PERANGKAT LUNAK TPS BRACHYTHERAPY

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERANGKAT LUNAK TPS BRACHYTHERAPY"

Transkripsi

1 PRPN - BA TAN, 14 November 2013 PEREKAYASAAN PERANGKAT LUNAK TPS BRACHYTHERAPY Atang Susila, Ari Satmoko, Wahyuni Z Imran, Joko Trianto, dan Akhmad Suntoro PRPN - SATAN, Kawasan Puspiptek, Gedung 71, Tangerang Selatan, ABSTRAK PEREKAYASAAN PERANGKAT LUNAK TPS BRACHYTHERAPY. Kanker leher rahim (cervic cancer) termasuk salah satu dari sepuluh penyakit top dunia. Penyembuhan melalui iradiasi (brachytherapy) merupakan teknik yang banyak dilakukan untuk penyembuhan kanker servik yang sudah parah. Namun Rumah Sakit yang memiliki fasilitas ini tidak banyak karena peralatannya masih harus diimpor dan harga peralatan yang sangat mahal. PRPN telah mengembangkan Treatment Delivery System dan memiliki program Treatment Planning System (TPS) buatan Flexiplan. Masalah yang dihadapi adalah program tersebut hanya diberi lisensi untuk satu komputer sehingga tidak memungkinkan untuk didistribusikan ke pengguna. Untuk mengatasi masalah ini maka pada kegiatan ini dikembangkan program TPS khusus untuk terapi kanker servik. Program yang dikembangkan secara fungsional akan merujuk ke program buatan Flexiplan. Proses pengembangan dibagi menjadi empat tahap yaitu analisis, desain, implementasi, dan pengujian. Dari hasil pengujian menggunakan fantom, program telah dapat menampilkan kurva isodosis. Kinerja program masih akan diuji dengan cara membandingkan terhadap hasil yang diperoleh dari program Flexiplan. Kata kunci: TPS, brachytherapy, perangkat lunak, servik, kanker. ABSTRACT DEVELOPMENT OF BRACHITHERAPY TPS SOFTWARE. Cervical cancer is one of the world's top ten diseases. Irradiation treatment (brachyterapy) is a frequently technique used to cure severed cervical cancer but a few hospital has the facility because the equipment still have to be imported and the price is very expensive. PRPN has been developing Treatment Delivery System and has program Treatment Planning System (TPS) made in Flexiplan. The problem is that the program is only licensed for one computer that can not be distributed to users. To overcome this problem, this activity develope own TPS program specifically for the treatment of cervical cancer. Program developed functionally will refer to Flexiplan program. The development process is divided into four phases: analysis, design, implementation, and testing. From the test results using phantom, the program has been able to show isodose curve. Performance of the program will still be tested by comparing the results obtained from the Flexiplan program. Keywords: TPS, brachytherapy, software, cervic, cancer

2 PRPN- BATAN, 14 November PENDAHULUAN Kanker leher rahim atau kanker servik (cervic cancer) termasuk salah satu dari sepuluh penyakit top dunia yang banyak merenggut nyawa manusia. Serdasrkan data di Amerika Utara, setiap harinya sekitar prosedur medis menggunakan isotop radioaktif dilakukan dan sekitar manusia diselamatkan dari keganasan kanker dengan terapi radiasi. Di Indonesia, jenis penyakit ini banyak terjadi pada kaum wan ita yang berusia di atas setengah baya tetapi juga ditemukan pada wanita usia muda. Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran karena proses penyembuhannya tidak seperti penyakitpenyakit ringan lainnya, Proses penyembuhannya dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti operasi atau iradiasi menggunakan sinar gamma. Penyembuhan melalui iradiasi (brachyterapy) merupakan teknik yang banyak dilakukan untuk penyembuhan kanker servik yang sudah parah. Namun rumah sakit yang memiliki fasilitas ini tidak banyak karena peralatannya masih harus diimpor dengan harga peralatan yang sangat mahal. PRPN merupakan salah satu unit yang ada di SATAN memiliki tugas untuk mengembangkan peralatan kedokteran nuklir dan telah mengembangkan perangkat Brachytherapy Low Doserate. Namun perangkat ini memberikan efek kurang nyaman terhadap pasien karena waktu yang diperlukan untuk proses iradiasi lebih dari 5 jam. Untuk mengatasi hal tersebut pad a tahun 2011, PRPN telah mengembangkan Treatment Delivery System Medium Dose Rate (MDR) dan tahun 2012 telah melakukan pengujian dan penyempurnaan terhadap permasalahan yang ditemukan saat pengujian. Perangkat ini belum bisa diterapkan karena diperlukan komponen lain untuk mendukung penggunaannya yaitu program Treatment Planning System (TPS). Pad a tahun 2010, PRPN telah membeli Program TPS buatan Flexiplan untuk perencanaan penyinaran kanker servik. Masalah yang dihadapi adalah program tersebut hanya diberi lisensi untuk satu komputer sehingga tidak memungkinkan untuk didistribusikan ke pengguna. Untuk mengatasi masalah ini maka pada tahun 2013, PRPN mengembangkan program TPS khusus untuk terapi kanker servik. Program yang dikembangkan secara fungsional akan merujuk ke program buatan Flexiplan. Dengan pengembangan ini diharapkan program yang dihasilkan dapat melengkapi sistem TDS brachyterapy buatan PRPN. Dengan dikembangkannya software baru ini maka SATAN turut andil dalam upaya penyediaan peralatan medis lokal sehingga mengurangi ketergantungan kepada pihak luar negeri. Pada akhirnya negara dapat menghemat devisa yang selama ini biasanya digunakan untuk membeli peralatan dari luar negeri dengan harga sangat mahal

3 PRPN - SA TAN, 14 November METODOLOGI Kegiatan perekayasaan ini dibagi menjadi 4 tahapan, yaitu tahap analisis, tahap desain, tahap implementasi, dan tahap pengujian ANALISIS Pad a tahap ini dilakukan analisa data yang merupakan proses identifikasi data yang diperlukan oleh TPS, analisis proses yaitu identifikasi proses-proses yang dilakukan dalam perencanaan terapi, dan analisis kebutuhan yaitu identifikasi peralatan-peralatan yang diperlukan untuk pengoperasian program TPS. Untuk mempercepat waktu maka digunakan metode "reverse engineering" yaitu dengan cara mempelajari dan menguasai proses yang dilakukan oleh program buatan Flexiplan (sebagai standar) kemudian menirunya. Program standar dianalisis secara fungsional untuk dijadikan acuan dalam pengembangan program baru dengan melakukan penyederhanaan yaitu program yang dihasilkan hanya diperuntukan bagi terapi kanker servik DESAIN Pada tahap ini dilakukan desain database, desain antarmuka, dan desain proses perencanaan terapi. Desain database meliputi desain relasi antar entitas yang terlibat dalam proses perencanaan terapi dan desain tabel database. Desain proses meliputi desain flow chart proses perencanaan terapi, use case diagram, sekuensial diagram, dan klas diagram proses- proses yang terlibat dalam perencanaan terapi. Desain antarmuka meliputi manajemen sumber, pemindaian film sinar-x, isian dimensi rekonstruksi box, rekonstruksi film, tampilan isodosis, isian data ahli terapi, isian data fisika medis, isian data pasien, tampilan parameter sumber, tampilan anisotrophy sumber, tampilan data sumber dalam bentuk polar, antar muka isian studi, dan isian dwell time IMPLEMENTASI Langkah berikutnya adalah implementasi yang merupakan konstruksi program yang akan dibangun berupan penyusunan program komputer untuk pembuatan database, implementasi antar muka operator dengan komputer, dan implementasi proses-proses berdasarkan desain yang dihasilkan pada tahap sebelumnya

4 PRPN - SA TAN, 14 November PENGUJIAN Pengujian yang dilakukan ditekankan pad a spesifikasi fungsional program TPS dengan cara melakukan pendefinisian sekumpulan kondisi input dan melakukan pengetesan pad a spesifikasi fungsional program. Pengujian dilakukan untuk menemukan: fungsi yang tidak benar atau tidak ada kesalahan antarmuka kesalahan pada struktur data dan akses basis data kesalahan inisialisasi dan terminasi kesalahan kinerja program 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. ANALISIS Untuk mengetahui data, proses, dan persyaratan yang diperlukan dalam pengembangan program TPS telah dilakukan analisis terhadap program TPS buatan Flexiplan. Analisis dimulai dengan identifikasi data. Oari hasil analisis diperoleh bahwa data dikelompokan menjadi: data pasien data ahli terapi yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan terapi data fisika medis yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan terapi data studi yang dilakukan data dwell time yang diperlukan untuk pengendalian TOS Analisis berikutnya adalah identifikasi proses yang diperlukan dalam proses perencanaan penyinaran. Oari hasil analisis diperoleh bahwa urutan dari proses yang dilakukan adalah: pengisian data pasien, data sumber, data ahli terapi, dan data fisika medis pemindaian film sinar-x menggunakan scanner rekonstruksi aplikator dan transfprmasi geometri sumber ke aplikator menampilkan kurva isodosis membuat laporan dalam bentuk file yang berisi data untuk pengendalian TOS Analisis terakhir dilakukan dengan identifikasi kebutuhan program TPS. Oari hasil analisis ditetapkan persyaratan sebagai berikut: mampu membaca film rontgen sebagai data masukan melalui scanner mampu membangkitkan kontur isodosis disekitar aplikator mampu mencetak kontur isodosis disekitar aplikator menggunakan printer

5 PRPN - BA TAN, 14 November 2013 mampu membaca file citra dengan format jpeg mampu menghasilkan laporan dengan format text Program dapat dieksekusi pad a komputer : o IBM PC atau kompatibel o as Window 7 o CPU minimal quad core o resolusi monitor minimal 1280 x 728 o RAM minimal 2 GB o HO minimal 320 GB perhitungan distribusis dosis menggunakan algoritma TG-43 pembacaan film dilakukan oleh scanner dengan resolusi optis minimal 1600 x 3200 dpi dengan ukuran film maksium 12" x 16" output dicetak menggunakan printer berwarna ukuran volume obyek disekitar aplikator 10 cm x 10 cm x 10 cm berwarna pencetakan kontur isodosis disekitar aplikator menggunakan printer dengan kertas HVS ukuran A ESAIN Oesain meliputi basis data dan proses perencanaan penyinaran. Basis data dibuat dalam bentuk relasional yaitu terdiri dari beberapa tabel yang saling berelasi. Tabel-tabel tersebut terdiri dari tabel karakteristik sumber, tabel pasien, tabel fisika medis, tabel ahli terapi, tabel studi, dan tabel dwell time. Proses perencanaan iradiasi secara umum terdiri dari pengisian data (sumber, pasien, fisika medis, ahli terapi, studi, dwell time), pemindaian film sinar-x menggunakan scanner, rekonstruksi aplikator, transformasi geometri, dan pembuatan isodosis. Semua data dan proses perencanaan merujuk ke program flexiplan IMPLEMENTASI MANAJEMEN OAT A SUMBER Sebelum melakukan proses perencanaan terapi maka parameter sumber harus dimasukan. Proses ini dilakukan pad a saat penggantian sumber lama. Parameter sumber meliputi : Nama Pabrikan, Nama Isotop, Model Isotop, Nomor Seri Isotop, Tanggal Produksi dan Aktivitas Isotop, Waktu Paro, Konstanta Laju Oosis, Air Kerma, dan

6 PRPN-BATAN, 14 November 2013 Konversi. Parameter-parameter ini akan digunakan saat perhitungan isodosis. Tampilan jendela manajemen data sumber dapat dilihat pad a lampiran gambar 1. Proses yang dapat dilakukan pad a jendela manajemen data sumber adalah menambah data sumber, update data sumber, dan menghapus data sumber. Data sumber disimpan dalam sebuah tabel yang dibuat menggunakan program sqlserver compact TAMPILAN INFORMASI DATA SUMBER Tampilan parameter sumber dapat dilihat pad a lampiran gambar 2. Selain fasilitas pengisian dan tampilan parameter juga dilengkapi tampilan parameter sumber dalam bentuk anisotrophy (Iampiran gambar 3) dan dalam bentuk polar (Iampiran gambar 4) ANTARMUKA ISIAN DATA PASIEN Atribut dari pasien terdiri dari 10, Nama Pasien, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Alamat, Nomor Telepon, Kota, Kode Pos, Provinsi, Riwayat Pasien, Terapi Sebelumnya, dan Nama Organ. Proses yang dapat dilakukan dalam jendela isian data pasien adalah menambah data pasien, menyunting data pasien, dan menghapus data pasien. Data pasien disimpan dalam sebuah tabel yang dibuat menggunakan program sqlserver compact 3.5. Antarmuka isian data pasien dapat dilihat pad a lampiran gambar ANTARMUKA ISIAN DATA AHLI TERAPI Antarmuka ini dibuat untuk mencatat dan menyimpan data ahli terapi yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan terapi. Ahli terapi memiliki atribut-atribut sebagai berikut: Nama, Instansi, Departemen, Alamat, Kota, Kode Pos. Data-data ahli terapi disimpan dalam sebuah tabel yang dibuat menggunakan program sqlserver compact 3.5. Antarmuka data ahli terapi dapat dilihat pada lampiran gambar ANTARMUKA ISIAN DATA FISIKA MEDIS Antarmuka ini dibuat untuk mencatat dan menyimpan data fisika medis yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan terapi. Fisika medis memiliki atribut-atribut sebagai berikut: Nama, Instansi, Departemen, Alamat, Kota, Kode Pos. Data-data fisika medis disimpan dalam sebuah tabel yang dibuat menggunakan program sqlserver compact 3.5. Antarmuka fisika medis dapat dilihat pad a lampiran gambar

7 PRPN- BATAN, 14 November ANTARMUKA ISIAN STUDI Form Studi digunakan untuk memberikan komentar tentang studi yang dilakukan terhadap pasien. Form ini berisi atribut-atribut Nama Studi, Metode Rekonstruksi, Nama Pasien, Fisika Medis, Therapist, Anestasi, Gambar AP, Gambar LT, dan Komentar. Tampilan jendela Isian Studi ditunjukan pad a lampiran gambar ANTARMUKA ISIAN DWELL TIME Dwell Time adalah waktu lamanya sumber berhenti pada suatu tempat dalam aplikator. Form ini memiliki atribut jarak sumber dari titik aeuan pada aplikator dalam mm dan waktu iradiasi dalam menit. Tampilan jendela isian dwell time ditunjukan pada lampiran gambar 9. Pengaturan dwell time menentukan distribusi dosis serap di sekitar obyek iradiasi. Dalam program ini ditetapkan 10 buah titik pengaturan dwell time. panjang aplikator 5 em yang dibagi menjadi ANTARMUKA PEMINDAIAN FILM Sebagai data masukan untuk perhitungan isodosis adalah posisi aplikator dalam mulut rahim. Posisi aplikator dan kotak rekonstruksi difoto menggunakan sinar-x dari arah atas dan arah sam ping. Film sinar-x dipindai menggunakan pemindai resolusi tinggi dan disimpan dalam bentuk file dengan format JPEG. Jendela antarmuka pemindaian film sinar-x ditunjukan pad a lampiran gambar ANTARMUKA ISIAN DIMENSI REKONSTRUKSI BOX Antarmuka ini berisi parameter dimensi kotak rekonstruksi yang digunakan saat pengambilan foto sinar-x. Dimensi yang harus dimasukan meliputi panjang, lebar, dan tinggi kotak rekonstruksi serta panjang penanda. Jendela kotak rekonstruksi ditunjukkan pad a lampiran gambar ANTARMUKA REKONSTRUKSI APLIKATOR Rekonstruksi aplikator bertujuan menentukan kordinat aplikator dalam volume iradiasi. Proses brachytherapy kanker servik menggunakan sebuah aplikator yang dimasukkan ke tubuh pasien. Aplikator adalah tempat sementara dim ana sumber radioaktif dari tempat penyimpanannya dipindahkan selama terapi berlansung ke aplikator

8 PRPN - SA TAN, 14 November 2013 terse but. Oleh karena itu tempat kedudukan (koordinat) dari aplikator ketika digunakan dalam terapi relatip terhadap tubuh pasien harus diketahui. Rekonstruksi dilakukan dengan cara membaca posisi penanda yang terdapat pada film sinar-x. Diasumsikan bahwa foto sinar-x diambil secara orthogonal. Lampiran gambar 12 menunjukan antarmuka rekonstruksi aplikator TAM PILAN ISODOSIS Untuk mengetahui distribusi dosisi serap disekitar aplikator perlu dibuat kontur isodosis di sekitar aplikator. Melalui gambar kontur ini, dokter dan fisika medis dapat mengevaluasi apakah penetapan dwell time sudah menghasilkan distribusi dosis serap yang diharapkan pad a tempat-tempat tertentu atau belum. Jika belum maka fisika medis akan melakukan pengaturan ulang dwell time. Kontur isodosis ditampilkan dalam bentuk grafis 2 dimensi pada bidang yang ditetapkan. Lampiran gambar 13 menunjukan antarmuka tampilan isodosis PARAMETER PENGENDALI TDS Apabila distribusi dosis serap sudah memenuhi syarat yang ditetapkan maka nilainilai pengaturan dwell time akan digunakan untuk mengendalikan perangkat TDS. Data disimpan dalam bentuk teks dengan ketentuan : Jumlah channel 3 buah Urutan data: tengah, kiri, kanan Tipe data: integer Jumlah kolom : 2 (kolom pertama posisi dalam mm dan kolom kedua dwell time dalam detik, antar kolom dipisahkan oleh spasi) Nama ekstensi file: tds 3.4. PENGUJIAN Pengujian telah dilakukan terhadap konsistensi antara masukan dan keluaran baik akses data pada basis data maupun proses perencanaan dan berhasil dengan baik. Selanjutnya pengujian akan dilakukan terhadap akurasi perhitungan dosis serap dengan cara membandingkan terhadap hasil yang diperoleh dari program flexiplan menggunakan data masukan yan sama

9 PRPN- BATAN, 14 November KESIMPULAN. Telah dibuat program Treatment Planning System (TPS) Srakiterapi. Program ini dikhususkan untuk terapi kanker servik. Perhitungan distribusi dosis didasarkan pada formulasi TG-43. Untuk menyederhanakan perhitungan rekonstruksi, diasumsikan kedua film sinar-x diambil secara orthogonal. Pengujian terhadap konsistensi antara input dan output telah dilakukan secara simultan pada tahap implementasi. Pengujian kinerja program belum dilakukan karena masih dalam tahap penyelesaian. Pengujian kinerja akan dilakukan dengan cara membandingkan terhadap hasil dari program standar menggunakan data masukan yang sama. 5. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada segenap jajaran pimpinan PRPN umumnya SATAN yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada rekan-rekan yang telah meluangkan waktu dan pikirannya dalam kegiatan ini. 6. DAFT AR PUST AKA 1. ACHMAD SUNTORO, Analisis Proses Pengambilan Data Pad a Rekonstruksi Koordinat untuk Treatment Planning System (TPS) Brakiterapi Kanker Servik, PRIMA, Vo1.9, No.2, November ANONYMOUS, Modul BrachyPLAN 2.6, User's Guide and Tutorial sonotech GmBH (2010) 3. BALATAS D, SAKELLIOU I, ZAMBOGLOU, The Physics of Modern Brachytherapy for Oncology, Taylor & Francis, New York (2007)

10 PRPN-BATAN, 14 November LAMPIRAN "Ii Manajer Data Sumber Brach}' Manufacture Isotop Model P.ktiv~as T B21r MDR P R * III [ Tambah ]! Update ] [ Hapus ] [ V.eluar Gambar 1. Manajemen data sumber radioaktif * 0v Datl! Sumber PafOffie!~.Aktl"~as Nudelron." 12I11III Kem>.[UWI '5W )()<j 1.50 D.25 O!>~ 100 ;~~ 0.2Q 1000 ~~;~~;;Ip~;', J3rakiCm},0991,OSS g(rj > ih"6 *.5,Akttvltas MDP 'h'alct.u Medel 1100 Wedpe5day. 13ot~ 1Kunve!'$l 192t-- Ta:1Qcaf Nar,1e penj'l dajam U/G C~emt 6Q 8Q... Mar:uf adure PR OI Korlstar:ta ICljw dosis fogf/lviu] 12.Ol@)~ AI:I 'Af21.Af 1 AI3) -"'11.\If: 0 AIOI OOlla66S50~ " '}.""" o OCL2Q0'-"'- 2.} ~]":~BSS2:-d OC{(391~C3 c;; -05 "J oc~~;s1 Radial Dose Function ----~ I -,'.- R'd",j (. e '._----c.-----,> r I I I,5 o I J Gambar 2. Tampilan parameter data sumber

11 PRPN- BATAN, 14 November Vh gj Data Sumb~r O.~5 O.s.:< 0."" 0945 O~5 OS4J 0:;<3 0>< '" 0345 C.SJ5 D.s.:< OS«0<)43 0:;<4 ~.._.."..u_ D_S45 DS:; OS'S 09'9 D' t3 :'.950 C'%4 057:; 0934, l.j:~ ~.S;6 1.C'C5 ',::C: DgG 3 u.sj; (l~5 (\9A5 C9.-!3 0,.8 D349 09'8 J~9 D.s.:S O~S D.se G.S':S S&3 ijs<!8 O.94S,)5'51 C'.1:2 {j.ss1 C%1 0.%3 3%5 O_~S7 O.57B os,~ 0975 o osn [.<01,;x:'.: 1.("03 OS5S LC>C C('1 UK '; a[1.543 I.C>0} O:;4S, lc{)l 0993 C:9% 1"'" G555 l'v'(:, COJ :(~ C-C2 C{~ 9t7 ><9 :;'! ~a 99E ~ S;5 Gambar 3. Tampilan anisotrophy data sumber a,i O~ta Sumber 270 Gambar 4. Tampilan polar data sumber

12 PRPN - BA TAN, 14 November 2013 ";;' O~t. P.~"'n 1-; Gambar 5. Jendela manajemen pasien wi Data Ahli Therapny * hstansi C'eParlemen Alamat I s",p~ [ Ke,- Gambar 6. Tampilan data ahli terapi 0'>1 frmfisikamedi:> *.,., A!amat Koto '"! Simp,n I! Ketuar Gambar 7. Antar muka isian data fisika medis

13 PRPN - BA TAN, 14 November 2013 frmstudy Edrt Stud; Gamb/!!lr AP Cc] Metode Rekontruk$i Gambai' LT CCJ NafT'a Pe5ien Theraphist Komentar Gambar 8. Antar muka isian studi <oj FOfmDw~H,~~Qrl.A"~1_IA'<'0Id2: i :o I. Jarsk tn'n, W~~ ~) 0' Gambar 9. Pengaturan dwell time azi Sc:annerW]A.=ijlO1l~1 I Gambar 10. Antarmuka pemindaian film

14 PRPN - SA TAN, 14 November 2013 ":or Relconstruk..i 80); P~fIj~ P {mm},70 Pa"Jong l y"m) 7W Pa'':Iang T Vnm} y.>o p~~~ M {n.n} 50 Gambar 11. Antarmuka isian kotak rekonstruksi 1 '~4 ; i 1'1 j I i ; ji :;"":.~'\I0>.T.-j Gambar 12. Antarmuka rekonstruksi aplikator } hodos's -2 Gambar 13. Tampilan isodosis

15 PRPN - BA TAN, 14 November 2013 TANYA JAWAB Pertanyaan: 1. Kenapa yang ditampilkan hanya ERD saja? (Moh. Amin) 2. Kenapa data muncul sementara proses belum didefinisikan? (Moh. Amin) 3. Apakah film yang digunakan dalam proses pemindaian dan rekonstruksi dapat diganti dengan hash flat panel detector yang sedang dikembangkan? (Sigit S.) Jawaban: 1. Desain yang ditampilkan baru desain dasar, yang lainnya tidak ditayangkan karena banyak. 2. Sudah dibuat tetapi karena gambarnya besar maka dalam presentasi tidak ditayangkan. 3. Sisa, karena yang diperlukan sebenarnya gambar dalam bentuk digital

ANALISIS PERHITUNGAN KETEBALAN KONTAINER PERALATAN BRAKITERAPI MDR UNTUK TERAPI KANKER LEHER RAHIM

ANALISIS PERHITUNGAN KETEBALAN KONTAINER PERALATAN BRAKITERAPI MDR UNTUK TERAPI KANKER LEHER RAHIM ANALISIS PERHITUNGAN KETEBALAN KONTAINER PERALATAN BRAKITERAPI MDR UNTUK TERAPI KANKER LEHER RAHIM Kristiyanti, Abdul Jalil Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir, Kawasan Puspiptek Serpong 15314 Abstrak ANALISIS

Lebih terperinci

DESAIN DAN PEMBUATAN PERANGKAT BANTU KOTAK REKONSTRUKSI UNTUK SIMULASI PADA FASILITAS TPS (TREATMENT PLANNING SYSTEM) BRAKITERAPI UNTUK KANKER SERVIK

DESAIN DAN PEMBUATAN PERANGKAT BANTU KOTAK REKONSTRUKSI UNTUK SIMULASI PADA FASILITAS TPS (TREATMENT PLANNING SYSTEM) BRAKITERAPI UNTUK KANKER SERVIK DESAIN DAN PEMBUATAN PERANGKAT BANTU KOTAK REKONSTRUKSI UNTUK SIMULASI PADA FASILITAS TPS (TREATMENT PLANNING SYSTEM) BRAKITERAPI UNTUK KANKER SERVIK Nur Khasan 1, Wahyuni Z.I 2, Donny Nurmayady 3 1,2,3

Lebih terperinci

T AHAP PROSES PERENCANAAN TINDAKAN BRAKITERAPI KANKER SERVIKS DENGAN PERANGKAT LUNAK BRACHYPLAN VER 2.6

T AHAP PROSES PERENCANAAN TINDAKAN BRAKITERAPI KANKER SERVIKS DENGAN PERANGKAT LUNAK BRACHYPLAN VER 2.6 Proseding Pertemuan IImiah Rekayasa Perangkat NukIir T AHAP PROSES PERENCANAAN TINDAKAN BRAKITERAPI KANKER SERVIKS DENGAN PERANGKAT LUNAK BRACHYPLAN VER 2.6 Wahyuni Z. Imran', Leli Yuniarsari' dan Heru

Lebih terperinci

PEREKAYASAAN BRACHYTHERAPY MEDIUM DOSERATE

PEREKAYASAAN BRACHYTHERAPY MEDIUM DOSERATE PEREKAYASAAN BRACHYTHERAPY MEDIUM DOSERATE Atang Susila 1, Ari Satmoko 1, Ahmad Rifai 1, dan Kristiyanti 1 1 PRPN-BATAN, Gedung 71, Lantai 2, Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan, 15310 ABSTRAK.

Lebih terperinci

PROGRAM KOMPUTER TPS-BRACHYTERAPI RCAL-1. Achmad Suntoro *

PROGRAM KOMPUTER TPS-BRACHYTERAPI RCAL-1. Achmad Suntoro * PROGRAM KOMPUTER TPS-BRACHYTERAPI RCAL-1 Achmad Suntoro * ABSTRAK PROGRAM KOMPUTER TPS-BRACHYTERAPI RCAL-1. Brachyterapi adalah jenis radioterapi untuk penyakit kanker leher rahim, dan TPS (Treatment Planning

Lebih terperinci

ANALISIS POTENSI KETIDAK-PRESISIAN POSISI SUMBER ISOTOP IRIDIUM-192 AKIBAT LINTASAN BELOKAN PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DOSIS SEDANG

ANALISIS POTENSI KETIDAK-PRESISIAN POSISI SUMBER ISOTOP IRIDIUM-192 AKIBAT LINTASAN BELOKAN PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DOSIS SEDANG SEMINAR NASIONAL ANALISIS POTENSI KETIDAK-PRESISIAN POSISI SUMBER ISOTOP IRIDIUM-192 AKIBAT LINTASAN BELOKAN PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DOSIS SEDANG Ari Satmoko Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir-BATAN, Kawasan

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENGAGENDAAN SURAT KELUAR MASUK PADA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH KECAMATAN POLANHARJO DENGAN APLIKASI MULTI USER

SISTEM INFORMASI PENGAGENDAAN SURAT KELUAR MASUK PADA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH KECAMATAN POLANHARJO DENGAN APLIKASI MULTI USER ISSN : 1693 1173 SISTEM INFORMASI PENGAGENDAAN SURAT KELUAR MASUK PADA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH KECAMATAN POLANHARJO DENGAN APLIKASI MULTI USER Henny Ekawati 1), Bebas Widada 2), Tri Irawati 3) Abstract

Lebih terperinci

PENENTUAN URUTAN PERAKITAN BAGIAN BERGERAK DARI MODUL DISTRIBUTOR CHANNEL PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DENGAN KRITERIA DIMENSI DAN MATING

PENENTUAN URUTAN PERAKITAN BAGIAN BERGERAK DARI MODUL DISTRIBUTOR CHANNEL PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DENGAN KRITERIA DIMENSI DAN MATING PENENTUAN URUTAN PERAKITAN BAGIAN BERGERAK DARI MODUL DISTRIBUTOR CHANNEL PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DENGAN KRITERIA DIMENSI DAN MATING ABSTRAK Rahmat, Ari Satmoko Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir-BATAN

Lebih terperinci

ANALISIS PROSES PENGAMBILAN DATA PADA REKONSTRUKSI KOORDINAT UNTUK TREATMENT PLANNING SYSTEM (TPS) BRAKITERAPI KANKER SERVIK

ANALISIS PROSES PENGAMBILAN DATA PADA REKONSTRUKSI KOORDINAT UNTUK TREATMENT PLANNING SYSTEM (TPS) BRAKITERAPI KANKER SERVIK ANALII PRE PENGAMBILAN DATA PADA REKNTRUKI KRDINAT UNTUK TREATMENT PLANNING YTEM (TP) BRAKITERAPI KANKER ERVIK Achmad untoro Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir-BATAN Kawasan Puspiptek Gd.71, Lt.2 erpong ABTRAK

Lebih terperinci

ANALISIS KESEIMBANGAN KONSTRUKSI PESAWAT TDS BRAKITERAPI MEDIUM DOSE RATE

ANALISIS KESEIMBANGAN KONSTRUKSI PESAWAT TDS BRAKITERAPI MEDIUM DOSE RATE ABSTRAK ANALISIS KESEIMBANGAN KONSTRUKSI PESAWAT TDS BRAKITERAPI MEDIUM DOSE RATE Bandi Parapak Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir Kawasan Puspiptek, Gedung 71 Lt. 2, Serpong, Tangerang Selatan ANALISIS KESEIMBANGAN

Lebih terperinci

BAB III CARA DAN METODOLOGI PENELITIAN

BAB III CARA DAN METODOLOGI PENELITIAN BAB III CARA DAN METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Penelitian tentang Sistem Informasi Perusahaan dan Kepegawaian PT. BUHARUM berbasis website menggunakan metode Software Development Life

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 68 BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Bab ini membahas tentang program yang telah dianalisis dan dirancang atau realisasi program yang telah dibuat. Pada bab ini juga akan dilakukan pengujian program. 4.1

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: AHP, DSS, kriteria, supplier

ABSTRAK. Kata Kunci: AHP, DSS, kriteria, supplier ABSTRAK. Teknologi dewasa ini perkembangannya sudah sedemikian pesat. Perkembangan yang pesat ini tidak hanya teknologi perangkat keras dan perangkat lunak saja, tetapi metode komputasi juga ikut berkembang.

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN SISTEM MEKANIK PEMBATAS PENGGERAK SELING PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DOSIS SEDANG UNTUK KANKER SERVIK

RANCANG BANGUN SISTEM MEKANIK PEMBATAS PENGGERAK SELING PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DOSIS SEDANG UNTUK KANKER SERVIK RANCANG BANGUN SISTEM MEKANIK PEMBATAS PENGGERAK SELING PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DOSIS SEDANG UNTUK KANKER SERVIK Nur Khasan, Tri Harjanto, Ari Satmoko Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir (PRPN) BATAN E-mail

Lebih terperinci

2. BAB II LANDASAN TEORI. lanjut sehingga terbentuk suatu aplikasi yang sesuai dengan tujuan awal.

2. BAB II LANDASAN TEORI. lanjut sehingga terbentuk suatu aplikasi yang sesuai dengan tujuan awal. 2. BAB II LANDASAN TEORI Dalam merancang dan membangun aplikasi, sangatlah penting untuk mengetahui terlebih dahulu dasar-dasar teori yang digunakan. Dasar-dasar teori tersebut digunakan sebagai landasan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci: diagram kelas, xml, java, kode sumber, sinkronisasi. v Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci: diagram kelas, xml, java, kode sumber, sinkronisasi. v Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Salah satu bidang kajian dalam bidang teknologi informasi adalah rekayasa perangkat lunak. Dalam rekayasa perangkat lunak, terdapat konsep yang mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan

Lebih terperinci

SIMULASI DOSIS SERAP RADIAL SUMBER IRIDIUM-192 UNTUK BRAKITERAPI DENGAN MENGGUNAKAN MCNP

SIMULASI DOSIS SERAP RADIAL SUMBER IRIDIUM-192 UNTUK BRAKITERAPI DENGAN MENGGUNAKAN MCNP YOGYAKARTA, 15 SEPTEMBER 15 ISSN 1978-176 SIMULASI DOSIS SERAP RADIAL SUMBER IRIDIUM-19 UNTUK BRAKITERAPI DENGAN MENGGUNAKAN MCNP Kasmudin 1 1) Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir BATAN, email: [email protected]

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Analisa kebutuhan terdapat dua bagian yaitu analisa kebutuhan pengguna dan analisa kebutuhan sistem. III.1.1. Analisa Kebutuhan Pengguna Pada analisa kebutuhan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 32 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Pada bab ini akan dibahas tentang analisis sistem melalui pendekatan secara terstruktur dan perancangan yang akan dibangun dengan tujuan menghasilkan model atau representasi

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Dalam merancang dan membangun aplikasi sabak digital pada smartphone

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Dalam merancang dan membangun aplikasi sabak digital pada smartphone BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1. Kebutuhan Aplikasi Dalam merancang dan membangun aplikasi sabak digital pada smartphone android, aplikasi ini membutuhkan perangkat keras (hardware) dan perangkat

Lebih terperinci

VERIFIKASI SESEORANG BERDASARKAN CITRA PEMBULUH DARAH MENGGUNAKAN EKSTRAKSI FILTER GABOR ABSTRAK

VERIFIKASI SESEORANG BERDASARKAN CITRA PEMBULUH DARAH MENGGUNAKAN EKSTRAKSI FILTER GABOR ABSTRAK VERIFIKASI SESEORANG BERDASARKAN CITRA PEMBULUH DARAH MENGGUNAKAN EKSTRAKSI FILTER GABOR Eric (0822026) Jurusan Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha email: [email protected] ABSTRAK Pola pembuluh

Lebih terperinci

TREATMENT PLANNING SYSTEM PADA KANKER PROSTAT DENGAN TEKNIK BRACHYTERAPY

TREATMENT PLANNING SYSTEM PADA KANKER PROSTAT DENGAN TEKNIK BRACHYTERAPY TREATMENT PLANNING SYSTEM PADA KANKER PROSTAT DENGAN TEKNIK BRACHYTERAPY Junios )*, Kariman D ) STIKes Prima Nusantara Bukittinggi, Jl. Kusuma Bhakti No. 99 Gulai Bancah STKIP PGRI Sumatera Barat, Padang,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk 8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi 2.1.1 Pengertian Sistem Menurut Sutabri (2004) Sistem adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. permasalahan yang ada sebagai dasar untuk membuat sebuah solusi yang

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. permasalahan yang ada sebagai dasar untuk membuat sebuah solusi yang BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Masalah Langkah awal dalam pembuatan sistem adalah mengidentifikasi permasalahan yang ada sebagai dasar untuk membuat sebuah solusi yang disajikan dalam

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG. Mutiara Afie Ardhini

SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG. Mutiara Afie Ardhini SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG Mutiara Afie Ardhini - 21070114120053 LAPORAN TUGAS BESAR SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG Tugas ini disusun untuk memenuhi Tugas Besar Mata Kuliah Sistem Informasi

Lebih terperinci

Bab 3. Metode Perancangan

Bab 3. Metode Perancangan Bab 3 Metode Perancangan 3.1 Metode Perancangan Sistem Pada bab ini akan memuat langkah-langkah yang akan dikerjakan untuk perancangan sistem sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan. Perancangan

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM BAB V IMPLEMENTASI SISTEM 5.1 Kebutuhan Perangkat Lunak Sistem Pendukung Keputusan Pendukung Penempatan Jabatan dibutuhkan perangkat lunak Visual Studio 2010 dengan menggunakan bahasa pemrograman C# untuk

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: Data Fisik, Data Digital, Kehilangan Data, Backup Manager. vi Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata Kunci: Data Fisik, Data Digital, Kehilangan Data, Backup Manager. vi Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Data merupakan sesuatu yang sangat penting bagi setiap individu ataupun kelompok. Pada awalnya data yang hanya dapat digunakan berbentuk fisik (hardcopy), namun seiring perkembangan dunia teknologi,

Lebih terperinci

DESKRIPSI PEKERJAAN. Pada proses penyusunan laporan kerja praktik peneliti melakukan

DESKRIPSI PEKERJAAN. Pada proses penyusunan laporan kerja praktik peneliti melakukan DESKRIPSI PEKERJAAN Pada proses penyusunan laporan kerja praktik peneliti melakukan proses penghimpunan data yang akan digunakan sebagai dasar kebutuhan sistem pelayanan pengelolaan obat. Penghimpunan

Lebih terperinci

ANALISA DOSIS RADIASI KANKER MAMMAE MENGGUNAKAN WEDGE DAN MULTILEAF COLLIMATOR PADA PESAWAT LINAC

ANALISA DOSIS RADIASI KANKER MAMMAE MENGGUNAKAN WEDGE DAN MULTILEAF COLLIMATOR PADA PESAWAT LINAC ANALISA DOSIS RADIASI KANKER MAMMAE MENGGUNAKAN WEDGE DAN MULTILEAF COLLIMATOR PADA PESAWAT LINAC Sri Rahayu*, Bidayatul Armynah**, Dahlang Tahir** *Alumni Jurusan Fisika Konsentrasi Fisika Medik FMIPA

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Sistem Implementasi merupakan penerapan dari proses analisis dan perangcangan yang telah dibahas dalam bab sebelumnya. Pada tahapan ini terdapat dua aspek

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. menggunakan matlab. Kemudian metode trial dan error, selalu mencoba dan

III. METODE PENELITIAN. menggunakan matlab. Kemudian metode trial dan error, selalu mencoba dan III. METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan studi literatur, yaitu mencari sumber-sumber literatur yang menjadi dasar keilmuan dari penelitian yang dilakukan.

Lebih terperinci

APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PADA DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS POLDA SUMBAR

APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PADA DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS POLDA SUMBAR APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PADA DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS POLDA SUMBAR Janero Kennedy 1) 1) Magister Teknik Informatika, STMIK AMIKOM, Kota Yogyakarta. Jl Ring road Utara, Condongcatur,

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Dalam analisis sistem ini akan diuraikan sejarah singkat dari Apotek 55 yang

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Dalam analisis sistem ini akan diuraikan sejarah singkat dari Apotek 55 yang BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Dalam analisis sistem ini akan diuraikan sejarah singkat dari Apotek 55 yang berlokasi di jalan Moh.Toha No.127 Bandung, Visi dan Misi dari apotek,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan metode pengembangan sistem yang digunakan peneliti merupakan

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan metode pengembangan sistem yang digunakan peneliti merupakan BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Pengembangan Sistem Pendekatan metode pengembangan sistem yang digunakan peneliti merupakan salah satu dari agile methods yaitu extreme Programming (XP). Dalam metode

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alur Penelitian Dalam pembangunan sistem, penelitian menggunakan model Software Development Life Cycle). Model-model yang digunakan pada SDLC yaitu : a) Waterfall, b)

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Pengantar 1.2 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Pengantar 1.2 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Pengantar Kemajuan teknologi informasi yang dalam beberapa dekade ini berkembang sangat pesat, baik dalam hal perkembangan perangkat keras dan perangkat lunak seolah mengikis masalah

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 4 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Sistem Sistem merupakan kumpulan elemen elemen yang saling berkaitan, bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. (Jogiyanto, 1999, hlm 1). Suatu sistem terdiri atas

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menjalankan aplikasi Pencatatan Transaksi Penjualan Tiket pada PT. Gerry Anugrah

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menjalankan aplikasi Pencatatan Transaksi Penjualan Tiket pada PT. Gerry Anugrah BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Kebutuhan Sistem Tahap implementasi program merupakan tahap penerapan dari analisis dan desain sistem yang telah dibuat sebelumnya. Sebelum mengimplementasikan dan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pengembangan sistem pemugaran citra digital dengan algoritma exemplar-based

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pengembangan sistem pemugaran citra digital dengan algoritma exemplar-based BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini diuraikan metode penelitian yang digunakan penulisan dalam pengembangan sistem pemugaran citra digital dengan algoritma exemplar-based image inpainting dan metode

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Kebutuhan Sistem Tahap implementasi sistem adalah tahap yang mengkonversi hasil analisis dan perancangan sebelumnya ke dalam sebuah bahasa pemrograman yang dimengerti

Lebih terperinci

PENENTUAN URUTAN PERAKITAN BAGIAN BERGERAK DARI MODUL DISTRIBUTOR CHANNEL PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DENGAN KRITERIA DIMENSI DAN MATING

PENENTUAN URUTAN PERAKITAN BAGIAN BERGERAK DARI MODUL DISTRIBUTOR CHANNEL PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DENGAN KRITERIA DIMENSI DAN MATING PENENTUAN URUTAN PERAKITAN BAGIAN BERGERAK DARI MODUL DISTRIBUTOR CHANNEL PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DENGAN KRITERIA DIMENSI DAN MATING ABSTRAK Rahmat, Ari Satmoko PRPN BATAN, Kawasan PUSPIPTEK, Gedung

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Gambar 3.1 merupakan desain penelitian yang akan digunakan dalam

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Gambar 3.1 merupakan desain penelitian yang akan digunakan dalam BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Gambar 3.1 merupakan desain penelitian yang akan digunakan dalam proses penelitian penerapan algoritma K-Means pada clustering berita berbahasa Indonesia.

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. yang beralamat di Jl. Kaliurang KM 62. No.55 Sambirejo Yogyakarta. Adapun

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. yang beralamat di Jl. Kaliurang KM 62. No.55 Sambirejo Yogyakarta. Adapun 27 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Objek penelitian yang diteliti oleh penulis adalah CV.Golden Exchanger yang beralamat di Jl. Kaliurang KM 62. No.55 Sambirejo Yogyakarta. Adapun

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM V.1 Lingkungan Implementasi Lingkungan implementasi meliputi lingkungan perangkat keras (hardware) dan lingkungan perangkat lunak (software) yang digunakan pada

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM BAB V IMPLEMENTASI SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan implementasi dari Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan dan Penjurusan Untuk Peserta Didik Baru Online yang sudah dibangun 5.1 Lingkungan

Lebih terperinci

RENOGRAF DUAL PROBES Berbasis komputer personal Akurat Aman, dan Ekonomis

RENOGRAF DUAL PROBES Berbasis komputer personal Akurat Aman, dan Ekonomis RENOGRAF DUAL PROBES Berbasis komputer personal Akurat Aman, dan Ekonomis Perkembangan Renograf Teknik Renografi untuk memeriksa fungsi ginjal telah dikenal sejak tahun 1950-an. Teknik ini pada awalnya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi 2.1.1 Pengertian Sistem Menurut Sutabri (2004), sistem adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM BAB V IMPLEMENTASI SISTEM 5.1 Lingkungan Implementasi Implementasi aplikasi ini meliputi kebutuhan perangkat lunak, perangkat keras, form program yang sesuai, query yang digunakan, pemrograman dan pengujian

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN SISTEM MEKANIK PEMBATAS PENGGERAK SELING PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DOSIS SEDANG UNTUK KANKER SERVIK

RANCANG BANGUN SISTEM MEKANIK PEMBATAS PENGGERAK SELING PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DOSIS SEDANG UNTUK KANKER SERVIK RANCANG BANGUN SISTEM MEKANIK PEMBATAS PENGGERAK SELING PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DOSIS SEDANG UNTUK KANKER SERVIK Nur Khasan, Tri Harjanto, Ari Satmoko PRPN BATAN, Kawasan PUSPIPTEK, Gedung 71, Tangerang

Lebih terperinci

2.2. Fitur Produk Perangkat Lunak Fitur Pengolahan Data Fakultas Fitur Pengolahan Data Jurusan

2.2. Fitur Produk Perangkat Lunak Fitur Pengolahan Data Fakultas Fitur Pengolahan Data Jurusan Abstract This search engine application is a tool used in topic research concerning practical work and final assignment made by Maranatha Christian University s students. The users can do research based

Lebih terperinci

UJI FUNGSI PROTOTIP PERANGKAT MEKANIK BRAKITERAPI MDR-Ir192-IB10

UJI FUNGSI PROTOTIP PERANGKAT MEKANIK BRAKITERAPI MDR-Ir192-IB10 UJI FUNGSI PROTOTIP PERANGKAT MEKANIK BRAKITERAPI MDR-Ir192-IB10 Tri Harjanto, Indarzah M, Ari Satmoko Pusat Perangkat Nuklir dan Rekayasa-BATAN Kawasan Puspiptek Gedung 71 Serpong,Tangerang selatan15310,

Lebih terperinci

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN 3.1 Sistem Yang Sedang Berjalan Sistem Pelayanan Informasi ini dapat diakses oleh admin dan user, untuk mengakses sistem ini diwajibkan untuk melakukan login terlebih dahulu.

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : kamus, Indonesia, Mandarin, kata, kalimat, hanzi, pinyin, bushou.

ABSTRAK. Kata Kunci : kamus, Indonesia, Mandarin, kata, kalimat, hanzi, pinyin, bushou. ABSTRAK Bahasa merupakan suatu alat yang digunakan agar orang dapat berkomunikasi satu dengan lainnya. Di dunia ini terdapat bermacam-macam bahasa. Salah satu bahasa yang berpengaruh dan kemudian banyak

Lebih terperinci

PENGUKURAN KINERJA BIAYA DAN WAKTU PROYEK UNTUK MENCAPAI. SASARAN MUTU PRPN (Studi Kasus pada Program Penyempurnaan dan Uji Fungsi

PENGUKURAN KINERJA BIAYA DAN WAKTU PROYEK UNTUK MENCAPAI. SASARAN MUTU PRPN (Studi Kasus pada Program Penyempurnaan dan Uji Fungsi PENGUKURAN KINERJA BIAYA DAN WAKTU PROYEK UNTUK MENCAPAI SASARAN MUTU PRPN (Studi Kasus pada Program Penyempurnaan dan Uji Fungsi Perangkat Brakiterapi Dosis Sedang Kanker Servik) Harno Garnito, Ari Satmoko

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. sehingga komputer dapat memproses input menjadi output.

BAB II LANDASAN TEORI. sehingga komputer dapat memproses input menjadi output. BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Aplikasi Menurut Jogiyanto (1999) adalah penggunaan dalam suatu komputer, instruksi (instruction) atau pernyataan (statement) yang disusun sedemikian rupa sehingga komputer dapat

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penulis melakukan penelitian pada toko AP Music Gallery Bandung yang

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penulis melakukan penelitian pada toko AP Music Gallery Bandung yang BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penulis melakukan penelitian pada toko AP Music Gallery Bandung yang beralamat di Jalan Jl. Surapati No.235. Toko ini belum memiliki media dalam

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Penelitian bertujuan untuk merancang sebuah sistem yang dapat melakukan Perancangan Aplikasi Keamanan Data Dengan Metode End Of File (EOF) dan Algoritma

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan tahapan atau gambaran yang akan dilakukan dalam melakukan penelitian. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di laboratorium Komputasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret, Surakarta dengan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Citra adalah suatu representasi, kemiripan, atau imitasi dari suatu objek atau benda. Citra dapat dikelompokkan menjadi citra tampak dan citra tak tampak.

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI SESEORANG BERDASARKAN CITRA PEMBULUH DARAH MENGGUNAKAN EKSTRAKSI FITUR SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM

IDENTIFIKASI SESEORANG BERDASARKAN CITRA PEMBULUH DARAH MENGGUNAKAN EKSTRAKSI FITUR SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM IDENTIFIKASI SESEORANG BERDASARKAN CITRA PEMBULUH DARAH MENGGUNAKAN EKSTRAKSI FITUR SCALE INVARIANT FEATURE TRANSFORM (SIFT) Vikri Ahmad Fauzi (0722098) Jurusan Teknik Elektro email: [email protected]

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian 3.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berperan dominan di dalam menentukan keberhasilan pelayanan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Berikut ini akan dijelaskan tentang tampilan hasil dari perancangan Penerapan Algoritma Apriori Jurusan Yang Paling Diminati Calon Mahasiswa Di Sekolah Tinggi

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM 31 BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisis Analisa masalah dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Kebutuhan Sistem Tahap implementasi sistem adalah tahap yang mengubah hasil analisis dan perancangan ke dalam bahasa pemrograman yang dimengerti oleh komputer sehingga

Lebih terperinci

KLASIFIKASI PENYAKIT CACAR AIR DAN CAMPAK BERDASARKAN KARAKTERISTIK DIAGNOSA PENYAKIT MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUSTERING

KLASIFIKASI PENYAKIT CACAR AIR DAN CAMPAK BERDASARKAN KARAKTERISTIK DIAGNOSA PENYAKIT MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUSTERING KLASIFIKASI PENYAKIT CACAR AIR DAN CAMPAK BERDASARKAN KARAKTERISTIK DIAGNOSA PENYAKIT MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUSTERING HALAMAN JUDUL KOMPETENSI REKAYASA PERANGKAT LUNAK SKRIPSI LUH PRIMA MEGA YANTI

Lebih terperinci

PERANGKAT LUNAK PELATIHAN PENCITRAAN PADA PERALATAN KAMERA GAMMA

PERANGKAT LUNAK PELATIHAN PENCITRAAN PADA PERALATAN KAMERA GAMMA PERANGKAT LUNAK PELATIHAN PENCITRAAN PADA PERALATAN KAMERA GAMMA SIGIT BACHTIAR Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir (PRPN) BATAN Kawasan Puspitek, Serpong Tangerang 15310, Banten Telp (021) 7560896 Abstrak

Lebih terperinci

DAFTAR ISI.. RIWAYAT HIDUP PENULIS Abstrak Abstract Lembar Pengesahan KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH..

DAFTAR ISI.. RIWAYAT HIDUP PENULIS Abstrak Abstract Lembar Pengesahan KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH.. DAFTAR ISI RIWAYAT HIDUP PENULIS Abstrak Abstract Lembar Pengesahan KATA PENGANTAR.... UCAPAN TERIMA KASIH.. DAFTAR ISI.. DAFTAR GAMBAR..... DAFTAR TABEL.. DAFTAR SIMBOL.... Hal. i ii iv vii ix x BAB I

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini mengambil tempat di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang berlokasi di Jl. Lingkar Selatan, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAGAN KENDALI MUTU UNTUK KOMPOSISI. simplex-lattice adalah (q+ m-1)!/(m!(q-1)!) (Cornell 1990).

PENGEMBANGAN BAGAN KENDALI MUTU UNTUK KOMPOSISI. simplex-lattice adalah (q+ m-1)!/(m!(q-1)!) (Cornell 1990). Lalu bagan Shewhart dapat dibentuk dengan rumus sebagai berikut: simplex-lattice adalah (q+ m-1)!/(m!(q-1)!) (Cornell 1990). p = Rata-rata proporsi produk cacat n = Ukuran contoh yang diambil UCL = Batas

Lebih terperinci

Bab 3 Metodologi Penelitian

Bab 3 Metodologi Penelitian Bab 3 Metodologi Penelitian 3.1 Metode dan Analisis Kebutuhan Sistem Metode yang digunakan untuk perancangan sistem ini adalah metode prototype Perancangan sistem dengan menggunakan metode prototype memiliki

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Sistem yang dibangun pengembang adalah berbasis web. Untuk dapat

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Sistem yang dibangun pengembang adalah berbasis web. Untuk dapat BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Kebutuhan Implementasi Sistem yang dibangun pengembang adalah berbasis web. Untuk dapat menjalankan sistem tersebut dengan baik dibutuhkan beberapa persyaratan mengenai

Lebih terperinci

JURNAL IPTEKS TERAPAN Research of Applied Science and Education V10.i3 ( )

JURNAL IPTEKS TERAPAN Research of Applied Science and Education V10.i3 ( ) TREATMENT PLANNING SYSTEM PADA KANKER PROSTAT DENGAN TEKNIK BRACHYTERAPY Junios *, Kariman D STIKes Prima Nusantara Bukittinggi, Jl. Kusuma Bhakti No. 99 Gulai Bancah STKIP PGRI Sumatera Barat, Padang,

Lebih terperinci

Perhitungan Laju Dosis Serap untuk Simulasi Terapi Kanker Serviks dengan Metode High Dose Rate Berdasarkan TG-43U1

Perhitungan Laju Dosis Serap untuk Simulasi Terapi Kanker Serviks dengan Metode High Dose Rate Berdasarkan TG-43U1 Perhitungan Laju Dosis Serap untuk Simulasi Terapi Kanker Serviks dengan Metode High Dose Rate Berdasarkan TG-43U1 Saumi Ramdhani 1, Siti Nurul Khotimah 1, Susila Wardaya 2 dan Freddy Haryanto 1 1 Program

Lebih terperinci

3. BAB III METODE PENELITIAN

3. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian 3. BAB III METODE PENELITIAN Dalam penelitian dibutuhkan beberapa alat dan bahan untuk mendukung berjalannya perancangan dan implementasi sistem. 3.1.1 Alat Alat yang digunakan

Lebih terperinci

BAB III PEMBAHASAN Spesifikasi Input

BAB III PEMBAHASAN Spesifikasi Input BAB III PEMBAHASAN 3.1 Analisis Sistem Untuk memaksimalkan sistem yang dibuat, maka sebelumnya diperlukan penganalisisan secara menyeluruh terhadap sistem yang sedang berjalan. Analisis ini mempunyai tujuan

Lebih terperinci

BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Geogrhafic Information System (GIS) 2. Sejarah GIS

BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Geogrhafic Information System (GIS) 2. Sejarah GIS BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Geogrhafic Information System (GIS) Sistem Informasi Geografis atau disingkat SIG dalam bahasa Inggris Geographic Information System (disingkat GIS) merupakan sistem informasi

Lebih terperinci

ANALISIS PROSES PENGAMBILAN DATA PAD A REKONSTRUKSI KOORDINAT UNTUK TREATMENT PLANNING SYSTEM (TPS) BRAKHITERAPI KANKER SERVIK.

ANALISIS PROSES PENGAMBILAN DATA PAD A REKONSTRUKSI KOORDINAT UNTUK TREATMENT PLANNING SYSTEM (TPS) BRAKHITERAPI KANKER SERVIK. Proseding Pertemuan IImiah Rekayasa Perangkat Nuklir ANALISIS PROSES PENGAMBILAN DATA PAD A REKONSTRUKSI KOORDINAT UNTUK TREATMENT PLANNING SYSTEM (TPS) BRAKHITERAPI KANKER SERVIK Achmad Suntoro Pusat

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM BAB V IMPLEMENTASI SISTEM Tahapan Implementasi merupakan kelanjutan dari kegiatan rancangan sistem dan dapat dipandang sebagai suatu usaha untuk mewujudkan sistem yang telah dirancang. Langkah-langkah

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN PENELITIAN

BAB III PERANCANGAN PENELITIAN BAB III PERANCANGAN PENELITIAN 3.1 Peralatan Pendukung Peralatan pendukung dalam pembuatan aplikasi berbasis website terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) untuk mendukung

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Gambaran Umum Sistem Pada tugas akhir ini, akan dibuat aplikasi mobile Pencarian Jadwal Bioskop Terbaik berbasis Android yang diberi nama Nondhi yang merupakan

Lebih terperinci

BAB III PEMBAHASAN. 3.1 Perspektif Produk

BAB III PEMBAHASAN. 3.1 Perspektif Produk BAB III PEMBAHASAN 3.1 Perspektif Produk Perangkat lunak yang dibuat dikhususkan untuk digunakan dalam pengelolahan database barang berupa fosil-fosil yang ada di museum geologi bandung. Aplikasi ini bernama

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. 2.2 Sistem Suku Bunga Secara umum terdapat dua metode dalam perhitungan bunga, yaitu metode Flat dan Efektif.

BAB II DASAR TEORI. 2.2 Sistem Suku Bunga Secara umum terdapat dua metode dalam perhitungan bunga, yaitu metode Flat dan Efektif. BAB II DASAR TEORI 2.1 Pengertian Kredit Pengertian kredit mempunyai dimensi yang beraneka ragam, dimulai kata kredit yang berasal dari bahasa Yunani credere yang berarti kepercayaan. Maksudnya pemberi

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM 5.1. Implementasi Tahap implementasi pada sebuah sistem informasi merupakan tahap dimana sistem yang telah dirancang pada tahap sebelumnya diterapkan, berupa perangkat

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Tahapan analisa masalah yang dimaksud merupakan masalah penerimaan siswa baru pada sekolah yang masih menggunakan cara manual. Dalam beberapa sekolah

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisa Sistem Bahasa daerah merupakan salah satu kekayaan milik bangsa yang wajib untuk kita lestarikan. Sebagai salah satu kekayaan yang menjadi kebanggaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. utama kematian akibat keganasan di dunia, kira-kira sepertiga dari seluruh kematian akibat

BAB I PENDAHULUAN. utama kematian akibat keganasan di dunia, kira-kira sepertiga dari seluruh kematian akibat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kanker adalah sel yang pertumbuhan dan penyebarannya tidak terkontrol. Pertumbuhannya menyebar ke sekitar jaringan dan dapat bermetasis pada tempat yang jauh. Penyakit

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI SESEORANG BERDASARKAN CITRA PEMBULUH DARAH MENGGUNAKAN EKSTRAKSI FITUR LOCAL BINARY PATTERN ABSTRAK

IDENTIFIKASI SESEORANG BERDASARKAN CITRA PEMBULUH DARAH MENGGUNAKAN EKSTRAKSI FITUR LOCAL BINARY PATTERN ABSTRAK IDENTIFIKASI SESEORANG BERDASARKAN CITRA PEMBULUH DARAH MENGGUNAKAN EKSTRAKSI FITUR LOCAL BINARY PATTERN Zeth Pasongli (0222113) Jurusan Teknik Elektro Email: [email protected] ABSTRAK Pola pembuluh

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Tahap implementasi sistem adalah tahap yang konversi dari hasil analisis

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Tahap implementasi sistem adalah tahap yang konversi dari hasil analisis BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Pembuatan Sistem Tahap implementasi sistem adalah tahap yang konversi dari hasil analisis dan perancangan sebelumnya ke dalam sebuah bahasa pemrograman yang dimengerti

Lebih terperinci

SISTEM PENGENALAN PENGUCAPAN HURUF VOKAL DENGAN METODA PENGUKURAN SUDUT BIBIR PADA CITRA 2 DIMENSI ABSTRAK

SISTEM PENGENALAN PENGUCAPAN HURUF VOKAL DENGAN METODA PENGUKURAN SUDUT BIBIR PADA CITRA 2 DIMENSI ABSTRAK SISTEM PENGENALAN PENGUCAPAN HURUF VOKAL DENGAN METODA PENGUKURAN SUDUT BIBIR PADA CITRA 2 DIMENSI Adhi Fajar Sakti Wahyudi (0722062) Jurusan Teknik Elektro Email: [email protected] ABSTRAK Teknologi pengenalan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dental radiology memiliki peranan yang penting dalam menentukan perawatan dan diagnosa gigi. Penggunaan sinar rontgen telah lama di kenal sebagai suatu alat dalam bidang

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM BAB V IMPLEMENTASI SISTEM 5.1 IMPLEMENTASI SISTEM Sistem setelah dianalisa dan dirancang, maka sistem tersebut siap diterapkan atau diimplementasikan. Tahap implementasi sistem ini merupakan tahap meletakkan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN 29 BAB III ANALISIS KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN 3.1. Metode Rekayasa Perangkat Lunak Dalam membangun sebuah perangkat lunak dibutuhkan metode pengerjaan sehingga perangkat lunak yang akan dibuat dapat berjalan

Lebih terperinci

Perangkat Keras (Hardware) Komputer dan Fungsinya. Didiek Prasetya M.sn

Perangkat Keras (Hardware) Komputer dan Fungsinya. Didiek Prasetya M.sn Perangkat Keras (Hardware) Komputer dan Fungsinya Didiek Prasetya M.sn Perangkat keras (hardware) komputer dan fungsinya- Secara umum perangkat komputer terbagi menjadi 3 bagian yaitu Hardware,software

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tools yang akan digunakan untuk merancang aplikasi generator denah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tools yang akan digunakan untuk merancang aplikasi generator denah 24 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian 1. Alat Penelitian Alat penelitian berupa perangkat keras dan perangkat lunak sebagai tools yang akan digunakan untuk merancang aplikasi generator

Lebih terperinci