Instruction Execution Phases
|
|
|
- Siska Rachman
- 11 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Instruction Execution Phases Instruction Pipeline Design Hendra Rahmawan Pipelined Instruction Processing Suatu instruksi yang dieksekusi biasanya terdiri atas urutan dari operasi-operasi (stages) : (F)etches, (D)ecode, (I)ssue, (E)xecute, (W)riteback. Adanya stages memungkinkan untuk melakukan k pipelining. i Instruction Execution Phases Instruction Execution Phases 1
2 Instruction Execution Phases Untuk melancarkan aliran pada pipeline Terdiri atas beberapa strategi : Prefetch Buffers Multiple Functional Units Internal Data Forwarding Hazard Avoidance Prefetch Buffers Meningkatkan performa pada Fetch stage dengan menambah beberapa buffer instruksi yang akan diumpankan pada pipeline stages berikutnya. Mempertimbangkan 2 jenis pipelining : insequence, out-of-sequence(branching target). 3 Jenis Buffer FIFO : Sequential Buffer in-sequence Target Buffer out-of-sequence Loop Buffer 2
3 Multiple Functional Units Suatu stage dalam a pipeline pe e dapat menimbulkan masalah ketika stage ini banyak dikunjungi (dapat dilihat dari reservation table) bottleneck. Solusi : dibuat beberapa copy dari stage yang sama dan akan berjalan secara simultan. Model yang diajukan Sohi(1990): Menggunakan Reservation Station (RS) sebagai ruang tunggu bagi instruksi-instruksi yang mengalamai masalah data dependence ataupun resource dependence sebelum memasuki stage. RS juga digunakan sebagai antarmuka antara (D)ecode dan (I)ssue unit dengan pipelined functional units lainnya. Tag Unit akan memonitor penggunaan RS dan registers. Internal Data Forwarding Beberapa operasi memory-access dapat digantikan dengan dengan operasi register transer. Dengan demikian akan mengurangi memory traffic yang akan menghasilkan waktu eksekusi yang lebih pendek. Ada 3 jenis DF : Store-load forwarding Load-load forwarding Store-store forwarding 3
4 Hazard Avoidance Read dan Write pada shared variables oleh instruksi-instruksi yang berbeda berpotensi menghasilkan nilai yang berbeda (tidak diinginkan) ketika urutan instruksi tidak semestinya Hazards. Ada 3 jenis logic hazards : Read-after-Write (RAW) hazard flow dependece Wit Write-after-Write Wit (WAW)hazard output t dpendence d Write-after-Read (WAR) hazard antidependence Hazards yang terkandung dalam instruksi-instruksi harus ditanggulangi sebelum memasuki pipeline. Hazard Avoidance Kondisi-kondisi yang memungkinkan munculnya hazards (necessary but not sufficient) : R(I) D(J) pada RAW hazard R(I) R(J) pada WAW hazard D(I) R(J) pada WAR hazard 4
5 Untuk memperkecil waktu eksekusi pipeline maka perlu dilakuka k scheduling terhadap instruksi-instruksi. Ada 2 jenis scheduling : Static scheduling Dynamic scheduling Static Scheduling Data dependencies es antar-instruksi s akan a menimbulkan interlocked relationship antarinstruksi execution time menjadi lama karena harus ada proses menunggu data. Static scheduling oleh compiler dapat meningkatkan pemisahan antara interlocked instructions. Static scheduling oleh compiler lebih murah untuk diimplementasikan. ik Pada high performance computer diperlukan special hardware untuk melakukan dynamic scheduling. Tumasulo s Algorithm Hardware dependence-resolution scheme. Menggunakan arsitektur hardware seperti pada model Sohi(1990). Pada Model 91 : 3 RS pada floating-poing adder dan 2 pasang RS pada floating-poing multiplier. Meresolve resource conflicts dan data dependences dengan menggunakan register tagging untuk mengalokasikan atau mendealokasikan source dan destination register. Tumasulo s Algorithm Issued instruction yang operandnya belum lengkap diforward ke sebuah RS milik functional unit yang akan digunakan. Instruksi tersebut akan menunggu hingga data dependeces telah diresolve sehingga operandnya menjadi lengkap/tersedia. Proses resolve dilakukan dengan memonitor result bus (common bus). Setelah seluruh operand lengkap, instruksi akan dikrim ke functional unit untuk dieksekusi. Seluruh register yang digukanan dalam eksekusi instruksi (working register) akan dcatat/dimonitor (tagged). Jika ada instruksi lain issued, tetapi source register sedang digunakan (busy) maka tag untuk source register akan diforward ke suab RS. Ketika register sudah tidak digunakan, tag tersebut (tag di RS) akan menysinyalkan hal tersebut. 5
6 CDC Scoreboarding Menggunakan multiple functional units+instruction buffer, tampak sebagai multiple execution pipelines. Adanya parallel units memungkinkan instruksiinstruksi tereksekusi sempurna di luar urutan program semestinya. Instruksi-instruksi akan selalu dimasukkan (issued) ke functional unit meskipun datanya belum lengkap (karena reigster masih digunakan). Menggunakan scoreboard untuk menentukan rute yang sesuai antara execution unts dengan register. Performa dari pipelined processor dibatasi i oleh adanya data dependeces d dan branch instructions. Data dependences dapat ditangani dengan instructions scheduling. Branch instructions yang sarat dengan probabilitas juga harus diatasi dengan strategi-strategi yang baik. 6
7 Branching Problem Effect of Branching Adanya penalti akibat munculnya delay slot (jumlah pipeline cycle yang terbuang (tak berguna) antara branch taken dan branch target. Throughput dari pipeline harus dihitung dengan melibatkan penalti tersebut. t Effect of Branching Effect of Branching 7
8 Branch Prediction Branch (taken or not taken) dapat diprediksi berdasarkan code types secara statistik atau berdasarkan branch history selama suatu program dieksekusi. Hasil prediksi (taken or not taken) biasanya ditanamkan (wired) ke dalam prosesor static, semi-static. Dynamic branch strategy menggunakan recent branch history untuk memprediksi. Agar akurat idealnya seluruh history digunakan untuk memprediksi infeasible dibatasi pada recent history Biasanya menggunakan BTB (Branch Target Buffer) untuk menyimpan recent branch information Delayed Branches Mereduksi/meminimasi delay slot (b) bahkan kalau bisa hingga 0 penalti. Menyusun ulang susunan instruksi-instruksi dalam suatu program sehingga branch instructions terjadi pada waktu yang akan datang. Memindahkan useful instruction ke dalam usefull slot. 8
MAKALAH SISTEM KOMPUTER
MAKALAH SISTEM KOMPUTER Disusun oleh : Nama NIM Chandra Anggriawan 09211456 Dwi Prasetya 09211458 Riyan Arief A.P 09211468 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA DESAIN GRAFIS SEKOLAH TINGGI ILMU MANAJEMEN INFORMATIKA
PENGATURAN PROSES. Proses adalah program yang sedangdieksekusi atau sofware yang sedang dilaksanakan.
PENGATURAN PROSES Proses adalah program yang sedangdieksekusi atau sofware yang sedang dilaksanakan. 1. Konsep Dasar : Multiprogramming system. Melakukan proses satu persatu secara bergantian dalam waktu
Sistem Berkas. Tujuan Pelajaran. Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan :
Sistem Berkas Tujuan Pelajaran Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan : Memahami konsep dasar sistem berkas Mengetahui metode akses pada sistem berkas Memahami struktur direktori Memahami struktur
BAB III SISTEM KOMPUTER
BAB III SISTEM KOMPUTER 3.1 KONSEP DASAR KOMPUTER Sistem komputer pada dasarnya terdiri dari Central Processing Unit (CPU), memori dan peralatan input/ output. CPU adalah tempat berlangsungnya semua proses.
MODUL MELAKUKAN INSTALASI SISTEM OPERASI DASAR
MODUL MELAKUKAN INSTALASI SISTEM OPERASI DASAR Disusun Oleh: Abdul Rohman SMK MUHAMMADIYAH 5 BABAT Jl. Rumah Sakit No. 15-17 Babat Lamongan 62271 e-mail: [email protected] web-site: http://www.smkmuh5babat.com
Dasar-Dasar PLC Programmable Logic Controller (PLC)
Dasar-Dasar PLC Programmable Logic Controller (PLC) adalah sebuah rangkaian elektronik yang dapat mengerjakan berbagai fungsi-fungsi kontrol pada level-level yang kompleks. PLC dapat diprogram, dikontrol,
IT233-Organisasi dan Arsitektur Komputer Pertemuan 4
MEMORI KOMPUTER Jika CPU merupakan otak dari sebuah komputer, maka memory merupakan komponen pembantu kerja CPU dalam melakukan kegiatan pemrosesan data atau pengeksekusian sebuah perintah. Program dan
Balanced Scorecard sebagai Alat Pengukuran Kinerja Manajemen (STUDI KASUS PT. MAKRO INDONESIA CABANG PASAR REBO, JAKARTA)
Balanced Scorecard sebagai Alat Pengukuran Kinerja Manajemen (STUDI KASUS PT. MAKRO INDONESIA CABANG PASAR REBO, JAKARTA) Ferdinandus Agung Himawan, SE., MM. i dan Juarsah, SE. ii ABSTRAK Sebagai salah
dapat berakibat pada keterlambatan penanganan medis terhadap pasien yang sedang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Rekam medis kertas yang
2 dapat berakibat pada keterlambatan penanganan medis terhadap pasien yang sedang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Rekam medis kertas yang digunakan dalam pelayanan medis tidak selalu mampu
APLIKASI SISTEM MONITORING BERBASIS WEB UNTUK OPEN CLUSTER
1 APLIKASI SISTEM MONITORING BERBASIS WEB UNTUK OPEN CLUSTER (APPLICATION OF MONITORING SYSTEM WEB BASED FOR OPEN CLUSTER) TUGAS AKHIR Diajukan sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik Di Jurusan
MODUL 3 DESAIN SISTEM SECARA UMUM
1 Desain Sistem Secara Umum MODUL 3 DESAIN SISTEM SECARA UMUM MATERI 1. Pendahuluan 2. Arti Desain Sistem 3. Tujuan Desain Sistem 4. Personil Yang Terlibat 5. Desain Sistem Secara Umum 5.1 Desain Output
Konsep Dasar Pemrograman Prosedural
Seri Buku Persiapan Seleksi Buku Untuk Siswa dan Guru Konsep Dasar Pemrograman Prosedural (dilengkapi contoh soal dan pembahasan) ii Konsep Dasar Pemrograman Prosedural Disusun Oleh : Tim Pembina TOKI
MODUL 3 DESAIN SISTEM SECARA UMUM
1 Desain Sistem Secara Umum MODUL 3 DESAIN SISTEM SECARA UMUM MATERI 1. Pendahuluan 2. Arti Desain Sistem 3. Tujuan Desain Sistem 4. Personil Yang Terlibat 5. Desain Sistem Secara Umum 5.1 Desain Output
1.Proses Komputer CPU
1.Proses Komputer CPU Otak sebuah komputer berada pada unit pemrosesan (Process device). Unit pemrosesan ini dinamakan CPU ( Central Processing Unit ). Fungsi CPU adalah sebagai pemroses dan pengolah data
Pengenalan Komputer. Pembahasan pada modul materi merakit dan troubleshooting komputer ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
Pengenalan Komputer Pembahasan pada modul materi merakit dan troubleshooting komputer ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu : 1. Pengenalan Teknologi Komputer dengan pendekatan hardware (hardware approach)
Bab 3. Proses Proses POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: 3.1 KONSEP PROSES
Bab 3 Proses Proses POKOK BAHASAN: Konsep Proses Penjadwalan Proses Operasi pada Proses Kerjasama antar Proses Komunikasi antar Proses Thread TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa
JENIS-JENIS REGISTER (Tugas Sistem Digital)
JENIS-JENIS REGISTER (Tugas Sistem Digital) Oleh: EKO SARIYANTO 0917041026 SITI KHOLIFAH 1017041042 JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMPUNG 2013 Register adalah
SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PENENTUAN PENERIMA BEASISWA KURANG MAMPU DI SD NEGERI TAMANAN BANTUL YOGYAKARTA. Naskah Publikasi
SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PENENTUAN PENERIMA BEASISWA KURANG MAMPU DI SD NEGERI TAMANAN BANTUL YOGYAKARTA Naskah Publikasi diajukan oleh Tegar Adi Prayogo 09.22.1041 kepada SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA
BAB I GAMBARAN UMUM SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
BAB I GAMBARAN UMUM SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI Dalam bab ini mengawali pembicaraan sistem informasi dengan memberikan gambaran sejumlah contoh sistem informasi kemudian membahas definisi
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
SISTEM INFORMASI EFISIENSI PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR UNIT RAWAT INAP DENGAN MENGGUNAKAN INDIKATOR GRAFIK BARBER JOHNSON DI RUMAH SAKIT PANTI WILASA CITARUM SEMARANG ARTIKEL Untuk memenuhi persyaratan mencapai
Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama.
Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Jakarta-2007 1 KATA PENGANTAR Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa,
I. PEDOMAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO SECARA UMUM. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko dari masing-masing pilar tersebut diuraikan sebagai berikut:
I. PEDOMAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO SECARA UMUM Sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/8/PBI/2003 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/25/PBI/2009
WATERMARKING PROGRAM JAVA MENGGUNAKAN DUMMY METHODS DENGAN DYNAMICALLY OPAQUE PREDICATES ZAENAL AKBAR 51 01 201 006
WATERMARKING PROGRAM JAVA MENGGUNAKAN DUMMY METHODS DENGAN DYNAMICALLY OPAQUE PREDICATES ZAENAL AKBAR 51 01 201 006 PROGRAM PASCASARJANA JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI INSTITUT
BAB II KAJIAN TEORITIS
BAB II KAJIAN TEORITIS 2.1 Sistem Temu Balik Informasi 2.1.1 Pengertian Sistem Temu Balik Informasi Sejak diperkenalkan pertama kali pada tahun 1952 dan mulai diteliti tahun 1961, banyak para ahli memaparkan
I. KECERDASAN BUATAN Pengampu : Idhawati Hestiningsih
I. KECERDASAN BUATAN Pengampu : Idhawati Hestiningsih DEFINISI Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) : Bagian dari ilmu komputer yang mempelajari bagaimana membuat mesin (komputer) dapat melakukan
PERANCANGAN ALAT UKUR KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DI UNIT DONOR DARAH (UDD) PMI KOTA BANDUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE HUMAN RESOURCES SCORECARD
PERANCANGAN ALAT UKUR KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DI UNIT DONOR DARAH (UDD) PMI KOTA BANDUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE HUMAN RESOURCES SCORECARD 1 Tri Wiji Astuti, 2 Budi Praptono, Ir. MM, 3 Amelia Kurniawati,
BAB 1 DASAR-DASAR KOMPUTER PERSONAL
BAB 1 DASAR-DASAR KOMPUTER PERSONAL Tujuan: Pembahasan ini bertujuan agar siswa: 1. Menguasai pemakaian peripheral yang digunakan pada komputer 2. Mengetahui cara menginstalasi peripheral pada komputer
seth 132.96.11.2 0:80:ad:17:96:34 132.96.11.3 0:20:4c:30:29:29 anubis 132.96.36.5 0:80:ad:a7:a3:81 Gambar Jaringan TCP/IP
Dasar Routing Routing Lansung dan Tidak Langsung Seperti telah disebutkansebelumnya, proses pengiriman datagram IP selalu menggunakan tabel routing. Tabel routing berisi informasi yang diperlukan untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. persediaan (inventory) merupakan barang yang disimpan untuk digunakan atau
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian dan Arti Penting Persediaan 1. Pengertian Persediaan persediaan (inventory) merupakan barang yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada periode mendatang. Persediaan
SISTEM PENGOLAHAN DATA PENJUALAN PADA GIAT NET SRAGEN. Naskah Publikasi
SISTEM PENGOLAHAN DATA PENJUALAN PADA GIAT NET SRAGEN Naskah Publikasi diajukan oleh Abit Rosyadi 11.22.1311 kepada JURUSAN SISTEM INFORMASI SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA
