REPRESENTASI MODUL WORD GRAPH KATA KERJA MENGGUNAKAN XML RIZKA PARAMITHA EKA OKTARINA
|
|
|
- Glenna Jayadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 REPRESENTASI MODUL WORD GRAPH KATA KERJA MENGGUNAKAN XML RIZKA PARAMITHA EKA OKTARINA DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012
2 REPRESENTASI MODUL WORD GRAPH KATA KERJA MENGGUNAKAN XML RIZKA PARAMITHA EKA OKTARINA Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Komputer pada Departemen Ilmu Komputer DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012
3 ABSTRACT RIZKA PARAMITHA EKA OKTARINA. Representation Word Graph of Indonesian Verbs Using XML. Under supervision of SRI NURDIATI and AHMAD RIDHA. Knowledge graph is a method that can be used to represent natural language in a form of a graph. Knowledge graph method systematically represents relations of words as graph patterns and can be used to remove ambiguity of natural language. This method is applicable to develop a language processing system that resembles human s brain, which can not only read the text but also understand the context. Akhmad Muslik (2009) on his Thesis An Analysis on Word Graph Formation of Verbs Using Knowledge Graph Method found ten word graph patterns of Indonesian verbs. In this research, ten XML modules have been made based on that result. The modules have been tested and can be used in knowledge graph viewer system developed by Indra Lesmana (2012). Keywords : knowledge graph, word graph, verb, xml
4 Judul Skripsi : Representasi Modul Word Graph Kata Kerja Menggunakan XML Nama : Rizka Paramitha Eka Oktarina NRP : G Menyetujui: Pembimbing I Pembimbing II Dr. Ir. Sri Nurdiati, M. Sc NIP Ahmad Ridha, S.Kom, MS NIP Mengetahui: Ketua Departemen Ilmu Komputer Dr. Ir. Agus Buono, M.Si, M.Kom NIP Tanggal Lulus :
5 KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah subhanahu wata ala atas segala rahmat dan karunia-nya sehingga skripsi ini dapat penulis selesaikan. Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam penelitian ini, yaitu: 1 Ibu Dr. Ir. Sri Nurdiati, M.Sc dan Bapak Ahmad Ridha, S.Kom, MS selaku dosen pembimbing yang telah memberi banyak ide, saran, dan nasehat sampai selesainya penelitian ini. 2 Bapak Sony Hartono Wijaya, S.Kom, M.Kom selaku penguji. 3 Ayahanda Yanuar Ahmadi, Ibunda Ashayati, serta Adik Daphi Maulana Habiburahman, atas doa, dukungan, kasih sayang, serta pengingat yang selalu diberikan kepada penulis untuk segera menyelesaikan penelitian ini. 4 Rekan-rekan satu bimbingan, Yuli Susanti, Neri Petri Anti, Indra Lesmana, Cipta Wiraswasta, dan Muhammad Rifkiansyah yang selalu berdiskusi, memberi saran dan semangat untuk terus menyelesaikan penelitian tepat waktu. 5 Rekan-rekan Ilmu Komputer IPB angkatan 45 atas kebersamaan, dukungan, inspirasi, serta kenangan bagi penulis. 6 Rekan satu kontrakan Hasna Izdihar yang telah memberi dukungan moril dalam keseharian penulis menyelesaikan penelitian. 7 Berbagai pihak yang telah membantu baik morel maupun materiel sehingga penelitian ini dapat diselesaikan. Semoga penelitian ini bermanfaat. Bogor, September 2012 Rizka Paramitha Eka Oktarina
6 RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Bandar Lampung, Lampung pada tanggal 3 Oktober Penulis merupakan anak pertama dari pasangan Yanuar Ahmadi dan Ashayati. Penulis menyelesaikan studinya pada tingkat dasar (SD) di SD Negeri 2 Sumur Batu tahun 2002 dan SMP Negeri 2 Bandar Lampung tahun Penulis melanjutkan studi di SMA Negeri 2 Bandar Lampung tamat tahun Penulis diterima sebagai mahasiswi Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) pada tahun Selama aktif menjadi mahasiswa, penulis aktif dalam beberapa kegiatan organisasi mahasiswa. Penulis menjadi anggota organisasi mahasiswa daerah (OMDA) Lampung serta menjadi wakil ketua Badan Pengawas Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer (Himalkom) pada tahun Penulis juga menjadi asisten praktikum pada Mata Kuliah Kuliah Algoritme dan Pemrograman (2010). Selain itu, penulis aktif sebagai staf pengajar di Lembaga Bimbingan Belajar SPECTRUM dari tahun 2009 hingga Pada tahun 2011, penulis melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapang di Pusat Pengelolaan Resiko dan Peluang Iklim Kawasan Asia Tenggara dan Pasifik (PPRPI-ATP) atau CCROM SEAP Institut Pertanian Bogor. Beasiswa yang pernah diraih oleh penulis adalah beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) dari tahun 2009 sampai tahun 2012.
7 DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL... vi DAFTAR GAMBAR... vi DAFTAR LAMPIRAN... vii PENDAHULUAN Latar Belakang... 1 Tujuan... 1 Ruang Lingkup... 1 TINJAUAN PUSTAKA Kata Kerja... 1 Natural Language Processing (NLP)... 2 Knowledge Graph (KG) Kata Kerja... 2 XML... 3 METODE PENELITIAN Studi Literatur... 3 Analisis Pola... 4 Konstruksi Algoritme... 4 Perancangan XML... 4 Analisis Hasil dan Pengujian... 4 Dokumentasi dan Laporan... 4 Lingkungan Pengembangan... 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Studi Literatur... 5 Analisis Pola... 5 Konstruksi Algoritme... 7 Perancangan XML... 9 Analisis Hasil dan Pengujian SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN v
8 DAFTAR TABEL Halaman 1 Komponen pembentuk Pola 2 word graph kata kerja Relationships pembentuk Pola Komponen pembentuk Pola 4 word graph kata kerja Relationships pembentuk pola Komponen pembentuk Pola 5 word graph kata kerja Relationships pembentuk Pola DAFTAR GAMBAR Halaman 1 Contoh relasi Contoh relasi CAU Contoh relasi PAR Contoh ontologi Fokus Pembentukan Text Graph Tahapan penelitian Pola aturan word graph kata kerja tansitif aktif Pola aturan word graph membuka Analisis Pola 2 word graph kata kerja Pola aturan word graph kata kerja intransitif reduplikasi ber-kd-kd Pola word graph lari Analisis Pola 4 word graph kata kerja Pola aturan word graph kata kerja intransitif ber Pola word graph berbunga Analisis Pola 5 word graph kata kerja Konstruksi algoritme Pola Konstruksi algoritme Pola Konstruksi algoritme Pola Konstruksi algoritme Pola Konstruksi algoritme Pola Konstruksi algoritme Pola Konstruksi algoritme Pola Konstruksi algoritme Pola Konstruksi algoritme Pola Konstruksi algoritme Pola Konstruksi algoritme Pola Konstruksi algoritme Pola Konstruksi algoritme Pola Konstruksi algoritme Pola vi
9 DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Pola aturan word graph kata kerja berdasarkan Muslik (2009) Tabel kata kerja pada database wg Analisis pola File XML word graph kata kerja Dokumen XSD Hasil uji pola word graph kata kerja vii
10 1 Latar Belakang PENDAHULUAN Saat ini perkembangan teknologi komputer sangat cepat. Ketergantungan manusia akan kemampuan komputer menyelesaikan masalah menjadi sangat tinggi. Maka dari itu usaha pengembangan dan penemuan teknologi baru terus dilakukan. Berbagai penelitian yang dilakukan telah menghasilkan metode atau teknologi baru yang dapat bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah mengembangkan metode komunikasi antara manusia dan komputer dengan menggunakan bahasa alami. Bahasa alami adalah cara yang paling banyak digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi secara langsung untuk mengekspresikan ide dan informasi. Namun, masih ada gap (jurang pemisah) antara bahasa formal (yang digunakan komputer) dan bahasa alami. Komunikasi antara komputer dan manusia akan terjadi apabila gap ini bisa teratasi. Penelitian dalam bahasa alami melahirkan bidang ilmu Natural Language Processing (NLP). Saat ini, informasi yang disediakan oleh internet tumbuh dengan sangat pesat. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem informasi yang cerdas, tidak hanya untuk mencari informasi secara otomatis, tetapi juga untuk menyaring, membersihkan, mengartikan informasi, dan memahami informasi dengan tingkat pemahaman yang tinggi dan menyerupai manusia. Proses memahami dengan tingkat pemahaman yang tinggi ini hanya bisa dilakukan berbasis pada semantik. Knowledge graph (KG), sebagai salah satu representasi dari NLP, adalah salah satu cara untuk mendeskripsikan dan memodelkan serta membuat langkah besar ke depan untuk melakukan pemahaman secara sematik know it and know why (Zhang 2002). Penelitian mengenai metode KG Bahasa Indonesia telah dikembangkan oleh Institut Pertanian Bogor sejak tahun Pada tahun 2009 mulai dirintis sistem BogorDelftConstruct dengan bahasa pemrograman MATLAB. Namun sistem ini masih memiliki kekurangan yaitu tidak open source. Oleh karena itu, akan dikembangkan modul-modul baru yang dibangun dengan bahasa markah XML. Modul yang akan dikembangkan kali ini adalah modul word graph kata kerja bahasa Indonesia. Analisis bentuk dan makna dari kata kerja telah dilakukan pada penelitian sebelumnya oleh Muslik (2009) yang menghasilkan pola aturan dari kata kerja. Penelitian ini mengembangkan modul word graph kata kerja berdasarkan aturan tersebut. Tujuan Tujuan penelitian ini adalah membuat modul yang merepresentasikan word graph kata kerja bahasa Indonesia dalam format XML. Ruang Lingkup Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada pembuatan modul pembentukan word graph kata kerja bahasa Indonesia berbasis XML dengan pola aturan kata kerja dari hasil penelitian Muslik (2009). Pembuatan tabel kata pada database wg berdasarkan data kata kerja pada penelitian Muslik (2009). Penelitian tersebut menggunakan 526 kata kerja yang sering digunakan dalam bidang pertanian dan menghasilkan 66 pola kata kerja dan 10 pola aturan word graph jenis kata kerja. Kata Kerja TINJAUAN PUSTAKA Kata kerja (verba) adalah kata yang menggambarkan proses, perbuatan, atau keadaan. Jenis kata ini biasanya menjadi predikat dalam suatu frasa atau kalimat. Berdasarkan bentuknya, segala kata yang mengandung imbuhan me-, ter-, -kan, di-, -i di calonkan sebagai kata kerja. Ditinjau dari kelompok kata, segala macam kata yang dapat diperluas dengan kelompok kata dengan ditambah kata sifat adalah kata kerja. Contohnya: mendengar dapat diperluas mendengar dengan cermat, sedangkan kata buat dapat diperluas menjadi buat dengan cepat (Keraf 1982). Menurut Alwi et. al (2003) yang diacu dalam Muslik (2009), ciri kata kerja dapat diketahui dengan mengamati perilaku semantik, perilaku sintaksis, dan bentuk morfologinya. Menurut Muslik (2009), secara umum kata kerja terbagi menjadi dua, kata kerja dasar dan kata kerja turunan. Selain itu, berdasarkan bentuk morfologisnya, kata kerja juga bisa dibedakan menjadi dua; kata kerja transitif yang membutuhkan pelengkap atau objek untuk memperjelas kata kerja seperti menunjuk (meja), melihat (papan tulis), serta
11 2 kata kerja intransitif yang tidak membutuhkan pelengkap. Natural Language Processing (NLP) NLP merupakan salah satu metode untuk mengembangkan komunikasi antara bahasa alami manusia dan bahasa formal yang digunakan komputer. Dasar untuk mengembangkan NLP adalah mendeskripsikan dan memodelkan terlebih dahulu bahasa alami. Hal ini yang akan menentukan alur penelitian dan arah bagaimana memahami bahasa alami (Zhang 2002). Knowledge Graph (KG) Kata Kerja KG merupakan salah satu metode merepresentasikan NLP yang mengarah pada cara baru menjelaskan dan memodelkan NLP dalam bentuk graph. KG merepresentasikan pengetahuan dan hubungan antar relasirelasinya. Pada prinsipnya, KG terdiri atas concept (tokens dan types), relationship (binary dan multivariate relationship) (Zhang 2002). Verteks merepresentasikan konsep sedangkan edges merepresentasikan relasi atau hubungan antar konsep. Concept Tokens Token adalah node atau verteks pada KG yang diekspresikan dengan simbol. Penentuan token dilakukan berdasarkan subjektifitas manusia. Oleh karena itu, pendefinisian token antara manusia yang satu dan yang lain dapat berbeda. Types Dikarenakan penentuan token bersifat subjektif, maka diberikan types untuk melabelkan token. Relationship Relasi adalah hubungan yang menghubungkan antara satu konsep dan konsep yang lain. Dalam teori KG terdapat aspek ontologi yang mendefinisikan relasi antar konsep ini. Aspek ontologi terdiri atas token dan sembilan binary relationship, yaitu (Zhang 2002): 1 Similarity of sets, alikeness: Digunakan untuk menghubungkan sebuah type dengan token. Relasi dapat dilihat pada Gambar 1. Contoh: buku. Gambar 1 Contoh relasi. 2 Causality: CAU Relasi ini menggambarkan hubungan sebab akibat antara sesuatu yang saling memengaruhi seperti pada Gambar 2. Contoh: adik beli buku. Adik Gambar 2 Contoh relasi CAU. 3 Equality : EQU Relasi EQU antara dua token menunjukkan kedua token tersebut sederajat atau sama. 4 Subset Relationship : SUB Relasi ini menggambarkan token yang saling bertautan, sesuatu merupakan bagian atau subset dari yang lain. 5 Disparatness : DIS Digunakan untuk menyatakan token yang berbeda satu sama lain. 6 Attribution : PAR Digunakan untuk menyatakan suatu token merupakan atribut dari token yang lain, sepeti pada Gambar 3. Contoh: tinta hitam. Hitam adalah atribut warna dari tinta. Gambar 3 Contoh relasi PAR. 7 Ordering : ORD Digunakan untuk menunjukkan dua kejadian yang saling berurutan dalam hal waktu dan tempat. 8 Information Dependency : SKO Relasi ini digunakan berdasarkan konsep ketergantungan. 9 Ontologi FOCUS (F) F disimbolkan dengan, digunakan untuk menunjukkan fokus suatu graf. Contoh: petani menanam padi. Petani merupakan focus (Gambar 4). Petani Buku Hitam CAU CAU Beli PAR Tanam CAU CAU Tinta Gambar 4 Contoh ontologi Fokus. Buku Padi
12 3 Berikut 4 frame relationship: 1 Focusing on a situation : FPAR 2 Negation on a situation : NEGPAR 3 Possibility on a situation : POSPAR 4 Necessity on a situation : NECPAR Frame relationship digunakan untuk mengelompokkan beberapa graf. Relasi FPAR menyatakan sesuatu yang memiliki properti dari sesuatu yang lain. Relasi NEGPAR menyatakan negasi dari isi frame. Relasi POSPAR menyatakan kemungkinan terjadinya isi frame. Relasi NECPAR menyatakan keharusan terjadinya isi frame. Pada KG kata kerja hasil penelitian Muslik (2009) relasi yang digunakan adalah alikeness, causality dan attribution, sedangkan frame yang digunakan adalah FPAR. Word Graph Word graph adalah konsep dan relasi yang direpresentasikan dalam bentuk graf (Zhang 2002). Penggabungan dari word graph akan menghasilkan sentence graph dan penggabungan dari sentence graph akan menghasilkan text graph. Text graph merupakan tujuan akhir yang akan dicapai pada proses peringkasan dokumen. Proses ini terlihat pada Gambar 5. Word Graph Gambar 5 Pembentukan Text Graph. Pada hasil penelitian Muslik (2009) dihasilkan sepuluh bentuk pola aturan word graph kata kerja. XML Sentence Graph Text Graph XML, kependekan dari extensible Markup Language, adalah format berbasis teks (textbased) sederhana untuk merepresentasikan struktur informasi, baik informasi dari dokumen, data, konfigurasi, buku, dan masih banyak lagi. Saat ini, XML banyak digunakan untuk berbagi informasi yang terstruktur; antar-program, antar-orang per orang, antarkomputer dan manusia, baik lokal maupun jaringan. Hampir semua dokumen XML dapat diproses secara andal oleh perangkat lunak komputer (Liam Q Ian 1999 ). XML tidak berbeda secara signifikan dengan HTML. Salah satu perbedaan yang mendasar adalah XML didisain untuk transportasi dan penyimpanan data, berfokus pada informasi itu sendiri, bukan untuk menampilkan informasi seperti HTML (Junaedi 2003). Seperti halnya HTML, XML juga menggunakan elemen yang ditandai dengan tag pembuka (diawali dengan < dan diakhiri dengan > ), tag penutup (diawali dengan </ diakhiri > ) dan atribut elemen (parameter yang dinyatakan dalam tag pembuka seperti <form name= data >). Hanya bedanya, HTML mendefinisikan dari awal tag dan atribut yang dipakai di dalamnya, sedangkan pada XML kita bisa menggunakan tag dan atribut sesuai kehendak kita. XML untuk saat ini bukan pengganti HTML. Berikut contoh dokumen XML. <pesan> <dari>mis Manager</dari> <buat>computer Suport team</buat> <subyek>permohonan Tenaga kerja baru</subyek> <isi>mohon diberikan tenaga kerja baru untuk mengisi lowongan di Departemen MIS</isi> </pesan> XML memiliki sejumlah keunggulan dibanding format lainnya. Beberapa di antaranya adalah: Informasi dapat dipertukarkan dari satu sistem ke sistem lain yang berbeda platform. Misalnya dari Windows ke Unix, dari PC ke Machintos, bahkan dari internet ke telepon genggam dengan teknologi WAP. File XML berbentuk teks sehingga bisa dibaca tanpa menggunakan perangkat lunak khusus. XML dibandingkan HTML lebih fleksibel dalam kemampuannya menyimpan informasi dan data (Junaedi 2003). METODE PENELITIAN Penelitian kali ini secara garis besar akan dilakukan dengan tahapan seperti pada Gambar 6. Studi Literatur Pada tahap ini dilakukan pengumpulan materi yang dapat digunakan sebagai rujukan yang relevan dalam penelitian. Pola aturan kata kerja yang digunakan pada penelitian ini adalah hasil penelitian tesis Muslik (2009) yang berjudul Analisis Pembentukan Word
13 4 Graph Kata Kerja Menggunakan Metode Knowledge Graph. Metode representasi word graph merujuk pada skema XML skripsi Astriratma (2012) yang berjudul Representasi Word Graph Menggunakan XML untuk Kata Sifat dalam Bahasa Indonesia. Penjelasan lebih lanjut mengenai metode representasi dijelaskan pada tahap Perancangan XML. Mulai Konstruksi algoritme Perancangan XML Selesai Analisis Pola Gambar 6 Tahapan penelitian. Analisis pola dilakukan dengan mempelajari 10 pola word graph kata kerja yang telah terbentuk, yaitu menganalisis komponen-komponen pembentuk meliputi frame relationship yang digunakan, alur rekontruksi relasi, serta token dan fokus yang membentuk pola. Konstruksi Algoritme Pada tahap ini dilakukan konstruksi algoritme pembentukan word graph kata kerja berdasarkan hasil analisis. Algoritme yang dibentuk adalah tahapan atau alur membentuk pola word graph yang dimulai dari pembentukan komponen token, fokus, teks atau type, frame hingga pembentukan relasirelasi yang menghubungkan antar-komponen tersebut. Perancangan XML Studi Literatur Analisis Pola Analisis Hasil & Pengujian Dokumentasi dan Laporan Pada perancangan XML ada dua tahap yang akan dilakukan, yaitu penamaan tag dan pembentukan XML. Penamaan Tag Pada implementasi menggunakan XML dibutuhkan penamaan tag yang akan mendeskripsikan data yang digunakan. Pada tahap ini digunakan aturan penamaan tag sesuai dengan schema skripsi Astriratma (2012) yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pola word graph kata kerja, untuk standardisasi agar memudahkan pengembangan selanjutnya. Pembentukan XML Pada tahap ini dilakukan implementasi pembentukan algoritme word graph kata kerja pada hasil analisis menggunakan XML. Hasil yang diperoleh merupakan sepuluh dokumen XML untuk masing-masing aturan pembentukan word graph kata kerja. Analisis Hasil dan Pengujian Pada tahap ini, pola yang terbentuk akan dianalisis kesesuaiannya dengan hasil penelitian Muslik (2009). Skenario pengujian dilakukan dengan memasukkan modul pembentukan word graph kata kerja XML pada sistem KG viewer hasil penelitian Lesmana (2012) yang sedang dikembangkan. Apabila pola word graph tergambarkan pada kanvas KG viewer, berarti pola tersebut sudah benar. Perhitungan akurasi dilakukan dengan cara menghitung berapa banyak pola yang tergambarkan pada kanvas dibagi total pola. Akurasi = pola tergambarkan x akurasi kanvas total pola Dokumentasi dan Laporan Pada tahap ini akan dilakukan pendokumentasian semua hasil penelitian. Akan dihitung keakurasian hasil. Apabila ditemukan, masalah yang belum bisa diatasi akan dijadikan saran pada penelitian selanjutnya. Lingkungan Pengembangan Perangkat lunak yang digunakan adalah sebagai berikut: Sistem operasi Microsoft Windows 7 Professional; Notepad++ Spesifikasi perangkat keras yang digunakan sebagai berikut: Prosesor Intel Pentium Core 2 Duo;
14 5 RAM dengan kapasitas 2 GB; Harddisk dengan sisa kapasitas 10 GB; Keyboard; HASIL DAN PEMBAHASAN Studi Literatur Pada tahap ini dilakukan studi literatur dari beberapa penelitian terkait. Literatur pertama adalah hasil disertasi Zhang tahun 2002 yang membahas mengenai teori Knowledge Graph seperti dipaparkan pada tinjauan pustaka. Literatur kedua merupakan hasil tesis Muslik (2009) yang menjadi rujukan utama pada penelitian ini, yaitu Analisis Pembentukan Word Graph Kata Kerja Menggunakan Metode Knowledge Graph. Penelitian Muslik (2009) menghasilkan 65 pola kata kerja yang terdiri atas kata kerja dasar, kata kerja turunan, berupa kata kerja perulangan, kata kerja berimbuhan dengan kombinasi awalan me-, mem-, meng-, memper-, ter-, ber-, di-, diper-, ke-, sisipan meng-, mem-, me-, dan akhiran -an, -kan, -i. Pola word graph yang dihasilkan dari 65 pola kata kerja tersebut adalah sebanyak sepuluh pola yang terlampir pada Lampiran 1. Pada tahap pembuatan database kata kerja bahasa Indonesia, data diambil dari database kata kerja yang digunakan oleh Muslik (2009). Pemisahan komponen imbuhan kata kerja didasarkan pada Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ke-3. Sebagai contoh kata memproduksi, kata tersebut terbentuk dari kata kerja dasar produksi dengan awalan mem-. Tabel kata kerja bahasa Indonesia yang dibangun terdapat pada Lampiran 2. Analisis Pola Pada tahap ini dilakukan analisis pada seluruh pola word graph yang ada, yaitu dianalisis komponen-komponen apa yang membentuk pola serta relasi apa yang terjadi. Analisis keseluruhan pola terlampir pada Lampiran 3. Analisis pola 2 word graph kata kerja Bentuk umum Pola 2 word graph kata kerja terlihat pada Gambar 7. Gambar 7 Pola aturan word graph kata kerja tansitif aktif. Kata kerja Pola 2 direpresentasikan oleh fokus. Kata kerja yang dilambangkan oleh Pola 2 ini adalah jenis kata kerja transitif aktif yang membutuhkan objek. Sebagai contoh kata membuka di dalam kalimat umumnya didahului oleh kata benda sebagai subjek pelaku, diwakili oleh satu token yang memiliki relasi dari arah pelaku ke kata membuka, serta membutuhkan objek pelengkap yang dilambangkan oleh satu token dengan relasi dari kata membuka ke arah token objek. Pada kalimat aktif kata kerja memiliki prefiks me-/mem-/meng-. Pada kalimat ini, yang dijadikan fokus pembicaraan hanyalah pelaku dan kata kerja. Oleh karena itu, frame tidak mencakup objek pelengkap. Pola word graph kata membuka terlihat pada Gambar 8. Gambar 8 Pola aturan word graph membuka. Analisis komponen pembentuk Pola 2 word graph kata kerja tercantum pada Tabel 1, sedangkan relationships yang membentuk tercantum pada Tabel 2. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 9. Gambar 9 Analisis Pola 2 word graph kata kerja.
15 6 Tabel 1 Komponen pembentuk Pola 2 word graph kata kerja No Komponen No id Role Value/ Replace 1 Focus 1 2 Token 1 Subjek 3 Token 2 Objek 4 Text 1 KK/YES 5 Text 2 KD/YES 6 Relation 1 7 Relation CAU 2 8 Relation CAU 3 9 Relation 4 10 Frame terdiri atas: Focus id 1 Text id 2 Token id 1 Relation id 1 Relation id 2 1 Tabel 2 Relationships pembentuk Pola 2 Nomor id From To 1 Text id 2 Focus id 1 2 Token id 1 Fokcus id 1 3 Focus id 1 Token id 2 4 Text id 1 Frame id 1 Analisis pola 4 word graph kata kerja Analisis pembentukan pola 4 kata kerja intransitif reduplikasi (Ber-KD-KD) seperti terlihat pada Gambar 10. Gambar 11 Pola word graph lari. Analisis kebutuhan komponen pada word graph di atas terdaftar pada Tabel 3, relationships yang membentuk pola tercantum pada Tabel 4, dan word graph yang terbentuk terlihat pada Gambar 12. Tabel 3 Komponen pembentuk Pola 4 word graph kata kerja No Komponen No Value/ Role id Replace 1 Focus 1 2 Token 1 Subjek 3 Text 1 KK/YES 4 Text 2 KDYES 5 Relation 1 6 Relation 2 7 Relation CAU 3 8 Relation 4 9 Frame terdiri atas: Focus id 1 Text id 2 Token id 1 Relation id 1 Relation id 2 Relation id 3 1 Tabel 4 Relationships pembentuk pola 4 Gambar 10 Pola aturan word graph kata kerja intransitif reduplikasi ber-kd-kd. Contoh kata kerja intransitif reduplikasi adalah berlari-lari. Berlari-lari merupakan perbuatan yang dilakukan berulang-ulang dan ada makna bahwa perbuatan itu dilakukan tanpa ada tujuan yang jelas. Struktur kata kerja ini dapat dibentuk dari kata kerja dasar (KD) apa saja. Pembentukan pola word graph untuk contoh kata berlari-lari terlihat pada Gambar 11. Nomor id From To 1 Text id 2 Focus id 1 2 Focus id 1 Focus id 1 3 Token id 1 Focus id 1 4 Text id 1 Frame id 1 Gambar 12 Analisis Pola 4 word graph kata kerja.
16 7 Analisis Pola 5 word graph kata kerja Bentuk umum Pola 5 word graph kata kerja adalah seperti Gambar 13. Tabel 6 Relationships pembentuk Pola 5 Nomor id From To 1 Text id 2 Focus id 1 2 Focus id 1 Token id 1 3 Text id 1 Frame id 1 Gambar 13 Pola aturan word graph kata kerja intransitif ber-. Kata kerja yang menjadi fokus pada pola ini berarti atribut pada kata lain. Sebagai contoh kata berbunga. Kata ini tidak dapat berdiri sendiri. Kata berbunga merupakan atribut dari kata lain, misalnya pohon, dan berarti menghasilkan, pohon menghasilkan bunga. Oleh karena itu, kata kerja berbunga pada pola word graph akan dihubungkan pada sebuah token lain dengan menggunakan relasi PAR dengan arah panah dari fokus ke token seperti terlihat pada Gambar 14. Gambar 15 Analisis Pola 5 word graph kata kerja. Konstruksi Algoritme Konstruksi algoritme word graph kata kerja diawali dengan pembentukan semua komponen token, fokus, teks, relasi, dan frame. Relationships dibentuk paling akhir setelah semua komponen tergambarkan. Konstruksi algoritme Pola 2 Komponen yang digambarkan terlebih dahulu adalah semua komponen yang terdaftar pada Tabel 1 seperti Gambar 16. Gambar 14 Pola word graph berbunga. Analisis komponen pembentuk Pola 5 tercantum pada Tabel 5, sedangkan analisis relationship tercantum pada Tabel 6. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 15. Tabel 5 Komponen pembentuk Pola 5 word graph kata kerja No Komponen No id Value Replace 1 Focus 1 2 Token 1 3 Text 1 KK YES 4 Text 2 KD YES 5 Relation 1 6 Relation PAR 2 7 Relation 3 8 Frame terdiri atas: Focus id 1 Text id 2 Relation id 1 1 Gambar 16 Konstruksi algoritme Pola 2-1. Tahap berikutnya adalah menggambarkan relationships berurut berdasarkan nomor id relationships. id relationships 1 menghubungkan teks id 2 dan fokus id 1 dengan arah panah dari teks menuju fokus seperti Gambar 17. Gambar 17 Konstruksi algoritme Pola 2-2. id relationships 2 menghubungkan token id 1 dan fokus id 1 dengan arah panah dari token menuju fokus seperti pada Gambar 18.
17 8 id relationships 2 menggambarkan looping pada fokus id 1 seperti Gambar 23. Gambar 18 Konstruksi algoritme Pola 2-3. id relationships 3 menghubungkan token id 2 dan fokus id 1 dengan arah panah dari fokus menuju token seperti pada Gambar 19. Gambar 23 Konstruksi algoritme Pola 4-3. id relationships 3 menghubungkan token id 1 dan fokus id 1 dengan arah panah dari token menuju fokus seperti Gambar 24. Gambar 19 Konstruksi algoritme Pola 2-4. id relationships 4 menghubungkan teks id 1 dan frame id 1 dengan arah panah dari teks menuju frame seperti pada Gambar 20. Gambar 24 Konstruksi algoritme Pola 4-4. id relationships 4 menghubungkan teks id 1 dan frame id 1 dengan arah panah dari teks menuju frame seperti pada Gambar 25. Gambar 20 Konstruksi algoritme Pola 2-5. Konstruksi algoritme Pola 4 Komponen yang akan digambarkan terlebih dahulu adalah semua komponen yang terdaftar pada Tabel 3 mulai dari urutan 1 sampai 9, seperti Gambar 21. Gambar 25 Konstruksi algoritme Pola 4-5. Konstruksi algoritme Pola 5 Komponen yang akan digambarkan terlebih dahulu adalah semua komponen yang terdaftar pada Tabel 5 seperti Gambar 26. Gambar 21 Konstruksi algoritme Pola 4-1. Tahap berikutnya adalah menggambarkan relationships berurut berdasarkan nomor id relationships. id relationships 1 menghubungkan teks id 2 dan fokus id 1 dengan arah panah dari teks menuju fokus seperti Gambar 22. Gambar 26 Konstruksi algoritme Pola 5-1. Tahap berikutnya adalah menggambarkan relationship berurut berdasarkan nomor id relationship. id relationship 1 menghubungkan teks id 2 dan fokus id 1 dengan arah panah dari teks menuju fokus seperti Gambar 27. Gambar 22 Konstruksi algoritme Pola 4-2 Gambar 27 Konstruksi algoritme Pola 5-2.
18 9 id relationship 2 menghubungkan fokus id 1 dengan token id 1 dengan arah panah dari fokus menuju token seperti Gambar 28. Gambar 28 Konstruksi algoritme Pola 5-3. id relationship 3 menghubungkan teks id 1 dan frame id 1 dengan arah panah dari teks menuju frame seperti Gambar 29. Gambar 29 Konstruksi algoritme Pola 5-4. Perancangan XML Penamaan Tag Penamaan tag berdasarkan Astriratma (2012) sebagai berikut: tag <graph> </graph>, merupakan root element dari dokumen yang menampung elemen lain dan teks yang ada. tag <components> </components>, mewakili keseluruhan komponenkomponen pembentuk pola. tag <relationships> </relationships>, mewakili keseluruhan arah relations yang menghubungkan komponen satu dengan komponen lainnya. tag <token> </token>, menunjukkan suatu token. tag <focus> </focus>, menunjukkan suatu fokus. tag, menunjukkan suatu kebutuhan berupa text atau type. tag, menunjukkan hubungan yang digunakan. tag <frame> </frame>, menunjukkan suatu frame. tag <id> </id>, menunjukkan id suatu tag. tag <value> </value>, menunjukkan nilai. tag, menunjukkan arah parah relasi keluar. tag <replace> </replace>, ini menunjukkan kebutuhan suatu nilai yang dapat diubah atau tidak. tag, tag ini menunjukkan arah parah relasi masuk. tag <tokenid> </tokenid>, tag ini menunjukkan suatu token sesuai id yang digunakan. tag <focusid> </focusid>, tag ini menunjukkan suatu fokus sesuai id yang digunakan. tag <textid> </textid>, tag ini menunjukkan suatu kebutuhan berupa text atau type sesuai id yang digunakan. tag <relationid>, tag ini menunjukkan hubungan sesuai id yang digunakan. tag <frameid> </frameid>, tag ini menunjukkan suatu frame sesuai id yang digunakan. Token pada pola word graph kata kerja bahasa Indonesia hasil penelitian Muslik (2009) memiliki peran masing-masing yang tidak dapat digantikan, yaitu sebagai subjek atau objek pada kalimat. Oleh karena itu, pada schema pembentukan XML pola word graph kata kerja ditambahkan tag <role><role> yang menunjukkan peran suatu token. Pembentukan XML Pembentukan format XML disesuaikan dengan konsep KG berdasarkan penamaan tag yang dideskripsikan sebelumnya dan schema pembentukan XML word graph kata kerja terlampir pada Lampiran 4. Secara umum di dalam tag <graph></graph> pola dibagi ke dalam dua bagian utama, yaitu tag <components></components> dan tag <relationships></relationships>. Berikut adalah komponen-komponen serta relationships yang menyusun kedua tag: <components> <token> <id></id> <role></role> </token> <focus> <id></id> </focus> <id></id> <value></value> <replace></replace>
19 10 <id></id> <type></type> <frame> <id></id> </frame> </components> <relationships> <relationid> <tokenid></tokenid> <focusid></focusid> </relationships> Pola XML yang terbentuk dibuat terstruktur sesuai dengan schema pembentukan. Hasil keseluruhan pembentukan XML pola word graph kata kerja telampir pada Lampiran 4, sedangkan schema pembentukan XML terlampir pada Lampiran 5. Pembentukan XML Pola 2 word graph kata kerja Berdasarkan hasil analisis dan konstruksi algoritme pembentukan XML Pola 2, Tabel 1 berisi komponen pembentuk pola sedangkan pada Tabel 2 berisi relationships. Pembentukan XML tag <components> ialah sebagai berikut: <components> <token> <role>subjek</role> </token> <token> <role>objek</role> </token> <focus> </focus> <value>kk</value> <replace>yes </replace> <value>kd</value> <replace>yes</replace> <type></type> <type>cau</type> <id>3</id> <type>cau</type> <id>4</id> <type></type> <frame> <textid>2</textid> <tokenid>1</tokenid> <relationid>1 <relationid>2 </frame> </components> Pembentukan XML tag <relationships> ialah sebagai berikut: <relationships> <relationid>1 <textid>2</textid> <relationid>2 <tokenid>1</tokenid> <relationid>3 <tokenid>2</tokenid> <relationid>4 <textid>1</textid> <frameid>1</frameid> </relationships> Pembentukan XML Pola 4 word graph kata kerja Berdasarkan hasil analisis dan konstruksi algoritme pembentukan XML Pola 4, Tabel 3 berisi komponen pembentuk pola sedangkan pada Tabel 4 berisi relationships. Pembentukan XML tag <components> ialah sebagai berikut: <components> <token> <role>subjek</role> </token>
20 <focus> </focus> <value>kk</value> <replace>yes </replace> <value>kd</value> <replace>yes</replace> <type></type> <type></type> <id>3</id> <type>cau</type> <id>4</id> <type></type> <frame> <textid>2</textid> <tokenid>1</tokenid> <relationid>1 <relationid>2 <relationid>3 </frame> </components> Pembentukan XML tag <relationships> ialah sebagai berikut: <relationships> <relationid>1 <textid>2</textid> <relationid>2 <relationid>3 <tokenid>1</tokenid> <relationid>4 <textid>1</textid> <frameid>1</frameid> </relationships> Pembentukan XML Pola 5 word graph kata kerja Berdasarkan hasil analisis dan konstruksi algoritme pembentukan XML Pola 5, Tabel 8 berisi komponen pembentuk pola sedangkan pada Tabel 9 berisi relationships. Pembentukan XML tag <components> ialah sebagai berikut: <components> <token> <role>subjek</role> </token> <focus> </focus> <value>kk</value> <replace>yes </replace> <value>kd</value> <replace>yes</replace> <type></type> <type>par</type> <id>3</id> <type></type> <frame> <textid>2</textid> <tokenid>1</tokenid> <relationid>1 </frame> </components> Pembentukan XML tag <relationships> ialah sebagai berikut: <relationships> <relationid>1 <textid>2</textid> <relationid>2 <tokenid>1</tokenid>
21 <relationid>3 <textid>1</textid> <frameid>1</frameid> </relationships> Analisis Hasil dan Pengujian Sepuluh pola word graph kata kerja hasil penelitian Muslik (2009) dapat direpresentasikan ke dalam bentuk XML menggunakan Schema XML hasil penelitian Astriratma (2012) dengan penambahan peranan token sebagai subjek atau objek. Perubahan Schema terdapat pada baris ke-28, yaitu panambahan tag <role></role> Pengujian yang dilakukan adalah dengan memasukkan satu per satu file XML yang telah dibuat ke dalam kanvas KG viewer hasil penelitian Lesmana (2012). Hasilnya adalah tampilan sepuluh pola word graph kata kerja sesuai dengan hasil penelitian Muslik (2009) dengan akurasi: pola tergambarkan x 100 total pola 10 x Hasil yang diperoleh dari pengujian pada kanvas KG viewer terlampir pada Lampiran 6. Simpulan SIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menghasilkan modul XML aturan pembentukan pola word graph kata kerja bahasa Indonesia. DAFTAR PUSTAKA Alwi H, Dardjowidjojo S, Lapowila H, Moeliono AM Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Ed ke-3. Jakarta: Balai Pustaka. Astriratma R Representasi word graph menggunakan XML untuk kata sifat dalam bahasa Indonesia [skripsi]. Bogor: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor. Junaedi M Pengantar XML. Kuliah Umum IlmuKomputer.com Keraf G Tata Bahasa Indonesia untuk Sekolah Lanjutan Atas. Flores: Nusa Indah. Lesmana I Integrasi sistem viewer modul word graph dengan modul XML dalam bahasa Indonesia [skripsi]. Bogor: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor. Muslik A Analisis pembentukan word graph kata kerja menggunakan metode knowledge graph [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor Liam Q, Ian S G XML Specification Guide. Wiley Computer Publishing. Zhang L Knowledge Graph Theory and Structural Parsing [disertasi]. Netherlands: Twente University. Saran Penelitian ini dapat dikembangkan untuk membangun modul XML aturan pembentukan pola penggabungan beberapa word graph kata atau frasa kata.
22 LAMPIRAN
23 14 Lampiran 1 Pola aturan word graph kata kerja berdasarkan Muslik (2009) No Pola Contoh Word graph 1 Kata Kerja Dasar (KKD) Ber-KKD proses, berjumpa bangun, KKD 2 Meng-/mem-/me-KKD Meng-/mem-/me-KKD-kan Meng-/mem-/me-KB-kan Meng-/mem-/me-KS-kan Meng-/mem-/me-FP-kan Meng-/mem-/me-KKD-B Meng-/mem-/me-KS-i Memper-/berKKD-kan/-i Memper-Kb Memper-KS(-i) Meng-/mem-/me-KB-i membuka memberikan memfokuskan menjelaskan mengedepankan menempati mengirimi memperhitungkan memperalat memperlemah menggarami CAU CAU KD 3 Di-KKDt-(-i-kan) Ter-KKDt-(-i) Di-KB-i dipetik, disirami terbantu, tertanami digulai CAU CAU Diper-KS diperlebar KKD CAU 4 Meng-/mem-/me-KU menerka-nerka AL I KD Ber-KB berpijak PAR 5 Ber-KS berbajik Ber-KKan berhubungan KD 6 Ber-KB-kan Ber-KKD-an Meng-/mem-/me-KS Meng-/mem-/me-DT Meng-/mem-/me-KB Ke-KKD/KB/KS-an berdasarkan berlarian mengecil menginap menghukum ketumpahan, keterbatasan, kehausan CAU KD
24 15 Lanjutan No Pola Contoh Word graph CAU 7 Ter-KKDi-(-i) terbangun KD 8 KKDU jalan-jalan KKD CAU CAU 9 KKD-meng-/mem-/me-KKD tusuk-menusuk KKD CAU 10 Ber-KD-KD berlari-lari KD Catatan: KD = Kata Dasar, KKD = Kata Kerja Dasar, KKDt = Kata Kerja Dasar transitif, KKDi = Kata Kerja Dasar intransitif, KB = Kata Benda, KS = Kata Sifat, DT = Data terikat, KKDU = Kata Kerja Dasar Berulang, KU = Kata Berulang.
25 16 Lampiran 2 Tabel kata kerja pada database wg Pola WG Kata kerja Kata dasar Jenis KD Awalan Sisipan Akhiran POLA1 bangun bangun kkd POLA1 benci benci kkd POLA1 bagi bagi kkd POLA1 bangkit bangki kkd POLA1 kasih kasih kkd POLA1 kenal kenal kkd POLA1 lewat lewat kkd POLA1 mangkir mangkir kkd POLA1 percaya pecaya kkd POLA1 pingsan pingsan kkd POLA1 sakit saki kkd POLA1 sampai sampai kkd POLA1 sesak sesak kkd POLA1 surut surut kkd POLA1 tahan tahan kkd POLA1 cinta cinta kkd POLA1 diam diam kkd POLA1 lupa lupa kkd POLA1 lenyap lenyap kkd POLA1 lepas lepas kkd POLA1 patah patah kkd POLA1 roboh roboh kkd POLA1 rugi rugi kkd POLA1 sesat sesat kkd POLA1 sadar sadar kkd POLA1 suka suka kkd POLA1 ada ada kkd POLA1 balik balik kkd POLA1 bangkit bangkit kkd POLA1 balas balas kkd POLA1 hendak hendak kkd POLA1 hinggap hinggap kkd POLA1 ikut ikut kkd POLA1 ingat ingat kkd POLA1 mandi mandi kkd POLA1 minum minum kkd POLA1 selesai selesai kkd POLA1 ingin ingin kkd POLA1 sahut sahut kkd POLA1 bunuh bunuh kkd POLA1 bantu bantu kkd POLA1 buka buka kkd
26 17 Lanjutan Pola WG Kata kerja Kata dasar Jenis KD Awalan Sisipan Akhiran POLA1 beli beli kkd POLA1 balut balut kkd POLA1 butuh butuh kkd POLA1 bangun bangun kkd POLA1 jatuh jatuh kkd POLA1 jangkit jangkit kkd POLA1 masuk masuk kkd POLA1 mundur mundur kkd POLA1 timbul timbul kkd POLA1 tembak tembak kkd POLA1 turun turun kkd POLA1 tutup tutup kkd POLA1 tiba tiba kkd POLA1 terjun terjun kkd POLA1 tampil tampil kkd POLA1 mohon mohon kkd POLA1 muncul muncul kkd POLA1 mau mau kkd POLA1 minta minta kkd POLA1 mulai mulai kkd POLA1 pindah pindah kkd POLA1 naik naik kkd POLA1 jadi jadi kkd POLA1 karam karam kkd POLA1 kalah kalah kkd POLA1 keluar keluar kkd POLA1 bawa bawa kkd POLA1 bayar bayar kkd POLA1 duduk duduk kkd POLA1 cari cari kkd POLA1 cebur cebur kkd POLA1 gagal gagal kkd POLA1 hidup hidup kkd POLA1 hilang hilang kkd POLA1 hadap hadap kkd POLA1 lulus lulus kkd POLA1 lunas lunas kkd POLA1 luput luput kkd POLA1 lari lari kkd POLA1 lapor lapor kkd POLA1 lipat lipat kkd POLA1 mati mati kkd POLA1 makan makan kkd
27 18 Lanjutan Pola WG Kata kerja Kata dasar Jenis KD Awalan Sisipan Akhiran POLA1 putus putus kkd POLA1 pukul pukul kkd POLA1 punya punya kkd POLA1 potong potong kkd POLA1 pilih pilih kkd POLA1 singgah singgah kkd POLA1 tidur tidur kkd POLA1 terbit terbit kkd POLA1 terbang terbang kkd POLA1 tahu tahu kkd POLA1 tampak tampak kkd POLA1 usai usai kkd POLA1 tabur tabur kkd POLA1 sebar sebar kkd POLA1 tinggal tinggal kkd POLA1 kerja kerja kkd POLA2 melemparkan lempar kkd me kan POLA2 memandikan mandi kkd me kan POLA2 melukiskan lukis kkd me kan POLA2 menaikkan naik kkd me kan POLA2 menyejukkan sejuk ks me kan POLA2 memanasi panas kkd me i POLA2 melempar lempar kkd me POLA2 memahat pahat kkd me POLA2 memanggil panggil kkd me POLA2 memasak masak kkd me POLA2 memilih pilih kkd me POLA2 meningkat tingkat kkd me POLA2 memasang pasang kkd me POLA2 memeriksa periksa kkd me POLA2 membagi bagi kkd mem POLA2 membakar bakar kkd mem POLA2 memetik petik kkd me POLA2 memotong potong kkd me POLA2 membajak bajak kkd mem POLA2 membuang buang kkd mem POLA2 mengkaji kaji kkd meng POLA2 menghitung hitung kkd meng POLA2 membangun bangun kkd mem POLA2 membantu bantu kkd mem POLA2 membawa bawa kkd mem POLA2 membelah belah kkd mem POLA2 membeli beli kkd mem
28 19 Lanjutan Pola WG Kata kerja Kata dasar Jenis KD Awalan Sisipan Akhiran POLA2 memberi beri kkd mem POLA2 membelok belok kkd mem POLA2 membuka buka kkd mem POLA2 mengatur atur kkd meng POLA2 menggali gali kkd meng POLA2 memelihara pelihara kkd me POLA2 menyiram siram kkd me POLA2 mengambil ambil kkd meng POLA2 mengukur ukur kkd meng POLA2 mengikat ikat kkd meng POLA2 mengolah olah kkd meng POLA2 menggarap garap kkd meng POLA2 mengharap harap kkd meng POLA2 meminjam pinjam kkd me POLA2 memroses proses kkd me POLA2 memulai mulai kkd me POLA2 memukul pukul kkd me POLA2 mencangkul cangkul kkd me POLA2 memproduksi produksi kkd mem POLA2 memasakkan masak kkd me kan POLA2 memanggilkan panggil kkd me kan POLA2 membawakan bawa kkd mem kan POLA2 membelahkan belah kkd mem kan POLA2 membelikan beli kkd mem kan POLA2 memberikan beri kkd mem kan POLA2 membangkitkan bangkit kkd mem kan POLA2 membukakan buka kkd mem kan POLA2 mencurikan curi kkd me kan POLA2 meningkatkan tingkat kkd me kan POLA2 membelokkan belok kkd mem kan POLA2 membuatkan buat kkd mem kan POLA2 membagikan bagi kkd mem kan POLA2 membangunkan bangun kkd mem kan POLA2 menggoyangkan goyang kkd meng kan POLA2 menggorengkan goreng kkd meng kan POLA2 memasangkan pasang kkd me kan POLA2 membicarakan bicara kkd mem kan POLA2 meminjamkan pinjam kkd me kan POLA2 mencarikan cari kkd me kan POLA2 mengupaskan kupas kkd meng kan POLA2 mengambilkan ambil kkd meng kan POLA2 memilihkan pilih kkd me kan POLA2 menjualkan jual kkd me kan
29 20 Lanjutan Pola WG Kata kerja Kata dasar Jenis KD Awalan Sisipan Akhiran POLA2 mengisyaratkan isyarat kb meng kan POLA2 mengakibatkan akibat kb meng kan POLA2 merumahkan rumah kd me kan POLA2 meminggirkan pinggir kb me kan POLA2 memetieskan peties kb mem kan POLA2 memondokkan pondok kb mem kan POLA2 memojokkan pojok kb mem kan POLA2 menjagokan jago kb me kan POLA2 menganaktirikan anaktiri kb meng kan POLA2 merajakan raja kb me kan POLA2 mencita-citakan cita-cita kb me kan POLA2 melupakan lupa ks me kan POLA2 menghancurkan hancur ks meng kan POLA2 memendekkan pendek ks mem kan POLA2 menyegarkan segar ks me kan POLA2 mengecilkan kecil ks meng kan POLA2 membesarkan besar ks mem kan POLA2 memanjangkan panjang ks mem kan POLA2 meluaskan luas ks me kan POLA2 menghitamkan hitam ks meng kan POLA2 menghijaukan hijau ks meng kan POLA2 menguningkan kuning ks meng kan POLA2 mengemukakan ke muka fp meng kan POLA2 mengesampingkan ke samping fp meng kan POLA2 mengedepankan ke depan fp meng kan POLA2 mengeluarkan ke luar fp meng kan POLA2 mendatangi datang kkd me i POLA2 menduduki duduk kkd me i POLA2 memasuki masuk kkd me i POLA2 memanasi panas kkd me i POLA2 menulisi tulis kkd me i POLA2 memetiki petik kkd mem i POLA2 mengetahui tahu kkd meng i POLA2 mengajari ajar kkd meng i POLA2 menyirami siram kkd me i POLA2 memukuli pukul kkd mem i POLA2 mengirimi kirim kkd meng i POLA2 menaiki naik kkd me i POLA2 menjalani jalan kkd me i POLA2 menggulai gula kb meng i POLA2 menggarami garam kb meng i POLA2 membumbui bumbu kb mem i POLA2 meminyaki minyak kb me i
30 21 Lanjutan Pola WG Kata kerja Kata dasar Jenis KD Awalan Sisipan Akhiran POLA2 menamai nama kb me i POLA2 mengetuai ketua kb meng i POLA2 mengepalai kepala kb meng i POLA2 membelakangi belakang kb mem i POLA2 menerangi terang ks me i POLA2 mengotori kotor ks meng i POLA2 membasahi basah ks mem i POLA2 memperbesar besar ks memper POLA2 memperbaiki baik ks memper i POLA2 memperhalus halus ks memper POLA2 memperindah indah ks memper POLA2 memperlemah lemah ks memper POLA2 memperlambat lambat ks memper POLA2 memperingan ringan ks memper POLA2 mempersulit sulit ks memper POLA2 mempersukar sukar ks memper POLA2 mempersempit sempit ks memper POLA2 mempersingkat singkat ks memper POLA2 mempertinggi tinggi ks memper POLA2 memperluas luas ks memper POLA2 mempermudah mudah ks memper POLA2 memperpanjang panjang ks memper POLA2 memperpendek pendek ks memper POLA2 memperjelas jelas ks memper POLA2 memperkuat kuat ks memper POLA2 memperkecil kecil ks memper POLA2 memperkeruh keruh ks memper POLA2 memperberat berat ks memper POLA2 mempercantik cantik ks memper POLA2 mempercepat cepat ks memper POLA2 memperdalam dalam ks memper POLA2 memperalat alat kb memper POLA2 memperbudak budak kb memper POLA2 mempersuami suami kb memper POLA2 memperistri istri kb memper POLA2 memperhamba hamba kb memper POLA2 memperkuda kuda kb memper POLA2 mempertemukan bertemu berkkd memper kan POLA2 mempersatukan bersatu berkkd memper kan POLA2 memperistrikan beristri berkkd memper kan POLA2 mempersuamikan bersuami berkkd memper kan POLA2 mempertunangkan bertunang berkkd memper kan POLA2 memperhitungkan berhitung berkkd memper kan
31 22 Lanjutan Pola WG Kata kerja Kata dasar Jenis KD Awalan Sisipan Akhiran POLA2 mempersenjatai bersenjata berkkd memper i POLA2 memperbincangkan berbincang berkkd memper kan POLA2 memperingati beringat berkkd memper i POLA2 memperjuangkan berjuang berkkd memper kan POLA2 mempertanyakan bertanya berkkd memper kan POLA2 mempergunjingkan bergunjing berkkd memper kan POLA3 terbangun bangun kkdt ter POLA3 terangkat angkat kkdt ter POLA3 teratasi atas kkdt ter i POLA3 terbawa bawa kkdt ter POLA3 terbantu bantu kkdt ter POLA3 terbelah belah kkdt ter POLA3 terbuka buka kkdt ter POLA3 tertanami tanam kkdt ter i POLA3 terbuang buang kkdt ter POLA3 terbagi bagi kkdt ter POLA3 terbeli beli kkdt ter POLA3 terbakar bakar kkdt ter POLA3 tercapai capai kkdt ter POLA3 teringat ingat kkdt ter POLA3 terimbangi imbang kkdt ter i POLA3 terjangkau jangkau kkdt ter POLA3 terjual jual kkdt ter POLA3 terletak letak kkdt ter POLA3 terpelihara pelihara kkdt ter POLA3 terpilih pilih kkdt ter POLA3 terlempar lempar kkdt ter POLA3 termasuk masuk kkdt ter POLA3 termakan makan kkdt ter POLA3 terpanggil panggil kkdt ter POLA3 terpasang pasang kkdt ter POLA3 terpenuhi penuh kkdt ter i POLA3 tertukar tukar kkdt ter POLA3 tertelan telan kkdt ter POLA3 terpotong potong kkdt ter POLA3 tersirami siram kkdt ter i POLA3 dipersulit sulit ks diper POLA3 dipersukar sukar ks diper POLA3 diperpanjang panjang ks diper POLA3 diperpendek pendek ks diper POLA3 diperkecil kecil ks diper POLA3 diperbesar besar ks diper POLA3 diperluas luas ks diper
32 23 Lanjutan Pola WG Kata kerja Kata dasar Jenis KD Awalan Sisipan Akhiran POLA3 dipersempit sempit ks diper POLA3 dipertinggi tinggi ks diper POLA3 diperendah rendah ks diper POLA3 diperdalam dalam ks diper POLA3 diperberat berat ks diper POLA3 diperjelas jelas ks diper POLA3 dipermudah mudah ks diper POLA3 diperindah indah ks diper POLA3 dibelakangi belakang kb di i POLA3 digulai gula kb di i POLA3 diketuai ketua kb di i POLA3 dikepalai kepala kb di i POLA3 digarami garam kb di i POLA3 dinamai nama kb di i POLA3 diajari ajar kkdt di i POLA3 dibagi bagi kkdt di POLA3 dibajak bajak kkdt di POLA3 dibakar bakar kkdt di POLA3 dibangun bangun kkdt di POLA3 dibantu bantu kkdt di POLA3 dibawa bawa kkdt di POLA3 dibelah belah kkdt di POLA3 dibeli beli kkdt di POLA3 diberi beri kkdt di POLA3 dibuka buka kkdt di POLA3 dibuang buang kkdt di POLA3 dibumbui bumbu kkdt di i POLA3 dimasak masak kkdt di POLA3 dimasuki masuk kkdt di i POLA3 dilempar lempar kkdt di POLA3 disiram siram kkdt di POLA3 ditulisi tulis kkdt di i POLA3 dipotong potong kkdt di POLA3 diperiksa periksa kkdt di POLA3 dipelihara pelihara kkdt di POLA3 dipetik petik kkdt di POLA3 dipahat pahat kkdt di POLA3 dipanggil panggil kkdt di POLA3 dicangkul cangkul kkdt di POLA3 digali gali kkdt di POLA3 dipasang pasang kkdt di POLA3 dipillih pilih kkdt di POLA3 didatangi datang kkdt di i
33 24 Lanjutan Pola WG Kata kerja Kata dasar Jenis KD Awalan Sisipan Akhiran POLA3 diduduki duduk kkdt di i POLA3 dipetiki petik kkdt di i POLA3 dipakai pakai kkdt di POLA3 ditinggalkan tinggal kkdt di kan POLA4 menyobek-nyobek sobek ku me POLA4 menerka-nerka terka ku me POLA4 menimang-nimang timang ku me POLA4 mengutak-atik utak-atik ku meng POLA4 mencorat-coret coret ku me POLA5 berhalangan halangan kb ber POLA5 beralasan alasan kkan ber POLA5 beraturan aturan kkan ber POLA5 berawalan awalan kkan ber POLA5 berakhiran akhiran kkan ber POLA5 beranggapan anggapan kkan ber POLA5 berbatasan batasan kkan ber POLA5 berbalasan balasan kkan ber POLA5 berciuman ciuman kkan ber POLA5 berhalangan halangan kkan ber POLA5 berlumuran lumuran kkan ber POLA5 bermusuhan musuhan kkan ber POLA5 berpelukan pelukan kkan ber POLA5 berpacaran pacaran kkan ber POLA5 bersentuhan sentuhan kkan ber POLA5 bercucuran cucuran kkan ber POLA5 bergelimpangan gelimpangan kkan ber POLA5 bergandengan gandengan kkan ber POLA5 berhubungan hubungan kkan ber POLA5 beratap atap kb ber POLA5 berakhir akhir kb ber POLA5 beristri istri kb ber POLA5 berjumlah jumlah kb ber POLA5 berjalan jalan kb ber POLA5 berkata kata kb ber POLA5 beranak anak kb ber POLA5 berbentuk bentuk kb ber POLA5 berkeinginan keinginan kb ber POLA5 berkorban korban kb ber POLA5 bersekolah sekolah kb ber POLA5 bersenjata senjata kb ber POLA5 bersepeda sepeda kb ber POLA5 berstatus status kb ber POLA5 bersuara suara kb ber
34 25 Lanjutan Pola WG Kata kerja Kata dasar Jenis KD Awalan Sisipan Akhiran POLA5 bersumber sumber kb ber POLA5 berkokok kokok kb ber POLA5 bertelur telur kb ber POLA5 berpemimpin pemimpin kb ber POLA5 berpenduduk penduduk kb ber POLA5 berkereta api kereta api kb ber POLA5 berlayar layar kb ber POLA5 berhasil hasil kb ber POLA5 berbunyi bunyi kb ber POLA5 bercita-cita cita-cita kb ber POLA5 berbedak bedak kb ber POLA5 berkeringat keringat kb ber POLA5 berkualitas kualitas kb ber POLA5 berposisi posisi kb ber POLA5 berkepemimpinan kepemimpinan kb ber POLA5 berkunang-kunang kunang-kunang kb ber POLA5 berladang ladang kb ber POLA5 bermasalah masalah kb ber POLA5 berprinsip prinsip kb ber POLA5 bergembira gembira ks ber POLA5 berbahagia bahagia ks ber POLA5 bersedih sedih ks ber POLA5 bersenang hati senang hati ks ber POLA5 berterus terang terus terang ks ber POLA5 berbaik hati baik hati ks ber POLA5 bermalam malam kb ber POLA5 berbunga bunga kb ber POLA6 berdasarkan dasar kb ber kan POLA6 berbatasan batas kkd ber an POLA6 bercucuran cucur kkd ber an POLA6 berseberangan seberang kkd ber an POLA6 bersentuhan sentuh kkd ber an POLA6 merakyat rakyat kb me POLA6 menyemut semut kb me POLA6 menguning kuning ks meng POLA6 kedinginan dingin ks ke an POLA6 kesakitan sakit kkd ke an POLA6 kepanasan panas ks ke an POLA6 kelaparan lapar kkd ke an POLA6 kemalaman malam kb ke an POLA6 ketiduran tidur kkd ke an POLA6 kejatuhan jatuh kkd ke an POLA6 kehabisan habis ks ke an
35 26 Lanjutan Pola WG Kata kerja Kata dasar Jenis KD Awalan Sisipan Akhiran POLA6 ketumpahan tumpah kkd ke an POLA6 kehilangan hilang kkd ke an POLA6 kemasukan masuk kkd ke an POLA6 kebanjiran banjir kkd ke an POLA6 mengalir alir dt meng POLA6 membaur baurk dt mem POLA6 menginap inap dt meng POLA6 mengerang erang dt meng POLA6 menggigil gigil dt meng POLA6 memburuk buruk ks mem POLA6 membusuk busuk ks mem POLA6 membesar besar ks mem POLA6 mengecil kecil ks meng POLA6 membeku beku ks mem POLA6 mencair cair ks me POLA6 membaik baik ks mem POLA6 membisu bisu ks mem POLA6 meluas luas ks me POLA6 melemah lemah ks me POLA6 mengeras keras ks meng POLA6 mengeruh keruh ks meng POLA6 menghijau hijau ks meng POLA6 mengering kering ks meng POLA6 meleleh leleh ks me POLA6 memanjang panjang ks mem POLA6 memendek pendek ks mem POLA6 mengalah kalah ks meng POLA6 menguat kuat ks meng POLA6 mengalami alami ks meng POLA6 membukit bukit kb mem POLA6 menghukum hukum kb meng POLA6 meraung raung kb me POLA6 merotan rotan kb me POLA6 memisau pisau kb me POLA6 merokok rokok kb me POLA6 menepi tepi kb me POLA6 mendarat darat kb mem POLA6 membatu batu kb mem POLA6 mendarah daging darah daging kb me POLA6 mengopi kopi kb meng POLA6 mengutara utara kb meng POLA6 melaut laut kb me POLA6 membabibuta babibuta kb mem
36 27 Lanjutan Pola WG Kata kerja Kata dasar Jenis KD Awalan Sisipan Akhiran POLA6 mencicit cicit kb me POLA6 mengarang karang kb meng POLA6 menggambar gambar kb meng POLA6 mengail kail kb meng POLA6 merumput rumput kb me POLA6 memupuk pupuk kb me POLA6 menyupir supir kb me POLA6 berdatangan datang kkd ber an POLA6 bercintaan cinta kkd ber an POLA6 berdekatan dekat kkd ber an POLA6 berduaan dua kkd ber an POLA6 berguguran gugur kkd ber an POLA6 berhamburan hambur kkd ber an POLA6 bermunculan muncul kkd ber an POLA6 berpergian pergi kkd ber an POLA6 bersebelahan sebelah kkd ber an POLA6 bersahutan sahut kkd ber an POLA6 bertaburan tabur kkd ber an POLA6 berseberangan seberang kkd ber an POLA6 beterbangan terbang kkd ber an POLA6 berpukulan pukul kkd ber an POLA6 berjatuhan jatuh kkd ber an POLA6 berjauhan jauh kkd ber an POLA6 berlarian lari kkd ber an POLA6 berpencaran pencar kkd ber an POLA6 bermesraan mesra kkd ber an POLA6 bersamaan sama kkd ber an POLA6 beristrikan istri kb ber kan POLA6 beratapkan atap kb ber kan POLA6 berasaskan asas kb ber kan POLA7 terduduk duduk kkdi ter POLA7 terbenam benam kkdi ter POLA7 tertidur tidur kkdi ter POLA7 terjatuh jatuh kkdi ter POLA7 terbangun bangun kkdi POLA8 makan-makan makan kkdu POLA8 jalan-jalan jalan kkdu POLA8 suka-suka suka kkdu POLA8 duduk-duduk duduk kkdu POLA8 batuk-batuk batuk kkdu POLA8 mandi-mandi mandi kkdu POLA8 minum-minum minum kkdu POLA8 lari-lari lari kkdu
37 28 Lanjutan Pola WG Kata kerja Kata dasar Jenis KD Awalan Sisipan Akhiran POLA9 pukul-memukul pukul kkd mem POLA9 tusuk-menusuk tusuk kkd me POLA9 bantu-membantu bantu kkd mem POLA9 tolong-menolong tolong kkd me POLA9 bahu-membahu bahu kkd mem POLA9 tutup-menutupi tutup kkd me POLA9 hormat-menghormati hormat kkd meng POLA10 berjalan-jalan jalan kd ber POLA10 berputar-putar putar kd ber POLA10 berlari-lari lari kd ber
38 29 Lampiran 3 Analisis pola No Pola Word graph Analisis pola 1 Pola 1 Fokus : 1 Relasi : 1 Type : 1 Relationships : 1 2 Pola 2 4 KK 1 Token : 2 Fokus : 1 Relasi : 4 Frame : 1 Type : 2 Relationships : 4 3 Pola 3 4 KK 1 Token : 2 Fokus : 1 Relasi : 4 Frame : 1 Type : 2 Relationships : 4 4 Pola 4 4 KK 1 Token : 1 Fokus : 1 Relasi : 4 Frame : 1 Type : 2 Relationships : 4 5 Pola 5 3 KK 1 Token : 1 Fokus : 1 Relasi : 3 Frame : 1 Type : 2 Relationships : 3 6 Pola 6 3 KK 1 Token : 2 Fokus : 1 Relasi : 3 Frame : 1 Type : 2 Relationships : 3 7 Pola 7 3 KK 1 Token : 1 Fokus : 1 Relasi : 3 Frame : 1 Type : 2 Relationships : 3
39 30 Lanjutan No Pola Word graph Analisis pola 8 Pola 8 Fokus : 1 Relasi : 2 Type : 1 Relationships : 2 9 Pola 9 3 KK 1 Token : 1 Fokus : 1 Relasi : 4 Frame : 1 Type : 2 Relationships : 4 10 Pola10 3 KK 1 Token : 1 Fokus : 1 Relasi : 4 Frame : 1 Type : 2 Relationships : 4 Keterangan warna : : token : relasi & relationships : fokus : frame : type n
40 Lampiran 4 File XML word graph kata kerja POLA 1 <?xml version="1.0"?> <graph> <components> <focus> </focus> <value>kkd</value> <replace>yes</replace> <type></type> </components> <relationships> <relationid>1 <textid>1</textid> </relationships> </graph> POLA 2 <?xml version="1.0"?> <graph> <components> <focus> </focus> <token> <role>subject</role> </token> <token> <role>object</role> </token> <value>kk</value> <replace>yes</replace> <value>kd</value> <replace>yes</replace> <type></type> <type>cau</type> <id>3</id> <type>cau</type> <id>4</id> <type></type> <frame> <tokenid>1</tokenid> <relationid>1 <relationid>2 <textid>2</textid> </frame> </components> <relationships> <relationid>1 <textid>2</textid> <relationid>2 <tokenid>1</tokenid> <relationid>3 <tokenid>2</tokenid> <relationid>4 <textid>1</textid> <frameid>1</frameid> </relationships> </graph> 31
41 POLA 3 <?xml version="1.0"?> <graph> <components> <focus> </focus> <token> <role>object</role> </token> <token> <role>subject</role> </token> <value>kk</value> <replace>yes</replace> <value>kdd</value> <replace>yes</replace> <type></type> <type>cau</type> <id>3</id> <type>cau</type> <id>4</id> <type></type> <frame> <tokenid>2</tokenid> <relationid>1 <relationid>3 <textid>2</textid> </frame> </components> <relationships> <relationid>1 <textid>2</textid> <relationid>2 <tokenid>1</tokenid> <relationid>3 <tokenid>2</tokenid> <relationid>4 <textid>1</textid> <frameid>1</frameid> </relationships> </graph> POLA 4 <?xml version="1.0"?> <graph> <components> <focus> </focus> <token> <role>subject</role> </token> <value>kk</value> <replace>yes</replace> <value>kd</value> <replace>yes</replace> <type></type> <type>cau</type> <id>3</id> <type>cau</type> <id>4</id> <type></type> <frame> <tokenid>1</tokenid> <relationid>1 <relationid>1 Lanjutan 32
42 <relationid>3 <textid>2</textid> </frame> </components> <relationships> <relationid>1 <textid>2</textid> <relationid>2 <relationid>3 <tokenid>1</tokenid> <relationid>4 <textid>1</textid> <frameid>1</frameid> </relationships> </graph> POLA 5 <?xml version="1.0"?> <graph> <components> <focus> </focus> <token> <role>subject</role> </token> <value>kk</value> <replace>yes</replace> <value>kd</value> <replace>yes</replace> <type></type> <type>par</type> <id>3</id> <type></type> <frame> <relationid>1 <textid>2</textid> </frame> </components> <relationships> <relationid> <textid>2</textid> <relationid>2 <tokenid>1</tokenid> <relationid>3 <textid>1</textid> <frameid>1</frameid> </relationships> </graph> Lanjutan 33
43 POLA 6 <?xml version="1.0"?> <graph> <components> <focus> </focus> <token> <role>subject</role> </token> <value>kk</value> <replace>yes</replace> <value>kd</value> <replace>yes</replace> <type></type> <type>cau</type> <id>3</id> <type></type> <frame> <tokenid>1</tokenid> <relationid>1 <relationid>2 <textid>2</textid> </frame> </components> <relationships> <relationid>1 <textid>2</textid> <relationid>2 <tokenid>1</tokenid> <relationid>3 <textid>1</textid> <frameid>1</frameid> </relationships> </graph> POLA 7 <?xml version="1.0"?> <graph> <components> <focus> </focus> <token> <role>subject</role> </token> <value>kk</value> <replace>yes</replace> <value>kd</value> <replace>yes</replace> <type></type> <type>cau</type> <id>3</id> <type></type> <frame> <tokenid>1</tokenid> <relationid>1 <relationid>2 <textid>2</textid> </frame> </components> Lanjutan 34
44 <relationships> <relationid>1 <textid>2</textid> <relationid>2 <tokenid>1</tokenid> <relationid>3 <textid>1</textid> <frameid>1</frameid> </relationships> </graph> Pola 8 <?xml version="1.0"?> <graph> <components> <focus> </focus> <value>kkd</value> <replace>yes</replace> <type></type> <type></type> </components> <relationships> <relationid>1 <textid>1</textid> <relationid>2 </relationships> </graph> POLA 9 <?xml version="1.0"?> <graph> <components> <focus> </focus> <token> <role>subject</role> </token> <token> <role>subject</role> </token> <value>kk</value> <replace>yes</replace> <value>kkd</value> <replace>yes</replace> <type></type> <type>cau</type> <id>3</id> <type>cau</type> <id>4</id> <type></type> <frame> Lanjutan 35
45 <tokenid>1</tokenid> tokenid>2</tokenid> <relationid>1 <relationid>2 <relationid>3 <textid>2</textid> </frame> </components> <relationships> <relationid>1 <textid>2</textid> <relationid>2 <tokenid>1</tokenid> <relationid>3 <tokenid>2</tokenid> <relationid>4 <textid>1</textid> <frameid>1</frameid> </relationships> </graph> POLA 10 <?xml version="1.0"?> <graph> <components> <focus> </focus> <token> <role>subject</role> </token> <value>kk</value> <replace>yes</replace> <value>kd</value> <replace>yes</replace> <type></type> <type>cau</type> <id>3</id> <type>cau</type> <id>4</id> <type></type> <frame> <tokenid>1</tokenid> <relationid>1 <relationid> <relationid>3 <textid>2</textid> </frame> </components> <relationships> <relationid>1 <textid>2</textid> <relationid>2 <relationid>3 <tokenid>1</tokenid> <relationid>4 <textid>1</textid> <frameid>1</frameid> </relationships> </graph> Lanjutan 36
46 37 Lampiran 5 Dokumen XSD <?xml version="1.0" encoding="utf-8"?> - <xs:schema xmlns:xs=" <xs:element name="graph" type="graphtype" /> - <xs:complextype name="graphtype"> - <xs:sequence> <xs:element name="components" type="componentstype" minoccurs="1" maxoccurs="unbounded" /> <xs:element name="relationships" type="relationshipstype" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> </xs:sequence> </xs:complextype> - <xs:complextype name="componentstype"> - <xs:sequence> <xs:element name="focus" type="focustype" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> <xs:element name="token" type="tokentype" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> <xs:element name="text" type="texttype" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> <xs:element name="relation" type="relationtype" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> <xs:element name="frame" type="frametype" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> <xs:element name="frame_relationships" type="f_reltype" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> </xs:sequence> </xs:complextype> - <xs:complextype name="focustype"> - <xs:sequence> <xs:element name="id" type="xs:positiveinteger" /> </xs:sequence> </xs:complextype> - <xs:complextype name="tokentype"> - <xs:sequence> <xs:element name="id" type="xs:positiveinteger" /> <xs:element name="role" type="xs:string" minoccurs="0" maxoccurs="1"/> </xs:sequence> </xs:complextype> - <xs:complextype name="texttype"> - <xs:sequence> <xs:element name="id" type="xs:positiveinteger" /> <xs:element name="value" type="xs:string" /> <xs:element name="replace" type="xs:string" /> </xs:sequence> </xs:complextype> - <xs:complextype name="relationtype"> - <xs:sequence> <xs:element name="id" type="xs:positiveinteger" /> <xs:element name="type" type="xs:string" /> </xs:sequence> </xs:complextype> - <xs:complextype name="frametype"> - <xs:sequence> <xs:element name="id" type="xs:positiveinteger" /> <xs:element name="tokenid" type="xs:positiveinteger" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> <xs:element name="relationid" type="xs:positiveinteger" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> <xs:element name="textid" type="xs:positiveinteger" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> <xs:element name="focusid" type="xs:positiveinteger" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> </xs:sequence> </xs:complextype> - <xs:complextype name="f_reltype"> - <xs:sequence> <xs:element name="id" type="xs:positiveinteger" /> <xs:element name="type" type="xs:string" /> <xs:element name="tokenid" type="xs:positiveinteger" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> <xs:element name="frame_relationshipsid" type="xs:positiveinteger" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> </xs:sequence> </xs:complextype> - <xs:complextype name="relationshipstype"> - <xs:sequence> <xs:element name="relationid" type="relationidtype" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> </xs:sequence> </xs:complextype> - <xs:complextype name="relationidtype" mixed="true"> - <xs:sequence> <xs:element name="from" type="fromtype" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> <xs:element name="to" type="totype" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> <xs:element name="tokenid" type="xs:positiveinteger" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" />
47 38 Lanjutan <xs:element name="focusid" type="xs:positiveinteger" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> - </xs:sequence> </xs:complextype> - <xs:complextype name="fromtype"> - <xs:sequence> <xs:element name="textid" type="xs:positiveinteger" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> <xs:element name="tokenid" type="xs:positiveinteger" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> <xs:element name="focusid" type="xs:positiveinteger" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> <xs:element name="frameid" type="xs:positiveinteger" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> </xs:sequence> </xs:complextype> - <xs:complextype name="totype"> - <xs:sequence> <xs:element name="textid" type="xs:positiveinteger" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> <xs:element name="focusid" type="xs:positiveinteger" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> <xs:element name="tokenid" type="xs:positiveinteger" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> <xs:element name="frameid" type="xs:positiveinteger" minoccurs="0" maxoccurs="unbounded" /> </xs:sequence> </xs:complextype> </xs:schema>
48 39 Lampiran 6 Hasil uji pola word graph kata kerja Kasus uji Masukan Hasil yang diuji Pola 1 word graph kata kerja Pola 2 word graph kata kerja Pola 3 word graph kata kerja Pola 4 word graph kata kerja Pola 5 word graph kata kerja Pola 6 word graph kata kerja Pola 7 word graph kata kerja Pola 8 word graph kata kerja Pola 9 word graph kata kerja Pola 10 word graph kata kerja File XML word graph kata kerja Pola 1 File XML word graph kata kerja Pola 2 File XML word graph kata kerja Pola 3 File XML word graph kata kerja Pola 4 File XML word graph kata kerja Pola 5 File XML word graph kata kerja Pola 6 File XML word graph kata kerja Pola 7 File XML word graph kata kerja Pola 8 File XML word graph kata kerja Pola 9 File XML word graph kata kerja Pola 10 Word graph pola ke-1 Word graph pola ke-2 Word graph pola ke-3 Word graph pola ke-4 Word graph pola ke-5 Word graph pola ke-6 Word graph pola ke-7 Word graph pola ke-8 Word graph pola ke-9 Word graph pola ke-10 Tergambarkan (Ya/Tidak) Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA KERJA MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH AKHMAD MUSLIK
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA KERJA MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH AKHMAD MUSLIK SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI Dengan
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA SIFAT MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH USEP RAHMAT
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA SIFAT MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH USEP RAHMAT SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI Dengan
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA KERJA MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH AKHMAD MUSLIK
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA KERJA MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH AKHMAD MUSLIK SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI Dengan
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA KETERANGAN MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH RUSIANA SAMBA
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA KETERANGAN MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH RUSIANA SAMBA SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2010 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI
2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kata Benda Batasan dan Ciri Kata Benda yang + kata sifat Kata Benda Dasar
3 2 TINJAUAN PUSTAKA Ada dua masalah yang menjadi tinjauan dalam menganalisis pembentukan kata benda pada bahasa Indonesia menggunakan teori knowledge graph. Pertama, masalah aturan pembentukan kata benda
I PENDAHULUAN II TINJAUAN PUSTAKA
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Cara termudah untuk mendapatkan informasi dari sebuah teks adalah dengan meringkasnya, karena membaca sebuah ringkasan tidak memerlukan waktu lama, dibandingkan
HASIL DAN PEMBAHASAN. pembentukan pola word graph, pengujian pola word graph, analisis hasil pengujian.
yang sesuai dengan pola tersebut. Di lain pihak, jika hasil dari stemming berupa pola kata dasar dan imbuhan yang tidak ada dalam pola kata kerja menurut Ahmad Muslik (2009) dan gagal dalam proses pengenalan,
KONSTRUKSI ATURAN PENGGABUNGAN DUA GRAF KALIMAT (The Construction of a Rule to Combine Two Sentence Graphs)
SNGKA, Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra Volume 11 Nomor 1 Edisi Juni 2014 (16 25) KONSTRUKSI ATURAN PENGGABUNGAN DUA GRAF KMAT (The Construction of a Rule to Combine Two Sentence Graphs) Ayu Amanah, Sri
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini diberikan beberapa penjelasan yang akan digunakan pada bab-bab selanjutnya. 1. Kelas Kata Semantik (Yunani : semanein = berarti, bermaksud; semanticos = makna) adalah
2 LANDASAN TEORI 2.1 Knowledge Graph (KG) Concept Relations
2 LANDASAN TEORI 2.1 Knowledge Graph (KG) Knowledge graph adalah suatu metode yang digunakan untuk menganalisis teks dan merepresentasikannya ke dalam bentuk graf (Zhang dan Hoede 2000). Menurut Zhang
PENAMBAHAN MODUL PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA KERJA PADA APLIKASI BOGORDELFTCONSTRUCT CHRISTIAN HENRY
PENAMBAHAN MODUL PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA KERJA PADA APLIKASI BOGORDELFTCONSTRUCT CHRISTIAN HENRY DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR
REPRESENTASI WORD GRAPH FRASA KETERANGAN BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN XML CIPTA WIRASWASTA
REPRESENTASI WORD GRAPH FRASA KETERANGAN BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN XML CIPTA WIRASWASTA DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012 REPRESENTASI
PENGEMBANGAN WORDNET BAHASA INDONESIA BERBASIS WEB
PENGEMBANGAN WORDNET BAHASA INDONESIA BERBASIS WEB RIYAN ADI LESMANA DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012 PENGEMBANGAN WORDNET BAHASA
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA BENDA MENGGUNAKAN TEORI KNOWLEDGE GRAPH HAIRUL SALEH
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA BENDA MENGGUNAKAN TEORI KNOWLEDGE GRAPH HAIRUL SALEH SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI Dengan
REPRESENTASI WORD GRAPH KATA KETERANGAN BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN XML NERI PETRI ANTI
REPRESENTASI WORD GRAPH KATA KETERANGAN BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN XML NERI PETRI ANTI DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012 REPRESENTASI
PENGEMBANGAN SISTEM PEMBENTUKAN WORD GRAPH UNTUK TEKS BERBAHASA INDONESIA DENI ROMADONI
PENGEMBANGAN SISTEM PEMBENTUKAN WORD GRAPH UNTUK TEKS BERBAHASA INDONESIA DENI ROMADONI DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009 PENGEMBANGAN
PENAMBAHAN REPRESENTASI WORD GRAPH MENGGUNAKAN XML UNTUK FRASA PREPOSISIONAL DALAM BAHASA INDONESIA RESTI SINTYA ERVINA
PENAMBAHAN REPRESENTASI WORD GRAPH MENGGUNAKAN XML UNTUK FRASA PREPOSISIONAL DALAM BAHASA INDONESIA RESTI SINTYA ERVINA DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH FRASA KETERANGAN MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH ZIKRI SULISTIAWAN
ANSIS PEMBENTUKAN W GRAPH FRASA KETERANGAN MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH ZIKRI SULISTIAWAN SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2011 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI Dengan
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA SIFAT MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH USEP RAHMAT
ANSIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA SIFAT MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH USEP RAHMAT SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI Dengan ini
PENAMBAHAN MODUL PEMBENTUKAN KAMUS WORD GRAPH KATA BENDA PADA SISTEM APLIKASI BOGORDELFTCONSTRUCT ARIFA DESFAMITA
PENAMBAHAN MODUL PEMBENTUKAN KAMUS WORD GRAPH KATA BENDA PADA SISTEM APLIKASI BOGORDELFTCONSTRUCT ARIFA DESFAMITA DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN
ANALISIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA KERJA MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH AKHMAD MUSLIK
ANSIS PEMBENTUKAN WORD GRAPH KATA KERJA MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH AKHMAD MUSLIK SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI Dengan ini
PERBANDINGAN METODE KNOWLEDGE GRAPH DAN METODE CONCEPTUAL GRAPH SEBAGAI TEKNIK REPRESENTASI TEKS BERBAHASA INDONESIA KUNEDI
PERBANDINGAN METODE KNOWLEDGE GRAPH DAN METODE CONCEPTUAL GRAPH SEBAGAI TEKNIK REPRESENTASI TEKS BERBAHASA INDONESIA KUNEDI DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT
2 TINJAUAN PUSTAKA. Beberapa definisi, teori, dan konsep yang akan digunakan dalam pembahasan selanjutnya akan dijelaskan pada bagian ini.
4 2 TINJAUAN PUSTAKA Beberapa definisi, teori, dan konsep yang akan digunakan dalam pembahasan selanjutnya akan dijelaskan pada bagian ini. 2.1 Klausa Subordinatif 2.1.1 Klausa Satuan sintaksis dalam bahasa
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pada bagian ini dijelaskan beberapa definisi, teori, dan konsep yang akan digunakan dalam pembahasan bab-bab selanjutnya.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bagian ini dijelaskan beberapa definisi, teori, dan konsep yang akan digunakan dalam pembahasan bab-bab selanjutnya. 2.1 Kata Kerja Kelas kata dalam bahasa Indonesia yang akan
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Masalah Penelitian yang sudah pernah membuat sistem ini berhasil menciptakan pembangkitan pertanyaan non-factoid secara otomatis dengan menggunakan tiga jenis
HASIL DAN PEMBAHASAN. listen to customer. build/revise. mock-up. customer test-drives
4 dilakukan oleh Muslik (2009). Tahap selanjutnya yaitu pembuatan modul word graph kata kerja pada KG_EDITOR. Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam pembuatan modul kata kerja ini yaitu prototype.
ANALISIS PEMBENTUKAN POLA GRAF PADA KALIMAT BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH YASIN YUSUF
i ANSIS PEMBENTUKAN POLA GRAF PADA KMAT BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH YASIN YUSUF SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2014 ii PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER
ANALISIS TEKS BERBAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN TEORI KNOWLEDGE GRAPH RUSIYAMTI SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2008
i ANSIS TEKS BERBAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN TEORI KNOWLEDGE GRAPH RUSIYAMTI SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2008 ii PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INORMASI Dengan ini saya menyatakan
INTEGRASI DATA SEMITERSTRUKTUR SECARA SKEMATIK BERBASIS XML (EXTENSIBLE MARKUP LANGUAGE) TITIN PRAMIYATI K.
INTEGRASI DATA SEMITERSTRUKTUR SECARA SKEMATIK BERBASIS XML (EXTENSIBLE MARKUP LANGUAGE) TITIN PRAMIYATI K. SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2008 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER
MODUL WORD GRAPH KATA BENDA PADA KG_EDITOR BERBASIS JAVA DESKTOP RANI DWIJAYANTI
MODUL WORD GRAPH KATA BENDA PADA KG_EDITOR BERBASIS JAVA DESKTOP RANI DWIJAYANTI DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012 MODUL WORD GRAPH
KONSTRUKSI POLA WORD GRAPH FRASA KATA MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH MAHMUDA
KONSTRUKSI POLA WORD GRAPH FRASA KATA MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE GRAPH MAHMUDA SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2010 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI Dengan ini saya
INTEGRASI DATA SEMITERSTRUKTUR SECARA SKEMATIK BERBASIS XML (EXTENSIBLE MARKUP LANGUAGE) TITIN PRAMIYATI K.
INTEGRASI DATA SEMITERSTRUKTUR SECARA SKEMATIK BERBASIS XML (EXTENSIBLE MARKUP LANGUAGE) TITIN PRAMIYATI K. SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2008 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER
TEMPORAL QUESTION ANSWERING SYSTEM BAHASA INDONESIA ADI DARLIANSYAH
TEMPORAL QUESTION ANSWERING SYSTEM BAHASA INDONESIA ADI DARLIANSYAH DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012 TEMPORAL QUESTION ANSWERING
CROSS LANGUAGE QUESTION ANSWERING SYSTEM MENGGUNAKAN PEMBOBOTAN HEURISTIC DAN RULE BASED SELAMET SUBU
CROSS LANGUAGE QUESTION ANSWERING SYSTEM MENGGUNAKAN PEMBOBOTAN HEURISTIC DAN RULE BASED SELAMET SUBU DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR
PEMANFAATAN TEKNIK STEMMING UNTUK APLIKASI TEXT PROCESSING BAHASA INDONESIA SKRIPSI. Oleh : SEPTIAN BAGUS WAHYONO NPM :
PEMANFAATAN TEKNIK STEMMING UNTUK APLIKASI TEXT PROCESSING BAHASA INDONESIA SKRIPSI Oleh : SEPTIAN BAGUS WAHYONO NPM : 0734010126 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS
APLIKASI PENGOLAHAN DATA PEMASANGAN SPEEDY PADA KOPERASI PEGAWAI TELKOM (KOPEGTEL) DENGAN MENGGUNAKAN DELPHI 2007 DAN SQL.
APLIKASI PENGOLAHAN DATA PEMASANGAN SPEEDY PADA KOPERASI PEGAWAI TELKOM (KOPEGTEL) DENGAN MENGGUNAKAN DELPHI 2007 DAN SQL. SERVER 2008 Andry Satriawan Jurusan Manajemen Informatika POLTEK PalComTech Palembang
PEMBENTUKAN PASSAGE DALAM QUESTION ANSWERING SYSTEM UNTUK DOKUMEN BAHASA INDONESIA SYAHRUL FATHI
PEMBENTUKAN PASSAGE DALAM QUESTION ANSWERING SYSTEM UNTUK DOKUMEN BAHASA INDONESIA SYAHRUL FATHI DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012
BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. Konsep adalah ide-ide, penggambaran hal-hal atau benda-benda ataupun
BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Konsep adalah ide-ide, penggambaran hal-hal atau benda-benda ataupun gejala sosial, yang dinyatakan dalam istilah atau kata (Malo dkk., 1985:
HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Pola Word Graph Kata Benda 1 Listen to Customer 2 Build or Revise Mock-up Customer Test Drives Mock-up
4 Listen to customer Gambar 1 Diagram metode pengembangan prototype. 1 Listen to Customer Tahap listen to customer merupakan tahap untuk melakukan pengumpulan kebutuhan pengguna (requirements gathering).
MODUL WORD GRAPH KATA KERJA PADA KG_EDITOR BERBASIS DESKTOP NI MADE FEBRYANTINI DWI ARINY
i MODUL WORD GRAPH KATA KERJA PADA KG_EDITOR BERBASIS DESKTOP NI MADE FEBRYANTINI DWI ARINY DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN
PENGGEROMBOLAN DUA TAHAP DESA-DESA DI JAWA TENGAH ALIFTA DIAH AYU RETNANI
PENGGEROMBOLAN DUA TAHAP DESA-DESA DI JAWA TENGAH ALIFTA DIAH AYU RETNANI DEPARTEMEN STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012 RINGKASAN ALIFTA DIAH AYU RETNANI.
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Informasi Dan Data Informasi di jaman modern seperti ini sangat dibutuhkan oleh setiap individu maupun suatu organisasi. Karena informasi dapat digunakan sebagai bahan
Penggunaan Struktur Data Pohon Berakar dalam XML
Penggunaan Struktur Data Pohon Berakar dalam XML Luthfi Chandra Fibrian - 13510047 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
UKDW BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah SMA Negeri Sumatera Selatan merupakan salah satu SMA yang menjadi pusat perhatian bagi siswa SMP di provinsi Sumatera Selatan. SMA yang berdiri dibawah naungan
RANCANG BANGUN SISTEM PENILAIAN PRAKTIKUM BERBASIS JSON WEB SERVICE PADA LAB. BASIS DATA UPN VETERAN JATIM
RANCANG BANGUN SISTEM PENILAIAN PRAKTIKUM BERBASIS JSON WEB SERVICE PADA LAB. BASIS DATA UPN VETERAN JATIM SKRIPSI Oleh: DWI ENGGAL PRAYOGA 0735010038 JURUSAN SISTEM INFORMASI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
Gambar 2 Tahapan metode penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN
Desain Tahapan desain pada penelitian ini berupa perancangan antarmuka sistem dengan pengguna. Tahapan ini juga menjelaskan proses kerja sistem. Implementasi Tahapan implementasi mencakup batasan sistem,
BAB I PENDAHULUAN. Orasi ilmiah DR. Arry Akhmad Arman, Fakultas Teknologi Industri, ITB, 23 Agustus
BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG MASALAH llmu komputer memiliki dua komponen utama; pertama, model dan gagasan mendasar mengenai komputasi, kzdua, teknik rekayasa untuk perancangan sistem komputasi
PENERAPAN METODE RULE-BASED DENGAN UNSUPERVISED LEARNING UNTUK PELABELAN DOKUMEN BERBAHASA INDONESIA. M Karibun H S
PENERAPAN METODE RULE-BASED DENGAN UNSUPERVISED LEARNING UNTUK PELABELAN DOKUMEN BERBAHASA INDONESIA Oleh: M Karibun H S G64101053 DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian merupakan sistematika tahap-tahap yang dilaksanakan dalam pembuatan tugas akhir. Adapun tahapan yang dilalui dalam pelaksanaan penelitian ini adalah
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Pada bab ini akan menjelaskan analisis dan perancangan sistem dari aplikasi translator bahasa Indonesia Sunda, Sunda Indonesia berbasis mobile dengan menggunakan metode
: Diploma III Manajemen Informatika. : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. MENYETUJUI, 1. Komisi Pembimbing, Mengetahui,
Judul Tugas Akhir Nama Mahasiswa : MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PELAJARAN PENGENALAN KOMPUTER SMP DENGAN MACROMEDIA FLASH : Ari Yoga Wicaksono Nomor Pokok Mahasiswa : 0807051020 Program Studi Fakultas
TATA KATA DAN TATA ISTILAH BAHASA INDONESIA
TATA KATA DAN TATA ISTILAH BAHASA INDONESIA Tata bentukan dan tata istilah berkenaan dengan kaidah pembentukan kata dan kaidah pembentukan istilah. Pembentukan kata berkenaan dengan salah satu cabang linguistik
PENERAPAN SEMANTIC SEARCHING BERBASIS ONTOLOGI PADA PERPUSTAKAAN DIGITAL
PENERAPAN SEMANTIC SEARCHING BERBASIS ONTOLOGI PADA PERPUSTAKAAN DIGITAL i SKRIPSI S U L H A N 041401025 PROGRAM STUDI S-1 ILMU KOMPUTER DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
KINERJA PROTOKOL ROUTING DALAM KOMUNIKASI REAL-TIME PADA JARINGAN BERKABEL DAMAS WIDYATMOKO
KINERJA PROTOKOL ROUTING DALAM KOMUNIKASI REAL-TIME PADA JARINGAN BERKABEL DAMAS WIDYATMOKO DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012 KINERJA
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Spesifikasi Rancangan Pada sub bab spesifikasi rancangan ini akan di bahas mengenai spesifikasi perangkat lunak dan spesifikasi perangkat keras. IV.1.1. Spesifikasi Perangkat
IDENTIFIKASI JENIS SHOREA (MERANTI) MENGGUNAKAN ALGORITME VOTING FEATURE INTERVALS 5 BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAUN EVI SUSANTI
IDENTIFIKASI JENIS SHOREA (MERANTI) MENGGUNAKAN ALGORITME VOTING FEATURE INTERVALS 5 BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAUN EVI SUSANTI DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
LAPORAN TUGAS AKHIR STEGANOGRAFI PESAN TEXT KEDALAM VIDEO FORMAT MP4 MENGGUNAKAN METODE SPREAD SPECTRUM JARINGAN KOMPUTER
LAPORAN TUGAS AKHIR STEGANOGRAFI PESAN TEXT KEDALAM VIDEO FORMAT MP4 MENGGUNAKAN METODE SPREAD SPECTRUM JARINGAN KOMPUTER ANAK AGUNG GDE BAGUS SURYAWAN NIM. 0608605063 JURUSAN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA
BAB I PENDAHULUAN. dari lapisan atas sampai lapisan bawah. Bahasa surat kabar harus lancar agar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sekarang kita dapat dengan mudah memperoleh informasi mengenai berbagai peristiwa yang terjadi di dalam atau luar negeri melalui media elektronik atau cetak. Setiap
BAB III METODE PENELITIAN
21 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Pada bab ini akan dipaparkan skema umum penelitian yang dilakukan untuk mempermudah dalam melakukan penelitian. Dalam penelitian ini terdapat dua tahapan
PENYELESAIAN MASALAH PENGIRIMAN PAKET KILAT UNTUK JENIS NEXT-DAY SERVICE DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PEMBANGKITAN KOLOM. Oleh: WULAN ANGGRAENI G
PENYELESAIAN MASALAH PENGIRIMAN PAKET KILAT UNTUK JENIS NEXT-DAY SERVICE DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PEMBANGKITAN KOLOM Oleh: WULAN ANGGRAENI G54101038 PROGRAM STUDI MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU
Kemampuan Siswa Kelas XI SMAN 8 Pontianak Menentukan Unsur Kebahasaan Dalam Teks Cerita Ulang Biografi
Kemampuan Siswa Kelas XI SMAN 8 Pontianak Menentukan Unsur Kebahasaan Dalam Teks Cerita Ulang Biografi Astri Saraswati, Martono, Syambasril Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNTAN, Pontianak
EFEKTIVITAS PROGRAM PELATIHAN BIDANG MANAJERIAL BAGI KARYAWAN PT GRAND TEXTILE INDUSTRY BANDUNG. Oleh : Janjan Nurjanah
EFEKTIVITAS PROGRAM PELATIHAN BIDANG MANAJERIAL BAGI KARYAWAN PT GRAND TEXTILE INDUSTRY BANDUNG Oleh : Janjan Nurjanah PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN AGRIBISNIS SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN
ABSTRAKSI TEKS BERBAHASA INDONESIA MENGUNAKAN TEORI KNOWLEDGE GRAPH DIMAS FEBRIATMOKO
ABSTRAKSI TEKS BERBAHASA INDONESIA MENGUNAKAN TEORI KNOWLEDGE GRAPH DIMAS FEBRIATMOKO DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2011 ABSTRAK DIMAS
UJI DAN APLIKASI KOMPUTASI PARALEL PADA JARINGAN SYARAF PROBABILISTIK (PNN) UNTUK PROSES KLASIFIKASI MUTU BUAH TOMAT SEGAR
UJI DAN APLIKASI KOMPUTASI PARALEL PADA JARINGAN SYARAF PROBABILISTIK (PNN) UNTUK PROSES KLASIFIKASI MUTU BUAH TOMAT SEGAR oleh: MOH. KHAWARIZMIE ALIM F14101030 2006 FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT
APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PADA DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS POLDA SUMBAR
APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PADA DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS POLDA SUMBAR Janero Kennedy 1) 1) Magister Teknik Informatika, STMIK AMIKOM, Kota Yogyakarta. Jl Ring road Utara, Condongcatur,
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Untuk implementasi pada Oke Bakery ada spesifikasi-spesifikasi yang dibutuhkan
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Rencana Implementasi Untuk implementasi pada Oke Bakery ada spesifikasi-spesifikasi yang dibutuhkan sehingga program aplikasi dapat berjalan. Berikut adalah spesifikasinya.
EKSPANSI KUERI MENGGUNAKAN KAMUS KEDOKTERAN PADA SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI BERBAHASA INDONESIA ENENG MARYANI
EKSPANSI KUERI MENGGUNAKAN KAMUS KEDOKTERAN PADA SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI BERBAHASA INDONESIA ENENG MARYANI DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN
BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam pengembangan perangkat lunak, tim developer membangun cetak
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam pengembangan perangkat lunak, tim developer membangun cetak biru sebuah perangkat lunak dalam sebuah model. Dengan adanya model tersebut, maka pembangunan
PENGEMBANGAN FUZZY INFERENSI SISTEM UNTUK SELEKSI METODE PENINGKATAN PEROLEHAN MINYAK TINGKAT LANJUT INDAH MUSI INDRIA DEWI G
PENGEMBANGAN FUZZY INFERENSI SISTEM UNTUK SELEKSI METODE PENINGKATAN PEROLEHAN MINYAK TINGKAT LANJUT INDAH MUSI INDRIA DEWI G651034074 SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009 SURAT PERNYATAAN
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan salah satu komponen yang paling penting dalam kehidupan manusia. Dalam bentuk tulisan, bahasa menyimpan pengetahuan dari satu generasi ke generasi
Universitas Bina Nusantara. Jurusan Teknik Informatika Program Studi Ilmu Komputer Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil 2007 / 2008
Universitas Bina Nusantara Jurusan Teknik Informatika Program Studi Ilmu Komputer Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil 2007 / 2008 ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI PENERJEMAH BAHASA INDONESIA KE DALAM
SISTEM INFORMASI PENJUALAN OLEH - OLEH KHAS MEDAN PADA RANIA HOME MADE BERBASIS WEB
SISTEM INFORMASI PENJUALAN OLEH - OLEH KHAS MEDAN PADA RANIA HOME MADE BERBASIS WEB LAPORAN TUGAS AKHIR Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Diploma 3 Oleh NOVITA SARI NIM :
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM
31 BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisis Analisa masalah dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan
BAB I PENDAHULUAN. dan berguna untuk kebutuhan-kebutuhan tertentu. Perkembangan teknologi. ini juga terus berkembang pesat. Ini disebabkan oleh
1 BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Saat ini suatu sistem aplikasi komputer sangatlah diperlukan untuk mempermudah kerja. Dengan adanya aplikasi tersebut kita dapat mengolah data yang kita miliki untuk
BAB III ANALISIS DAN EVALUASI
BAB III ANALISIS DAN EVALUASI 3.1 Analisis Prosedur Yang Berjalan Prosedur yang berjalan pada proses pemindahbukuan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sumedang saat ini adalah : 1. Wajib Pajak (WP) mengajukan
Sistem Informasi Geografis untuk Perguruan Tinggi Negeri Di Indonesia
Sistem Informasi Geografis untuk Perguruan Tinggi Negeri Di Indonesia Oleh : I G.L.A. Oka Cahyadi P. NRP 5106100061 Pembimbing I : Umi Laili Yuhana, S.Kom, M.Sc NIP 132309747 Pembimbing II : Hadziq Fabroyir,
RANCANG BANGUN PEREKAM DATA KELEMBABAN RELATIF DAN SUHU UDARA BERBASIS MIKROKONTROLER
RANCANG BANGUN PEREKAM DATA KELEMBABAN RELATIF DAN SUHU UDARA BERBASIS MIKROKONTROLER Oleh: Acta Withamana C64104073 PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN INSTITUT
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi sudah semakin maju. Beberapa aplikasi text mining awal menggunakan penyajian sederhana yang disebut dengan bag-ofwords' ketika
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lembaga pendidikan mempunyai peran yang sangat vital dalam melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di era globalisasi. Untuk membentuk sumber
BAB I PENDAHULUAN. Politeknik Telkom Bandung merupakan salah satu politeknik yang berada. naungan YPT (Yayasan Pensiun Telkom).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Politeknik Telkom Bandung merupakan salah satu politeknik yang berada di bawah naungan YPT (Yayasan Pensiun Telkom). Politeknik Telkom betujuan untuk menghasilkan tenaga
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN Chatbot adalah sebuah program komputer yang dirancang untuk mensimulasikan sebuah percakapan atau komunikasi yang interaktif kepada pengguna (manusia) melalui bentuk
ANALISIS GRAFOLOGI BERDASARKAN HURUF a DAN t MENGGUNAKAN ALGORITME K-NEAREST NEIGHBOR AMANDA KARATIKA HUBEIS
ANALISIS GRAFOLOGI BERDASARKAN HURUF a DAN t MENGGUNAKAN ALGORITME K-NEAREST NEIGHBOR AMANDA KARATIKA HUBEIS DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR
PENGEMBANGAN MODEL SINGLE SIGN-ON UNTUK LAYANAN INTERNET DAN PROXY IPB PRIYO PUJI NUGROHO
PENGEMBANGAN MODEL SINGLE SIGN-ON UNTUK LAYANAN INTERNET DAN PROXY IPB PRIYO PUJI NUGROHO DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012 PENGEMBANGAN
