IMPLEMENTASI EKO-EFISIENSI PADA INDUSTRI PRINTING BATIK
|
|
|
- Veronika Kusuma
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 IMPLEMENTASI EKO-EFISIENSI PADA INDUSTRI PRINTING BATIK Sulaeman 1), Agus Hadiyarto 2) 1) Balai Besar Kerajinan dan Batik, Yogyakarta 2) MIL, Universitas Diponegoro, Semarang ABSTRAK Telah dilakukan penelitian terapan implementasi eko-efisiensi pada industri printing batik yang melakukan scouring-bleaching dan printing, dengan kapasitas produksi meter produk batik per minggu. Permasalahan pada perusahaan adalah masih banyak limbah cair hasil yang sesungguhnya dapat dimanfaatkan kembali namun terbuang ke lingkungan. Tujuan dari penelitian terapan implementasi eko-efisiensi adalah untuk mendapatkan keuntungan ekonomi dan lingkungan dengan cara menerapkan eko-efisiensi pada yang dilakukan di perusahaan tersebut. Metoda yang dilakukan adalah observasi, wawancara, diskusi, implementasi langsung di lapangan dan evaluasi hasil. Pada observasi lapangan langsung dicari hotspot yaitu lokasi dimana memungkinkan diperolehnya eko-efisiensi. Untuk industri printing batik, hotspot terjadi di lokasi scouring-bleaching dan printing. Kemudian dilakukan wawancara dan diskusi baik dengan pimpinan maupun operator. Selanjutnya dilakukan implementasi eko-efisiensi dan hasilnya dievaluasi. Evaluasi hasil penelitian memperlihatkan bahwa banyak diperoleh keuntungan ekonomi dan lingkungan bagi industri printing batik bila menerapkan eko-efisiensi secara terus menerus. Tindakan eko-efisiensi yang dilakukan telah menghasilkan keuntungan ekonomi dari pakai-ulang limbah scouring-bleaching sebesar Rp ,00, penghematan air sebesar 610 m3, penghematan listrik sebesar 52,9 kwh per tahun. Disamping itu diperoleh pula keuntungan lingkungan dengan adanya minimisasi limbah yang terbuang. Keywords: eko-efisiensi, hotspot, scouring-bleaching, printing batik PENDAHULUAN Latar belakang Industri printing batik adalah industri tekstil yang memproduksi kain tekstil printing bermotif batik. Proses yang digunakan adalah printing atau sablon. Proses printing tidak menggunakan lilin batik. Produk printing batik digunakan antara lain untuk bahan sandang dan sprei. Eko-efisiensi merupakan salah satu upaya minimisasi pencemaran dengan cara memanfaatkan kembali buangan industri atau non product output. Lokasi atau titik dimana buangan industri masih dapat dimanfaatkan kembali disebut hot 2) spot. Penelitian terapan implementasi eko-efisiensi telah dilakukan pada sebuah industri printing batik di kampoeng batik Laweyan Solo yang mempunyai kapasitas produksi meter per minggu. Produk yang dibuat adalah sprei batik. Bahan baku berupa kain grey yang masih mengandung kotoran fisika dan kimia. Untuk membersihkannya dilakukan scouringbleaching ( pemasakan dan pengelantangan). Proses scouring-bleaching dilakukan satu minggu sekali. Rumusan masalah Permasalahan pada perusahaan adalah masih banyak limbah cair hasil yang sesungguhnya dapat dimanfaatkan kembali namun terbuang ke lingkungan. Tujuan Tujuan dari penelitian terapan implementasi eko-efisiensi adalah untuk mendapatkan keuntungan ekonomi dan lingkungan dengan cara menerapkan eko-efisiensi pada yang dilakukan di perusahaan tersebut. K-166
2 Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 16 Mei 2009 Manfaat penelitian 1. Untuk mendapatkan keuntungan ekonomi dari efisiensi bahan seperti zat warna, zat kimia, minimisasi pemakaian air, minimisasi pemakaian energi listrik, 2. Untuk mendapatkan keuntungan lingkungan dari minimisasi jumlah limbah yang terbuang seperti: pakai-ulang larutan bekas scouring-bleaching, minimisasi pemakaian air, minimisasi pemakaian energi listrik Gambaran hasil yang ingin dicapai adalah tersedianya informasi baik bagi para pihak terkait maupun industri printing batik agar penerapan ekoefisiensi dapat dilakukan secara maksimal dan terus menerus tanpa kendala yang berarti untuk mendapatkan keuntungan ekonomi, lingkungan dan organisasi perusahaan METODE PENELITIAN Rancangan Untuk dapat melaksanakan implementasi eko-efisiensi semaksimal mungkin diperlukan observasi lapangan, dicari titik-titik hotspot, didiskusikan dengan operator, pimpinan dan pemilik, diterapkan dan dievaluasi Subyek penelitian berupa: 1. Pemakaian-ulang larutan bekas scouring-bleaching 2. Minimisasi pemakaian air tanah atau air untuk 3. Minimisasi pemakaian energi listrik Prosedur 1. Pemakaian-ulang larutan bekas scouring bleaching Proses scouring-bleaching dilakukan sebagai berikut: Kain grey dalam ukuran panjang meter direndam dalam 5 bak masing-masing bak berisi air = 1 m 3, kostik soda = 10 kg, H 2 O 2 = 8 liter, stabilizer = 1 kg dan kain grey meter, pada alat unit continuous washing range yang terdiri dari 10 bak. Setelah selesai, larutan scouring-bleaching dari kelima bak tersebut tidak dibuang, tetapi ditampung dan akan digunakan kembali pada scouring-bleaching minggu kedua dengan penambahan pada setiap bak, air = 0,2 m3, kostik soda = 2 kg, H 2 O 2 = 7 liter, stabilizer = 1 kg. Pada minggu kedua, larutan bekas scouring-bleaching dipakai-ulang. 2. Minimisasi pemakaian air tanah atau air untuk Minimisasi pemakaian air dapat dilakukan di 2 lokasi (hot spot) yaitu: 2.1. Pada pencucian di bak-bak washing range ketinggian permukaan air menjadi sama. Sebelum dipasang pipa penghubung bak cuci yang awal atau yang pertama lebih cepat kosong Dibuatkan pipa pralon penghubung antar bak sehingga karena banyak air yang terbuang terbawa kain 2.2. Pada pencucian (screen) Dibuatkan bak pencuci sehingga tinggal dicuci, digosok karet busa dan sisa pasta print akan cepat larut dalam air cucian. Jadi pencucian tidak dilakukan dengan cara langsung menyemprot sisa pasta printing yang menempel pada, melainkan dicuci pada bak pencuci 2.3. Minimisasi pemakaian energi listrik Minimisasi energi listrik sesuai dengan besarnya energi listrik yang digunakan untuk meminimisasi kebutuhan air. Teknik analisa data Data evaluasi hasil implementasi diperhitungkan secara sederhana dan diperhitungkan dalam kurun waktu per tahun. Selain perhitungan keuntungan ekonomi, evaluasi juga dilakukan terhadap pengembalian modal bila diperlukan biaya untuk pembuatan alat. K-167
3 Hal lain yang berkaitan dengan cara penelitian Cara penelitian implementasi eko-efisiensi dapat direplikasi pada industri batik sejenis dengan sedikit modifikasi disesuaikan dengan yang ada di industri batik tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Pemakaian-ulang larutan bekas scouring-bleaching 1.1. Sebelum implementasi eko-efisiensi, setelah selesai scouringbleaching, larutan scouring-bleaching dari kelima bak tersebut kemudian dibuang. Setelah implementasi eko-efisiensi larutan scouring-bleaching dari kelima bak tersebut tidak dibuang, tetapi digunakan kembali pada minggu kedua dengan penambahan pada setiap bak, air = 0,2 m3, kostik soda = 2 kg, H 2 O 2 = 7 liter, stabilizer = 1 kg. Kemudian digunakan untuk scouring-bleaching. Hasil scouringbleaching pertama dan kedua diuji dan dievaluasi derajat putih dan kekuatan tarik. Dari evaluasi pengujian hasil scouring-bleahing diperoleh bahwa derajat putih kain yang kedua adalah lebih putih dari kain yang pertama. Hal ini sudah jelas karena larutan bekas scouringbleaching yang pertama masih banyak mengandung H 2 O 2 dan penambahan H 2 O 2 hanya berkurang 10% dari resep awal sehingga daya oksidasinya lebih tinggi. Dengan tambahan 2 kg kostik soda setiap bak, kadar alkalinitas dari kostik soda masih cukup tinggi ph sekitar 13 sehingga scouring masih berjalan dengan baik. Warna hasil printing tetap sama kualitasnya. Kapasitas motor pompa air 125 watt adalah 1,2 m 3 air per jam Setelah implementasi eko-efisiensi, dengan pemakaian-ulang larutan bekas scouring bleaching berarti diperoleh penghematan bahan sebagai berikut: Kostik soda sebanyak 5 x 8 kg = 40 kg/ 2 mg = kg/ th H 2 O 2 sebanyak 5 x 1 liter = 5 liter/2 minggu = 125 liter/th Air tanah sebanyak 5 m3 (0,2 x 5) m3 = 4 m3/ 2 mg = 100 m3/ th, setara energi listrik = 100/1,2 x 0,125 kwh = 10,4 kwh/ th 2. Minimisasi pemakaian air dari pencucian kain dan pencucian Minimisasi pemakaian air dapat dilakukan di 2 lokasi (hot spot) yaitu: pada pencucian di bak-bak washing range dan pada pencucian. Air diambil dari dalam tanah dengan motor pompa 250 watt dengan kapasitas 3 m 3 / jam = 50 liter/ menit 2.1. Minimisasi air pada pencucian kain di bak-bak washing range Proses pencucian kain pada mesin washing range berjalan secara kontinyu. Sebelum implementasi eko-efisiensi pencucian kain dilakukan tanpa adanya penghubung antar bak. Bak cuci yang awal atau yang pertama lebih cepat kosong karena banyak air yang terbuang terbawa kain. Setelah implementasi dipasang pipa pralon penghubung antar bak sehingga permukaan air menjadi sama. Biaya untuk memasang pipa adalah Rp ,-. Data pengamatan memperlihatkan adanya penghematan 7,2 m 3 per minggu atau per satu kali pencucian. Minimisasi pemakaian air dari pencucian kain per tahun = 50 x 7,2 m 3 = 360 m 3 atau setara dengan penghematan listrik = 360/3 x 0,25 kwh = 30 kwh 2.2. Minimisasi air pada pencucian (screen) Sebelum implementasi eko-efisiensi pencucian dilakukan dengan disemprot. Ini memerlukan waktu 5 menit/. Air yang diperlukan sebanyak 5 x 50 liter = 250 liter. Dalam 1 minggu K-168
4 Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 16 Mei 2009 diatur print sebanyak 3 hari. Dalam 1 hari dicuci 8. Sehingga dalam 1 minggu dicuci sebanyak = 3 x 8 = 24. Air yang diperlukan sebanyak = 24 x 250 liter = 6 m 3 / mg = 50 x 6 m 3 = 300 m 3 / th. Setelah implementasi eko-efisiensi dibuatkan bak pencuci sehingga tinggal direndam dan digosok dengan karet busa. Volume bak cuci 3 m 3 dan dibuang setiap minggu sehingga air yang terbuang = 50 x 3 m 3 = 150 m 3 /th. Minimisasi pemakaian air dari pencucian sebanyak = 300 m m 3 = 150 m 3 /tahun atau setara dengan penghematan energi listrik = 150/3 x 0,25 kwh = 12,5 kwh/ tahun 2.3. Setelah implementasi eko-efisiensi diperoleh minimisasi pemakaian air per tahun sebagai berikut: Dari pemakaian-ulang larutan bekas scouring-bleaching= 100 m Dari minimisasi air pada pencucian kain = 360 m Dari minimisasi air pada pencucian = 150 m 3 Jumlah minimisasi pemakaian air = 610 m 3 3. Minimisasi pemakaian energi listrik Minimisasi pemakaian energi listrik diperoleh dari berkurangnya waktu aktif pompa air sesuai dengan berkurangnya penggunaan air. Setelah implementasi eko-efisiensi diperoleh minimisasi pemakaian energi listrik per tahun sebagai berikut: 3.1. Dari pemakaian-ulang bekas larutan scouring-bleaching= 10,4 kwh 3.2. Dari pencucian kain = 30 kwh 3.3. Dari pencucian = 12,5 kwh Jumlah minimisasi pemakaian energi listrik = 52,9 kwh Tabel 1: HASIL IMPLEMENTASI EKO-EFISIENSI PADA INDUSTRI PRINTING No BATIK 1 Lar. bekas scouringbleaching 2 Min. Air scouringbleaching 3 Min. Air pencucian kain 4 Min. Air pencucian 5 Min. Energi listrik Eko-efisiensi Sebelum Dibuang Dibuang Tidak ada pipa penghubung antar bak Pencucian disemprot Pompa air bekerja lebih lama Sesudah Digunakan kembali Digunakan kembali Dibuat pipa penghubung Dibuat bak cuci Pompa air bekerja lebih efisien Bahan Jumlah/th Harga (Rp) Kostik kg H 2 O liter Air tanah 100 m3 0 Air tanah 360 m3 0 Air tanah 150 m3 0 Penghematan /th (Rp) , ,- Listrik 52,9 kwh K-169
5 SIMPULAN, SARAN, DAN REKOMENDASI Implementasi eko-efisiensi pada industri printing batik dapat berupa: pemakaian-ulang larutan bekas scouring-bleaching; minimisasi pemakaian air ; minimisasi pemakaian energi listrik. Implementasi eko-efisiensi pada industri printing batik direkomendasikan untuk dilakukan secara terus menerus sehingga menghasilkan keuntungan ekonomi, lingkungan dan organisasi perusahaan. Implementasi eko-efisiensi disarankan untuk direplikasikan pada industri-industri printing batik. UCAPAN TERIMAKASIH Melalui makalah ini penulis mengucapkan terimakasih yang sebesarbesarnya kepada para pimpinan dari Balai Besar Kerajinan dan Batik, GTZ- ProLH, GOPA, Industri printing batik Cokrosumarto yang telah memberikan kesempatan kepada penulis dan kerjasama yang baik dalam implementasi ekoefisiensi pada industri batik tersebut. DAFTAR PUSTAKA Achmad Matrab, 1973, Aplikasi Praktis Cat Remazol Untuk Batik Dengan Fiksasi Natrium Silikat Suatu Cara Baru Dalam Pewarnaan Batik, Sakripsi, ITT Bandung. Agus Hadiyarto, dkk, 2008, Panduan Penerapan Eko-efisiensi Usaha Kecil dan Menengah Sektor Batik, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Jakarta. GTZ, 2003, Chemical Management Guide, revised edition, GTZ/PEM ProduksiH Indonesia. GTZ, Pedoman Pengelolaan Internal Yang Baik (Good Housekeeping), GTZ/P3U, Proyek ProduksiH Indonesia. Leaflet, 1990, Remazol untuk Printing, Hoechst, PT Hoechst Cilegon Kimia. Manual, 1996, Best Management Practices for Pollution Prevention in the Textile Industry, US EPA, Cincinnati, Ohio. Rasyid Djufri, et. al., 1973, Teknologi Pengelantangan, Pencelupan dan Pencapan, Institut Teknologi Tekstil Bandung. Sulaeman, 2007, Laporan-laporan Bulanan Implementasi Eko-efisiensi di IKM batik Kampoeng Batik Laweyan Solo, GTZ-ProLH, GOPA, Jakarta. K-170
IMPLEMENTASI EKO-EFISIENSI PADA INDUSTRI BATIK CAP YANG MELAKUKAN PROSES PENCELUPAN PADDING
Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 16 Mei 2009 IMPLEMENTASI EKO-EFISIENSI PADA INDUSTRI BATIK CAP YANG MELAKUKAN PROSES
PENELITIAN POTENSI PENCEMARAN DARI 41 INDUSTRI BATIK DI KLASTER BATIK SRAGEN
Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 16 Mei 2009 PENELITIAN POTENSI PENCEMARAN DARI 41 INDUSTRI BATIK DI KLASTER BATIK SRAGEN
PENGGUNAAN KEMBALI LARUTAN BEKAS PENCELUPAN
PENGGUNAAN KEMBALI LARUTAN BEKAS PENCELUPAN PADDING 41 METODA PENCELUPAN TUNGGAL MENGGUNAKAN ZAT WARNA REMASOL PADA SALAH SATU IKM BATIK CAP The Utilization of Former Solution Padding Dyeing with Single
HO-2 PROSES PEMBUATAN BATIK
HO-2 PROSES PEMBUATAN BATIK Tentang Batik Cap ISTILAH BATIK (SII.0041-74) Cara pelekatan lilin batik Tulis Adalah bahan kain tekstil hasil pewarnaan menurut corakcorak khas Indonesia, dengan menggunakan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengembangan dan penerapan perangkat-perangkat pengelolaan lingkungan diarahkan untuk mendorong seluruh pihak di dunia ini untuk melakukan tanggung jawab terhadap
KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN TEKNIK PENYEMPURNAAN KAIN
KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN TEKNIK PENYEMPURNAAN KAIN No Kompetensi Utama Kompetensi Inti Guru (KI) Standar Kompetensi Guru (SKG) Kompetensi Guru Mata Pelajaran (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi
BAB I PENDAHULUAN. Yogyakarta merupakan salah satu pusat industri batik yang dikenal sejak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Yogyakarta merupakan salah satu pusat industri batik yang dikenal sejak zaman kerajaan Mataram ke-1. Pembatikan merupakan teknik mewarnai kain dengan menempelkan
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERSEMBAHAN PERNYATAAN
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERSEMBAHAN PERNYATAAN... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR BAGAN... i ii iii iv v vii ix x BAB
BAB I PENDAHULUAN. industri berat maupun yang berupa industri ringan (Sugiharto, 2008). Sragen
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berbagai usaha telah dilaksanakan oleh pemerintah pada akhir-akhir ini untuk meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan masyarakat yang dicita-citakan yaitu masyarakat
TESIS EVALUASI KINERJA LINGKUNGAN INDUSTRI KECIL MENENGAH TAHU (STUDI KASUS: DUKUH PESALAKAN, DESA ADIWERNA, KAB. TEGAL)
TESIS EVALUASI KINERJA LINGKUNGAN INDUSTRI KECIL MENENGAH TAHU (STUDI KASUS: DUKUH PESALAKAN, DESA ADIWERNA, KAB. TEGAL) Oleh : R DIMAS KHAMDAN F L4K008024 PROGRAM MAGISTER ILMU LINGKUNGAN UNIVERSITAS
MAKALAH PROGRAM PPM PEMUTIHAN SERAT ECENG GONDOK. Oleh: Kun Sri Budiasih, M.Si NIP Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA
MAKALAH PROGRAM PPM PEMUTIHAN SERAT ECENG GONDOK Oleh: Kun Sri Budiasih, M.Si NIP.19720202 200501 2 001 Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2011 I. Pendahuluan Pemutihan
NASKAH PUBLIKASI TUGAS AKHIR. USULAN PERBAIKAN LAYOUT DENGAN MENGGUNAKAN CRAFT BERBASIS GREEN TEKNOLOGI (Studi Kasus : CV.
NASKAH PUBLIKASI TUGAS AKHIR USULAN PERBAIKAN LAYOUT DENGAN MENGGUNAKAN CRAFT BERBASIS GREEN TEKNOLOGI (Studi Kasus : CV. Agus Cemerlang) Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana
ADSORPSI ZAT WARNA DAN ZAT PADAT TERSUSPENSI DALAM LIMBAH CAIR BAIK
ADSORPSI ZAT WARNA DAN ZAT PADAT TERSUSPENSI DALAM LIMBAH CAIR BAIK Sumarni Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri IST AKPRIND Yogyakarta E-mail: [email protected] INTISARI Dalam proses pembuatan
BAB III PERANCANGAN PROSES
(pra Rancangan Pabrik,kgrtas kgrajinan dari enceng gondok. BAB III PERANCANGAN PROSES Perancangan pabrik home industri ini menghasilkan produk kertas kerajinan yang siap dibuat untuk kerajinan yang unik.
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Salah satu zat yang paling penting dalam kehidupan setelah udara adalah air (Chandra, 2012). Air merupakan sumber kehidupan yang diperlukan oleh makhluk hidup untuk
STUDI PENGELOLAAN LIMBAH PADAT & CAIR PT X - PASURUAN SEBAGAI UPAYA PENERAPAN PROSES PRODUKSI BERSIH
Laporan Tugas Akhir STUDI PENGELOLAAN LIMBAH PADAT & CAIR PT X - PASURUAN SEBAGAI UPAYA PENERAPAN PROSES PRODUKSI BERSIH Oleh: Didit Fitriawan 3305.100.042 Dosen Pembimbing : Ir. Ati Hartati, M.Sc JURUSAN
KISI- KISI SOAL UKG TEKNOLOGI PENYEMPURNAAN TEKSTIL (2015)
KISI- KISI SOAL UKG TEKNOLOGI PENYEMPURNAAN TEKSTIL (2015) 1. Pedagogik 1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual. 1.1. Memahami
BAB I PENDAHULUAN. mengganggu kehidupan dan kesehatan manusia (Sunu, 2001). seperti Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemajuan di bidang industri dan teknologi membawa kesejahteraan khususnya di sektor ekonomi. Namun demikian, ternyata juga menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan,
INDUSTRI KECIL DETERJEN CAIR
PKMK-2-11-1 INDUSTRI KECIL DETERJEN CAIR Danang setiawan, M. Sidik, Farihah Isnayanti, M. Risal Al amin, Afif Ependi Jurusan D III Teknik Kimia, Institut Teknologi 10 Nopember, Surabaya ABSTRAK Detergen
Nama : Putri Kendaliman Wulandari NPM : Jurusan : Teknik Industri Pembimbing : Dr. Ir. Rakhma Oktavina, M.T Ratih Wulandari, S.T, M.
Nama : Putri Kendaliman Wulandari NPM : 35410453 Jurusan : Teknik Industri Pembimbing : Dr. Ir. Rakhma Oktavina, M.T Ratih Wulandari, S.T, M.T TUGAS AKHIR USULAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN KINERJA LINGKUNGAN
PENGEMBANGAN INDUSTRI BATIK RAMAH LINGKUNGAN STUDI KASUS KAMPOENG BATIK LAWEYAN
PENGEMBANGAN INDUSTRI BATIK RAMAH LINGKUNGAN STUDI KASUS KAMPOENG BATIK LAWEYAN Alpha Febela Priyatmono Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Tromol
BAB III PENCEMARAN UDARA INDUSTRI PT. CEMARA AGUNG. bidang industri tenun dan tekstil dengan kapasitas produski sebesar
BAB III PENCEMARAN UDARA INDUSTRI PT. CEMARA AGUNG A. Profil Perusahaan PT. Cemara Agung PT. Cemara Agung merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri tenun dan tekstil dengan kapasitas produski
PENCAPAIAN EKO-EFISIENSI MELALUI KERJASAMA ANTAR PELAKU USAHA PADA KLASTER INDUSTRI BATIK SIMBANGKULON, KABUPATEN PEKALONGAN TUGAS AKHIR
PENCAPAIAN EKO-EFISIENSI MELALUI KERJASAMA ANTAR PELAKU USAHA PADA KLASTER INDUSTRI BATIK SIMBANGKULON, KABUPATEN PEKALONGAN TUGAS AKHIR Oleh: ERNI PURWANINGSIH L2D 004 311 JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH
Seminar Nasional Pendidikan Biologi FKIP UNS 2010
PARAMETER BIOLOGIS BADAN AIR SUNGAI NGRINGO SEBAGAI DAMPAK INDUSTRI TEKSTIL Nanik Dwi Nurhayati Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta Email: [email protected] ABSTRAK Berbagai bakteri
BAB I PENDAHULUAN. pencemaran yang melampui daya dukungnya. Pencemaran yang. mengakibatkan penurunan kualitas air berasal dari limbah terpusat (point
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu masalah yang timbul akibat meningkatnya kegiatan manusia adalah tercemarnya air pada sumber-sumber air karena menerima beban pencemaran yang melampui daya
Laporan Tugas Akhir Pembuatan Zat Warna Alami dari Buah Mangrove Spesies Rhizophora stylosa sebagai Pewarna Batik dalam Skala Pilot Plan
BAB III METODOLOGI A. Alat dan Bahan 1. Bahan Bahan yang Digunakan a. Buah mangrove jenis Rhizophora stylosa diperoleh dari daerah Pasar Banggi, Rembang b. Air diperoleh dari Laboratorium Aplikasi Teknik
LOMBA KOMPETENSI SISWA (LKS) KRIYA TEKSTIL
LOMBA KOMPETENSI SISWA SMK TINGKAT PROVINSI JAWA TIMUR Sidoarjo, September 2014 LOMBA KOMPETENSI SISWA (LKS) KRIYA TEKSTIL Disusun Oleh : Drs. Syamsudin, M. Sn. Ir. Sri Herlina, M.Si. PEMERINTAH PROVINSI
BAB V METODOLOGI. No. Alat Ukuran Jumlah. 1. Digester - 1 Buah. 2. Pengaduk - 1 Buah. 3. Kertas PH - Secukupnya. 4.
1 BAB V METODOLOGI 5.1 Bahan-bahan dan Alat yang Digunakan 5.1.1 Alat yang digunakan : No. Alat Ukuran Jumlah 1. Digester - 1 Buah 2. Pengaduk - 1 Buah 3. Kertas PH - Secukupnya 4. Gunting - 1 Buah 5.
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SILABUS TEKNOLOGI TEKSTIL
No. SIL/TBB/BSN301/9 Revisi : 00 Tgl. Agustus 2009 Hal 1 dari 5 MATA KULIAH : TEKNOLOGI TEKSTIL KODE MATA KULIAH : BSN 301 SKS : 3 SKS (1 Teori, 2 Praktek) SEMESTER : GASAL PROGRAM STUDI : S1 Pendidikan
BAB III METODOLOGI PELAKSANAAN
25 BAB III METODOLOGI PELAKSANAAN 3.1 PENDAHULUAN Pada bagian ini menjelaskan menjelaskan tentang diagram alir penelitian serta prosedur pengambilan data, teknik pengumpulan data, dan perhitungan yang
KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU TAHUN No Kompetensi Inti Guru Kompetensi Guru mapel Tekstil Indikator Esensial
KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU TAHUN 2012 MATA PELAJARAN JENJANG : TEKNIK TEKSTIL : SMA/MA SMK/MAK KOMPETENSI PEDAGOGI No Kompetensi Inti Guru Kompetensi Guru mapel Tekstil Indikator
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kegiatan industri dianggap memberikan dampak buruk bagi lingkungan yaitu meningkatkan pencemaran air dan udara, penurunan kualitas tanah, dampak dalam skala global
KAJIAN PELUANG PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN TEKNIS EKOEFISIENSI PADA KLASTER INDUSTRI KNALPOT DI KABUPATEN PURBALINGGA TUGAS AKHIR
KAJIAN PELUANG PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN TEKNIS EKOEFISIENSI PADA KLASTER INDUSTRI KNALPOT DI KABUPATEN PURBALINGGA TUGAS AKHIR Oleh: NUR MILADAN L2D 306 019 JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS
ZAT WARNA BEJANA/INDHANTHREN UNTUK PEWARNAAN BATIK
ABSTRAK Zat warna untuk kain katun terdiri dari zat warna Alami (Natural Dyes) dan zat warna Sintetis (Synthetic Dyes). Zat warna alam terdiri dari akar, batang, kulit, buah, dan bunga. Sedangkan zat warna
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri tekstil merupakan salah satu industri yang diprioritaskan untuk dikembangkan karena memiliki peran penting dalam perekonomian nasional yaitu sebagai penyumbang
SEMINAR KOMPREHENSIF ANALISIS TEKNIK, UJI KINERJA, DAN ANALISIS EKONOMI MESIN PELECET KACANG KEDELAI EDAMAME. Angga Fajar S ( )
SEMINAR KOMPREHENSIF ANALISIS TEKNIK, UJI KINERJA, DAN ANALISIS EKONOMI MESIN PELECET KACANG KEDELAI EDAMAME Angga Fajar S (240110060041) Latar Belakang Kacang Kedelai Edamame Proses Pengupasan Kulit Manual
PRAKTEK PENCAPAIAN EKO-EFISIENSI DI KLASTER INDUSTRI TAPIOKA DESA SIDOMUKTI KABUPATEN PATI TUGAS AKHIR. Oleh: SAIFILLAILI NUR ROCHMAH L2D
PRAKTEK PENCAPAIAN EKO-EFISIENSI DI KLASTER INDUSTRI TAPIOKA DESA SIDOMUKTI KABUPATEN PATI TUGAS AKHIR Oleh: SAIFILLAILI NUR ROCHMAH L2D 004 349 JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS
BAB V METODOLOGI. digester, kertas ph secukupnya, cawan porselin 3 buah, kurs porselen 3 buah,
BAB V METODOLOGI 5.1 Alat dan Bahan yang Digunakan 5.1.1 Alat yang Digunakan Alat utama yang digunakan dalam penelitian pembuatan pulp ini adalah digester, kertas ph secukupnya, cawan porselin 3 buah,
PERANCANGAN PENYEDIAAN AIR BERSIH DENGAN SISTEM TANGKI ATAS DI INDUSTRI TAHU BERBASIS CLEANER PRODUCTION: IKM TAHU HAPID SUBANG, JAWA BARAT
Prosiding SNaPP2012 : Sains, Teknologi, dan Kesehatan ISSN 2089-3582 PERANCANGAN PENYEDIAAN AIR BERSIH DENGAN SISTEM TANGKI ATAS DI INDUSTRI TAHU BERBASIS CLEANER PRODUCTION: IKM TAHU HAPID SUBANG, JAWA
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. JenisPenelitian, Rancangan Penelitian atau Metode Pendekatan Jenis penelitian ini adalah quasi experiment (eksperimen semu) dengan rancangan penelitian non randomized pretest-postest
Pengolahan Pelumas Bekas Secara Fisika
Pengolahan Pelumas Bekas Secara Fisika ISSN 1907-0500 Desi Heltina, Yusnimar, Marjuki, Ardian Kurniawan Jurusan Teknik, Fakultas Teknik, Universitas Riau Pekanbaru 28293 Abstrak Seiring dengan meningkatnya
ANALISIS WARNA, SUHU, ph DAN SALINITAS AIR SUMUR BOR DI KOTA PALOPO
Prosiding Seminar Nasional Volume 02, Nomor 1 ISSN 2443-1109 ANALISIS WARNA, SUHU, ph DAN SALINITAS AIR SUMUR BOR DI KOTA PALOPO Hasrianti 1, Nurasia 2 Universitas Cokroaminoto Palopo 1,2 [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. hampir seluruh aspek kehidupan membutuhkan energi. Kebutuhan energi saat ini
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Energi merupakan kebutuhan mendasar selain pangan dan air karena hampir seluruh aspek kehidupan membutuhkan energi. Kebutuhan energi saat ini cukup besar, salah satunya
Sifat Fisika dan Kimia Serat Poliester dan Kapas..;.^\rL..., 13
DAFTARISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI PERSEMBAHAN MOTTO UCAPAN TERIMA KASffl KATA PENGANTAR DAFTARISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR ABSTRAKSI i ji jjj iv v vj vii
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Unit Operasi IPAL Mojosongo Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Mojosongo di bangun untuk mengolah air buangan dari kota Surakarta bagian utara, dengan
BAB I PENDAHULUAN. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik -1- Universitas Diponegoro
BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG MASALAH Terkait dengan kebijakan pemerintah tentang kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) per 1 Juli 2010 dan Bahan Bakar Minyak (BBM) per Januari 2011, maka tidak ada
BAB III. METODE PENELITIAN
BAB III. METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Penelitian tentang penerapan produksi bersih pada agroindustri nata de coco ini dilakukan dengan pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Metode
Oleh : Wahyu Jayanto Dosen Pembimbing : Dr. Rr. Sri Poernomo Sari ST., MT.
ANALISIS KONSUMSI BAHAN BAKAR BIODIESEL B25 BERASAL DARI MINYAK JELANTAH DENGAN KATALIS NaOH 0.5% TERHADAP SOLAR PADA MESIN DIESEL TIPE RD 65 T Oleh : Wahyu Jayanto Dosen Pembimbing : Dr. Rr. Sri Poernomo
PARADIGMA PENGELOLAAN USAHA
PENDEKATAN ECO-EFFISIENSI DALAM PENGELOLAAN USAHA PARADIGMA PENGELOLAAN USAHA SEBUAH PENDEKATAN PENGELOLAAN USAHA BERUPA UPAYA MENINGKATKAN EFISIENSI UNTUK MENINGKATKAN MANFAAT, BAIK DARI ASPEK EKONOMI,
BAB PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TEPUNG BERAS
BAB PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TEPUNG BERAS 13.1. Pendahuluan Tepung beras merupakan bahan baku makanan yang sangat luas sekali penggunaannya. Tepung beras dipakai sebagai bahan pembuat roti, mie dan
ANALISIS ALIRAN MATERIAL DAN LIMBAH PRODUKSI BATIK CAP MENGGUNAKAN SANKEY DIAGRAM (Studi Kasus: Batik Putra Laweyan)
ANALISIS ALIRAN MATERIAL DAN LIMBAH PRODUKSI BATIK CAP MENGGUNAKAN SANKEY DIAGRAM (Studi Kasus: Batik Putra Laweyan) Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Program Studi Strata 1 Pada Jurusan
PETUNJUK UMUM UNTUK MERAWAT SISTEM SEPTIK TANK
SISTEM BARU Sistem apapun yang anda pilih, baik sitem septik konvensional maupun jenis aerobik, tangki penampungan yang baru harus melalui masa tenang di mana bakteri-bakteri yang diperlukan mulai hidup
PENGOLAHAN LIMBAH PEWARNAAN KONVEKSI DENGAN BANTUAN ADSORBEN AMPAS TEBU DAN ACTIVATED SLUDGE
PENGOLAHAN LIMBAH PEWARNAAN KONVEKSI DENGAN BANTUAN ADSORBEN AMPAS TEBU DAN ACTIVATED SLUDGE Deddy Kurniawan W, Fahmi Arifan, Tri Yuni Kusharharyati Jurusan Teknik Kimia PSD III Teknik, UNDIP Semarang
BAB I PENDAHULUAN. pendapatan negara dalam hal menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. penting dilakukan untuk menekan penggunaan energi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sektor industri merupakan sektor yang berperan dalam meningkatkan pendapatan negara dalam hal menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Namun demikian
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. ANALISIS BAHAN BAKU Analisis bahan baku bertujuan untuk mengetahui karakteristik bahan baku yang digunakan pada penelitian utama. Parameter yang digunakan untuk analisis mutu
BAB IV KAJIAN KULIT BUAH KAKAO SEBAGAI PEWARNA ALAMI PADA TEKSTIL
digilib.uns.ac.id BAB IV KAJIAN KULIT BUAH KAKAO SEBAGAI PEWARNA ALAMI PADA TEKSTIL Hasil uji coba/eksperimen dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi beberapa kategori sesuai dengan jenisnya yaitu tentang
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
17 BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 PENDAHULUAN Dalam bab ini akan di bahas alur proses pencucian membran mesin pengolahan air minum osmosis terbalik (Reverse Osmosis, R.O). Bahan yang gunakan dalam pencucian
LATEKS ALAM IRADIASI SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI RUMAH TANGGA BARANG JADI KARET
LATEKS ALAM IRADIASI SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI RUMAH TANGGA BARANG JADI KARET Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki perkebunan karet paling luas di dunia. Sebagian besar karet alam tersebut
KONSEP EKO EFISIENSI DALAM PEMANFAATAN KELUARAN BUKAN PRODUK DI KLASTER INDUSTRI MEBEL KAYU BULAKAN SUKOHARJO TUGAS AKHIR
KONSEP EKO EFISIENSI DALAM PEMANFAATAN KELUARAN BUKAN PRODUK DI KLASTER INDUSTRI MEBEL KAYU BULAKAN SUKOHARJO TUGAS AKHIR Oleh: HEPILIA KORNILASARI L2D 004 319 JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS
CLEANER PRODUCTION (PRODUKSI BERSIH)
L/O/G/O CLEANER PRODUCTION (PRODUKSI BERSIH) Week 8 Khamdi Mubarok, S.T, M.Eng Teknik Industri - UTM Latar Belakang Industri menghadapi permasalahan pengolahan limbah yang kadangkala dirasa sangat memberatkan.
BAB 4 HASL DAN PEMBAHASAN
30 BAB 4 HASL DAN PEMBAHASAN 4.1 UPAL-REK Hasil Rancangan Unit Pengolahan Air Limbah Reaktor Elektrokimia Aliran Kontinyu (UPAL - REK) adalah alat pengolah air limbah batik yang bekerja menggunakan proses
PENGOLAHAN DAN PENGELOLAAN LIMBAH CAIR INDUSTRI PENYEMPURNAAN - TEKSTIL YANG RAMAH LINGKUNGAN
PENGOLAHAN DAN PENGELOLAAN LIMBAH CAIR INDUSTRI PENYEMPURNAAN - TEKSTIL YANG RAMAH LINGKUNGAN D. M a l i k Karyasiswa S3 Manajemen Industri PDIE UII Yogyakarta Dept/Jurusan Teknik Kimia -Tekstil Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. waktu. Kesibukan dan rutinitas membuat orang harus pergi ke suatu tempat dengan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesibukan aktifitas seseorang adalah salah satu faktor yang menuntut orang memiliki mobilitas tinggi, membuat orang bergerak terus maju dan berpacu dengan waktu.
BAB I PENDAHULUAN. baik dari segi manfaat maupun penggunaannya. Hal ini dapat dilihat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Air atau sungai dapat menjadi sumber malapetaka apabila tidak di jaga, baik dari segi manfaat maupun penggunaannya. Hal ini dapat dilihat sebagaimana yang terjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan industri selain memiliki dampak positif juga memiliki dampak negatif yaitu keluaran bukan produk yang berupa bahan, energi dan air yang digunakan dalam
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan dibahas mengenai pengujian alat dan analisis dari hasil pengujian. Tujuan dilakukanya pengujian adalah mengetahui sejauh mana kinerja hasil perancangan yang
BAB V METODOLOGI. 5.1 Alat dan Bahan yang Digunakan Alat yang Digunakan. No. Alat Ukuran Jumlah. Sendok. 1 buah. Ember. 1 buah. Pipet.
BAB V METODOLOGI 5.1 Alat dan Bahan yang Digunakan 5.1.1 Alat yang Digunakan No. Alat Ukuran Jumlah 1. Sendok 2. Ember 3. Pipet 2 buah 4. Pengaduk 5. Kertas ph Secukupnya 6. Kaca arloji 2 buah 7. Cawan
KRiYA TEKSTIL DAN BATIK 1 OLEH: TITY SOEGIARTY JURUSAN PENDIDIKAN SENI RUPA FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009
KRiYA TEKSTIL DAN BATIK 1 OLEH: TITY SOEGIARTY JURUSAN PENDIDIKAN SENI RUPA FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009 TEKNIK PEMBUATAN BATIK TULIS ALAT 1. GAWANGAN 2. KUAS
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN
35 BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN A. Metode Penciptaan Dalam penciptaan Tugas Akhir ini penulis mengambil judul APLIKASI TEKNIK BATIK TULIS DENGAN MOTIF RUMAH ADAT DAYAK KANAYATN PADA PEMBUATAN TAS
BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk barang dan jasa mendorong tumbuhnya berbagai kegiatan industri yang memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan
KAJIAN KELAYAKAN DAUR ULANG AIR OLAHAN IPAL BTIK-LIK MAGETAN
BAB IX KAJIAN KELAYAKAN DAUR ULANG AIR OLAHAN IPAL BTIKLIK MAGETAN Studi kelayakan mempunyai arti penting dalam perencaan daur ulang air olahan IPAL BTIKLIK Magetan ini untuk digunakan kembali dalam proses
LAPORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN DAN APLIKASI ZAT WARNA ALAMI DARI BUAH MANGROVE JENIS Rhizophora stylosa
LAPORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN DAN APLIKASI ZAT WARNA ALAMI DARI BUAH MANGROVE JENIS Rhizophora stylosa Disusun Oleh : 1. Asrina Nurul Aini (I8311005) 2. Vaykotul Chusnayni (I8311062) PROGRAM STUDI DIPLOMA
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. WAKTU DAN TEMPAT Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2010. Tempat Penelitian di Rumah Sakit PMI Kota Bogor, Jawa Barat. 3.2. BAHAN DAN ALAT Bahan-bahan
PROTOTIPE UNIT PENGOLAHAN AIR LIMBAH DENGAN REAKTOR ELEKTROKIMIA (UPAL-RE) UNTUK MELAYANI HOME INDUSTRY BATIK (259L) ABSTRAK
PROTOTIPE UNIT PENGOLAHAN AIR LIMBAH DENGAN REAKTOR ELEKTROKIMIA (UPAL-RE) UNTUK MELAYANI HOME INDUSTRY BATIK (259L) Budi Utomo 1, Musyawaroh 2, Hunik Sri Runing Sawitri 3 1 Jurusan Teknik Sipil, Universitas
BAB III TINJAUAN DATA, EKSPERIMEN, DAN ANALISA. Pohon kapuk berbunga tiga atau empat kali dalam setahun dengan selang
BAB III TINJAUAN DATA, EKSPERIMEN, DAN ANALISA 3.6 Proses Pengambilan Serat Kapuk Pohon kapuk berbunga tiga atau empat kali dalam setahun dengan selang waktu 2 atau 3 pekan, yang pertama kalinya biasanya
PENGEMBANGAN TEKNIK PEWARNAAN ALAMI PADA KERAJINAN SERAT ALAMI DI CV BHUMI CIPTA MANDIRI SENTOLO, KULON PROGO, YOGYAKARTA
LAPORAN KEMAJUAN PEKERJAAN RISET UNGGULAN KEMITRAAN (RUK) TAHUN ANGGARAN 2005 PENGEMBANGAN TEKNIK PEWARNAAN ALAMI PADA KERAJINAN SERAT ALAMI DI CV BHUMI CIPTA MANDIRI SENTOLO, KULON PROGO, YOGYAKARTA 1
ALAT PENGERING BERKABUT UNTUK MENGHASILKAN ZAT WARNA ALAMI DARI KULIT KAYU MAHONI, JAMBAL, DAN TINGI GUNA MENGGANTIKAN SEBAGIAN WARNA SINTETIK BATIK
SEMINAR NASIONAL KIMIA DAN PENDIDIKAN KIMIA V Kontribusi Kimia dan Pendidikan Kimia dalam Pembangunan Bangsa yang Berkarakter Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan PMIPA FKIP UNS Surakarta, 6 April 2013
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian, Rancangan Penelitian atau Metode Pendekatan Jenis penelitian ini adalah quasi experiment (eksperimen semu) dengan rancangan penelitian non randomized pretest-postest
SEMINAR REKAYASA KIMIA DAN PROSES 2010 ISSN :
TEKNOLOGI PEMBUATAN BATIK KULIT KAYU JOMOK ( MORACEAE ) UNTUK PRODUK KERAJINAN Oleh : Eustasia Sri Murwati ABSTRAK Kulit kayu jomok dapat diproses menjadi lembaran kulit kayu yang tipis sampai ketebalan
Peningkatan Produktivitas pada UKM melalui Iptek Bagi Masyarakat (Studi kasus di Sentra Pengrajin Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo)
Publikasi Jurnal Teknik Industri, Universitas 45 Surabaya ISSN 1412-2146 Volume : 19 Nomor 01 Bulan Maret 2016 Halaman : 15-19 Peningkatan Produktivitas pada UKM melalui Iptek Bagi Masyarakat (Studi kasus
Prosiding Seminar Nasional Jurusan PTBB FT UNY, Volume 4, Tahun 2009
PEWARNAAN SERAT DAUN SUJI (Pleomele Angustifolia) MENGGUNAKAN ZAT PEWARNA ALAM (ZPA) Widihastuti Jurusan PTBB Fakultas Teknik UNY [email protected]; [email protected] ABSTRAK Penelitian ini
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
97 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan dan saran yang dipaparkan berikut ini, disusun berdasarkan seluruh kegiatan penelitian mengenai manfaat hasil belajar pencelupan kain kapas (cotton) sebagai
DAFTAR ISI... KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMAKASIH... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL...
DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMAKASIH... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... i ii iii v vi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Identifikasi dan Perumusan Masalah...
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Batik merupakan suatu seni dan cara menghias kain dengan penutup
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Batik merupakan suatu seni dan cara menghias kain dengan penutup lilin untuk membentuk corak hiasannya, membentuk sebuah bidang pewarnaan. Batik merupakan salah satu kekayaan
L A M P I R A N DAFTAR BAKU MUTU AIR LIMBAH
L A M P I R A N DAFTAR BAKU MUTU AIR LIMBAH 323 BAKU MUTU AIR LIMBAH INDUSTRI KECAP PARAMETER BEBAN PENCEMARAN Dengan Cuci Botol (kg/ton) Tanpa Cuci Botol 1. BOD 5 100 1,0 0,8 2. COD 175 1,75 1,4 3. TSS
PENYULUHAN DAN PRAKTIK PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING CAIR
Seri Pengabdian Masyarakat ISSN: 2089-3086 Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan Volume 3 No. 3, September Halaman 155-158 PENYULUHAN DAN PRAKTIK PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING CAIR Suprianto Pasir 1 ; Muh.Supwatul
LAMPIRAN 1 TABEL PENGAMATAN SWA PANTAU IPAL (diisi oleh operator IPAL) Hari dan tanggal. COD (mg/l)
LAMPIRAN 1 TABEL PENGAMATAN SWA PANTAU IPAL (diisi oleh operator IPAL) Hari dan tanggal Meteran air (m3) ph in/out COD (mg/l) TSS (mg/l) Keterangan Contoh : Warna air di outlet kecoklatan Busa di kolam
PEMANFAATAN DAUN INDIGOFERA SEBAGAI PEWARNA ALAMI BATIK
PEMANFAATAN DAUN INDIGOFERA SEBAGAI PEWARNA ALAMI BATIK Kasmudjo dan Panji Probo Saktianggi Bagian Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada Jl. Agro No.1 Bulaksumur, Yogyakarta
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini dilakukan pada Oktober 2016 di Sentra UMKM pengrajin batik khas Sumatera Utara yang bertempat di Jl. Letda Sudjono, Medan Tembung. Lokasi
BAB I PENDAHULUAN. arus globalisasi yang terus berjalan. Oleh sebab itu, perusahaan-perusahaan harus
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan dunia industri saat ini semakin pesat seiring berkembangnya arus globalisasi yang terus berjalan. Oleh sebab itu, perusahaan-perusahaan harus mampu untuk
Penerapan Energi Efisiensi di IKM
Penerapan Energi di IKM Oleh: Dra Rismawarni Marshal Direktur Eksekutif PPBN Disampaikan pada Acara Workshop Energi di Sektor Industri Kecil dan Menengah Hotel Lamire, 27 Maret 2012 Outline Fakta Di tahun
BAB V METODOLOGI. Penelitian dilakukan di laboratorium terdiri dari 3 tahap :
18 BAB V METODOLOGI 5.1 Rancangan Percobaan Penelitian dilakukan di laboratorium terdiri dari 3 tahap : Tahap I Tahap II Tahap III : Analisa terhadap bahan dasar : Pemasakan dengan proses soda : Analisa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi setiap tahun serta percepatan perkembangan pembangunan yang terjadi di propinsi DKI Jakarta menyebabkan peningkatan kebutuhan
KELAYAKAN PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU PADA INDUSTRI KECIL DI DUSUN CURAH REJO DESA CANGKRING KECAMATAN JENGGAWAH KABUPATEN JEMBER
KELAYAKAN PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU PADA INDUSTRI KECIL DI DUSUN CURAH REJO DESA CANGKRING KECAMATAN JENGGAWAH KABUPATEN JEMBER Elida Novita*, Iwan Taruna, Teguh Fitra Wicaksono Jurusan Teknik Pertanian,
BAB I PENDAHULUAN. berdampak positif, keberadaan industri juga dapat menyebabkan dampak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keberadaan sektor industri menjadi salah satu sektor penting, dimana keberadaannya berdampak positif dalam pembangunan suatu wilayah karena dengan adanya industri maka
PERANCANGAN ALAT TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK MENGURANGI DAMPAK LINGKUNGAN DAN MENINGKATKAN PENDAPATAN RUMAH PEMOTONGAN AYAM
PERANCANGAN ALAT TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK MENGURANGI DAMPAK LINGKUNGAN DAN MENINGKATKAN PENDAPATAN RUMAH PEMOTONGAN AYAM Moses Laksono Singgih dan Mera Kariana Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Perkembangan batik di Indonesia sangat pesat hal ini dapat dilihat dari banyaknya industri batik yang ada di Indonesia. Saat ini di Indonesia terdapat 19 daerah sentra
