PENGARUH JUMLAH KOLONI RUMPUT TEKI
|
|
|
- Indra Irawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENGARUH JUMLAH KOLONI RUMPUT TEKI (Cyperus Rotundus L.) pada MEDIA PASIR TERHADAP PENURUNAN KONSENTRASI BOD dan COD (Studi Kasus TPA Jatibarang Semarang) Rininta Kurnia P *) ; Badrus Zaman **) ; Mochtar Hadiwidodo **) Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Uversitas Diponegoro Jl. Prof. H. Sudarto, S.H Tembalang - Semarang, Kode Pos Telp. (024) , Fax (024) Website : [email protected] Abstract Leachate is wastewater that arising from the entry of external water into landfill, dissolves, and rinse the dissolved materials, as well as organic materials from the result of biological decomposition process [1]. In general, the leachate from landfill has high value of BOD and COD that are toxic. The condition also occurs in Jati Barang landfill average concentration of BOD and COD which far exceed the quality standard i.e. BOD value at 722 mg/l and COD value at 1037mg/L [2]. Phytoremediation is the process of contaminated soil restoration using plants media [3]. Nut-grass (Cyperus Rotundus L.) is one of the plants that can be used as an adsorbent of pollutants and point of attachment of aerobic microbes in phytoremediation processing method because Cyperus Rotundus L. has several advantages including numerous fibrous root and nut-grass is a weed that has ability to absorb large nutrients compare with another plant, in addition nut-grass can easily grow anywhere, easy to maintain, and resistant to outside influences [4]. The research was conducted for 15 days after acclimatization. There are 5 reactors consisting of a reactor with 2 colonies of nutgrass, 4 colonies of nut-grass, 6 colonies of nut-grass, 8 colonies of nut-grass and control reactor without nut-grass. Each reactor is filled with as much as 2 liters of leachate from Jati Barang landfill. Sampling was conducted every 3 days and measured the concentrations of COD and BOD. The amount of removal efficiency in each reactor is as follows: reactor with 2 colonies of nut-grass experienced a decreased in removal efficiency by 59,06% to 53,38% for COD and BOD, reactor with 4 colonies decreased by 65,55% to 61,27% for COD and BOD, reactor with 6 colonies decreased by 70,74% to 68,14% for COD and BOD, and reactors with 8 colonies decreased by 71,39% to 75,69% for COD and BOD. Keyword: Leachate, Phytoremediation, Cyperus rotundus L. A. Pendahuluan Lindi adalah limbah cair yang timbul akibat masuknya air eksternal ke dalam timbunan sampah, melarutkan, dan membilas materi-materi terlarut, termasuk juga materi organik hasil proses dekomposisi biologis [1]. Lindi mengandung berbagai polutan seperti sejumlah besar material organik (karbon biodegradabel dan non biodegradabel), ammonia-nitrogen, berbagai logam berat, garam-garam klorin organik dan anorganik [5] Sampai saat ini lindi masih menjadi permasalahan lingkungan yang penting karena lindi merupakan salah satu sumber pencemaran air tanah dan air permukaan yang bersifat merugikan bagi lingkungan. Secara umum lindi dari TPA mempunyai nilai BOD dan COD yang tinggi sehingga bersifat toksik. Kondisi tersebut juga terjadi di TPA Jatibarang. Konsentrasi rata-rata BOD 5 dan COD yang
2 jauh melebihi baku mutu yaitu nilai BOD 5 sebesar 722 mg/l dan nilai COD sebesar 1037 mg/l [2]. Perlu adanya pengolahan lindi yang bertujuan untuk mengurangi dan mencegah dampak negatifnya pada lingkungan. Fitoremediasi merupakan suatu proses pemulihan lahan tercemar dengan menggunakan media tumbuhan [3]. Pengolahan limbah lindi dengan menggunakan prinsip fitoremediasi melalui tanaman rumput teki (Cyperus Rotundus L.), dengan media tanam pasir menjadi pilihan dalam upaya pengolahan limbah cair dan fokus penelitian ini. (Cyperus Rotundus L.) memiliki beberapa keunggulan. Beberapa keunggulan tanaman ini antara lain ; tanaman ini memiliki akar serabut yang banyak dan teki merupakan gulma yang memiliki kemampuan menyerap unsur hara yang besar dibandingkan dengan tanaman yang lain, selain itu teki dapat mudah tumbuh dimana saja, mudah perawatannya, dan tahan terhadap berbagai pengaruh luar [4]. Sedangkan untuk media tanam dipilih pasir. Hal ini dikarenakan media tanam ini memiliki kemampuan aerasi yang tinggi karena memiliki porositas yang besar. Sehingga memudahkan tanaman dalam proses penyerapan lindi [6]. Maka media pasir menjadi pilihan dalam penelitian ini. Rumput teki yang dikenal sebagai tanaman gulma golongan teki, di dalam taksonomi tumbuhan menempati sistematik sebagai berikut: Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Super Divisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Sub Kelas : Commelinidae Ordo : Cyperales Famili : Cyperaceae Genus : Cyperus Spesies : Cyperus rotundus L. Gambar 1. Rumput teki (Cyperus Rotundus L.) B. Metodologi Secara keseluruhan pelaksanaan penelitian dibagi dalam tiga tahapan, meliputi : 1. Tahap Persiapan Mencari dan mempelajari literatur, jurnal, buku terkait pengolahan limbah lindi dengan fitoremediasi untuk dijadikan pedoman. Kemudian melakukan persiapan alat dan bahan yang akan digunakan. Aklimatisasi tanaman Cyperus Rotundus L dilakukan selama 1 minggu dengan menanam rumput teki pada media pasir dan reaktor penelitian terbuat dari ember plastik dengan volume 9,5 liter dan diameter 23 cm. Kemudian mempersiapkan polibag dengan ukuran 12,5 x 26 cm. Gambar 2. Reaktor Penelitian 2. Tahap Pelaksanaan Pengkondisian lokasi sampling dilakukan dengan cara memasang
3 beberapa alat pemantauan untuk mendapatkan data - data yang dibutuhkan seperti pemasangan termometer di greenhouse, pengukuran kelembaban greenhouse dilakukan dengan menggunakan lutron LM-8100, pengukuran intensitas cahaya di greenhouse dilakukan dengan menggunakan lutron LX-107. Pengukuran kondisi fisik lingkungan dilakukan setiap hari selama proses aklimatisasi dan pada saat penelitian sedang berlangsung. Pengukuran dilakukan 3 kali dalam sehari yaitu pada pagi hari sebelum pukul 09.00, siang hari sebelum pukul 14.00, dan sore hari sebelum pukul Pengukuran evapotranspirasi dilakukan dengan mengukur tinggi permukaan lindi menggunakan penggaris. Pengukuran lindi dilakukan selama penelitian dalam waktu 3 hari sekali. Running dilakukan selama 15 hari setelah aklimatisasi, Reaktor yang telah dipersiapkan kemudian diberi polibag kemudian ember plastik diisi dengan air limbah lindi sebanyak 2 liter yang berasal dari TPA Jati Barang, hal tersebut dilakukan agar permukaan lindi tidak langsung mengenai akar tanaman sehingga lindi hanya akan memenuhi maksimal 2/3 dari tinggi ember. Rumput teki ditanam dalam polibag, kemudian polibag dengan tanaman diletakkan didalam ember lalu ember diisi dengan lindi. Reaktor penelitian sebanyak 5 reaktor dimana masing-masing reaktor terdapat rumput teki dengan jumlah koloni yang berbeda. Reaktor 1 terdapat 2 koloni rumput teki, reaktor 2 terdapat 4 koloni rumput teki, reaktor 3 terdapat 6 koloni rumput teki, reaktor 4 terdapat 8 koloni rumput teki, dan reaktor 5 merupakan reaktor kontrol yang tidak terdapat tanaman rumput teki. Reaktor kontrol mempunyai fungsi sebagai pembanding. Kontrol digunakan untuk membandingkan penurunan konsentrasi COD maupun BOD dengan masing-masing reaktor uji. Untuk mengetahui berapa persen perbedaan efisiensi penyisihan yang dilakukan oleh rumput teki, hal ini dapat diketahui dengan melihat selisih efisiensi penyisihan COD dan BOD pada reaktor kontrol dan pada reaktor uji. Selama Running pengambilan sampel dilakukan 3 hari sekali. Pengukuran ph, suhu, kosentrasi COD dan BOD 5 dilakukan di laboratorium Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro. 3. Tahap Analisis Data Analisis data dilakukan dengan menggunakan program microsoft excel. Metode yang digunakan dalam menganalisis relasi antarvariabel adalah dengan membuat diagram pencar (scatter diagram). Analisis data dilakukan dengan menganalisis data yang telah diperoleh dari kegiatan sampling, yaitu data konsentrasi COD dan BOD, serta data ph dan suhu pada lindi. Analisa akan meliputi analisis dengan diagram pencar untuk hubungan konsentrasi konsentrasi COD dan BOD terhadap waktu dan hubungan efisiensi penyisihan COD dan BOD terhadap waktu. Penyajian data juga dilakukan dalam grafik untuk menunjukkan hubungan konsentrasi COD dan BOD terhadap, dan juga dapat mengetahui hubungan efisiensi penyisihan COD dan BOD terhadap waktu. Sedangkan untuk menganalisa hubungan antara jumlah koloni rumput teki dengan penurunan COD dan BOD didapatkan dengan menggunakan analisa bivariat dengan analisis korelasi pearson (Pearson Bivariate Correlation) menggunakan bantuan software SPSS untuk mengetahui ada tidaknya hubungan
4 antara banyaknya jumlah koloni rumput teki dengan penurunan konsentrasi COD dan BOD pada lindi TPA Jatibarang Semarang. Dari data konsentrasi COD dan BOD serta waktu tinggal dan jumlah koloni rumput teki yang telah didapatkan akan dibobotkan kemudian di input ke dalam software SPSS. C. Hasil dan Pembahasan C1. Hasil Pengukuran Konsentrasi COD Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan data penurunan COD untuk masing-masing reaktor yaitu 2R1, 2R2, 4R1, 4R2, 6R1, 6R2, 8R1, 8R2, dan kontrol 1 dan 2. Data penyisihan COD dapat dilihat pada tabel 1 dan tabel 2 serta gambar 1 dan gambar 2 Tabel 1. Hubungan Konsentrasi COD Terhadap Waktu Konsentrasi COD (mg/l) Waktu Kontrol koloni koloni koloni koloni 0 hari 1261, , , , ,60 3 hari 688,44 647,50 631,13 622,94 770,32 6 hari 565,63 500,12 459,18 434,62 647,50 9 hari 565,63 516,50 442,81 385,49 688,44 12 hari 516,50 434,62 369,12 344,55 614,75 15 hari 541,06 483,75 393,68 360,93 631,13 Gambar 3. Hubungan Konsentrasi COD Terhadap Waktu Tabel 2. Hubungan Effisiensi Penyisihan COD Terhadap Waktu Waktu 2 koloni Penyisihan COD (%) 4 koloni 6 koloni 8 koloni kontrol 0 hari hari 45,43 48,68 49,97 50,62 38,94 6 hari 55,17 60,36 63,60 65,55 48,68 9 hari 55,17 59,06 64,90 69,44 45,43 12 hari 59,06 65,55 70,74 72,69 51,27 15 hari 57,11 61,66 68,80 71,39 49,97 Gambar 4. Hubungan Efisiensi Penyisihan COD Terhadap Waktu
5 Berdasarkan Tabel 4.2 dan 4.3 terlihat bahwa pada pengamatan awal tampak bahwa presentase penyisihan COD pada masing-masing reaktor terjadi kenaikan secara signifikan. Hal ini disebabkan pada awal pengamatan, akar Cyperus Rotundus L telah tumbuh dan menyebar secara baik karena telah dilakukan aklimatisasi yang cukup. Sehingga akar sudah menyebar kesemua arah pada permukaan tanah yang dapat memberikan tempat hidup lebih banyak bagi mikroorganisme [7], sehingga efisiensi penyisihan COD pada semua reaktor uji mengalami kenaikan cukup besar. Untuk pengamatan selanjutnya terlihat bahwa masing-masing reaktor masih mengalami kenaikan, dimana reaktor dengan 2 koloni rumput teki mencapai 59%, reaktor dengan 4 koloni rumput teki mencapai 65%, reaktor dengan 6 koloni rumput teki mencapai 70%, reaktor dengan 8 koloni rumput teki mencapai 72%, dan kontrol juga menunjukkan efisiensi penyisihan yang semakin bagus yaitu 51%. Untuk melihat apakah dalam model regresi variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Analisis SPSS Uji Normalitas dengan One-Sample Kolmogorov- Smirnov Test sebesar 0,725, dan nilai Asym.Sig (2- tailed) jumlah koloni sebesar 0,621, dan juga untuk data konsentrasi COD dihasilkan nilai Asym.Sig.(2-tailed) sebesar 0,992. Berdasarkan hal ini bisa dinyatakan bahwa nilai dari ketiga variabel tersebut adalah distribusi data normal [8]. Untuk mengetahui analisa hubungan dan seberapa besar pengaruh waktu (hari) dan jumlah koloni terhadap kosentrasi COD pada lindi, dapat dilihat pada tabel output SPSS 16.0 berikut : Tabel 4. Analisis SPSS Uji Auto Correlation Regresi dengan Pearson Corelation Dapat diketahui bahwa signifikansi kurang dari 0,05 (0,001<0,05) dan (0,011<0,05) maka Ho diterima [8]. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara lamanya hari dan banyaknya jumlah tanaman dengan konsentrasi COD. Sedangkan untuk mengetahui seberapa besar kedua variabel independen memberikan pengaruh pada konsentrasi COD akan terlihat pada tabel 5 dibawah ini : Tabel 5.Analisa SPSS Uji Regresi Model Summary b Dari analisa menggunakan SPSS 16.0, dapat diketahui bahwa data waktu (hari) diperoleh nilai Asym.Sig.(2-tailed) Tabel 5 di atas menjelaskan besarnya pengaruh waktu (hari) dan jumlah koloni terhadap variabel terikatnya
6 yaitu konsentrasi COD hasil pengujian menggunakan regresi dengan software SPSS Koefisien determinasinya adalah 0,770 yang mengandung arti bahwa kedua faktor ini yaitu pengaruh waktu (hari) dan jumlah koloni terhadap konsentrasi COD adalah sebesar 77%. Sedangkan 23% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain seperti jarak antara satu koloni dengan koloni lainnya, banyaknya daun dan tunas dalam satu reaktor, atau bisa berasal dari besar dan kecilnya tanaman. C2. Hasil Pengukuran Konsentrasi BOD Gambar 5. Hubungan Konsentrasi BOD Terhadap Waktu Dari penelitian diperoleh datadata hasil penurunan BOD untuk masingmasing reaktor dapat dilihat pada Tabel 6 dan 7 serta Gambar 3 dan 4, sebagai berikut : Tabel 6. Hubungan Konsentrasi BOD Terhadap Waktu Konsentrasi BOD (mg/l) Waktu koloni koloni koloni koloni kontrol 0 hari 349,71 349,71 349,71 349,71 349,71 3 hari 199,63 171,43 167,23 149,83 201,43 6 hari 189,43 146,23 127,03 109,63 182,23 9 hari 168,43 152,23 117,43 101,23 197,23 12 hari 163,03 135,43 111,43 85,03 179,83 15 hari 176,23 146,23 129,43 91,03 191,83 Tabel 7. Hubungan Efisiensi Penyisihan BOD Terhadap Waktu Penyisihan BOD (%) Waktu koloni koloni koloni koloni kontrol 0 hari hari 42,92 50,98 52,18 57,16 42,40 6 hari 45,83 58,19 63,68 68,65 47,89 9 hari 51,84 56,47 66,42 71,05 43,60 12 hari 53,38 61,27 68,14 75,69 48,58 15 hari 49,61 58,19 62,99 73,97 45,15 Gambar 6. Hubungan Efisiensi Penyisihan BOD Terhadap Waktu Dari data-data diatas terlihat bahwa hampir pada setiap reaktor uji maupun kontrol mengalami kenaikan efisiensi penyisihan BOD, seperti halnya pada reaktor dengan 2 koloni terjadi kenaikan penyisihan BOD dari 42%-49%. Pada reaktor dengan 4 koloni terjadi kenaikan penyisihan BOD dari 50%-58%. Reaktor dengan 6 dan 8 koloni terlihat kenaikan untuk masingmasing yaitu 52%-62% dan 57%-73%. Pada reaktor kontrol terjadi kenaikan 42%- 45%. Untuk melihat apakah dalam model regresi variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak dapat dilihat pada tabel 8.
7 Tabel 8. Analisis SPSS Uji Normalitas dengan One-Sample Kolmogorov- Smirnov Test BOD akan terlihat pada tabel 10 dibawah ini : Tabel 10. Analisa SPSS Uji Regresi Model Summary b Dari analisa menggunakan SPSS 16.0, dapat diketahui bahwa data waktu (hari) diperoleh nilai Asym.Sig.(2-tailed) sebesar 0,725, dan nilai Asym.Sig (2- tailed) jumlah koloni sebesar 0,621, dan juga untuk data konsentrasi BOD dihasilkan nilai Asym.Sig.(2-tailed) sebesar 1,000. Berdasarkan hal ini bisa dinyatakan jika nilai dari ketiga variabel tersebut adalah distribusi data adalah normal [8]. Untuk mengetahui analisa hubungan dan seberapa besar pengaruh waktu (hari) dan jumlah koloni terhadap kosentrasi BOD pada lindi, dapat dilihat pada tabel 9. output SPSS 16.0 berikut : Tabel 9. Analisis SPSS Uji Auto Correlation Regresi dengan Pearson Corelation Tabel 10 di atas menjelaskan besarnya pengaruh waktu (hari) dan jumlah koloni terhadap variabel terikatnya yaitu konsentrasi COD hasil pengujian menggunakan regresi dengan software SPSS Koefisien determinasinya adalah 0,933 yang mengandung arti bahwa kedua faktor ini yaitu pengaruh waktu (hari) dan jumlah koloni terhadap konsentrasi COD adalah sebesar 93%. Sedangkan 7% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain seperti jarak antara satu koloni dengan koloni lainnya, banyaknya daun dan tunas dalam satu reaktor, atau bisa berasal dari besar dan kecilnya tanaman. C3. ph dan Suhu ph dan suhu merupakan parameter penting yang mempengaruhi pertumbuhan dan kinerja mikroorganisme Data-data ph dan suhu dapat dilihat pada Tabel 11 dan 12 dibawah ini. Tabel 11. ph Masing-Masing Reaktor Dapat diketahui bahwa signifikansi kurang dari 0,05 (0,015<0,05) dan (0,000<0,05) maka Ho diterima [8]. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara lamanya hari dan banyaknya jumlah tanaman dengan konsentrasi BOD. Sedangkan untuk mengetahui seberapa besar kedua variabel independen memberikan pengaruh pada konsentrasi Tabel 12. Suhu Masing-Masing Reaktor
8 Gambar 7. Perubahan ph Tiap Reaktor dari proses mikrobial. Kenaikan ini disebabkan oleh adanya aktivitas fotosintesis oleh tanaman uji. Proses fotosintesis merubah CO 2 menjadi C 6 H 12 O 6 yang memerlukan hidrogen dan energi. Hidrogen didapatkan dari H + yang didapatkan dari lindi (Air limbah) dan udara. Sehingga pengambilan H + akan menaikkan ph [10]. Penurunan ph terjadi karena proses degradasi zat organik akan menghasilkan CO 2 dan H 2 O. Sebagian CO 2 akan terlepas ke udara sedang sebagian yang lain tertahan dalam sistem dan terlarut menjadi H 2 CO 3 (asam karbonat). Asam karbonat terdisosiasi menjadi bikarbonat (HCO - 3 ) yang nantinya diserap oleh tanaman dan H +. Karena ph merupakan fungsi dari log H + maka dengan semakin besar H + nilai ph akan turun [10]. C4. Uji Transpirasi Cyperus Rotundus L. Hasil uji transpirasi Cyperus Rotundus L disajikan dalam tabel 13 dan Gambar 7. Tabel 13. Transpirasi Cyperus Rotundus pada Masing-Masing Reaktor Gambar 8. Reaktor Perubahan Suhu Tiap Dalam penelitian ini terjadi kenaikan suhu pada masing-masing reaktor seperti terlihat pada gambar 4.13 diatas. Suhu dapat mempengaruhi transpor elektron dan fiksasi karbon pada reaksi fotosintesis dan suhu lingkungan secara langsung mempengaruhi proses evaporasi dan evapotranspirasi. Suhu berbanding lurus dengan evaporasi dan evapotranspirasi [9]. Berdasarkan Gambar 5 selain terjadinya kenaikan ph, juga terjadi penurunan ph. Kenaikan ph disebabkan karena penyerapan proton oleh tanaman melebihi
9 0,011 untuk penuruan konsentrasi COD, dan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 untuk penurunan BOD. Dengan nilai ini sehingga jumlah koloni teki mempengaruhi penurunan konsentrasi COD maupun BOD. D2. Saran Gambar 9. Grafik Uji Transpirasi Cyperus Rotundus L Evapotranspirasi adalah kombinasi proses kehilangan air dari suatu lahan bertanam melalui evaporasi dan transpirasi [11]. Pada Gambar 7 dapat diketahui bahwa semua reaktor fitoremediasi dalam penelitian ini mengalami penurunan muka air selama 15 hari. Hasil menunjukkan bahwa Cyperus Rotundus L memiliki tingkat transpirasi yang cukup tinggi, dan semakin terdapat banyak tanaman Cyperus Rotundus L maka transpirasi yang terjadi akan semakin besar. Dapat dilihat dari semakin banyak lindi yang berkurang dengan semakin banyak tanaman di dalam reaktor uji. D. KESIMPULAN DAN SARAN D1. Kesimpulan 1. Reaktor yang mengalami efisiensi penyisihan terbesar berdasarkan tabel dan grafik pada microsoft exel adalah reaktor dengan jumlah rumput teki sebanyak 8 koloni pada hari ke 12. Dengan efisiensi penyisihan sebesar 72,69 % untuk COD dan 75,69 % untuk BOD. 2. Berdasarkan analisis data secara statistik (SPSS) hasil korelasi diperoreh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah koloni yang lebih banyak, untuk mengetahui jumlah koloni optimum yang bisa dipergunakan untuk penurunan konsentrasi COD dan BOD pada lindi TPA Jatibarang dengan melakukan perbandingan luas lahan terhadap jumlah koloni. D. Daftar Pustaka [1]Damanhuri, E Teknik Pembuangan Akhir. Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. ITB, Bandung. [2]Ika, Quriah Studi Penurunan Nilai BOD dan COD pada Air Lindi dengan Proses Biooksodasi. Semarang : Universitas Diponegoro. [3]Mangkoediharjo, Sarwoko dan Samudro, Ganjar Fitoteknologi Terapan. Yogyakarta : Graha Ilmu [4]Moenandir, Jody Pengantar Ilmu dan Pengendalian Gulma (Ilmu Gulma-Buku 1). Jakarta : Citra Niaga Rajawali Press. [5]Khan, Iqbal Textbook of Solid Wastes Management. New Delhi : CBS.
10 [6]Hidayah, Amaliyah Penyisihan COD dan BOD dalam Greywater dengan Free Water System Constructed Wetland. [7]Pinton, et,al The Rhizosphere Biochemistry and Organic Substances at the Soil-Plant Interface. New York : Marcel Dekker, Inc. [8]Wijaya, Tony Cepat Menguasai SPSS 20 Untuk Olah dan Interpretasi Data. Yogyakarta : Cahaya Atma Pustaka. [9]Pessarakli,Mohammad Handbook of Photosysnthesis Second Edition. LLC : Taylor & Francis Group. [10]Gregory, Peter Plant Roots, Growth, Activity and Interaction with Soils. Australia : Black Well. [11]Vymazal, J Waterwaste Treatment in Constructed Wetlands with Horizontal Sub-Surface Flow. Czech Republic : Springer.
Dhinny Rizky Amalia, Badrus Zaman*), Mochtar Hadiwidodo*)
PENGARUH JUMLAH KOLONI RUMPUT TEKI (Cyperus Rotundus L.) PADA MEDIA TANAH TPA TERHADAP PENURUNAN KONSENTRASI BOD DAN COD DALAM LINDI (Studi Kasus TPA Jatibarang Semarang) Dhinny Rizky Amalia, Badrus Zaman*),
PENGARUH JUMLAH TUMBUHAN
PENGARUH JUMLAH TUMBUHAN Typha Angustifolia DAN UKURAN MEDIA PASIR YANG BERBEDA TERHADAP PENYISIHAN BOD DAN COD DALAM LINDI DENGAN SUB SURFACE FLOW CONSTRUCTED WETLAND Indah Kusumastuti *) ; Titik Istirokhatun
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-journal) Volume 5, Nomor 1, Januari 2017 (ISSN: )
EFEKTIFITAS CONSTRUCTED WETLANDS TIPE SUBSURFACE FLOW SYSTEM DENGAN MENGGUNAKAN TANAMAN Cyperus rotundus UNTUK MENURUNKAN KADAR FOSFAT DAN COD PADA LIMBAH CAIR LAUNDRY Eucinda Erwin P., Tri Joko, Hanan
PENGOLAHAN AIR LIMBAH PENCUCIAN RUMPUT LAUT MENGGUNAKAN PROSES FITOREMEDIASI
SKRIPSI PENGOLAHAN AIR LIMBAH PENCUCIAN RUMPUT LAUT MENGGUNAKAN PROSES FITOREMEDIASI O l e h : HARI WIBOWO THAMRIN 0652010031 PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN UNIVERSITAS
SKRIPSI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN LAHAN BASAH BUATAN MENGGUNAKAN RUMPUT PAYUNG (CYPERUS ALTERNIOFOLIUS) Oleh :
SKRIPSI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN LAHAN BASAH BUATAN MENGGUNAKAN RUMPUT PAYUNG (CYPERUS ALTERNIOFOLIUS) Oleh : DEVIANASARI ANGGRAINI (07502010018) PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK
Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Uversitas Diponegoro
STUDI KEMAMPUAN VERTICAL SUBSURFACE FLOW CONSTRUCTED WETLAND DALAM MENYISIHKAN KONSENTRASI TSS, TDS, dan ORP PADA LINDI MENGGGUNAKAN TUMBUHAN ALANG-ALANG (TYPHA ANGUSTIFOLIA) Raisa Yuniarmita *) ; Badrus
PENURUNAN KONSENTRASI CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD)
PENURUNAN KONSENTRASI CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) Diperoleh penurunan kadar COD optimum pada variasi tumbuhan Tapak Kuda + Kompos 1 g/l. Nilai COD lebih cepat diuraikan dengan melibatkan sistem tumbuhan
Dosen Magister Ilmu Lingkungan dan Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UNDIP Semarang
12-114 PENGOLAHAN EFFLUENT DARI IPAL INDUSTRI FARMASI DENGAN SISTEM LAHAN BASAH BUATAN ALIRAN BAWAH PERMUKAAN (STUDI KASUS : PT PHAPROS TBK, SEMARANG) Mega Anggraeni 1 Henna Rya Sunoko 2, Hadiyanto 3 1
DARI IPAL INDUSTRI FARMASI DENGAN SISTEM
PENGOLAHAN EFFLUENT DARI IPAL INDUSTRI FARMASI DENGAN SISTEM LAHAN BASAH BUATAN ALIRAN BAWAH PERMUKAAN (SSF-WETLANDS) MENGGUNAKAN TUMBUHAN CYPERUS ALTERNIFOLIUS DAN CANNA INDICA, L. ( Studi Kasus : PT
KATA PENGANTAR. Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah Nya
KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan tugas skripsi ini dengan judul PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN SISTEM MEDIA
STUDI KEMAMPUAN VERTICAL SUBSURFACE FLOW CONSTRUCTED WETLANDS
STUDI KEMAMPUAN VERTICAL SUBSURFACE FLOW CONSTRUCTED WETLANDS DALAM MENYISIHKAN COD, NITRIT, DAN NITRAT PADA AIR LINDI (STUDI KASUS: TPA NGRONGGO, SALATIGA) Ismaryanto Gunawan 1, Wiharyanto Oktiawan 2,
PERENCANAAN SUBSURFACE FLOW CONSTRUCTED WETLAND PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI AIR KEMASAN (STUDI KASUS : INDUSTRI AIR KEMASAN XYZ)
PERENCANAAN SUBSURFACE FLOW CONSTRUCTED WETLAND PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI AIR KEMASAN (STUDI KASUS : INDUSTRI AIR KEMASAN XYZ) Oleh : Zulisnaini Sokhifah 3306 100 105 Dosen Pembimbing : Dr. Ir.
PENURUNAN BOD DAN COD PADA AIR LIMBAH KATERING MENGGUNAKAN KONSTRUKSI WETLAND SUBSURFACE-FLOW DENGAN TUMBUHAN KANA (Canna indica)
1 PENURUNAN BOD DAN COD PADA AIR LIMBAH KATERING MENGGUNAKAN KONSTRUKSI WETLAND SUBSURFACE-FLOW DENGAN TUMBUHAN KANA (Canna indica) Anindita Laksmi Prabowo dan Sarwoko Mangkoedihardjo Jurusan Teknik Lingkungan,
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan pada penelitian ini secara garis besar terbagi atas 6 bagian, yaitu : 1. Analisa karakteristik air limbah yang diolah. 2.
Tersedia online di: Jurnal Teknik Lingkungan, Vol 4, No 4 (2015)
PENURUNAN KADAR COD DAN TSS PADA LIMBAH INDUSTRI PENCUCIAN PAKAIAN (LAUNDRY) DENGAN METODE CONSTRUCTED WETLAND MENGGUNAKAN TANAMAN BINTANG AIR (Cyperus alternifolius) Dita Mutiara *) ; Endro Sutrisno **)
PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK MENGGUNAKAN TANAMAN Alisma plantago DALAM SISTEM LAHAN BASAH BUATAN ALIRAN BAWAH PERMUKAAN (SSF-WETLAND)
PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK MENGGUNAKAN TANAMAN Alisma plantago DALAM SISTEM LAHAN BASAH BUATAN ALIRAN BAWAH PERMUKAAN (SSF-WETLAND) Amalia Masturah 1) Lita Darmayanti 2) Yohanna Lilis H 2) 1) Mahasiswa
PENGARUH RESIRKULASI LINDI TERHADAP POTENSI PRODUKSI GAS METAN (CH 4 )
PENGARUH RESIRKULASI LINDI TERHADAP POTENSI PRODUKSI GAS METAN (CH 4 ) Ika Bagus Priyambada 1, M. Arief Budiharjo 1, dan Juwita Aprianti 2 1 Program Studi Teknik Lingkungan FT UNDIP, Jl. Prof. H. Sudarto,
Pengaruh Selenium dan Jumlah Scirpus grossus Untuk Efisiensi Pengolahan Lindi TPA Kab. Sidoarjo Menggunakan Variasi Komposisi Media
SIDANG TESIS Pengaruh Selenium dan Jumlah Scirpus grossus Untuk Efisiensi Pengolahan Lindi TPA Kab. Sidoarjo Menggunakan Variasi Komposisi Media Atik Widiyanti 3311201202 Dosen pembimbing Prof. Dr. Ir.
PENYISIHAN LOGAM PADA LINDI DENGAN SISTEM SUB-SURFACE CONSTRUCTED WETLAND
PENYISIHAN LOGAM PADA LINDI DENGAN SISTEM SUB-SURFACE CONSTRUCTED WETLAND Puja Dayanto Wibowo 1, Rizki Purnaini 1, Yulisa Fitrianingsih 1 Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Tanjungpura, Pontianak
ANALISIS KUALITAS KIMIA AIR LIMBAH RUMAH SAKIT DI RSUD DR. SAM RATULANGI TONDANO TAHUN
ANALISIS KUALITAS KIMIA AIR LIMBAH RUMAH SAKIT DI RSUD DR. SAM RATULANGI TONDANO TAHUN 2016 Selomita Lamato*, Odi Pinontoan*, Woodford Baren Solaiman Joseph* *Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
EFEKTIVITAS POLY ALUMINIUM CHLORIDE (PAC) DALAM MENURUNKAN TOKSISITAS LEACHATE (AIR LINDI) DENGAN BIOINDIKATOR IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus)
DOSEN MUDA L A P O R A N P E N E L I T I A N EFEKTIVITAS POLY ALUMINIUM CHLORIDE (PAC) DALAM MENURUNKAN TOKSISITAS LEACHATE (AIR LINDI) DENGAN BIOINDIKATOR IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus) Oleh:
Natalina 1 dan Hardoyo 2. Surel : ABSTRACT
9- November PENGGUNAAN ENCENG GONDOK (Eichornia crassipes (Mart) Solms) DAN KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica Forsk ) DALAM PERBAIKAN KUALITAS AIR LIMBAH INDUSTRI TAHU Natalina dan Hardoyo ) Jurusan Teknik
SKRIPSI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK DENGAN MENGGUNAKAN ROTARY BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC)
SKRIPSI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK DENGAN MENGGUNAKAN ROTARY BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC) oleh : DODDY OCTNIAWAN NPM 0752010015 PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
Nurandani Hardyanti *), Sudarno *), Fikroh Amali *) Keywords : ammonia, THMs, biofilter, bioreactor, honey tube, ultrafiltration, hollow fiber
Nurandani Hardyanti, Sudarno, Fikroh Amali TEKNIK KEAIRAN EFISIENSI PENURUNAN KEKERUHAN, ZAT ORGANIK DAN AMONIAK DENGAN TEKNOLOGI BIOFILTRASI DAN ULTRAFILTRASI DALAM PENGOLAHAN AIR MINUM (STUDI KASUS:
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Beberapa tahun terakhir, energi menjadi persoalan yang krusial di dunia, dimana peningkatan permintaan akan energi yang berbanding lurus dengan pertumbuhan populasi
Oleh: Afina Kibtiyah Hidayati Dosen Pembimbing: IDAA. Warma Dewanti, S.T., M.T., Ph.D
Oleh: Afina Kibtiyah Hidayati 3307 100 026 Dosen Pembimbing: IDAA. Warma Dewanti, S.T., M.T., Ph.D Latar Belakang Intrusi Air Laut pada Lokasi TPA Benowo Lindi TPA Benowo memiliki salinitas tinggi 6552
PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG MENGGUNAKAN SISTEM LAHAN BASAH BUATAN: PENYISIHAN MANGAN (Mn)
Jukung Jurnal Teknik Lingkungan, 1 (1): 16-21, 2015 PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG MENGGUNAKAN SISTEM LAHAN BASAH BUATAN: PENYISIHAN MANGAN (Mn) Nopi Stiyati Prihatini, dan M. Sadiqul Iman Program Studi Teknik
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA Tambak udang vannamei masyarakat Desa Poncosari, Srandakan, Bantul merupakan tambak udang milik masyarakat yang berasaskan koperasi dari kelompok tambak yang ada
PENELITIAN PENGOLAHAN AIR KOLAM PENAMPUNGAN LINDI DENGAN GRANULAR FILTER KARBON AKTIF PADA TIPE REAKTOR VERTIKAL
PENELITIAN PENGOLAHAN AIR KOLAM PENAMPUNGAN LINDI DENGAN GRANULAR FILTER KARBON AKTIF PADA TIPE REAKTOR VERTIKAL LEACHATE TREATMENT RESEARCH WITH ACTIVATED CARBON FILTER IN A VERTICAL REACTOR Nuke Diah
Tingkat Toksisitas dari Limbah Lindi TPA Piyungan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Terhadap Ikan Nila (Oreochromis niloticus.
Tingkat Toksisitas dari Limbah Lindi TPA Piyungan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Terhadap Ikan Nila (Oreochromis niloticus., L) Oleh: Annisa Rakhmawati, Agung Budiantoro Program Studi Biologi Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. limbah yang keberadaannya kerap menjadi masalah dalam kehidupan masyarakat.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Limbah cair atau yang biasa disebut air limbah merupakan salah satu jenis limbah yang keberadaannya kerap menjadi masalah dalam kehidupan masyarakat. Sifatnya yang
Tersedia online di: Jurnal Teknik Lingkungan, Vol. 5, No. 4 (2016)
PENURUNAN KONSENTRASI NIKEL (Ni) TOTAL DAN COD MENGGUNAKAN TUMBUHAN KAYU APU (Pistia stratiotes L.) PADA LIMBAH CAIR ELEKTROPLATING Maulina Cahyani *), Pertiwi Andarani **), Badrus Zaman **), Program Studi
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT DENGAN PROSES ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC)
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT DENGAN PROSES ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC) SKRIPSI O l e h : AINA AZZAH ALI 0952010009 JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK SIPIL & PERENCANAAN UNIVERSITAS
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sebagai negara yang sedang berkembang, sektor perekonomian di Indonesia tumbuh dengan pesat. Pola perekonomian yang ada di Indonesia juga berubah, dari yang
PENGOLAHAN AIR LIMBAH SAMPAH (LINDI) DARI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH (TPA) MENGGUNAKAN METODA CONSTRUCTED WETLAND
PENGOLAHAN AIR LIMBAH SAMPAH (LINDI) DARI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH (TPA) MENGGUNAKAN METODA CONSTRUCTED WETLAND Sarip Usman 1) Imam Santosa 1) 1) Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang
Pengolahan Air Limbah Domestik dengan Sistem Lahan Basah Buatan Aliran Bawah Permukaan (Subsurface Flow Constructed Wetlands)
Pengolahan Air Limbah Domestik dengan Sistem Lahan Basah Buatan Aliran Bawah Permukaan (Subsurface Flow Constructed Wetlands) Lita Darmayanti, Manyuk Fauzi, Bagus Hajri Program Studi Teknik Sipil S1, Fakultas
FITOREMEDIASI LIMBAH YANG MENGANDUNG TIMBAL (Pb) DAN KROMIUM (Cr) DENGAN MENGGUNAKAN KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica)
FITOREMEDIASI LIMBAH YANG MENGANDUNG TIMBAL (Pb) DAN KROMIUM (Cr) DENGAN MENGGUNAKAN KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica) Imbar Agusetyadevy, Sri Sumiyati, Endro Sutrisno ABSTRACT Heavy metal contamination
BAB 1 PENDAHULUAN. pakaian. Penyebab maraknya usaha laundry yaitu kesibukan akan aktifitas sehari-hari
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Laundry adalah salah satu penyedia jasa layanan dalam hal cuci mencuci pakaian. Penyebab maraknya usaha laundry yaitu kesibukan akan aktifitas sehari-hari yang
EFISIENSI PENURUNAN COD DAN TSS DENGAN FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN TANAMAN KAYU APU (Pistia stratiotes l.) Studi Kasus: Limbah Laundry
EFISIENSI PENURUNAN COD DAN TSS DENGAN FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN TANAMAN KAYU APU (Pistia stratiotes l.) Studi Kasus: Limbah Laundry Rahan Rahadian *), Endro Sutrisno **), Sri Sumiyati **) Departemen Teknik
APLIKASI WETLAND. Prayatni Soewondo PRODI TEKNIK LINGKUNGAN, FTSL, ITB
APLIKASI WETLAND Prayatni Soewondo PRODI TEKNIK LINGKUNGAN, FTSL, ITB PEMBAHASAN: Teori: - Difinisi Wetland - Type-Type Wetland - Konstruksi Wetland Penerapan Wetland: - Skala lab - Skala Lapangan WETLAND
OPTIMASI EFISIENSI PENGOLAHAN LINDI DENGAN MENGGUNAKAN CONSTRUCTED WETLAND OPTIMIZATION OF LEACHATE TREATMENT EFFICIENCY BY USING CONSTRUCTED WETLAND
Jurnal Teknik Lingkungan Volume 17 Nomor 2, Oktober 211 (Hal 1-1) OPTIMASI EFISIENSI PENGOLAHAN LINDI DENGAN MENGGUNAKAN CONSTRUCTED WETLAND OPTIMIZATION OF LEACHATE TREATMENT EFFICIENCY BY USING CONSTRUCTED
TUGAS PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI ELECTROPLATING
TUGAS PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI ELECTROPLATING Oleh : DODDY OCTNIAWAN NPM : 0752010015 PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK SIPIL & PERENCANAAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN
PENGGUNAAN TANAMAN KAYU API (PISTIA STRATIOTES) UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH LAUNDRY SECARAFITOREMEDIASI ABSTRAK
Pengolahan Limbah Loundry dengan Tanaman kayu Apu, (Rido dan Rudy Laksmono) 60 PENGGUNAAN TANAMAN KAYU API (PISTIA STRATIOTES) UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH LAUNDRY SECARAFITOREMEDIASI RidoWandana dan Rudy
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Tipe Penelitian Penelitian dilaksanakan dengan membuat unit pengolahan limbah lahan basah buatan dengan lebar 3 meter dan panjang 1,5 meter. Unit pengolahan limbah dengan
EFEKTIVITAS INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DOMESTIK SISTEM ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC) KELURAHAN SEBENGKOK KOTA TARAKAN
EFEKTIVITAS INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DOMESTIK SISTEM ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC) KELURAHAN SEBENGKOK KOTA TARAKAN Rizal 1), Encik Weliyadi 2) 1) Mahasiswa Jurusan Manajemen Sumberdaya
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kota-kota besar di Indonesia pada umumnya memiliki masalah tipikal yaitu peningkatan penduduk yang disebabkan oleh laju urbanisasi dan pertumbuhan penduduk kota. Permasalahan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori Keberadaan amonium di alam dapat berasal dari dekomposisi senyawa-senyawa protein. Senyawa ini perlu didegradasi menjadi gas nitrogen (N2) karena amonium menyebabkan
PEMBENIHAN DAN AKLIMATISASI PADA SISTEM ANAEROBIK
JRL Vol.6 No.2 Hal. 159-164 Jakarta, Juli 21 ISSN : 285-3866 PEMBENIHAN DAN AKLIMATISASI PADA SISTEM ANAEROBIK Indriyati Pusat Teknologi Lingkungan - BPPT Jl. MH. Thamrin No. 8 Jakarta 134 Abstract Seeding
Tembalang, Semarang
PENCUCIAN PAKAIAN (LAUNDRY) DENGAN TEKNOLOGI BIOFILM MENGGUNAKAN MEDIA FILTER SERAT PLASTIK DAN TEMBIKAR DENGAN SUSUNAN RANDOM Satyanur Y Nugroho *), Sri Sumiyati *), Mochtar *) *) Program Studi Teknik
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Sebelum dibuang ke lingkungan, keberadaan suatu limbah membutuhkan pengolahan dan pengendalian agar tidak terjadi pencemaran lingkungan yang tidak terkendali. Sehingga, setiap
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Eceng Gondok Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) adalah tumbuhan air yang hidup di perairan tawar yang menyerap nutrien untuk pertumbuhannya. Penyerapan nutrien dalam jumlah
Keywords : Indoor Air Pollution, Nitrogen Dioxide (NO₂), Parking Area
ANALISIS KUALITAS NO 2 DALAM RUANG PADA PERPARKIRAN BASEMENT DAN UPPER GROUND ( Studi Kasus : Mall X, Semarang) Qiyam Maulana Binu Soesanto, Haryono Setiyo Huboyo, Endro Sutrisno Program Studi Teknik Lingkungan
BAB I PENDAHULUAN. biasanya disertai dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Secara umum perkembangan jumlah penduduk yang semakin besar biasanya disertai dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Perkembangan tersebut membawa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT. Phapros Tbk, merupakan industri farmasi yang berada di Simongan 131, Semarang. Kegiatan dari industri adalah memproduksi obatobatan. Selain menghasilkan produk
Oleh: Hernayanti dan Elly Proklamasiningsih Fakultas Biologi Unsoed Purwokerto (Diterima: 4 Oktober 2004, disetujui: 6 Nopember 2004)
FITOREMEDIASI LIMBAH CAIR BATIK MENGGUNAKAN KAYU APU (Pistia stratiotes L.) SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMPERBAIKI KUALITAS AIR PHYTOREMEDIATION OF BATIK LIQUID WASTE USING WATER LETTUCE (Pistia stratiotes L.)
Pengaturan Debit Seragam terhadap Kualitas Effluent pada Pengolahan Limbah Cair di PT. XYZ
Pengaturan Debit Seragam terhadap Kualitas Effluent pada Pengolahan Limbah Cair di PT. XYZ Laksmita Nararia Dewi *1), Retno Wulan Damayanti *2) 1,2) Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas
Pengolahan Limbah Domestik Kawasan Pesisir Dengan Subsurface Constructed Wetland Menggunakan Tanaman Jatropha curcas L.
Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan p-issn:2085-1227 dan e-issn:2502-6119 Volume 8, Nomor 2, Juni 2016 Hal. 80-88 Pengolahan Limbah Domestik Kawasan Pesisir Dengan Subsurface Constructed Wetland Menggunakan
Kata Kunci: arang aktif, tempurung kelapa, kayu meranti, COD.
UJI PERBEDAAN EFEKTIVITAS ARANG AKTIF TEMPURUNG KELAPA DAN KAYU MERANTI TERHADAP NILAI COD PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU Muhammad Hidayat Koem, Dian Saraswati, Ekawaty Prasetya 1 [email protected]
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA 1.1. Hasil Penelitian Penelitian yang dilakukan menggunakan dua jenis air limbah greywater. Penelitian pertama menggunakan air limbah greywater yang diambil dari
STUDI KELAYAKAN PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK DARI RUMAH MAKAN SEBAGAI PRODUKSI ENERGI DENGAN MENGGUNAKAN REAKTOR BIOGAS SKALA RUMAH TANGGA
STUDI KELAYAKAN PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK DARI RUMAH MAKAN SEBAGAI PRODUKSI ENERGI DENGAN MENGGUNAKAN REAKTOR BIOGAS SKALA RUMAH TANGGA Mario Chris Reynaldi*), Sudarno**), Irawan Wisnu Wardhana**) Program
ABSTRAK. Eries Sejahtera, Pembimbing I : Ignatius Setiawan, drg., MM. Pembimbing II: Dr. Ahmad Soleh Setiyawan, ST., MT.
ABSTRAK PERBANDINGAN MUTU DAN EFISIENSI PENGOLAHAN LIMBAH MEDIS CAIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE AEROB DAN METODE KOMBINASI ANAEROB-AEROB DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT Eries Sejahtera, 2015. Pembimbing I
Kata kunci : Limbah Tambak Udang Vannamei, Eceng Gondok, COD, TSS, Amonia Terlarut
Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Sebagai Tumbuhan Fitoremediasi Dalam Proses Pengolahan Limbah Tambak Udang Vannamei Utilization of Water Hyacinth (Eichhornia Crassipes) As Phytoremediation
PENGARUH RESIRKULASI LINDI TERHADAP LAJU DEGRADASI SAMPAH DI TPA KUPANG KECAMATAN JABON SIDOARJO
PENGARUH RESIRKULASI LINDI TERHADAP LAJU DEGRADASI SAMPAH DI TPA KUPANG KECAMATAN JABON SIDOARJO Amy Insari Kusuma 3308100103 Dosen Pembimbing: Dr. Ir. Ellina S.P. MT. Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas
Keywords : Constructed wetlands, cattail plants, subsurface flow system, free surface water, laundry waste References : 80 ( )
PERBEDAAN EFEKTIVITAS CONSTRUCTED WETLANDSSUBSURFACE FLOW SYSTEM DAN FREE WATER SURFACE PADATANAMAN CATTAIL UNTUK MENURUNKAN BOD, COD dan FOSFAT LIMBAH LAUNDRY DI KELURAHAN TEMBALANG, KOTA SEMARANG Miftah
Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan Volume 3, Nomor 1, Januari 2011, Halaman ISSN:
Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan Volume 3, Nomor 1, Januari 2011, Halaman 073 079 ISSN: 2085 1227 Penurunan Logam Timbal (Pb) pada Limbah Cair TPA Piyungan Yogyakarta dengan Constructed Wetlands Menggunakan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Variasi Konsentrasi Limbah Terhadap Kualitas Fisik dan Kimia Air Limbah Tahu
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengaruh Variasi Konsentrasi Limbah Terhadap Kualitas Fisik dan Kimia Air Limbah Tahu Berdasarkan analisis ANAVA (α=0.05) terhadap Hubungan antara kualitas fisik dan kimia
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2, (2017) ISSN: ( Print) F-233
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2, (2017) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) F-233 Fitoremediasi Air yang Tercemar Limbah Laundry dengan Menggunakan Kayu apu (Pistia stratiotes) Dea Ghiovani Raissa dan Bieby
Pemanfaatan Lindi sebagai Bahan EM4 dalam Proses Pengomposan
TEMU ILMIAH IPLBI 26 Pemanfaatan Lindi sebagai Bahan EM4 dalam Proses Pengomposan Evelin Novitasari (), Edelbertha Dalores Da Cunha (2), Candra Dwiratna Wulandari (3) () Program Kreativitas Mahasiswa,
Anis Artiyani Dosen Teknik Lingkungan FTSP ITN Malang ABSTRAKSI
Kadar N dan P Limbah Cair Tahu Anis Artiyani PENURUNAN KADAR N-TOTAL DAN P-TOTAL PADA LIMBAH CAIR TAHU DENGAN METODE FITOREMEDIASI ALIRAN BATCH DAN KONTINYU MENGGUNAKAN TANAMAN HYDRILLA VERTICILLATA Anis
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Upaya pengelolaan lingkungan terus dilakukan oleh semua pihak termasuk industri untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan adalah upaya
BAB I. PENDAHULUAN. Statistik (2015), penduduk Indonesia mengalami kenaikan sebesar 1,4 %
BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki jumlah penduduk yang semakin meningkat pada setiap tahunnya.berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (2015),
KAJIAN PENGARUH LIMBAH INDUSTRI SOUN TERHADAP KUALITAS AIRTANAH DI DESA MANJUNG KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN KLATEN. Setyawan Purnama
KAJIAN PENGARUH LIMBAH INDUSTRI SOUN TERHADAP KUALITAS AIRTANAH DI DESA MANJUNG KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN KLATEN Andita Yulli Puspita Dewi [email protected] Setyawan Purnama [email protected]
METODE Persiapan tempat
Uji Toksisitas Akut Limbah Oli Bekas di Sungai Kalimas Surabaya Terhadap Ikan Mujair (Tilapia missambicus) Acute Toxicity Test At the Car Wash Waste Towards Tilapia Shabrina Raedy Adlina 1), Didik Bambang
OXIDATION DITCH ALGA REACTOR DALAM PEGOLAHAN ZAT ORGANIK LIMBAH GREY WATER
OXIDATION DITCH ALGA REACTOR DALAM PEGOLAHAN ZAT ORGANIK LIMBAH GREY WATER Rafika Rahma Ardhiani Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia E-mail : [email protected]
Mukhlis dan Aidil Onasis Staf Pengajar Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Padang
OP-18 REKAYASA BAK INTERCEPTOR DENGAN SISTEM TOP AND BOTTOM UNTUK PEMISAHAN MINYAK/LEMAK DALAM AIR LIMBAH KEGIATAN KATERING Mukhlis dan Aidil Onasis Staf Pengajar Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik
PENGOLAHAN AIR LIMBAH LAUNDRY SECARA ALAMI (FITOREMEDIASI) DENGAN TANAMAN KAYU APU (PISTIA STRATIOTES)
FORMAT HALAMAN DEPAN SKRIPSI PENGOLAHAN AIR LIMBAH LAUNDRY SECARA ALAMI (FITOREMEDIASI) DENGAN TANAMAN KAYU APU (PISTIA STRATIOTES) O l e h : RIDO WANDHANA 0852010009. PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS
PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK RUMAH SUSUN WONOREJO SECARA BIOLOGI DENGAN TRICKLING FILTER
SKRIPSI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK RUMAH SUSUN WONOREJO SECARA BIOLOGI DENGAN TRICKLING FILTER Oleh : OKTY PARISA 0352010037 PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN UNIVERSITAS
Pengaruh Sistem Open Dumping terhadap Karakteristik Lindi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Air Dingin Padang
Pengaruh Sistem Open Dumping terhadap Karakteristik Lindi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Air Dingin Padang Puti Sri Komala, Novia Loeis Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Andalas
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sampah merupakan sisa-sisa aktivitas manusia dan lingkungan yang sudah tidak diinginkan lagi keberadaannya. Sampah sudah semestinya dikumpulkan dalam suatu tempat
PEMANFAATAN TUMBUHAN IRIS AIR (Neomarica gracillis) SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI AIR LIMBAH RUMAH TANGGA ABSTRAK
18-191 PEMANFAATAN TUMBUHAN IRIS AIR (Neomarica gracillis) SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI AIR LIMBAH RUMAH TANGGA Rischa Wulandari 1, Yuli Siti F. 2, Eka Septia W. 2, Jenni Indah DPN 2, Niken RH 2 1 Departemen
Dosen Pembimbing: Ir. Mas Agus Mardyanto, ME., PhD
TUGAS AKHIR Studi Kemampuan Spirulina sp. Dalam Membantu Mikroorganisme Menurunkan Chemical Oxygen Demand (COD) Pada Air Boezem Dengan High Rate Alga Reactor (HRAR) Oleh: Gwendolyn Sharon Weley Dosen Pembimbing:
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Bahan dan Alat Penelitian Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini yaitu blotong dan sludge industri gula yang berasal dari limbah padat Pabrik Gula PT. Rajawali
BAB I PENDAHULUAN. Air merupakan sumber daya alam yang sangat diperlukan oleh semua
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan sumber daya alam yang sangat diperlukan oleh semua makhluk hidup. Maka, sumber daya air harus dilindungi agar tetap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh
Keywords:Equisetum hyemale, SSF-Wetland, wastewater
KEMAMPUAN CONSTRUCTED WETLAND JENIS ALIRAN BAWAH PERMUKAAN (SSF-WETLAND) DALAM MENGOLAH AIR LIMBAH KAWASAN KOMERSIAL Oni Loretha, Lita Darmayanti, Yohanna Lilis Handayani Jurusan Teknik Sipil, Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. manusia terhadap lingkungan adalah adanya sampah. yang dianggap sudah tidak berguna sehingga diperlakukan sebagai barang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kegiatan pembangunan semakin meningkat akibat semakin meningkatnya kebutuhan manusia. Hal ini menyebabkan aktivitas manusia dari waktu ke waktu terus bertambah dan
Kombinasi pengolahan fisika, kimia dan biologi
Metode Analisis Untuk Air Limbah Pengambilan sample air limbah meliputi beberapa aspek: 1. Lokasi sampling 2. waktu dan frekuensi sampling 3. Cara Pengambilan sample 4. Peralatan yang diperlukan 5. Penyimpanan
PENGOLAHAN LIMBAH LAUNDRY DENGAN PENAMBAHAN KOAGULAN POLYALUMUNIUM CHLORIDE(PAC) DAN FILTER KARBON AKTIF
PENGOLAHAN LIMBAH LAUNDRY DENGAN PENAMBAHAN KOAGULAN POLYALUMUNIUM CHLORIDE(PAC) DAN FILTER KARBON AKTIF Adysti Maretha N *) Wiharyanto Oktiawan **) Arya Rezagama **) Abstract There is an increasing presence
STUDI KEMAMPUAN SPIRULINA SP. UNTUK MENURUNKAN KADAR NITROGEN DAN FOSFAT DALAM AIR BOEZEM PADA SISTEM HIGH RATE ALGAL REACTOR (HRAR)
STUDI KEMAMPUAN SPIRULINA SP. UNTUK MENURUNKAN KADAR NITROGEN DAN FOSFAT DALAM AIR BOEZEM PADA SISTEM HIGH RATE ALGAL REACTOR (HRAR) Zhahrina Ratih Zumarah 3308100062 Dosen Pembimbing: Ir. Mas Agus Mardyanto,
PENGARUH TANAMAN RUMPUT BEBEK (Lemna minor) TERHADAP PENURUNAN BOD DAN COD LIMBAH CAIR DOMESTIK
PENGARUH TANAMAN RUMPUT BEBEK (Lemna minor) TERHADAP PENURUNAN BOD DAN COD LIMBAH CAIR DOMESTIK Endro Sutrisno 1, Sri Sumiyati 1, dan Nurdiansyah 2 1 Program Studi Teknik Lingkungan FT UNDIP, Jl. Prof.
PENURUNAN TURBIDITY, TSS, DAN COD MENGGUNAKAN KACANG BABI (Vicia faba) SEBAGAI NANO BIOKOAGULAN DALAM PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK (GREYWATER)
PENURUNAN TURBIDITY, TSS, DAN COD MENGGUNAKAN KACANG BABI (Vicia faba) SEBAGAI NANO BIOKOAGULAN DALAM PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK (GREYWATER) Irawan Widi Pradipta*), Syafrudin**), Winardi Dwi Nugraha**)
STUDI CONSTRUCTED WETLAND SEBAGAI SOLUSI PENCEMARAN DI SUB DAS TUKAD BADUNG KABUPATEN BADUNG PROVINSI BALI
STUDI CONSTRUCTED WETLAND SEBAGAI SOLUSI PENCEMARAN DI SUB DAS TUKAD BADUNG KABUPATEN BADUNG PROVINSI BALI Anisa Rachmawardani, Mohammad Sholichin, Gunawan Wibisono Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini, data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Penyajian grafik dilakukan berdasarkan variabel konsentrasi terhadap kedalaman dan disajikan untuk
OLEH : WARSIDI SUDARMA ( ) PASCA SARJANA TEKNIK LINGKUNGAN ITS
TESIS : Pengolahan Ammonium Nitrogen (NH 4+ - N) Pada Lindi TPA Benowo dengan Presipitasi Struvite (Magnesium Ammonium Phosphat) Menggunakan Continuous Flow Stirred Tank Reactor OLEH : WARSIDI SUDARMA
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN METODE FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN TYPHA LATIFOLIA
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN METODE FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN TYPHA LATIFOLIA Purwanti, Shinta Elystia, dan Aryo Sasmita Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan, Dosen Program Studi
BAB I PENDAHULUAN. mahluk hidup sebagian besar terdiri dari air. Disamping sebagai bagian penyusun
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan zat esensial untuk kehidupan, ini disebabkan tubuh mahluk hidup sebagian besar terdiri dari air. Disamping sebagai bagian penyusun tubuh, air esensial
STUDI PENGARUH SALINITAS TERHADAP LAJU DEGRADASI SAMPAH DI TPA BENOWO
STUDI PENGARUH SALINITAS TERHADAP LAJU DEGRADASI SAMPAH DI TPA BENOWO Oleh: Lailatul Azizah 3306 100 090 Dosen Pembimbing: IDAA. Warmadewanthi, ST, MT, PhD. Latar Belakang Tumpukan sampah ditpa proses
SEMINAR TUGAS AKHIR KAJIAN PEMAKAIAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA UNTUK MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOGAS
SEMINAR TUGAS AKHIR KAJIAN PEMAKAIAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA UNTUK MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOGAS Oleh : Selly Meidiansari 3308.100.076 Dosen Pembimbing : Ir.
BAB I PENDAHULUAN. Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya di kotakota
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya di kotakota besar, semakin banyak didirikan Rumah Sakit (RS). 1 Rumah Sakit sebagai sarana upaya perbaikan
Fitoremediasi Phospat dengan menggunakan Tumbuhan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) pada Limbah Cair Industri kecil Pencucian Pakaian (Laundry)
Fitoremediasi Phospat dengan menggunakan Tumbuhan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) pada Limbah Cair Industri kecil Pencucian Pakaian (Laundry) CUT ANANDA STEFHANY 1, MUMU SUTISNA 2, KANCITRA PHARMAWATI
