BAB II TINJAUAN PUSTAKA
|
|
|
- Adi Agusalim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kendaraan Bermotor Roda Dua (Sepeda Motor) Kendaraan bermotor adalah setiap kendaraan yang digerakkan oleh peralatan mekanik berupa mesin selain kendaraan yang berjalan di atas rel. Salah satu jenis kendaraan bermotor adalah sepeda motor. Sepeda motor adalah kendaraan bermotor beroda dua atau tiga tanpa rumah-rumah, baik dengan atau tanpa kereta samping (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1993). Kondisi umum sepeda motor adalah: 1. Sepeda motor umumnya memiliki ukuran yang kecil, memiliki fleksibilitas dalam bermanuver dan kemudahan untuk parkir di mana saja. 2. Sepeda motor memiliki kemampuan dan kelincahan untuk melintas dan menerobos daerah kemacetan. 3. Ukuran berat sepeda motor umumnya ringan dan dapat dipindahkan oleh pengendara. 4. Harga sepeda motor murah dan mampu untuk dimiliki oleh banyak penduduk di negara berkembang atau dengan tingkat pendapatan ekonomi rendah. 5. Tingkat keselamatan merupakan salah satu kendala utama dalam perkembangan sepeda motor. Sepeda motor dianggap sebagai salah satu model berkendara yang lebih berbahaya. 2.2 Biaya Operasional Kendaraan. Biaya operasional kendaraan adalah semua biaya yang harus dikeluarkan oleh operator sehubungan kepemilikan dan pengoperasian kendaraan untuk tujuan komersial dan terdiri dari biaya tetap dan tidak tetap. Biaya operasional kendaraan dapat digambarkan dengan grafik hubungan biaya operasional dan pengeluaran yang digunakan untuk mengoperasikan kendaraan. (Morlok,1991). 4
2 Gambar 2.1 Grafik Hubungan Biaya Operasional Dan Pengeluaran Biaya tetap (Fixed cost) Biaya tetap (fixed cost) adalah semua biaya kendaraan yang jumlah pengeluarannya tidak terpengaruhi oleh jumlah frekuensi operasi kendaraan. Biaya tetap tergantung waktu dan tidak terpengaruh dengan penggunaan kendaraan. Komponen-komponen biaya tetap terdiri dari: a. Biaya penyusutan kendaraan (Despresial) Adalah biaya yang dikeluarkan penyusutan nilai ekonomi kendaraan akibat keausan teknis karena melakukan operasional b. Biaya asuransi Biaya asuransi terdiri dari asuransi kendaraan dan asuransi Jasa Raharja. Dengan membayar asuransi kendaraan maka kendaraan terlepas dari resiko membayar akibat kecelakaan dan kehilangan kendaraan. c. Biaya adminisatrasi Biaya administrasi adalah biaya yang dikeluarkan oleh pemilik atau pengemudi secara periodik. Biaya adaministrasi terdiri dari: - STNK yaitu biaya untuk setiap kendaraan yang dikeluarkan setiap lima tahun sekali tetapi pembayaran pajaknya dilakukan setiap tahun sesuai dengan peraturam yang berlaku. 5
3 2.2.2 Biaya Tidak Tetap (Standing Cost) Biaya tidak tetap (standing cost) adalah semua biaya operasional kendaraan yang jumlah pengeluarannnya dipengaruhi oleh jumlah frekuensi kendaraan, misalnya biaya pemakaian bahan bakar. Biaya tidak tetap juga disebut biaya variabel (variable cost), karena biaya ini sangat bervariasi dan tergantung dari hasil produksi, seperti jarak tempuh. Komponen-komponen biaya tidak tetap terdiri dari: a. Biaya pemakaian bahan bakar Biaya pemakaian bahan bakar adalah biaya untuk pembelian bahan bakar yang digunakan untuk pengoperasian kendaraan dan tergantung dari jarak tempuh yang dilakukan untuk setiap liter bahan yang digunakan. Faktorfaktor yang mempengaruhi pemakaian bahan bakar adalah : - Cuaca dan ketinggian lokasi Cuaca akan mempengaruhi kinerja kendaraan dan ketinggian lokasi akan berpengaruh pada mesin kendaraan. - Teknik mengemudi Teknik mengemudi dengan menjalankan kendaraan pada gigi rendah dapat mempengaruhi penggunaan bahan bakar. - Kondisi kendaraan Kondisi kendaraan yang usianya semakin tua dan tidak terawat dengan baik akan meningkatkan penggunaan bahan bakar. - Tingkat pengisian Tingkat pengisian bahan bakar akan lebih besar pada saat kecepatan rendah ketika memiliki muatan penuh dibanding dengan keadaan kosong. - Kecepatan kendaraan Pemakaian bahan bakar akan berbeda sesuai dengan jenis kendaraan dan kecepatan kendaraan yang digunakan. - Permukaan jalan Permukaan jalan yang rusak atau tidak rata akan meningkatkan penggunaan bahan bakar. 6
4 b. Biaya pemakaian ban Biaya yang dikeluarkan untuk pembelian ban dalam dan ban luar yang jangka waktu penggunaannya dihitung berdasarkan jarak tempuh kendaraan dalam kilometer, tetapi ada juga yang mengganti bannya secara periodik dalam hitungan bulan. Faktor-faktor yang mempengaruhi umur ban yaitu teknik mengemudi, iklim, kualitas ban, kondisi kendaraan, tingkat pengisian penumpang/muatan, pemukaan jalan, kecepatan kendaraan. c. Biaya perawatan dan pemeliharaan kendaraan Biaya perawatan dan pemeliharaan kendaraan adalah biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan dan perawatan. Besarnya biaya perawatan kendaraan ditentukan berdasarkan jarak dan jangka waktu. Faktor yang mempengaruhi biaya pemeliharaan kendaraan adalah: - Umur dan kondisi kendaraan - Kondisi dan jenis permukaan jalan - Kecepatan kendaraan d. Biaya minyak pelumas Biaya minyak pelumas adalah biaya yang dikeluarkan untuk pembelian minyak pelumas. 2.3 Analisis Biaya Operasional Kendaraan Analisis biaya operasional kendaraan pernah dilakukan di Semarang oleh Warsiti (2003). Alat tranportasi yang diteliti adalah sepeda motor. Penelitian yang dilakukan adalah menganalisis biaya operasional dan memodelkan biaya operasional kendaraan sepeda motor. Metode regresi yang digunakan adalah regersi linier. Pada penelitian ini sepeda motor dibagi berdasarkan jenis, tahun perakitan dan kapasitas sepeda motor. Hasil yang diperoleh pada hasil penelitian tersebut adalah biaya operasional untuk jenis motor 4 tak lebih besar dibanding sepeda motor 2 tak. Untuk pemodelan biaya tidak tetap yang dihasilkan dari penelitian ini adalah: 7
5 i. Biaya oli mesin 4 tak : Y = 600,5 x tak : Y = 686,86 x ) Biaya servis 4 tak : Y = 510,95 x tak : Y = 456,32 x ) Biaya pergantian ban luar Y = x ) Biaya pergantian ban dalam Y = x Metode Perhitungan Biaya Operasional Kendaraan Ada beberapa metode perhitungan BOK, yaitu : 1. Metode Departemen Perhubungan komponen lengkap dan sesuai dengan pengeluaran pada pengoperasian kendaraan. Metode ini digunakan apabila hanya menganalisis satu jenis kendaraan saja seperti angkutan umum, karena dalam perhitungan ini akan menganalisis semua kendaraan dari kecepatan maka sebaiknya jika hanya menganalisis satu jenis kendaraan menggunakan metode dari PCI (Pasific Consultant International). 2. Metode DLLAJ (Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan) yaitu hampir sama dengan metode Departemen Perhubungan namun ada komponen-komponen biaya yang dimasukkan hanya 50% dari biaya sebenarnya seperti biaya KIR, retribusi terminal dan hal ini sudah tentu akan menyebabkan hasil perhitungan akan lebih kecil dari BOK yang sebenarnya. 3. Metode ITB hampir sama dengan metode Departemen Perhubungan tetapi pada pemeliharaan kendaraan metode ini tidak mencantumkan untuk servis besar atau servis kecil. 4. Metode PCI (Pasific Consultant International) yaitu metode yang menggunakan kecepatan kendaraan dalam perhitungan biaya operasional 8
6 kendaraan tanpa memperhitungkan faktor- faktor yang lain, yang berpengaruh terhadap hal tersebut. 5. Model HDM III, dimana model ini menggunakan hubungan antara variabel bebas kecepatan perjalanan rata-rata (V) dan indeks kekasaran permukaan jalan (IRI) dan model ini dikembangkan oleh World Bank untuk perencanaan pemeliharaan jalan khusus di negara berkembang. 6. Metode Abelson, ini dipakai di Australia. Metode ini dipakai pada jalan perkotaan di mana kecepatan rata-rata kurang dari 50 km/jam Metode Dinas Perhubungan Pada metode ini komponen-komponennya lengkap sesuai dengan pengeluaran yang dibutuhkan dalam pengoperasian kendaraan. 1. Biaya tetap (fixed cost) Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah-ubah atau tidak terpengaruh karena pengoperasian kendaraan. Biaya tetap terdiri dari empat komponen yaitu: - Penyusutan kendaraan Penyusutan kendaraan angkutan umum dihitung dengan menggunakan metode garis lurus. Untuk kendaraan baru, harga kendaraan dinilai berdasarkan harga kendaraan baru, termasuk BBM dan ongkos angkut, sedangkan untuk kendaraan lama, harga kendaraan dinilai berdasarkan harga perolehan. Penyusutan Kendaraan =... (2.1) Nilai residu adalah 20% dari harga kendaraan - Bunga Modal Bunga modal dihitung dengan rumus: Bunga Modal/Thn =... (2.2) Dimana: n = masa pengembalian 9
7 Bila pembelian kendaraan dilakukan secara kredit, maka komponen bunga modal ini tidak diperhitungkan lagi. - Pajak Iuran Kendaraan Kendaraan yang dioperasikan untuk pelayanan umum biasanya diharuskan untuk membayar pajak. Pajak kendaraan biasanya dibayarkan untuk jangka waktu satu tahun sekali yang besarnya sudah ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan ukuran dan tahun kendaraan. Pajak Kendaraan =...(2.3) - Pendapatan Awak Kendaraan Penghasilan awak kendaraan sangat tergantung dengan output produksi pelayanan yang dihasilkannya, di mana cara kerja sangat berpengaruh di samping itu waktu aktivitas masyarakat juga berpengaruh. Pada saat jam sibuk tentunya akan banyak penumpang yang naik-turun, demikian juga untuk hari-hari libur dan hari-hari tertentu yang menjadi hari pasar di daerah-daerah tertentu. Pendapatan Awak Kendaraan =... (2.4) 2. Biaya berubah (variable cost) Berbeda dengan biaya tetap, biaya berubah (variable cost) besarnya bergantung pada pengoperasian kendaraan. Biaya berubah ini terdiri dari: - Bahan bakar minyak (BBM) Besarnya penggunaan bahan bakar kendaraan ini sangat tergantung dengan kondisi kendaraan, kondisi jalan yang dilalui serta cara pengemudi menjalankan kendaraannya. Untuk kondisi kendaraan yang masih baik dan dengan kondisi jalan yang relatif lurus dan datar, pengalaman serta cara pengemudi yang lebih pengalaman akan lebih irit pemakaian bahan bakarnya. Tetapi dengan kondisi sebaliknya tentu akan menghabiskan bahan bakar yang lebih banyak. Biaya BBM =...(2.5) 10
8 - Ban Secara umum, fungsi dari ban untuk semua jenis kendaraan, baik roda dua, roda empat atau lebih, truk bahkan sepeda sekalipun tetap sama yaitu untuk menahan beban, meredam guncangan, meneruskan fungsi pengereman dan traksi ke permukaan jalan, dan mengendalikan arah gerak kendaraan. Biaya Ban =...(2.6) - Servis kecil Servis kecil dilakukan dengan patokan km-tempuh antar-servis yang baiknya dilakukan setelah km-tempuh disertai penggantian oli mesin, gemuk, oli rem serta upah servis. BSk = BOm + Bg +BOr + Us...(2.7) Dimana: BSk : Biaya servis kecil BOm : Biaya pengisian oli mesin (jumlah pemakaian oli x harga/l) BOr : Biaya pengisian oli rem (jumlah pemakaian oli x harga/l) Bg : Biaya gemuk Us : Upah servis Jadi servis kecil =...(2.8) - Servis besar Servis besar dilakukan setelah beberapa kali servis kecil atau dengan patokan km-tempuh yaitu yaitu penggantian oli mesin, oli gardan, oli tranmisi, oli rem, gemuk, filter udara, filter oli, upah servis dan lain-lain. BSb= BOm + BOg + BOr + BOt + BFu + BFo + Bg+ Us...(2.9) Dimana: BSb : Biaya servis besar Bog : Biaya pengisian oli gardan (jumlah pemakaian oli x harga/l) BOm : Biaya pengisian oli mesin (jumlah pemakaian oli x harga/l) BOr : Biaya pengisian oli rem (jumlah pemakaian oli x harga/l) BOt : Biaya pengisian oli transmisi (jumlah pemakaian oli x harga/l) 11
9 BFu : Biaya penggantian filter udara (frekuensi ganti x harga) BFo : Biaya penggantian filter oli (frekuensi ganti x harga) Bg : Biaya gemuk (frekuensi ganti x harga) Us : Upah servis Jadi servis besar =... (2.10) - General overhaul Overhaul (turun mesin) dilakukan pada kendaraan yang usianya sudah mencapai lebih dari 5 (lima) tahun dikarenakan keadaan kondisi mesin kendaraan yang sudah mulai aus karena pemakaian yang terlalu lama. Agar kendaraan dapat berfungsi dengan baik, overhaul angkutan umum penumpang sebaiknya dilakukan setelah km. Biaya overhaul/thn =... (2.11) - Penambahan oli mesin Penambahan oli mesin dilakukan setelah km-tempuh, pada km tertentu. Namun pada kenyataannya kendaraan umum di lapangan, selalu diadakan penambahan oli. Hal ini dikarenakan kondisi kendaraan yang sudah beroperasi beberapa lama sehingga terjadi kebocoran oli pelumas ke dalam pembakaran. Penambahan oli =...(2.12) - Cuci kendaraan Kendaraan umum sebaiknya dicuci setiap hari dengan tujuan agar penumpang merasa nyaman ketika menggunakan jasa angkutan umum tersebut. Cuci kendaraan =... (2.13) - Asuransi Biaya asuransi terdiri dari asuransi kendaraan dan asuransi Jasa Raharja. Dengan membayar asuransi kendaraan maka kendaraan terlepas dari resiko membayar akibat kecelakaan dan kehilangan kendaraan. 12
10 Asuransi =... (2.14) Metode PCI ( Pasific Consultant International ) Secara teoritis biaya operasional kendaraan dipengaruhi oleh sejumlah faktor termasuk kondisi dan jenis kendaraan, lingkungan dan kebiasaan pengemudi serta kondisi jalan. Dalam praktik, biaya tersebut diestimasi untuk jenis-jenis kendaraan yang mewakili golongannya dan dinyatakan dalam satuan bervariasi tergantung waktu dan tempat. Perkembangan teknologi juga dapat membuat model estimasi yang pernah ada menjadi tidak relevan dan tidak memberikan hasil prediksi yang teliti lagi pada saat ini. Di Indonesia terdapat beberapa model perhitungan BOK, khususnya yang dikembangkan untuk keperluan sistem pengelolaan pemeliharaan jalan ataupun model-model BOK untuk keperluan studi kelayakan jalan. Berikut adalah modelnya 13
11 Tabel 2.1 Pemodelan Biaya Operasional kendaraan Menurut PCI ( Pasific Consultant International ) Jenis Kendaraan Kendaraan ringan Kendaraan berat bus Kendaraan berat truk Bentuk Model Biaya Operasional kendaraan Bahan Bakar Minyak Pelumas Ban Y = 0,05693S² - 6,42593S + 269, Y = 0,21692S² - 24,15490S+ 954, Y = 0,21557S² - 24,17699S + 947, 8086 Y = 0,00037S² - 0,04070S + 2,20403 Y = 0,00209S² - 0,24413S + 13,29445 Y = 0,00186S² - 0,22035S + 12,06436 Y = 0, S 0, Y = 0, S 0, Y = 0, S 0, Pemeliharaan Suku cadang Y = 0, S + 0, Y = 0, S + 0, Y = 0, S + 0, Jenis Kendaraan Bentuk Model Biaya Operasional kendaraan Pemeliharaan Penyusutan Montir Asuransi Kendaraan ringan Y = 0,00362S + 0,36267 Kendaraan berat bus Y = 0,02311S + 1,97733 Kendaraan berat truk Y = 0,01511S + 1,21200 Sumber : Tamin,2003 Y = Pemakaian biaya operasional kendaraan per 1000 km S = Kecepatan rata-rata (Km/jam) 14
12 2.4.3 Metode DLLAJ ( Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan ) Dalam perhitungan biaya operasional kendaraan ini, dipergunakan dua buah metode yaitu model PCI ( Pasific Consultant International ) untuk biaya operasional kendaraan ringan dan kendaraan berat tetapi untuk perhitungan BOK sepeda motor mengacu pada metode yang digunakan oleh DLLAJ Provinsi Bali - Konsultan PTS Sepeda motor adalah kendaraan yang banyak digunakan di Bali dan berpengaruh sangat signifikan terhadap karakteristik transportasi di Bali. Perhitungan BOK yang telah diteliti DLLAJ Provinsi Bali,Konsultan PTS 1999 adalah berdasarkan rumus sebagai berikut : VOC = a + b / V + cv²...(2.15) Dimana : VOC = biaya operasi kendaraan ( per km ) V = kecepatan rata rata ( km / jam ) a = konstanta, nilainya 24 b,c = koefisien, dengan nilai b = 596 dan c = 0, Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian menarik kesimpulan. Populasi dalam setiap penelitian harus disebutkan secara jelas yaitu besarnya anggota populasi serta wilayah penelitian yang dicangkup. Tujuan diadakan populasi adalah agar dilakukan penentuan besarnya anggota sampel yang diambil dari anggota populasi dan membatasi berlakunya daerah generalisasi. (Sugiyono,2010) 2.6 Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang diambil dengan menggunakan teknik tertentu. Beberapa kriteria yang diperlukan dalam menentukan sampel adalah (Usman,1995): 15
13 1. Menentukan daerah generalisasi. 2. Memberi batas-batas yang tegas tentang sifat-sifat populasi. 3. Menentukan sumber-sumber informasi tentang populasi. 4. Memilih teknik sampling dan menghitung besaran anggota sampel yang sesuai dengan tujuan penelitian. 5. Merumuskan persoalan yang telah diteliti 6. Menentukan keterangan mengenai populasi yang diteliti 7. Mendefinisikan unit-unit dan istilah yang diperlukan 8. Menentukan unit sampling yang akan ditentukan 9. Menentukan skala pengukuran yang akan digunakan 10. Mencari keterangan yang terkait dengan pemasalahan yang akan dibahas 11. Menentukan ukuran sampel yang akan dianalisis 12. Menentukan prosedur sampel yang akan digunakan 13. Menentukan teknik pengumpulan data yang akan digunakan 14. Menentukan metode analisis yang akan digunakan 2.7 Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menentukan sampel yang akan digunakan dalam sebuah penelitian. Fungsinya adalah mereduksi anggota populasi sehingga kesimpulannya dapat dipertanggungjawabkan, meningkatkan ketelitian dalam menghitung data serta menghemat waktu, tenaga dan biaya. (Sugiyono,2010). Teknik pengambilan sampel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : 1. Teknik sampel random (probability random) Teknik sampel random adalah pengambilan contoh secara acak (random) yang dilakukan secara undian, ordinal atau tabel bilangan random atau dengan komputer. Teknik ini terdiri dari empat macam yaitu : a. Teknik sampling random sederhana (simple random sampling) Ciri utama sampling ini adalah setiap unsur dari keseluruhan populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih. Caranya dengan menggunakan undian, ordinal, tabel bilangan random atau dengan 16
14 komputer. Keuntungannya adalah anggota sampel lebih mudah dan cepat diperoleh. Kelemahannya adalah kadang-kadang tidak mendapatkan data yang lengkap dari populasi. b. Teknik sampling random bertingkat (stratified random sampling) Teknik sampel ini juga disebut dengan istilah teknik sampling berlapis, berjenjang dan petala. Teknik ini digunakan apabila populasinya heterogen atau terdiri dari kelompok-kelompok yang bertingkat. Penentuan tingkat berdasarkan karakteristik tertentu. Misalnya menurut usia, pendidikan, golongan/pangkat, pendapatan dan sebagainya. Teknik ini akan semakin baik apabila dilengkapi dengan menggunakan proporsional sehingga setiap tingkat diwakili oleh jumlah yang sebanding. Keuntungan menggunakan cara ini adalah anggota sampel yang diambil lebih representatif. Kelemahannya adalah lebih banyak memerlukan usaha pengenalan terhadap karakteriktik populasi. c. Teknik sampling kluster (cluster sampling) Teknik sampling ini disebut juga sebagai teknik sampling daerah, (conditional sampling). Teknik ini digunakan apabila populasi tersebar dalam beberapa daerah. d. Teknik sampling sistematis (systematical sampling) Teknik ini sebenarnya adalah teknik random sampling sederhana yang dilakukan secara ordinal. Artinya anggota sampel dipilih berdasarkan urutan tertentu. e. Teknik sampling proporsional (proporsional sampling) Teknik sampling proporsional yaitu sampel yang dihitung berdasarkan perbandingan. 2. Teknik sampling non random (nonpropability sampling) Teknik sampling non random disebut juga incidential sampling yaitu pengambilan contoh tidak secara acak. Adapun macam-macam teknik sampling non random yaitu: 17
15 a. Teknik sampling kebetulan (accidential sampling) Teknik sampling ini dilakukan apabila pemilihan anggota sampel dilakukan terhadap orang atau benda yang kebetulan ada atau dijumpai. b. Teknik sampling bertujuan Teknik ini digunakaan apabila anggota sampel dipilih secara khusus berdasarkan tujuan penelitian. c. Teknik sampling kuota Teknik sampling ini digunakan apabila sampel pada suatu tingkat dipilih dengan jumlah tertentu dengan ciri-ciri tertentu. Teknik sampling kuota sering dikacaukan dengan teknik sampling bertujuan. 2.8 Penentuan Jumlah Sampel Dalam penelitian ini digunakan metode pengambilan sampel dengan teknik sampling random bertingkat (stratified random sampling). Adapun langkah-langkah menentukan jumlah sampel yang representatif adalah : 1. Melakukan survai pendahuluan untuk memeriksa apakah metode yang digunakan sesuai dengan data yang dibutuhkan. 2. Berdasarkan besaran tersebut maka dapat dihitung dengan rumus : Rata-rata (mean) Sampel...(2.16) Dimana : = Nilai rata-rata = Nilai data sampel = Jumlah sampel Standar Deviasi...(2.17) 18
16 Spesifikasi tingkat ketelitian yang diinginkan sebesar 95% yang berarti besarnya tingkat kesalahan sampling yang ditoleransi tidak lebih dari 5%, dengan kondisi seperti ini maka besarnya standart error yang dapat diterima yang ditunjukkan dalam tabel distribusi normal adalah 1,96 dari acceptable sampling error. Pada tingkat ketelitian 95% maka besarnya acceptable sampling error (Se) adalah sebesar 5% dari sampel mean sehingga...(2.18) Dengan demikiam besarnya acceptable sampling error adalah...(2.18) Secara sistematis besarnya jumlah sampel dari populasi dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Untuk populasi yang besarnya tak terhingga...(2.20) 2. Untuk jumlah populasi yang hingga... (2.21) 2.9 Pengujian Hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Pengujian hipotesis akan membawa pada kesimpulan menolak atau menerima hipotesis. Dalam statistik dan penelitian terdapat dua macam hipotesis yaitu hipotesis nol dan hipotesis alternatif. Hipotesis nol diartikan sebagai tidak adanya perbedaan antara parameter dan statistik atau tidak adanya perbedaan antara ukuran populasi dan ukuran sampel. Sedangkan hipotesis alternatif adalah adanya perbedaan antara ukuran populasi dan ukuran sampel. (Sugiyono,2010) Pengujian statistik dapat dibagi menjadi tiga (3) macam yaitu : a. Hipotesis deskriptif 19
17 Hipotesis deskriptif adalah dugaan tentang nilai suatu variabel mandiri, tidak membuat perbandingan atau hubungan. Pengujian hipotesis deskriptif pada dasarnya merupakan pengujian generalisasi hasil penelitian yang didasarkan pada satu. b. Hipotesis komparatif Hipotesis komparatif adalah pernyataan yang menunjukan dugaan nilai dalam satu variabel atau lebih pada sampel yang berbeda. Pengujian komparatif berarti menguji parameter populasi berbentuk perbandingan melalui ukuran sampel yang juga berbentuk ukuran sampel. c. Hipotesis asosiatif Hipotesis asosiatif adalah suatu pernyataan yang menunjukan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih dalam populasi yang akan diuji melalui hubungan antar variabel dalam sampel yang diambil dalam populasi. Langkah awal pembuktiannya dilakukan dengan menghitung koefisien korelasi antar variabel dalam sampel baru kemudaian koefisien tersebut diuji signifikansinya. Dalam penelitian ini pengujian yang dipilih adalah pengujian hipotesis asosiatif karena akan dilakukan pengujian variabel yang mempengaruhi biaya operasional kendaraan Analisis Regresi Linier Berganda Analisa regresi adalah suatu hubungan yang diperoleh dan biasanya dinyatakan dalam persamaan matematik yang menggambarkan hubungan fungsional antara variabel-variabel. Regresi linier berganda adalah suatu model pengamatan terhadap sampel atau data di mana pengamatan dipengaruhi lebih dari satu variabel independen dan variabel dependen. Fungsi dari regresi linier adalah untuk mendapatkan pengaruh dua variabel dan mencari hubungan fungsional variabel. Bentuk umum dari model regresi linier berganda adalah :... (2.22) Dimana : 20
18 y = Peubah tidak bebas n = jumlah data a0,a1,a2,an = konstanta regresi x1,x2,xn = peubah bebas Analisis regresi linier berganda adalah suatu metoda statistik. Untuk penggunaannya terdapat beberapa asumsi yang diperlukan yaitu : 1. Nilai peubah khususnya peubah bebas mempunyai nilai tertentu atau merupakan nilai yang didapat dari hasil survai. 2. Peubah tidak bebas (Y) harus mempunyai hubungan korelasi linier dengan peubah bebas (X). jika hubungan tersebut tidak linier, transformasi linier harus dilakukan, meskipun batasan ini akan mempunyai implikasi lain dalam analisis residual. 3. Efek peubah bebas pada peubah tidak bebas merupakan penjumlahan dan harus ada korelasi yang kuat antara sesama peubah bebas. 4. Variasi peubah tidak bebas terhadap garis regresi harus sama untuk semua nilai peubah bebas. 5. Nilai peubah bebas sebaiknya merupakan besaran yang relatif mudah diproyeksikan 6. Nilai peubah tidak bebas harus tersebar normal atau minimal mendekati normal. Berikut adalah langkah-langkah dalam analisis regresi linier berganda : 1. Mencari koefiesien a0, a1 a2 an Dalam menentukan nilai koefisien dapat dipermudah dengan membuat tabel penolong untuk tabel regresi linier berganda yaitu Tabel 2.2 Tabel Penolong Regresi Linier Berganda No
19 n Sumber : Usman,2005 Dari tabel tersebut maka dapat dihitung 2. Masukan nilai-nilai di atas ke dalam persamaan : 22
20 2.11 Analisis Kolerasi Analisis korelasi adalah isitilah dalam statistik yang menyatakan derajat hubungan linier antara dua variabel atau lebih. Hubungan antara variabel yang ada bukanlah hubungan sebab akibat melainkan hanya hubungan searah saja. Korelasi berguna untuk mencari hubungan antara peubah tidak bebas dan peubah bebas. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam menghitung koefisien korelasi ganda (r) : 1. Menghitung nilai korelasi ganda (r) dengan rumusan... (2.23) 2. Menentukan batasan nilai r Nilai r tersebar antara +1 dan -1 sehingga dapat ditulis -1 r +1. Untuk r = +1 disebut hubungan positif sempurna dengan hubungan sangat tinggi. Sebaliknya r = -1 disebut hubungan negatif sempurna dengan hubungannya tidak langsung sangat tinggi. Interpretasi dari nilai r dapat diuraikan dalam tabel 2.3 Tabel 2.3 Interpretasi nilai r Nilai r Interpretasi 0 Tidak ada korelasi Sangat rendah Rendah Agak rendah Cukup Tinggi 1 Sangat tinggi Sumber : Usman, Menentukan koefisien determinasi ( 4. Menentukan kriteria pengujian signifikansi R dengan taraf signifikansi sebesar 5% yang terdiri dari a. Ha : Signifikan atau terdapat hubungan linier b. H0 : Tidak Signifikan atau tidak terdapat hubungan linier c. Ha : R 0 23
21 d. H0 : R = 0 Pengujian signifikan dapat dilakukan dengan menggunakan rumus... (2.24) Selanjutannya nilai F hitung dapat dibandingkan dengan F yang terdapat pada tabel dengan dk pembilang adalah k dan dk penyebut adalah n-k-1. Jika F hitung F table Ha dapat diterima atau signifikan. 5. Membuat kesimpulan. 24
BAB III LANDASAN TEORI. SK.687/AJ.206/DRJD/2002 tentang tentang pedoman teknis penyelenggaraan
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Kapasitas Kendaraan Menurut Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.687/AJ.206/DRJD/2002 tentang tentang pedoman teknis penyelenggaraan angkutan penumpang umum
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 Transportasi Umum Transportasi adalah proses pergerakan atau perpindahan manusia dan barang dari satu tempat ke tempat lain untuk tujuan tertentu. Manusia selalu berusaha untuk
BAB II STUDI PUSTAKA 2.1. TARIF TOL
BAB II STUDI PUSTAKA 2.1. TARIF TOL Menurut UU No.13/1980, tol adalah sejumlah uang tertentu yang dibayarkan untuk pemakaian jalan tol.. Kemudian pada tahun 2001 Presiden mengeluarkan PP No. 40/2001. Sesuai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. barang dari satu tempat ke tempat lain untuk tujuan tertentu. Manusia selalu berusaha
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 Transportasi Umum Transportasi merupakan proses pergerakan atau perpindahan manusia dan barang dari satu tempat ke tempat lain untuk tujuan tertentu. Manusia selalu berusaha
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Penelitian Tahapan tahapan yang akan dilakukan dalam menentukan tarif pada bus Mayasari Bakti patas 98A Trayek Pulogadung Kampung Rambutan dapat dilihat pada
BAB II KAJIAN PUSTAKA
II - 1 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Tarif Tol Tol adalah sejumlah uang tertentu yang dibayarkan untuk pemakaian jalan tol. Menurut UU No.38 2004 tentang Jalan, tarif tol dihitung berdasarkan kemampuan bayar
ANALISA KARAKTERISTIK MODA TRANSPORTASI ANGKUTAN UMUM RUTE MANADO TOMOHON DENGAN METODE ANALISA BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK)
ANALISA KARAKTERISTIK MODA TRANSPORTASI ANGKUTAN UMUM RUTE MANADO TOMOHON DENGAN METODE ANALISA BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) Christian Yosua Palilingan J.A. Timboeleng, M. J. Paransa Fakultas Teknik
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Angkot Angkutan adalah mode transportasi yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di Indonesia khususnya di Purwokerto. Angkot merupakan mode transportasi yang murah dan
BAB III LANDASAN TEORI. maupun taksi kosong (Tamin, 1997). Rumus untuk menghitung tingkat
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Okupansi Okupansi merupakan perbandingan prosentase antara panjang perjalanan taksi isi penumpang dengan total panjang taksi berpenumpang maupun taksi kosong (Tamin, 1997).
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Parkir Parkir didefinisikan sebagi tempat khusus bagi kendaraan untuk berhenti demi keselamatan. Parkir mempunyai tujuan yang baik, akses yang mudah dan jika seseorang tidak
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Secara spesifik, tahapan-tahapan langkah yang diambil dalam menentukan tarif
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Langkah kerja penelitian Secara spesifik, tahapan-tahapan langkah yang diambil dalam menentukan tarif pada angkutan Bus DAMRI Trayek Blok M Bandara Soekarno-Hatta dapat
BAB II STUDI PUSTAKA
BAB II STUDI PUSTAKA 2.1. TARIF TOL Tol adalah sejumlah uang tertentu yang dibayarkan untuk pemakaian jalan tol. Besarnya tarif tol tidak boleh melebihi 70 % nilai BKBOK yang merupakan selisih antara BOK
STUDI EFEKTIFITAS PELAYANAN ANGKUTAN KOTA JURUSAN ABDUL MUIS DAGO
STUDI EFEKTIFITAS PELAYANAN ANGKUTAN KOTA JURUSAN ABDUL MUIS DAGO Astrid Fermilasari NRP : 0021060 Pembimbing : Ir. Silvia Sukirman FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG
STUDI PENENTUAN TARIF PENUMPANG ANGKUTAN BUS KECIL. ( Studi Kasus Trayek Medan-Tarutung ) TUGAS AKHIR. Diajukan Untuk Memenuhi Syarat
STUDI PENENTUAN TARIF PENUMPANG ANGKUTAN BUS KECIL ( Studi Kasus Trayek Medan-Tarutung ) TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Sidang Sarjana Teknik Sipil Disusun Oleh : IMMANUEL A. SIRINGORINGO NPM
TINJAUAN PENETAPAN TARIF TAKSI DI KOTA PADANG
TINJAUAN PENETAPAN TARIF TAKSI DI KOTA PADANG Titi Kurniati Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil Universitas Andalas ABSTRAK Salah satu pilihan angkutan umum yang tersedia di kota Padang adalah taksi, yang
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
71 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan, maka perbandingan tarif angkutan umum berdasarkan biaya operasional kendaraan (BOK) dikabupaten
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
digilib.uns.ac.id BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Umum Kebijakan penetuan tarif angkutan penumpang umum harus dipertimbangkan sesuai dengan harga fluktuasi bahan bakar minyak yang setiap tahun berubah.
Grafik jumlah penumpang TransJakarta rata-rata perhari
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Busway-TransJakarta 2.1.1. Pendahuluan TransJakarta atau yang biasa dipanggil Busway (kadang Tije) adalah sebuah system transportasi bus cepat di Jakarta Indonesia. Sistem ini
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Langkah kerja penelitian Secara spesifik, tahapan-tahapan yang diambil dalam menentukan tarif pada angkutan bus BKTB route pantai indah kapuk (PIK)-monas dapat di lihat
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. DAMRI rute bandara Soekarno Hatta _ Bogor, dibuat bagan alir sebagai berikut :
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Langkah Kerja Untuk mengevaluasi tingkat pelayanan terhadap kepuasaan pelanggan bus DAMRI rute bandara Soekarno Hatta _ Bogor, dibuat bagan alir sebagai berikut : Mulai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Secara spesifik, tahapan-tahapan langkah yang diambil dalam menetukan tariff
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Langkah Kerja Penelitian Secara spesifik, tahapan-tahapan langkah yang diambil dalam menetukan tariff pada angkutan TransJakarta dapat dilihat pada flowchart berikut.
BAB II DASAR TEORI. Tipe jalan pada jalan perkotaan adalah sebagai berikut ini.
BAB II DASAR TEORI 2.1. Umum Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang memegang peranan penting dalam konektifitas suatu daerah, sehingga kegiatan distribusi barang dan jasa dapat dilakukan secara
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
67 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan, maka perbandingan tarif umum berdasarkan biaya operasional kendaraan (BOK) di Kabupaten Gunungkidul
BAB IV ANALISIS DATA. yang bertempat di Pool DAMRI jalan Tipar Cakung No. 39 Jakarta Timur.
BAB IV ANALISIS DATA 4.1 Hasil Survey Primer Pengumpulan data melalui wawancara dilakukan secara langsung kepada operator yang bertempat di Pool DAMRI jalan Tipar Cakung No. 39 Jakarta Timur. Metode wawancara
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup metode pemecahan masalah, metode pengumpulan data, dan metode analisis. 3.1 Metode Pemecahan Masalah Suatu penelitian
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1 Profil Perusahaan PT. ALS adalah perusahaan jasa transfortasi darat yang kegiatan utamanya adalah mengantar penumpang sampai tujuan
Nindyo Cahyo Kresnanto
Nindyo Cahyo Kresnanto Willingness to pay Ability to pay Kemacetan, Polusi, Ekonomi, dsb BOK (Biaya operasional Kendaraan) Keuntungan Tarif seragam/datar Tarif dikenakan tanpa memperhatikan jarak yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. suatu obyek. Objek yang dipindahkan mencakup benda tak bernyawa seperti sumber daya alam,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Definisi Transportasi Secara umum transportasi adalah suatu sistem yang memungkinkan terjadinya pergerakan dan satu tempat ke tempat lain. Fungsi sistem itu sendiri adalah untuk
berakhir di Terminal Giwangan. Dalam penelitian ini rute yang dilalui keduanya
BABV ANALISIS A. Rute Perjalanan Rute perjalanan angkutan umum bus perkotaan yang diteliti ada dua jalur yaitu jalur 7 dan jalur 5 yang beroperasinya diawali dari Terminal Giwangan dan berakhir di Terminal
penumpang yang dilakukan system sewa atau bayar. Termasuk dalam pengertian angkutan kota (bus, minibus, dsb), kereta api, angkutan air dan
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pengertian Umum Angkutan umum penumpang (AUP) adalah angkutan umum penumpang yang dilakukan system sewa atau bayar. Termasuk dalam pengertian angkutan kota (bus, minibus, dsb),
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Transportasi Transportasi adalah suatu kegiatan pemindahan barang (muatan) dan penumpang dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan suatu sistem tertentuuntuk
II. TINJAUAN PUSTAKA. ekonomi yang bersangkut paut dengan pemenuhan kebutuhan manusia dengan
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Transportasi Transportasi diartikan sebagai perpindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan, dan tranportasi atau perangkutan adalah bagian kegiatan ekonomi yang
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Pengantar Dalam rangka penyusunan laporan Studi Kajian Jalur Angkutan Penyangga Kawasan Malioboro berbasis studi kelayakan/penelitian, perlu dilakukan tinjauan terhadap berbagai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Angkutan Umum Penumpang Angkutan umum penumpang adalah angkutan penumpang dengan menggunakan kendaraan umum dan dilaksanakan dengan sistem sewa atau bayar. Angkutan umum penumpang
II. TINJAUAN PUSTAKA. dan tranportasi atau perangkutan adalah bagian kegiatan ekonomi yang. dan penumpang dari suatu tempat ke tempat lain.
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Transportasi Menurut Drs. H. M. N. Nasution, M. S. Tr. (1996) transportasi diartikan sebagai perpindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan, dan tranportasi atau
I. PENDAHULUAN. Pertumbuhan sepeda motor di Indonesia mencapai 1 juta unit per tahun, jumlah
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pertumbuhan sepeda motor di Indonesia mencapai 1 juta unit per tahun, jumlah populasi kendaraan bermotor akan berbanding lurus. Estimasinya, pertumbuhan terjadi sekitar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu Rujukan penelitian pertama yaitu Tugas Akhir Muhammad Hanafi Istiawan mahasiswa Fakultas Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya 2013
BAB III METODE PENELETIAN
BAB III METODE PENELETIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di SMK Negeri 12 Bandung, Jl. Pajajaran No. 24 Bandung. 1. Populasi Penelitian Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Menurut
ANALISIS PENENTUAN TARIF STANDAR ANGUTAN KOTA DI KABUPATEN BANYUWANGI. Rahayuningsih ABSTRAK
ANALISIS PENENTUAN TARIF STANDAR ANGUTAN KOTA DI KABUPATEN BANYUWANGI Rahayuningsih ABSTRAK Tarif adalah biaya yang dibayarkan oleh pengguna jasa angkutan persatuan berat atau penumpan per kilometer, penetapan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Moda Angkutan Umum Secara umum, ada 2 (dua) kemlompok moda transportasi, dalam hal ini yang dimaksud adalah moda angkutan penumpang yaitu : 1. Kendaraan pribadi (private transportation),
STUDI ANALISIS BIAYA OPERASI KENDARAAN MOBIL PRIBADI DI KOTA BANDUNG
STUDI ANALISIS BIAYA OPERASI KENDARAAN MOBIL PRIBADI DI KOTA BANDUNG Fanny Novianrie Silvianna Nrp : 0021059 Pembimbing : Budi Hartanto,Ir.,MSc FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS KRISTEN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab metodologi penelitian ini akan disampaikan bagan alir dimana dalam bagan alir ini menjelaskan tahapan penelitian yang dilakukan dan langkah-langkah apa saja yang
PERBANDINGAN BIAYA OPERASI KENDARAAN JENIS MINIBUS BERBAHAN BAKAR BENSIN DAN SOLAR
PERBANDINGAN BIAYA OPERASI KENDARAAN JENIS MINIBUS BERBAHAN BAKAR BENSIN DAN SOLAR Lucky Nugraha NRP : 0021101 Pembimbing : Ir. WIMPY SANTOSA., M. Eng., MSCE., Ph. D FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL
ANGKUTAN KOTA DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI DKI JAKARTA 26 MEI 2008
RENCANA KENAIKAN TARIF ANGKUTAN KOTA SEBAGAI DAMPAK KENAIKAN HARGA BBM DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI DKI JAKARTA 26 MEI 2008 D A S A R 1. Berdasarkan Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Nomor 16
BAB V 5 ANALISIS DATA
Laporan Tugas Akhir (SI-4Z1) BAB V 5 ANALISIS DATA 5.1 Umum Pada Bab ini akan dianalisis faktor-faktor dan kondisi eksisting yang telah dipaparkan di Bab sebelumnya. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor
ANALISIS TINGKAT PELANGGARAN KENDARAAN LALU LINTAS TERHADAP PENDAPATAN DAERAH DI KABUPATEN LAMONGAN
ANALISIS TINGKAT PELANGGARAN KENDARAAN LALU LINTAS TERHADAP PENDAPATAN DAERAH DI KABUPATEN LAMONGAN Lilik Nurcholidah Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Lamongan [email protected] ABSTRAK Penelitian
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Regresi pertama kali digunakan sebagi konsep statistika pada tahun 1877 oleh sir Francis Galton.
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengertian Regresi Regresi pertama kali digunakan sebagi konsep statistika pada tahun 1877 oleh sir Francis Galton. Beliau memperkenalkan model peramalan, penaksiran, atau pendugaan,
KAJIAN TARIF ANGKUTAN UMUM TRAYEK PAAL DUA POLITEKNIK DI KOTA MANADO
KAJIAN TARIF ANGKUTAN UMUM TRAYEK PAAL DUA POLITEKNIK DI KOTA MANADO Moses Ricco Tombokan Theo K. Sendow, Mecky R. E. Manoppo, Longdong Jefferson Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sam
KAJIAN KELAYAKAN TRAYEK ANGKUTAN UMUM DI PURWOKERTO
KAJIAN KELAYAKAN TRAYEK ANGKUTAN UMUM DI PURWOKERTO Juanita 1, Tito Pinandita 2 1 Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. Raya Dukuh Waluh Purwokerto, 53182. 2 Jurusan
BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel
8 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Regresi Regresi dalam statistika adalah salah satu metode untuk menentukan tingkat pengaruh suatu variabel terhadap variabel yang lain. Variabel yang pertama disebut
BABIII LANDASAN TEORI
;'.~- _.. BABIII LANDASAN TEORI 3.1 Konsep Biaya Menurut Morlok ( 1984 ), biaya ada1ah sesuatu yang dikaitkan dengan penyediaan suatu barang atau pelayanan, seperti halnya produksi jasa bidang transportasi.
KAJIAN TARIF ANGKUTAN UMUM PENUMPANG DI PULAU TAGULANDANG
KAJIAN TARIF ANGKUTAN UMUM PENUMPANG DI PULAU TAGULANDANG Ferry Yakob Theo K. Sendow, M. J. Paransa Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sam Ratulangi email: [email protected] ABSTRAK
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Langkah Kerja Untuk melakukan evaluasi kinerja dan tarif bus DAMRI trayek Bandara Soekarno Hatta Kampung Rambutan dan Bandara Soekarno Hatta Gambir dibuat langkah kerja
ANALISA KELAYAKAN TARIF ANGKUTAN UMUM DALAM KOTA MANADO (STUDI KASUS : TRAYEK PUSAT KOTA 45 MALALAYANG)
ANALISA KELAYAKAN TARIF ANGKUTAN UMUM DALAM KOTA MANADO (STUDI KASUS : TRAYEK PUSAT KOTA 45 MALALAYANG) Samuel A. R. Warouw T. K. Sendow, Longdong J. dan M. R. E. Manoppo Fakultas Teknik, Jurusan Sipil
BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) SEBAGAI DASAR PENENTUAN TARIF ANGKUTAN UMUM PENUMPANG (AUP)
35 BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) SEBAGAI DASAR PENENTUAN TARIF ANGKUTAN UMUM PENUMPANG (AUP) Dewa Ayu Nyoman Sriastuti 1), A. A. Rai Asmani, K. 1) 1) Dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB LANDASAN TEORI.1 Analisis Regresi Linier Analisis regresi merupakan teknik yang digunakan dalam persamaan matematik yang menyatakan hubungan fungsional antara variabel-variabel. Analisis regresi linier
BAB III LANDASAN TEORI
16 BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Penentuan Tarif Perhitungan biaya untuk menetapkan tarif angkutan umum sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor : SK. 687 / AJ. 206 / DRJD / 2002
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Umum Metodologi penelitian adalah cara mencari kebenaran dan asas-asas gejala alam, masyarakat, atau kemanusiaan berdasarkan disiplin ilmu tertentu (Kamus Besar Bahasa
OPTIMALISASI UMUR GUNA KENDARAAN ANGKUTAN UMUM ABSTRAK
OPTIMALISASI UMUR GUNA KENDARAAN ANGKUTAN UMUM ABSTRAK Pengoperasian angkutan umum di kotamadya Banjarmasin ke kota kota lain dipusatkan pada Terminal Induk km. 6 Banjarmasin, dimana terlihat secara visual
BAB IV : Dalam bab ini diuraikan tentang dasar pertanggungjawaban pidana pada kasus. kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kerugian materil.
BAB IV : Dalam bab ini diuraikan tentang dasar pertanggungjawaban pidana pada kasus pengemudi kendaraan yang mengakibatkan kematian dalam kecelakaan lalu lintas yaitu berkaitan dengan dasar hukum dan pengaturan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Umum Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu, secara umum data yang telah diperoleh dari penelitian
Kata Kunci : Biaya Operasional Kendaraan, Kenaikan Tarif, Kenaikan Harga BBM, 2015
PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) 7 DAMPAK KENAIKKAN TARIF ANGKUTAN UMUM KOTA PALANGKA RAYA PASCA KENAIKKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) Oleh: Hersi Andani 1), Supiyan 2), dan Zainal Aqli 3) Kemajuan
BAB 2 LANDASAN TEORI. digunakan sebagai konsep statistik pada tahun 1877 oleh Sir Francis Galton. Dia
10 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Regresi Dalam ilmu statistika teknik yang umum digunakan untuk menganalisa hubungan antara dua variabel atau lebih adalah analisa regresi linier. Regresi pertama
BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Regresi Regresi dalam statistika adalah salah satu metode untuk menentukan tingkat pengaruh suatu variabel terhadap variabel yang lain. Variabel yang pertama disebut
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. melakukannya. Pergerakan dikatakan juga sebagai kebutuhan turunan, sebab
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Transportasi Pergerakan dan perjalanan adalah hasil dari kebutuhan manusia untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain untuk berbagai aktivitasnya, dan semua manusia melakukannya.
BAB I BIAYA OPERASI KENDARAAN
BAB I BIAYA OPERASI KENDARAAN Kompetensi Umum : Mahasiswa mampu menjelaskan komponen biaya transportasi, analisis Multy Criteria Analysis (MCA), Analysis Hierarchy Process (AHP), melakukan kajian analisis
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2009 : 41), dalam melakukan penelitian, harus
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Menurut Sugiyono (2009 : 41), dalam melakukan penelitian, harus diperhatikan hal sebagai berikut : Sebelum peneliti memilih variabel apa yang akan
BAB 1 PENDAHULUAN. Seiring dengan pertambahan penduduk dan perkembangan zaman,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan pertambahan penduduk dan perkembangan zaman, teknologi yang berkembang pun semakin pesat. Salah satu teknologi tersebut adalah kendaraan roda
KAJIAN JASA TRAVEL JURUSAN PALANGKARAYA-SAMPIT DITINJAU DARI BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN PENUMPANG
MEDIA ILMIAH TEKNIK SIPIL Volume 5 Nomor 1 Desember 2016 Hal. 1-8 KAJIAN JASA TRAVEL JURUSAN PALANGKARAYA-SAMPIT DITINJAU DARI BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN PENUMPANG Fitri Wulandari (1), Nirwana Puspasari
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Sejenis Dari penelitian sebelumnya mengenai kekuatan Cement Treated Recycling Base (CTRB) yang pernah dilakukan oleh Nono (2009) dihasilkan kesimpulan sebagai
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Pemilihan Moda Menurut Tamin (2003), pemilihan moda sangat sulit dimodelkan, walaupun hanya dua buah moda yang akan digunakan (pribadi atau umum). Hal tersebut disebabkan karena
BAB II STUDI PUSTAKA STUDI PUSTAKA EVALUASI KINERJA OPERASIONAL ARMADA BARU PERUM DAMRI UBK SEMARANG TRAYEK BANYUMANIK - JOHAR
6 BAB II STUDI PUSTAKA II.1. Tinjauan Umum Transportasi merupakan proses kegiatan memindahkan barang dan orang dari satu tempat ke tempat yang lain ( Morlok, 1985 ), sehingga transportasi adalah bukan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Mulai Studi Pendahuluan - Melakukan pengamatan langsung - Melakukan wawancara Studi Literatur - Mencari teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan yang ditemukan Rumusan
Kota dianggap sebagai tempat tersedianya berbagai kebutuhan dan lapangan kerja
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA A. Permasalahan Transportasi Perkotaan Kota dianggap sebagai tempat tersedianya berbagai kebutuhan dan lapangan kerja selain itu kota menawarkan begitu banyak kesempatan baik di
BAB IV ANALISIS DATA. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada hari senin tanggal 10 November
BAB IV ANALISIS DATA 4.1 Data Penumpang Dari hasil penelitian yang dilakukan pada hari senin tanggal 10 November 2014 dan minggu 16 November 2014 (data terlampir) diperoleh data naik dan turun penumpang
KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 89 TAHUN 2002 TENTANG
KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 89 TAHUN 2002 TENTANG MEKANISME PENETAPAN TARIF DAN FORMULA PERHITUNGAN BIAYA POKOK ANGKUTAN PENUMPANG DENGAN MOBIL BUS UMUM ANTAR KOTA KELAS EKONOMI MENTERI PERHUBUNGAN,
BAB 2 LANDASAN TEORI. digunakan sebagai konsep statistik pada tahun 1877 oleh Sir Francis Galton. Dia
10 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Regresi Dalam ilmu statistika teknik yang umum digunakan untuk menganalisa hubungan antara dua variabel atau lebih adalah analisa regresi linier. Regresi pertama
BAB 2 LANDASAN TEORI. bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel eksplanatorik, variabel
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Regresi Regresi dalam statistika adalah salah satu metode untuk menentukan tingkat pengaruh suatu variabel terhadap variabel yang lain. Variabel yang pertama disebut
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Regresi Regresi yang berarti peramalan, penaksiran, atau pendugaan pertama kali diperkenalkan pada tahun 1877 oleh Sir Francis Galton (1822-1911) sehubungan dengan penelitiannya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. pergerakan yang berasal dari suatu zona atau tata guna lahan dan jumlah pergerakan yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1. Tinjauan Pustaka Bangkitan pergerakan adalah tahapan pemodelan yang memperkirakan jumlah pergerakan yang berasal dari suatu zona atau tata guna lahan dan
EVALUASI TARIF DAN MUTU PELAYANAN ANGKUTAN ANTAR PROVINSI (Studi Kasus: Angkutan Minibus Jurusan Puruk Cahu Banjarmasin)
57 EVALUASI TARIF DAN MUTU PELAYANAN ANGKUTAN ANTAR PROVINSI (Studi Kasus: Angkutan Minibus Jurusan Puruk Cahu Banjarmasin) Maretina Eka Sinta 1) 1 Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas
BAB II METODE ANALISIS DATA. memerlukan lebih dari satu variabel dalam membentuk suatu model regresi.
10 BAB II METODE ANALISIS DATA 2.1 Pengertian Regresi Berganda Banyak data pengamatan yang terjadi sebagai akibat lebih dari dua variabel, yaitu memerlukan lebih dari satu variabel dalam membentuk suatu
BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel
BAB LANDASAN TEORI.1 Pengertian Regresi Regresi dalam statistika adalah salah satu metode untuk menentukan tingkat pengaruh suatu variabel terhadap variabel yang lain. Variabel yang pertama disebut dengan
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN
38 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek penelitian Setiap penelitian yang dilakukan oleh seorang penulis akan menentukan objek yang akan diteliti sebagaimana judul yang diambil. Hal ini untuk
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penelitian ini berjudul pengaruh penagihan tunggakan pajak dengan surat
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Penelitian ini berjudul pengaruh penagihan tunggakan pajak dengan surat paksa terhadap pelunasan tunggakan pajak pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP)
Penentuan Tarif Angkutan Umum Berdasarkan Metode Ability to Pay dan Willingness to Pay Pada Trayek Cicaheum-Ciroyom di Kota Bandung
Reka Racana Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Teknik Sipil Itenas No.x Vol. Xx April 2015 Penentuan Tarif Angkutan Umum Berdasarkan Metode Ability to Pay dan Willingness to Pay Pada Trayek Cicaheum-Ciroyom
Addendum Dokumen Pengadaan
PEMERINTAH KOTA BANDUNG Addendum Dokumen Pengadaan Perawatan dan Pengoperasian Bus Sekolah Koridor 3 Cibiru Asia Afrika Nilai HPS : Rp. 719.483.300,- Panitia Pengadaan Barang/Jasa Dinas Perhubungan Kota
Analisa Biaya Operasional Kendaraan Angkutan Penumpang Roda Dua di Waena Kota Jayapura
Analisa Biaya Operasional Kendaraan Angkutan Penumpang Roda Dua di Waena Kota Jayapura Adri Raidyarto, Ahmad Elsa Prabowo Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Sistem Informasi, Universitas Yapis
STUDI PENENTUAN TARIF PENUMPANG ANGKUTAN BUS SEDANG (Studi Kasus Trayek Lhokseumawe-Bireuen)
STUDI PENENTUAN TARIF PENUMPANG ANGKUTAN BUS SEDANG (Studi Kasus Trayek Lhokseumawe-Bireuen) T. M. Ridwan Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh Email: [email protected] Abstrak
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kemacatan lalu lintas perlu dicarikan solusi yang tepat. Pemerintah kota Medan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kondisi lalu lintas Kota Medan yang kian hari kian semrawut termasuk kemacatan lalu lintas perlu dicarikan solusi yang tepat. Pemerintah kota Medan telah berusaha mengurai kemacatan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kebutuhan akan transportasi timbul dari kebutuhan manusia. Transportasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Umum Kebutuhan akan transportasi timbul dari kebutuhan manusia. Transportasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang memungkinkan perpindahan manusia atau barang dari suatu
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
digilib.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Transportasi adalah sarana yang sangat penting dalam memperlancar roda perekonomian, mempererat persatuan dan kesatuan bangsa serta dapat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. selamat, aman, nyaman, dan terjangkau. perkotaan dibagi menjadi dua kelompok yaitu choice dan captive.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Angkutan Umum Peraturan Pemerintah mor 74 Tahun 2014 pasal 14 ayat 1 tentang Angkutan Jalan menyebutkan bahwa angkutan umum diselenggarakan dalam upaya memenuhi kebutuhan angkutan
Contoh Kasus Regresi sederhana
Contoh Kasus Regresi sederhana Kasus : Seorang mahasiswa akan meneliti apakah terdapat pengaruh promosi terhadap volume penjualan pada perusahaan-perusahaan di Kabupaten Malang, untuk kepentingan penelitian
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih.. Dalam
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 21 Pengertian Regresi Linier Pengertian regresi secara umum adalah sebuah alat statistik yang memberikan penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih
