SISTEM PAKAR PENDIAGNOSA PENYAKIT TUBERKULOSIS
|
|
|
- Lanny Budiono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Jurnal Informatika Mulawarman Vol. 12, No. 1, September SISTEM PAKAR PENDIAGNOSA PENYAKIT TUBERKULOSIS Nur Aini 1), Ramadiani 2), Heliza Rahmania Hatta 3) 1,2,3) Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Mulawarman Jl.K.H Wahid Hasyim II, Samarinda, [email protected] 1), [email protected] 2), [email protected] 3) ABSTRAK Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang mudah menular melalui udara yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis. Tuberkulosis sebagian besar menyerang paru namun penyakit ini juga menyerang organ tubuh lain yang disebut ekstra paru. Kurangnya fasilitas dan pengetahuan masyarakat dapat memperlambat diagnosa awal Tuberkulosis Ekstra Paru sehingga dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Maka diperlukannya sistem pakar yang berguna untuk mendiagnosa penyakit Tuberkulosis yang dapat mempermudah penderita dalam melakukan diagnosa awal penyakit Tuberkulosis agar segera mendapatkan penanganan yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun sistem pakar pendiagnosa penyakit Tuberkulosis dengan menggunakan metode Certainty Factor. Aplikasi ini akan mendiagnosa penyakit dengan melakukan penelusuran gejala-gejala yang ada berdasarkan inferensi forward chaining. Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem pakar berbasis web dengan tingkat akurasi sebesar 85% yang dimanfaatkan untuk membantu tenaga kesehatan dan masyarakat umum dalam mendiagnosa awal penyakit Tuberkulosis. Kata Kunci : Tuberkulosis, Sistem Pakar, Certainty Factor, Forward Chaining 1. PENDAHULUAN Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. TB merupakan penyakit yang mudah menular melalui udara dari sumber penularan yaitu pasien TB BTA positif pada waktu batuk atau bersin, pasien menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak. Sekali batuk dapat menghasilkan sekitar 3000 percikan dahak [7]. TB dapat menyerang siapa saja, terutama usia produktif/masih aktif bekerja dan anak-anak. Sekitar 75% pasien TB adalah kelompok usia yang paling produktif secara ekonomis (15-50 tahun). Diperkirakan seorang pasien TB dewasa akan kehilangan rata-rata waktu kerjanya 3 sampai 4 bulan. Jika ia meninggal akibat TB, maka akan kehilangan pendapatannya sekitar 15 tahun. Selain merugikan secara ekonomis, TB juga memberikan dampak buruk lainnya secara sosial bahkan dikucilkan oleh masyarakat [3]. Indonesia berkontribusi sebesar 5,8% dari kasus TB yang ada di dunia. TB merupakan masalah utama kesehatan masyarakat dan menjadi tantangan dalam masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan masih adanya sekitar pasien baru per tahun dan angka insiden 189/ penduduk serta angka kematian akibat TB sebesar 600 per tahun atau 27/ penduduk [6]. Menurut laporan WHO tahun 2013, Indonesia menempati urutan ketiga jumlah kasus TB setelah India dan Cina dengan jumlah sebesar 700 ribu kasus. Angka kematian masih sama dengan tahun 2011 sebesar 27 per penduduk, tetapi angka insidennya turun menjadi 185 per penduduk di tahun 2012 [15]. Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya yang biasa disebut dengan TB Ekstra Paru. TB Paru merupakan bentuk yang paling sering dijumpai yaitu sekitar 80 % dari semua penderita. TB yang menyerang jaringan paru-paru ini merupakan satusatunya bentuk dari TB yang mudah menular. TB Ekstra Paru merupakan bentuk penyakit TB yang menyerang organ tubuh lain selain paru-paru. TB pada dasarnya ini tidak pandang bulu karena kuman ini dapat menyerang semua organ dari tubuh [4]. Masyarakat hanya mengetahui bahwa TB menyerang bagian paru saja pada umumnya, namun TB juga dapat menyerang organ lain selain paru yang disebut ekstra paru. TB Ekstra Paru terjadi ketika kuman TB menyebar ke bagian organ tubuh lain melalui aliran darah. Diagnosis pasti untuk penyakit TB sering sulit ditegakkan sedangkan diagnosis kerja dapat ditegakkan berdasarkan gejala klinis TB yang kuat (presumtif) dengan menyingkirkan kemungkinan penyakit lain. Kurangnya fasilitas yang memadai, dokter ahli yang tidak selalu ada di tempat dan kurangnya pengetahuan pasien mengenai penyakit TB seringkali membuat diagnosis TB terlambat yang bisa mengancam kesehatan pasien. Sebuah aplikasi komputer yang sistematis sebagai alat bantu untuk melakukan diagnosis awal penyakit TB sangat diperlukan untuk memudahkan tenaga ahli dalam menemukan bagian organ tubuh mana yang terserang penyakit TB dan dapat mempercepat hasil diagnosa sehingga tenaga ahli dapat memberikan penanganan yang tepat.
2 Jurnal Informatika Mulawarman Vol. 12, No. 1, September Sistem yang dibangun dalam penelitian ini adalah sistem yang menggunakan keahlian pakar dalam bidang kesehatan dengan menggunakan metode certainty factor dalam mendiagnosa sebuah penyakit. Menurut Martin dan Oxman (1988), sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah, yang biasanya hanya dapat diselesaikan oleh seorang pakar dalam bidang tertentu. Menurut Sari (2013), metode Certainty Factor merupakan metode yang mendefenisikan ukuran kepastian terhadap fakta atau aturan, untuk menggambarkan tingkat keyakinan pakar terhadap masalah yang sedang dihadapi, dengan menggunakan Certainty Factor dapat menggambarkan tingkat keyakinan pakar terhadap suatu penyakit. Terdapat penelitian Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Polip Nasi (Polip Hidung) Menggunakan metode Certainty Factor. Hasil dari penelitian ini adalah memberikan keputusan yang cukup akurat mengenai diagnosa penyakit polip nasi berdasarkan penerapan metode Certainty Factor yang digunakan [1]. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis membangun Sistem Pakar Pendiagnosa Penyakit Tuberkulosis Menggunakan Metode Certainty Factor yang mampu memberikan diagnosis akan kemungkinan seorang pasien menderita penyakit TB beserta cara pengobatannya. 2. TINJAUAN PUSTAKA a. Sistem Pakar Sistem pakar (expert system) merupakan paket perangkat lunak atau paket program komputer yang ditujukan sebagai penyedia nasihat dan sarana bantu dalam memecahkan masalah dalam bidangbidang spesialisasi tertentu seperti sains, perekayasaan matematika, kedokteran, pendidikan dan sebagainya [14]. b. Struktur Sistem Pakar Sistem pakar disusun oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan dan lingkungan konsultasi. Lingkungan pengembangan digunakan untuk memasukkan pengembangan pakar ke dalam lingkungan sistem pakar. Lingkungan konsultasi digunakan oleh nonpakar untuk memperoleh pengetahuan dan nasihat pakar. Kebanyakan sistem pakar saat ini tidak berisi komponen perbaikanpengetahuan [14]. c. Mesin Inferensi Mesin inferensi adalah program komputer yang memberikan metodologi untuk penalaran tentang informasi yang ada dalam basis pengetahuan dan dalam workplace untuk memformulasikan kesimpulan [2]. Penelitian menggunakan runut maju (Forward Chaining). Runut maju berarti menggunakan himpunan kondisi-aksi. Dalam metode ini, data digunakan untuk menentukan aturan mana yang dijalankan kemudian aturan tersebut dijalankan, proses diulang sampai ditemukan suatu hasil. Menurut Giarrattano dan Riley, metode inferensi runut maju cocok digunakan untuk menangani masalah pengendalian (controlling) dan peramalan (prognosis) [8]. d. Tubekulosis Tuberkulosis (TB) adalah suatu infeksi menular dan bisa berakibat fatal disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium bovis atau Mycobacterium africanum. TB menunjukkan penyakit yang paling sering disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, tetapi kadang disebabkan oleh Mycobacterium bovis atau Mycobacterium africanum. Di negara berkembang, anak-anak terinfeksi oleh mikobakterium lainnya yang menyebabkan TB. Organisme ini disebut Mycobacterium bovis, yang bisa disebarkan melalui susu yang tidak disterilkan [10]. Penyakit TB merupakan penyakit kronis atau menahun yang telah lama dikenal oleh masyarakat luas. Penemuan Robbert Kock pada tahun 1882 secara meyakinkan telah dapat memberikan bukti bahwa tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang diberi nama Mycobacterium tuberculosis. Orang yang pertama kali dapat membuktikan bahwa TB adalah suatu penyakit yang dapat ditularkan yaitu Villenim yang hidup pada tahun Penyakit TB biasa terdapat pada paru-paru, tetapi mungkin juga pada organ lain seperti kelenjar getah bening (nodus lymphaticus) [11]. e. Gejala Penyakit Tuberkulosis Beberapa Penyakit TB yang sering diderita oleh masyarakat adalah: 1. Tuberkulosis Paru TB Paru adalah penyakit radang parenkim paru yang disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium Tuberculosis. TB Paru mencakup 80% dari keseluruhan kejadian penyakit TB sedangkan 20% selebihnya merupakan TB Ekstra Paru. a. Gejala utama Batuk terus-menerus dan berdahak selama tiga minggu/lebih. b. Gejala tambahan yang sering dijumpai 1) Dahak bercampur darah/batuk darah. 2) Demam selama tiga minggu atau lebih 3) Sesak nafas dan nyeri dada. 4) Penurunan nafsu makan. 5) Berat badan turun. 6) Rasa kurang enak badan (malaise, lemah. 7) Berkeringat di malam hari walaupun 2. TB Ekstra Paru TB Ekstra Paru merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium
3 58 Vol. 12, No. 1, Februari 2017 Jurnal Informatika Mulawarman Tuberculosis yang menyerang organ tubuh selain paru. Penyakit ini biasanya terjadi karena kuman menyebar dari bagian paru ke bagian organ tubuh lain melalui aliran darah. a. Tuberkulosis Kelenjar Getah Bening TB Kelenjar atau Limfadenitis Tuberculosis adalah penyakit radang kelenjar getah bening yang disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium Tuberculosis. Kelenjar getah bening yang biasa diserang adalah bagian leher, ketiak, dan sela paha. 1) Gejala sistemik/umum: a) Batuk terus-menerus dan berdahak b) Demam c) Penurunan nafsu makan d) Berat badan turun e) Rasa kurang enak badan/malaise, lemah f) Berkeringat di malam hari walaupun 2) Gejala Khusus a) Munculnya benjolan-benjolan pada bagian yang mengalami gangguan kelenjar seperti leher, sela paha, serta ketiak. b) Ada tanda-tanda radang di daerah sekitar benjolan kelenjar. c) Benjolan kelenjar mudah digerakkan. d) Benjolan kelenjar yang timbul terasa kenyal. e) Membesarnya benjolan kelenjar yang mengakibatkan hari demi hari kondisinya semakin memburuk dan merusak tubuh. f) Benjolan kelenjar pecah dan mengeluarkan cairan seperti nanah kotor. g) Terdapat luka pada jaringan kulit atau kulit yang disebabkan pecahnya benjolan kelenjar getah bening. b. Tuberkulosis Payudara TB Payudara adalah penyakit radang payudara yang disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium Tuberculosis. 1) Gejala sistemik/umum: a) Batuk terus-menerus dan berdahak. b) Demam c) Penurunan nafsu makan. d) Berat badan turun. e) Rasa kurang enak badan (malaise), lemah. f) Berkeringat di malam hari walaupun. 2) Gejala Khusus a) Timbulnya benjolan di payudara. b) Rasa nyeri di bagian payudara. c) Adanya tanda radang di sekitar benjolan yang timbul di payudara. c. TB Tulang Belakang (Spondilitis) TB Tulang Belakang atau Spondilitis Tuberculosis adalah penyakit radang tulang belakang yang disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium Tuberculosis. 1) Gejala sistemik/umum: a) Batuk terus-menerus dan berdahak. b) Demam c) Penurunan nafsu makan d) Berat badan turun e) Rasa kurang enak badan/malaise, lemah f) Berkeringat di malam hari walaupun 2) Gejala Khusus a) Rasa nyeri pada bagian punggung atau mengalami kekakuan punggung. b) Penderita enggan menggerakkan punggungnya. c) Penderita menolak untuk membungkuk atau mengangkat barang dari lantai, bila diminta penderita akan menekuk lututunya agar punggung tetap lurus. d) Rasa nyeri pada punggung berkurang bila penderita beristirahat. e) Timbulnya benjolan di bagian punggung/tulang belakang. f. Metode Certainty Factor Seorang pakar sering kali menganalisis informasi yang ada dengan ungkapan seperti mungkin, kemungkinan besar, hampir pasti, untuk mengakomodasi hal ini kita menggunakan Certainty Factor (CF) guna menggambarkan tingkat keyakinan pakar terhadap masalah yang sedang terjadi [14]. Faktor Kepastian (Certainty Factor) menyatakan kepercayaan dalam sebuah kejadian (fakta atau hipotesis) berdasarkan bukti atau penilaian pakar [15]. Salah satu cara dalam mendapatkan tingkat keyakinan (CF) dari sebuah rule adalah dengan cara mewawancarai seorang pakar yaitu nilai CF(Rule) didapat dari interpretasi term pakar yang diubah menjadi nilai CF tertentu sesuai tabel 1 berikut [14]. Tabel 1. Nilai CF dan Interpretasi Uncertain Term CF Definitely not (pasti tidak) - Almost certainly not (hampir pasti tidak) Probably not (kemungkinan besar tidak) Maybe not (mungkin tidak) Unknown (tidak tahu) - 02 to 0.2 Maybe (mungkin) 0.4 Probably (kemungkinan besar) 0.6 Almost certainly (hampir pasti) 0.8 Definitely (pasti) (Sumber: T.Sutejo dkk, 2011) Secara umum, rule direpresentasikan dalam bentuk sebagai berikut [14] :
4 Jurnal Informatika Mulawarman Vol. 12, No. 1, September Atau IF E1 AND E2.AND En THEN H (CF rule) IF E1 OR E2.OR En THEN H (CF rule) Di mana: IF E1 En : Fakta-fakta (evidence) yang ada H : Hipotesis atau konklusi yang dihasilkan CF Rule : Tingkat keyakinan terjadinya hipotesis H akibat adanya fakta 1. Rule evidence E tunggal dan hipotesis H tunggal IF E THEN H (CF rule) CF(H,E) = CF(E) (CF rule) 2. Rule evidence E ganda dan hipotesis H tunggal IF E1 AND E2.AND En THEN H (CF rule) CF(H,E) = min[cf(e1), CF(E2),., CF(En)] x CF(rule) IF E1 OR E2.OR En THEN H (CF rule) CF(H,E) = max[cf(e1), CF(E2),., CF(En)] x CF(rule) 3. Kombinasi dua buah rule dengan evidence berbeda (E 1 dan E 2), hipotesis sama. IF E1 THEN H Rule 1 CF(H,E1) = CF1 = (E1) CF(Rule1) IF E2 THEN H Rule 2 CF(H,E2) = CF2 = C(E2) CF(Rule2) g. Penelitian Pemenuhan konsep sistem pakar dengan basis pengetahuan dilakukan dengan pengumpulan data dan informasi terkait jenis penyakit Tuberkulosis Ekstra Paru, dengan studi pustaka dan konsultasi dengan pakar Tuberkulosis. Basis data dilakukan dengan analisis dan perancangan menggunakan Unified Modelling Language (UML). Adapun konsep inference engine dilakukan dengan penggunaan production rule (if..then) mekanismenya melalui forward chaining serta penilaian bobot menggunakan nilai CF dan intrepretasinya. Adapun konsep user interace dan dialog dikembangkan dengan pembuatan antarmuka yang user friendly bagi kemudahan dalam pengisian data dan fakta. Keluaran yang disajikan berupa informasi diagnosa penyakit Tuberkulosis dan nilai kemungkinan penyakit yang didiagnosis menyerang, sedangkan uji validitas hasil diagnosis dikomparasi dengan data pakar. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN a. Deskripsi Sistem Sistem pakar pendiagnosa penyakit Tuberkulosis Paru dan Ekstra Paru ini tidak digunakan untuk mendiagnosa penyakit Tuberkulosis pada anak-anak yaitu anak berusia 0-12 tahun. Pendiagnosaan penyakit Tuberkulosis Paru Dan Ekstra Paru pada anak-anak memiliki metode tersendiri yaitu dengan menggunakan metode Scoring. Dengan demikian, pengguna yang dapat berkonsultasi menggunakan sistem pakar ini adalah pengguna yang berusia lebih dari 12 tahun. Sistem pakar untuk diagnosa penyakit Tuberkulosis ini menggunakan metode inferensi forward chaining (penalaran maju) dan teori faktor kepastian (certainty factor), dalam metode ini user akan memilih gejala sesuai dengan yang dialaminya, kemudian sistem akan mengecek satu demi satu gejala yang dipilih user apakah rule di dalam database ada yang sesuai dengan inputan user. Jika ada maka sistem akan melakukan perhitungan nilai CF sesuai dengan rule yang terpilih. Sistem akan memberikan output berupa nama penyakit, besarnya nilai persentase hasil diagnosis sistem, daftar gejala yang telah dipilih user, serta penjelasan solusi penanganan dan pengobatan penyakit. User dapat mengisi kuisioner resiko sebelum user memilih gejala sesuai dengan yang dialaminya dengan menjawab pertanyaan umum mengenai resiko kejadian Tuberkulosis untuk mengetahui besarnya resiko user untuk terserang penyakit Tuberkulosis dengan melihat faktor resiko yang ada pada user. Sistem akan mengecek jawaban user tersebut apakah sesuai dengan aturan faktor resiko dan memberikan hasil user tersebut beresiko untuk terserang penyakit atau tidak. Jika user beresiko terserang penyakit maka sistem akan menyarankan user untuk melakukan konsultasi dengan memilih gejala sesuai yang dialaminya, jika tidak beresiko maka sistem akan memberikan kebebasan kepada user untuk tetap lanjut berkonsultasi atau tidak. Sistem juga memberikan informasi penyakit mengenai jenis penyakit Tuberkulosis sehingga sistem ini juga berfungsi layaknya sistem informasi. Data mengenai gejala penyakit dan nilai keyakinannya diperoleh dari seorang pakar yaitu Bapak Eko Haryanto, A.md.Kep dalam hal ini adalah Koordinator Tuberkulosis, Kusta dan Malaria pada Puskesmas Lempake Samarinda untuk mendukung pembuatan sistem pakar ini sehingga sistem dapat bekerja layaknya seorang pakar dan dapat menjadi alternatif pendiagnosaan penyakit yang lebih hemat dan efisien. b. Faktor Resiko Kejadian Tuberkulosis Berdasarkan literatur dan wawancara dengan Pakar Tuberkulosis yaitu Bapak Romi Hendra, S.K.M. bahwa seseorang dikatakan memiliki kemungkinan resiko untuk terserang Tuberkulosis apabila memenuhi faktor resiko paling kurang satu dari faktor berikut: 1) Rumah tempat tinggal tidak tersedia atau tidak memiliki ventilasi 2) Jendela rumah tidak dibuka setiap hari atau tidak memiliki jendela rumah 3) Keadaan rumah pengap dan lembab 4) Sinar matahari yang masuk ke dalam rumah tidak cukup yang ditandai dengan tidak adanya cahaya terang dari sinar matahari pada siang
5 60 Vol. 12, No. 1, Februari 2017 Jurnal Informatika Mulawarman hari di dalam rumah 5) Tinggal di lingkungan yang kumuh 6) Minum Alkohol 7) Perokok dan mantan perokok 8) Mengalami gizi buruk atau malnutrisi 9) Menderita HIV/AIDS 10) Menderita Diabetes 11) Tinggal serumah dengan penderita TB Paru 12) Tinggal serumah dengan lebih dari satu penderita TB Paru 13) Adanya kontak dengan penderita TB Paru di luar rumah secara intensif seperti tempat kerja, sekolah, dll. c. Perancangan Sistem Perancangan sistem pakar diagnosa awal penyakit Tuberkulosis yang dikembangkan menggunakan menggunakan diagram unified modeling language (UML), diagram yang digunakan yaitu use case diagram dan activity diagram. Usecase diagram merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan dalam menyelesaikan suatu masalah. Berisi alur untuk membantu bagaimana suatu sistem dapat berjalan. Gambar 1 merupakan usecase diagram sistem pakar diagnosa awal penyakit Tuberkulosis. Gambar 1. Usecase Diagram Sistem d. Perancangan Basisdata Fakta dan pengetahuan yang berhubungan dengan gejala-gejala Tuberkulosis Paru dan Ekstra Paru akan digunakan dalam mengambil suatu kesimpulan dalam pembuatan sistem pakar. Fakta dan pengetahuan tersebut didapatkan dari hasil studi literatur dan wawancara. Setiap jenis penyakit Tuberkulosis pasti memiliki gejala-gejala yang dapat diindentifikasi berdasarkan pengetahuan dari pakar. Fakta dan pengetahuan yang telah didapatkan akan diterjemahkan knowledge engineer menjadi basis pengetahuan yang tersimpan dalam sistem pakar yang telah dibuat. Fakta tersebut ditampilkan dalam bentuk tabel gejala dan bobot gejala. Masing-masing gejala direpresentasikan dengan kode seperti digambarkan pada tabel 2. Tabel 2. Daftar Nilai CF Gejala Tuberkulosis Kode Gejala Nama Gejala Nilai CF G01 Batuk terus-menerus dan berdahak 0.8 G02 Dahak bercampur darah/batuk darah 0.6 G03 Demam yang berlangsung lama 0.6 G04 Sesak nafas dan nyeri dada 0.6 G05 Penurunan nafsu makan 0.8 G06 Penurunan berat badan 0.8 G07 Rasa kurang enak badan/malaise, lemah 0.8 G08 Berkeringat di malam hari walaupun 0.6 G01a Batuk terus-menerus dan berdahak 0.4 G01b Batuk terus-menerus dan berdahak 0.4 G01c Batuk terus-menerus dan berdahak -0.6 G03a Demam yang berlangsung lama 0.4 G03b Demam yang berlangsung lama 0.6 G03c Demam yang berlangsung lama -0.4 G05a Penurunan nafsu makan 0.6 G05b Penurunan nafsu makan 0.4 G05c Penurunan nafsu makan 0.6 G06a Penurunan berat badan 0.6 G06b Penurunan berat badan 0.4 G06c Penurunan berat badan 0.8 G07a Rasa kurang enak badan/malaise, lemah G07b Rasa kurang enak badan/malaise, lemah G07c Rasa kurang enak badan/malaise, lemah G08a G08b G08c G09 Berkeringat di malam hari walaupun Berkeringat di malam hari walaupun Berkeringat di malam hari walaupun Munculnya benjolan-benjolan yang terjadi pada bagian yang mengalami gangguan kelenjar seperti leher, sela paha, serta ketiak G10 Ada tanda-tanda radang di daerah sekitar benjolan kelenjar 0.8 G11 Benjolan kelenjar mudah digerakkan 0.8 G12 Benjolan kelenjar timbul terasa kenyal 0.8 G13 Membesarnya benjolan kelenjar yang mengakibatkan hari demi hari kondisinya semakin memburuk dan merusak tubuh. G14 G15 Benjolan kelenjar pecah, mengeluarkan cairan seperti nanah yang kotor. Terdapat luka pada jaringan kulit atau kulit yang disebabkan pecahnya benjolan kelenjar getah bening 0.8 G16 Timbulnya benjolan di payudara. G17 Rasa nyeri di bagian payudara. 0.8 G18 Adanya tanda radang di sekitar benjolan yang timbul di payudara. 0.8 G19 Rasa nyeri/sakit pada bagian punggung atau mengalami kekakuan punggung. G20 Penderita enggan menggerakkan punggungnya. G21 Penderita menolak untuk membungkuk atau mengangkat barang dari lantai, bila diminta penderita akan menekuk lututunya agar punggung tetap lurus. G22 G23 Rasa nyeri/sakit pada punggung berkurang bila penderita beristirahat. Timbulnya benjolan di bagian punggung/tulang belakang 0.6
6 Jurnal Informatika Mulawarman Vol. 12, No. 1, September Setiap jenis penyakit Tuberkulosis direpresentasikan dengan kode seperti yang tercantum pada tabel 3 berikut: Tabel 3. Daftar Jenis Penyakit Tuberkulosis. Kode Penyakit Nama Penyakit P01 Tuberkulosis Paru P02 Tuberkulosis Kelenjar Getah Bening P03 Tuberkulosis Payudara P04 Tuberkulosis Tulang Belakang e. Implementasi Sistem Sistem Pakar diagnosa penyakit Tuberkulosis memiliki beberapa bagian yang selalu tampil pada setiap halaman web, yaitu bagian header, menu samping, dan footer. 1. Halaman Utama Website Halaman utama website memiliki menu utama yang terletak di bagian kiri yang terdiri dari menu Login, menu Bantuan, dan menu About Me. Tampilan Halaman Utama Website dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 3. Halaman Dashbord User User dapat menggunakan widget Kuisioner Resiko yang terdapat pada halaman beranda user untuk mengisi kuisioner. Kuisioner Resiko berfungsi sebagai pemberi informasi seberapa besar resiko user untuk terserang penyakit Tuberkulosis. Kuisioner Resiko merupakan kuisioner yang berisi pertanyaan mengenai beberapa faktor resiko kejadian Tuberkulosis. Pertanyaan yang diajukan kepada user terdiri dari 13 pertanyaan faktor resiko Tuberkulosis dan disediakan dua pilihan jawaban ya, mungkin, dan tidak. Tampilan Halaman Kuisioner Resiko dapat dilihat pada gambar 4. Gambar 2. Halaman Utama atau Home 2. Menu Login User Menu Login User digunakan untuk menampilkan halaman login user. Halaman login user berfungsi sebagai pintu masuk yang digunakan user untuk dapat masuk ke dalam akun user. Setiap user yang ingin melakukan konsultasi pada sistem ini diharuskan untuk memiliki akun terlebih dahulu agar data dan privasi user dapat terjaga. 3. Halaman Dashboard User Halaman utama user atau Dashboard adalah halaman utama/halaman beranda yang pertama kali tampil ketika user berhasil login ke dalam akun user. User harus melakukan login dulu sebelum halaman utama user tampil. Halaman utama user berisi beberapa widget yaitu kuisioner resiko, konsultasi, informasi penyakit & faktor resiko, dan rekam medis yang dapat digunakan user secara langsung selain menggunakan menu utama. Tampilan Halaman Utama User dapat dilihat pada gambar 3. Gambar 4. Halaman Kuisioner Resiko User harus menjawab semua pertanyaan Kuisioner Resiko untuk mendapatkan hasil resiko Tuberkulosis yang dimiliki. Setelah user mengisi
7 62 Vol. 12, No. 1, Februari 2017 Jurnal Informatika Mulawarman kuisioner resiko kejadian Tuberkulosis maka halaman hasil Kuisioner Resiko akan tampil. Halaman hasil Kuisioner Resiko berisi hasil apakah user memiliki kemungkinan resiko untuk terserang penyakit Tuberkulosis atau tidak, daftar faktor resiko yang dimiliki user berdasarkan jawaban yang telah dipilih user untuk setiap pertanyaan resiko. Tampilan Halaman Hasil Kuisioner Resiko dapat dilihat pada gambar 5. Gambar 5. Halaman Hasil Kuisioner Resiko a. Menu Konsultasi Menu konsultasi adalah menu yang menampilkan halaman Konsultasi. User dapat memulai konsultasi pada halaman ini dengan memilih gejala-gejala yang ada sesuai yang dialami oleh user. Inputan gejala user akan menjadi masukan sistem pakar untuk diproses. Sistem akan mengecek apakah inputan gejala-gejala dari user terdapat rule yang sesuai atau tidak. Jika inputan gejala user sesuai dengan rule penyakit yang ada maka akan dilakukan proses perhitungan dengan menggunakan metode Certainty Factor dan menghasilkan hasil diagnosa kemungkinan penyakit TB Paru dan Ekstra Paru beserta persentasi nilai kemungkinannya. Jika tidak sesuai dengan rule penyakit yang ada maka sistem akan memberikan hasil output bahwa user tidak terdiagnosa terkena penyakit TB. Di bawah ini langkah-langkah yang dapat dilakukan user untuk melakukan konsultasi: 1) User memilih gejala penyakit Tuberkulosis yang dialami. Tampilan Form Konsultasi dapat dilihat pada gambar 6. Gambar 6. Form Konsultasi 2) User menekan tombol submit setelah memilih gejala yang dialami kemudian sistem akan menampilkan hasil diagnosa kemungkinan penyakit pada halaman detail diagnosa. Tampilan Detail Diagnosa dapat dilihat pada gambar 7. Gambar 7. Halaman Detail Diagnosa User dapat melihat gejala yang telah diinputkan dan kemungkinan penyakit TB yang terkena beserta
8 Jurnal Informatika Mulawarman Vol. 12, No. 1, September nilai kemungkinan dan info penanganannya pada halaman detail diagnosa. User dapat melihat info penanganan penyakit dengan menekan tombol info penanganan pada halaman detail diagnosa. Di bawah ini gambar info penanganan salah satu diagnosa penyakit yaitu Tuberkulosis TB Kelenjar Getah Bening. Tampilan Informasi Penanganan dapat dilihat pada gambar 8. Gambar 8. Halaman Informasi Penanganan TB Kelenjar Getah Bening 4. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai sistem pakar pendiagnosa penyakit Tuberkulosis Paru dan Ekstra Paru dengan menggunakan metode Certainty Factor, dapat diambil kesimpulan: 1. Telah dihasilkan sebuah sistem pakar untuk diagnosa awal penyakit Tuberkulosis Paru dan Ekstra Paru pada orang dewasa (usia lebih dari 12 tahun) berbasis web yang dibangun dengan menggunakan metode inferensi forward chaining dan teori Certainty Factor (CF) serta menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. 2. Sistem pakar ini bekerja berdasarkan gejala yang dipilih user kemudian diproses oleh sistem sehingga menghasilkan output yaitu nama penyakit, presentase keyakinan diagnosa dan informasi penanganan penyakit. 3. Sistem Pakar Pendiagnosa Penyakit Tuberkulosis mempunyai tingkat akurasi diagnosa penyakit sebesar 85%. [2] Depkes RI, Ditjen PP dan PL Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis dan Standar Internasional Untuk Pelayanan Tuberkulosis. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. [3] Hiswani Tuberkulosis Merupakan Penyakit Infeksi yang Masih Menjadi Masalah Kesehatan Masyarakat. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. [4] Kadir, Abdul Dasar Pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP Edisi Revisi, ANDI, Yogyakarta. [5] Kementrian Kesehatan RI Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. [6] Kementrian Kesehatan RI Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI [7] Kusrini Aplikasi Sistem Pakar. Yogyakarta: Andi Offset. [8] Madcoms Adobe Dreamweaver CS5 dengan Pemrograman PHP & MySQL. Yogyakarta : Penerbit Andi. [9] Mahdiana, R Panduan Lengkap Kesehatan Mengenal, Mencegah dan Mengobati Penularan Penyakit dari Infeksi. Yogyakarta: Citra Pustaka. [10] Martin, J. Dan Oxman, S Building Expert Systems a Tutorial. New Jersey: Prentice Hall. [11] Misnadiarly Diabetes Melitus Gangren, Ulcer, Infeksi, Mengenali gejala, Menanggulangi, dan Mencegah komplikasi. Jakarta: Pustaka Obor Populer. [12] Sari, W.W Perancangan Sistem Pakar untuk Mengetahui Infertilitas Pada Perempuan Menggunakan Metode Certainty Factor. Pelita Informatika Budi Darma, Vol. V Nomor 1. November [13] Sutejo, T., Mulyanto, E., dan Suhartono, V Kecerdasan Buatan. Yogyakarta: Andi. [14] Turban, Decision Support System, Intelligent System. Jilid II. Edisi 7. Yogyakarta. Percetakan Andi Offset. Penerbit Andi. [15] WHO WHO Report 2013-Global Tuberculosis Control. diunduh pada tanggal 05 April DAFTAR PUSTAKA [1]. Alfaris, S Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Polip Nasi (Polip Hidung) Menggunakan Metode Certainty Factor. Pelita Informatika Budi Darma, Vol. VII Nomor 2. Agustus [2]. Arhami, M Konsep Dasar Sistem Pakar. Yogyakarta: Andi.
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. Waktu penelitian dilakukan
BAB I PENDAHULUAN. pelaksana diagnosa digantikan oleh sebuah sistem pakar, maka sistem pakar
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Sistem pakar menirukan perilaku seorang pakar dalam menangani suatu persoalan. Pada suatu kasus seorang pasien mendatangi dokter untuk memeriksa badannya yang mengalami
SAFII, 2015 GAMBARAN KEPATUHAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU TERHADAP REGIMEN TERAPEUTIK DI PUSKESMAS PADASUKA KECAMATAN CIBEUNYING KIDUL KOTA BANDUNG
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tuberkulosis (Tb) merupakan penyakit menular bahkan bisa menyebabkan kematian, penyakit ini menyebar melalui droplet orang yang telah terinfeksi basil tuberkulosis
S T O P T U B E R K U L O S I S
PERKUMPULAN PELITA INDONESIA helping people to help themselves * D I V I S I K E S E H A T A N * S T O P T U B E R K U L O S I S INGAT 4M : 1. MENGETAHUI 2. MENCEGAH 3. MENGOBATI 4. MEMBERANTAS PROGRAM
SISTEM PAKAR ANALISIS PENYAKIT LUPUS ERITEMATOSIS SISTEMIK PADA IBU HAMIL MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
SISTEM PAKAR ANALISIS PENYAKIT LUPUS ERITEMATOSIS SISTEMIK PADA IBU HAMIL MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING Sry Yunarti Program Studi Sistem Informasi STMIK Profesional Makassar [email protected]
SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS INFLUENZA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR
SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS INFLUENZA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB 1 Irman Hariman, M.T. 2 Andri Noviar 1 Program Studi Teknik Informatika STMIK LPKIA Jln.
Materi Penyuluhan Konsep Tuberkulosis Paru
1.1 Pengertian Materi Penyuluhan Konsep Tuberkulosis Paru Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi kronis
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Pakar Sistem pakar merupakan salah satu cabang kecerdasan buatan yang mempelajari bagaimana mengadopsi cara seorang pakar berfikir dan bernalar dalam menyelesaikan suatu
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA II.1. Tampilan Hasil Penulis merancang program sistem pakar untuk diagnosis penyakit pengapuran pada sendi (OA) pada orang dewasa berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman
APA ITU TB(TUBERCULOSIS)
APA ITU TB(TUBERCULOSIS) TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tubercolusis. Penyakit Tuberkolusis bukanlah hal baru, secara umum kita sudah mengenal penyakit ini. TB bukanlah
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KANKER PAYUDARA MENGGUNAKAN CERTAINTY FACTOR
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KANKER PAYUDARA MENGGUNAKAN CERTAINTY FACTOR Aswita Andini Dea Fani Aneke Putri Jurusan Sistem Informasi STMIK PALCOMTECH Palembang Abstrak Sistem pakar untuk diagnosa penyakit
APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING 1 Diah Malis Oktaviani (0089), 2 Tita Puspitasari (0365) Program Studi Teknik Informatika Universitas
SISTEM PAKAR DIAGNOSA DYSPEPSIA DENGAN CERTAINTY FACTOR
SISTEM PAKAR DIAGNOSA DYSPEPSIA DENGAN CERTAINTY FACTOR Joan Angelina Widians 1), Ari Utomo 2) 1), 2) Teknik Informatika Up.FTIK Universitas Mulawarman Samarinda Jl. Barong Tongkok, Kampus Gunung Kelua,
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT PARU-PARU DENGAN METODE FORWARD CHAINING
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT PARU-PARU DENGAN METODE FORWARD CHAINING Anugerah Jaya Aziz Amrullah 1, Ekojono 2 Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Malang
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Pada bab ini akan dijelaskan tampilan hasil dari aplikasi yang telah dibuat, yang digunakan untuk memperjelas tentang tampilan-tampilan yang ada pada aplikasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan penduduk salah satunya adalah menanggulangi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), mulai dari tindakan
Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Lambung dengan Metode Forward Chaining Berbasis Android
Sistem Pakar Diagnosa Lambung dengan Metode Forward Chaining Berbasis Android Joko S Dwi Raharjo 1, Damdam Damiyana 2, Miftach Hidayatullah 3 1,2 Dosen STMIK Bina Sarana Global, 3 Mahasiswa STMIK Bina
SISTEM PAKAR PENDETEKSI PENYAKIT MATA BERBASIS ANDROID
Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (JUSTIN) Vol. 1, No. 2, (2017) 57 SISTEM PAKAR PENDETEKSI PENYAKIT MATA BERBASIS ANDROID Aditiawarman 1, Helfi Nasution 2, Tursina 3 Program Studi Teknik Informatika,
APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER
APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER Aprilia Sulistyohati, Taufiq Hidayat Laboratorium Sistem Informasi dan Perangkat Lunak Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi
SISTEM DIAGNOSA PENYAKIT DIABETES MELLITUS MENGGUNAKAN METODE CEERTAINTY FACTOR
SISTEM DIAGNOSA PENYAKIT DIABETES MELLITUS MENGGUNAKAN METODE CEERTAINTY FACTOR Budi Cahyo Saputro (1) Rosa Delima (2) Joko Purwadi (3) [email protected] [email protected] [email protected] Abstraksi
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan komputer sekarang ini sangat pesat dan salah. satu pemanfaatan komputer adalah dalam bidang kecerdasan buatan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan komputer sekarang ini sangat pesat dan salah satu pemanfaatan komputer adalah dalam bidang kecerdasan buatan. Di dalam bidang kecerdasan buatan, termasuk
DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE PENELUSURAN FORWARD CHAINNING-DEPTH FIRST SEARCH
DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE PENELUSURAN FORWARD CHAINNING-DEPTH FIRST SEARCH Putri Kurnia Handayani Jurusan Sistem Informasi Universitas Muria Kudus PO BOX 53 Gondangmanis Kudus e-mail : [email protected]
Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Kucing Menggunakan Metode Backward Chaining
Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Kucing Menggunakan Metode Backward Chaining Mardiah Fadhli Politeknik Caltex Riau Jl. Umbansari No.1, telp/fax: 0761 53939/0761 554224 e-mail: [email protected] Abstrak
DIAGNOSIS PENYAKIT KEJIWAAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR
DIAGNOSIS PENYAKIT KEJIWAAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR Fersalina Indah Mevung 1*, Addy Suyatno 2, Septya Maharani 3 Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Mulawarman
BAB I PENDAHULUAN. serta terkadang sulit untuk menemui seorang ahli/pakar dalam keadaan
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Penyakit pada kucing, seringkali membuat pemiliknya merasa bingung karena kurangnya pengetahuan pemilik tentang penyakit binatang tersebut. Permasalahan yang sering
PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Rumusan Masalah 3. Tujuan Dan Manfaat
PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Perkembangan ilmu kedokteran mengalami kemajuan pesat yang ditandai dengan ditemukannya penyakit-penyakit tropis baru yang belum teridentifikasi sebelumnya. Para dokter ahli
Sistem Pakar Untuk Mengetahui Gangguan Depresi Mayor Dengan Menggunakan Faktor Kepastian
Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2015 STMIK STIKOM Bali, 9 10 Oktober 2015 Sistem Pakar Untuk Mengetahui Gangguan Depresi Mayor Dengan Menggunakan Faktor Kepastian Aninda Astuti 1), Kusrini 2)
Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Paru-Paru Menggunakan Metode Forward Chaining
Juli Desember 2016 ISSN 1411 0059 Sistem Pakar Diagnosis ParuParu Menggunakan Metode Forward Chaining Esti Rahmawati 1 dan Hari Wibawanto 2 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh. Pemberantasan penyakit. berperanan penting dalam menurunkan angka kesakitan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan nasional yang dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan serta ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan
SISTEM CERDAS DIAGNOSA PENYAKIT AYAM
SISTEM CERDAS DIAGNOSA PENYAKIT AYAM PRASETYO ADHY PRABOWO Program Studi Ilmu Komputer, FIK Universitas Dian Nuswantoro Jl. Nakula I No. 5-11, Semarang, 50131 Abstrak : Seiring perkembangan tekhnologi,
PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING PADA PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS AWAL DEMAM BERDARAH
PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING PADA PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS AWAL DEMAM BERDARAH [1] Sri Lestanti, [2] Sabitul Kirom, dan [3] Dini Kustiari [1],[2,[3] Universitas Islam Balitar Abstrak: Demam
SISTEM PAKAR DETEKSI DINI PENYAKIT PADA BURUNG PUYUH DENGAN METODE FORWARD CHAINING
1 SISTEM PAKAR DETEKSI DINI PENYAKIT PADA BURUNG PUYUH DENGAN METODE FORWARD CHAINING Dimas Panji Widjanarko Jurusan Teknik Informatika FIK UDINUS, Jl. Nakula No. 5-11 Semarang-50131 [email protected]
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Penyakit Meningitis dapat menyerang siapa saja, namun dalam kenyataannya, kasus terbanyak pada bayi dan anak-anak. Maka diperlukannya seorang
PENERAPAN METODE CERTAINTY FACTOR DALAM MENDETEKSI DINI PENYAKIT TROPIS PADA BALITA
Jurnal Informatika Mulawarman Vol. 8 No. 1 Edisi Februari 2013 20 PENERAPAN METODE CERTAINTY FACTOR DALAM MENDETEKSI DINI PENYAKIT TROPIS PADA BALITA Septya Maharani Program Studi Ilmu Komputer FMIPA Universitas
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular langsung yang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Kuman ini paling sering menyerang organ paru dengan sumber
APLIKASI SISTEM PAKAR DETEKSI DINI PADA PENYAKIT TUBERKULOSIS
APLIKASI SISTEM PAKAR DETEKSI DINI PADA PENYAKIT TUBERKULOSIS Wenny Widiastuti 1, Dini Destiani 2, Dhami Johar Damiri 3 Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut
TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2016
PERANCANGAN APLIKASI UNTUK MENDIAGNOSA AWAL GANGGUAN PADA KEHAMILAN DENGAN PENDEKATAN SISTEM PAKAR SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana (S.Kom) Pada Program Teknik
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT BABI DENGAN METODE BACKWARD CHAINING
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT BABI DENGAN METODE BACKWARD CHAINING Wisha Alvaliani Wirata (1) Rosa Delima (2) Katon Wijana (3) [email protected] [email protected] [email protected] Abstraksi
BAB III LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dipaparkan teori-teori yang melandasi di dalam pembangunan sistem pakar yang penulis akan buat.
BAB III LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dipaparkan teori-teori yang melandasi di dalam pembangunan sistem pakar yang penulis akan buat. 3.1. Sistem Pakar Sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi
Tuberkulosis Dapat Disembuhkan
Tuberkulosis Dapat Disembuhkan Erlina Burhan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Apakah Penyakit Tuberkulosis atau TB itu? Penyakit menular Kuman penyebab: Mycobacterium tuberculosis Bukan penyakit keturunan
Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Menular Pada Klinik Umum Kebon Jahe Berbasis Web Dengan Menggunakan Metode Forward Chaining
Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Menular Pada Klinik Umum Kebon Jahe Berbasis Web Dengan Menggunakan Metode Forward Chaining Rahmat Tullah 1, Syaipul Ramdhan 2, Nasrullah Mubarak Padang 3 1,2 Dosen STMIK
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Pada bab ini akan dijelaskan tampilan hasil dari aplikasi yang telah dibuat, yang digunakan untuk memperjelas tentang tampilan-tampilan yang ada pada aplikasi
BAB I PENDAHULUAN.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Seiring dengan berkembangnya zaman begitu banyak masalah dalam kesehatan yang timbul pada wanita, khususnya pada bagian rahim. Rahim merupakan suatu organ muscular
BAB I PENDAHULUAN. (Thomas, 2004). Ada beberapa klasifikasi utama patogen yang dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit infeksius dapat disebabkan oleh invasi organisme mikroskopik yang disebut patogen. Patogen adalah organisme atau substansi seperti bakteri, virus, atau parasit
SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE FORWARD CHAINING
ISSN : 2338-4018 SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE FORWARD CHAINING Level Perdana ([email protected]) Didik Nugroho ([email protected]) Kustanto ([email protected])
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan Analisa sistem yang sedang berjalan di tempat praktek Drh. Salisah Anggita Ningsih Tandam Hilir masih menggunakan sistem yang
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN MENGGUNAKAN METODE DEMPSTER SHAFER
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN MENGGUNAKAN METODE DEMPSTER SHAFER 1 Yasidah Nur Istiqomah (07018047), 2 Abdul Fadlil (0510076701) 1 Program Studi Teknik Informatika 2 Program
DIAGNOSA PENYAKIT MANUSIA YANG DIAKIBATKAN OLEH GIGITAN HEWAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR
DIAGNOSA PENYAKIT MANUSIA YANG DIAKIBATKAN OLEH GIGITAN HEWAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR Disusun oleh : Nama : Niko Arieswara NIM : A11.2003.01520 Program Studi : Teknik Informatika FAKULTAS ILMU
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian adalah menjelaskan seluruh kegiatan selama berlangsungnya penelitian untuk menghasilkan informasi yang lebih akurat sesuai dengan permasalahan yang akan
PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT SYARAF PADA WAJAH BERBASIS WEB
PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT SYARAF PADA WAJAH BERBASIS WEB Encep Fuad Aziz 1, Dhami Johar Damiri 2, Dini Destiani 3 Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No.
APLKASI SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK MENDIAGNOSA AWAL PENYAKIT JANTUNG
APLKASI SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK MENDIAGNOSA AWAL PENYAKIT JANTUNG Leo Willyanto Santoso 1, Agustinus Noertjahyana 2, Ivan Leonard 3 1,2 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ketersediaan dokter ahli dan tenaga medis relatif masih kurang khususnya di daerah-daerah pelosok dan terpencil. Hal ini membuat masyarakat mengalami kesulitan dalam
BAB I PENDAHULUAN. produksi secara keseluruhan sangat ditentukan oleh pemilihan jenis perlengkapan
1 BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perlengkapan penanganan bahan merupakan bagian terpadu perlengkapan mekanis dalam setiap usaha industri modern. Dalam setiap perusahaan proses produksi secara keseluruhan
APLIKASI DIAGNOSA PENYAKIT ANAKMELALUI SISTEM PAKAR MENGGUNAKAN JAVA 2 MICRO EDITION YOSEPHIN ERLITA KRISTANTI
APLIKASI DIAGNOSA PENYAKIT ANAKMELALUI SISTEM PAKAR MENGGUNAKAN JAVA 2 MICRO EDITION YOSEPHIN ERLITA KRISTANTI Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma ABSTRAK Hampir tidak ada penyakit anak yang
SISTEM PAKAR BERBASIS MOBILE UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT PADA GINJAL
SISTEM PAKAR BERBASIS MOBILE UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT PADA GINJAL Achmad Solichin Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Budi Luhur Jl. Ciledug Raya, Petukangan Utara, Jakarta Selatan,
SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA GEJALA DEMAM UTAMA PADA ANAK MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA GEJALA DEMAM UTAMA PADA ANAK MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING Putri Endah Sulistya Rini 1, Yuri Ariyanto Teknologi Informasi, Teknologi Informatika, Politeknik Negeri Malang
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
12 BAB 1 PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Masalah Komputer telah berkembang sebagai alat pengolah data, penghasil informasi dan turut berperan dalam pengambilan keputusan. Bahkan para ahli komputer masih
Feriani A. Tarigan Jurusan Sistem Informasi STMIK TIME Jln. Merbabu No. 32 AA-BB Medan
Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Ginjal dengan Metode Backward Chaining Feriani A. Tarigan Jurusan Sistem Informasi STMIK TIME Jln. Merbabu No. 32 AA-BB Medan Abstrak Sistem pakar adalah sistem berbasis
TAKARIR. : pelacakan yang dimulai dari tujuan, selanjutnya. dicari aturan yang memiliki tujuan tersebut untuk. kesimpulannya
TAKARIR Analysis Artificial Intelligence Backward chaining : analisis : kecerdasan buatan : pelacakan yang dimulai dari tujuan, selanjutnya dicari aturan yang memiliki tujuan tersebut untuk kesimpulannya
SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK DIAGNOSA AWAL PENYAKIT THT
SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK DIAGNOSA AWAL PENYAKIT THT Wahyu Prabowo 1), Muhammad Arief Widyananda 2), Bagus Santoso 3) Laboratorium Komputasi dan Sistem Cerdas, Jurusan Teknologi Informatika Fakultas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Akhir-akhir ini, jumlah perokok aktif di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia berada di urutan ketiga dengan
SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KEJIWAAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR (STUDI KASUS RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA)
SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KEJIWAAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR (STUDI KASUS RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA) Charles Jhony Mantho Sianturi STMIK Potensi Utama Jl. K.L. Yos Sudarso
BAB 1 PENDAHULUAN. (Mycobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman TB menyerang paru-paru,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang TB Paru masih menjadi masalah kesehatan yang mendunia. Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). Sebagian
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KELAMIN PADA PRIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR BERBASIS WEB
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KELAMIN PADA PRIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR BERBASIS WEB Bima Dwi Kurnianto 1), Dawam Zainul Husna 2), Ziyan Basyarah Mansyur 3) 1), 2), 3)
SISTEM PAKAR DETEKSI AWAL PENYAKIT TUBERKULOSIS DENGAN METODE BAYES
KLOROFIL Vol. 1 No. 1 2017: 17-23 ISSN 2598-6015 SISTEM PAKAR DETEKSI AWAL PENYAKIT TUBERKULOSIS DENGAN METODE BAYES YUSUF RAMADHAN NASUTION KHAIRUNA Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri
PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT MATA MANUSIA
PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT MATA MANUSIA Meilisa Roslina Simamora Jurusan Sistem Informasi STMIK PalComTech Palembang Abstrak Mata sebagai jendela dunia
KUESIONER PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN TUBERKULOSIS PARU DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS 1 DAN RUMAH TAHANAN KELAS 1 MEDAN
KUESIONER PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN TUBERKULOSIS PARU DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS 1 DAN RUMAH TAHANAN KELAS 1 MEDAN NOMOR RESPONDEN PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER Berikut
1.3 Batasan Masalah Adapun batasan masalahnya adalah sebagai berikut: 1. Uji coba perangkat lunak
1 1.1 penyakit. Selain itu, ikan nila memiliki toleransi yang luas terhadap kondisi lingkungan serta memiliki kemampuan yang efesien dalam membentuk protein dari bahan organik, limbah domestik, dan pertanian.
PENGENALAN JENIS PENYAKIT TELINGA HIDUNG DAN TENGGOROKAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT THT
PENGENALAN JENIS PENYAKIT TELINGA HIDUNG DAN TENGGOROKAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT THT Litten Andika Br. Tamba 1), Rio Yuliantoro 2) 1),2 ) Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT SAPI DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR BERBASIS ANDROID
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT SAPI DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR BERBASIS ANDROID Swono Sibagariang Universitas Sumatera Utara Jl. dr. Mansur No. 9 Padang Bulan Medan e-mail : [email protected]
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan dunia. Pada tahun 2012 diperkirakan 8,6 juta orang terinfeksi TB dan 1,3 juta orang meninggal karena penyakit ini (termasuk
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR M. Zainal Arifin 1, Siti Nurhayati 2, Adri Raidyarto 3 Program Studi Sistem Informasi Universitas Yapis Papua Jl. DR. Samratulangi,
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 1.1 Kerangka Berpikir Pneumonia merupakan penyakit mematikan yang kurang ditanggapi serius oleh masyarakat, padahal penyakit ini selalu berada pada daftar 10 penyakit terbesar
SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT MALARIA BERBASIS WEB
SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT MALARIA BERBASIS WEB Berlin P. Sitorus Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Satya Negara Indonesia E-Mail: [email protected] ABSTRAK Perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. yaitu dengan suatu media konsultasi yang bersifat online. mengemukakan pesoalan-persoalan yang terjadi kemudian pakar akan
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Media konsultasi merupakan sebuah media atau sarana untuk berkomunikasi atau berinteraksi antara seorang pakar dengan pengguna. Dalam bidang medis kegiatan konsultasi
SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT PADA TANAMAN ANGGREK MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR
SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT PADA TANAMAN ANGGREK MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR Bambang Yuwono, Wiwid Puji Wahyuningsih, Hafsah Jurusan Teknik Informatika UPN Veteran Yogyakarta
APLIKASI PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GIGI MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS MOBILE
Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2017 STMIK STIKOM Bali, 10 Agustus 2017 APLIKASI PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GIGI MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS MOBILE Evi Dewi Sri Mulyani 1), N. Nelis
BAB I PENDAHULUAN. pada saat ini. Internet atau yang sering disebut sebagai dunia maya bukanlah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Saat ini penggunaan teknologi dan informasi sangat diperlukan bagi setiap perusahaan atau instansi. Untuk mengelola informasi dibutuhkan teknologi yang baik,
PEMANFATAN TEOREMA BAYES DALAM PENENTUAN PENYAKIT THT
PEMANFATAN TEOREMA BAYES DALAM PENENTUAN PENYAKIT THT Sri Winiarti Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Email : [email protected] ABSTRAK Dalam
PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING PADA SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI HEWAN VERTEBRATA BERDASARKAN MORFOLOGI BERBASIS WEBSITE
PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING PADA SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI HEWAN VERTEBRATA BERDASARKAN MORFOLOGI BERBASIS WEBSITE Nama : Marisha Ayuardini NPM : 14112446 Jurusan : Sistem Informasi Fakultas : Ilmu
BAB I PENDAHULUAN. seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks. Hal ini yang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan komputer dewasa ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks. Hal ini yang
Penemuan PasienTB. EPPIT 11 Departemen Mikrobiologi FK USU
Penemuan PasienTB EPPIT 11 Departemen Mikrobiologi FK USU 1 Tatalaksana Pasien Tuberkulosis Penatalaksanaan TB meliputi: 1. Penemuan pasien (langkah pertama) 2. pengobatan yang dikelola menggunakan strategi
Aplikasi Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Gangguan Pernafasan pada Anak Menggunakan Metode CF (Certainty Factor)
Jurnal Komputer Terapan Vol. 2, No. 2, November 2016, 159-168 159 Jurnal Politeknik Caltex Riau http://jurnal.pcr.ac.id Aplikasi Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Gangguan Pernafasan pada Anak Menggunakan
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1 Analisa Sistem Kendala-kendala yang dihadapi pada sistem yang sedang berjalan yaitu : 1. Sebagian besar masyarakat tidak perduli akan penyakit yang dideritanya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak dilahirkan hingga tumbuh dewasa manusia diciptakan dengan kecerdasan yang luar biasa, kecerdasan juga akan berkembang dengan pesat. Kecerdasan tersebut yang dapat
PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK MENDETEKSI HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN CENGKEH BERBASIS WEBSITE
PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK MENDETEKSI HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN CENGKEH BERBASIS WEBSITE 1 Endriyono, 2 Sri Winiarti (0516127501) 1,2 Program Studi Teknik Informatika Universitas Ahmad Dahlan
Aplikasi Metode ForwardChaining Untuk Mengidentifikasi Jenis Penyakit Pada Kucing Persia
Aplikasi Metode ForwardChaining Untuk Mengidentifikasi Jenis Penyakit Pada Kucing Persia Ferdio Grady Susanto 1, SusanaLimanto 1, dan Marcellinus Ferdinand Suciadi 1 1 Universitas Surabaya, Surabaya, Jawa
Rancang Bangun Sistem Pakar Pendiagnosa Penyakit Demam Typhoid dan Demam Berdarah Dengue dengan Metode Forward Chaining
Rancang Bangun Sistem Pakar Pendiagnosa Penyakit Demam Typhoid dan Demam Berdarah Dengue dengan Metode Forward Chaining Benny Wijaya, Maria Irmina Prasetiyowati Program Studi Teknik Informatika, Universitas
PENANGANAN DAN PENCEGAHAN TUBERKULOSIS. Edwin C4
PENANGANAN DAN PENCEGAHAN TUBERKULOSIS Edwin 102012096 C4 Skenario 1 Bapak M ( 45 tahun ) memiliki seorang istri ( 43 tahun ) dan 5 orang anak. Istri Bapak M mendapatkan pengobatan TBC paru dan sudah berjalan
Tema Lomba Infografis Community TB HIV Care Aisyiyah 2016
Tema Lomba Infografis Community TB HIV Care Aisyiyah 2016 TEMA 1 : Tuberkulosis (TB) A. Apa itu TB? TB atau Tuberkulosis adalah Penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberkulosis. Kuman
IMPLEMENTASI SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT DENGAN GEJALA DEMAM MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR
IMPLEMENTASI SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT DENGAN GEJALA DEMAM MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR Daniel, Gloria Virginia Teknik Informatika Universitas Kristen Duta Wacana Email: [email protected],
Jurnal Ilmiah d ComPutarE Volume 5 Edisi Juni 2015
SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT HIDUNG PADA RSUD SAWERIGADING PALOPO MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR (CF) Fajar Novriansyah Yasir Program Studi Teknik Informatika Universitas Cokroaminoto Palopo
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Obat merupakan substansi yang dapat mengurangi gejala hingga menyembuhkan penyakit. Obat-obatan banyak yang beredar dan dijual bebas di pasaran. Ada yang bebas dibeli,
Jurnal Komputasi. Vol. 1, No. 1, April Pendahuluan. Hal 1 dari 90
Pengembangan Sistem Pakar Berbasis Web Mobile untuk Mengidentifikasi Penyebab Kerusakan Telepon Seluler dengan Menggunakan Metode Forward dan Backward Chaining 1 Wamiliana 2 Aristoteles 3 Depriyanto 1
