Grafik Indeks Risiko Sanitasi Kabupaten Tanggamus 2013
|
|
|
- Vera Sasmita
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 5 : INDIKASI PERMASALAHAN DAN POSISI PENGELOLAAN SANITASI SAAT INI Pengelolaan sanitasi meliputi antara lain pengelolaan persampahan, air limbah domestic, drainase lingkungan serta promosi higiene dan sanitasi (prohisan) yang berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan hidup dan kualitas kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, mengelola sanitasi secara baik sama dengan menjaga kelestrasian lingkungan hidup, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Selanjutnya untuk membangun keseimbangan hak dan kewajiban antara negara dan masyarakatnya, maka pengelolaan sanitasi harus didasarkan prinsip pembangunan partisipatif yakni pembangunan yang melibatkan semua pemangku kepentingan. 5.1 Area Berisiko Sanitasi Penentuan area beresiko di Kabupaten Tanggamus dilakukan melalui penilaian dengan metode pemberian skor berdasarkan data sekunder 20%, persepsi SKPD terkait sanitasi 35% dan studi EHRA 45% kemudian divalidasi dengan kunjungan lapangan. Studi EHRA merupakan data primer yang diambil dari 1760 responden (ibu rumah tangga) yang tersebar di 40 (empat puluh) desa/kelurahan sampel. Beberapa variabel sebagai indikator penentu area risiko sanitasi, yaitu: a. Sumber air minum b. Air Limbah Domestik c. Persampahan d. Banjir/Genangan e. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Dari hasil studi EHRA yang telah dilaksanakan tingkat resiko sanitasi di kabupaten Tanggamus menujukkan bahwa pada claster 1 dan 3 merupakan daerah yang tingkat resikonya paling tinggi. Pada cluster 0 merupakan daerah yang beresiko sedang. Untuk daerah kurang berisiko terdapat pada cluster 2 dan 4. Gambara lengkap tentang area tingkat berisiko dapat dilihat pada gambar 5.1 berikut Gambar 5.1 : Grafik Indeks Risiko Sanitasi Kabupaten Tanggamus 300 Grafik Indeks Risiko Sanitasi Kabupaten Tanggamus CLUSTER 0 CLUSTER 1 CLUSTER 2 CLUSTER 3 CLUSTER 4 5. PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT. 4. GENANGAN AIR. 3. PERSAMPAHAN. 2. AIR LIMBAH DOMESTIK. 1. SUMBER AIR POKJA SANITASI TAHUN
2 Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia di instansi terkait di Kabupaten Tanggamus sebagai indikator untuk menentukan kondisi area risiko sanitasi, antara lain : a. Kepadatan penduduk b. Data rumah tangga dan KK miskin. c. Akses terhadap kepemilikan jamban pribadi, d. Luas wilayah genangan/banjir e. Akses air bersih Persepsi SKPD merupakan penilaian secara subyektif dari masing-masing institusi yang menjadi anggota Pokja Sanitasi Kabupaten Tanggamus terhadap kondisi sanitasi di setiap desa/kelurahan, antara lain: a. Dinas Kesehatan menilai berdasarkan tidak tersedianya sarana CTPS, masih ada warga yang BABS, terdapat jentik nyamuk di sekitar rumah, kandang ternak berdampingan dengan rumah, tidak tersedia tempat sampah di sekitar rumah, terdapat genangan air di sekitar lingkungan permukiman, kesulitan akses air bersih, sarana jamban belum leher angsa dan tempat penampungan tinja berupa cubluk. b. Bappeda menilai berdasarkan kepadatan penduduk, angka kemiskinan, peran serta dan kesadaran masyarakat, serta wilayah-wilayah pusat kegiatan. c. Dinas PU menilai berdasarkan ada tidaknya jaringan drainase yang terbangun di permukiman, badan drainase masih tanah sehingga resapan air tidak terarah, dimensi drainase tidak sesuai volume air, drainase tersumbat sampah, limbah rumah tangga mengalir ke halaman sehingga mencemari sumur gali/tangan, kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya limbah, belum terakses air bersih PDAM, topografi lingkungan yang datar bahkan cekung menjadi penyebab timbulnya genangan. d. Badan Pengawasan Lingkungan Hidup dan Kebersihan menilai berdasarkan ada tidaknya peran serta masyarakat dalam mengelola sampah, masih banyaknya lingkungan yang tidak memiliki petugas pengangkut sampah dari rumah ke TPS, kurangnya jumlah petugas dan armada pengangkut sampah, bak penampungan sampah/tps belum tersedia atau belum memadai dengan volume sampah, cara memilah sampah belum dipahami dengan benar. Penentuan area berisiko Kabupaten Tanggamus diklasifikasikan berdasarkan nilai skoring grade 1 4 dengan rincian sebagai berikut: Skor 4 : Risiko Sangat Tinggi berwarna Merah Skor 3 : Risiko Tinggi berwarna Kuning Skor 2 : Risiko Sedang berwarna Hijau Skor 1 : Risiko Rendah berwarna Biru Hasil akhir penilaian terhadap area beresiko untuk Kabupaten Tanggamus telah ditetapkan oleh Pokja Sanitasi Kabupaten Tanggamus berdasarkan survey study EHRA (bobot 45%), data sekunder (bobot 20%) dan persepsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) (bobot 35%) serta divalidasi dengan kunjungan kelapangan. Dari hasil penilaian dan kesepakatan Pokja untuk menentukan daerah beresiko Kabupaten Tanggamus, dapat dilihat pada peta 5.1, untuk desa yang beresiko sangat tinggi (warna merah) sebanyak 17 desa yang tersebar di 12 kecamatan. Sedangkan untuk area beresiko tinggi (Warna Kuning) sebanyak 112 desa tersebar di 18 kecamatan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel 5.1 dibawah ini. POKJA SANITASI TAHUN
3 BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN TANGGAMU Peta 5.1: Peta area berisiko sanitasi Kabupaten Tanggamus PETA AREA BERESIKO KABUPATEN LAMPUNG BARAT KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Sinar Galih Ulu Semuong Datar Lebuay Sinar Banten Sinar Jawa KECAMATAN AIR NANINGAN Rejosari Air Naningan Gunung Sari Tanjung Baru Air Kubang Sidomulyo Sinar Sekampung Batu tegi Karang Sari Penantian Way Harong KECAMATAN ULU BELU Batu Bedil Air Bakoman Way Ilahan Ngarip Muara Dua Pulau Panggung Penantian KECAMATAN PULAU PANGGUNG Sumber Mulya Tekad Gunung Mereksa Tangkit Serdang Tj. Begelung Gd. Agung Kemuning Sukamaju KABUPATEN PRINGSEWU Muara Dua Akir Abang Sinar Mulya Talang Rejo Sidorejo Sindang Marga Pagar Alam Sidomulyo Kebumen Gunung Megang Datarajan Karang Rejo Gunung Tiga Sumberejo Argopeni Tiuh Mamon Tanjung Heran Negeri Agung Banjar Agung Ilir Kali Bening Sumbermulyo Sinar Harapan Sinar Semendo Sinar Agung Sukamerindu Rantau Tijang Sinar Banten Banjar Sari Sukarame Atar Lebar Sukanegeri Talang Padang Sukabandung Banding Agung Margodadi Wonoharjo Sukajadi Pangkul Margoyoso KECAMATAN TALANG PADANG Sukabanjar Sukadamai Pariaman Sanggi Udak Simpang bayur Simpang Kanan Kedaloman Sukabumi Dadapan Kejayaan Hutan Banding Rajabasa Banjar Agung Hutan Talang Sepuh Sukamaju Wayhalom Sanggi Campang Sidokaton Hutan Bandar Sukabumi Tanjung Kemala Sumanda Way Halom KECAMATAN GUNUNG ALIP Sukaraja KECAMATAN BANDAR NEGERI SEMUONG Sukamenah Babakan Suka Mulya Banjarnegeri Banjar Manis Gunung Tiga Ciherang Kayu Ubi Negeri Agung Tulung Asahan Binjai Wangi Suka Negeri Jaya Gunung Doh Sinar Bangun Way Jaha Negeri Ratu Singosari Tegalbinangun Argomulyo Talang Beringin Banjar Agung Udik Sinar Petir KECAMATAN SUMBEREJO Talang Jawa KECAMATAN PUGUNG Lambaw Kejadian Balak Negeri Ngarip Kuta Dalom Hutan Way Manak Penanggungan KECAMATAN GISTING Tanjung Kurung Kunyayan Gunung Kasih Tanjung Agung Padang Ratu Pardasuka Sidomulyo Gisting Bawah Sinar Saudara Lakaran Banjar Sari Sri Kuncoro KABUPATEN LAMPUNG BARAT Suka Agung Suka Agung Barat Way Pring Gisting Atas Kali Miring Padang Manis Banjar Negara Gading Teratas Sridadi Karang Agung Campang Way Handak Purwodadi KECAMATAN KOTA AGUNG BARAT Wonosobo Pardasuka Kanyangan Kalisari Srikaton Soponyono Penanggungan KECAMATAN WONOSOBO Sudimoro Bangun Dadisari Maja Banjar Masin Dadirejo Sudimoro Kalirejo Kanoman Karang Anyar Campang Tiga Kusa Kacapura Tanjung Agung Gunung Terang Kampung Baru Sukamara Taman Sari KECAMATAN KOTA AGUNG TIMUR Kuripan Umbul Buah Terbaya Kota Agung Mulang Maya Menggala Pematang Nebak Pasar Madang Garut Sukaraja Talang Rejo Tala Gening Baros Sidodadi Sedayu Banjar Masin Sukamara KECAMATAN KOTA AGUNG Terdana Kota Batu Negeri Ratu Tugurejo Bangun Rejo KECAMATAN BULOK Kedamaian Gumumg Jambu Kesugihan Teba Bunuk Kandang Besi Belu Negara Batin Way Gelang Batu Keramat Tanjung ANom Kelungu Pajajaran Pulau Benawang Bandar Kejadian Banyuurip KECAMATAN SEMAKA Way Kerap Sukanegara Payung Sri Purnomo Pardawaras Teba Kerta Kagungan Karang Rejo Napal Suka Banjar Tanjung Siom Sinar Petir Tugu Papak Antarbrak Tanjungan Kampung Baru Pariaman Betung KECAMATAN LIMAU Ketapang KABUPATEN PESAWARAN Hutan Pesanguan Ampal Guring Banjar Negeri Banjar Agung Kubulangka Padang Ratu KECAMATAN CUKUH BALAK Tegineneng Way Nipah Kuripan Kacamarga Badak Banjar Negeri Pampangan Sukaraja Sukapadang Banjar Manis Purwosari Gedung Kejadian Lom Pekon Doh Lengkukai Margamulya Tanjung Betuah Merbau Tanjung Jati TELUK SEMAKA KECAMATAN KELUMBAYAN BARAT Tanjung Raja Putih Doh Sidoharjo Tengor Batu Patah Way Rilau Umbar Teluk Brak Paku KECAMATAN KELUMBAYAN Unggak
4 No Area Berisiko*) Tabel 5.1: Area berisiko sanitasi dan penyebab utamanya di Kabupaten Tanggamus Kecamatan Wilayah Prioritas 1 Risiko 4 Kota Agung Kusa Kota Agung Timur Wonosobo Pematang Sawa Talang Padang Sumber Rejo Ulu Belu Pulau Panggung Air Naningan Bulo Sukamara Cukuh Balak Klumbayan Desa/Kelurahan Kerta Banjar Negara Soponyono Kalisari Dadimulyo Tanjungan Way Halom Margoyoso Suka maju Tekad Air Naningan Sukamara Putih Doh Penyandingan Susuk Unggak 2 Risiko 3 Kota Agung Kota Agung Negeri Ratu Terbaya Teratas Penyebab Utama Risiko Kota Agung Timur Kagungan Tanjung Jati Tanjung Anom Talang Rejo POKJA SANITASI TAHUN
5 Kota Agung Barat Wonosobo Bandar Negeri Semuong Pematang Sawa Semaka Kd. Besi Gd. Jambu Tj. Agung Bandar Kejadian Dadisari Sridadi Way Panas Padang Ratu Banyu Urip Pardasuka Srimelati Sampang Turus Sumur Tujuh Sanggi Atar Lebar Banding Negeri Agung Tulung Sari Way Nipah Betung Tirom Tampang Tua Guring Karang Brak Way Asahan Sri Purnomo Srikuncoro Sidomulyo POKJA SANITASI TAHUN
6 Talang Padang Gisting Gunung Alip Kanoman Karang Agung Suka Raja Sedayu Tugu Papak Karang Rejo Garut Suka Merindu Sukanegeri Sinar Banten Sinar Harapan Sinar Petir Negeri Agung Suka Negeri Jaya Sukabumi Kejayaan Kali Bening Banjar Sari Sinar Betung Gisting Bawah Campang Lansbau Gisting Permai Kuta Dalom Sidokaton Banjar Negeri Ciherang Suka Raja Darussalam POKJA SANITASI TAHUN
7 Sumber Rejo Ulu Belu Pulau Panggung Air Naningan Pugung Cukuh Balak Suka Damai Sp Kanan Dadapan Sumberrejo Sumber Mulyo Sidomulyo Pagar Alam Rejosari Petay Kayu Penantian Tanjung Rejo Tanjung Gunung Sinar Mancak Air Kubang Batu Tegi Karang Sari Sidomulyo Datar Lebuay Margomulyo Gunung Tiga Tanjung Kemala Rt. Tijang Negeri Ratu Tj. Herang Talang Lebar Sukamaju Sukamulya Banjar Manis Pampangan POKJA SANITASI TAHUN
8 Limau Klumbayan Kaca Marga Suka Padang Kejadian Lom Gedung Banjar Negeri Sukaraja Tanjung Jati Way Rilau Tengor Pekon Doh Sawang Balak Karang Buah Antar Berak Kuripan Padang Ratu Tegineneng Negeri Klumbayan Paku *) Hanya untuk wilayah dengan risiko 4 dan 3 POKJA SANITASI TAHUN
9 5.2 Posisi Pengelolaan Sanitasi Saat Ini Posisi Pengelolaan sanitasi saat ini komponen Air Limbah Kondisi sanitasi saat ini untuk komponen air limbah berada pada kuadran II ( X: -0,6; Y: 0,4) dimana faktor internl lemah (kelemahan masih medominasi), kondisi eksternal mendukung (memiliki peluang yang besar) sedangkan ancamannya lebih rendah. Straategi untuk kondisi sanitasi saat ini komponen air limbah adalah memaksimalkan kekuatan untuk mengoptimalkan peluang yang ada. Kondisi snitasi saat ini komponen air limbah kabupaten Tanggamus dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gambar 5.1 Posisi pengelolaan sanitasi saat ini komponen air limbah domestik PENETAPAN POSISIONING SEBAGAI DASAR PERUMUSAN STRATEGI Lingkungan Mendukung (+) II agresif 0.7 Stabil I 0.6 Posisi saat ini (-0,6 ; 0,4) selektif Cepat 0.1 Lemah (-) Kuat (+) Berputar besar-besaran III Ceruk Terpusat IV Lingkungan Kurang Mendukung (-) POKJA SANITASI TAHUN
10 Posisi pengelolaan Sanitasi Saat ini komponen Persampahan Kondisi sanitasi saat ini untuk komponen air limbah berada pada kuadran II (X: -0,1; Y: 0,3) dimana faktor internl lemah (kelemahan masih medominasi), kondisi eksternal mendukung (memiliki peluang yang besar) sedangkan ancamannya lebih rendah. Straategi untuk kondisi sanitasi saat ini komponen air limbah adalah memaksimalkan kekuatan untuk mengoptimalkan peluang yang ada. Kondisi snitasi saat ini komponen air limbah kabupaten Tanggamus dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gambar 5.2 Posisi pengelolaan sanitasi saat ini komponen persampahan PENETAPAN POSISIONING SEBAGAI DASAR PERUMUSAN STRATEGI Lingkungan Mendukung (+) II agresif Stabil I 0.5 selektif Posisi saat ini (-0,1;0,3) Cepat 0.1 Lemah (-) Kuat (+) Berputar besar-besaran III Ceruk Terpusat IV Lingkungan Kurang Mendukung (-) POKJA SANITASI TAHUN
11 Posisi pengelolaan Sanitasi Saat ini komponen Drainase Lingkungan Kondisi sanitasi saat ini untuk komponen air limbah berada pada kuadran II (X: -0,5; Y: 0,1) dimana faktor internl lemah (kelemahan masih medominasi), kondisi eksternal mendukung (memiliki peluang yang besar) sedangkan ancamannya lebih rendah. Straategi untuk kondisi sanitasi saat ini komponen air limbah adalah memaksimalkan kekuatan untuk mengoptimalkan peluang yang ada. Posisi sanitasi saat ini komponen air limbah kabupaten Tanggamus dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gambar 5.3 Posisi pengelolaan sanitasi saat ini komponen drainase lingkungan PENETAPAN POSISIONING SEBAGAI DASAR PERUMUSAN STRATEGI Lingkungan Mendukung (+) II agresif Stabil I selektif Cepat Posisi saat ini (-0,5;0,1) Lemah (-) Kuat (+) Berputar besar-besaran III Ceruk Terpusat IV Lingkungan Kurang Mendukung (-) POKJA SANITASI TAHUN
12 Posisi pengelolaan Sanitasi Saat ini komponen Persampahan Kondisi sanitasi saat ini untuk komponen air limbah berada pada kuadran II (X: 0,15; Y: 0,4) dimana faktor internl kuat (kekuatan masih medominasi), kondisi eksternal mendukung (memiliki peluang yang besar) sedangkan ancamannya lebih rendah. Strategi untuk kondisi sanitasi saat ini komponen air limbah adalah memanfaatkan peluang dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki. Posisi sanitasi saat ini komponen promosi higiene dan sanitasi kabupaten Tanggamus dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gambar 5.4 Posisi pengelolaan sanitasi saat ini komponen promosi higiene sanitasi (Prohisan) tatanan rumah tangga PENETAPAN POSISIONING SEBAGAI DASAR PERUMUSAN STRATEGI Lingkungan Mendukung (+) II agresif Stabil I selektif Posisi saat ini (0,15;0,4) Cepat 0.1 Lemah (-) Kuat (+) Berputar besar-besaran III Ceruk Terpusat IV Lingkungan Kurang Mendukung (-) POKJA SANITASI TAHUN
PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGGAMUS NOMOR : 15 Tahun 2006 TENTANG
PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGGAMUS NOMOR : 15 Tahun 2006 TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN BANDAR NEGERI SEMUONG, AIR NANINGAN, BULOK DAN KELUMBAYAN BARAT KABUPATEN TANGGAMUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu dari 11 (sebelas)
54 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Sejarah Singkat Daerah Penelitian Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu dari 11 (sebelas) Kabupaten/Kota yang ada di Propinsi Lampung. Kabupaten Tanggamus dibentuk
PENGUMUMAN RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN ANGGARAN 2012
PENGUMUMAN RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA DINAS UMUM KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN ANGGARAN 2012 No. LOKASI A. PENGADAAN JASA KONSTRUKSI 1 Perbaikan Onderlaagh dan Peningkatan s.d Lapen Jalan Sp. Sedayu
5.1. Area Beresiko Sanitasi
5.1. Area Beresiko Sanitasi Risiko sanitasi adalah terjadinya penurunan kualitas hidup, kesehatan, bangunan dan atau lingkungan akibat rendahnya akses terhadap layanan sektor sanitasi dan perilaku hidup
BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT 2014
BAB V AREA BERESIKO SANITASI 5.1. Area Beresiko Sanitasi Resiko sanitasi adalah terjadinya penurunan kualitas hidup, kesehatan, bangunan dan atau lingkungan akibat rendahnya akses terhadap layanan sektor
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Secara geografis letak Kabupaten Tanggamus pada sampai dengan
49 IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Gambaran Umum Kabupaten Tanggamus 1. Keadaan Geografi Secara geografis letak Kabupaten Tanggamus pada 104 0 18 sampai dengan 105 0 12 Bujur Timur, dan 5 0 05 sampai
I. PENDAHULUAN. Pertambangan dapat diidentifikasi sebagai setiap kegiatan yang dilakukan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pertambangan dapat diidentifikasi sebagai setiap kegiatan yang dilakukan dengan cara mengambil dan memanfaatkan semua bahan galian dari muka bumi yang mempunyai
STATUS DESA BERDASARKAN INDEKS DESA MEMBANGUN
18001 LAMPUNG BARAT 1201260 BALIK BUKIT 18001401 KUBU PERAHU 0,7391 Maju 18001 LAMPUNG BARAT 1201260 BALIK BUKIT 18001402 WAY EMPULAU ULU 0,6552 Berkembang 18001 LAMPUNG BARAT 1201260 BALIK BUKIT 18001403
Propinsi LAMPUNG. Total Kabupaten/Kota
Propinsi LAMPUNG Total Kabupaten/Kota Total Kecamatan Total APBN (Juta) Total APBD (Juta) Total BLM (Juta) : 14 : 214 : Rp. 355.410 : Rp. 23.390 : Rp. 378.800 82 of 342 PERDESAAN PERKOTAAN BLM KAB KECAMATAN
LOKASI DAN ALOKASI DANA PNPM MANDIRI TAHUN ANGGARAN 2009 LAMPUNG
MANDIRI TAHUN ANGGARAN 2009 PERAN DAERAH (Rp. x 1 Bandar Lampung 1 Panjang 1.330 1.330 1.064 266 2 Kedaton 1.750 1.750 1.400 350 3 Kemiling 1.250 1.250 1.000 250 4 Rajabasa 665 665 532 133 5 Sukabumi 1.080
DATA AGREGAT KEPENDUDUKAN PER KECAMATAN (DAK2)
KABUPATEN / KOTA : LAMPUNG SELATAN 18.01 LAMPUNG SELATAN 55.514 521.839 1.09.353 1 18.01.04 NATAR 92.463 9.998 12.461 2 18.01.05 TANJUNG BINTANG 39.40 32.90 2.440 3 18.01.06 KALIANDA 62.805 58.683 121.488
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT-8 EDISI 30 PERIODE APRIL 2017
30 40 54 71 (72-110 1 Lampung 76,477 31,316 23,516 19,332 9,214 25,207 16,940 19,605 43,745 113,814 269,205 2 Bandar Lampung 178 64 41 34 42 32 31 34 227 214 685 3 Bumi Waras - - - - - - - - - - - 4 Enggal
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT 8 EDISI 26 PERIODE 7-22 FEBRUARI 2017
1 Lampung 102.233 11.274 34.226 23.994 20.406 17.890 20.023 14.393 17.114 130.932 266383 2 Bandar Lampung 148 32 32 47 30 66 81 93 150 349 684 3 Bumi Waras - - - - - - - - - - 0 4 Enggal - - - - - - -
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT-8 EDISI 32 PERIODE MEI Luas Baku Sawah Kecamatan
Luas Sawah pada Fase Pertanaman Padi 1 Lampung 81.408 37.668 25.270 24.572 20.921 22.866 14.058 13.725 26.213 121.412 269.334 2 Bandar Lampung 171 84 93 75 94 50 39 24 55 375 688 3 Bumi Waras - - - - -
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT-8 EDISI 35 PERIODE 1-16 JULI Luas Baku Sawah Kecamatan
Luas Sawah pada Fase Pertanaman Padi 1 Lampung 72.984 32.037 19.456 20.964 27.734 25.446 32.541 17.114 18.795 143.255 269.219 2 Bandar Lampung 180 11 29 34 71 95 128 97 40 454 690 3 Bumi Waras - - - -
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT-8 EDISI 38 PERIODE 18 AGUSTUS - 2 SEPTEMBER Luas Baku Sawah Kecamatan
Luas Sawah pada Fase Pertanaman Padi 1 Lampung 66.859 25.437 27.769 13.372 22.371 25.920 28.085 21.822 35.931 139.339 269.339 2 Bandar Lampung 202 66 38 21 15 46 52 72 176 244 689 3 Bumi Waras - - - -
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT-8 EDISI 39 PERIODE 3-18 SEPTEMBER Luas Baku Sawah Kecamatan
Luas Sawah pada Fase Pertanaman Padi 1 Lampung 75.453 20.888 27.747 29.697 11.417 29.713 21.059 17.378 34.877 137.011 269.240 2 Bandar Lampung 273 80 67 44 18 17 24 15 151 185 691 3 Bumi Waras - - - -
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT-8 EDISI 41 PERIODE 5-20 OKTOBER Luas Baku Sawah Kecamatan
Luas Sawah pada Fase Pertanaman Padi 1 Lampung 90.312 13.962 14.917 23.625 26.321 36.818 15.156 21.123 24.865 137.960 269.353 2 Bandar Lampung 270 28 45 105 80 87 21 12 33 350 687 3 Bumi Waras - - - -
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT-8 EDISI 42 PERIODE 21 OKTOBER -5 NOVEMBER Luas Baku Sawah Kecamatan
Luas Sawah pada Fase Pertanaman Padi 1 Lampung 83.784 9.961 12.011 14.294 21.884 40.621 37.053 12.291 32.608 138.154 269.372 2 Bandar Lampung 240 22 23 49 104 105 87 22 24 390 688 3 Bumi Waras - - - -
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT-8 EDISI 43 PERIODE 6-21 NOVEMBER Luas Baku Sawah Kecamatan
Luas Sawah pada Fase Pertanaman Padi 1 Lampung 98.044 9.936 9.589 12.192 13.910 33.585 30.594 23.677 32.499 123.547 269.462 2 Bandar Lampung 284 25 21 18 43 89 103 35 53 309 686 3 Bumi Waras - - - - -
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT-8 EDISI 51 PERIODE MARET Luas Baku Sawah Kecamatan
Luas Sawah pada Fase Pertanaman Padi 1 Lampung 99.056 9.461 7.853 10.523 12.943 28.283 32.490 23.119 41.117 115.211 269.132 2 Bandar Lampung 234 25 10 18 30 109 120 42 97 329 685 3 Bumi Waras - - - - -
Lampiran I.18 PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014
Lampiran I.8 00/Kpts/KPU/TAHUN 0 9 MARET 0 ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 0 PROVINSI No DAERAH PEMILIHAN JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KURSI DP Meliputi Kab/Kota. KOTA
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT 8 EDISI 29 PERIODE 27 MARET - 11 APRIL Luas Baku Sawah Kecamatan
1 Lampung 85.680 23.916 20.362 11.113 14.062 23.401 26.893 20.334 36.044 116.165 268668 2 Bandar Lampung 164 8 30 28 34 111 108 101 100 412 691 3 Bumi Waras - - - - - - - - - - 0 4 Enggal - - - - - - -
BUPATI TANGGAMUS PERATURAN BUPATI TANGGAMUS NOMOR : 05 TAHUN 2013 TENTANG
BUPATI TANGGAMUS PERATURAN BUPATI TANGGAMUS NOMOR : 05 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI NOMOR 39 TAHUN 2012 TENTANG PENJABARAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2013
Coding Kota / Kabupaten Kecamatan
BIAYA PENERUS TRUCKING KE LAMPUNG 2015 Coding Kota / Kabupaten Kecamatan TKG10000 Kota Bandar Lampung TKG10032 Kota Bandar Lampung TKG10033 Kota Bandar Lampung TKG10034 Kota Bandar Lampung TKG10035 Kota
KOMISI PEMILIHAN UMUM KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM. NOMOR : 430/Kpts/KPU/TAHUN 2009 TENTANG
KOMISI PEMILIHAN UMUM KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR : 430/Kpts/KPU/TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN TERHADAP KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR : 161/SK/KPU/TAHUN 2008 TENTANG PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN,
PEMERINTAH KABUPATEN TANGGAMUS
PEMERINTAH KABUPATEN TANGGAMUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGGAMUS NOMOR : 07 TAHUN 2006 TENTANG PENETAPAN PEKON TANJUNG AGUNG KECAMATAN PEMATANG SAWA KEDALAM WILAYAH KERJA KECAMATAN KOTA AGUNG BARAT
DAFTAR PESERTA SELEKSI AKTIF PENDAMPING LOKAL DESA KABUPATEN TANGGAMUS PROVINSI LAMPUNG
DAFTAR PESERTA SELEKSI AKTIF PENDAMPING LOKAL DESA KABUPATEN TANGGAMUS PROVINSI LAMPUNG No Nama Jenis Kelamin (L/P) 1 ABDUL MARLIS L PEKON GISTING BAWAH, GISTING 2 ADE SETRA L PEKONDOH, CUKUH BALAK 3 AGUS
KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN
KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN Letak dan Administrasi Wilayah Kabupaten Tanggamus terbentuk sebagai wilayah kabupaten pada tanggal 21 Maret 1997 dengan Ibukota Kota Agung. Berdasarkan letak geografis,
DATA DASAR PUSKESMAS PROVINSI LAMPUNG
DATA DASAR PUSKESMAS PROVINSI LAMPUNG KONDISI DESEMBER 2015 KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA, 2016 JUMLAH PUSKESMAS MENURUT KABUPATEN/KOTA KEADAAN 31 DESEMBER 2015 PROVINSI LAMPUNG KODE
I. KECAMATAN : KOTABUMI KOTA
Lampiran II : Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Kotabumi Nomor : W8-A5/ 98 /KU.04.2/ I /2013 Tanggal : 2 JANUARI 2013 Tentang : RADIUS DAN BESARNYA BIAYA SATU KALI PANGGILAN / PEMBERITAHUAN I. KECAMATAN
1. Kecamatan Balik Bukit
Lampiran II : SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA KRUI NOMOR : W8-A4/ /KU.04.2/I/2015 TANGGAL : 2 Januari 2015 1. Kecamatan Balik Bukit 1 Pasar Liwa a. Pasar Liwa I Rp 50,000 b. Pantau I Rp 50,000 2
1. Kecamatan Balik Bukit
Lampiran II : SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA KRUI Nomor : W8-A4/61/Hk.05/I/2016 Tanggal : 04 Januari 2016 1. Kecamatan Balik Bukit 1 Pasar Liwa a. Pasar Liwa I Rp 50.000 b. Pantau I Rp 50.000 2
DATA DASAR PUSKESMAS PROVINSI LAMPUNG
DATA DASAR PROVINSI LAMPUNG KONDISI DESEMBER 2014 KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA, 2015 JUMLAH MENURUT KABUPATEN/KOTA (KEADAAN 31 DESEMBER 2014) PROVINSI LAMPUNG KAB/KOTA RAWAT INAP NON
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT 8 PERIODE 5-20 DESEMBER Tanam (1-3 HST) Vegetatif 1 (4-20 HST)
1 Lampung 114.758 6.257 14.029 6.545 10.960 16.849 23.622 21.616 50.109 264.745 2 Bandar lampung 405 18 48 22 31 51 147 183 197 1.102 3 Kedaton 9 - - - - 2 1 2 3 17 4 Kemiling 12 - - 1-3 3 5 11 35 5 Panjang
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT 8 EDISI I PERIODE 6-21 JANUARI Tanam (1-3 HST) Vegetatif 1 (4-20 HST)
1 Lampung 113.865 22.483 40.479 10.039 6.921 17.221 16.217 14.421 24.378 266.024 2 Bandar lampung 262 83 76 46 79 219 173 82 85 1.105 3 Kedaton 5 2 1 1 1 2 4 2 1 19 4 Kemiling 15 2 1 - - 5 7 3 3 36 5 Panjang
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT 8 PERIODE 21 DESEMBER - 5 JANUARI 2016 Luas Sawah pada Fase Pertanaman Padi (Ha)
1 Lampung 122.867 9.599 26.307 5.989 8.033 16.699 18.959 17.170 40.605 266.228 2 Bandar lampung 406 34 133 18 93 138 48 95 110 1.075 3 Kedaton 7-2 - 1 2 1-2 15 4 Kemiling 12 1 4-1 2 4 1 8 33 5 Panjang
I. KECAMATAN : KOTABUMI KOTA
Lampiran II : Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Kotabumi Nomor : W8-A5/ 12 /KU.04.2/ II /2014 Tanggal : 04 FebruariI 2014 Tentang : RADIUS DAN BESARNYA BIAYA SATU KALI PANGGILAN / PEMBERITAHUAN I.
BAB 5: BUKU PUTI SANITASI KOTA BANJARBARU 5.1 AREA BERESIKO SANITASI. Hal 5-1
BAB 5: Hal 5-5. AREA BERESIKO SANITASI Penetapan area beresiko sanitasi di Kota Banjarbaru didapatkan dari kompilasi hasil skoring terhadap data sekunder sanitasi, hasil studi EHRA dan persepsi SKPD terkait
BAB. V Indikasi Permasalahan dan Posisi Pengelolaan Sanitasi Kabupaten Jembrana
BAB. V Indikasi Permasalahan dan Posisi Pengelolaan Sanitasi Kabupaten Jembrana 5.1. Area Berisiko Sanitasi Pemetaan Kelurahan dan Desa beresiko dilakukan untuk mendapatkan 4 klasifikasi kelurahan, berdasarkan
I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang cukup berpengaruh
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang cukup berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sektor ini memiliki share sebesar 14,9 % pada
1. Kecamatan Balik Bukit
Lampiran II : SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA KRUI NOMOR : W8-A4/ 73 /HK.05/I/2014 TANGGAL : 2 Januari 2014 1. Kecamatan Balik Bukit 1 Pasar Liwa a. Pasar Liwa I Rp 50.000 b. Pantau I Rp 50.000
I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian di Indonesia masih memegang peranan penting dari keseluruhan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Sektor pertanian di Indonesia masih memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Hal ini dapat ditunjukkan dari banyaknya penduduk dan tenaga
Buku Putih Sanitasi 2013
BAB V INDIKASI PERMASALAHAN DAN POSISI PENGELOLAAN SANITASI Pengelolaan sanitasi meliputi antara lain pengelolaan air bersih, sampah, limbah dan drainase lingkungan yang berkaitan langsung dengan kualitas
BUPATI TANGGAMUS PROVINSI LAMPUNG
BUPATI TANGGAMUS PROVINSI LAMPUNG PERATURAN BUPATI TANGGAMUS NOMOR : 17 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR BELANJA DI PEKON DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANGGAMUS, Menimbang : a. bahwa dalam rangka
08. ACUAN PENETAPAN REKOMENDASI PUPUK N, P, DAN K PADA LAHAN SAWAH SPESIFIK LOKASI (PER KECAMATAN) PROVINSI LAMPUNG
08. ACUAN PENETAPAN REKOMENDASI PUPUK N, P, DAN K PADA LAHAN SAWAH SPESIFIK LOKASI (PER KECAMATAN) PROVINSI LAMPUNG 90 Acuan Rekomendasi Pupuk kg/ha) Kecamatan Tanpa bahan organik Dengan 5 ton jerami/ha
BAB 5 INDIKASI PERMASALAHAN DAN POSISI PENGELOLAAN SANITASI
BAB 5 INDIKASI PERMASALAHAN DAN POSISI PENGELOLAAN SANITASI 5.1 Area Berisiko Sanitasi Risiko sanitasi adalah terjadinya penurunan kualitas hidup, kesehatan, bangunan dan atau lingkungan akibat rendahnya
BAB 4 : PROGRAM PENGEMBANGAN SANITASI SAAT INI DAN YANG DIRENCANAKAN
BAB : PROGRAM PENGEMBANGAN SANITASI SAAT INI DAN YANG DIRENCANAKAN. Promosi Higiene dan Sanitasi (Prohisan) Rencana program dan pomosi higiene dan sanitasi untuk kabupaten tahun 0 antara lain : Sanitasi
Laporan Rekapitulasi Agenda Kegiatan Bhabinkamtibmas Polres Tanggamus. Hari Selasa Tanggal 28 Februari 2017
Laporan Rekapitulasi Agenda Kegiatan Bhabinkamtibmas Polres Tanggamus Hari Selasa Tanggal 28 Februari 2017 Bhabinkamtibmas, Pematang Sawa melaksanakan patroli dan sambnag dengan warga Pekon Pematang Sawa
1. Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, - Kelurahan/Desa Kedaton. - Kelurahan/Desa Perumnas Way Halim. - Kelurahan/Desa Labuhan Ratu
www.jasacleaningservice.id Jasa Sewa Toilet Portable sebagaimana kita ketahui Toilet Portable adalah peralatan praktis yang dapat di gunakan oleh sebagian orang khususnya yang menyelenggarakan acara besar
b. bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 132 ayat (2) Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 46 TAHUN 1999 TENTANG PEMBENTUKAN 6 (ENAM) KECAMATAN DI WILAYAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II LAMPUNG SELATAN DAN LAMPUNG TENGAH DALAM WILAYAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I LAMPUNG
APBD 2017 ALAMAT ANGGARAN REALISASI SISA , , ,00 a. Operasional Komando
REALISASI BELANJA HIBAH, BANTUAN SOSIAL, BELANJA BAGI HASIL KEPADA PEMERINTAH DESA/PEKON, BELANJA BANTUAN KEUANGAN KEPADA PEMERINTAH DESA/PEKON, BELANJA BANTUAN KEPADA PARTAI POLITIK, DAN BELANJA TAK TERDUGA
I. PENDAHULUAN. diarahkan untuk dapat sekaligus memecahkan masalah-masalah ekonomi
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sektor pertanian merupakan sektor yang penting dalam pembangunan nasional, yaitu sebagai dasar pembangunan sektor lainnya. Pembangunan nasional merupakan suatu proses yang
BUPATI TANGGAMUS PERATURAN BUPATI TANGGAMUS NOMOR : 15 TAHUN 2012 TENTANG
BUPATI TANGGAMUS PERATURAN BUPATI TANGGAMUS NOMOR : 15 TAHUN 2012 TENTANG KODE SURAT DINAS SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN TANGGAMUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
b. bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 132 ayat (2) Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah;
PP 46/1999, PEMBENTUKAN 6 (ENAM) KECAMATAN DI WILAYAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II LAMPUNG SELATAN DAN LAMPUNG TENGAH DALAM WILAYAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I LAMPUNG Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor:
BAB V Area Beresiko Sanitasi
BAB V Area Beresiko Sanitasi 6 BAB 5 Area Beresiko Sanitasi Buku Putih Sanitasi sangat penting bagi kabupaten dalam menetapkan prioritas wilayah pengembangan sanitasi yang meliputi pengelolaan air limbah,
Lokasi DPL KKN Periode Juli Agustus 2017
Bangka Bakam Bakam 5 Tim 10 Bone Belango Bone Bilolantuna 5 Tim Lampung Barat Balik Bukit Way Empulau Ulu 5 Priyambodo, M.Sc. Lampung Barat Balik Bukit Way Empulau Ulu 2 5 Priyambodo, M.Sc. Lampung Barat
IV. GAMBARAN UMUM. Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi
IV. GAMBARAN UMUM A. Gambaran Umum Daerah Penelitian 1. Kabupaten Tanggamus Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Lampung. Perkembangan Kabupaten Tanggamus dimulai
LAPORAN STUDI ENVIRONMENTAL HEALTH RISK ASSESSMENT (EHRA) KABUPATEN BANJARNEGARA. Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Banjarnegara
LAPORAN STUDI ENVIRONMENTAL HEALTH RISK ASSESSMENT (EHRA) KABUPATEN BANJARNEGARA Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara September 2011 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 1 DAFTAR TABEL...
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1982 TENTANG PERUBAHAN BATAS WILAYAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II TANJUNGKARANG-TELUKBETUNG
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1982 TENTANG PERUBAHAN BATAS WILAYAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II TANJUNGKARANG-TELUKBETUNG Menimbang : Presiden Republik Indonesia, a. bahwa perkembangan
BAB 5 BUKU PUTIH SANITASI 2013
BAB 5 INDIKASI PERMASALAHAN DAN POSISI PENGELOLAAN SANITASI Environmental Health Risk Assessment Study atau Studi EHRA adalah sebuah survey partisipatif yang bertujuan untuk memahami kondisi fasilitas
Laporan Rekapitulasi Agenda Kegiatan Bhabinkamtibmas Polres Tanggamus. Hari Rabu Tanggal 01 Maret 2017
Laporan Rekapitulasi Agenda Kegiatan Bhabinkamtibmas Polres Tanggamus Hari Rabu Tanggal 01 Maret 2017 Bhabinkamtibmas, Brigpol M. Manurung menghadiri acara lokakarya di Kec. Ulu Belu Kab. Tanggamus Bhabinkamtibmas,
NO. NO PESERTA NAMA PESERTA INSTANSI TEMPAT DAN TANGGAL LAHIR BIDANG STUDI
Hasil Pelaksanaan & Penilaian Pendidikan Latihan Profesi Guru () Sertifikasi Guru Rayon 107 Universitas Lampung Tahun 2012 Di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Kabupaten 1 12120602010319 SUFIATI
SINERGITAS CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) DENGAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG BAPPEDA PROVINSI LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG 2014
SINERGITAS CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) DENGAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG BAPPEDA PROVINSI LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG 2014 1. KABUPATEN LAMPUNG SELATAN - Rehabilitasi Rumah Tidak
L a p o r a n S t u d i E H R A K a b. T T U Hal. 1
Bab I PENDAHULUAN Studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) atau Studi Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan adalah sebuah survey partisipatif di tingkat Kabupaten/kota yang bertujuan untuk memahami
Bab 5: 5.1 AREA BERESIKO SANITASI
Bab 5: Survey EHRA oleh Enumurator DInas 5.1 AREA BERESIKO SANITASI Penetapan area beresiko sanitasi di Kota Banjarbaru didapatkan dari kompilasi hasil skoring terhadap data sekunder sanitasi, hasil studi
I. PENDAHULUAN. digambarkan secara optimal. Beberapa kegunaan peta antara lain untuk
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Peta merupakan alat untuk melakukan komunikasi antara pembuat peta dan pengguna peta, sehingga peta dapat menyajikan fungsi dan informasi dari obyek digambarkan
II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanggamus merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang
5 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Gambaran Umum Kabupaten Tanggamus 1. Deskripsi Kabupaten Tanggamus Tanggamus merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Lampung
PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG BARAT NOMOR 15 TAHUN 2000 T E N T A N G
PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG BARAT NOMOR 15 TAHUN 2000 T E N T A N G PEMBENTUKAN 8 (DELAPAN) KECAMATAN PEMBANTU MENJADI KECAMATAN DEFINITIF DALAM KABUPATEN LAMPUNG BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
G U B E R N U R L A M P U N G
G U B E R N U R L A M P U N G KEPUTUSAN GUBERNUR LAMPUNG NOMOR : G / 165 / II.08 / HK / 2009 TENTANG PEMBENTUKAN TIM KOORDINASI PELAKSANAAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PERDESAAN
Laporan Rekapitulasi Agenda Kegiatan Bhabinkamtibmas Polres Tanggamus. Hari Senin Tanggal 20 Februari 2017
Laporan Rekapitulasi Agenda Kegiatan Bhabinkamtibmas Polres Tanggamus Hari Senin Tanggal 20 Februari 2017 Bhabinkamtibmas, Aipda Febri laksanakan sambang dan dialog dengan warga peon binaan di Kec. Limau
BAB 5. Buku Putih Sanitasi Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014
BAB 5 Area Berisiko Sanitasi Bab ini menyajikan hasil kegiatan penetapan area berisiko sanitasi dan hasil analisis posisi pengelolaan sanitasi saat ini dan penyebab risiko utama di masing-masing area berisiko.
berdasarkan data primer, dalam hal ini hasil studi EHRA.
5 Risiko sanitasi adalah terjadinya penurunan kualitas hidup, kesehatan, bangunan dan atau lingkungan akibat rendahnya akses terhadap layanan sektor sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat. Adapun
I. PENDAHULUAN. Dalam rangka peningkatan produksi pertanian Indonesia pada periode lima
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Perumusan Masalah Dalam rangka peningkatan produksi pertanian Indonesia pada periode lima tahun ke depan (2010-2014), Kementerian Pertanian akan lebih fokus pada
Laporan Rekapitulasi Agenda Kegiatan Bhabinkamtibmas Polres Tanggamus. Hari Kamis Tanggal 26 Januari 2017
Laporan Rekapitulasi Agenda Kegiatan Bhabinkamtibmas Polres Tanggamus Hari Kamis Tanggal 26 Januari 2017 Bhabinkamtibmas Brigpol Akbar menghadiri acara sosialaisasi da monitoring SNV WC Sehat di Kec. Talanag
Laporan Rekapitulasi Agenda Kegiatan Bhabinkamtibmas Polres Tanggamus. Hari Sabtu Tanggal 25 Maret 2017
Laporan Rekapitulasi Agenda Kegiatan Bhabinkamtibmas Polres Tanggamus Hari Sabtu Tanggal 25 Maret 2017 Bhabinkamtibmas, Brigpol Edy, laksanakan sambang dengan dirut Bumdes Seat Jaya di pekon Sukanegri
KODE DAN DATA WILAYAH ADMINISTRASI PEMERINTAHAN PROVINSI LAMPUNG
KODE DAN DATA ADMINISTRASI PEMERINTAHAN PROVINSI LAMPUNG K O D E UPATEN / (Km) LAMPUNG.0. LAMPUNG SELATAN 00,..0 Termasuk Jumlah Penduduk Kab. Pesawaran (Kab. Pemekaran) Padang Cermin Menjadi wil. Kab.
STUDI ENVIRONMENTAL HEALTH RISK ASSESSMENT (EHRA) KOTA BONTANG TAHUN 2015
STUDI ENVIRONMENTAL HEALTH RISK ASSESSMENT (EHRA) KOTA BONTANG TAHUN 2015 KELOMPOK KERJA (POKJA) SANITASI KOTA BONTANG BAB I PENDAHULUAN Studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) atau Studi Penilaian
BUKU PUTIH SANITASI (BPS) Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Banggai
Risiko sanitasi adalah terjadinya penurunan kualitas hidup, kesehatan, bangunan dan atau lingkungan akibat rendahnya akses terhadap layanan sektor sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat. Maksud dilakukannya
I. PENDAHULUAN. Eksistensi pertanian pun perlu dijaga untuk dapat menjawab tantangan di masa
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sektor pertanian adalah sektor penting dalam kehidupan manusia. Pertanian tidak hanya menunjang kebutuhan pangan masyarakat namun juga banyak hal seperti, bahan baku
Laporan Rekapitulasi Agenda Kegiatan Bhabinkamtibmas Polres Tanggamus. Hari Senin Tanggal 06 Maret 2017
Laporan Rekapitulasi Agenda Kegiatan Bhabinkamtibmas Polres Tanggamus Hari Senin Tanggal 06 Maret 2017 Bhabinkamtibmas, Bripka Indra, laksanakan sambang dan dialog dengan warga pekon Kota Waringin Kec.
BAB IV. GAMBARAN UMUM. Kota Bandar Lampung merupakan Ibu Kota Provinsi Lampung. Oleh karena itu,
BAB IV. GAMBARAN UMUM A. Gambaran Umum Kota Bandar Lampung 1. Profil Wilayah Kota Bandar Lampung Kota Bandar Lampung merupakan Ibu Kota Provinsi Lampung. Oleh karena itu, selain merupakan pusat kegiatan
BAB 5 BUKU PUTIH SANITASI KOTA TERNATE BAB 5
Penentuan area berisiko berdasarkan tingkat resiko sanitasi dilakukan dengan menggunakan data sekunder, data primer hasil studi EHRA dan berdasarkan hasil penilaian oleh SKPD. Penentuan area berisiko berdasarkan
Gali/Penampungan Air Hujan); jumlah jamban; jumlah RT & RW, jumlah populasi atau
BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN PACITAN BAB V. INDIKASI PERMASALAHAN DAN POSISI PENGELOLAAN SANITASI 5.1 AREA BERESIKO SANITASI Penentuan area berisiko berdasarkan tingkat resiko sanitasi dilakukan dengan
IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Lampung. Kabupaten Tanggamus secara geografis berada pada posisi
64 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Gambaran Umum Kabupaten Tangggamus 1. Keadaan Geografi Kabupaten Tanggamus Kabupaten Tanggamus adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Lampung. Kabupaten
LAPORAN STUDI EHRA POKJA SANITASI KABUPATEN WAY KANAN
LAPORAN STUDI EHRA POKJA SANITASI KABUPATEN WAY KANAN TAHUN 2014 LAPORAN STUDI ENVIRONMENTAL HEALTH RISK ASSESSMENT (EHRA) KABUPATEN WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN - 2014 D I S U S U N Kelompok Kerja
Lampiran 1 Data daerah rawan bencana dan penduduk daerah rawan bencana menurut pekon dan kecamatan di Kabupaten Lampung Barat
Lampiran 1 Data daerah rawan bencana dan penduduk daerah rawan bencana menurut pekon dan kecamatan di Kabupaten Lampung Barat No Kecamatan/Pekon Jenis Bencana Penduduk Intensitas Bencana Gempa Banjir Longsor
BAB 3 KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI
BAB 3 KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI 3.1 VISI DAN MISI SANITASI Visi pembangunan sanitasi Kota Bandar Lampung ditetapkan berdasarkan kondisi, isu permasalahan serta harapan yang diinginkan di masa mendatang.
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. BP3K Talang Padang terkait statusnya sebagai CoE harus memiliki kondisi
47 IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Kondisi Kantor BP3K Talang Padang BP3K Talang Padang terkait statusnya sebagai CoE harus memiliki kondisi kantor yang baik termasuk di dalamnya fasilitas sarana
