BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Risna Dewi Aryanti, 2015
|
|
|
- Ari Budiono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penerapan model pembelajaran menjadi salah satu faktor utama dalam proses pembelajaran karena ketika menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran dan kondisi siswa maka proses pembelajaran dan hasil belajarnya pun akan sesuai dengan yang diharapkan. Banyak model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Salah satu diantaranya adalah model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokkan/tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen). Dalam penerapan model pembelajaran kooperatif ini siswa ikut berperan di dalam proses pembelajarannya dan guru disini hanya sebagai fasilitator sehingga sumber belajar tidak hanya terfokus pada guru. Tidak hanya itu, dengan penerapan model pembelajaran kooperatif, siswa berinteraksi antar siswa karena proses pembelajarannya yang berkelompok. Model pembelajaran kooperatif terdiri dari beberapa tipe diantaranya Student Team Achievement Division (STAD), Teams Games Tournament (TGT), Jigsaw, Team Acclerated Instruction (TAI), Cooperatif Integreted Reading and Composition (CIRC), Learning Together (LT) dan Complex Instruction (Pengajaran Kompleks). Dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif ini, peneliti membandingkan antara model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan learning together (LT). Jigsaw merupakan pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok, siswa memiliki tanggung jawab masing-masing untuk menguasai materinya. Sedangkan learning
2 2 together merupakan pembelajaran kooperatif dimana tiap kelompok menerima satu lembar tugas dan dipecahkan bersama-sama. Dari kedua model pembelajaran kooperatif yaitu jigsaw dan LT memiliki perlakuan yang setara dalam proses pembelajarannya. Hal tersebut diketahui dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan terhadap kedua tipe tersebut. Meskipun kedua model pembelajaran kooperatif tersebut memiliki perlakuan yang setara, akan tetapi masih belum diketahui apakah terdapat perbedaan antara kedua model pembelajaran tersebut dan model pembelajaran tipe manakah yang dapat memberikan hasil belajar lebih tinggi pada mata pelajaran Konstruksi Bangunan. Penerapan model pembelajaran ini dilakukan di SMK Negeri 9 Garut pada mata pelajaran Konstruksi Bangunan paket keahlian Teknik Gambar Bangunan. Alasan memilih mata pelajaran Konstruksi Bangunan dikarenakan mata pelajaran tersebut bersifat teori sehingga akan lebih tepat apabila model pembelajaran ini diterapkan pada mata pelajaran tersebut karena pada dasarnya kedua model pembelajaran ini bersifat diskusi kelompok. Berdasarkan pengamatan pada mata pelajaran Konstruksi Bangunan, selain mata pelajarannya yang besifat teori, pada mata pelajaran ini siswa memiliki pemahaman yang berbeda dalam menerima materi pelajaran yang diberikan oleh guru, ada siswa yang relatif dapat mudah mengerti dan memahami penjelasan guru namun ada juga siswa yang relatif sulit dan lamban dalam memahami penjelasan guru. Hal tersebut berdampak pada proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Hasil belajar yang diperoleh oleh siswa menjadi beragam dan terdapat kesenjangan nilai antara siswa-siswa tersebut. Di samping itu, aktivitas siswa pada mata pelajaran konstruksi bangunan cenderung pasif, jarang sekali pembelajaran melewati proses diskusi yang dapat membuat siswa mencari informasi di berbagai sumber bukan hanya terfokus pada guru, menciptakan interaksi baik siswa dan guru maupun siswa dengan siswa.
3 3 Atas dasar hal tersebut, peneliti ingin mencoba menerapkan model pembelajaran kooperatif dengan membandingkan antara jigsaw dengan learning together untuk mengetahui model pembelajaran manakah yang dapat memberikan hasil belajar yang baik pada mata pelajaran Konstruksi Bangunan. Model pembelajaran kooperatif baik jigsaw maupun learning together, merupakan proses belajar kelompok dimana setiap anggota menyumbangkan informasi, pengalaman, ide, sikap, pendapat, kemampuan, dan keterampilan yang dimilikinya, untuk secara bersama-sama saling meningkatkan pemahaman seluruh anggota. Penerapkan model kooperatif yang proses pembelajarannya dilakukan berkelompok ini bertujuan agar siswa ikut terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Dengan pembelajaran secara kelompok siswa dapat saling bertukar pikiran dan pendapat dalam memecahkan suatu masalah. Selain itu juga dengan pembelajaran secara kelompok siswa saling berinteraksi satu sama lain sehingga siswa belajar untuk saling menghargai pendapat orang lain. Oleh karena itu, dengan latar belakang setting di SMK dan pada mata pelajaran Konstruksi Bangunan dengan membandingkan model pembelajaran tipe jigsaw dengan learning together, peneliti mencoba melakukan penelitian dengan judul; Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan Belajar Bersama (Learning Together) pada Mata Pelajaran Konstruksi Bangunan di SMK Negeri 9 Garut. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penelitian ini berkenaan membandingkan 2 tipe model pembelajaran kooperatif. Berikut ini permasalahan yang ditemukan: 1. Pembelajaran Konstruksi Bangunan sebagian besar berpusat pada guru sehingga jarang sekali pembelajaran melewati proses diskusi yang dapat membuat siswa mencari informasi di berbagai sumber.
4 4 2. Masih belum diketahui model pembelajaran kooperatif antara jigsaw dan LT (Learning Together) yang dapat memberikan prestasi belajar lebih tinggi pada mata pelajaran Konstruksi Bangunan. C. Batasan Masalah 1. Penelitian dilakukan pada siswa kelas X semester genap di SMK Negeri 9 Garut. 2. Penelitian terbatas pada mata pelajaran Konstruksi Bangunan materi utilitas. 3. Penelitian dilakukan dengan membandingkan hasil belajar yang diperoleh dari perlakuan jigsaw dan learning together pada kelas eksperimen yang berbeda. 4. Hasil belajar siswa diukur melalui pretest dan posttest D. Rumusan Masalah Untuk memperjelas permasalahan yang akan diteliti agar tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian tersebut menjadi lebih terarah. Maka masalah tersebut dirumuskan sebagai berikut: 1. Bagaimana hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran jigsaw? 2. Bagaimana hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran learning together? 3. Seberapa besar perbedaan antara hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan tipe learning together di mata pelajaran Konstruksi Bangunan kelas X? E. Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan yang akan dibahas, maka penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran jigsaw.
5 5 2. Mengetahui hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran learning together. 3. Mengetahui seberapa besar perbedaan peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan tipe learning together di mata pelajaran Konstruksi Bangunan kelas X. F. Manfaat Penelitian Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang terkait di antaranya sebagai berikut: 1. Bagi Sekolah a. Sebagai rekomendasi dalam kegiatan belajar mengajar sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sekolah. 2. Bagi Guru a. Sebagai masukan untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif yang lebih baik dalam kegiatan belajar mengajar terutama pada mata pelajaran Konstruksi Bangunan. 3. Bagi siswa Dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif yang lebih baik diharapkan hasil belajarnya pun dapat meningkat. 4. Bagi Peneliti a. Dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman langsung kepada peneliti dalam pembelajaran di kelas. b. Memberikan masukan kepada peneliti lebih lanjut sebagai bahan literatur dalam masalah yang bersangkutan.
6 6 G. Penelitian Sejenis Tabel 1.1 Penelitian Sejenis No. Nama/NIM Judul 1. Rista Nur Cahyaningtyas/ K Studi Komparasi Penggunaan Metode Pembelajaran NHT (Numberes Heads Together) dan LT (Learning Together) terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Pokok Persamaan Reaksi Kelas X Semester Gasal SMA N 1 Colomadu Tahun Ajaran 2009/ Diana/ Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Universitas/ Tahun Universitas Negeri Sebelas Maret/2010 Universitas Pendidikan BELAJAR BERSAMA (LEARNING TOGETHER) PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN KELAS Isi Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain penelitian static group pretest-posttest design. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel terdiri dari 2 kelas, kelas eksperimen I (dengan metode pembelajaran NHT) dan kelas eksperimen II (dengan metode pembelajaran LT). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t pihak kanan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran NHT (Numbered Head Together) dapat memberikan prestasi belajar lebih tinggi dibandingkan dengan prestasi belajar siswa pada pembelajaran kimia menggunakan metode pembelajaran LT (Learning Together) pada materi pokok. Persamaan Reaksi. Hal ini ditunjukkan dengan hasil perhitungan menggunakan uji t-pihak kanan, dimana hasil uji t-pihak kanan untuk aspek kognitif diperoleh t hitung = 5,808 > t tabel = 1.66 begitu pula dengan aspek afektif diperoleh t hitung = > t tabel = Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dengan desain penelitian non-
7 7 Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Indonesia/ 2012 Sumber : Dokumen peneliti, 2015 equivalent control group design. Sampel terdiri dari dua kelas, kelas kontrol (menerapkan metode ceramah), kelas eksperimen (menerapkan jigsaw), Hasil penelitian diambil dari nilai pretest dan posttest yang kemudian dihitung dan dianalisis sehingga didapat hasil untuk peningkatan prestasi belajar siswa berdasarkan nilai n-gain. Melihat hasil nilai n-gain dan dengan hasil uji hipotesis dengan rumus uji-t yang menyatakan t hitung > t tabel maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif jigsaw dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran ceramah. BELAJAR BERSAMA (LEARNING TOGETHER) PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN KELAS
8 8 H. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN Membahas tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan dan maksud diadakannya penelitian, serta sistematika penulisan skripsi. BAB II LANDASAN TEORI, ALUR BERFIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS Bab ini berisi uraian tentang kajian pustaka yang digunakan untuk penelitian, alur berfikir, anggapan dasar dan hipotesis. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini akan dibahas mengenai metode penelitian yang digunakan, lokasi penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data dan analisis data yang akan digunakan dalam penelitian. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi tentang temuan dan pembahasan penelitian. Temuan penelitian berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data sedangkan pembahasan penelitian menjawab pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya. BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Bab ini berisi tentang kesimpulan dan rekomendasi. Kesimpulan merupakan jawaban dari rumusan masalah berdasarkan analisis data dan teori yang mendukung.
BAB I PENDAHULUAN. masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. pendidikan menengah, beberapa upaya yang dilakukan pemerintah untuk
BAB I PENDAHULUAN Pada Bab Pendahuluan ini akan diuraikan secara singkat mengenai hal-hal yang menjadi latar belakang, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat
1) Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret 2) Dosen Prodi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret
Jurnal Pendidikan Kimia, Vol. 2 No. 1 Tahun 2013 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret 42-47 STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE TEAMS
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF Team Assisted Individualization (TAI) YANG DISERTAI PENYUSUNAN PETA KONSEP PADA PROSES PEMBELAJARAN BIOTEKNOLOGI TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SKRIPSI OLEH: LATIF
BAB I PENDAHULUAN. pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah seperti penyelidikan, penyusunan dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam merupakan hasil kegiatan manusia berupa pengetahuan, gagasan, dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitarnya yang diperoleh dari pengalaman
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER (LT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2010/2011 Skripsi OLEH: WAHYUTI MAYANGSARI K4307012
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pendidikan merupakan suatu usaha yang dapat dilakukan pendidik untuk menciptakan sumber daya manusia yang baik dan berkualitas. Pada dasarnya, manusia terus
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM PENCERNAAN MAKANAN KELAS XI IPA MAN SUKOHARJO SKRIPSI
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang system
*keperluan Korespondensi, HP: , ABSTRAK
Jurnal Pendidikan Kimia, Vol. 1 No. 1 Tahun 2012 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Restalina Nainggolan, 2013
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia pada dewasa ini sedang melaksanakan pembangunan di segala bidang, termasuk diantaranya pembangunan di bidang pendidikan. Pendidikan memegang peranan yang
I. PENDAHULUAN. hasil belajar siswa disekolah. Kurikulum yang digunakan saat ini adalah
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kebijakan pemerintah dalam pendidikan mengacu pada perubahan kurikulum yang menuntut guru agar lebih aktif dan inovatif dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa
BAB I PENDAHULUAN. pembentukan diri secara utuh dalam arti pengembangan segenap potensi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah proses sepanjang hayat dari perwujudan pembentukan diri secara utuh dalam arti pengembangan segenap potensi dalam rangka pemenuhan semua komitmen manusia
Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia PMIPA FKIP UNS, Surakarta, Indonesia. Dosen Prodi Pendidikan Kimia PMIPA FKIP UNS, Surakarta, Indonesia
Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 2 No. 4 Tahun 2013 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret ISSN 2337-9995 [email protected] STUDI KOMPARASI METODE PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kehadiran guru dalam proses belajar mengajar atau pengajaran masih tetap memegang peranan penting. Peranan guru dalam proses pengajaran belum dapat digantikan
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Jurusan PMIPA, FKIP, UNS, Surakarta
Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 2 No. 4 Tahun 2013 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret ISSN 2337-9995 [email protected] PRESTASI BELAJAR DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Kajian Teori. 1. Aktivitas Belajar. Anak senantiasa berinteraksi dengan sekitarnya dan selalu berusaha
6 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Aktivitas Belajar Anak senantiasa berinteraksi dengan sekitarnya dan selalu berusaha mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya di lingkungan itu" (Piaget dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia bergantung pada kualitas pendidikan. Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan
Indra Puji Astuti 1 1 Dosen Prodi Pendidikan Matematika, STKIP PGRI NGAWI
Komparasi Prestasi Belajar Siswa Dengan Penerapan Model Pembelajaran (Contextual Teaching Learning), Nht (Numbered Heads Together), Dan Tps (Think Pair Share) Di SMK Negeri 1 Geneng Indra Puji Astuti 1
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu perubahan atau perkembangan pendidikan
Bioedusiana Volume 01, Nomor 01, September 2016 ISSN
PERBEDAAN KEAKTIFAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PLH PADA KONSEP ETIKA LINGKUNGAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN TIPE TEAMS GAME TOURNAMENT(TGT).
I. PENDAHULUAN. Sistem pendidikan nasional di era globalisasi seperti saat ini menghadapi
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sistem pendidikan nasional di era globalisasi seperti saat ini menghadapi tantangan yang sangat kompleks dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2015/2016 yaitu mulai tanggal 28 Agustus sampai tanggal 28 Oktober 2015 di SMK
SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Biologi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII A POKOK BAHASAN EKOSISTEM SMP MUHAMMADIYAH 7
I. PENDAHULUAN. Masalah, dan Pembatasan Masalah. Beberapa hal lain yang perlu juga dibahas
I. PENDAHULUAN Bagian pertama ini membahas mengenai Latar Belakang Masalah, Identifikasi Masalah, dan Pembatasan Masalah. Beberapa hal lain yang perlu juga dibahas dalam bab ini yaitu rumusan masalah,
I. PENDAHULUAN. (2012:5) guru berperan aktif sebagai fasilitator yang membantu memudahkan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu komponen penting dari sistem pendidikan adalah proses belajar mengajar di sekolah. Pada kegiatan belajar dan mengajar di sekolah ditemukan dua subjek
KAJIAN PUSTAKAN. yang mereka dapat dan kegiatan yang mereka lakukan. Menurut Hamalik (2001:
II. KAJIAN PUSTAKAN 2.1 Pengertian Aktivitas Belajar Belajar merupakan suatu proses perubahan menjadi lebih baik. Pada proses belajar siswa melakukan perubahan ke arah kebaikan berdasarkan segala pengetahuan
Surakarta, Indonesia ABSTRAK
Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 3 No. 2 Tahun 2014 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret ISSN 2337-9995 [email protected] EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT
BAB I PENDAHULUAN. Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang berkembang begitu pesat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang berkembang begitu pesat menuntut negara Indonesia menuju perubahan, terutama dalam dunia pendidikan. Perubahan ini menuntut
Bab 4. Kesimpulan dan Saran. Setelah melakukan analisis pada kelas eksperimen dengan materi sakubun yang
Bab 4 Kesimpulan dan Saran 4.1 Kesimpulan Setelah melakukan analisis pada kelas eksperimen dengan materi sakubun yang menggunakan metode Team Games Tournament, dapat penulis simpulkan bahwa penggunaan
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol. 1 No. 2 Juli 2017
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN BANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI CENDAWAN ISKANDAR SAFRI HASIBUAN ABSTRACT This study aims to determine differences in
BAB II KAJIAN PUSTAKA
8 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran 1. Pengertian Model Pembelajaran Model pembelajaran merupakan salah satu faktor penting dalam pembelajaran yang digunakan oleh guru demi tercapainya keberhasilan
Risaftia Andini 1, Johni Azmi 2, Jimmi Copriady 2 No.
1 THE COMPARATIVE STUDY OF STUDENT S ACHIEVEMENT USING COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE OF TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) AND ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) ON THE COLLOID SUBJECT IN CLASS XI SCIENCE SENIOR
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA ABSTRAK: El Indahnia Kamariyah Pendidikan Fisika FKIP, Universitas Islam Madura [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan nasional dibidang pendidikan merupakan upaya untuk. kehidupan Bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan nasional dibidang pendidikan merupakan upaya untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal ini merupakan
Pengaruh Model Student Team Achievement Division
Pengaruh Model Student Team Achievement Division (STAD) dengan Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIII di SMPN 4 Praya Timur
BAB I PENDAHULUAN. yang diajarkan di Pendidikan Dasar (SD dan SLP) dan Pendidikan Menengah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Matematika dalam Kurikulum Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah adalah matematika sekolah. Matematika sekolah adalah matematika yang diajarkan di Pendidikan Dasar
I. PENDAHULUAN. manusia. Banyak kegiatan manusia dalam kehidupan sehari-hari yang tidak
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan ilmu yang memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Banyak kegiatan manusia dalam kehidupan sehari-hari yang tidak terlepas dari peranan
I. PENDAHULUAN. Pada bab pendahuluan ini akan dibahas beberapa hal mengenai gambaran umum
I. PENDAHULUAN Pada bab pendahuluan ini akan dibahas beberapa hal mengenai gambaran umum penelitian yang terdiri dari latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah,
PERBANDINGAN PEMBELAJARAN TGT (Teams Games Tournament) DAN NHT (Numbered Heads Together) DENGAN MEDIA GAMBAR
PERBANDINGAN PEMBELAJARAN TGT (Teams Games Tournament) DAN NHT (Numbered Heads Together) DENGAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 COLOMADU TAHUN AJARAN 2012/2013
II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Hamalik (2001, 37) belajar adalah memperoleh. pengetahuan melalui alat indra yang disampaikan dalam bentuk perangsang
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka 1. Pembelajaran Matematika Belajar merupakan proses perkembangan yang dialami oleh siswa menuju ke arah yang lebih baik. Menurut Hamalik (2001, 37) belajar adalah
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 8 SURAKARTA SKRIPSI Oleh: DEVY ZULYKA P K4307023
BAB I PENDAHULUAN. Begitu pula dengan sumber belajar yang akan digunakan karena dari sumber
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan dari segi pelaksanaan secara operasional adalah terwujud dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar
`BAB I PENDAHULUAN. dalam kegiatan pembelajaran. Peran guru tidak hanya mentransfer ilmu kepada
1 `BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran yang dilakukan oleh guru dapat membangkitkan pola berpikir siswa sebagai implementasi peran guru sebagai pendidik, motivator dan fasilitator
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN TGT (Team Games Tournament) YANG DILENGKAPI DENGAN MEDIA POWER POINT DAN DESTINASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR
Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 2 No. 1 Tahun 2013 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret ISSN 2337-9995 [email protected] EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN TGT (Team Games Tournament)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan Internet Comunication and Tehnology (ITC) dewasa ini tidak lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan sejalan dengan adanya perubahan dalam sistem
BAB I PENDAHULUAN. luas, kreatif, terampil dan berkepribadian baik. oleh masyarakat yang ditujukan kepada lembaga pendidikan, baik secara langsung
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah bidang yang sangat penting terutama di negara berkembang seperti Indonesia, sebab kemajuan dan masa depan bangsa terletak sepenuhnya pada
pembelajaran yang seperti ini cenderung bersifat monoton dan kaku. Terkadang, aktivitas belajar mengajar juga kurang divariasikan dengan model
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan kebutuhan yang umum bagi setiap manusia. Pendidikan juga merupakan salah satu faktor yang membuat suatu Negara menjadi Negara yang maju. Menurut
STUDI KOMPARASI METODE KOOPERATIF MODEL TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT)
STUDI KOMPARASI METODE KOOPERATIF MODEL TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DAN MODEL STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA SUB POKOK BAHASAN SISTEM PERIODIK UNSUR KELAS
Keperluan korespondensi: ,
Jurnal Pendidikan Kimia, Vol. 2 No. 1 Tahun 2013 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret 67-72 STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DAN MAKE A MATCH
STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE JIGSAW DAN Group Investigation (GI) DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE JIGSAW DAN Group Investigation (GI) DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SKRIPSI Oleh: SUPRIYANI FERIYATI NIM. K4303062 FAKULTAS KEGURUAN
I. PENDAHULUAN. kehidupan sehingga diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal.
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Globalisasi menuntut kemampuan kompetitif dalam berbagai aspek kehidupan sehingga diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal. Sehubungan dengan itu, upaya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI. hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh orang-orang yang lebih
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI A. Tinjauan Pustaka Berkaitan dengan penelitian ini, peneliti akan menunjukkan beberapa hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh orang-orang yang
STUDI PERBANDINGAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE YANG BERBEDA 1. Oleh
STUDI PERBANDINGAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE YANG BERBEDA 1 Oleh Mei Jayadi 1, R.Gunawan Sudarmanto 2, Eddy Purnomo 3 The study purpose is to find out the affectivity
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) BERBASIS KARTU DOMINO TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP HITUNG CAMPURAN
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) BERBASIS KARTU DOMINO TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP HITUNG CAMPURAN Susi Irmawati 1), Hadi Mulyono 2), Sadiman 3) PGDS FKIP Universitas Sebelas
I. PENDAHULUAN. Menurut UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
I. PENDAHULUAN. sekolah menengah atas adalah mata pelajaran Matematika. Mata pelajaran
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada hakikatnya, manusia sangat membutuhkan pendidikan dalam kehidupan. Pendidikan ini diberikan agar manusia dapat mengembangkan potensi peserta didik melalui proses
*Keperluan korespondensi, telp: ,
Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 4 No. 3 Tahun 015 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret Hal. 5-30 ISSN 337-5 http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/kimia STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Belajar dan Pembelajaran a. Pengertian Belajar Belajar merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, sejak lahir manusia telah memulai
BAB I PENDAHULUAN. sehingga siswa dapat berhasil dengan baik dalam belajarnya.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam pembelajaran di sekolah, siswa didorong untuk lebih aktif agar dapat menghubungkan konsep materi yang telah didapatkan dengan konsep yang baru sehingga
BAB V PEMBAHASAN. A. Terdapat Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe. STAD (Student Team Achievement Divisions) Terhadap Hasil Belajar
BAB V PEMBAHASAN A. Terdapat Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) Terhadap Hasil Belajar Setelah analisis data penelitian selesai, langkah selanjutnya
I. PENDAHULUAN. Berdasarkan wawancara dengan guru bidang studi kimia SMA Budaya Bandar
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan wawancara dengan guru bidang studi kimia SMA Budaya Bandar Lampung, diperoleh bahwa nilai rata-rata penguasaan konsep pada materi pokok ikatan kimia tata nama
BAB II KAJIAN TEORI Pengertian Belajar Menurut Beberapa Ahli. memperoleh pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai positif dengan
6 BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Pengertian Belajar Menurut Beberapa Ahli Menurut Djamarah dan Syaiful (1999:22), Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, ketrampilan,
2013 PENGARUH MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Model pembelajaran merupakan salah satu komponen penting yang menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Ketepatan pemilihan model pembelajaran akan berdampak pada
