Ari Kusyono A
|
|
|
- Widya Salim
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN CARD SORT DENGAN PENGGUNAAN MACRO MEDIA FLASH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SALING KETERGANTUNGAN DALAM EKOSISTEM PADA SISWA KELAS VII SMPN 3 POLANHARJO KLATEN TAHUN AJARAN 2009/2010 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Biologi Disusun Oleh : Ari Kusyono A FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010 i
2 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Pembelajaran adalah mengatur dan mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar pembelajaran sehingga dapat mendorong pembelajar melakukan belajar. Kualitas pendidikan dapat dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah guru. Dalam sistem pendidikan, guru menempati posisi sentral dan merupakan ujung tombak pendidikan. Guru adalah orang yang selalu terlibat langsung dalam upaya mempengaruhi, membina, dan mengembangkan kemampuan anak didik supaya menjadi anak yang cerdas, terampil, dan bermoral tinggi. Guru dituntut memiliki kemampuan sebagai pendidik dan pengajar dan harus menguasai semua materi pelajaran dan terampil didalam menyampaikan serta dapat memilih strategi pembelajaran yang sesuai dan tepat, yang melibatkan siswa dan dapat membuat siswa aktif selama proses pembelajaran. Pendidikan selalu mengalami pembaharuan dalam rangka mencari struktur kurikulum, sistem pendidikan dan metode pembelajaran yang efektif dan efisien. Upaya tersebut antara lain peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan mutu para pendidik dan peserta didik serta perubahan dan perbaikan kurikulum. Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan di masa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi 1
3 2 peserta didik, sehingga yang bersangkutan mampu memiliki dan memecahkan problema pembelajaran yang dihadapinya. Konsep pendidikan terasa semakin penting ketika seseorang harus memasuki kehidupan di masyarakat dan dunia kerja. Karena yang bersangkutan harus mampu menerapkan apa yang dipelajari di sekolah untuk menghadapi problema yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari saat ini maupun yang akan datang. Sekolah sebagai suatu institusi atau lembaga pendidikan idealnya harus mampu melakukan proses edukasi, sosialisasi dan transformasi. Dengan kata lain, sekolah yang bermutu adalah sekolah yang mampu berperan sebagai proses edukasi (proses pendidikan yang menekankan pada kegiatan mendidik dan mengajar), proses sosialisasi (proses bermasyarakat terutama bagi anak didik), dan wadah proses transformasi (proses perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik / lebih maju). Biologi merupakan salah satu bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang sangat besar pengaruhnya untuk penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. IPA juga berperan penting dalam usaha menciptakan manusia yang berkualitas. Biologi lebih menekankan kegiatan belajar mengajar, mengembangkan konsep dan ketrampilan proses siswa dengan berbagai metode mengajar yang sesuai dengan bahan kajian yang diajarkan. Dalam pembelajaran IPA, khususnya Biologi, sangat diperlukan strategi pembelajaran yang tepat yang dapat melibatkan siswa seoptimal mungkin baik secara intelektual maupun emosional, karena pengajaran Biologi menekankan pada ketrampilan proses ( Kasbolah, 2001).
4 3 Pola pengajaran biologi yang dilakukan oleh sekolah-sekolah cenderung menggunakan metode ceramah. Dengan metode ceramah guru merasa lebih mudah mengawasi keterlibatan siswa dalam mendengarkan pelajaran karena siswa melakukan hal yang sama, yakni serempak mendengarkan guru. Perhatian guru juga tidak terbagi-bagi dengan kegiatan siswa yang sejenis tersebut. Namun berdasarkan pengamatan guru di kelas, metode ceramah memiliki kelemahan yaitu guru tidak mampu mengontrol sejauh mana siswa telah memahami materi yang diberikan. Dalam pelaksanaannya di kelas, lebih dari separuh waktu siswa dipergunakan untuk mendengarkan. Ada banyak metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran di sekolah. mengemukakan 101 metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran aktif. Kesemuanya dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas sesuai jenis materi dan tujuan yang diinginkan dapat dicapai oleh anak. Metode tersebut antara lain Who Is In The Class, Card Sort, Group Resume, dan lain sebagainya (Silberman, 2001). Penelitian tindakan kelas ( PTK ) merupakan suatu penelitian tindakan yang akar permasalahannya muncul dikelas, dan dirasakan langsung oleh guru yang bersangkutan sehingga sulit dibenarkan jika ada anggapan bahwa permasalahan dalam penelitian tindakan kelas muncul dari pemikiran peneliti. Dalam PTK peneliti atau guru lain dan dapat melihat secara langsung praktek pembelajaran atau bersama guru lain dan dapat melakukan penelitian terhadap siswa dilihat dari aspek afektif dalam proses pembelajaran. Dalam PTK guru
5 4 secara reflektif dapat menganalisis terhadap apa yang dilakukan dikelas. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan PTK, pendidik dapat memperbaiki strategi pembelajaran sehingga menjadi efektif ( Supardi, 2006 ). Dalam proses pembelajaran biologi yang berlangsung di SMP saat ini menggunakan sistem penyampaian yang monoton, yaitu sistem yang bertumpu pada aktivitas guru. Pada umumnya guru cenderung menggunakan metode ceramah dalam mengajar karena mudah dilakukan dan cepat. Bertumpunya proses belajar mengajar pada guru menimbulkan kurang tumbuh berkembangnya sikap pembelajaran pada anak, sebab anak akan cenderung menganggap dirinya tergantung pada guru dan sekolah demi belajar. Tanpa guru dan sekolah siswa tidak dapat belajar secara teratur. Sikap ini bahkan dapat tumbuh dalam diri orang tuanya, sehingga sekolah dan guru di anggap sebagai satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas keberhasilan anak dalam belajar. Dalam proses belajar mengajar terdapat beberapa kelemahan yang mempengaruh hasil belajar siswa menjadi menurun. Berdasarkan dialog dengan guru biologi kelas VII SMPN 3 Polanharjo Klaten maka diperoleh kesimpulan bahwa kelas VII merupakan kelas yang dapat dipilih menjadi penelitian tindakan kelas yang akan peneliti lakukan. Kelas VII merupakan kelas yang anggota siswanya yang mempunyai mayoritas nilai yang cukup rendah. Dari hasil observasi pada bulan Januari 2010 diketahui proses pembelajaran biologi SMPN 3 Polanharjo Klaten Tahun Ajaran 2009/2010
6 5 ditemukan kelemahan sebagai berikut ; 1) siswa pasif dan kurang memperhatikan penjelasan dari guru pada setiap pembelajaran, 2) siswa ramai pada saat pembelajaran, 3) jenuh dan bosan pada pembelajaran yang monoton. 4) konsentrasi dan pemahaman siswa kurang setiap pembelajaran biologi, dan 5) hasil belajar siswa rendah. Kelemahan-kelemahan tersebut merupakan masalah dalam strategi pembelajaran kelas yang penting untuk dipecahkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru untuk dapat meningkatkan hasil belajar dan afektif siswa dalam mempelajari saling ketergantungan dalam ekosistem adalah melalui strategi pembelajaran Card sort dan sebagai media penyampaian materinya dengan Macromedia flash, penyampaian materi dengan Macromedia flash dengan menggunakan strategi pembelajaran Card sort siswa diharapkan mampu menyerap materi-materi yang diberikan dengan ilustrasi yang disampaikan dari materi pembelajaran yang disajikan dari Macromedia flash tersebut. Dalam pembelajaran ini guru berperan sebagai motivator dan fasilitator yang membantu agar proses belajar bukan merupakan transfer pengetahuan dari guru ke siswa melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya melalui serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh siswa, serta siswa dituntut bekerja untuk mencari pasangan yang sesuai dengan kelompoknya dalam pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran Card Sort. Dalam hal ini dikhususkan pada materi pembelajaran saling ketergantungan dalam ekosistem yang materinya tergolong cukup banyak dan sulit untuk dipahami maka dalam pembelajaran diperlukan strategi yang tepat
7 6 yaitu strategi pembelajaran Card sort dimana dalam penyampaian materinya itu lebih di fokuskan dengan penggunaan Macromedia flash agar siswa menjadi termotivasi dengan pesan yang disampaikan oleh media tersebut. Strategi pembelajaran Card sort dipilih karena kita menyadari bahwa didalam pembelajaran kelas yang kurang produktif dalam pembelajaran sehari-hari kelas selalu diisi dengan ceramah sementara siswa dituntut menerima dan menghafal, maka dengan strategi ini dapat menciptakan ruang kelas yang didalamnya siswa menjadi aktif, bukan hanya pasif. Dalam penelitian ini difokuskan kearah tersebut dengan melakukan proses pembelajaran dengan strategi pembelajaran Card sort sebagai upaya untuk mengoptimalkan proses belajar siswa pada pokok bahasan saling ketergantungan dalam ekosistem. Berdasarkan hasil observasi dengan guru siswa kelas VII SMPN 3 Polanharjo Klaten diperoleh pembelajaran yang monoton, yaitu masih menggunakan metode ceramah, penugasan sehingga prestasi belajar siswa selama ini termasuk dalam kategori sedang, masih ada beberapa siswa yang masih mengikuti remidi karena masih kesulitan dalam menghafal atau menguasai konsep hal tersebut dikarenakan banyaknya materi dan hampir semua materi penting. Dari alasan diatas siswa memerlukan suatu startegi khusus dalam mempelajari materi artinya siswa memerlukan cara belajar aktif dan efektif serta tidak berbelit-belit sehingga lebih mudah mengingatnya. Salah satu pembelajaran yang dapat melibatkan kemampuan diri adalah dengan strategi pembelajaran Card sort.
8 7 Sortir Kartu (Card Sort) merupakan kegiatan kolaboratif yang dapat digunakan untuk mengajarkan konsep, karakteristik klasifikasi, fakta tentang obyek atau merivew informasi. Gerakan fisik yang dominan dalam strategi ini dapat membantu mendinamisir kelas yang jenuh dan bosan. Dengan metode ini materi yang biasanya banyak dapat mudah dimengerti dan juga siswa yang malas akan menjadi aktif dan tidak bosan (Zaini, dkk. 2007). Berdasarkan hal-hal tersebut penulis mencoba mengadakan penelitian tentang Penerapan strategi pembelajaran Card Sort dengan penggunaan Macromedia flash untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan saling ketergantungan dalam ekosistem pada siswa kelas VII SMPN 3 Polanharjo Klaten Tahun Ajaran 2009/2010. B. Pembatasan Masalah Penelitian 1. Subyek Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 3 Polanharjo Klaten. 2. Obyek Obyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah strategi pembelajaran Card Sort dengan penggunaan Macromedia flash. 3. Parameter Parameter yang digunakan adalah hasil belajar siswa setelah penerapan strategi pembelajaran Card Sort dengan penggunaan Macromedia flash yang diukur dari aspek kognitif dan afektif siswa SMPN 3 Polanharjo
9 8 Klaten Tahun Ajaran 2009/2010 yang sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal ( KKM ) di SMPN 3 Polanharjo Klaten dengan batasan minimal kelulusan siswa rata-rata yaitu 70. Kompetensi Dasar yang ingin dicapai dalam aspek kognitif adalah yang sudah mencapai nilai 70 dan aspek afektif siswa lebih aktif dalam pembelajaran dikelas. C. Perumusan Masalah Dari judul penelitian diatas maka dapat dibuat rumusan masalah yaitu : Apakah strategi pembelajaran Card sort dengan penggunaan Macromedia flash dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas VII SMPN 3 Polanharjo Klaten Tahun Ajaran 2009/2010? D. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui apakah penerapan strategi pembelajaran Card sort dengan penggunaan Macromedia flash dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa pada pokok bahasan saling ketergantungan dalam ekosistem pada siswa kelas VII SMPN 3 Polanharjo Klaten tahun Ajaran 2009/2010.
10 9 E. Manfaat Penelitian Dengan penelitian ini diharapkan agar hasilnya dapat bermanfaat : 1. Bagi Guru dan calon guru : a. Memberikan alternatif pilihan kepada guru atau calon guru Biologi dalam menentukan strategi, metode atau pendekatan pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang akan diajarkan. b. Memberikan informasi kepada guru dan calon guru untuk lebih menekankan pada keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. 2. Bagi Siswa atau peserta didik : a. Dapat meningkatkan pemahaman siswa akan materi yang telah disampaikan oleh guru. b. Dapat meningkatkan hasil belajar yang sejalan dengan meningkatnya pemahaman siswa akan materi yang telah disampaikan oleh guru. 3. Bagi sekolah : Dapat memberikan informasi dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dengan banyaknya model pembelajaran yang digunakan yang berhubungan dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan.
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas, mampu bersaing, dan memiliki budi pekerti yang luhur serta moral yang baik, sedangkan pendukung
SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Biologi. Disusun Oleh:
APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN QUESTION STUDENTS HAVE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BERTANYA DAN MENJAWAB PERTANYAAN PADA PELAJARAN IPA BIOLOGI SISWA KELAS VIIIC SMP NEGERI I GATAK TAHUN PELAJARAN 2008/2009
SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Biologi. Diajukan oleh :
PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DISERTAI PENGGUNAAN HAND OUT SEBAGAI PENGUATAN KONSEP MATERI POKOK EKOSISTEM PADA SISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2008/
BAB I PENDAHULUAN. dalam mengatasi kesulitan-kesulitan belajar mereka. Berbagai upaya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Suatu kenyataan bahwa di dalam proses pembelajaran selalu ada siswa yang memerlukan bantuan, baik dalam mencerna bahan pengajaran maupun dalam mengatasi kesulitan-kesulitan
BAB I PENDAHULUAN. dapat mengembangkan pengetahuan sesuai bidang studi yang dipelajari. Oleh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses pembelajaran merupakan komponen pendidikan. Kegiatan tersebut melibatkan peserta didik dan guru. Pada proses pembelajaran terdapat interaksi antara guru dan siswa
SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Biologi LUSI NOVIASARI A
MENINGKATKAN PERAN SERTA SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN MENERAPKAN METODE TUTOR SEBAYA PADA SISWA KELAS VII SMP AMAL MULYA TAWANGMANGU TAHUN AJARAN 2009/2010 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
BAB I PENDAHULUAN. tertentu sehingga siswa memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah proses dengan metode tertentu sehingga siswa memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam pelaksanaan pembelajaran peran guru tidak hanya
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam pelaksanaan pembelajaran peran guru tidak hanya membantu proses pembelajaran atau sebagai seorang pengambil keputusan instruksional tetapi lebih dari
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DISERTAI LEMBAR KERJA SISWA UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII A SMPN 1 KEMUSU BOYOLALI TAHUN PELAJARAN
PENGGUNAAN JURNAL BELAJAR DENGAN MACROMEDIA
PENGGUNAAN JURNAL BELAJAR DENGAN MACROMEDIA FLASH DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 2 SURAKARTA Skripsi Oleh : Yenny Anjar Jayadi K4304057
BAB I PENDAHULUAN. harus mampu melakukan proses edukasi, sosialisasi, dan transformasi.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan selalu mengalami pembaharuan dalam rangka mencari struktur kurikulum, sistem pendidikan dan metode pengajaran yang efektif dan efisien. Upaya tersebut
POKOK BAHASAN EKOSISTEM MELALUI MEDIA KOMIK PADA SISWA KELAS VII SMP N 2 PANINGGARAN PEKALONGAN TAHUN AJARAN 2008/2009
POKOK BAHASAN EKOSISTEM MELALUI MEDIA KOMIK PADA SISWA KELAS VII SMP N 2 PANINGGARAN PEKALONGAN TAHUN AJARAN 2008/2009 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-I Pendidikan
INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENGGUNAAN MACROMEDIA FLASH
INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENGGUNAAN MACROMEDIA FLASH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA MELALUI METODE GROUP INVESTIGATION DI KELAS VIII SMP NEGERI 3 SAWIT Skripsi Untuk
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri
BAB I PENDAHULUAN. di Indonesia akan tetapi semua pihak, baik guru, orang tua, maupun siswa sendiri.
1 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Bidang pendidikan merupakan salah satu bidang yang sangat penting dan memerlukan perhatian khusus dari semua lapisan masyarakat, bukan hanya pemerintah yang
BAB I PENDAHULUAN. hidup seseorang bahkan dalam kesejahteraan suatu bangsa. Dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan sangat dibutuhkan dalam kelangsungan dan kesejahteraan hidup seseorang bahkan dalam kesejahteraan suatu bangsa. Dengan pendidikan seseorang akan terhindar
BAB I PENDAHULUAN. pendidikan merupakan pondasi bagi kemajuan suatu bangsa. Pendidikan yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan karena pendidikan merupakan pondasi bagi kemajuan suatu bangsa. Pendidikan yang berkembang akan dapat menghasilkan
BAB I PENDAHULUAN. yang langsung dikaitkan dengan praktek pembelajaran. Pembelajaran aktif (Active Learning) adalah aktifitas pembelajaran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan di Indonesia selalu mengalami penyempurnaan yang pada akhirnya menghasilkan suatu produk atau hasil pendidikan yang berkualitas. Berbagai usaha telah
BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat,
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat, Indonesia sebagai bangsa yang menginginkan kemajuan membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas terutama
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION (GI)
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2007/2008 SKRIPSI Oleh: SITI ROHANA NIM. K4304006
SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Biologi
PENINGKATAN KETERAMPILAN METAKOGNITIF DENGAN MENGGUNAKAN METODE SQ3R PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS VIIA SMP MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan
HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA POKOK BAHASAN SISTEM EKSKRESI MANUSIA DENGAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MEDIA CHART
HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA POKOK BAHASAN SISTEM EKSKRESI MANUSIA DENGAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MEDIA CHART DAN MODEL UNTUK SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 2 MASARAN SRAGEN TAHUN AJARAN 2007/2008 SKRIPSI
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI POKOK BAHASAN STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI POKOK BAHASAN STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER II SMP NEGERI 3 COLOMADU TAHUN AJARAN 2009/2010
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF CARD SORT DAN INDEX CARD MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR GETARAN DAN GELOMBANG 1. Haryanto 2.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF CARD SORT DAN INDEX CARD MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR GETARAN DAN GELOMBANG 1 Haryanto 2 Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adakah perbedaan pengaruh
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan sangat dibutuhkan dalam kelangsungan dan kesejahteraan hidup
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat bagi manusia. Pendidikan sangatlah penting, sebab dengan proses pendidikan manusia dapat mengembangkan semua potensi
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan usaha mengembangkan dan membina potensi. sumberdaya manusia melalui berbagai kegiatan belajar mengajar yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan usaha mengembangkan dan membina potensi sumberdaya manusia melalui berbagai kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan pada semua jenjang pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. dan mengembangkan kemampuan anak didiknya. Aktivitas kegiatan seorang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam proses pembelajaran tersusun atas sejumlah komponen yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Peranan guru dalam pembelajaran sangat penting untuk menentukan
BAB I PENDAHULUAN. dengan siswa dapat memahami dan mengerti maksud pembelajaran.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia, sebab dengan pendidikan manusia dapat hidup sesuai dengan tujuan dan fungsinya sebagai
BAB I PENDAHULUAN. problema pendidikan yang dihadapinya. Pendidikan harus menyentuh potensi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan selalu mengalami pembaharuan dalam rangka mencari struktur kurikulum, sistem pendidikan dan metode pengajaran yang efektif dan efisien. Upaya tersebut
Penerapan metode pembelajaran kooperatif Group Investigation
Penerapan metode pembelajaran kooperatif Group Investigation (GI) dalam meningkatkan kompetensi mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas VII SMP Negeri 16 Surakarta tahun pelajaran 2005/2006 Oleh : Islamiyatun
BAB I PENDAHULUAN. keseluruhan karena dianggap sebagai alat pengubah taraf hidup manusia dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah wadah untuk mencerdaskan bangsa, mengembangkan masyarakat dengan berbagai dimensinya, mengembangkan nilai-nilai, pengetahuan, keterampilan
PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA POKOK MATERI EKOSISTEM DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT
PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA POKOK MATERI EKOSISTEM DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 SIDOHARJO TAHUN PELAJARAN
BAB I PENDAHULUAN. wawasan, ketrampilan dan keahlian tertentu kepada individu guna. diyakini mampu menanamkan kapasitas baru bagi semua orang untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan aspek penting bagi perkembangan sumber daya manusia dan merupakan suatu upaya untuk memberikan pengetahuan, wawasan, ketrampilan dan keahlian
commit to user BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau perkembangan pendidikan
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MENGGUNAKAN METODE DISCOVERY TERPIMPIN PADA SISWA KELAS VII A SMP MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2006/2007
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MENGGUNAKAN METODE DISCOVERY TERPIMPIN PADA SISWA KELAS VII A SMP MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2006/2007 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan sarana penting pengembangan ilmu dan pondasi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sarana penting pengembangan ilmu dan pondasi pokok dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) suatu bangsa. Karena itu pengembangan untuk
IMPLIKASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING
IMPLIKASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BIOLOGI KELAS VII-A SMP NEGERI 1 GESI TAHUN AJARAN 2007/2008 SKRIPSI OLEH : NANIK SISWIDYAWATI X4304016 FAKULTAS
Skripsi Oleh : Nanik Ramini NIM K
INOVASI PEMBELAJARAN DENGAN PENGGUNAAN MACROMEDIA FLASH UNTUK PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP BIOLOGI MELALUI METODE GROUP INVESTIGATION DI SMA PANCASILA I WONOGIRI Skripsi Oleh : Nanik Ramini NIM K 4303042
SKRIPSI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Biologi. Oleh:
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH (MENCARI PASANGAN) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI POKOK BAHASAN FOTOSINTESIS SISWA KELAS VIII G SMP AL-ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2008/2009
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. tentang Sistem Pendidikan nasional. Edgar Dalle ( Reigeluth, 2013 : 7 )
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya,
BAB I PENDAHULUAN. mengharuskan mampu melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini dunia pendidikan dihadapkan pada tantangan yang mengharuskan mampu melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Pendidikan merupakan suatu
BAB I PENDAHULUAN. kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pendidikan merupakan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pendidikan merupakan satuan tindakan yang
BAB I PENDAHULUAN. pesan itu sendiri yang biasanya berupa materi pelajaran. Kadang-kadang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. Dalam suatu proses komunikasi selalu melibatkan tiga komponen pokok, yaitu komponen pengirim pesan (guru), komponen
BAB I PENDAHULUAN. Dasar, fungsi, dan tujuan pendidikan nasional di Indonesia telah ditetapkan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat bagi manusia. Pendidikan sangat penting, sebab dengan proses pendidikan manusia dapat mengembangkan semua potensi
BAB I PENDAHULUAN. interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam situasi. yang tersusun dalam suatu kurikulum pendidikan.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan cara memperbaiki proses pembelajaran. Pembelajaran pada dasarnya adalah interaksi atau hubungan
BAB I PENDAHULUAN. memungkinkan semua pihak dapat memperoleh informasi dengan melimpah,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada saat ini, pengetahuan dan teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua pihak dapat
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Keberhasilan proses pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keberhasilan proses pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari kegiatan proses belajar di sekolah, sebab secara langsung kegiatan pembelajaran dapat menentukan
NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna memenuhi derajat sarjana S-1 Pendidikan Matematika
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI STRATEGI AKTIF CARD SORT (PTK Pembelajaran Matematika Bagi Siswa kelas VII Semester Genap SMP Negeri 4 Boyolali
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF TTW
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF TTW (Think-Talk- Write) DENGAN MENYERTAKAN HAND OUT TERHADAP HASIL BELAJAR STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN PADA SISWA KELAS VIII A SEMESTER GENAP SMP MUHAMMADIYAH
