III. METODE PENELITIAN
|
|
|
- Herman Cahyadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber. Data-data yang akan digunakan diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), penelitian terdahulu dan sumber-sumber lain yang relevan. Data tersebut merupakan data dari provinsi se-indonesia untuk periode waktu tahun Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. PDRB provinsi atas dasar harga konstan tahun Jumlah penduduk menurut provinsi. 3. Investasi pemerintah berupa pengeluaran untuk pembangunan (belanja modal) dari pemerintah daerah tingkat II dan pemerintah daerah tingkat I. 4. Tenaga kerja berpendidikan minimal SMA menurut provinsi. Variabel ini mencerminkan kualitas tenaga kerja yang berhubungan dengan produktivitas dalam kegiatan ekonomi. 5. Modal manusia terdiri dari dua indikator yaitu rata-rata lama sekolah dan angka harapan hidup menurut provinsi. 6. Panjang jalan yang kondisinya baik dan sedang, baik jalan negara, jalan provinsi maupun jalan kabupaten/kota di setiap provinsi. Lag panjang jalan/kendaraan digunakan dalam analisis karena pengaruh pembangunan infrastruktur jalan tidak selalu berpengaruh secara langsung pada tahun yang sama terhadap pertumbuhan output. 7. Jumlah energi listrik yang terjual kepada konsumen pada level provinsi. Variabel ini mencerminkan jumlah energi listrik yang dikonsumsi konsumen, bukan pada jumlah energi listrik yang diproduksi. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan software Excel, SPSS dan Eviews. Software Excel digunakan untuk menganalisis dinamika dan sumber kesenjangan ekonomi regional yang terjadi baik antar kawasan, antar pulau maupun antar provinsi di Indonesia. Software SPSS dan Software Eviews digunakan untuk menunjang analisis data panel untuk memperoleh faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan untuk menganalisis peranan investasi terhadap pertumbuhan dan konvergensi ekonomi di Indonesia.
2 Metode Analisis Analisis Deskriptif Analisis deskriptif merupakan analisis sederhana yang bertujuan mendeskripsikan dengan memberikan pemaparan dalam bentuk tabel, grafik, dan diagram. Dalam penelitian ini, analisis deskriptif digunakan untuk memberikan suatu gambaran mengenai kondisi perekonomian di Indonesia, dinamika serta sumber kesenjangan ekonomi baik antar kawasan, antar pulau maupun antar provinsi di Indonesia serta kaitannya dengan variabel-variabel lainnya Indeks Williamson Salah satu cara untuk mengukur kesenjangan ekonomi antar wilayah adalah dengan menggunakan Indeks Williamson. Williamson pada tahun 1975 mengembangkan indeks kesenjangan wilayah yang dirumuskan sebagai berikut (Rustiadi, et.al. 2009): Σ (3.1) Keterangan: CV w Y i p i : Indeks Williamson (Iw) : PDRB per kapita wilayah provinsi ke-i di Indonesia : Rata-rata PDRB per kapita : f i /n dengan f i jumlah penduduk provinsi ke-i dan n jumlah total penduduk Indonesia. Batasan tingkat kesenjangan antar wilayah yang digunakan dalam ukuran indeks Williamson, adalah: a. Nilai indeks > 1, terjadi ketimpangan maksimum b. Nilai indeks 0,7 1, terjadi ketimpangan yang tinggi c. Nilai indeks 0,4 0,6 maka terjadi ketimpangan sedang d. Nilai Indeks < 0,3 maka terjadi ketimpangan rendah. Tren nilai indeks Williamson untuk PDRB per kapita antar provinsi di Indonesia selama tahun akan dihitung berdasarkan data PDRB atas dasar harga konstan tahun 2000.
3 Korelasi Pearson Kuznet menjelaskan hubungan antara pendapatan per kapita dengan kesenjangan ekonomi. Hipotesis Kuznet menggambarkan bahwa pada awal pembangunan, perbedaan laju pertumbuhan ekonomi regional yang relatif besar antar wilayah akan menyebabkan terjadinya kesenjangan dalam distribusi pendapatan per wilayah. Namun perekonomian dalam kondisi jangka panjang, ketika seluruh faktor produksi yang dimiliki telah digunakan secara optimal untuk pembangunan maka perbedaan laju pertumbuhan output antar wilayah akan semakin mengecil dan distribusi pendapatan per kapita disetiap wilayah akan semakin merata. Investasi merupakan salah satu alat bagi daerah-daerah yang relatif tertinggal laju pertumbuhannya untuk mengejar ketertinggalannya dari daerah lain yang telah terlebih dulu maju. Investasi akan mendorong output yang diperoleh suatu wilayah, semakin besar investasi yang dilakukan idealnya output yang dihasilkan semakin besar. Perbedaan laju pertumbuhan output antar wilayah bisa diperkecil melalui investasi dan pada akhirnya bisa menurunkan kesenjangan ekonomi regional. Hubungan antara ketiga variabel tersebut diproksi dengan korelasi Pearson untuk melihat apakah selama periode penelitian hubungannya bersifat positif atau negative untuk setiap pulau dan Indonesia secara umum. Adapun rumus korelasi Pearson adalah sebagai berikut (Juanda, 2009): (3.2) Keterangan: r = ρ : koefisien korelasi S xy : kovarian antara x dan y S 2 x S 2 y : ragam X : ragam Y Untuk melihat signifikansi hubungan antara variabel-variabel tersebut dilakukan dengan melihat p-value dari masing-masing koefisien korelasi yang diperoleh Analisis Data Panel Menurut Juanda (2009) model merupakan abstraksi (penyederhanaan) dari realitas. Dalam proses pemodelan, model tidak hanya divalidasi secara
4 54 keseluruhan tetapi juga hubungan-hubungan individu yang menyusun model tersebut Pengertian dan Bentuk Regresi Data Panel Data panel (panel data) merupakan gabungan data cross section dan data time series atau dengan kata lain, data panel merupakan unit-unit individu yang sama yang diamati dalam kurun waktu tertentu (Nachrowi dan Usman, 2006). Secara umum, data panel dicirikan oleh T periode waktu (t = 1,2,...,T) yang kecil dan n jumlah individu (i = 1,2,...,n) yang besar. Namun demikian tidak menutup kemungkinan terjadi sebaliknya, yakni data panel terdiri atas periode waktu yang besar dan jumlah individu yang kecil. Regresi dengan menggunakan data panel disebut dengan model regresi data panel. Analisis secara terpisah, apakah menggunakan cross section saja atau time series saja, akan memberikan beberapa kelemahan. Sebagai ilustrasi, untuk analisis pertumbuhan ekonomi suatu wilayah yang dilihat dari pertumbuhan PDRB, tingkat investasi dan tingkat konsumsi. Jika hanya menggunakan data cross section, yang diamati hanya pada satu titik waktu, maka perkembangan ekonomi wilayah-wilayah tersebut antar waktu tidak dapat dilihat. Di sisi lain, penggunaan model time series juga menimbulkan persoalan tersendiri melalui variabel-variabel yang diobservasi secara agregat dari satu unit individu sehingga mungkin memberikan hasil estimasi yang bias. Pendekatan data panel menggunakan informasi dari gabungan kedua pendekatan tersebut (cross section dan time series) sehingga akan meminimalisir kelemahan masing-masing pendekatan. Baltagi (2005) mengemukakan bahwa penggunaan data panel memberikan banyak keuntungan, diantaranya: 1. Mampu mengontrol heterogenitas individu. Dengan menerapkan metode ini, estimasi yang dilakukan dapat secara eksplisit memasukkan unsur heterogenitas individu. 2. Dapat memberikan data yang informatif, mengurangi kolinearitas antar peubah, meningkatkan derajat bebas dan lebih efisien.
5 55 3. Lebih baik untuk studi dynamics of adjustment. Karena berkaitan dengan observasi cross section yang berulang, maka data panel lebih baik dalam mempelajari perubahan dinamis. 4. Lebih baik dalam mengidentifikasi dan mengukur efek yang secara sederhana tidak dapat diatasi dalam data cross section saja atau data time series saja. Selain keuntungan yang diperoleh dari penggunaan data panel, metode ini juga memiliki keterbatasan, yaitu: 1. Masalah dalam desain survei panel, pengumpulan dan manajemen data. Masalah yang sering dihadapi diantaranya adalah cakupan (coverage), nonresponse, kemampuan daya ingat responden (recall), frekuensi dan waktu wawancara. 2. Distorsi kesalahan pengamatan (measurement errors) yang pada umumnya terjadi karena respon yang tidak sesuai. 3. Masalah selektivitas (selectivity) yang mencakup: a. Self-selectivity: permasalahan yang muncul karena data-data yang dikumpulkan untuk suatu penelitian tidak sepenuhnya dapat menangkap fenomena yang ada. b. Nonresponse: permasalahan yang muncul dalam panel data ketika ada ketidaklengkapan data atau jawaban yang diberikan oleh responden. c. Attrition: jumlah responden yang cenderung berkurang pada survei lanjutan yang biasanya terjadi karena responden pindah, meninggal dunia, atau biaya menemukan responden yang terlalu tinggi. 4. Dimensi waktu (time series) yang pendek. 5. Cross-section dependence. Sebagai contoh, apabila macro panel dengan analisis negara atau wilayah dengan deret waktu yang panjang mengabaikan cross-country dependence akan mengakibatkan inferensi yang salah (misleading inference). Analisis data panel dibedakan menjadi dua, yaitu statis dan dinamis. Pada analisis data panel dinamis, regressor-nya mengandung variabel lag dependentnya, sedangkan pada analisis data panel statis tidak demikian. Pada analisis data panel statis, secara umum terdapat dua pendekatan yaitu Fixed Effect Model (FEM) dan Random Effect Model (REM). Kedua pendekatan
6 56 tersebut dibedakan berdasarkan ada atau tidaknya korelasi antar komponen error dengan variabel bebas. Misalkan diberikan persamaan regresi data panel sebagai berikut: (3.3) keterangan: : nilai variabel tak bebas untuk setiap unit individu ke-i pada periode ke-t (i = 1,, n; t = 1,, T) : unobserved heterogeneity : nilai variabel bebas yang terdiri dari sejumlah k variabel. Pada pendekatan one way, komponen error dispesifikasikan sebagai berikut: (3.4) keterangan: : efek individu (individual invariant) : disturbance yang bersifat acak ( ~ 0, ) Untuk pendekatan two way, komponen error dispesifikasikan sebagai berikut: (3.5) keterangan: : efek waktu (time invariant) Pada pendekatan one way, komponen error hanya memasukkan komponen error yang bersumber dari individu ( ), sedangkan pada two way telah memasukkan efek waktu ( ) ke dalam komponen error, adapun diasumsikan tidak berkorelasi dengan. Jadi perbedaan antara FEM dan REM terletak pada ada atau tidaknya korelasi antara dan dengan. Pendekatan regresi data panel yang umum digunakan ada 2 (dua) yaitu: 1. Fixed Effect model (FEM) Pendekatan FEM mengasumsikan bahwa perbedaan karakteristik antar individu diakomodasi oleh intercept-nya. FEM didasarkan oleh adanya perbedaan intercept antar individu, namun intercept-nya sama antar waktu (time invariant). Model ini digunakan ketika efek individu dan efek waktu mempunyai korelasi
7 57 dengan atau memiliki pola yang tidak acak. Asumsi tersebut membuat komponen error dari efek individu dan waktu dapat menjadi bagian dari intercept. Untuk one way komponen error: (3.6) Sedangkan untuk two way komponen error: (3.7) Penduga FEM dapat dihitung dengan beberapa teknik yaitu Pooled Least Square (PLS), Within Group (WG), Least Square Dummy Variable (LSDV), dan Two Way Error Component Fixed Effect Model. 2. Random Effect model (REM) REM digunakan ketika ada efek individu dan efek waktu yang tidak berkorelasi dengan atau memiliki pola yang sifatnya acak. Keadaan ini membuat komponen error dari efek individu dan efek waktu dimasukkan di dalam error. Untuk one way komponen error: (3.8) Sedangkan untuk two way komponen error: (3.9) 0 Asumsi-asumsi yang digunakan dalam REM antara lain: 0 untuk semua i dan t untuk semua i dan t untuk: untuk semua i, t dan j untuk i j dan t s untuk i j One way error component: Two way error c omponent:
8 58 Dari semua asumsi di atas, asumsi yang paling penting adalah asumsi 0. Pengujian asumsi ini dilakukan dengan menggunakan Hausman test, dengan hipotesis yang diuji adalah: H 0 : 0 H 1 : 0 Hausman test dirumuskan dengan: (tidak ada korelasi komponen error dengan variabel bebas). (ada korelasi komponen error dengan variabel bebas). (3.10) dimana M adalah matriks kovarians untuk parameter dan k adalah derajat bebas. Ketentuan pengujian pada Hausman test adalah jika maka komponen error mempunyai korelasi dengan variabel bebas dan artinya model yang valid digunakan adalah FEM. Penduga REM dapat dihitung dengan dua pendekatan yaitu dengan pendekatan Between Estimator (BE) dan Generalized Least Square (GLS) Pengujian Asumsi dan Pemilihan Model Terbaik Untuk memilih model terbaik pada sebuah penelitian diperlukan pertimbangan statistik. Pertimbangan tersebut bertujuan untuk mendapatkan penduga yang paling efisien. Untuk memutuskan apakah menggunakan FEM atau REM, dapat menggunakan uji Hausman. Hipotesis yang diuji sebagai berikut: H 0 : 0 H 1 : 0 (model yang tepat adalah REM) (model yang tepat adalah FEM). Pengujian dilakukan dengan menggunakan nilai Chi Square. Kriteria pengujiannya adalah jika maka cukup bukti untuk menolak H 0 sehingga pendekatan yang digunakan adalah FEM, dan sebaliknya Pengujian Asumsi Setelah diputuskan untuk menggunakan suatu model (FEM atau REM), maka selanjutnya dilakukan uji asumsi sebagai berikut: 1. Uji Homoskedastisitas Homoskedastisitas merupakan salah satu asumsi yang harus dipenuhi dalam model regresi yang berarti bahwa semua residual atau error mempunyai varians yang sama. Apabila varians tidak konstan atau berubah-ubah maka
9 59 terjadi pelanggaran asumsi homoskedastisitas atau sering disebut sebagai heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi heteroskedastisitas dapat menggunakan metode General Least Square (Cross Section Weights) yaitu dengan membandingkan sum square residual dengan sum square residual unweighted statistics. Apabila sum square residual lebih kecil dari sum square residual unweighted statistics maka terjadi heteroskedastisitas. 2. Uji Autokorelasi Autokorelasi adalah korelasi yang terjadi antar observasi dalam satu peubah atau korelasi antar error masa yang lalu dengan error masa yang sekarang. Terjadinya autokorelasi dapat berpengaruh terhadap efisiensi dari estimator yang diperoleh. Untuk mendeteksi adanya autokorelasi dapat menggunakan statistik Durbin Watson (DW). Untuk mengetahui ada autokorelasi atau tidak dilakukan dengan membandingkan nilai statistik DW dengan nilai DW-tabel. Gujarati (2004) mengelompokkan nilia DW-tabel untuk identifikasi autokorelasi (tabel 3.1). Tabel 3.1. Nilai dan Arti Statistik Durbin Watson (DW) Nilai DW Arti/Hasil 4 dl < DW < 4 Terdapat korelasi serial negatif 4 du < DW < 4 - dl Hasil tidak dapat ditentukan 2 < DW < 4 - du Tidak ada korelasi serial du < DW < 2 Tidak ada korelasi serial dl < DW < du Hasil tidak dapat ditentukan 0 < DW < dl Terdapat korelasi serial positif Evaluasi Model Untuk mengevaluasi model yang diperoleh, beberapa uji yang dilakukan sebagai berikut: 1. Uji-F Uji-F digunakan untuk menguji hipotesis koefisien regresi (slope) secara simultan. Hipotesis yang diuji adalah: H 0 : 0 (j adalah jumlah variabel bebas) H 1 : Paling sedikit ada satu 0
10 60 Kriteria pengujiannya adalah jika nilai F-statistic > F-tabel maka H 0 ditolak yang berarti minimal ada salah satu variabel bebas yang berpengaruh terhadap variabel tak bebas. 2. Uji-t Uji-t digunakan untuk menguji parameter regresi secara individual (parsial). Hipotesis yang diuji adalah: H 0 : 0 H 1 : 0 Kriteria pengujiannya adalah jika t-hitung > t-tabel maka H 0 ditolak yang berarti bahwa variabel bebas tersebut berpengaruh pada taraf nyata terhadap variabel tak bebas. 3. Koefisien Determinasi ( Koefisien determinasi dalam regresi dapat juga disebut goodness of fit merupakan ukuran yang menggambarkan seberapa besar variasi dari variabel tak bebas Y yang diterangkan oleh variabel-variabel bebas yang digunakan (X). Nilai berkisar antara 0 dan 1. Makin besar koefisien determinasi, model semakin fit. 4. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk memeriksa apakah error term mengikuti distribusi normal atau tidak. Jika asumsi kenormalan tidak terpenuhi, maka prosedur pengujian dengan statistik-t menjadi tidak sah. Uji normalitas error term dapat dilakukan dengan menggunakan uji Jarque Bera. Apabila nilai probabilitas Jarque Bera lebih besar dari taraf nyata, maka disimpulkan bahwa error term berdistribusi normal. 3.3 Spesifikasi Model Pengaruh Investasi Pemerintah terhadap Kesenjangan PDRB per Kapita di Pulau-pulau Utama di Indonesia Untuk mengetahui pengaruh dari faktor-faktor yang diperkirakan mempengaruhi tingkat konvergensi suatu wilayah dapat menggunakan beta convergence. Prosedur pengujian beta convergence adalah terlebih dahulu meneliti apakah terdapat konvergensi absolut (absolute convergence), selanjutnya
11 61 menguji konvergensi kondisional (conditional convergence). Spesifikasi model untuk konvergensi absolut merupakan hasil modifikasi model yang digunakan dalam Fidaus (2006) dan dirumuskan sebagai berikut : Log PDRBKAP it = (1-α) Log PDRBKAP it-1 + β 1 Log K_GOV it + β 2 Log L_SMA it + e (3.13) Keterangan: PDRBKAP it : PDRB per kapita ADHK tahun 2000 provinsi i tahun t (juta rupiah) PDRBKAP i,t-1 : PDRB per kapita ADHK tahun 2000 provinsi i tahun t-1 (juta rupiah) L_SMA it : Jumlah tenaga kerja tamat SMA ke atas provinsi i tahun t (orang) K_GOV it : Belanja modal pemerintah riil provinsi i tahun t (juta rupiah) E : error term Konvergensi terjadi apabila koefisien (1-α) kurang dari satu, dengan tingkat konvergensi dinyatakan dengan sebagai ln (α) Faktor-faktor Pemacu Pertumbuhan PDRB per Kapita di Pulaupulau Utama di Indonesia Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan dari fungsi produksi Cobb-Douglas, yaitu: Kapital dalam fungsi produksi berasal dari modal (3.14) pemerintah (pengeluaran publik). Dalam modal pemerintah terdapat dua level pemerintahan yaitu pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pengeluaran pemerintah pusat dapat dikeluarkan dalam bentuk sumbangan maupun bantuan kepada pemerintah daerah, sedangkan pengeluaran pemerintah daerah merupakan pengeluaran yang terdapat dalam anggaran pos Pendapatan Asli Daerah (Adinirekso, 2001). Dalam persamaan 3.14, A tidak saja menunjukkan tingkat kemajuan teknologi tetapi juga menggambarkan perbedaan limpahan sumber daya yang dimiliki (resource endowments) dan institusi antar daerah dari waktu ke waktu, serta karakteristik spesifik lain di suatu wilayah yang tidak bisa diamati. Model yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor penentu pertumbuhan ekonomi di Indonesia diperoleh dengan memodifikasi model yang
12 62 digunakan oleh Bhinadi (2003). Berdasarkan uraian di atas, maka model penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut: Log PDRBKAP it = α 0 + α 1 Log K_GOV it + α 2 Log L_SMA it + α 3 Log MYS it + α 4 Log AHH it + α 5 Log JALAN it-1 + α 6 Log LISTRIK it + + e (3.15) Keterangan: PDRBKAP it : PDRB per kapita (juta rupiah) provinsi i tahun t K_GOV it : Belanja modal pemerintah riil (juta rupiah) provinsi i tahun t L_SMA it : Jumlah pekerja lulusan SMA ke atas (orang) provinsi i tahun t MYS it : Rata-rata lama sekolah (tahun) provinsi i tahun t AHH it : Angka harapan hidup (tahun) provinsi i tahun t JALAN it-1 : Panjang jalan/kendaraan (km/unit) provinsi i tahun t-1 LISTRIK it : Jumlah listrik yang terjual pada konsumen provinsi i tahun t e : error term
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang dikumpulkan dari berbagai instansi pemerintah terutama Badan Pusat Statistik (BPS)
BAB III METODE PENELITIAN. Utara. Series data yang digunakan dari tahun
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik Republik Indonesia dan BPS Provinsi Maluku Utara.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data sekunder mulai dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2010. Data tersebut didapat dari beberapa
BAB III METODE PENELITIAN. tahun mencakup wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder periode tahun 2001-2010 mencakup wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten
3. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data
3. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Departemen Kesehatan. Data yang
III. METODE PENELITIAN. series dan (2) cross section. Data time series yang digunakan adalah data tahunan
29 III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder berupa data panel, yaitu data yang terdiri dari dua bagian : (1)
BAB III METODE PENELITIAN. yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementrian Keuangan. Data
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diambil dari publikasi resmi pemerintah. Data yang digunakan adalah data panel
BAB III METODE PENELITIAN
28 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder, yaitu berkaitan dengan data yang waktu dikumpulkannya bukan (tidak harus) untuk
III. METODE PENELITIAN. berupa data panel terdiri dari dua bagian yaitu : (1) time series dan (2) cross
36 III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa data panel terdiri dari dua bagian yaitu : (1) time series dan (2) cross
3. METODE. Kerangka Pemikiran
25 3. METODE 3.1. Kerangka Pemikiran Berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu serta mengacu kepada latar belakang penelitian, rumusan masalah, dan tujuan penelitian maka dapat dibuat suatu bentuk kerangka
V. HASIL DAN PEMBAHASAN. Regional Bruto tiap provinsi dan dari segi demografi adalah jumlah penduduk dari
54 V. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini akan dibahas hasil dari estimasi faktor-faktor yang memengaruhi migrasi ke Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia. Adapun variabel
METODE PENELITIAN. 3.1 Jenis dan Sumber Data. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder. Data
37 III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder. Data sekunder merupakan data yang dikumpulkan secara tidak langsung oleh peneliti
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan/Desain Penelitian Penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel yang akan diukur serta mengetahui sejauh mana variasi-variasi pada suatu
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian dalam penelitian ini adalah Kontribusi Usaha Kecil Menengah (UKM)
45 BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Obyek penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan suatu data. Obyek penelitian dalam penelitian ini adalah Kontribusi Usaha Kecil Menengah (UKM) yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data panel (pooled data) yang merupakan gabungan data silang (cross section)
III. METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan
49 III. METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, inflasi dan kualitas sumber daya manusia terhadap tingkat pengangguran
BAB III METODE PENELITIAN
48 BAB III METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian dilakukan di Kabupaten/Kota yang berada di Provinsi Banten. Pemilihan lokasi di Kabupaten/Kota disebabkan karena berdasarkan hasil evaluasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri atas Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sektor perekonomian yang
III. METODOLOGI PENELITIAN
28 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber. Jenis data yang digunakan adalah data panel,
BAB III METODE PENELITIAN. Daerah) di seluruh wilayah Kabupaten/Kota Eks-Karesidenan Pekalongan
BAB III METODE PENELITIAN A. Obejek Penelitian Obyek kajian pada penelitian ini adalah realisasi PAD (Pendapatan Asli Daerah) di seluruh wilayah Kabupaten/Kota Eks-Karesidenan Pekalongan yang terdiri dari
III. METODOLOGI PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penulisan ini adalah data sekunder berupa data
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penulisan ini adalah data sekunder berupa data tahunan dari periode 2003 2012 yang diperoleh dari publikasi data dari Biro
BAB III METODE PENELITIAN. mengetahui pengaruh belanja daerah, tenaga kerja, dan indeks pembangunan
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian empiris yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh belanja daerah, tenaga kerja, dan indeks pembangunan manusia terhadap
BAB III METODE PENELITIAN. untuk menganalisis pengaruh PMDN dan Tenaga Kerja terhadap Produk
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini, Indonesia dijadikan sebagai objek penelitian untuk menganalisis pengaruh PMDN dan Tenaga Kerja terhadap Produk Domestik Regional Bruto
III. METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah
63 III. METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Belanja Barang dan Jasa (BBJ) terhadap pembangunan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Penelitian dilakukan di kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Dengan pertimbangan di setiap wilayah mempunyai sumber daya dan potensi dalam peningkatan pertumbuhan
BAB III METODE PENELITIAN. 2002). Penelitian ini dilakukan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Populasi merupakan keseluruhan objek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan
BAB IV METODE PENELITIAN. dilakukan secara sengaja (purposive) melihat bahwa propinsi Jawa Barat
4.1. Waktu dan Tempat Penelitian BAB IV METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan dalam lingkup wilayah Jawa Barat. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) melihat bahwa propinsi Jawa Barat
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, penulis akan melaksanakan langkah-langkah sebagai
BAB III METODE PENELITIAN A. Langkah Penelitian Dalam penelitian ini, penulis akan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Merumuskan spesifikasi model Langkah ini meliputi: a. Penentuan variabel,
BAB III METODELOGI PENELTIAN. Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur,
BAB III METODELOGI PENELTIAN A. Obyek/Subyek Penelitian Obyek dalam penelitian ini meliputi seluruh wilayah atau 33 provinsi yang ada di Indonesia, meliputi : Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau,
BAB III METODE PENELITIAN. kabupaten induknya yaitu Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi ke
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder periode tahun 2001-2008 yang mencakup wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian tentang kemiskinan ini hanya terbatas pada kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah tahun 2007-2011. Variabel yang digunakan dalam menganalisis
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2012: 13), penelitian deskriptif
1) Kriteria Ekonomi Estimasi model dikatakan baik bila hipotesis awal penelitian terbukti sesuai dengan tanda dan besaran dari penduga.
LAMPIRAN Lampiran 1. Evaluasi Model Evaluasi Model Keterangan 1) Kriteria Ekonomi Estimasi model dikatakan baik bila hipotesis awal penelitian terbukti sesuai dengan tanda dan besaran dari penduga. 2)
III. METODE PENELITIAN. data sudah dikompilasi ke dalam bentuk digital file, publikasi, buku, laporan dan
III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder, dimana data sudah dikompilasi ke dalam bentuk digital file, publikasi, buku, laporan dan
IV. METODOLOGI PENELITIAN. investasi yang dilakukan oleh pihak korporasi (perusahaan).
91 IV. METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Kerangka Analisis 4.1.1. Pilihan Alat Analisis Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis fenomena ekonomi makro seperti liberalisasi keuangan dan kebijakan
III. METODE PENELITIAN. yaitu infrastruktur listrik, infrastruktur jalan, infrastruktur air, dan tenaga kerja.
III. METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan variabel terikat yaitu PDRB, dan variabel bebas yaitu infrastruktur listrik, infrastruktur jalan, infrastruktur air,
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data panel (pooled data) yang merupakan gabungan data silang (cross section)
BAB III METODE PENELITIAN. B. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan
A. Lokasi Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Lokasi penelitian adalah di Kawasan SWP Gerbangkertosusila Plus yang terdiri dari 12 Kabupaten/Kota yaitu: Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik,
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2003), penelitian kuantitatif adalah penelitian dengan memperoleh data
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek penelitian Penelitian yang digunakan ini mengunakan obyek penelitian dari seluruh kabupaten dan kota yang berada di Provinsi Jawa Timur yang totalnya ada 38 Kabupaten
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Apakah investasi mempengaruhi kesempatan kerja pada sektor Industri alat
43 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Berdasarkan masalah-masalah yang telah peneliti rumuskan, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Apakah investasi mempengaruhi kesempatan
BAB III METODE PENELITIAN. mengambil objek di seluruh provinsi di Indonesia, yang berjumlah 33 provinsi
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis mengambil objek di seluruh provinsi di Indonesia, yang berjumlah 33 provinsi di 5 pulau
BAB III METODOLOGI. berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan kementrian terkait. Data yang
BAB III METODOLOGI 3.1. Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan kementrian terkait. Data yang bersumber dari BPS adalah
BAB III METODE PENELITIAN. PAD dari masing-masing kabupaten/kota di D.I Yogyakarta tahun
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah data PDRB, jumlah penduduk dan PAD dari masing-masing kabupaten/kota di D.I Yogyakarta tahun 2000-2014 yang meliputi kabupaten
BAB I PENDAHULUAN. Peramalan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peramalan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam pengambilan keputusan, karena efektif atau tidaknya suatu keputusan umumnya bergantung pada beberapa
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek dan Subjek Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan data kuantitatif, sesuai dengan namanya, banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data,
BAB 3 METODE PENELITIAN. 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data panel (pool data).
31 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data panel (pool data). 3.2 Metode Analisis Data 3.2.1 Analisis Weighted
BAB III METODE PENELITIAN. minimum sebagai variabel independen (X), dan indeks pembangunan manusia
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek dari penelitian ini adalah kemiskinan, rasio gini dan upah minimum sebagai variabel independen (X), dan indeks pembangunan manusia (IPM) sebagai variabel
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder bersifat runtun waktu (time series)
46 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data sekunder bersifat runtun waktu (time series) dalam periode tahunan dan data antar ruang (cross section). Data sekunder
BAB III MODEL REGRESI DATA PANEL. Pada bab ini akan dikemukakan dua pendekatan dari model regresi data
BAB III MODEL REGRESI DATA PANEL Pada bab ini akan dikemukakan dua pendekatan dari model regresi data panel, yaitu pendekatan fixed effect dan pendekatan random effect yang merupakan ide pokok dari tugas
IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2 Metode Pengumpulan Data
IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian yang dilakukan meliputi perancangan penelitian, perumusan masalah, pengumpulan data pada berbagai instansi terkait, pemrosesan data, analisis
BAB III METODE PENELITIAN
44 BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek Penelitian Objek penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan, tingkat pengangguran dan rasio gini di lima kabupaten/kota
BAB III. METODE PENELITIAN
BAB III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Cara Pengumpulan Data Data merupakan variabel yang diukur dan diperoleh dengan mengukur nilai satu atau lebih variabel dalam sampel atau populasi. Data menurut
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder bersifat runtun waktu (time series)
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data sekunder bersifat runtun waktu (time series) dalam periode tahunan dan data antar ruang (cross section). Data sekunder
BAB III METODE PENELITIAN. digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diambil dari BPS dengan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3.1.1.Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah Kemiskinan sebagai variabel dependen, sedangkan untuk variabel
III. METODE PENELITIAN. model struktural adalah nilai PDRB, investasi Kota Tangerang, jumlah tenaga kerja,
III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk time series dari tahun 1995 sampai tahun 2009. Data yang digunakan dalam model
BAB III METODE PENELITIAN. yang mempengaruhi aliran ekspor Surakarta ke Negara tujuan utama ekspor.
digilib.uns.ac.id 34 BAB III METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini merupakan suatu kajian masalah terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi aliran ekspor Surakarta ke Negara tujuan
ANALISIS FAKTOR PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI, EKSPOR, DAN KONSUMSI PEMERINTAH TERHADAP PDRB KALIMANTAN BARAT DENGAN MODEL DATA PANEL INTISARI
Buletin Ilmiah Math. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume xx, No. x (tahun), hal xx xx. ANALISIS FAKTOR PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI, EKSPOR, DAN KONSUMSI PEMERINTAH TERHADAP PDRB KALIMANTAN BARAT DENGAN
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. 5.1 Analisis Tingkat Kesenjangan Pendapatan dan Trend Ketimpangan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Analisis Tingkat Kesenjangan Pendapatan dan Trend Ketimpangan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat Penghitungan kesenjangan pendapatan regional antar kabupaten/kota di Provinsi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Subyek/Obyek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada kota/kabupaten yang termasuk dalam Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. B. Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam
BAB III METODE PENELITIAN
45 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Objek Penelitian Daerah penelitian yang digunakan adalah seluruh kabupaten dan kota yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terdiri dari 1 Kota
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. mengetahui hubungan antara variabel bebas net profit margin, return on asset,
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, berdasarkan permasalahan yang diteliti, penelitian ini digolongkan kepada
BAB III OBYEK & METODE PENELITIAN. Dengan pengertian obyek penlitian yang dikemukakan oleh Sugiyono (2010:38)
BAB III OBYEK & METODE PENELITIAN 3.1. Obyek Penelitian Obyek penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan suatu data. Dengan pengertian obyek penlitian yang dikemukakan oleh Sugiyono (2010:38) bahwa
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan data panel sebagai acuan sumber data yang digunakan. Dimana penelitian ini berfokus pada bagaimana peforma perusahaan ritel di
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Indonesia dengan menggunakan data Tingkat Pengangguran Terbuka, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Upah Minimum dan Jumlah Penduduk
BAB III. Metode Penelitian
34 BAB III Metode Penelitian 3.1 Jenis dan Cara Pengumpulan Data Jenis penelitian ini menggunakan data yang bersifat kuantitatif. Data kuantitatif yaitu data yang berwujud dalam kumpulan angka-angka. Sedangkan
BAB III METODE PENELITIAN. Objek dari penelitian ini adalah indeks pembangunan manusia di Indonesia
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek dari penelitian ini adalah indeks pembangunan manusia di Indonesia tahun 005-008, dengan variabel yang mempengaruhinya yaitu pertumbuhan ekonomi, pengeluaran
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data time series tahunan Data
40 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data time series tahunan 2002-2012. Data sekunder tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung. Adapun data
BAB III METODE PENELITIAN. Jawa Tengah, Jawa Barat, DI.Yogyakarta, Banten dan DKI Jakarta).
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan suatu cara kerja atau prosedur mengenai bagaimana kegiatan yang akan dilakukan untuk mengumpulkan dan memahami objek-objek yang menjadi sasaran dari
METODE PENELITIAN. Perdagangan, Kementrian ESDM, Badan Pusat Statistika, serta penelusuran
III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelian ini adalah data sekunder yang merupakan panel data dengan periode waktu 9 tahun dari tahun 2001 hingga tahun 2009. Data
BAB III METODE PENELITIAN. wisata, jumlah wisatawan dan Produk Domestik Regional Bruto terhadap
BAB III METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini merupakan analisis mengenai pengaruh jumlah obyek wisata, jumlah wisatawan dan Produk Domestik Regional Bruto terhadap retribusi daerah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi/Objek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Jawa Timur. Pemilihan Provinsi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi/Objek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Jawa Timur. Pemilihan Provinsi Jawa Timur ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Jawa Timur merupakan provinsi
BAB III METODE PENELITIAN
A. Obyek Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Pada penelitian ini menggunakan Obyek penelitian dari seluruh kabupaten dan kota yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu, Satu kota madya kota Yogyakarta,
METODE PENELITIAN. 3.1 Jenis dan Sumber Data
43 III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Seluruh data adalah data panel dengan periode 2000-2009 dan cross section delapan negara
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek/Subyek Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian empiris yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh Infrastruktur terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia yaitu provinsi
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan Data sekunder
47 III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan 2003-2012. Data sekunder tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Dalam Angka, Badan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek Penelitian Obyek penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah Kota Malang. Pemilihan obyek penelitian di Kota Malang adalah dengan pertimbangan bahwa Kota Malang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Pada lokasi penelitian ini diambil pada Kabupaten/Kota yang terdiri dari 29 kabupaten dan 6 kota di Provinsi Jawa tengah dengan variabel penelitian pertumbuhan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini penulis mengambil lokasi penelitian pada Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur dimana peneliti mengambil di daerah tersebut karena peneliti
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian pengujian hipotesis (hypothesis testing) yang
50 III. METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian pengujian hipotesis (hypothesis testing) yang bertujuan untuk menguji pengaruh efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Spesifikasi Model Kajian dalam tesis ini akan menggunakan model hasil penelitian Lutfi (2007) mengenai pengaruh faktor-faktor institusional dan infrastruktur terhadap Pertumbuhan
HASIL ANALISA DATA ROE LDA DA SDA SG SIZE
HASIL ANALISA DATA STATISTIK DESKRIPTIF Date: 06/15/16 Time: 11:07 Sample: 2005 2754 ROE LDA DA SDA SG SIZE Mean 17.63677 0.106643 0.265135 0.357526 0.257541 21.15267 Median 11.00000 0.059216 0.251129
LAMPIRAN Langkah-Langkah Pemilihan Model Regresi Data Panel
LAMPIRAN Langkah-Langkah Pemilihan Model Regresi Data Panel Hasil Common Effect Method: Panel Least Squares Date: 12/06/11 Time: 18:16 C 12.40080 1.872750 6.621707 0.0000 LOG(PDRB) 0.145885 0.114857 1.270151
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dan menggunakan data sekunder.
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dan menggunakan data sekunder. Dalam penelitian ini, data diambil dari laporan terbitan BPS nasional periode
