Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
|
|
|
- Suhendra Widjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: Kajian Proses Pengendalian Kualitas dan Kuantitas Udara pada Sistem Ventilasi Penambangan Emas Bawah Tanah PT Cibaliung Sumberdaya di Kec CimangguKab Pandeglang Banten Study of Quality and Quantity of Air Controlling Process on Ventilation System in Underground Gold Mining in PT Cibaliung Sumberdaya at Cimanggu Residence Kab Pandeglang - Banten 1 Lucky Rojab Rifansyah, 2 Dudi Nasrudin, 3 Sriyanti 1,2,3 Prodi Teknik Pertambangan, FakultasTeknik, Universitas Islam Bandung, Jl. Tamansari No.1 Bandung [email protected], Abstract. PT.Cibaliung Sumberdaya is one of the companies mining which working in the area of mining industry gold ore.mining system used in the company of this is a system mining underground by using the method cut and fill.important problem that must be considered in activities mining underground the system ventilation pertinent to the matter respiratory, it is in are caused by because of a lack of the quality and quantity of clean air good that in need handling good to ventilation System tissue have in use by PT CSD consisting of 2 ( two ) a unit to which it is attached each installed in block Cibitung and block Cikoneng.from second play fan distributed by comparison 60 % and 40 %.System tissue ventilation in block Cibitung consisting of 5 ( five ) a unit forcing booster fan consisting of 2 ( two ) a unit booster 37 Kw installed at Xcut-4 and 1 ( one ) of units at Xcut-7, 1 ( one ) a unit booster fan 55 Kw, 1 ( one ) a unit booster fan 55 Kw, 1 ( one ) a unit booster fan 11 Kw and 1 ( one ) a unit main fan.discharge the air on location main fan block Cibitung reached m 3 /second, the value of the debt is 96 % of the number of air supplied by so that air that goes to cross cut are not met, so that arising problems where the air that goes to play fan too large.based on the discussion over so that aspects subjects of subjects about the problems in the play fan with discharge m3 per second.solve the problem, required actions has improving tissue play fan by doing engineering on a network play fan through the installation of prisoners regulator to dimension long 2 meters and 4 meters width so that the number of discharge air entering to play fan reduced Keywords : Vantilasi system, the quality and quantity of air, gold mining Abstrak. PT. Cibaliung Sumberdaya merupakan salah satu perusahaan tambang yang bergerak di bidang industri penambangan bijih emas. Sistem penambangan yang digunakan di perusahaan ini adalah sistem penambangan bawah tanah (underground mining) dengan menggunakan metode cut and fill.permasalahan penting yang harus diperhatikan dalam aktifitas penambangan bawah tanah yaitu system ventilasi.sistem ventilasi berhubungan dengan masalah pernafasan,hal ini di sebabkan karena kurangnya kualitas dan kuantitas udara bersih yang baik sehingga di perlukan penanganan yang baik pada sistem ventilasi. System jaringan ventilasi yang di gunakan oleh PT CSD terdiri dari 2 ( dua ) unit yang terpasang masing masing terpasang di Blok Cibitung dan Blok Cikoneng.dari kedua Main Fan tesebut didistribusikan dengan perbandingan 60% dan 40%.System jaringan ventilasi di blok cibitung terdiri dari 5 ( lima ) unit Forcing Booster Fan terdiri dari 2 ( dua ) unit Booster Kw yang terpasang pada Xcut-4 dan 1 ( satu ) unit pada Xcut-7, 1 ( satu ) unit Booster Fan 55 Kw,1 ( satu ) unit Booster Fan 55 Kw,1 ( satu ) unit Booster Fan 11 Kw dan 1 ( satu ) unit Main Fan.Debit udara pada lokasi Main Fan Blok Cibitung mencapai m 3 /detik, nilai tersebut merupakan 96% dari jumlah udara yang disuplai sehingga udara yang masuk ke Cross cut tidak terpenuhi, sehingga timbul permasalahan dimana udara yang masuk ke Main Fan terlalu besar.berdasarkan uraian di atas sehingga aspek bahasan yang diteliti mengenai permasalahan di jaringan main fan dengan debit m3/detik. Untuk mengatasi masalah tersebut,diperlukan tidakan perbaikan terhadap jaringan main fan dengan melakukan perekayasaan pada jaringan main fan melalui pemasangan tahanan regulator dengan dimensi panjang 2 meter dan lebar 4 meter sehingga jumlah debit udara yang masuk ke main fan berkurang. Kata kunci : Sistem Vantilasi, Kualitas dan Kuantitas Udara, Penambangan emas 638
2 Kajian Proses Pengendalian Kualitas dan Kuantitas Udara 639 A. Pendahuluan PT. Cibaliung Sumberdaya merupakan salah satu perusahaan tambang yang bergerak di bidang industri pertambangan bijih emas. Sistem penambangan yang digunakan di perusahaan ini adalah sistem penambangan bawah tanah (underground mining) dengan menggunakan metode cut and fill. Dalam teknologi penambangan bawah tanah dimana pekerja dan pekerjaan yang dilaksanakan tidak berhubungan secara langsung dengan udara bebas, maka hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya adalah mengenai sistem pengaturan udara atau ventilasi tambang. Dimana ventilasi tambang ini berfungsi untuk menyediakan dan mengalirkan udara segar ke dalam tambang untuk keperluan menyediakan udara bersih dan segar bagi pernafasan para pekerja didalam tambang dan juga bagi segala proses yang terjadi dalam tambang yang memerlukan oksigen. Fungsi lain dari ventilasi ini adalah untuk melarutkan dan membawa keluar dari tambang segala pengotor dari gas-gas yang ada di dalam tambang sehingga tercapai keadaan kandungan gas dalam udara yang memenuhi syarat bagi pernafasan, selain itu untuk menyingkirkan debu yang berada dalam aliran ventilasi tambang bawah tanah hingga ambang batas yang diperkenankan dan mengatur panas juga kelembaban udara sehingga dapat diperoleh suasana atau lingkungan kerja yang nyaman. Pada area cross cut 4 terjadi permasalahan berupa kebocoran dan kerusakan dimensi dact sehingga kecepatan, debit,kelembaban serta persentase udara pada cross cut selanjutnya mengalami head lose sehingga penulis melaksanakan kajian terhadap kualitas dan kuantitas pada blok Cibitung. B. Landasan Teori Ventilasi tambang adalahilmu yang mempelajaritentangpengendalian terhadappergerakan udara, arahpergerakannya dan jumlahnya (Mine Ventilation And Air Conditioning, Howard I. Hartman, 1982). Ventilasi tambang berfungsi untuk menyediakan dan mengalirkan udara segar ke dalam tambang untuk keperluan penyediaan udara segar (oksigen) bagi pernapasan para pekerja dalam tambang dan juga bagi segala proses yang terjadi di dalam tambang yang memerlukan oksigen. Udara tambang meliputi campuran antara udara atmosfir dengan emisi gas - gas dalam tambang serta bahan-bahan pengotornya. Parameter kualitas udara meliputi gas, debu, temperatur serta kelembaban udara. Standar udara yang bersih adalah udara yang mempunyai komposisi sama atau mendekati dengan komposisi udara atmosfir pada keadaan normal. Udara segar normal yang dialirkan pada ventilasi tambang terdiri dari Nitrogen, Oksigen, Karbondioksida, Argon dan Gas-gas lain. Komposisi udara segar dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Komposisi Udara Segar Unsur Persen Volume (%) PersenBerat (%) Nitrogen (N 2 ) Oksigen (O 2 ) Karbondioksida CO 2 ) Argon (Ar), dll 78,09 20, ,93 75,53 23,14 0,046 1,284 (sumber : Hartman, 1982) Teknik Pertambangan,Gelombang 2, Tahun Akademik
3 640 Lucky Rojab Rifansyah, et al. Dalam perhitungan ventilasi tambang selalu dianggap bahwa udara segar normal terdiri dari : Nitrogen = 79%, dan Oksigen = 21%.Disamping itu dianggap bahwa udara segar akan selalu mengandung karbondioksida (CO 2 ) sebesar 0,03%. Udara dalam ventilasi tambang selalu mengandung uap air, tidak pernah ada udara yang benar-benar kering. Karena itu akan selalu ada istilah kelembaban udara. Jenis-jenis ventilasi dapat digolongkan berdasarkan beberapa hal berikut ini antara lain : 1. Penggolongan berdasarkan metode pembangkitan daya ventilasi, terdiri dari : ventilasi alami dan ventilasi mekanis. 2. Penggolongan berdasarkan tekanan ventilasi pada ventilasi mesin, terdiri dari : ventilasi tiup dan ventilasi sedot. 3. Penggolongan berdasarkan letak intake dan Outake airway, terdiri dari : ventilasi terpusat dan ventilasi diagonal. Jika suatu tambang memiliki dua shaft yang saling berhubungan pada kedalaman tertentu, sejumlah udara akan mengalir masuk ke dalam tambang meskipun tanpa alat mekanis. Ventilasi alam disebabkan udara pada downcast shaft lebih dingin dari udara padaupcast shaft. Dan juga dipengaruhi oleh perbedaan tekanan dan densitas udara antara dua shaft yang saling berhubungan tersebut. Ventilasi alami terjadi karena perbedaan temperatur di dalam dan luar stope. Temperatur di dalam stope akan mempengaruhi terjadinya ventilasi alami. Apabila terdapat perbedaan temperatur intake airway dan returnairway yangketinggianmulut pit intakedan Outakenya berbeda, akan timbul perbedaan kerapatan udara di dalam dan di luar stope atauudaradi intake airway dan returnairway yangberbeda temperaturnya, ya ng akan membangkitkan aliran udara. Ventilasimekanisadalahjenisventilasidimanaaliranudaramasukkedalamtambang disebabkanolehperbedaantekanan yang ditimbulkanolehalatmekanis. Yang dimaksud peralatan ventilasi mekanis adalah semua jenis mesin penggerak yang digunakan untuk memompa dan menekan udara segar agar mengalir ke dalam lubang bawah tanah. Yang paling penting dan umum digunakan adalah fanatau mesin angin. Mesin angin adalah pompa udara, yang menimbulkan adanya perbedaan tekanan antara kedua sisinya, sehingga udara akan bergerak dari tempat yang tekanannya lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Pada proses menerus dapat dilihat bahwa mesin angin menerima udara pada tekanan tertentu dan dikeluarkan dengan tekanan yang lebih besar. C. Hasil PenelitiandanPembahasan Banyaknya aliran udara yang masuk kedalam tambang melalui Portal sebanyak 115,00 m 3 /detik sebagai akibat dari adanya 2 (dua) Exhausting Main Fan yang masing masing terletak di Blok Cibitung dan Blok Cikoneng. Udara bersih yang masuk melalui Portal dicabangkan ke Blok Cibitung dan Blok Cikoneng. Banyaknya aliran udara bersih yang masuk ke Blok Cibitung 84,51 m 3 /detik dan ke Blok Cikoneng 50,09 m 3 /detik. Dalam hal ini, permasalahan system jaringan ventilasi tambang yang timbul di Blok Cibitung saja yang dikaji debit udara yang masuk pada Main Fan begitu besar sebanyak m 3 /detik Kondisi suhukering (Td) di Blok Cibitung berkisar dari 29,27 C dengan suhu basah (Tw) berkisar dari 19,53 C sedangkan kelembaban relative berkisar dari 42,73% Tabel 4.5 menunjukkan hasil pengukuran kuantitas dan kualitas rata rata di Blok Cibitung. Volume 2, No.2, Tahun 2016
4 Kajian Proses Pengendalian Kualitas dan Kuantitas Udara 641 Kualitas oksigen dan karbon monoksida dari hasil Gas Detector blok Cibitung ditiap Cross Cut sebesar 2.8% kandungan oksigen sedangkan kandungan monoksida terdapat pada X-cut 7 2.8% di karnakan adanya aktifitas alat berat Drill Jumbo, X -cut 8 2.8% adanya aktifitas Drill Jumbo dan Mackbay 12 8% adanya aktifitas Drill Jack Leg. Dalam mengevaluasi kebutuhan udara di setiap stope harus dibandingkan dengan kondisi banyaknya aliran udara yang tersedia di setiap stope berdasarkan hasil pengukuran. Hal ini bertujuan untuk mengetahui dengan ketersediaan udara di setiap stope, apakah kebutuhan udara para pekerja dan alat mekanis yang beroperasi sudah terpenuhi atau belum. PadaTabel 2menunjukkankebutuhanudaradenganketersediaanbanyaknyaaliranudaraudara di setiapstope. Tabel2.PerbandinganKebutuhanUdaraUntukSetiap Stope DenganKetersediaanBanyaknyaAliranUdaraSetiapStope Sumber : Data PenelitianVentilasi Tambang,2015 Keterangan : : Kebutuhanudarabersihbelumterpenuhi BerdasarkandarihasilperbandinganpadaTabel 5.1 dapatdisimpulkanbahwaketersediaanbanyaknyaaliranudara di setiapstope belummampumemenuhikebutuhanudarakarenaketersediaanudarabersih di setiapstope kurangdarikebutuhanudarabersih yang direncakan. Namun, yang menjadi focus dalampermasalahaniniadalahbelumterpenuhinyakebutuhanudarabersihpadasemuastope produksiaktif di karenakanmain Fan 132 Kw tidakbiasamenghisap di X-cut-4B dandecline Cibitung, sebab X-cut-4B tidakdapatterpenuhihinggadeclinedarihasilpengukurandari X-cut-4B dandeclinekurangdaristandar yang seharusnyayaitu 18.59m 3 /detik. Makadariituperlupenangananyaitudengan di buatkannyapintuatautahananpadajaringan debitudaramain Fan dengandi lakukannyasimulasipemasangan regulator denganpanjang 2 meter danlebar 4 meter sehingga debit udara yang masukkemain Fanberkurang. D. Kesimpulan Sistemventilasi di blokcibitungmenggunakanmetodeexhaust fan ( hisap ) yaitumemberikanhembusanudara yang berkebalikandengan system forcing (hembusan). DalammetodeinipadablokCibutungdanCikonengmasing masingmengguakan main fan 132 Kw. Teknik Pertambangan,Gelombang 2, Tahun Akademik
5 642 Lucky Rojab Rifansyah, et al. Keduafan memiliki diameter 2,4 meter dandipasangpadabagianluardengan diameter 3,9 meter. Blade angel Main Fan sebesar 48 derejatdantermasuklow pressure fan. Banyaknyaaliranudara yang dihasilkandarimain Fan inisekitar 60 m 3 /detiksampai 98 m 3 /detikdantotal pressure fan inisebesar 390 Pa sampai Pa Dari hasil kegiatan lapangan di lokasipenelitian dapat disimpulkan bahwa: 1. Sistem ventilasi yang digunakanadalah sistem ventilasi hisap, dimana udara bersih dialirkan ke dalam tambang dan udara serta gas kotor dialirkan ke luar tambang melalui aramco ke saluran vent saft Cibitung dan Cikoneng 2. Cara pengukuran debit dilakukanlangsung di titiktitikpengukurandenganmenggunakananemometer Velocicalc. Ujung darialatini di pasangkanpadasebuahtongkatuntukmenjangkau duct yang berada di bagianataslokasilalualat di arahkanketitik yang dianggapmewakili. 3. BerdasarkanKepmen 555 tentangkualitasudara di tambangbawahtanah, nilaikualitas udara di lokasipenelitianterbilang baik, hal ini dapat dilihat dari kadar oksigen rata-rata yang diatas standar yaitu 20,8% dimana ambang batasnyamenurutkepmen 555 adalah 19%, dan kadar karbon monoksidanya berada di bawah ambang batas yaitu 5ppm. 4. Dari hasil pengukuran didapatkan bahwa kebutuhan udara di beberapalokasi Blok Cibitungyang sedang melakukan kegiatan masih kekurangan udara segar, hal ini dipicu karena adanya kehilangan udara. Kehilangan udara disebabkan karena adanya faktor kebocoran pada duct di daerah yang mengalamikekuranganudara, belokan dan percabanganduct. E. Saran 1. Untuk mengoptimalkan debit udara yang dapat disuplay ke tiap ujung duct, sebaiknya kondisi duct selalu dipantau dan diperbaiki jika terjadi kebocoran dan jika terdapat shock loss pada duct kehilangan head yang dihasilkan dari perubahan aliran atau luas penampang dari saluran, belokan atau percabangan. 2. Lakukan sistem buka tutup sementara pada vent bag (diikat) pada area-area dengan kondisi debit udara rendah (secara visualisasi vent bag terlihat kempes) pada area dengan aktivitas penambangan terbesar sehingga supplay udara bersih dapat terpenuhi. 3. Penambahan Auxiliary maupun Exhaust Fan pada area-area dengan supplay udara rendah < 2m 3 /s (Kondisi actual debit udara berwarna merah pada tabel simulasi kebutuhan debit udara). Daftar Pustaka Anonim a ) DirektoratTeknikPertambanganUmum,DirektoratJendralPertambanganUmum,Surat KeputusanMentriPertambangan Dan Energy Republic Indonesia Nomor 555. K/26/MPE/1995.Tentang Keselamatan Dan KesehatanKerjaPertambanganUmum,Jakarta 1995 Hall C.J., Mine Ventilation Engineering American intitute of Mining Metallurgical and Petrolum Engineering INC 1981 Hartman,.HL.,Mutmansky j.,ramani R., Wang Y..J., Mine Ventilation and Air Conditioning, john Willey Volume 2, No.2, Tahun 2016
6 Kajian Proses Pengendalian Kualitas dan Kuantitas Udara 643 Kelly, EG., Spottiswood, DJ., Introdution To Mining Proserring, John Willey &Sons,1997. McPherson, MJ., Subsurface Ventilation and Environmental Engineering, Chapman hall, Nekrasov,B., Hidraulics For Aeronautical Engineer, Moscow 1969 Teknik Pertambangan,Gelombang 2, Tahun Akademik
Kajian Sistem Jaringan Ventilasi Tambang Emas Blok Cikoneng PT Cibaliung Sumberdaya, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Kajian Sistem Jaringan Ventilasi Tambang Emas Blok Cikoneng PT Cibaliung Sumberdaya, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten 1 Nurul Janah, 2 Stevano Munir,
Menyingkirkan debu yang berada dalam aliran ventilasi tambang bawah tanah hingga ambang batas yang diperkenankan.
apa kabar nih kalian Miners Blogger?? Kali gue Posting tentang bagaimana Ventilasi tambang Sebenarnyaa.. Dalam proses penambangan bawah tanah, salah satu hal yang penting adalah dibuatnya ventilasi tambang,
BAB I PENDAHULUAN. penambangan bawah tanah dengan cara Cut and Fill (C & F) yang terletak di
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT CSD merupakan perusahaan tambang emas yang menerapkan metode penambangan bawah tanah dengan cara Cut and Fill (C & F) yang terletak di daerah Kabupaten Pandeglang.
BAB IV PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Intake dan exhaust Tambang Ciurug. Intake Tambang Ciurug MHL RC
BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Aliran Udara Tambang Ciurug Dari hasil pengukuran aliran udara bersih yang berasal dari 3 Intake yaitu MHL L.500, Portal L.600, dan RC 9 jumlah total suplai udara bersih yang masuk
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI Untuk melakukan kajian terhadap sistem ventilasi tambang di Blok Cikoneng yang terdiri dari 2 (dua) komponen yaitu rute jaringan X-cut-2 dan rute jaringan Decline Cikoneng, diperlukan
Gas dan Debu. Pada Tambang Bawah Tanah
Gas dan Debu Pada Tambang Bawah Tanah Nama : Gilas Amartha Abieyoga Nim/kelas : 03121402081 / A ABSTRAK Usaha pertambangan adalah kegiatan yang mempunyai resiko kecelakaan kerja yang sangat besar. Oleh
Rizal Fahmi, ST. Kuliah 2. ACC. DR. T. Andika Rama Putra
Rizal Fahmi, ST Kuliah 2 ACC. DR. T. Andika Rama Putra VENTILASI UDARA Udara segar yang dialirkan kedalam tambang bawah tanah akan mengalami beberapa proses seperti penekanan atau pengembangan, pemanasan
BAB I PENDAHULUAN. 4cm. 5 spasi (single)
BAB I PENDAHULUAN Bold dan Kapital Times new roman Menjorok 1 cm 1.1. Latar Belakang Dalam teknologi penambangan bawah tanah ada dua masalah pokok yang menjadi kendala pada saat pelaksanaan, yaitu : Segi
Pengaruh Kecepatan Dan Arah Aliran Udara Terhadap Kondisi Udara Dalam Ruangan Pada Sistem Ventilasi Alamiah
Pengaruh Kecepatan Dan Arah Aliran Udara Terhadap Kondisi Udara Dalam Ruangan Pada Sistem Ventilasi Alamiah Francisca Gayuh Utami Dewi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang
PENGUKURAN KECEPATAN UDARA DI DALAM TEROWONGAN
PENGUKURAN KECEPATAN UDARA DI DALAM TEROWONGAN Tujuan : Memeriksa apakah pada setiap lokasi pada tambang bawah tanah telah mendapatkan ventilasi udara yang cukup sehingga dapat diketahui kesalahan ventilasi
1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Udara merupakan unsur yang sangat penting untuk mempertahankan kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan semuanya membutuhkan udara untuk mempertahankan hidupnya. Udara
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
19 BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 PENDAHULUAN Sistem tata udara Air Conditioning dan Ventilasi merupakan suatu proses mendinginkan atau memanaskan udara sehingga dapat mencapai suhu dan kelembaban yang diinginkan
3 KARAKTERISTIK LOKASI DAN PERALATAN YANG DIGUNAKAN UNTUK PENELITIAN
44 3 KARAKTERISTIK LOKASI DAN PERALATAN YANG DIGUNAKAN UNTUK PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Industri susu adalah perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang mempunyai usaha di bidang industri
SISTEM VENTILASI DALAM KAPAL
SISTEM VENTILASI DALAM KAPAL Budi Utomo *) Abstract Ventilation in ships is a process substitute dirty air in a hold of ship with fresh air from outside. If means for keep air in compartment always clean
BAB III PENGUKURAN DAN ANALISIS
BAB III PENGUKURAN DAN ANALISIS 3.1 Pengukuran Ventilasi Tambang Pengukuran yang telah dilakukan untuk penelitian sistem ventilasi Tambang Ciurug UBPE Pongkor adalah berupa : Pengukuran debit udara pada
BAB II TEORI DASAR. Laporan Tugas Akhir 4
BAB II TEORI DASAR Sistem tata udara adalah suatu proses mendinginkan/memanaskan udara sehingga dapat mencapai suhu dan kelembaban yang diinginkan/dipersyaratkan. Selain itu, mengatur aliran udara dan
DISAIN TAMBANG BATUBARA BAWAH TANAH DENGAN CAD
DISAIN TAMBANG BATUBARA BAWAH TANAH DENGAN CAD Ketut Gunawan Jurusan T. Pertambangan, FTM, UPN Veteran Yogyakarta, Email : [email protected] Abstract Over time the amount of coal reserves in Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. PT Cibaliung Sumberdaya (PT CSD) merupakan salah satu Perusahaan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT Cibaliung Sumberdaya (PT CSD) merupakan salah satu Perusahaan tambang yang bergerak pada bidang pertambangan emas yang terletak pada wilayah administrasi Desa
APLIKASI PENGUKURAN VENTILASI ALAMI
APLIKASI PENGUKURAN VENTILASI ALAMI Oleh : Darius Agung Prata, ST Widyaiswara Muda Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah, Sawahlunto Udara yang mengalir dalam terowongan di bawah tanah sangat
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Prinsip Pembangkit Listrik Tenaga Gas
BAB II DASAR TEORI. rinsip embangkit Listrik Tenaga Gas embangkit listrik tenaga gas adalah pembangkit yang memanfaatkan gas (campuran udara dan bahan bakar) hasil dari pembakaran bahan bakar minyak (BBM)
Laporan Tugas Akhir BAB II TEORI DASAR
BAB II TEORI DASAR 2.1 Sistem Tata Udara Secara umum pengkondisian udara adalah suatu proses untuk mengkondisikan udara pada suatu tempat sehingga tercapai kenyamanan bagi penghuninya. Tata udara meliputi
BAB III PENGETAHUAN DASAR TENTANG AC ( AIR CONDITIONER )
BAB III PENGETAHUAN DASAR TENTANG AC ( AIR CONDITIONER ) A. Pengertian Dasar Tentang AC (Air Conditioner) Secara umum pengertian dari AC (Air Conditioner) suatu rangkaian mesin yang memiliki fungsi sebagai
Gophering Adalah metode penambangan yang tidak sistematis, umumnya dilakukan secara tradisional / manual. Dipakai untuk endapan tersebar dengan nilai
Gophering Adalah metode penambangan yang tidak sistematis, umumnya dilakukan secara tradisional / manual. Dipakai untuk endapan tersebar dengan nilai sedang-tinggi Bijih dan batuan samping cukup kuat,
IV. PEMBAHASAN A. Distribusi Suhu dan Pola Aliran Udara Hasil Simulasi CFD
IV. PEMBAHASAN A. Distribusi Suhu dan Pola Aliran Udara Hasil Simulasi CFD Simulasi distribusi pola aliran udara dan suhu dilakukan pada saat ayam produksi sehingga dalam simulasi terdapat inisialisasi
PENGOPERASIAN SISTEM VAC & OFF GAS (SISTEM TATA UDARA) Gatot Sumartono, Ade Suherman Pusat Teknologi Limbah Radioaktif
PENGOPERASIAN SISTEM VAC & OFF GAS (SISTEM TATA UDARA) Gatot Sumartono, Ade Suherman Pusat Teknologi Limbah Radioaktif ABSTRAK PENGOPERASIAN SISTEM VAC & OFF-GAS. Pengoperasian sistem VAC & Off-gas dilakukan
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Optimalisasi Penggunaan HCl dalam Pengolahan Air Limbah pada Penambangan Emas di Tambang Bawah Tanah PT Cibaliung Sumberdaya Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang
STUDI ANALISA OPTIMASI PENGHEMATAN ENERGI PADA SISTEM TATA UDARA DI TERMINAL KARGO BANDARA SOEKARNO HATTA. Budi Yanto Husodo 1,Novitri Br Sianturi 2
STUDI ANALISA OPTIMASI PENGHEMATAN ENERGI PADA SISTEM TATA UDARA DI TERMINAL KARGO BANDARA SOEKARNO HATTA Budi Yanto Husodo 1,Novitri Br Sianturi 2 1,2 Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Dalam penelitian pengeringan kerupuk dengan menggunakan alat pengering tipe tray dengan media udara panas. Udara panas berasal dari air keluaran ketel uap yang sudah
I. PENDAHULUAN. aktifitas yang diluar kemampuan manusia. Umumnya mesin merupakan suatu alat
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembuatan mesin pada awalnya bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam aktifitas yang diluar kemampuan manusia. Umumnya mesin merupakan suatu alat yang berfungsi untuk
BAB I PENDAHULUAN. terjadi di kota-kota besar dan juga daerah padat industri yang menghasilkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pencemaran udara adalah suatu kondisi di mana kualitas udara menjadi rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat, baik yang tidak berbahaya maupun yang membahayakan kesehatan
BAB 9. PENGKONDISIAN UDARA
BAB 9. PENGKONDISIAN UDARA Tujuan Instruksional Khusus Mmahasiswa mampu melakukan perhitungan dan analisis pengkondisian udara. Cakupan dari pokok bahasan ini adalah prinsip pengkondisian udara, penggunaan
BAB IV ANALISA DATA DAN PERHITUNGAN
BAB IV ANALISA DATA DAN PERHITUNGAN 4..1. Analisis Reaksi Proses Proses Pembakaran 4.1.1 Perhitungan stoikiometry udara yang dibutuhkan untuk pembakaran Untuk pembakaran diperlukan udara. Jumlah udara
Perancangan Desain Ergonomi Ruang Proses Produksi Untuk Memperoleh Kenyamanan Termal Alami
Perancangan Desain Ergonomi Ruang Proses Produksi Untuk Memperoleh Kenyamanan Termal Alami Teguh Prasetyo Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang Po
PENGARUH DEBIT AIR SEMBURAN TERHADAP EFEKTIVITAS DIRRECT EVAPORATIVE COOLING POSISI HORISONTAL
Available online at Website http://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi PENGARUH DEBIT AIR SEMBURAN TERHADAP EFEKTIVITAS DIRRECT EVAPORATIVE COOLING POSISI HORISONTAL Bambang Yunianto Departemen Teknik
BAB I PENDAHULUAN. dunia. Hal ini disebabkan karena manusia memerlukan daya dukung unsur unsur
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya merupakan suatu proses yang wajar dan terlaksana sejak manusia itu dilahirkan sampai ia meninggal dunia. Hal ini disebabkan
Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 12: Penentuan total partikel secara isokinetik
Standar Nasional Indonesia Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 12: Penentuan total partikel secara isokinetik ICS 13.040.40 Badan Standardisasi Nasional 1 SNI 19-7117.12-2005 Daftar isi Daftar
FORMAT PELAPORAN PEMANTAUAN EMISI DAN KONDISI DARURAT PENCEMARAN UDARA KEGIATAN DAN/ATAU USAHA MINYAK DAN GAS BUMI
Lampiran V Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2009 Tanggal 24 April 2009 FORMAT PELAPORAN PEMANTAUAN EMISI DAN KONDISI DARURAT PENCEMARAN UDARA KEGIATAN DAN/ATAU USAHA V. a. Pemantauan
PENGOPERASIAN SISTEM VAC & OFF GAS. Gatot Sumartono Pusat T eknologi Limbah Radioaktif, BAT AN
Hasi/ Penelitian dan Kegiatan PTLR Tahlln 2006 ISSN 0852-2979 PENGOPERASIAN SISTEM VAC & OFF GAS (SISTEM TAT A UDARA) Gatot Sumartono Pusat T eknologi Limbah Radioaktif, BAT AN ABSTRAK PENGOPERASIAN SISTEM
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN III.1 Umum Bab ini berisi tentang metodologi yang akan dilakukan selama penelitian, di dalamnya berisi mengenai cara-cara pengumpulan data (data primer maupun sekunder), urutan
BAB I PENDAHULUAN. Hubungan parameter..., Duniantri Wenang Sari, FKM 2 UI, Universitas Indonesia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Jakarta sebagai kota metropolitan di Indonesia memiliki berbagai masalah, salah satu isu yang sedang hangat diperbincangkan adalah masalah pencemaran udara. Menurut
BAB III PENGUKURAN DAN GAMBAR KOMPONEN UTAMA PADA MESIN MITSUBISHI L CC
BAB III PENGUKURAN DAN GAMBAR KOMPONEN UTAMA PADA MESIN MITSUBISHI L 100 546 CC 3.1. Pengertian Bagian utama pada sebuah mesin yang sangat berpengaruh dalam jalannya mesin yang didalamnya terdapat suatu
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Radiator Radiator memegang peranan penting dalam mesin otomotif (misal mobil). Radiator berfungsi untuk mendinginkan mesin. Pembakaran bahan bakar dalam silinder mesin menyalurkan
Elaeis Noviani R *, Kiki Ramayana L. Tobing, Ita Tetriana A, Titik Istirokhatun. Abstrak. 1. Pendahuluan. 2. Dasar Teori Karbon Monoksida (CO)
PENGARUH JUMLAH KENDARAAN DAN FAKTOR METEOROLOGIS (SUHU, KECEPATAN ANGIN) TERHADAP PENINGKATAN KONSENTRASI GAS PENCEMAR CO, NO₂, DAN SO₂ PADA PERSIMPANGAN JALAN KOTA SEMARANG (STUDI KASUS JALAN KARANGREJO
PENGARUH PEMANASAN BAHAN BAKAR PADA RADIATOR TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN KADAR EMISI GAS BUANG DAIHATSU HIJET Suriansyah Sabaruddin 1)
Widya Teknika Vol.18 No.2; Oktober 2010 ISSN 1411 0660 : 50-54 PENGARUH PEMANASAN BAHAN BAKAR PADA RADIATOR TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN KADAR EMISI GAS BUANG DAIHATSU HIJET 1000 Suriansyah Sabaruddin
KAJIAN EKSPERIMEN COOLING WATER DENGAN SISTEM FAN
KAJIAN EKSPERIMEN COOLING WATER DENGAN SISTEM FAN Nama : Arief Wibowo NPM : 21411117 Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknologi Industri Pembimbing : Dr. Rr. Sri Poernomo Sari, ST., MT. Latar Belakang
Simulator Otomatisasi Chilled Water Pump pada Sistem Pendingin Terpusat
Simulator Otomatisasi Chilled Water Pump pada Sistem Pendingin Terpusat Nama : NRP : 0522011 Faustus Yulius Waiz Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Maranatha, Jl. Prof.Drg.Suria
BAB I PENDAHULUAN. campuran beberapa gas yang dilepaskan ke atmospir yang berasal dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pencemaran udara dewasa ini semakin menampakkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Sumber pencemaran udara dapat berasal dari berbagai kegiatan antara lain industri,
Pengaruh Jenis Sprayer Terhadap Efektivitas Pendinginan Evaporasi Kontak Langsung
Available online at Website http://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi Pengaruh Jenis Sprayer Terhadap Efektivitas Pendinginan Evaporasi Kontak Langsung *Bambang Yunianto a, Nugroho Epri Isnandi b a
Sistem Penambangan Bawah Tanah (Edisi I) Rochsyid Anggara, ST. Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah
Sistem Penambangan Bawah Tanah (Edisi I) Rochsyid Anggara, ST Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah Ditinjau dari sistem penyanggaannya, maka metode penambangan bawah tanah (Underground mining)
Penyehatan Udara. A. Sound Level Meter
Penyehatan Udara Penyehatan udara merupakan upaya yang dilakukan agar udara yang ada disekeliling kita sebagai makhluk hidup tidak mengalami cemaran yang dapat berdampak pada kesehatan. Penyehatan udara
Unsur gas yang dominan di atmosfer: Nitrogen : 78,08% Oksigen : 20,95% Argon : 0,95% Karbon dioksida : 0,034%
Unsur gas yang dominan di atmosfer: Nitrogen : 78,08% Oksigen : 20,95% Argon : 0,95% Karbon dioksida : 0,034% Ozon (O 3 ) mempunyai fungsi melindungi bumi dari radiasi sinar Ultraviolet Ozon sekarang ini
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal ph (derajat keasaman) apabila tidak sesuai kondisi akan mempengaruhi kerja...
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.4 1. ph (derajat keasaman) apabila tidak sesuai kondisi akan mempengaruhi kerja... Klorofil Kloroplas Hormon Enzim Salah satu faktor yang mempengaruhi
PERENCANAAN SISTEM JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH PERUMAHAN DIAN REGENCY TAHAP 2 PALEMBANG LAPORAN AKHIR
PERENCANAAN SISTEM JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH PERUMAHAN DIAN REGENCY TAHAP 2 PALEMBANG LAPORAN AKHIR Dibuat untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan Pendidikan Diploma III Jurusan Teknik
FACTOR 2 YANG MEMPENGARUHI KUALITAS PRODUK Standardisasi Personalia Protap Bahan Baku Bahan pengemas Kualitas Produk Peralatan Lingkungan Bangunan http://farmasibahanalam.com http://farmasibahanalam.com.
Lampiran 1. Perhitungan kebutuhan panas
LAMPIRAN 49 Lampiran 1. Perhitungan kebutuhan panas 1. Jumlah Air yang Harus Diuapkan = = = 180 = 72.4 Air yang harus diuapkan (w v ) = 180 72.4 = 107.6 kg Laju penguapan (Ẇ v ) = 107.6 / (32 x 3600) =
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Sistem Stabilitas Lubang Bukaan Pengembangan dengan Menggunakan Baut Batuan (Rockbolt) dan Beton Tembak (Shotcrete) di Blok Cikoneng PT Cibaliung Sumberdaya,
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: ( Print)
A634 Perencanaan Ulang Sistem Pengkondisian Udara pada Lantai 1 dan 2 Gedung Surabaya Suite Hotel di Surabaya Wahyu Priatna dan Ary Bachtiar Krishna Putra Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri,
BAB II TEORI DASAR. 2.1 Pengertian Sistem Tata Udara
BAB II TEORI DASAR 2.1 Pengertian Sistem Tata Udara Sistem tata udara adalah suatu sistem yang digunakan untuk menciptakan suatu kondisi pada suatu ruang agar sesuai dengan keinginan. Sistem tata udara
STUDI ANALISA OPTIMASI PENGHEMATAN ENERGI PADA SISTEM TATA UDARA DI TERMINAL KARGO BANDARA SOEKARNO HATTA. Budi Yanto Husodo 1,Novitri Br Sianturi 2
STUDI ANALISA OPTIMASI PENGHEMATAN ENERGI PADA SISTEM TATA UDARA DI TERMINAL KARGO BANDARA SOEKARNO HATTA Budi Yanto Husodo 1,Novitri Br Sianturi 2 1,2 Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas
IDENTIFIKASI & FUNGSI SISTEM BAHAN BAKAR
Sistem Bahan Bakar Menggunakan Karburator Charcoal Canister adalah suatu kanister berisi arang pada sistim pengendalian penguapan yang digunakan untuk memerangkap uap bahan bakar untuk mencegahnya keluar
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Udara merupakan unsur yang sangat penting untuk mempertahankan kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan semuanya membutuhkan udara untuk mempertahankan hidupnya. Udara
PROGRAM PENCAHAYAAN (Lighting) TIM BROILER MANAGEMENT 2017
PROGRAM PENCAHAYAAN (Lighting) TIM BROILER MANAGEMENT 2017 FUNGSI DAN MANFAAT Fungsi pencahayaan pada pemeliharaan broiler adalah : o Penerangan : agar anak ayam dapat melihat tempat pakan dan minum serta
ANALISA PERBANDINGAN EMISI GAS BUANG BAHAN BAKAR LGV DENGAN PREMIUM PADA DAIHATSU GRAND MAX STANDAR
ANALISA PERBANDINGAN EMISI GAS BUANG BAHAN BAKAR LGV DENGAN PREMIUM PADA DAIHATSU GRAND MAX STANDAR Munzir Qadri 1, Fadwah Maghfurah 2, Sulis Yulianto 3 Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas
2.2.3 Persentil Konsep Perancangan dan Pengukuran Concept Scoring Hidrogen Karbon Monoksida 2-25
ABSTRAK Sepeda motor menjadi kendaraan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Selain mudah dan praktis dalam penggunaannya, konsumsi bahan bakar yang lebih rendah daripada mobil membuat
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II PENDAHULUAN BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Motor Bakar Bensin Motor bakar bensin adalah mesin untuk membangkitkan tenaga. Motor bakar bensin berfungsi untuk mengubah energi kimia yang diperoleh dari
KAJIAN TEORITIK PEMILIHAN HEAT PUMP DAN PERHITUNGAN SISTEM SALURAN PADA KANDANG PETERNAKAN AYAM BROILER SISTEM TERTUTUP
INFOMATEK Volume 19 Nomor 1 Juni 2017 KAJIAN TEORITIK PEMILIHAN HEAT PUMP DAN PERHITUNGAN SISTEM SALURAN PADA KANDANG PETERNAKAN AYAM BROILER SISTEM TERTUTUP Evi Sofia *), Abdurrachim **) *Universitas
ANALISIS FAKTOR GESEKAN PADA PIPA HALUS ABSTRAK
ANALISIS FAKTOR GESEKAN PADA PIPA HALUS Juari NRP: 1321025 Pembimbing: Robby Yussac Tallar, Ph.D. ABSTRAK Hidraulika merupakan ilmu dasar dalam bidang teknik sipil yang menjelaskan perilaku fluida atau
LAPORAN PRAKTIKUM RESPIRASI PADA HEWAN (BELALANG)
LAPORAN PRAKTIKUM RESPIRASI PADA HEWAN (BELALANG) BAB I I. Pendahuluan a. Dasar Teori Sebagai suatu medium respirasi, udara mempunyai banyak keuntungan, salah satunya tentu saja kandungan oksigen yang
BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA
BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA Untuk mendapatkan koefisien gesek dari saluran pipa berpenampang persegi, nilai penurunan tekanan (pressure loss), kekasaran pipa dan beberapa variabel
Informasi Data Pokok Kota Surabaya Tahun 2012 BAB I GEOGRAFIS CHAPTER I GEOGRAPHICAL CONDITIONS
BAB I GEOGRAFIS CHAPTER I GEOGRAPHICAL CONDITIONS Indonesia sebagai negara tropis, oleh karena itu kelembaban udara nya sangat tinggi yaitu sekitar 70 90% (tergantung lokasi - lokasi nya). Sedangkan, menurut
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Komposisi dan Perilaku Gas Buang Kendaraan Bermotor Emisi kendaraan bermotor mengandung berbagai senyawa kimia. Komposisi dari kandungan senyawa kimianya tergantung
Rencana Rancangan Tahapan Penambangan untuk Menentukan Jadwal Produksi PT. Cipta Kridatama Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Rencana Rancangan Tahapan Penambangan untuk Menentukan Jadwal Produksi PT. Cipta Kridatama Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh 1 Adnannst,
NASKAH PUBLIKASI KARYA ILMIAH Pengembangan Desain Alat Produksi Gas Metana Dari Pembakaran Sekam Padi Menggunakan Filter Tunggal
NASKAH PUBLIKASI KARYA ILMIAH Pengembangan Desain Alat Produksi Gas Metana Dari Pembakaran Sekam Padi Menggunakan Filter Tunggal Disusun Dan Diajukan Untuk Melengkapi Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar
BAB III ANALISA DAN PERHITUNGAN
BAB III ANALISA DAN PERHITUNGAN 3.1 Kapasitas Pompa 3.1.1 Kebutuhan air water cooled packaged (WCP) Kapasitas pompa di tentukan kebutuhan air seluruh unit water cooled packaged (WCP)/penyegar udara model
Prinsip kerja PLTG dapat dijelaskan melalui gambar dibawah ini : Gambar 1.1. Skema PLTG
1. SIKLUS PLTGU 1.1. Siklus PLTG Prinsip kerja PLTG dapat dijelaskan melalui gambar dibawah ini : Gambar 1.1. Skema PLTG Proses yang terjadi pada PLTG adalah sebagai berikut : Pertama, turbin gas berfungsi
Perencanaan Ulang Sistem Pengkondisian Udara Pada lantai 1 dan 2 Gedung Surabaya Suite Hotel Di Surabaya
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5 No. 2 (2016) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) B-551 Perencanaan Ulang Sistem Pengkondisian Udara Pada lantai 1 dan 2 Gedung Surabaya Suite Hotel Di Surabaya Wahyu Priatna dan
SANITASI DAN KEAMANAN
SANITASI DAN KEAMANAN Sanitasi adalah.. pengendalian yang terencana terhadap lingkungan produksi, bahan bahan baku, peralatan dan pekerja untuk mencegah pencemaran pada hasil olah, kerusakan hasil olah,
RANCANG BANGUN EVAPORATIVE COOLING
EKSERGI Jurnal Teknik Energi Vol 12 No. 1 Januari 2016; 24-29 RANCANG BANGUN EVAPORATIVE COOLING Sunarwo Program Studi Konversi Energi, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Semarang Jl.Prof Soedarto,
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI II.1. Pengertian Blower Pengertian Blower adalah mesin atau alat yang digunakan untuk menaikkan atau memperbesar tekanan udara atau gas yang akan dialirkan dalam suatu ruangan tertentu
SISTEM KERJA. Nurjannah
SISTEM KERJA Nurjannah Definisi Sistem Kerja Sistem adalah komponen komponen yang terintegrasi dan berinteraksi dengan maksud yang sama guna mencapai tujuan tertentu. Kerja adalah kegiatan melakukan sesuatu
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA 4.1 Identifikasi Kendaraan Gambar 4.1 Yamaha RX Z Spesifikasi Yamaha RX Z Mesin : - Tipe : 2 Langkah, satu silinder - Jenis karburator : karburator jenis piston - Sistem Pelumasan
3. METODE PENELITIAN
3. METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode potong lintang (cross sectional study) yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk mempelajari dinamika hubungan atau korelasi
Studi Eksperimen Pengaruh Sudut Blade Tipe Single Row Distributor pada Swirling Fluidized Bed Coal Dryer terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara
1 Studi Eksperimen Pengaruh Sudut Blade Tipe Single Row Distributor pada Swirling Fluidized Bed Coal Dryer terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara Afrizal Tegar Oktianto dan Prabowo Teknik Mesin, Fakultas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. DIAGRAM ALIR PENELITIAN Untuk menentukan distribusi As dalam tanur anoda, dalam penelitian ini dilakukan pengujian terhadap komposisi kimia dari tembaga hasil proses
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Metode Penelitian Permasalahan industri Kandungan unsur Pb yang tinggi dalam tembaga blister Studi literatur Perilaku unsur timbal dalam tanur anoda Perilaku
ANALISA TERMODINAMIKA LAJU PERPINDAHAN PANAS DAN PENGERINGAN PADA MESIN PENGERING BERBAHAN BAKAR GAS DENGAN VARIABEL TEMPERATUR LINGKUNGAN
Flywheel: Jurnal Teknik Mesin Untirta Vol. IV, No., April 208, hal. 34-38 FLYWHEEL: JURNAL TEKNIK MESIN UNTIRTA Homepagejurnal: http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jwl ANALISA TERMODINAMIKA LAJU PERPINDAHAN
Bagian V: PENGKONDISIAN UDARA
Bagian V: PENGKONDISIAN UDARA PRINSIP KERJA SISTEM AC (AIR CONDITIONING SYSTEM) Prinsip AC yaitu memindahkan kalor dari satu tempat ke tempat yang lain. AC sebagai pendingin memindahkan kalor dari dalam
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Perencanaan pengkondisian udara dalam suatu gedung diperlukan suatu perhitungan beban kalor dan kebutuhan ventilasi udara, perhitungan kalor ini tidak lepas dari prinsip perpindahan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan pembahasan dimulai dari proses pengambilan dan pengumpulan data meliputi durasi standard camshaft dan after market camshaft, lift standard camshaft dan after market
BAB I PENDAHULUAN. orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup
Hati-hati keracunan gas CO
SOS! Hati-hati keracunan gas CO (carbon monooksida) Amankah peralatan gas anda? Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Institute Keselamatan Gas Tekanan Tinggi Ketika Menggunakan Peralatan Gas
BAB II TINJAUAN UMUM
BAB II TINJAUAN UMUM 2.1 Lokasi Penelitian dan Kesampaian Daerah Penelitian PT CSD memiliki luas wilayah IUP Ekplorasi seluas 7811 ha, yang terdiri dari luas IUP seluas 6471 ha dan luas IUP Eksploitasi
Pathologi Bangunan dan Gas Radon Salah satu faktor paling populer penyebab terganggunya kesehatan manusia yang berdiam
PATHOLOGI BANGUNAN DAN KENYAMANAN TERMAL Tri Harso Karyono Majalah Konstruksi, April 1997 Dalam ilmu bahasa, pathologi berarti ilmu tentang penyakit, dengan pengertian ini, ilmu tersebut dianggap tidak
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (2014) ISSN: ( Print) B-91
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (214) ISSN: 2337-3539 (231-9271 Print) B-91 Studi Eksperimen Pengaruh Variasi Kecepatan Udara Terhadap Performa Heat Exchanger Jenis Compact Heat Exchanger (Radiator)
UJI PRESTASI PENDINGINAN EVAPORASI KONTAK TIDAK LANGSUNG (INDIRECT EVAPORATIVE COOLING) DENGAN VARIASI TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN AIR
Jurnal Teknik Mesin S-1, Vol. 3, No. 3, Tahun 2015 UJI PRESTASI PENDINGINAN EVAPORASI KONTAK TIDAK LANGSUNG (INDIRECT EVAPORATIVE COOLING) DENGAN VARIASI TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN AIR *Cahyo Hardanto
KAJI EKSPERIMENTAL SISTEM PENGKONDISIAN UDARA MENGGUNAKAN PEMODELAN VENTILASI ALAMIAH UNTUK PENGKONDISIAN UDARA PADA RUANGAN PERKANTORAN
KAJI EKSPERIMENTAL SISTEM PENGKONDISIAN UDARA MENGGUNAKAN PEMODELAN VENTILASI ALAMIAH UNTUK PENGKONDISIAN UDARA PADA RUANGAN PERKANTORAN M.H. Perwira Silalahi 1), Soeparno Djiwo 2), Wahyu Panji Asmoro
KAJIAN EKSPRIMENTAL PENGARUH BAHAN ADITIF OCTANE BOSTER TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA MESIN DIESEL
KAJIAN EKSPRIMENTAL PENGARUH BAHAN ADITIF OCTANE BOSTER TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA MESIN DIESEL Tekad Sitepu Staf Pengajar Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara Abstrak
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYIMPANAN PADA BIJI-BIJIAN
1 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYIMPANAN PADA BIJI-BIJIAN Kelompok biji-bijian meliputi : 1. kelompok serealia 2. kelompok kacang-kacangan Karakteristik biji-bijian yang erat kaitannya dengan penyimpanan
Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hai teman-teman penerbangan, pada halaman ini saya akan berbagi pengetahuan mengenai engine atau mesin yang digunakan pada pesawat terbang, yaitu CFM56 5A. Kita
