BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB V KESIMPULAN DAN SARAN"

Transkripsi

1 24 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan pada bagian sebelumnya, maka dapat disimpulkan: 1. Pemberian pupuk NPK Pelangi pada pertumbuhan dan produksi Terung berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan yaitu: tinggi tanaman, jumlah daun, panjang buah, berat buah dan jumlah buah, tetapi tidak berpengaruh nyata pada parameter umur berbunga tanaman. 2. Perlakuan pupuk NPK Pelangi terbaik yang berpengaruh pada pertumbuhan dan produksi tanaman terung yakni perlakuan dosis pupuk NPK 400 kg/ha. 5.2 Saran Saran-saran berikut ini dirumuskan berdasarkan hasil kesimpulan di atas : 1. Diharapkan menjadi bahan informasi bagi petani tentang budidaya pertanian melalui pemupukan NPK terutama untuk pertumbuhan dan produksi Terung. 2. Perlu diupayakan penggunaan pupuk NPK Pelangi pada budidaya tanaman terung melalui proses penyuluhan yang lebih efektif. 3. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang interaksi pupuk NPK Pelangi dengan berbagai varietas tanaman terung sebagai upaya meningkatkan efektivitas budidaya tanaman Terung

2 25 DAFTAR PUSTAKA Lubis, 2004 : 47. Pengaruh pemberian Gibberellin (GA 3 ) dan pupuk majemuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi terung (solanum melongena L.. SKRIPSI : Dipublikasikan, Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara BPS Provinsi Gorontalo. (2012). Dalam Angka Badan Pusat Stasistik Provinsi Gorontalo. Gorontalo. Hariyanto, M., Serapan hara n, p dan k pada tanaman jagung. Di desa dutohe kecamatan kabila Kabupaten bone bolango.fak. Pertanian, Universitas Negeri Gorontalo. Koko, T., Pembuatan Manisan Berbahan Dasar Terong Sebagai Makanan Khas Prodi IPA. SKRIPSI : Program Studi Pendidikan ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta 2008 Liana, H., Terung tinjauan langsung ke beberapa pasar di kota Bogor. SKRIPSI : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sumatra Utara Mega pengaruh pemupukan terhadap pertumbuhan dan produktivitas beberapa sayuran indigenous. SKIPSI : Program Studi Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor Nur, F., pengaruh waktu pemberian pupuk kandang terhadap hasil terung gelatik (Solanum melongena L). SKIPSI. Dipublikasikan. Bandar Lampung : Politeknik Bandar Lampung Simanungkalit, P., J. Ginting,., T. Simanungkalit,., (2013) : 6 Respons pertumbuhan dan produksi tanaman Melon (cucumis melo L.) terhadap pemberian pupuk NPK dan pemangkasan buah. JURNAL : Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, USU, Medan 2013 Rukmana, R., Bertanam Terung. Kanisius, Yogyakarta. Saeri dan Suwono 2012 : 5 Kajian efektivitas pupuk N.P.K pelangi 20:10:10 dalam upaya penigkatan hasil dan pendapatan petani jagung dilahan kering kabupaten Tuban. JURNAL : Dipublikasikan, Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura 2012.

3 26 Syafruddin., Zubachtirodin Penggunaan Pupuk NPK Majemuk 20:10:10 PadaTanamanJagung. t 2013]. Onggo T. M : Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat pada Aplikasi Berbagai Formula dan Dosis Pupuk Majemuk Lengkap. JURNAL : Dipublikasikan, : Laboratorium Hortikultura, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Unpad. Kampus Jatinangor, Bandung

4 27 Lampiran 1. Rataan Pertumbuhan dan Analisis Sidik Ragam Tinggi 1. Tinggi Tanaman Tanaman, Jumlah Daun, Umur Berbunga, Panjang Buah, Berat Buah dan Jumlah Buah. A. Tinggi Tanaman 14 HST PERLAKUAN ULANGAN I II III JUMLAH RATA- RATA R0 8,79 11,00 10,57 30,36 10,12 R1 10,89 11,57 12,64 35,10 11,70 R2 11,93 14,14 12,07 38,14 12,71 R3 12,50 12,43 12,79 37,72 12,57 R4 14,00 15,00 15,50 44,50 14,83 JUMLAH 58,11 64,14 63,57 185,82 61,94 a. Menghitung Fk FK = 185,82 2 = 2301,93 15 b. Menghitung JK Total JK Total = 8, , , , ,93 = 43,82 c. Menghitung JK Kelompok JK Kelompok = 58, , , ,93 = 4,43 5

5 28 d. Menghitung JK perlakuan JK perlakuan = 30, , , , , ,93 = 35,21 3 e. Menghitung JK Galat JK Galat = JK Total JK Kelompok JK Perlakuan = 43,82 4,43 35,21 = 4,17 Sidik Ragam Tinggi Tanaman 14 HST Sk db jk kt F.Hit F.Tab 5% Kelompok 2 4,43 2,22 4,25 4,46 Perlakuan 4 35,21 8,80 16,88 3,84 Galat 8 4,17 0,52 Total 14 43,82 f. Uji BNT BNT 0,05 = BNT 0,05 x, = 2,306 x = 2,306 x, = 2,306 x 0,33 = 0,76

6 29 B. Tinggi Tanaman 28 HST PERLAKUAN I II III JUMLAH RATA-RATA R0 24,00 27,86 24,36 76,22 25,41 R1 26,93 29,14 25,43 81,50 27,17 R2 28,57 30,86 25,36 84,79 28,26 R3 29,29 29,64 25,86 84,79 28,26 R4 35,64 33,00 30,36 99,00 33,00 JUMLAH 144,43 150,50 131,37 426,30 142,10 a. Menghitung Fk FK = 426,30 2 = 12115,44 15 b. Menghitung JK Total JK Total = 24, , , , ,44 = 149,02 c. Menghitung JK Kelompok JK Kelompok = 144, , , ,44 = 38,22 5 d. Menghitung JK perlakuan JK perlakuan = 76, , , , , ,44 = 95,03 3

7 30 e. Menghitung JK Galat JK Galat = JK Total JK Kelompok JK Perlakuan = 149,02 38,22 95,03 = 15,77 Sidik Ragam Tinggi Tanaman 28 HST Sk db jk kt F.Hit F.Tabel 5% Kelompok 2 38,22 19,11 9,70 4,46 Perlakuan 4 95,03 23,76 12,06 3,84 Galat 8 15,77 1,97 Total ,02 f. Uji BNT BNT 0,05 = BNT 0,05 x, = 2,306 x = 2,306 x, = 2,306 x 0,66 = 1,52

8 31 C. Tinggi Tanaman 42 HST PERLAKUAN I II III JUMLAH RATA-RATA M0 52,00 50,86 46,29 149,15 49,72 M1 53,71 55,93 48,71 158,35 52,78 M2 56,00 57,71 48,14 161,85 53,95 M3 59,14 56,50 55,43 171,07 57,02 M4 62,00 58,07 59,00 179,07 59,69 JUMLAH 282,85 279,07 257,57 819,49 273,16 a. Menghitung Fk FK = 819,49 2 = 44770,92 15 b. Menghitung JK Total JK Total = 52, , , , ,92 = 291,48 c. Menghitung JK Kelompok JK Kelompok = 282, , , ,92 = 74,37 5 d. Menghitung JK perlakuan JK perlakuan = 149, , , , , ,92 3 = 178,04

9 32 e. Menghitung JK Galat JK Galat = JK Total JK Kelompok JK Perlakuan = 291,48 74,37 178,04 = 39,07 Sidik Ragam Tinggi Tanaman 42 HST sk db jk kt F.Hit F.Tab 5% kelompok 2 74,37 37,19 7,62 4,46 perlakuan 4 178,04 44,51 9,11 3,84 galat 8 39,07 4,88 Total ,48 f. Uji BNT BNT 0,05 = BNT 0,05 x, = 2,306 x = 2,306 x, = 2,306 x 1,04 = 3,39

10 33 D. Tinggi Tanaman 56 HST PERLAKUAN ULANGAN I II III JUMLAH RATA-RATA R0 72,00 70,86 66,29 209,15 69,72 R1 73,71 76,43 68,71 218,85 72,95 R2 76,00 77,86 68,57 222,43 74,14 R3 79,14 77,00 75,43 231,57 77,19 R4 82,00 78,07 79,00 239,07 79,69 JUMLAH 382,85 380,22 358, ,07 373,69 a. Menghitung Fk FK = 1121,07 2 = 83786,52 15 b. Menghitung JK Total JK Total = 72, , , , ,52 = 290,52 c. Menghitung JK Kelompok JK Kelompok = 382, , , ,52 = 74,54 5 d. Menghitung JK perlakuan JK perlakuan = 209, , , , , ,52 = 177,90 3

11 34 e. Menghitung JK Galat JK Galat = JK Total JK Kelompok JK Perlakuan = 290,52 74,54 177,90 = 38,08 Sidik Ragam Tinggi Tanaman 56 HST Sk Db Jk kt F.Hit F.Tab 5% Kelompok 2 74,54 37,27 7,83 4,46 Perlakuan 4 177,90 44,47 9,34 3,84 Galat 8 38,08 4,76 Total ,52 f. Uji BNT BNT 0,05 = BNT 0,05 x, = 2,306 x = 2,306 x, = 2,306 x 1,02 = 2,35

12 35 E. Tinggi Tanaman 70 HST PERLAKUAN I II III JUMLAH RATA-RATA R0 92,00 89,71 86,29 268,00 89,33 R1 95,29 96,43 88,71 280,43 93,48 R2 98,86 97,86 88,57 285,29 95,10 R3 97,71 97,00 95,43 290,14 96,71 R4 102,29 98,07 99,00 299,36 99,79 JUMLAH 486,15 479,07 458, ,22 474,41 a. Menghitung Fk FK = 1.423,22 2 = ,01 15 b. Menghitung JK Total JK Total = 92, , , , ,01 = 308,85 c. Menghitung JK Kelompok JK Kelompok = 486, , , ,01 = 85,77 5 d. Menghitung JK perlakuan JK perlakuan = 268, , , , , ,01 = 180,65 3

13 36 e. Menghitung JK Galat JK Galat = JK Total JK Kelompok JK Perlakuan = 308,85 85,77 180,65 = 42,43 Sidik Ragam Tinggi Tanaman 70 HST Sk Db jk kt F.Hit F.Tab 5% Kelompok 2 85,77 42,88 8,09 4,46 Perlakuan 4 180,65 45,16 8,52 3,84 Galat 8 42,43 5,30 Total ,85 f. Uji BNT BNT 0,05 = BNT 0,05 x, = 2,306 x = 2,306 x, = 2,306 x 1,08 = 2,49

14 37 2. Jumlah Daun a. Jumlah Daun 14 HST PERLAKUAN ULANGAN I II III JUMLAH RATA-RATA R0 3,43 3,00 3,57 10,00 3,33 R1 3,57 3,29 4,14 11,00 3,67 R2 3,71 4,00 3,71 11,42 3,81 R3 4,00 3,43 4,14 11,57 3,86 R4 4,29 4,43 4,57 13,29 4,43 JUMLAH 19,00 18,15 20,13 57,28 19,09 a. Menghitung Fk FK = 57,28 2 = 218,73 15 b. Menghitung JK Total JK Total = 3, , , , ,73 = 2,83 c. Menghitung JK Kelompok JK Kelompok = 19, , , ,73 = 0,39 5 d. Menghitung JK perlakuan JK perlakuan = 10, , , , , ,73 = 1,90 3

15 38 e. Menghitung JK Galat JK Galat = JK Total JK Kelompok JK Perlakuan = 2,83 0,39 1,90 = 0,54 Sidik Ragam Jumlah Daun 14 HST Sk Db Jk Kt F.Hit F.Tab 5% Kelompok 2 0,39 0,20 2,95 4,46 Perlakuan 4 1,90 0,48 7,11 3,84 Galat 8 0,54 0,07 Total 14 2,83 f. Uji BNT BNT 0,05 = BNT 0,05 x, = 2,306 x = 2,306 x, = 2,306 x 0,12 = 0,27

16 39 B. Jumlah Daun 28 HST PERLAKUAN I II III JUMLAH RATA-RATA R0 5,29 4,86 4,71 14,86 4,95 R1 5,43 5,86 5,57 16,86 5,62 R2 5,43 6,43 5,29 17,15 5,72 R3 6,29 6,14 5,71 18,14 6,05 R4 6,71 7,14 6,00 19,85 6,62 JUMLAH 29,15 30,43 27,28 86,86 28,95 a. Menghitung Fk FK = 86,86 2 = 502,97 15 b. Menghitung JK Total JK Total = 5, , , , ,97 = 6,35 c. Menghitung JK Kelompok JK Kelompok = 29, , , ,97 5 = 1,00 d. Menghitung JK perlakuan JK perlakuan = 14, , , , , ,97 3 = 4,45 e. Menghitung JK Galat JK Galat = JK Total JK Kelompok JK Perlakuan = 6,35 1,00 4,45 = 0,89

17 40 Sidik Ragam Jumlah Daun 28 HST Sk Db Jk Kt F.Hit F.Tab 5% Kelompok 2 1,00 0,50 4,51 4,46 Perlakuan 4 4,45 1,11 9,99 3,84 Galat 8 0,89 0,11 Total 14 6,35 f. Uji BNT BNT 0,05 = BNT 0,05 x, = 2,306 x = 2,306 x, = 2,306 x 0,15 = 0,34 C. Jumlah Daun 42 HST PERLAKUAN I II III JUMLAH RATA-RATA RO 13,86 9,14 8,14 31,14 10,38 R1 14,43 15,00 12,43 41,86 13,95 R2 14,71 18,00 10,29 43,00 14,33 R3 17,86 15,86 12,57 46,29 15,43 R4 18,71 19,86 13,00 51,57 17,19 JUMLAH 79,57 77,86 56,43 213,86 71,29 a. Menghitung Fk FK = 213,86 2 = 3049,07 15

18 41 b. Menghitung JK Total JK Total = 13, , , , ,07 = 168,83 c. Menghitung JK Kelompok JK Kelompok = 79, , , ,07 = 65,51 5 d. Menghitung JK perlakuan JK perlakuan = 31, , , , , ,07 = 75,32 3 e. Menghitung JK Galat JK Galat = JK Total JK Kelompok JK Perlakuan = 168,83 65,51 75,32 = 27,00 Sidik Ragam Jumlah Daun 42 HST Sk db Jk Kt F.Hit F.Tab 5% Kelompok 2 66,51 33,25 9,85 4,46 Perlakuan 4 75,32 18,83 5,58 3,84 Galat 8 27,00 3,37 Total ,83

19 42 f. Uji BNT BNT 0,05 = BNT 0,05 x, = 2,306 x = 2,306 x, = 2,306 x 0,86 = 1,98 D. Jumlah Daun 56 HST PERLAKUAN I II III JUMLAH RATA-RATA RO 23,86 19,14 18,29 61,29 20,43 R1 24,43 25,71 20,29 70,43 23,48 R2 24,86 28,00 20,00 72,86 24,29 R3 27,86 27,57 22,57 78,00 26,00 R4 28,71 30,71 24,43 83,85 27,95 JUMLAH 129,72 131,13 105,58 366,43 122,14 a. Menghitung Fk FK = 366,43 2 = 8951,39 15 b. Menghitung JK Total JK Total = 23, , , , ,39 = 200,18

20 43 c. Menghitung JK Kelompok JK Kelompok = 129, , , ,39 = 82,50 5 d. Menghitung JK perlakuan JK perlakuan = 61, , , , , ,39 = 95,35 3 e. Menghitung JK Galat JK Galat = JK Total JK Kelompok JK Perlakuan = 200,18 82,50 95,35 = 22,33 Sidik Ragam Jumlah Daun 56 HST Sk db Jk Kt F.Hit F.Tab 5% Kelompok 2 82,50 41,25 14,78 4,46 Perlakuan 4 95,35 23,84 8,54 3,84 Galat 8 22,33 2,79 Total ,18 f. Uji BNT BNT 0,05 = BNT 0,05 x, = 2,306 x = 2,306 x, = 2,306 x 0,78 = 1,79

21 44 E. Jumlah Daun 70 HST PERLAKUAN I II III JUMLAH RATA-RATA RO 33,86 29,14 28,29 91,29 30,43 R1 34,43 29,14 30,00 93,57 31,19 R2 34,86 37,86 29,43 102,15 34,05 R3 38,57 36,86 32,43 107,86 35,95 R4 39,29 40,71 33,57 113,57 37,86 JUMLAH 181,01 173,71 153,72 508,44 169,48 a. Menghitung Fk FK = 508,44 2 = 17234,08 15 b. Menghitung JK Total JK Total = 33, , , , ,08 = 237,13 c. Menghitung JK Kelompok JK Kelompok = 181, , , ,08 = 79,84 5 d. Menghitung JK perlakuan JK perlakuan = 91, , , , , ,08 = 117,83 3

22 45 e. Menghitung JK Galat JK Galat = JK Total JK Kelompok JK Perlakuan = 237,13 79,84 117,83 = 39,45 Sidik Ragam Jumlah Daun 70 HST Sk db Jk Kt F.Hit F.Tab 5% Kelompok 2 79,84 39,92 8,09 4,46 Perlakuan 4 117,84 29,46 5,97 3,84 Galat 8 39,45 4,93 Total ,13 f. Uji BNT BNT 0,05 = BNT 0,05 x, = 2,306 x = 2,306 x, = 2,306 x 1,04 = 2,39

23 46 3. Umur Berbunga PERLAKUAN ULANGAN I II III JUMLAH RATA-RATA R0 57,00 56,00 51,00 164,00 54,67 R1 52,00 50,00 56,00 158,00 52,67 R2 52,00 55,00 52,00 159,00 53,00 R3 50,00 52,00 59,00 161,00 53,67 R4 52,00 55,00 54,00 161,00 53,67 JUMLAH 263,00 268,00 272,00 803,00 267,67 a. Menghitung Fk FK = 803,00 2 = 42987,26 15 b. Menghitung JK Total JK Total = 57, , , , ,26 = 101,73 b. Menghitung JK Kelompok JK Kelompok = 263, , , ,26 = 8,13 5 c. Menghitung JK perlakuan JK perlakuan = 164, , , , , ,26 = 7,07 3

24 47 d. Menghitung JK Galat JK Galat = JK Total JK Kelompok JK Perlakuan = 101,73 8,13 7,07 = 86,53 Sidik Ragam Umur Berbunga sk db Jk kt F.Hit F.Tabel 5% kelompok 2 8,13 4,07 0,38 4,46 perlakuan 4 7,07 1,77 0,16 3,84 galat 8 86,53 10,82 Total ,73 4. Panjang Buah PERLAKUAN ULANGAN I II III JUMLAH RATA-RATA R0 20,09 21,11 21,03 62,23 20,74 R1 22,36 23,10 21,51 66,97 22,32 R2 23,69 22,71 23,69 70,09 23,36 R3 26,90 25,97 22,20 75,07 25,02 R4 27,07 27,31 25,51 79,89 26,63 JUMLAH 120,11 120,20 113,94 354,25 118,08 a. Menghitung Fk FK = 354,25 2 = 8366,20 15 b. Menghitung JK Total JK Total = 20, , , , ,20 = 80,00

25 48 c. Menghitung JK Kelompok JK Kelompok = 120, , , ,20 5 = 5,15 d. Menghitung JK perlakuan JK perlakuan = 62, , , , , ,20 3 = 63,16 e. Menghitung JK Galat JK Galat = JK Total JK Kelompok JK Perlakuan = 80,00 5,15 63,16 = 11,70 Sidik Ragam Panjang Buah Sk db Jk Kt F.Hit F.Tab 5% Kelompok 2 5,15 2,58 1,76 4,46 Perlakuan 4 63,16 15,79 10,80 3,84 Galat 8 11,70 1,46 Total 14 80,00 f. Uji BNT BNT 0,05 = BNT 0,05 x, = 2,306 x = 2,306 x, = 2,306 x 0,56 = 1,29

26 49 5. Berat Buah PERLAKUAN ULANGAN I II III JUMLAH RATA-RATA R0 177,14 154,29 167,43 498,86 166,29 R1 177,43 159,29 177,14 513,86 171,29 R2 178,43 161,43 169,00 508,86 169,62 R3 184,57 165,00 180,14 529,71 176,57 R4 187,29 173,71 195,71 556,71 185,57 JUMLAH 904,86 813,72 889, ,00 869,33 a. Menghitung Fk FK = 2608,00 2 = ,26 15 b. Menghitung JK Total JK Total = 177, , , , ,26 = 1760,34 c. Menghitung JK Kelompok JK Kelompok = 904, , , ,26 5 = 951,66 d. Menghitung JK perlakuan JK perlakuan = 498, , , , , ,26 3 = 679,27

27 50 e. Menghitung JK Galat JK Galat = JK Total JK Kelompok JK Perlakuan = 1760,34 951,69 679,27 = 129,38 Sidik Ragam Berat Buah Sk db Jk Kt F.Hit F.Tab 5% Kelompok 2 951,69 475,85 29,42 4,46 Perlakuan 4 679,27 169,82 10,50 3,84 Galat 8 129,38 16,17 Total ,34 f. Uji BNT BNT 0,05 = BNT 0,05 x, = 2,306 x = 2,306 x, = 2,306 x 1,89 = 4,35 6. Jumlah Buah PERLAKUAN ULANGAN I II III JUMLAH RATA-RATA R0 2,43 2,43 2,86 7,72 2,57 R1 2,86 2,57 2,86 8,29 2,76 R2 3,00 2,86 3,00 8,86 2,95 R3 2,86 3,00 3,14 9,00 3,00 R4 3,57 3,57 3,43 10,57 3,52 JUMLAH 14,72 14,43 15,29 44,44 14,81

28 51 a. Menghitung Fk FK = 44,44 2 = 131,66 15 b. Menghitung JK Total JK Total = 2, , , , ,66 = 1,77 c. Menghitung JK Kelompok JK Kelompok = 14, , , ,66 5 = 0,08 d. Menghitung JK perlakuan JK perlakuan = 7, , , , , ,66 3 = 1,52 e. Menghitung JK Galat JK Galat = JK Total JK Kelompok JK Perlakuan = 1,77 0,08 1,52 = 0,17 Sidik Ragam Jumlah Buah Sk db Jk Kt F.Hit F.Tab 5% Kelompok 2 0,08 0,04 1,82 4,46 Perlakuan 4 1,52 0,38 18,10 3,84 Galat 8 0,17 0,02 Total 14 1,77

29 52 f. Uji BNT BNT 0,05 = BNT 0,05 x, = 2,306 x = 2,306 x, = 2,306 x 0,06 = 0,13

30 53 Lampiran 2. Gambar Lahan penelitian Pengukuran tinggi tanaman Lahan penelitian Pengamatan tinggi tanaman Pengamatan jumlah daun Pengamatan umur berbunga Panen

31 54 Penyiangan Pengamatan panjang buah Pengamatan berat buah Pengamatan jumlah buah Hasil panen

32 55 Lampiran 3. Layout Penelitian 17 m U M 0 M 1 M 2 M 3 M 4 S 23 m 7 m 3 m 50 cm M 3 M 1 M 4 M 0 M cm M 2 M 0 M 3 M 4 M 1 Ket : Luas lahan : 17 m x 23 m Luas petak : 3 m x 7 m Jarak antar petak : 50 cm Jarak antar ulangan : 100 cm M 0, M 1, M 2, M 3 dan M 4 : perlakuan

33 56 Lampira 4. Hasil Analisis Tanah Pada Lokasi Percobaan Desa Dutohe Kecamatan Kabila No Parameter Nilai Kriteria 1 Kadar air (%) 4,60-2 ph-h2o 6,76 3 ph-kcl 5,73 4 DHL (µmhos) Tekstur a. Pasir (%) 31,5 b. Debu (%) 45,0 c. Liat (%) 23,5 6 C - Organik (%) 1,16 Rendah 7 N Total (%) 0,13 Sangat rendah 8 Ratio C/N 9 Rendah 9 P2O5 Olsen (ppm) 24 Rendah 10 K2O (ppm) 34 Sedang 11 Na2O (ppm) 56 Sedang 12 KTK (me/100 gr) 31,27 Tinggi 13 Al dd (me/100 gr) 0,03 14 H + (me/100 gr) 0,40 15 SO = 4 (ppm) 33

34 57 Lampiran 5. Deskripsi Terung varietas Ratih Ungu Varietas Pertumbuhan Cabang Buah Penyakit Panjang Buah Diameter Buah Warna Buah Kelopak Buah Umur Panen Potensial Hasil Kebutuhan Benih Jarak Tanam : Ratih Ungu : Kuat : Banyak : Mudah terbentuk dan Lebat : Toleran Penyakit Layu : 24 cm : 5,0 cm : Ungu : Hijau : 50 Hari Setelah Pindah Tanam : 3,5 kg/tanaman : g/ha : 60 cm x 70 cm

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK PELANGI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG (Solanum Melongena L)

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK PELANGI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG (Solanum Melongena L) 1 PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK PELANGI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG (Solanum Melongena L) Mantali Adrian. Azhar, Ikbal Bahua, Fitriah S. Jamin ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1.Hasil Penelitian A. Tinggi Tanaman Hasil Analisis sidik ragam pada tinggi tanaman terung menunjukan bahwa perlakuan pupuk NPK Pelagi berpengaruh nyata terhadap pertambahan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1.1 Hasil Hasil yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah buah, dan berat buah.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1.1 Hasil Hasil yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah buah, dan berat buah. 1 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 1.1 Hasil Hasil yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah buah, dan berat buah. 1. Tinggi Tanaman Hasil pengamatan tinggi tanaman dan

Lebih terperinci

Lampiran 1. Deskripsi Tanaman Jagung Manis Varietas Bonanza. : Dikembangkan oleh Departemen Pendidikan dan Pengembangan PT. East West Seed Indonesia.

Lampiran 1. Deskripsi Tanaman Jagung Manis Varietas Bonanza. : Dikembangkan oleh Departemen Pendidikan dan Pengembangan PT. East West Seed Indonesia. 49 Lampiran 1. Deskripsi Tanaman Jagung Manis Varietas Bonanza Asal Tanaman Golongan Umur Batang Tinggi Tanaman Tinggi letak tongkol Warna daun Keseragaman tanaman Bentuk malai Warna malai Warna sekam

Lebih terperinci

Lampiran 1. Sertifikat hasil pengujian jenis contoh tanah top soil

Lampiran 1. Sertifikat hasil pengujian jenis contoh tanah top soil Lampiran 1. Sertifikat hasil pengujian jenis contoh tanah top soil No Jenis Analisis Nilai Metode 1. C-Organik (%) 1.53 Spectrophotometry 2. N-Total (%) 0.16 Kjeldahl 3. P-Bray I (ppm) 16.31 Spectrophotometry

Lebih terperinci

V1 (II) V3 (II) V5(III) V0(IV) V4(III) V2 (I)

V1 (II) V3 (II) V5(III) V0(IV) V4(III) V2 (I) Lampiran 1. Bagan Percobaan U V4(IV) V5 (II) V1 (II) V3(III) V2 (II) V3 (I) V3 (II) V4 (I) V1(IV) V2(III) V5(III) V0 (II) V0 (I) V4 (II) V0(IV) V2(IV) V5 (I) V1(III) V4(III) V5(IV) V3(IV) V0(III) V2 (I)

Lebih terperinci

: Tumbuh memanjang dan memiliki banyak tunas. : Lebar, panjang dan memiliki pinggiran daun rata. : PT. East West Seed Indonesia, Purwokerto

: Tumbuh memanjang dan memiliki banyak tunas. : Lebar, panjang dan memiliki pinggiran daun rata. : PT. East West Seed Indonesia, Purwokerto 49 Lampiran 1. Deskripsi sawi varietas Tosakan Nama lain Umur tanaman Bentuk tanaman Batang Tangkai bunga : Caisim (Bangkok) : 30 hari : Besar, semi buka dan tegak : Tumbuh memanjang dan memiliki banyak

Lebih terperinci

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung (POLINELA). Waktu

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung (POLINELA). Waktu III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung (POLINELA). Waktu penelitian dilaksanakan sejak bulan Mei 2011 sampai dengan panen sekitar

Lebih terperinci

I. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung, Bandar Lampung.

I. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung, Bandar Lampung. I. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung, Bandar Lampung. Waktu penelitian dilaksanakan sejak bulan Mei 2010 sampai dengan panen sekitar

Lebih terperinci

LAMPIRAN DATA. Lampiran 1. Contoh Lengkap Data Pengamatan Jumlah Daun (helai) Umur 1 MST Ulangan Perlakuan

LAMPIRAN DATA. Lampiran 1. Contoh Lengkap Data Pengamatan Jumlah Daun (helai) Umur 1 MST Ulangan Perlakuan LAMPIRAN DATA Lampiran 1. Contoh Lengkap Data Pengamatan Jumlah Daun (helai) Umur 1 MST Ulangan Total Rataan I II III U 1 F 0 4,000 4,000 3,000 11,000 3,667 U 1 F 1 4,000 4,000 4,000 12,000 4,000 U 1 F

Lebih terperinci

Lampiran 1. Deskripsi Padi Varietas Ciherang

Lampiran 1. Deskripsi Padi Varietas Ciherang Lampiran 1. Deskripsi Padi Varietas Ciherang Nama Varietas : Ciherang Kelompok : Padi Sawah Nomor Seleksi : S3383-1d-Pn-41 3-1 Asal Persilangan : IR18349-53-1-3-1-3/IR19661-131-3-1//IR19661-131- 3-1///IR64

Lebih terperinci

Lampiran 3. Analisis AwalLimbah Padat Kertas Rokok PT. Pusaka Prima Mandiri Parameter Satuan Hasil Uji Metode Uji. 14,84 IK.01.P.

Lampiran 3. Analisis AwalLimbah Padat Kertas Rokok PT. Pusaka Prima Mandiri Parameter Satuan Hasil Uji Metode Uji. 14,84 IK.01.P. Lampiran 1. Perhitungan Kebutuhan Kapur Berdasarkan Kandungan Al dd Al dd yang diperoleh adalah : 1.6 me Al-dd/100 g tanah 1 me CaCO 3 /100 g : 100/2 mg CaCO 3 /100 g Kebutuhan Kapur L0 : Tanpa Perlakuan

Lebih terperinci

BAB. V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :

BAB. V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : BAB. V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1. Penggunaan pupuk kotoran Sapi olahan biogas berpengaruh nyata

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 14 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan 1. Varietas Bonanza berkontribusi pada peningkatan parameter tinggi tanaman 4 MST sebesar 87,05 dan 5 MST sebesar 160,55 cm ; jumlah daun 3 MST sebesar 8,79

Lebih terperinci

Deskripsi Mentimun Hibrida Varietas MAGI F M. Bentuk penampang melintang batang : segi empat

Deskripsi Mentimun Hibrida Varietas MAGI F M. Bentuk penampang melintang batang : segi empat Lampiran 1. Deskripsi Mentimun Hibrida Varietas MAGI F1 Golongan varietas : hibrida pesilangan 12545 F X 12545M Umur mulai berbunga : 32 hari Umur mulai panen : 41-44 hari Tipe tanaman : merambat Tipe

Lebih terperinci

Lampiran 1. Perhitungan Kebutuhan Pupuk anorganik. : / 0,25 m. : tanaman. : g / tan.

Lampiran 1. Perhitungan Kebutuhan Pupuk anorganik. : / 0,25 m. : tanaman. : g / tan. Lampiran 1. Perhitungan Kebutuhan Pupuk anorganik Jarak antar larikan : 25 cm Populasi : Luas Lahan / Jarak tanam : 10.000 / 0,25 m : 40.000 tanaman Kebutuhan Pupuk K1 Urea 100 kg /Ha : Dosis / Populasi

Lebih terperinci

Lampiran 1. Bagan penanaman pada plot. 100 cm. 15 cm. x x x x. 40 cm. 200 cm. Universitas Sumatera Utara

Lampiran 1. Bagan penanaman pada plot. 100 cm. 15 cm. x x x x. 40 cm. 200 cm. Universitas Sumatera Utara 34 Lampiran 1. Bagan penanaman pada plot 40 cm x x 15 cm 100 cm x x x x x 200 cm x x 35 Lampiran 2. Bagan Lahan Penelitian III 100 cm I I 50 cm 200 cm T0R3 T1R2 T1R3 T0R0 T0R2 T1R1 100 cm U T0R1 T1R0 T1R2

Lebih terperinci

Lampiran 1. Tabel Tinggi Tanaman 2 MST (cm) Ulangan

Lampiran 1. Tabel Tinggi Tanaman 2 MST (cm) Ulangan Lampiran 1. Tabel Tinggi Tanaman 2 MST (cm) P0 21.72 20.50 21.20 20.86 21.90 106.18 21.24 P1 20.10 19.60 20.70 20.00 21.38 101.78 20.36 P2 20.20 21.40 20.22 22.66 20.00 104.48 20.90 P3 20.60 23.24 18.50

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Hasil Sifat Kimia dan Fisik Latosol sebelum Percobaan serta Komposisi Kimia Pupuk Organik

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Hasil Sifat Kimia dan Fisik Latosol sebelum Percobaan serta Komposisi Kimia Pupuk Organik 14 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil 4.1.1 Sifat Kimia dan Fisik Latosol sebelum Percobaan serta Komposisi Kimia Pupuk Organik Sifat kimia dan fisik Latosol Darmaga dan komposisi kimia pupuk organik yang

Lebih terperinci

I. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Suka Banjar Kecamatan Gedong Tataan

I. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Suka Banjar Kecamatan Gedong Tataan I. BAHAN DAN METODE 1.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Desa Suka Banjar Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran pada bulan Mei sampai September 2011. 1.2 Bahan dan Alat

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 1 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 1. Dosis kotoran ayam yang diberikan pada tanaman jagung manis tidak mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah baris per tongkol, panjang tongkol per

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 0 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 1. Pemberian pupuk kotoran sapi pada kacang tanah dengan dosis 4 ton/ha memberikan respon terhadap pertumbuhan kacang tanah tinggi tanaman umur 4 minggu setelah

Lebih terperinci

Lampiran 1. Perhitungan Kebutuhan Kapur Berdasarkan Al dd : 1 me Aldd/100 g tanah : 1.57 me CaCO 3 /100 g tanah

Lampiran 1. Perhitungan Kebutuhan Kapur Berdasarkan Al dd : 1 me Aldd/100 g tanah : 1.57 me CaCO 3 /100 g tanah Lampiran 1. Perhitungan Kebutuhan Kapur Berdasarkan Al dd : Al dd yang diperoleh adalah : 1.2 me Aldd/100 g tanah 1 me Aldd/100 g tanah : 1.57 me CaCO 3 /100 g tanah 1 me CaCO 3 /100 g : 100/2 mg CaCO

Lebih terperinci

10cm. = 30 cm x 60 cm. 200 cm. 20 cm. 10cm

10cm. = 30 cm x 60 cm. 200 cm. 20 cm. 10cm Lampiran. 1 Ukuran Plot Penelitian 50 cm 10cm 20 cm 30 20 cm 20 cm 200 cm 20 cm 10cm Keterangan: Jumlah tanaman per plot Jumlah polibeg per plot Jarak tanam Ukuran plot Ukuran Polibeg = 4 tanaman = 4 polibeg

Lebih terperinci

Lampiran 1. Bagan Penelitian a Keterangan : a (Jarak antar blok) = 50 cm. b (Jarak antar plot) = 30 cm. Universitas Sumatera Utara

Lampiran 1. Bagan Penelitian a Keterangan : a (Jarak antar blok) = 50 cm. b (Jarak antar plot) = 30 cm. Universitas Sumatera Utara Lampiran 1. Bagan Penelitian BLOK BLOK 222 201 a 222 122 U b 221 100 200 111 B 111 220 121 210 112 210 212 112 121 200 120 102 212 110 100 220 102 120 202 201 122 202 101 211 101 211 110 221 Keterangan

Lebih terperinci

V1 (II) V3 (II) V5(III) V0(IV) V4(III) V2 (I)

V1 (II) V3 (II) V5(III) V0(IV) V4(III) V2 (I) Lampiran 1. Bagan Percobaan U V4(IV) V5 (II) V1 (II) V3(III) V2 (II) V3 (I) V3 (II) V4 (I) V1(IV) V2(III) V5(III) V0 (II) V0 (I) V4 (II) V0(IV) V2(IV) V5 (I) V1(III) V4(III) V5(IV) V3(IV) V0(III) V2 (I)

Lebih terperinci

Lampiran 1. Bagan Lahan Penelitian. Ulangan I. a V1P2 V3P1 V2P3. Ulangan II. Ulangan III. Keterangan: a = jarak antar ulangan 50 cm.

Lampiran 1. Bagan Lahan Penelitian. Ulangan I. a V1P2 V3P1 V2P3. Ulangan II. Ulangan III. Keterangan: a = jarak antar ulangan 50 cm. Lampiran 1. Bagan Lahan Penelitian V1P2 V3P2 V2P1 V2P3 V1P3 V2P4 V3P3 V3P1 V3P4 Ulangan I U V1P4 V2P2 b V1P1 a V1P2 V3P1 V2P3 V3P4 V2P1 V1P1 V2P2 V3P3 V3P2 Ulangan II V1P3 V2P4 V1P4 V2P1 V3P3 V1P4 V3P1

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Analisis Fisika dan Kimia Tanah Berdasarkan hasil analisis fisik dan kimia tanah tempat pelaksanaan penelitian di Dutohe Kecamatan Kabila pada lapisan olah dengan

Lebih terperinci

Lampiran 1: Deskripsi padi varietas Inpari 3. Nomor persilangan : BP3448E-4-2. Anakan produktif : 17 anakan

Lampiran 1: Deskripsi padi varietas Inpari 3. Nomor persilangan : BP3448E-4-2. Anakan produktif : 17 anakan Lampiran 1: Deskripsi padi varietas Inpari 3 Nomor persilangan : BP3448E-4-2 Asal persilangan : Digul/BPT164-C-68-7-2 Golongan : Cere Umur tanaman : 110 hari Bentuk tanaman : Sedang Tinggi tanaman : 95

Lebih terperinci

: tumbuh memanjang dan memiliki banyak tunas. : lebar, panjang, dan memiliki pinggiran daun rata

: tumbuh memanjang dan memiliki banyak tunas. : lebar, panjang, dan memiliki pinggiran daun rata Lampiran 1. Deskripsi Sawi Varietas Tosakan Produsen Benih Nama lain Umur tanaman Bentuk tanaman Batang Tangkai daun : PT. East West Seed Indonesia : Caisim (Bangkok) : 40 50 HST : besar, semi buka dan

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil 4.1.1. Karakteristik Tanah di Lahan Percobaan Berdasarkan kriteria Staf Pusat Penelitian Tanah (1983), karakteristik Latosol Dramaga yang digunakan dalam percobaan disajikan

Lebih terperinci

EFEKTIFITAS PUPUK HAYATI ECOFERT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG. Syafruddin Balai Penelitian Tanaman Serealia

EFEKTIFITAS PUPUK HAYATI ECOFERT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG. Syafruddin Balai Penelitian Tanaman Serealia EFEKTIFITAS PUPUK HAYATI ECOFERT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG Syafruddin Balai Penelitian Tanaman Serealia ABSTRAK Penelitian dilaksanakan pada lahan sawah di Bontonompo Gowa-Sulsel yang

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Lampiran 1. Lay out penelitian. Keterangan :

LAMPIRAN. Lampiran 1. Lay out penelitian. Keterangan : LAMPIRAN Lampiran 1. Lay out penelitian P0.1 P1.1 P2.1 P3.1 P4.1 P5.1 P3.2 P4.2 P5.2 P0.2 P1.2 P2.2 P5.3 P4.3 P3.3 P2.3 P1.3 P0.3 Keterangan : 1. Per1akuan P 0 : Kontrol (600 gram pupuk kandang) 2. Perlakuan

Lebih terperinci

P0V3 P2V4 P1V5. Blok II A B P1V2 P2V1 P0V5 P1V1 P0V1 P2V3

P0V3 P2V4 P1V5. Blok II A B P1V2 P2V1 P0V5 P1V1 P0V1 P2V3 Lampiran 1. Bagan Lahan Penelitian C Blok I P0V5 P2V2 P0V3 P0V4 P1V4 P1V3 P1V1 P2V4 P2V5 P0V2 P0V1 P2V3 P1V5 P1V2 P2V1 Blok II A B P0V3 P2V4 P1V2 P1V1 P2V5 P2V3 P0V1 P2V1 P1V3 P1V5 P2V2 P0V4 P0V5 P0V2

Lebih terperinci

UJI GENOTIPE JAGUNG HIBRIDA UMUR GENJAH TOLERAN LAHAN MASAM DI KALIMANTAN SELATAN

UJI GENOTIPE JAGUNG HIBRIDA UMUR GENJAH TOLERAN LAHAN MASAM DI KALIMANTAN SELATAN UJI GENOTIPE JAGUNG HIBRIDA UMUR GENJAH TOLERAN LAHAN MASAM DI KALIMANTAN SELATAN Suwardi Balai Penelitian Tanaman Serealia ABSTRAK Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut,

Lebih terperinci

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara Lampiran 1. Deskripsi varietas Grobogan Nama Varietas : Grobogan SK : 238/Kpts/SR.120/3/2008 Tahun : 2008 Tetua : Pemurnian populasi Lokal Malabar Grobogan Rataan Hasil : 3,40 ton/ha Potensi Hasil : 2,77

Lebih terperinci

FK = σ 2 g= KK =6.25 σ 2 P= 0.16 KVG= 5.79 Keterangan: * : nyata KVP= 8.53 tn : tidak nyata h= Universitas Sumatera Utara

FK = σ 2 g= KK =6.25 σ 2 P= 0.16 KVG= 5.79 Keterangan: * : nyata KVP= 8.53 tn : tidak nyata h= Universitas Sumatera Utara Lampiran 1. Data pengamatan Waktu Berkecambah (Hari) BLOK PERLAKUAN I II III Total Rataan R0S0 4.00 4.00 4.00 12.00 4.00 R1S0 4.00 4.00 4.00 12.00 4.00 R2S0 5.25 5.25 4.75 15.25 5.08 R3S0 4.75 5.50 4.75

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Tempat Pelaksanaan Penelitian dilaksanakan di Desa Moutong Kecamatan Tilong Kabila Kab. Bone Bolango dengan ketinggian tempat + 25 meter diatas permukaan laut. 3.2. Bahan

Lebih terperinci

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang sebelumnya dilakukan oleh

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang sebelumnya dilakukan oleh 13 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang sebelumnya dilakukan oleh Anjani (2013) pada musim tanam pertama yang ditanami tanaman tomat,

Lebih terperinci

PENGARUH JARAK TANAM PADA BUDIDAYA TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) SECARA ORGANIK (MAKALAH) Oleh : Fuji Astuti NPM

PENGARUH JARAK TANAM PADA BUDIDAYA TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) SECARA ORGANIK (MAKALAH) Oleh : Fuji Astuti NPM 0 PENGARUH JARAK TANAM PADA BUDIDAYA TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) SECARA ORGANIK (MAKALAH) Oleh : Fuji Astuti NPM 10712017 PROGRAM STUDI HORTIKULTURA JURUSAN BUDIDAYA TANAMAN PANGAN POLITEKNIK NEGERI

Lebih terperinci

Umur 50% keluar rambut : ± 60 hari setelah tanam (HST) : Menutup tongkol dengan cukup baik. Kedudukan tongkol : Kurang lebih di tengah-tengah batang

Umur 50% keluar rambut : ± 60 hari setelah tanam (HST) : Menutup tongkol dengan cukup baik. Kedudukan tongkol : Kurang lebih di tengah-tengah batang Lampiran 1. Deskripsi Jagung Varietas Bisma Golongan : Bersari bebas Umur 50% keluar rambut : ± 60 hari setelah tanam (HST) Umur panen : ± 96 HST Batang : Tinggi sedang, tegap dengan tinggi ± 190 cm Daun

Lebih terperinci

Lampiran 2.Daftar Sidik Ragam Bulk Density Tanah (g/cm 3 )

Lampiran 2.Daftar Sidik Ragam Bulk Density Tanah (g/cm 3 ) Lampiran 1. Rataan Bulk Density Tanah (g/cm 3 ) Perlakuan Ulanagan Total Rataan Lo 1.17 1.17 1.26 3.60 1.20 L1 1.07 1.05 1.13 3.25 1.08 L2 1.05 1.14 1.11 3.30 1.10 L3 1.00 1.00 1.05 3.05 1.02 L4 0.97 1.16

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Karakteristik Latosol Cikabayan IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Bahan tanah yang digunakan dalam percobaan pupuk organik granul yang dilaksanakan di rumah kaca University Farm IPB di Cikabayan, diambil

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE. Pada musim tanam pertama penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai

BAHAN DAN METODE. Pada musim tanam pertama penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Pada musim tanam pertama penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai September 2012 oleh Septima (2012). Sedangkan pada musim tanam kedua penelitian dilakukan

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil 15 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil 4.1.1. Sifat Kimia Latosol Darmaga Latosol (Inceptisol) merupakan salah satu macam tanah pada lahan kering yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian.

Lebih terperinci

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Terpadu dan Laboratorium Ilmu

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Terpadu dan Laboratorium Ilmu III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Terpadu dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan dilaksanakan dari bulan

Lebih terperinci

BAB V. Kesimpulan Dan Saran. bobot kering tanaman serta panjang akar tomat. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan bahwa :

BAB V. Kesimpulan Dan Saran. bobot kering tanaman serta panjang akar tomat. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan bahwa : BAB V Kesimpulan Dan Saran A. Kesimpulan 1. Pupuk kandang ayam memberikan hasil lebih rendah bobot segar dan bobot kering tanaman serta panjang akar tomat. 2. Perlakuan pupuk kandang kambing dan sapi tidak

Lebih terperinci

Lampiran 1. Biodata PeneUti dan Usulan Biaya. Biodata Peneliti. : Koko Baskoro Siahaan NIM : Tempat/Tangga/ laht : Medan/27 Mei 1984

Lampiran 1. Biodata PeneUti dan Usulan Biaya. Biodata Peneliti. : Koko Baskoro Siahaan NIM : Tempat/Tangga/ laht : Medan/27 Mei 1984 Lampiran 1. Biodata PeneUti dan Usulan Biaya Biodata Peneliti Nama : Koko Baskoro Siahaan NIM : 0311795 Fakultas/Jurusan : Pertanian/ Budidaya Pertanian Tempat/Tangga/ laht : Medan/27 Mei 1984 Jenis Kelamin

Lebih terperinci

LAMPIRAN A. Layout Penelitian Blok 1 Blok 2 Blok 3 (P0.Z1) (P1.Z0) (P2.Z1) (P1.Z0) (P2.Z1) (P2.Z2) (P1.Z1) (P0.Z1) (P1.Z1) (P0.Z0)

LAMPIRAN A. Layout Penelitian Blok 1 Blok 2 Blok 3 (P0.Z1) (P1.Z0) (P2.Z1) (P1.Z0) (P2.Z1) (P2.Z2) (P1.Z1) (P0.Z1) (P1.Z1) (P0.Z0) LAMPIRAN A. Layout Penelitian Blok 1 Blok 2 Blok 3 (P0.Z2) (P0.Z1) (P2.Z2) (P2.Z1) (P1.Z0) (P0.Z0) (P0.Z1) (P2.Z1) (P1.Z0) (P1.Z1) (P2.Z2) (P1.Z2) (P2.Z0) (P1.Z1) (P0.Z1) (P0.Z0) (P2.Z0) (P2.Z1) (P1.Z2)

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 18 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 1. Perlakuan jarak tanam 20 cm x 20 cm memberikan pengaruh pada peningkatan indeks luas daun sebesar 59,40 sedangkan untuk parameter tinggi tanaman, jumlah

Lebih terperinci

: Kasar pada sebelah bawah daun

: Kasar pada sebelah bawah daun Lampiran 1. Deskripsi Padi Varietas Ciherang Varietas : Ciherang Nomor Pedigree : S 3383-1d-Pn-41-3-1 Asal/Persilangan : IR 18349-53-1-3-1-3/IR Golongan : Cere Bentuk : Tegak Tinggi : 107 115 cm Anakan

Lebih terperinci

PENGARUH KOMPOS JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica alboglabra, L.) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING

PENGARUH KOMPOS JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica alboglabra, L.) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING PENGARUH KOMPOS JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica alboglabra, L.) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Nining Sri Sukasih Fakultas Pertanian Universitas Kapuas Sintang Email

Lebih terperinci

Pengaruh Pupuk Hayati Terhadap Produktivitas Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Varietas Bhaskara di PT Petrokimia Gresik

Pengaruh Pupuk Hayati Terhadap Produktivitas Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Varietas Bhaskara di PT Petrokimia Gresik TUGAS AKHIR - SB09 1358 Pengaruh Pupuk Hayati Terhadap Produktivitas Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Varietas Bhaskara di PT Petrokimia Gresik Oleh : Shinta Wardhani 1509 100 008 Dosen Pembimbing

Lebih terperinci

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR I. PENDAHULUAN. 1 1.1 Latar Belakang.. 1 1.2 Tujuan Penelitian.. 4 1.3 Landasan Teori. 5 1.4 Kerangka Pemikiran. 7 1.5 Hipotesis...12 II. TINJAUAN PUSTAKA... 13 2.1

Lebih terperinci

G3K2 G1K1 G2K3 G2K2. 20cm. Ulangan 2 20cm G3K3 G3K1 G3K2. Ulangan 3 20cm. 20cm G1K1 G1K3 G1K2

G3K2 G1K1 G2K3 G2K2. 20cm. Ulangan 2 20cm G3K3 G3K1 G3K2. Ulangan 3 20cm. 20cm G1K1 G1K3 G1K2 Lampiran 1 : Bagan Plot Penelitian 1 G3K2 20cm G2K3 G1K1 G3K1 G2K2 G1K3 G3K3 20cm G2K1 G1K2 2 20cm G2K2 20cm G3K3 G1K2 G2K1 20cm G3K1 G1K3 G2S3 G3K2 G1K1 3 20cm G3K3 20cm G1K1 G2K3 G3K1 20cm G1K3 G2K1

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Lampiran 1. Layout Penelitian

LAMPIRAN. Lampiran 1. Layout Penelitian LAMPIRAN Lampiran 1. Layout Penelitian P1(a) P4 (2) P3 (a) P1 (b) P5 (a) P4 (b) P3 (1) P3 (a) P5 (a) P4 (1) P2 (2) P3 (2) P1 (a) P4 (a) P2 (1) P4 (a) P1 (2) P3 (1) P4 (1) P3 (2) P4 (b) P2 (b) P4 (2) P2

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai arti penting bagi masyarakat. Meskipun disadari bawang merah bukan merupakan kebutuhan pokok, akan

Lebih terperinci

Lampiran 1. Bagan Penelitian. Letak tanaman dalam plot. Universitas Sumatera Utara P3M2. P0M2 1,5 m P2M0 P0M3 P1M1 P2M2 P0M3. 1,5 m P3M1 P0M1 P2M0

Lampiran 1. Bagan Penelitian. Letak tanaman dalam plot. Universitas Sumatera Utara P3M2. P0M2 1,5 m P2M0 P0M3 P1M1 P2M2 P0M3. 1,5 m P3M1 P0M1 P2M0 57 Lampiran 1. Bagan Penelitian P3M3 P2M3 P3M2 Letak tanaman dalam plot P1M0 P1M2 P0M2 1,5 m P2M1 P3M3 P2M0 P2M2 P0M3 P1M1 P3M2 P3M2 P0M3 P2M0 P3M1 P0M1 1,5 m P3M0 P0M0 P2M3 P3M1 P1M1 P2M1 P0M2 P2M1 P1M0

Lebih terperinci

Daya hasil 1,6-2,5 t/ha 1,22 t/ha 1,6 t/ha Warna hipokotil Ungu Ungu Ungu

Daya hasil 1,6-2,5 t/ha 1,22 t/ha 1,6 t/ha Warna hipokotil Ungu Ungu Ungu Lampiran 1. Deskripsi Varietas Tanaman Kedelai Burangrang Tanggamus Wilis Dilepas Tahun 1999 22 Oktober 2001 21 Juli 1983 SK Mentan 536/Kpts/TP.240/10/2001 TP240/519/Kpts/7/1983 Nomor Galur C1-I-2/KRP-3

Lebih terperinci

Sumber : Nurman S.P. (http://marisejahterakanpetani.wordpress.com/

Sumber : Nurman S.P. (http://marisejahterakanpetani.wordpress.com/ Lampiran 1. Deskripsi benih sertani - Potensi hasil sampai dengan 16 ton/ha - Rata-rata bulir per-malainya 300-400 buah, bahkan ada yang mencapai 700 buah - Umur panen padi adalah 105 hari sejak semai

Lebih terperinci

RINGKASAN Maspeke, S. P dan Nurdin

RINGKASAN Maspeke, S. P dan Nurdin RINGKASAN Maspeke, S. P dan Nurdin. 2006. Uji Kurang Satu Pupuk N, P, dan K terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung (Zea mays L.) pada Tanah Vertisol Isimu Utara. Pembangunan di sektor pertanian merupakan

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE. Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat ± 25 meter diatas permukaan

BAHAN DAN METODE. Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat ± 25 meter diatas permukaan BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat ± 25 meter diatas permukaan laut. Penelitian

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang I. PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Pembangunan Pertanian merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan nasional. Pertanian memegang peranan penting dalam perekonomian bangsa, hal ini ditunjukkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 1 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Mengembangkan dan membudidayakan tanaman tomat membutuhkan faktor yang mendukung seperti pemupukan, pengairan, pembumbunan tanah, dan lain-lain. Pemberian

Lebih terperinci

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian 15 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung Desa Muara Putih Kecamatan Natar Lampung Selatan

Lebih terperinci

I. MATERI DAN METODE. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian

I. MATERI DAN METODE. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian I. MATERI DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru, pada bulan

Lebih terperinci

M 1 P 0.1 M 1 P 2.3 M 0 P 3.2 M 1 P 1.3 M 1 P 3.1

M 1 P 0.1 M 1 P 2.3 M 0 P 3.2 M 1 P 1.3 M 1 P 3.1 44 Lampiran 1. Tataletak Percobaan Penelitian U S M 0 P 0.2 M 1 P 1.3 M 1 P 0.2 M 0 P 3.1 M 0 P 2.3 M 1 P 2.3 M 0 P 2.1 M 1 P 3.3 M 1 P 3.1 M 1 P 1.2 M 1 P 1.1 M 0 P 3.3 M 0 P 0.3 M 0 P 1.1 M 1 P 0.3 M

Lebih terperinci

III. MATERI DAN METODE

III. MATERI DAN METODE III. MATERI DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini telah dilaksanakan di Jl. Seroja Kulim Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru pada bulan April 2013 sampai dengan bulan Juli 2013. Analisis bahan

Lebih terperinci

Lampiran 1. Hasil Analisis Tanah

Lampiran 1. Hasil Analisis Tanah LAMPIRAN 62 63 Lampiran 1. Hasil Analisis Tanah Jenis Analisa Satuan Hasil Kriteria ph H 2 O (1:2,5) - 6,2 Agak masam ph KCl (1:2,5) - 5,1 - C-Organik % 1,25 Rendah N-Total % 0,14 Rendah C/N - 12 Sedang

Lebih terperinci

RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG (Solanum Melongena L.) TERHADAP PERLAKUAN PUPUK PHONSKA. Karim Fahri, Nikmah Musa, Fitriah S.

RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG (Solanum Melongena L.) TERHADAP PERLAKUAN PUPUK PHONSKA. Karim Fahri, Nikmah Musa, Fitriah S. 1 RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG (Solanum Melongena L.) TERHADAP PERLAKUAN PUPUK PHONSKA Karim Fahri, Nikmah Musa, Fitriah S. Jamin ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis

Lebih terperinci

III. BAHAN DAN METODE. Universitas Lampung pada titik koordinat LS dan BT

III. BAHAN DAN METODE. Universitas Lampung pada titik koordinat LS dan BT III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada titik koordinat 5 22 10 LS dan 105 14 38 BT

Lebih terperinci

Lampiran 4.Deskripsi Varietas Tanaman Tomat

Lampiran 4.Deskripsi Varietas Tanaman Tomat Lampiran 4.eskripsi Varietas Tanaman Tomat 1. Varietas TO 244 F1 Tinggi tanaman Umur panen Kerapatan kanopi Warna batang Warna daun Bentuk buah : ±120 cm : ± 85 hst : ± sangat kompak : Hijau : Hijau :

Lebih terperinci

Rancangan Acak Lengkap (RAL) Completely Randomized Design Atau Fully Randomized Design

Rancangan Acak Lengkap (RAL) Completely Randomized Design Atau Fully Randomized Design Rancangan Acak Lengkap (RAL) Completely Randomized Design Atau Fully Randomized Design CIRI - CIRI R.A.L. : 1. Media atau bahan percobaan seragam (dapat dianggap se- ragam ) 2. Hanya ada satu sumber kera-

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu buah yang dikonsumsi segar.

PENDAHULUAN. Melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu buah yang dikonsumsi segar. PENDAHULUAN Latar Belakang Melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu buah yang dikonsumsi segar. Pada perusahaan makanan dan minuman, melon digunakan sebagai bahan penyedap rasa dan memberikan aroma

Lebih terperinci

Blok I Blok II Blok III 30 cm

Blok I Blok II Blok III 30 cm Lampiran 1. Bagan Lahan Penelitian Blok I Blok II Blok III 30 cm P 0 V 1 P 3 V 3 P 2 V 1 T 20 cm P 1 V 2 P 0 V 1 P 1 V 2 U S P 2 V 3 P 2 V 2 P 3 V 1 B P 3 V 1 P 1 V 3 P 0 V 3 Keterangan: P 0 V 2 P 0 V

Lebih terperinci

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian 18 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung di Desa Muara Putih Kecamatan Natar Kabupaten Lampung

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian,Perlakuan dan Analisis Data

BAB III METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian,Perlakuan dan Analisis Data BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan mulai Oktober 2014 Februari 2015. Penelitian dilaksanakan di Desa Semawung Kec. Andong, Kab. Boyolali,

Lebih terperinci

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara 8. KTK (me/100 g) 30,40 Tinggi - 9. C-organik (%) 12,42 Sangat Tinggi - 10. N-Total (%) 0,95 Sangat Tinggi - 11. P-tersedia (ppm) 34,14 Tinggi - 12. C/N 13,07 Sedang - * Dianalisis di Laboratorium Kimia

Lebih terperinci

VII. KEHARAAN DAN PEMUPUKAN

VII. KEHARAAN DAN PEMUPUKAN VII. KEHARAAN DAN PEMUPUKAN Ubi kayu menghasilkan biomas yang tinggi sehingga unsur hara yang diserap juga tinggi. Jumlah hara yang diserap untuk setiap ton umbi adalah 4,2 6,5 kg N, 1,6 4,1 kg 0 5 dan

Lebih terperinci

III. MATERI DAN METODE

III. MATERI DAN METODE III. MATERI DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ini telah dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau yang beralamat di Jl. HR.

Lebih terperinci

APLIKASI PUPUK UREA PADA TANAMAN JAGUNG. M. Akil Balai Penelitian Tanaman Serealia

APLIKASI PUPUK UREA PADA TANAMAN JAGUNG. M. Akil Balai Penelitian Tanaman Serealia APLIKASI PUPUK UREA PADA TANAMAN JAGUNG M. Akil Balai Penelitian Tanaman Serealia Abstrak. Dalam budi daya jagung perlu memperhatikan cara aplikasi pupuk urea yang efisien sehingga pupuk yang diberikan

Lebih terperinci

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang terpadu Universitas Lampung di

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang terpadu Universitas Lampung di 21 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang terpadu Universitas Lampung di Desa Muara Putih Kec. Natar Kab. Lampung Selatan dan Laboratorium

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: cangkul, parang, ajir,

BAHAN DAN METODE. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: cangkul, parang, ajir, BAHAN DAN METODE 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dilahan percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian dilakukan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Ubikayu merupakan salah satu tanaman penting di Indonesia. Ubikayu

I. PENDAHULUAN. Ubikayu merupakan salah satu tanaman penting di Indonesia. Ubikayu I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Ubikayu merupakan salah satu tanaman penting di Indonesia. Ubikayu merupakan bahan pangan pokok ketiga setelah beras dan jagung. Daunnya dapat digunakan sebagai

Lebih terperinci

Lampiran 1. Deskripsi Varietas Tembakau (Nicotiana tabacum)

Lampiran 1. Deskripsi Varietas Tembakau (Nicotiana tabacum) 72 Lampiran 1. Deskripsi Varietas Tembakau (Nicotiana tabacum) Nama Varietas : Coker 176 Tanggal uji : 23 Juli 2010 Uji daya kecambah : 98% Uji kadar air : 6,9% penyimpanan : 16-18 C Tahun Lepas : 2011

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Sifat Fisik dan Kimia Tanah Berdasarkan hasil analisis fisika dan kimia tempat pelaksanaan penelitian di Desa Dutohe Kecamatan Kabila. pada lapisan olah dengan kedalaman

Lebih terperinci

III. MATERI DAN METODE. No. 155 KM. 15 Simpang Baru Panam Kecamatan Tampan Pekanbaru, dari bulan

III. MATERI DAN METODE. No. 155 KM. 15 Simpang Baru Panam Kecamatan Tampan Pekanbaru, dari bulan III. MATERI DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilakukan di Lahan Pertanian Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Jl. H.R Soebrantas

Lebih terperinci

PENGARUH DOSIS PUPUK MAJEMUK NPK DAN PUPUK PELENGKAP PLANT CATALYST TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max (L.

PENGARUH DOSIS PUPUK MAJEMUK NPK DAN PUPUK PELENGKAP PLANT CATALYST TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max (L. J. Agrotek Tropika. ISSN 2337-4993 Ridwan et al.: Pengaruh Dosis Pupuk Majemuk NPK dan Pupuk Pelengkap 1 Vol. 5, No. 1: 1 6, Januari 2017 PENGARUH DOSIS PUPUK MAJEMUK NPK DAN PUPUK PELENGKAP PLANT CATALYST

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 1 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.1. Kesimpulan 1. Waktu panen berpengaruh terhadap kandungan gula jagung manis yaitu umur panen 60 HST sebesar (8.8 brix), umur panen 6 HST sebesar (16.30 brix), umur panen

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Lampiran 1. Analisis Awal Contoh Tanah Inceptisol Kwala Bekala. Lampiran 2. Hasil Analisis Limbah Pabrik Industri Tempe

LAMPIRAN. Lampiran 1. Analisis Awal Contoh Tanah Inceptisol Kwala Bekala. Lampiran 2. Hasil Analisis Limbah Pabrik Industri Tempe LAMPIRAN Lampiran 1. Analisis Awal Contoh Tanah Inceptisol Kwala Bekala No Jenis Analisis Nilai Kriteria 1 ph (H20) 4,20 Masam 2 C-Organik () 1,33 Rendah 3 N-Total () 0,15 Sangat Rendah 4 P Bray II (ppm)

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 4 B V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Kesimpulan. Perlakuan mulsa berkontribusi terhadap berat biji per tanaman sebesar 667 gram pada mulsa jerami padi.. Jarak tanam 40 x 30 cm memberikan pengaruh terbaik pada

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Bahan dan Alat Metode

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Bahan dan Alat Metode BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Percobaan dilakukan mulai Desember 2006 sampai dengan Desember 2007. Percobaan dilaksanakan di dua tempat. Percobaan lapang dilakukan di kebun percobaan Sustainable Agriculture

Lebih terperinci

Citra Puluhulawa, , Dibimbing oleh Moh.Ikbal Bahua, Nurmi, Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo

Citra Puluhulawa, , Dibimbing oleh Moh.Ikbal Bahua, Nurmi, Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Vigna radiata. L) MELALUI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TUMPANG SARI DENGAN JAGUNG MANIS PADA SISTEM TANAM LEGOWO Citra Puluhulawa 1, Moh.Ikbal Bahua 2, Nurmi

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober Januari 2014 di

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober Januari 2014 di BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2013- Januari 2014 di Laboratorium Lapangan Terpadu Universitas Lampung dan Laboratorium Rekayasa Sumber

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Alat dan Bahan Metode Penelitian

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Alat dan Bahan Metode Penelitian 10 BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Cikarawang, Dramaga, Bogor. Sejarah lahan sebelumnya digunakan untuk budidaya padi konvensional, dilanjutkan dua musim

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaan Umum Penelitian Penanaman rumput B. humidicola dilakukan di lahan pasca tambang semen milik PT. Indocement Tunggal Prakasa, Citeurep, Bogor. Luas petak yang digunakan untuk

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 16 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1.1 Analisis Tanah Awal Karakteristik Latosol Cimulang yang digunakan dalam percobaan disajikan pada Tabel 2 dengan kriteria ditentukan menurut acuan Pusat Peneltian Tanah

Lebih terperinci

KERAGAMAN KARAKTER TANAMAN

KERAGAMAN KARAKTER TANAMAN MODUL I KERAGAMAN KARAKTER TANAMAN 1.1 Latar Belakang Tujuan akhir program pemuliaan tanaman ialah untuk mendapatkan varietas unggul baru yang sesuai dengan preferensi petani dan konsumen. Varietas unggul

Lebih terperinci

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari Mei 2017 di Lahan Fakultas

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari Mei 2017 di Lahan Fakultas 14 BAB III MATERI DAN METODE Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari Mei 2017 di Lahan Fakultas Peternakan dan Pertanian dan Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman Fakultas Peternakan dan Pertanian

Lebih terperinci