BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
|
|
|
- Fanny Tanudjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring perkembangan jaman dan ilmu pengetahuan serta teknologi yang semakin pesat sekarang ini, menyebabkan semakin berkembangnya dunia pendidikan. Diperlukan adanya sumber daya manusia yang berkualitas dalam segala bidang kehidupan yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan pendidikan. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk menciptakan manusia yang berkualitas bagi kehidupan suatu bangsa. Pendidikan akan menjadi modal bangsa untuk lebih maju dan berkembang ke arah yang lebih baik. Pada hakekatnya pendidikan merupakan proses untuk membantu pembangunan manusia dalam pengembangan diri agar dapat menghadapi segala tantangan dan rintangan yang dihadapi suatu bangsa untuk mencapai tujuan. Pelaksanaan pendidikan senantiasa menghadirkan perubahan-perubahan dalam rangka penyempurnaan agar dapat sesuai dengan kebutuhan pembangunan suatu bangsa. Pelaksanaan pendidikan dapat dilaksanakan secara formal maupun informal Kondisi tersebut membuat pemerintah suatu bangsa mengambil tindakan berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan pembangunan di dunia pendidikan. Pembangunan dunia pendidikan akan membuat mutu pendidikan yang ada semakin baik. Dengan meningkatnya mutu pendidikan diharapkan masyarakat suatu bangsa tersebut mampu bersaing dengan bangsa lain. Peningkatan mutu pendidikan formal di sekolah tidak terlepas dari keberhasilan proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar tersebut dipengaruhi oleh beberapa komponen utama yang saling berkaitan, diantaranya guru, siswa dan metode. Komponen-komponen tersebut memegang peranan dalam menentukan keberhasilan proses belajar mengajar, sehingga akan mempengaruhi prestasi belajar siswa. Prestasi belajar siswa juga dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain baik berasal dari dalam diri siswa yang diantaranya, minat, 1
2 2 kecerdasan, bakat, kepribadian, dan kebiasaan belajar. Sedangkan faktor lain yang berasal dari luar siswa diantaranya lingkungan alam, lingkungan sosial, kurikulum, program, sarana dan fasilitas, dan guru. Sekolah sebagai suatu institusi atau lembaga pendidikan formal idealnya harus mampu melakukan proses edukasi, sosialisasi, dan transformasi. Dengan kata lain, sekolah yang bermutu adalah sekolah yang mampu berperan sebagai prsoses edukasi atau proses pendidikan yang menekankan pada kegiatan mendidik dan mengajar, proses sosialisasi atau proses bermasyarakat terutama bagi anak didik dan wadah proses transformasi atau proses perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik/lebih maju. Tujuan utama dari eksistensi institusi sekolah adalah mewadahi terjadinya proses pembelajaran semaksimal mungkin pada diri siswa. Peningkatan mutu pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru sebagai pendidik dan pengajar dalam pencapaian tujuan pendidikan yang diharapkan. Dengan kata lain, keefektifan belajar sangat dipengaruhi oleh keefektifan mengajar yang dilakukan oleh guru. Dalam hal ini guru menempati titik sentral dalam pendidikan. Guru harus memiliki kemampuan membelajarkan siswa, menjabarkan materi dalam berbagai bentuk, terampil menggunakan metode pembelajaran, media pembelajaran atau sumber belajar, dan mampu mengembangkan serta mengoptimalkan fungsi-fungsinya. Guru hendaknya menggunakan berbagai macam cara dalam mengajar dan mendidik siswa sesuai tingkat perkembangan dan kemajuan mereka. Guru diharapkan mampu mengkombinasikan berbagai metode mengajar sesuai dengan tujuan, keadaan siswa, sarana yang mendukung, dan materi yang akan disampaikan. Dengan penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan variatif, maka siswa akan lebih mudah dalam memahami pelajaran dan tertarik untuk mengikuti proses belajar mengajar dengan baik. Jika penggunaan metode pembelajaran kurang tepat dan monoton, maka akan berakibat pada siswa yang kesulitan dalam menerima penjelasan materi dari guru dan cenderung bosan dengan kegiatan belajar mengajar yang ada. Dengan demikian, untuk dapat memaksimalkan prestasi siswa salah satunya dengan penggunaan metode
3 3 pembelajaran yang tepat dan variatif sebab penggunaan metode pembelajaran yang tepat akan mampu mempengaruhi prestasi belajar siswa. Di samping metode pembelajaran, prestasi belajar siswa juga dipengaruhi oleh pemilihan media pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar yang berperan penting dalam memberi kemudahan bagi siswa untuk mempelajari materi pembelajaran sehingga menghasilkan proses belajar mengajar yang lebih baik. Dalam perkembangan profesi dan fungsi guru, serta kegiatan belajar mengajar akhir-akhir ini harus diakui bahwa guru bukanlah satu-satunya sumber belajar. Namun harus diakui pula bahwa tugas dan fungsi guru dalam kegiatan belajar mengajar masih sangat penting dan tidak dapat ditinggalkan sebab hanya sebagian kecil fungsi guru saja yang dapat digantikan oleh sumber lain, yaitu fungsinya dalam menyalurkan pesan. Hal ini berarti bahwa kegiatan belajar mengajar dapat terjadi pula apabila siswa secara aktif berinteraksi dengan sumber belajar yang lainnya, salah satunya adalah dengan media pembelajaran. Dengan kata lain, komunikasi yang terjadi antara siswa dengan media pembelajaran baik secara langsung maupun tak langsung sudah dikatakan sebagai kegiatan belajar mengajar. Pemilihan media pembelajaran yang tepat akan mampu menyampaikan pesan yang terkait dengan materi pembelajaran sehingga siswa akan lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran tersebut. Berkaitan dengan prestasi belajar tidak dapat dipisahkan dari masalah belajar, karena prestasi belajar merupakan hasil dari proses kegiatan belajar mengajar. Prestasi belajar menunjukkan hasil pencapian akhir dari proses pembelajaran yang telah berlangsung dalam periode tertentu. Prestasi belajar ini dapat ditunjukkan berupa angka ataupun simbol-simbol yang dimaksudkan untuk menunjukkan hasil akhir dari suatu proses pembelajaran. Prestasi belajar dapat diperoleh dari serangkaian hasil tes baik itu test berbentuk sumatif atau test formatif karena prestasi belajar nmerupakan tujuan yang hendak dicapai dalam suatu proses belajar mengajar dalam kurikulum yang dicanangkan oleh sesuatu lembaga pendidikan yang dalam hal ini adalah sekolah. Kondisi ini juga terjadi pada siswa kelas X Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK commit Negeri to user 3 Surakarta pada mata diklat Mail
4 4 Handling. Dalam penelitian awal yang dilakukan di SMK Negeri 3 Surakarta pada saat pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL) metode pembelajaran yang digunakan oleh guru mata diklat tersebut adalah dengan metode penugasan yang masih terbatas pada pemberian tugas saja tanpa ada pengevaluasian tugas yang diberikan, dalam penerapan metode pembelajaran ini masih terdapat kekurangan sehingga dalam prakteknya tidak mampu berjalan secara optimal. Seharusnya di samping siswa dituntut untuk mampu menyelesaikan tugas yang telah diberikan, tugas tersebut juga harus dapat dipertanggungjawabkan dengan cara dikoreksi atau dievaluasi. Pada dasarnya metode penugasan merupakan proses pembelajaran dimana guru memberikan tugas kepada peserta didik baik tugas itu bersifat individual maupun kelompok dengan tujuan untuk merangsang agar peserta didik aktif belajar. Dalam penerapan metode pembelajaran tersebut siswa dituntut untuk dapat menggunakan keterampilannya dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Namun dalam praktek pelaksanaannya tugas-tugas yang diberikan tidak selalu dikoreksi oleh guru, tugas hanya dikumpulkan untuk selanjutnya diberi paraf oleh guru dengan maksud bahwa tugas tersebut sudah selesai untuk dikerjakan oleh siswa. Jika tugas itu bersifat kelompok maka hanya akan dikerjakan siswa-siswa tertentu saja dalam satu kelompok yang mereka dianggap lebih pandai daripada teman satu kelompok, sehingga teman satu kelompok lain cenderung lebih pasif daripada siswa yang mengerjakan tugas yang diberikan. Hal ini berakibat pada siswa yang kurang bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas yang diberikan, karena mereka menganggap hanya perlu mengerjakan tugas dengan asal-asalan tanpa harus mengulang jika ada tugas yang salah karena tidak semua tugas dikoreksi. Selain itu, apabila guru berhalangan hadir untuk memberikan pembelajaran maka siswa hanya akan diberikan tugas yang bersifat berulang-ulang tanpa adanya evaluasi setelah mengerjakan tugas tersebut. Berkaitan dengan penyampaian materi pembelajaran, media yang digunakan juga cenderung monoton yang hanya menggunakan media powerpoint yang disediakan oleh guru tanpa mencoba untuk mengkombinasikan dengan media lain yang nantinya akan lebih membantu siswa commit dalam to user memahami suatu materi pembelajaran
5 5 yang disampaikan oleh guru. Sehingga dalam penyampaian pesan materi pembelajaran dirasa kurang optimal tanpa adanya timbal balik dari siswa terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Hal ini akan berakibat pada kurang maksimalnya tingkat pemahaman siswa sehingga akan berpengaruh terhadap pencapaian prestasi belajar. Berdasarkan kondisi tersebut, maka peneliti melakukan penelitian tentang PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PENUGASAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT MAIL HANDLING PADA SISWA KELAS X KOMPETENSI KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 3 SURAKARTA TAHUN DIKLAT 2012/2013. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas dapat diidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut: 1. Pemilihan metode pembelajaran yang kurang tepat sehingga mempengaruhi pencapaian prestasi belajar siswa. 2. Pelaksanaan metode pembelajaran yang tidak berjalan dengan baik akan mempengaruhi prestasi belajar siswa. 3. Pemilihan media pembelajaran yang kurang tepat akan mempengaruhi pemahaman siswa. 4. Kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran dalam proses kegiatan belajar mengajar. C. Pembatasan Masalah Suatu masalah dapat dikaji secara mendalam apabila terdapat pembatasan masalah di dalamnya. Hal ini penting agar masalah yang dikaji mempunyai arah yang pasti dan jelas, sehingga masalah yang dikaji tidak terlalu luas dan dibatasi pada metode pembelajaran penugasan dan resitasi, media pembelajaran, dan prestasi belajar sehingga pemecahannya juga dapat dilakukan secara jelas dan tepat. Adapun penjelasan dari istilah-istilah commit to tersebut user sebagai berikut :
6 6 1. Metode pembelajaran penugasan adalah metode pembelajaran dimana guru memberikan tugas kepada peserta didik baik tugas itu bersifat individual maupun kelompok dengan tujuan untuk merangsang agar peserta didik aktif belajar. Tugas tersebut dilaksanakan dan dikerjakan di berbagai tempat sesuai jenis tugasnya dan selanjutnya tugas-tugas tersebut dievaluasi untuk memeriksa kebenaran dari tugas yang telah dikerjakan. 2. Media pembelajaran adalah segala alat pengajaran yang digunakan oleh guru sebagai perantara untuk menyampaikan bahan instruksional dalam proses belajar mengajar, sehingga dapat memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. 3. Prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai seseorang setelah melakukan usaha belajar, di mana usaha tersebut merupakan tingkat keberhasilan yang telah dicapai dalam mencapai tujuan belajar. D. Perumusan Masalah Suatu penelitian diadakan karena ada masalah yang mana peneliti terdorong untuk memecahkan masalah tersebut. Perumusan masalah merupakan pertanyaan yang lengkap dan terperinci mengenai permasalahan yang diteliti, yang didasarkan pada identifikasi masalah dan pembatasan masalah. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara metode pembelajaran penugasan terhadap prestasi belajar mata diklat mail handling pada siswa kelas X Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 3 Surakarta tahun diklat 2012/2013? 2. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara media pembelajaran terhadap prestasi belajar mata diklat mail handling pada siswa kelas X Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 3 Surakarta tahun diklat 2012/2013? 3. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara metode pembelajaran penugasan dan media pembelajaran secara bersama-sama terhadap prestasi belajar mata
7 7 diklat mail handling pada siswakelas X Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 3 Surakarta tahun diklat 2012/2013? E. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian disini adalah untuk menjawab semua permasalahan yang telah dirumuskan dalam perumusan masalah tersebut di atas. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1. Mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan antara metode pembelajaran penugasan terhadap prestasi belajar mata diklat mail handling kelas X Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 3 Surakarta tahun diklat 2012/ Mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan antara media pembelajaran terhadap prestasi belajar mata diklat mail handling kelas X Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 3 Surakarta tahun diklat 2012/ Mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan antara metode pembelajaran penugasan dan media pembelajaran terhadap prestasi belajar mata diklat mail handling kelas X Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 3 Surakarta tahun diklat 2012/2013. F. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun praktis. 1. Manfaat Teoritis a. Memberikan sumbangan pemikiran dalam rangka perkembangan ilmu pendidikan terutama dikaitkan dengan hal-hal yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. b. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai sumbangan pemikiran dalam rangka penyempurnaan konsep pengajaran sebagai upaya yang strategis dalam pengembangan proses pembelajaran.
8 8 2. Manfaat Praktis a. Bagi sekolah 1) Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi Kepala Sekolah dan guru-guru di SMK Negeri 3 Surakarta, sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan mutu pendidikan. 2) Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi guru mata diklat terkait usaha untuk mengoptimalkan proses kegiatan belajar mengajar guna mencapai prestasi belajar yang optimal bagi siswa. b. Bagi peneliti 1) Untuk menambah pengetahuan peneliti yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. 2) Untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan mengenai praktik penelitian. c. Bagi peneliti lain sebagai acuan untuk melaksanakan penelitian selanjutnya yang sejenis.
Pengaruh Metode Pembelajaran Penugasan dan Media Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar Siswa
Pengaruh Metode Pembelajaran Penugasan dan Media Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar Siswa Seto Adji Nugroho, Sutaryadi, Jumiyanto Widodo Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Keguruan dan Ilmu
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan sebuah proses belajar yang tiada henti dalam
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sebuah proses belajar yang tiada henti dalam hidup, karena pendidikan mempunyai peranan penting guna kelangsungan hidup manusia. Dengan
I. PENDAHULUAN. Perkembangan zaman yang semakin modern pada era globalisasi menuntut adanya
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan zaman yang semakin modern pada era globalisasi menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses mengubah sikap dan tingkah laku seseorang atau sekelompok orang melalui upaya pengajaran dan pelatihan dalam upaya mendewasakan
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan dalam kehidupan suatu negara memegang peranan yang. sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan dalam kehidupan suatu negara memegang peranan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa. Pendidikan merupakan wahana
BAB I PENDAHULUAN. pendidikan sebagai tempat mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai peran penting dalam kehidupan. Bangsa yang maju selalu diawali dengan kesuksesan di bidang pendidikan serta lembaga pendidikan sebagai
BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat Indonesia. dengan laju pembangunannya masih menghadapi masalah pendidikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam suatu Negara, pendidikan memegang peranan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara. Karena pendidkan merupakan saran yang
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang pesat sekarang ini, akan membawa dampak kemajuan diberbagai bidang kehidupan.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pilihan pembelajaran atau model pembelajaran merupakan bagian yang penting dalam proses transformasi pendidikan. Perkembangan teknologi seiring perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. terus berkembang pesat sekarang ini, akan membawa berbagai dampak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang pesat sekarang ini, akan membawa berbagai dampak kemajuan diberbagai bidang
Ari Kusyono A
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN CARD SORT DENGAN PENGGUNAAN MACRO MEDIA FLASH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SALING KETERGANTUNGAN DALAM EKOSISTEM PADA SISWA KELAS VII SMPN 3
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Itan Tanjilurohmah,2013
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan berlangsung dalam berbagai bentuk kegiatan, berbagai bentuk tindakan, dan berbagai peristiwa. Pendidikan berlangsung di berbagai tempat dan lingkungan,
BAB I PENDAHULUAN. pendidikan yang diperolehnya seorang warga negara dapat mengabdikan diri
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah faktor yang sangat mempengaruhi tingkah laku dan kehidupan manusia, karena pendidikan adalah investasi sumber daya manusia dalam jangka panjang.
BAB I PENDAHULUAN. tercapaikah tujuan pembelajaran matematika. Hasil belajar diperoleh dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hasil belajar matematika suatu cara untuk mengukur sudah tercapaikah tujuan pembelajaran matematika. Hasil belajar diperoleh dari proses belajar mengajar yang pada dasarnya
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam dunia pendidikan khususnya, pelajaran akuntansi sangat
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam dunia pendidikan khususnya, pelajaran akuntansi sangat luas penggunannya tanpa kita sadari semua bidang kegiatan yang dilakukan sehari-hari melibatkan
BAB 1 PENDAHULUAN. masa mendatang akan semakin komplek. Menurut Undang-Undang Guru dan. yang satu sama lain saling berhubungan dan saling mendukung.
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Peranan seorang guru sangatlah penting dalam dunia pendidikan, sejalan dengan tantangan kehidupan global, peran dan tanggung jawab guru di masa mendatang akan
BAB I PENDAHULUAN. kemajuan bagi bangsa. Kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dalam segi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Era globalisasi menghadapkan kita pada tuntutan akan pentingnya suatu kemajuan bagi bangsa. Kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dalam segi pendidikan yang dimiliki.
BAB I PENDAHULUAN. Dunia pendidikan memegang peranan penting dalam kelangsungan hidup
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dunia pendidikan memegang peranan penting dalam kelangsungan hidup suatu bangsa. Melalui jalur pendidikan dihasilkan generasi-generasi penerus bangsa yang
BAB I PENDAHULUAN. bidang kehidupan diantaranya adalah di bidang pendidikan. Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari waktu ke waktu semakin pesat dan canggih didukung pula oleh arus globalisasi yang semakin hebat. Fenomena tersebut memunculkan
BAB I PENDAHULUAN. problema pendidikan yang dihadapinya. Pendidikan harus menyentuh potensi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan selalu mengalami pembaharuan dalam rangka mencari struktur kurikulum, sistem pendidikan dan metode pengajaran yang efektif dan efisien. Upaya tersebut
BAB 1 PENDAHULUAN. sangat penting dalam memajukan harkat dan martabat suatu bangsa yang
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempunyai peranan sangat penting dalam memajukan harkat dan martabat suatu bangsa yang terwujud dalam sumber daya
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Upaya meningkatkan kualitas pendidikan terus-menerus dilakukan baik secara konvensional maupun inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan yang dipengaruhi
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION (GI)
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2007/2008 SKRIPSI Oleh: SITI ROHANA NIM. K4304006
SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Akuntansi. Disusun Oleh :
`PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA DAN KEMAMPUAN EKONOMI ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS XI SMA NEGERI I BATURETNO TAHUN AJARAN 2009 /2010 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas. sumber daya manusia. Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional: Pendidikan
I. PENDAHULUAN. siswa secara fisik dan emosional dimana siswa diberi tugas untuk kemudian
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam dunia pendidikan, pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang menyediakan kesempatan belajar sendiri atau melakukan aktivitas sendiri (Hamalik, 2001:82).
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan Pembangunan Nasional Indonesia adalah mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
I. PENDAHULUAN. seorang guru itu belumlah terwujud dalam usaha mereka untuk. membelajarkan dengan pertimbangan-pertimbangan yang seksama.
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Peranan guru di dalam masyarakat, dari yang paling terbelakang sampai yang paling maju, sangat penting. Guru merupakan pembentuk-pembentuk utama calon warga masyarakat.
BAB I PENDAHULUAN. dan sebagian besar rakyatnya berkecimpung di dunia pendidikan. Maka dari. menurut Undang-undang Sisdiknas tahun 2003:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai fungsi yang penting bagi kehidupan manusia. Manusia dalam melaksanakan aktivitasnya membutuhkan pendidikan sebagai kebutuhan yang harus
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan di Indonesia sedang mengalami kemajuan yang sangat pesat.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan di Indonesia sedang mengalami kemajuan yang sangat pesat. Terbukti dengan adanya pembangunan pada sektor pendidikan seperti munculnya sekolah-sekolah
PENGARUH KEMAMPUAN DASAR GURU DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH SURUH TAHUN AJARAN 2008/2009
PENGARUH KEMAMPUAN DASAR GURU DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH SURUH TAHUN AJARAN 2008/2009 Skripsi Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai
BAB I PENDAHULUAN. berkualitas menentukan masa depan bangsa. Sekolah. sekolah itu sendiri sesuai dengan kerangka pendidikan nasional.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah salah satu hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Sumber daya manusia yang berkualitas tercipta dari proses pendidikan yang baik.
BAB I PENDAHULUAN. komunikasi di tengah-tengah pergaulan dan interaksi sosial. Melalui penguasaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan dinamika peradaban yang terus bergerak menuju arus globalisasi, bahasa Indonesia memiliki peran yang penting dan strategis dalam proses komunikasi
SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE RESITASI DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) AL-ISLAM 3 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009/2010 SKRIPSI
BAB I PENDAHULUAN. Dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab. I, pasal 1:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan merupakan bagian yang penting dalam kehidupan manusia karena dalam kehidupannya manusia senantiasa berada dalam proses belajar. Menurut Winkel
SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan
0 KONSENTRASI BELAJAR DAN INTENSITAS BIMBINGAN BELAJAR ORANG TUA PENGARUHNYA TERHADAP KECENDERUNGAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 DELANGGU KABUPATEN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPSI
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DISERTAI SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PADA MATERI TERMOKIMIA
SEMINAR NASIONAL KIMIA DAN PENDIDIKAN KIMIA VI Pemantapan Riset Kimia dan Asesmen Dalam Pembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan PMIPA FKIP UNS Surakarta, 21 Juni
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu komponen yang memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Pendidikan dapat menjamin kelangsungan kehidupan dan perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat modern yang menuntut spesialisasi dalam masyarakat yang. semakin kompleks. Masalah profesi kependidikan sampai sekarang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Profesionalisme berkembang sesuai dengan kemajuan masyarakat modern yang menuntut spesialisasi dalam masyarakat yang semakin kompleks. Masalah profesi kependidikan
SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Ekonomi Akuntansi. Disusun Oleh:
PENGARUH PENDEKATAN KONTEKSTUAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AKUNTANSI PADA SISWA KELAS XI IPS SMA AL - ISLAM 3 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009-2010 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
BAB I PENDAHULUAN. Menurut Undang-undang Tentang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 pasal 1
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Penelitian Menurut Undang-undang Tentang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 pasal 1 (2003) menyatakan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
BAB I PENDAHULUAN. memiliki peran penting dalam menghasilkan generasi muda yang berkualitas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada masa sekarang ini merupakan kebutuhan yang memiliki peran penting dalam menghasilkan generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing. Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan menyebutkan, bahwa pendidikan nasional bertujuan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
BAB I PENDAHULUAN. Jalur pendidikan di Indonesia terbagi menjadi tiga arah yaitu. pendidikan informal, pendidikan formal, dan pendidikan nonformal.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Jalur pendidikan di Indonesia terbagi menjadi tiga arah yaitu pendidikan informal, pendidikan formal, dan pendidikan nonformal. Pendidikan informal secara umum bisa
I. PENDAHULUAN. cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pendidikan.
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sebuah proses dengan menggunakan berbagai macam metode pembelajaran, sehingga siswa memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini di dalam dunia pendidikan, keberadaan guru merupakan salah satu faktor yang signifikan baik dalam peran maupun fungsinya. Guru merupakan bagian komponen
BAB I PENDAHULUAN. dijamah oleh teknologi. Teknologi informasi dan komunikasi telah masuk ke
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat saat ini. Beberapa aspek kehidupan mulai dijamah oleh
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang pesat sekarang ini, akan membawa dampak kemajuan dibidang kehidupan baik dalam
BAB I PENDAHULUAN. IPTEK, dituntut sumber daya manusia yang handal dan mampu bersaing secara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia hidup tidak lepas dari pendidikan. Untuk menghadapi tantangan IPTEK, dituntut sumber daya manusia yang handal dan mampu bersaing secara global. Oleh
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan. Kualitas sumber
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan. Kualitas sumber daya manusia merupakan aspek yang dominan terhadap kemajuan suatu bangsa. Manusia dituntut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
digilib.uns.ac.id 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang pesat akan membawa dampak kemajuan dibidang kehidupan. Agar
Penerapan metode pembelajaran kooperatif Group Investigation
Penerapan metode pembelajaran kooperatif Group Investigation (GI) dalam meningkatkan kompetensi mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas VII SMP Negeri 16 Surakarta tahun pelajaran 2005/2006 Oleh : Islamiyatun
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Salah satu lembaga pendidikan yang diisyaratkan untuk menciptakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu lembaga pendidikan yang diisyaratkan untuk menciptakan sumber daya manusia dengan menghasilkan lulusan yang siap pakai adalah Sekolah Menengah Kejuruan
SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi
KEMAMPUAN KOGNITIF MAHASISWA DITINJAU DARI MEDIA PEMBELAJARAN DAN INTENSITAS BELAJAR MAHASISWA DALAM MATA KULIAH AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH PROGDI PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI FKIP UMS TAHUN AJARAN 2009/2010
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan jaman yang semakin modern terutama pada era globalisasi seperti sekarang ini menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Peningkatan
BAB 1 PENDAHULUAN. kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut UU No. 20 Tahun 2003. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
BAB I PENDAHULUAN. mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Peranan guru terhadap keberhasilan pengajaran, sangat dominan. Hal ini tampak pada sebagian rincian tugas dan tanggung jawab para guru dalam pelaksanaan pengajaran.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Aktivitas belajar siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Aktivitas belajar siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran merupakan salah satu kunci keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran. Aktivitas merupakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah investasi sumber daya manusia jangka panjang yang mempunyai nilai strategis bagi kelangsungan peradaban manusia di dunia. Pendidikan merupakan
PENINGKATAN KREATIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN VAK
PENINGKATAN KREATIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN VAK ( Visualization Auditory Kinestetic ) ( PTK Pembelajaran Matematika Pokok Bahasan Luas dan Keliling
I. PENDAHULUAN. dan berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan.
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keberhasilan suatu pembangunan ditentukan oleh suatu kualitas pendidikan warganya, karena dengan pendidikan dapat mencapai kesejahteraan hidup, mengembangkan potensi diri
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan aktifitas atau kegiatan yang selalu menyertai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan aktifitas atau kegiatan yang selalu menyertai kehidupan manusia, mulai dari bangsa yang sederhana peradabannya sampai kepada bangsa yang
BAB I PENDAHULUAN. maupun informal. Keberhasilan pendidikan akan terjadi bila ada interaksi antara
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peran guru sangat strategis pada kegiatan pendidikan formal, non formal maupun informal. Keberhasilan pendidikan akan terjadi bila ada interaksi antara pendidik dengan
SISWA KELAS VIII SMP NEGERI I WONOSARI
PENGARUH PERSIAPAN SISWA DALAM BELAJAR DAN KEMANDIRIAN DALAM MENGERJAKAN TUGAS TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI I WONOSARI KABUPATEN
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat yang cerdas di era seperti sekarang ini sangat penting
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu tujuan pendidikan nasional yang termuat dalam pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Mewujudkan masyarakat yang cerdas di era seperti
INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENGGUNAAN MACROMEDIA FLASH
INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENGGUNAAN MACROMEDIA FLASH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA MELALUI METODE GROUP INVESTIGATION DI KELAS VIII SMP NEGERI 3 SAWIT Skripsi Untuk
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu proses untuk mengembangkan semua aspek kepribadian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu proses untuk mengembangkan semua aspek kepribadian manusia, yang mencakup pengetahuan, nilai, sikap, dan keterampilannya. Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. suatu bangsa, karena dengan pendidikan suatu bangsa dapat mempersiapkan masa
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam kehidupan suatu bangsa, karena dengan pendidikan suatu bangsa dapat mempersiapkan masa depannya
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan adalah salah satu aspek penting bagi bangsa. Melalui
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah salah satu aspek penting bagi bangsa. Melalui pendidikan diharapkan mampu melahirkan calon-calon penerus masa depan bangsa yang kompeten, cerdas
BAB I PENDAHULUAN. manusia Indonesia seutuhnya, pembangunan di bidang pendidikan. pendidikan banyak menghadapi berbagai hambatan dan tantangan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada dasarnya merupakan proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan potensi dirinya sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi.
PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI DITINJAU DARI MINAT BACA SISWA DAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS XI SMA N 1 BATURETNO TAHUN AJARAN
PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI DITINJAU DARI MINAT BACA SISWA DAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS XI SMA N 1 BATURETNO TAHUN AJARAN 2009/2010. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
STUDI KOMPARASI PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN QUESTIONS STUDENT HAVE DENGAN METODE KONVENSIONAL PADA PEMBELAJARAN IPS DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 KARTASURA TAHUN AJARAN 2007/2008 Untuk Memenuhi Sebagian
