BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Farida Kusuma
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Sampel Penelitian Sekolah yang dipilih sebagai lokasi penelitian adalah salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kota Bandung. Pemilihan sekolah tersebut sebagai lokasi penelitian dikarenakan adanya kesesuaian materi dan waktu penelitian yang telah direncanakan dengan materi dan waktu pembelajaran yang telah ditetapkan salah satu guru Fisika di sekolah tersebut. Selain itu peneliti juga pernah melakukan studi pendahuluan tentang pembelajaran Fisika di sekolah tersebut untuk mengetahui tingkat kemampuan inkuiri siswa. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di lokasi penelitian. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah salah satu kelas X yang berjumlah 30 siswa. Sampel ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sample, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan atas tujuan atau pertimbangan tertentu. Pertimbangan pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu kondisi di lokasi penelitian yang tidak memungkinkan untuk mengubah kelas yang sudah ada. Sehingga sampel diambil dari salah satu kelas X berdasarkan rekomendasi dari guru Fisika di lokasi penelitian tanpa mengubah kelas yang sudah ada. B. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian berkaitan dengan serangkaian cara ilmiah yang dilakukan guna menjawab permasalahan dan mencapai tujuan dalam suatu penelitian ilmiah. Hal yang harus diperhatikan dalam penentuan metode penelitian yang akan digunakan adalah kesesuaian metode tersebut dengan rumusan permasalahan dan tujuan penelitian yang hendak dicapai. Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan yang hendak dicapai, yaitu mendapatkan gambaran tentang kemampuan inkuiri dan kemampuan berpikir logis siswa SMA maka metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode deskriptif yaitu metode penelitian yang dimaksudkan untuk 34
2 35 menyelidiki objek tertentu untuk mendapatkan gambaran atau deskripsi tentang karaktersitik atau keadaan lain dari objek tersebut. Dari penjelasan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa tujuan dari metode deskriptif adalah memberikan gambaran atau pemaparan dari objek yang diteliti. Dengan demikian ada kesesuaian antara tujuan penelitian yang hendak dicapai dan metode deskriptif yang digunakan. Telah dijelaskan bahwa penelitian dilakukan untuk mendapatkan gambaran kemampuan inkuiri dan keampuan berpikir logis siswa SMA. Untuk mendapatkan gambaran tersebut penulis menerapakan levels of inquiry dalam pemebalajaran dan kemudian dilakukan observasi terhadap kemampuan inkuiri dan dilakukan tes untuk mengukur kemampuan berpikir logis siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa desain penelitian yang digunakan adalah one -shoot case study, yang berarti sampel diberikan satu perlakuan tertentu dan kemudian diobservasi hasilnya. Perlakukan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah penerapan model levels of inquiry dalam pembelajaran Fisika. Sedangkan yang dimaksud dengan hasil adalah kemampuan inkuiri siswa disetiap level inkuiri dan juga kemampuan berpikir logis siswa. Desain ini dapat dilihat pada Gambar 3.1 berikut: X O Gambar 3.1. Desain Penelitian One-Shoot Case Study Keterangan: X: perlakuan (variabel independen) O: observasi (variabel dependen) C. Prosedur Penelitian Prosedur peneltian dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan tahap akhir penelitian. Berikut penjelasan secara rincai dari ketiga tahap tersebut: 1. Tahap Persiapan a. Melakukan studi pustaka b. Melakukan studi lapangan. c. Merumuskan masalah
3 36 d. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk empat kali pertemuan dan membuat Lembar Kegiatan Siswa (LKS) untuk setiap level inkuiri. e. Menyusun instrumen penelitian yang terdiri atas: rubrik penilaian deskriptif kemampuan inkuiri siswa; lembar observasi keterlaksanaan levels of inquiry dalam pembelajaran. f. Pengembangan instrumen. g. Penimbangan (judgement) instrumen oleh pakar. h. Merevisi instrumen. 2. Tahap Pelaksanaan Tahap ini merupakan tahap pengumpulan data yang dilakukan selama empat kali pertemuan. Pada tahap ini dilakukan implementasi lima level inkuiri. Tahap pelaksanaan penelitian dilakukan sesuai dengan urutan sebagai berikut : a. Implementasi levels of inquiry dalam pembelajaran. b. Observasi untuk melihat keterlaksanaan tiap-tiap level inkuiri dalam pembelajaran. c. Observasi untuk mengukur kemampuan inkuiri siswa. d. Pemberian TOLT untuk mengukur kemampuan berpikir logis siswa. 3. Tahap Akhir Penelitian Pada tahap akhir penelitian, penulis melakukan berbagai kegiatan sesuai dengan urutan berikut ini: a. Menghitung dan menganalisis keterlaksanaan level inkuiri di setiap pertemuaanya b. Menghitung dan menganalisis IPK setiap level inkuiri untuk mengetahui kemampuan inkuiri siswa. c. Mengolah dan menganalisis hasil TOLT dari setiap siswa d. Menarik kesimpulan dari hasil pengolahan data e. Membuat saran untuk perbaikan penelitian yang akan datang
4 37 Secara garis besar, tahap tahap dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 3.2 berikut : Tahap Persiapan Studi pustaka Studi Lapanangan Merumuskan masalah Membuat perangkat pembelajaran Menyusun instrument penelitian Pelaksanaan Penelitian Merevisi Intrumen Menjudgement instrumen Penerapan levels of inquiry pada pembelajaran Fisika Pertemuan 1 : Penerapan level discovery learning dan interactive Pertemuan 2 : Penerapan level inquiry lesson Pertemuan 3 : Penerapan level inquiry lab Pertemuan 4 : Penerapan hyphotetical inquir level Pemberian TOLT Pengolahan data Analisis data Kesimpulan Gambar 3.2. Prosedur penelitian D. Instrumen Penelitian 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan guru yang berisi tahap demi tahap mengenai aktivitas yang akan dilakukan siswa bersama guru terkait materi yang akan dipelajari siswa untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang telah ditentukan. Dalam penelitian ini dibuat RPP untuk empat kali pembelajaran dengan menggunakan levels of inquiry. RPP ini dapat dilihat pada lampiran B.1
5 38 2. Rubrik Penilian Deskriptif Kemampuan Inkuiri Siswa Rubrik penilaian deskriptif kemampuan inkuiri siswa digunakan untuk mengukur kemampuan inkuiri siswa pada setiap level inkuiri. Rubrik ini berisi aspek-aspek kemampuan inkuri yang akan diukur pada setiap level inkuiri. Setiap aspek kemampuan inkuiri dinilai berdasarkan deskriptor deskriptor tertentu yang dibuat oleh peneliti. Setiap aspek inkuiri diberi skor minimum satu dan maksimum empat. Kemampuan inkuiri siswa dinilai oleh observer ketika pembelajaran berlangsung atau dinilai berdasarkan jawaban siswa pada Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Rubrik penilaian kemampuan inkuiri siswa terdapat pada lampiran C.2. Kemampuan inkuiri yang dinilai oleh observer ketika pembelajaran berlangsung adalah sebagai berikut : a. Discovery Learning Kemampuan mengamati yang dinilai dari melakukan atau tidak melakukan pengamatan terhadap suatu fenomena; memperkirakan; mengelompokan hasil; mengkomunikasikan hasil. b. Intercative Demonstration Kemampuan memprediksi dan menjelaskan. c. Inquiry Lesson Kemampuan merancang dan melaksanakan penyelidikan ilmiah; mengukur; membangun sebuah tabel data. d. Inquiry Lab Guided Inquiry Kemampuan merancang dan melaksanakan penyelidikan ilmiah; mengukur; menggunakan teknologi dan matematika selama percobaan. e. Hypothetical Inquiry Kemampuan sintesis penjelasan hipotesis kompolek. Kemampuan inkuiri yang dinilai dari jawaban LKS siswa yaitu sebagai berikut:
6 39 a. Discovery Learning Kemampuan mengamati yaitu kemampuan untuk mendeskripsikan hasil pengamatan untuk memperkuat bahwa siswa tersebut melakukan suatu pengamtan terhadap fenomena; merumuskan konsep; menarik kesimpulan. b. Interactive Demonstration Kemampuan memperoleh data; mengolah data; mengenali dan menganalisis penjelasan yang didapat dari demonstrasi; merumuskan dan merevisi penjelasan ilmiah. c. Inquiry Lesson Kemampuan mengumpulkan dan mencatat data; mendeskripsikan hubungan. d. Inquiry Lab Kemampuan menetapkan hukum empiris berdasarkan bukti dan logika e. Hipothetical Inquiry Kemampuan menganalisis dan mengevaluasi argumen ilmiah; merevisi hipotesis dan prediksi berdasarkan bukti dari hasil percobaan; memecahkan masalah kompleks dunia nyata. 3. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Lembar Kegiatan Siswa (LKS) adalah alat yang digunakan sebagai panduan bagi siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Selain sebagai panduan, LKS juga digunakan sebagai salah satu alat ukur kemampuan inkuiri siswa. Dengan demikian LKS dibuat sesuai dengan kemampuan inkuiri yang akan diukur. Penulis membuat lima LKS sesuai dengan jumlah level inkuiri yang diterapkan dalam pembelajaran. LKS yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada lampiran B Lembar Observasi Keterlaksanaan Levels of Inqury Lembar observasi ini berguna untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran serta bertujuan untuk mengetahui
7 40 apakah levels of inquiry telah diterapkan dengan baik dalam pembelajaran. Lembar observasi dengan metode chekliss ini digunakan untuk mengobservasi setiap tahapan pembelajaran yang dilaksanakan. Dengan demikian lembar observasi ini tidak lain berfungsi sebagai alat ukur keterlaksanaan levels of inquiry dalam pembelajaran. Lembar observasi ini terdapat dalam lampiran C Test of Logical Thinking (TOLT) Dalam penelitian ini kemampuan berpikir logis siswa diukur dengan menggunakan Test of Logical Thinking (TOLT) standar yang telah dialih bahasa ke dalam bahasa Indonesia. TOLT adalah tes untuk mengukur kemampuan berpikir logis yang dibuat dan dikemabangkan oleh Tobin dan Capie pada tahun TOLT terdiri atas soal soal yang mengukur lima kemampuan penalaran siswa, yaitu penalaran proporsional, pengendalian variabel, probabilistik, korelasional, dan penalaran kombinatorial. Sebelum digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir logis, TOLT telah diuji coba terlebih dahulu oleh Tobin dan Capie. Dalam Valanides (1997) dijelaskan bahwa hasil uji coba menunjukan bahwa TOLT mempunyai reliabilitas konsistensi yang tinggi yaitu (α= 0,85). E. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini akan diperoleh tiga data yaitu data kemampuan inkuiri siswa, keterlaksanaan levels of inquiry, dan data kemampuan berpikir logis siswa. Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi atau test. Berikut rincian teknik pengumpulan dalam penelitian ini: 1. Data kemampuan inkuiri siswa diperoleh dari hasil observasi oleh observer selama pembelajaran atau dari jawaban siswa pada LKS. 2. Data keterlaksanaan aktivitas guru dan siswa diperoleh dari hasil observasi selama pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi keterlaksanakan penerapan levels of inquiry. 3. Data kemampuan berpikir logis siswa diperoleh dari hasil TOLT yang dikerjakan oleh siswa.
8 41 F. Teknik Analisis Data 1. Pengolahan Lembar Observasi Keterlaksanaan Levels of Inquiry Keterlaksanaan levels of inquiry dalam pembelajaran dapat diketahui melalui presentasi keterlaksanaannya. Langkah langkah dilakukan untuk menghitung persentase keterlaksanaan pembelajaran yaitu sebagai berikut: a. Menghitung jumlah checklist yang observer isi pada lembar observasi keterlaksanaan levels of inquiry. b. Menghitung persentase keterlaksanaan levels of inquiry pada setiap levelnya, dengan persamaan sebagai berikut : c. Menginterpretasikan keterlaksanaan levels of inquiry pada setiap level berdasarkan kriteria pada tabel berikut: Tabel 3.1. Interpretasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran No. % Kategori Interpretasi Keterlaksanaan Model 1. KM=0 Tidak satupun kegiatan terlaksana 2. 0<KM 25 Sebagian kecil kegiatan terlaksana 3. 25<KM 50 Hampir setengah kegiatan terlaksana 4. KM=50 Setengah kegiatan terlaksana 5. 50<KM 75 Sebagian besar kegiatan terlaksana 6. 75<KM<100 Hampir seluruh kegiatan terlaksana 7. KM=100 Seluruh kegiatan terlaksana 2. Pengolahan lembar observasi kemampuan inkuiri siswa. (Budiarti dalam Koswara, 2010) Kemampuan inkuiri siswa dapat diketahui dengan menghitung Indeks Prestasi Kelompok (IPK) berdasarkan skor siswa yang terdapat pada lembar observasi kemampuan inkuiri. Langkah-langkah dalam menghitung IPK adalah sebagai berikut: a. Menghitung skor rata-rata aspek kemampuan inkuiri siswa dari setiap kelompok yang diamati (x).
9 42 b. Menentukan skor ideal (SMI) c. Menghitung besarnya IPK dengan menggunakan persamaan berikut : (Panggabean, 1996) IPK kemudian ditafsirkan menurut kriteria penafsiran kemampuan inkuiri sebagai berikut: Tabel 3.2. Kategori Tafsiran Indeks Prestasi Kelompok No Kategori IPK Interprestasi 1 0,00%-30,00% Sangat kurang terampil 2 31,00%-54,00% Kurang terampil 3 55,00%-74,00% Cukup terampil 4 75,00%-89,00% Terampil 5 90,00%-100,00% Sangat terampil (Panggabean, 1996) 3. Kemampuan Berpikir Logis Penentuan kemampuan berpikir logis didasarkan pada total skor TOLT yang diperoleh siswa. Hapsari (2009: 51) menjelaskan bahwa aturan penskoran untuk soal TOLT nomor satu sampai delapan yaitu jika jawaban dan alasan benar diberi skor satu. Sedangkan jika jawaban benar tetapi alasan salah atau alasan benar tetapi jawaban salah maka diberi skor nol. Untuk soal nomor sembilan dan sepuluh diberi skor satu jika semua jawaban benar dan lengkap. Sedangkan jika jawaban benar tetapi tidak lengkap atau lengkap tetapi ada jawaban yang salah maka diberi skor nol. Hasil skor total TOLT kemudian dijadikan acauan untuk mementukan tahap berpikir siswa menurut Teori Piaget dengan kriteria yang ditetapakan oleh Tobin dan Capie (Valanides, 1997:174) sebagai berikut: a. Skor 0 1, maka siswa berada pada tahap berpikir operasional konkrit. b. Skor 2 3, maka siswa berada pada tahap berpikir operasional transisi.
10 43 c. Skor 4 10, maka siswa berada pada tahap berpikir operasional formal.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian Lokasi penelitian yang dipilih adalah salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta di Kota Bandung. Pemilihan sekolah tersebut dikarenakan
BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa
BAB I PENDAHULUAN. melalui serangkaian proses ilmiah (Depdiknas, 2006). Pembelajaran IPA tidak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran IPA harus menekankan pada penguasaan kompetensi melalui serangkaian proses ilmiah (Depdiknas, 2006). Pembelajaran IPA tidak hanya penguasaan kumpulan
1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN Pembelajaran Fisika seyogyanya dapat menumbuhkan rasa ingin tahu yang lebih besar untuk memahami suatu fenomena dan mengkaji fenomena tersebut dengan kajian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1) Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di kota Bandung, lokasi yang dijadikan tempat penelitian adalah tiga sekolah menengah petama yang
BAB III METODE PENELITIAN. 1. Project based learning (PjBL) dalam penelitian ini menggunakan. dipresentasikan kepada orang lain.
21 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Agar penelitian ini sesuai dengan tujuan yang diharapkan dan untuk menghindari kesalah pahaman, maka perlu diberikan definisi operasional yaitu: 1.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lemah (weak experimental atau pre experimental). Penelitian ini tidak menggunakan kelompok
BAB III METODE PENELITIAN
37 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai status gejala, penelitian secara langsung
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dirancang dan dilaksanakan menggunakan metode penelitian. berbagai aspek (Wardhani dan Wihardit 2008:4).
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian dirancang dan dilaksanakan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini merupakan penelitian dalam bidang social yang menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Metode Penelitian dan Desain Penelitian. mengumpulkan data penelitiannnya (Arikunto, 2006: 160).
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian dan Desain Penelitian Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannnya (Arikunto, 2006: 160). Dalam penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah weak-experiment karena tidak
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah weak-experiment karena tidak menggunakan kelompok kontrol (Fraenkel, 1993: 245). Subyek penelitian berjumlah satu
ANALISIS KEMAMPUAN INKUIRI SISWA SMP, SMA DAN SMK DALAM PENERAPAN LEVELS OF INQUIRY PADA PEMBELAJARAN FISIKA
Berkala Fisika Indonesia Volume 6 Nomor 2 Juli 2014 ANALISIS KEMAMPUAN INKUIRI SISWA SMP, SMA DAN SMK DALAM PENERAPAN LEVELS OF INQUIRY PADA PEMBELAJARAN FISIKA Winny Liliawati 1,3), Purwanto 1), Taufik
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen (Syaodih, 2007: 58), dengan disain eksperimen yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan tujuan penelitian, yaitu untuk memperoleh gambaran mengenai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Berdasarkan tujuan penelitian, yaitu untuk memperoleh gambaran mengenai jenis soal-soal Biologi yang dikembangkan dalam TIMSS 2007 berdasarkan Kognitif Bloom Revisi dan sekaligus
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Sampel Penelitian Lokasi penelitian terletak di salah satu SMP Negeri di kota Bandung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII tahun ajaran
BAB I PENDAHULUAN. siswa sebagai pengalaman yang bermakna. Keterampilan ilmiah dan sikap ilmiah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keterampilan proses sains (KPS) adalah pendekatan yang didasarkan pada anggapan bahwa sains itu terbentuk dan berkembang melalui suatu proses ilmiah. Dalam pembelajaran
BAB III METODE PENELITIAN. sekarang (Arikunto, 2010:245). Hal yang digambarkan pada penelitian ini
45 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang bertujuan menggambarkan suatu gejala, peristiwa, dan kejadian yang terjadi pada
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subyek Penelitian Penelitian dilaksanakan di beberapa lokasi di Kota Bandung. Pemilihan lokasi berdasarkan pada tempat pelaksanaan pendampingan pengembangan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pre- experiment. Pre-Experiment yaitu metode penelitian yang hanya menggunakan satu kelas
BAB III METODE PENELITIAN. Terkait dengan tujuan penelitian ini yang mengabaikan variabel luar yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian dan Desain Penelitian Terkait dengan tujuan penelitian ini yang mengabaikan variabel luar yang dapat mempengaruhi hasil eksperimen maka digunakan metode quasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi pengambilan data dalam penelitian ini bertempat pada salah satu Sekolah Menengah Pertama Swasta di Kabupaten Cianjur.
1. BAB III METODE PENELITIAN
1. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Berdasarkan tujuan yang hendak dicapai yaitu peneliti ingin melihat peningkatan pemahaman konsep dan penurunan kuantitas siswa yang miskonsepsi pada suatu
Gambar 3.1. Desain Concurrent Embedded dengan Metode Kuantitatif sebagai Metode Primer dan Metode Kualitatif sebagai Metode Sekunder
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode mixed methods (metode kombinasi). Metode penelitian ini menggabungkan dua jenis metode dalam penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
B A B I I I. M e t o d o l o g i P e n e l i t i a n 5 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode quasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode quasi eksperiment (eksperimen semu). Metode ini digunakan karena pada penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN. Untuk penelitian kuasi eksperimen terdapat variable terikat dan variable bebas
20 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Berdasarkan tujuan dari penelitian ini, maka metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuasi eksperimen dan penelitian deskriptif kuantitatif.
BAB I PENDAHULUAN. menggunakan pikiran dalam mempelajari rahasia gejala alam (Holil, 2009).
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan sains menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar siswa dapat menjelajahi dan memahami alam sekitar secara
BAB II LEVELS OF INQUIRY MODEL DAN KEMAMPUAN INKUIRI. guru dengan siswa dalam berinteraksi. Misalnya dalam model pembelajaran yang
7 BAB II LEVELS OF INQUIRY MODEL DAN KEMAMPUAN INKUIRI A. Pembelajaran Inkuiri Menurut Wenning (2011) model pembelajaran berfungsi agar pembelajaran menjadi sistematis. Selain itu, model pembelajaran menyediakan
O X O Pretest Perlakuan Posttest
29 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini dipaparkan tentang metode dan desain penelitian, populasi dan sampel penelitian, prosedur penelitian dan instrumen penelitian serta teknik pengolahan data
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini akan dibahas mengenai lokasi dan subjek populasi/sampel penelitian, desain penelitian, metode penelitian, definisi operasional, instrument penelitian, proses
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN Penelitian yang akan dilakukan bertujuan untuk melihat akibat dari penerapan pendekatan inkuiri abduktif terhadap hasil belajar ranah kognitif siswa. Metode yang digunakan dalam
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-experimental design. Alasan penggunaan metode ini adalah karena adanya variabel luar yang
O 1 X O 2. Gambar 3.1 One Group Pretest-Posttest Design
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design, yaitu penelitian dilakukan kepada satu kelompok eksperimen yang sampelnya tidak
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian
A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Dewasa ini prestasi belajar (achievement) sains siswa Indonesia secara internasional masih berada pada tingkatan yang rendah, hal tersebut dapat terindikasi
(Sumber: Fraenkel dan Wallen, 2007)
48 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan capaian pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa pada penerapan kombinasi metode Inkuiri
BAB III METODE PENELITIAN. penjelasan tentang istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian. Penjelasan
34 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Berikut ini dikemukakan beberapa definisi operasional yang berkaitan dengan penjelasan tentang istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian. Penjelasan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (Quasi Experimental
73 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (Quasi Experimental Design) dengan disain matching pretest-posttest control group design yaitu menggunakan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
163 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data terhadap data hasil penelitian yang telah dilakukan di salah satu SMP Negeri di kota Bandung kelas VIII-B semester
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam bab ini diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metode
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metode dan desain penelitian, populasi dan sampel penelitian, instrumen penelitian yang digunakan, analisis
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode Pre-eksperimen.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode Pre-eksperimen. Menurut Sugiono (010:109) bahwa penelitian pre-eksperimen hasilnya merupakan
PENERAPAN PENDEKATAN DEMONSTRASI INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN DASAR PROSES SAINS SISWA
http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/gravity ISSN 2442-515x, e-issn 2528-1976 GRAVITY Vol. 3 No. 1 (2017) PENERAPAN PENDEKATAN DEMONSTRASI INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN DASAR PROSES SAINS
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab ini akan diuraikan hal-hal yang berkaitan dengan metode
BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan diuraikan hal-hal yang berkaitan dengan metode penelitian, desain penelitian, instrumen penelitian, proses pengembangan instrumen penelitian, teknik pengumpulan
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Wiraatmaja (2008:12) menjelaskan bahwa penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
21 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana peneliti melakukan penelitian untuk mendapatkan data-data yang diperlukan dalam
BAB III METODE PENELITIAN. Beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini, memiliki definisi
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini, memiliki definisi secara operasional, diantaranya: 1. Kemampuan berpikir kritis yang akan diukur
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Pada penelitian ini, jenis yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimental) yaitu penelitian eksperimen yang dilaksanakan
BAB III METODE PENELITIAN A.
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (reseach and development). Untuk itu dilakukan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
34 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pre-experimental. Alasan penggunaan metode ini dikarenakan keadaan yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan variabel, gejala, atau keadaan
(Luhut Panggabean, 1996: 31)
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu (kuasi eksperimen), yaitu penelitian yang dilaksanakan pada
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre Experimental Design
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre Experimental Design (penelitian eksperimen tidak sebenarnya). Pre experimental design sering disebut
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Kartika XIX-1 Bandung yang bertempat di jalan Taman Pramuka No. 163. 2. Populasi Populasi dalam
PERBANDINGAN HASIL TES KETERAMPILAN PENALARAN FORMAL MAHASISWA SEBELUM DAN SESUDAH PERKULIAHAN PENGANTAR DASAR MATEMATIKA
12 PERBANDINGAN HASIL TES KETERAMPILAN PENALARAN FORMAL MAHASISWA SEBELUM DAN SESUDAH PERKULIAHAN PENGANTAR DASAR MATEMATIKA Utu Rahim dan Hasnawati Jurusan PMIPA /Matematika FKIP Unhalu, Kampus Bumi Tridharma
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pre- experiment.
34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pre- experiment. Menurut Panggabean (1996: 21) Pre-Experiment yaitu penelitian yang secara
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Langkah-Langkah Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh produk berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) praktikum berbasis inkuiri terbimbing pada asam basa. Untuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini diuraikan mengenai sumber data, metode penelitian, langkahlangkah penelitian, instrumen penelitian, dan definisi operasional. Pembahasan secara lebih terperinci
BAB III METODE PENELITIAN. peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan generik sains pada
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dan metode deskriptif. Metode quasi experiment digunakan untuk mengetahui
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan
BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metode penelitian, setting penelitian dan subjek penelitian, sasaran penelitian, data dan cara pengambilannya,
2014 ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS DAN MISKONSEPSI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PADA MATERI GERAK BERDASARKAN HASIL THREE-TIER TEST
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Fisika merupakan disiplin ilmu yang menjelaskan gejala-gejala alam yang dapat dipahami oleh pikiran manusia melalui konsep, teori, dan kejadian yang terjadi
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan
25 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Class Action Research). Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebagai sebuah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini dipaparkan mengenai metodologi penelitian yang meliputi lokasi dan subjek penelitian, metode penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, proses pengembangan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-experimental design yaitu variabel luar dapat ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel
PENINGKATAN AKTIVITAS INKUIRI DAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN INKUIRI BERBASIS KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS XA SMA NEGERI PASIRIAN LUMAJANG Intan Fitriani 1, Dewi Iriana 2,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Populasi/ Sampel Lokasi dilakukannya penelitian ini adalah Sekolah Menengah Atas Negeri 25 yang beralamat di Jl. Baturaden VIII no.21 kota Bandung. Populasi dalam
Vol. 1 No. 1 Th. Jan-Des 2016 ISSN: Kemampuan Berpikir Logis Matematis Mahasiswa Pendidikan Matematika Pada Mata Kuliah Matematika Diskrit
Kemampuan Berpikir Logis Matematis Mahasiswa Pendidikan Matematika Pada Mata Kuliah Matematika Diskrit Ety Septiati FKIP Universitas PGRI Palembang email: [email protected] Abstrak Kemampuan
BAB III METODE PENELITIAN
55 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini menguji penerapan model pembelajaran Learning Cycle 7e berbantuan komputer dalam pembelajaran fisika terhadap penguasaan konsep
BAB II PEMBELAJARAN IPA TERPADU MODEL ARGUMENT- DRIVEN INQUIRY
DAFTAR ISI ABSTRAK... i ABSTRACT... ii KATA PENGANTAR... iii UCAPAN TERIMA KASIH... iv DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN... xi BAB 1 PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DENGAN MENERAPKAN MODEL INQUIRY-DISCOVERY LEARNING (IDL) TERBIMBING
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DENGAN MENERAPKAN MODEL INQUIRY-DISCOVERY LEARNING (IDL) TERBIMBING Bahrudin, Zainuddin, dan Suyidno Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Unlam Banjarmasin
BAB III METODE PENELITIAN. Terkait dengan keperluan penelitian yaitu untuk melihat peningkatan
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Terkait dengan keperluan penelitian yaitu untuk melihat peningkatan prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa, maka pada penelitian ini digunakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini diuraikan mengenai metodologi penelitian yang digunakan, meliputi lokasi dan subjek penelitian, desain penelitian, metode penelitian, definisi operasional, prosedur
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tests of Normality
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Peningkatan Literasi Sains Peserta Didik Untuk mendapatkan data peningkatan literasi sains digunakan nilai hasil pretest dan posttest dari
Gambar 3.1 Desain Penelitian One Group Pretest and Posttest Design.
20 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Model yang digunakan penelitian adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada materi bahasan optika geometris. Metode penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian dan Subjek Populasi/ Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA yang berada di kota Bandung yaitu SMA Kartika XIX-2
BAB III METODE PENELITIAN. penguasaan konsep fisika dan profil keterampilan ICT siswa setelah diterapkan
42 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar peningkatan penguasaan konsep fisika dan profil keterampilan ICT siswa setelah diterapkan pembelajaran
