BAHAN AJAR (AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1)
|
|
|
- Ida Halim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAHAN AJAR (AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1) PROGRAM DIPLOMA III KEUANGAN SPESIALISASI AKUNTANSI IIN INDRAWATI SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA TAHUN 2011
2 KATA PENGANTAR Alhamdulillah, dengan mengucap syukur kepada Allah SWT, akhirnya penulis berhasil menyelesaikan bahan ajar Akuntansi Keuangan Lanjutan I Bahan ajar ini ditulis untuk memudahkan mahasiswa mempelajari mata kuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan I yang sesuai dengan standar akuntansi yang mengikuti IFRS. Bahan ajar ini juga dibuat karena ketika penulis mengajar mata kuliah ini, penulis kesulitan mencari literatur yang sesuai SAK terbaru, yang merangkum banyak materi, dan mudah untuk dipahami mahasiswa. Penulis juga berharap bahan ajar ini akan membantu para pengajar untuk memberikan materi yang sama terhadap mahasiswa. Akhir kata, karena materi ini jauh dari sempurna dan karena waktu penyusunan bahan ajar yang terbatas, sehingga masih banyak materi yang sebenarnya masih harus dituangkan, penulis sangat berharap adanya masukan dari para pembaca. Tangerang Selatan, Juli 2011 Iin Indrawati
3 DAFTAR ISI Belum dikerjakan, tergantung kepada hasil editan..
4 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perubahan standar akuntansi keuangan ke arah konvergensi dengan standar pelaporan keuangan internasional, membuat penulis kesulitan untuk mencari literatur yang akan digunakan untuk memberikan materi kuliah akuntansi keuangan lanjutan. Buku Beams yang lama menggunakan metode ekuitas untuk pencatatan investasi di anak perusahaan, sedangkan standar akuntansi yang baru menggunakan metode cost atau metode fair value. Beberapa buku yang lain, sudah mengadopsi IFRS, akan tetapi pembahasannya tidak sedetail buku Advance Accounting karya Beams dan juga ada beberapa hal yang tidak diadopsi oleh PSAK. B Tujuan Bahan ajar ini disusun untuk memudahkan penulis mengajar mata kuliah Advance Accounting 1, memudahkan mahasiswa memahami mata kuliah ini karena disajikan dalam bahasa Indonesia dan dalam bentuk yang simple, langsung ke contohnya, serta mengisi kekosongan literature Advance Accounting. Untuk lengkapnya, mahasiswa bisa membaca literatur yang penulis sertakan di dalam daftar pustaka. C Ruang Lingkup Bahan ajar Akuntansi keuangan lanjutan 1 berisi materi tentang kombinasi bisnis, mulai dari pembelian perusahaan, metode ekuitas, pembelian saham yang berakibat timbulnya kendali, transaksi antar perusahaan, perubahan kepemilikan, kendali tidak langsung dan mutual, sampai dengan laporan konsolidasi yang anak perusahaannya menggunakan mata uang yang berbeda dengan induknya. Untuk mempercepat dan memudahkan penyusunan bahan ajar, sebagian besar data keuangan diambil dari buku Advance Accounting karya Beams, disesuaikan dengan aturan standar yang baru. Semua contoh laporan keuangan menggunakan mata uang US$. Hal ini dilakukan agar transaksi tidak terlalu banyak digit mata uangnya dan agar transaksi tampak rasional. Demikian juga nama-nama
5 akun yang digunakan banyak menggunakan bahasa Inggris agar simple dan berkesinambungan dengan mata kuliah akuntansi sebelumnya. Beberapa materi tidak disajikan secara utuh/lengkap, karena keterbatasan penulis memahami literatur yang ada dan juga ada beberapa hal yang memang belum jelas pengaturannya. Materi ini disusun dari awal Januari 2011 hingga akhir Juli 2011, mengikuti PSAK yang terbit tidak terlalu jauh dari tanggal penyelesaian bahan ajar. Kalau ada perubahan setelah itu, maka hal tersebut berada di luar jangkauan penulis.
6 BAB KOMBINASI BISNIS 1 Tujuan Instruktional khusus: 1. Mahasiswa mengenal kombinasi bisnis dari berbagai bentuknya 2. Mahasiswa bisa mengaplikasikan metode akuisisi untuk kombinasi bisnis melalui perolehan aset neto suatu perusahaan 1. Definisi Kombinasi Bisnis Menurut PSAK 22, kombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas satu atau lebih suatu bisnis. Transaksi yang kadangkala disebut sebagai penggabungan sesungguhnya (true merger) atau penggabungan setara (merger of equals) juga merupakan kombinasi bisnis. IFRS 3 menyatakan : a business combination is the bringing together of one or more combining entities into a reporting entity. Business combination result from one entity : Purchasing the equity of another entity; Purchasing the net assets of another entity; Assuming the liabilities of another entity; or Purchasing some of the net assets of another entity that together form one or more business. Dengan demikian, kombinasi bisnis bisa dilakukan dengan membeli aset neto perusahaan, mengambil alih hutang, membeli sebagian aset neto perusahaan lain dan bersama-sama membentuk satu atau lebih bisnis lainnya, atau membeli saham perusahaan di atas 50%.
7 Penggabungan usaha dilakukan untuk memperoleh efisiensi operasi melalui integrasi secara horizontal atau vertikal atau mendiversifikasikan risiko usaha melalui konglomerasi. o Integrasi horizontal penggabungan perusahaan-perusahaan dalam linebusiness atau pasar yang sama. o Integrasi vertikal penggabungan dua atau lebih perusahaan dengan operasi yang berbeda secara berturut-turut, tahapan produksi dan/atau distribusi, misalnya penggabungan usaha antara perusahaan kain dengan perusahaan pakaian jadi. o Konglomerasi penggabungan perusahaan-perusahaan dengan produk dan/atau jasa yang tidak saling berhubungan, misalnya penggabungan usaha antara perusahaan minyak dengan perusahaan komputer. 2. Alasan Kombinasi Bisnis Secara umum, tujuan dari kombinasi bisnis adalah meningkatkan profitabilitas dan efisiensi. Secara khusus, kombinasi bisnis dilakukan untuk : a. Penghematan biaya Dengan kombinasi bisnis, berbagai biaya bisa dihemat. Diantaranya biaya gaji berbagai manajer, biaya penelitian produk baru (produk tersebut sudah ada di perusahaan yang diakuisisi) dan biaya penelitian dan pengembangan. b. Mengurangi risiko Membeli perusahaan yang sudah mempunyai berbagai macam produk, dan juga pasarnya, akan lebih kecil resikonya dibandingkan dengan mengembangkan dan memasarkan produk baru. c. Mengurangi penundaan beroperasinya perusahaan Membeli perusahaan yang sudah mempunyai berbagai macam fasilitas dan sudah memenuhi berbagai macam aturan pemerintah, akan lebih cepat dibandingkan dengan mengembangkan sendiri atau mendirikan perusahaan baru. d. Menghindari pengambilalihan oleh perusahaan lainnya Salah satu cara untuk menghindari pengambilalihan oleh perusahaan lain adalah dengan melakukan kombinasi bisnis. e. Memperoleh aset tidak berwujud
8 Salah satu alasan untuk melakukan kombinasi bisnis adalah untuk memperoleh aset tidak berwujud yang dimiliki oleh perusahaan yang diakuisisi seperti hak paten, hak penambangan, database pelanggan dan lain-lain. f. Alasan-alasan lain Ada perusahaan yang punya kebanggaan tersendiri ketika berhasil mengakuisisi perusahaan-perusahaan lain. 3. Bentuk Penggabungan Usaha Akuisisi Akuisisi terjadi ketika suatu perusahaan memperoleh aset produktif dari suatu entitas usaha lain dan mengintegrasikan aset-aset tersebut ke dalam operasi miliknya. Merger Merger terjadi ketika suatu perusahaan mengambil alih semua operasi dari entitas usaha lain dan entitas yang diambil alih tersebut dibubarkan. Konsolidasi Konsolidasi terjadi ketika sebuah perusahaan baru dibentuk untuk mengambil alih aset-aset dan operasi dari dua atau lebih entitas usaha yang terpisah, dan akhirnya entitas yang terpisah tersebut dibubarkan. A B A A B C + + Merger Konsolidasi Peraga 1.1 Perbedaan Merger dan Konsolidasi
9 4. Metode pencatatan Metode pencatatan untuk kombinasi bisnis yang dipakai adalah metode pembelian atau metode akuisisi. Penerapan metode akuisisi ini mensyaratkan : a. Pengidentifikasian pihak pengakuisisi (entitas yang memperoleh pengendalian atas pihak yang diakuisisi). b. Penentuan tanggal akuisisi (tanggal pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas pihak yang diakuisisi). Pengakuan dan pengukuran aset teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas yang diambil alih, dan kepentingan nonpengendali pihak yang diakuisisi (dalam kombinasi bisnis dengan pembelian saham di atas 50%). c. Pengakuan dan pengukuran goodwill atau keuntungan dari pembelian dengan diskon. 5. Pengidentifikasian pihak pengakuisisi (entitas yang memperoleh pengendalian atas pihak yang diakuisisi) Untuk kombinasi bisnis yang dilakukan dengan cara membeli aset neto (total aset dkurangi dengan total hutang) perusahaan, pihak pengakuisisi adalah pihak yang memberikan imbalan berupa kas atau aset lain, atau memberikan imbalan dalam bentuk efek hutang atau efek ekuitas. Pengidentifikasian pihak pengakuisisi akan dibahas lebih lanjut di dalam pembahasan konsolidasi. 6. Penentuan imbalan yang diberikan Imbalan yang diberikan kepada perusahaan yang diakuisisi adalah jumlah dari nilai wajar aset yang ditransfer, hutang yang timbul dan efek ekuitas yang diterbitkan oleh pengakusisi. Imbalan juga termasuk contingent consideration sepanjang imbalan tersebut besar kemungkinan akan terjadi dan jumlahnya dapat diukur. 7. Biaya yang terkait dengan perolehan/akuisisi Biaya yang terkait dengan perolehan akuisisi meliputi biaya makelar, (finder s fee), advis, hukum, akuntansi, penilaian, biaya profesional atau konsultansi lainnya, biaya administrasi umum termasuk biaya pemeliharaan departemen akuisisi internal, dan biaya pendaftaran serta penerbitan efek hutang dan efek ekuitas.
10 Semua biaya tersebut, kecuali biaya pendaftaran dan penerbitan efek hutang dan efek ekuitas, dibebankan pada periode berjalan. Sesuai dengan PSAK 55, biaya pendaftaran serta penerbitan efek hutang akan menambah diskon atas utang atau mengurangi premium (didebetkan ke discount atau premium efek hutang), sedangkan biaya pendaftaran serta penerbitan efek ekuitas akan mengurangi (didebetkan) ke agio saham (additional paid-in capital). Jadi dapat disimpulkan, biaya-biaya yang terkait dengan investasi digolongkan menjadi tiga: a. Biaya-biaya langsung berupa harga yang dibayarkan kepada pihak yang dibeli (diakuisisi) akan diakui sebagai harga perolehan investasi. b. Biaya langsung lainnya seperti biaya akuntansi, hukum, konsultan, dan biayabiaya penemuan. Perlakuan akuntansinya dimasukkan dalam beban berjalan pada saat terjadinya c. Biaya-biaya langsung seperti biaya pendaftaran dan penerbitan surat-surat berharga ekuitas. Perlakuan akuntansinya mengurangi tambahan modal disetor (additional paid in capital). 8. Pengidentifikasian pihak pengakuisisi (entitas yang memperoleh pengendalian atas pihak yang diakuisisi) Untuk kombinasi bisnis yang dilakukan dengan cara membeli aset neto perusahaan, pihak pengakusisi adalah pihak yang memberikan imbalan berupa kas, atau aset lain atau memberikan imbalan dalam bentuk efek hutang atau efek ekuitas. Pengidentifikasian pihak pengakuisisi akan dibahas lebih lanjut dalam pembahasan konsolidasi. 9. Penentuan tanggal akuisisi (tanggal pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas pihak yang diakuisisi) Tanggal akuisisi adalah tanggal penutupan kontrak, yaitu tanggal penandatanganan kontrak di notaris
11 10. Pengakuan dan pengukuran aset teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas yang diambil alih, dan kepentingan nonpengendali pihak yang diakuisisi Penerapan prinsip dan ketentuan pengakuan oleh pihak pengakuisisi, dapat menyebabkan pengakuan atas suatu aset dan liabilitas yang sebelumnya tidak diakui oleh pihak yang diakuisisi dalam laporan keuangannya. Contohnya: merk, paten, hubungan pelanggan mungkin tidak tercatat dalam laporan keuangan suatu perusahaan. Akan tetapi ketika perusahaan tersebut diakuisisi, maka aset tersebut akan dilaporkan dalam laporan keuangan. Pengukuran aset teridentifikasi dan liabilitas yang diambilalih menggunakan nilai wajar yang mengacu pada SAK yang mengatur maisng-masing aset dan liabilitas tersebut. Sedangkan pengukuran kepentingan nonpengendali didasarkan pada nilai wajar atau berdasarkan proporsi aset neto teridentifikasi. 12. Pengakuan dan pengukuran goodwill atau keuntungan dari pembeilan dengan diskon Dalam suatu kombinasi bisnis, ada kalanya imbalan yang diberikan lebih besar daripada nilai wajar aset neto (aset dikurangi liabilitas) yang diperoleh. Selisih tersebut diberikan karena pengakuisisi menilai bahwa perusahaan yang diakuisisi mempunyai berbagai kelebihan (aset) yang tidak bisa diidentifikasi. Aset demikian disebut goodwill. Sebaliknya bila imbalan yang diberikan lebih kecil daripada nilai wajar aset neto (aset dikurangi liabilitas) yang diperoleh, maka akan terdapat goodwill negatif. Goodwill negatif akan dicatat oleh pengakuisisi sebagai keuntungan pada tahun berjalan. Perhitungan goodwill didapatkan dari : Goodwill = Biaya akuisisi jumlah aset neto teridentifikasi yang diambil alih Setiap akhir periode dilakukan pengujian atas Goodwill, apakah terjadi penurunan atau tidak. Bila nilainya turun, goodwill harus dikurangi.
12 13. Ilustrasi kombinasi bisnis dengan pembelian aset neto perusahaan P Corp. membeli aset neto dari S Co. pada tanggal 27 Desember Aset teridentifikasi dan liabilitas S Co. yang diambil alih pada tanggal tersebut menunjukkan data sebagai berikut (dalam ribuan) : Nilai Tercatat Nilai wajar Assets : Cash $ 50 $ 50 Net Receivables Inventory Land Building-net Equipment-net Patent - 50 Total assets 1,000 1,440 Liabilities : Account Payable Notes Payable Other liabilities Total liabilities Net assets $ 750 $ 1,200 Kasus 1) terdapat goodwill P Corp. membayar tunai $ dan menerbitkan lembar saham par $10, dan nilai pasar saham $20. P juga membayar berbagai biaya untuk akuisisi $9,000 dan biaya penerbitan saham $5,000. Nilai investasi yang dikeluarkan oleh P adalah: Pembayaran tunai = $ 400,000 Penerbitan saham = 50,000 x $20 1,000,000 $1,400,000 Sedangkan nilai wajar aset neto yang diperolehnya $1,200,000, sehingga dalam hal ini terdapat goodwill $200,000. Biaya-biaya lain yang dikeluarkan, tidak dimasukkan ke dalam nilai investasi, tetapi a. biaya akuisisi diakui sebagai beban pada periode berjalan b. biaya penerbitan saham dalam rangka akusisi didebit ke Agio Saham
13 Jurnal yang dibuat P dalam rangka investasi di S adalah : Investment in S 1,400,000 Cash 400,000 Common Stock 500,000 Additional Paid-In Capital 500,000 (Untuk mencatat penerbitan lembar saham dan pembayaran 400,000 tunai untuk kombinasi bisnis dengan S Co.) Investment Expense 9,000 Additional Paid-In Capital 5,000 Cash 14,000 (Untuk mencatat biaya penerbitan lembar saham dan biayabiaya lainnya dalam rangka kombinasi bisnis dengan S Co.) Cash 50,000 Net Receivables 140,000 Inventories 250,000 Land 100,000 Buildings 500,000 Equipment 350,000 Patents 50,000 Goodwill 200,000 Accounts payable 60,000 Notes payable 135,000 Other liabilities 45,000 Investment in S 1,400,000 (Untuk mengalokasikan nilai investasi terhadap aset teridentifikasi dan utang yang diambil alih dengan menggunakan nilai wajar. ) Kasus 2), terdapat diskon atau goodwill negatif P Corp. menerbitkan 40,000 lembar saham par $10, dengan nilai pasar $20, dan menyerahkan 10% notes payable senilai $200,000 untuk memperoleh aset neto S Co. Biaya akuisisi $9,000 dan biaya penerbitan saham $5,000.
14 Nilai investasi yang dikeluarkan oleh P adalah: Penyerahan efek hutang = $ 200,000 Penerbitan saham = 40,000 x $20 800,000 $1,000,000 Nilai aset neto S Co. sebesar (1,200,000) Goodwill negatif $ (200,000) Jurnal yang dibuat P dalam rangka investasi di S adalah : Investment in S 1,200,000 Notes Payable 200,000 Common Stock 500,000 Additional Paid-In Capital 500,000 (Untuk mencatat penerbitan lembar saham dan penyerahan notes payable $200,000 untuk kombinasi bisnis dengan S Co.) Investment Expense 9,000 Additional Paid-In Capital 5,000 Cash 14,000 (Untuk mencatat biaya penerbitan lembar saham dan biayabiaya lainnya dalam rangka kombinasi bisnis dengan S Co.) Cash 50,000 Net Receivables 140,000 Inventories 250,000 Land 100,000 Buildings 500,000 Equipment 350,000 Patents 50,000 Accounts payable 60,000 Notes payable 135,000 Other liabilities 45,000 Investment in S 1,000,000 Gain on Bargain Purchase 200,000
15 (Untuk mengalokasikan nilai investasi terhadap aset teridentifikasi dan utang yang diambil alih dengan menggunakan nilai wajar.) RANGKUMAN 1. Kombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas satu atau lebih suatu bisnis. Kombinasi bisnis bisa dilakukan dengan membeli aset neto suatu perusahaan, mengambil alih hutang, membeli sebagian aset neto perusahaan lain dan bersama-sama membentuk satu atau lebih bisnis lainnya, atau membeli saham perusahaan di atas 50%. 2. Penggabungan usaha dilakukan untuk memperoleh efisiensi operasi melalui integrasi secara horizontal atau vertikal atau mendiversifikasikan risiko usaha melalui konglomerasi. Bentuknya dapat berupa akuisisi, merger, dan konsolidasi. 3. Metode pencatatan untuk kombinasi bisnis adalah metode pembelian atau metode akuisisi. Metode ini mensyaratkan pengidentifikasian pihak pengakuisisi, penentuan tanggal akuisisi, pengakuan dan pengukuran aset teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas yang diambil alih, kepentingan nonpengendali pihak yang diakuisisi, serta pengakuan dan pengukuran goodwill atau keuntungan dari pembelian dengan diskon. 4. Perhitungan goodwill didapatkan dari biaya akuisisi jumlah aset neto teridentifikasi yang diambil alih. Bila hasil pengurangan tersebut negatif, berarti terdapat Goodwill negatif dan akan dicatat oleh pengakuisisi sebagai keuntungan pada tahun berjalan. 5. Semua biaya yang terkait dengan akuisisi, kecuali biaya pendaftaran dan penerbitan efek hutang dan efek ekuitas, dibebankan pada periode berjalan. Biaya pendaftaran serta penerbitan efek hutang akan menambah diskon atas utang atau mengurangi premium (didebetkan ke discount atau premium efek hutang),
16 sedangkan biaya pendaftaran serta penerbitan efek ekuitas akan mengurangi (didebetkan) ke agio saham (additional paid-in capital). LATIHAN 1. Neraca P dan S pada tanggal 31 Desember 2010 tampak sebagai berikut : P S Current Asset 130,000 60,000 Land 50, ,000 Buildings-net 300, ,000 Equipment-net 220, ,000 Total assets $700,000 $500,000 Current liabilities 50,000 60,000 Capital stock, $10 500, ,000 Additional paid-in Capital 50, ,000 Retained Earnings 100, ,000 Total liabilities + equities $700,000 $500,000 Pada tanggal 2 Januari 2011, P menerbitkan 30,000 lembar sahamnya dengan nilai wajar $20/lembar untuk membeli semua saham S. S kemudian dibubarkan. Nilai tercatat aset neto S sama dengan nilai wajarnya kecuali current asset yang memiliki nilai wajar $100,000. P membayar biaya pendaftaran dan penerbitan saham $15,000 serta biaya kombinasi bisnis lainnya $25,000. Diminta : 1) Buatlah jurnal yang diperlukan P untuk mencatat transaksi kombinasi bisnisnya 2) Buatlah neraca P sesaat setelah kombinasi bisnis dengan S! 2. Pada tanggal 2 Januari 2011, P membeli aset neto S dengan menerbitkan 100,000 lembar sahamnya dengan nilai wajar $20/lembar dan menyerahkan $500,000 tunai. P membayar biaya pendaftaran dan penerbitan saham $50,000 serta biaya kombinasi bisnis lainnya $100,000. Sesaat sebelum kombinasi bisnis dilakukan, neraca kedua perusahaan tampak sebagai berikut (dalam ribuan):
17 P at BV S at BV S at FV Cash 3, Accounts Receivable-net 1, Notes Receivable-net 1, Inventory 2, Other current assets Land 2, Building-net 9, ,200 Equipment-net 10, Total Assets $30,000 $3,000 $3,600 Accounts Payable 1, Mortgage payable, 10% 5, Capital Stock, $10 par 10,000 1,000 Additional paid-in capital 8, Retained Earnings 6, Total liabilities + equities $30,000 $3,000 Diminta : 1) Buatlah jurnal yang diperlukan P untuk mencatat transaksi kombinasi bisnisnya 2) Buatlah neraca P sesaat setelah kombinasi bisnis dengan S!
18 INVESTASI SAHAM PADA ENTITAS ASOSIASI AKUNTANSI DAN PELAPORAN INVESTOR BAB 2 Tujuan instruksional khusus: 1. Mahasiswa mengenal level pengaruh yang signifikan, pengendalian melalui berbagai level kepemilikan saham 2. Mahasiswa bisa mengaplikasikan metode ekuitas untuk investasi dalam entitas asosiasi. 1. Investasi saham Bila perusahaan A membeli saham perusahaan B, terdapat 3 kemungkinan perlakuan akuntansi untuk 3 situasi: 1) Bila pembelian saham oleh A tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perusahaan B, maka A akan mengelompokkannya sebagai trading atau available for sale securities dan perlakuan akuntansinya tunduk kepada SAK 50 dan 55 (dicatat dengan nilai wajar/fair value-nya). Secara umum pembelian saham di bawah 20% dianggap tidak mempunyai pengaruh yang signifikan 2) Bila pembelian saham oleh A mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perusahaan B, maka A akan menggunakan metode equity/ekuitas untuk mencatat investasi saham tersebut. Secara umum pembelian saham antara 20% - 50% dianggap mempunyai pengaruh yang signifikan 3) Bila pembelian saham oleh A dimaksudkan untuk mengendalikan atau menguasai perusahaan B, maka A harus menyusun laporan konsolidasi. Dalam laporan keuangannya tersendiri yang disajikan sebagai laporan konsolidasian, A boleh mencatat investasi saham tersebut dengan metode
19 cost atau mengikuti PSAK 55 (sbg sebagai trading atau available for sale securities). Pembelian saham di atas 50% dianggap dapat mengontrol/menguasai perusahaan melalui voting). Dalam situasi seperti ini terjadi hubungan induk anak perusahaan. 2. Entitas asosiasi Yang dimaksud dengan entitas asosiasi adalah suatu entitas, termasuk entitas nonkorporasi seperti persekutuan, dimana investor mempunyai pengaruh yang signifkan dan bukan merupakan entitas anak ataupun bagian partisipasi dalam ventura bersama Yang dimaksud dengan pengaruh yang signifikan adalah kemampuan atau kekuasaan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee. Keberadaan pengaruh yang signifikan oleh investor umumnya dibuktikan dengan satu atau lebih cara berikut ini: a. Keterwakilan dalam dewan direksi dan dewan komisaris atau organ setara di investee; b. Partisipasi dalam proses pembuatan kebijakan, termasuk partisipasi dalam pengambilan keputusan tentang dividen atau distribusi lainnya; c. Adanya transaksi yang material antara investor dengan investee; d. Pertukaran personel manajerial; atau e. Penyediaan informasi teknis pokok Untuk menentukan adanya pengaruh yang signifikan, keberadaan hak suara potensial (waran, opsi, convertible securities) yang dapat dieksekusi pada saat pembelian saham, harus diperhitungkan. 3. Metode yang digunakan Menurut PSAK 15 par 10, investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, kecuali ketika investasi tersebut diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58 Yang dimaksud dengan metode ekuitas menurut PSAK 15 par 8 adalah metode akuntansi dimana investasi pada awalnya dicatat berdasarkan harga
20 perolehannya, kemudian selanjutnya disesuaikan dengan perubahan net aset investee setelah pembelian saham. Bagian investor atas laba atau rugi investee diakui dalam laporan laba atau rugi investor. Penerimaan distribusi dari investee mengurangi nilai tercatat investasi. Penyesuaian terhadap nilai tercatat investasi juga dilakukan jika terdapat perubahan dalam proporsi bagian investor atas investee yang timbul dari pendapatan komprehensif lain (other comprehensive income) investee. Perubahan tersebut termasuk perubahan yang timbul dari revaluasi aset tetap dan selisih penjabaran mata uang asing. Bagian investor atas perubahan tersebut diakui dalam pendapatan komprehensif lain (other comprehensive income) investor. Metode ekuitas sering disebut sebagai konsolidasi satu baris karena konsolidasi akun-akun neraca diwakili dalam satu akun Investment in S, sedangkan konsolidasi akun-akun laporan laba rugi diwakili oleh akun Income from S. 4. Contoh prosedur akuntansi menurut Fair value/cost method dan equity method 1 Jan tahun 2009, P membeli (20%) dari lembar saham S senilai $50/lembar. Nilai par dan nilai wajar saham diasumsikan sama. S memperoleh net income 2009 $50,000 dan membayar dividend 1 Nopember $20,000. Untuk transaksi ini, P akan membuat jurnal: Cost method Equity method 1 Jan Investment in S 100,000 Investment in S 100,000 Cash 100,000 Cash 100,000 1 Nov Cash 4,000 Cash 4,000 31Des Dividend Income 4,000 Investment in S 4,000 No entry (asumsi harga pasar = cost) Investment in S Income from S 10,000 10,000
21 5. Goodwill Bila tedapat selisih antara imbalan yang diberikan (harga perolehan) dengan nilai aset neto yang diperoleh, maka selisih tersebut dialokasikan ke berbagai akun yang nilai tercatat dan nilai wajarnya berbeda, dan bila masih terdapat selisih, dialokasikan ke goodwill. Sebaliknya bila nilai asset neto yang diperoleh lebih besar daripada imbalan, maka terdapat goodwill negatif dan akan diakui sebagai keuntungan pada tahun berjalan oleh investor. Goodwill dalam metode ekuitas tidak tampak dalam akun tersendiri, melainkan ada di dalam akun Investment in S. Selisih lebih atau kurang antara harga perolehan dengan nilai asset neto yang diperoleh, akan diamortisasikan berdasarkan masa manfaat aset/liabilitas investee. Selisih tersebut dieliminasi dengan cara mendebet atau mengkredit Income from S dan mengkredit atau mendebet Investment in S dengan jumlah yang sama. Dengan eliminasi ini, selisih tersebut suatu saat akan habis, sehingga Saldo akun Investment in S di dalam bukunya P akan sama dengan % kepemilikan P dikalikan dengan stockholders equity S. Goodwill tidak diamortisasikan, tetapi tiap akhir periode dinilai kembali. Karena goodwill yang membentuk nilai tercatat investasi dalam entitas asosiasi tidak diakui secara terpisah, maka tidak dilakukan pengujian secara terpisah dengan menerapkan persyaratan pengujian penurunan nilai goodwill sesuai PSAK 48. Sebagai gantinya seluruh nilai tercatat investasi diuji penurunan nilai berdasarkan PSAK 48 sebagai suatu aset tunggal dengan membandingkan recoverable amount dengan nilai tercatatnya. 6. Contoh aplikasi metode ekuitas 1) Awal Januari 2009, P membeli 30% saham S (diasumsikan mempunyai pengaruh yang signifikan) dengan menyerahkan uang kas $2,000,000 dan saham sebanyak 200,000 lembar dengan nilai par $10/lembar dan nilai pasar $15/lembar. P mengeluarkan biaya untuk pendaftaran saham $50,000 dan biaya konsultasi $100,000. Pada saat pembelian saham tersebut neraca S menunjukkan data sbb (dalam ribuan):
22 Book value (nilai tercatat) Fair value (nilai wajar) Cash $ 1,500 $ 1,500 Receivables - net 2,200 2,200 Inventories 3,000 4,000 Other current assets 3,300 3,100 Equipment - net 5,000 8,000 Total assets $ 15,000 $ 18,800 Accounts Payable $ 1,000 $ 1,000 Note payable, due in five years 2,000 1,800 Common stock 10,000 Retained earnings 2,000 Total liabilities and sockholders equity $ 15,000 S memperoleh net income untuk 2009 sebesar $ 3,000,000 dan membayar dividen 1 Juli $ 1,000,000. Dari informasi di atas, terdapat kelebihan imbalan (harga perolehan) yang diberikan atas nilai tercatat net aset dan atas fair value net asset. Imbalan yang diberikan (Harga perolehan/ cost) $5,000,000 Nilai tercatat net asset yang diperoleh 30% x 12,000,000 3,600,000 Kelebihan cost atas nilai tercatat aset neto 1,400,000 Kelebihan cost atas nilai tercatat aset neto tersebut, dialokasikan kepada: Inventories (diasumsikan terjual di tahun 2009) 30% x (4,000,000 3,000,000) 300,000 OCA (diasumsikan terpakai di tahun 2009) 30% x (3,100,000 3,300,000) (60,000) Equipment (masa manfaat 20 th) 30% x (8,000,000 5,000,000) 900,000 Note payable (jatuh tempo 5 tahun) 30% x (1,800,000 2,000,000) 60,000 Goodwill 200,000 1,400,000 Untuk transaksi tersebut P akan membuat jurnal sbb: 1 Jan 2009
23 Investment in S $ 5,000,000 Cash $ 2,000,000 Common stock 2,000,000 Additional paid-in capital 1,000,000 (Untuk mencatat pembelian 30% saham S) 1 Jan 2009 Expenses 100,000 Additional paid-in capital 50,000 Cash 150,000 (Untuk mencatat pembayaran biaya konsultasi dan biaya pendaftaran saham) 1 Juli 2009 Cash 300,000 Investment in S 300,000 (Untuk mencatat penerimaan dividend 30% x 1,000,000) 31 Des 2009 Investment in S 900,000 Income from S 900,000 (Untuk mencatat bagian investor atas profit investee 30% x 3,000,000) Income from S 300,000 Investment in S 300,000 (Untuk mencatat amortisasi kelebihan cost atas nilai tercatat - inventory) Investment in S 60,000 Income from S 60,000 (Untuk mencatat amortisasi kelebihan nilai tercatat atas cost other current asset) Income from S 45,000 Investment in S 45,000
24 (Untuk mencatat amortisasi kelebihan cost atas nilai tercatat - Equipment 900,000 : 20 th) Income from S 12,000 Investment in S 12,000 (Untuk mencatat amortisasi kelebihan nilai tercatat atas cost - notes payable 60,000 : 5) Kelima jurnal di atas, bisa digabungkan menjadi Investment in S 603,000 Income from S 603,000 Dalam contoh di atas, bagian investor atas laba atau rugi investee diakui dalam laporan laba atau rugi investor dengan menggunakan akun Income from S. Dengan jurnal-jurnal tersebut di atas, saldo akun Investment in S akan menunjukkan saldo $5,303,000 dan akun Income from S $603,000 2) Awal Januari 2009 A membeli 35% saham B dan diasumsikan mempunyai pengaruh yang signifikan dengan membayar kas sejumlah $475,000. Pada saat itu book value dan fair value net asset B masing-masing $900,000 dan $1,100,000. Selisih $200,000 karena Aset Tetap tercatat terlalu rendah; masa manfaat Aset Tetap 10 tahun. Selama tahun 2009 B memperoleh keuntungan $ 80,000 dan membayar dividend 31 Desember $120,000. B juga mempunyai investasi saham yang diklasifikasikan sebagai available for sale securities yang nilainya mengalami kenaikan sebesar $ 20,000. Dari informasi di atas, terdapat kelebihan harga perolehan (cost) atas nilai tercatat net aset sbb: Harga perolehan (Cost of investment) 475,000 Nilai tercatat investasi 35 % x $900, ,000 Selisih cost atas nilai tercatat 160,000 Selisih dialokasikan ke:
25 Aset Tetap 35% x 200,000 70,000 Goodwill 90, ,000 Untuk transaksi tersebut P akan membuat jurnal sbb: 1 Jan 2009 Investment in B $475,000 Cash $475,000 (Untuk mencatat pembelian 35% saham B) 31 Des 2009 Cash 42,000 Investment in B 42,000 (Untuk mencatat penerimaan dividend dari B 35% x 120,000) 31 Des 2009 Investment in B 28,000 Income from B 28,000 (Untuk mencatat bagian investor (A) atas profit investee (B) 35% x 80,000) Income from B 7,000 Investment in B 7,000 (Untuk mencatat amortisasi kelebihan cost atas nilai tercatat Aset Tetap 70,000 : 10 th) Investment in B 7,000 Income from B (sbg OCI) 7,000 (Untuk mencatat kenaikan nilai available for sale securities di B 35% x 20,000) Ketiga jurnal di atas, bisa digabungkan menjadi: Investment in B 28,000 Income from B 21,000 Income from B (sbg OCI) 7,000 Dengan jurnal-jurnal tersebut di atas, saldo akun Investment in B akan menunjukkan saldo $461,000 dan akun Income from B $28,000.
26 7. Transfer aset antara investor dan investee PSAK 15 par 19 menyatakan bahwa laba atau rugi yang dihasilkan dari transaksi antara investor dan investee (upstream/downstream atau hilir/hulu) diakui dalam laporan keuangan investor hanya sebesar bagian investor lain dalam entitas asosiasi. Bagian investor atas laba atau rugi entitas asosiasi yang dihasilkan dari transaksi transaksi ini dieliminasi. Contoh: Investor A memiliki 20% saham di Investee B. Sepanjang 2009 A menjual inventory senilai $200,000 kepada B. Cost/harga perolehan barang tersebut $140,000. Sepertiga dari barang dagangan tersebut belum terjual dan masih ada di gudang B. Net income B untuk 2009 $1,000,000. Maka pada 31 Desember 2009 A akan membuat jurnal: Investment in B 200,000 Income from B 200,000 (Untuk mencatat bagian investor atas profit investee 20% x 1,000,000) Income from B 4,000 Investment in B 4,000 (Untuk mengeliminasi unrealized profit di dalam ending inventory B 20% x 20,000) Laba antar perusahaan $60,000, yang sudah direalisir $40,000, yang belum direalisir 20,000. Laba yang diakui bagian investor lain adalah $1,000,000 - $20,000 = $ 980,000. Bagian A adalah 20% x 980,000 = $196,000. Jika tahun berikutnya, inventory tersebut terjual ke pihak luar, maka A akan membuat jurnal: Investment in B 4,000 Income from B 4,000
27 8. Interim Acquisition Bila pembelian saham dilakukan tidak di awal tahun, maka penghitungan profit dari investee dan amortisasi selisih harga perolehan dengan nilai tercatat dimulai dari tanggal pembelian. Contoh: 1 Oktober 2009, P membeli 40% saham S dan diasumsikan mempunyai pengaruh yang signifikan sebesar $80,000. Net asset S pada 1 Januari 2009 adalah $150,000. Untuk tahun 2009, S melaporkan net incomr $25,000 dan mengumumkan dividend 1 September 2009 $15,000. Nilai buku asset dan liabilitas S s pada 1 Oktober 2009 sama dengan nilai wajarnya kecuali Bangunan yang nilai bukunya $40,000, mempunyai nilai wajar $60,000. Masa manfaat bangunan sejak 1 Oktober tahun. Dari informasi di atas, terdapat kelebihan harga perolehan (cost) atas nilai tercatat net asset sbb: Harga perolehan (Cost of investment) 80,000 Dikurangi: Ekuitas awal 150,000 Income s/d 30 Sept (9/12 x 25,000) 18,750 Less dividend (15,000) 153,750 kepemilikan 40 % x 153,750 61,500 Selisih lebih cost atas investasi 18,500 Selisih lebih cost atas investasi dialokasikan ke: Bangunan (60,000 40,000) x 40% 8,000 Goodwill 10,500 18,500 Untuk transaksi ini P akan membuat jurnal sbb: 1 0kt 2009 Investment in S $80,000 Cash $80, Des 2009
28 Investment in S 2,500 Income from S 2,500 (Untuk mencatat bagian profit Investor 40% x 25,000 x 3/12) Income from S 100 Investment in S 100 (Untuk mencatat amortisasi kelebihan cost atas nilai tercatat Bangunan 8,000 : 20 th x 3/12) 9. Investasi melalui kepemilikan bertahap Seorang investor mungkin memiliki pengaruh yang signifikan melalui beberapa tahap investasi. Misalnya per 1 Januari 2009 A memiliki saham di B sebanyak 10% dan menggunakan metode cost untuk investasi tersebut. Setahun kemudian A membeli lagi 15% saham B, sehingga total kepemilikannya menjadi 25% dan diasumsikan A mempunyai pengaruh yang signifikan. Pada saat A sudah mempunyai 25% kepemilikan saham, A harus menggunakan metode ekuitas sehingga akun investasi dan retained earning yang sebelumnya menggunakan metode cost harus disesuaikan. Contoh: P membeli 10% saham S pada awal 2009 senilai $70,000 dan mengelompokkannya sebagai trading securities. Stockholder s equity S saat itu $600,000. Selisih sebesar $10,000 dialokasikan ke Bangunan yang masa manfaatnya 20 tahun lagi. Untuk tahun 2009 S melaporkan Net Income $100,000 dan membayar dividend %50,000. Nilai wajar saham pada akhir tahun sama dengan nilai tercatatnya. Untuk transaksi selama 2009, P akan membuat jurnal sbb: Investment in Trading Securities $70,000 Cash $70,000 (Untuk mencatat pembelian 10% saham S) Cash $5,000 Dividend Income $5,000
29 (Untuk mencatat penerimaan dividend dari S 10% x $50,000) Awal 2010, P membeli kembali 15% saham S senilai $100,000, sehingga total kepemilikan sahamnya menjadi 25% dan diasumsikan P mempunyai pengaruh yang signifikan. Untuk transaksi ini, P akan membuat jurnal sbb: Investment in S $170,000 Investment in Trading Securities $ 70,000 Cash 100,000 (Untuk mencatat pembelian 15% saham S dan reklasifikasi 10% saham S dari Trading securities menjadi Investment in S) Investment in S $9,500 Retained Earnings $9,500 (Untuk mencatat bagian keuntungan P dari net income S % x 100,000 dikurangi amorisasi selisih cost atas net aset yang diperoleh $10,000 : 20 th) 10. Penjualan kepemilikan saham pada entitas asosiasi (Sale of an equity interest) Investor menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal investor tidak lagi memiliki pengaruh signifikan atas entitas asosiasi dan mencatat investasinya berdasarkan PSAK 55. Investor mengukur investasi yang tersisa pada entitas asosiasi pada nilai wajar. Investor mengakui dalam laporan laba rugi setiap selisih antara nilai wajar yang tersisa dan hasil pelepasan sebagian kepemilikan pada entitas asosiasi dengan jumlah tercatat invetasi pada tanggal hilangnya pengaruh sigifikan. Contoh: 1 January 2007 P membeli 320,000 lembar saham S (40% kepemilikan) senilai $580,000. Ekuitas S $1,200,000. Nilai tercatat aset dan liabilitas sama dengan nilai wajarnya. P menggunakan metode ekuitas dari 1 Januari 2007 sampai dengan 31 Desember Per 31 Desember 2009, akun investasi tersebut menunjukkan saldo $700,000 yaitu sama dengan 40% x $ (ekuitas S + $ 100,000 goodwill). 1 Januari 2010, P menjual 200,000 lembar saham tersebut senilai
30 $460,000. Sisa 120,000 lembar saham, nilai wajarnya $270,000 dan P akan mengelompokkannya sebagai Trading securities. Untuk transaksi ini, P akan membuat jurnal sebagai berikut: Cash $460,000 Investment in trading securities 270,000 Investment in S $700,000 Gain on sale of securities 22,500 Gain on transfer of categories 7, Pembelian saham langsung dari perusahaan, bukan dari pemegang saham (Stock purchases directly from the investee) Bila investor membeli saham langsung dari perusahaan, bukan dari bursa atau pemegang saham, maka hal itu akan menambah jumlah saham yang beredar dan mempengaruhi % perolehan saham Contoh: Awal Januari 2010, P Corp. membeli 20,000 saham yang belum diterbitkan sebelumnya langsung dari S senilai $450,000. Pada saat itu stockholders equity S terdiri dari $200,000 Common stock par $10 dan $150,000 Retained Earnings. Setelah pembelian saham oleh P, jumlah saham S yang beredar menjadi 20,000 + ($200,000:20,000) = 40,000. Dengan demikian kepemilikan saham P atas S adalah 50% (20,000 : 40,000) 12. Perusahaan Asosiasi dengan Saham Preferen (Investee corporation with preferred stock) Jika entitas asosiasi menerbitkan saham preferen kumulatif yang dimiliki oleh pihak lain selain investor dan diklasifikasikan sebagai ekuitas, maka investor menghitung bagiannya atas laba atau rugi investee setelah penyesuaian atas dividen atas saham tersebut, terlepas apakah dividen tersebut telah diumumkan atau belum. Contoh: P membeli 40% saham Q pada awal 2009 senilai $2,500,000. Pada saat itu stockholders equity Q terdiri dari 10% cumulative preferred stock, par $100,
31 $1,000,000; Common stock $3,000,000; Other paid-in capital $500,000; dan Retained Earnings $1,500,000. Net income yang diperoleh dan dividend yang dibayarkan oleh Q pada tahun 2009 masing-masing $700,000 dan $200,000. Dari informasi di atas, terdapat kelebihan harga perolehan (cost) atas nilai tercatat net asset sbb: Harga perolehan (Cost of investment) 2,500,000 Nilai tercatat investasi yang diperoleh: Ekuitas Q 6,000,000 Dikurangi saham preferen 1,000,000 5,000,000 % kepemilikan 40% 2,000,000 Selisih cost atas nilai tercatat (goodwill) 500,000 Income from Q akan dihitung sbb: Net Income Q $700,000 Dividen saham preferen 10% x 1,000, ,000 Income untuk common stock $600,000 Bagian P (Income from Q) 40% x 600,000 = $240,000
32 RANGKUMAN 1. Pembelian saham suatu entitas yang tidak menimbulkan pengaruh yang signifikan akan dicatat sebagai trading atau available for sale securities; yang mempunyai pengaruh yang signifikan akan dicatat dengan metode ekuitas; yang menimbulkan hubungan induk-anak, akan dicatat menggunakan metode cost, diperlakukan sebagai trading atau available for sale securities dan induk perusahaannya harus menyusun laporan keuangan konsolidasi. 2. Yang dimaksud dengan pengaruh yang signifikan adalah kemampuan atau kekuasaan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee. 3. Menurut metode ekuitas, investasi pada awalnya dicatat berdasarkan harga perolehannya, kemudian selanjutnya disesuaikan dengan perubahan net aset investee setelah pembelian saham. Bagian investor atas laba atau rugi investee diakui dalam laporan laba atau rugi investor. Penerimaan distribusi dari investee mengurangi nilai tercatat investasi. 4. PSAK 15 par 19 menyatakan bahwa laba atau rugi yang dihasilkan dari transaksi antara investor dan investee (upstream/downstream atau hilir/hulu) diakui dalam laporan keuangan investor hanya sebesar bagian investor lain dalam entitas asosiasi. Bagian investor atas laba atau rugi entitas asosiasi yang dihasilkan dari transaksi transaksi ini dieliminasi. 5. Bila pembelian saham dilakukan tidak di awal tahun, maka penghitungan profit dari investee dan amortisasi selisih harga perolehan dengan nilai tercatat dimulai dari tanggal pembelian. 6. Bila investor memiliki saham secara bertahap, yaitu dari tidak mempunyai pengaruh ke mempunyai pengaruh, maka ia harus membuat jurnal penyesuaian atas investasinya seolah-olah metode ekuitas sudah dipergunakan sebelumnya.
33 7. Investor yang menjual kepemilikan sahamnya pada entitas asosiasi, sehingga ia tidak mempunyai pengaruh yang signifikan lagi, maka ia harus menghentikan penggunaan metode ekuitasnya. Investasi yang tersisa akan dinilai berdasarkan fair value dan dikelompokkan sebagai Trading atau Available for sale securities. 8. Jika entitas asosiasi menerbitkan saham preferen kumulatif yang dimiliki oleh pihak lain selain investor dan diklasifikasikan sebagai ekuitas, maka investor menghitung bagiannya atas laba atau rugi investee setelah penyesuaian atas dividen atas saham tersebut, terlepas apakah dividen tersebut telah diumumkan atau belum.
34 LATIHAN SOAL 1. P menerbitkan 40,000 lembar sahamnya (tanpa nilai par) untuk memperoleh 40% saham S pada 1 Jan P juga membayar biaya kombinasi bisnis $40,000 dan biaya penerbitan dan registrasi saham $10,000. Aset dan liabilitas S pada saat itu tampak sbb: Book Value ($) Fair Value ($) Cash 100, ,000 Accounts receivable net 200, ,000 Inventory (terjual di tahun 2010) 500, ,000 Land 100, ,000 Buildings net (masa manfaat , ,000 tahun) Equipment net (masa manfaat 7 400, ,000 tahun) Total Assets 1,900,000 2,100,000 Liabilities 900, ,000 Capital stock 700,000 Retained Earnings 300,000 Total Liabilities & Equities 1,900,000 Saudara diminta untuk: 1) Membuat skedul alokasi kelebihan cost atas net asset yang diperoleh bila harga wajar saham P $11/share 2) Membuat skedul alokasi kelebihan cost atas net asset yang diperoleh bila harga wajar saham P $8/share 2. 1 April 2010, P membeli 30% saham S senilai $383,000. Ekuitas S awal tahun 2010 $1,000,000. Selama 2010, S mengumumkan dan membayar dividen sebesar $20,000, 4 kali, yaitu tanggal 15 Maret, 15 Juni, 15 September, dan 15 Desember. Net income yang diperoleh th 2010 $160,000 Saudara diminta untuk menentukan: 1) Goodwill dari transaksi di atas 2) Income from S 2010
35 3) Investment in S per 31 Desember P membeli 40% saham S pada 1 Januari 2010 senilai $2,240,000. Pada saat itu nilai tercatat dan nilai wajar asset dan liabilitas S tampak sebagai berikut: Book Value Fair Value ($) ($) Cash 400, ,000 Accounts receivable net 700, ,000 Inventory (terjual di tahun ,000,000 1,200,000 Other current assets 200, ,000 Land 900,000 1,700,000 Buildings net (masa manfaat 10 1,500,000 2,000,000 tahun) Equipment net (masa manfaat 7 1,200, ,000 tahun) Total Assets 5,900,000 6,700,000 Accounta Payable 800, ,000 Other current liabilities 200, ,000 Bonds Payable (jatuh tempo 1 Jan 1,000,000 1,100,000 uari 2015) Capital Stock, $10 par 3,000,000 Retained Earnings 900,000 Total liabilities & Equities 5,900,000 Untuk tahun 2010, S melaporkan net income $1,200,000 dan membayarkan dividend $600,000. Goodwill tidak diamortisasikan. Saudara diminta untuk: 1) Membuat skedul alokasi kelebihan cost atas net asset yang diperoleh 2) Menghitung besarnya Income from S ) Menentukan saldo Investment in S 31 Desember 2010
36 4. P melakukan investasi saham di S selama 2009 dan 2010 sbb: Tanggal perolehan Jumlah lembar saham Cost ($) 1 Juli ,000 48,750 1 januari ,000 99,000 Ekuitas S 1 Januari 2009 terdiri dari 20,000 lembar saham nilai par $10 dan retained earnings $100,000. Net income yang dihasilkan S tahun 2009 dan 2010 masing-masing $40,000 dan $60,000. Untuk tahun 2009 dan 2010,S membayar dividend setiap tanggal 1 Mei dan 1 November masing-masing sebesar $15,000. Bila ada selisih antara cost dengan nilai tercatat aset neto yang diperoleh, dialokasikan ke paten dan diamortisasikan selama 10 tahun. Saudara diminta untuk: 1) Menghitung besarnya Income from S 2009 dan ) Menentukan saldo Investment in S 31 Desember 2009 dan 2010
37
38 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN BAB 3 1. Kombinasi bisnis melalui perolehan saham PSAK No. 22 mendefinisikan kombinasi bisnis sebagai suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas satu atau lebih bisnis. Sedangkan IFRS 3 mendefinisikan kombinasi bisnis sebagai bergabungnya dua atau lebih entitas/perusahaan menjadi satu entitas pelaporan. Menurut IFRS kombinasi bisnis bisa terjadi dari pembelian ekuitas perusahaan/entitas lain. Dalam bab sebelumnya dinyatakan bahwa bila terjadi pembelian saham yang dimaksudkan untuk mengendalikan atau menguasai perusahaan lain, maka dalam situasi seperti ini terjadi hubungan induk anak perusahaan (parent subsidiary). Pembelian saham berhak suara di atas 50% dianggap dapat mengontrol, menguasai perusahaan melalui voting. Yang dimaksud dengan pengendalian adalah kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional suatu entitas untuk memperoleh manfaat dari aktivitas entitas tersebut. Kendali juga dianggap ada, bila induk perusahaan memiliki kurang dari atau 50% saham anak perusahaan tetapi terdapat kondisi sbb: induk perusahaan punya kekuasaan (power) lebih dari 50% melalui perjanjian dengan investor lain induk perusahaan punya kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional dari anak perusahaan berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian induk perusahaan punya kekuasaan untuk menunjuk atau mengganti mayoritas dewan direksi dan dewan komisaris atau organ pengatur setara dan anggota dewan direksi/dewan komisaris/organ pengatur ini mengendalikan anak perusahaan
39 induk perusahaan punya kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada rapat-rapat dewan direksi dan dewan komisaris atau organ pengatur setara dan anggota dewan direksi/dewan komisaris/organ pengatur ini mengendalikan anak perusahaan. 2. Entitas pelaporan Bila investasi saham menimbulkan hubungan induk- anak, maka masingmasing perusahaan berlangsung sebagai perusahaan yang terpisah dan menyusun laporan keuangan masing-masing. Sedangkan entitas yang mengendalikan/menguasai entitas-entitas yang lainnya (induk) diharuskan untuk menyusun laporan konsolidasian. Tujuan dari penyusunan laporan konsolidasian adalah untuk menyediakan laporan keuangan yang bermanfaat dan relevan bagi para pengguna. Meskipun secara hukum entitas-entitas tersebut berdiri sendiri, tetapi secara substansi mereka adalah entitas ekonomi tunggal, satu kesatuan usaha. Oleh karena itu, laporan keuangannya harus dikonsolidasikan. PSAK No. 4 Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri par 35 menyatakan, bahwa jika entitas induk menyusun laporan keuangan sendiri sebagai informasi tambahan, maka entitas induk tersebut mencatat investasi pada anak, pengendalian bersama entitas, dan entitas asosiasi pada: a. Biaya perolehan (cost) b. Sesuai PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran (sbg sebagai trading atau available for sale securities) Dalam seluruh pembahasan penyusunan laporan konsolidasi akan digunakan asumsi induk perusahaan menggunakan metode cost untuk investasi sahamnya dan tidak terjadi penurunan nilai atas investasi tersebut. Dalam laporan keuangan (neraca ) induk perusahaan akan menggunakan akun Investment in Subsidiary, dan masuk ke dalam kelompok Non current asset 3. Prosedur konsolidasi
40 Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian, entitas menggabungan laporan keuangan entitas induk dan entitas anak satu persatu dengan menjumlahkan pos-pos sejenis dari aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban. Agar laporan keuangan konsolidasian dapat menyajikan informasi keuangan dari kelompok usaha tersebut sebagai entitas ekonomi tunggal, maka dilakukan langkah-langkah sbb: a. Jumlah tercatat investasi entitas induk pada setiap entitas anak dengan porsi entitas induk atas ekuitas anak dieliminasi b. Kepentingan non pengendali atas laba atau rugi entitas anak yang dikonsolidasikan selama periodepelaporan diidentifikasi c. Kepentingan non pengendali dan bagian kepemilikan entitas induk atas asset neto entitas anak yang dikonsolidasikan diidentifikasi secara terpisah. Kepentingan non pengendali atas aset neto terdiri dari: - Jumlah kepentingan nonpengendali pada tanggal kombinasi awal yang dihitung sesuai PSAK 22 - Bagian kepentingan nonpengendali atas perubahan ekuitas sejak tanggal kombinasi bisnis tersebut 4. Contoh penyusunan laporan konsolidasian 1) P membeli 100% saham S, perusahaan yang baru berdiri. Aset neto S $120,000 dan P membayar $120,000 untuk memperoleh aset neto tsb. Neraca P dan S pada saat pembelian saham tersebut tampak sbb: P S Assets: Current Assets $ 140,000 $ 20,000
41 Non current assets: Plant, property and Equipment 640, ,000 Investment in S 120,000 - Total Assets $ 900,000 $ 145,000 Liablities & Stockholders equity: Current Liabilities $ 100,000 $ 25,000 Equity: Common Stock par $1 200,000 80,000 Additional paid-in capital 250,000 40,000 Retained Earnings 350,000 - Total Liablities & Stockholders equity $ 900,000 $ 145,000 Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan konsolidasian, dibuat suatu kertas kerja. Di dalam kertas kerja tersebut kita membuat jurnal eliminasi untuk menghilangkan akun-akun yang resiprokal. Jurnal ini tidak dibukukan ke dalam pembukuan P dan S, dan hanya ada di dalam kertas kerja (worksheet) Jurnal eliminasi, laporan keuangan P dan S, serta kertas kerja untuk penyusunanan laporan keuangan konsolidasian sesaat setelah akuisisi tampak sbb (dalam ribuan $): P ($) S ($) Adjustment & Eliminations ($) Consolidated Balance Sheet Debit Credit Assets: Current Assets Non current assets: Plant, property and Equipment Investment in S Total Assets Liablities & Stockholders equity: Current Liabilities Equity: Capital Stock par $ Additional paid-in capital Retained Earnings Tota Liablities & Stockholders equity Common Stock S 80,000 Additional paid-in capital S 40,000
42 Investment in S 120,000 (untuk mengeliminasi akun Investment in S dan stockholders equity S) 2) 1 Januari 2009 P membeli 100% saham S senilai $200,000. Pada saat itu stockholders equity S terdiri dari Capital Stock $30,000; Additional paid-in capital $90,000; dan Retained Earnings $80,000. Untuk tahun 2009 S melaporkan net income $60,000 dan tidak membayar dividend. Kertas kerja untuk penyusunan laporan konsolidasian 2009, tampak sbb (dalam ribuan $): P ($) S ($) Adjustment & Eliminations ($) Debit Credit Consolidat ed Balance Sheet Assets: Current Assets Non current assets: Plant, property and Equipment Investment in S Total Assets 1, ,190 Liablities & Stockholders equity: Current Liabilities Equity: Capital Stock par $ Additional paid-in capital Retained Earnings Tota Liablities & Stockholders equity 1, ,190 Jurnal eliminasi yang dibuat adalah: Capital Stock S 30,000 Additional paid-in capital S 90,000 Retained Earnings beginning -S 140,000 Investment in S 200,000 (untuk mengeliminasi akun Investment in S dan stockholders equity S) 5. Kepentingan pihak non-pengendali
43 Bila suatu induk perusahaan membeli anak perusahaan tidak 100%, misalnya 90%, maka yang 10% nya disebut/dinamakan non controlling interest (kepentingan non pengendali), sedangkan induknya disebut kepentingan pengendali (controlling interest). 6. Goodwill Bila suatu induk perusahaan membeli saham anak perusahaan dengan harga di atas fair value net asset yang diperolehnya, maka akan terdapat goodwill. Mengapa induk perusahaan mau membeli saham anak perusahaan dengan harga yang lebih tinggi daripada fair value saham yang diperolehnya? Karena investor melihat berbagai kelebihan dari sinerginya dengan anak perusahaan dan kelebihan-kelebihan tersebut tidak bisa diidentifikasikan, sehingga dikelompokkan dalam satu akun bernana goodwill. Investor akan mencatat goodwill sebagai asset di dalam neracanya. 7. Cara menentukan goodwill Terdapat dua cara yang diperkenankan untuk menentukan goodwill. Cara yang pertama adalah dengan mengurangkan cost/harga perolehan dari % kepemilikan atas nilai wajar anak perusahaan. Dengan cara seperti ini, maka goodwill yang diperoleh adalah goodwill induk perusahaan saja. Sedangkan cara kedua adalah mengurangkan cost/harga perolehan dari (nilai wajar aset neto - nilai wajar saham yang dimiliki kepentingan non pengendali). Dengan cara yang kedua akan diperoleh goodwill untuk perusahaan sebagai satu kesatuan, yaitu goodwill induk dan anak. Dalam keseluruhan pembahasan berikutnya, akan digunakan penentuan goodwill dengan cara ke-2 Contoh: Awal Januari 2009, P membayar $87,000 untuk membeli 80% saham S. Pada saat itu stockholders equity S terdiri dari Capital Stock $60,000 (6,000 lembar saham) dan Retained Earnings $30,000; nilai tercatat net asset sama dengan nilai wajarnya. Dari transaksi ini jika digunakan penghitungan goodwill dengan cara pertama akan didapat goodwill sbb: Cost/harga perolehan $87,000
44 % kepemilikan 80% x ($60,000 + $30,000) 72,000 Goodwill $15,000 Dengan cara ke-dua akan diperoleh goodwill sebesar: Cost/harga perolehan $87,000 Total nilai perusahaan = 100/80 x 87,000 = 108,750 Bagian kepentingan non pengendali 20% x 108,750 = 21,750 Bagian kepentingan pengendali 68,250 Goodwill $18,750 Dari total goodwill $18,750 tersebut 80%nya yaitu 15,000 adalah goodwill untuk induk perusahaan, sama dengan perhitungan goodwill cara yang pertama, sisanya $3,750 adalah goodwill untuk kepentingan non pengendali. Goodwill sebesar $18,750 bisa juga dicari dengan mengurangkan total nilai wajar perusahaan dari nilai wajar asset neto (108,750 90,000 ) = $18,750. Bila dalam soal di atas diketahui nilai pasar saham kepentingan non pengendali $20/lembar, maka goodwill dihitung sbb: Cost/harga perolehan $ 87,000 Bagian kepentingan non pengendali $20 x 1,200 lembar 24,000 Total nilai perusahaan $111,000 Nilai buku = nilai wajar aset neto 90,000 Goodwill $ 21, Contoh penyusunan laporan konsolidasi setelah tahun kombinasi bisnis Awal Januari 2009, P membayar $87,000 untuk membeli 80% saham S. Pada saat itu stockholders equity S terdiri dari Capital Stock $60,000 dan Retained Earnings $30,000; nilai tercatat net asset sama dengan nilai wajarnya. Nilai pasar kepentingan non pengendali tidak diketahui. Dari transaksi ini terdapat goodwill sebesar (100/80 x 87,000) - 90,000 = $18,750)}. Tahun 2009, S melaporkan net income $25,000 dan membayar dividend $15,000.
45 Kertas kerja konsolidasi dan jurnal eliminasi yang dibuat adalah: P ($) S ($) Adjustment & Eliminations ($) Consoldt Statmnts Dr Cr Income Statement: Sales 250,000 65, ,000 Dividend Income 12,000 a 12,000 Expenses 200,000 40, ,000 Net Income 62,000 25,000 Non controlling interest c 5,000 5,000 exp Consolidated Net Income 70,000 Retained Earnings 5,000 30,000 b 30,000 5,000 Beginning Add: net income 62,000 25,000 70,000 Deduct: dividend 30,000 15,000 a 12,000 30,000 c 3,000 Retained Earnings Dec 37,000 40,000 45, Balance Sheet: Cash 40,000 10,000 50,000 Other Current Assets 90,000 50, ,000 Investment in S 87,000 b 87,000 Plant, property and 300, , ,000 Equipment Accumulated Depreciation 50,000 30,000 80,000 Goodwill b 18,750 18,750 Total Assets 467, ,750 Liabilities 80,000 30, ,000 Capital Stock 350,000 60,000 b 60, ,000 Retained Earnings Dec 31 37,000 40,000 45, , ,000 NCI 1 Jan b 21,750 NCI 31 Dec c 2,000 23, ,750 a. Dividend Income 12,000 Dividend-S 12,000 (untuk mengeliminasi dividend income dan dividend S) b. Capital Stock S 60,000 Retained Earnings S - beginning 30,000 Goodwill 18,750
46 Investment in S 87,000 Non controlling interest beginning 21,750 (untuk mengeliminasi akun Investment in S dan stockholders equity S dan memunculkan goodwill) c. Non controlling interest expense 5,000 Dividend-S 3,000 Non controlling interest ending 2,000 (untuk mencatat bagian laba kepentingan non pengendali, mengeliminasi dividend S dan menambahkan bagian laba tersebut ke ekuitas kepentingan non pengendali) Tahun 2010, S melaporkan net income $30,000 dan membayar dividend $15,000. S meminjam uang kepada P sebesar $10,000 dan menyerahkan wesel bayar. Jurnal eliminasi dan kertas kerja konsolidasi yang dibuat P adalah: a. Investment in S 8,000 Retained Earning P beginning 8,000 [(Untuk mencatat kenaikan investment in S dan Retained Earning yang tahun sebelumnya kurang dibukukan (25,000 15,000) x 80%] b. Dividend Income 12,000 Dividend-S 12,000 (untuk mengeliminasi dividend income dan dividend S) c. Capital Stock S 60,000 Retained Earnings S - beginning 40,000 Goodwill 18,75 Investment in S 95,000 Non controlling interest beginning 23,750 (untuk mengeliminasi akun Investment in S dan stockholders equity S dan memunculkan goodwill) P ($) S ($) Adjustment & Eliminations ($) Consolidt Statement
47 Dr Cr Income Statement: Sales 300,000 75, ,000 Dividend Income 12,000 b 12,000 Expenses 244,000 45, ,000 Net Income 68,000 30,000 Non controlling interest expense d 6,000 6,000 Consolidated Net 80,000 Income Retained Earnings 37,000 40,000 c 40,000 a 8,000 45,000 Beginning Add: net income 68,000 30,000 80,000 Deduct: dividend 45,000 15,000 b12,000 45,000 d 3,000 Retained Earnings 60,000 55,000 80,000 Dec 31 Balance Sheet Cash 46,000 20,000 66,000 Note Receivable S 10,000 e 10,000 Other Current Assets 97,000 70, ,000 Investment in S 87,000 a 8,000 c 95,000 Plant, property and 300, , ,000 Equipment Accumulated 60,000 30, ,000 Depreciation Goodwill c 18,750 18,750 Total Assets 480, ,750 Note Payable P 10,000 e 10,000 Liabilities 70,000 25,000 95,000 Capital Stock 350,000 60,000 c 60, ,000 Retained Earnings 60,000 55,000 80,000 Dec 31 NCI 1 Jan c 23,750 NCI 31 Dec d 3,000 26,750 Liab & Stockh equity 467, , ,750 (untuk mengeliminasi akun Investment in S dan stockholders equity S dan memunculkan goodwill) d. Non controlling interest expense 6,000 Dividend-S 3,000 Non controlling interest ending 3,000
48 (untuk mencatat bagian laba kepentingan non pengendali, mengeliminasi dividend S dan menambahkan bagian laba tersebut ke ekuitas kepentingan non pengendali) e. Notes Payable P 10,000 Notes Receivable S 10,000 (untuk mengeliminasi hutang-piutang antar perusahaan) 9. Urutan pembuatan jurnal eliminasi Seiring dengan bertambahnya kompleksitas penyusunan laporan keuangan konsolidasian, ada baiknya pembuatan jurnal eliminasi diurutkan sbb: 1) Jurnal penyesuaian untuk kesalahan atau pos-pos yang belum dibukukan oleh masing-masing perusahaan 2) Jurnal untuk mengeliminasi transaksi antar perusahaan yang melibatkan profit 3) Jurnal untuk mengeliminasi dividend income dan dividend S 4) Jurnal untuk mengeliminasi akun resiprokal Investment in S dengan akun ekuitas S 5) Jurnal untuk alokasi dan amortisasi kelebihan cost atas nilai tercatat asset neto yang diperoleh 6) Jurnal untuk mengeliminasi akun resiprokal lainnya (hutang-piutang, interest expense dan interest income) 10. Alokasi kelebihan cost/harga perolehan atas nilai tercatat net asset yang diperoleh Bila induk perusahaan membayar harga perolehan lebih dari nilai tercatat value aset neto yang diperoleh, maka kelebihan tersebut dialokasikan ke berbagai akun yang nilai buku dan nilai wajarnya berbeda, bila masih ada sisa, dialokasikan ke goodwill. Contoh: P membeli 90% saham S pada akhir Desember 2009 senilai $360,000 secara tunai. Stockholders equity S pada saat itu terdiri dari Capital Stock
49 $200,000 dan Retained Earnings $50,000. Beberapa akun aset S pada saat itu menunjukkan angka sbb: Fair Value ($) Book Value ($) Undervaluation (overvaluation) Inventories (terjual di tahun 60,000 50,000 10, ) Land 60,000 30,000 30,000 Buildings (masa manfaat 180, ,000 80, tahun) Equipment (masa manfaat 5 tahun) 70,000 90,000 (20,000) 100,000 Fair value perusahaan 100/90 x 360,000 = 400,000 Fair value net asset yang tercatat/teridentifikasi 200, , ,000 = 350,000 Goodwill keseluruhan 50,000 Fair value perusahaan 100/90 x 360,000 = 400,000 Nilai tercatat asset neto 250,000 Selisih nilai wajar perusahaan atas nilai tercatat asset neto 150,000 Selisih dialokasikan ke berbagai akun seperti terlihat di atas 100,000 Goodwill 50, ,000 Cost/harga perolehan P 360,000 Nilai tercatat net asset yang diperoleh P90% x 250,000 = 225,000 Selisih cost atas nilai tercatat net asset 135,000 Selisih dialokasikan ke berbagai akun 90% x 100,000 = 90,000 Goodwill P 90% x 50,000 = 45, ,000 0 Jurnal eliminasi yang dibuat untuk menyusun laporan konsolidasian adalah:
50 a. Capital stock 200,000 Retained Earnings Dec 31 50,000 Unamortized excess 150,000 Investment in S 360,000 Non Controlling Interest 40,000 (untuk mengeliminasi akun resiprokal Investment in S dan stockholders equity S dan memunculkan unamortized excess) b. Inventories 10,000 Land 30,000 Buildings net 80,000 Goodwill 50,000 Equipment net 20,000 Unamortized excess 150,000 (untuk mengalokasikan unamortized excess ke berbagai akun dan ke goodwill). Bila segera setelah penggabungan usaha, P menyusun laporan konsolidasian, maka kertas kerja akan tampak seperti ini (dalam ribuan $): P ($) 90% S ($) Adjustment & Eliminations ($) Conslidt Statements Dr Cr Cash Receivables - net Inventories b Land b Buildings net b Equipment net b Investment in S 360 a 360 Goodwill b Unamortized excess a 150 b ,025 Accounts Payable Capital Stock a Ret. Earnings Dec a NCI 31 Dec a ,025
51 Untuk tahun 2010, S memperoleh net income $60,000 dan mengumumkan dividend 2 kali yaitu pada 1 Juni dan 1 Desember masingmasing $10,000. Dividend yang diumumkan tanggal 1 juni sudah dibayar, sedangkan yang diumumkan 1 Desember, sampai dengan 31 Desember 2010 belum dibayar oleh S. P hanya mencatat dividend income bila dividend sudah dibayar. Pada tahun 2010, S meminjam uang kepada P sebesar $20,000 dan akhir Desember S sudah mengirimkan cek untuk membayarnya, tetapi P belum menerima cek tersebut. Jurnal eliminasi yang dibuat untuk menyusun laporan konsolidasian adalah: a. Dividend Receivable 9,000 Dividend Income 9,000 (Untuk mencatat dividend income atas dividend yang diumumkan oleh S tetapi belum dicatat oleh P) Jurnal ini tidak hanya dibuat di dalam kertas kerja konsolidasi, tetapi juga akan dibuat oleh P sebagai jurnal penyesuaian akhir tahun b. Cash 20,000 Notes Receivable 20,000 (Untuk mencatat pembayaran utang dari S melalui cek yang belum diuangkan oleh P) c. Dividend income 18,000 Dividend 18,000 (untuk mengeliminasi dividend income dan dividend S) d. Non controlling interest expense 5,080 Dividend 2,000 Non controlling interest (untuk mencatat bagian laba kepentingan non pengendali, mengeliminasi dividend S dan menambahakan selisihnya ke ekuitas kepentingan non pengendali)
52 Bagian laba kepentingan non pengendali diperoleh dari perhitungan sbb: Bagian laba 10% x 60,000 = 6,000 Dikurangi amortisasi excess - inventory 10% x 10,000 = 1,000 amortisasi excess - buildings 10% x 80,000 : 25 = 320 ditambah amortisasi excess - equipment 10% x 20,000 : 5 = ,080 e. Capital stock 200,000 Retained Earnings Dec 31 50,000 Unamortized excess 150,000 Investment in S 360,000 Non Controlling Interest 40,000 (untuk mengeliminasi akun resiprokal Investment in S dan stockholders equity S dan memunculkan unamortized excess) f. Cost of goods sold 10,000 Land 30,000 Buildings net 80,000 Goodwill 50,000 Equipment net 20,000 Unamortized excess 150,000 (untuk mengalokasikan unamortized excess ke berbagai akun dan ke goodwill) g. Operating expenses 3,200 Buildings net 3,200 h. Equipment 4,000 Operating expenses 4,000 i. Dividend Payable 9,000 Dividend Receivable 9,000
53 Kertas kerja konsolidasi akan tampak sbb: P ($) S ($) Adjustment & Eliminations ($) Consolidt Statements Dr Cr Income Statement: Sales 900, ,000 1,200,000 Dividend Income 9,000 c 18,000 a 9,000 Cost of goods sold 600, ,000 f 10, ,000 Operating Expenses 190,000 90,000 g 3,200 h 4, ,200 Net Income 119,000 60,000 Non controlling interest expense d 5,080 5,080 Consolidated Net Income 155,720 Retained Earnings 120,000 50,000 e 50, ,000 Beginning Add: net income 119,000 60, ,720 Deduct: dividend 100,000 20,000 c 18, ,000 d 2,000 Retained Earnings Dec 139,000 90, , Balance Sheet Cash 13,000 15,000 b 20,000 48,000 Accounts Receivable - net 76,000 25, ,000 Note Receivable S 20,000 b 20,000 Inventories 90,000 60, ,000 Land 60,000 30,000 f 30, ,000 Buildings net 190, ,000 f 80,000 g 3, ,800 Equipment net 150, ,000 h 4,000 f 20, ,000 Investment in S 360,000 d360,000 Dividend Receivable a 9,000 i 9,000 Goodwill f 50,000 50,000 Unamortized excess f 150,000 f 150, , ,000 1,099,800 Accounts Payable 120,000 60, ,000 Dividend Payable 10,000 i 9,000 1,000 Capital Stock 700, ,000 e200, ,000 Retained Earnings Dec 139,000 90, , , ,000 NCI 1 Jan e 40,000 NCI 31 Dec d 3,080 43,080 1,099,800
54 RANGKUMAN 1. PSAK No. 22 mendefinisikan kombinasi bisnis sebagai suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas satu atau lebih bisnis. Sedangkan IFRS 3 mendefinisikan kombinasi bisnis sebagai bergabungnya dua atau lebih entitas/perusahaan menjadi satu entitas pelaporan. Menurut IFRS kombinasi bisnis bisa terjadi dari pembelian ekuitas perusahaan/entitas lain. 2. bila terjadi pembelian saham yang dimaksudkan untuk mengendalikan atau menguasai perusahaan lain, maka dalam situasi seperti ini terjadi hubungan induk anak perusahaan (parent subsidiary). Pembelian saham berhak suara di atas 50% dianggap dapat mengontrol, menguasai perusahaan melalui voting. 3. Pengendalian adalah kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional suatu entitas untuk memperoleh manfaat dari aktivitas entitas tersebut. Kendali juga dianggap ada, bila induk perusahaan memiliki kurang dari atau 50% saham anak perusahaan tetapi memenuhi beberapa kondisi tertentu. 4. Bila investasi saham menimbulkan hubungan induk- anak, maka masingmasing perusahaan berlangsung sebagai perusahaan yang terpisah dan menyusun laporan keuangan masing-masing. Sedangkan entitas yang mengendalikan entitas-entitas yang lainnya harus menyusun laporan konsolidasian. Meskipun secara hukum entitas-entitas tersebut berdiri sendiri, tetapi secara substansi mereka adalah entitas ekonomi tunggal, satu kesatuan usaha. Oleh karena itu, laporan keuangannya harus dikonsolidasikan. 5. Jika entitas induk menyusun laporan keuangan sendiri sebagai informasi tambahan, maka entitas induk tersebut mencatat investasi pada anak, pengendalian bersama entitas, dan entitas asosiasi pada: c. Biaya perolehan (cost) d. Sesuai PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran (sbg sebagai trading atau available for sale securities)
55 6. Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian, entitas menggabungan laporan keuangan entitas induk dan entitas anak satu persatu dengan menjumlahkan pos-pos sejenis dari aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban.
56 LATIHAN 1. P Co. membeli 80% saham berhak suara S Inc. senilai $2,500,000 pada 1 January Ekuitas S pada saat itu terdiri dari: Capital stock, par $10 $1,000,000 Additional Paid-in capital 600,000 Retained Earnings 800,000 Total stockholders equity $2,400,000 Kelebihan cost atas nilai tercatat asset neto dialokasikan 10% ke inventory yang under value dan terjual di tahun 2006, 40% ke asset tetap yang juga undervalue dengan masa manfaat 8 tahun, dan sisanya ke goodwill. Neraca saldo komparatif untuk kedua perusahaan pada 31 Desember 2010 tampak sebagai berikut: P ($) S ($) Other assets-net 3,850,000 2,600,000 Investment in S 2,500,000 Expenses (including cost of goods 3,180, ,000 sold) Dividends 500, ,000 Total debits 10,030,000 3,400,000 Capital stock $10 par 3,000,000 1,000,000 Additional paid-in capital 850, ,000 Retained Earnings 2,030, ,000 Sales 4,000,000 Dividend income 150,000 Total credits 10,030,000 3,400,000 Berdasarkan informasi di atas, Saudara diminta untuk menentukan angka yang akan muncul di dalam laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2010 untuk akun-akun: 1) Goodwill (asumsi tidak ada penurunan nilai) 2) Bagian keuntungan kepentingan non pengendali 3) Consolidated net income 4) Consolidated retained earnings 5) Kepentingan non pengendali
57 2. P membeli 75% saham berhak suara S Co. tanggal 1 Januari 2010 senilai $600,000 kas. Ekuitas S Co. saat itu terdiri dari Capital stock $500,000 dan Retained earnings $100,000. Selisih antara cost dan nilai tercatat asset neto dialokasikan 10% ke undervalued Inventory, 20% ke undervalued Buildings, 30% undervalued Equipment, dan sisanya ke patent yang tidak dicatat oleh S. Inventory terjual di tahun 2010; masa manfaat equipment 5 tahun, sedangkan building dan patent masing-masing 10 tahun. Account Payable S per 31 Desember 2010 termasuk utang ke P sebesar $10,000 yang jatuh tempo tanggal 15 Januari Laporan keuangan terpisah P dan S per 31 Desember 2010 tampak sbb: P ($) S ($) Combined Income and Retained Earnings Statements for the year ended Dec 31, 2010 Sales 800, ,000 Dividend income 37,500 Gain on sale of equipment 10,000 Cost of goods sold 300, ,000 Depreciation expense 155,000 60,000 Other expenses 160, ,000 Net income 232, ,000 Add: Retained earnings Jan 1, , ,000 Deduct: Dividend 200,000 50,000 Retained earnings Dec 31, , ,000 Balance Sheet at Dec 31, 2010 Cash 85,000 60,000 Accounts Receivable - net 100,000 70,000 Dividend Receivable 15,000 Inventories 150, ,000 Other current asset 70,000 30,000 Land 50, ,000 Buildings net 140, ,000 Equipment net 570, ,000 Investment in S 600,000 Total assets 1,780, ,000 Accounts Payable 200,000 85,000 Dividend Payable 100,000 20,000 Other liabilities 50,000 95,000 Capital Stock 1,000, ,000 Retained Earnings Dec , ,000 Total liabilities & Equities 1,780, ,000
58 LEMBAR JAWABAN P ($) S ($) Adjustments & Elimination Combined Income and Retained Earnings Statements for the year Debit Credit ended Dec 31, 2010 Sales 800, ,000 Dividend income 37,500 Gain on sale of equipment 10,000 Cost of goods sold 300, ,000 Depreciation expense 155,000 60,000 Consolidt statements Other expenses 160, ,000 Non controlling interest expense Net income 232, ,000 Add: Retained earnings Jan 397, ,000 1,2010 Deduct: Dividend 200,000 50,000 Retained earnings Dec 430, ,000 31,2010 Balance Sheet at Dec 31, 2010 Cash 85,000 60,000 Accounts Receivable - net 100,000 70,000 Dividend Receivable 14,000 Inventories 150, ,000 Other current asset 70,000 30,000 Land 50, ,000 Buildings net 140, ,000 Equipment net 570, ,000 Investment in S 600,000 Total assets 1,780, ,000 Accounts Payable 200,000 85,000 Dividend Payable 100,000 20,000 Other liabilities 50,000 95,000 Capital Stock 1,000, ,000 Retained Earnings Dec , ,000 NCI beginning NCI ending Total liabilities & Equities 1,780, ,000
59
60 BAB TRANSAKSI ANTAR PERUSAHAAN - PERSEDIAAN 4 Tujuan Instruksional Khusus: Mahasiswa mampu menyusun laporan keuangan konsolidasi yang di dalamnya terdapat transaksi antar perusahaan dalam bentuk pembelian/penjualan inventory baik pyang hilir mauyang melibatkan profit, baik transaksi hilir maupun hulu. Bila terjadi transaksi antara induk dan anak perusahaan, maka dari sudut pandang konsolidasi, transaksi tersebut dianggap tidak ada dan harus dieliminasi. Transaksi antara induk dan anak perusahaan dapat mengakibatkan timbulnya akun yang resiprokal, contohnya transaksi penjualan inventory akan menimbulkan akun penjualan dan pembelian/cogs, juga Account Receivable dan Account Payable. Transaksi pinjaman uang antar perusahaan akan menimbulkan Notes Receivable dan Notes Payable beserta Interest Income dan Interest Expense. Di samping pengeliminasian akun-akun resiprokal, laba atau rugi dari transaksi antara induk dan anak perusahaan yang belum direalisir juga harus dieliminasi dan baru diakui setelah barang dijual kepada pihak luar. 1. Transaksi antar perusahaan Inventory P memiliki 100% saham S. Semua pembelian barang dagangan S dilakukan dari P. Selama 2008, P menjual inventory ke S dengan margin 20%. Cost barang yang dijual $20,000. S kemudian menjual lagi barang ini ke perusahaan lain seharga $30,000 Dalam bukunya P akan menjurnal : Inventory $20,000 Account Payable $20,000 Page 39
61 (Untuk mencatat pembelian inventory dari pihak lain) Accounts Receivable S (120% x 20,000) $24,000 Sales $24,000 (Untuk mencatat penjualan inventory ke S) Cost of goods sold $20,000 Inventory $20,000 (Untuk mencatat harga pokok penjualan inventory ke S) Sedangkan S akan menjurnal: Inventory $24,000 Account Payable - P $24,000 (Untuk mencatat pembelian inventory dari P) Accounts Receivable $30,000 Sales $30,000 (Untuk mencatat penjualan inventory ke pihak ke-3) Cost of goods sold $24,000 Inventory $24,000 (Untuk mencatat harga pokok penjualan inventory ke perusahaan lain) Sedangkan jurnal eliminasi yang akan dibuat P di dalam kertas kerjanya adalah: Sales $24,000 Cost of goods sold $24,000 (untuk mengeliminasi penjualan P dan cost of goods sold S) Sales dan Cost of goods sold harus dieliminasi karena secara konsolidasi tidak ada jual beli antara induk dan anak perusahaan. Sebagian kertas kerja konsolidasi di akhir 2010, tampak sbb: Page 40
62 P S Adjustments & Eliminations Consolidated Dr Cr Sales 24,000 30,000 24,000 30,000 Cost of goods sold 20,000 24,000 24,000 20,000 Gross profit 4,000 6,000 10, Eliminasi atas Profit yang belum direalisir dalam ending inventory Selama 2009, P menjual lagi barang ke S dengan cost 30,000, dengan margin tetap 20%. S kemudian menjual lagi ¾ dari barang ini ke perusahaan lain seharga $35,000 Dalam bukunya P akan menjurnal: Inventory $30,000 Account Payable $30,000 (Untuk mencatat pembelian inventory dari pihak lain) Accounts Receivable S (120% x 30,000) $36,000 Sales $36,000 (Untuk mencatat penjualan inventory ke S) Cost of goods sold $30,000 Inventory $30,000 (Untuk mencatat harga pokok penjualan inventory ke S) Sedangkan S akan menjurnal: Inventory $36,000 Account Payable - P $36,000 (Untuk mencatat pembelian inventory dari P) Page 41
63 Accounts Receivable $35,000 Sales $35,000 (Untuk mencatat penjualan inventory ke pihak ke-3) Cost of goods sold $27,000 Inventory $27,000 (Untuk mencatat harga pokok penjualan inventory pihak ke-3; ¾ x 36,000) Sedangkan jurnal eliminasi yang akan dibuat P di dalam kertas kerjanya adalah: a. Sales $36,000 Cost of goods sold $36,000 (untuk mengeliminasi penjualan P dan cost of goods sold S) b. Cost of goods sold $1,500 Inventory $1,500 (untuk mengeliminasi unrealized profit di dalam ending inventory) Dari sudut pandang konsolidasi, di dalam ending inventory S termasuk margin 20% yang mengakibatkan inventory disajikan terlalu tinggi, yang juga mengakibatkan cost of goods sold disajikan terlalu rendah. Oleh karena itu dibuat jurnal eliminasi cost of goods sold didebit dan Inventory dikredit. Dari data tersebut, di akhir 2009, ketika P menyusun laporan konsolidasian, sebagian kertas kerja tampak sbb: P S Adjustments & Eliminations Consolidated Dr Cr Income Statement: Sales 36,000 35,000 a 36,000 35,000 Cost of goods sold 30,000 27,000 b 1,500 a 36,000 22,500 Gross profit 6,000 8,000 12,500 Balance Sheet: Ending inventory 9,000 b 1,500 7,500 Page 42
64 3. Eliminasi atas Profit yang belum direalisir dalam ending inventory dan realisasi profit yang ditangguhkan sebelumnya. Selama 2010, P menjual lagi barang ke S, cost 40,000, dengan margin tetap 20%. S kemudian menjual lagi ¾ dari barang ini ke perusahaan lain seharga $45,000. Sisa barang tahun 2009 terjual di tahun 2010 seharga 12,000. Dalam bukunya P akan menjurnal Inventory $40,000 Account Payable $40,000 (Untuk mencatat pembelian inventory dari pihak lain) Accounts Receivable S (120% x 40,000) $48,000 Sales $48,000 (Untuk mencatat penjualan inventory ke S) Cost of goods sold $40,000 Inventory $40,000 (Untuk mencatat harga pokok penjualan inventory ke S) Sedangkan S akan menjurnal: Inventory $48,000 Account Payable - P $48,000 (Untuk mencatat pembelian inventory dari P) Accounts Receivable (45, ,000) $57,000 Sales $57,000 (Untuk mencatat penjualan inventory ke pihak ke-3) Cost of goods sold (36, ,000) $45,000 Inventory $45,000 (Untuk mencatat harga pokok penjualan inventory pihak ke-3) Page 43
65 Dari data tersebut, di akhir 2010, ketika P menyusun laporan konsolidasian, sebagian kertas kerja tampak sbb: P S Adjustments & Eliminations Consolidated Dr Cr Income Statement: Sales 48,000 57,000 a 48,000 57,000 Cost of goods sold 40,000 45,000 b 2,000 a 48,000 37,500 c 1,500 Gross profit 8,000 12,000 19,500 Retained beginning Earnings, c 1,500 Balance Sheet: Ending inventory 12,000 b 2,000 10,000 Jurnal eliminasi yang akan dibuat P di dalam kertas kerjanya adalah: a. Sales $48,000 Cost of goods sold $48,000 (untuk mengeliminasi penjualan P dan cost of goods sold S) b. Cost of goods sold $2,000 Inventory $2,000 (untuk mengeliminasi unrealized profit di dalam ending inventory) c. Retained Earnings, beginning $1,500 Cost of goods sold $1,500 (untuk mengakui realized profit yang sebelumnya ditangguhkan) Dari sudut pandang konsolidasi, Retained Earnings awal P harus dikurangi karena tahun sebelumnya P mengakui seluruh keuntungan atas penjualan inventorynya ke S, padahal ada sebagian barang yang belum terjual, sehingga net income/retained Page 44
66 earningnya terlalu tinggi. Dengan kata lain, P tidak membuat penangguhan atas keuntungan yang belum direalisasi. Cost of goods sold harus dikurangi karena ending inventory yang tahun sebelumnya terlalu tinggi menjadi beginning inventory yang terlalu tinggi yang berakibat cost of goods sold terlalu tinggi. 4. Downstream dan upstream Sales (Penjualan hulu dan hilir) Penjualan dari induk perusahaan ke anak perusahaan disebut downstream (hulu), sedangkan penjualan dari anak perusahaan ke induknya disebut upstream (hilir). Dalam kasus penjualan hulu/downstream, di dalam income P, termasuk profit yang belum terealisir yang ada di dalam ending inventory S. Incomenya S tidak terpengaruh sehingga bagian laba kepentingan non pengendali juga tidak terengaruh. Dalam kasus penjualan hilir/upstream, di dalam income S, termasuk profit yang belum terealisir yang ada di dalam ending inventory P. Unrealized profit ini akan dibagi secara proporsional antara kepentingan pengendali dengan kepentingan non pengendali. Contoh: Income P dan S untuk tahun 2009 adalah sbb: P S 80% Sales 600, ,000 Cost of goods sold 300, ,000 Gross profit 300, ,000 Expenses 100,000 70,000 P s separate income 200,000 S s separate income 50,000 Penjualan antar perusahaan untuk tahun 2009 adalah $100,000; unrealized profit dalam ending inventory $20,000. Bila yang menjual barang adalah P (downstream), maka bagian keuntungan kepentingan non pengendali adalah 20% x 50,000 = 10,000. Bila yang menjual barang adalah S (upstream), maka bagian keuntungan kepentingan non pengendali adalah 20% x (50,000 20,000) = 6,000. Page 45
67 5. Eliminasi atas Profit yang belum direalisir dalam ending inventory upstream P memiliki 100% saham S. Semua pembelian P dilakukan dari S. Selama 2009, S menjual barang ke P dengan harga $36,000; cost 30,000. P kemudian menjual lagi ¾ dari barang ini ke perusahaan lain seharga $35,000. Untuk transaksi ini, P akan membuat jurnal eliminasi di dalam kertas kerjanya sbb: a. Sales $36,000 Cost of goods sold $36,000 (untuk mengeliminasi penjualan P dan cost of goods sold S) b. Cost of goods sold $2,000 Inventory $2,000 (untuk mengeliminasi unrealized profit di dalam ending inventory) Dari jurnal yang dibuat, tidak ada perbedaan jurnal eliminasi antara downstream dan upstream untuk mengeliminasi jual beli antar perusahaan dan unrealized profit yang ada di dalam ending inventory. 6. Eliminasi atas Profit yang belum direalisir dalam ending inventory dan realisasi profit yang ditangguhkan sebelumnya upstream P memiliki 100% saham S. Semua pembelian P dilakukan dari S. Selama 2010, S menjual barang ke P dengan cost 40,000, dengan margin 20%. P kemudian menjual lagi ¾ dari barang ini ke perusahaan lain seharga $45,000. Sisa barang tahun 2009 terjual di tahun 2010 seharga 12,000. sbb: Untuk transaksi ini, P akan membuat jurnal eliminasi di dalam kertas kerjanya a. Sales $48,000 Cost of goods sold $48,000 (untuk mengeliminasi penjualan P dan cost of goods sold S) Page 46
68 b. Cost of goods sold $2,000 Inventory $2,000 (untuk mengeliminasi unrealized profit di dalam ending inventory) c. Retained Earnings P, beginning $1,500 Cost of goods sold $1,500 (untuk mengakui realized profit yang sebelumnya ditangguhkan) Dari jurnal yang dibuat, tidak ada perbedaan jurnal eliminasi antara downstream dan upstream untuk mengeliminasi jual beli antar perusahaan, unrealized profit yang ada di dalam ending inventory, dan realized profit inventory bila P memiliki 100% saham S. 7. Eliminasi atas Profit yang belum direalisir dalam ending inventory dan realisasi profit yang ditangguhkan sebelumnya upstream untuk kepemilikan kurang dari 100% P memiliki 90% saham S. Semua pembelian P dilakukan dari S. Selama 2010, S menjual barang ke P cost 40,000, dengan margin 20%. P kemudian menjual lagi ¾ dari barang ini ke perusahaan lain seharga $45,000. Sisa barang tahun 2009 terjual di tahun 2010 seharga 12,000. Untuk transaksi ini, P akan membuat jurnal eliminasi di dalam kertas kerjanya: a. Sales $48,000 Cost of goods sold $48,000 (untuk mengeliminasi penjualan P dan cost of goods sold S) b. Cost of goods sold $2,000 Inventory $2,000 (untuk mengeliminasi unrealized profit di dalam ending inventory) Page 47
69 c. Retained Earnings P, beginning $1,350 Non controlling interest 150 Cost of goods sold $1,500 (untuk mengakui realized profit yang sebelumnya ditangguhkan) Realisasi untuk profit yang ditangguhkan pada tahun sebelumnya dibagi secara proporsional dengan kepentingan non pengendali. 8. Contoh konsolidasi intercompany profits dari penjualan hulu (downstream) 1 Juli 2006 P membeli 90% saham S dengan menyerahkan kas $94,500. Pada saat itu ekuitas S terdiri dari capital stock $100,000 dan Retained Earnings $5,000. Book value net aset S sama dengan fair valuenya sehingga tidak ada ekses cost atas book value net aset. P secara reguler menjual inventory ke S. Selama tahun 2009 terdapat data transaksi antar perusahaan sbb: Penjualan ke S (cost $15,000) $20,000 Profit yang belum terealisir dalam inventory S 31 Des ,000 Profit yang belum terealisir dalam inventory S 31 Des ,500 Hutang S (Accounts Payable) pada P 10,000 Jurnal-jurnal eliminasi yang dibuat oleh P adalah sbb: a. Sales $ 20,000 Cost of goods sold $ 20,000 (untuk mengeliminasi penjualan P dan cost of goods sold S) b. Retained earnings $ 2,000 Cost of goods sold $ 2,000 (untuk mengakui realized profit yang sebelumnya ditangguhkan) Page 48
70 c. Cost of goods sold $ 2,500 Inventory $ 2,500 (untuk mengeliminasi unrealized profit di dalam ending inventory) d. Dividend Income $ 9,000 Dividend S $ 9,000 (untuk mengeliminasi dividend income P dan dividend s) e. Investment in S $ 36,000 Retained Earnings, beginning $ 36,000 [untuk menyesuaikan Investment in S atas kenaikan equity S dari awal tahun 2006 ke awal tahun 2009 ($145,000 - $105,000) x 90%] f. Retained earnings S, beginning $ 45,000 Capital stock S 100,000 Investment in S $130,500 Non controlling interest 14,500 (untuk mengeliminasi akun resiprokal investment in S dan stockholders equity S serta memunculkan non controlling interest) g. Non controlling interest expense (I/S) $ 3,000 Dividend $ 1,000 Non controlling interest ending (B/S) 2,000 (untuk mengakui bagian laba non controlling interest) h. Accounts Payable- S $ 10,000 Accounts Receivable P $ 10,000 (untuk mengeliminasi utang piutang antar perusahaan) Page 49
71 Kertas kerja konsolidasi P pada 31 Des 2009 tampak sebagai berikut: P ($) S ($) Adjustment and Eliminations Consolidated Statement Dr Cr ($) Income Statement Sales 1,000, ,000 a 20,000 1,280,000 Dividend Income 9,000 d 9,000 Cost of goods sold 550, ,000 c 2,500 a 20, ,500 b 2,000 Other Expenses 350,000 70, ,000 Net Income 109,000 30,000 NCI g 3,000 3,000 Consolidated Net Income 126,500 Retained Earnings, 160,000 45,000 b 2,000 e 36, ,000 beginning f 45,000 Net Income 109,000 30, ,500 Dividend 50,000 10,000 d 9,000 50,000 g 1,000 Retained Earnings, 219,000 65, ,500 ending Balance Sheet Cash 30,000 5,000 35,000 Accounts Receivable 70,000 20,000 h 10,000 80,000 Inventories 90,000 45,000 c 2, ,500 Other Current Assets 64,000 10,000 74,000 Plant and Equipment 800, , ,000 Investment in S 94,500 e 36,000 f 130,500 1,148, ,000 1,241,500 Accounts Payable 80,000 15,000 h 10,000 85,000 Other Liabilities 49,500 20,000 69,500 Capital stock 800, ,000 f 100, ,000 Retained Earnings 219,000 65, ,500 1,148, ,000 NCI 1 Jan 2009 f 14,500 NCI 31 Des 2009 g 2,000 16,500 1,241, Contoh konsolidasi intercompany profits dari penjualan hilir (upstream) 1 Januari 2009 P membeli 80% saham S dengan menyerahkan kas $480,000. Pada saat itu ekuitas S terdiri dari capital stock $500,000 dan Retained Earnings Page 50
72 $100,000. Book value net aset S sama dengan fair valuenya sehingga tidak ada ekses cost atas book value net aset. S secara reguler menjual inventory ke P. Selama tahun 2010 terdapat data transaksi antar perusahaan sbb: Penjualan ke P $300,000 Profit yang belum terealisir dalam inventory S 31 Des ,000 Profit yang belum terealisir dalam inventory S 31 Des ,000 Hutang S (Accounts Payable) pada P 50,000 Jurnal-jurnal eliminasi dan kertas kerja konsolidasin yang dibuat oleh P adalah sbb: a. Sales $ 300,000 Cost of goods sold $ 300,000 (untuk mengeliminasi penjualan P dan cost of goods sold S) b. Retained earnings $ 32,000 Non controlling interest 8,000 Cost of goods sold $ 40,000 (untuk mengakui realized profit yang sebelumnya ditangguhkan) c. Cost of goods sold $ 30,000 Inventory $ 30,000 (untuk mengeliminasi unrealized profit di dalam ending inventory) d. Dividend Income $ 40,000 Dividend S $ 40,000 (untuk mengeliminasi dividend income P dan dividend s) Page 51
73 e. Investment in S $ 120,000 Retained Earnings, beginning $ 120,000 [untuk menyesuaikan Investment in S atas kenaikan equity S dari awal tahun 2006 ke awal tahun 2009 ($750,000 - $600,000) x 80%] Kertas kerja konsolidasi P pada 31 Des 2009 nampak sebagai berikut P ($) S ($) Adjustment and Eliminations Consolidated Statement Dr Cr ($) Income Statement Sales 3,000,000 1,500,000 a 300,000 4,200,000 Dividend Income 40,000 d 40,000 Cost of goods sold 2,000,000 1,000,000 c 30,000 a 300,000 2,690,000 b 40,000 Other Expenses 588, , ,000 Net Income 452, ,000 NCI g 22,000 22,000 Consolidated Net Income 500,000 Retained Earnings, 912, ,000 b 32,000 e 120,000 1,000,000 beginning f 250,000 Net Income 452, , ,000 Dividend 400,000 50,000 d 40, ,000 g 10,000 Retained Earnings, 964, ,000 1,100,000 ending Balance Sheet Cash 200,000 50, ,000 Accounts Receivable 700, ,000 h 50, ,000 Inventories 1,100, ,000 c 30,000 1,270,000 Other Current Assets 384, , ,000 Plant and Equipment 2,000, ,000 2,500,000 Investment in S 480,000 e 120,000 f 600,000 4,864,000 1,000,000 5,304,000 Accounts Payable 500, ,000 h 50, ,000 Other Liabilities 400,000 50, ,000 Capital stock 3,000, ,000 f 500,000 3,000,000 Retained Earnings 964, ,000 1,100,000 4,864,000 1,000,000 5,304,000 NCI 1 Jan 2009 b 8,000 f 150,000 NCI 31 Des 2009 g 12, ,000 1,241,500 Page 52
74 f. Retained earnings S, beginning $ 250,000 Capital stock S 500,000 Investment in S $600,000 Non controlling interest 150,000 (untuk mengeliminasi akun resiprokal investment in S dan stockholders equity S serta memunculkan non controlling interest) g. Non controlling interest expense (I/S) $ 22,000 Dividend $ 10,000 Non controlling interest ending (B/S) 12,000 (untuk mengakui bagian laba non controlling interest) h. Accounts Payable- S $ 50,000 Accounts Receivable P $ 50,000 (untuk mengeliminasi utang piutang antar perusahaan) Page 53
75 RANGKUMAN 1. Transaksi antara induk dan anak perusahaan, dapat mengakibatkan timbulnya akun yang resiprokal, contohnya transaksi penjualan inventory akan menimbulkan akun penjualan dan pembelian/cogs, Account Receivable dan Account Payable. Transaksi pinjaman uang antar perusahaan akan menimbulkan Notes Receivable dan Notes Payable beserta Interest Income dan Interest Expense. Dari sudut pandang konsolidasi, transaksi tersebut dianggap tidak ada dan harus dieliminasi. 2. Laba atau rugi dari transaksi antara induk dan anak perusahaan yang belum direalisir harus dieliminasi dan baru diakui setelah barang dijual kepada pihak luar. 3. Penjualan dari induk perusahaan ke anak perusahaan disebut downstream (hulu), sedangkan penjualan dari anak perusahaan ke induknya disebut upstream (hilir). 4. Dalam kasus penjualan hulu/downstream, di dalam income P, termasuk profit yang belum terealisir yang ada di dalam ending inventory S. Incomenya S tidak terpengaruh sehingga bagian laba kepentingan non pengendali juga tidak terpengaruh. 5. Dalam kasus penjualan hilir/upstream, di dalam income S, termasuk profit yang belum terealisir yang ada di dalam ending inventory P. Unrealized profit ini akan dibagi secara proporsional antara kepentingan pengendali dengan kepentingan non pengendali. LATIHAN 1. Selama tahun 2009 dan 2010, P menjual barang ke S dengan cost masing-masing $30,000 dan $40,000, margin 20%. S berhasil menjual kembali barang ini ke pihak luar masing-masing 75%nya. Sisa persediaan tahun 2009 diasumsikan terjual semua pada Page 54
76 tahun Berdasarkan informasi tersebut Saudara diminta untuk membuat jurnal eliminasi berkaitan dengan transaksi inventory antar perusahaan tersebut. 2. Selama tahun 2009 dan 2010, S menjual barang ke P dengan cost masing-masing $30,000 dan $40,000, margin 20%. P berhasil menjual kembali barang ini ke pihak luar masing-masing 75%nya. Sisa persediaan tahun 2009 diasumsikan terjual semua pada tahun Berdasarkan informasi tersebut Saudara diminta untuk membuat jurnal eliminasi berkaitan dengan transaksi inventory antar perusahaan tersebut. 3. Informasi laporan laba rugi P dan anak perusahaannya, S per 31 Desember 2010 adalah sbb: P S (60%) Sales $900,000 $350 Cost of goods sold 400, Gross profit 500, Operating expenses 250, S s net income $50 P s separate income $250,000 Selama tahun 2010, S menjual inventorynya kepada P sebesar $100,000. Di dalam ending inventory P tahun 2009 dan 2010 terkandung unrealized profit masing-masing $5,000 dan $10,000. Berdasarkan informasi tersebut Saudara diminta untuk: 1) menentukan non controlling interest expense untuk ) menentukan consolidated sales, consolidated cost of goods sold, dan consolidated income 2010 Page 55
77 TRANSAKSI ANTAR PERUSAHAAN ASET TETAP 5 Tujuan Instruksional Khusus: Mahasiswa mampu menyusun laporan keuangan konsolidasi yang di dalamnya terdapat transaksi antar perusahaan dalam bentuk pembelian/penjualan Aset Tetap yang melibatkan profit, baik transaksi hulu maupun hilir; aset tetap yang didepresiasikan maupun yang tidak didepresiasikan. Transaksi antara induk dan anak perusahaan yang melibatkan penjualan dan pembelian aset tetap akan menimbulkan unrealized profit dan unrealized loss dari sudut pandang konsolidasi. Unrealized profit/loss ini harus dieliminasi dalam melaporkan hasil operasi dan posisi keuangan konsolidasi. Jurnal penyesuaian untuk mengeliminasi unrealized profit ini sejenis seperti untuk unrealized inventory, tetapi tidak identik. Unrealized profit inventory akan self-correcting dalam 2 periode pelaporan, sedangkan unrealized profit plant asets mempengaruhi laporan keuangan sampai aset tersebut dijual kepada pihak lain atau habis melalui pemakaian oleh entitas yang membelinya. A. Intercompany profits atas nondepreciable plant asets (land) 1. Penjualan hulu tanah (Downstream sale of land) Di dalam tahun terjadinya penjualan hulu tanah, maka laba atau rugi atas penjualan tanah harus dieliminasi, karena dari sudut pandang konsolidasi laba/rugi tersebut tidak ada, yang ada adalah transfer kepemilikan tanah. Demikian juga halnya dengan akun tanah yang akan dilaporkan terlalu tinggi (karena ada gain) atau terlalu Page 50
78 rendah (karena ada loss) harus dieliminasi sebesar laba atau rugi pelepasan tanahnya agar dari sudut pandang konsolidasi, tanah disajikan sebsar nilai tercatanya. Contoh: Prita membeli 90% saham Sinta pada awal tahun 2008 senilai $270,000. Ekuitas Sinta saat itu terdiri dari Capital stock $200,000 dan Retained earnings $100,000. Untuk tahun 2008, Sinta melaporkan net income $70,000 dan tidak membagikan dividend. Pada tahun 2008, Prita menjual tanah ke Sinta seharga $50,000 (cost $40,000). Kertas kerja konsolidasi 2009 dan jurnal eliminasi yang dibuat Prita adalah sbb: Prita ($) Sinta ($) Adjustments & Eliminations Debit ($) Credit ($) Consolidtd statements ($) Income Statements Sales 380, , ,000 Gain on sale of land 10,000 a 10,000 Expenses (including cost of goods sold) 300, , ,000 NCI expense c 7,000 7,000 Net income 90,000 70, ,000 Retained Earnings Retained earnings 207, ,000 b 100, ,000 beginning Add: net income 90,000 70, ,000 Retained earnings, ending 297, , ,000 Balance sheet Other aset 477, , ,000 Land 50,000 a 10,000 40,000 Investment in S 270,000 b 270,000 Total Asets 747, , ,000 Liabilities 50,000 30,000 80,000 Capital stock 400, ,000 b 200, ,000 Retained earnings 297, , ,000 Total liabilities & equities 747, ,000 NCI beginning b 30,000 NCI ending c 7,000 37, ,000 Page 51
79 a. Gain on sale of land $10,000 Land $10,000 (untuk mengeliminasi unrealized profit di dalam land) b. Retained earnings S, beg $100,000 Capital stock S 200,000 Investment in S $270,000 NCI beginning 30,000 (untuk mengeliminasi resiprokal akun) c. NCI expense $ 7,000 NCI ending $ 7,000 (untuk memunculkan bagian keuntungan kepentingan non pengendali) Untuk tahun-tahun berikutnya, jurnal eliminasi untuk mengeliminasi unrealized profit yang masih melekat di land adalah: Retained earnings P, beginning $10,000 Land $10,000 Penjualan land kepada pihak ketiga di tahun setelah tahun penjualan antar perusahaan - downstream Ketika tanah yang dibeli oleh anak, dijual lagi ke pihak luar, maka konsolidasi akan mengakui laba yang sebelumnya ditangguhkan. Bila penjualan kepada pihak luar tersebut menimbulkan keuntungan untuk anak, maka laba konsolidasi adalah laba induk ditambah laba anak atau sama dengan harga jual ke pihak luar dikurangi dengan harga buku asalnya. Contoh: Asumsi soal sebelumnya digunakan lagi. P membeli 90% saham S pada awal tahun 2008 senilai $270,000. Ekuitas S saat itu terdiri dari Capital stock $200,000 dan Page 52
80 Retained earnings $100,000. Untuk tahun 2008, S melaporkan net income $70,000 dan tidak membagikan dividend. Pada tahun 2008, P menjual tanah ke S seharga $50,000 (cost $40,000). Tahun 2010, S menjual tanah tersebut ke T seharga $60,000. Dari transaksi ini S akan mengakui laba $10,000 ($60,000 - $50,000), sedangkan laba secara konsolidasi, adalah laba P sebelumnya yang ditangguhkan ($50,000 - $40,000) ditambah dengan laba S ($60,000 - $50,000) atau harga jual ke T $60,000 nilai buku awal $40,000 = $20,000. Dengan demikian, untuk transaksi ini, P akan membuat jurnal eliminasi: Retained Earnings P, beginning $10,000 Gain on sale of land $10,000 (untuk mencatat realized profit atas land) Dengan jurnal eliminasi ini, laba penjualan tanah dalam laporan konsolidasi, disajikan sebesar $20,000 Sebagian kertas kerja konsolidasi akan tampak sbb: Income Statements P ($) S ($) Adjustments & Eliminations Debit Credit ($) ($) Consolidated statements ($) Gain on sale of land 10,000 Retained Earnings Retained earnings beginning 10,000 10,000 20,000-10,000 Bila S menjual tanah ke T $65,000, jurnal eliminasinya tetap sama yaitu Retained Earnings P, beginning $10,000 Gain on sale of land $10,000 (untuk mencatat realized profit atas land) Page 53
81 Dari sudut pandang konsolidasi, laba atas penjualan tanah adalah $25,000 karena costnya $40,000 dijual $65,000 sehingga sebagian kertas kerja konsolidasi akan tampak sbb: Income Statements P ($) S ($) Gain on sale of land 15,000 Retained Earnings Retained earnings beginning 10,000 Adjustments & Eliminations Debit Credit ($) ($) 10,000 Consolidated statements ($) 25,000-10, Penjualan hilir tanah (Upstream sale of land) Penjualan hilir tanah, akan mempengaruhi perhitungan NCI expense pada tahun terjadinya penjualan, karena di dalam laba anak perusahaan terkandung laba yang belum direalisir. Oleh karena itu bagian laba NCI harus dikurangi dengan unrealized profit dari penjualan hilir tanah tersebut. Contoh: Prisma membeli 90% saham Sigma pada awal tahun 2008 senilai $270,000. Ekuitas Sigma saat itu terdiri dari Capital stock $200,000 dan Retained earnings $100,000. Untuk tahun 2008, Sigma melaporkan net income $70,000 dan tidak membagikan dividend. Pada tahun 2008, Sigma menjual tanah ke Prisma seharga $50,000 (cost $40,000). Jurnal yang dibuat Prisma untuk penjualan tanah ke S adalah: Kas $50,000 Land $40,000 Gain on sale of land 10,000, Dari sudut pandang konsolidasi, tidak ada laba antar perusahaan dan Land dilaporkan terlalu tinggi $10,000, sehingga P di dalam kertas kerja konsolidasi akan membuat jurnal eliminasi Page 54
82 a. Gain on sale of land $10,000 Land $10,000 Jurnal eliminasi selanjutnya adalah: b. Retained earnings S, beg $100,000 Capital stock S 200,000 Investment in S $270,000 NCI beginning 30,000 (untuk mengeliminasi resiprokal akun) c. NCI expense $ 6,000 NCI ending $ 6,000 [untuk memunculkan bagian keuntungan kepentingan non pengendali 10% x (70,000 10,000)] Kertas kerja konsolidasinya 2009 tampak sebagai berikut: Prita ($) Sinta ($) Adjustments & Eliminations Debit ($) Credit ($) Consolidated statements ($) Income Statements Sales 380, , ,000 Gain on sale of land 10,000 a 10,000 Expenses (including cost of goods sold) 290, , ,000 NCI expense c 6,000 6,000 Net income 90,000 70, ,000 Retained Earnings Retained earnings 207, ,000 b 100, ,000 beginning Add: net income 90,000 70, ,000 Retained earnings, ending 297, , ,000 Balance sheet Other aset 477, , ,000 Land 50,000 a 10,000 40,000 Page 55
83 Investment in S 270,000 b 270,000 Total Asets 747, , ,000 Liabilities 50,000 30,000 80,000 Capital stock 400, ,000 b 200, ,000 Retained earnings 297, , ,000 Total liabilities & equities 747, ,000 NCI beginning b 30,000 NCI ending c 6,000 36, ,000 Karena jurnal eliminasi hanya ada di dalam kertas kerja, maka Land akan senantiasa dilaporkan terlalu tinggi sampai dengan saat dijual kepada pihak ketiga. Dengan demikian, untuk tahun-tahun berikutnya, jurnal eliminasi untuk mengeliminasi unrealized profit yang masih melekat pada akun land adalah: Retained earnings, beginning - P $ 9,000 NCI 1,000 Land $10,000 Retained earning awal P hanya akan didebet sebesar 90%nya, sisanya akan mengurangi NCI Penjualan land kepada pihak ketiga di tahun setelah tahun penjualan antar perusahaan upstream Penjualan land kepada pihak ketiga di tahun setelah tahun penjualan antar perusahaan upstream, akan menyebabkan direalisirnya laba yang ditangguhkan tahun sebelumnya. Contoh: Asumsi soal sebelumnya digunakan lagi, dan P kemudian menjual tanah ini pada tahun 2010 kepada pihak ketiga, seharga $60,000. Dari transaksi ini P akan mengakui laba $10,000 ($60,000 - $50,000), sedangkan laba secara konsolidasi, adalah $60,000 - $40,000 = $20,000. Dengan demikian, untuk transaksi ini, P akan membuat jurnal eliminasi: Page 56
84 Retained Earnings P, beginning $ 9,000 NCI 1,000 Gain on sale of land $10,000 (untuk mencatat realized profit atas land) Dengan jurnal eliminasi ini, laba penjualan tanah dalam laporan konsolidasi, disajikan sebesar $20,000 B. Intercompany profits atas depreciable plant asets Untuk penjualan plants aset antar perusahaan, unrealized profit akan direalisir melalui penjualan aset tersebut kepada pihak ketiga atau melalui pemakaian oleh pembeli aset tersebut (induk atau anak perusahaan). 1. Penjualan aset tetap di akhir tahun - downstream Akhir tahun 2009, P menjual mesin dengan harga $80,000 ke S senilai, anak perusahaannya yang dimiliki 80% sahamnya. Cost dari mesin $90,000, akumulasi penyusutan $40,000. Jurnal yang akan dibuat oleh P untuk mencatat transaksi tesebut adalah: Cash $80,000 Accumulated depreciation 40,000 Machinery $90,000 Gain on sale of machinery 30,000 Sedangkan S akan menjurnal: Machinery $80,000 Cash $80,000 Sebagian laporan keuangan kedua perusahaan dan kertas kerja konsolidasian per 31 Desember 2009 akan tampak sbb: P S Adjustment & Elimination Debit Credit Consolidated Statements Page 57
85 Income Statement Gain on sale of machinery 30,000 30,000 - Balance sheet Machinery 80,000 30,000 50,000 Dari sudut pandang konsolidasi, tidak ada laba untuk penjualan aset antar perusahaan dan mesin dilaporkan terlalu tinggi $30,000. Oleh karena itu, P harus membuat jurnal eliminasi Gain di debit dan mesin dikredit masing-masing $30, Penjualan aset tetap di awal tahun - downstream Awal tahun 2009, P menjual mesin ke S, anak perusahaannya yang dimiliki 80% sahamnya seharga $80,000. Cost dari mesin $90,000, akumulasi penyusutan $40,000. Masa manfaat mesin 5 tahun. Jurnal yang akan dibuat oleh P untuk mencatat transaksi tesebut adalah: Cash $80,000 Accumulated depreciation 40,000 Machinery $90,000 Gain on sale of machinery 30,000 (untuk mencatat penjualan mesin ke S) Sedangkan S akan menjurnal: Machinery $80,000 Cash $80,000 (untuk mencatat pembelian mesin dari P) Depreciation expense $16,000 Accumulated depreciation $16,000 (untuk mencatat depresiasi tahun berjalan $80,000 : 5 tahun = $16,000) Sebagian laporan keuangan kedua perusahaan dan kertas kerja konsolidasian per 31 Desember 2009 akan tampak sbb: P S Adjustment & Elimination Consolidated Statements Page 58
86 Debit Credit Income Statement Gain on sale of machinery 30,000 a 30,000 - Depreciation expense 16,000 b 6,000 Balance sheet Machinery 80,000 a 30,000 50,000 Accumulated depreciation 16,000 b 6,000 10,000 Dari sudut pandang konsolidasi, tidak ada laba untuk penjualan aset antar perusahaan dan mesin dilaporkan terlalu tinggi $30,000. Oleh karena itu, P harus membuat jurnal eliminasi Gain di debit dan mesin dikredit masing-masing $30,000. Jurnal eliminasi yang dibuat oleh P adalah: a. Gain on sale of machinery $30,000 Machinery $30,000 Dari sudut pandang konsolidasi, beban depresiasi terlalu tinggi $6,000. Nilai buku mesin $50,000. Kalau dibagi 5 tahun, depresiasi harusnya hanya $10,000. Oleh karena itu dibuat jurnal eliminasi Accumulated depreciation di debit dan Depreciation expense dikredit $6,000. Dengan jurnal ini, perusahaan secara konsolidasi telah mengakui keuntungan melalui pemakaian mesin selama 1 tahun, dengan cara mengurangi beban depresiasi. Jurnal eliminasi yang dibuat P adalah b. Accumulated depreciation $6,000 Depreciation expense $6,000 sbb: Untuk tahun 2010 sampai dengan 2013, kertas kerja konsolidasi akan tampak P S Adjustment & Elimination Consolidated Statements Debit Credit Income statement 2010 Depreciation expense 16,000 b 6,000 10,000 Retained Earnings, beginning xxx a 24,000 Page 59
87 Balance sheet 2010 Machinery 80,000 a 30,000 50,000 Accumulated depreciation 32,000 a 6,000 20,000 b 6,000 Income statement 2011 Depreciation expense 16,000 b 6,000 10,000 Retained Earnings, beginning xxx a 18,000 Balance sheet 2011 Machinery 80,000 a 30,000 50,000 Accumulated depreciation 48,000 a 12,000 30,000 b 6,000 Income statement 2012 Depreciation expense 16,000 b 6,000 10,000 Retained Earnings, beginning xxx a 12,000 Balance sheet 2012 Machinery 80,000 a 30,000 50,000 Accumulated depreciation 64,000 a 18,000 40,000 b 6,000 Income statement 2013 Depreciation expense 16,000 b 6,000 10,000 Retained Earnings, beginning xxx a 6,000 Balance sheet 2013 Machinery 80,000 a 30,000 50,000 Accumulated depreciation 80,000 a 24,000 50,000 b 6,000 Jurnal eliminasi 2010 a. Beginning Retained earnings P $24,000 Accumulated depreciation 6,000 Machinery $30,000 Jurnal eliminasi ini dibuat untuk mencatat mesin pada nilai yang sebenarnya dari sudut pandang konsolidasi yaitu $50,000 sehingga mesin harus dikredit $30,000; untuk mengakui laba penjualan mesin yang ditangguhkan di tahun 2009 sebesar 1/5 dari Page 60
88 $30,000 sehingga Retained earning awal P hanya didebit $24,000; juga untuk mengurangi akumulasi depresiasi yang terlalu tinggi $6,000 di tahun b. Accumulated depreciation $ 6,000 Depreciation expense $ 6,000 (untuk mengeliminasi depresiasi tahun berjalan yang terlalu tinggi $6,000; untuk mengakui laba penjualan mesin melalui pemakaian mesin tahun ke-2) Jurnal eliminasi 2011 a. Beginning Retained earnings P $18,000 Accumulated depreciation 12,000 Machinery $30,000 Jurnal eliminasi ini dibuat untuk mencatat mesin pada nilai yang sebenarnya dari sudut pandang konsolidasi, yaitu $50,000 sehingga mesin harus dikredit $30,000; untuk mengakui laba penjualan mesin yang ditangguhkan di tahun 2009 dan 2010 sebesar 2/5 dari $30,000 = $12,000 sehingga Retained earning awal P hanya didebit $18,000; juga untuk mengurangi akumulasi depresiasi yang terlalu tinggi $12,000 yang berasal dari tahun 2009 dan b. Accumulated depreciation $ 6,000 Depreciation expense $ 6,000 (untuk mengeliminasi depresiasi tahun berjalan yang terlalu tinggi $6,000; untuk mengakui laba penjualan mesin melalui pemakaian mesin tahun ke-3) Jurnal eliminasi 2012 a. Beginning Retained earnings P $12,000 Accumulated depreciation 18,000 Machinery $30,000 Jurnal eliminasi ini dibuat untuk mencatat mesin pada nilai yang sebenarnya dari sudut pandang konsolidasi yaitu $50,000 sehingga mesin harus dikredit $30,000; untuk Page 61
89 mengakui laba penjualan mesin yang ditangguhkan di tahun 2009, 2010, dan 2011 sebesar 3/5 dari $30,000 = $18,000 sehingga Retained earning awal P hanya didebit $12,000; juga untuk mengurangi akumulasi depresiasi yang terlalu tinggi $18,000 yang berasal dari tahun 2009, 2010, dan b. Accumulated depreciation $ 6,000 Depreciation expense $ 6,000 (untuk mengeliminasi depresiasi tahun berjalan yang terlalu tinggi $6,000; untuk mengakui laba penjualan mesin melalui pemakaian mesin tahun ke-4) Jurnal eliminasi 2013 a. Beginning Retained earnings P $ 6,000 Accumulated depreciation 24,000 Machinery $30,000 Jurnal eliminasi ini dibuat untuk mencatat mesin pada nilai yang sebenarnya dari sudut pandang konsolidasi yaitu $50,000 sehingga mesin harus dikredit $30,000; untuk mengakui laba penjualan mesin yang ditangguhkan di tahun 2009, 2010, 2011, dan 2012 sebesar 4/5 dari $30,000 = $24,000 sehingga Retained earning awal P hanya didebit $6,000; juga untuk mengurangi akumulasi depresiasi yang terlalu tinggi $24,000 yang berasal dari tahun 2009, 2010, 2011, dan b. Accumulated depreciation $ 6,000 Depreciation expense $ 6,000 (untuk mengeliminasi depresiasi tahun berjalan yang terlalu tinggi $6,000; untuk mengakui laba penjualan mesin melalui pemakaian mesin tahun ke-5) 3. Penjualan aset tetap di awal tahun - upstream Awal tahun 2009, P membeli peralatan senilai $12,000 dari S, anak perusahaannya yang dimiliki 80% sahamnya. Cost dari peralatan $14,000, akumulasi Page 62
90 penyusutan $5,000. Masa manfaat peralatan 3 tahun. Untuk tahun 2009, 2010, dan 2011 S melaporkan net income masing-masing $50,000 Di dalam bukunya, S akan membuat jurnal: Cash $12,000 Accumulated depreciation 5,000 Equipment $14,000 Gain on sale of Equipment 3,000 (untuk mencatat penjualan mesin ke P) Sedangkan P akan menjurnal: Equipment $12,000 Cash $12,000 (untuk mencatat pembelian mesin dari S) Depreciation expense $ 4,000 Accumulated depreciation $ 4,000 (untuk mencatat depresiasi tahun berjalan $12,000 : 3 tahun = $4,000) Sebagian kertas kerja konsolidasi 2009, akan tampak sbb: P S Adjustments & Elimination debits credits Income statement 2009 Gain on sale of Equipment 3,000 a 3,000 Consolidated statements Depreciation Expense 4,000 b 1,000 3,000 Non controlling interest 9,600 9,600 expense Balance sheets 2009 Equipment 12,000 a 3,000 9,000 Accumulated depreciation 4,000 b 1,000 Jurnal eliminasi 2009: Page 63
91 a. Gain on sale of Equipment $ 3,000 Equipment $ 3,000 (untuk menghilangkan laba penjualan aset antar perusahaan dan peralatan dilaporkan terlalu tinggi $3,000. Oleh karena itu, P harus membuat jurnal eliminasi Gain di debit dan mesin dikredit masing-masing $3,000. b. Accumulated depreciation $ 1,000 Depreciation expense $1,000 (untuk mengeliminasi depresiasi tahun berjalan yang terlalu tinggi $1,000; untuk mengakui laba penjualan peralatan melalui pemakaian mesin tahun ke1) Untuk penjualan upstream, perhitungan Non controlling interest expense adalah 20% x (50,000 3, ,000 = 9,600) Sebagian kertas kerja konsolidasi 2010, akan tampak sbb: P S Adjustments & Elimination Consolidated statements debits credits Income statement 2010 Depreciation Expense 4,000 b 1,000 3,000 Non controlling interest 10,200 10,200 expense Retained earnings, xxx a 1,600 beginning Balance sheets 2010 Equipment 12,000 a 3,000 9,000 Accumulated depreciation 4,000 a 1,000 b 1,000 Non controlling interest a 400 a. Retained Earnings S, beginning $ 1,600 Non controlling interest 400 Accumulated depreciation 1,000 Equipment $ 3,000 Page 64
92 Jurnal eliminasi ini dibuat untuk mencatat Equipment pada nilai yang sebenarnya dari sudut pandang konsolidasi yaitu $9,000 sehingga mesin harus dikredit $3,000; untuk mengakui laba penjualan Equipment yang ditangguhkan di tahun 2009 sebesar 1/3 dari (80% x $3,000) = $ 800 sehingga Retained earning awal S hanya didebit $3,000 - $ 800; juga untuk mengurangi akumulasi depresiasi yang terlalu tinggi $1,000 di tahun Pada tahun 2009, S mengakui laba penjualan peralatan sebesar $3,000. Dari sudut pandang konsolidasi, tidak ada laba antar perusahaan induk dan anak. Laba ini sudah dieliminasi di worksheet 2009 dengan mengeliminasi gain on sale of equipment. Akan tetapi, karena jurnal eliminasi tidak masuk ke pembukuan P atau S, maka secara konsolidasi retained earning S awal 2010 terlalu tinggi $3,000. Karena penjualan asetnya upstream, dan S dimiliki 80%nya oleh P, maka yang diakui hanya $3,000 x 80% = $2,400. Karena peralatan sudah dipakai 1 tahun, maka laba boleh diakui sebesar 1/3 x $2,400, sehingga Retained earning awal S hanya didebit $3,000 - $ 800 = $1,600 b. Accumulated depreciation $ 1,000 Depreciation expense $1,000 (untuk mengeliminasi depresiasi tahun berjalan yang terlalu tinggi $1,000; untuk mengakui laba penjualan peralatan melalui pemakaian mesin tahun ke-1) Untuk penjualan upstream, perhitungan Non controlling interest expense adalah 20% x (50, ,000 = 10,200) Sebagian kertas kerja konsolidasi 2011, akan tampak sbb: P S Adjustments & Elimination Consolidated statements debits credits Income statement 2011 Depreciation Expense 4,000 b 1,000 3,000 Non controlling interest 10,200 10,200 expense Retained earnings, xxx a 800 Page 65
93 beginning Balance sheets 2011 Equipment 12,000 a 3,000 9,000 Accumulated depreciation 4,000 a 2,000 b 1,000 Non controlling interest a 200 Jurnal eliminasi yang dibuat oleh P adalah: a. Retained Earnings S, beginning $ 800 Non controlling interest 200 Accumulated depreciation 2,000 Equipment $ 3,000 Jurnal eliminasi ini dibuat untuk mencatat Equipment pada nilai yang sebenarnya dari sudut pandang konsolidasi yaitu $9,000 sehingga mesin harus dikredit $3,000; untuk mengakui laba penjualan Equipment yang ditangguhkan di tahun 2009 sebesar 2/3 dari (80% x $3,000) = $ 1,600 sehingga Retained earning awal S hanya didebit $2,400 - $ 1,600 = $800; juga untuk mengurangi akumulasi depresiasi yang terlalu tinggi $1,000 di tahun b. Accumulated depreciation $ 1,000 Depreciation expense $1,000 (untuk mengeliminasi depresiasi tahun berjalan yang terlalu tinggi $1,000; untuk mengakui laba penjualan peralatan melalui pemakaian mesin tahun ke-3) Untuk penjualan upstream, perhitungan Non controlling interest expense adalah 20% x (50, ,000 = 10,200) C. Contoh penyusunan laporan konsolidasian upstream dan downstream penjualan aset tetap Page 66
94 P membeli 90% saham S pada awal 2008 senilai $450,000, tidak ada selisih antara cost dengan nilai tercatat aset neto S. Sejak bergabung, terjadi penjualan aset tetap antar perusahaan sbb: 1. 1 Juli 2008, P menjual tanah ke S dengan keuntungan $5,000. S kemudian menjual tanah tersebut kepada pihak ke-3 di tahun 2010 dengan kerugian sebesar $1, Awal 2009, S menjual Peralatan ke P dengan keuntungan $20,000. Sisa masa manfaat 5 tahun. Sampai dengan 31 Desember 2010, peralatan ini masih dipakai oleh P. 3. Awal 2010, P menjual Bangunan ke S dengan keuntungan $32,000. Sisa masa manfaat 8 tahun. Sampai dengan 31 Desember 2010, bangunan ini masih dipakai oleh S Kertas kerja konsolidasi 2010 akan tampak sbb: P S Adjustments & Eliminations Consolidated statements Debits Credits Income Statement Sales 2,000, ,000 2,700,000 Gain on sale of building 32,000 e 32,000 Gain or (loss) on sale of land (1,000) b 1,000 a 5,000 4,000 Dividend income 27,000 g 27,000 Cost of goods sold 1,000, ,000 1,320,000 Depreciation expense 108,000 50,000 d 4, ,000 f 4,000 Other expenses 676, , ,600 NCI expense h 8,400 8,400 Net income 274,400 80, ,000 Retained earnings Retained earnings, beginning 329, ,000 a 5,000 c 14,400 i 200,000 b 1,000 j 90, ,000 Add: Net Income 274,400 80, ,000 Deduct: dividend 200,000 30,000 g 27, ,000 h 3,000 Retained earnings, ending 403, , ,000 Page 67
95 Balance sheet Cash 131,800 32, ,800 Other current asets 200, , ,000 Land 160,000 40, ,000 Buildings 500, ,000 e 32, ,000 Accumulated depreciation buildings 200,000 54,000 f 4,000 (250,000) Equipment 620, ,000 c 20,000 1,000,000 Accumulated depreciation 258, ,000 c 4,000 (366,000) Equipment d 4,000 Investment in S 450,000 j 90,000 i 540,000 Total asets 1,603, ,000 1,797,800 Current liabilities 200,000 50, ,000 Capital stock 1,000, ,000 i 400,000 1,000,000 Retained earnings 403, , ,000 Non controlling interest Jan 1, i 60, Non controlling interest Dec 31, 2010 c 1,600 h 5,400 63,800 Total liabilities & Equities 1,603, ,000 1,797,800 RANGKUMAN 1. Penjualan/pembelian aset tetap antara induk dan anak perusahaan yang melibatkan profit, akan menimbulkan unrealized profit/loss dan menimbulkan aset tetap dilaporkan terlalu tinggi atau terlalu rendah dari sudut pandang konsolidasi. Unrealized profit/loss dan aset tetap yang terlalu tinggi atau terlalu rendah ini ini harus dieliminasi dalam melaporkan hasil operasi dan posisi keuangan konsolidasi. 2. Jurnal penyesuaian untuk mengeliminasi unrealized profit dari transaksi aset tetap sejenis seperti untuk unrealized inventory, tetapi tidak identik. Unrealized profit inventory akan self-correcting dalam 2 periode pelaporan, sedangkan unrealized profit plant asets mempengaruhi laporan keuangan sampai aset tersebut dijual kepada pihak lain atau habis melalui pemakaian oleh entitas yang membelinya. 3. Unrealized profit atau loss akan direalisir setiap tahun sampai periode pemakaian aset tetap tersebut berakhir. Pengakuan atau realisasi laba/rugi tersebut dilakukan dengan jurnal eliminasi melalui akun beban depresiasi dan akumulasi depresiasinya Page 68
96 LATIHAN P membeli 80% saham S pada 1 Januari 2009 senilai $236,000. Pada saat itu, ekuitas S terdiri dari Capital stock $150,000 dan Retained earnings $90,000. Selisih nilai perusahaan dengan nilai buku net aset dialokasikan 60% ke Buildings dan 40% ke Patent dan diamortisasikan selama 10 tahun. Laporan keuangan P dan S per 31 Desember 2010 adalah sbb: P S Combined Income and Retained Earnings Statement for the year ended Dec 31, 2010 Sales 450, ,000 Dividend income 16,000 Gain on sales of land 5,000 Cost of goods sold 200, ,000 Operating expenses 113,000 40,000 Net Income 153,000 55,000 Add: Retained earnings Jan I, ,000 Less: Dividend 150,000 20,000 Retained earnings Dec 3I, ,000 Balance Sheet at Dec 31,2010 Cash 162,000 19,000 Accounts Receivable 180, ,000 Diividend Receivable 16,000 Inventories 60,000 36,000 Land 100,000 30,000 Buildings net 280,000 80,000 Machinery net 330, ,000 Investment in S 236,000 Total asets 1,364, ,000 Accounts payable 200,000 50,000 Dividend payable 30,000 20,000 Other liabilities 140,000 30,000 Capital stock 800, ,000 Retained earnings 194, ,000 Total liabilities & equities 1,364, ,000 Page 69
97 Informasi tambahan: 1. P menjual inventory ke S tahun 2009 $60,000 dan tahun 2010 $72,000. Di dalam Inventory S akhir 2009 dan akhir 2010 termasuk unrealized profit masing-masing $10,000 dan $12, Juli 2009 P menjual machinery ke P seharga $35,000; book valuenya $28,000. Sisa masa manfaat machinery sejak penjualan tersebut adalah 3,5 tahun. Perusahaan menggunakan metode depresiasi garis lurus Juni 2010 S menjual tanah ke P, nilai buku $15,000 dijual $20, Di dalam Accounts Receivable P, termasuk piutang kepada S sebesar $10,000 Saudara diminta untuk membuat kertas kerja konsolidasi! Page 70
98 BAB TRANSAKSI ANTAR PERUSAHAAN - OBLIGASI 6 Tujuan Instruksional Khusus: Mahasiswa mampu menyusun laporan keuangan konsolidasi yang di dalamnya terdapat transaksi antar perusahaan dalam bentuk pembelian/penjualan Obligasi yang melibatkan profit, baik transaksi hulu maupun hilir. Perusahaan afiliasi biasanya saling pinjam meminjam uang. Hal tersebut tidak menimbulkan masalah, induk perusahaan hanya akan mengeliminasi utang piutang tersebut berikut pendapatan dan beban bunganya di dalam proses penyusunan laporan konsolidasi. Masalah khusus akuntansi dalam hutang piutang antar perusahaan timbul ketika satu perusahaan afiliasi membeli instrument liabilitas perusahaan afiliasi lainnya dari luar perusahaan. Misal induk perusahaan (P) membeli obligasi anak perusahaan (S) dari bursa. Dari sudut pandang konsolidasi, hutang tersebut sudah lunas retired, sedangkan dari sudut pandang S hutang tersebut masih beredar. Retirement seperti ini disebut constructive retirement, yang berarti obligasi retired dari sudut pandang konsolidasi karena akun Investment in bond akan dieliminasi dengan akun Bonds Payable dalam proses penyusunan laporan konsolidasi. Selisih antara nilai tercatat Bond Payable dengan harga beli Investment in Bond adalah laba atau rugi bagi konsolidasi. Constructive gains and losses on intercompany bond Bila suatu perusahaan afiliasi melunasi bond perusahaan afiliasi lainnya dengan harga yang lebih tinggi dari nilai tercatatnya (nilai nominal bond dikurangi unamortized discount atau ditambah unamortized premium), maka perusahaan tersebut menderita
99 kerugian, sedangkan bila sebaliknya, perusahaan mengakui adanya keuntungan. Laba atau rugi ini disebut laba/rugi konstruktif yang hanya diakui oleh konsolidasi. Pembelian obligasi antar perusahaan dapat mengambil dua bentuk, yaitu: 1. Obligasi induk dibeli oleh anak perusahaan (seperti downstream sale dalam intercompany profit transaction inventory/plant assets) 2. Obligasi anak dibeli oleh induk perusahaan (seperti upstream sale dalam intercompany profit transaction inventory/plant assets) 1. Obligasi induk dibeli oleh anak perusahaan Constructive retirement dari obligasi induk perusahaan, terjadi bila anak perusahaan membeli obligasi induk yang sedang beredar. Anak perusahaan akan mencatat pembelian obligasi tersebut dalam akun Investment in bond. Baik induk maupun anak perusahaan tidak akan mengakui constructive gain/loss di dalam bukunya masing-masing. Selisih antara utang obligasi dan Investment in Bond merupakan constructive gain/loss Contoh1: P memiliki 80% saham S. 2 Januari 2010 P menjual bond payable $1,000,000 par, bunga 10% jatuh tempo 10 tahun. 31 Desember 2010 S membeli $100,000 dari bond ini dengan harga $104,500 dari bursa. Pembelian bond oleh S ini mengakibatkan constructive retirement bond payablenya P dan menimbulkan constructive loss dari sudut pandang konsolidasi sebesar $4,500 ($104,500 $100,000). Dengan demikian laporan konsolidasi akan menyajikan constructive loss $4,500 dan Bond Payable $900,000. Jurnal eliminasi yang dibuat adalah: Loss on constructive retirement of bonds $ 4,500 10% Bonds payable 100,000 Investment in Bond $104,500
100 Contoh 2: 31 Desember 2008, P membeli 70% saham S senilai $5,600,000. Capital stock dan Retained earnings S saat itu masing-masing $5,000,000 dan $3,000, Januari 2010, S membeli obligasi P dari broker nominal $1,000,000, dengan kurs 95%. Pada saat itu bond payable P yang beredar adalah $10,000,000; 10%, dengan unamortized premium $100,000 dan jatuh tempo 5 tahun lagi, bunga dibayar setiap tanggal 1 Januari dan 1 Juli. Dari transaksi ini maka konsolidasi akan mengakui constructive gain sebesar $60,000 yaitu nilai tercatat bond 10% x ($1,000,000 + unamortized premium $100,000) dikurangi dengan harga perolehan bond 95% X $1, Jurnal eliminasi yang akan dibuat P dalam kertas kerja konsolidasinya, bila segera setelah pembelian bond disusun laporan konsolidasi adalah: 10% Bonds payable 1,010,000 Investment in Bond $950,000 Gain on constructive retirement of bonds 60,000 Selama tahun 2010 P mengamortisasikan premiumnya dan S mengamortisasikan Investment in Bondnya. Bila diasumsikan amortisasi dilakukan menggunakan metode garis lurus untuk menyederhanakan masalah (sekarang amortisasi tidak boleh lagi menggunakan metode garis lurus, harus metode effective interest rate), maka P dan S di dalam bukunya masing-masing akan menjurnal: P 1 Juli Interest expense $500,000 Cash $500,000 (untuk mencatat pembayaran bunga 10% x 10,000,000 x ½) 31 Des Interest expense $500,000 Interest payable $500,000 (untuk mencatat beban bunga akrual 10% x 10,000,000 x ½) S Cash $50,000 Interest income $50,000 (untuk mencatat penerimaan bunga 10% x 1,000,000 x ½) 31 Des Interest receivable $50,000 Interest income $50,000 (untuk mencatat pendapatan bunga akrual 10% x 10,000,000 x ½)
101 31 Des Premium on Bonds payable $ 20,000 Interest expense $20,000 (untuk mencatat amortisasi premium $100,000 : 5 th) 31 Des Investment in P s bond $10,000 Interest income $10,000 [untuk mencatat amortisasi discount ($1,000,000 - $ 950,000) : 5 th] Per 31 Desember 2010, setelah memposting jurnal tersebut ke dalam buku besar, maka akun-akun P dan S yang berkaitan dengan bond menunjukkan jumlah sbb: P S 10% Bonds payable $10,000,000 Investment in Bond $960,000 Unamortized premium 80,000 Interest income 110,000 Interest expense 980,000 Selisih antara Bonds payable dengan Investment in bond sekarang menjadi $48,000 [(10% x $10,080,000) $960,000], bukan $60,000. Hal ini terjadi karena ada realisasi dan pengakuan bertahap dari constructive gain di dalam bukunya P dan S. Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi per 31 Desember 2010, jurnal eliminasi dan kertas kerja konsolidasinya tampak sbb: a. Investment in S $ 700,000 Retained Earnings, beg P $ 700,000 (untuk mencatat kenaikan Investment in S dan Retained earnings P awal tahun yang belum dicatat karena P menggunakan cost method 70% x 1,000,000) b. 10% Bonds payable $1,008,000 Investment in Bonds $ 960,000 Gain on retirement of bonds 48,000 (untuk mengeliminasi investment in bond dan mengakui constructive gain) c. Interest income $ 110,000 Interest expense $ 98,000 Gain on retirement of bonds 12,000 (untuk mengeliminasi interest expense dan interest income dan mengakui constructive gain)
102 Adjustments & elimination Consolidated P S Debits Credits statements Income statements Sales 4,000 2,000 6,000 Gain on retirement of bonds b 48 c Interest income 110 c 110 Expenses (including cogs) 1,910 1,890 3,800 Interest expense 980 c NCI expense d Net income 1, ,312 Retained Earnings Retained Earnings, beg 4,200 4,000 e 4,000 a 700 4,900 Add: Net income 1, ,312 Retained Earnings, ending 5,310 4,220 6,212 Balance Sheet Other Assets 39,880 19,100 58,980 Interest receivable 50 f 50 Investment in S 5,600 a 700 e 6,300 Investment in Bonds 960 b 960 Total Assets 45,480 20,110 58,980 Other liabilities 9,590 10,890 20,480 Interest payable 500 f % Bonds Payable 10,080 b 1,008 9,072 Common stock 20,000 5,000 e 5,000 20,000 Retained earnings 5,310 4,220 6,212 NCI d 66 e 2,700 2,766 Total liabilities & Equities 46,382 20,110 58,980 d. NCI expense $ 66,000 NCI ending $ 66,000 (untuk mencatat bagian laba NCI 30% x $220,000) e. Retained Earnings, beg S $ 4,000,000 Common stock 5,000,000 Investment in S $6,300,000 NCI beginning 2,700,000 (untuk mengeliminasi reciprocal account)
103 f. Interest payable $ 50,000 Interest receivable $ 50,000 (untuk mengeliminasi reciprocal account)) Untuk tahun-tahun berikutnya, jurnal-jurnal yang dibuat oleh P dan S berkaitan dengan Bond tersebut sama dengan jurnal yang dibuat tahun 2010; sedangkan jurnal eliminasinya tidak lagi mengakui constructive gain, tetapi dikreditkan ke Retained earning. Dengan kata lain akun constructive gain/loss hanya ada di dalam laporan konsolidasi pada tahun terjadinya pembelian bond antar perusahaan. Per 31 Desember 2011, setelah memposting jurnal seperti di tahun 2010 ke dalam buku besar, maka akun-akun P dan S yang berkaitan dengan bond menunjukkan jumlah sbb: P S 10% Bonds payable $10,000,000 Investment in Bond $970,000 Unamortized premium 60,000 Interest income 110,000 Interest expense 980,000 Selisih antara Bonds payable dengan Investment in bond sekarang menjadi $36,000 [(10% x $10,060,000) $970,000]. Jurnal eliminasi, laporan keuangan P dan S, serta kertas kerja konsolidasi 31 Des 2011 tampak sbb (dalam ribuan $): a. Investment in S $ 854,000 Retained Earnings, beg P $ 854,000 (untuk mencatat kenaikan Investment in S dan Retained earnings P beginning yang belum dicatat karena P menggunakan cost method 70% x 1,220,000) b. 10% Bonds payable $1,006,000 Investment in Bonds $ 970,000 Retained earnings 36,000 (untuk mengeliminasi investment in bond dan mengakui constructive gain)
104 c. Interest income $ 110,000 Interest expense $ 98,000 Retained earnings 12,000 (untuk mengeliminasi interest expense dan interest income dan mengakui constructive gain) P S Adjustments & elimination Debits Credits Consolidated statements Income statements Sales 4,000 2,000 6,000 Interest income 110 c 110 Expenses (including cogs) 1,910 1,890 3,800 Interest expense 980 c NCI expense d Net income 1, ,252 Retained Earnings Retained Earnings, beg 5,310 4,220 e 4,220 a 854 6,212 b 36 c 12 Add: Net income 1, ,252 Retained Earnings, ending 6,420 4,440 7,464 Balance Sheet Other Assets 40,970 19,310 60,280 Interest receivable 50 f 50 Investment in S 5,600 a 854 e 6,454 Investment in Bonds 970 b 970 Total Assets 46,570 20,110 60,280 Other liabilities 9,590 10,890 20,480 Interest payable 500 f % Bonds Payable 10,060 b 1,006 9,054 Common stock 20,000 5,000 e 5,000 20,000 Retained earnings 6,420 4,440 7,464 NCI d 66 e 2,766 2,832 Total liabilities & Equities 46,570 20,330 60,280
105 d. Investment in S $ 854,000 Retained Earnings, beg P $ 854,000 (untuk mencatat kenaikan Investment in S dan Retained earnings P beginning yang belum dicatat karena P menggunakan cost method 70% x 1,220,000) e. 10% Bonds payable $1,006,000 Investment in Bonds $ 970,000 Retained earnings 36,000 (untuk mengeliminasi investment in bond dan mengakui constructive gain) f. Interest income $ 110,000 Interest expense $ 98,000 Retained earnings 12,000 (untuk mengeliminasi interest expense dan interest income dan mengakui constructive gain) g. NCI expense $ 66,000 NCI ending $ 66,000 (untuk mencatat bagian laba NCI 30% x $220,000) h. Retained Earnings, beg S $ 4,220,000 Common stock 5,000,000 Investment in S $6,454,000 NCI beginning 2,766,000 (untuk mengeliminasi reciprocal account) i. Interest payable $ 50,000 Interest receivable $ 50,000 (untuk mengeliminasi reciprocal account)
106 Tahun-tahun berikutnya, jurnal b akan nampak seperti ini: % Bonds payable 1,004,000 1,002,000 Investment in Bonds 980, ,000 Retained earnings 24,000 12, Obligasi anak dibeli oleh induk perusahaan Dalam kasus obligasi anak dibeli oleh induk perusahaan, maka pengakuan laba/rugi konstruktif secara bertahap (piecemeal recognition of constructive gain/loss) diakui juga oleh NCI, sehingga pengkreditan ke Retained earning awal induk pada penyusunan laporan konsolidasi setelah tahun perolehan, hanya sebesar % kepemilikan induk. Contoh: Awal Januari 2009, P membeli 90% saham S senilai $9,225,000. Pada saat itu ekuitas S terdiri dari Capital stock $10,000,000 dan Retained earnings $250,000. Per 31 Desember 2009, S mempunyai obligasi yang beredar senilai $10,000,000 par, bunga 10%, unamortized discount $300,000; bunga dibayar tiap tanggal 1 Januari dan 1 Juli, jatuh tempo 5 tahun lagi. 2 Januari 2010, P membeli 50% obligasi S senilai $5,150,000. Dari sudut pandang konsolidasi, transaksi ini mengakibatkan kerugian konstruktif $300,000, (5,150,000 - $4,850,000), yaitu harga perolehan obligasi $5,150,000 lebih besar bila dibandingkan dengan nilai tercatat obligasi 50% x (10,000, ,000). Selama tahun 2010, S mencatat interest expense sebesar $1,060,000. Jumlah ini berasal dari pembayaran bunga [(10% x 10,000,000) ditambah amortisasi discount 300,000/5 th. Sedangkan P mengakui interest income $470,000. Jumlah ini berasal dari penerimaan bunga [(10% x 5,000,000) dikurangi amortisasi premium 150,000/5 th. Selisih antara interest expense dengan interest income (½ x 1,060,000) 470,000 = 60,000 merupakan piecemeal recognition of loss 300,000/5 th.
107 Effect constructive gain/loss terhadap perhitungan noncontrolling interest expense Bila obligasi anak dibeli oleh induk perusahaan, maka noncontrolling interest akan menerima alokasi piecemeal recognition of construction gains/loss sebesar % kepemilikannya. Berikut adalah jurnal eliminasi dan laporan keuangan anak dan induk perusahaan beserta kertas kerja konsolidasinya tahun 2010: a. Investment in S $ 900,000 Retained Earnings, beg P $ 900,000 (untuk mencatat kenaikan Investment in S dan Retained earnings P beginning yang belum dicatat karena P menggunakan cost method 90% x 1,000,000) b. 10% Bonds payable $4,880,000 Loss on bonds retirement 240,000 Investment in Bonds $ 5,120,000 (untuk mengeliminasi investment in bond dan mengakui constructive gain) c. Interest income $ 470,000 Loss on bonds retirement 60,000 Interest expense $ 530,000 (untuk mengeliminasi interest expense dan interest income dan mengakui constructive loss) d. NCI expense $ 51,000 NCI ending $ 51,000 [untuk mencatat bagian laba NCI 10% x ($750, , ,000)]
108 e. Retained Earnings, beg S $ 1,250,000 Common stock 10,000,000 Investment in S $10,125,000 NCI beginning 1,125,000 (untuk mengeliminasi reciprocal account)) Adjustments & Eliminations Consolidated P S Debits Credits statements Income statements Sales 25,750 14,250 40,000 Interest income 470 c 470 Expenses (including cogs) 21,679 12,440 34,119 Interest expense 1,060 c Loss on bonds retirement b c 60 NCI expense d Net income 4, ,000 Retained Earnings Retained Earnings, beg 12,100 1,250 e 1,250 a ,000 Add: Net income 4, ,000 Retained Earnings, ending 16,641 2,000 18,000 Balance Sheet Other Assets 34,046 25,000 59,046 Interest receivable 250 f 250 Investment in S 9,225 a 900 e 10,125 Investment in Bonds 5,120 b 5,120 Total Assets 48,641 25,000 59,046 Other liabilities 12,000 2,740 14,740 Interest payable 500 f % Bonds Payable - net 9,760 b 4,880 4,880 Common stock 20,000 10,000 e 10,000 20,000 Retained Earnings 16,641 2,000 18,000 NCI d 51 e 1, 125 1,176 Total liabilities & Equities 48,641 25,000 59,046 f. Interest payable $ 250,000 Interest receivable $ 250,000 (untuk mengeliminasi reciprocal account)
109 Tahun-tahun berikutnya, jurnal b akan nampak seperti ini: % Bonds payable 4,910,000 4,940,000 4,970,000 Retained earnings 180, ,000 60,000 Investment in Bonds 5,090,000 5,060,000 5,030,000 Sedangkan jurnal c nampak sbb: Interest income 470, , ,000 Retained earnings 60,000 60,000 60,000 Investment in Bonds 530, , ,000
110 RANGKUMAN 1. Jual beli surat hutang antara induk dan anak perusahaan akan menimbulkan constructive retirement. Dari sudut pandang konsolidasi, hutang tersebut sudah lunas, sedangkan dari sudut pandang S hutang tersebut masih beredar. Obligasi retired dari sudut pandang konsolidasi karena akun Investment in bond akan dieliminasi dengan akun Bonds Payable dalam proses penyusunan laporan konsolidasi. 2. Selisih antara nilai tercatat Bond Payable dengan harga beli Investment in Bond adalah laba atau rugi bagi konsolidasi. Laba atau rugi konsolidasi ini hanya akan muncul di dalam laporan keuangan konsolidasi pada tahun terjadinya jual beli obligasi. Tahuntahun berikutnya laba/rugi dilaporkan di dalam akun Retained Earning yang secara bertahap akan menurun sampai dengan saat pelunasan obligasi.
111 Latihan soal 1. Sebagian neraca konsolidasi P dan S (dimiliki sahamnya oleh P 80%) per 31 Desember 2010 tampak sebagai berikut: Current liabilities: Bond interest payable (6 months interest due January 1, 2011 $ 40,000 Long-term liabilities 8% Bonds payable (maturity date January 1, 2015, net of $970,000 $30,000 unamortized discount) Yang menerbitkan bond payable adalah P. Pada 1 Juli 2011, S membeli $600,000 dari bond payable P seharga $574,800. Berdasarkan informasi tersebut, Saudara diminta untuk menentukan: a. gain/loss on constructive retirement b. consolidated bond interest expense for 2011 c. consolidated bond payable at December Pada 1 Juli 2011, P, yang memiliki 80% saham di S, membeli $100,000 bond payable S, dengan kurs 106; suku bunga bond 8%; bunga dibayar tiap tanggal 1 January dan 1 Juli; bond jatuh tempo 1 Juli Beberapa akun dalam neraca percobaan P dan S tampak sbb: P S Interest Receivable $ 4,000 $ - Investment in S bond 105,000 - Interest Payable - 40,000 8% bond payable - 985,000 Interest income 3,000 - Interest expense 86,000 Gain or loss on intercompany bond Berdasarkan informasi tersebut, Saudara diminta untuk: a. membuat jurnal eliminasi yang berkaitan dengan bond untuk menyelesaikan laporan konsolidasi per 31 Desember 2011 b. menentukan jumlah yang akan disajikan dalam laporan keuangan konsolidasi dari akun-akun di atas
112 BAB KONSOLIDASI DENGAN SAHAM PREFEREN ANAK PERUSAHAAN 7 Tujuan Instruksional Khusus: 1. Mahasiswa mampu menyusun laporan konsolidasi yang anak perusahaannya mempunyai saham preferen 2.Mahasiswa mampu menyusun laporan konsolidasi yang di dalamnya terdapat transaksi antar perusahaan dalam bentuk pembelian saham preferen anak oleh induknya. Terdapatnya saham preferen di dalam struktur modal anak perusahaan, menimbulkan beberapa hal di dalam penyusunan laporan konsolidasi, di antaranya adalah: 1. perhitungan ekses biaya investasi atas aset neto anak perusahaan; 2. penentuan kepentingan non pengendali karena pemegang saham preferen juga termasuk ke dalam kelompok kepentingan non pengendali; 3. pembelian saham preferen anak perusahaan oleh induknya, yang akan menimbulkan constructive gain/loss A. Anak perusahaan dengan saham preferen yang dimiliki bukan oleh induknya Saham preferen yang terdapat di dalam struktur modal anak perusahaan akan dikeluarkan dari ekuitas anak pada saat dilakukan penghitungan ekses cost atas aset neto anak yang diperoleh. Di dalam laporan konsolidasi, saham preferen yang terdapat di dalam struktur modal anak perusahaan akan dilaporkan sebagai NCI prefered, sehingga P harus membuat jurnal eliminasinya dengan mendebet saham preferen dan mengkredit NCI prefered
113 Contoh: Pada 1 Januari 2009, P membeli 90% saham S senilai $396,000 dan ekuitas S saat itu terdiri dari: $10 preferred stock, $100 par, cumulative, nonparticipating, $100,000 callable at $105/share Common stock 200,000 Other paid-in capital 40,000 Retained earnings 160,000 Total stockholders equity $500,000 Per 1 Januari 2009, tidak ada dividen saham preferen yang terutang. Selama tahun 2009, S melaporkan net income $50,000 dan membayar dividend $30,000 ($20,000 neto S sama, sehingga selisih harga perolehan atas nilai wajar aset neto, dialokasikan ke goodwill. Untuk membandingkan harga perolehan dengan nilai wajar aset neto, ekuitas dalam saham preferen harus dikeluarkan dulu. Total Ekuitas S $ 500,000 Less: Preferred stockholders equity (1,000 shares x $105 per share call price) 105,000 Common stockholders equity $395,000 Total nilai perusahaan S =100/90 x $396,000 $ 440,000 Common stockholders equity (net asset S $395,000 Goodwill $ 45,000 Jurnal eliminasi yang dibuat P dan kertas kerja konsolidasi P dengan anak perusahaan S per 31 Desember 2009, tampak sbb (dalam ribuan $): a. Preferred stock-s $100,000 Retained earnings-s 5,000 NCI- Preferred $105,000 (Untuk mengeliminasi ekuitas S Preferred dan memunculkan NCI-Preferred)
114 NCI S per 31 Desember 2009, terdiri dari: $10 preferred stock, $100 par, cumulative, nonparticipating, $105,000 callable at $105/share Preferred stock ($105,000 x100%) Common stock (10% x 415,000) 41,500 Goodwill 10% x $ 45,000 4,500 Total $151,000 Ekuitas S per 31 Desember 2009 sebesar $520,000 dibagi dua antara common dan preferred sbb: Total stockholders equity $520,000 Less: Preferred stockholders equity (1,000 shares x $105 call price per share) 105,000 Common stockholders equity $415,000 b. Dividend income $ 18,000 Dividend-S $ 18,000 (untuk mengeliminasi dividend income P yang berasal dari S) c. Retained earnings-s $155,000 Capital stock-s 200,000 Other PIC-S 40,000 Goodwill 45,000 Investment in S $396,000 NCI 44,000 (Untuk mengeliminasi resiprokal akun ekuitas S Common dan Investment in S; memunculkan Goodwill dan NCI awal) d. NCI Expense common $4,000 Dividend S $2,000
115 NCI ending 2,000 (Untuk memunculkan NCI expense, NCI ending, dan mengeliminasi Dividend-S) NCI expense = 10% ($50,000 $10,000 dividend saham preferen) e. NCI Expense Preferred $10,000 Dividend S Preferred $10,000 (Untuk memunculkan NCI expense dan mengeliminasi Dividend-S Preferred) Kertas kerja konsolidasinya tampak sbb: P S Adjustments & Eliminations Consolidated statement Debits Credits Income Statement: Sales Dividend income 18 b 18 Expenses (including cogs) (450) (250) (700) NCI Expense-common d 4 (4) NCI Expense-preferred e 10 (10) Net Income Retained earnings Retained earnings, beg-p Retained earnings, beg-s 160 a 5 c 155 Net Income Dividends (common) b d 2 Dividends (preferred) 10 e 10 Retained earnings, end Balance sheet Other assets 1, ,890 Investment in S 396 c 396 Goodwill c Total assets 1, ,935 Liabilities Pref stock S 100 a 100 Common stock 1, c 200 1,000 Other PIC c Retained earnings
116 NCI a 105 c 44 d Total liabilities & equities 1, ,935 B. Saham Preferen anak yang dibeli oleh induk Dari sudut pandang konsolidasi, pembelian saham preferen yang dilakukan oleh induk terhadap anaknya akan menimbulkan retirement atas saham preferen. Pembelian saham tersebut dianggap retirement karena nilai bukunya tidak akan muncul di dalam laporan konsolidasi sebagai NCI. Akan tetapi retirement tersebut merupakan retirement konstruktif karena kita melaporkan Investment in preferred stock di dalam buku induk dan melaporkan ekuitas saham preferen di dalam laporan anak perusahaan. Kita melaporkan retirement konstruktif dari saham preferen anak yang dibeli oleh induk sebagai actual retirement di dalam laporan konsolidasi, artinya kita mengeliminasi ekuitas dalam saham preferen dan investment in preferred stock S. Selisih yang timbul antara nilai tercatat saham preferen dengan harga pembeliannya dibebankan ke Additional Paid-in capital; bila akun ini tidak mencukupi, maka selisih dibebankan ke Retained earnings. Contoh: S mengalami kerugian pada tahun 2010 sebesar $40,000 dan tidak membayar dividend. Ekuitasnya turun dari $520,000 pada 31 Desember 2009 menjadi $480,000 pada 31 Desember Untuk menutup kerugian S, pada 1 Januari 2011, P membeli saham preferen S sebanyak 800 lembar dengan harga $100/lembar. Nilai saham preferen yang dibeli S nilainya adalah 80% x $115,000 = $92,000; Nilai saham preferen $115,000 terdiri call price $105,000 dan dividen terutang $10,000; maka jurnal yang dibuat P adalah: Investment in Preferred stock S $92,000 Cash $80,000 Other PIC 12,000 (Untuk mencatat pembelian saham preferen S 800 lembar x $100)
117 Jurnal eliminasi yang dibuat P dan Kertas kerja konsolidasinya per 31 Desember 2010, tampak sbb (dalam ribuan $): a. Retained earnings awal P $18,000 Investment in S $18,000 (untuk menyesuaikan saldo akun investment in S dan Retained earnings awal P karena P menggunakan metode cost) Ekuitas 1 Januari 2009 $500,000; ekuitas 1 Januari 2011 $480,000, sehingga terjadi penurunan $20,000. Dengan demikian Investment in S harus dikredit dan beginning Retained earnings P didebet 90% x $20,000 = $18,000 P S Adjustments & Eliminations Consolidtd statement Debits Credits Income Statement: Sales Expenses (including cogs) NCI Expense-common 1 ($10 x 10%) d 1 NCI Expense-preferred 2 ($10 x 20%) e 2 Net Income Retained earnings Retained earnings, beg-p a Retained earnings, beg-s 140 b 15 c 125 Net Income Dividends (common) Retained earnings, end Balance sheet Other assets 1, ,934.5 Investment in S 396 a 18 (Common) c 369 Investment in S (Preferred) 92 b 92 Goodwill c Total assets 1, ,979.5
118 Liabilities Pref stock S 100 b 100 Common stock 1, c 200 1,000 Other PIC c Retained earnings NCI b 23 c 50 d 1 e 2 76 Total liabilities & equities 1, ,979.5 b. Retained earnings P, beginning $9,000 Investment in S $9,000 {untuk menurunkan nilai Investment in S karena tahun 2010, S tidak membayar dividen saham preferen, sedangkan saham tersebut bersifat kumulatif, sehingga akun R/E dan Investas harus dikurangi sebesar 90% x $10,000 (dividen terutang)} Preferred stock-s $100,000 Retained earnings-s 15,000 NCI- Preferred $ 23,000 Investment in S-Preferred 92,000 (untuk mengeliminasi resiprokal akun investment in Pref stock dan Pref stock) c. Retained earnings-s $125,000 Common stock S 200,000 Goodwill 45,000 Other PIC 40,000 Investment in S $369,000 NCI 41,000 (untuk mengeliminasi resiprokal akun investment in Common stock dan Common stock)
119 d. NCI Expense-Common 1,000 NCI ending-common 1,000 (untuk memunculkan NCI Expense-Common) e. NCI Expense-Preferred 2,000 NCI ending-preferred 2,000 (untuk memunculkan NCI Expense-Common) Bila P mencatat pembelian saham preferen S sbb: Investment in Preferred stock S $80,000 Cash $80,000 maka Other PIC P akan menunjukkan angka $100,000 dan Investment in P/S $80,000, sehingga jurnal eliminasinya menjadi: b. Preferred stock-s $100,000 Retained earnings-s 15,000 NCI- Preferred $ 23,000 Investment in S-Preferred 80,000 Other PIC 12,000 RANGKUMAN 1. Bila di dalam struktur modal anak perusahaan terdapat saham preferen yang tidak dimiliki oleh induk, maka untuk menghitung ekses biaya investasi atas aset neto anak perusahaan, saham preferen beserta dividennya yang terutang akan dikurangkan dari total ekuitas.
120 2. Saham preferen anak perusahaan yang tidak dimiliki oleh induk, dikelompokkan sebagai kepentingan non pengendali di dalam laporan keuangan konsolidasian. 3. Pembelian saham preferen anak perusahaan oleh induknya, akan menimbulkan constructive gain/los. Karena transaksi yang terjadi adalah transaksi pembelian saham, maka gain/loss ini dimasukkan ke dalam akun Additional Paid-in capital. LATIHAN 1. Ekuitas S per 31 Desember 2010, tampak sbb: 15% Preferred stock, $100 par, cumulative, nonparticipating, with one year s dividends in arrears $1,000,000 Common stock, $10 par 2,000,000 Other PIC 200,000 Retained Earnings 300,000 Total stockholders equity $3,500,000 Pada 1 Januari 2011, P membeli 50% Preferred stock S senilai $600,000 dan 80% Common stock S senilai $2,000,000. Untuk tahun 2011, S melaporkan net income $400,000 dan membayar dividend $300,000. Berdasarkan informasi tersebut, Saudara diminta untuk: a. membuat jurnal pembelian saham oleh P b. menentukan besarnya ekses cost atas aset neto S yang diperoleh untuk pembelian common stock c. NCI yang akan muncul dalam laporan konsolidasi 2011
121 BAB PERUBAHAN KEPEMILIKAN (CHANGES IN OWNERSHIP INTEREST) 8 Tujuan Instruksional Khusus: 1. Mahasiswa mampu menyusun laporan konsolidasi untuk pembelian perusahaan yang dilakukan pada tahun berjalan. 2. Mahasiswa mampu menentukan pengaruh perubahan kepemilikan baik yang berasal dari yang tidak mempunyai pengaruh dan tidak mempunyai kendali ke menjadi punya kendali maupun dari yang asalnya mempunyai kendali, menjadi tidak mempunyai kendali. 3. Mahasiswa mampu menentukan pengaruh perubahan kepemilikan tanpa menyebabkan hilangnya pengendalian. 4. Mahasiswa mampu menentukan pengaruh perubahan kepemilikan dari deemed disposal. Bab ini membahas prosedur konsolidasi untuk akuisisi yang dilakukan pada tahun berjalan, kepemilikan bertahap, penjualan kepemilikan, dan perubahan kepemilikan melalui penerbitan saham investee dan transaksi saham treasury. 1. Akuisisi pada tahun berjalan Bila induk perusahaan membeli saham anak dalam tahun berjalan, maka harus dibuat penyesuaian untuk laba dan dividend yang dilaporkan anak perusahaan yang tidak menjadi bagian/hak induk perusahaan. Laba dan dividend tersebut disebut laba dan dividen sebelum akuisisi (preacquisition earnings/dividends).
122 a. Laba sebelum akuisisi (Preacquisition earnings) Terdapat dua metode untuk menghilangkan laba sebelum akuisisi. Cara pertama adalah dengan tidak memasukkan penjualan dan biaya-biaya anak perusahaan sebelum saham perusahaan dimiliki oleh induk. Cara yang kedua adalah dengan memasukkan seluruh penjualan dan biaya-biaya selama satu tahun, kemudian dikurangi dengan laba sebelum akuisisi sebagai pos terpisah. Contoh: P membeli 90% saham S pada 1 April 2010 senilai $213,750. Laba, dividen, dan ekuitas S untuk 2010 adalah sbb: 1 Jan 1 April 1 April 31 Des 1 Jan 31 Des Income: Sales 25,000 75, ,000 Cogs & Expenses 12,500 37,500 50,000 Net income 12,500 37,500 50,000 Dividends 10,000 15,000 25,000 1 Januari 1 April 31 Desember Stockholders equity: Capital stock 200, , ,000 Retained earnings 35,000 37,500 60,000 Stockholders equity 235, , ,000 Dengan cara yang pertama, pengaruh terhadap laba konsolidasi dari data tersebut dapat dihitung sbb: Sales (1 April 31 Desember) 75,000 Cogs & Expenses (1 April 31 Desember) (37,500) Noncontrolling interest (1 April 31 Desember) ( 3,750) Effect on consolidated net income 33,750 Sedangkan dengan cara yang kedua, pengaruh terhadap laba konsolidasi dari data tersebut dapat dihitung sbb: Sales (full year) 100,000
123 Cogs & Expenses (full year) (50,000) Noncontrolling interest (full year) ( 5,000) Preacquisition income 3/12 x (100,000 50,000-5,000) (11,250) Effect on consolidated net income 33,750 b. Dividend sebelum akuisisi (Preacquisition Dividends) Dividend yang dibayarkan anak perusahaan sebelum diakuisisi oleh induk perusahaan akan dieliminasi dalam proses konsolidasi, karena dividend tersebut bukan merupakan bagian dari ekuitas yang diperoleh. Eliminasi dilakukan bersamaan dengan eliminasi untuk akun ekuitas anak perusahaan. Berikut adalah contoh penyusunan kertas kerja konsolidasi yang mengeliminasi preacquisition earnings dan preacquisition Dividend. Tanggal 1 April 2010, P membeli 90% saham S senilai $213,750. Tidak ada ekses cost atas fair value aset neto S pada saat transaksi. Laporan keuangan P dan S serta kertas kerja konsolidasi kedua perusahaan per 31 Desember 2010 tampak sbb: P S Adjustments & Elimination Consolidtd statements Debits Credits Income statement Sales 300, , ,000 Expenses (including cogs) 200,000 50, ,000 Dividend income 13,500 a 13,500 Non Controlling Interest Expense c 5,000 5,000 Preacquisition income b 11,250 11,250 Net income 113,500 50, ,750 Retained earnings: Retained earnings, beginning 266,250 35,000 b 35, ,250 Net Income 113,500 50, ,750 Less: Dividend 100,000 25,000 a 13, ,000 b 9,000 c 2,500 Retained earnings, ending 279,750 60, ,000 Balance Sheet Other assets 566, , ,000 Investment in S 213,750 b213,750
124 Total Assets 779, , ,000 Capital Stock 500, ,000 b200, ,000 Retained earnings 279,750 60, ,000 Non Controlling Interest b 23,500 c 2,500 26,000 Total equities 779, , ,000 Penjelasan jurnal eliminasi: a. Dividend Income $ 13,500 Dividend-S $ 13,500 (untuk mengeliminasi dividend yang diterima P dari S 90% x $15,000) b. Preacquisition income $ 11,250 Retained earning, beg S 35,000 Capital stock S 200,000 Dividend S $ 9,000 Investment in S 213,750 Noncontrolling interest, beg 23,500 (untuk mengeliminasi reciprocal account dan mengeliminasi preacquisition income dan dividend) Preacquisition income ¼ x $50,000 = $11,250 Preacquisition dividend 90% x $10,000 = $9,000 c. NCI Expense 10% x $50,000 $ 5,000 Dividend S $ 2,500 NCI ending 2,500 (untuk memunculkan NCI bagian keuntungan NCI) Kertas kerja konsolidasi untuk menghilangkan preacquisition earnings dan dividend bisa juga disajikan seperti di bawah ini (tanpa memunculkan akun preacquisition earnings): P S Adjustments & Elimination Consolidtd statements
125 Debits Credits Income statement Sales 300, ,000 b 25, ,000 Expenses (including cogs) 200,000 50,000 b 12, ,000 Dividend income 13,500 a 13,500 Non Controlling Interest Expense c 3,750 3,750 Net income 113,500 50, ,750 Retained earnings: Retained earnings, beginning 266,250 35,000 b 35, ,250 Net Income 113,500 50, ,750 Less: Dividend 100,000 25,000 a 13, ,000 b 9,000 c 2,500 Retained earnings, ending 279,750 60, ,000 Balance Sheet Other assets 566, , ,000 Investment in S 213,750 b213,750 Total Assets 779, , ,000 Capital Stock 500, ,000 b200, ,000 Retained earnings 279,750 60, ,000 Non Controlling Interest b 24,750 c 1,250 26,000 Total equities 779, , ,000 Penjelasan jurnal eliminasi: a. Dividend Income $ 13,500 Dividend-S 13,500 (untuk mengeliminasi dividend yang diterima P dari S 90% x $15,000) b. Sales ¼ x 100,000 $ 25,000 Retained earning, beg S 35,000 Capital stock S 200,000 COGS ¼ x 50,000 $ 12,500 Dividend S 9,000 Investment in S 213,750 Noncontrolling interest, beg 10% x (200, , ,500) 24,750
126 (untuk mengeliminasi reciprocal account dan mengeliminasi preacquisition sales dan cogs, serta dividend) c. NCI Expense 10% x $37,500 $ 3,750 Dividend S $ 2,500 NCI ending 1,250 (untuk memunculkan NCI bagian keuntungan NCI) 2. Kepemilikan saham bertahap (piecemeal/step acquisition) Kombinasi bisnis melalui kepemilikan saham secara bertahap yang memerlukan perlakuan akuntansi secara khusus terjadi pada saat pembeli saham memperoleh pengendalian. Kombinasi bisnis melalui kepemilikan secara bertahap mempunyai implikasi yang berbeda tergantung kepada kepemilikan sebelumnya, apakah saham diperlakukan sebagai aset keuangan sesuai dengan PSAK 55, sebagai investasi di perusahaan asosiasi (PSAK 15) atau investasi di perusahaan ventura bersama (PSAK..). Pada saat kendali diperoleh, pemilik saham harus mengukur ulang investasinya pada nilai wajarnya dan mengakui adanya laba/rugi di dalam laporan laba rugi. Sekali kendali diperoleh, semua kenaikan atau penurunankepemilikan berikutnya, diperlakukan sebagai transaksi antar pemegang saham dan dilaporkan dalam ekuitas (tidak ada goodwill dalam kenaikan % kepemilikan saham dan tidak ada laba/rugi dari penurunan % kepemilikan saham). Dengan demikian, sebelum kendali diperoleh, maka investasi saham diperlakukan sesuai dengan standar yang relevan. Pada saat kendali diperoleh, nilai wajar aset dan liabilitias entitas yang diperoleh, termasuk goodwill diukur. Penyesuaian yang timbul atas aset dan liabilitas sebelumnya diakui sebagai laba/rugi. Perolehan kendali memicu terjadinya pengukuran ulang. Contoh: a. 1 Jan 2009, X membeli 50% saham Y senilai $120,000. Sebelumnya X sudah mempunyai 20% saham Y yang dibelinya seharga $40,000. Nilai wajar saham ini pada 1
127 Januari adalah $48,000. Fair value NCI pada 1 jan 2009 $80,000 dan nilai wajar net asset yang dapat diidentifikasi $220,000. Maka goodwill akan dihitung sbb: Pembelian 1 Jan 2009 $ 120,000 Nilai wajar saham yang sudah dimiliki 48,000 sebelumnya $ 168,000 NCI 80,000 $ 248,000 Nilai wajar net aset yang dapat diidentifikasi 220,000 Goodwill $ 28,000 ====== Perusahaan akan melaporkan gain $8,000 untuk kenaikan nilai saham yang sudah dimilikinya (dari $40,000 menjadi $45,000). Jurnal yang dibuat perusahaan adalah: Investment in Y $128,000 Cash $120,000 Gain on increase in value of share 8,000 b. P memiliki 90% saham S melalui serangkaian pembelian saham mulai dari I April 2010 sampai dengan 1 Oktober Data mengenai pembelian saham adalah sbb: Date Interest acquired Investment Cost Equity at acquisition April 1 5% $ 7,000 Juli 1 5% 8,000 Oct 1 80% 210,000 $220,000 Nilai buku aset neto S sama dengan fair valuenya; setiap selisih antara cost investment dengan nilai wajar asset neto dialokasikan ke goodwill. Untuk investasi yang dibeli 1 April dan 1 Juli, P menggunakan cost method karena ia tidak mempunyai pengaruh yang signifikan, sedangkan mulai 1 Oktober, disamping tetap menggunakan cost method, P harus menyusun laporan konsolidasi. Kepemilikan P sekarang menjadi 90% dan cost dari investasi $225,000 (dengan asumsi nilai wajar kepemilikan saham yang 5% dari pembelian 1 April dan 5% dari pembelian 1 Juli sama dengan harga
128 perolehannya). Nilai perusahaan S pada 1 Oktober, pada saat P memperoleh kendali, berarti = 100/90 x $ 225,000 = $ 250,000. Dengan demikian, terdapat goodwill sebesar $250,000 - $220,000 = $30,000. Untuk penyusunan laporan konsolidasi 2010, P hanya memasukkan revenue dan expenses mulai dari 1 Oktober (hanya 3 bulan saja). Berikut adalah kertas kerja konsolidasi P untuk tahun 2010: P S Adjustments & Eliminations Consolidated statements Debits Credits Income statements Sales 274, ,000 a 112, ,375 Expenses (including cogs) 220, ,000 a 82, ,500 NCI Expense b 1,000 1,000 Net income 54,875 40,000 63,875 Retained earnins statements Retained earnings, beg 221,500 90,000 a 90, ,500 Net income 54,875 40,000 63,875 Retained earnings, ending 276, , ,375 Balance sheet Other assets 451, , ,375 Investment in S 225,000 a 225,000 Goodwill a 30,000 30,000 Total assets 676, , ,375 Liabilities 100,000 70, ,000 Capital stock 300, ,000 a 100, ,000 Retained earnings 276, , ,375 NCI a 25,000 26,000 b 1,000 Total Liabilities & Equities 676, , ,375 Penjelasan jurnal eliminasi: a. Sales ¾ x 150,000 $ 112,500 Retained earning, beg S 90,000
129 Capital stock S 100,000 Goodwill 30,000 COGS ¾ x 110,000 $ 82,500 Investment in S 225,000 Noncontrolling interest, beg 10% x (100, , , ,000) 25,000 ( mengeliminasi reciprocal account dan mengeliminasi preacquisition sales dan cogs, serta dividend) b. NCI Expense 10% x ¼ x $40,000 $ 1,000 NCI ending 1,000 (untuk memunculkan NCI bagian keuntungan NCI) 3. Penjualan kepemilikan saham Bila seorang investor menjual kepemilikan saham, biasanya kita menghitung laba /rugi dari penjualan tersebut sebagai selisih antara nilai tercatat investasi dengan nilai jualnya. Nilai tercatat dari investasi seharusnya mencerminkan metode ekuitas bila kepemilikan saham tersebut mempunyai pengaruh yang signifkan. Bila investor memiliki sahamnya melalui beberapa kali pembelian, maka penjualan saham akan harus diidentifikasi berasal dari pembelian yang mana. Hal ini dilakukan dengan meggunakan specific identification method atau FIFO. Bila yang menjual saham adalah induk perusahaan, penghitungan laba atau rugi atas penjualan saham tersebut akan tergantung kepada seberapa banyak penjualannya. Bila penjualan tersebut berakibat kepada hilangnya kendali dan induk menjadi tidak harus menyusun laporan konsolidasi, maka kita baru mencatat adanya laba/rugi atas penjualan saham. Sebaliknya bila penjualan tersebut tidak mengakibatkan hilangnya kendali, maka investor tidak akan mencatat adanya laba/rugi atas penjualan saham, penjualan tersebut akan diperlakukan sebagai transaksi ekuitas Pelepasan sebagian kepemilikan saham di perusahaan anak dimana induk kehilangan kendali, tetapi sisa kepemilikannya dikelompokkan sebagai investasi pada perusahaan asosiasi, akan menimbulkan pengakuan laba/rugi atas keseluruhan
130 kepemilikan. Laba atau rugi, diakui atas kepemilikan yang telah dijual. Sedangkan laba atau rugi atas kepemilikan yang masih tersisa, masuk ke dalam other comprehensive income. Laba atau rugi dihitung sebagai selisih antara fair value dan nilai tercatat investasi. Contoh penjualan yang mengakibatkan hilangnya kendali dan sisa kepemilikan diklasifikasikan sebagai Investasi di perusahaan asosiasi 1 Januari 2009, P membeli 90% saham S senilai $80,000 kas. IAset neto S yang bisa diidentifikasi saat itu $74,000; Fair Value NCI $6,000, sehingga ada goodwill $80,000 + $6,000 $74,000 = $12, Des 2009, P menjual 65% saham S secara tunai $65,000 (sehingga P hanya tinggal memiliki 25% dari saham S, dan tidak ada lagi investor lain yang menguasai S); net asset S pada 31 Desember 2009 tersebut $83,000. Dari kenaikan dalam aset neto $9,000 ($83,000 $74,000), $6,000 telah dilaporkan sebagai di dalam laba rugi dan $3,000 telah dilaporkan dalam comprehensive income. Nilai wajar sisa kepemilikan saham adalah $25,000. Setelah pelepasan tersebut, investasi di S diklasifikasikan sebagai Investasi di perusahaan asosiasi. Tunjukkan laba atau rugi dari pelepasan saham S! FV dari imbalan yang diterima $ 65,000 FV dari kepemilikan sisa yang akan diakui sebagai investasi di asosiasi 25,000 Laba yang dilaporkan dalam comprehensive income 3,000 Nilai NCI (10% x 83,000) 8,300 $101,300 Dikurangi: aset neto dan goodwill yang di derecognized Net assets 83,000 Goodwill 12,000 ( 95,000) Gain on disposal to profit or loss $ 6,300 =========
131 Jurnal yang dibuat P adalah: Kas $ 65,000 Investment in S 25,000 Keuntungan pelepasan saham 6,300 Investment in S 80,000 OCI 3,700 Total keuntungan ($65,000 + $ 25,000 - $80,000) = $10,000; dari total keuntungan $10,000 ini, $6,300 diakui sebagai laba pelepasan saham, sisanya masuk OCI Bila kepemilikan saham pada anak perusahaan dijual dan sisa kepemilikan saham tidak menjadi investasi dalam asosiasi atau ventura bersama, maka investasi harus disajikan sesuai PSAK 55 (sebagai Trading atau Available for sale securities). Investasi yang tersisa tersebut akan dinilai berdasarkan fair valuenya, dan selisih antara nilai tercatat dan nilai wajar tersebut akan diakui sebagai laba/rugi pelepasan saham. Berdasarkan contoh soal di atas, jika sisa kepemilikan dikelompokkan sebagai Trading atau Available for sale securities, maka jurnal yang dibuat adalah Kas $ 65,000 Investment in S 25,000 Keuntungan pelepasan saham 10,000 Investment in S 80,000 Contoh penjualan yang tidak mengakibatkan hilangnya kendali (hanya mempengaruhi % kepemilikan saja) 1 Jan 2010, P membeli 70% saham S senilai Rp secara kas. Nilai wajar aset neto S yang dapat diidentifikasi adalah Rp Nilai wajar dari kepentingan non pengendali Rp Dari transaksi ini, timbul goodwill sebesar Rp ( ). 31 Des 2010, P menjual
132 lagi 10% saham S ke NCI senilai Rp Nilai tercatat aset neto pada saat itu Rp Bagaimana P akan memperlakukan transaksi ini? Aset neto S 1 Januari 2010 Rp kenaikan Aset neto S 31 Desember 2010 Rp Nilai wajar imbalan yang diterima Rp transfer ke NCI 10% x ($ goodwill ) pergerakan positif ekuitas Rp Induk perusahaan telah menjual 10% dari nilai tercatat investasi (termasuk goodwill) seharga Rp tunai, sedangkannilai saham yang dijual $125,000 sehingga transaksi ini memberikan keuntungan Rp yang diakui di dalam ekuitas. Jurnal yang dibuat adalah sbb: Cash Investment in S Add PIC Contoh pembelian yang tidak mempengaruhi kendali (hanya mempengaruhi % kepemilikan saja) 1 Jan 2010, P membeli 70% saham S senilai $ 720,000 secara kas. Nilai wajar dari asset neto S yang dapat diidentifikasi adalah $960,000. Nilai wajar dari kepentingan non pengendali $Rp.420,000. Dari transaksi ini, timbul goodwill sebesar $180,0000 (720, , ,000). 31 Des 2010, P membeli lagi 10% saham S dari NCI senilai $170,000. Nilai tercatat asset neto pada saat itu $1,070,000. Bagaimana P memperlakukan tambahan perolehan kepemilikan saham yang 10% tsb? Aset neto S naik sebesar Rp (dari Rp menjadi Rp ), sehingga NCI naik 30% x Rp = Rp P telah
133 membeli tambahan 10% dari saham NCI tersebut, tidak ada penyesuaian atas goodwill atas perolehan saham berikutnya. NCI 1 Januari 2010 Rp kenaikan Rp x 30% Rp dibeli oleh P 10%nya (10/30 x Rp ) saldo NCI per 31 Desember 2010 Rp Nilai wajar dari imbalan yang diberikan Rp dibebankan ke NCI ( ) Pergerakan negatif dari ekuitas Rp Hal ini berarti P telah membeli saham dari NCI dengan harga premium. Jurnal yang dibuat adalah sbb: Investment in S Add PIC Kas Deemed disposals Yang dimaksud dengan deemed disposal adalah hilangnya kendali induk perusahaan atas anak perusahaan yang terjadi karena anak perusahaan menjual lagi sahamnya ke pihak luar, si induk tidak memanfaatkan preemptive rightnya ketika anak perusahaan menerbitkan sahamnya, atau pemegang surat berharga anak perusahaan ada yang mengexercise stock warrant atau stock optionnya sehingga % kepemilikan si induk berkurang. Contoh deemed disposal melalui penerbitan saham oleh anak perusahaan: P memiliki 600,000 lembar dari 1,000,000 lembar saham S (kepemilikan P 60%). Nilai tercatat net asset S $120,000; goodwill $ S menerbitkan lembar saham kepada investor baru senilai $80,000 (1/3 kepemilikan). Akibatnya, kepemilikan P sekarang menjadi 6/15 = 40%. Dari transaksi ini, net aset S setelah
134 penjualan saham menjadi $120,000 + $80,000 = $200,000. Berapa laba/rugi bagi P dari transaksi ini? Kepemilikan P di S setelah S menerbitkan saham $90,000* Kepemilikan P di S sebelum S menerbitkan saham 87,000** Laba deemed disposal $ 3,000 *40% (120, ,000) + (goodwill 40/60 x 15,000) **60% x 120,000 + goodwill 15,000 jurnal yang dibuat atas pelepasan saham adalah Investment in P $3,000 Gain on disposal of investment $3,000 Transaksi saham treasury oleh anak perusahaan Perolehan saham treasury dari NCI oleh anak perusahaan, akan menyebabkan penurunan ekuitas anak dan penurunan saham anak yang beredar. Bila perolehan saham treasuri tersebut dilakukan pada nilai tercatatnya (book value), maka tidak ada perubahan dalam bagian induk atas ekuitas anak, meskipun % kepemilikan induknya mengalami kenaikan. Bila perolehan saham treasuri tersebut dilakukan pada nilai di atas atau di bawah nilai tercatatnya, maka bagian induk atas ekuitas anak akan mengalami penurunan atau kenaikan dan % kepemilikan induknya mengalami kenaikan. Hal ini akan mengharuskan induk untuk membuat jurnal penyesuaian atas akun investasinya. Contoh: Per 31 Desember 2010, S yang sahamnya dimiliki 80% oleh P, mempunyai 10,000 lembar saham yang beredar. Pada 1 Januari 2011, S membeli kembali sahamnya sebanyak 400 lembar dari NCI. Pengaruh dari pembelian saham treasuri ini tampak sbb:
135 Sebelum pembelian T/S Setelah pembelian T/S dgn harga $20 Setelah pembelian T/S dgn harga $30 Setelah pembelian T/S dgn harga $15 Capital stock $10 par $100,000 $100,000 $100,000 $100,000 Ret. Earnings 100, , , ,000 $200,000 $200,000 $200,000 $200,000 Less: T/S (cost) - 8,000 12, Total Equity $200,000 $192,000 $188,000 $194,000 % kepemilikan P 4/5 5/6 5/6 5/6 Bagian P atas ekuitas S $160,000 $160,000 $156,667 $161,667 Bila S membeli saham treasurinya dengan harga $20/lembar, maka tidak ada jurnal yang dibuat P karena bagian P atas ekuitas S tetap sama seperti ketika S belum membeli saham treasurinya. Bila S membeli saham treasurinya dengan harga $30/lembar, maka P akan membuat jurnal: Additional Paid in Capital $3,333 Investment in S $3,333 (untuk mencatat penurunan nilai investasi karena S membeli kembali sahamnya dengan harga di atas nilai bukunya) Bila S membeli saham treasurinya dengan harga $15/lembar, maka P akan membuat jurnal: Investment in S $1,667 Additional Paid in Capital $1,667 (untuk mencatat kenaikan nilai investasi karena S membeli kembali sahamnya dengan harga di bawah nilai bukunya) RANGKUMAN 1. Bila induk perusahaan membeli saham anak dalam tahun berjalan, maka harus dibuat penyesuaian untuk laba dan dividend yang dilaporkan anak perusahaan yang tidak menjadi bagian/hak induk perusahaan.
136 2. Kombinasi bisnis melalui kepemilikan saham secara bertahap yang mengakibatkan diperolehnya kendali, mengharuskan investor untuk mengukur ulang investasinya pada nilai wajarnya dan mengakui adanya laba/rugi di dalam laporan laba rugi. Sekali kendali diperoleh, semua kenaikan atau penurunan kepemilikan berikutnya, diperlakukan sebagai transaksi antar pemegang saham dan dilaporkan dalam ekuitas (tidak ada goodwill dalam kenaikan % kepemilikan saham dan tidak ada laba/rugi dari penurunan % kepemilikan saham). 3. Penjualan saham oleh induk perusahaan yang berakibat kepada hilangnya kendali, akan menimbulkan pengakuan laba/rugi penjualan saham. 4. Penjualan saham oleh induk perusahaan, tetapi tidak mengakibatkan kepada hilangnya kendali, tidak akan menimbulkan pengakuan laba/rugi penjualan saham; penjualan tersebut akan diperlakukan sebagai transaksi ekuitas 5. Penambahan jumlah saham beredar oleh anak perusahaan akan mempengaruhi % kepemilikan induk perusahaan; kalau perubahan tersebut tidak mengakibatkan hilangnya kendali, maka tidak ada pengakuan gain/loss. 6. Pembelian kembali saham oleh anak perusahaan (saham treasuri), akan menyebabkan penurunan ekuitas anak dan penurunan saham anak yang beredar. Bila perolehan saham treasuri tersebut dilakukan pada nilai tercatatnya (book value), maka tidak ada perubahan dalam bagian induk atas ekuitas anak, meskipun % kepemilikan induknya mengalami kenaikan. Bila perolehan saham treasuri tersebut dilakukan pada nilai di atas atau di bawah nilai tercatatnya, maka bagian induk atas ekuitas anak akan mengalami penurunan atau kenaikan dan % kepemilikan induknya mengalami kenaikan. Hal ini akan mengharuskan induk untuk membuat jurnal penyesuaian atas akun investasinya.
137 LATIHAN 1. P membeli 80% saham S pada 1 September 2010 senilai $1,000,000. Ekuitas S saat itu terdiri dari Capital stock $1,000,000 dan Retained earnings $250,000. Net income S untuk 2010 $240,000 dan dividend dibayar 1 April dan 1 Oktober masing-masing $60,000. Berapa preacquisition income, NCI expense yang akan disajikan di dalam laporan laba rugi konsolidasian? berapa NCI yang akan disajikan di dalam neraca konsolidasian? 2. P membeli 100% saham S pada 1 Januari 2010 senilai $4,400,000. Ekuitas S saat itu $4,000,000. Nilai buku aset neto S sama dengan nilai wajarnya. Untuk tahun 2010 S melaporkan net income $600,000 dan tidak membagikan dividen. 1 April 2010, P menjual 15% kepemilikannya secara tunai $750,000. Buat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut. 3. P membeli 100% saham S pada 1 Januari 2010 senilai $4,400,000. Ekuitas S saat itu $4,000,000. Nilai buku aset neto S sama dengan nilai wajarnya. Untuk tahun 2010 S melaporkan net income $600,000 dan tidak membagikan dividen. 31 Desember 2010, P menjual 75% kepemilikannya secara tunai $3,750,000. Sisa kepemilikan akan dikelompokkan sebagai Available for sale securities dan mempunyai nilai wajar $750,000. Hitunglah laba/rugi pelepasan saham dan buat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut!
138 BAB INDIRECT DAN MUTUAL HOLDING 9 Tujuan Instruksional Khusus: Mahasiswa mampu menyusun laporan konsolidasi untuk kepemilikan langsung, tidak langsung, dan mutual A. Indirect holding Yang dimaksud dengan indirect holding adalah investasi yang memungkinkan investor untuk mengendalikan atau mempengaruhi secara signifikan perusahaan lain tidak melalui kepemilikan saham langsung, melainkan melalui anak perusahaannya. Struktur indirect holding terdiri dari dua macam yaitu struktur induk-anak-cucu (father-son-grandson) dan struktur afiliasi terkoneksi (connecting affiliates). 1. Indirect holding berstruktur induk-anak-cucu. A mempunyai saham B 80%, B mempunyai saham C 70%, maka secara tidak langsung A memiliki 80% x 70% = 56% saham C. Oleh karena itu, laporan keuangan C harus masuk ke dalam laporan konsolidasi A. Dalam struktur ini, yang dilihat adalah apakah A punya kendali atas B dan B punya kendali atas C, meskipun akhirnya kepemilikan A atas C secara tidak langsung kurang dari 50%. Misal A mempunyai saham B 80%, B mempunyai saham C 60%, maka secara tidak langsung A memiliki 80% x 60% = 48% saham C. Meskipun kepemilikan secara tidak A atas C kurang dari 50%, laporan keuangan C harus masuk ke dalam laporan konsolidasi A. Dalam indirect holding berstruktur induk-anak-cucu, NCI anak secara tidak langsung berhak atas net income cucu, yaitu sebesar % kepemilikan NCI x % kepemilikan anak terhadap cucu x net income cucu.
139 Contoh soal: A membeli 80% saham B pada 1 Januari 2009 senilai 192,000. B membeli 70% saham C pada 1 Januari 2010 senilai $105,000. Tidak ada kelebihan cost atas book value saham yang diperoleh. Laporan keuangan, jurnal eliminasi, dan kertas kerja konsolidasi ketiga perusahaan tahun 2010 tampak sbb: a. Investment in B $8,000 Retained earnings A $8,000 (untuk mencatat kenaikan ekuitas B) Ekuitas awal B 100/80 X 192,000 = 240,000 Ekuitas akhir B 200, ,000 = 250,000 Kenaikan 10,000 x 80% = $8,000 b. Dividend income $38,000 Dividend $38,000 (untuk mengeliminasi dividend income 24, ,000) c. NCI expense C $12,000 Dividend $6,000 NCI C ending 6,000 (untuk mencatat non controlling interest expense C 30% x $40,000) d. Capital stock C $100,000 Retained earnings C, beg 50,000 Investment in C $105,000 NCI C beginning 45,000 (untuk mengeliminasi akun resiprokal investment in C dengan ekuitas C)
140 Kertas kerja konsolidasi (dalam ribuan $) A B C Adjustment & eliminations consolidt statement debit credit s Income Statement Sales Dividend income 24 b 24 Dividend income 14 b 14 Expenses including cogs NCI expense B e 15,6 15,6 NCI expense C c Net income ,4 Retained earnings Retained earnings, begin d 50 a 8 f Add: net income ,4 Deduct: Dividend b c 6 b 24 e 6 Retained earnings, end ,4 Balance sheet Other assets 461, ,6 Investment in B 192 a 8 f 200 Investment in C 105 d 105 Total Assets 653, ,6 Liabilities 97, ,6 Capital stock d f 200 Retained earnings ,4 NCI C beginning d 45 NCI C ending c 6 51 NCI B beginning f 50 NCI B ending e 9,6 59,6 Total liabilities & equities 653, ,6 e. NCI expense B $15,600 Dividend $6,000 NCI B ending 9,600
141 {untuk mencatat non controlling interest expense B 20% x ($64,000 - $14,000) + 20% x 70% x $40,000)} NCI B berhak atas net income B (20% x $50,000) tetapi tidak berhak atas dividend incomenya yang diperoleh dari C, karena NCI B akan mendapat income tidak langsung atas net income C yaitu 20% x 70% x $40,000. Bila dividend income dimasukkan, maka terjadi tumpang tindih perhitungan hak NCI. f. Capital stock B $200,000 Retained earnings B, beg 50,000 Investment in B $250,000 NCI B beginning 50,000 (untuk mengeliminasi akun resiprokal investment in C dengan ekuitas C) 2. Indirect holding berstruktur connecting affiliates A mempunyai saham B 80%, dan saham C 20%; B mempunyai saham C 40%, maka secara tidak langsung A memiliki 80% x 40% = 32% saham C secara tidak langsung, sehingga jumlah sahamnya di C menjadi 52% dan C harus masuk ke dalam laporan konsolidasi A. Dalam struktur seperti ini total kepemilikan A terhadap C harus di atas 50% dan A harus mengendalikan B. Contoh soal : P membeli 70% saham S pada 2 Januari 2009 senilai $175,000. Saat itu stockholders equity S terdiri dari capital stock $200,000 dan retained earnings $40,000. Fair value dan book value net asset S sama. Selisih cost dengan fair value dialokasikan ke goodwill. P membeli 60% saham T pada 2 Januari 2008 senilai $96,000. Saat itu stockholders equity T terdiri dari capital stock $100,000 dan retained earnings $50,000. Fair value dan book value net asset T sama. Selisih cost dengan fair value dialokasikan ke goodwill. S membeli 20% saham T pada 2 Januari 2005 $20,000. Saat itu stockholders equity S terdiri dari capital stock $100,000 dan belum mempunyai retained earnings. Fair value dan book value net asset S sama.
142 Untuk tahun 2010, income tersendiri dan dividen masing-masing perusahaan adalah sbb: P S T Net Income $70,000 $35,000 $20,000 Dividend $40,000 $20,000 $10,000 Di dalam income P termasuk unrealized gain $10,000 yang berasal dari penjualan tanah ke S pada tahun Di dalam income S termasuk unrealized gain $5,000 yang berasal dari penjualan inventory sebesar $15,000 ke P pada tahun Penjelasan jurnal eliminasi, laporan keuangan, dan kertas kerja konsolidasi ketiga perusahaan tahun 2010 tampak sbb: Penjelasan jurnal eliminasi: a. Investment int 20% $16,000 Retained earnings S,beginning $16,000 (untuk mencatat kenaikan ekuitas T dari tanggal pembelian investasi sampai dengan awal 2010) Ekuitas awal T 100/20 X 20,000 = 100,000; Ekuitas akhir T 100, ,000 = 180,000; Kenaikan (180, ,000) x 20% = $16,000 b. Investment int 60% $18,000 Retained earnings P, beginning $18,000 (untuk mencatat kenaikan ekuitas T dari tanggal pembelian investasi sampai dengan awal 2010) Ekuitas awal T 100, ,000 = 150,000 Ekuitas akhir T 100, ,000 = 180,000 Kenaikan 30,000 x 60% = $18,000 c. Retained earnings P, beginning $4,200 Investment in S 70% $4,200 (untuk mencatat penurunan ekuitas S dari tanggal pembelian investasi sampai dengan awal 2010)
143 Ekuitas awal S 200, ,000 = 240,000; Ekuitas akhir S 200, ,000 = 234,000; Penurunan (240, ,000) x 70% = $4,200 P S T Adjustment & eliminations debit credit consolid t statemnt s Income Statement Sales 200, , ,000 d 15, ,000 Dividend income 14,000 j 14,000 Dividend income 6,000 2,000 g 8,000 Gain on sales of land 10,000 f 10,000 Cost of sales 100,000 80,000 50,000 e 5,000 d 15, ,000 Other expenses 40,000 35,000 30, ,000 NCI S k 10,200 10,200 NCI T h 4,000 4,000 Net income 90,000 37,000 20,000 95,800 Retained earnings Retained earnings, beg 198,000 34,000 80,000 c 4,200 i 80,000 l 34,000 a 16,000 b 18, ,800 Add: net income 90,000 37,000 20,000 95,800 Deduct: Dividend 40,000 20,000 10,000 g 6,000 40,000 g 2,000 h 2,000 k 6,000 j 14,000 Retained earnings, 248,000 51,000 90, ,600 ending Balance sheet Other assets 46,200 22,000 85, ,200 Inventories 50,000 40,000 15,000 e 5, ,000 Plant assets - net 400, , ,000 f 10, ,000 Investment in S (70%) 175,000 l 170,800 c 4,200 Investment in T (60%) 96,000 b 18,000 h114,000 Investment in T (20%) 20,000 a 16,000 h 36,000 Goodwill i 10,000 l 10,000 20,000 Total Assets 774, , , ,200 Liabilities 126,200 31,000 10, ,200 Capital stock 400, , ,000 i100, ,000 l200,000 Retained earnings 248,000 51,000 90, ,600 NCI S k 4,200 77,400
144 l 73,200 NCI T h 2,000 40,000 i 40,000 Total liabilities & equities 774, , , ,200 d. Sales $15,000 Cost of goods sold $15,000 (untuk mengeliminasi transaksi penjualan antar induk - anak) e. Investment int 20% $16,000 Retained earnings S,beginning $16,000 (untuk mencatat kenaikan ekuitas T dari tanggal pembelian investasi sampai dengan awal 2010) Ekuitas awal T 100/20 X 20,000 = 100,000 Ekuitas akhir T 100, ,000 = 180,000 Kenaikan 80,000 x 20% = $16,000 f. Investment int 60% $18,000 Retained earnings P, beginning $18,000 (untuk mencatat kenaikan ekuitas T dari tanggal pembelian investasi sampai dengan awal 2010) Ekuitas awal T 100, ,000 = 150,000 Ekuitas akhir T 100, ,000 = 180,000 Kenaikan 30,000 x 60% = $18,000 d. Retained earnings P, beginning $4,200 Investment in S 70% $4,200 (untuk mencatat penurunan ekuitas S dari tanggal pembelian investasi sampai dengan awal 2010) Ekuitas awal S 200, ,000 = 240,000
145 Ekuitas akhir S 200, ,000 = 234,000 Penurunan 6,000 x 70% = $4,200 e. Sales $15,000 Cost of goods sold $15,000 (untuk mengeliminasi transaksi penjualan antar induk - anak) f. Cost of goods sold $5,000 Inventories $5,000 (untuk mengeliminasi unrealized profit di dalam ending inventory) g. Gain on sale of land $10,000 Plant assets $10,000 (untuk mengeliminasi unrealized profit dari penjualan plant assets antar perusahaan) h. Dividend income $8,000 Dividend - T $8,000 (untuk mengeliminasi dividend income 6, ,000) i. NCI expense T $4,000 Dividend $2,000 NCI T ending 2,000 (untuk mencatat non controlling interest expense C 20% x $20,000) j. Capital stock T $100,000 Retained earnings T, beg 80,000 Goodwill 10,000 Investment int-60% $114,000 Investment int-20% 36,000 NCI T beginning 40,000 (untuk mengeliminasi akun resiprokal investment in T dengan ekuitas T dan untuk memunculkan goodwill)
146 Investment in T yang 20%, adalah 20% x 190,000 = 38,000. Karena investasi ini tidak ada goodwillnya, maka hanya dihitung 20% x 180,000 = 36,000. Selisih $2,000 dimasukkan ke NCI T beginning, k. Dividend income $14,000 Dividend - S $14,000 (untuk mengeliminasi dividend income) l. NCI expense S $10,200 Dividend $6,000 NCI S ending 4,200 [untuk mencatat non controlling interest expenses {30% x ($35,000 5,000) + (30% x 20% x $20,000)}] Di samping hak atas net income B sebesar 30% x $35,000-5,000 unrealized profit inventory upstream sales, NCI S juga punya hak atas net income T secara tidak langsung yaitu 30% x 20% x $20,000 m. Capital stock S $200,000 Retained earnings S, beg 34,000 Goodwill 10,000 Investment in S $170,800 NCI S beginning 73,200 (untuk mengeliminasi akun resiprokal investment in C dengan ekuitas C) B. Mutual holding Yang dimaksud dengan mutual holding adalah kepemilikan saham oleh perusahaan yang berafiliasi. Struktur mutual holding ada dua bentuk yaitu saham induk dimiliki oleh anak perusahaan dan saham anak dimiliki oleh anak perusahaan yang lainnya 1. Saham induk dimiliki oleh anak perusahaan Dari sudut pandang konsolidasi, saham induk yang dimiliki oleh anak perusahaan tidak termasuk ke dalam saham yang beredar. Oleh karena itu di
147 dalam laporan keuangan konsolidasi, saham tersebut akan dilaporkan sebagai saham treasuri dan akan dikurangkan dari stockholders equity konsolidasi pada nilai costnya. 1) Konsolidasi tahun perolehan - tanpa pembagian dividen Awal Januari 2009, P membeli 90% saham S senilai $270,000. Pada saat itu capital stock S $200,000 dan Retained earnings $100, Januari 2009, S membeli 10% saham P senilai $70,000. Pada saat itu capital stock P $500,000 dan Retained earnings $200,000. Laporan keuangan kedua perusahaan dan kertas kerja konsolidasi 2009 tampak sbb: P S Adjustment & eliminations Debit Credit consolidtd statement s Income Statement Sales 120,000 80, ,000 Expenses including Cost of sales 70,000 50, ,000 NCI expense a 3,000 3,000 Net income 50,000 30,000 77,000 Retained earnings Retained earnings, beginning 200, ,000 b100, ,000 Add: net income 50,000 30,000 77,000 Retained earnings, ending 250, , ,000 Balance sheet Other assets 480, , ,000 Investment in S (90%) 270,000 b270,000 Investment in P (10%) 70,000 c 70,000 Total Assets 750, , ,000 Capital stock 500, ,000 b200, ,000 Retained earnings 250, , ,000 Treasury stock c 70,000 70,000 NCI S, beginning b 30,000 NCI S, ending a 3,000 33,000 Total liabilities & equities 750, , ,000 Penjelasan jurnal eliminasi:
148 a. NCI expense $3,000 NCI, ending $3,000 (untuk mencatat NCI expense 10% x 30,000) b. Capital stock S $200,000 Retained earnings S 100,000 Investment in S $270,000 NCI S, beginning 30,000 (untuk mengeliminasi akun resiprokal investment in S dengan ekuitas S) c. Treasury stock $70,000 Investment in P $70,000 (untuk mengeliminasi akun investment in P dan memunculkan akun treasury stock untuk saham P yang dimiliki S) 2) Konsolidasi setelah tahun perolehan - dengan pembagian dividen Tahun 2010, kedua perusahaan melaporkan net income sendiri dan dividen masing-masing sebagai berikut: P S Separate earnings $60,000 $40,000 Dividends 30,000 20,000 Laporan keuangan kedua perusahaan dan kertas kerja konsolidasi 2009 tampak sbb: Penjelasan jurnal eliminasi: a. Investment in S $27,000 Retained earnings P, beginning $27,000 (untuk mencatat kenaikan ekuitas S) Ekuitas awal S 200, ,000 = 300,000 Ekuitas akhir S 200, ,000 = 330,000 Kenaikan 30,000 x 90% = $27,000
149 b. Dividend income $18,000 Dividend - S $18,000 (untuk mengeliminasi dividend income P) P S Adjustment & eliminations consolidatd Debit Credit statements Income Statement Sales 140, , ,000 Dividend income 18,000 b 18,000 Dividend income 3,000 c 3,000 Expenses including Cost of sales 80,000 60, ,000 NCI e 4,000 4,000 Net income 78,000 43,000 96,000 Retained earnings Retained earnings, beginning 250, ,000 d130,000 a 27, ,000 Add: net income 78,000 43,000 96,000 Deduct: Dividend 30,000 c 3,000 27,000 Dividend 20,000 b 18,000 e 2,000 Retained earnings, ending 298, , ,000 Balance sheet Other assets 528, , ,000 Investment in S (90%) 270,000 a 27,000 d297,000 Investment in P (10%) 70,000 f 70,000 Total Assets 750, , ,000 Capital stock 500, ,000 d200, ,000 Retained earnings 298, , ,000 Treasury stock f 70,000 (70,000) NCI S, beginning d 33,000 NCI S, ending e 2,000 35,000 Total liabilities & equities 750, , ,000 c. Dividend income $3,000 Dividend - P $3,000 (untuk mengeliminasi dividend income S) d. Capital stock S $200,000
150 Retained earnings S 130,000 Investment in S $297,000 NCI S, beginning 33,000 (untuk mengeliminasi akun resiprokal investment in S dengan ekuitas S) e. NCI expense $4,000 NCI, ending $3,000 (untuk mencatat NCI expense 10% x 30,000) f. Treasury stock $70,000 Investment in P $70,000 (untuk mengeliminasi akun investment in P dan memunculkan akun treasury stock untuk saham P yang dimiliki S) 2. Saham anak dimiliki oleh anak perusahaan yang lainnya Untuk saham anak yang dimiliki oleh anak perusahaan yang lainnya, tidak akan diperlakukan sebagai treasury stock. Investasi tersebut akan dieliminasi bersamaan dengan eliminasi ekuitas perusahaan yang sahamnya dimiliki Contoh soal: P memiliki 80% saham S; S memiliki 70% saham T; T memiliki 10% saham S. - P membeli 80% saham S pada 2 Januari 2008 senilai $260,000. Saat itu stockholders equity S terdiri dari capital stock $200,000 dan retained earnings $105,000. Fair value dan book value net asset S sama. Selisih cost dengan fair value dialokasikan ke goodwill. - S membeli 70% saham T pada 2 Januari 2009 senilai $105,000. Saat itu stockholders equity S terdiri dari capital stock $100,000 dan retained earnings $40,000. Fair value dan book value net asset S sama. Selisih cost dengan fair value dialokasikan ke goodwill.
151 - T membeli 10% saham S pada 31 Desember 2009 senilai $38,000. Saat itu stockholders equity S terdiri dari capital stock $200,000 dan retained earnings $180,000. Fair value dan book value net asset S sama. Untuk tahun 2010 ketiga perusahaan melaporkan laba masing-masing dan dividen sebagai berikut: P S T Total Net income from separate $112,000 $51,000 $40,000 $203,000 operation Dividend 50,000 30,000 20, ,000 Jurnal eliminasi, laporan keuangan ketiga perusahaan dan kertas kerja konsolidasi tahun 2010 tampak sbb: a. Investment in T $28,000 Retained earnings S,beginning $28,000 (untuk mencatat kenaikan ekuitas T dari tanggal pembelian investasi sampai dengan awal 2010) Ekuitas awal T 100, ,000 = 140,000 Ekuitas akhir T 100, ,000 = 180,000 Kenaikan 40,000 x 70% = $28,000 b. Investment in S $60,000 Retained earnings P, beginning $60,000 (untuk mencatat kenaikan ekuitas T dari tanggal pembelian investasi sampai dengan awal 2010) Ekuitas awal S 200, ,000 = 305,000 Ekuitas akhir S 200, ,000 = 400,000 Kenaikan 95,000 x 80% = $76,000 c. Dividend income - T $3,000 Dividend - S $3,000 (untuk mengeliminasi dividend income T dari S 10% x 30,000
152 d. Dividend income - S $14,000 Dividend - T $14,000 (untuk mengeliminasi dividend income P dari S 80% x 30,000 P S T Adjustments & Eliminations Consolidtd statement Debit Credit Income Statement Sales 412, , , ,000 Dividend income 24,000 e 24,000 Dividend income 14,000 d 14,000 Dividend income 3,000 c 3,000 Cost of sales 220,000 70,000 40, ,000 Other expenses 80,000 40,000 20, ,000 NCI S h 5,100 5,100 NCI T f 13,530 13,530 Net income 136,000 65,000 43, ,370 Retained earnings Retained earnings, beg P 324,000 b 76, ,000 Retained earnings, beg S 200,000 i180,000 a 28,000 28,000 Retained earnings, beg T 80,000 g 80,000 Add: net income 136,000 65,000 43, ,600 Deduct: Dividend 50,000 30,000 20,000 e 24,000 50,000 c 3,000 h 3,000 d 14,000 f 6,000 Retained earnings, 410, , , ,370 end Balance sheet Cash 60,000 50,000 43, ,000 Other current 250,000 90,000 70, ,000 assets Plant assets - net 550, , , ,000 Investment in S (80%) 260,000 b 76,000 l 336,000 Investment in T (70%) 105,000 a 28,000 g133,000 Investment in S (10%) 40,000 l 40,000
153 Goodwill g 10,000 i 20,000 30,000 Total Assets 1,120, , ,000 1,573,000 Liabilities 210, ,000 80, ,000 Capital stock 500, , ,000 g100, ,000 i200,000 Retained earnings 410, , , ,370 NCI S i 44,000 46,100 h 2,100 NCI T g 57,000 64,530 f 7,530 Total liabilities & equities 1,120, , ,000 1,573,000 e. Investment in S $60,000 Retained earnings P, beginning $60,000 (untuk mencatat kenaikan ekuitas T dari tanggal pembelian investasi sampai dengan awal 2010) Ekuitas awal S 200, ,000 = 305,000 Ekuitas akhir S 200, ,000 = 400,000 Kenaikan 95,000 x 80% = $76,000 f. Dividend income - T $3,000 Dividend - S $3,000 (untuk mengeliminasi dividend income T dari S 10% x 30,000 g. Dividend income - S $14,000 Dividend - T $14,000 (untuk mengeliminasi dividend income P dari S 80% x 30,000 h. Dividend income - P $24,000 Dividend - S $24,000 (untuk mengeliminasi dividend income P dari S 80% x 30,000 i. NCI expense T $13,530 Dividend $ 6,000 NCI T ending 7,530
154 {untuk mencatat non controlling interest expense T (30% x $40,000) + (30% x 10% x 51,000)} Di samping hak atas net income T sebesar 30% x $40,000, NCI T juga punya hak atas net income S secara tidak langsung yaitu 30% x 10% x $51,000 j. Capital stock T $100,000 Retained earnings T, beg 80,000 Goodwill 10,000 Investment int-60% $133,000 NCI T beginning 57,000 (untuk mengeliminasi akun resiprokal investment in T dengan ekuitas T dan untuk memunculkan goodwill) k. NCI expense S $5,100 Dividend $3,000 NCI S ending 2,100 [untuk mencatat non controlling interest expenses 10% x ($65,000 14,000)] l. Capital stock S $200,000 Retained earnings S, beg 200,000 Goodwill 20,000 Investment in S (80%) $336,000 Investment in S (10%) 40,000 NCI S beginning 44,000 (untuk mengeliminasi akun resiprokal investment in C dengan ekuitas C) RANGKUMAN 1. Indirect holding adalah investasi yang memungkinkan investor untuk mengendalikan atau mempengaruhi secara signifikan perusahaan lain tidak melalui kepemilikan saham langsung, melainkan melalui anak perusahaannya. Struktur indirect holding terdiri dari dua macam yaitu struktur
155 induk-anak-cucu (father-son-grandson) dan struktur afiliasi terkoneksi (connecting affiliates). 2. Mutual holding adalah kepemilikan saham oleh perusahaan yang berafiliasi. Struktur mutual holding ada dua bentuk yaitu saham induk dimiliki oleh anak perusahaan dan saham anak dimiliki oleh anak perusahaan yang lainnya. 3. Dari sudut pandang konsolidasi, saham induk yang dimiliki oleh anak perusahaan tidak termasuk ke dalam saham yang beredar. Oleh karena itu di dalam laporan keuangan konsolidasi, saham tersebut akan dilaporkan sebagai saham treasuri dan akan dikurangkan dari stockholders equity konsolidasi pada nilai costnya LATIHAN 1. Awal Januari 2009, P membeli 80% saham S senilai $200,000. Tidak ada ekses antara nilai buku dan nilai wajar asset neto S, juga antara nila investasi dengan nilai wajar asset neto S. Awal Januari 2010 S membeli 70% saham T senilai $147,000. Pada saat itu Ekuitas T terdiri dari capital stock $150,000 dan retained earnings $50,000. Tidak ada selisih antara nilai buku dan nilai wajar asset neto T. Selisih antara nilai investasi dengan nilai aset neto dialokasikan ke patent dengan masa amortisasi 10 tahun Per 31 Desember 2010 ketiga perusahaan melaporkan income, dividend, dan unrealized profit sbb: Separate income Dividends Unrealized profit P $150,000 $50,000 S 50,000 30,000 $10,000 T 30,000 10,000 5,000
156 Di dalam income S terdapat unrealized profit $10,000 yang berasal dari penjualan tanah ke P, sedangkan di dalam income T terdapat unrealized profit $5,000 yang berasal dari penjualan barang dagangan ke S. Berdasarkan informasi tersebut, Saudara diminta untuk menentukan besarnya income konsolidasi dan kepentingan non pengendali yang akan disajikan di dalam laporan keuangan konsolidasi 2010! 2. P membeli 80% saham S tunai senilai $170,000 pada 1 Januari Pada saat itu, ekuitas S $200,000. Ekses fair value atas book value dialokasikan ke goodwill. Per 31 Desember 2010, ekuitas dari kedua perusahaan tampak sbb: P S Capital stock $600,000 $150,000 Retained earnings 200, ,000 Total $800,000 $250,000 Awal Januari 2011, S membeli 10% saham P tunai $80,000. Laba dan dividend masing-masing dari P dan S untuk tahun 2011 adalah sbb: P S Separate earnings $100,000 $40,000 Dividends 50,000 20,000 Berdasarkan informasi tersebut, Saudara diminta untuk: a. menentukan besarnya consolidated net income dan NCI expense2011 b. membuat jurnal eliminasi untuk menyusun laporan konsolidasi P & S c. menentukan besarnya NCI (yang ada di dalam ekuitas) 2011
157 BAB FOREIGN CURRENCY TRANSACTION & FOREIGN CURRENCY FINANCIAL STATEMENT 10 Tujuan Instruksional Khusus: 1 Mahasiswa dapat mencatat transaksi dalam mata uang asing 2. Mahasiswa dapat menjabarkan laporan keuangan dalam mata uang asing ke dalam mata uang penyajian Suatu entitas dapat melakukan aktivitas luar negeri dalam dua cara yaitu memiliki transaksi dalam mata uang asing atau memiliki kegiatan usaha luar negeri. Di samping itu suatu entitas juga dapat menyajikan laporan keuangannya dalam mata uang asing. Materi kuliah ini menjelaskan bagaimana memasukkan transaksi dalam mata uang asing dan kegiatan usaha luar negeri ke dalam laporan keuangan suatu entitas dan bagaimana menjabarkan laporan keuangan dalam mata uang asing ke dalam mata uang penyajian. Yang menjadi masalah dalam mata uang asing adalah kurs mana yang akan digunakan dan bagaimana melaporkan pengaruh dari perubahan kurs dalam laporan keuangan. A. Transaksi dalam mata uang asing (Foreign currency transaction) 1. Konsep dan definisi Untuk memahami transaksi dan pelaporan dalam mata uang asing, perlu diketahui beberapa definisi menurut PSAK 10 par 08: a. Yang dimaksud dengan kegiatan usaha luar negeri adalah entitas yang merupakan entitas anak, entitas asosiasi, ventura bersama atau cabang dari entitas pelapor yang aktivitasnya dilaksanakan di suatu negara selain negara entitas pelapor atau menggunakan mata uang selain mata uang entitas pelapor. b. Kurs adalah rasio pertukaran untuk dua mata uang c. Kurs penutup adalah kurs spot pada akhir periode pelaporan d. Kurs spot adalah kurs untuk realisasi segera e. Mata uang asing adalah mata uang selain mata uang fungsional entitas 1
158 f. Mata uang fungsional adalah mata uang pada lingkungan utama dimana entitas beroperasi, yaitu lingkungan dimana entitas tersebut utamanya menghasilkan dan mengeluarkan kas g. Mata uang penyajian adalah mata uang yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan h. Pos moneter adalah unit mata uang yang dimiliki serta aset dan liabilitas yang akan diterima atau dibayarkan dalam jumlah unit yang tetap atau dapat ditetapkan i. Selisih kurs adalah selisih yang dihasilkan dari penjabaran sejumlah tertentu satu mata uang ke dalam mata uang yang lain pada kurs yang berbeda Faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan mata uang fungsional: - Mata uang yang paling mempengaruhi harga jual barang dan jasa (mata uang yang harga jual barang dan jasa didenominasikan dan diselesaikan) - Mata uang dari Negara yang kekuatan persaingan dan peraturannya sebagian besar menentukan harga jual barang dan jasa suatu entitas - Mata uang yang paling mempengaruhi biaya tenaga kerja, bahan baku, dan biaya lain dari pengadaan barang atau jasa Faktor lain yang harus dipertimbangkan dalam menentukan mata uang fungsional bisa dilihat di par 10 dan 11 PSAK Pelaporan transaksi mata uang asing ke dalam mata uang fungsional Yang dimaksud dengan transaksi mata uang asing adalah transaksi yang didenominasikan atau memerlukan penyelesaian dalam mata uang asing, termasuk transaksi yang timbul ketika entitas: - membeli atau menjual barang atau jasa yang harganya didenominasikan dalam mata uang asing; - meminjam atau meminjamkan dana ketika jumlah yang merupakan utang atau tagihandidenominasikan dalam mata uang asing; atau - memperoleh atau melepas asset, atau mengadakan atau menyelesaikan liabilitas yang didenominasikan dalam mata uang asing. Pada pengakuan awal, transaksi mata uang asing dicatat dalam mata uang fungsional dengan menggunakan kurs spot antara mata uang fungsional dengan mata uang asing pada tanggal transaksi. Sedangkan pelaporan pada akhir periode pelaporan berikutnya adalah sbb: a. Pos moneter mata uang asing dijabarkan menggunakan kurs penutup. b. Pos nonmoneter yang diukur dalam biaya historis dalam mata uang asing dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal transaksi; 2
159 c. Pos nonmoneter yang diukur pada nilai wajar dalam mata uang asing dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Biasanya tanggal yang dipergunakan adalah tanggal neraca, sehingga kurs yang digunakan adalah kurs penutup Untuk alasan praktis, kurs yang mendekati kurs aktual pada tanggal transaksi sering digunakan, misalnya kurs rata-rata untuk seminggu atau sebulan dapat digunakan untuk semua transaksi dalam mata uang asing yang terjadi selama periode tersebut, kecuali jika kursnya berfluktuasi secara signifikan. Contoh: 1 Desember 2010, X Co., perusahaan Indonesia, mengimpor barang dagangan dari sebuah perusahaan USA senilai $10,000. Utang akan dibayarkan dalam US$ pada 11 Januari 2011; mata uang fungsional X Co. adalah Rp. Kurs pada saat itu $1 = Rp.8.450,-. Dari transaksi ini, X Co. akan membuat jurnal: Persediaan Rp ,-. Hutang dagang (fc) Rp ,-. (untuk mencatat impor barang dagangan $10,000 x Rp 8.450) Bila tanggal 31 Desember 2010, kurs berubah menjadi $1 = Rp.9.000,-, maka hutang akan menjadi x 10,000 = Rp dan perusahaan mengakui rugi selisih kurs sebesar Rp ,-. Perusahaan akan menjurnal: Rugi selisih kurs Rp ,- Hutang dagang (fc) Rp ,- {untuk mencatat rugi selisih kurs ( ) x 10,000} Per 31 Desember 2010, X Co. mempunyai persediaan sebesar Rp.84,500,000 ($10,000); sesuai dengan penjelasan di atas, persediaan akan dijabarkan dengan menggunakan kurs tanggal 11 Desember 2010, sehingga tidak ada selisih kurs atas persediaan. Pada saat melakukan pembayaran,11 Januari 2011, jika kurs untuk $1 = Rp.9.050,-, maka X Co. akan membuat jurnal: Hutang dagang (fc) Rp ,- Rugi selisih kurs ,- Kas Rp ,- {untuk mencatat pelunasan hutang dagang dan rugi selisih kurs ( ) x 10,000 } 3
160 B. Laporan keuangan dengan mata uang asing (Foreign currency financial statement) Bagian ini membahas bagaimana perusahaan induk mengkonsolidasikan laporan keuangan anak perusahaannya yang menggunakan mata uang yang berbeda dengan mata uang pelaporan induknya. Dalam hal ini konsep pembedaan mata uang pelaporan dengan mata uang fungsional menjadi penting. Di dalam literatur akuntansi terdapat dua pendekatan untuk menjabarkan laporan keuangan dalam mata uang yang berbeda dengan induknya, yaitu closing atau current rate method dan temporal method. Sedangkan IFRS dan PSAK hanya menyebut satu saja yaitu penjabaran dengan metode current rate dengan asumsi mata uang yang digunakan untuk penyajian laporan keuangan anak perusahaan adalah mata uang fungsionalnya. 1. Closing/current rate method (biasa disebut translation method) Closing/current rate method adalah metode yangmenjabarkan laporan keuangan dari mata uang fungsional ke mata uang penyajian. Metode ini digunakan untuk: a. suatu perusahaan yang berdiri sendiri, a stand-alone entity, yang mencatat bukubukunya dalam mata uang fungsional, tetapi menyajikan laporan keuangannya dalam mata uang selain mata uang fungsionalnya b. anak perusahaan, cabang, atau asosiasi yang mencatat buku-bukunya dalam mata uang fungsionalnya kemudian menjabarkan laporan keuangannya ke dalam mata uang pelaporan induknya untuk kepentingan penyusunan laporan konsolidasi. 2. Temporal method (biasa disebut remeasurement method) Temporal method adalah metode penjabaran dari mata uang asing ke mata uang fungsional. Metode ini digunakan untuk: a. suatu perusahaan yang berdiri sendiri, a stand-alone entity, yang mencatat bukubukunya dalam mata uang selain mata uang fungsional, tetapi menyajikan laporan keuangannya dalam mata uang fungsionalnya b. kegiatan usaha luar negeri, a foreign operation, yang mencatat buku-bukunya dalam mata uang lokal tetapi mata uang fungsionalnya sama dengan mata uang induk perusahaannya. Bila X perusahaan USA, punya anak perusahaan di UK, maka terdapat 3 kemungkinan penjabaran: Mata uang fungsional Mata uang penyajian Prosedur konsolidasi Kasus 1 British pounds British pounds closing/current rate method Kasus 2 US$ British pounds temporal method Kasus 3 Euro British pounds Temporal dan current rate method 4
161 Kurs yang dipakai untuk menjabarkan laporan keuangan dengan current rate dan temporal method adalah sbb: Kurs untuk menjabarkan pos-pos neraca Balance sheet closing/current rate method temporal method Share capital & preacquisition R/E Post acquisition R/E Monetary assets & liabilities (cash, receivable, payable) Nonmonetary items at historical cost (fixed assets, investment at cost, prepaid items, inventories, intangible asset) Nonmonetary items at fair value (trading securities, revalued fixed assets)fexed assets, investment at cost, prepaid items, inventories, intangible asset) Laba rugi selisih kurs dari penjabaran Historical rate Tidak dijabarkan karena merupakan hasil akumulasi perhitungan dari tahun ke tahun closing/current rate closing/current rate closing/current rate Ke neraca (ekuitas), sebagai other comprehensive income Historical rate Tidak dijabarkan karena merupakan hasil akumulasi perhitungan dari tahun ke tahun current rate Historical rate Rate pada waktu revaluasi atau fair value ditentukan Ke laporan laba rugi Kurs untuk menjabarkan pos-pos laba rugi Laba rugi closing/current rate method temporal method Sales, purchases, expenses and income items that result in inflow/outflow of monetary items Actual rate, hanya untuk kepraktisan, digunakan kurs rata-rata dengan asumsi unsur-unsur pembentuk laba rugi tersebut terjadi secara Actual rate, hanya untuk kepraktisan, digunakan kurs rata-rata dengan asumsi unsur-unsur pembentuk laba rugi tersebut terjadi secara merata Cost of sales Depreciation, amortization and any other allocation of nonmonetary items Dividends and other appropriation of profits merata Actual rate, hanya untuk kepraktisan, digunakan kurs rata-rata dengan asumsi unsur-unsur pembentuk laba rugi tersebut terjadi secara merata Actual rate pada saat expense terjadi,atau kurs rata-rata bila expense terjadi merata sepanjang tahun Actual rate Historical rate of original purchase Historical rate of original acquisition (either at the date of purchase for historical items or the date of valuation for items carried at fair value) Actual rate Dalam kombinasi bisnis, aset dan liabilitas entitas asing dijabarkan ke dalam mata uang penyajian induk menggunakan kurs pada saat terjadinya kombinasi bisnis. 5
162 Aset dan liabilitas entitas asing tersebut dinilai berdasarkan fair value dari mata uang entitas tersebut kemudian dijabarkan ke dalam mata uang penyajian induknya menggunakan kurs pada saat terjadinya kombinasi bisnis. Selisih antara nilai wajar investasi dengan hasil penjabaran aset neto, diperlakukan sebagai goodwill. Bila terdapat selisih antara nilai buku dan nilai wajar dan anak perusahaan (foreign entity) membukukan transaksinya dalam mata uang fungsionalnya, maka selisih tersebut diatribusikan ke aset, liabilitas, dan goodwill menggunakan mata uang lokal, kemudian dijabarkan menggunakan closing/current rate method. Misal P Co., perusahaan USA membeli S, perusahaan Inggris dan menghasilkan selisih 10,000 dialokasikan ke Patent dengan amortisasi 10 tahun. Kurs pada saat kombinasi bisnis awal = $1.50; kurs rata-rata 1 = $1.45; kurs akhir tahun 1 = $1.40. Berarti paten awal tahun 10,000 = $15,000; amortisasi paten 10,000/10 x 1.45 = $1,450; paten akhir 9,000 x 1.40 = $12,600, sehingga ada selisih kurs (sebagai OCI) 15,000 1,450 12,600 = $950 Bila dalam kasus di atas, anak perusahaan (foreign entity) membukukan transaksinya dalam mata uang selain mata uang fungsionalnya, maka selisih tersebut diatribusikan ke aset, liabilitas, dan goodwill menggunakan mata uang lokal, kemudian dijabarkan menggunakan temporal method. Berarti paten awal tahun 10,000 = $15,000; amortisasi paten 10,000/10 x = $1,500; patent akhir 9,000 x 1.50 = $13,500, sehingga tidak ada selisih kurs. 3. Ilustrasi penjabaran dengan closing/current rate method 31 Desember 2009, PCo., sebuah perusahaan USA, membeli seluruh saham S Corp., sebuah perusahaan Inggris, senilai $525,000 secara kas. Tidak ada selisih antara nilai buku dan nilai wajar aset neto pada saat pembelian ini dan kurs 1 = US$1.50. Neraca S pada saat diakuisisi tampak sbb: British pounds ( ) Kurs US$ Assets Cash 140, ,000 Accounts Receivable 40, ,000 Inventories (at cost) 120, ,000 Plants Assets 100, ,000 Less: Accumulated depreciation (20,000) 1.50 (30,000) Total assets 380, ,000 Liabilities & Equities Accounts Payable 30, ,000 Bonds Payable 100, ,000 Capital stock 200, ,000 Retained earnings 50, ,000 Total Liabilities & Equities 380, ,000 Pada 3 Januari 2010 S menyerahkan uang muka tanpa bunga ke P sebesar $84,000 ( 56,000). Uang muka ini akan diselesaikan dalam US$. Dengan asumsi mata uang fungsional S adalah, maka bagi S transaksi ini adalah transaksi dalam mata 6
163 uang asing, sehingga bila kurs akhir tahun berubah maka S harus membuat penyesuaian dan mengakui laba/rugi selisih kurs. Bagi P transaksi ini bukan transaksi dalam mata uang asing, sehingga bila kurs akhir tahun berubah maka P tidak membuat penyesuaian dan tidak mengakui laba/rugi selisih kurs. Selama tahun 2010 kurs $ menguat terhadap. Kurs rata-rata 1 = US$1.45 dan kurs akhir tahun 1 = US$1.40. S membayar dividend 30,000; kurs saat pembagian dividend 1 = US$1.42 Untuk menyusun laporan keuangan konsolidasi, maka laporan keuangan S harus dijabarkan dulu dalam sebuah kertas kerja, setelah itu baru dikonsolidasikan dengan P. Kertas kerja penjabaran neraca percobaan X dengan closing/current rate method untuk 2010 akan tampak sbb: Trial balance ( ) Kurs Trial balance ($) Debits Cash 110, ,000 Accounts Receivable 80, ,000 Inventories (FIFO) 120, ,000 Plants Assets 100, ,000 Advanced to P 60,000* ,000 Cost of sales 270, ,500 Depreciation 10, ,500 Wages & salaries 120, ,000 Other expenses 60, ,000 Dividends 30, ,600 Accumulated OCI 28, ,000 1,396,200 Credits Accumulated depreciation 30, ,000 Accounts payable 36, ,400 Bonds payable 100, ,000 Capital stock 200, ,000 Retained earnings 50, ,000 Sales 540, ,000 Exchange gain (advance) 4, , ,000 1,396,200 Dari kertas kerja penjabaran neraca percobaan tersebut, dapat dibuat laporan keuangan (Income statement dan Balance sheet) S sbb: S Co.Income and Retained earnings statement For the year ended Dec 31, 2010 Sales 783,000 Less: Cost of sales 391,500 Depreciation 14,500 Wages & salaries 174,000 Other expenses 87,000 Total costs & expenses 667,000 Operating income 116,000 Exchange gain (advance) 5,800 Net income 121,800 Retained earnings, Jan 1 75, ,800 Less: Dividends 42,600 Retained earnings, Dec ,200 7
164 S Co. Balance Sheet at Dec 31, 2010 Assets Cash 154,000 Accounts Receivable 112,000 Inventories (FIFO) 168,000 Plants Assets 140,000 Less Accumulated depreciation 42,000 Advanced to P 84, ,000 Liabilities & Equities Accounts payable 50,400 Bonds payable 140,000 Capital stock 300,000 Retained earnings 154,200 Accumulated OCI (28,600) 616,000 Kertas kerja konsolidasi dengan penjabaran menggunakan current rate method tampak sbb: P S Adjustments and elimination Consolidated Debits Credits statement Income statement Sales 1,218, ,000 2,001,300 Dividend income 42,600 a. 42,600 Cost of sales 600, , ,500 Depreciation 40,000 14,500 54,500 expense Wages & salaries 300, , ,000 Other expenses 150,000 87,000 c. 14, ,500 Exchange gain 5,800 5,800 Net income 170, , ,600 Retained earnings Retained earnings 245,500 75,000 b. 75, ,500 beg. Net income 170, , ,600 Dividend 100,000 42,600 a. 42, ,000 Retained earnings 316, , ,100 end Balance sheet Cash 317, , ,600 Accounts receivable 150, , ,000 Inventories 300, , ,000 Plants assets 400, , ,000 Accm. depreciation 100,000 42, ,000 Advanced to P 84,000 e. 84,000 Investment in S 525,000 b. 525,000 Patent b. 150,000 c. 4,500 d. 9, ,000 1,592, ,000 1,725,000 Accounts Payable 142,200 50, ,600 Advance from S 84,000 e. 84,000 - Bonds Payable 250, , ,000 Capital stock 800, ,000 b. 300, ,000 Retained earnings 316, , ,100 Accumulated OCI (28,600) d. 9,500 (38,100) 1,592, ,000 1,725,000 8
165 Jurnal eliminasi yang dibuat adalah sbb: a. Dividend income $ 42,600 Dividend $ 42,600 (untuk mengeliminasi dividend income P) b. Retained Earnings S beginning $ 75,000 Capital stock S 300,000 Patent 150,000 Investment in S $525,000 (untuk mengeliminasi akun reciprokal dan memunculkan akun patent) c. Other expenses $ 14,500 Patent $ 14,500 (untuk mengamortisasi patent) d. Accumulated OCI $ 9,500 Patent $ 9,500 (untuk mencatat selisih kurs yang timbul dari patent) Perhitungan: Beginning Patent 100,000 x 1.50 = $150,000 Amortisasi 100,000/10 x 1.45 = 14,500 $135,500 Ending patent ( 100,000-10,000) x 1.40 = 140,000 Accumulated OCI ($ 9,500) e. Advance from S $ 84,000 Advanced to P $ 84,000 (untuk menghilangkan transaksi uang muka antar perusahaan) Bila mata uang fungsional S adalah US$, maka penjabarannya menggunakan temporal method, dan kertas kerja penjabarannya tampak sbb: Trial balance ( ) Kurs Trial balance ($) Debits Cash 110, ,000 Accounts receivable 80, ,000 Inventories (FIFO) 120, ,400 Plants assets 100, ,000 Advanced to P 56, ,000 Cost of sales 270,000 Historical 401,100 3 Depreciation expense 10, ,000 Wages & salaries 120, ,000 Other expenses 60, ,000 Dividends 30, ,600 Exchange loss 4 3, ,000 1,393,400 9
166 Credits Accumulated depreciation 30, ,000 Accounts Payable 36, ,400 Bonds Payable 100, ,000 Capital stock 200, ,000 Retained earnings 50, ,000 Sales 540, , ,000 1,393,400 1 Karena mata uang fungsional S adalah $, maka uang muka ke P yang didenominasikan dalam $,bukan transaksi dalam mata uang asing, sehingga S tidak mengakui laba/rugi selisih kurs. Data yang berkaitan dengan inventory dan cost of sales adalah sbb: Kurs $ Beginning Inventory , H 180,000 Purchases , A 391,500 Goods available for sale 390, ,500 Ending Inventory 120, H 170,400 Cost of sales 270, ,100 2 Karena cost of sales dihitung dengan FIFO, maka kurs yang dipakai untuk ending inventory adalah kurs pada pembelian terakhir yaitu Cost of sales sebesar $401,100 adalah hasil perhitungan seperti terlihat di atas. 4 Selisih penjabaran akun-akun debit dengan kredit diperlakukan sebagai laba/rugi selisih kurs Kertas kerja konsolidasi dengan remeasurement tampak sbb: P S Adjustments and elimination Consolidated statement Debits Credits Income statement Sales 1,218, ,000 2,001,300 Dividend income 42,600 a. 42,600 Cost of sales 600, ,100 1,001,100 Depreciation 40,000 15,000 55,000 expense Wages & salaries 300, , ,000 Other expenses 150,000 87,000 c. 15, ,000 Exchange loss 3,300 3,300 Net income 170, , ,900 Retained earnings Retained earnings beg. 245,500 75,000 b. 75, ,500 Net income 170, , ,900 Dividend 100,000 42,600 a. 42, ,000 Retained earnings 316, , ,400 end Balance sheet Cash 317, , ,600 Accounts 150, , ,000 receivable Inventories 300, , ,400 Plants assets 400, , ,000 Accm. depreciation 100,000 45, ,000 10
167 Advanced to P 84,000 d. 84,000 Investment in S 525,000 b. 525,000 Patent b. 150,000 c. 15, ,000 1,592, ,400 1,744,000 Accounts Payable 142,200 50, ,600 Advance from S 84,000 d. 84,000 - Bonds Payable 250, , ,000 Capital stock 800, ,000 b. 300, ,000 Retained earnings 316, , ,400 1,592, ,400 1,744,000 Jurnal eliminasi yang berbeda dengan current rate method, hanya di amortisasi patent. Besarnya amortisasi patent dihitung sebesar $150,000 : 10 th = $15, Penjabaran dengan current rate method melibatkan non controlling interest 1 Januari 2010, P Corp. sebuah perusahaan USA, membeli 90% saham S, sebuah perusahaan asing dengan Local Currency Unit (LCU) sebagai mata uang fungsionalnya senilai $229,500. Kurs saat itu $1 = LCU 0.15; equity S terdiri dari Capital stock LCU 1,000,000 dan retained earning LCU 500,000. Tidak ada selisih antara nilai buku dan nilai wajar aset neto, bila ada selisih antara nilai investasi dengan nilai wajar, dialokasikan ke Patent dengan masa amortisasi 10 tahun. Nilai tukar US$ terhadap LCU untuk 2010 adalah sbb: 1 Januari 2010 LCU 0.15 Rata-rata 0.16 Dividend Desember Perhitungan patent Nilai total saham perusahaan S 100/90 x 229,500 = $ 255,000 Nilai wajar asset neto 1,500,000 x 0.15 = 225,000 Patent dalam $ = $ 30,000 Patent dalam LCU 30,000 : 0.15 = LCU 200,000 Karena mata uang fungsional S adalah LCU, maka penjabaran laporan keuangannya menggunakan current rate method, sehingga neraca percobaan dan lembar kerja penjabarannya tampak sbb: Trial balance (LCU) Kurs Trial balance ($) Debits Cash 10, ,700 Accounts receivable 40, ,800 Inventories (FIFO) 150, ,500 Land 250, ,500 Buildings 700, ,000 Equipment 1,000, ,000 Cost of sales 700, ,000 Depreciation expense 200, ,000 11
168 Operating expenses 150, ,000 Dividends 100, ,000 3,300, ,500 Credits Accm. depreciation-buildings 100, ,000 Accm. depreciation-equipment 300, ,000 Accounts Payable 200, ,000 Capital stock 1,000, ,000 Retained earnings 500, ,000 Sales 1,200, ,000 Accm other comprehensive 30,500 income 3,300, ,500 Sedangkan kertas kerja konsolidasinya tampak sbb: P S Adjustments & elimination Consolidated statement Debits Credits Income statement Sales 600, , ,000 Dividend income 14,400 a. 14,400 Cost of sales 300, , ,000 Depreciation expense 120,000 32, ,000 Operating expenses 68,400 24,000 d. 3,200 95,600 NCI c. 2,080 2,080 Net income 126,000 24, ,320 Retained earnings Retained earnings beg. 120,000 75,000 b. 75, ,000 Net income 126,000 24, ,320 Dividend 50,000 16,000 a. 14,400 50,000 c. 1,600 Retained earnings end 196,000 83, ,320 Balance sheet Cash 15,250 1,700 16,950 Accounts receivable 40,000 6,800 46,800 Inventories 80,000 25, ,500 Land 50,000 42,500 92,500 Building -net 150, , ,000 Equipment-net 400, , ,000 Investment in S 229,500 b. 229,500 Patent b. 30,000 d. 3,200 30,600 e. 3, , ,500 1,063,350 Accounts Payable 68,750 34, ,750 Capital stock 700, ,000 b. 150, ,000 Retained earnings 196,000 83, ,320 Accumulated OCI 30,500 f. 3,050 e. 3,420 30,870 NCI beg b. 25,500 f. 3,050 NCI end c. 480 e , , ,500 1,063,350 NCI ending $29,410 bisa dicek sbb: 10% x (150, ,000) = 23,300 OCI 10% x 30,500 = 3,050 Ending patent 10% x 30,600 = 3,060 29,410 12
169 Jurnal e adalah jurnal untuk mengalokasikan selisih kurs patent ke NCI (10% x 3,800); sedangkan jurnal f adalah jurnal untuk mengalokasikan selisih penjabaran ke NCI (10% x 30,500) 5. Penjabaran dengan current rate method melibatkan non controlling interest setahun setelah kombinasi bisnis Selama tahun 2011, kurs menguat terhadap $. Kurs rata-rata 0.18, kurs untuk dividend dan uang muka antar perusahaan juga 0.18; kurs untuk penjualan persediaan antar perusahaan 0.175; dan kurs akhir tahun 0.19 S memberikan uang muka jangka panjang ke P senilai LCU300,000, tingkat bunga 10%. Uang muka akan diselesaikan dalam LCU sehingga untuk P transaksi ini adalah transaksi dalam mata uang asing. Selama tahun 2011, P menjual inventory ke S, cost $70,000 dijual $84,000 didenominasikan dalam. Kurs pada saat itu 1 = $ S berhasil menjual kembali 75% dari inventory tsb. ke pihak luar. Neraca percobaan dan lembar kerja penjabaran tahun 2011 tampak sbb: Trial balance (LCU) Kurs Trial balance ($) Debits Cash 15, ,700 Accounts receivable 25, ,800 Inventories (FIFO) 80,000 Inventories (FIFO) 120, ,500 Advance to P 300, ,500 Land 250,000 Buildings 700, ,000 Equipment 1,200, ,000 Cost of sales 480,000 Cost of sales 360, ,000 Depreciation expense 200, ,000 Operating expenses 170, ,000 Dividends 100, ,000 4,400, ,500 Credits Accm. depreciation-buildings 100, ,000 Accm. depreciation-equipment 300, ,000 Accounts Payable 200, ,000 Capital stock 1,000, ,000 Retained earnings 500, ,000 Sales 1,200, ,000 Accm other comprehensive income 30,500 3,300, ,500 1 Januari 2010, P Corp. sebuah perusahaan USA, membeli 90% saham S, sebuah perusahaan Jepang senilai $229,500. Kurs saat itu $1 = 90; equity S terdiri dari Capital stock 9,000,000 dan retained earning 9,225,000. Tidak ada selisih antara nilai buku dan nilai wajar aset neto, bila ada selisih antara nilai investasi dengan nilai 13
170 wajar, dialokasikan ke Patent dengan masa amortisasi 10 tahun; mata uang fungsional S adalah. Nilai tukar US$ terhadap untuk 2010 adalah sbb: 1 Januari Rata-rata 95 Dividend Desember Perhitungan patent Nilai total saham perusahaan S 100/90 x 229,500 = $ 255,000 Nilai wajar asset neto 18,225,000 : 90 = 202,500 Patent dalam $ = $ 52,500 Patent dalam = 4,725,000 Karena mata uang fungsional S adalah, maka penjabaran laporan keuangannya menggunakan current rate method, sehingga neraca percobaan dan lembar kerja penjabarannya tampak sbb: Trial balance ( ) Kurs $ thd Trial balance ($) Debits Cash 338, ,380 Accounts receivable 640, ,400 Inventories (FIFO) 1,500, ,000 Land 4,500, ,000 Buildings 7,000, ,000 Equipment 10,000, ,000 Cost of sales 7,125, ,000 Depreciation expense 1,995, ,000 Operating expenses 1,520, ,000 Dividends 1,007, ,600 Accm Other Comprehensive income 20,120 35,625, ,500 Credits Accm. depreciation-buildings 1,000, ,000 Accm. depreciation-equipment 3,000, ,000 Accounts Payable 2,000, ,000 Capital stock 9,000, ,000 Retained earnings 9,225, ,500 Sales 11,400, ,000 35,625, ,500 14
171 P S Adjustments & elimination Consolidate d statement Debits Credits Income statement Sales 600, , ,000 Dividend income 9,540 a. 9,540 Cost of sales 300,000 75, ,000 Depreciation expense 120,000 21, ,000 Operating expenses 68,400 16,000 d. 4,974 89,374 NCI c Net income 121,140 8, ,323 Retained earnings Retained earnings beg. 120, ,500 b. 102, ,000 Net income 170,900 8, ,323 Dividend 50,000 10,600 a. 9,540 50,000 c. 1,060 Retained earnings end 191,140 99, ,323 Balance sheet Cash 12,500 3,380 15,880 Accounts receivable 40,000 6,400 46,400 Inventories 80,000 15,000 95,000 Land 50,000 45,000 95,000 Building -net 150,000 70, ,000 Equipment-net 400, , ,000 Investment in S 229,500 b. 229,500 Patent b. 52,500 d. 4,974 e. 5,001 42, , ,780 1,014,805 Accounts Payable 70,860 60, ,860 Capital stock 700, ,000 b. 100, ,000 Retained earnings 191,140 99, ,323 Accumulated OCI (20,120) e. 5,001 (25,121) NCI beg b. 25,500 NCI end c , , ,780 1,014,805 RANGKUMAN 1. Transaksi mata uang asing adalah transaksi yang didenominasikan atau memerlukan penyelesaian dalam mata uang asing. 2. Pada pengakuan awal, transaksi mata uang asing dicatat dalam mata uang fungsional dengan menggunakan kurs spot antara mata uang fungsional dengan mata uang asing pada tanggal transaksi. 3. Pelaporan pada akhir periode pelaporan berikutnya adalah sbb: a. Pos moneter mata uang asing dijabarkan menggunakan kurs penutup. b. Pos nonmoneter yang diukur dalam biaya historis dalam mata uang asing dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal transaksi; c. Pos nonmoneter yang diukur pada nilai wajar dalam mata uang asing dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Biasanya tanggal yang dipergunakan adalah tanggal neraca, sehingga kurs yang digunakan adalah kurs penutup 15
172 4. Terdapat dua pendekatan untuk menjabarkan laporan keuangan dalam mata uang yang berbeda dengan induknya, yaitu closing atau current rate method dan temporal method. 5. Closing/current rate method adalah metode yangmenjabarkan laporan keuangan dari mata uang fungsional ke mata uang penyajian. Metode ini digunakan untuk: c. suatu perusahaan yang berdiri sendiri, yang mencatat buku-bukunya dalam mata uang fungsional, tetapi menyajikan laporan keuangannya dalam mata uang selain mata uang fungsionalnya d. anak perusahaan, cabang, atau asosiasi yang mencatat buku-bukunya dalam mata uang fungsionalnya kemudian menjabarkan laporan keuangannya ke dalam mata uang pelaporan induknya untuk kepentingan penyusunan laporan konsolidasi. 6. Temporal method/remeasurement method adalah metode penjabaran dari mata uang asing ke mata uang fungsional. Metode ini digunakan untuk: a. suatu perusahaan yang berdiri sendiri, yang mencatat buku-bukunya dalam mata uang selain mata uang fungsional, tetapi menyajikan laporan keuangannya dalam mata uang fungsionalnya mata uang lokal tetapi mata uang fungsionalnya sama dengan mata uang induk perusahaannya. 16
173 LATIHAN 1. Tanggal 17 Desember 2010, PT A membeli barang dagangan dari B Co., perusahaan di USA, senilai $30,000 yang akan dilunasi 14 Januari Kurs yang relevan untuk transaksi tsb. adalah: 17 Desember 2010 $1 = Rp.8.750; 31 Desember 2010 $1 = Rp.8.650; 14 Januari 2011 $1 = Rp Berdasarkan informasi tersebut, Saudara diminta untuk membuat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut dari mulai pembelian sampai dengan pembayaran Desember 2009, P Co., sebuah perusahaan Jepang, membeli 80% saham S Corp., sebuah perusahaan Indonesia, senilai 30 juta secara kas. Tidak ada selisih antara nilai buku dan nilai wajar asset neto pada saat pembelian ini; jika ada selisih antara cost dengan nilai wajar asset neto S, dialokasikan ke Patent dan diamortisasikan selama 10 tahun. Kurs pada saat pembelian saham 1 = Rp 80. Neraca S pada saat diakuisisi tampak sbb: Rp Kurs Rp terhadap Aset Kas 1,400,000, ,500,000 Piutang Usaha 400,000, ,000,000 Persediaan Barang Dagangan (nilai 1,200,000, ,000,000 perolehan) Plants Assets 1,000,000, ,500,000 Less: Accumulated depreciation (200,000,000) (2,500,000) Total assets 3,800,000, ,500,000 Liabilities & Equities Accounts Payable 300,000, ,750,000 Bonds Payable 1,000,000, ,500,000 Capital stock 2,000,000, ,000,000 Retained earnings 500,000, ,250,000 Total Liabilities & Equities 3,800,000,000 47,500,000 Pada 3 Januari 2010, S menyerahkan uang muka tanpa bunga ke P sebesar Rp.700 juta ( 6,3 juta). Uang muka ini akan diselesaikan dalam Rp. Mata uang fungsional S adalah Rp. Selama tahun 2010 kurs menguat terhadap Rp. Kurs rata-rata 1 = Rp. 90 dan kurs akhir tahun 1 = Rp.100. S membayar dividen Rp.300 juta; kurs saat pembagian dividen 1 = Rp.95 Neraca percobaan S untuk 2010 tampak sbb: Rp Debits Credits Cash Accum. depreciation Accounts Receivable Accounts payable Inventories (FIFO) Bonds payable Plants Assets Capital stock Advanced to P Retained earnings
174 Cost of sales Sales Depreciation Wages & salaries Other expenses Dividends Accumulated OCI Total debits Total credits Berdasarkan informasi di atas, Saudara diminta untuk: a. Menyelesaikan lembar kerja penjabaran laporan keuangan di lembar jawaban yang sudah disediakan! b. Menentukan besarnya Patent pada awal kombinasi bisnis, amortisasi patent 2010, dan patent yang akan disajikan pada laporan konsolidasi 2010! c. Menentukan besarnya akun other comprehensive income yang akan disajikan pada laporan konsolidasi 2010! d. Menentukan Non-controlling interest yang akan disajikan pada laporan konsolidasi 2010! 18
175 LEMBAR JAWABAN Rp Kurs Trial balance ( ) Debits Cash Accounts Receivable Inventories (FIFO) Plants Assets Advanced to P Cost of sales Depreciation Wages & salaries Other expenses Dividends Credits Accumulated depreciation Accounts payable Bonds payable Capital stock Retained earnings Sales
176 BIODATA PENULIS Nama : Iin Indrawati Alamat korespondensi : Karya Indah Village II, Blok N/31, Tangsel Unit Instansi : Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Telp./Faks : HP : [email protected] Riwayat Pendidikan Tahun Lulus Perguruan Tinggi Bidang Spesialisasi D-IV 1991 Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Akuntansi S Univ. of Houston, Clear Lake, Houston, TX, USA Akuntansi Nama mata kuliah yang diasuh No Nama Mata Kuliah 1. Akuntansi Keuangan Menengah 2. Akuntansi Keuangan Lanjutan 3. Manajemen Keuangan Tangerang Selatan, Juli 2011 Iin Indrawati 1 P a g e
177 2 P a g e
178 DAFTAR PUSTAKA 1. PSAK 22, Kombinasi Bisnis 2. PSAK 15, Investasi pada Entitas Asosiasi 3. PSAK 4, Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri 4. PSAK 10, Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing 5. Beams, Floyd A., 1992, Advanced Accounting, 5 th ed, Prentice Hall International Inc. 6. Beams, Floyd A., Joseph H. Anthony, Robin P. Clement, Suzanne H Lowensohn, Advanced Accounting, 8 th ed. New Jersey: Prentice Hall 7. Beams, Floyd A., Joseph H. Anthony, Robin P. Clement, Suzanne H Lowensohn, Advanced Accounting, 10 th ed. New Jersey: Prentice Hall 8. Ernst & Young, International GAAP, John Wiley & Sons, ltd. 9 Mirza, Abbas Ali, Graham J. Holt, Practical Implementation Guide and Workbook for IFRS, rd ed, John Wiley & Sons, ltd.
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
3 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 1. Kombinasi bisnis melalui perolehan saham PSAK No. 22 mendefinisikan kombinasi bisnis sebagai suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi memperoleh
KOMBINASI BISNIS DAN KONSOLIDASI
KOMBINASI BISNIS DAN KONSOLIDASI 1. Investasi pada Entitas Lain (PSAK 15) Definisi aset keuangan menurut PSAK 50 adalah etiap aset yang berbentuk: (a) kas; (b) instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas
PSAK NO. 4 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI
PSAK NO. 4 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI RUANG LINGKUP Pernyataan ini diterapkan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk sekelompok entitas
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DAN LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI (PSAK 4/IAS 7)
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DAN LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI (PSAK 4/IAS 7) 19 Juni 2012 Universitas Bakri Aris Suryanta Laporan Keuangan Konsolidasi Definisi Kriteria Pengendalian Prosedur Konsolidasi
PSAK 15 (Revisi 2009) Investasi pada Entitas Asosiasi
Departemen Akuntansi dan PPA FEUI Workshop PSAK Terbaru dan Pengajaran Akuntansi FEUI Depok, 6-9 Juni 2011 Hari 3 - Sesi 4 PSAK 15 (Revisi 2009) Investasi pada Entitas Asosiasi Departemen Akuntansi Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan lain atau lebih menjadi satu entitas akuntansi dan entitas yang baru tersebut
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suatu kombinasi bisnis dapat terjadi apabila suatu perusahaan bergabung dengan satu perusahaan lain atau lebih menjadi satu entitas akuntansi dan entitas yang baru
Berdasarkan tujuan investasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu : 1. Investasi jangka pendek (sudah dibahas) 2. Investasi jangka panjang
INVESTASI (INVESTMENT) Pengertian investasi di dalam akuntansi meliputi semua penanaman dana perusahaan atau penyertaan perusahaan pada perusahaan lain, yang tidak ada hubungan langsung dengan operasi
BANDI. ADVANCED ACCOUNTING (Beams et al. 2012) 3/7/2017 bandi.staff.fe.uns.ac.id 1
BANDI ADVANCED ACCOUNTING (Beams et al. 2012) 3/7/2017 bandi.staff.fe.uns.ac.id 1 Stock Investments Investor Accounting and Reporting Chapter 2 3/7/2017 bandi.staff.fe.uns.ac.id 2 Stock Investments: Objectives
INVESTASI DALAM SAHAM-AKUNTANSI DAN PELAPORAN INVESTOR AKUNTANSI UNTUK INVESTASI DALAM SAHAM
1 INVESTASI DALAM SAHAM-AKUNTANSI DAN PELAPORAN INVESTOR Bab ini akan memfokuskan pada investasi modal dimana akun investasi dipertahankan terus-menerus, ini termasuk investasi dengan cost method dan equity
TRANSAKSI LABA ANTAR PERUSAHAAN OBLIGASI INTERCOMPANY PROFIT TRANSACTIONS BONDS
TRANSAKSI LABA ANTAR PERUSAHAAN OBLIGASI INTERCOMPANY PROFIT TRANSACTIONS BONDS Sama seperti halnya dengan utang piutang antar perusahaan yang berafiliasi, maka pada saat penyusunan laporan konsolidasi,
Akuntansi untuk investasi dengan metode ekuitas ilustrasi
Akuntansi untuk investasi dengan metode ekuitas ilustrasi PT Investor mengakuisisi 40% saham biasa (ordinary share) PT Asosiasi pada tanggal 1 Januari 20x2. PT Investor dianggap memiliki pengaruh signifikan
AN INTRODUCTION TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENT (LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI-SUATU PENGANTAR)
AN INTRODUCTION TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENT (LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASISUATU PENGANTAR) Laporan Konsolidasi adalah model laporan keuangan untuk menunjukkan pengaruh ekonomi dari penggabungan
Laporan Keuangan Konsolidasian: Suatu Pengantar
Laporan Keuangan Konsolidasian: Suatu Pengantar Warsidi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Indonesia 3-2 Tujuan Pembelajaran 1. Mengenali manfaat dan limitasi laporan keuangan konsolidasian. 2.
Buku : Floyd A. Beams, Advance Accounting
1 Buku : Floyd A. Beams, Advance Accounting Materi Advance I: 1. Business Combination (Penggabungan usaha) 2. Stock InvestmentInvestor Accounting and Reporting (Investasi sahamakuntansi dan pelaporan investor)
PSAK 22 : Kombinasi Bisnis IFRS 3- Business Combination
PSAK 22 : Kombinasi Bisnis IFRS 3- Business Combination 22 PSAK - 22 ISI Metode Akuisisi Akuntansi dan Pengukuran setelah Pengakuan Awal Pengungkapan Pedoman Aplikasi Efektif berlaku 2011 Menggantikan
Halaman 1 dari 10 UNIVERSITAS INDONESIA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI AKUNTANSI UJIAN AHIR SEMESTER GENAP 2011/2012
UNIVERSITAS INDONESIA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI AKUNTANSI SOAL 1 (20%) UJIAN AHIR SEMESTER GENAP 2011/2012 Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Lanjutan Hari /Tanggal: Selasa, 29 Mei 2012 Waktu : 150
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Dalam perkembangan ekonomi saat ini, banyak perusahaan yang melakukan penggabungan perusahaan untuk meningkatkan kinerja dan keuntungan mereka. Penggabungan ini dapat
Total Liabilities and Equity 1,900, ,000 -
PT. Pasti dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi per 31 Desember 2010 Accounts PT. Pasti PT. Susah Income Statement Sales 900,000 500,000 Dividend Income 54,000 COGS 540,000 300,000 Adjustment
ADVANCED ACCOUNTING (Beams et al. 2012) BANDI. bandi.staff.fe.uns.ac.id atau dianbilqisgruoup.com 3/20/2017
BANDI ADVANCED ACCOUNTING (Beams et al. 2012) 1 Consolidation Techniques and Procedures Chapter 4 2 Consolidation Techniques and Procedures 1. Menyiapkan kertas kerja konsolidasi untuk tahun akuisisi ketika
xx (belum diamortisasi) d. Jurnal Reciprocal Account Payable dan Account Receivable Account payable xx Account receivable xx
1 CONSOLIDATION TECHNIQUES AND PROCEDURES Pada bagian ini akan dibahas: 1. Laporan konsolidasi dengan menggunakan metode ekuitas 2. Metode ekuitas tidak lengkap dan metode biaya 3. Konpleksitas tambahan
31 Desember 2016 dan 2015 December 31, 2016 and Catatan/ 2016 Notes 2015
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Desember 2016 dan 2015 December 31, 2016 and 2015 Catatan/ 2016 Notes 2015 ASET ASET LANCAR ASSETS CURRENT ASSETS
Corporation: Organization and Capital Stock Transactions
Corporation: Organization and Capital Stock Transactions Tujuan Pembelajaran 1. Mengenal karakteristik-karakteristik utama Perseroan Terbatas 2. Membedakan Modal disetor dan saldo laba 3. Mencatat penerbitan
31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 March 31, 2014 and December 31, Maret / 31 Desember / March 31, December 31, Catatan / Notes
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 March 31, 2014 and December 31, 2013 31 Maret / 31 Desember / March 31, December 31,
30 September 2016 dan Desember 2015 September 30, 2016 and December 31, 2015
PT DUTA PERTIWI Tbk DAN ENTITAS ANAK PT DUTA PERTIWI Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 September 2016 dan Desember 2015 September
Penggabungan Usaha. A. Pengertian dan Bentuk Badan Usaha
Penggabungan Usaha A. Pengertian dan Bentuk Badan Usaha Penggabungan usaha adalah menyatukan dua atau lebih badan usaha menjadi satu kesatuan entitas ekonomi yang memiliki kapasitas lebih besar dari sebelumnya
31 Maret 2018/ March 31, 2018
LAPORAN POSISI KEUANGAN FINANCIAL POSITION As of 31 Maret 2018/ 31 Desember 2017/ December 31, 2017 ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 2,4,33,34,36 9.447.735 8.796.690 Cash and cash
30 September 2017 dan 31 Desember 2016 September 30, 2017 and December 31, 2016
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 September 2017 dan 31 Desember 2016 September 30, 2017 and December 31, 2016 30 September/ September 30, 2017 31 Desember/
AKUISISI ANTARPERUSAHAAN DAN INVESTASI PADA ENTITAS LAIN
AKUISISI ANTARPERUSAHAAN.. DAN INVESTASI PADA ENTITAS LAIN PERKEMBANGAN STRUKTUR USAHA KOMPLEKS Kompleksitas lingkungan usaha timbul karena: a. Perusahaan menjalankan usaha lintas negara b. Sistem hukum
(Tidak Diaudit)/ Catatan/ December 31, (unaudited) Notes 2015
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 March 31, 2016 and December 31, 2015 31 Maret/ March 31, 2016 31 Desember/ (Tidak
31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 March 31, 2012 and December 31, Maret / 31 Desember / March 31 December 31 Catatan/ Notes
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 March 31, 2012 and December 31, 2011 31 Maret / 31 Desember / March 31 December 31
MOJAKOE. June 5. Pengantar Akuntansi 2
June 5 MOJAKOE 2013 Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEUI. Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di : www.spa-feui.com Pengantar Akuntansi 2 UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP 2011/2012 PENGANTAR
PSAK 15 INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI Aria Farah Mita
PSAK 15 INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI DAN VENTURA BERSAMA 2015 Aria Farah Mita TujuandanRuangLingkup Par. 01 : Tujuan Mengatur perlakuan akuntansi investasi pada entitas asosiasi dan mengatur persyaratan
31 Desember / December 31, 2017 (Disajikan Kembali/ As Restated) 31 Maret/ March 31, 2018
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 31 Maret FINANCIAL POSITION As of March 31, ASET 31 Maret/ March 31, 31 Desember / December 31, 1 Januari / January 1, ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Jawaban: 1. Jurnal Umum dan Jurnal Penyesuaian yang dibutuhkan. *Ada perubahan dari AR ke NR karena jadi pakai wesel tagih
SOAL 1 MOJAKOE 2017 Jawaban: 1. Jurnal Umum dan Jurnal Penyesuaian yang dibutuhkan 8 Jan Cash 181.000.000 AR PT Delta 107.000.000 AR PT Charlie 74.000.000 10 Jan NR Jimin 100.000.000 Cash 100.000.000
PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/ and Subsidiaries
PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/ and Subsidiaries Laporan Keuangan Konsolidasian sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September (tidak diaudit) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2011
REPUBLIK INDONESIA DAN ENTITAS ANAK REPUBLIK INDONESIA AND SUBSIDIARIES. Per 31 Desember 2014 and 2013 As of December 31, 2014 and 2013
LAPORAN POSISI KEUANGAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL KONSOLIDASIAN POSITION Per 31 Desember 2014 and 2013 As of December 31, 2014 and 2013 Catatan/ 2014 2013 *) ASET ASSETS Aset Lancar Current
31 Desember 2016 dan 2015 December 31, 2016 and Catatan/ 2016 Notes 2015
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Desember 2016 dan 2015 December 31, 2016 and 2015 ASET ASET LANCAR ASSETS CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 1.219.104.170.177
PT SIWANI MAKMUR Tbk
Laporan Keuangan Interim Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal dan 31 Desember 2013 Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal (Dengan Angka Perbandingan Untuk Periode Sembilan Bulan yang
30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 June 30, 2017 and December 31, (Tidak diaudit/ Catatan/ December 31, 2016 Unaudited) Notes ( Diaudit/Audited)
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 June 30, 2017 and December 31, 2016 30 Juni/ June 30, 2017 31 Desember/ (Tidak diaudit/
REPUBLIK INDONESIA DAN ENTITAS ANAK REPUBLIK INDONESIA AND SUBSIDIARIES. Per 31 Desember 2013 dan 2012 As of December 31, 2013 and 2012
LAPORAN POSISI KEUANGAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL KONSOLIDASIAN POSITIONS Per 31 Desember 2013 dan 2012 As of December 31, 2013 and 2012 ASET Aset Lancar Kas dan Setara Kas Catatan/ 2013 2012
DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 June 30, 2015 and December 31, 2014
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 June 30, 2015 and December 31, 2014 30 Juni 2015/ 31 Desember 2014/ June 30, 2015 December
Catatan/ 2010 Notes 2009
NERACA KONSOLIDASI CONSOLIDATED BALANCE SHEETS ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 1.570.132.925.725 2c,3 1.223.600.573.265 Cash and cash equivalents 2d,4,13, Investasi jangka pendek,
30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 June 30, 2015 and December 31, 2014
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 June 30, 2015 and December 31, 2014 30 Juni/ June 30, 2015 31 Desember/ Catatan/ (Tidak
Investasi Stock. Pertemuan ke 7
Investasi Stock Pertemuan ke 7 Agenda 1 2 3 3 4 4 5 5 Aset Keuangan Investasi di Instrumen Surat Utang Investasi di Instrumen Ekuitas Latihan dan Pembahasan.. 2 Mahasiswa mampu : Tujuan Pemelajaran 1.
PT MULTI INDOCITRA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN AND SUBSIDIARY
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2010 DAN 2009 ( Tidak diaudit ) CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS ( Unaudited ) PT MULTI INDOCITRA Tbk
MODUL KE- 12 KONSOLIDASI PERUBAHAN KEPEMI LIKAN (CONSOLIDATION CHANGE OF OWNERSHIP INTEREST)
MODUL KE- 12 Mata Kuliah Materi Kuliah Referensi Dosen : Akuntansi Keuangan Lanjutan II : Konsolidasi Perubahan Kepemilikan (Consolidation - Change of Ownership Interest). : Advanced Accounting, Beams
DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 30 September 2015 dan 31 Desember 2014 September 30, 2015 and December 31, 2014
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 September 2015 dan 31 Desember 2014 September 30, 2015 and December 31, 2014 30 September 2015/ 31 Desember 2014/
DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 31 Desember 2014 dan 2013 December 31, 2014 and 2013
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Desember 2014 dan 2013 December 31, 2014 and 2013 ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 1,617,503
PSAK 15 (revisi 2009) IAS 28: Investment in Associates. Dwi Martani
PSAK 15 (revisi 2009) Investasi pada Entitas Asosiasi IAS 28: Investment in Associates Eff 1 Jan 2011 Dwi Martani Outline Pendahuluan Metode ekuitas Penyajian Pengungkapan Komparasi dengan PSAK 15 lama
PENJABARAN LAPORAN KEUANGAN DALAM MATA UANG ASING ( Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.11 )
ISSN 1411 0393 PENJABARAN LAPORAN KEUANGAN DALAM MATA UANG ASING ( Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.11 ) Akhmad Riduwan *) ABSTRAK Mata uang pelaporan (reporting currency) bagi perusahaan yang
30 Juni 2010 dan 2009 June 30, 2010 and 2009
Neraca Konsolidasi Consolidated Balance Sheets 30 Juni 2010 dan 2009 June 30, 2010 and 2009 ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 373,735,769,065 191,458,673,774 Cash and cash equivalents Investasi
Perseroan : Organisasi dan Operasi
Perseroan : Organisasi dan Operasi Karakteristik Perseroan Perseroan yaitu badan hukum yang terpisah. Perseroan dapat : 1. Mengambil, memiliki dan mengeluarkan suatu harta atas nama perseroan tadi 2. Menanggung
30 September 2012 dan 31 Desember 2011 September 30, 2012 and December 31, 2011
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 September 30, 2012 and December 31, 2011 30 September / 31 Desember / September
PT PANIN SEKURITAS Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION 30 JUNE 2017
PT PANIN SEKURITAS Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION 30 JUNE 2017 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) June 30, 2017 December 31, 2016 Audited ASSETS Cash and
DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 March 31, 2015 and December 31, 2014
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 March 31, 2015 and December 31, 2014 31 Maret 2015/ 31 Desember 2014/ March 31, 2015
DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 March 31, 2016 and December 31, 2015
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 March 31, 2016 and December 31, 2015 31 Maret 2016/ 31 Desember 2015/ March 31, 2016
31 Desember 2016 dan 2015 December 31, 2016 and Catatan/ 2016 Notes 2015
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Desember 2016 dan 2015 December 31, 2016 and 2015 Catatan/ 2016 Notes 2015 ASET ASET LANCAR ASSETS CURRENT ASSETS
31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016 March 31, 2017 and December 31, 2016
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016 March 31, 2017 and December 31, 2016 31 Maret/ March 31, 2017 31 Desember/ (Tidak
DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016 March 31, 2017 and December 31, 2016
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016 March 31, 2017 and December 31, 2016 31 Maret 2017/ 31 Desember 2016/ March 31, 2017
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 September 2015 dan 31 Desember 2014 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30 September 2015 31 Desember 2014
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30 Juni 2015 31 Desember 2014 Tidak Audit
PERTEMUAN 7 & 8. Metode Harga Perolehan (Cost Method)
PERTEMUAN 7 & 8 Metode Harga Perolehan (Cost Method) Apabila Cost Method yang dipakai untuk mencatat investasi saham-saham Anak Perusahaan, maka hanya dividen atas saham-saham tersebut (yang telah dibagikan
PT DUTA PERTIWI Tbk DAN ENTITAS ANAK GEDUNG ITC LT 7,8 JL MANGGA DUA RAYA JAKARTA TELP : (021) (HUNTING) FAX : (021)
ASET Aset Lancar Kas dan setara kas 1.356.251 1.020.730 Investasi jangka pendek 43.143 38.656 Investasi mudharabah - 352.512 Piutang usaha Pihak berelasi 20.413 30.670 Pihak ketiga 23.998 29.701 Piutang
MOJAKOE. Pengantar Akuntansi 2. March 25
March 25 MOJAKOE 2013 Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEUI. Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di : www.spa-feui.com Pengantar Akuntansi 2 Soal 1. Saham dan Investasi di Saham (45%)
Catatan/ Notes Rp dan Rp masingmasing pada 31 Desember 2006 dan 2005) c, 2f,
Halaman : 2 dari 43 NERACA KONSOLIDASIAN 31 Desember Pages : 2 of 44 CONSOLIDATED BALANCE SHEETS December 31, AKTIVA ASSETS AKTIVA LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 10.160.758.858 2c, 2d, 3 15.231.755.461
Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing
PSAK 10 Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing Agenda Tujuan dan Lingkup Definisi Ringkasan Pendekatan Pelaporan Transaksi mata uang Penggunaan mata uang Pengaruh pajak Pengungkapan 2 Tujuan Bagaimana memasukkan
Laporan Arus Kas dan Analisis Laporan Keuangan
Laporan Arus Kas dan Analisis Laporan Keuangan Agenda 1 2 Laporan Arus Kas Analisis Laporan Keuangan Laporan Arus Kas Tujuan Pembelajaran Dapat mengelompokkan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan
MOJAKOE. MOdulJAwabanKOEliah. Pengantar Akuntansi 2. UTS Semester Genap 2014/2015
MOJAKOE MOdulJAwabanKOEliah Pengantar Akuntansi 2 UTS Semester Genap 2014/2015 t@spafebui fspa FEB UI Dilarangmemperbanyak MOJAKOE initanpaseijin SPA FEB UI. Official Partners: SOAL 1 Current Liability
31 Desember 2016 December 31, 2016 ( Tidak diaudit/ Catatan/ (Diaudit/ Unaudited) Notes Audited) m,2r,4,29.
DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 30 JUNI 2017 DAN 31 DESEMBER 2016 (Disajikan dalam Rupiah) The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language
DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 30 September 2016 dan 31 Desember 2015 September 30, 2016 and December 31, 2015
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 September 2016 dan 31 Desember 2015 September 30, 2016 and December 31, 2015 30 September 2016/ 31 Desember 2015/
PT PANIN SEKURITAS Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION 31 MARCH 2017
PT PANIN SEKURITAS Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION 31 MARCH 2017 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) March 31, 2017 December 31, 2016 Audited ASSETS Cash and
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 September 2016 dan 31 Desember 2015 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30 September 2016 31 Desember 2015
DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 30 September 2017 dan 31 Desember 2016 September 30, 2017 and December 31, 2016
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 September 2017 dan 31 Desember 2016 September 30, 2017 and December 31, 2016 30 September 2017/ 31 Desember 2016/
31 MARET 2005 DAN 2004 MARCH 31, 2005 AND Catatan/ 2005 Notes 2004
NERACA KONSOLIDASI CONSOLIDATED BALANCE SHEETS 31 MARET 2005 DAN 2004 MARCH 31, 2005 AND 2004 AKTIVA ASSETS AKTIVA LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 73,630 2e,4 161,267 Cash and cash equivalents
31 Maret 2009 dan 2008 March 31, 2009 and 2008
Neraca Konsolidasi Consolidated Balance Sheets 31 Maret 2009 dan 2008 March 31, 2009 and 2008 ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 252,879,603,447 402,682,025,568 Cash and cash equivalents Investasi
1 Januari 2014/ 31 Desember January 2014/ December 31, 2013
LAPORAN POSISI KEUANGAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL KONSOLIDASIAN POSITION Per 31 Desember 2015, 2014 dan As of December 31, 2015, 2014, and 1 Januari 2014/ 31 Desember 2013 1 January 2014/ December
PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and subsidiaries
PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and subsidiaries Laporan Keuangan Konsolidasi enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011 (tidak diaudit) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2010 (diaudit)
PT. ABCD HOLDING DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION 30 SEPTEMBER 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 SEPTEMBER 30, 2012 AND DECEMBER 31, 2011 Catatan/ 30 September/ 31 Desember /
DAFTAR ISI / TABLE OF CONTENTS
DAFTAR ISI / TABLE OF CONTENTS Halaman / Pages PERNYATAAN DIREKSI / DIRECTOR STATEMENT LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN / INDEPENDENT AUDITOR'S REPORT... 1 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN / FINANCIAL STATEMENTS
31 Maret 2007 dan 2006 March 31, 2007 and 2006
Neraca Konsolidasi Consolidated Balance Sheets 31 Maret 2007 dan 2006 March 31, 2007 and 2006 AKTIVA LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 108,871,947,078 549,013,543,573 Cash and cash equivalents Investasi
31 Desember 2017 dan 2016 dan 1 Januari 2016/31 Desember 2015 December 31, 2017 and 2016 and January 1, 2016/December 31, 2015
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Desember 2017 dan 2016 dan 1 Januari 2016/31 Desember 2015 December 31, 2017 and 2016 and January 1, 2016/December
MOJAKOE PENGANTAR AKUNTANSI 2
Presented By: SPA-Accounting Study Division Mojakoe Pengantar Akuntansi 2 MOJAKOE PENGANTAR AKUNTANSI 2 Dilarang Memperbanyak Mojakoe ini tanpa seijin SPA FEUI Mojakoe dapat didownload di www.spa-feui.com
Catatan/ Notes AKTIVA LANCAR
NERACA KONSOLIDASI CONSOLIDATED BALANCE SHEETS A K T I V A ASSETS AKTIVA LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan bank 2d,4 143.695.527 51.241.023 Cash on hand and in banks Rekening bank yang dibatasi penggunaannya
PERUM PERCETAKAN UANG INDONESIA DAN ENTITAS ANAK REPUBLIK INDONESIA AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
REPUBLIK REPUBLIK INDONESIA AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION PER 31 DESEMBER 2016 DAN 2015 AS OF DECEMBER 31, 2016 AND 2015 (Disajikan
PT PANIN SEKURITAS Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION 31 DECEMBER 2016
PT PANIN SEKURITAS Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION 31 DECEMBER 2016 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) December 31, 2016 December 31, 2015 ASSETS Cash and
ADVANCED ACCOUNTING (Beams et al. 2012) BANDI. bandi.staff.fe.uns.ac.id atau dianbilqisgruoup.com 3/13/2017
BANDI ADVANCED ACCOUNTING (Beams et al. 2012) 1 An Introduction to Consolidated Financial Statements Chapter 3 2 Consolidated Financial Statements: Objectives 1. Mengenali manfaat dan keterbatasan Laporan
PT PANIN SEKURITAS Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION 31 DECEMBER 2017
PT PANIN SEKURITAS Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION 31 DECEMBER 2017 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) December 31, 2017 December 31, 2016 ed ed ASSETS Cash
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 Juni 2016 dan 31 Desember 2015 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30 Juni 2016 31 Desember 2015 Tidak Diaudit
DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 June 30, 2017 and December 31, 2016
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 June 30, 2017 and December 31, 2016 30 Juni 2017/ 31 Desember 2016/ June 30, 2017 December
30 September 2011 dan 31 Desember 2010 September 30, 2011 and December 31, 2010
Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position (Balance Sheets) 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 September 30, 2011 and December 31, 2010 30 September
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PSAK (revisi 00): PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN Desember 00 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK No.
DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 31 Desember 2016 dan 2015 December 31, 2016 and 2015
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Desember 2016 dan 2015 December 31, 2016 and 2015 ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 350,467
PT TUGU REASURANSI INDONESIA
LAPORAN KEUANGAN/ FINANCIAL STATEMENTS 31 DESEMBER 2013 DAN 2012/ Lampiran 1 Schedule LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) STATEMENTS OF FINANCIAL
31 Desember 2009 dan 2008 December 31, 2009 and 2008
Neraca Konsolidasi Consolidated Balance Sheets 31 Desember 2009 dan 2008 December 31, 2009 and 2008 ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 497,577,482,016 480,277,284,158 Cash and cash equivalents
PT TUGU REASURANSI INDONESIA
LAPORAN KEUANGAN/ FINANCIAL STATEMENTS 31 DESEMBER/DECEMBER 2017 Lampiran - 1 - Schedule LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 DESEMBER 2017 (Dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) STATEMENT OF FINANCIAL
PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and subsidiaries
PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and subsidiaries Laporan Keuangan Konsolidasian tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 (tidak diaudit) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2011 (diaudit)
dan Laporan Keuangan Tersendiri
Forum Ketua Jurusan Akuntansi PTN Se-Indonesia Akuntansi FEUI IAI-KAPd PSAK 4 : Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri Presented: Dwi Martani 1 Agenda 1 Pendahuluan 2 Laporan Keuangan
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 Desember 2015 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 31 Desember 2015 31 Desember 2014 1 Januari 2014 Audit Audit
MOJAKOE. MOdulJAwabanKOEliah. Revisi Pengantar Akuntansi 2. fb: SPA. FEB UI. UTS Semester Genap 2013/2014
MOJAKOE MOdulJAwabanKOEliah Revisi Pengantar Akuntansi 2 UTS Semester Genap 2013/2014 Twitter: @spafebui FEB UI fb: SPA Dilarangmemperbanyak MOJAKOE initanpaseijin SPA FEB UI. Download MOJAKOE dan SPA
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 15 AKUNTANSI UNTUK INVESTASI DALAM PERUSAHAAN ASOSIASI
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 15 AKUNTANSI UNTUK INVESTASI DALAM PERUSAHAAN ASOSIASI Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 15 tentang Akuntansi Untuk Investasi Dalam Perusahaan
