BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Erlin Tan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 26 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional dan pengumpulan data secara kuantitatif. Observasional deskriptif adalah penelitian dengan pengamatan langsung bertujuan untuk menjelaskan atau memaparkan suatu fenomena. Desain penelitian cross-sectional merupakan jenis penelitian dengan pengukuran atau observasi variabel hanya satu kali dan dalam suatu waktu (Nursalam, 2008). B. Populasi dan Subyek Penelitian 1. Populasi Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah dokter gigi yang bekerja di 27 Puskesmas di wilayah Kabupaten Bantul yang berjumlah 42 orang. 2. Subyek Subyek pada penelitian ini adalah dokter gigi umum yang bekerja di Puskesmas Kabupaten Bantul yang berjumlah 36 orang dokter gigi. Teknik yang digunakan dalam penentuan sampel adalah total sampling yaitu melibatkan seluruh anggota populasi. 26
2 27 C. Kriteria Inklusi dan Ekslusi 1. Kriteria inklusi a) Dokter gigi yang bekerja di poli gigi Puskesmas Kabupaten Bantul b) Dokter gigi yang berperan sebagai dokter gigi fungsional c) Dokter gigi yang memiliki lama kerja minimal 1 tahun d) Puskesmas tempat bekerja dokter gigi telah menjalin kontrak kerjasama dengan BPJS 2. Kriteria eksklusi a) Dokter gigi yang menolak menjadi responden b) Dokter gigi yang cuti dalam jangka waktu lama atau adanya penyebab lain sehingga tidak dapat masuk kerja ketika penelitian berlangsung D. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kabupaten Bantul pada bulan Agustus sampai September tahun E. Variabel Penelitian 1. Variabel penelitian Variabel pada penelitian ini adalah hambatan dokter gigi dalam memberikan pelayanan era JKN dan tingkat pengetahuan dokter gigi tentang sistem JKN. 2. Variabel terkendali a) Dokter gigi yang memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) b) Dokter gigi yang memiliki Surat Ijin Praktek (SIP)
3 28 c) Dokter gigi yang berdomisili di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 3. Variabel tak terkendali a) Umur b) Jenis kelamin c) Tipe puskesmas F. Definisi Operasional 1. Hambatan Hambatan yang dimaksud pada penelitian ini adalah hambatanhambatan dokter gigi dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas di era JKN. Hambatan dokter gigi diukur menggunakan kuesioner persepsi hambatan dokter gigi dengan skala interval. 2. Tingkat pengetahuan Tingkat pengetahuan pada peneitian ini adalah tingkat pengetahuan dokter gigi di puskesmas mengenai prosedur dan cakupan pelayanan JKN bidang kedokteran gigi. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dokter gigi dengan skala interval. G. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan peneliti pada penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner adalah teknik pengumpulan data dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk
4 29 dijawab oleh responden (Sugiyono, 2011). Kuesioner dibuat oleh peneliti berdasarkan variabel-variabel yang telah diidentifikasi sebelumnya sebagai faktor-faktor hambatan pelayanan JKN di bidang kedokteran gigi. Faktorfaktor tersebut adalah besaran kapitasi, sarana kesehatan gigi, paket manfaat, beban kerja, managed care (variabel kontrol) dan pengetahuan dokter gigi tentang JKN. Kuesioner pada penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu : 1. Kuesioner persepsi Kuesioner persepsi berisi 18 butir pernyataan yang terdiri dari 4 butir pernyataan mengenai besaran kapitasi, 4 butir pernyataan mengenai sarana kesehatan gigi, 4 butir penyataan mengenai paket manfaat, 4 butir penyataan mengenai beban kerja dan 2 butir penyataan mengenai managed care sebagai variabel kontrol. Kuesioner persepsi terdiri dari pernyataan favorable dan unfavorable dengan skala Likert 1-4. Skala pengukuran data pada kuesioner persepsi adalah skala interval. Penilaian pernyataan favorable dan unfavorable dalam kuesioner persepsi adalah sebagai berikut. Tabel 1. Skor Penilaian Kuesioner Persepsi Pilihan jawaban Jenis pertanyaan kuesioner persepsi Favorable Unfavorable Sangat Tidak Setuju 1 4 Tidak Setuju 2 3 Setuju 3 2 Sangat Setuju 4 1
5 30 Menurut Sutrisno Hadi (1981) penentuan dalam klasifikasi skor, mengolah dan menganalisis data, menggunakan rumus interval yaitu : Keterangan : I = Interval NT = Nilai Tertinggi NR = Nilai Terendah K = Jumlah Kategori Jumlah kategori (K) yang dimaksud diatas adalah 2 kategori yaitu kategori menghambat dan kategori tidak menghambat. Penilaian untuk menentukan kategori hambatan pada kuesioner persepsi hambatan dokter gigi yaitu sebagai berikut. Tabel 2. Penilaian Kategori Persepsi Hambatan Dokter Gigi Variabel Nilai Nilai Nilai Tidak Nilai Terendah Tertinggi Menghambat Menghambat Besaran kapitasi Sarana kesehatan gigi Paket manfaat Beban kerja Berdasarkan jumlah pertanyaan sebanyak 4 butir pada masing-masing variabel maka di dapatkan nilai terendah adalah 4 dan nilai tertinggi adalah 16. Nilai ini didapatkan karena skor penilaian terkecil pada
6 31 kuesioner persepsi adalah 1 dan terbesar adalah 4, sehingga perhitungannya : Nilai Terendah (NR) = jumlah pertanyaan x skor terkecil = 4 x 1 = 4 Nilai Tertinggi (NT) = jumlah pertanyaan x skor terbesar = 4 x 4 = 16 Sehingga perhitungan rumus kategori hambatan untuk semua variabel hambatan adalah sebagai berikut : Berdasarkan hasil dari perhitungan rumus diatas maka nilai tiap responden masuk dalam kategori tidak menghambat jika nilai responden antara 4-10 dan kategori menghambat jika nilai responden antara Kuesioner pengetahuan Kuesioner pengetahuan berisi 15 pernyataan mengenai pengetahuan dokter gigi mengenai sistem JKN yang terdiri dari 4 pernyataan tentang paradigma sehat, 5 pernyataan tentang manajemen kapitasi, 4 pernyataan tentang sistem paket manfaat dan 2 pernyataan tentang sistem rujukan. Kuesioner persepsi menggunakan skala Guttman (benar/salah). Jawaban responden yang benar bernilai 1
7 32 sedangkan yang salah bernilai 0. Skala pengukuran data pada kuesioner pengetahuan adalah skala interval. Menurut Arikunto (2006) pengetahuan dapat dikategorikan menjadi 3 tingkatan yaitu kategori baik jika subyek menjawab dengan benar 75% dari seluruh pertanyaan, kategori cukup jika subjek menjawab dengan benar 56%-74% dari seluruh pertanyaan dan kategori kurang jika subjek menjawab 55% dari seluruh jawaban. Jumlah persentase dalam pengolahan data kuesioner pengetahuan dapat diketahui dengan rumus : Keterangan : P = Besarnya persentase F = Jumlah alternatif jawaban N = Jumlah antar item dan responden H. Jalannya Penelitian 1. Tahap persiapan a. Berkonsultasi kepada dosen pembimbing mengenai judul dan objek penelitian serta hal-hal yang berhubungan dengan penelitian b. Pembuatan proposal penelitian c. Membuat kuesioner penelitian dan informed consent 2. Tahap pra penelitian a. Membuat perijinan untuk melakukan penelitian di 27 Puskesmas Kabupaten Bantul
8 33 b. Mengurus surat ethical clearance c. Melakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Uji ini dilakukan pada 40 orang subjek yaitu dokter gigi yang berasal dari Puskesmas Kota Yogyakarta, Puskesmas Kabupaten Sleman dan Puskesmas Kabupaten Kulon Progo yang memiliki karakteristik sama dengan responden dalam penelitian. 3. Tahap penelitian Kuesioner diberikan kepada dokter gigi yang berada di 27 Puskesmas di Kabupaten Bantul yang juga telah disertai informed consent. Sebanyak 35 orang dokter gigi mengisi kuesioner dan informed consent. Terdapat satu orang responden gugur karena sedang cuti dalam jangka waktu yang lama saat penelitian berlangsung. 4. Tahap analisis data Peneliti menganalisis data menggunakan bantuan software. 5. Tahap kesimpulan Peneliti membuat kesimpuan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan.
9 34 I. Alur Penelitian Tahap Persiapan Membuat proposal penelitian dan membuat instrumen penelitian Tahap Pra-Penelitian Membuat perijinan penelitian serta uji validitas dan reliabilitas kuesioner Tahap Penelitian Memberikan kuesioner kepada 35 orang dokter gigi di Puskesmas Kabupaten Bantul Tahap Analisis Data Menganalisis data menggunakan bantuan software Tahap Kesimpulan Membuat kesimpuan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan Gambar 2. Alur Penelitian J. Uji Validitas dan Reliabilitas Riwidikdo (2012) menyatakan untuk melakukan uji validitas dapat dilakukan dengan mengukur korelasi antara butir-butir pernyataan dengan skor pernyataan keseluruhan. Penghitungan uji validitas dapat dilakukan menggunakan korelasi pearson product moment (r). Uji reliabilitas dapat menggunakan model Cronbach s Alpha. Peneliti menggunakan analisis
10 35 software untuk memudahkan dalam menghitung uji validitas dan reliabilitas. Sebelum dilakukan penelitian, instrumen penelitian ini yaitu kuesioner persepsi dan kuesioner pengetahuan di uji validitas dan reliabilitasnya. Peneliti melakukan uji coba kuesioner kepada 40 orang responden diluar dari subjek penelitian. Responden uji coba instrumen terdiri dari 12 dokter gigi Puskesmas Kota Yogyakarta, 16 dokter gigi Puskesmas Kabupaten Sleman dan 12 dokter gigi Puskesmas Kabupaten Kulon Progo. 1. Uji validitas Hasil uji validitas diperoleh dengan membandingkan nilai r tabel dengan nilai r hitung per item butir pernyataan. Nilai r tabel dengan interval kepercayaan 95% dapat diperoleh melalui tabel r product moment pearson dengan df (degree of freedom) = n 2 sehingga df = 40 2 = 38, maka r tabel = 0,312. Suatu butir pernyataan dianggap valid jika nilai r hitung > r tabel. Kesahihan juga dapat dilihat dari nilai signifikan, pertanyaan dianggap valid apabila nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 (Sujarweni, 2014). Hasil uji validitas untuk kuesioner persepsi ditampilkan dalam tabel sebagai berikut.
11 36 Tabel 3. Hasil Uji Validitas Kuesioner Persepsi Hambatan Dokter Gigi Era Jaminan Kesehatan Nasional Variabel Pertanyaan/ Hasil uji pernyataan validitas Nilai signifikan Butir 1 0,654 0,000 Besaran Kapitasi Butir 2 0,648 0,000 Butir 3 0,433 0,001 Butir 4 0,348 0,005 Butir 1 0,517 0,028 Butir 2 0,335 0,035 Sarana Kesehatan Butir 3 0,372 0,018 Gigi Butir 4 0,510 0,001 Butir 5 0,221 0,190 Butir 6 0,126 0,440 Butir 1 0,470 0,002 Butir 2 0,373 0,018 Paket Manfaat Butir 3 0,492 0,001 Butir 4 0,043 0,790 Butir 5 0,320 0,044 Butir 1 0,509 0,001 Butir 2 0,283 0,076 Beban Kerja Butir 3 0,490 0,001 Butir 4 0,349 0,027 Butir 5 0,597 0,000 Managed Care Butir 1 0,551 0,000 Butir 2 0,368 0,19 Berdasarkan Tabel 3, nilai r tabel = 0,312, maka terdapat 4 butir pernyataan yang memiliki nilai r hitung lebih kecil dan memiliki nilai signifikan lebih besar dari 0,05 sehingga dinyatakan tidak valid dan dikeluarkan dari kuesioner persepsi. Pernyataan yang dinyatakan tidak valid adalah butir 5 dan 6 pada variabel sarana kesehatan gigi, butir 4 pada variabel paket manfaat dan butir 2 pada variabel beban kerja. Berdasarkan hasil tersebut maka terdapat 18 pernyataan dinyatakan valid.
12 37 Tabel 4. Hasil Uji Validitas Kuesioner Tingkat Pengetahuan Dokter Gigi Tentang Sistem Jaminan Kesehatan Nasional Variabel Pertanyaan/ Hasil uji pernyataan validitas Nilai signifikan Butir 1 0,520 0,001 Butir 2 0,418 0,007 Butir 3 0,449 0,004 Butir 4 0,126 0,440 Butir 5-0,046 0,778 Butir 6 0,475 0,002 Butir 7 0,145 0,371 Butir 8 0,710 0,000 Pengetahuan Butir 9 0,436 0,005 Butir 10 0,710 0,000 Butir 11 0,350 0,027 Butir 12 0,343 0,030 Butir 13 0,631 0,000 Butir 14 0,527 0,000 Butir 15 0,554 0,000 Butir 16 0,710 0,000 Butir 17 0,749 0,000 Butir 18 0,707 0,000 Berdasarkan Tabel 4 diketahui bahwa hasil uji validitas kuesioner pengetahuan dokter gigi tentang sistem jaminan kesehatan nasional terdapat 3 butir pernyataan yang tidak valid karena memiliki nilai r hitung kurang dari 0,312 dan nilai signifikan lebih besar dari 0,05. Tiga butir penyataan tersebut adalah butir 4, 5 dan 7. Ketiganya dinyatakan tidak valid dan dikeluarkan dari kuesioner pengetahuan, sehingga terdapat 15 butir penyataan yang dinyatakan valid. 2. Uji reliabilitas Pengujian reliabilitas dapat menggunakan uji statistik Cronbach s Alpha. Suatu variabel dinyatakan reliabel jika didapatkan
13 38 nilai Cronbach s Alpha > 0,7, namun nilai 0,6 0,7 dapat diterima untuk bisa dinyatakan reliabel (Latan dan Temalagi, 2013). Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Persepsi Hambatan Dokter Gigi Era Jaminan Kesehatan Nasional Jumlah butir pernyataan Cronbach's Alpha 22 0,769 Hasil uji reliabilitas 22 butir dalam kuesioner persepsi hambatan dokter gigi menunjukkan nilai alpha 0,769. Nilai Cronbach s Alpha ini lebih besar dari 0,7 sehingga kuesinoer dinyatakan reliabel. Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Tingkat Pengetahuan Dokter Gigi Tentang Sistem Jaminan Kesehatan Nasional Jumlah butir pernyataan Cronbach's Alpha 18 0,675 Hasil uji reliabilitas 18 butir dalam kuesioner pengetahuan dokter gigi menunjukkan nilai Cronbach s Alpha 0,675. Berdasarakan nilai Cronbach s Alpha ini maka kuesinoer dapat dinyatakan reliabel karena nilai Cronbach s Alpha 0,6 0,7 dapat diterima untuk bisa dinyatakan reliabel. K. Analisa Data Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif berupa distribusi frekuensi.
14 39 L. Etika Penelitian Penelitian ini sudah dinyatakan layak etik oleh Komisi Etik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (terlampir).
BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Penelitian observasional deskriptif adalah peneliti melakukan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional dan pengumpulan data menggunakan metode kuantitatif. Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Observasional deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif, dengan jenis data kuantitatif. Observasional deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif menggunakan desain cross sectional, yaitu jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian observasional dengan bantuan kuesioner. Desain penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Berdasarkan tujuan yang hendak dicapai jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan bantuan kuesioner. Desain penelitian yang digunakan dalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antar
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain penelitian Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel dan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non-eksperimental dan
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non-eksperimental dan termasuk dalam penelitian korelasional, yaitu penelitian yang mengkaji hubungan antar variabel.
BAB III METODE PENELITIAN. adalah cross sectional. Cross sectional adalah penelitian non. data sekaligus pada suatu saat (Notoadmodjo, 2010).
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah survey deskriptif observasional/ non eksperimental. Desain yang digunakan adalah cross sectional.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan rancangan penelitian Rancangan penelitian merupakan hasil akhir dari suatu tahap keputusan yang dibuat oleh peneliti berhubungan dengan bagaimana diterapkan (Nursalam,
BAB III METODE PENELITIAN. descriptive analytic dengan pendekatan cross sectional, dimana waktu
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen yaitu descriptive analytic dengan pendekatan cross sectional, dimana waktu pengukuran observasi data variabel
BAB III METODELOGI PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode penelitian
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan proporsi atau
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental yang menggunakan desain penelitian deskriptif komparasi. Data dikumpulkan dengan menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian non-eksperimental. Metode yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan rancangan
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan desain korelasional, pada waktu yang sama (Notoatmodjo, 2010).
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan desain korelasional, dan menggunakan pendekatan cross-sectional yaitu data yang menyangkut variabel bebas atau
BAB III METODE PENELITIAN. usia, jenis kelamin, masa kerja, pengetahuan, tingkat pendidikan, ketersediaan
43 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui gambaran
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian menggunakan metode penelitian Pra Eksperimental yaitu
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian menggunakan metode penelitian Pra Eksperimental yaitu penelitian yang menggunakan seluruh subjek dalam kelompok untuk diberi perlakuan. Dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. obyek dan subyek penelitian. Rancangan penelitian secara survei untuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang mendapatkan hasil gambaran secara menyeluruh tentang obyek dan subyek
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif, yaitu suatu metode penelitian yang mengarahkan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan tentang suatu
BAB III METODE PENELITIAN. Tempat penelitian akan dilakukan di pondok pesantren Darut Taqwa
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, dan Ilmu Kesehatan Masyarakat. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Tempat
BAB III METODE PENELITIAN. A. Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan metode explanatory
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan metode explanatory research (penelitian penjelasan) yaitu penelitian yang bertujuan
BAB III METODE PENELITIAN. desain yang digunakan dalam penilitian ini adalah pendekatan cross sectional
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sedangkan desain yang digunakan dalam penilitian ini adalah pendekatan cross sectional yang merupakan
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode deskriptif yaitu suatu metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk menunjukkan atau
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah non eksperimen dengan metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah non eksperimen dengan metode penelitian kuantitatif dan desain penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan jenis deskriptif yaitu bertujuan untuk mendeskripsikan variabel bebas dan terikat(nursalam,008). Tujuan dari penelitian ini adalah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian survai analitik. Survei analitik merupakan survei atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa
BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan adalah Deskriptif korelasional yaitu penelitian yang bermaksud
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif non eksperimen, disain yang digunakan adalah Deskriptif korelasional yaitu penelitian yang bermaksud mencari
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga pada ibu hamil dengan Hiperemesis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan termasuk jenis penelitian non-eksperimental observasional bersifat diskriptif analitik (eksplanatori reseach),
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment)
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian one group pre-test post-test design. Adapun rancangan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. correlative dengan menggunakan pendekatan cross-sectional yaitu jenis
34 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan correlative dengan menggunakan pendekatan cross-sectional yaitu jenis penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif yaitu untuk
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif yaitu untuk menggambarkan hubungan antara
BAB III METODE PENELITIAN
19 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis & Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi yaitu mendeskripsikan variabel independen dan dependen, kemudian melakukan analisis
BAB III METODE PENELITIAN. observasional analitik dengan desain cross sectional yakni dilakukan dengan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional yakni dilakukan dengan
BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah deskriptif korelatif yaitu menggambarkan hubungan pelayanan komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien pasca operasi rawat
BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis atau Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis atau Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan Rancangan penelitian ini adalah deskriptif korelasi karena menjelaskan hubungan antara dua variabel yaitu variabel bebas
BAB III METODE PENELITIAN. yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengembangkan hubungan antar
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat korelasional yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengembangkan hubungan antar variabel dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimen dengan rancangan penelitian deskriptif. Pengamatan dilakukan sesaat atau dalam periode tertentu
BAB III METODE PENELITIAN
26 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Descriptive Korelasional yang bertujuan untuk menjelaskan adanya hubungan antar
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah correlation study yaitu penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah correlation study yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelasi antara variabel independen dan variabel
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi karena menjelaskan hubungan korelatif antar variabel (Nursalam, 2008). Tujuan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. B. Tempat dan waktu 1. Tempat : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode. adanya perlakuan dari peneliti (Nursalam, 2013).
BAB III METODE PENELITIAN A. DesainPenelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif.
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN A. DesainPenelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif
BAB III METODE PENELITIAN. analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu suatu penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu suatu penelitian yang mempelajari hubungan
BAB III METODE PENELITIAN. observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian crosssectional
23 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian crosssectional merupakan
BAB III METODE PENELITIAN. pada suatu waktu, baik data pelatihan APN maupun data motivasi bidan dalam
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan pada
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori dengan desain cross
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori dengan desain cross sectional, yaitu jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran atau observasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa kini (Nursalam, 2008).
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif. Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan (memaparkan) peristiwa-peristiwa
BAB III METODE PENELITIAN. analitik cross-sectional dan menggunakan pendekatan observasional.
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik cross-sectional dan menggunakan pendekatan observasional. Polusi Udara + ISPA
BAB III METODE PENELITIAN. cross sectional (Sastroasmoro & Ismael, 2006). Desain penelitian ini dipilih
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan desain cross sectional (Sastroasmoro & Ismael, 2006). Desain penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang mengkaji hubungan antara variabel dengan melibatkan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah dekriptif korelasi. Penelitian korelasi adalah penelitian yang mengkaji hubungan antara variabel dengan melibatkan
BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan cross sectional (Nursalam, 2003). Metode penelitian dengan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis atau Rancangan Penelitian Jenis atau rancangan penelitian ini adalah descriptive correlational yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelatif
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional yaitu untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. kader terhadap motivasi ibu untuk memberikan ASI eksklusif di wilayah kerja
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah termasuk penelitian non ekperimental yaitu merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif mengenai hubungan dukungan kader
BAB III METODE PENELITIAN. correlative (hubungan) dengan menggunakan pendekatan cross sectional.
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan correlative (hubungan) dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian korelasi
BAB III METODE PENELITIAN. variabel bebas dan terikat dengan pendekatan cross sectional yaitu studi
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian analitik yang menjelaskan hubungan variabel bebas dan terikat dengan pendekatan cross sectional yaitu studi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan desain penelitian studi korelasional yang merupakan penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian studi korelasional yang merupakan penelitian atau
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan rancangan studi yang digunakan yaitu cross sectional yang bersifat deskriptif analitik. Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif komparatif. Komparatif merupakan penelitian non-eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif.
BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian ini adalah descriptive colerational yaitu
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Rancangan penelitian ini adalah descriptive colerational yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelatif antar variabel
BAB III METODA PENELITIAN A. JENIS DAN RANCANGAN PENELITIAN. Rancangan penelitian ini adalah discriptive correlation, yaitu
38 BAB III METODA PENELITIAN A. JENIS DAN RANCANGAN PENELITIAN Rancangan penelitian ini adalah discriptive correlation, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelatif antara variabel
BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan cross-sectional. Pendekatan cross-sectional yaitu jenis penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah rancangan penelitian korelasi (hubungan/ asosiasi) yang mengkaji hubungan antara dua variabel dengan menggunakan pendekatan cross-sectional.
BAB III METODE PENELITIAN. yang sedang dilakukan secara obyektif dengan desain penelitian cross sectional
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mengungkapkan
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif. Desain ini dipilih untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara
BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN DAN RANCANGAN PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah jenis penelitian
26 BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN DAN RANCANGAN PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah suatu metode
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencakup ilmu kedokteran khususnya bidang ilmu biologi dan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang lingkup penelitian Penelitian ini mencakup ilmu kedokteran khususnya bidang ilmu biologi dan ilmu kesehatan masyarakat. 3.2 Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelasi antara variabel
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah non eksperimen dengan metode kuantitatif.
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah non eksperimen dengan metode kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah descriptive comparative dengan pendekatan cross-sectional.
BAB III METODE PENELITIAN. rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Adapun rancangan O 1 X O 2. Gambar 2.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Experimental dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Adapun rancangan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional. analitik dengan pendekatan cross sectional untuk mempelajari
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional untuk mempelajari hubungan antara tingkat pengetahuan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Rancangan penelitian ini menggunakan studi analitik untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas yaitu tingkat pengetahuan dan variabel terikat yaitu praktik
BAB III METODE PENELITIAN. secara cross-sectional. Cross-sectional yaitu penelitian yang mempelajari
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental yang merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian yang dilakukan secara cross-sectional.
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif (ekplanasi),
25 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif (ekplanasi), yaitu penelitian yang bermaksud untuk menggambarkan fenomena tentang apa
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Lokasi Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian komparatif yaitu penelitian untuk mengetahui apakah antara dua atau lebih dari dua kelompok terdapat perbedaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mendiskripsikan atau menjelaskan fenomena. Fenomena
BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan untuk menyediakan informasi yang saling berkaitan dengan. kemauan, perilaku dan nilai ( Nursalam, 2013).
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian non eksperimen yaitu deskriptif survei. Deskriptif survei adalah suatu rancangan yang digunakan
BAB III METODEOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasi
BAB III METODEOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasi non-eksperimental yaitu penelitian korelasi dengan metode cross sectional. Menurut
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode yang digunakan adalahh melalui pendekatan kuantitatif
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Rancangan Penelitian Penelitian yang digunakan adalah descriptive corelational yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelasi antar variabel dalam
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian descriptive correlation dengan
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan data kuantitatif. Pendekatan merupakan
BAB III METODE PENELITIAN
6 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi deskriptif korelasi yang bertujuan untuk menguji hipotesis mengenai kemungkinan hubungan antar variabel
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi yaitu
39 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi yaitu untuk mencari arah dan kuatnya hubungan antara dua variabel atau lebih (Sugiyono,
BAB III METODE PENELITIAN
26 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis atau Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian kuantitatif non eksperimental dengan metode korelasional dengan menggunakan pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah correlational dengan pendekatan crosss sectional, yaitu jenis penelitian yang menkankan pada waktu pengukuran
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan dengan rancangan deskriptif analitik, yaitu untuk memberi gambaran fenomenayang terjadi dalam
BAB III METODE PENELITIAN. intervensi diberikan pretest tentang pengetahuan stroke dan setelah
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian Quasy Experiment dengan menggunakan rancangan penelitian pretest-posttest with
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-eksperimen berupa deskriptif korelasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup keilmuan penelitian adalah Ilmu Biologi dan Kesehatan Masyarakat. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yaitu suatu metode
26 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian sebagai tempat melakukan kegiatan penelitian guna memperoleh data yang berasal dari responden. Lokasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan rancangan penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik. Penelitian analitik adalah survey atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain penelitian Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yaitu penelitian yang data-datanya berhubungan dengan angka-angka baik yang diperoleh dari pengukuran maupun dari
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan Non Equivalent Control Group Design, dimana pada
BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian ini adalah Descriptive Correlation yaitu
5 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis atau Rancangan Penelitian Rancangan penelitian ini adalah Descriptive Correlation yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelatif antara variabel
