BAB 3 METODE PENELITIAN
|
|
|
- Yulia Atmadja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian menjadi bagian penting dalam proses penelitian karena berbicara mengenai cara peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian. Metode merupakan alat yang digunakan untuk menentukan pendekatan penelitian, jenis penelitian, hipotesis kerja, site penelitian, metode pengumpulan data, teknik pengumpulan data, teknik pengolahan data seta teknik analisis data, proses penelitian, site penelitian, serta batasan penelitian. 3.2 Pendekatan Penelitian Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif. Peneliti mempergunakan suatu teori sesuai dengan makna yang ada dan mempergunakan karakteristik-karakteristik yang tersedia dalam teori tersebut untuk melakukan penelitian. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan Creswell in quantitive paradigma of research, in which researchess use accepted and pricase meaning, a theory commonly is understood to have certain characteristic Pada penelitan kuantitatif, teori atau paradigma teori digunakan untuk menuntun peneliti menemukan masalah penelitian, menemukan hipotesis, menemukan konsep-konsep, menemukan metodologi, dan menemukan alat-alat analisis data. Karena itu amat penting teori dibicarakan dalam setiap pembahasan penelitian kuantitatif, mengingat perannya yang dominant itu. Melihat pentingnya kedudukan teori dalam penelitian kuantitatif, maka merupakan sebuah keharusan setiap peneliti untuk memahami teori dan mengerti kedudukannya dalam penelitiannya. Bahkan untuk keperluan ini, peneliti dituntut untuk me-mapping teori dalam menemukan khazanah ilmu pengetahuan secara luas mengenai permasalahan yang sedang atau akan dibahas dan selanjutnya menemukan posisi penelitiannya dalam khazanah pengetahuan tersebut John W. Creswell. Research Design : Qualitative and Quantitative Approaches, Thousand Oaks, California, USA : Sage Publication, 1994, hal Bungin, Burhan. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Jakarta: Kencana, 2008, hal
2 34 Dalam penelitian ini mengukur kesesuaian secara teoritis dan yuridis mengenai analisis atas penagihan tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada transaksi pembiayaan murabahah berdasarkan asas kepastian hukum (certainty). 3.3 Jenis atau Tipe Penelitian 1. Berdasarkan Manfaat Penelitian ini termasuk dalam penelitian murni, artinya pada penelitian ini manfaat dari hasil penelitian untuk pengembangan akademis. Penulis menggunakan penelitian murni karena berorientasi pada ilmu pengetahuan. 2. Berdasarkan Tujuan Jenis penelitian yang digunakan peneliti pada penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang menggambarkan atau menjelaskan secermat mungkin mengenai suatu hal dari data yang ada. Penelitian ini tidak terbatas pada pengumpulan data dan penyusunan data, tetapi meliputi analisis dan interpretasi tentang arti data itu menjadi suatu wacana dan konklusi dalam berpikir logis, praktis dan teoritis 67. Penelitian ini terbatas pada usaha mengungkapkan masalah atau keadaan atau peristiwa sebagaimana adanya sehingga bersifat mengungkapkan fakta (fact finding) 68. Pemilihan metode ini didasarkan pada pertimbangan bahwa dalam pembahasan penelitian ini akan memberikan gambaran tentang penagihan atas tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). 3. Berdasarkan Dimensi Waktu Penelitian ini tergolong penelitian cross sectional karena penelitian dilakukan dalam waktu tertentu dan hanya dilakukan dalam sekali waktu saja dan tidak akan melakukan penelitian lain di waktu yang berbeda untuk dijadikan perbandingan. 67 Winarno Surachmad, Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar, Metode dan Tehnik Bandung: Tarsico, 1982, hal Hadari Nawasi, Metode Penelitian Bidang Sosial, Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2003, hal. 31.
3 35 4. Berdasarkan Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif. Bogdan dan Biklen, sebagaimana dikutip oleh Moleong, menyatakan bahwa analisis data kualitatif adalah:...upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya dalam satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. 69 Peneliti tidak akan menggambarkan semua temuan yang peneliti dapatkan dari lapangan, namun hanya data, gambaran maupun analisa yang menurut peneliti penting untuk dibagikan kepada pembaca penelitian ini. 3.4 Metode dan Strategi Penelitian Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah merupakan data yang bersifat primer yaitu data yang didapat langsung dari sumber yang ada dan juga data sekunder yaitu data yang telah diolah terlebih dahulu guna mendapatkan data dan informasi yang lain, yang dibutuhkan pada penelitian ini, maka peneliti menerapkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah : 1. Studi Kepustakaan (Library Research) Studi Kepustakaan ini dilakukan dengan cara membaca buku, literatur, majalah, jurnal paper, tulisan-tulisan ilmiah yang berhubungan dengan masalah penelitian ini serta UU Perpajakan dan UU Perbankan, Surat Keputusan Menteri Keuangan, dan sebagainya dengan tujuan untuk mendapatkan kerangka teori dan menentukan arah dan tujuan penelitian serta mencari konsep yang sesuai dengan permasalahan penelitian. 2. Studi Lapangan (Field Research) Studi lapangan (Field Research) dilakukan dengan cara mengumpulkan data dan informasi secara langsung, melalui wawancara mendalam dengan key informan. Cara yang ditempuh adalah dengan mengadakan wawancara mendalam. Wawancara mendalam menggunakan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara yang terdiri dari beberapa pertanyaan yang bersifat terbuka, yang kemudian dapat dikembangkan pada saat wawancara 69 Lexy J Moleong, Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya, 2006, hal.248.
4 36 berlangsung. Jenis pertanyaan terbuka digunakan agar penulis memperoleh jawaban yang jelas dan menyeluruh, tidak ada batasan jawaban, sehingga penulis dapat memperoleh informasi yang lengkap dan tidak terdapat kesalahan dalam penginterpretasian dalam wawancara kepada informan Hipotesis Kerja Hipotesis merupakan jawaban sementara peneliti terhadap penelitiannya sendiri. Hipotesis awal dari penelitian ini adalah : 1. Penagihan tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada transaksi pembiayaan murabahah pada dasarnya memenuhi asas-asas kepastian hukum (certainty). Namun, pada pelaksanaannya muncul keragu-raguan dari pihak Direktorat Jenderal Pajak. Untuk itu penulis menganalisis penagihan tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada transaksi pembiayaan murabahah berdasarkan asas kepastian hukum (certainty). 2. Pelaksanaan penagihan tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tersebut akan menimbulkan kendala-kendala yang dihadapi pihak pemerintah dalam hal ini Direktorat Jendral Pajak (DJP) dan bagi lembaga pembiayaan syariah termasuk perbankan syariah. 3.6 Narasumber / Informan Narasumber atau informan yang dihadirkan dalam penelitian ini dapat digolongkan sebagai key informant, yang sengaja dipilih oleh peneliti. Pemilihan informan (key informant) pada penelitian difokuskan pada representasi atas masalah yang diteliti 70. Informan yang akan dipilih oleh penulis adalah pihakpihak yang betul-betul menguasai hal-hal yang berkaitan dengan tema pokok penelitian. Pihak-pihak ini dipilih dengan pertimbangan dapat memberikan data yang dibutuhkan sehingga hasil penelitian dapat diambil dengan lebih akurat. Oleh karena itu wawancara yang dilakukan kepada beberapa informan harus memiliki beberapa kriteria yang mengacu pada apa yang telah ditetapkan oleh Neuman yaitu 71 : 70 Burhan Bungin, Analisis Data Penelitan Kualitatif, Jakarta: PT Raja Grafindo, 2003, hal W.L Neuman, Social Researh Methods: Qualitative and Quantitaive Approaches, 5 th edition; Boston: Allyn and Bacon, 2003, hlm
5 37 1. The informant is totally familiar with the culture and is in position to witness significant events makes a good informant. (Pemberi informasi harus mengetahui keadaan lingkungan yang akan diteliti, misal dari segi kebudayaannya) 2. The individual is currently involved in the field. (Individu dari pemberi informasi harus berpartisipasi aktif di lapangan) 3. The person can spend time with the researcher. (Seseorang yang dapat meluangkan waktunya untuk penelitian) 4. Non-analytic individuals make better informants. A non-analytic informant is familiar with and uses native folk theory or pragmatic common sense. (Individu yang tidak memiliki pola pikir analisis, karena seorang pemberi informasi yang non-analisis sangat familiar dengan teori adat istiadat atau norma) Dalam penelitian ini, penulis akan mewawancara beberapa pihak sebagai informan. Wawancara akan dilakukan kepada pihak-pihak yang terkait dengan masalah penelitian, diantaranya adalah: 1. Direktorat Jenderal Pajak - Bonarsius Sipayung Kasi Perdagangan I PPN- Direktorat Peraturan Perpajakan I - Kunti Staf Direktorat Pmeriksaan dan Penagihan Pajak Tujuan : Wawancara dilakukan untuk mengetahui ketentuan peraturan yang mengatur atas penagihan tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada transaksi pembiayaan murabahah. 2. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar I - AR KPP Wajib Pajak Besar I Tujuan : Wawancara dilakukan untuk mengetahui proses penagihan tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada transaksi pembiayaan murabahah dan kendala-kendala yang yang dihadapi pada saat pelaksanaan penagihan tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada transaksi pembiayaan murabahah.
6 38 3. Pihak Akademisi - TB. Eddy Mangkuprawira Ketua Lembaga Bantuan Hukum Pajak Indonesia Tujuan : Wawancara dilakukan untuk mengetahui secara mendalam tentang konsep-konsep kepastian hukum yang berlaku di Indonesia terkait dengan penagihan tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada transaksi pembiayaan murabahah. - Untung Soekardji PUSDIKLAT Pajak Tujuan : Wawancara dilakukan untuk mengetahui secara mendalam tentang konsep dan teori pajak pertambahan nilai (PPN) atas transaksi pembiayaan murabahah. 4. Pihak Praktisi Perpajakan - Tugiman Binsarjo Konsultan Pajak Prima Target Konsultan Tujuan : Wawancara dilakukan untuk mengetahui penagihan tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada transaksi pembiayaan murabahah berdasarkan asas kepastian hukum (certainty) dan kendala-kendala yang yang dihadapi pada saat pelaksanaan penagihan tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada transaksi pembiayaan murabahah. - Arie Widodo Konsultan Pajak Arie Widodo konsultan Tujuan : Wawancara dilakukan untuk mengetahui penagihan tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada transaksi pembiayaan murabahah berdasarkan asas kepastian hukum (certainty) dan kendala-kendala kendala-kendala yang yang dihadapi pada saat pelaksanaan penagihan tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada transaksi pembiayaan murabahah.
7 39 5. Wajib Pajak - Ade Irma Suryani Unit Manager Mega Mitra Syariah Tujuan : Wawancara dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan penagihan tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada transaksi pembiayaan murabahah berdasarkan asas kepastian hukum (certainty) dan kendalakendala kendala-kendala yang yang dihadapi pada saat pelaksanaan penagihan tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada transaksi pembiayaan murabahah Site Penelitian Site penelitian dari peneliti adalah lingkungan perpajakan baik pada otoritas perpajakan dalam hal ini adalah Direktorat Jenderal Pajak, dan juga didalam lingkungan prakitisi perpajakan ataupun pihak-pihak yang mengerti dengan baik mengenai ketentuan ketentuan yang mengatur tentang penagihan tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas transaksi pembiayaan murabahah. 3.8 Keterbatasan Penelitian Keterbatasan penelitian yang dihadapi adalah dalam mendapatkan data, buku-buku, literatur-literatur yang diperlukan membutuhkan waktu yang cukup lama, selain itu sulit untuk menemui narasumber karena kesibukannya sehubungan dengan pekerjaan. Langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui via untuk mencarikan data, buku-buku, literatur-literatur yang diperlukan, sedangkan untuk narasumber, peneliti tetap menunggu waktu yang tepat agar dapat bertemu untuk wawancara dengan cara membuat janji sebelumnya. 3.9 Batasan Penelitian Batasan penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini mengenai penagihan tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada transaksi pembiayaan murabahah berdasarkan asas kepastian hukum (certainty).
8 Operasinalisasi Konsep Tabel 3.1 Operasionalisasi Konsep Konsep Variabel Kategori Dimensi Indikator Kepastian Hukum dalam Penagihan Pajak Tingkat Kepastian Hukum dalam Penagihan Pajak - Pasti - Tidak Pasti Kepastian tentang subjek penagihan pajak dalam penagihan tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas transaksi pembiayaan murabahah Kepastian tentang objek penagihan pajak dalam penagihan tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas transaksi pembiayaan murabahah Kepastian tentang prosedur dan tata cara penagihan dalam penagihan tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas transaksi pembiayaan murabahah Kepastian tentang jaminan hukum berupa perlindungan terhadap wajib pajak dalam penagihan tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas transaksi pembiayaan murabahah Sumber : Diolah oleh peneliti
BAB 3 METODE PENELITIAN
43 BAB 3 METODE PENELITIAN Bab ini membahas perihal metode penelitian yang meliputi pendekatan penelitian, jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, dan metode pengumpulan data sebagai berikut: 3.1.
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu pengetahuan (Koentjaraningrat, 1991, h. 122). Metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian kualitatif menurut Taylor dan Bogdan
BAB 3 METODE PENELITIAN
26 BAB 3 METODE PENELITIAN Metode penelitian atau tata cara bagaimana suatu penelitian dilaksanakan memiliki pengertian keseluruhan proses berpikir yang dimulai dari menemukan permasalahan, kemudian penulis
RENCANA PEMBELAJARAN KBK
RENCANA PEMBELAJARAN KBK MATA KULIAH : METODE PENELITIAN SOSIAL SKS: 3 JURUSAN : ILMU POLITIK, ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL, ILMU PEMERINTAHAN, ILMU KOMUNIKASI, DOSEN : RESTU RAHMAWATI, MA KOMPETENSI :
BAB 3 METODE PENELITIAN
46 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pemilihan pendekatan kualitatif didasarkan pada pemikiran bahwa masalah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang ditunjukkan untuk mendeskripsikan dan menganalisis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang ada menjadi objek penelitian. Format deskriptif kualitatif dianggap tepat
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti berusaha menggambarkan, meringkas berbagai situasi dan kondisi
BAB 3 METODE PENELITIAN
34 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif oleh Cresswell didefinisikan sebagai
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif karena dalam hal ini peneliti
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN Bab ini dimaksudkan untuk memberikan penjelasan sebagaimana peneliti menjawab pertanyaan dalam permasalahan penelitian seperti diuraikan pada bab pertama, yakni bahwa penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang, dan interaksi
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan. Penelitian lapangan yaitu mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode merupakan sebuah upaya yang dapat dilakukan penelitian dalam mengungkapkan data dan mencari kebenaran masalah yang diteliti, yang menjadi persoalan metode apakah yang dapat
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian, baik penelitian dengan paradigma kuantitatif maupun kualitatif.
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penentuan lokasi penelitian merupakan hal yang sangat penting dalam setiap penelitian, baik penelitian dengan paradigma kuantitatif maupun kualitatif. Penentuan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggambarkan proses berlangsungnya fenomena sosial, dan menganalisis
29 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan strategi analisis deskriptif. Dimana peneliti akan
BAB III METODE PENELITIAN
44 BAB III METODE PENELITIAN Metode adalah cara yang teratur dan terpikir baik untuk mencapai maksud, cara kerja sistematis untuk memudahkan pelaksanaan penelitian guna mencapai tujuan yang ditentukan.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (bagian dan hubungannya) atau bagaimana bagian-bagian berfungsi (perilaku
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Paradigma Penelitian Paradigma merupakan pola atau model tentang bagaimana suatu struktur (bagian dan hubungannya) atau bagaimana bagian-bagian berfungsi (perilaku didalamnya
METODOLOGI PENELITIAN. apa yang harus dilakukan tanpa perlu melakukan pertimbangan eksistensial atau
1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Paradigma Paradigma adalah suatu cara pandang untuk memahami kompleksitas dunia nyata. Paradigma tertanam kuat dalam sosialisasi para penganut dan praktisinya. Paradigma
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Peneliti menguraikan paradigma sebagai berikut:
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Paradigma Peneliti menguraikan paradigma sebagai berikut: Paradigma menurut Lexy J. Moleong merupakan pola atau model tentang bagaimana sesuatu distruktur (bagian dan
BAB III METODELOGI PENELITIAN. landasan untuk menjawab masalah penelitian. 1
BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1. Paradigma Paradigma penelitian merupakan kerangka berpikir yang menjelaskan bagaimana cara pandang peneliti terhadap fakta kehidupan sosial dan perlakuan peneliti terhadap
BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan dilakukan ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Paradigma Penelitian Paradigma adalah suatu cara pandang untuk memahami kompleksitas dunia nyata, dimana paradigma tertanam kuat dalam sosialisasi para pengaruh dan praktisinya
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Dilihat dari jenisnya penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research), yaitu
66 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research), yaitu penelitian yang dilakukan dalam kehidupan yang sebenarnya, untuk menemukan secara
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. deskriptif kualitatif. Menurut Kirk dan Miller (1986) dalam buku karangan Lexy
34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Tipe Penelitian Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Menurut Kirk dan Miller (1986) dalam buku karangan Lexy
BAB III METODE PENELITIAN
47 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis Penelitian ini dapat diklasifikasikan sebagai penelitian lapangan ( field research), yang bersifat analisis yaitu
BAB III METODE PENELITIAN. Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah penerapan penentuan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah penerapan penentuan biaya ijarah dalam rahn emas. Peneliti akan melakukan penelitian di bagian penetapan ujrah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Penggunaan metode yang tepat dalam penelitian adalah syarat utama dalam mencari data. Mengingat penelitian merupakan suatu proses pengumpulan sistematis dan analisis logis terhadap
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Dengan mengacu kepada judul yang diajukan maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan Tylor yang dikutip oleh Nurul Zuriah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Pendekatan Penelitian 1. Metode Penelitian Metodologi penelitian menurut Cholid Narbuko dan Abu Achmadi (2003: 1) adalah sebagai berikut: Metodologi penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian adalah suatu cara yang digunakan peneliti dalam
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah suatu cara yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya dan dibandingkan dengan standar atau ukuran yang telah ditentukan. 70 Dalam penyusunan
BAB III METODE PENELITIAN. metode pengolahan dan analisis data, dan uji keshahihan data.
BAB III METODE PENELITIAN Bab ini menguraikan metode yang digunakan dalam penelitian, meliputi jenis penelitian, pendekatan, lokasi, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, metode pengolahan dan
BAB III METODE PENELITIAN. Obyek dalam penelitian ini adalah pelaporan Corporate Social
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian Obyek dalam penelitian ini adalah pelaporan Corporate Social Responsibility (CSR) sehubungan dengan fenomena yang peneliti temui yaitu terdapat perbedaaan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian 1. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif, yaitu memandu peneliti untuk mengungkapkan atau memotret situasi sosial yang akan diteliti
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yaitu suatu penelitian dimana peneliti langsung terjun ke lapangan untuk memperoleh
BAB III Metodologi Penelitian. waktu, merupakan suatu upaya untuk menemukan
BAB III Metodologi Penelitian 3.1 Paradigma Penelitian Paradigma Penelitian pada hakikatnya ada konteks khusus atau dimensi waktu, merupakan suatu upaya untuk menemukan kebenaran atau untuk membenarkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Soetandyo Wignjosoebroto membedakan lima tipe kajian hukum berdasarkan perbedaan konsep hukum. Perbedaan tipe kajian ini akan menyebabkan juga perbedaan dalam
BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN
BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN 5.1. Simpulan Penggunaan teknologi dalam perpajakan sangat dibutuhkan untuk dapat mengimbangi perkembangan jaman saat ini. Pada jaman saat ini semua pekerjaan dituntut
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 1 Metode penelitian yang digunakan penulis yaitu: A. Metode Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reseach) dengan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang prosedurnya menghasilkan data
pasti yang merupakan suatu nilai di balik data yang tampak. 2
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Tipe dari penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu
METODOLOGI PENELITIAN PWK 230 ( 2 SKS) DOSEN PENGAMPU : MYRNA SUKMARATRI, ST., MT.
METODOLOGI PENELITIAN PWK 230 ( 2 SKS) DOSEN PENGAMPU : MYRNA SUKMARATRI, ST., MT. TUJUAN Mahasiswa mampu memahami keilmuan dalam penelitian Mahasiswa mampu memahami jenis dan proses penelitian Mahasiswa
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), yakni penelitian yang dilakukan di kencah atau medan terjadinya gejala-gejala yang diselidiki
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Teknik Pengumpulan Data, 6) Teknik Analisis Data
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab metode penelitian berikut akan menjelaskan beberapa bagian diantaranya 1) Paradigma, 2) Tipe Penelitian, 3) Metode Penelitian, 4) Subjek Penelitian, 5) Teknik Pengumpulan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Paradigma Paradigma yang digunakan di dalam penelitian ini adalah paradigma kontruktivis. Paradigma kontruktivis ialah paradigma yang hampir merupakan antitesis dari paham
BAB III METODE PENELITIAN. mencatat, merumuskan, dan menganalisis sampai menyusun laporan. 1
55 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara seksama untuk mencapai suatu tujuan dengan cara mencari, mencatat, merumuskan, dan menganalisis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. apa yang seharusnya dikemukakan dan kaidah-kaidah apa yang
53 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Paradigma Penelitian Paradigma menggariskan apa yang seharusnya dipelajari, penyataanpernyataan apa yang seharusnya dikemukakan dan kaidah-kaidah apa yang seharusnya
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode, secara harfiah berarti cara. Selain itu, metode berasal dari bahasa Yunani, metha (melalui atau melewati), dan hodos (jalan atau cara), metode bisa berarti suatu prosedur
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis penelitian 1. Pendekatan Penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yakni memahami tentang apa yang dialami
BAB III METODE PENELITIAN. Bentuk penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode penelitian
62 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Pendekatan Bentuk penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Paradigma Kuhn dalam The Structure Of Scientific Revolutions mendefinisikan paradigma ilmah sebagai contoh yang diterima tentang praktek ilmiah sebenarnya. 1 Dari definisi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah penelitian lapangan (Field Research). Yang mana penelitian ini, menggunakan objek penelitian sebagai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pertanyaan who dalam menggali informasi yang dibutuhkan. 1
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Tipe penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif adalah salah satu jenis penelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap mengenai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digunakan dan contoh seperti apa seharusnya teknik riset yang baik. 1
41 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Paradigma Penelitian Paradigma adalah kerangka konsep dasar yang menjadi acuan proses penelitian. Pada umumnya, suatu paradigma keilmuan merupakan sistem keseluruhan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 TIPE PENELITIAN Penelitian merupakan suatu kegiatan (ilmiah) yang ditempuh melalui rangkaian proses yang panjang. Mengukitp dari Burhan Bungin, dalam konteks ilmu sosial,
45 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Paradigma Penelitian Paradigma adalah suatu cara pandang untuk memahami kompleksitas dunia nyata. Paradigma tertanam kuat dalam sosialisasi para penganut dan praktisinya.
48 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2005), hlm. 61.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif, dimana instrumen utamanya adalah peneliti sendiri, namun selanjutnya setelah fokus penelitian menjadi
BAB III METODE PENELITIAN
42 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan
BAB III METODE PENELITIAN. outsourcing selain itu perusahaan ini terbuka dalam memberikan informasi tentang
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi Penelitian berada di jl. Raya Jemursari No.76 B.3, Kantor Cabang Surabaya dikarenakan perusahaan ini sudah banyak menyalurkan tenaga kerja outsourcing
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian, yaitu ingin mengetahui strategi humas Departemen Agama dalam mengkampanyekan penyelenggaraan ibadah haji untuk meningkatkan
BAB: III METODE PENELITIAN
BAB: III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Pendekatan yang penulis gunakan dalam Penelitian ini adalah kualitatif. Menurut Bogdan dan dan Taylor (1972:5): Sebagaimana dikutip Lexy J. Moleong mendefinisikan
BAB III METODE PENELITIAN
digilib.uns.ac.id BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Berdasarkan kajian awal beserta berbagai pertimbangan, penelitian dilaksanakan dengan mengambil Kelompok
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Paradigma Penelitian Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma postpositivisme. Paradigma post-positivisme menurut Patton 40 adalah perbaikan positivisme
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1980an. Pemikirannya dinamai post-positivisme. Paham ini menentang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Paradigma Penelitian Paradigma yang digunakan oleh Peneliti adalah paradigma post positivisme. Munculnya gugatan terhadap positivisme di mulai tahun 1970-1980an. Pemikirannya
METODE PENELITIAN. Pendekatan masalah yang digunakan dalam proses pengumpulan dan penyajian
III. METODE PENELITIAN A. Pendekatan Masalah Pendekatan masalah yang digunakan dalam proses pengumpulan dan penyajian sehubungan dengan penelitian ini adalah pendekatan secara yuridis normatif dan yuridis
BAB II METODE PENELITIAN. tidak mengadakan perhitungan. Menurut Lexy J. Moleong, 26
BAB II METODE PENELITIAN II.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang tidak mengadakan perhitungan. Menurut Lexy J. Moleong, 26 penelitian kualitatif adalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Paradigma Penelitian Dalam penelitian Aktivitas Public Relations dalam Memberikan Informasi Mengenai TVRI sebagai TV Publik, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif
BAB III METODE PENELITIAN. inkuisi pemahaman berdasarkan pada tradisi-tradisi metodologis yang jelas tentang
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Pendekatan Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Creswell, yang dikutip Rulam Ahmadi, penelitian kualitatif merupakan
