MODEL PERANCANGAN DISTRIBUSI AIR DENGAN PENDEKATAN JARINGAN FUZZY
|
|
|
- Hengki Pranata
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MODEL PERANCANGAN DISTRIBUSI AIR DENGAN PENDEKATAN JARINGAN FUZZY Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang Abstrak. Pada wilayah tertentu belum ada keseimbangan antara permintaan penggunaan air dan nilai aliran maksimum pada jaringan distribusi air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Nilai aliran maksimum pada jaringan pipa distribusi air dalam suatu wilayah minimal harus sama dengan ketersediaan suplai air dari sumber mata air dalam wilayah tersebut, agar kebutuhan air pada wilayah yang dilayani dapat tercukupi.dengan demikian perlu dirancang sebuah jaringan yang dapat mengatasi masalah tersebut. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan jaringan fuzzy, yaitu sebuah jaringan dengan parameter berupa bilangan fuzzy. Dalam hal ini digunakan jaringan fuzzy, karena tidak ada data yang pasti tentang kapasitas pipa dalam sebuah jaringan. Dalam penelitian ini telah dihasilkan program untuk memodelkan jaringan fuzzy dan menentukan nilai aliran maksimum pada jaringan fuzzy tersebut. Selanjutnya nilai aliran maksimum digunakan untuk menganalisis pemenuhan kebutuhan air pelanggan dalam suatu wilayah. Kata Kunci: Suplai air, aliran maksimum, jaringan fuzzy, kapasitas, bilangan fuzzy PENDAHULUAN Masalah penentuan aliran maksimum pada sebuah jaringan membutuhkan data kapasitas tiap pipa dalam jaringan tersebut. Akan tetapi kendalanya, ketersediaan data tersebut biasanya tidak lengkap. Data kapasitas tidak dapat diketahui dengan pasti. Data yang tersedia hanya diameter dan luas penampang pipa. Dengan demikian nilai kapasitas dapat didekati dengan bilangan fuzzy dan jaringan distribusi air dapat didekati dengan jaringan fuzzy. Jaringan fuzzy (fuzzy network) yang dimaksud dalam makalah ini adalah sebuah jaringan dengan parameter bilangan fuzzy. Sedangkan arus maksimum pada jaringan fuzzy disebut arus maksimum fuzzy (fuzzy maximal flow). Kelebihan Model jaringan fuzzy diantaranya dapat lebih mendekati kondisi permasalahan real dibandingkan model jaringan konvensional (jaringan crisp).model jaringan konvensional ini selalu mengasumsikan parameter-parameter ini berupa bilangan real yang nilainya sudah 23
2 pasti. Padahal kenyataannya selalu ada ketidakpastian dalam parameter-parameter tersebut. Untuk menangani ketidakpastian ini, parameter-parameter tersebut dapat dinyatakan dengan bilangan fuzzy.tentang himpunan fuzzy dan bilangan fuzzy dapat dilihat pada Larsen (2011), Fuller (1991), dan Nasseri (2008). Paper tentang aliran maksimum fuzzy pertama kali ditulis oleh Kim dan Roush pada tahun 1982 (dalam Kumar dan Kaur, 2011). Kim dan Roush yang pertama kali mengembangkan teori aliran fuzzy (fuzzy flow) dan menentukan aliran maksimum fuzzy dengan fuzzy matrices. Pada tahun yang sama, Chanas dan Kolodziejczyk (dalam Kumar dan Kaur, 2011) juga telah menulis tentang penyelesaian masalah aliran maksimum fuzzy dengan minimal cuts. Paper berikutnya tentang arus maksimum fuzzy dapat dilihat pada Chanas et al. (1995), Yadav dan Biswas (2009). Sedangkan penyelesaian masalah aliran maksimum fuzzy dengan program linear fuzzy (fuzzy linear programming) pertama kali dikaji oleh Kumar dan Kaur (2010 dan 2011). Tujuan dari penelitian ini adalah (1) memodelkan jaringan distribusi air dengan jaringan fuzzy, (2) menentukan aliran maksimum fuzzy (fuzzy maximal flow) pada jaringan tersebut, (3) menganalisis hasil tersebut untuk pemenuhan kebutuhan air tiap pelanggan. METODE Tahap pertama dalam penelitian ini adalah perancangan program untuk memodelkan jaringan fuzzy dan menentukan nilai aliran maksimum pada jaringan. Dalam hal ini digunakan Algoritma Kumar dan Kaur (2011) untuk menentukan aliran maksimum pada jaringan fuzzy, sedangkan software yang digunakan Borland Delphi. Berikut ini disajikan Algoritma Kumar dan Kaur (2011), yaitu: (1) merumuskan masalah arus maksimum fuzzy dengan program linear fuzzy sebagai berikut: adalah kapasitas fuzzy pada busur (i,j), adalah arus fuzzy (fuzzy flow) pada busur (i,j), adalah arus maksimum fuzzy dari titik sumber s ke titik tujuan t dalam jaringan; (2) menyajikan variabel dengan format bilangan fuzzy segitiga. Misal ; (3) mengubah kendala ketidaksamaan menjadi kesamaan dengan menambah variabel tak negatif untuk setiap (i,j) ; (4) mentransformasi program linear fuzzy menjadi program linear crisp denganmenggunakan fungsi peringkat dan operasi aritmatika pada bilangan fuzzy; (5) menentukan arus maksimal crisp dengan menyelesaikan program linear pada Langkah 4 menggunakan metode-metode yang sudah 24 Vol. 12 No.1 Juli 2014
3 ada; dan (6) menentukan Arus maksimum fuzzy keanggotaannnya. beserta fungsi Data jaringan pipa PDAM Proses fuzzifikasi Jaringan yang dilengkapi dengan kapasitas fuzzy Pemodelan masalah aliran maksimum fuzzy dengan program linear fuzzy Solusi arus maksimum fuzzy Ditransformasi menjadi program linear crisp Analisis pemenuhan kebutuhan air pelanggan PDAM dalam sebuah jaringan berdasarkan nilai aliran maksimum Gambar 1. Tahapan penelitian Tahap selanjutnya adalah implementasi program untuk memodelkan jaringan distribusi air pada PDAM. Pada penelitian ini diperlukan data sebagai berikut: (1) gambar peta jaringan distribusi air, yang dilengkapi dengan data diameter pipa serta kapasitas masing-masing pipa pada jaringan tersebut; (2) data kebutuhan air oleh pelanggan pada jaringan; (3) setelah diperoleh data, kemudian diolah sebagai berikut (a) menyajikan data kapasitas dalam bilangan fuzzy segitiga, sehingga diperoleh jaringan fuzzy; (b) dicari arus maksimum fuzzy pada jaringan fuzzy tersebut. Tahap berikutnya adalah pemodelan jaringan distribusi airdengan model jaringan fuzzy. Langkah-langkah pemodelan tersebut sebagai berikut; (1) sambungan atau pertemuan antar pipa digambarkan dengan titik, sedangkan pipa digambarkan sebagai sisi; dan (2) setiap sisi (i,j) pada jaringan dilengkapi dengan data kapasitas u ij yang berupa bilangan fuzzy. 25
4 Secara ringkas, alur kerja penelitian ini hingga diperoleh luaran dapat diilustrasikan pada Gambar 2 di bawah ini. Data distribusi air Pengolahan data Model Pengaturan Distribusi Air dengan Jaringan Kabur: - Pembuatan model jaringan kabur untuk data dari PDAM - Penyelesaian aliran maks pada jaringan distribusi air Mempelajari literatur jaringan kabur dan arus maksimur kabur Studi pustaka Pengubahan bilangan dengan Matlab Penyelesain model aliran dengan program linear kabur Pemodelan jaringan distribusi air Penyelesaian arus maks pada jaringan Perancangan program Simulasi Analisis nilai arus maks Pembutan program Uji coba program dan simulasi untuk jaringan air Model pengaturan distribusi air pada jaringan distribusi dalam wilayah PDAM Tirta Moedal Kota Semarang yang efisien dan efektif Gambar 2. Diagram Tulang Ikan (fishbone) dalam penelitian Tahap terakhir adalah analisis pemenuhan kebutuhan air pelanggan PDAM dalam sebuah jaringan berdasarkan nilai arus maksimum fuzzy. Pada tahap ini akan dilakukan analisis nilai arus maksimum terhadap pemenuhan kebutuhan air pelanggan dalam sebuah jaringan. Dalam hal ini ditinjau suplai air dari reservoir ke jaringan serta data banyaknya pelanggan dan kebutuhan air pelanggan dalam sebuah jaringan. Jika nilai arus maksimum fuzzy mendekati kapasitas yang tersedia pada sumber air maka dapat disimpulkan kebutuhan pelanggan dapat tercukupi. Tetapi bila tidak, maka kapasitas saluran perlu ditingkatkan agar dihasilkan nilai arus yang lebih besar lagi sehingga dapat mencukupi kebutuhan air pelanggan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada tahap ini telah dihasilkan program untuk menyelesaikan masalah aliran maksimum pada jaringan fuzzy menggunakan software Borland Delphi. Tampilan output program untuk tahap input data disajikan pada Gambar 3. Tampilan ini diperoleh setelah mengisikan banyaknya titik pada tombol total node. 26 Vol. 12 No.1 Juli 2014
5 Gambar 3. Tampilan Input Data Selanjutnya tampilan output program untuk penyelesaian masalah aliran maksimum disajikan pada Gambar 4. Tampilan ini diperoleh setelah mengklik tombol proses. Gambar 4. Tampilan Output Program dari Algoritma Kumar dan Kaur Tampilan output program untuk selanjutnya dari Algoritma Kumar dan Kaur disajikan pada Gambar 5. 27
6 Gambar 5. Tampilan Output Program untuk terakhit dario Algoritma Kumar dan Kaur Implementasi Program untuk Menentukan Nilai Aliran Maksimum pada Perancangan Jaringan Distribusi Air PDAM Dalam sub bab ini akan dibahas aplikasi nilai aliran maksimum untuk perancangan jaringan pipa transmisi baru dari sebuah sumber air ke wilayah pelayanan. Dalam hal ini nilai aliran maksimum jaringan pipa transmisi tersebut minimal sama dengan ketersediaan suplai air dari sumber tersebut, agar kebutuhan air pada wilayah yang dilayani dapat tercukupi. Dalam penelitian ini dilakukan studi kasus nilai aliran maksimum dalam perancangan jaringan pipa transmisi baru dari sumber air Kalidoh ke reservoir Pudakpayung, dimana reservoir ini nantinya yang akan memenuhi kebutuhan air pelanggan di wilayah Kecamatan Banyumanik yang terdiri dari 11 kelurahan (dapat dilihat pada Tabel 1). Tabel 1. Rekapitulasi Perhitungan Kebutuhan Air Total di Wilayah Kecamatan Banyumanik sampai dengan Tahun 2021 No Kelurahan Qd l/s Qnd l/s Qt (Qd+Qnd) l/s 1 Pudak Payung 40,84 5,29 46,13 2 Gedawang 5,49 0,80 6,29 3 Jabungan 10,41 0,56 10,97 4 Banyumanik 17,95 6,36 24,31 5 Padangsari 23,72 1,20 24,92 6 Srondol Kulon 21,44 1,62 23,06 7 Srondol Wetan 36,45 2,91 39,36 8 Pedalangan 18,95 2,68 21,63 9 Sumurboto 18,89 2,96 21,85 10 Ngesrep 26,76 4,54 31,30 11 Tinjomoyo 16,92 2,42 19,34 Jumlah 237,82 31,34 269,16 28 Vol. 12 No.1 Juli 2014
7 Sumber: Aryono (2013), Bag. Litbang PDAM Tirta Moedal Kota Semarang. Keterangan : Qd = Kebutuhan domestik (lt/dt), Qnd = Kebutuhan non domestik (l/s) dan Qt = Kebutuhan total (l/s) Berdasarkan perhitungan proyeksi kebutuhan air bersih di wilayah Kecamatan Banyumanik sampai dengan tahun 2021, diperoleh kebutuhan air di wilayah ini mencapai 269,16 l/s (dapat dilihat pada Tabel 1). Ketersediaan air baku di Kecamatan Banyumanik sebagian berasal dari mata air Kalidoh, mata air Seleses dan Sumur Kalidoh (E1) yang berada di wilayah administratif Kabupaten Semarang. Dari tiga mata air yang ada tersebut kemudian ditampung pada bangunan penampung air dan selanjutnya ditransmisikan melalui pipa transmisi ke reservoir Pudakpayung yang berada di wilayah Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Secara kuantitas air yang berasal dari sumber tersebut dapat terpantau dengan memasang meter induk pada saluran keluar (outlet) yang ada pada bak penampung tersebut dan debit yang keluar dari bak penampung tersebut tercatat ± 200 l/s. Gambar 6. Kondisi Eksisting Pipa Transmisi pada Lokasi Berdasarkan informasi dari bagian Litbang PDAM (Aryono dkk, 2013) diperoleh data data sebagai berikut : ketersediaan air pada sumber air Kalidoh dengan debit 200 lt/dt. Jaringan pipa eksisting mengalirkan air dengan debit sampai di reservoir Wungkal Kasab sebesar ±70 l/s, sedangkan debit yang tersedia sebesar 200 l/s maka direncanakan pada jalur tersebut akan 29
8 diadakan rehabilitasi pipa transmisi dengan memasang jaringan baru yang diharapkan bisa mengalirkan dengan debit minimal ±200 l/s, untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah Kecamatan Banyumanik sampai 10 th kedepan. Jaringan pipa eksisting yang sudah ada ditunjukkan pada Gambar 6, sedangkan rencana pipa transmisi baru pada lokasi ditunjukkan pada Gambar 7. Jaringan pipa transmisi baru ini diharapkan dapat mensuplai kebutuhan air pelanggan PDAM di wilayah Kecamatan Banyumanik sampai 10 tahun ke depan. Pada penelitian ini akan ditentukan aliran maksimum pada perancangan jaringan pipa transmisi baru dari sumber air Kalidoh sampai dengan reservoir Pudakpayung. Selanjutnya nilai aliran maksimum ini dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk menentukan pemenuhan kebutuhan air pelanggan dalam sebuah wilayah. Berdasarkan data yang ada, belum tersedia data yang pasti tentang nilai aliran maksimum pada jaringan pipa transmisi. Data yang sudah tersedia dengan pasti hanya diameter pipa dan panjang pipa. Sedangkan data kecepatan aliran pada pipa juga tidak pasti. Pipa pada jaringan ini merupakan pipa High Density Poly Ethylene (HDPE) dengan kecepatan aliran pada pipa maksimum (V)=3,0 m/s. Apabila kecepatan aliran pada pipa HDPE > 3,0 m/s maka akan mengakibatkan keausan pada pipa. Sedangkan kecepatan minimum(v)= 0,3 m/s. Apabila kecepatan aliran pada pipa HDPE < 0,3 m/dt maka akan mengakibatkan endapan pada dinding pipa sehingga kecepatan aliran pada pipa yang ditoleransi berada dalam interval [0,3, 3]. Dengan demikian perhitungan nilai aliran maksimum dapat didekati dengan jaringan fuzzy. Data kapasitas pada tiap pipa dapat dinyatakan dengan bilangan fuzzy. Dalam penelitian ini data kapasitas dinyatakan dengan bilangan fuzzy segitiga. Berikut ini perhitungan kapasitas aliran pada setiap pipa. Gambar 7. Rencana Pipa Transmisi pada Lokasi 30 Vol. 12 No.1 Juli 2014
9 Gambar 8. Gambar jaringan transmisi baru dari Kalidoh-Pudakpayung dengan pendekatan jaringan fuzzy Tabel 2. Representasi data kapasitas dalam bilangan fuzzy segitiga No Diameter pipa Luas penampang Kecepatan Kapasitas aliran Kapasitas dalam bil. (m) pipa (A) aliran (V) (m 3 /s), Q=A.V fuzzy segitiga [0.0289,0.1589,0.2888] Gambar 9.Tampilan Output Program untuk Langkah pemodelan masalah dengan program linear fuzzy 31
10 Pada penelitian ini, akan ditentukan nilai aliran maksimum pada jaringan fuzzy dari titik 1 ke titik 26. Titik 1 merupakan letak mata air Kalidoh, sedangkan titik 26 merupakan letak reservoir Pudakpayung. Data diameter tiap pipa 350 mm atau 0.35 m. Berikut ini output program untuk model jaringan fuzzy dari mata air Kalidoh (1) ke reservoir Pudakpayung (26) dilengkapi dengan kapasitas fuzzy pada masing-masing pipa. Tampilan output program untuk Langkah 4 disajikan berikut ini. Gambar 10.Tampilan Output Program untuk Langkah 4 Langkah 4 merupakan transformasi program linear fuzzy menjadi program linear crisp. Langkah selanjutya adalah menentukan solusi dari program linear crisp pada Langkah 4 di atas. Dalam penelitian ini program yang dibuat belum sampai pada tahap ini. Solusi program linear crisp masih dikerjakan dengan paket program yang sudah ada, yaitu WinQSB. 32 Vol. 12 No.1 Juli 2014
11 Gambar 11.Lanjutan Tampilan Output Program untuk Langkah 4. Hasil di atas dapat diinterpretasikan sebagai berikut: nilai aliran maksimum pada rancangan jaringan pipa transmisi baru dari sumber air Kalidoh ke reservoir Pudakpayung sekitar 158,9 l/s. Artinya dengan digunakannya jenis pipa High Density Poly Ethylene (HDPE) berdiameter 0,35 m akan dihasilkan nilai aliran maksimum yang sesuai dengan suplai air dari Kalidoh sebesar ±200 l/s. Sedangkan jaringan pipa eksisting yang sudah ada hanya mengalirkan air dengan debit sampai di reservoir Wungkal Kasab sebesar ± 70 l/s. Sehingga dengan perancangan jaringan pipa transmisi baru ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air pelanggan dalam wilayah Kecamatan Banyumanik 10 tahun ke depan yaitu sebesar ±269,26 l/s. Pada penelitian selanjutnya akan ditinjau studi kasus untuk perancangan jaringan pipa transmisi baru di wilayah lainnya. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Pada makalah ini telah dihasilkan program untuk memodelkan dan menyelesaikan masalah aliran maksimum pada jaringan fuzzy. Selanjutnya dilakukan implementasi program untuk menentukan nilai aliran maksimum pada jaringan distribusi air PDAM, khususnya jaringan dari mata air Kalidoh ke reservoir Pudakpayung yang akan mensuplai air pelanggan di wilayah Kecamatan Banyumanik.Dari hasil output program diperoleh nilai aliran maksimum pada rancangan jaringan pipa transmisi baru dari sumber air Kalidoh ke reservoir Pudakpayung sekitar 158,9 l/s. Artinya dengan digunakannya jenis pipa High Density Poly Ethylene (HDPE) berdiameter 0,35 m akan dihasilkan nilai aliran maksimum yang sesuai dengan suplai air dari 33
12 kalidoh sebesar ±200 l/s. Sedangkan jaringan pipa eksisting yang sudah ada hanya mengalirkan air dengan debit sampai di reservoir Wungkal Kasab sebesar ±70 l/s, sehingga dengan perancangan jaringan pipa transmisi baru ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air pelanggan dalam wilayah Kecamatan Banyumanik10 tahun ke depan yaitu sebesar ±269,26 liter/s. DAFTAR PUSTAKA Aryono Data Perencanaan Jaringan Pipa Transmisi dari Mata Air Kalidoh ke Reservoir Pudak Payung. Semarang: Bagian Penelitian dan Pengembangan PDAM Tirta Moedal Semarang. Kumar, A. dan Kaur, M An Algorithm for Solving Fuzzy Maximal Flow Problems Using Generalized Trapezoidal Fuzzy Numbers.International Journal of Applied Science and Engineering, vol. 8.2, hal Kumar, A. dan Kaur, M An Algorithm for Solving Fuzzy Maximum Flow Problems Using Generalized Triangular Fuzzy Numbers.International Journal of Hybrid Intelligent Systems, vol.8, hal Larsen, H.L Course in Fuzzy Logic: Fuzzy Number Arithmetic. Dalam internet: Nasseri, H Fuzzy Numbers: Positive and Nonnegative. International Mathematical Forum. 3. no. 36: Yadav, A.K. dan Biswas, B.R On Searching Fuzzy Shortest Path In a Network,. International Journal of Recent Trends in Engineering, vol 2, No. 3, hal Vol. 12 No.1 Juli 2014
MODEL MATEMATIKA MASALAH ALIRAN MAKSIMUM KABUR DENGAN PROGRAM LINEAR KABUR
MODEL MATEMATIKA MASALAH ALIRAN MAKSIMUM KABUR DENGAN PROGRAM LINEAR KABUR Isnaini Rosyida Jurusan Matematika Universitas Negeri Semarang [email protected] Abstrak Masalah aliran maksimum pada
BAB III. METODE PENELITIAN
62 BAB III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian Penelitian awal dilakukan pada periode 10 September 2012 dengan menghimpun data PDAM Tirta Lawu Kabupaten Karanganyar tahun
Bab 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
Bab 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teori himpunan fuzzy banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu seperti teori kontrol dan manajemen sains, pemodelan matematika dan berbagai aplikasi dalam bidang
PROGRAM LINIER FUZZY PENUH DENGAN METODE KUMAR. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang Semarang
PROGRAM LINIER FUZZY PENUH DENGAN METODE KUMAR Shintia Devi Wahyudy 1, Bambang Irawanto 2, 1,2 Jurusan Matematika FSM Universitas Diponegoro Jl Prof H Soedarto, SH Tembalang Semarang 1 Shintiadevi15@gmailcom,
INFOMATEK Volume 19 Nomor 2 Desember 2017
INFOMATEK Volume 19 Nomor 2 Desember 2017 PEMILIHAN ALTERNATIF JARINGAN DISTRIBUSI UTAMA (JDU) UNTUK PENGEMBANGAN SPAM REGIONAL DI KABUPATEN SUMEDANG, KABUPATEN MAJALENGKA, KABUPATEN CIREBON DAN KOTA CIREBON
APLIKASI METODE THORANI DALAM PENYELESAIAN PERMASALAHAN PROGRAM LINEAR FUZZY
APLIKASI METODE THORANI DALAM PENYELESAIAN PERMASALAHAN PROGRAM LINEAR FUZZY Mutia Dwi Haryanti, Lukman, Fitriani Agustina Departemen Pendidikan Matematika FPMIPA UPI Correspondent auhor: [email protected]
4.1. PENGUMPULAN DATA
Metodologi adalah acuan untuk menentukan langkah-langkah kegiatan yang perlu diambil dalam suatu analisa permasalahan. Penerapan secara sistematis perlu digunakan untuk menentukan akurat atau tidaknya
Perencanaan Pengembangan Sistem Distribusi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kedunguling Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur
Perencanaan Pengembangan Sistem Distribusi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kedunguling Kecamatan Candi Kabupaten Jawa Timur Oleh : Muhammad Ali Abdur Rosyid *) dan Indah Nurhayati **) Abstrak Cakupan pelayanan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Pembahasan Nilai Tanah Kecamatan Banyumanik Dari pengolahan data survei pada pengolahan data spasial, diperoleh hasil perhitungan harga tanah tahun 2011 dan 2013 serta
Analisis Perencanaan dan Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih di PDAM Tulungagung
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 1, (2017) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) D-25 Analisis Perencanaan dan Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih di PDAM Tulungagung Firga Yosefa dan Hariwiko Indarjanto
BAB III METODOLOGI PENGERJAAN
BAB III METODOLOGI PENGERJAAN Tugas akhir ini merupakan pengembangan dari tugas akhir dari Rahmat Satria Dewangga yang berjudul Pemodelan Jaringan dan Sistem Distribusi Air Minum pada Pipa Primer dengan
PROGRAM LINIER FUZZY PENUH DENGAN ALGORITMA MULTI OBJECTIVE LINEAR PROGRAMMING. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang Semarang
PROGRAM LINIER FUZZY PENUH DENGAN ALGORITMA MULTI OBJECTIVE LINEAR PROGRAMMING Mohamad Ervan S 1, Bambang Irawanto 2, Sunarsih 1,2,3 Jurusan Matematika FSM Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto,
SEMINAR NASIONAL ke 8 Tahun 2013 : Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi MASALAH TRANSPORTASI DENGAN FUZZY SUPPLY DAN FUZZY DEMAND
MASALAH TRANSPORTASI DENGAN FUZZY SUPPLY DAN FUZZY DEMAND Ridayati Ircham Jurusan Teknik Sipil STTNAS Jalan Babarsari Caturtunggal Depok Sleman e-mail: [email protected] ABSTRAK Tulisan ini membahas tentang
DAFTAR ISI. LEMBAR PERNYATAAN. ABSTRAK KATA PENGANTAR. UCAPAN TERIMAKASIH. DAFTAR TABEL. DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN. ABSTRAK KATA PENGANTAR. UCAPAN TERIMAKASIH. DAFTAR ISI. DAFTAR TABEL. DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN i ii iv v vi ix x xi BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang..... 1.2 Rumusan
PENINGKATAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KELURAHAN PINARAS
PENINGKATAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KELURAHAN PINARAS Figih Cicilia Mokoginta I. R. Mangangka Fakultas Teknik, Jurusan Sipil Universitas Sam Ratulangi Manado email : [email protected]
Peningkatan Pelayanan Penyediaan Air Minum Kota Blitar
C369 Peningkatan Pelayanan Penyediaan Air Minum Kota Blitar Ichwan Rahmawan Widodo dan Hari Wiko Indarjanto Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh
PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA SEA KECAMATAN PINELENG KABUPATEN MINAHASA
PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA SEA KECAMATAN PINELENG KABUPATEN MINAHASA Risky Yohanes Rottie Tiny Mananoma, Hanny Tangkudung Universitas Sam Ratulangi Fakultas Teknik Jurusan Sipil
PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH KELURAHAN KAYAWU KOTA TOMOHON
PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH KELURAHAN KAYAWU KOTA TOMOHON Brian Victori Langi Isri R. Mangangka, Sukarno Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Sam Ratulangi Manado email:
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan salah satu sumber daya alam yang paling penting bagi kehidupan. Dalam melaksanakan setiap aktivitasnya, manusia selalu membutuhkan ketersediaan air yang
Program Linear Fuzzy dengan Koefisien dan Konstanta Kendala Bilangan Fuzzy
Prosiding Matematika ISSN: 2460-6464 Program Linear Fuzzy dengan Koefisien dan Konstanta Kendala Bilangan Fuzzy 1 Diah Fauziah, 2 Didi Suhaedi, 3 Gani Gunawan 1,2,3 Prodi Matematika, Fakultas Matematika
PERENCANAAN PENINGKATAN PELAYANAN AIR BERSIH DI KECAMATAN TANJUNGPANADN KEBUPATEN BELITUNG
PERENCANAAN PENINGKATAN PELAYANAN AIR BERSIH DI KECAMATAN TANJUNGPANADN KEBUPATEN BELITUNG Oleh : Bambang Winarno / 3110 040 703 Program Diploma 4 Teknik Perancangan Lingkungan Permukiman Fakultas Teknik
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan kebutuhan pokok bagi makhluk hidup termasuk manusia. Keberadaan air baik kualitas maupun kuantitas akan berpengaruh pada kehidupan manusia. Sistem penyediaan
PERENCANAAN JARINGAN AIR BERSIH DESA KIMA BAJO KECAMATAN WORI
PERENCANAAN JARINGAN AIR BERSIH DESA KIMA BAJO KECAMATAN WORI Fenny Nelwan E. M. Wuisan, L. Tanudjaja Fakultas Teknik, Jurusan Sipil, Universitas Sam Ratulangi Email: [email protected] ABSTRAK Air
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
39 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Teori Graf 2.1.1 Definisi Graf Teori graf merupakan salah satu cabang matematika yang paling banyak aplikasinya dalam kehidupan sehari hari. Salah satu bentuk dari graf adalah
PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH UNTUK ZONA PELAYANAN IPA PILOLODAA KOTA GORONTALO
PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH UNTUK ZONA PELAYANAN IPA PILOLODAA KOTA GORONTALO Mohamad Oktora Yassin Lingkan Kawet, Fuad Halim, M. I. Jasin Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil, Universitas
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA TANDENGAN, KECAMATAN ERIS, KABUPATEN MINAHASA
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA TANDENGAN, KECAMATAN ERIS, KABUPATEN MINAHASA Priskila Perez Mosesa Liany A. Hendratta, Tiny Mananoma Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Sam Ratulangi
Optimasi Kebutuhan Kendaraan Pengangkut Sampah Menggunakan Model Fuzzy Goal Programming
Jurnal Matematika Vol 7 No 2 Desember 207 pp 9-23 ISSN: 693-394 Article DOI: 024843/JMAT207v07i02p92 Optimasi Kebutuhan Kendaraan Pengangkut Sampah Menggunakan Model Fuzzy Goal Programming Eka Susanti
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan zaman dan kompleksnya kehidupan, maka manusia menginginkan tersedianya informasi yang tepat dan akurat dalam mengambil keputusan.
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DESA LOBONG, DESA MUNTOI, DAN DESA INUAI KECAMATAN PASSI BARAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DESA LOBONG, DESA MUNTOI, DAN DESA INUAI KECAMATAN PASSI BARAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Fachruddin Mokoginta Fuad Halim, Lingkan Kawet, M. I. Jasin Fakultas
BAB V PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM
BAB V PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM 5.1. Umum Kegiatan perencanaan untuk sistem distribusi air minum ada dua kategori yaitu : Perencanaan pada daerah yang belum ada sistem distribusi perpipaan
LAPORAN TUGAS AKHIR PERENCANAAN JARINGAN PIPA UTAMA PDAM KABUPATEN KENDAL
LAPORAN TUGAS AKHIR PERENCANAAN JARINGAN PIPA UTAMA PDAM KABUPATEN KENDAL Diajukan Untuk Memenuhi salah Satu Syarat Akademis Dalam Menyelesaikan Strata I Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas
BAB I PENDAHULUAN. Air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi manusia, sehingga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi manusia, sehingga ketersediaannya amatlah penting. Dalam keseharian air dimanfaatkan tidak hanya terbatas untuk keperluan
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA DUMOGA II KECAMATAN DUMOGA TIMUR KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA DUMOGA II KECAMATAN DUMOGA TIMUR KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Tio Herdin Rismawanto Alex Binilang, Fuad Halim Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Sam
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Konsep program linier (linear programming) ditemukan dan diperkenalkan seorang ahli matematika bangsa Amerika, Dr.George Dantzig yaitu dengan dikembangkannya metode
Peningkatan Pelayanan Penyediaan Air Minum Kota Blitar
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, N0. 2, (2017) ISSN : 2337-3539 (2301-9271 Print) C-369 Peningkatan Pelayanan Penyediaan Air Minum Kota Blitar Ichwan Rahmawan Widodo dan Hari Wiko Indarjanto Departemen Teknik
PERENCANAAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PERUMNAS BANYUMANIK KOTA SEMARANG
PERENCANAAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PERUMNAS BANYUMANIK KOTA SEMARANG Rio D. Finanda, Saefudin Nur Huda *) Abdul Kadir, Ir., Dipl. HE., MT, Salamun, Ir., MS **) ABSTRACT With the increasing number
Oleh : Made Bayu Yudha Prawira ( ) Dosen Pembimbing: Ir. Hari Wiko Indarjanto, M.Eng
SEMINAR HASIL TUGAS AKHIR PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM DI PERUMNAS KOTA BARU DRIYOREJO KABUPATEN GRESIK Oleh : Made Bayu Yudha Prawira (3306100034) Dosen Pembimbing: Ir. Hari Wiko
Desain Rehabilitasi Air Baku Sungai Brang Dalap Di Kecamatan Alas 8.1. DATA SISTEM PENYEDIAAN AIR BAKU LAPORAN AKHIR VIII - 1
8.1. DATA SISTEM PENYEDIAAN AIR BAKU Pada jaringan distribusi air bersih pipa merupakan komponen yang paling utama, pipa berfungsi untuk mengalirkan sarana air dari suatu titik simpul ke titik simpul yang
Implementasi Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (Anfis) untuk Peramalan Pemakaian Air di Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Moedal Semarang
Scientific Journal of Informatics Vol. 3, No. 1, Mei 2016 p-issn 2407-7658 http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/sji e-issn 2460-0040 Implementasi Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (Anfis) untuk
LAPORAN TUGAS AKHIR. PERENCANAAN PEMENUHAN AIR BAKU DI KECAMATAN GUNEM KABUPATEN REMBANG ( Design Of Raw Water Supply In Gunem District, Rembang )
LAPORAN TUGAS AKHIR PERENCANAAN PEMENUHAN AIR BAKU DI KECAMATAN GUNEM KABUPATEN REMBANG ( Design Of Raw Water Supply In Gunem District, Rembang ) Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan
Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih Di Desa Taratara Kecamatan Tomohon Barat
Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih Di Desa Taratara Kecamatan Tomohon Barat Muhammad Chaiddir Hajia Alex Binilang,Eveline M. Wuisan Universitas Sam Ratulangi Fakultas Teknik Jurusan Sipil Manado
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Saat ini krisis air merupakan salah satu masalah utama di Kabupaten Rembang, yang aktifitas ekonomi didukung oleh kegiatan di sektor pertanian dan perikanan. Hal ini
PENGEMBANGAN SISTIM PELAYANAN AIR BERSIH
PENGEMBANGAN SISTIM PELAYANAN AIR BERSIH Ridwan Naway F. Halim, M. I. Jasin, L. Kawet Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sam Ratulangi email: [email protected] ABSTRAK Kawasan Perumahan
Analisis Sistem Penyediaan Air Bersih di PDAM Tirta Silau Piasa, Kisaran Barat, Asahan, Sumatra Utara
JURNAL ILMIAH SEMESTA TEKNIKA Vol. 16, No. 1, 83-90, Mei 2013 83 Analisis Sistem Penyediaan Air Bersih di PDAM Tirta Silau Piasa, Kisaran Barat, Asahan, Sumatra Utara (Analysis of Water Supply System in
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS. Sebelum melakukan pengujian pada sistem Bottle Filler secara keseluruhan, dilakukan beberapa tahapan antara lain :
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Bab ini akan membahas mengenai pengujian dan analisis pada alat Bottle Filter yang berbasis mikrokontroler. Tujuan dari pengujian adalah untuk mengetahui apakah alat yang
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Air merupakan kebutuhan utama setiap makhluk hidup untuk itu diperlukan sistem penyaluran distribusi air bersih yang baik. Kondisi lapangan yang tidak memungkinkan
BAB III METODE FUZZY MAMDANI
29 BAB III METODE FUZZY MAMDANI Fuzzy Inference System merupakan sebuah kerangka kerja perhitungan berdasarkan konsep teori himpunan fuzzy dan pemikiran fuzzy yang digunakan dalam penarikan kesimpulan
Optimasi Pencarian Jalur Lalu Lintas Antar Kota di Jawa Timur dengan Algoritma Hybrid Fuzzy-Floyd Warshall
165 Optimasi Pencarian Jalur Lalu Lintas Antar Kota di Jawa Timur dengan Algoritma Hybrid Fuzzy-Floyd Warshall Imam Khairi, Erni Yudaningtyas, Harry Soekotjo Dachlan AbstrakSistem pencarian jalur yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan pembangunan pada suatu daerah sering membawa dampak, baik dari nilai positif maupun nilai negatif. Semakin berkembangnya suatu daerah tersebut akan meningkatkan
PENGELOLAAN PRODUKSI AIR BERSIH PDAB TIRTA UTAMA UNIT BREGAS (BREBES, TEGAL, SLAWI) Yustika Kusumawardani 1*, Wawan Triyoga 2 ABSTRAK
PENGELOLAAN PRODUKSI AIR BERSIH PDAB TIRTA UTAMA UNIT BREGAS (BREBES, TEGAL, SLAWI) Yustika Kusumawardani 1*, Wawan Triyoga 2 1,2 Program Studi D3 Teknik Lingkungan Universitas Pandanaran Jalan Banjarsari
PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KAWASAN PERUMAHAN GRIYA PEMULA (WELONG ABADI) KECAMATAN PALDUA MANADO
PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KAWASAN PERUMAHAN GRIYA PEMULA (WELONG ABADI) KECAMATAN PALDUA MANADO Ismail Abdul Hamid Lingkan Kawet, Alex Binilang, M. I. Jasin Fakultas Teknik Jurusan Teknik
ANALISA SISTEM PEMIPAAN PENYEDIAAN AIR BERSIH PADA KECAMATAN MEDAN SUNGGAL KOTA MEDAN DAN KEBUTUHANNYA PADA TAHUN 2064 TUGAS AKHIR
ANALISA SISTEM PEMIPAAN PENYEDIAAN AIR BERSIH PADA KECAMATAN MEDAN SUNGGAL KOTA MEDAN DAN KEBUTUHANNYA PADA TAHUN 2064 TUGAS AKHIR Diajukan untuk melengkapi syarat penyelesaian pendidikan sarjana teknik
Metodologi Penelitian
Bab I V Metodologi Penelitian IV.1 Umum Untuk penentuan perhitungan penelitian kehilangan air pada sistem jaringan perpipaan distribusi air minum Kota Bandung, perlu diketahui dahulu apakah kehilangan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan diberikan pendahuluan sebelum menginjak pembahasan pokok. Pendahuluan ini meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, tinjauan pustaka,
BAB V ANALISIS HASIL SIMULASI HIDROLIS JARINGAN DISTRIBUSI PDAM BADAKSINGA
BAB V ANALISIS HASIL SIMULASI HIDROLIS JARINGAN DISTRIBUSI PDAM BADAKSINGA Kondisi air pada jaringan distribusi terbagi menjadi dua parameter penting, yaitu berkaitan dengan kualitasnya dan kondisi hidrolisnya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Air merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan, karena tanpa adanya air makhluk hidup tidak akan mampu hidup, begitu halnya dengan manusia yang sangat tergantung
Analisis dan Rencana Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih Unit Cabang Timur PDAM Kabupaten Klaten
D150 Analisis dan Rencana Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih Unit Cabang Timur PDAM Kabupaten Klaten Ana Tri Lestari dan Hariwiko Indarjanto Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan
OPTIMASI PRODUKSI MEUBEL MENGGUNAKAN MODEL PEMROGRAMAN LINEAR
OPTIMASI PRODUKSI MEUBEL MENGGUNAKAN MODEL PEMROGRAMAN LINEAR Hendy Tannady Email : [email protected] Penulis Hendy Tannady adalah dosen di Universitas Bunda Mulia dalam bidang Manajemen Operasional
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA RANOLAMBOT KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT KABUPATEN MINAHASA
Jurnal Sipil Statik Vol.4 No.6 Juni 2016 (357-366) ISSN: 2337-6732 PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA RANOLAMBOT KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT KABUPATEN MINAHASA Dianty Elisa Umboh Eveline M.
METODE URUTAN PARSIAL UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH PROGRAM LINIER FUZZY TIDAK PENUH
METODE URUTAN PARSIAL UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH PROGRAM LINIER FUZZY TIDAK PENUH Sesar Sukma Jiwangga 1, Bambang Irawanto 2, Djuwandi 3 1 Program Studi S1, Matematika, Departemen Matematika FSM Universitas
Oleh : Lutvi Novianto *) dan Indah Nurhayati **) Abstrak
APLIKASI WATERCAD UNTUK PEMODELAN DAN SIMULASI RENCANA PENGEMBANGAN LAYANAN AIR BERSIH UMBULAN II TAHUN 2022 - OFF TAKE SIDOARJO PDAM DELTA TIRTA KABUPATEN SIDOARJO Oleh : Lutvi Novianto *) dan Indah Nurhayati
PENGEMBANGAN SISTEM PELAYANAN AIR BERSIH DI KELURAHAN GURABUNGA KOTA TIDORE KEPULAUAN
PENGEMBANGAN SISTEM PELAYANAN AIR BERSIH DI KELURAHAN GURABUNGA KOTA TIDORE KEPULAUAN A. Rauf Abd. Kadir Fuad Halim, Alex Binilang, M. I. Jasin Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sam Ratulangi
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Program linier merupakan metode matematika dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai suatu tujuan, seperti memaksimumkan keuntungan dan meminimumkan
PENENTUAN JUMLAH PRODUKSI DENGAN APLIKASI METODE FUZZY MAMDANI
PENENTUAN JUMLAH PRODUKSI DENGAN APLIKASI METODE FUZZY MAMDANI Much. Djunaidi Jurusan Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan Surakarta email: [email protected]
STUDI EVALUASI DAN PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PDAM KOTA MALANG PADA KECAMATAN KEDUNGKANDANG
Volume 14, Nomor 1 STUDI EVALUASI DAN PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PDAM KOTA MALANG PADA KECAMATAN KEDUNGKANDANG Evaluation and Development of Water Distribution Network PDAM Malang in Kedungkandang
ABSTRAK. : SPAM Kampus, Sistem Pengaliran Kombinasi, Pompa, Menara Reservoir, WaterNet
ABSTRAK Kawasan Kampus Universitas Udayana Bukit Jimbaran di masa yang akan datang mengalami beberapa perubahan berupa tata letak kampus dan pengembangan fasilitas tambahan sesuai dengan Master Plan (2017-2026),
BAB I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang
BAB I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah lintasan terpendek pada pencarian sebuah lintasan dengan jarak yang paling minimum. Untuk mencari lintasan terpendek dari sebuah node sumber ke node lain adalah
pekerjaan yang sistematis mulai dari awal sampai selesainya pekerjaan, sehingga
BAB HI TAHAPAN PERENCANAAN 3.1 Umum Untuk melaksanakan pekerjaan evaluasi jaringan distribusi PDAM Kulon Progo wilayah Kecamatan Nanggulan memerlukan suatu tahapan perencanaan pekerjaan yang sistematis
BAB III SOLUSI OPTIMAL MASALAH FUZZY TRANSSHIPMENT
BAB III SOLUSI OPTIAL ASALAH FUZZY TRANSSHIPENT. ETODE EHAR Pada tahun 0, Kumar, et al. dalam jurnalnya yang berjudul Fuzzy Linear Programming Approach for Solving Fuzzy Transportation Problems with Transshipment
PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KECAMATAN POSO KOTA SULAWESI TENGAH
PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KECAMATAN POSO KOTA SULAWESI TENGAH Cristiandi Richardo Mampuk Tiny Mananoma, Lambertus Tanudjaja Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Sam Ratulangi
Optimasi Limpasan Air Limbah Ke Kali Surabaya (Segmen Sepanjang Jagir) Dengan Programma Dinamis
Optimasi Limpasan Air Limbah Ke Kali Surabaya (Segmen Sepanjang Jagir) Dengan Programma Dinamis Thesis Oleh: Alfan Purnomo (3307201003) Pembimbing: Dr. Ir. Nieke Karnaningroem, MSc. Latar Belakang Kali
LAPORAN TUGAS AKHIR PERENCANAAN PEMENUHAN AIR BAKU DI KABUPATEN KENDAL
LAPORAN TUGAS AKHIR PERENCANAAN PEMENUHAN AIR BAKU DI KABUPATEN KENDAL Diajukan Untuk Memenuhi salah Satu Syarat Akademis Dalam Menyelesaikan Strata I Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
UNNES Journal of Mathematics
UJM 4 (1) (2015) UNNES Journal of Mathematics http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujm PENERAPAN ALGORITMA PRIM DAN KRUSKAL PADA JARINGAN DISTRIBUSI AIR PDAM TIRTA MOEDAL CABANG SEMARANG UTARA Umi
PENINGKATAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KELURAHAN WOLOAN SATU UTARA KECAMATAN TOMOHON BARAT KOTA TOMOHON
PENINGKATAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KELURAHAN WOLOAN SATU UTARA KECAMATAN TOMOHON BARAT KOTA TOMOHON Glandi Deivie Kambey Jeffry S. F. Sumarauw, Lambertus Tanudjaja Fakultas Teknik Jurusan Sipil
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Kecamatan Baleendah merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Bandung. Berdasarkan letak astronomisnya Kecamatan Baleendah terletak pada 107.46.35,5
BAB II GAMBARAN UMUM DAN KONDISI EKSISTING PELAYANAN PDAM TIRTA DARMA AYU
BAB II II.1 Profil PDAM Tirta Darma Ayu II.1.1 Sejarah PDAM Tirta Darma Ayu Bermula pada tahun 1932 dibangunlah sebuah instalasi pengolahan air di Kabupaten Indramayu dengan kapasitas 20 liter/detik dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai alur atau langkah-langkah yang dilakukan dalam pengerjaan tugas akhir ini. Permasalahan pemilihan lintasan penerbangan antara dua kota
STRATEGI PDAM KOTA TOMOHON DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN AIR BERSIH
STRATEGI PDAM KOTA TOMOHON DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN AIR BERSIH Isye Darlina dan Nieke Karnaningroem Jurusan Teknik Lingkungan, FTSP Program Pascasarjana, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA SULUUN SATU KECAMATAN SULUUN TARERAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA SULUUN SATU KECAMATAN SULUUN TARERAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Pingkan Esterina Tampanguma Liany A. Hendratta, Jeffry S. F. Sumarauw Fakultas Teknik Jurusan
PERANCANGAN SISTEM KENDALI PADA MICROHIDRO DENGAN FUZZY LOGIC CONTROLLER
PERANCANGAN SISTEM KENDALI PADA MICROHIDRO DENGAN FUZZY LOGIC CONTROLLER Nazrul Effendy 1), Ridwan Herdiawan ), Fikri Nur Muhammad 3) I Nym Kusuma Wardana 4) 1,,3,4) Jurusan Teknik Fisik Fakultas Teknik,
PENDEKATAN VALUE BILANGAN TRAPEZOIDAL FUZZY DALAM METODE MAGNITUDE
PENDEKATAN VALUE BILANGAN TRAPEZOIDAL FUZZY DALAM METODE MAGNITUDE Lathifatul Aulia 1, Bambang Irawanto 2, Bayu Surarso 3 1,2,3 Departemen Matematika FSM Universitas Diponegoro Jl Prof H Soedarto, SH Tembalang
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2. Program linier (Linier Programming) Pemrograman linier merupakan metode matematik dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai suatu tujuan seperti memaksimumkan
METODE PENELITIAN. Kerangka Pemikiran
14 METODE PENELITIAN Kerangka Pemikiran Target penduduk Kota Bogor yang terlayani air bersih pada tahun 2031 adalah 87.71% (Bappeda Kota Bogor 2011). Ketersediaan sumber air dalam memenuhi kebutuhan semakin
BAB 1 PENDAHULUAN. dan tradisi yang melekat dalam dinamika masyarakat. Air merupakan sumber daya yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan sumber daya alam yang mutlak diperlukan bagi kehidupan manusia. Selain sebagai kebutuhan dasar, air diperlukan sebagai pendukung dalam kegiatan ekonomi
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN PENJADWALAN DOSEN DENGAN FUZZY
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN PENJADWALAN DOSEN DENGAN FUZZY Arief Kelik Nugroho Fakultas Teknik, Universitas PGR Yogyakarta e-mail : [email protected] Abstrak
PREDIKSI KUANTITAS AIR BERSIH PDAM TIRTA LAWU UNIT KECAMATAN KARANGANYAR PADA TAHUN 2026 TUGAS AKHIR
PREDIKSI KUANTITAS AIR BERSIH PDAM TIRTA LAWU UNIT KECAMATAN KARANGANYAR PADA TAHUN 2026 TUGAS AKHIR Disusun sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya (A.Md) Pada Program Studi D-III Teknik
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah dalam menentukan rantaian terpendek diantara pasangan node (titik) tertentu dalam suatu graph telah banyak menarik perhatian. Persoalan dirumuskan sebagai kasus
PREDIKSI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA KONSTRUKSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN FUZZY LOGIC
PREDIKSI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA KONSTRUKSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN FUZZY LOGIC Elizar Program Studi Teknik Sipil, Universitas Islam Riau, Jl.Kaharuddin Nst 113 Pekanbaru Mahasiswa Program Doktor Teknik
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. berhasil dan sesuai dengan tujuan dari penelitian. Tahap persiapan dimulai dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tahap Persiapan Pelaksanaan penelitian tugas akhir ini dilakukan terhadapa wilayah pelayanan PDAM Unit Operasioanl Kecamatan Mlati Kabupaten yang melayani 3 desa yaitu
Kata kunci: Pengembangan sistem distribusi, prediksi kebutuhan, efisiensi
ANALISA PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH PDAM KOTA JOMBANG Iwan D. Winarto 1, Retno Indriyani 2 1 Mahasiswa Program Studi MMT-ITS 2 Dosen Program Studi MMT-ITS ABSTRAK Dewasa ini banyak Perusahaan
Elis Ratna Wulan a, Diana Ratnasari b
ISBN 978-979-3541-50-1 IRWNS 2015 Pencarian Solusi Optimal Fuzzy Untuk Masalah Program Linier Fuzzy Menggunakan Metode Level-Sum Elis Ratna Wulan a, Diana Ratnasari b b a Jurusan Matematika,Fakultas Sains
BAB I PENDAHULUAN. xvi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam pengukuran dibutuhkan suatu alat ukur atau instrument yang dapat mendeteksi, mengolah dan menampilkan suatu besaran atau variabel yang diukur. Personal Computer
MASALAH TRANSPORTASI FUZZY BILANGAN TRAPEZOIDAL DENGAN METODE ZERO POINT
MASALAH TRANSPORTASI FUZZY BILANGAN TRAPEZOIDAL DENGAN METODE ZERO POINT Endang Listyanti Pratiwi 1, Bambang Irawanto, S.Si, M.Si 2, Drs. Bayu Surarso, M.Sc, Ph.D 3 Program Studi Matematika FSM Universitas
IV. ANALISA FAKTOR KELAYAKAN FINANSIAL
32 IV. ANALISA FAKTOR KELAYAKAN FINANSIAL 4.1. Identifikasi Indikator Kelayakan Finansial Pada umumnya ada enam indikator yang biasa dipertimbangkan untuk dipakai dalam penilaian kelayakan finansial dari
BAB IV PERANCANGAN SISTEM PERPIPAAN AIR UNTUK PENYIRAMAN TANAMAN KEBUN VERTIKAL
BAB IV PERANCANGAN SISTEM PERPIPAAN AIR UNTUK PENYIRAMAN TANAMAN KEBUN VERTIKAL 4.1 Kondisi perancangan Tahap awal perancangan sistem perpipaan air untuk penyiraman kebun vertikal yaitu menentukan kondisi
