Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang Semarang.
|
|
|
- Lanny Pranoto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY DALAM KASUS PRODUKSI BARANG YANG TIDAK SEMPURNA DAN PENGERJAAN KEMBALI SERTA PENGEMBALIAN BARANG TANPA STOCKOUT Adhie Wijaya Litianko 1, R. Heri Soelistyo 2, H. Djuwandi,SU 3 1,2,3 Jurusan Matematika FSM Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang Semarang [email protected] [email protected] Abstrak. Model EPQ biasa digunakan dalam masalah pengendalian persediaan untuk menentukan kebijakan dan mengawasi tingkat persediaan. Permasalahan persediaan adalah bagaimana cara menentukan jumlah produksi optimal dengan biaya total persediaan yang minimum. Asumsi umum yang digunakan adalah semua barang yang dihasilkan sempurna. Pada Tugas Akhir ini dibahas mengenai Model Economic Production Quantity dalam kasus produksi barang yang tidak sempurna dan pengerjaan kembali serta pengembalian barang tanpa Stockout, dimana barang yang diproduksi tidak semua sempurna dan kemungkinan adanya barang gagal. Barang yang belum sempurna akan dikerjakan kembali sebelum dapat dijual. Pada model ini juga dipertimbangkan tentang barang yang belum sempurna yang lolos dari pengawasan dan berakhir di tangan konsumen dan mengakibatkan pengembalian barang. Kata kunci : Model Economic Production Quantity, Pengerjaan Kembali, Pengembalian Barang, Barang yang Tidak Sempurna I. PENDAHULUAN Masalah produksi merupakan masalah penting yang dihadapi oleh suatu perusahaan. Masalah umum yang dihadapi di suatu perusahaan adalah masalah kuantitatif dan kualitatif. Masalah kuantitatif yaitu hal-hal yang berkaitan dengan penentuan kebijaksanaan persediaan (berapa jumlah barang yang harus diproduksi, total biaya yang harus dikeluarkan untuk produksi suatu barang) dan masalah kualitatif yaitu hal-hal yang berkaitan dengan sistem pengoperasian produksi yang akan menjamin kelancaran pengelolaan sistem produksi (jenis barang apa saja yang dimiliki, kualitas
2 barang yang telah di produksi). Upaya peminimalan biaya produksi dapat dilakukan dengan model Economic Production Quantity. Model Economic Production Quantity (EPQ) merupakan salah satu model manajemen produksi, model Economic Production Quantity digunakan untuk menentukan jumlah produksi optimal dengan tujuan meminimalkan biaya produksi. Biaya total produksi terdiri dari biaya persiapan (setup cost), biaya produksi (production cost), biaya penyimpanan (holding cost). Pada tugas akhir ini dibahas mengenai Economic Production Quantity dalam kasus produksi barang yang tidak sempurna dan pengerjaan kembali serta pengembalian barang tanpa stockout. Pada tugas akhir sebelumnya telah dibahas tentang model Economic Production Quantity dengan varian setup cost yaitu model EPQ dengan biaya setup yang berbeda beda setiap waktunya [6], lalu Economic Production Quantity dengan mempertimbangkan learning effect dan rework process yaitu model EPQ yang mempertimbangkan adanya barang yang rusak dan perlu melakukan perbaikan sebelum dijual serta pengaruh jumlah produksi terhadap jumlah inventori dan total biaya produksi [7]. Perbedaan model pada tugas akhir ini dengan tugas akhir yang telah dibahas sebelumnya adalah pada model ini barang yang diproduksi tidak semua sempurna dan memerlukan pengerjaan kembali sebelum dijual ke pelanggan. Dalam model ini ditambahkan d yang merupakan angka dalam produksi yang menghasilkan barang yang tidak sempurna dan w sebagai barang yang sampai ke tangan konsumen dalam keadaan tidak sempurna. Hal ini terjadi karena pada kenyataannya tidak semua barang yang diproduksi sempurna.
3 II. HASIL PENELITIAN Model persediaan untuk barang kasus produksi barang yang tidak sempurna dan pengerjaan kembali serta pengembalian barang tanpa stockout dapat dilihat pada gambar 3.1 berikut : Gambar 3.1 ini memperlihatkan bahwa pada t1 yaitu pada proses produksi awal, barang barang yang tidak sempurna dan barang gagal (scrap items) telah dipisahkan dengan barang yang sudah jadi terlebih dahulu sebelum proses pengerjaan kembali dimulai. nilai t2 adalah waktu pabrik untuk memperbaiki barang yang tidak sempurna yang telah dipisahkan sebelumnya, sedangkan t3 proses produksi sudah berhenti dan barang yg masih bisa diperbaiki telah disempurnakan. Pada saat t3 grafik menunjukkan penurunan yang diakibatkan tidak ada lagi barang yang diproduksi dan semua barang yang ada pada inventori telah dijual seiring waktu sampai barang habis dan memulai siklus produksi selanjutnya. Pada tahap produksi awal, dari awal sampai akhir baik barang yang sudah sempurna maupun belum diproduksi sebanyak P pada saat t1. Garis AO menunjukkan
4 garis P-D-d-w dan jumlah barang naik sebesar P sekaligus dikurangi oleh permintaan D dan barang yang tidak sempurna d dan juga barang tidak sempurna yang telah dikembalikan oleh pelanggan. Dan untuk jumlah barang pada inventori adalah sebesar P-D-d-w unit. I = Jumlah rata rata inventori pada 1 periode perencanaan (I) adalah : I = 1 T (1 2 Q1t1 + Q1 t (Q1 Q2) t Q2t3) Q 2P (P2 D(1 + y)((1 + x) 2x(1 θ) + (x(1 θ)) 2 ) Setelah mengetahui jumlah inventori kita dapat menghitung total biaya keseluruhan 1 periode perencanaan yang terdiri dari total biaya persiapan, total biaya produksi barang, total biaya penyimpanan inventori, total biaya untuk pengerjaan kembali, total biaya barang yang gagal saat produksi, dan total biaya peningkatan kualitas untuk barang yang belum sempurna. C h I = Untuk total biaya persiapan sendiri adalah : C 0 T = D. C 0 Q Untuk total biaya produksi barang adalah: Q. C p T = D. C p Total biaya penyimpanan inventori adalah: C hq 2P (1 xθ) (P2 D(1 + y)((1 x) + 2x(1 θ) + (x(1 θ)) 2 ) Total biaya untuk pengerjaan kembali atau perbaikan barang yang belum sempurna adalah : D. x. C R. (1 θ) Total biaya barang yang gagal saat produksi adalah: D. x. θ. C r Total biaya peningkatan kualitas untuk barang yang belum sempurna adalah: D. x. C Q
5 Sehingga total biaya keseluruhan dalam 1 periode perencanaan dapat ditulis : TC(Q) = D. C 0 Q + D. C p + C h. Q 2P (P2 D(1 + y)(1 + x 2xθ + (x(1 θ)) 2 ) + D. C R. x(1 θ) + D. x. θ. C r + D. x. C Q Nilai Q yang optimal dapat dihitung dengan cara dtc(q) = 0, dan hasilnya : 2. P. D. C 0 Q = C h (P 2 D(1 + y)(1 + x 2xθ + (x(1 θ)) 2 ) dq Untuk nilai Q akan menjadi peminimal di fungsi TC(Q) asalkan d2 TC(Q) dq 2 > 0, dijelaskan sebagai berikut : d 2 TC(Q) dq 2 = 2D.C 0 Q 3 (1 xθ) d 2 TC(Q) dq 2 > 0 2D.C 0 Q 3 (1 xθ) > 0 Untuk 2D. C 0 selalu bernilai positif dikarenakan nilai permintaan (D) dan biaya persiapan (C 0 ) selalu positif sedangkan pada Q 3, nilai selalu positif dikarenankan nilai proporsi terbentuknya barang belum sempurna pada produksi awal (x) hanya berkisar antara 0 sampai 0,1 dan nilai proporsi terbentuknya barang gagal (scrap items) (θ) paling besar bernilai 1 sehingga nilai xθ tidak pernah lebih dari satu. Dan nilai Q juga selalu positif sehingga nilai Q 3 selalu positif. Sehingga Q yang optimal : Q 2P. D. C 0 = C h (P 2 D(1 + y)(1 + x 2xθ + (x(1 θ)) 2 ) sebagai biaya total dalam 1 periode perencanaan dan jumlah produksi yang optimal. Untuk penerapan model tersebut akan dilakukan simulasi numerik. Simulasi numerik ini tidak diperbolehkan adanya kekurangan barang. Toko busana Tiara
6 merupakan toko yang menjual dan memproduksi sendiri berbagai macam pakaian namun dalam kasus ini khusus membahas tentang 1 jenis pakaian yaitu Kebaya (1 model). Dalam kasus ini satu periode perencanaan diasumsikan selama satu tahun dan satu unit sama dengan satu potong Kebaya. Jumlah produksi rata rata tiap tahunnya 268 unit sedangkan permintaan rata rata tiap tahunnya 224 unit. Untuk setiap kali produksi diperlukan biaya persiapan (biaya pengiriman bahan dan perawatan mesin) sebesar Rp ,00 dan pembuatan untuk satu Kebaya biayanya sebesar Rp ,00 dan biaya penyimpanan diberikan sebesar Rp 7.100,00 per unit per tahun. Dan jika terjadi kesalahan dalam penjahitan maka Kebaya akan di bongkar dan dijahit ulang dengan biaya sebesar Rp ,00 dan jika terdapat aksesoris tambahan yang rusak maka akan diganti biaya aksesoris tambahan tersebut sekitar Rp ,00. Apabila Kebaya rusak atau robek dan tidak bisa diperbaiki kembali pada saat proses produksi maka Toko akan rugi seharga dengan pembuatan baju tersebut. Pada kasus kali ini proporsi terbentuknya barang yang tidak sempurna dari produksi awal (x) diambil sebesar 0.03 dan proporsi barang yang tidak sempurna sampai ke tangan pelanggan (y) sebesar 0.02 sedangkan proporsi barang gagal dari produksi barang yang tidak sempurna (θ) sebesar 0.5. Total biaya produksi selama 3 bulan yang diperoleh dari data adalah Rp ,00. Dihitung jumlah pemesanan barang yang optimal, biaya total produksi secara keseluruhan selama 1 periode perencanaan yaitu 1 tahun, pengaruh parameter x, y, dan θ dalam biaya total produksi dan perbandingan biaya menggunakan EPQ dengan Sistem Produksi Barang yang Tidak Sempurna dan Pengerjaan Kembali serta Pengembalian Barang Tanpa Backorder dengan Total biaya produksi yang telah di dapat dari data. Didapat besar produksi optimalnya (Q ) : Q = Q 161 Untuk total biaya produksi secara keseluruhan selama 1 periode perencanaan didapat : TC(Q) =
7 Didapat selisih biaya dari model dengan Economic Production Quantity dalam kasus produksi barang yang tidak sempurna dan pengerjaan kembali serta pengembalian barang tanpa stockout dengan data adalah : Dengan efisiensi biaya : x Rp Rp ,00 = Rp ,00 % efisiensi = TCD TC(Q). 100% TCD = 2,64% Berikut adalah tabel pengaruh besar x, y, θ terhadap total biaya produksi : Q* Q1 Q2 T Biaya total produksi y θ Tabel 3.1 Pengaruh x, y, dan θ terhadap Total biaya produksi
8 Dari tabel dapat disimpulkan bahwa jika x atau proporsi terbentuknya barang yang tidak sempurna atau cacat dari produksi awal bertambah besar maka besar produksi optimal Q dan waktu produksi dalam satu periode perencanaan T ikut bertambah serta total biaya produksi satu periode perncanaan pun ikut meningkat. Banyak stok barang dalam gudang setelah konsumsi pada akhir t1 dan t2 berkurang. Jika y atau proporsi barang yang tidak sempurna atau cacat yang sampai ditangan konsumen meningkat maka besar produksi optimal Q dan waktu produksi satu periode perencanaan T juga akan ikut bertambah. Banyak stok barang dalam gudang setelah konsumsi pada akhir t1 dan t2 berkurang. Sedangkan untuk biaya total produksi satu periode perencanaan turun ini diakibatkan oleh menurunnya total biaya penyimpanan. Jika θ atau proporsi barang gagal (tidak bisa diperbaiki) meningkat maka besar produksi optimal Q dan waktu produksi dalam satu periode perencanaan T ikut bertambah. Banyak stok barang dalam gudang setelah konsumsi pada akhir t1 dan t2 bertambah serta total biaya produksi satu periode perncanaan pun ikut meningkat. III. KESIMPULAN Pada tugas akhir ini telah dirumuskan model optimasi Biaya yang dikeluarkan model Economic Production Quantity dalam kasus produksi barang yang tidak sempurna dan pengerjaan kembali serta pengembalian barang tanpa stockout. Perbedaan dengan model Economic Production Quantity yang sudah dipelajari adalah adanya kerusakan yang terjadi pada proses produksi sehingga menghasilkan barang yang tidak sempurna maupun barang gagal dan apabila barang yang belum sempurna tersebut lepas dari pengawasan dan sampai ke tangan pelanggan akan mengakibatkan pengembalian barang. Hasil model optimasi Economic Production Quantity dalam kasus produksi barang yang tidak sempurna dan pengerjaan kembali serta pengembalian barang tanpa stockout digunakan untuk melakukan simulasi numerik pada sebuah toko busana dimana tidak diperbolehkan terjadinya kekurangan barang. Pada perhitungan di toko busana Tiara proporsi terbentuknya barang yang belum sempurna dari produksi awal (x) sebesar 0.03 dan proporsi barang yang belum sempurna sampai ke tangan pelanggan (y) sebesar 0.02 sedangkan proporsi barang
9 gagal dari produksi barang yang belum sempurna (θ) sebesar 0.5. Maka hasil yang didapatkan adalah jumlah kebaya yang harus diproduksi optimal tiap siklusnya sebesar 161 unit. Biaya yang dikeluarkan model Economic Production Quantity dalam kasus produksi barang yang tidak sempurna dan pengerjaan kembali serta pengembalian barang tanpa stockout lebih kecil dibandingkan dengan biaya yang di dapat dari data, sehingga jika menggunakan model ini toko tersebut dapat menghemat pengeluaran sebesar 2,46% atau Rp ,00 dalam 1 periode perencanaan. IV. DAFTAR PUSTAKA [1] Widowati, Heri Sulistyo, Farikhin Kalkulus. Semarang : UPT UNDIP Press. [2] Sardjono Kalkulus I. Jakarta : Penerbit Universitas Terbuka. [3] Purcell, Edwin dan Dale Varberg Kalkulus dan Geometri Analitis Jilid 1. Jakarta : Erlangga. [4] Pudjiastuti,BSW Kalkulus Diferensial dan Integral.Yogyakarta : Graha Ilmu. [5] C. Krishnamoorthi and S. Panayappan, An EPQ Model with Imperfect Production Systems with Rework of Regular Production and Sales Return, American Journal of Operations Research, Vol. 2 No. 2, pp doi: /ajor [6] Havid Yogi Pratama, Ikmam Model Economic Production Quantity (EPQ) Dengan Setup Cost yang Tidak Konstan. Skripsi. Semarang : Universitas Diponegoro [7] Febriyantie, Yosephine Elly Model Optimasi Economic Production Quantity Dengan Mempertimbangkan Learning Effect dan Rewoking Process. Skripsi. Semarang : Universitas Diponegoro.
MODEL ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY (EPQ) UNTUK PERENCANAAN TERKOORDINASI PADA PRODUK DENGAN BACKORDER PARSIAL DAN KOMPONENNYA
MODEL ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY (EPQ) UNTUK PERENCANAAN TERKOORDINASI PADA PRODUK DENGAN BACKORDER PARSIAL DAN KOMPONENNYA Ayu Oktavia, Djuwandi, Siti Khabibah 3 Program Studi S Matematika, Departemen
ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY MULTI PRODUK MESIN TUNGGAL DENGAN PROSES PENGOLAHAN ULANG
ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY MULTI PRODUK MESIN TUNGGAL DENGAN PROSES PENGOLAHAN ULANG 1 Hanif Hadi M, 2 Siti Khabibah, 3 Bambang Irawanto 1,2,3 Jurusan Matematika Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedharto,
MODEL OPTIMASI ECONOMIC ORDER QUANTITY DENGAN SISTEM PARSIAL BACKORDER DAN INCREMENTAL DISCOUNT
Jurnal Matematika Vol. 20, No. 1, April 2017 : 1-7 MODEL OPTIMASI ECONOMIC ORDER QUANTITY DENGAN SISTEM PARSIAL BACKORDER DAN INCREMENTAL DISCOUNT Neri Nurhayati 1, Nikken Prima Puspita 2, Titi Udjiani
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk digunakan dalam proses produksi atau perakitan,
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT X adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi cat, berdiri sejak tanggal 21 Agustus 1973 dan berlokasi di Lewigajah, Cimahi-Bandung. Perusahaan ini memproduksi berbagai macam cat,
BAB 4 FORMULASI MODEL
BAB 4 FORMULASI MODEL Formulasi model pada Bab 4 ini berisi penjelasan mengenai karakteristik sistem yang diteliti, penjabaran pemodelan matematis dari sistem, model dasar penelitian yang digunakan, beserta
MODEL EKONOMI PRODUKSI UNTUK PERMINTAAN YANG TERGANTUNG WAKTU DALAM PENGERJAAN ULANG DAN m PENGADAAN PRODUKSI. Alfi Mafrihah ABSTRACT
MODEL EKONOMI PRODUKSI UNTUK PERMINTAAN YANG TERGANTUNG WAKTU DALAM PENGERJAAN ULANG DAN m PENGADAAN PRODUKSI Alfi Mafrihah Mahasiswa Program Studi S1 Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
MODEL PENGENDALIAN PERSEDIAAN DENGAN PENUNGGAKAN PESANAN KETIKA TERJADI KEKURANGAN STOK. F. Aldiyah 1, E. Lily 2 ABSTRACT
MODEL PENGENDALIAN PERSEDIAAN DENGAN PENUNGGAKAN PESANAN KETIKA TERJADI KEKURANGAN STOK F. Aldiyah 1, E. Lily 1 Mahasiswa Program Studi S1 Matematika Dosen Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu
Bab 2 LANDASAN TEORI
Bab 2 LANDASAN TEORI 1.8 Persediaan 2.1.1 Definisi dan Fungsi Persediaan Masalah umum pada suatu model persediaan bersumber dari kejadian yang dihadapi tiap saat di bidang usaha, baik dagang ataupun industri.
BAB I PENDAHULUAN. Seorang produsen penyedia kebutuhan sehari-hari dituntut untuk dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan Seorang produsen penyedia kebutuhan sehari-hari dituntut untuk dapat mengatur dan memperkirakan dengan tepat kapan dan berapa jumlah produksi barang
BAB 2 LANDASAN TEORI. dari beberapa item atau bahan baku yang digunakan oleh perusahaan untuk
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Persediaan Menurut Jacob, Chase, Aquilo (2009: 547) persediaan merupakan stok dari beberapa item atau bahan baku yang digunakan oleh perusahaan untuk produksi. Sedangkan
PENGEMBANGAN MODEL PERSEDIAAN PRODUKSI, PRODUKSI ULANG, DAN PEMBUANGAN LIMBAH PADA KASUS PURE BACKORDERING DENGAN PERSEDIAAN PIHAK KETIGA
PENGEMBANGAN MODEL PERSEDIAAN PRODUKSI, PRODUKSI ULANG, DAN PEMBUANGAN LIMBAH PADA KASUS PURE BACKORDERING DENGAN PERSEDIAAN PIHAK KETIGA Christina Ayu K. 1, Ibnu Pandu B. P. 2, Wakhid A. Jauhari 3 1,2,3
BAB II LANDASAN TEORI
7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Arti dan Fungsi Persediaan 2.1.1 Pengertian Persediaan Pengertian persediaan menurut Handoko (1996) adalah suatu istilah umum yang menunjukkan segala sesuatu atau sumberdaya-sumberdaya
MODEL PERSEDIAAN ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY (EPQ) DENGAN MEMPERTIMBANGKAN DETERIORASI
Jurnal Matematika UNAND Vol. 3 No. 3 Hal. 50 58 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND MODEL PERSEDIAAN ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY (EPQ) DENGAN MEMPERTIMBANGKAN DETERIORASI IRA SORAYA Program
BAB I PENDAHULUAN. Seperti yang kita lihat dan rasakan sekarang ini persaingan di dunia bisnis
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seperti yang kita lihat dan rasakan sekarang ini persaingan di dunia bisnis semakin lama semakin tinggi dan sulit. Setiap perusahaan dituntut untuk dapat memberikan
BAB 2 LANDASAN TEORI
7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Persediaan Persediaan dapat diartikan sebagai aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode tertentu, atau persediaan
BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Arti dan Peranan Pengendalian Persediaan Produksi
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Arti dan Peranan Pengendalian Persediaan Produksi Persediaan dapat diartikan sebagai bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya
( : WETTY ANGGUN WERTI JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN PRODUK OLI MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PROBABILISTIK DENGAN MODEL (q,r) (Studi Kasus di Bengkel Maju Jaya Tuban) SKRIPSI Oleh : WETTY ANGGUN WERTI 24010211140077
PENGENDALIAN PERSEDIAAN PRODUKSI CRUDE PALM OIL (CPO) MENGGUNAKAN MODEL ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY (EPQ) PADA PKS. PT. ABC
Saintia Matematika Vol. 1, No. 5 (013, pp. 495 506. PENGENDALIAN PERSEDIAAN PRODUKSI CRUDE PALM OIL (CPO MENGGUNAKAN MODEL ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY (EPQ PADA PKS. PT. ABC Yus Louri P Sitepu, Djakaria
Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi. Riani Lubis. Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia
Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi Riani Lubis Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia Teori Inventori Inventory merupakan pengumpulan atau penyimpanan komoditas yang akan digunakan
kegiatan produksi pada sistem manufaktur, kegiatan pemasaran pada sistem distribusi
BABTI KAJIAN PUSTAKA 2.1 Persediaan Persediaaan adalah sumber daya menganggur (idle resource) yang menunggu proses lebih lanjut. Yang dimaksud dengan proses lebih lanjut tersebut adalah berupa kegiatan
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Pengendalian Persediaan Setiap perusahaan, apakah itu perusahaan dagang, pabrik, serta jasa selalu mengadakan persediaan, karena itu persediaan sangat penting. Tanpa adanya
MODEL PERSEDIAAN DETERMINISTIK STATIS WAKHID AHMAD JAUHARI TEKNIK INDUSTRI UNS 2015
MODEL PERSEDIAAN DETERMINISTIK STATIS WAKHID AHMAD JAUHARI TEKNIK INDUSTRI UNS 2015 Pendahuluan Model ini terjadi apabila seluruh variabel dan faktornya bersifat pasti dimana secara statistik ditandai
APLIKASI TRANSFORMASI LAPLACE DALAM PEMODELAN MATEMATIKA SIKLUS KARBON DI ATMOSFER DAN VEGETASI
APLIKASI TRANSFORMASI LAPLACE DALAM PEMODELAN MATEMATIKA SIKLUS KARBON DI ATMOSFER DAN VEGETASI Kholis Zumrotun Ni mah 1, Kartono 2, Solichin Zaki 3 1,2,3 Program Studi Matematika FSM Universitas Diponegoro
MODEL PERSEDIAAN TERINTEGRASI PRODUSEN DAN PENGECER DENGAN KESALAHAN INSPEKSI, KENDALI WAKTU TUNGGU, DAN LEARNING IN PRODUCTION
MODEL PERSEDIAAN TERINTEGRASI PRODUSEN DAN PENGECER DENGAN KESALAHAN INSPEKSI, KENDALI WAKTU TUNGGU, DAN LEARNING IN PRODUCTION Bagus Naufal Fauzi, Sutanto, dan Vika Yugi Kurniawan Program Studi Matematika
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Persediaan Persediaan merupakan komponen penting dalam suatu kegiatan produksi maupun distribusi suatu perusahaan. Persediaan digunakan sebagai cadangan atau simpanan pengaman
Berupa persediaan barang berwujud yang digunakan dalam proses produksi. Diperoleh dari sumber alam atau dibeli dari supplier
Hand Out Manajemen Keuangan I Disusun oleh Nila Firdausi Nuzula Digunakan untuk melengkapi buku wajib Inventory Management Persediaan berguna untuk : a. Menghilangkan resiko keterlambatan datangnya bahan
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Siska dan Syafitri (2014) mengemukakan bahwa pengendalian persediaan barang merupakan suatu masalah yang sering dihadapi oleh suatu perusahaan, di mana sejumlah barang
MANAJEMEN PERSEDIAAN
MANAJEMEN PERSEDIAAN PERSEDIAAN: BAHAN / BARANG YG DISIMPAN & AKAN DIGUNAKAN UTK MEMENUHI TUJUAN TERTENTU MISAL UTK PROSES PRODUKSI / PERAKITAN, UNTUK DIJUAL KEMBALI & UTK SUKU CADANG DR SUATU PERALATAN
Model EOQ dengan Holding Cost yang Bervariasi
Model EOQ dengan Holding Cost yang Bervariasi Elis Ratna Wulan 1, a) 2, b) dan Ai Herdiani 1,2 Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung a) [email protected]
Prinsip-Prinsip Manajemen Persediaan Tujuan perencanaan dan pengendaliaan persediaan:
Prinsip-Prinsip Manajemen Persediaan Penentuan jumlah dan jenis barang yang disimpan haruslah sedemikian rupa sehingga produksi dan operasi perusahaan tidak terganggu, tetapi dilain pihak sekaligus harus
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Uji Kenormalan Lilliefors Perumusan ilmu statistik juga berguna dalam pengendalian persediaan untuk menentukan pola distribusi.pola distribusi tersebut dapat diketahui dengan melakukan
MANAJEMEN PERSEDIAAN
Modul ke: MANAJEMEN PERSEDIAAN Menentukan Jumlah Persediaan dengan Asumsi Seluruh Data Tetap Fakultas EKONOMI DAN BISNIS M. Soelton Ibrahem, S.Psi, MM Program Studi Manajemen SEKILAS MENGENAI PERSEDIAAN
MODEL PERSEDIAAN TERINTEGRASI PRODUSEN DAN DISTRIBUTOR DENGAN KEBIJAKAN MANAJEMEN BIAYA EMISI KARBON DAN PROSES INSPEKSI
MODEL PERSEDIAAN TERINTEGRASI PRODUSEN DAN DISTRIBUTOR DENGAN KEBIJAKAN MANAJEMEN BIAYA EMISI KARBON DAN PROSES INSPEKSI Danan Danu Admaji, Ririn Setiyowati, dan Titin Sri Martini Program Studi Matematika
Stok yang disimpan untuk. mendatang. Pertanyaan: barang atau jasa?
Apa itu inventori? Stok yang disimpan untuk memenuhi kebutuhan di masa mendatang Pertanyaan: barang atau jasa? Inventori dan manajemen kualitas Pelanggan biasanya mempersepsikan kualitas layanan sebagai
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Proses Pengadaan Persediaan
BAB II DASAR TEORI Pada bab II ini akan dibahas mengenai teori yang akan digunakan dalam pengerjaan tugas akhir. Diawali dengan penjelasan mengenai proses pengadaan persediaan, fungsi biaya produksi cekung,
BAB II KONSEP PERSEDIAAN DAN EOQ. menghasilkan barang akhir, termasuk barang akhirnya sendiri yang akan di jual
BAB II KONSEP PERSEDIAAN DAN EOQ II.1 Pengertian Persediaan Persediaaan adalah semua sediaan barang- barang untuk keperluan menghasilkan barang akhir, termasuk barang akhirnya sendiri yang akan di jual
BAB II LANDASAN TEORI. Berdasarkan jenis operasi perusahaan, persediaan dapat diklasifikasikan
4 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Persediaan (Inventory) 2.1.1 Pengertian Persediaan Berdasarkan jenis operasi perusahaan, persediaan dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua): 1. Pada perusahaan manufaktur yang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Persediaan 2.1.1 Pengertian Persediaan Masalah umum pada suatu model persediaan bersumber dari kejadian yang dihadapi setiap saat dibidang usaha, baik dagang ataupun industri.
MANAJEMEN PERSEDIAAN. Heizer & Rander
MANAJEMEN PERSEDIAAN Persediaan : stok dari elemen-elemen/item-item untuk memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang atau bahan/barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu
PENGENDALIAN PERSEDIAAN MINYAK SAWIT DAN INTI SAWIT PADA PT PQR DENGAN MODEL ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY (EPQ)
Saintia Matematika Vol. 1, No. 1 (2013), pp. 19 27. PENGENDALIAN PERSEDIAAN MINYAK SAWIT DAN INTI SAWIT PADA PT PQR DENGAN MODEL ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY (EPQ) Apriliyanti, Tulus, Suwarno Ariswoyo
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dengan dibukanya pasar bebas di kawasan Asia Pasifik menyebabkan persaingan yang semakin ketat dibidang industri. Industri lokal di Indonesia yang sebelumnya hanya
Jl. Veteran 2 Malang
PENGEMBANGAN MODEL DASAR EOQ DENGAN INTEGRASI PRODUKSI DISTRIBUSI UNTUK PRODUK DETERIORASI DENGAN KEBIJAKAN BACKORDER (Studi Kasus Pada UD. Bagus Agrista Mandiri, Batu) Siti Aisyah 1, Sobri Abusini 2,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di PT Klip Plastik Indonesia sejak dari Agustus-Desember 2015, penulis tertarik untuk melakukan penelitian di PT Klip Plastik
Manajemen Produksi dan Operasi. Inventory M-4
Manajemen Produksi dan Operasi Inventory M-4 1 2 PENGERTIAN PERSEDIAAN Persediaan merupakan bagian dari modal kerja yang tertanam dalam bahan baku, barang setengah jadi, maupun berupa barang jadi tergantung
Sistem Pengendalian Persediaan Dengan Permintaan Dan Pasokan Tidak Pasti (Studi Kasus Pada PT.XYZ)
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2013) 1-6 1 Sistem Pengendalian Persediaan Dengan Permintaan Dan Pasokan Tidak Pasti (Studi Kasus Pada PT.XYZ) Ayu Tri Septadianti, Drs. I Gusti Ngurah Rai Usadha,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Setiap kemajuan teknologi dan meningkatnya aktivitas manusia dalam sektor industri tentunya akan menimbulkan persaingan yang ketat dalam dunia usaha. Adanya persaingan
Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi
MODEL INVENTORY Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi Pertemuan Ke- 9 Riani L. JurusanTeknik Informatika Universitas Komputer Indonesia 1 Pendahuluan Inventory merupakan pengumpulan atau penyimpanan komoditas
ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman Online di:
ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 413-420 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN PRODUK OLI MENGGUNAKAN METODE
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Persediaan merupakan suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha tertentu, atau persediaan barang-barang yang masi
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Arti dan Peranan Pengendalian Persediaan Persediaan dapat diartikan sebagai bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk proses
Simulasi Monte Carlo. (Inventory)
Simulasi Monte Carlo (Inventory) onsep Dasar Inventory Inventory menjelaskan kuantitas suatu item yang harus dipertahankan untuk dipergunakan oleh sebuah organisasi. Tujuan utama dalam kontrol inventory
BAB I PENDAHULUAN. produksi per bulan mencapai 200 pcs untuk semua jenis produk.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Suatu perusahaan atau organisasi menyimpan persediaan untuk berbagai tujuan. Tujuan utama dari pengendalian persediaan adalah untuk menjaga tingkat persediaan
Manajemen Persediaan
Manajemen Persediaan 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 A B C 20 40 60 80 100 100 80 60 40 20 Prof. Dr. Ir. Zulkifli Alamsyah, M.Sc. Program Studi Agribisnis FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JAMBI Persediaan Pengertian
PENENTUAN SOLUSI OPTIMAL PERSEDIAAN PROBABILISTIK MENGGUNAKAN SIMULASI MONTE CARLO. Dian Ratu Pritama ABSTRACT
PENENTUAN SOLUSI OPTIMAL PERSEDIAAN PROBABILISTIK MENGGUNAKAN SIMULASI MONTE CARLO Dian Ratu Pritama Mahasiswa Program Studi S1 Matematika Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Persediaan pada Supply Chain Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk proses produksi atau perakitan,
TOOLS SIMULASI INVENTORI PADA SUPERMARKET
TOOLS SIMULASI INVENTORI PADA SUPERMARKET 1) Benny Santoso 2) Liliana 3) Imelda Yapitro Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Surabaya Raya Kalirungkut Surabaya 60293 (031) 298 1395 email
INVENTORY. (Manajemen Persediaan)
INVENTORY (Manajemen Persediaan) Pendahuluan Yaitu: Segala sesuatu/sumber-sumber daya organisasi yang disimpan dalam antisipasinya terhadap pemenuhan permintaan Sekumpulan produk phisikal pada berbagai
Manajemen Persediaan INVENTORY
Manajemen Persediaan INVENTORY Pendahuluan Yaitu: Segala sesuatu/sumber-sumber daya organisasi yang disimpan dalam antisipasinya terhadap pemenuhan permintaan. Sekumpulan produk phisikal pada berbagai
MANAJEMEN PERSEDIAAN ILHAM SUGIRI HAMZAH KARIM AMRULLAH ARIE TINO YULISTYO
MANAJEMEN PERSEDIAAN ILHAM SUGIRI HAMZAH KARIM AMRULLAH ARIE TINO YULISTYO Persediaan : PENGERTIAN - Segala sesuatu/sumber daya organisasi yang disimpan dalam antisipasinya terhadap pemenuhan permintaan
BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN. 3.1 Gambaran Umum dan Struktur Organisasi Perusahaan
BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN 3.1 Gambaran Umum dan Struktur Organisasi Perusahaan PD. Harapan Baru adalah sebuah perusahaan yang dijalankan dengan proses utamanya ialah membeli dan menjual barang elektronik.
BAB I PENDAHULUAN. berbagai macam produk, baik itu berupa barang ataupun jasa. Salah satu
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Dewasa ini perkembangan dunia industri semakin maju, hal itu terbukti dengan banyaknya bermunculan industri-industri baru yang memproduksi berbagai macam
MATA KULIAH PEMODELAN & SIMULASI
MATA KULIAH PEMODELAN & SIMULASI MODEL INVENTORY Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi Pertemuan Ke- 9 Riani L. L JurusanTeknik Informatika Universitas Komputer Indonesia 1 Pendahuluan Inventory merupakan pengumpulan
BAB III. Metode Penelitian. untuk memperbaiki keterlambatan penerimaan produk ketangan konsumen.
BAB III Metode Penelitian 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Pt. Anugraha Wening Caranadwaya, diperusahaan Manufacturing yang bergerak di bidang Garment (pakaian, celana, rompi,
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 Definisi dan Fungsi Persediaan Persediaan adalah sunber daya mengganggur (idle resources) yang menunggu proses lebih lanjut. Yang dimaksud proses lanjut tersebut adalah berupa
MANAJEMEN PERSEDIAAN
MANAJEMEN PERSEDIAAN Modul ke: 04Fakultas Ekonomi dan Bisnis Penentuan Jumlah Persediaan: - Pengenalan Model Deterministik - Aplikasi Model Deterministik dalam Pemesanan Dr. Sawarni Hasibuan, M.T. Program
Prosiding Matematika ISSN:
Prosiding Matematika ISSN: 2460-6464 Menerapkan Pertidaksamaan Cauchy Bunyakovsky Schwarz (CBS) dan Arithmetic Geometric Mean (AGM) Pada Model Economic Order Quantity (EOQ) dengan Backorder Applying The
BAB I PENDAHULUAN. Proses industri harus dipandang sebagai suatu perbaikan terus menerus, yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Proses industri harus dipandang sebagai suatu perbaikan terus menerus, yang dimulai dari sederet siklus sejak adanya ide-ide untuk menghasilkan suatu produk,
BAB I PENDAHULUAN. Manajemen adalah suatu proses yang berguna dalam merencanakan,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Manajemen adalah suatu proses yang berguna dalam merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan berbagai usaha dari anggota organisasi dengan menggunakan
PERENCANAAN & PENGENDALIAN PRODUKSI TIN 4113
PERENCANAAN & PENGENDALIAN PRODUKSI TIN 4113 Exponential Smoothing w/ Trend and Seasonality Pemulusan level/keseluruhan Pemulusan Trend Pemulusan Seasonal Peramalan periode t : Contoh: Data kuartal untuk
ANALISIS MODEL EOQ DENGAN ADANYA KERUSAKAN BARANG PADA PERSEDIAAN DAN PERUBAHAN TINGKAT PERMINTAAN
1 ANALISIS MODEL EOQ DENGAN ADANYA KERUSAKAN BARANG PADA PERSEDIAAN DAN PERUBAHAN TINGKAT PERMINTAAN Nur Azizah (J1A110) Pembimbing: PardiAffandi, S.Si, M.Sc &YuniYulida, S.Si, M.Sc Program StudiMatematika
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk
BAB 1 PENDAHULUAN. adanya kemampuan manusia dalam mempertimbangkan segala kemungkinan sebelum
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan yang pesat di bidang ilmu dan teknologi dewasa ini menuntut adanya kemampuan manusia dalam mempertimbangkan segala kemungkinan sebelum mengambil keputusan
Manajemen Persediaan (Inventory Management)
Manajemen Persediaan (Inventory Management) 1 A. PERSEDIAAN (INVENTORY) Persediaan adalah bahan/barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu misalnya untuk proses produksi atau
BAB 1. PENDAHULUAN. Permasalahan pendistribusian barang oleh depot ke konsumen merupakan
BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan pendistribusian barang oleh depot ke konsumen merupakan komponen penting dalam sistem pelayanan depot suatu perusahaan, proses tersebut dapat terjadi
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Persediaan adalah merupakan salah satu unsur paling aktif dalam operasi perusahaan yang secara kontinue diperoleh, diubah, yang kemudian dijual kembali. Sebagian besar
PENERAPAN MODEL LINEAR GOAL PROGRAMMING UNTUK OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI
PENERAPAN MODEL LINEAR GOAL PROGRAMMING UNTUK OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI Natalia Esther Dwi Astuti 1), Lilik Linawati 2), Tundjung Mahatma 2) 1) Mahasiswa Program Studi Matematika FSM UKSW 2) Dosen
MANAJEMEN PERSEDIAAN
Modul ke: MANAJEMEN PERSEDIAAN Ruang Lingkup Manajemen Persediaan Fakultas EKONOMI DAN BISNIS M. Soelton Ibrahem, S.Psi, MM Program Studi Manajemen Pembahasan Ruang lingkup management persediaan Pengelolaan
Model Kerusakan Inventori dan Backlog Parsial
SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2015 T - 25 Model Kerusakan Inventori dan Backlog Parsial Mukti Nur Handayani FMIPA, Universitas Gadjah Mada [email protected] Abstrak
Manajemen Persediaan. Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) EOQ. Christian Kuswibowo, M.Sc. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen
Modul ke: Manajemen Persediaan Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) EOQ Fakultas FEB Christian Kuswibowo, M.Sc Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id Bagian Isi Sebelum penggunaan MRP, perencanaan
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Persediaan
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Persediaan Menurut Pardede (2005), persediaan (inventory) adalah sejumlah barang atau bahan yang tersedia untuk digunakan sewaktu-waktu di masa yang akan datang. Sediaan
PENERAPAN DARI MODEL MATEMATIKA PENGENDALIAN PERSEDIAAN BARANG (INVENTORY MODEL) PADA SISTEM PRODUKSI DI PD. HANDI MEUBEL CIREBON
Jurnal Teori dan Riset Matematika (TEOREMA) Vol. 1 No. 2, Hal, 11, Maret 2017 ISSN 2541-0660 2017 PENERAPAN DARI MODEL MATEMATIKA PENGENDALIAN PERSEDIAAN BARANG (INVENTORY MODEL) PADA SISTEM PRODUKSI DI
Manajemen Persediaan. Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) Lot for Lot. Christian Kuswibowo, M.Sc. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen
Modul ke: Manajemen Persediaan Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) Lot for Lot Fakultas FEB Christian Kuswibowo, M.Sc Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id Bagian Isi Material Requirement Planning
MODEL EOQ DENGAN KONDISI KEKURANGAN PERSEDIAAN YANG DIPENGARUHI POTONGAN HARGA DAN INFLASI
MODEL EOQ DENGAN KONDISI KEKURANGAN PERSEDIAAN YANG DIPENGARUHI POTONGAN HARGA DAN INFLASI W Islaimi, T P Nababan, E Lily Mahasiswa Program S Matematika Dosen Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (STUDI KASUS: PT.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (STUDI KASUS: PT. NMS SALATIGA) 1) Imanuel Susanto, 2) Agustinus Fritz Wijaya Program Studi Sistem
BAB 1 PENDAHULUAN. perusahaan. Untuk mendukung kelancaran produksi yang pada akhirnya akan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Manajemen persediaan merupakan masalah penting yang dihadapi oleh perusahaan. Untuk mendukung kelancaran produksi yang pada akhirnya akan berpengaruh pada
Persediaan. by R.A.H
Persediaan by R.A.H MANAJEMEN PERSEDIAAN PENGERTIAN Persediaan adalah bahan atau barang yg disimpan yg akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu. Persediaan dapat berupa bahan mentah, bahan pembantu,
MODEL PENGENDALIAN PERSEDIAAN
1 MODEL PENGENDALIAN PERSEDIAAN 2 PENDAHULUAN Pengendalian persediaan (inventory) merupakan pengumpulan atau penyimpanan komoditas yang akan digunakan untuk memenuhi permintaan dari waktu ke waktu. Bentuk
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS ANDALAS BAHAN AJAR. : Manajemen Operasional Agribisnis
Mata Kuliah Semester PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS ANDALAS BAHAN AJAR : Manajemen Operasional Agribisnis : IV Pertemuan Ke : 12 Pokok Bahasan : Perencanaan Persediaan Dosen :
Penerapan Algoritma Greedy Pada Mesin Penjual Otomatis (Vending Machine)
Scientific Journal of Informatics Vol. 1, No. 2, November 2014 p-issn 2407-7658 http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/sji e-issn 2460-0040 Penerapan Algoritma Greedy Pada Mesin Penjual Otomatis (Vending
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap laba yang diperoleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Masalah produksi merupakan masalah yang sangat penting bagi perusahaan karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap laba yang diperoleh perusahaan. Apabila
