BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Verawati Makmur
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN Fokus penelitian ini adalah upaya meningkatkan keterampilan motorik kasar di PAUD Flamboyan melalui stimulasi gerak binatang. Langkah-langkah metode penelitiannya adalah sebagai berikut. A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian yang digunakan adalah PAUD Flamboyan yang berada di Jl. Kebon Jeruk, terusan Derwati. Adapun alasan memilih lokasi penelitian dilaksanakan di PAUD Flamboyan di karenakan: a. Memberikan alternatif kegiatan pembelajaran untuk anak dalam mengembangkan keterampilan motorik kasar. b. Meningkatkan keprofesionalan pendidik untuk kegiatan pembelajaran motorik kasar anak melalui stimulasi gerak binatang. 2. Subjek Penelitian Subjek penelitian yang diteliti dan diamati adalah anak TK kelompok A di PAUD Flamboyan tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 10 anak, yang terdiri dari 6 perempuan dan 4 laki-laki. Alasan di adakan penelitian di PAUD Flamboyan selain dikarenakan proses pembelajaran fisik motorik pada anak tersebut terlihat masih kurang berkembang, juga ingin meningkatkan keprofesionalan pendidik di PAUD Flamboyan yang sebagian besar latar belakang pendidikannya bukan dari pendidikan guru pendidikan anak usia dini. B. Metode Penelitian Peningkatan mutu pendidikan dapat melalui penelitian tindakan secara terkendali untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran dan nonpembelajaran secara profesional. Depdiknas (Arifin, 2011: 93). Menurut 23
2 24 Arifin (2011: 95), PTK dapat dijadikan alternatif program untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah, karena guru merupakan ujung tombak pengembangan kurikulum yang sangat menentukan. Melalui PTK, masalahmasalah pendidikan, kurikulum dan pembelajaran dapat dianalisis, dikembangkan dan ditingkatkan supaya Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) dapat terwujudkan. Prendergast (Arifin, 2011: 96) menyatakan, penelitian tindakan kelas merupakan wahana bagi guru untuk melakukan refleksi dan tindakan secara sistematis dalam pengajarannya untuk memperbaiki proses dan hasil belajar peserta didik. Elliot menambahkan (Kunandar, 2008: 43) penelitian tindakan sebagai kajian dari sebuah situasi sosial dengan kemungkinan tindakan untuk memperbaiki kualitas situasi sosial tersebut. Tujuan PTK menurut Kunandar (2008: 63) adalah sebagai berikut: 1. Untuk memecahkan permasalahan yang terjadi di dalam kelas dalam interaksi antara guru dan anak didik yang sedang belajar, meningkatkan profesionalisme guru, dan menumbuhkan budaya akademik di kalangan para guru. 2. Peningkatan kualitas praktek pembelajaran di kelas secara berkesinambungan dengan melihat masyarakat yang berkembang semakin cepat. 3. Peningkatan relevansi pendidikan, hal ini dicapai melalui peningkatan proses pembelajaran. 4. Sebagai lembaga pembelajaran, yang memperlengkapi guru dengan kemampuan dan metode baru, mempertajam kekuatan analisisnya dan mempertinggi kesadaran dirinya. 5. Sebagai alat untuk memasukkan pendekatan yang berbeda dalam pembelajaran yang berkesinambungan yang bisa menghambat inovasi dan perubahan. 6. Peningkatan mutu pendidikan melalui perbaikan pembelajaran di kelas dengan mengembangkan berbagai keterampilan dan meningkatkan motivasi belajar siswa. 7. Meningkatkan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan.
3 25 8. Mengembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah, agar dapat menciptakan sikap yang positif dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran yang berkelanjutan. 9. Meningkatkan pengelolaan pendidikan, peningkatan dan perbaikan proses pembelajaran untuk meningkatkan yang bersangkutan dengan pendidikan dan mutu pendidikan, juga untuk meningkatkan secara tepat pemanfaatan sumbersumber daya yang terintegrasi di dalamnya. C. Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas model John Elliot dimana dalam setiap siklus terdiri dari beberapa tindakan. Setiap tindakan terdiri dari tiga langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan disertai observasi atau pengamatan, dan refleksi. Beberapa langkah membentuk siklus yang akan dilakukan sehingga dapat mencapai perubahan yang dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar anak. Siklus dalam penelitian tindakan kelas menggunakan model Elliot (Wiriaatmadja, 2008) akan dijelaskan melalui gambar berikut ini: SIKLUS I Plan/Perencanaan Tindakan satu Tindakan dua Pelaksanaan Langkah/Tindakan Observe/ Pengaruh Revised Plan/ Revisi Perencanaan Reflect/ Perbaikan Perencanaan SIKLUS II Observe/ Pengaruh Tindakan satu Tindakan dua
4 26 Reflect/ Perbaikan Pelaksanaan Langkah/Tindakan Gambar Bagan Model Elliot Pada gambar tampak terlihat bahwa dalam pelaksanaan tindakan PTK mulai dari tahap rencana, tindakan, observasi dan refleksi merupakan tahap yang saling berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya. D. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang dilaksanakan dalam PTK ini adalah bentuk Elliot yang terdiri dari beberapa siklus, setiap siklus terdiri dari beberapa tindakan. Siklus Elliot dihentikan jika data yang dikumpulkan peneliti untuk penelitian sudah tercukupi atau kondisi kelas sudah dalam keadaan stabil dan tercapainya tujuan yang ingin dicapai yaitu meningkatkan keterampilan motorik kasar anak PAUD Flamboyan. Adapun langkah-langkah yang dilakukan berdasarkan prosedur PTK menurut Taggart (Aqib, 2006) yang dilakukan melalui empat komponen, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. 1. Tahap Perencanaan (planning) adalah kegiatan peneliti untuk merencanakan dan menentukan kegiatan sebagai proses untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa di kelas sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi sebelumnya. Berikut adalah langkah-langkah perencanaan dalam proses tindakan pembelajaran di kelas: a. Perencanaan diawali dengan identifikasi masalah, yaitu peneliti melakukan observasi terhadap kelas yang akan diberikan tindakan, melakukan diskusi dengan pihak sekolah dan guru mengenai sasaran apa yang ingin dicapai oleh anak serta mengetahui hambatan atau masalah yang muncul pada
5 27 proses pembelajaran sebelumnya sehingga hasil kegiatan pembelajaran dirasa kurang memadai dapat diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya. b. Berdasarkan permasalahan yang teridentifikasi peneliti merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam proses belajar selanjutnya dengan menyiapkan metode dan media pembelajaran, dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan dan antusias anak selama proses pembelajaran berlangsung. 2. Pelaksanaan tindakan (acting) adalah implementasi atau penerapan isi perencanaan dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya memperbaiki dan meningkatkan antusias anak dalam mengikuti pembelajaran sehingga berdampak pada meningkatnya kemampuan anak dalam memahami pembelajaran. Tindakan ini disertai Observasi (observing) adalah kegiatan peneliti yang dibantu oleh guru pendamping dalam mengamati proses kegiatan di kelas, baik itu mengamati perilaku anak dalam mengikuti pembelajaran dan juga hasil dari tindakan setelah dilaksanakan metode atau teknik baru. 3. Refleksi (reflecting) adalah kegiatan peneliti untuk menelaah, melihat, merasakan dan mempertimbangkan hasil dari penerapan metode atau teknik baru. Berdasarkan refleksi tersebut peneliti mencoba untuk mencari cara dalam mengatasi kekurangan tersebut yang selanjutnya cara tersebut akan dilakukan tindakan perbaikan dalam siklus berikutnya. Keempat komponen di atas akan membentuk siklus dalam mencapai peningkatan dan perubahan ke arah yang lebih baik. Siklus yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model spiral yang dikembangkan oleh Hopkins. E. Definisi Operasional Dalam menghindari penafsiran yang salah mengenai pembelajaran fisik motorik dalam kegiatan menirukan gerakan binatang:
6 28 1. Keterampilan motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. (Hurlock, 2000:150). Contohnya seperti, berjalan lurus dengan seimbang, berjalan mundur tiga langkah, berjalan sambil berjongkok, berlari seimbang tanpa jatuh, melompat ke depan, melompat ke belakang, melompat ke samping, berlari sambil melompat, menirukan gerakan hewan atau binatang. 2. Stimulasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk merangsang kemampuan dasar anak agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. (Depkes, 2007: 1); Gerak adalah peralihan tempat atau kedudukan. (Kamus lengkap bahasa Indonesia, 2003: 157); Binatang adalah mahluk bernyawa tapi tak berakal budi seperti anjing, kuda, dll (Kamus lengkap bahasa Indonesia, 2003: 90); Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa stimulasi gerak binatang adalah adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk merangsang gerakan yang tercipta dari gambaran kenyataan atau pengalamannya tentang binatang, agar kemampuan dasar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Contohnya: Menirukan berbagai gerakan kuda, anjing, kucing, kodok sesuai dengan gambaran anak terhadap binatang tersebut. 3. Anak Usia Dini (AUD) adalah nol sampai enam tahun. Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia nol sampai delapan tahun. Ruang Lingkup Pendidikan Anak Usia Dini: Bayi (nol sampai satu tahun), balita (dua sampai tiga tahun), Prasekolah/Taman Kanak-kanak (tiga sampai enam tahun), SD Kelas Awal (enam sampai delapan tahun). (UU Sisdiknas No.20/2003 Pasal 28 ayat 1). F. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara dan catatan lapangan.
7 29 1. Observasi Peneliti melakukan pengamatan langsung pembelajaran motorik kasar melalui stimulasi gerak binatang, untuk melihat dampak yang ditimbulkan selama proses pembelajaran berlangsung seperti antusias anak, interaksi antara guru dan anak serta peningkatan keterampilan motorik kasar anak. Apabila ditemukan kekurangan dari perencanaan pengajaran, bahan ajar atau media pembelajaran serta penyampaian pembelajaran yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka peneliti dan pengajar bekerjasama melakukan langkah-langkah perbaikan untuk tercapainya pembelajaran yang efektif dan tepat sasaran. Untuk mengetahui data observasi secara detail, peneliti menggunakan pedoman daftar checklist untuk mengamati respon anak dan foto dokumentasi kegiatan pembelajaran. Berikut adalah contoh pedoman observasi yang digunakan untuk anak Tabel 3.1 Contoh Pedoman Observasi Nama : Siklus : Hari/Tanggal : No Aspek yang diobservasi Hasil Observasi 2. Wawancara
8 30 Wawancara dilakukan terhadap kepala sekolah dan guru kelas dengan maksud untuk memperoleh data sebelum dilakukannya tindakan dan sesudah dilakukannya tindakan. Wawancara yang dimaksud adalah dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun diajukan secara verbal kepada orang-orang yang dianggap dapat memberikan informasi atau penjelasan hal-hal yang dipandang perlu mengenai permasalahanpermasalahan umum yang dihadapi anak serta guru pada saat proses pembelajaran motorik kasar. Berikut adalah contoh pedoman wawancara yang digunakan untuk guru Tabel 3.2 Contoh Pedoman wawancara Bagi Guru Sebelum Tindakan Nama Guru : Nama TK : Hari/Tanggal : No Pertanyaan Jawaban Guru (.)
9 31 * Pertanyaan bisa di perbanyak 3. Catatan lapangan Catatan lapangan dalam penelitian ini adalah suatu catatan yang digunakan selama kegiatan pembelajaran motorik melalui stimulasi gerak binatang berlangsung, yang berisi deskripsi mengenai proses pembelajaran, interpretasi, koreksi, dan saran-saran yang perlu diberikan kepada praktisi untuk dilakukan perbaikan-perbaikan. Catatan lapangan penting dilakukan oleh peneliti untuk mengulas hasil observasi dan wawancara untuk membantu peneliti dalam menyimpulkan setiap informasi yang terkumpul di lapangan. Berikut adalah contoh catatan lapangan yang akan digunakan Tabel 3.3 Contoh Catatan Lapangan Pelaksanaan : Pertemuan Ke : Hari/Tanggal : Fokus Deskripsi proses Komentar Kinerja Guru Aktivitas Siswa Hasil Belajar
10 32 G. Kisi-kisi Instrumen Kisi-kisi instrument yang dikembangkan oleh peneliti terdiri dari: 1. Berjalan maju dengan lurus 2. Berjalan mundur tiga langkah 3. Berjalan sambil berjongkok 4. Melompat ke depan dan ke belakang dengan dua kaki lima kali 5. Berlari seimbang tanpa jatuh 6. Berlari sambil melompat 7. Menirukan gerakan gajah dengan percaya diri 8. Menirukan gerakan bebek dengan kordinasi tangan dan kaki yang baik 9. Menirukan gerakan kodok dengan seimbang 10. Menirukan gerakan kuda Tabel 3.4 Kisi-Kisi Pedoman Observasi Stimulasi gerak binatang dalam pembelajaran motorik kasar anak TK Variabel Dimensi Indikator Pernyataan
11 33 Kemampuan Anak dapat 1. Anak dapat a. Anak berjalan maju Motorik berjalan berjalan maju dengan lurus Kasar seimbang dan dengan seimbang b. Anak berjalan maju terkordinasi tiga langkah dengan seimbang. c. Anak berjalan maju pada garis lurus dengan seimbang d. Anak berjalan sambil berjongkok. 2. Anak dapat a. Anak dapat berjalan berjalan mundur mundur tiga langkah dengan lurus b. Anak dapat berjalan mundur dengan lurus tiga langkah c. Anak dapat berjalan mundur dan kesamping pada garis lurus Anak dapat 1. Anak dapat a. Anak dapat melompat melompat melompat dengan dengan dua kaki dengan seimbang dari dengan seimbang seimbang ketinggian 15 cm b. Anak dapat melompat dari atas benda setinggi 15 cm. c. Anak dapat melompat ke depan dengan dua kaki lima kali d. Anak dapat melompat
12 34 Anak dapat memanjat dan bergantung Berdiri di atas satu kaki selama 10 detik Berlari sambil melompat 1. Anak dapat memanjat dan bergelantung dengan seimbang 1. Anak dapat berdiri di atas satu kaki selama 10 detik dengan seimbang 1. Berlari sambil melompat dengan seimbang ke belakang dengan dua kaki tiga kali e. Anak dapat melompat ke samping a. Anak dapat memanjat lima tangga majemuk tanpa bantuan b. Anak dapat memanjat lima tangga majemuk dengan seimbang. c. Anak dapat bergelantung selama lima hitungan d. Anak dapat memanjat dan bergelantung dengan seimbang a. Anak dapat berdiri di atas satu kaki selama 10 detik b. Anak dapat berdiri di atas satu kaki selama lima hitungan dengan seimbang dan tidak goyang. a. Anak dapat berlari dengan lurus dan seimbang b. Anak dapat berlari sambil melompat.
13 35 Menendang bola dengan terarah Merayap dan merangkak ke depan dengan lurus Menirukan berbagai geraka binatang/hewan 1. Anak dapat menendang bola dengan terarah dan percaya diri 1. Merayap dan merangkak lurus ke depan dengan tangan dan kaki yang terkordinasi 1. Anak dapat menirukan gerakan binatang/hewan sesuai dengan imajinasinya a. Anak dapat menendang bola dengan percaya diri tanpa ragu b. Anak dapat menendang bola dengan terarah dan percaya diri a. Merayap dan merangkak dengan lurus b. Merayap dan merangkak ke depan dengan perlahan c. Merayap dan merangkak ke depan dengan cepat d. Merayap dan merangkak ke depan lalu berguling ke kanan ke kiri a. Anak menirukan gerak gajah dengan percaya diri b. Anak menirukan gerakan bebek dengan kordinasi tangan dan kaki yang baik
14 36 c. Anak menirukan gerakan kodok dengan seimbang d. Anak menirukan gerakan kuda Menirukan gerakan tanaman 1. Menirukan gerakan tanaman yang terkena angin a. Anak dapat menirukan gerak tanaman yang terkena angin sepoisepoi b. Anak dapat menirukan gerak tanaman yang terkena angin kencang c. Anak dapat menirukan gerak tanaman yang terkena angin topan Tabel 3.5 Pedoman Penilaian Observasi Dalam Pembelajaran Motorik Kasar Melalui Stimulasi Gerak Binatang
15 37 No Keterampilan Motorik Kasar Anak Kriteria Pengamatan B C K 1. Berjalan maju dengan lurus 2. Berjalan mundur tiga langkah 3. Berjalan sambil berjongkok 4. Melompat ke depan dan belakang dengan dua kaki lima kali 5. Berlari seimbang tanpa jatuh 6. Berlari sambil melompat 7. Menirukan gerakan gajah dengan percaya diri 8. Menirukan gerakan bebek dengan kordinasi tangan dan kaki yang baik 9 Menirukan gerakan kodok dengan seimbang 10 Menirukan gerakan kuda Total Skor Keterangan: B (Baik) = Skor 3 C (Cukup) = Skor 2 K (Kurang) = Skor 1 H. Instrumen Penelitian Teknik penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Sedangkan instrument (alat) penelitian untuk mengumpulkan data di lapangan adalah lembar observasi, lembar wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Alat penelitian tersebut akan dijelaskan berikut ini. 1. Lembar observasi, adalah sebuah format yang telah disusun dan berisi item-item tentang kejadian yang melambangkan kinerja guru dan aktivitas
16 38 anak PAUD Flamboyan pada saat berlangsungnya proses pembelajaran keterampilan motorik kasar stimulasi gerak binatang. 2. Lembar Wawancara, dalam penelitian ini berisi sejumlah pertanyaan untuk diajukan peneliti terhadap anak dan guru tentang peningkatan keterampilan motorik kasar dan kesulitan yang dialaminya pada saat kegiatan gerak binatang berlangsung. 3. Catatan Lapangan, dalam penelitian ini adalah suatu catatan yang digunakan selama kegiatan pembelajaran motorik kasar melalui stimulasi gerak binatang berlangsung. Catatan lapangan ini berisi deskripsi mengenai proses pembelajaran, interpretasi, koreksi, dan saran-saran yang perlu diberikan kepada praktisi untuk dilakukan perbaikan-perbaikan. Catatan lapangan digunakan untuk mencatat data kualitatif untuk melukiskan proses dan kejadian yang terjadi dalam pembelajaran. I. Validasi Data Hasil dari analisis data divalidasi dengan tekhnik triangulasi, dan member cek. 1. Triangulasi data, yaitu memeriksa kebenaran data atau informasi tentang pelaksanaan tindakan dengan teori-teori yang didapat sebagai acuan bagi peneliti, sumber lain yang dapat digunakan adalah konfirmasi hasil penelitian dari para ahli yang dilakukan pada saat bimbingan mengenai temuan penelitian dan penyusunan laporan. 2. Member cek, yaitu memeriksa kembali keterangan-keterangan atau informasi data yang diperoleh selama observasi atau wawancara dari guru, kepala sekolah, dan lain-lain. Adapun untuk menunjang hasil data penelitian divalidasi dengan cara mengkonsultasikan kepada pembimbing untuk mendapatkan arahan dalam penyusunan hasil laporan di lapangan.
17 39 J. Analisis Data Analisis data menurut Arikunto (2007: 131) digunakan untuk memvalidasi data yang terkumpul sehingga mempunyai nilai ilmiah untuk perkembangan ilmu pengetahuan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis kualitatif yaitu penjelasan informasi yang mendalam berbentuk kalimat atau deskriptif yang memberikan gambaran tentang respon objek peneliti terhadap metode pembelajaran baru yang melibatkan aktivitas selama pembelajaran, antusias dalam belajar, motivasi dan unsur lainnya yang dapat dianalisis secara kualitatif. Analisis data dimulai dari observasi, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan sampai dengan refleksi terhadap tindakan. Dalam penelitian ini peneliti mencoba untuk menganilisis perubahan perilaku dari hasil pembelajaran yang teramati yang dikaitkan dengan antusias anak, interaksi antara anak dan guru selama di kelas serta peningkatan keterampilan motorik kasar anak selama kegiatan pembelajaran melalui stimulasi gerak binatang berlangsung.
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK) Menurut Ebbutt (Rochiati, 2005 : 12) penelitian tindakan
BAB III METODE PENELITIAN
30 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasiyang digunakan untuk melaksanakan penelitian adalah Taman Kanak-kanak Attaqwa yang berlokasi di Jl. Intendans No.
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas. kelas dengan tujuan memperbaiki atau meningkatkan mutu praktik
A. Metode Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research). Tujuan penelitian ini adalah untuk menjembatani kesenjangan antara
BAB III METODE PENELITIAN
18 BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di TK Sukaseuri pada semester II tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini akan dilakukan pada siswa kelompok B TK
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kemampuan motorik halus pada anak yang terjadi di PAUD Baiturrahim, dengan
38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Penelitian ini dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan oleh guru
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Lokasi/ tempat penelitian adalah Taman Kanak-kanak Satu Atap
39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Lokasi/ tempat penelitian adalah Taman Kanak-kanak Satu Atap Pasirimpun Situraja, beralamat di Jalan Situraja - Wado No. 56 Desa Situraja
BAB III METODE PENELITIAN. Purwakarta Kabupaten Purwakarta. Secara geografis TK Pembina terletak di
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian akan dilaksanakan pada TK Negeri Pembina di Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta. Secara geografis TK Pembina
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian tindakan kelas (PTK). Ada beberapa pengertian penelitian tindakan
33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK). Ada beberapa pengertian penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian adalah di Kelas V SDN Randegan Wetan II yang
54 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah di Kelas V SDN Randegan Wetan II yang terletak di Desa Randegan Wetan Kecamatan Jatitujuh Kabupaten
BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya, secara khusus
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya, secara khusus penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai penerapan metode proyek
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di TK Aisyiyah kelompok A Kecamatan Tanjungsari
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada lokasi dan subjek penelitian sebagai berikut ini. Penelitian dilaksanakan di TK Aisyiyah kelompok A Kecamatan
BAB III METODE PENELITIAN. inggris disebut Clasroom Action Research (CAR).Penelitian ini terdiri dari empat
40 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) atau dalam bahasa inggris disebut
BAB III METODE PENELITIAN
17 BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Lokasi Penelitian Lokasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah TK Sukaseuri Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang. Alasan pemilihan lokasi ini karena TK Sukaseuri
BAB III METODE PENELITIAN DAN TEKNIK PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Penelitian Tindakan
BAB III METODE PENELITIAN DAN TEKNIK PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), dikarenakan penelitian ini memfokuskan
BAB III METODELOGI PENELITIAN
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada penelitian ini, peneliti berusaha mendeskripsikan bentuk pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran problem
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Maksud dari penelitian ini yaitu untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan guru serta mengatasi permasalahan pengenalan
BAB III METODE PENELITIAN. pembelajaran sehari-hari dikelas, maka jenis penelitian ini adalah Penelitian
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Permasalahan yang muncul pada penelitian ini berasal dari kegiatan pembelajaran sehari-hari dikelas, maka jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan
BAB III METODE PENELITIAN. Gunungkuning Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka. Adapun alasan
37 BAB III METODE PENELITIAN A Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SDN Gunungkuning Desa Gunungkuning Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka. Adapun
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode yang berfokuskan kepada situasi kelas, yang lebih dikenal dengan penelitian tindakan kelas (classroom
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI IMITASI DALAM GERAK TARI DI TAMAN KANAK KANAK AL HIKMAH LUBUK BASUNG FIRMAWATI
1 PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI IMITASI DALAM GERAK TARI DI TAMAN KANAK KANAK AL HIKMAH LUBUK BASUNG FIRMAWATI ABSTRAK Kemampuan motorik kasar anak masih rendah. Penelitian bertujuan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di TK Marhamah Hasanah yang terletak di Jl. Terusan
54 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan di TK Marhamah Hasanah yang terletak di Jl. Terusan Kopo No. 301 kecamatan Margahayu kabupaten Bandung. Subjek dalam
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Lokasi Penelitian R 4 R 9 R 8 R7 Toilet R 5 Ruang UKS Ruang piket Mesjid Parkiran Mobil Ruang TU Gerbang Ruang Guru R3 R2 R1 Lapangan Upacara R10 R15 R14 R 13 R12
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Pendekatan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yaitu penelitian yang dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN. terdapat hubungan antara subjek penelitian, seperti yang dikemukakan
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian disebut juga populasi, yang merupakan salah satu bagian terpenting yang tidak bisa dipisahkan dari sebuah
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. muncul dari adanya praktik pembelajaran sehari-hari yang dirasakan langsung
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Berpedoman pada latar belakang bahwa permasalahan dalam penelitian ini muncul dari adanya praktik pembelajaran sehari-hari yang dirasakan langsung oleh
BAB III METODE PENELITIAN. permasalahan yang terjadi di lapangan (TK), sekaligus mencari jawaban
38 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan guru serta mengatasi permasalahan yang terjadi
BAB III METODE PENELITIAN. (PTK). Dalam Wina Sanjaya (20011: 26) PTK adalah proses pengkajian
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam Wina Sanjaya (20011: 26) PTK adalah proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam
BAB III METODE PENELITIAN. sesuai dengan proses pembelajaran yang akan dibahas yaitu Meningkatkan
45 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), hal ini sesuai dengan proses pembelajaran yang akan dibahas yaitu Meningkatkan Kemampuan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digunakan dalam penelitian mengenai penerapan asesmen kinerja untuk
36 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini akan menyajikan dan mendeskripsikan metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian mengenai penerapan asesmen kinerja untuk menumbuhkan keterampilan menganalisis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau disebut juga Classroom Action Research. Penelitian Tindakan Kelas
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode adalah cara yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian dengan menggunakan teknik dan alat tertentu. Metode penelitian adalah suatu cara untuk
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi/tempat pelaksanaan penelitian adalah SDN Buahdua II Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang. SDN Buahdua II dijadikan tempat
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research (CAR). Menurut (Arikunto dkk, 2009,
BAB 3 METODE PENELITIAN. Inggris dikenal dengan Clasroom Action Research (ARC). Penelitian tindakan
35 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Motode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK). Metode penelitian tindakan kelas dalam bahasa Inggris
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian indakan kelas ini dilaksanakan di SDN I Gegesik Kulon Kecamatan
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian indakan kelas ini dilaksanakan di SDN I Gegesik Kulon Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon. Alasan penulis memilih
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Cahaya Indonesia yang terletak di Kavling IPTN, Jalan Nusantara VII No. I Cihanjuang
BAB III METODE PENELITIAN
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Pelaksanaan penelitian ini adalah di SDN Sadangsari, yang berlokasi di Dusun Ranjeng Desa Ranjeng Kecamatan Cisitu Kabupaten
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. muncul dari adanya praktik pembelajaran sehari-hari yang dirasakan langsung
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Berpedoman pada latar belakang bahwa permasalahan dalam penelitian ini muncul dari adanya praktik pembelajaran sehari-hari yang dirasakan langsung oleh
BAB III METODE PENELITIAN
38 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Pendekatan 1. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research, yaitu penelitian kualitatif yang dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN
30 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi tempat mengadakan penelitian ini adalah SDN Cibenda yang terletak di Dusun Cibenda Desa Cikahuripan Kecamatan Cimanggung
Modul 3 PPG-Konten Kurikulum 1
B. Pengembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini Pertumbuhan dan perkembangan kemampuan fisik motorik anak akan mempengaruhi cara anak memandang dirinya sendiri dan orang lain. Perkembangan fisik motorik yang
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI TARI LAYANG-LAYANG DI TAMAN KANAK-KANAK PRESIDEN 2 PADANG
1 PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI TARI LAYANG-LAYANG DI TAMAN KANAK-KANAK PRESIDEN 2 PADANG Febriani Effendi* Abstrak; Penelitian ini di latarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI SENAM FANTASI DI TAMAN KANAK KANAK AL HIKMAH LUBUK BASUNG. Martini ABSTRAK
1 PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI SENAM FANTASI DI TAMAN KANAK KANAK AL HIKMAH LUBUK BASUNG Martini ABSTRAK Kemampuan motorik kasar anak kelompok B6 di Taman Kanak-kanak AL Hikmah Lubuk
I. METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action
I. METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Menurut Arikunto dkk (2007: 58) Penelitian Tindakan Kelas adalah
BAB I PENDAHULUAN. l.1 Latar Belakang. Golden age atau masa keemasan anak adalah masa paling penting pada
BAB I PENDAHULUAN l.1 Latar Belakang Golden age atau masa keemasan anak adalah masa paling penting pada anak karena pada masa itu kemampuan otak anak untuk menyerap informasi sangat tinggi. Usia tersebut
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kelas(classroom Action Research) yaitu suatu bentuk penelitian yang dilakukan
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metodologi Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas(classroom Action Research) yaitu suatu bentuk penelitian yang dilakukan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini akan membahas mengenai metodologi penelitian secara rinci. Metode penelitian ini berisi mengenai metode penelitian, model penelitian, lokasi dan waktu penelitian,
BAB III METODE PENELITIAN. Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan pertimbangan karena
24 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Pengertian PTK Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan pertimbangan karena
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian Penelitian ini dilakukan di SDN Rongga Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat. SD ini memiliki kondisi kelas cukup baik dengan lingkungan sekolah berada
BAB III METODE PENELITIAN. tindakan kelas (classroom action research). Penelitian tindakan kelas merupakan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dipaparkan mengenai metode penelitian, model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikembangkan, lokasi dan waktu penelitian, subjek penelitian, prosedur penelitian,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Fokus penelitian ini adalah upaya meningkatkan keterampilan motorik halus di PAUD Melati Pusaka melalui stimulasi gerak binatang.langkah-langkah metode penelitiannya adalah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis PTK Menurut (Arikunto, 2009) penelitian itu sendiri mempunyai arti suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian tindakan kelas (PTK) atau class room action research (CAR).
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) atau class room action research (CAR). Hermawan
UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK MELALUI GERAK DAN LAGU DI TK AISYIYAH CABANG KARTASURA KELOMPOK B TAHUN AJARAN 2013/2014
UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK MELALUI GERAK DAN LAGU DI TK AISYIYAH CABANG KARTASURA KELOMPOK B TAHUN AJARAN 2013/2014 NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut Sukardi dalam
37 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Berdasarkan kajian dari permasalahan penelitian, penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut Sukardi dalam buku Metodologi
BAB III METODE PENELITIAN
40 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan di SD Negeri Sukarame yang beralamat di Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Subjek dan Data Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 29 Bandung tepatnya jalan Geger Arum No 11 A Bandung. 2. Subjek Pemelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tidak pernah terlepas dari perkembangan ilmu pengetahuan, seni dan budaya.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Classroom Action Research. Wardhani, dkk. (2008: 1.4) mengungkapkan
28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif melalui penelitian tindakan kelas yang di fokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal dengan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Pendekatan Penelitian 1. Metode Penelitian Penggunaan metode penelitian ini termasuk kedalam kelompok Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan gabungan antara data
BAB III METODE PENELITIAN
35 BAB III METODE PENELITIAN Penelitian yang akan dilaksanakan dengan mempergunakan tindakan kelas (PTK) dalam mengambangkan green behavior melalui kegiatan farming and gardening di Sekolah Dasar pada
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dimaksudkan sebagai kajian, refleksi diri, dan tindakan terhadap proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kognisi siswa kelas III
BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Seting Dan Karakteristik Subjek Penelitian
23 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Seting Dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian 3.1.1.1 Lokasi Tempat penelitian adalah SD 6 Gondangmanis Kecamatan Bae Kabupaten Kudus yang terletak
BAB III METODE PENELITIAN. Wardhani, dkk. (2007 :14), Penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam
42 BAB III METODE PENELITIAN Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya untuk mengatasi kesulitan siswa dalam meningkatkan kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita di kelas V SDN 3 Caracas Kabupaten
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI TEKNIK LOKOMOTOR PADA ANAK KELOMPOK B DI TK NEGERI PEMBINA KECAMATAN SIPATANA KOTA GORONTALO
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI TEKNIK LOKOMOTOR PADA ANAK KELOMPOK B DI TK NEGERI PEMBINA KECAMATAN SIPATANA KOTA GORONTALO Juriyati Ahmad Universitas Negeri Gorontalo Fakultas Ilmu Pendidikan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Suharsimi (2012: 3) mengemukakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan
NASKAH PUBLIKASI UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN KOLASE PADA KELOMPOK B TK PERTIWI 1
NASKAH PUBLIKASI UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN KOLASE PADA KELOMPOK B TK PERTIWI 1 NAMBANGAN KECAMATAN SELOGIRI KABUPATEN WONOGIRI TAHUN AJARAN 2012/2013 Disusun Oleh : DHONA
KEGIATAN MENEMPEL BULU AYAM PADA KELOMPOK BERMAIN BUNGA MULIA SLUMBUNG DESA SLUMBUNG KECAMATAN NGADILUWIH KABUPATEN KEDIRI SKRIPSI
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MENEMPEL BULU AYAM PADA KELOMPOK BERMAIN BUNGA MULIA SLUMBUNG DESA SLUMBUNG KECAMATAN NGADILUWIH KABUPATEN KEDIRI SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi
