui juga pandangan umum narasumber mengenai kebijakan di luar alternatif kebijakan yang sudah dilaksanakan Teknik Pengolahan Data Berkaitan dengan pengolahan data, Irawan (2006) memberikan beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan pada waktu melakukan analisis data penelitian kualitatif: 1. Pengumpulan data mentah, yang dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan, kajian pustaka. 2. Pengumpulan data mentah, yaitu merubah catatan ke bentuk tertulis. 3. Pembuatan koding, membaca ulang seluruh data yang sudah ditranskip, dan mengambil kata kunci. 4. Kategorisasi data, menyederhanakan data dengan cara mengikat konsepkonsep(kata-kata) kunci dalam besaran 5. Penyimpulan sementara, yaitu pengambilan kesimpulan sementara
5 50 6. Triangulasi, melakukan check dan recheck antara satu sumber dengan sumber data lainnya. 7. Penyimpulan akhir, yaitu proses akhir dari keseluruhan langkah. Kesimpulan akhir diambil ketika data sudah jenuh (saturated) dan setiap penambahan data baru hanya berarti ketumpang tindihan (redundant). Terkait dengan penggunaan metode ANP, berdasarkan informasi yang diperoleh pada saat pengumpulan data melalui indepht interview diperoleh persepsi umum dari narasumber mengenai alternatif kebijakan optimalisasi penerimaan negara dari surplus BI dengan mempertimbangan seluruh kriteria BOCR serta sub kriteria. Selanjutnya, seluruh data diolah dengan menggunakan software super decision Teknik Analisis Data Menurut Neuman (1991, hal 426), metode yang berkaitan dengan analisis data kualitatif adalah: five such methods selected from the all possible methods: successive approximation, the illustrative method, analytic comparison, domain analysis, and idea types. Qualitatif researches sometimes combine the methods or use them with quantitative analysis. Dari penjelasan di atas, nampak bahwa suatu penelitian kualitatif kadang-kadang mengkombinasikan metode penelitiannya dengan analisis kuantitatif. Analisis penelitian ini akan dilakukan dalam dua tahapan, yakni dengan menggunakan analisis kualitatif deskriptif. Guna melengkapi hasil analisis kualitatif, selanjutnya terhadap hasil-hasil analisis kualitatif dicoba untuk dikuantitatifkan dengan metode ANP. Dipergunakannya 2 (dua) analisis ini dengan pertimbangan analisis kualitatif akan lebih bersifat parsial, tidak terjadi integrasi kesimpulan sehingga hasilnya perdebatan masih akan terus terjadi. Dengan pendekatan ini diharapkan dapat dihasilkan satu analisis yang secara holistic memasukkan seluruh pertimbangan baik dari yang setuju maupun yang kurang setuju dengan kebijakan surplus Bank Indonesia sebagai objek pajak penghasilan.
6 51 Untuk melengkapi hasil analisis kualitatif, selanjutnya dilakukan analisis kuantitatif terhadap hasil-hasil analisis kualitatif dicoba untuk dikuantifikasikan sehingga didapatkan suatu angka tertentu yang menjadi kesimpulan menyeluruh. Dengan pendekatan ini diharapkan dapat dihasilkan satu analysis yang secara holistic memasukkan seluruh pertimbangan baik dari sisi yang pro maupun yang kontra atas kebijakan surplus Bank Indonesia sebagai objek pajak penghasilan. 3.4 Nara Sumber Sebagaimana dijelaskan dalam kerangka pemikiran serta pembentukan model pada bab 2, penelitian ini selain mempergunakan data sekunder juga mempergunakan data primer berupa persepsi pihak-pihak yang dapat dianggap ahli (pakar) di bidang yang menjadi objek penelitian ini. Data primer tersebut dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam terhadap key informan atau nara sumber yang mengetahui dan mengerti tentang penetapan Surplus Bank Indonesia sebagai obyek pajak penghasilan serta yang terkena akibat dari kebijakan tersebut. Disadari bahwa kunci dari validitas penggunaan metodologi ini adalah responden atau nara sumber yang ahli di bidangnya. Oleh karena itu nara sumber yang dipilih adalah pejabat dari DPR (anggota DPR), pejabat Dirjen Pajak, serta pejabat Bank Indonesia yang terlibat pada saat penyusunan kebijakan maupun pada saat implementasi kebijakan. Nara sumber tersebut adalah: a. Direktorat Jenderal Pajak Terdapat dua narasumber yang dipilih untuk menjadi narasumber dari pihak Direktorat Jenderal Pajak. Pertama, Ketua Tim Reformasi Perpajakan. Dipilihnya nara sumber ini karena nara sumber ini terlibat langsung dalam pengajuan sampai persetujuan perubahan Undang-undang pajak penghasilan sehingga diyakini sebagai pihak yang paling mengetahui dan memahami dengan jelas latar belakang terbitnya Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-undang nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. Kedua, Ketua Tim Perumus Undang-undang Pajak Penghasilan selakigus Kepala Kantor Wilayah Wajib Pajak Besar, yang membawahi Kantor Pelayanan Pajak BUMN tempat Bank Indonesia terdaftar
7 52 sebagai Wajib Pajak. Dipilihnya nara sumber ini karena nara sumber ini terlibat langsung dalam pembahasan Undang-undang pajak penghasilan sehingga diyakini sebagai pihak yang paling mengetahui dan memahami dengan jelas latar belakang terbitnya Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-undang nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan serta yang terlibat dalam penerapan undang undang ini sehingga diyakini mengetahui implementasi dari undang-undang ini. b. Pihak Bank Indonesia Nara sumber yang dimintakan pendapatnya adalah pejabat pada Direktorat Keuangan Bank Indonesia yang menjalankan kebijakan Bank Indonesia di bidang keuangan dan perpajakan sehingga memahami bagaimana pemajakan atas surplus Bank Indonesia dalam penerapannya. c. Pihak DPR Nara sumber yang dimintakan pendapatnya adalah salah seorang anggota DPR yang terlibat dalam panitia kerja pembahasan UU Pajak penghasilan tahun 2008 dari Komisi XI DPR RI. Dipilihnya nara sumber ini karena nara sumber ini terlibat langsung dalam pembahasan perubahan Undang-undang pajak penghasilan sehingga diyakini sebagai pihak yang paling mengetahui dan memahami dengan jelas latar belakang terbitnya Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-undang nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. 3.5 Proses Penelitian Proses penelitian dilakukan dengan langkah-langkah sistematis sesuai dengan langkah penelitian kualitatif. Proses penelitian ini dimulai dengan perumusan masalah dan menentukan metodologi yang akan dilakukan. Penelitian dilanjutkan dengan mempersiapkan kajian literatur yang sesuai dengan perumusan masalah yang ada. Penelitian lapangan dipersiapkan dengan matang sebelum dilakukan. Persiapan tersebut termasuk mempersiapkan pedoman wawancara. Berdasarkan kajian literatur yang ada kemudian dipelajari dan didalami. setelah itu dilakukan wawancara terhadap key informan yang telah ditentukan.
8 53 Hasil wawancara dan kajian literatur yang didapat, kemudian dianalisis untuk menyusun simpulan dan saran. 3.6 Penentuan Lokasi dan Objek Penelitian Obyek penelitian ini adalah tentang penetapan surplus Bank Indonesia sebagai obyek pajak penghasilan dalam Pasal 4 ayat (1) huruf s Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan keempat atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan yang sejak rencana penetapannya sudah menimbulkan perdebatan. Dengan demikian dalam pembahasannya akan disajikan gambaran tentang Bank Indonesia dan sistem keuangan Bank Indonesia. Dalam menganalisa kebijakan ini tidak hanya dijabarkan secara deskriptif tetapi juga mengkuantitatifkan data kualitatif. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menekankan pada aspek yuridis dan keuangan negara, penelitian ini lebih menekankan pada beberapa hal yakni bagaimana suatu kebijakan diambil dengan melihat dari manfaat, peluang, biaya dan risiko kemudian menganalisa tepatkah sebenarnya kebijakan tersebut diambil dengan mengkuantifikasikan data persepsi menggunakan Analytical Network Process (ANP) 3.7 Keterbatasan Penelitian Penelitian ini difokuskan kepada evaluasi kebijakan penetapan surplus Bank Indonesia sebagai objek pajak penghasilan dalam rangka optimalisasi penerimaan negara dengan mempergunakan pendekatan manfaat, biaya, peluang, serta risiko (BOCR) dari Analytic Network Process (ANP). Data yang dipergunakan berupa data sekunder - khususnya dalam hal organisasi dan keuangan Bank Indonesia - serta data primer berupa persepsi narasumber. Sesuai cakupan penelitian, data, serta pendekatan yang dipergunakan, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yaitu: a) Subjektivitas Penggunaan data primer berupa persepsi narasumber menyebabkan hasil penelitian ini sangat bergantung kepada objektivitas narasumber. Untuk mengatasi pandangan subjektif narasumber, penelitian ini mencoba melakukan balancing (penyeimbangan) pendapat, dengan meminta
9 54 pendapat dari berbagai pihak, seperti pihak Bank Indonesia, Departemen Keuangan (Dirjen Pajak), serta dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. b) Ketidak-konsistenan Pendekatan Analytic Network Process (ANP) dalam penelitian ini, membutuhkan data persepsi yang memperbandingkan kriteria, sub-kriteria secara berpasang-pasangan (pairwise comparison). Dalam pengumpulan data primer, sebagaimana keterbatasan Analytic Network Process (ANP) pada umumnya, dapat terjadi ketidak-konsistenan narasumber, yang pada akhirnya dapat menyebabkan tidak akuratnya hasil analisis. Untuk mengatasi ketidak-konsistenan (inconsistency) narasumber pada penelitian ini dilakukan check dan re-check, teliti dan teliti kembali.
UNIVERSITAS INDONESIA
UNIVERSITAS INDONESIA SURPLUS BANK INDONESIA SEBAGAI OBYEK PAJAK PENGHASILAN DALAM RANGKA OPTIMALISASI PENERIMAAN NEGARA: ANALISIS MANFAAT, PELUANG, BIAYA DAN RISIKO DENGAN MENGGUNAKAN ANALYTIC NETWORK
BAB 3 METODE PENELITIAN
43 BAB 3 METODE PENELITIAN Bab ini membahas perihal metode penelitian yang meliputi pendekatan penelitian, jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, dan metode pengumpulan data sebagai berikut: 3.1.
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian Metodelogi penelitian ialah suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan yang terdapat dalam penelitian. Penelitian ilimah sendiri adalah 1
BAB III METODE PENELITIAN. dan unit yang diteliti, yaitu berusaha menggambarkan, menganalisis masalahmasalah
BAB III METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian dan Pendekatan Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriftif kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan
BAB III METODE PENELITIAN. 1. Konsep dan Variabel Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif
43 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Konsep dan Variabel Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode
BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif yaitu pengumpulan dan penyajian datanya dituangkan dalam kata-kata dan
72 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yaitu pengumpulan dan penyajian datanya dituangkan dalam kata-kata dan
BAB 3 METODE PENELITIAN
39 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan positivist. Pendekatan positivist menurut Neuman (2003: 541) adalah An approach to
BAB III METODE PENELITIAN. Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah penerapan penentuan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah penerapan penentuan biaya ijarah dalam rahn emas. Peneliti akan melakukan penelitian di bagian penetapan ujrah
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Moleong (2011:6), pada penelitian kualitatif, prosedur analisis tidak
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Pendekatan penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian kualitatif. Menurut Moleong (2011:6), pada penelitian kualitatif, prosedur analisis tidak
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. permasalahan yang terjadi di kantor tersebut. Waktu penelitian dimulai dari akhir
39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Pekanbaru dan lokasi penelitiannya adalah Kantor Gubernur Riau tepatnya di biro hubungan masyarakat yang berada
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN Bab ini dimaksudkan untuk memberikan penjelasan sebagaimana peneliti menjawab pertanyaan dalam permasalahan penelitian seperti diuraikan pada bab pertama, yakni bahwa penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Sesuai dengan rencana tujuan yang ingin dicapai, penelitian ini diarahkan untuk menggali secara mendalam tentang pelaksanaan Program BOS pada SDN di Kota
III. METODOLOGI PENELITIAN. Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian.
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Metode Penelitian Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Seorang peneliti harus memahami metodologi penelitian yang merupakan
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian menjadi bagian penting dalam proses penelitian karena berbicara mengenai cara peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian. Metode merupakan
BAB III. METODE PENELITIAN. tipe penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Sesuai dengan tujuan
BAB III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Data-data serta argumentasi yang dibangun dalam penelitian ini, menggunakan tipe penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Sesuai dengan tujuan penelitian
III. METODE PENELITIAN. data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku
III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif didefinisikan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan kegiatan ilmiah yang bertujuan untuk mengetahui sesuatu hal yang belum diketahui dengan cara metode sistematis dan terarah.
III. METODE PENELITIAN. Dalam menentukan lokasi penelitian, Moleong (2007:128) berpendapat bahwa
33 III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Dalam menentukan lokasi penelitian, Moleong (2007:128) berpendapat bahwa cara terbaik yang perlu ditempuh dalam penentuan lapangan penelitian ialah dengan
BAB III METODE PENELITIAN. Pemilihan lokasi ini didasarkan atas pertimbangan bahwa Koperasi Setia Budi
55 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat dimana suatu penelitian dilakukan. Berkaitan dengan itu, maka penelitian ini dilakukan pada Koperasi Wanita Serba Usaha
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui konstruksi budaya atas
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui konstruksi budaya atas penggunaan lensa kontak bagi pengguna lensa kontak oleh mahasiswi ini dilaksanakan di Yogyakarta.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. ini berkaitan dengan proses, prinsip dan prosedur penelitian.
68 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi, dalam pengertian luas mengacu kepada pengertian yang menyangkut proses, prinsip dan prosedur yang dipergunakan untuk mendekati masalah dan mencari jawabannya.
BAB 3 METODOLOGI. 47 Universitas Indonesia
BAB 3 METODOLOGI 3.1. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara dengan pendekatan kualitatif. Secara garis besar penelitian ini lebih berorientasi pada upaya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengembangkan atau memvaliditasi produk-produk yang digunakan dalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Sugiyono dalam bukunya metode kuantitatif kualitatif dan R & D, menyatakan bahwa penelitian merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif analitis
65 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif analitis dengan didukung metode penelitian kualitatif. Alasan mengapa dipilihnya metode
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Creswell (1998:15) pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman
BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif. Hal ini didasarkan atas tujuan penelitian yang ingin mengetahui dan
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Hal ini didasarkan atas tujuan penelitian yang ingin mengetahui
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan
39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Metodologi merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian merupak an suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan
BAB III METODE PENELITIAN. permasalahan dan fokus penelitian. Metode kualitatif adalah langkah-langkah
45 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan permasalahan dan fokus penelitian. Metode kualitatif adalah langkah-langkah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Desain Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Keberhasilan dari suatu penelitian, salah satunya ditentukan oleh pendekatan penelitian yang digunakan. Pendekatan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Kualitatif Setiap penelitian yang dilakukan baik itu menggunakan metode kualitatif ataupun kuantitatif, selalu akan berangkat dari sebuah masalah. Masalah
BAB III METODE PENELITIAN. yangterjadi dalam implementasikebijakanmanajemenalternatifpelayananpublik
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Disain Penelitian Penelitian ini memfokuskan pada upaya untuk memahami dinamika yangterjadi dalam implementasikebijakanmanajemenalternatifpelayananpublik yang dalampenelitianiniadalahstudiimplementasikebijakanmanajemenalternatifpelayana
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian 1. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif, yaitu memandu peneliti untuk mengungkapkan atau memotret situasi sosial yang akan diteliti
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pada penelitian ini, peneliti lebih menekankan pada penyelidikan untuk memahami
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian diperlukan untuk memecahkan suatu masalah dalam penelitian.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian diperlukan untuk memecahkan suatu masalah dalam penelitian. Secara umum metode adalah suatu kerangka kerja untuk melakukan tindakan,
BAB III METODE PENELITIAN. Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal Kota Surakarta. Alasan
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini akan mengambil lokasi penelitian di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal Kota Surakarta. Alasan pemilihan lokasi ini dikarenakan Unit
BAB III METODE PENELITIAN
ilmiah. 1 Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan jenis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sebelum melakukan penelitian ke lapangan, seorang peneliti harus melakukan
60 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Sebelum melakukan penelitian ke lapangan, seorang peneliti harus melakukan persiapan yang sesuai dengan prosedur penelitian. Persiapan-persiapan ini akan membantu kelancaran
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Dan Jenis Penelitian Pendekatan penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Disebut kualitatif karena penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang berusaha menjawab dan menganalisa Faktor- faktor
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Menurut Sugiono (2003: 11) jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang digunakan untuk
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah rancangan penelitian yang meliputi prosedur atau langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data, serta dengan cara apa data tersebut
BAB III METODE PENELITIAN. ayam selain itu harapannya juga dapat memperoleh hasil penelitian yang. menyikapi fenomena sabung ayam tersebut.
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di daerah Kabupaten Bekasi lebih tepatnya di Kampung Galian Kumejing Desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi. Dengan
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang dilakukan dalam kondisi sebenarnya. 70 Bahwasannya jenis
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (Field research) yaitu penelitian yang dilakukan dalam kondisi sebenarnya. 70 Bahwasannya jenis dalam
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Paradigma penelitian bertujuan untuk memudahkan tujuan. penelitian merupakan pola pokir yang menunjukan hubungan antara
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Paradigma Penelitian Paradigma penelitian bertujuan untuk memudahkan tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Sugiyono menjelaskan bahwa: Paradigma penelitian merupakan
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT. Dirgantara Indonesia (Indonesian Aerospace - IAe) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang industri pesawat terbang, yang dimana memiliki material yang beragam dan aturan-aturan
BAB III METODE PENELITIAN. menghasilkan data deskriptif, berupa kata-kata atau tulisan dari perilaku orangorang
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Secara etimologis, kualitatif berasal dari kata kualitas (quality). Penelitian
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pendekatan kualiatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena sedalam-dalamnmya melalui
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Bryman (2001) menggunakan istilah desain penelitian (research design) untuk menggambarkan sebuah kerangka kerja yang mendasari pengumpulan dan analisis data
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini meneliti tentang fenomena perilaku menyimpang di kalangan pelajar SMA Negeri 8 Surakarta, dengan mengambil lokasi
BAB III METODE PENELITIAN
73 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, yaitu peneliti yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistic-kontekstual
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan pada uraian berikut.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini membahas beberapa subbab diantaranya, jenis dan pendekatan penelitian, lokasi dan subyek penelitian, instrumen penelitian, data dan sumber data penelitian, tekhnik
BAB III METODE PENELITIAN. lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta atau
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang peneliti lakukan yaitu jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini penulis akan melakukan analisis daya tarik konsumen melalui sistem member produk Sophie Paris pada masyarakat desa Jurang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian merupakan suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji suatu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah Suatu penelitian tidak akan berjalan dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1..1 Lokasi Penelitian PT. Sido merupakan salah satu perusahaan berskala nasional yang berlokasi di Jl. Soekarno Hatta Km. 28. Kecamatan Bergas Klepu, Kabupaten Semarang Indonesia
BAB 3 METODE PENELITIAN
24 BAB 3 METODE PENELITIAN Secara umum bab ini menjelaskan metode yang digunakan peneliti dalam keseluruhan proses penelitian. Di sini akan diuraikan metode yang digunakan dalam penelitian mulai dari jenis
BAB II METODE PENELITIAN. Berbicara tentang bentuk penelitian, lazimnya dunia keilmuan membagi
BAB II METODE PENELITIAN II. 1 Bentuk Penelitian Berbicara tentang bentuk penelitian, lazimnya dunia keilmuan membagi bentuk penelitian kedalam bentuk kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif
BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif dalam arti bahwa penelitian ini berfokus pada fenomena yang ada
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif dalam arti bahwa penelitian ini berfokus pada fenomena yang ada kemudian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang ditunjukkan untuk mendeskripsikan dan menganalisis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini mencakup jenis dan metode penelitian, objek penelitian, data, sumber data, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, serta teknik analisis data dalam rangka
BAB III METODE PENELITIAN. Michael menjelaskan penelitian deskriptif adalah melukiskan secara fakta atau
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif kualitatif. Isaac dan Michael menjelaskan penelitian deskriptif adalah melukiskan secara fakta atau karakteristik
Pertama, penulis bermaksud mengembangkan konsep pemikiran,
114 BAB III METODE PENELITIAN A. PENDEKATAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mengkaji permasalahan dan memperoleh makna yang lebih mendalam sesuai dengan kondisi lingkungan.
Gambar 4 Peta Lokasi Penelitian.
BAB III METODA PENELITIAN 3.. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Agustus 20. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Luwu, di 7 (tujuh) kecamatan yaitu
BAB III METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penelitian dengan pendekatan kualitatif menekankan analisis proses dari proses berfikir secara induktif yang berkaitan dengan dinamika hubungan antar fenomena
BAB III METODE PENELITIAN. A. Rancangan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan identity formation pada gay.
24 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan identity formation pada gay. Dengan tujuan penelitian ini peneliti akan menggunakan metode penelitan kualitatif
BAB III METODE PENELITIAN. laporan keuanga di BWI dan untuk mengetahui persepsi nadzir terhadap
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akuntabilitas dan transparansi laporan keuanga di BWI dan untuk mengetahui persepsi nadzir terhadap akuntabilitas
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah cara yang digunakan untuk melaksanakan penelitian untuk menemukan, mengembangkan, menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan metode-metode
III. METODE PENELITIAN. sosial dan dinamis. Oleh karena itu, peneliti memilih menggunakan metode
III. METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Permasalahan yang akan dikaji oleh peneliti merupakan masalah yang bersifat sosial dan dinamis. Oleh karena itu, peneliti memilih menggunakan metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Sesuai dengan permasalahan, penelitian ini bertujuan untuk
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Sesuai dengan permasalahan, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kondisi aktual tentang pelaksanaan Al-Quran dengan metode isyarat
BAB III METODE PENELITIAN
33 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan pada studi ini adalah pendekatan kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah
BAB III METODE PENELITIAN. dari menemukan permasalahan, kemudian peneliti menjabarkan dalam suatu
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan keseluruhan proses berfikir yang dimulai dari menemukan permasalahan, kemudian peneliti menjabarkan dalam suatu kerangka tertentu, serta mengumpulkan
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang tujuannya untuk menyajikan
BAB III METODE PENELITIAN. mendalam, mendetail, dan komprehensif. Tipe penelitian ini. kondisi, situasi, dan variabel yang menjadi objek penelitian.
BAB III METODE PENELITIAN A. Dasar dan Tipe Penelitian 1. Dasar Penelitian Dasar penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yaitu penelitian yang melihat objek penelitian sebagai kesatuan integrasi,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis Penelitian yang digunakan untuk menyusun data ialah studi kasus yaitu dengan mengumpulkan data-data, mempelajari penyebab permasalahan yang timbul,
METODE PENELITIAN. mengungkapkan fenomena atau peristiwa sosial tertentu dan pemahaman atau
78 III. METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menjembatani antara dunia konseptual dengan dunia empirik. Suatu penelitian sosial diharapkan dapat
BAB III METODE PENELITIAN. Obyek dalam penelitian kualitatif adalah obyek yang alamiah atau natural setting.
28 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang bertujuan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah (sebagai lawannya eksperimen). Obyek
perumusan dan pelaksanaan kebijakan program kerja PGRI, (c) peluang
70 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian deskriptif dilaksanakan dengan memfokuskan pada upaya
