MODEL DATA GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DENGAN MENGGUNAKAN FORMAT DATA LAPANGAN
|
|
|
- Widya Hermanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MODEL DATA GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DENGAN MENGGUNAKAN FORMAT DATA LAPANGAN Juswoto Damtoro 1 Abstract : It has been made a computer program called Schlumberg Field Data Model for calculation of geo-electric data model in Schlumberger configuration using a format of field data. The program is based on Computation of Apparent Resistivity Model Curve program by Koefoed. The calculation results show the same results as the Koefoed program when modified by using spline method. Keywords Geo-electric, Schlumberger, Model, Field Data, Computer Program PENDAHULUAN Hasil survei metoda geolistik untuk konfigurasi Schlumberger akan menghasilkan sederet data yang berupa jarak bentangan elektroda AB/2 dan nilai tahanan jenis semu ( apparent resistivity ). Proses analisis perhitungan data geolistrik dilakukan untuk perubahan dari jarak bentangan AB/2 dan tahanan jenis semu menjadi sejumlah lapisan dengan masing-masing parameter tebal dan tahanan jenis sebenarnya ( true resistivity ). Analisis perhitungan dapat menggunakan metoda manual Curve Matching (Keller & Frischknecht, 1970) ataupun dengan menggunakan program komputer seperti program Steepest Descent (Koefoed, 1979). Sedangkan metoda analisis perhitungan ada yang menggunakan Pekeris direct method, trial and error of Ghosh s method dan optimization method yang diperkenalkan oleh Inman dan Johansen (Parasnis, 1979). Pada analisis perhitungan dengan metoda trial and error yang menggunakan program komputer, data jarak AB/2 perlu diubah terlebih dulu menjadi data sampel, yaitu perubahan antar jarak AB/2 yang tidak sama dalam skala logaritma menjadi data yang berjarak sama. Bila proses ini dibalik, yaitu dengan adanya sejumlah lapisan batuan dengan masingmasing parameter tebal dan tahanan jenis sebenarnya menjadi data sampel tahanan jenis semu, diperlukan suatu program komputer untuk menghitungnya. Koefoed (1979) telah memberikan contoh program untuk merubah parameter tebal dan tahanan jenis sebenarnya dalam konfigurasi Schlumberger menjadi tahanan jenis semu dengan absis yang mempunyai format data sampel. Program yang dimaksud bernama Computation of Apparent Resistivity Model Curve dan untuk selanjutnya akan disingkat menjadi CARMC. Program CARMC menggunakan bahasa pemrograman BASIC. Diagram alir program CARMC bisa dilihat pada Gambar 1. Program tersebut menggunakan filter linear yang terdiri dari 4 sampel per dekade logaritma, sedangkan hasil dari perhitungan program menjadi 8 sampel per dekade logaritma. Untuk mendapatkan deretan data sampel sebanyak 8 sampel per dekade logaritma digunakan rumus yang dalam bahasa pemrograman diekspresikan sebagai Exp(Log(10) / 8) yang mempunyai nilai sehingga menghasilkan deretan absis untuk data sampel, misalnya 2.00, 2.67, 3.56, 4.74, 6.32, 8.43, 11.25, serta perkalian 10 dari deretan angka sebelumnya. Bila diinginkan model data dengan format data lapangan, misalnya untuk absis AB/2 = 2, 2.5, 3, 4, 5, 6, 8, 10, 12, 16 dan seterusnya, maka diperlukan program komputer yang khusus untuk keperluan tersebut. PERMASALAHAN Pembuatan program komputer untuk mendapatkan model data dengan format data 1) Pusat Penelitian Fisika - LIPI, Jl. Cisitu 21/154 D, Kompleks LIPI, Bandung 40135
2 GEMA TEKNIK - NOMOR 1/TAHUN XI JANUARI 2008 lapangan diperlukan cara perhitungan secara statistik dari data sampel menjadi data lapangan atau dengan cara lain yaitu merubah aliran program CARMC. Dalam makalah ini akan dibuat program komputer untuk menghasilkan model data dengan format data lapangan berdasarkan pada program CARMC buatan Koefoed. METODOLOGI Gambar 1. Diagram Alir CARMC Perhitungan program CARMC yang menghasilkan data tahanan jenis semu dengan format data sampel bisa dirubah menjadi data tahanan jenis semu dengan format data lapangan dengan cara statistik yaitu dengan menggunakan metoda spline (Shoup, 1983). Penggunaan metoda spline khusus untuk perubahan dari data lapangan menjadi data sampel telah dibahas oleh Juswoto dkk (1999). Selain itu dibuat program komputer untuk model data geolistrik dengan menggunakan format data lapangan dengan cara mengubah aliran program, mengurangi atau menambah beberapa statemen dari program CARMC. Untuk memeriksa apakah model data dengan format data lapangan hasil dari perhitungan program yang dibuat sudah benar, akan digunakan suatu data pembanding. Data pembanding tersebut merupakan hasil dari penggunaan fungsi spline dengan masukan ( input) data hasil perhitungan program CARMC yang akan menghasilkan keluaran ( output) berupa data tahanan jenis semu dengan format data lapangan. PEMBAHASAN Pembahasan akan dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu : a. Pembuatan program Program yang akan dibuat disebut Schlumberger Field Data Model atau disingkat menjadi SFDM. Program SFDM dibuat dalam bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 dengan menggunakan dasar aliran program CARMC dan filter yang sama. Dasar pemikiran untuk membuat program SFDM sebagai berikut: 1. Dengan melihat jalannya program CARMC yaitu menghitung nilai tahanan jenis semu untuk absis yang pertama, dan kemudian dilanjutkan dengan perhitungan untuk absis berikutnya dengan perkalian bilangan terhadap absis sebelumnya untuk dihitung harga tahanan jenis semunya. Begitu seterusnya sampai semua absis selesai dihitung. 2. Untuk menghitung nilai tahanan jenis semu dengan format data lapangan digunakan statemen untuk perhitungan tahanan jenis semu pada absis yang pertama seperti pada program CARMC. 2
3 Juswoto Damtoro, Model Data Geolistrik Konfigurasi Schlumberger dengan Menggunakan Tabel 1. Parameter Contoh Data No 1 Tebal 1.2 Tah. Jenis Perhitungan program CARMC menghasilkan nilai tahanan jenis semu beserta absis dalam format data sampel (lihat Tabel 2, kolom 1 dan 2). Gambar 2. Diagram Alir SFDM 3. Dengan cara menghilangkan statemen untuk menghitung nilai tahanan jenis semu pada absis data sampel berikutnya. Dengan cara ini akan didapat hanya nilai tahanan jenis semu pada absis pertama. Sedangkan untuk absis data lapangan AB/2 berikutnya, akan diperlakukan sama sebagaimana absis yang pertama. Diagram alir aliran program SFDM dapat dilihat pada Gambar 2, sedangkan programnya tercantum pada Lampiran 1. b. Pembuatan contoh model data Dengan menggunakan program CARMC dibuat contoh model data dengan menggunakan parameter yang tercantum pada Tabel 1. Tabel 2. Hasil perhitungan CARMC dan SFDM Absis CARMC Sampel AB/2 Spline GFDM RMS Error untuk spline = 0.16 % c. Penggunaan metoda spline Data tahanan jenis semu hasil perhitungan program CARMC kemudian diubah menjadi data tahanan jenis semu dengan 3
4 GEMA TEKNIK - NOMOR 1/TAHUN XI JANUARI 2008 format data lapangan (lihat Tabel 2, kolom 3 dan 4) dengan menggunakan teknik spline. Format data lapangan untuk bentangan AB/2 digunakan format yang sering digunakan pada survei geolistrik. Hasil perhitungan untuk model data geolistrik dengan parameter pada Tabel 1 akan menghasilkan data pada Tabel 2 kolom 5 dengan absis AB/2 pada kolom 3. d. Perhitungan program SFDM Dengan menggunakan parameter pada Tabel 1 ke dalam program SFDM dengan format data lapangan AB/2 (Tabel 2, kolom 3) akan diperoleh nilai tahanan jenis semu seperti tercantum pada Tabel 2 kolom 5. e. Perbandingan hasil Perbandingan antara hasil perhitungan program SFDM dengan hasil perhitungan yang menggunakan metoda spline pada data hasil program CARMC menunjukkan persamaan nilai data tahanan jenis semu dengan simpangan kesalahan ( RMS Error) sebesar 0.16 %. KESIMPULAN Dari pembahasan terdahulu dapat disimpulkan: 1. Pembuatan program komputer untuk model data geolistrik dengan format data lapangan yang dinamakan Schlumberger Field Data Model didasarkan pada program Computation of Apparent Resistivity Model Curve dari Koefoed. 2. Program komputer yang dibuat memberikan hasil data tahanan jenis semu yang mirip dengan hasil perhitungan program CARMC dari Koefoed yang absisnya diproses menggunakan fungsi spline dengan hasil simpangan kesalahan yang sangat kecil yaitu sebesar 0.16 %. DAFTAR PUSTAKA Juswoto Damtoro & M. Ima m Hidayat, 1999, Metode Garis Linear Dan Spline Untuk Perhitungan Data Sampel Geolistrik, Buletin IPT, Vol V, No. 5, pp Keller, G.V. & Frischknecht, F.C., 1970, Electrical Methods in Geophysical Prospecting, Pergamon Press, Oxford, pp Koefoed, O., 1979, Geosounding Principles 1, Elsevier Scientific Publishing Co., Amsterdam, pp , Parasnis, D.S., (1979), Principles of Applied Geophysics, Chapman and Hall Ltd, London, pp Shoup, T.E., 1983, Numerical Methods For The Personal Computer, Prentice Hall, Englewood Cliffs. LAMPIRAN Program Schlumberger Field Data Model dengan format data lapangan dalam bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 Catatan: Subroutine InputLayer tidak dicantumkan Option Explicit Dim AppRes() As Single Dim ABperTwo() As Single Dim NumDta As Long Private Sub FieldDataModel() Dim NumLayer As Long, NumThick As Long Dim TrueRes(10) As Single, Thickness(9) As Single Dim T(35) As Single, F As Single, Y As Single Dim Ja As Long, Jb As Long, Jc As Long, Jk As Long Dim B As Single, S As Single, U As Single Dim A1 As Single, A2 As Single Dim Jd As Long Call InputLayer(NumLayer, TrueRes(), _ Thickness(), ABperTwo(), NumDta) ReDim Preserve AppRes(NumDta) NumThick = NumLayer - 1 F = Exp(Log(10) / 8) For Jd = 1 To NumDta Y = ABperTwo(Jd) / GoSub CalculateOnePoint Next Jd Exit Sub CalculateOnePoint: For Ja = 1 To 34 4
5 Juswoto Damtoro, Model Data Geolistrik Konfigurasi Schlumberger dengan Menggunakan GoSub TangentHyperbolicus T(Ja) = B Y = Y * F Next Ja GoSub TangentHyperbolicus T(35) = B S=42*T(1)-103*T(3)+144*T(5)-211* T(7) S=S+330*T(9)-574*T( 11)+1184 * T(13) S=S-3162*T(15)+10219*T(17)-24514* T(19) S=S+18192*T(21)+6486*T(23)+1739* T(25) S=S+79* T(27)+200*T( 29)- 106 * T(31) S=(S+93* T(33)-38*T(35))/10000 AppRes(Jd) = S For Jb = 1 To 34 T(Jb) = T(Jb + 1) Next Jb Return TangentHyperbolicus: B = TrueRes(NumLayer) For Jc = 1 To NumThick Jk = NumLayer - Jc U = Thickness(Jk) / Y If U >= 12 Then B = TrueRes(Jk) Else A1=Exp(U) A2=(A1-1/A1)/(A1+1/A1) B=(B+A2*TrueRes(Jk))/(1+A2*B/ TrueRes(Jk)) End If Next Jc Return End Sub 5
BAB III METODE PENELITIAN. geolistrik dengan konfigurasi elektroda Schlumberger. Pada konfigurasi
3 BAB III METODE PENELITIAN 3. Pengambilan Data Lapangan Pada penelitian ini pengambilan data di lapangan menggunakan metode geolistrik dengan konfigurasi elektroda Schlumberger. Pada konfigurasi Schlumberger
Pemodelan Inversi Data Geolistrik untuk Menentukan Struktur Perlapisan Bawah Permukaan Daerah Panasbumi Mataloko
JURNAL FISIKA DAN APLIKASINYA VOLUME 3, NOMOR JUNI 007 Pemodelan Inversi Data Geolistrik untuk Menentukan Struktur Perlapisan Bawah Permukaan Daerah Panasbumi Mataloko Eko Minarto Laboratorium Geofisika
PEMODELAN INVERSI DATA GEOLISTRIK UNTUK MENENTUKAN STRUKTUR PERLAPISAN BAWAH PERMUKAAN DAERAH PANASBUMI MATALOKO. Abstrak
PEMODELAN INVERSI DATA GEOLISTRIK UNTUK MENENTUKAN STRUKTUR PERLAPISAN BAWAH PERMUKAAN DAERAH PANASBUMI MATALOKO Eko Minarto* * Laboratorium Geofisika Jurusan Fisika FMIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember
ρ i = f(z i ) (1) V r = ρ ii 2π ρ a = K V AB 2
JURNAL FISIKA DAN APLIKASINYA VOLUME 3, NOMOR 2 JUNI 2007 Pemodelan Inversi Data Geolistrik untuk menentukan Struktur Perlapisan Bawah Permukaan Daerah Panasbumi Mataloko Eko Minarto Laboratorium Geosika
, SEMINAR NASIONAL KEBUMIAN KE-10
IDENTIFIKASI ZONA BIDANG GELINCIR DAERAH RAWAN LONGSOR HASIL PROSES TEKTONISME KOMPLEKS DI DISTRIK NAMROLE, KABUPATEN BURRU SELATAN, PULAU BURRU, MALUKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS KONFIGURASI
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, ada beberapa tahapan yang ditempuh dalam
BAB III METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, ada beberapa tahapan yang ditempuh dalam pencapaian tujuan. Berikut adalah gambar diagram alir dalam menyelesaikan penelitian ini: Data lapangan (AB/2, resistivitas
BAB-2 : TIPE DATA, VARIABEL DAN OPERATOR
BAB-2 : TIPE DATA, VARIABEL DAN OPERATOR Setelah selesai pembahasan pada bab ini, diharapkan Anda dapat : Mengenal dan dapat menggunakan tipe data Mengenal dan menggunakan variable Mengenal dan menggunakan
e-issn : Jurnal Pemikiran Penelitian Pendidikan dan Sains Didaktika
STUDI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI SCHLUMBERGER (Study kasus Stadion Universitas Brawijaya, Malang) ABSTRAK: Arif Rahman Hakim 1, Hairunisa 2 STKIP
METODE GEOLISTRIK UNTUK MENGETAHUI POTENSI AIRTANAH DI DAERAH BEJI KABUPATEN PASURUAN - JAWA TIMUR
METODE GEOLISTRIK UNTUK MENGETAHUI POTENSI AIRTANAH DI DAERAH BEJI KABUPATEN PASURUAN - JAWA TIMUR Hendra Bahar Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral dan Kelautan Institut Teknologi Adhi Tama
MENENTUKAN LITOLOGI DAN AKUIFER MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER DAN SCHLUMBERGER DI PERUMAHAN WADYA GRAHA I PEKANBARU
MENENTUKAN LITOLOGI DAN AKUIFER MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER DAN SCHLUMBERGER DI PERUMAHAN WADYA GRAHA I PEKANBARU Heri Gokdi 1, M. Edisar 2, Juandi M 3 1 Mahasiswa Program Studi S1
PENENTUAN KEDALAMAN AKUIFER BEBAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER
PENENTUAN KEDALAMAN AKUIFER BEBAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER Muhammad Hafis 1, Juandi 2, Gengky Moriza 3 1 Mahasiswa Program S1 Fisika FMIPA-UR 2 Dosen Jurusan Fisika
Kajian Sebaran Limbah Cair Menggunakan Metode Resistivitas
Kajian Sebaran Limbah Cair Menggunakan Metode Resistivitas Matheus Souisa dan Sisca M. Sapulete Jurusan Fisika FMIPA Universitas Pattimura Ambon, Maluku [email protected] Abstrak - Telah dilakukan
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Kegiatan penelitian ini dilakukan di Desa Sambengwetan Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Fisika Eksperimen MIPA Unsoed pada bulan
STATEMEN GO TO DAN IF-THEN. Pertemuan IX
STATEMEN GO TO DAN IF-THEN Pertemuan IX Statemen Alih Kontrol Pada bahasa pemrograman BASIC tidak hanya melakukan eksekusi baris demi baris atau secara berurutan yang tiap barisnya dieksekusi hanya satu
PEMROGRAMAN REGRESI LINEAR, FUNGSI PARABOLIK DAN FUNGSI PERPANGKATAN DENGAN VISUAL BASIC. Santosa 1
1 PEMROGRAMAN REGRESI LINEAR, FUNGSI PARABOLIK DAN FUNGSI PERPANGKATAN DENGAN VISUAL BASIC Santosa 1 ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasikan program komputer berbasis Windows untuk
DAFTAR ISI... RINGKASAN... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR LAMPIRAN... BAB I. PENDAHULUAN
DAFTAR ISI RINGKASAN... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR LAMPIRAN... BAB I. PENDAHULUAN II. III. IV. 1.1. Latar Belakang Masalah... 1 1.2. Permasalahan...
Bab 7 PEMROGRAMAN MODULAR
Bab 7 PEMROGRAMAN MODULAR Dalam suatu pengembangan perangkat lunak, pemrograman adalah salah satu tahap untuk mengimplementasikan penyelesaian masalah tertentu dengan suatu bahasa pemrograman. Penyusunan
APLIKASI METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI SCHLUMBERGER UNTUK IDENTIFIKASI AKUIFER DI KECAMATAN PLUPUH, KABUPATEN SRAGEN
APLIKASI METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI SCHLUMBERGER UNTUK IDENTIFIKASI AKUIFER DI KECAMATAN PLUPUH, KABUPATEN SRAGEN Eka Ayu Tyas Winarni 1, Darsono 1, Budi Legowo 1 ABSTRAK. Identifikasi
Metode Geolistrik (Tahanan Jenis)
Metode Geolistrik (Tahanan Jenis) Kata kunci : Pemodelan Inversi, Resistivitas, Tahanan Jenis. Metode geolistrik merupakan metode geofisika yang mempelajari sifat kelistrikan di bawah permukaan Bumi untuk
Sesi/Perkuliahan ke: 3
Sesi/Perkuliahan ke: 3 Tujuan Instruksional Khusus : 1. Agar mahasiswa dapat menggunakan statement input output dan percabangan pada bahasa pemrograman BASIC 2. Agar mahasiswa dapat mengatur pencetakan
CURVE MATCHING. Moe2KiyoKidi
CURVE MATCHING Pada dasarnya tahanan jenis semu untuk struktur berlapis ( tahanan jenis dan ketebalan perlapisan diketahui ) dapat dihitung secara teoritis ( penyelesaian problem maju ) dengan cara menyelesaikan
IDENTIFIKASI KEDALAMAN AQUIFER DI KECAMATAN BANGGAE TIMUR DENGAN METODA GEOLISTRIK TAHANAN JENIS
IDENTIFIKASI KEDALAMAN AQUIFER DI KECAMATAN BANGGAE TIMUR DENGAN METODA GEOLISTRIK TAHANAN JENIS Salwah, Syamsuddin, Maria*) *) Program Studi Geofisika FMIPA Unhas [email protected] SARI BACAAN
PENENTUAN TAHANAN JENIS BATUAN ANDESIT MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER (STUDI KASUS DESA POLOSIRI)
Jurnal Fisika Vol. 3 No. 2, Nopember 2013 117 PENENTUAN TAHANAN JENIS BATUAN ANDESIT MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER (STUDI KASUS DESA POLOSIRI) Munaji*, Syaiful Imam, Ismi Lutfinur
DAFTAR ISI ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR LAMPIRAN Latar Belakang... 1
ABSTRAK Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa.
PENDUGAAN AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS DI DESA TELLUMPANUA KEC.TANETE RILAU KAB. BARRU SULAWESI-SELATAN
PENDUGAAN AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS DI DESA TELLUMPANUA KEC.TANETE RILAU KAB. BARRU SULAWESI-SELATAN Hasbi Bakri¹, Jamal Rauf Husain², Firdaus¹ 1. Jurusan Teknik Pertambangan Universitas
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Pada penelitian ini dibahas mengenai proses pengolahan data geolistrik resistivitas dengan menggunakan perangkat lunak AGI EARTH IMAGER 3D sehingga diperoleh penampang resistivitas
PENGGAMBARAN PSEUDOSECTION BAWAH PERMUKAAN DARI SUATU PROSES EVAPOTRANSPIRASI TANAMAN JAGUNG MENGGUNAKAN PROGRAM RES2DINV
PENGGAMBARAN PSEUDOSECTION BAWAH PERMUKAAN DARI SUATU PROSES EVAPOTRANSPIRASI TANAMAN JAGUNG MENGGUNAKAN PROGRAM RES2DINV Teguh Suroso, Tony Yulianto, Gatot Yuliyanto Laboratorium Geofisika Jurusan Fisika
PROFIL RESISTIVITAS 2D PADA GUA BAWAH TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER (STUDI KASUS GUA DAGO PAKAR, BANDUNG)
ISSN: 1412-0917 Jurnal Pengajaran MIPA, Vol. 14 No. 2 Oktober 2009 PROFIL RESISTIVITAS 2D PADA GUA BAWAH TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER (STUDI KASUS GUA DAGO PAKAR, BANDUNG)
Variasi Nilai Gradien Hidrolik dan Pengaruhnya terhadap Perubahan Nilai Tahanan Jenis pada Sistem Akifer Bersudut Berdasarkan Pendekatan Model Fisik
PROC. ITB Sains & Tek. Vol. 35 A, No. 2, 2003, 179-188 179 Variasi Nilai Gradien Hidrolik dan Pengaruhnya terhadap Perubahan Nilai Tahanan Jenis pada Sistem Akifer Bersudut Berdasarkan Pendekatan Model
Bab 7 Komponen Dasar Visual Basic 29 BAB VII KOMPONEN DASAR VISUAL BASIC TUJUAN PRAKTIKUM
Bab 7 Komponen Dasar Visual Basic 29 BAB VII KOMPONEN DASAR VISUAL BASIC TUJUAN PRAKTIKUM 1. Mengerti tipe-tipe data yang dimiliki oleh Visual Basic 2. Memahami berbagai struktur kondisi yang terdapat
Pendugaan Akuifer serta Pola Alirannya dengan Metode Geolistrik Daerah Pondok Pesantren Gontor 11 Solok Sumatera Barat
Pendugaan Akuifer serta Pola Alirannya dengan Metode Geolistrik Daerah Pondok Pesantren Gontor 11 Solok Sumatera Dwi Ajeng Enggarwati 1, Adi Susilo 1, Dadan Dani Wardhana 2 1) Jurusan Fisika FMIPA Univ.
PROGRESS v 3.0. dalam proses pengolahan data Geofisika metode Geolistrik, dalam hal ini dibahas
PROGRESS v 3.0 A. Pengantar Progress v 3.0 merupakan salah satu software yang umum digunakan dalam proses pengolahan data Geofisika metode Geolistrik, dalam hal ini dibahas data yang menggunakan konfigurasi
Pertemuan ke-3. Statemen input/output Struktur Kontrol Keputusan
Pertemuan ke-3 Statemen input/output Struktur Kontrol Keputusan Statemen Input/Output Tujuan Praktikum Mengenalkan fungsi inputbox dan message box Menjelaskan proses penampilan pesan pada MS Visual Target
PENENTUAN LITOLOGI BATUAN DAN MUKA AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER SCHLUMBERGER DI DAERAH LANDFILL PLTU LABUHAN ANGIN SIBOLGA
PENENTUAN LITOLOGI BATUAN DAN MUKA AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER SCHLUMBERGER DI DAERAH LANDFILL PLTU LABUHAN ANGIN SIBOLGA SKRIPSI LURANI BR SITORUS 110801073 DEPARTEMEN FISIKA
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH BAB I PENDAHULUAN Dunia teknologi sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang.saat ini teknologi sudah berkembang semakin pesat. Salah satu teknologi yang berkembang dengan pesat
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH ALGORITMA dan PEMROGRAMAN 1B(D3/TK) KODE : / SKS. Teknik Pembelajaran Kuliah mimbar dimana
Pertemuan Pokok Bahasan Ke dan TIU 1. Pengenalan BASIC dan Statemen Input Output Mahasiswa mengetahui ttg Pemrograman BASIC dan mengerti Statemenstatemen dasar dalam BASIC 2. Statemen Kendali dan Perulangan
PENERAPAN METODE GEOLISTRIK SOUNDING UNTUK MENGATASI PERSOALAN AIR BERSIH PASCA GEMPA
PENERAPAN METODE GEOLISTRIK SOUNDING UNTUK MENGATASI PERSOALAN AIR BERSIH PASCA GEMPA Oleh : 1) Yatini A fter earthquake tectonic at May 6, cause aquifer subsurface groundwater change at Bantul and surround.
MODUL II. OBJECK, PROPERTY, METHOD dan EVENT
MODUL II OBJECK, PROPERTY, METHOD dan EVENT Dalam bahasa pemrograman berbasis obyek OOP, kita harus memahami istilah Object, Property, Method, dan Event sebagai berikut. 1) Object Komponen dalam sebuah
IDENTIFIKASI BIDANG GELINCIR DAERAH KEPULAUAN SERUI MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS
IDENTIFIKASI BIDANG GELINCIR DAERAH KEPULAUAN SERUI MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS Virman 1), Paulus G.D. Lasmono 1), Muhammad Altin Massinai 2) 1) Jurusan MIPA, Program Studi Fisika, FKIP
ALGORITMA PEMROGRAMAN 1A** (PP :S1-KA) Pertemuan 6. Ahmad Hidayat
ALGORITMA PEMROGRAMAN 1A** (PP-011302:S1-KA) Pertemuan 6 Ahmad Hidayat TEKNIK PENGULANGAN/LOOPING/PEMUTARAN KEMBALI NESTED LOOP ARRAY ( Variabel Berindeks ) SUB PROGRAM (SUB RUTIN) NESTED LOOP (Perulangan
ANALISIS DATA GEOLISTRIK UNTUK IDENTIFIKASI PENYEBARAN AKUIFER DAERAH ABEPURA, JAYAPURA
ANALISIS DATA GEOLISTRIK UNTUK IDENTIFIKASI PENYEBARAN AKUIFER DAERAH ABEPURA, JAYAPURA Virman 1), Paulus G.D. Lasmono 1) dan Muhammad Altin Massinai 2) 1) Jurusan MIPA, Program Studi Fisika Uncen Jayapura
MENENTUKAN AKUIFER LAPISAN AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI PERUMAHAN GRIYO PUSPITO DAN BUMI TAMPAN LESTARI
MENENTUKAN AKUIFER LAPISAN AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI PERUMAHAN GRIYO PUSPITO DAN BUMI TAMPAN LESTARI Mando Parhusip 1, Riad Syech 2, Sugianto 2 e-mail:[email protected]
Identifikasi Bidang Patahan Sesar Lembang dengan Metode Electrical Resistivity Tomography untuk Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Longsor
Identifikasi Bidang Patahan Sesar Lembang dengan Metode Electrical Resistivity Tomography untuk Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Longsor Muhamad Lutfi Ramadhan 1, Sevi Maulinadya Prawita 1, Nanda Wening
Analisa Resistivitas Batuan dengan Menggunakan Parameter Dar Zarrouk dan Konsep Anisotropi
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 1, No. 1, (Sept. 2012) ISSN: 2301-928X B-15 Analisa Resistivitas Batuan dengan Menggunakan Parameter Dar Zarrouk dan Konsep Anisotropi Fransiskha W. Prameswari, A. Syaeful
Variabel, Operator Dan Ekspresi. Agus Priyanto, M.Kom
Variabel, Operator Dan Ekspresi Agus Priyanto, M.Kom Outline Materi Variabel Operator Ekspresi Variabel Variabel adalah suatu tempat untuk menampung suatu nilai pada memory komputer Untuk lebih mudah diakses,
Jurnal Fisika Unand Vol. 1, No. 1, Oktober 2012 ISSN
PENENTUAN BIDANG GELINCIR GERAKAN TANAH DENGAN APLIKASI GEOLISTRIK METODE TAHANAN JENIS DUA DIMENSI KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER (Studi Kasus di Sekitar Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
SURVEI GEOLISTRIK METODE RESISTIVITAS UNTUK INTERPRETASI KEDALAMAN LAPISAN BEDROCK DI PULAU PAKAL, HALMAHERA TIMUR
SURVEI GEOLISTRIK METODE RESISTIVITAS UNTUK INTERPRETASI KEDALAMAN LAPISAN BEDROCK DI PULAU PAKAL, HALMAHERA TIMUR Roswita, Lantu a, Syamsuddin b Program Studi Geofisika Jurusan Fisika Fakultas Matematika
BAB III PEMBAHASAN MASALAH
BAB III PEMBAHASAN MASALAH Aplikasi yang dibuat oleh penulis adalah aplikasi yang dapat menjalankan atau memainkan file file multimedia khusus bereksientensi *.mp3, *.mpg, dan *.avi, karena itu penulis
UJI NILAI TAHANAN JENIS POLUTAN AIR LAUT DENGAN METODE OHMIK DAN GEOLISTRIK TAHANAN JENIS SKALA LABORATORIUM
Berkala Fisika SSN : 1410-966 Vol.9, No.3, Juli 006, hal 145-149 UJ NLA TAHANAN JENS POLUTAN AR LAUT DENGAN METODE OHMK DAN GEOLSTRK TAHANAN JENS SKALA LABORATORUM Rina Dwi ndriana dan Hernowo Danusaputro
BAB III Struktur Program
BAB III Struktur Program Setelah mengenal masing-masing bagian pada window utama Visual Basic beserta fungsinya, selanjutnya akan dipelajari struktur yang diperlukan dalam pemrograman bahasa Visual Basic.
Interpretasi Data Geofisika untuk Penentuan Titik Pemboran Air Tanah di Daerah Mertoyudan, Kab. Magelang, Provinsi Jawa Tengah
Interpretasi Data Geofisika untuk Penentuan Titik Pemboran Air Tanah di Daerah Mertoyudan, Kab. Magelang, Provinsi Jawa Tengah Puji Pratiknyo, Arif Rianto BN, Winda Fakultas Teknologi Mineral, UPN Veteran
Gambar 3.1 Lokasi lintasan pengukuran Sumber: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada penelitian ini dibahas mengenai proses pengolahan data apparent resistivity dan apparent chargeability dengan menggunakan perangkat lunak Res2dInv dan Rockwork 15 sehingga
IDENTIFIKASI SEBARAN BIJIH BESI DI DESA PANCUMA KECAMATAN TOJO MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK HAMBATAN JENIS
IDENTIFIKASI SEBARAN BIJIH BESI DI DESA PANCUMA KECAMATAN TOJO MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK HAMBATAN JENIS The identification of iron ore distribution in Pancuma village, Tojo district using geoelectric
APLIKASI METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI DIPOLE- DIPOLE UNTUK MENDETEKSI MINERAL MANGAN (PHYSICAL MODELING)
APLIKASI METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI DIPOLE- DIPOLE UNTUK MENDETEKSI MINERAL MANGAN (PHYSICAL MODELING) APPLICATION OF GEOELECTRIC METHODS OF DIPOLE-DIPOLE CONFIGURATION TO DETECT THE MANGANESE MINERALS
BAB V PROSEDUR DAN FUNGSI
BAB V PROSEDUR DAN FUNGSI Modul-modul dalam Visual Basic dibuat oleh suatu bagian/seksi deklarasi dimana anda mendeklarasikan tipe, konstan, dan variabel yang digunakan dalam modul serta kumpulan dari
Rustan Efendi 1, Hartito Panggoe 1, Sandra 1 1 Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia
IDENTIFIKASI AKUIFER AIRTANAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK DI DESA OU KECAMATAN SOJOL IDENTIFICATION GROUNDWATER AQUIFERS METHOD USING GEOELECTRIC DISTRICT IN THE VILLAGE OU SOJOL Rustan Efendi
VISUAL BASIC 6.0 SETYO BUDI, M.KOM
VISUAL BASIC 6.0 SETYO BUDI, M.KOM 1 Variabel, Tipe Data dan Operator PEMROGRAMAN APLIKASI Visual Basic 6.0 Program merupakan kumpulan instruksi yg akan dikerjakan oleh komputer. Program yg kita tulis
IDENTIFIKASI BIDANG GELINCIR DI TEMPAT WISATA BANTIR SUMOWONO SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA LONGSOR
IDENTIFIKASI BIDANG GELINCIR DI TEMPAT WISATA BANTIR SUMOWONO SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA LONGSOR Edu Dwiadi Nugraha *, Supriyadi, Eva Nurjanah, Retno Wulandari, Trian Slamet Julianti Jurusan Fisika
Oleh : Uus Rusmawan Hal - 1 Menampilkan Sejumlah Data Buatlah form seperti gambar berikut ini Coding : Dim Conn As New ADODB.Connection Dim RS As New ADODB.Recordset Sub Koneksi() Set Conn = New ADODB.Connection
STRUKTUR KENDALI PERULANGAN
STRUKTUR KENDALI PERULANGAN Tujuan Instruksi Khusus : 1. Mengetahui dan memahami tentang perulangan (iterasi) 2. Mengerti perbedaan jenis struktur kendali perulangan Visual Basic 3. Dapat membuat program
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Bab ini akan menjelaskan beberapa langkah untuk mencapai tujuan penelitian. Langkah-langkah tersebut dapat ditampilkan seperti pada bagan 3.1 di bawah ini: 24 25 3.1 Diagram Alir
Desain Class Dan Analisis Operator Pada Class Integer Tak Terbatas
J. Math. and Its Appl. ISSN: 1829-605X Vol. 1, No. 2, Nov. 2004, 21 27 Desain Class Dan Analisis Operator Pada Class Integer Tak Terbatas Bandung Arry Sanjoyo Jurusan Matematika FMIPA - ITS email:[email protected]
Jurnal Fisika Unand Vol. 2, No. 2, April 2013 ISSN
INVESTIGASI BIDANG GELINCIR PADA LERENG MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS DUA DIMENSI (Studi Kasus: Kelurahan Lumbung Bukit Kecamatan Pauh Padang) Muhammad Iqbal Sy, Arif Budiman Jurusan Fisika
Program Studi Teknik Mesin S1
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : DASAR KOMPUTER APLIKASI TEKNIK MESIN 2A KODE / SKS : IT042215 / 2 1. 1. Penjelasan Materi Perkuliahan 1.1. Penj elasan tentang Silabus 1.2. Pengenalan Bahasa pemrograman
ANALISA RESISTIVITAS BATUAN DENGAN MENGGUNAKAN PARAMETER DAR ZARROUK DAN KONSEP ANISOTROPI
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1 ANALISA RESISTIVITAS BATUAN DENGAN MENGGUNAKAN PARAMETER DAR ZARROUK DAN KONSEP ANISOTROPI Fransiskha W. Prameswari, A. Syaeful Bahri, Wahyudi Parnadi Fisika,
PENENTUAN LAPISAN PEMBAWA AIR DENGAN METODE TAHANAN JENIS DI DAERAH ATAS TEBING LEBONG ATAS BENGKULU
PENENTUAN LAPISAN PEMBAWA AIR DENGAN METODE TAHANAN JENIS DI DAERAH ATAS TEBING LEBONG ATAS BENGKULU Andik Purwanto Program Studi Fisika J PMIPA FKIP Universitas Bengkulu ABSTRACT This research was conducted
MODUL VI Penggunaan Struktur Kontrol Pengulangan
MODUL VI Penggunaan Struktur Kontrol Pengulangan 6.1 Mengenal Struktur Kontrol Struktur kontrol di dalam bahasa pemrograman adalah perintah dengan bentuk (struktur) tertentu yang digunakan untuk mengatur
POTENSI AIRTANAH BERDASARKAN NILAI RESISTIVITAS BATUAN DI KELURAHAN CANGKORAH, KECAMATAN BATUJAJAR, KABUPATEN BANDUNG BARAT
POTENSI AIRTANAH BERDASARKAN NILAI RESISTIVITAS BATUAN DI KELURAHAN CANGKORAH, KECAMATAN BATUJAJAR, KABUPATEN BANDUNG BARAT Febriwan Mohammad 1, Undang Mardiana 1, Yuyun Yuniardi 1, Yusi Firmansyah 1,
Modul Pelatihan Geolistrik 2013 Aryadi Nurfalaq, S.Si., MT
METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS A. PENGANTAR Prinsip dasar metode ini adalah menginjeksikan arus listrik ke dalam bumi menggunakan dua buah elektroda arus, kemudian mengukur beda potensial melalui dua
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
54 BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Setelah melakukan analisis dan perancangan terhadap aplikasi yang akan dibangun, tahapan selanjutnya adalah implementasi dan pengujian. Untuk mengimplementasikan
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil 2016 ISSN: Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta
TEKNIK PENDUGAAN SEBARAN POTENSI AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK DI KAWASAN PERKOTAAN Nanang Saiful Rizal, 1*, Totok Dwi Kuryanto 2*. 1,2 Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah
Menampilkan List Komputer dan User-nya dalam Jaringan Intranet Dengan Fungsi WNet API
Menampilkan List Komputer dan User-nya dalam Jaringan Intranet Dengan Fungsi WNet API Artikel ini telah dipublikasikan pada majalah Mikrodata Vol. 8 Series 17, Agustus 2002. Agus Kurniawan [email protected]
Visual Basic 6.0 For Beginners
Visual Basic 6.0 For Beginners Febryan Hari Purwanto [email protected] Chapter 9 Array dan Kontrol Array 1. Array Array adalah sekumpulan nilai yang disimpan dalam satu nama yang sama, array mengijinkan
1.1 Mengenal Visual Basic (VB) 1.2 Mengenal Integrated Development Environment (IDE) VB 6
1.1 Mengenal Visual Basic (VB) Visual Basic adalah salah satu bahasa pemrograman komputer. Bahasa pemrograman adalah perintahperintah yang dimengerti oleh komputer untuk melakukan tugas-tugas tertentu.
LAB SHEET PRAKTIK PEMROGRAMAN KOMPUTER
No. LST/TE/EKA5221/03 Revisi: 00 Tgl: September 2015 Page 1 of 10 1. Kompetensi Dengan mengikuti perkuliahan praktek, diharapkan mahasiswa memiliki sikap tanggung jawab, mandiri dan dapat berinteraksi
SURVEI RESISTIVITAS UNTUK MENENTUKAN DISTRIBUSI TAHANAN JENIS BATUAN BAWAH PERMUKAAN CEKUNGAN DAERAH SEDIMENTASI KUWU
SURVEI RESISTIVITAS UNTUK MENENTUKAN DISTRIBUSI TAHANAN JENIS BATUAN BAWAH PERMUKAAN CEKUNGAN DAERAH SEDIMENTASI KUWU Taufiq Yuana, Gatot Yuliyanto Laboratorium Geofisika, Jurusan Fisika, Universitas Diponegoro
BAB III METODE PENELITIAN
52 BAB III METODE PENELITIAN Penelitan ini membahas mengenai proses pengolahan dan intepretasi data pengukuran geolistrik resistivitas untuk menentukan kedalaman lapisan batuan yang mengandung air tanah
IDENTIFIKASI PENYEBARAN LIMBAH CAIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAHANAN JENIS 3D (MODEL LABORATORIUM)
IDENTIFIKASI PENYEBARAN LIMBAH CAIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAHANAN JENIS 3D (MODEL LABORATORIUM) ABSTRACT Karyanto Jurusan Fisika FMIPA Universitas Lampung Jl. S. Brojonegoro No. 1, Bandar Lampung 35145
SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA
Mata Kuliah Kode / SKS Pro Studi Fakultas : Algoritma Pemroan I B (Visual Basic) : IT012301 / 3 SKS : Sistem Komputer : Ilmu Komputer & Teknologi Informasi PROSES BELAJAR MENGAJAR Dosen : Menerangkan (
BAB III METODA PENELITIAN. mendapatkan hasil yang maksimal. Adapun tahapan yang dilakukan teruraikan
BAB III METODA PENELITIAN Dalam penelitian, ada bebarapa tahapan yang dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Adapun tahapan yang dilakukan teruraikan dalam diagram alur seperti di bawah ini 31
EKSPLORASI BIJIH BESI DENGAN METODE DIPOLE-DIPOLE DAN GEOMAGNET DI WILAYAH GANTUNG, KABUPATEN BLITUNG TIMUR, PROVINSI BLITUNG
EKSPLORASI BIJIH BESI DENGAN METODE DIPOLE-DIPOLE DAN GEOMAGNET DI WILAYAH GANTUNG, KABUPATEN BLITUNG TIMUR, PROVINSI BLITUNG Andi Agus Noor Laboratorium Geofisika, Fakutas Teknik Geologi, UNPAD ABSTRACT
Array dan Prosedur. Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom
Array dan Prosedur Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom Array Merupakan variabel memori yang berisi sekumpulan data dalam tipe yang sejenis. Data-data pada array disimpan dalam urutan tertentu yang dinamakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
35 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Teknik Pengambilan Data Adapun teknik pengambilan data yang dilakukan dalam kegiatan penelitian ini adalah dengan menggunakan tiga metode, yaitu metode geolistrik,
DOKUMENTASI PT.PRIHADITAMA
Geolistrik 2D PERLENGKAPAN YANG DIGUNAKAN Peralatan yang dipergunakan dalam penelitian lapangan adalah sebagai berikut: Alat Komunikasi Alat komunikasi yang digunakan adalah jenis radio FM dengan spesifikasi
DAFTAR PUSTAKA. Azar, Betty Schrampfer Fundamental of English Grammar. New Jersey: Prentice- Hall, Inc.
DAFTAR PUSTAKA Anis Cherid. 2012. Membangun Aplikasi Pembelajaran Dengan Cepat. Diambil pada tanggal 25 Maret 2012 dari https://docs.google.com/ open?id=0bxmdhpd8qk8oc2tmu05xoehtvfdxrme0wuvxaxvzdw Anis
Sesi/Perkuliahan ke: VII
Sesi/Perkuliahan ke: VII Tujuan Instruksional Khusus : 1. Mahasiswa mengerti dan memahami struktur kontrol For 2. Mahasiswa mengerti dan memahami struktur kontrol Do 3. Mahasiswa mengerti dan memahami
ANALISIS LOSSES PIPA LURUS BERDIAMETER 40 cm PADA TEROWONGAN ANGIN LAPAN
Analisis Losses Pipa Lurus Berdiameter 40 cm... (Ahmad Jamaludin Fitroh) ANALISIS LOSSES PIPA LURUS BERDIAMETER 40 cm PADA TEROWONGAN ANGIN LAPAN Ahmad Jamaludin Fitroh Peneliti Aerodinamika, Kedeputian
Pengaruh Kadar Air Tanah Lempung Terhadap Nilai Resistivitas/Tahanan Jenis pada Model Fisik dengan Metode ERT (Electrical Resistivity Tomography)
Pengaruh Kadar Air Tanah Lempung Terhadap Nilai Resistivitas/Tahanan Jenis pada Model Fisik dengan Metode ERT (Electrical Resistivity Tomography) Heni Dewi Saidah, Eko Andi Suryo, Suroso Jurusan Teknik
POTENSI SUMBERDAYA AIR TANAH DI SURABAYA BERDASARKAN SURVEI GEOLISTRIK TAHANAN JENIS
POTENSI SUMBERDAYA AIR TANAH DI SURABAYA BERDASARKAN SURVEI GEOLISTRIK TAHANAN JENIS Oleh : Mardi Wibowo *) Abstrak Surabaya merupakan salah satau kota terbesar di Indonesia dan sebagai pusat kegiatan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Setelah melakukan analisis dan perancangan terhadap aplikasi yang akan dibangun, tahapan selanjutnya adalah implementasi dan pengujian. Untuk mengimplementasikan
2.4. Struktur Branching
2.4. Struktur Branching Branching atau percabangan adalah diagram yang alurnya ada/banyak terjadi alih kontrol berupa percabangan dan terjadi apabila kita dihadapkan pada kondisi dengan dua pilihan yaitu
Krisna D. Octovhiana. 1.1 Apa itu Array?
Cepat Mahir Visual Basic 6.0 [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit),
ANALISA PENCEMARAN AIR TANAH BERDASARKAN METODE GEOLISTRIK STUDI KASUS TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH MUARA FAJAR KECAMATAN RUMBAI
Akhir Sampah Muara Fajar ISSN Kecamatan 1978-5283 Rumbai M, Juandi 2009:2 (3) ANALISA PENCEMARAN AIR TANAH BERDASARKAN METODE GEOLISTRIK STUDI KASUS TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH MUARA FAJAR KECAMATAN
5. Teknik Pengulangan
5. Teknik Pengulangan Counter Teknik kounter dipakai untuk mengontrol pengulangan proses. Pengontrolan ini dilakukan dengan memeriksa isi variabel yang digunakan sebagai kounter, sehingga junlah pengulangan
IV. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2012,
IV. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2012, bertempat di daerah Karawang, Kecamatan Ambarawa, Kab. Pringsewu. Sedangkan pengolahan
Interpretasi Kondisi Geologi Bawah Permukaan Dengan Metode Geolistrik
Interpretasi Kondisi Geologi Bawah Permukaan Dengan Metode Geolistrik Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika yang mempelajari sifat daya hantar listrik di dalam bumi dan bagaimana cara mendeteksinya
Pertemuan 11 type data, deklarasi variabel dan array 1.1 Mengenal Data dan Variabel
Pertemuan 11 type data, deklarasi variabel dan array 1.1 Mengenal Data dan Variabel Ketika seorang user (pengguna) menggunakan sebuah program komputer, seringkali komputer memintanya untuk memberikan informasi.
Penggunaan Struktur Kontrol Pengulangan. Adi Rachmanto,S.Kom Prodi Akuntansi - UNIKOM
Penggunaan Struktur Kontrol Pengulangan Adi Rachmanto,S.Kom Prodi Akuntansi - UNIKOM Struktur kontrol di dalam bahasa pemrograman adalah perintah dengan bentuk (struktur) tertentu yang digunakan untuk
