Heterogenitas pada Struktur Genotipe Hepatitis C Virus
|
|
|
- Johan Hardja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Heterogenitas pada Struktur Genotipe Hepatitis C Virus Donna Mesina Rosadini Pasaribu Staf Pengajar Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Alamat Korespondensi Jl.Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat [email protected] Tinjauan Pustaka Abstrak Hepatitis C merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV), famili Flaviviridae, genom Ribo Nuclead Acid (RNA), berutas tunggal, polaritas positif. Hidup dan bereplikasi di dalam sel hapatosit. Stuktur genom HCV terdiri atas satu ORF (open reading frame) yang memberi kode pada polipeptida komponen struktural, terdiri atas nukleokapsid (inti C), protein selubung atau envelope (E1 dan E2), serta bagian non struktural dibagi menjadi NS2, NS3, NS4a, NS4b, NS5a, dan NS5b. Bagian genom HCV yang paling stabil adalah nukleokapsid atau protein inti (core), dan dipakai untuk deteksi antibodi dalam serum pasien. Protein envelope E2 merupakan bagian HCV yang sangat heterogen, dan yang paling tinggi variabilitasnya sehingga disebut hypervariabel region 1 (HVR 1). Berdasarkan struktur genom HCV yang heterogen tersebut penggolongn HVC berdasarkan genotip, subtipe dan kuasispesies. Penelitian sekuens genom HCV membuktikan bahwa keragaman kuasipsesies pada HCV memunyai korelasi yang kuat dengan kemampuan progresivitas dan kronisitas virus terhadap hospes. Selama proses replikasi virus, menutup fungsi normal hepatosit atau membuat lebih banyak lagi hepatosit yang terinfeksi. Tingkat penularan yang tinggi terjadi pada pasien dengan riwayat sebagai pengguna narkoba jarum suntik (53%), dan janin akan tertular dari ibu pengidap HCV (25%). Kata Kunci: HCV, Flaviridae, Hepatosit, Quasispesies, Hypervariabel Region 1. Abstract Hepatitis C is a disease caused by the hepatitis C virus (HCV), family Flaviviridae, genome Ribo Nuclead Acid (RNA), single-strand, positive polarity. Live and replicate inside hepatocyte cells. Structure of the genome of HCV consists of ORF (open reading frame) that encodes the polypeptide structural components, consisting of nucleocapsid (core C), protein sheath or envelope (E1 and E2), as well as parts of non structurally divided into NS2, NS3, NS4a, NS4b, NS5a and NS5B. HCV genome is part of the most stable nucleocapsid or core protein and used for the detection of antibodies in the serum of patients. E2 envelope protein of HCV is part of a very heterogeneous, and the most high variability so-called hypervariabel region 1 (HVR 1). Based on the structure of the heterogeneous HCV genome. HVC classified by genotype, subtype and quasispecies. Research proved that the HCV genome sequences in the HCV quasipsecies diversity has a strong correlation with the progression and chronicity of the virus to the host. During the process of viral replication closes normal hepatocyte function or make more of an infected hepatocytes. The transmission rate is higher in patients with history of injecting drug users (53%) and fetus can be infected from mothers with HCV (25%). Keywords: HCV, Flaviviridae, Hepatocytes, Quasispecies, Hypervariable Region 1.
2 Pendahuluan Hepatitis C merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV), yang pertama kali diidentifikasi pada tahun Sebelumnya, HCV diketahui sebagai penyebab kasus-kasus hepatitis non-a dan non-b pascatransfusi. Saat ini diperkirakan sekitar 500 juta penduduk dunia tiap tahunnya terinfeksi HCV, dengan kematian akibat hepatitis kronik. Umumnya kira-kira 85% infeksi HCV akut akan berlanjut menjadi hepatitis kronik dan sekitas 20% akan berakhir dengan sirosis hati dan karsinoma hati. 1,2 Jika masuk ke dalam darah maka HCV akan segera mencari sel hati (hepatosit) dan kemungkinan sel limfosit B. Virus hanya berkembang biak hanya dalam sel hati. Manifestasi klinis HCV diketahui mulai dari hepatitis akut, fulminan, kronis yang dapat berkembang menjadi sirosis atau kanker hati. Terjadinya kerusakan sel hepatosit akibat infeksi HCV disebabkan adanya respons imun yang saling berinteraksi dan kompleks. Respons imun yang berperan adalah respons imun non-spesifik (sel natural killer) dan respons imun spesifik humoral dan seluler. Kemampuan virus berperan penting dalam terjadinya kronisitas infeksi HCV kronik, di antaranya karena virus memunyai mekanisme mutant escape sehingga dapat lolos dari pengenalan sistem imun. Penelitian yang menganalisis sekuens genom HCV membuktikan bahwa keragaman kuasipsesies pada HCV memunyai korelasi yang kuat dengan kemampuan progresivitas dan kronisitas virus terhadap hospes. 2 Penularan terjadi secara parental, melalui transfusi darah atau produk darah, dan jarum suntik. Sampai saat ini tingkat penularan yang paling tinggi terjadi pada pasien dengan riwayat sebagai pengguna narkoba jarum suntik (53%) dan secara parental dimana janin tertular dari ibu pengidap HCV (25%). 3 Dalam tinjauan pustaka ini, penulis mencoba untuk memberikan informasi bagaimana struktur genom HCV, cara virus bereplikasi dan keragaman variabilitas subtipe mutan yang dihasilkan pada saat replikasi, sehingga HCV memunyai keragaman heterogenisitas yang tinggi. Struktur Genom HCV Virus hepatitis C termasuk dalam famili Flaviviridae dengan genom Ribo Nuclead Acid (RNA) berutas tunggal (single strand), polaritas positif. Virion HCV memiliki diameter nm, dan panjang genom berkisar 10 kb, terdiri atas asam amino dengan nukleotida. Virus memunyai envelope yang terdiri atas glikoprotein dan lipid. Gambar 1. Struktur Virion HCV. 3 Stuktur genom HCV terdiri atas satu ORF (open reading frame) yang memberi kode pada polipeptida komponen struktural, yang terdiri atas nukleokapsid (inti C), protein selubung atau envelope (E1 dan E2), serta bagian non-struktural dibagi menjadi NS2, NS3, NS4a, NS4b, NS5a, dan NS5b, pada kedua ujung tedapat area noncoding (NC) yang pendek yaitu daerah 5 dan 3 terminal (gambar 2). Area 5 NC dan 3 NC terminal merupakan bagian komponen HCV yang sangat stabil serta berperan pada replikasi RNA dan translasi RNA. Oleh karena itu sekuens nukleotida di daerah ini digunakan untuk mendeteksi HCV pada pemeriksaan molekuler dengan PCR (poly chains reaction). 4,5,6 Bagian genom HCV yang paling stabil adalah nukleokapsid atau protein inti (core) dan dipakai untuk deteksi antibodi dalam serum pasien. Protein envelope merupakan bagian HCV yang sangat heterogen, dan yang paling tinggi variabilitasnya adalah pada E2 dekat E1, sehingga ini disebut hypervariabel region 1 (HVR 1). Berdasarkan struktur genom HCV yang heterogen tersebut telah dibuat penggolongan virus berdasarkan genotip, subtipe, dan kuasispesies. 4
3 Gambar 2. Genom Virus Hepatitis C 4 Struktur Protein HCV Protein Non-struktural (NS) terdiri atas NS2, NS3, NS4A, NS4B, NS5A, dan NS5B, berperan dalam replikasi virus, dimana Protein NS2 memunyai aktivitas protease, sedangkan NS3 memunyai dua aktivitas sebagai serin protease dan NTP-ase atau helikase. Protein NS4A berperan sebagai kofaktor serin protease NS3, dan NS4B belum diketahui fungsinya. NS5A merupakan fosdoprotein yang fungsinya belum diketahui secara jelas, tetapi protein ini bersifat hidrofilik, dan sangat sensitif terhadap interferon. NS5B memunyai peranan dalam aktivitas RNA dependen RNA polimerase. 4-6 Sintesis protein dalam proses replikasi virion dimulai ketika mekanisme kerja RNA helikase mengikat untai RNA pada ujung 3, ATP akan terikat pada sisi aktif enzim tersebut dan dihidrolisis oleh RNA helikase menjadi ADP dan fosfat organik. Energi yang dilepaskan oleh RNA helikase untuk membuka ikatan hidrogen pada dupleks RNA, kemudian enzim akan bergerak sepanjang arah 3-5 dalam memisahkan kedua untai RNA, dan memulai proses translasi untuk membentuk poliprotein lalu memutus interaksi RNA dengan protein, demikian seterusnya berulang sampai proteinprotein yang dibutuhkan membentuk komponen struktural virus.
4 Tabel 1. Protein Non-Struktural dan Fungsi Protein pada Proses Replikasi HCV 4 Site Protein 5 NTR C (Core) E1 (Envelope) E2/NS1 (Non-Structural 1) NS2 NS3 NS4A NS4B NS5A NS5B Fungsi dalam Replikasi Internal ribosomal entry site, modulation of viral transcription Nuclear localization signals DNA-binding motif Phosphorylation site Hydrophilic domains containing immunogenic epitopes Membrane associated nucleocapsid phosphoprotein binds RNA Transcripsional transactivator Envelope glicoprotein Envelope glicoprotein Translocation signal to endoplasmic reticulum Zinc dependent metailoprotease Chymotrypsin-like serine protease Helicase Invoived in polyprotein prosessing at NS4B/5A cleave site Unknown Unknown RNA-dependent RNA polimerase Replikasi Virion HCV di dalam Sel Hepatosit Virion dapat bereplikasi di dalam sel target apabila terjadi ikatan antara virus dengan protein target sel. Mekanisme replikasi HCV dimulai pada saat virion hepatitis C mengikat permukaan protein reseptor yang spesifik, yaitu protein tetraspanin CD81 sel hepatosit, pada keadaan low density lipoprotein reseptor (LDLR), sehingga virion endositosis ke dalam sel target. 4,5 Reseptor ini belum teridentifikasi secara jelas, namun protein permukaan CD81 adalah suatu HCV binding protein yang memainkan peranan dalam masuknya virus. Salah satu protein khusus virus yang dikenal sebagai protein E2 menempel pada receptor site di bagian luar hepatosit. 4 Setelah protein inti dari virus menembus dinding sel dengan suatu proses kimiawi, dimana selaput lemak bergabung dengan dinding sel dan selanjutnya dinding sel akan melingkupi dan menelan virus serta membawanya ke dalam hepatosit. Di dalam hepatosit, selaput virus (nukleokapsid) melarut dalam sitoplasma dan keluarlah RNA virus (virus uncoating) yang selanjutnya mengambil alih peran bagian dari ribosom hepatosit dalam membuat bahan-bahan untuk proses replikasi. Virus dapat membuat sel hati memerlakukan RNA virus seperti miliknya sendiri. Selama proses ini virus menutup fungsi normal hepatosit atau membuat lebih banyak lagi hepatosit yang terinfeksi, kemudian menbajak mekanisme sintesis protein hepatosit dalam memproduksi protein yang dibutuhkannya. 6,7 Kemudian RNA virus dipergunakan sebagai cetakan (template) untuk memproduksi masal poliprotein (proses translasi). Poliprotein dipecah dalam unit-unit protein yang lebih kecil. Ada dua jenis protein yang dihasilkan yaitu protein struktural dan regulatori. Protein regulatori memulai sintesis copy virus RNA asli. Selanjutnya RNA virus mengopi dirinya sendiri dalam jumlah besar (miliaran kali) untuk menghasilkan bahan dalam membentuk virion baru. Hasil copy RNA orisinil dinamai RNA negative strand dan bertindak sebagai cetakan (template) untuk memproduksi RNA positif strand dalam jumlah banyak yang merupakan copy identik materi genetik virus. 5-7 Proses copi genom berlangsung terus dan memberikan kesempatan terjadinya mutasi genetik yang menghasilkan RNA untuk strain baru virus dan subtipe virus hepatitis C. Setiap copy virus baru akan berinteraksi dengan protein struktural, kemudian akan membentuk nukleokapsid dan inti, lalu protein amplop akan melapisi inti virus baru.virion kemudian dikeluarkan dari dalam hepatosit menuju ke pembuluh darah menembus membran sel.
5 Patogenesis dari infeksi virus hepatitis bergantung pada jenis virus, jumlah virus dan faktor dari host. 4-6 Genotipe, Subtipe, dan Kuasispesies Genotipe dan Subtipe HCV diperlukan untuk melihat penyebaran geografis, epidemiologi, dan membuktikan adanya hubungan antara geografis dengan filogenetik. Adapun variabel pembeda pada komponen srtuktur virus, ditentukan berdasarkan bagian genom yang hypervariabel region, sedangkan untuk membedakan dengan virus tertentu dilihat dari struktur yang conserved region. 4,8 Seperti yang dijelaskan dalam tahapan sintesis virion baru, replikasi HCV bereplikasi melalui RNA-dependent RNA polimerase yang akan menghasilkan salinan RNA virus tanpa mekanisme proof-reading (mekanisme yang akan menghancurkan salinan nukleotida yang tidak persis sama dengan aslinya). Kondisi ini akan menyebabkan timbulnya banyak salinansalinan RNA HCV yang sedikit berbeda, tetapi masih berhubungan satu sama lain pada pasien yang disebut kuasispesies. 4,7,8 Kuasispesies merupakan heterogenitas populasi HCV pada seseorang yang terinfeksi, hal ini terjadi akibat sifat HCV yang mudah mengalami mutasi. Peristiwa kuasispesies merupakan mekanisme HCV untuk meloloskan diri dari sistem imun atau limposit T sitolitik seseorang, sehingga infeksi HCV dapat bersifat persisten dan berkembang menjadi hepatitis kronik. Kuasispesies atau terbentuknya varian-varian baru, dimana terbentuk homologi baru lebih dari 60%, akibat mutasi pada virus sehingga virus tidak dikenali atau escape dari mekanisme sistem imun limposit T sitotoksik seseorang, sehinggga infeksi HCV dapat bersifat persisten dan berkembang menjadi hepatitis kronik. 7-9 Karakter HCV yang paling penting adalah adanya variasi sekuens nukleotida. Telah diidentifikasi enam genotipe HCV dengan beberapa subtipe yang diberi kode dengan huruf. Lebih dari 50 subtipe sudah ditemukan, genotipe yang terbanyak adalah 1a, 1b, 2a, 2b. Genotipe 1, 2, 3, dengan subtipe masing-masing merupakan genotipe yang tersebar di seluruh dunia, sedangkan genotipe 4, 5 di Afrika dan 6 terutama di Asia. Genotipe 3a lebih banyak terjadi pada pemakaian obat terlarang intravena. 8,10 Genotipe tidak menentukan seberapa parah atau seberapa cepat perkembangan infeksi hepatitis C, tetapi genotipe tertentu mungkin tidak merespons pengobatan dengan baik. Genotipe tidak akan berubah semasa infeksi sehingga tidak perlu pemeriksaan ulang terhadap genotipe. Sampai saat ini deteksi virus secara uji serologi dengan sensitivitas yang cukup tinggi dilakukan dengan mendeteksi antibodi terhadap beberapa komponen protein nonstruktural NS4 atau NS5 setelah minggu terinfeksi HCV dengan sensitivitas 70 80%. Untuk mengetahui sebaran variasi dan keragaman genotipe HCV pada suatu wilayah / negara dapat dilakukan dengan deteksi molekuler. Pemeriksaan laboratorium secara molekuler merupakan pemeriksaan gold standard, dimana dapat mendeteksi RNA virus, mulai 1 3 minggu masa infeksi. Hasil deteksi terhadap protein E2 dan E1, yang merupakan hyper variabel region 1 (HVR 1), dapat menggambarkan variabilitas HCV pada suatu wilayah. Daftar Pustaka 1. Sulaiman A, Julitasari, Sie A, Rustam M, Melani W, Corwin A, dkk. Prevalence of hepatitis B and C in healthy Indonesian blood donors. Trans R Soc Trop Med Hyg. 1995; 89: Damardjati Ferry, Hanifah Oswari. Hepatitis C pada Thalassemia mayor: pengaruh Iron overload pada perjalan penyakit. Sari Pediatri. Vol. 5, No. 1 Juni 2003: Viral Hepatitis C: Introduction. diunduh jumat, 17 Juni Kaushal B Shah, Porus S Shah, Urvi D Gandhi, and Siraj S Dawd. Hepatitis C virus: Moleculer pathways and treatment. department of internal medicine, section of infectious diseases and travel medicine, east carolina university, Brody School of Medicine, NC,USA : Michael Houghton. Hepatitis C viruses, field virology. 3rd ed. Lippincott Raven Publishers, Philadelphia Ali N, Siddiqui A. Interaction of polypyrimidine tract-binding protein with the 5 noncoding region of the hepatitis C virus RNA genome and its functional
6 requirement in internal initiation of translation. J Virol.1995;69: Murray, Patrick R, Ken S. Hepatitis viruses, in medical microbiology. 4th ed. Mosby, St. Louis USA. 2000: 325p 8. Wasley A, Alter MJ. Epidemiology of hepatitis C: geographic differences and temporal trends. Semin Liver Dis2000; 20: Choo SH, So HS, Cho JM, Ryu WS. Association of hepatitis C virus particles with immunoglobulin: a mechanism for persistent infection. J Gen Virol. 1995;76(Pt 9): Centers for Disease Control and Prevention. surveillance for acute viral hepatitis-united states,2007. MMWR 2009:58:h.1-30
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Hepatitis B 2.1.1 Etiologi Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). HBV merupakan famili Hepanadviridae yang dapat menginfeksi manusia.
KAJIAN ILMIAH TEMATIK HARI HEPATITIS SEDUNIA 19 MEI 2016
KAJIAN ILMIAH TEMATIK HARI HEPATITIS SEDUNIA 19 MEI 2016 EPIDEMIOLOGI HEPATITIS Penyakit Hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk di Indonesia, yang terdiri dan Hepatitis A, B,
ANALISIS MOLEKULER GENOM VIRUS HEPATITIS C SERTA PERANANNYA DALAM PATOGENESIS INFEKSI
ANALISIS MOLEKULER GENOM VIRUS HEPATITIS C SERTA PERANANNYA DALAM PATOGENESIS INFEKSI Tristia Rinanda Abstrak. Virus Hepatitis C (HCV) adalah penyebab Hepatitis C, suatu penyakit yang masih menjadi masalah
Virus baru : Coronavirus dan Penyakit SARS
Virus baru : Coronavirus dan Penyakit SARS 23 Apr 2003 Kasus sindrom pernapasan akut parah, atau lebih dikenal dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) masih menempatkan berita utama di sebagian
Aspek Virologi Hepatitis C
Aspek Virologi Hepatitis C Widura Bagian Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha, Bandung Ringkasan Hepatitis C mempunyai banyak persamaan dengan hepatitis B dalam epidemiologi
M. ESHA FAHLUTHFI PEMBIMBING : DR. HJ. IHSANIL HUSNA, SP.PD
M. ESHA FAHLUTHFI PEMBIMBING : DR. HJ. IHSANIL HUSNA, SP.PD Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta
BAB I PENDAHULUAN. menimbulkan wabah dan menyebabkan kematian. Dalam kurun waktu 50 tahun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Infeksi virus dengue merupakan salah satu penyakit menular yang sering menimbulkan wabah dan menyebabkan kematian. Dalam kurun waktu 50 tahun kasus dengue di dunia meningkat
Aspek Virologi Hepatitis C
Faktor-Faktor Pencetus Autism Spectrum Disorders (ASD) Aspek Virologi Hepatitis C Bagian Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha, Bandung Ringkasan Hepatitis C mempunyai banyak
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Infeksi Virus Hepatitis B (VHB) merupakan masalah. kesehatan global, terutama pada daerah berkembang.
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Infeksi Virus Hepatitis B (VHB) merupakan masalah kesehatan global, terutama pada daerah berkembang. Sepertiga dari populasi dunia atau lebih dari dua miliar orang
Termasuk ke dalam retrovirus : famili flaviviridae dan genus hepacivirus. Virus RNA, terdiri dari 6 genotip dan banyak subtipenya
Felix Johanes 10407004 Rahma Tejawati Maryama 10407017 Astri Elia 10407025 Noor Azizah Ba diedha 10407039 Amalina Ghaisani K.10507094 Febrina Meutia 10507039 Anggayudha A. Rasa 10507094 Termasuk ke dalam
I. PENDAHULUAN. sehingga berpengaruh pada kondisi kesehatan dan kemungkinan mengakibatkan. berbagai penyakit-penyakit yang dapat dialaminya.
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan faktor penting dalam menunjang segala aktifitas hidup seseorang. Namun banyak orang yang menganggap remeh sehingga mengabaikan kesehatan dengan berbagai
ANALISIS MUTASI GEN PENGEKSPRESI DOMAIN B DAN C DNA POLIMERASE HBV DARI PASIEN YANG TERINFEKSI DENGAN TITER TINGGI
ABSTRAK ANALISIS MUTASI GEN PENGEKSPRESI DOMAIN B DAN C DNA POLIMERASE HBV DARI PASIEN YANG TERINFEKSI DENGAN TITER TINGGI Anton Mulyono., 2003 ; Pembimbing I: Johan Lucianus, dr, M.Si. Pembimbing II:
ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME ZUHRIAL ZUBIR
ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME ZUHRIAL ZUBIR PENDAHULUAN Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) adalah penyakit yg disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) HIV : HIV-1 : penyebab
PENDAHULUAN. Latar Belakang. Selama tiga dekade ke belakang, infeksi Canine Parvovirus muncul sebagai salah
PENDAHULUAN Latar Belakang Canine Parvovirus merupakan penyakit viral infeksius yang bersifat akut dan fatal yang dapat menyerang anjing, baik anjing domestik, maupun anjing liar. Selama tiga dekade ke
19/10/2016. The Central Dogma
TRANSKRIPSI dr.syazili Mustofa M.Biomed DEPARTEMEN BIOKIMIA DAN BIOLOGI MOLEKULER FK UNILA The Central Dogma 1 The Central Dogma TRANSKRIPSI Transkripsi: Proses penyalinan kode-kode genetik yang ada pada
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Penyakit porcine reproductive and respiratory syndrome (PRRS) adalah
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit porcine reproductive and respiratory syndrome (PRRS) adalah penyakit menular ganas pada babi yang disebabkan oleh virus dengan gejala utama gangguan reproduksi
BAB I PENDAHULUAN. dengue. Virus dengue ditransmisikan oleh nyamuk Aedes aegypti. Infeksi dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Demam berdarah adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Virus dengue ditransmisikan oleh nyamuk Aedes aegypti. Infeksi dengan satu atau lebih virus
1. ASPEK BIOLOGI MORFOLOGI VIRUS EBOLA:
Virus Ebola menyebabkan demam hemorrhagic. Semenjak dikenal tahun 1976, Virus Ebola menyebabkan penyakit yang fatal pada manusia maupun binatang primata (monyet, gorila dan simpanse). Dinamakan Virus Ebola
ABSTRAK. Prevalensi Penularan Virus Hepatitis C pada Skrining Penyumbang Darah. di PMI Kota Bandung antara Tahun 2003 sampai dengan 2006
ABSTRAK Prevalensi Penularan Virus Hepatitis C pada Skrining Penyumbang Darah di PMI Kota Bandung antara Tahun 2003 sampai dengan 2006 Raykendran Arfellia Nawaarta, 2007 Pembimbing : Freddy Tumewu Andries,dr.,
BAB I PENDAHULUAN. Hepatitis B (VHB). Termasuk famili Hepadnavirus ditemukan pada cairan tubuh
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyakit peradangan hati akut atau menahun disebabkan oleh virus Hepatitis B (VHB). Termasuk famili Hepadnavirus ditemukan pada cairan tubuh seperti saliva, ASI, cairan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang menjadi permasalahan utama di dunia. Penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue yang jika tidak
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. unggas yang dibudidayakan baik secara tradisional sebagai usaha sampingan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peternakan unggas di Indonesia memegang peran penting bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Hal ini terlihat dari banyaknya jenis unggas yang dibudidayakan
TINJAUAN TENTANG HIV/AIDS
BAB 2 TINJAUAN TENTANG HIV/AIDS 2.1 Pengenalan Singkat HIV dan AIDS Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, HIV adalah virus penyebab AIDS. Kasus pertama AIDS ditemukan pada tahun 1981. HIV
BAB I PENDAHULUAN. Hepatitis merupakan penyakit inflamasi dan nekrosis dari sel-sel hati yang dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hepatitis merupakan penyakit inflamasi dan nekrosis dari sel-sel hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus. Telah ditemukan lima kategori virus yang menjadi agen
Etiology dan Faktor Resiko
Etiology dan Faktor Resiko Fakta Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Virus hepatitis C merupakan virus RNA yang berukuran kecil, bersampul, berantai tunggal, dengan sense positif Karena
Dr. Dwi Suryanto Prof. Dr. Erman Munir Nunuk Priyani, M.Sc.
BIO210 Mikrobiologi Dr. Dwi Suryanto Prof. Dr. Erman Munir Nunuk Priyani, M.Sc. Kuliah 10. GENETIKA MIKROBA Genetika Kajian tentang hereditas: 1. Pemindahan/pewarisan sifat dari orang tua ke anak. 2. Ekspresi
I. PENDAHULUAN. dengan insiden dan mortalitas yang tinggi (Carlos et al., 2014). Sampai saat ini telah
I. PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Kanker serviks masih merupakan masalah kesehatan perempuan sehubungan dengan insiden dan mortalitas yang tinggi (Carlos et al., 2014). Sampai saat ini telah tedapat 529.000
Polimerase DNA : enzim yang berfungsi mempolimerisasi nukleotidanukleotida. Ligase DNA : enzim yang berperan menyambung DNA utas lagging
DNA membawa informasi genetik dan bagian DNA yang membawa ciri khas yang diturunkan disebut gen. Perubahan yang terjadi pada gen akan menyebabkan terjadinya perubahan pada produk gen tersebut. Gen sering
ABSTRAK. Analisis Mutasi Gen Pengekspresi Domain B dan C DNA Polimerase HBV Dari Pasien Yang Terinfeksi Dengan Titer Rendah.
ABSTRAK Analisis Mutasi Gen Pengekspresi Domain B dan C DNA Polimerase HBV Dari Pasien Yang Terinfeksi Dengan Titer Rendah. Natalia, 2006 Pembimbing Utama Pembimbing Pendamping : Johan Lucianus, dr., M.Si.
Proses biologis dalam sel Prokariot (Replikasi) By Lina Elfita
Proses biologis dalam sel Prokariot (Replikasi) By Lina Elfita 1. Replikasi 2. Transkripsi 3. Translasi TOPIK REPLIKASI Replikasi: Adalah proses perbanyakan bahan genetik. Replikasi bahan genetik dapat
BAB I PENDAHULUAN. Infeksi Human immunodeficiency virus (HIV) merupakan salah satu. Penurunan imunitas seluler penderita HIV dikarenakan sasaran utama
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Infeksi Human immunodeficiency virus (HIV) merupakan salah satu infeksi yang perkembangannya terbesar di seluruh dunia, dalam dua puluh tahun terakhir diperkirakan
Dinamika dan Aplikasi dari Model Epidemologi Hepatitis C Ema Hardika S. ( )
Dinamika dan Aplikasi dari Model Epidemologi Hepatitis C Ema Hardika S. (081112005) Abstrak Jurnal ini membahas tentang simulasi model SEIC pada transimi virus hepatitis C (VHC) yang dibangun oleh Suxia
PATOGENESIS DAN RESPON IMUN TERHADAP INFEKSI VIRUS. Dr. CUT ASMAUL HUSNA, M.Si
PATOGENESIS DAN RESPON IMUN TERHADAP INFEKSI VIRUS Dr. CUT ASMAUL HUSNA, M.Si PATOGENESIS INFEKSI VIRUS Port d entree Siklus replikasi virus Penyebaran virus didalam tubuh Respon sel terhadap infeksi Virus
ABSTRAK HUBUNGAN INFEKSI VIRUS HEPATITIS C DAN KARSINOMA HEPATOSELULER
ABSTRAK HUBUNGAN INFEKSI VIRUS HEPATITIS C DAN KARSINOMA HEPATOSELULER Indrasari Wirjanto (0110146);Pembimbing Pembimbing I: Widura, dr., MS. II: Ronald Jonathan,dr.,M.Sc.,DTM&H Hepatitis C merupakan masalah
ABSTRAK. STUDI TATALAKSANA SKRINING HIV di PMI KOTA BANDUNG TAHUN 2007
vi ABSTRAK STUDI TATALAKSANA SKRINING HIV di PMI KOTA BANDUNG TAHUN 2007 Francine Anne Yosi, 2007; Pembimbing I: Freddy Tumewu Andries, dr., MS Pembimbing II: July Ivone, dr. AIDS (Acquired Immunodeficiency
PENGANTAR VIRUS. dr. Fauzia Andrini M.Kes Bagian Mikrobiologi / Unit Ketrampilan Medik FK UR
PENGANTAR VIRUS dr. Fauzia Andrini M.Kes Bagian Mikrobiologi / Unit Ketrampilan Medik FK UR PENDAHULUAN Virus intraseluler parasit Tdd DNA/RNA, hanya dapat bermultiplikasi di sel host Virion : partikel
I. PENDAHULUAN. Iridoviridae yang banyak mendapatkan perhatian karena telah menyebabkan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Megalocytivirus merupakan salah satu genus terbaru dalam famili Iridoviridae yang banyak mendapatkan perhatian karena telah menyebabkan kerugian ekonomi serta kerugian
XI. Expresi Gen (From Gene to Protein) Diambil dari Campbell et al (2009), Biology 8th
14/17 November 2011 Tatap Muka 8: Heredity III XI. Expresi Gen (From Gene to Protein) Diambil dari Campbell et al (2009), Biology 8th Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa sifat (trait) yang diturunkan
BIOTEKNOLOGI. Perubahan Genetik, Replikasi DNA, dan Ekspresi Gen
BIOTEKNOLOGI Perubahan Genetik, Replikasi DNA, dan Ekspresi Gen Sekilas tentang Gen dan Kromosom 1882, Walther Flemming menemukan kromosom adalah bagian dari sel yang ditemukan oleh Mendel 1887, Edouard-Joseph-Louis-Marie
EKSPRESI GEN. Dyah Ayu Widyastuti
EKSPRESI GEN Dyah Ayu Widyastuti Ekspresi Gen Gen sekuen DNA dengan panjang minimum tertentu yang mengkode urutan lengkap asam amino suatu polipeptida, atau RNA (mrna, trna, rrna) Ekspresi Gen Enam tahapan
MAKALAH KLASIFIKASI VIRUS BALTIMORE DI AJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH MIKROBIOLOGI
MAKALAH KLASIFIKASI VIRUS BALTIMORE DI AJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH MIKROBIOLOGI Oleh : Kelompok 10 Puji Lestari NIM 12304241004 Ahmad Saiful Abid NIM 12304241006 Susan Pramitasari NIM 12304241007
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Virus hepatitis B (VHB) merupakan virus yang dapat. menyebabkan infeksi kronis pada penderitanya (Brooks et
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Virus hepatitis B (VHB) merupakan virus yang dapat menyebabkan infeksi kronis pada penderitanya (Brooks et al., 2008). Virus ini telah menginfeksi lebih dari 350 juta
I. PENDAHULUAN. wanita di dunia. Berdasarkan data dari WHO/ICOInformation Centre on. jumlah kasus sebanyak kasus dan jumlah kematian sebanyak
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Kanker serviks merupakan kanker yang paling sering menyerang wanita di dunia. Berdasarkan data dari WHO/ICOInformation Centre on HPV and Cancer, kanker serviks menempati
Hepatitis Marker. oleh. dr.ricke L SpPK(K)/
Hepatitis Marker oleh dr.ozar Sanuddin SpPK(K)/ dr.ozar Sanuddin SpPK(K)/ dr.ricke L SpPK(K)/ Hepatitis Marker Adalah suatu antigen asing a antibodi spesifik thdp antigen tsb. Penanda adanya infeksi, kekebalan
Adanya kecocokan tersebut yang menyebabkan adanya pembatasan inang dari masingmasing
REPLIKASI VIRUS RNA Replikasi Adanya kecocokan tersebut yang menyebabkan adanya pembatasan inang dari masingmasing virus Artinya : virus yang memil;iki tempat perlekatan yang sanagt spesifik haya akan
STRUKTUR, MORFOLOGI, DAN KLASIFIKASI VIRUS. Morfologi dan komponen virus
STRUKTUR, MORFOLOGI, DAN KLASIFIKASI VIRUS Morfologi dan komponen virus Virus merupakan mikroorganisme terkecil yang pernah dikenal. Umumnya tidak dapat dilihat dengan mikroskop biasa, kecuali poxvirus.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sikap Sikap merupakan suatu respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Manifestasi sikap tidak langsung dilihat akan tetapi harus ditafsirkan
BAB 1 PENDAHULUAN. penduduk dunia terinfeksi oleh Virus Hepatitis B (VHB). Diperkirakan juta diantaranya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Infeksi Hepatitis B merupakan masalah kesehatan utama di dunia. Lebih dari dua milyar penduduk dunia terinfeksi oleh Virus Hepatitis B (VHB). Diperkirakan 400-450 juta
BAB I PENDAHULUAN. Hemoglobinopati adalah kelainan pada sintesis hemoglobin atau variasi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hemoglobinopati adalah kelainan pada sintesis hemoglobin atau variasi struktur hemoglobin yang menyebabkan fungsi eritrosit menjadi tidak normal dan berumur pendek.
Kromosom, gen,dna, sinthesis protein dan regulasi
Kromosom, gen,dna, sinthesis protein dan regulasi Oleh: Fatchiyah dan Estri Laras Arumingtyas Laboratorium Biologi Molekuler dan Seluler Universitas Brawijaya Malang 2006 2.1.Pendahuluan Era penemuan materi
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hepatitis B disebabkan oleh virus Hepatitis B (HBV). HBV ditemukan pada tahun 1966 oleh Dr. Baruch Blumberg berdasarkan identifikasi Australia antigen yang sekarang
BAB 2 PENGENALAN HIV/AIDS. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala
BAB 2 PENGENALAN HIV/AIDS Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh virus yang disebut Human Immunodeficiency Virus (HIV). 10,11 Virus ini akan
Adalah asam nukleat yang mengandung informasi genetik yang terdapat dalam semua makluk hidup kecuali virus.
DNA DAN RNA Adalah asam nukleat yang mengandung informasi genetik yang terdapat dalam semua makluk hidup kecuali virus. ADN merupakan blue print yang berisi instruksi yang diperlukan untuk membangun komponen-komponen
BAB I PENDAHULUAN. Perbedaan antara virus hepatitis ini terlatak pada kronisitas infeksi dan kerusakan jangka panjang yang ditimbulkan.
BAB I PENDAHULUAN Hati adalah salah satu organ yang paling penting. Organ ini berperan sebagai gudang untuk menimbun gula, lemak, vitamin dan gizi. Memerangi racun dalam tubuh seperti alkohol, menyaring
Introduksi Genetika Molekular Virus
Introduksi Genetika Molekular Virus Johan Lucianus Bagian Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, UK. Maranatha, Bandung Ringkasan Virus adalah suatu patogen obligat yang hanya bisa berkembangbiak di dalam
Ada ORI dan helikase yang membuka pilinan terus sampai terbentuk replication bubble.
Catatan Wane (Berbagi Informasi) Berisi tentang materi-materi yang mungkin bisa bermanfaat buat yang membutuhkan Meliputi tentang kesehatan, penelitian, wisata, budaya, sejarah, bisnis, humor, dan catatan
ABSTRAK KORELASI ANTARA TOTAL LYMPHOCYTE COUNT DAN JUMLAH CD4 PADA PASIEN HIV/AIDS
ABSTRAK KORELASI ANTARA TOTAL LYMPHOCYTE COUNT DAN JUMLAH CD4 PADA PASIEN HIV/AIDS Ardo Sanjaya, 2013 Pembimbing 1 : Christine Sugiarto, dr., Sp.PK Pembimbing 2 : Ronald Jonathan, dr., MSc., DTM & H. Latar
Bimbingan Olimpiade SMA. Paramita Cahyaningrum Kuswandi ( FMIPA UNY 2012
Bimbingan Olimpiade SMA Paramita Cahyaningrum Kuswandi (email : [email protected]) FMIPA UNY 2012 Genetika : ilmu yang memperlajari tentang pewarisan sifat (hereditas = heredity) Ilmu genetika mulai berkembang
BAB I PENDAHULUAN. I. A. Latar Belakang. Infeksi virus hepatitis B (VHB) masih merupakan. masalah kesehatan pokok dengan tingkat morbiditas dan
BAB I PENDAHULUAN I. A. Latar Belakang Infeksi virus hepatitis B (VHB) masih merupakan masalah kesehatan pokok dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang masih tinggi di dunia meskipun vaksin dan pengobatan
BAB II TINJUAN PUSTAKA
BAB II TINJUAN PUSTAKA 2.1 Hepatitis B 2.1.1 Definisi Virus hepatitis adalah gangguan hati yang paling umum dan merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia.(krasteya et al, 2008) Hepatitis B adalah
BAB I PENDAHULUAN. dengan gejala saraf yang progresif dan hampir selalu berakhir dengan kematian. Korban
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rabies merupakan penyakit hewan menular yang bersifat zoonosis. Kasus rabies sangat ditakuti dikalangan masyarakat, karena mengakibatkan penderitaan yang berat dengan
Bioinformatika. Aplikasi Bioinformatika dalam Virologi
Bioinformatika Aplikasi Bioinformatika dalam Virologi Contents Klasifikasi virus Penentuan tingkat mutasi Prediksi rekombinasi Prediksi bagian antigen (antigenic sites) yang ada pada permukaan virus. Sebelum
BAB I PENDAHULUAN I.A. LATAR BELAKANG MASALAH. Infeksi virus hepatitis B (VHB) merupakan salah. satu masalah kesehatan utama dengan tingkat morbiditas
1 BAB I PENDAHULUAN I.A. LATAR BELAKANG MASALAH Infeksi virus hepatitis B (VHB) merupakan salah satu masalah kesehatan utama dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi di dunia meskipun vaksin
Variola vera MORFOLOGI. Group I (dsdna)
Variola vera Group: Family: Genus: Species: Group I (dsdna) Poxviridae Orthopoxvirus Variola vera Penyakit cacar (smallpox) merupakan salah satu penyakit mematikan yang pernah ada di dunia. Diperkirakan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi AIDS Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) dapat diartikan sebagai kumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi
Hepatitis Virus. Oleh. Dedeh Suhartini
Hepatitis Virus Oleh Dedeh Suhartini Fungsi Hati 1. Pembentukan dan ekskresi empedu. 2. Metabolisme pigmen empedu. 3. Metabolisme protein. 4. Metabolisme lemak. 5. Penyimpanan vitamin dan mineral. 6. Metabolisme
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1. 1.1 Latar Belakang Penyakit human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) disebabkan oleh infeksi HIV. HIV adalah suatu retrovirus yang berasal dari famili
BAB I PENDAHULUAN. Insiden penyakit ini masih relatif tinggi di Indonesia dan merupakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit hepatitis virus masih menjadi masalah serius di beberapa negara. Insiden penyakit ini masih relatif tinggi di Indonesia dan merupakan masalah kesehatan di beberapa
REVERSE TRANSKRIPSI. RESUME UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Genetika I Yang dibina oleh Prof. Dr. A. Duran Corebima, M.Pd. Oleh
REVERSE TRANSKRIPSI RESUME UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Genetika I Yang dibina oleh Prof. Dr. A. Duran Corebima, M.Pd Oleh UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN
Patogenesis Virus Hepatitis B
Tinjauan Pustaka Patogenesis Virus Hepatitis B Donna Mesina R. Pasaribu* *Bagian Mikrobiologi FK UKRIDA Alamat Korespondensi : Jl Terusan Arjuna No. 6 Jakarta Barat Abstrak Penyakit hepatitis yang disebabkan
CORONAVIRUS SARS Coronavirus Dalam blog ini akan dibahas tentang coronavirus, dengan sedikit ditekankan pada SARS coronavirus.
CORONAVIRUS SARS Coronavirus Dalam blog ini akan dibahas tentang coronavirus, dengan sedikit ditekankan pada SARS coronavirus. Coronavirus berasal dari bahasa Yunani κορών yang berarti mahkota (corona).
DIAGNOSTIK MIKROBIOLOGI MOLEKULER
DIAGNOSTIK MIKROBIOLOGI MOLEKULER Sunaryati Sudigdoadi Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran 2015 KATA PENGANTAR Puji dan syukur dipanjatkan kehadirat Allah Subhanahuwa ta
BIOTEKNOLOGI. Struktur dan Komponen Sel
BIOTEKNOLOGI Struktur dan Gambar Apakah Ini dan Apakah Perbedaannya? Perbedaan dari gambar diatas organisme Hidup ular organisme Hidup Non ular Memiliki satuan (unit) dasar berupa sel Contoh : bakteri,
CIRI FISIOLOGI DAN MORFOLOGI BAKTERIOFAGE (VIRUS)
CIRI FISIOLOGI DAN MORFOLOGI BAKTERIOFAGE (VIRUS) Diyan Herdiyantoro, SP., MSi. Laboratorium Biologi & Bioteknologi Tanah Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran 2009 Karakteristik Umum
Frekuensi Hepatitis B dan Hepatitis C Positif pada Darah Donor di Unit Transfusi Darah Cabang Padang pada Tahun 2012
Artikel Penelitian Frekuensi Hepatitis B dan Hepatitis C Positif pada Darah Donor di Unit Transfusi Darah Cabang Padang pada Tahun 2012 Dewi Oktavia 1, Rismawati Yaswir 2, Nora Harminarti 3 Abstrak Infeksi
BAB I PENDAHULUAN. Diabetes Mellitus (DM), atau lebih dikenal dengan istilah kencing manis,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Penelitian Diabetes Mellitus (DM), atau lebih dikenal dengan istilah kencing manis, merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang
ABSTRAK ASPEK KLINIK PEMERIKSAAN ANTIGEN NS-1 DENGUE DIBANDINGKAN DENGAN HITUNG TROMBOSIT SEBAGAI DETEKSI DINI INFEKSI DENGUE
ABSTRAK ASPEK KLINIK PEMERIKSAAN ANTIGEN NS-1 DENGUE DIBANDINGKAN DENGAN HITUNG TROMBOSIT SEBAGAI DETEKSI DINI INFEKSI DENGUE Andy Sudjadi, 2006; Pembimbing I : dr. Lisawati Sadeli, M.Kes Pembimbing II
Pokok Bahasan: Ekspresi gen
Pokok Bahasan: Ekspresi gen Sub Pokok Bahasan : 3.1. Regulasi Ekspresi 3.2. Sintesis Protein 3.1. Regulasi ekspresi Pengaruh suatu gen dapat diamati secara visual misalnya pada anggur dengan warna buah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Secara morfologis, DENV berbentuk bulat dengan diameter sekitar 50nm.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Struktur DENV Secara morfologis, DENV berbentuk bulat dengan diameter sekitar 50nm. Struktur DENV terdiri dari nucleocapsid dengan diameter sekitar 30nm,
Darah donor dan produk darah yang digunakan pada penelitian medis diperiksa kandungan HIVnya.
Darah donor dan produk darah yang digunakan pada penelitian medis diperiksa kandungan HIVnya. Tes HIV umum, termasuk imuno-assay enzim HIV dan pengujian Western blot mendeteksi antibodi HIV pada serum,
REPLIKASI DNA. Febriana Dwi Wahyuni, M.Si.
REPLIKASI DNA Febriana Dwi Wahyuni, M.Si. REPLIKASI REPLIKASI adalah perbanyakan diri menghasilkan produk baru yang sama dengan dirinya Pada tingkat molekul kimia hanya DNA yang dapat melakukan replikasi
SINTESIS PROTEIN. Delayota Science Club Januari 2011
SINTESIS PROTEIN Delayota Science Club Januari 2011 Dogma Sentral Aliran informasi genetik dari DNA ke Protein Informasi (kode genetik) pada DNA akan diekspresikan dalam bentuk protein Kode genetik Marshall
BAB I PENDAHULUAN. Infeksi Human Immunodeficiency Virus(HIV) dan penyakitacquired Immuno
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Infeksi Human Immunodeficiency Virus(HIV) dan penyakitacquired Immuno Deficiency Syndrome(AIDS) saat ini telah menjadi masalah kesehatan global. Selama kurun
Virologi - 2. Virologi - 3. Virologi - 4
Virologi dasar Klasifikasi dan morfologi Reproduksi (replikasi) virus Hubungan virus dengan sel Virus yang mempengaruhi kesehatan ibu hamil dan menyusui Virologi - 2 Virologi adalah ilmu yang mempelajari
Partikel virus (virion), terdiri dari : Virologi adalah ilmu yang mempelajari tentang virus dan agent menyerupai virus:
Virologi dasar Klasifikasi dan morfologi Reproduksi (replikasi) virus Hubungan virus dengan sel Virus yang mempengaruhi kesehatan ibu hamil dan menyusui Virologi - 2 Partikel virus (virion), terdiri dari
POKOK BAHASAN I PENDAHULUAN Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti kuliah pokok bahasan pendahuluan mahasiswa dapat: 1. Memahami ruang lingkup
POKOK BAHASAN I PENDAHULUAN Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti kuliah pokok bahasan pendahuluan mahasiswa dapat: 1. Memahami ruang lingkup biokimia, sejarah perkembangan ilmu biokimia, bidangbidang
BAB I PENDAHULUAN. A (HAV), Virus Hepatitis B (HBV), Virus Hepatitis C (HCV), Virus
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hepatitis adalah penyakit peradangan pada hati atau infeksi pada hati yang disebabkan oleh bermacam-macam virus. Telah ditemukan 6 atau 7 kategori virus yang menjadi
B. KARAKTERISTIK VIRUS
BAB 9 V I R U S A. PENDAHULUAN Virus merupakan elemen genetik yang mengandung salah satu DNA atau RNA yang dapat berada dalam dua kondisi yang berbeda, yaitu secara intraseluler dan ekstrseluler. Dalam
Ada 2 kelompok basa nitrogen yang berikatan pada DNA yaitu
DNA DNA adalah rantai doble heliks berpilin yang terdiri atas polinukleotida. Berfungsi sebagi pewaris sifat dan sintesis protein. Struktur DNA (deoxyribosenucleic acid) yaitu: 1. gula 5 karbon (deoksiribosa)
Retikulum Endoplasma (Mader, 2000) Tuti N. dan Sri S. (FIK-UI)
Retikulum Endoplasma (Mader, 2000) RETIKULUM ENDOPLASMA Ada dua jenis retikum endoplasma (ER) yang melakukan fungsi yang berbeda di dalam sel: Retikulum Endoplasma kasar (rough ER), yang ditutupi oleh
XII. Pengaturan Expresi Gen (Regulation of Gene Expression) Diambil dari Campbell et al (2009), Biology 8th
21/24 November 2011 Tatap Muka 9: Heredity IV XII. Pengaturan Expresi Gen (Regulation of Gene Expression) Diambil dari Campbell et al (2009), Biology 8th Sel secara tepat mampu mengatur ekspresi gen. Sel
Sintesa protein (ekspresi gen)
1. SINTESA PROTEIN Sintesa protein (ekspresi gen) Merupakan proses dimana DNA mengekspresikan gen nya Secara umum melibatkan dua tahap yaitu TRANSKRIPSI dan TRANSLASI Pada eukaryot, pengendalian ekspresi
DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... KATA PENGANTAR...... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... INTISARI... ABSTRACT... PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang...
BAB I PENDAHULUAN. I.A. Latar Belakang. Infeksi hepatitis B merupakan penyakit infeksi yang. masih menjadi masalah kesehatan yang serius di seluruh
BAB I PENDAHULUAN I.A. Latar Belakang Infeksi hepatitis B merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan yang serius di seluruh dunia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.
STUDI HOMOLOGI DAERAH TERMINAL-C HASIL TRANSLASI INSCRIPTO BEBERAPA GEN DNA POLIMERASE I
STUDI HOMOLOGI DAERAH TERMINAL-C HASIL TRANSLASI INSCRIPTO BEBERAPA GEN DNA POLIMERASE I T 572 MUL ABSTRAK DNA polimerase merupakan enzim yang berperan dalam proses replikasi DNA. Tiga aktivitas yang umumnya
I. PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. sangat akut dan mudah sekali menular. Penyakit tersebut disebabkan oleh virus
I. PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Newcastle disease (ND) merupakan suatu penyakit pada unggas yang sangat akut dan mudah sekali menular. Penyakit tersebut disebabkan oleh virus dan menyerang berbagai
VIRUS DEFINISI STRUKTUR Virion Nukleokapsid Kapsid Kapsomer Amplop MORFOLOGI 1. Simetri Heliks
VIRUS DEFINISI : agen infeksi yang sangat kecil, dengan beberapa perkecualian ; 1. Tidak dapat dilihat dengan mikroskop cahaya 2. Tidak ada metabolisme yang bebas dan hanya mampu bereplikasi dalam sel
VIRUS HEPATITIS B. Untuk Memenuhi Tugas Browsing Artikel Webpage. Oleh AROBIYANA G0C PROGRAM DIPLOMA III ANALIS KESEHATAN
1 VIRUS HEPATITIS B Untuk Memenuhi Tugas Browsing Artikel Webpage Oleh AROBIYANA G0C015009 PROGRAM DIPLOMA III ANALIS KESEHATAN FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNUVERSITAS MUHAMADIYAH SEMARANG
Kasus Penderita Diabetes
Kasus Penderita Diabetes Recombinant Human Insulin Marlia Singgih Wibowo School of Pharmacy ITB Sejak Banting & Best menemukan hormon Insulin pada tahun 1921, pasien diabetes yang mengalami peningkatan
