SISTEM TUTORIAL ADAPTIF : NEURO FUZZY DALAM PENENTUAN HASIL BELAJAR
|
|
|
- Ridwan Pranoto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 SISTEM TUTORIAL ADAPTIF : NEURO FUZZY DALAM PENENTUAN HASIL BELAJAR I Gede Santi Astawa Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana [email protected] ABSTRAK Penilaian menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung sifat adaptif dari sistem tutorial adaptif. Penilaian sangat bergantung pada standard aturan penilaian guru, namun setiap guru cenderung memiliki standard penilaian yang berbeda-beda. Dalam penelitian ini, tahap belajar dibagi ke dalam empat tahap yaitu tahap membaca, memahami, mencoba, dan melatih, dimana pada setiap tahap siswa diwajibkan mengerjakan beberapa soal dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan. Aturan penilaian didasarkan pada faktor nilai dan waktu latihan pada setiap tahap belajar siswa. Dalam memenuhi standard aturan penilaian dari guru, digunakan metode neuro fuzzy yang mampu melakukan penalaran dan juga secara automatis mempelajari aturan guru dari data-data penilaian guru tersebut sebelumnya. Kata kunci : Penilaian, neuro fuzzy. ABSTRACT Assessment becomes very important to support the adaptive nature of the adaptive tutorial systems. Assessment relies on the standard rules of teachers, but every teacher have a different standard in assessment. In this study, the learning process divided into four phases, namely the stage read, understand, tried, and the train stage, where at each stage students are required to work on some problems with adjustable levels of difficulty. Scoring rules are based on the value factor and exercise time at each stage of student learning. In learning the standard rules of teacher assessment, neuro-fuzzy method is used because this method able to perform reasoning and also automatically learn the rules of teachers from teacher assessment data beforehand. Keys : Assessment, neuro fuzzy. 1
2 PENDAHULUAN Kecemasan siswa merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi hasil belajar siswa[1]. Beberapa hal berpengaruh pada kecemasan dalam diri siswa, seperti tegang saat mengerjakan soal atau saat kelas dimulai, pesimis akan kemampuannya, khawatir jika hasil pekerjaannya buruk, dan juga ketakutan akan ditertawakan oleh teman yang lainnya [2,3]. Kecemasan juga muncul dari faktor di luar diri siswa, seperti: cerita buruk mengenai suatu mata pelajaran,sikap guru, dan juga tingkat persaingan di kelas yang siswa rasakan[1]. Metode belajar mandiri berbantuan komputer dalam proses pembelajaran dikembangkan untuk mengatasi permasalahan kecemasan siswa dalam belajar di kelas. Kombinasi metode kecerdasan buatan, pengetahuan kognitif, dan teknologi modern pada proses pembelajaran akan menghasilkan sebuah sistem pembelajaran yang efektif yang selanjutnya dikenal dengan istilah Intelligent Computer-Aided Instruction (ICAI)[4]. Pada beberapa penelitian ICAI dihubungkan dengan sistem yang meggunakan konten pembelajaran dan strategi pengajaran sebagai basis data pengetahuan, kemudian menggunakan penalaran berdasarkan pemahaman siswa untuk secara dinamis melakukan adaptasi pada proses pembelajaran, sistem ini dikenal dengan sistem tutorial adaptif [5,6]. Fokus penelitian pada sistem tutorial adaptif adalah bagaimana melakukan penalaran berdasarkan pada pemahaman siswa, karena tidak ada aturan yang jelas dan berlaku umum dalam menilai performa belajar siswa. Hal ini disebabkan karena setiap guru memiliki standar penilaian yang berbeda-beda, dan setiap mata pelajaran juga menuntut tingkat pemahaman yang berbedabeda[7]. Beberapa metode digunakan untuk melakukan penalaran pemahaman siswa, seperti metode berbasis aturan yang dikembangkan oleh Liegle dan Woo (1999) dan juga oleh Zarlis (2000), kemudian Conati (2002) menambahkan perhitungan tingkat kepastian dari kesimpulan yang dihasilkan[8,5,9]. Hasil penalaran yang baik adalah keunggulan dari metode ini karena aturan-aturan yang digunakan diambil langsung dari pakar di bidangnya. Akan tetapi aturan yang digunakan belum tentu mampu memenuhi standar semua guru dan mata pelajaran. Metode lain yang dikembangkan adalah metode jaringan syaraf tiruan atau kombinasinya dengan metode logika fuzzy. Seperti penelitian Stathacopoulou dan Magoulas, yang menggunakan neural network, dan neuro fuzzy dalam menentukan kategori kemajuan tingkat pengetahuan siswa[10]. Sevarac (2006) juga menggunakan metode neuro fuzzy dalam menentukan kelas hasil belajar siswa[7]. Dan juga penelitian yang dilakukan Nyen (2009) yang menggunakan metode adaptif neuro fuzzy dalam menentukan kategori performa belajar siswa[11]. Keunggulan metode jaringan syaraf tiruan dalam mempelajari lingkungannya, dan kemampuan logika fuzzy dalam melakukan penalaran menjadikan sistem yang dihasilkan mampu beradaptasi dalam memenuhi standar guru dan standar mata pelajaran[12]. Sistem juga dapat dirancang dengan memperhatikan banyak faktor penilaian tanpa harus menanyakan aturan-aturan yang kemungkinan besar tidak dapat diungkapkan oleh guru. 1. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode neuro fuzzy dalam menghitung tingkat kelulusan siswa yang nilainya berkisar antara nol sampai satu (0 untuk pasti tidak lulus dan 1 untuk pasti lulus). Karena hasilnya berupa tingkat kelulusan yang memiliki kisaran 2
3 nilai antara 0 sampai dengan 1, maka sistem diharapkan mampu digunakan untuk beberapa materi pelajaran yang menuntut tingkat kelulusan yang berbedabeda. Struktur jaringan neuro fuzzy yang digunakan dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Struktur jaringan neuro fuzzy Pada gambar 1, jaringan neuro fuzzy memiliki empat lapisan sebagai berikut: Lapisan pertama adalah lapisan masukan, berisi nilai crisp dari masing-masing masukan. Lapisan kedua berisi nilai fuzzy dari masing-masing masukan, dengan menggunakan fungsi segitiga sebagai fungsi keanggotaan fuzzy. Lapisan ketiga merupakan kombinasi dari semua nilai fuzzy yang mungkin. Operator yang digunakan adalah operator AND. Lapisan keempat merupakan keluaran sistem neuro fuzzy, untuk menghitung nilai keluaran pada jaringan neural ini digunakan fungsi sigmoid sehingga didapatkan nilai keluaran yang berkisar antara 0 sampai 1. Pembelajaran jaringan neuro fuzzy menggunakan metode backpropagation dilakukan untuk menentukan bobot-bobot diantara lapisan ketiga dan keempat untuk setiap tahap belajar. Sehingga setiap tahap belajar memiliki kombinasi bobot yang berbeda sesuai dengan data penilaian yang sebelumnya diberikan oleh guru. Di bawah ini adalah algoritma backpropagation, [12] : Inisialisasi bobot (ambil secara random dengan nilai yang cukup kecil), Toleransi rata-rata dari harga mutlak kesalahan, dan kecepatan pembelajaran (α) yang digunakan. Hitung rata-rata dari harga mutlak kesalahan yang terjadi berdasarkan bobot-bobot yang telah dibangkitkan, dengan merambatkan maju semua data pelatihan. Kerjakan langkah-langkah berikut selama rata-rata dari harga mutlak kesalahan > toleransi rata-rata dari harga mutlak kesalahan: 1. Untuk setiap pasangan data pembelajaran, kerjakan: Forward - Masing-masing unit pada tiap lapisan menjumlahkan sinyal-sinyal input terbobot yang diterimanya kemudian menghitung nilai keluarannya sesuai dengan fungsi aktivasi yang dimilikinya, dan meneruskan nilai keluaran tersebut ke lapisan berikutnya. - Masing-masing unit keluaran menjumlahkan sinyal-sinyal input terbobot yang diterimanya kemudian menghitung nilai keluarannya (y) sesuai dengan fungsi aktivasi yang dimilikinya. Backward - Masing-masing unit keluaran menerima target yang berhubungan dari data pelatihan yang dimiliki. Nilai target dan nilai keluaran pada tahap forward kemudian dibandingkan untuk mendapatkan nilai kesalahan (e) yang terjadi. - Hitung gradient error untuk setiap neuron pada lapisan keluaran, dengan rumus k p yk p 1 yk p ek p Kemud ian hitung nilai perbaikan bobotnya dengan rumus w p y p p. Dan jk j tambahkan nilai dari perbaikan bobot ini pada nilai bobot yang bersesuaian. - Hitung gradient error untuk setiap neuron pada lapisan tersembunyi, dengan rumus k 3
4 j p y p y p j l 1 j k p w jk p. k 1 Kemudian hitung nilai perbaikan bobotnya dengan rumus w p x p p. Dan ij i tambahkan nilai dari perbaikan bobot ini pada nilai bobot yang bersesuaian. 2. Hitung rata-rata dari harga mutlak kesalahan untuk semua data pelatihan yang dimiliki berdasarkan boot-bobot yang baru diperbaiki. 3. Simpan bobot-bobot hasil pelatihan. IMPLEMENTASI Tujuan sistem adalah untuk mengambil aturan penilaian dari seorang guru menggunakan metode neuro fuzzy. Untuk mendukung tujuan ini dibuatkan tampilan seperti terlihat pada gambar 2 yang dapat digunakan guru dalam melakukan pelatihan jaringan neuro fuzzy yang sudah dirancang. Gambar 2. Tampilan untuk melatih jaringan neuro fuzzy Langkah pertama yang dilakukan guru dalam proses pelatihan ini adalah memberikan data-data pelatihan pada bagian yang ditandai dengan angka 1, apabila seorang guru sudah selesai memasukkan semua data pelatihan, maka guru tersebut dapat melihat semua data pelatihan pada bagian yang ditandai dengan angka 2. Bagian yang ditandai dengan angka 3 merupakan penjelasan tentang proses pelatihan, seperti perkiraan waktu latihan, dan toleransi kesalahan dalam proses pelatihan. Setelah proses j pelatihan jaringan ineuro fuzzy selesai, maka kombinasi bobot-bobot jaringan neuro fuzzy yang didapatkan ditampilkan pada bagian yang ditandai dengan angka 4. Proses pelatihan seperti terlihat pada gambar 2, digunakan untuk melatih dan mendapatkan kombinasi bobot pada setiap tahap belajar, yaitu tahap membaca, tahap soal pemahaman, dan tahap soal latihan. 2. Hasil dan Pembahasan Salah satu tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk menganalisa tingkat keberhasilan metode neuro fuzzy dalam mengambil aturan dari guru dalam melakukan penilaian dan menentukan tingkat kelulusan siswa berdasarkan aturan yang sudah dipelajari. Untuk melakukan penelitian ini, pertama-tama diambil data-data penilaian kelulusan dari seorang guru. Guru diperlihatkan materi dan soal yang dikerjakan siswa, kemudian diberikan 30 sampai 50 data nilai dan waktu siswa dalam mengerjakannya, setelah memahami maksud data guru tersebut diminta menentukan siswa-siswa mana saja yang lulus dan mana yang tidak lulus. Sehingga didapatkan datadata penilaian kelulusan dari guru tersebut. Ada dua tahap dalam penelitian tingkat keberhasilan metode neuro fuzzy dalam penelitian ini, yaitu: pengujian metode neuro fuzzy dalam menentukan nilai kepercayaan tingkat kelulusan siswa dan pengujian metode neuro fuzzy dalam mengambil aturan penilaian dari beberapa orang guru yang berbeda Pengujian sistem dalam menilai tingkat kelulusan siswa Data-data penilaian dipelajari oleh jaringan neuro fuzzy yang dimiliki sistem dengan toleransi kesalahan rata-rata sebesar 0.001, kemudian diperoleh hasil pada tabel 1. Tabel 1. Bobot-bobot pada jaringan yang telah dilatih 4
5 Data α=0,01 pelatihan 30 data w11= -6,8047 w21= -6,8064 w31= -6,5885 w41= 6,5568 w51= 5,5575 w61= -15,7076 w71= 6,5572 w81= 6,7082 w91= 14, data w11= -6,9138 w21= -6,8362 w31= -6,5568 w41= 6,5568 w51= 5,6475 w61= -15,7122 w71= 6,5573 w81= 6,7182 w91= 14, data w11= -6,9047 w21= -6,8364 w31= -6,5885 w41= 6,5568 w51= 5,6575 w61= -15,7088 w71= 6,557 w81= 6,7182 w91= 14,4626 α=0,1 w11= -6,8364 w21= -6,8064 w31= -6,4918 w41= 6,4918 w51= 5,6575 w61= -15,7088 w71= 6,5565 w81= 6,7181 w91= 14,4716 w11= -6,9057 w21= -6,8364 w31= -6,5585 w41= 6,5561 w51= 5,6575 w61= -15,7088 w71= 6,557 w81= 6,7172 w91= 14,4656 w11= -6,9047 w21= -6,8364 w31= -6,5885 w41= 6,5568 w51= 5,6575 w61= -15,7088 w71= 6,557 w81= 6,7182 w91= 14,4626 Setelah selesai mempelajari tingkat kelulusan dari data penilaian guru, selanjutnya jaringan neuro fuzzy diujikan pada data nilai antara 70 sampai 100, dan waktu antara detik. Gambar 3 sampai gambar 5 berikut ini adalah hasil dari pengujian yang dilakukan. Gambar 3. Hasil pengujian jaringan dengan 30 data pelatihan Gambar 4. Hasil pengujian jaringan dengan 40 data pelatihan Gambar 5. Hasil pengujian jaringan dengan 50 data pelatihan Pada gambar 3 sampai gambar 5 dapat dilihat bahwa tingkat kelulusan bernilai satu untuk nilai diatas 90. Untuk nilai belajar 90, apabila waktunya kurang dari 500 detik maka kelulusan adalah satu, sedangkan untuk waktu diatas 500 detik tingkat kelulusannya turun secara linear terhadap waktu. Begitu juga untuk nilai belajar 88 dan 86, waktu sangat mempengaruhi tingkat kelulusan siswa. Untuk nilai di bawah 84 maka tingkat kelulusannya adalah nol. Jadi dapat disimpulkan bahwa tingkat kelulusan akan semakin membesar apabila nilai semakin besar atau waktu semakin kecil, 5
6 hal ini sesuai dengan karakteristik dari tingkat kelulusan yang diinginkan. Dari gambar 8 sampai gambar 10 juga terlihat bahwa semakin banyak data pelatihan yang digunakan maka hasilnya semakin baik. Dari pengujian yang dilakukan di atas, dapat disimpulkan bahwa Berdasarkan hasil ketiga percobaan di atas, dapat disimpulkan bahwa metode neuro fuzzy dapat digunakan sebagai penentu tingkat kelulusan siswa. Dan semakin banyak variasi data yang digunakan dalam proses pelatihan, maka hasil yang didapatkan akan semakin mendekati aturan yang sebenarnya Pengujian sistem dalam mengambil aturan penilaian dari beberapa orang guru yang berbeda. Selanjutnya dilakukan penelitian menggunakan metode neuro fuzzy untuk mengambil aturan penilaian dari beberapa data penilaian pada kasus yang sama. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan metode neuro fuzzy dalam mengakuisisi aturan penilaian dari seorang guru. Untuk melakukan pengujian ini, pertama diambil data-data penilaian dari beberapa orang guru yang berbeda, selanjutnya data-data tersebut dilatihkan pada jaringan neuro fuzzy yang sudah dirancang. Kombinasi bobot hasil pelatihan digunakan untuk menilai data nilai belajar antara 70 sampai 100, dengan waktu belajar antara 30 sampai 200 detik. Hasil penilaian jaringan neuro fuzzy akan menunjukkan hubungan antara tingkat kelulusan dengan nilai belajar dan hubungan antara tingkat kelulusan dengan waktu belajar. Dari hasil penilaian jaringan neuro fuzzy didapatkan aturanaturan penilaian dengan nilai belajar dan waktu sebagai fakta dan tingkat kelulusan sebagai kesimpulannya. Tingkat keberhasilan dari pengujian ini dilihat dari kesamaan hasil penilaian guru dengan hasil berdasarkan aturan yang didapatkan untuk semua data penilaian yang digunakan. Dari pengujian yang dilakukan didapatkan hasil aturan-aturan guru yang dipelajari jaringan neuro fuzzy seperti terlihat pada tabel 4. Tabel 2. Aturan penilaian hasil pelatihan jaringan neuro fuzzy Data Aturan dengan neuro fuzzy guru A Apabila nilai lebih besar dari 92, maka kesimpulan penilaiannya adalah pasti lulus. Apabila nilai 90, maka tingkat kepercayaan kelulusan berkisar antara 0,5 sampai 1 tergantung pada waktu yang digunakan. Apabila nilai antara 80 sampai 88, maka tingkat kepercayaan kelulusan berkisar antara 0 dan 1 tergantung pada waktu yang digunakan dengan batas waktu lulus adalah 62 detik. Apabila nilai 78, maka tingkat kepercayaan kelulusan berkisar antara 0 sampai 0,5 tergantung pada waktu yang digunakan. Apabila nilai lebih kecil dari 76, maka kesimpulan penilaiannya adalah pasti tidak lulus. B Nilai siswa 92 ke atas, tingkat kelulusannya 1, Nilai siswa 76 ke bawah, tingkat kelulusannya 0. Nilai siswa 90, tingkat kelulusan antara 0,76 sampai 1 bergantung pada waktu. Nilai siswa 78, tingkat kelulusan antara 0-0,35 bergantung pada waktu. Nilai siswa 80-88, tingkat kelulusan antara 0-1 bergantung pada waktu. C Nilai siswa 80 ke atas, tingkat kelulusannya adalah 1. Nilai siswa 76 ke bawah, tingkat kelulusannya adalah 0. Nilai siswa 78, tingkat kelulusannya 0,35. D Sama dengan aturan penilaian data A. E Nilai siswa 92 ke atas, tingkat kelulusannya adalah 1. Nilai siswa 88 ke bawah, tingkat kelulusannya adalah 0. Nilai siswa 90, tingkat kelulusan sekitar 0,55. 6
7 Aturan-aturan pada tabel 4 kemudian diuji dengan data penilaian guru yang sebelumnya digunakan sebagai data pelatihan. Dari semua data belajar siswa yang digunakan, hasil penilaian oleh guru dan hasil penilaian berdasarkan aturan yang diperoleh menunjukkan bahwa metode neuro fuzzy dapat digunakan sebagai metode untuk mengambil aturan penilaian kelulusan dari guru yang berbeda-beda. KESIMPULAN Dari penelitian yang sudah dilakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Nilai tingkat kelulusan yang dihasilkan oleh metode neuro fuzzy sesuai dengan sifat tingkat kelulusan, dimana tingkat kelulusan akan semakin besar apabila nilai belajar semakin besar atau waktu belajar semakin cepat. 2. Pada lima kasus guru yang berbeda, hasil penilaian menggunakan aturan penilaian yang didapatkan dengan metode neuro fuzzy sama dengan hasil penilaian dari guru. Sehingga dapat dikatakan bahwa metode neuro fuzzy yang dirancang dapat digunakan sebagai metode dalam mengambil atau mengakuisisi aturan penilaian dari seorang guru. Penelitian ini masih jauh dari kata sempurna, adapun kelemahan dari penelitian ini adalah, sistem dalam penelitian ini menggunakan metode neuro fuzzy sebagai metode untuk mengambil aturan penilaian seorang guru. Rata-rata waktu yang diperlukan untuk pelatihan jaringan neural relatif lama (kurang lebih 5-10 menit), akan tetapi mengingat keterbatasan waktu penelitian, hal ini belum dibahas di dalam penelitian. SARAN Mengacu pada kelemahan yang telah diuraikan pada subbab sebelumnya maka untuk menyempurnakan hasil penelitian ini dimungkinkan melakukan penelitian lebih lanjut. Hal-hal yang dapat dikembangkan dari hasil penelitian ini adalah, dilakukan penelitian untuk menyelidiki struktur jaringan neural, algoritma pelatihan jaringan neural, atau fungsi keanggotaan fuzzy yang tepat, agar dapat lebih mempercepat proses pelatihan jaringan neural dalam mengambil aturan penilaian guru. DAFTAR PUSTAKA [1] Abdurrahman, M., 1999, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta : Rineka Cipta. [2] Elliot, S.N., Kratochwill, T.R., Litllefield, J., Travers, J.F., 1996, EducationalPsychology. Second edition, Madition : Brown dan Benchmark Company. [3] Indiyani. N.E., Listiara, A., 2006, Efektivitas Metode Pembelajaran Gotong Royong(Cooperative Learning) untuk Menurunkan Kecemasan Siswa dalam Menghadapi Pelajaran Matematika, Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro Vol.3, No. 1, Hal [4] Molnar A., 1997, Computers in education: A brief history. THE Journal, 24, diakses tanggal 14 January [5] Zarlis, M., 2000, Sistem Tutorial Cerdas dalam Pengajaran Kaidah Berangka bagi Penyelesaian Model Matematik Kamiran dalam Fisik, Disertasi, Universiti Sains Malaysia. [6] Korhan, G., 2006, Intelligent Tutoring Systems for Education, Tesis, Graduate School of Natural and Applied Sciences, Dokuz Eyl ul University. [7] Sevarac, Z., 2006, Neuro Fuzzy Reasoner for Student Modeling, Advance Learning Technologies, Sixth International Conference. 5-7 Juli Kerkrade, pp [8] Liegle, J. O., Woo, H. G., 1999, Developing Adaptive Intelligent Tutoring 7
8 Systems: A General Framework and Its Implementations, Departement of Computer Information Systems, Georgia State University, USA. [9] Conati, C., Gertner, A., Vanlehn, K., 2002, Using Bayesian Networks to Manage Uncertainty in Student Modeling, ARPA s Computer Aided Education and Training Initiative, Departement of Computer Science, University of British Columbia. [10] Stathacopoulou, R., Magoulas, G.D., Grigoriadou, M., Samarakou, M., 2005, Neurofuzzy knowledge processing in intelligent learning environments for improved student diagnosis. Information Sciences 170 (2-4) [11] Nyen,Y.C., 2009, Reasoning Of The Student s Performance Based On Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System, Tesis, Faculty of Computer Science and Information Systems, Universiti Teknologi Malaysia. [12] Negnevitsky, M., 2002, Artificial Intelligence : a guide to intelligent systems, Pearson Education, Inc., England. 8
PENERAPAN LOGIKA FUZZY DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA SISTEM PENILAIAN BERBASIS KOMPUTER. Oleh
PENERAPAN LOGIKA FUZZY DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA SISTEM PENILAIAN BERBASIS KOMPUTER Oleh I Gede Santi Astawa Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas MIPA, Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran, Badung
JURNAL GAUSSIAN, Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012, Halaman Online di:
JURNAL GAUSSIAN, Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012, Halaman 31-40 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian ANALISIS DATA RUNTUN WAKTU DENGAN METODE ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM
PREDIKSI CURAH HUJAN DI KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
PREDIKSI CURAH HUJAN DI KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Yudhi Andrian 1, Erlinda Ningsih 2 1 Dosen Teknik Informatika, STMIK Potensi Utama 2 Mahasiswa Sistem Informasi, STMIK
BAB 2 LANDASAN TEORI. fuzzy logic dengan aplikasi neuro computing. Masing-masing memiliki cara dan proses
8 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Neuro Fuzzy Neuro-fuzzy sebenarnya merupakan penggabungan dari dua studi utama yaitu fuzzy logic dengan aplikasi neuro computing. Masing-masing memiliki cara dan proses
PERAMALAN BEBAN LISTRIK JANGKA PENDEK DI BALI MENGGUNAKAN PENDEKATAN ADAPTIVE NEURO-FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS)
PERAMALAN BEBAN LISTRIK JANGKA PENDEK DI BALI MENGGUNAKAN PENDEKATAN ADAPTIVE NEURO-FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS) L K Widyapratiwi 1, I P A Mertasana 2, I G D Arjana 2 1 Mahasiswa Teknik Elektro, Fakultas
VOL. 01 NO. 02 [JURNAL ILMIAH BINARY] ISSN :
PENERAPAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI JUMLAH PRODUKSI AIR MINUM MENGGUNAKAN ALGORITMA BACKPROPAGATION (STUDI KASUS : PDAM TIRTA BUKIT SULAP KOTA LUBUKLINGGAU) Robi Yanto STMIK Bina Nusantara
BAB 2 KONSEP DASAR PENGENAL OBJEK
BAB 2 KONSEP DASAR PENGENAL OBJEK 2.1 KONSEP DASAR Pada penelitian ini, penulis menggunakan beberapa teori yang dijadikan acuan untuk menyelesaikan penelitian. Berikut ini teori yang akan digunakan penulis
T 11 Aplikasi Model Backpropagation Neural Network Untuk Perkiraan Produksi Tebu Pada PT. Perkebunan Nusantara IX
T 11 Aplikasi Model Backpropagation Neural Network Untuk Perkiraan Produksi Tebu Pada PT. Perkebunan Nusantara IX Oleh: Intan Widya Kusuma Program Studi Matematika, FMIPA Universitas Negeri yogyakarta
Artificial Intelligence. uthie 1
Artificial Intelligence uthie 1 Cabang-cabang AI 1. Logical AI Logika (matematis) yang merepresentasikan sekumpulan fakta dan tujuan ---> RUANG KEADAAN: Graph Tree uthie 2 Cabang-cabang AI 2. Search Pencarian
ANALISIS PENAMBAHAN NILAI MOMENTUM PADA PREDIKSI PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION
ANALISIS PENAMBAHAN NILAI MOMENTUM PADA PREDIKSI PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION Eka Irawan1, M. Zarlis2, Erna Budhiarti Nababan3 Magister Teknik Informatika, Universitas Sumatera
PREDIKSI PENDAPATAN ASLI DAERAH KALIMANTAN BARAT MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION
PREDIKSI PENDAPATAN ASLI DAERAH KALIMANTAN BARAT MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION Dwi Marisa Midyanti Sistem Komputer Universitas Tanjungpura Pontianak Jl Prof.Dr.Hadari Nawawi, Pontianak
oleh WAHYUNI PUTRANTO NIM. M SKRIPSI ditulis dan diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Sains Matematika
PERBANDINGAN METODE GRADIENT DESCENT DAN GRADIENT DESCENT DENGAN MOMENTUM PADA JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION DALAM PERAMALAN KURS TENGAH RUPIAH TERHADAP DOLAR AMERIKA oleh WAHYUNI PUTRANTO NIM.
PERAMALAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN ELMAN DENGAN ALGORITME GRADIENT DESCENT ADAPTIVE LEARNING RATE
PERAMALAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN ELMAN DENGAN ALGORITME GRADIENT DESCENT ADAPTIVE LEARNING RATE oleh BETA VITAYANTI M0110012 SKRIPSI Ditulis dan diajukan untuk
PERBANDINGAN BEBERAPA MODEL UNTUK KINERJA ALGORITMA BACKPROPAGATION COMPARISON OF SOME MODEL FOR PEFORMANCE IMPROVEMENT IN BACKPROPAGATION ALGORITHM
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol.6 No. 2, Desember 217 : 8-91 PERBANDINGAN BEBERAPA MODEL UNTUK KINERJA ALGORITMA BACKPROPAGATION COMPARISON OF SOME MODEL FOR PEFORMANCE IMPROVEMENT IN BACKPROPAGATION
Penerapan Logika Samar dalam Peramalan Data Runtun Waktu
Penerapan Logika Samar dalam Peramalan Data Runtun Waktu Seng Hansun Program Studi Teknik Informatika, Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang, Indonesia [email protected] Abstract Recently, there are
PENERAPAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DALAM MEMPREDIKSI TINGKAT PENGANGGURAN DI SUMATERA BARAT
PENERAPAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DALAM MEMPREDIKSI TINGKAT PENGANGGURAN DI SUMATERA BARAT Havid Syafwan Program Studi Manajemen Informatika, Amik Royal, Kisaran E-mail: [email protected] ABSTRAK:
L ctur er: M. Mift Mi ak ft ul Am A i m n i,,s. Kom om,. M. M. ng.
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA Jurusan Teknik Komputer Program Studi D3 Teknik Komputer Lecturer: M. Miftakul Amin, S. Kom., M. Eng. Intelegensi Buatan Sesi 1 Pengantar Intelegensi Buatan 2015 Intelegensi
JARINGAN SYARAF TIRUAN PREDIKSI PENYAKIT LUDWIG ANGINA
doi: https://doi.org/10.5281/zenodo.1207339 JARINGAN SYARAF TIRUAN PREDIKSI PENYAKIT LUDWIG ANGINA Siti Aisyah (1), Abdi Dharma (2), Mardi Turnip (3) Sistem Informasi Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer
Achmad Fauqy Ashari Supervisor: Wiwik Anggraeni S.Si, M.Kom Ahmad Mukhlason S.Kom, M.Sc
Achmad Fauqy Ashari 5208100150 Supervisor: Wiwik Anggraeni S.Si, M.Kom Ahmad Mukhlason S.Kom, M.Sc Sistem Informasi - FTIf - 2012 Tujuan dari tugas akhir ini adalah pengembangan prototipe sistem cerdas
PENGENALAN PLAT NOMOR KENDARAAN DALAM SEBUAH CITRA MENGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN ABSTRAK
PENGENALAN PLAT NOMOR KENDARAAN DALAM SEBUAH CITRA MENGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN Decy Nataliana [1], Sabat Anwari [2], Arief Hermawan [3] Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Institut
JARINGAN SARAF TIRUAN (ARTIFICIAL NEURAL NETWORK) ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST, M.KOM
JARINGAN SARAF TIRUAN (ARTIFICIAL NEURAL NETWORK) ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST, M.KOM INTRODUCTION Jaringan Saraf Tiruan atau JST adalah merupakan salah satu representasi tiruan dari otak manusia yang selalu
MENGENALI FUNGSI LOGIKA AND MELALUI PEMROGRAMAN PERCEPTRON DENGAN MATLAB
POLITEKNOSAINS VOL. X NO. 2 Juni 2011 MENGENALI FUNGSI LOGIKA AND MELALUI PEMROGRAMAN PERCEPTRON DENGAN MATLAB Yaya Finayani Teknik Elektro, Politeknik Pratama Mulia, Surakarta 57149, Indonesia ABSTRACT
INTELLIGENT TUTORING SYSTEM UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA PEMROGRAMAN BERBASIS BAYESIAN NETWORK DI STMIK WIDYA PRATAMA PEKALONGAN
INTELLIGENT TUTORING SYSTEM UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA PEMROGRAMAN BERBASIS BAYESIAN NETWORK DI STMIK WIDYA PRATAMA PEKALONGAN Taryadi Komputerisasi Akuntansi, STMIK Widya Pratama Jalan Patriot No. 25,
ANALISIS LEARNING RATES PADA ALGORITMA BACKPROPAGATION UNTUK KLASIFIKASI PENYAKIT DIABETES
ANALISIS LEARNING RATES PADA ALGORITMA BACKPROPAGATION UNTUK KLASIFIKASI PENYAKIT DIABETES Thomas Brian Universitas Trunojoyo Madura Bangkalan, Indonesia [email protected] Abstrak Salah satu algoritma
ARTIFICIAL NEURAL NETWORK TEKNIK PERAMALAN - A
ARTIFICIAL NEURAL NETWORK CAHYA YUNITA 5213100001 ALVISHA FARRASITA 5213100057 NOVIANTIANDINI 5213100075 TEKNIK PERAMALAN - A MATERI Neural Network Neural Network atau dalam bahasa Indonesia disebut Jaringan
BAB II DASAR TEORI Jaringan Syaraf Tiruan. Universitas Sumatera Utara
BAB II DASAR TEORI Landasan teori adalah teori-teori yang relevan dan dapat digunakan untuk menjelaskan variabel-variabel penelitian. Landasan teori ini juga berfungsi sebagai dasar untuk memberi jawaban
BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK AS A METHOD OF FORECASTING ON CALCULATION INFLATION RATE IN JAKARTA AND SURABAYA
BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK AS A METHOD OF FORECASTING ON CALCULATION INFLATION RATE IN JAKARTA AND SURABAYA Anggi Purnama Undergraduate Program, Computer Science, 2007 Gunadarma Universiy http://www.gunadarma.ac.id
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Universitas Sumatera Utara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Artificial Neural Network atau jaringan syaraf tiruan merupakan bidang yang sangat berkembang saat ini. Pemanfaatan teknologi mesin dan computer yang tidak terbatas
Research of Science and Informatic BROILER CHICKENS WEIGHT PREDICTION BASE ON FEED OUT USING BACKPROPAGATION
Sains dan Informatika Vol.2 (N0.2) (2016): 1-9 1 Andre Mariza Putra, Chickens Weight Prediction Using Backpropagation JURNAL SAINS DAN INFORMATIKA Research of Science and Informatic e-mail: [email protected]
PENENTUAN MODEL RETURN HARGA SAHAM DENGAN MULTI LAYER FEED FORWARD NEURAL NETWORK MENGGUNAKAN ALGORITMA RESILENT BACKPROPAGATION
ISSN: 2339-2541 JURNAL GAUSSIAN, Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016, Halaman 203-209 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian PENENTUAN MODEL RETURN HARGA SAHAM DENGAN MULTI LAYER FEED FORWARD
Penerapan Adaptive Neuro Fuzzy Inference System Dalam Memprediksi Volume Pemakaian Air Bersih
Penerapan Adaptive Neuro Fuzzy Inference System Dalam Memprediksi Volume Pemakaian Air Bersih Niska Ramadani Dosen Universitas Dehasen Bengkulu [email protected] ABSTRAK Pertumbuhan penduduk harus
MODEL PREDIKSI PRODUCTION DELAY DALAM PROSES PRODUKSI STRIP MILL DENGAN METODE ADAPTIVE NEURO- FUZZY INFERENCE SYSTEM
Journal Industrial Servicess Vol. 3 No. 2 Maret 2018 MODEL PREDIKSI PRODUCTION DELAY DALAM PROSES PRODUKSI STRIP MILL DENGAN METODE ADAPTIVE NEURO- FUZZY INFERENCE SYSTEM Yusraini Muharni Jurusan Teknik
SATIN Sains dan Teknologi Informasi
SATIN - Sains dan Teknologi Informasi, Vol. 2, No., Juni 206 SATIN Sains dan Teknologi Informasi journal homepage : http://jurnal.stmik-amik-riau.ac.id Penerapan Jaringan Syaraf Tiruan Untuk Estimasi Needs
IDENTIFIKASI TANDA TANGAN MENGGUNAKAN GLOBAL FEATURE EXTRACTION, MOMEN INVARIAN DAN ALGORITMA FORWARD-ONLY COUNTER PROPAGATION
IDENTIFIKASI TANDA TANGAN MENGGUNAKAN GLOBAL FEATURE EXTRACTION, MOMEN INVARIAN DAN ALGORITMA FORWARD-ONLY COUNTER PROPAGATION ABSTRAK Eka Putri Tambun (0722118) Jurusan Teknik Elektro Universitas Kristen
TAHUN AKADEMIK 2016/2017. : PENGANTAR INTELEGENSI BUATAN : Betha Nurina Sari, M.Kom. : Open Book via Google Form (90 Menit)
IFT 501 PANITIA UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG Jl. H.S. Ronggowaluyo Telukjambe Telp. (0267) 641177 Ex 307 Fax (0267) 641367 Karawang 41361 TAHUN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Data Yang Digunakan Dalam melakukan penelitian ini, penulis membutuhkan data input dalam proses jaringan saraf tiruan backpropagation. Data tersebut akan digunakan sebagai
Artificial intelligence
Artificial intelligence Team teaching: Sri Winiarti, Andri Pranolo, dan Anna Hendri SJ Andri Pranolo W : apranolo.tif.uad.ac.id M : 081392554050 E : [email protected] Informatics Engineering,
Pemodelan Sistem dengan Metode Neural Network Back Propagation. Modeling System Using Neural Network Backpropagation
Pemodelan Sistem dengan Metode Neural Network Back Propagation Modeling System Using Neural Network Backpropagation Dwi Sudarno Putra 1), Toto Sugiarto 1) & Meri Azmi 2) 1) Jurusan Teknik Otomotif Universitas
Analisis Prediksi Indeks Harga Konsumen Berdasarkan Kelompok Kesehatan Dengan Menggunakan Metode Backpropagation
Analisis Prediksi Indeks Harga Konsumen Berdasarkan Kelompok Kesehatan Dengan Menggunakan Metode Backpropagation Anjar Wanto STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar Pematangsiantar, Indonesia [email protected]
Analisis Prediksi Indeks Harga Konsumen Berdasarkan Kelompok Kesehatan Dengan Menggunakan Metode Backpropagation
Analisis Prediksi Indeks Harga Konsumen Berdasarkan Kelompok Kesehatan Dengan Menggunakan Metode Backpropagation Anjar Wanto STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar Pematangsiantar, Indonesia [email protected]
ANALISIS PERBANDINGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN DAN REGRESI LINEAR BERGANDA PADA PRAKIRAAN CUACA
ANALISIS PERBANDINGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN DAN REGRESI LINEAR BERGANDA PADA PRAKIRAAN CUACA Nurmahaludin (1) (1) Staf Pengajar Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Banjarmasin Ringkasan Kebutuhan
SIMULASI PENGENDALIAN KECEPATAN MOBIL OTOMATIS MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY DAN ALGORITMA GENETIKA
SIMULASI PENGENDALIAN KECEPATAN MOBIL OTOMATIS MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY DAN ALGORITMA GENETIKA Helmy Thendean, M.Kom 1) Albert, S.Kom 2) Dra.Chairisni Lubis, M.Kom 3) 1) Program Studi Teknik Informatika,Universitas
TOLERANSI UNJUK PENGENALAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA PENAMBAHAN DERAU DAN SUDUT PUTARAN TERHADAP POLA KARAKTER TULISAN TANGAN JENIS ANGKA
Iwan Suhardi, Toleransi Jaringan Syaraf Tiruan TOLERANSI UNJUK PENGENALAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA PENAMBAHAN DERAU DAN SUDUT PUTARAN TERHADAP POLA KARAKTER TULISAN TANGAN JENIS ANGKA Iwan Suhardi Jurusan
lalu menghitung sinyal keluarannya menggunakan fungsi aktivasi,
LAMPIRAN 15 Lampiran 1 Algoritme Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik Standar Langkah 0: Inisialisasi bobot (bobot awal dengan nilai random yang paling kecil). Langkah 1: Menentukan maksimum epoch, target
Perbaikan Metode Prakiraan Cuaca Bandara Abdulrahman Saleh dengan Algoritma Neural Network Backpropagation
65 Perbaikan Metode Prakiraan Cuaca Bandara Abdulrahman Saleh dengan Algoritma Neural Network Backpropagation Risty Jayanti Yuniar, Didik Rahadi S. dan Onny Setyawati Abstrak - Kecepatan angin dan curah
JURNAL SAINS DAN INFORMATIKA
39 Fauzul Sains Amri, dan Jaringan Informatika Syaraf Vol.1 Tiruan (N0.1) untuk (2015): Memprediksi 37-43 JURNAL SAINS DAN INFORMATIKA Research of Science and Informatic e-mail: [email protected]
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) CIG4B3 SOFT COMPUTING Disusun oleh: Syahrul Mubarok PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS INFORMATIKA TELKOM UNIVERSITY LEMBAR PENGESAHAN Rencana Pembelajaran
2 2 ... v... 3 Santoso... 21 abawa... 29... 37... 53... 59... 67... 77 Yohakim Marwanta... 85... 89... 101 ... 109... 117 D. Jaringan Komputer Amirudd... 135 andha... 141... 151... 165 Syahrir... 171...
PENILAIAN KINERJA DOSEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SUGENO
PENILAIAN KINERJA DOSEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SUGENO Magdalena Simanjuntak Program Studi Teknik Informatika, STMIK Kaputama E-mail : [email protected] ABSTRACT This study aimed to analyze
JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI CURAH HUJAN SUMATERA UTARA DENGAN METODE BACK PROPAGATION (STUDI KASUS : BMKG MEDAN)
JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI CURAH HUJAN SUMATERA UTARA DENGAN METODE BACK PROPAGATION (STUDI KASUS : BMKG MEDAN) Marihot TP. Manalu Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, STMIK Budidarma
PENERAPAN ALGORITMA JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK PREDIKSI STATUS PERMOHONAN HUTANG DAN HARGA JAMINAN HUTANG MOTOR
PENERAPAN ALGORITMA JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK PREDIKSI STATUS PERMOHONAN HUTANG DAN HARGA JAMINAN HUTANG MOTOR Angga Wahyu Wibowo Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Indonesia
ARSITEKTUR JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK PEMODELAN PROSES EKSTRAKSI ATURAN DENGAN SEARCH TREE
ARSITEKTUR JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK PEMODELAN PROSES EKSTRAKSI ATURAN DENGAN SEARCH TREE Rina Dewi Indah Sari 1 dan Gunawan 2 1 Teknik Informatika STMIK ASIA Malang 2 Teknik Informatika STTS Surabaya
ANALISIS RULE INFERENSI SUGENO DALAM SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN
ANALISIS RULE INFERENSI SUGENO DALAM SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN Khairul Saleh Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Sumatera Utara Jalan Universitas
PERBANDINGAN ANTARA MODEL NEURAL NETWORK DAN MODEL DUANE UNTUK EVALUASI KETEPATAN PREDIKSI WAKTU KERUSAKAN SUATU KOMPONEN
Feng PERBANDINGAN ANTARA MODEL NEURAL NETWORK DAN MODEL DUANE UNTUK... 211 PERBANDINGAN ANTARA MODEL NEURAL NETWORK DAN MODEL DUANE UNTUK EVALUASI KETEPATAN PREDIKSI WAKTU KERUSAKAN SUATU KOMPONEN Tan
ANALISIS ALGORITMA INISIALISASI NGUYEN-WIDROW PADA PROSES PREDIKSI CURAH HUJAN KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
ANALISIS ALGORITMA INISIALISASI NGUYEN-WIDROW PADA PROSES PREDIKSI CURAH HUJAN KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Yudhi Andrian 1, M. Rhifky Wayahdi 2 1 Dosen Teknik Informatika,
Architecture Net, Simple Neural Net
Architecture Net, Simple Neural Net 1 Materi 1. Model Neuron JST 2. Arsitektur JST 3. Jenis Arsitektur JST 4. MsCulloh Pitts 5. Jaringan Hebb 2 Model Neuron JST X1 W1 z n wi xi; i1 y H ( z) Y1 X2 Y2 W2
Pemodelan Jaringan Syaraf Tiruan dengan Algoritma One Step Secant Backpropagation dalam Return Kurs Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat
Pemodelan Jaringan Syaraf Tiruan dengan Algoritma One Step Secant Backpropagation dalam Return Kurs Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat SKRIPSI Disusun oleh: MAULIDA NAJWA 24010212130028 DEPARTEMEN STATISTIKA
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Jaringan Syaraf Tiruan Artificial Neural Network atau Jaringan Syaraf Tiruan (JST) adalah salah satu cabang dari Artificial Intelligence. JST merupakan suatu sistem pemrosesan
NEURAL NETWORK BAB II
BAB II II. Teori Dasar II.1 Konsep Jaringan Saraf Tiruan (Artificial Neural Network) Secara biologis jaringan saraf terdiri dari neuron-neuron yang saling berhubungan. Neuron merupakan unit struktural
Karakteristik Spesifikasi
Sinyal yang masuk difilter ke dalam sinyal frekuensi rendah (low-pass filter) dan sinyal frekuensi tinggi (high-pass filter) Lakukan downsampling pada kedua sinyal tersebut Low-pass frekuensi hasil downsampling
PENENTUAN MODEL RETURN HARGA SAHAM DENGAN MULTI LAYER FEED FORWARD NEURAL NETWORK MENGGUNAKAN ALGORITMA RESILENT BACKPROPAGATION SKRIPSI
PENENTUAN MODEL RETURN HARGA SAHAM DENGAN MULTI LAYER FEED FORWARD NEURAL NETWORK MENGGUNAKAN ALGORITMA RESILENT BACKPROPAGATION (Studi Kasus : Harga Penutupan Saham Unilever Indonesia Tbk. Periode September
Analisis Jaringan Saraf Tiruan dengan Metode Backpropagation Untuk Mendeteksi Gangguan Psikologi
Analisis Jaringan Saraf Tiruan dengan Metode Backpropagation Untuk Mendeteksi Gangguan Psikologi Kiki, Sri Kusumadewi Laboratorium Komputasi & Sistem Cerdas Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi
IDENTIFIKASI VARIETAS UNGGUL BENIH KEDELAI BERDASARKAN WARNA DENGAN JARINGAN SARAF TIRUAN
IDENTIFIKASI VARIETAS UNGGUL BENIH KEDELAI BERDASARKAN WARNA DENGAN JARINGAN SARAF TIRUAN Galih Probo Kusuma, Dr Melania Suweni Muntini, MT Jurusan Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya
PENERAPAN METODE LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) PADA PREDIKSI JURUSAN DI SMA PGRI 1 BANJARBARU
PENERAPAN METODE LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) PADA PREDIKSI JURUSAN DI SMA PGRI 1 BANJARBARU Risky Meliawati 1,Oni Soesanto 2, Dwi Kartini 3 1,3Prodi Ilmu Komputer FMIPA UNLAM 2 Prodi Matematika
JARINGAN SARAF TIRUAN DENGAN METODE BACKPROPAGATION UNTUK MENDETEKSI GANGGUAN PSIKOLOGI
Media Informatika, Vol. 2, No. 2, Desember 2004, 1-11 ISSN: 0854-4743 JARINGAN SARAF TIRUAN DENGAN METODE BACKPROPAGATION UNTUK MENDETEKSI GANGGUAN PSIKOLOGI Kiki, Sri Kusumadewi Jurusan Teknik Informatika,
Muhammad Fahrizal. Mahasiswa Teknik Informatika STMIK Budi Darma Jl. Sisingamangaraja No. 338 Simpanglimun Medan
IMPLEMENTASI JARINGAN SARAF TIRUAN DALAM MEMPREDIKSI SERVICE KENDARAAN RODA 4 DENGAN METODE BACKPROPAGATION (STUDI KASUS PT. AUTORENT LANCAR SEJAHTERA) Muhammad Fahrizal Mahasiswa Teknik Informatika STMIK
PENERAPAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DALAM MEMPREDIKSI TINGKAT PENGANGGURAN DI SUMATERA UTARA MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION
PENERAPAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DALAM MEMPREDIKSI TINGKAT PENGANGGURAN DI SUMATERA UTARA MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION Havid Syafwan 1, Herman Saputra 2 *1 Program Studi Manajemen Informatika, AMIK
ESTIMASI BIAYA PERANGKAT LUNAK MENGGUNAKAN IMPROVED BACKPROPAGATION
ESTIMASI BIAYA PERANGKAT LUNAK MENGGUNAKAN IMPROVED BACKPROPAGATION Rocky Yefrenes Dillak Abstrak : Estimasi biaya perangkat lunak merupakan bagian tak terpisahkan dari pengembangan perangkat lunak. Mengabaikan
SATIN Sains dan Teknologi Informasi
SATIN - Sains dan Teknologi Informasi, Vol. 2, No., Juni 206 SATIN Sains dan Teknologi Informasi journal homepage : http://jurnal.stmik-amik-riau.ac.id Jaringan Syaraf Tiruan Peramalan Inventory Barang
DETEKSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK
DETEKSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK [Enterprise Bankrupcty Detection using Artificial Neural Network] Cynthia G.Y.P NRP. 1205 100 061 Dosen Pembimbing Dr. M Isa Irawan,
PENGENALAN POLA GARIS DASAR KALIMAT PADA TULISAN TANGAN UNTUK MENGETAHUI KARAKTER SESEORANG DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA RESILIENT BACKPROPAGATION
PENGENALAN POLA GARIS DASAR KALIMAT PADA TULISAN TANGAN UNTUK MENGETAHUI KARAKTER SESEORANG DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA RESILIENT BACKPROPAGATION ABSTRAK Juventus Suharta (0722026) Jurusan Teknik Elektro
IMPLEMENTASI PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN ALGORITMA PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS(PCA) DAN IMPROVED BACKPROPAGATION
J~ICON, Vol. 3 No. 2, Oktober 2015, pp. 89 ~ 95 89 IMPLEMENTASI PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN ALGORITMA PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS(PCA) DAN IMPROVED BACKPROPAGATION Rini Miyanti Maubara 1, Adriana Fanggidae
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 4, No.2, (2015) ( X Print) A-31
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol 4, No2, (2015) 2337-3520 (2301-928X Print) A-31 Perbandingan Performansi Metode Peramalan Fuzzy Time Series yang Dimodifikasi dan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation (Studi
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2004 Yogyakarta, 19 Juni 2004
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 004 Yogyakarta, 19 Juni 004 Klasifikasi Pola Menggunakan Jaringan Probabilistik Sri Kusumadewi Jurusan Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia Jl.
PERBANDINGAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION DAN REGRESI PADA PERAMALAN WAKTU BEBAN PUNCAK
Jurnal POROS TEKNIK, Volume 6, No. 2, Desember 2014 : 55-10 PERBANDINGAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION DAN REGRESI PADA PERAMALAN WAKTU BEBAN PUNCAK Nurmahaludin (1) (1) Staff Pengajar Jurusan
Implementasi Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation dan Steepest Descent untuk Prediksi Data Time Series
Implementasi Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation dan Steepest Descent untuk Prediksi Data Time Series Oleh: ABD. ROHIM (1206 100 058) Dosen Pembimbing: Prof. Dr. M. Isa Irawan, MT Jurusan Matematika
Neural Networks. Machine Learning
MMA10991 Topik Khusus - Machine Learning Dr. rer. nat. Hendri Murfi Intelligent Data Analysis (IDA) Group Departemen Matematika, Universitas Indonesia Depok 16424 Telp. +62-21-7862719/7863439, Fax. +62-21-7863439,
BAB III TEORI DASAR SISTEM PAKAR DAN SISTEM KONTROL BERBASIS SISTEM PAKAR 20 BAB III TEORI DASAR SISTEM PAKAR DAN SISTEM KONTROL BERBASIS SISTEM PAKAR
SISTEM PAKAR 20 BAB III TEORI DASAR SISTEM PAKAR DAN SISTEM KONTROL BERBASIS SISTEM PAKAR 3.1 Sistem Pakar Sistem pakar adalah suatu program komputer cerdas yang menggunakan knowledge (pengetahuan) dan
Pengembangan Aplikasi Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dengan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation
Erlangga, Sukmawati Nur Endah dan Eko Adi Sarwoko Pengembangan Aplikasi Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dengan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation Erlangga, Sukmawati Nur Endah dan Eko Adi Sarwoko
BAB III METODE EGARCH, JARINGAN SYARAF TIRUAN DAN NEURO-EGARCH
BAB III METODE EGARCH, JARINGAN SYARAF TIRUAN DAN NEURO-EGARCH 3.1 Variabel Penelitian Penelitian ini menggunakan satu definisi variabel operasional yaitu data saham Astra Internasional Tbk tanggal 2 Januari
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Citra Digital
BAB II DASAR TEORI 2.1 Citra Digital Citra digital didefinisikan sebagai fungsi f (x,y) dua dimensi,dimana x dan y adalah koordinat spasial dan f(x,y) adalah disebut dengan intensitas atau tingkat keabuan
Penerapan Jaringan Saraf Tiruan Metode Backpropagation Menggunakan VB 6
Penerapan Jaringan Saraf Tiruan Metode Backpropagation Menggunakan VB 6 Sari Indah Anatta Setiawan SofTech, Tangerang, Indonesia [email protected] Diterima 30 November 2011 Disetujui 14 Desember 2011
IDENTIFIKASI TANDA TANGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA DOUBLE BACKPROPAGATION ABSTRAK
IDENTIFIKASI TANDA TANGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA DOUBLE BACKPROPAGATION Disusun oleh: Togu Pangaribuan 0722087 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Jl. Prof.Drg. Suria Sumantri, MPH No. 65, Bandung
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI: SISTEM INFORMASI Semester : 7
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI: SISTEM INFORMASI Semester : 7 MATA KULIAH : Sistem Pakar KODE MATA KULIAH / SKS : 410103101 / 3 SKS MATA KULIAH PRASYARAT : - DESKRIPSI MATA KULIAH :
SISTEM PENGENALAN BARCODE MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION
SISTEM PENGENALAN BARCODE MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION Barcode Rcognition System Using Backpropagation Neural Networks M. Kayadoe, Francis Yuni Rumlawang, Yopi Andry Lesnussa * Jurusan
PRAKIRAAN BEBAN PUNCAK JANGKA PANJANG PADA SISTEM KELISTRIKAN INDONESIA MENGGUNAKAN ALGORITMA ADAPTIVE NEURO-FUZZY INFERENCE SYSTEM
ISSN 1412 3762 http://jurnal.upi.edu/electrans ELECTRANS, VOL.11, NO.2, SEPTEMBER 2012, 18-26 PRAKIRAAN BEBAN PUNCAK JANGKA PANJANG PADA SISTEM KELISTRIKAN INDONESIA MENGGUNAKAN ALGORITMA ADAPTIVE NEURO-FUZZY
PENERAPAN MODEL NEURAL NETWORK BACKPROPAGATION UNTUK PREDIKSI HARGA AYAM
PENERAPAN MODEL NEURAL NETWORK BACKPROPAGATION UNTUK PREDIKSI HARGA AYAM Nanik Susanti 1* 1 Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Muria Kudus Gondangmanis, PO Box 53, Bae, Kudus
Penyelesaian Masalah Syarat Batas dalam Persamaan Diferensial Biasa Orde Dua dengan Menggunakan Algoritma Shooting Neural Networks
Penyelesaian Masalah Syarat Batas dalam Persamaan Diferensial Biasa Orde Dua dengan Menggunakan Algoritma Shooting Neural Networks Dewi Erla Mahmudah 1, Ratna Dwi Christyanti 2, Moh. Khoridatul Huda 3,
Pengenalan Kecerdasan Buatan (KB)
Pengenalan Kecerdasan Buatan (KB) Pengertian Kecerdasan Buatan VS Kecerdasan Alami Komputasi KB VS Komputasi Konvensional Sejarah KB Lingkup KB Soft Computing Referensi Luger & Stubblefield - bab 1 Sri
SIMULASI PENENTUAN GURU BERPRESTASI DENGAN METODE FUZZY LOGIC MAMDANI INFERENCE MENGGUNAKAN APLIKASI MATLAB
SIMULASI PENENTUAN GURU BERPRESTASI DENGAN METODE FUZZY LOGIC MAMDANI INFERENCE MENGGUNAKAN APLIKASI MATLAB Pio A. F. Islami 1, Kirya Mateeke Moses 2, Muqodimah Nur Lestari 3, Aji Prasetya Wibawa 4 1,
APLIKASI JARINGAN SARAF TIRUAN METODE PERCEPTRON PADA PENGENALAN POLA NOTASI
APLIKASI JARINGAN SARAF TIRUAN METODE PERCEPTRON PADA PENGENALAN POLA NOTASI Muhamad Arifin SMK Telkom Malang Email: [email protected] Khoirudin Asfani Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang
ABSTRAK. v Universitas Kristen Maranatha. Kata kunci: backpropagation, Multilayer Perceptron (MLP), masalah klasifikasi
ABSTRAK Salah satu fungsi dari pengklasifian data adalah untuk dapat mengenali objek baru. Sebuah sistem komputer yang berbentuk Multilayer Perceptron (MLP), dengan algoritma backpropagation mampu membantu
PERAMALAN HARGA SAHAM PERUSAHAAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DAN AKAIKE INFORMATION CRITERION
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 20 (SNATI 20) ISSN: 19-5022 Yogyakarta, 16 Juni 20 PERAMALAN HARGA SAHAM PERUSAHAAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DAN AKAIKE INFORMATION CRITERION
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
7 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Jaringan Syaraf Biologi Otak manusia memiliki struktur yang sangat kompleks dan memiliki kemampuan yang luar biasa. Otak terdiri dari neuron-neuron dan penghubung yang disebut
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
1 RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) Mata Kuliah : Applied Artificial Intelligent Kode/ Bobot : ------- Status : Mata Kuliah Penunjang Disertasi Prasyarat : - Deskripsi Singkat : Konsep dasar Artificial
ARTIFICIAL INTELLIGENCE / AI (Kecerdasan Buatan)
ARTIFICIAL INTELLIGENCE / AI (Kecerdasan Buatan) Definisi : - Awalnya komputer difungsikan sebagai alat hitung. - Seiring dengan perkembangan jaman, komputer diharapkan dapat diberdayakan untuk mengerjakan
PENGKLUSTERAN KONDISI PASAR KOMODITI JAGUNG DI INDONESIA MENGGUNAKAN SELF ORGANIZING MAP (SOM) Oleh TRIYOGO BUDI SANTOSO NIM.
PENGKLUSTERAN KONDISI PASAR KOMODITI JAGUNG DI INDONESIA MENGGUNAKAN SELF ORGANIZING MAP (SOM) Oleh TRIYOGO BUDI SANTOSO NIM. M0107063 SKRIPSI ditulis dan diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh
KLASIFIKASI ARITMIA EKG MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DENGAN FUNGSI AKTIVASI ADAPTIF
KLASIFIKASI ARITMIA EKG MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DENGAN FUNGSI AKTIVASI ADAPTIF Asti Rahma Julian 1, Nanik Suciati 2, Darlis Herumurti 3 Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, ITS
