BUKU PANDUAN PRAKTIKUM ERGONOMI II
|
|
|
- Sukarno Hardja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BUKU PANDUAN PRAKTIKUM ERGONOMI II PROGRAM D4 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2015
2 BUKU PANDUAN PRAKTIKUM ERGONOMI II SEMESTER III TIM PENYUSUN : 1. Ipop Sjarifah, Dra., M.Si Ketua 2. Lusi Ismayenti, ST., M.Kes Anggota 3. Khotijah, SKM., M.Kes Anggota 4. Haris Setyawan, SKM., M.Kes Anggota 5. Ica Yuniar Sari, SST Anggota 6. Ervansyah Wahyu Utomo, SST Anggota PROGRAM D4 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
3 PERATURAN PRAKTIKUM 1. Semua mahasiswa wajib mengikuti rangkaian kegiatan praktikum yang telah dijadwalkan sebelumnya. 2. Apabila mahasiswa tidak bisa mengikuti rangkaian kegiatan praktikum, maka harus ada pemberitahuan secara lisan maupun tertulis serta wajib mengikuti di luar jadwal praktikum. 3. Setiap kegiatan praktikum semua mahasiswa wajib membawa kartu praktikum dan menandatangani daftar hadir sebagai bukti keikutsertaan. 4. Berpakaian rapi, sopan (baju berkrah & sepatu tertutup) dan datang tepat waktu. 5. Laporan wajib dikumpulkan maksimal 1 minggu setelah praktikum/praktek 6. Dilarang melakukan hal-hal yang mengganggu suasana ketika praktikum berlangsung dan merusak peralatan praktikum. 7. Kerusakan alat yang disebabkan mahasiswa atau kelompok, maka harus memperbaiki/mengganti alat tersebut. 8. Peraturan yang belum ditetapkan akan diatur dikemudian hari. 9. Bagi pelanggar peraturan akan dikenakan SANKSI yang berhubungan dengan nilai praktikum. 10. Peraturan akan tetap berlaku sampai adanya peraturan baru. Surakarta, Juli 2015 Kepala Program, Ipop Sjarifah, Dra.,M.Si NIP
4 PEDOMAN K3 UNTUK KEGIATAN PRAKTIKUM A. PENDAHULUAN Pada prinsipnya, untuk mewujudkan praktikum yang aman diperlukan partisipasi seluruh praktikan dan asisten pada praktikum yang bersangkutan. Dengan demikian, kepatuhan setiap praktikan terhadap uraian panduan pada bagian ini akan sangat membantu mewujudkan praktikum yang aman. B. PEDOMAN K3 DI LABORATORIUM 1. Potensi Bahaya a. Bahaya Listrik Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan : 1) Perhatikan dan pelajari tempat-tempat sumber listrik (stop kontak dan circuit breaker) dan cara menyala-matikannya. Jika melihat ada kerusakan yang berpotensi menimbulkan bahaya, laporkan pada asisten 2) Hindari daerah atau benda yang berpotensi menimbulkan bahaya listrik (sengatan listrik/ strum) secara tidak disengaja, misalnya kabel jala-jala yang terkelupas dll. 3) Tidak melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan bahaya listrik pada diri sendiri atau orang lain 4) Keringkan bagian tubuh yang basah karena, misalnya, keringat atau sisa air wudhu 5) Selalu waspada terhadap bahaya listrik pada setiap aktivitas praktikum Penanganan Jika terjadi Kecelakaan Akibat Bahaya Listrik Kecelakaan akibat bahaya listrik yang sering terjadi adalah tersengat arus listrik. Berikut ini adalah hal-hal yang harus diikuti praktikan jika hal itu terjadi: 1) Jangan panik 2) Matikan semua peralatan elektronik dan sumber listrik di meja masing-masing dan di meja praktikan yang tersengat arus listrik 3) Bantu praktikan yang tersengat arus listrik untuk melepaskan diri dari sumber listrik
5 4) Beritahukan dan minta bantuan asisten, praktikan lain dan orang di sekitar anda tentang terjadinya kecelakaan akibat bahaya listrik b. Bahaya Api Atau Panas Berlebih Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan : 1) Jangan membawa benda-benda mudah terbakar (korek api, gas dll.) ke dalam ruang praktikum bila tidak disyaratkan dalam modul praktikum 2) Jangan melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan api, percikan api atau panas yang berlebihan 3) Jangan melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan bahaya api atau panas berlebih pada diri sendiri atau orang lain 4) Selalu waspada terhadap bahaya api atau panas berlebih pada setiap aktivitas praktikum Penanganan Jika Terjadi Bahaya Api atau Panas Berlebih Berikut ini adalah hal-hal yang harus diikuti praktikan jika menghadapi bahaya api atau panas berlebih : 1) Jangan panik 2) Beritahukan dan minta bantuan asisten, praktikan lain dan orang di sekitar anda tentang terjadinya bahaya api atau panas berlebih 3) Matikan semua peralatan elektronik dan sumber listrik di meja masing-masing 4) Menjauh dari ruang praktikum c. Bahaya Benda Tajam Dan Logam Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan : 1) Dilarang membawa benda tajam (pisau, gunting dan sejenisnya) ke ruang praktikum bila tidak diperlukan untuk pelaksanaan percobaan 2) Dilarang memakai perhiasan dari logam misalnya cincin, kalung, gelang dll. 3) Hindari daerah, benda atau logam yang memiliki bagian tajam dan dapat melukai 4) Tidak melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan luka pada diri sendiri atau orang lain
6 Penanganan Terjadi Kecelakaan Akibat Benda Tajam 1) Jangan panik 2) Lakukan pertolongan pertama sesuai dengan prosedur P3K 3) Beritahukan dan minta bantuan praktikan lain atau asisten mengenai kejadian tersebut 2. Penggunaan Peralatan Praktikum Berikut ini adalah panduan yang harus dipatuhi ketika menggunakan alat-alat praktikum : 1) Sebelum menggunakan alat-alat praktikum, pahami petunjuk penggunaan alat tersebut/sop penggunaan alat. 2) Perhatikan dengan baik penjelasan dari Asisten mengenai cara mengoperasikan alat tersebut 3) Perhatikan dan patuhi peringatan (warning) yang biasa tertera pada badan alat 4) Pahami fungsi atau peruntukan alat-alat praktikum dan gunakanlah alatalat tersebut hanya untuk aktivitas yang sesuai fungsi atau peruntukannya. Menggunakan alat praktikum di luar fungsi atau peruntukannya dapat menimbulkan kerusakan pada alat tersebut dan bahaya keselamatan praktikan 5) Pahami jangkauan kerja alat-alat praktikum dan gunakanlah alat-alat tersebut sesuai jangkauan kerjanya. Menggunakan alat praktikum di luar jangkauan kerjanya dapat menimbulkan kerusakan pada alat tersebut dan bahaya keselamatan praktikan 6) Pastikan seluruh peralatan praktikum yang digunakan aman dari benda/logam tajam, api/panas berlebih atau lainnya yang dapat mengakibatkan kerusakan pada alat tersebut 7) Tidak melakukan aktifitas yang dapat menyebabkan kotor, coretan, goresan atau sejenisnya pada badan alat-alat praktikum yang digunakan.
7 C. PEDOMAN K3 PRAKTEK KUNJUNGAN 1. Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan a. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum melaksanakan praktek kunjungan perusahaan, antara lain : 1) Mahasiswa wajib mengikuti SAFETY INDUCTION yang diberikan pembimbing lapangan. 2) Mahasiswa wajib mematuhi seluruh peraturan yang ada di tempat praktek/perusahaan 3) Mahasiswa wajib membaca label dan MSDS yang tersedia. 4) Mahasiswa wajib mengetahui jalur evakuasi diri dan titik berkumpul jika ada keadaan darurat. 5) Mahasiswa wajib memakai APD yang ditentukan oleh pihak perusahaan/instansi praktek ketika memasuki area kerja. 6) Mahasiswa wajib mengikuti seluruh instruksi pembimbing Perusahaan. 7) Mahasiswa dilarang memotret/mengambil gambar ditempat praktek tanpa seizin pihak pembimbing. 8) Jika terjadi insiden mahasiswa wajib melaporkan kejadian insiden kepada pembimbing lapangan. 9) Jika terjadi keadaan darurat, mahasiswa hendaknya menyelamatkan diri sesuai jalur evakuasi yang ada di perusahaan. b. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat melaksanakan praktek kunjungan, antara lain : 1) Hindari daerah atau benda yang berpotensi menimbulkan bahaya listrik (sengatan listrik/ strum) secara tidak disengaja, misalnya kabel jala-jala yang terkelupas dll. 2) Tidak melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan bahaya listrik pada diri sendiri atau orang lain 3) Selalu waspada terhadap bahaya listrik pada setiap aktivitas praktikum/praktek 4) Jangan membawa benda-benda mudah terbakar (korek api, gas dll.) ke dalam ruang praktikum bila tidak disyaratkan dalam modul praktikum 5) Jangan melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan api, percikan api atau panas yang berlebihan
8 6) Jangan melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan bahaya api atau panas berlebih pada diri sendiri atau orang lain 7) Selalu waspada terhadap bahaya api atau panas berlebih pada setiap aktivitas praktikum 8) Dilarang membawa benda tajam (pisau, gunting dan sejenisnya) ke ruang praktikum bila tidak diperlukan untuk pelaksanaan percobaan 9) Tidak melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan luka pada diri sendiri atau orang lain c. Lain-Lain Jika terjadi insiden, mahasiswa harap langsung melapor ke asisten atau pembimbing lapangan D. SANKSI Pengabaian uraian panduan di atas dapat dikenakan sanksi tidak lulus mata kuliah praktikum/praktek yang bersangkutan. E. LAIN-LAIN Dilarang membawa makanan dan minuman ke dalam ruang praktikum Surakarta, Juli 2015 Kepala Program Ipop Sjarifah, Dra., M.Si NIP
9 KELELAHAN KERJA A. TUJUAN 1. Untuk mengetahui metode atau cara mengukur kelelahan kerja. 2. Untuk menganalisa hasil pengukuran kelelahan kerja. B. DASAR TEORI Kelelahan adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat. Kelelahan diatur secara sentral oleh otak. Pada susunan syaraf pusat terdapat sistem aktivasi (bersifat simpatis) dan inhibisi (bersifat parasimpatis). Istilah kelelahan biasanya menunjukkan kondisi yang berbeda-beda dari setiap individu, tetapi semuanya bermuara pada kehilangan efisiensi dan penurunan kapasitas kerja serta ketahanan tubuh. Kelelahan diklasifikasikan dalam dua jenis, yaitu kelelahan otot dan kelelahan umum. Kelelahan otot adalah merupakan tremor pada otot/perasaan nyeri pada otot. Sedang kelelahan umum biasanya ditandai dengan berkurangnya kemauan untuk bekerja yang disebabkan oleh karena monotoni; intensitas lamanya kerja fisik; keadaan lingkungan; sebab-sebab mental; status kesehatan dan keadaan gizi (Grandjean, 1993) Kelelahan di sini adalah aneka keadaan yang disertai penurunan efesiensi dan ketahanan dalam bekerja. Kelelahan kerja adalah perasaan lelah dan adanya penurunan kesiagaan (Grandjean, 1985). Lelah seperti itu mempunyai arti yang lebih luas dari pada kelelahan otot yang dirasakan sebagai sakit atau nyeri pada otototot, kelelahan seperti itu adalah kelelahan yang bersifat umum. Banyak definisi yang diberikan pada kelelahan ini tetapi secara garis besarnya dapat dikatakan bahwa kelelahan ini merupakan suatu pola yang timbul pada suatu keadaan, yang secara umum terjadi pada setiap individu, yang telah tidak sanggup lagi untuk melakukan aktifitasnya. Pada dasarnya pola ini ditimbulkan oleh dua hal, yaitu akibat kelelahan fisiologis (fisik dan kimia) dan akibat kelelahan psikologis (Mental dan fungsionil). Hal ini bisa bersifat obyektif (akibat perubahan performance) dan bisa bersifat subyektif (akibat perubahan dalam perasaan dan kesadaran).
10 Berdasarkan waktu terjadinya kelelahan, maka kelelahan dibedakan menjadi 2 yaitu : 1) Kelelahan Akut adalah kelelahan yang terjadi dengan cepat yang pada umumnya disebabkan oleh kerja suatu organ atau seluruh tubuh yang berlebihan. 2) Kelelahan Kronis adalah kelelahan yang terjadi bila kelelahan berlangsung setiap hari dan berkepanjangan (Grandjean dan Kogi, 1971). Gejala yang nampak jelas akibat kelelahan kronis antara lain : 1) Meningkatnya emosi dan rasa jengkel sehingga orang menjadi kurang toleran atau asosial terhadap orang lain. 2) Munculnya sikap apatis terhadap orang lain 3) Depresi berat, dan lain-lain. Berdasarkan penyebab terjadinya kelelahan, maka kelelahan dibedakan menjadi 2 yaitu : 1) Kelelahan fisiologis adalah kelelahan yang disebabkan oleh faktor fisik di tempat kerja antara lain oleh suhu dan kebisingan (Singleton, 1972). Dari segi fisiologis, tubuh manusia dianggap sebagai mesin yang mengkonsumsi bahan bakar dan memberikan out put berupa tenaga yang berguna untuk melaksanakan aktifitas sehari-hari. Kerja fisik yang continue dipengaruhi oleh faktor lingkungan fisik, misal : penerangan, kebisingan, panas dan suhu. 2) Kelelahan Psikologis adalah kelelahan yang disebabkan oleh faktor psikologis (Singleton, 1972). Kelelahan psikologis terjadi oleh adanya pengaruh diluar diri berupa tingkah laku atau perbuatan alam memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti suasana kerja, interaksid dengan sesama pekerja maupun dengan atasan. Berdasarkan proses terjadinya kelelahan, maka dibedakan menjadi : 1) Kelelahan Otot yaitu suatu penurunan kapasitas otot dalam bekerja akibat kontraksi yang berulang. Kontraksi otot yang berlangsung lama mnegakibatkan keadaan yang disebut kelelahan otot. Otot yang lelah menunjukkan kurangnya kekuatan, bertambahnya waktu kontraksi dan relaksasi, berkurangnya koordinasi serta otot menjadi gemetar. 2) Kelelahan Umum yaitu suatu perasaan yang menyebar yang disertai adanya penurunan kesiagaan dan kelambanan pada setiap aktivitas. Perasaan adanya kelelahan secara umum dapat ditandai dengan berbagai kondisi antara lain : lelah pada organ penglihatan (mata), mengantuk, stress (pikiran tegang) dan rasa
11 malas bekerja atau (circadium fatigue). Selain itu juga ditandai dengan motivasi kerja yang diakibatkan oleh kelelahan fisik dan psikis. Berpengaruh terhadap mekanisme-mekanisme di atas, baik secara sendirisendiri ataupun sekaligus. Kelelahan terjadi karena terkumpulnya produk-produk sisa dalam otot dan perdaran darah, dimana produk-produk sisa dalam otot. Dan peredaran darah, dimana produk-produk sisa ini bersifat bisa membatasi kelangsungan aktivitas otot atau mungkin bisa dikatakan bahwa produk sisa-sisa ini mempengaruhi serat-serat saraf dan sistem saraf pusat sehingga menyebabkan orang menjadi lambat bekerjanya jika sudah lelah. a. Penyebab Terjadinya Kelelahan Akibat Kerja Menurut Grandjean, 1995 penyebab terjadinya kelelahan kerja adalah sebagai berikut : 1) Intensitas dan lama kerja mental dan fisik. 2) Lingkungan : iklim, penerangan, kebisingan, getaran, dll. 3) Circadian Rhythm 4) Problem fisik : tanggung jawab, kekhawatiran konflik 5) Kenyerian dan kondisi kesehatan 6) Nutrisi. b. Gejala Kelelahan Kerja Menurut Gilmer (1966) dan Cameron (1973) menyebutkan bahwa gejala-gejala kelelahan adalah sebagai berikut : 1) Gejala yang mungkin berakibat pada pekerjaan seperti penurunan kesiagaan dan perhatian, penurunan dan hambatan persepsi, cara berpikir atau perbuatan anti social, tidak cocok dengan lingkungan, depresi, kurang tenaga, dan kehilangan inisiatif. 2) Gejala umum yang sering menyertai gejala-gejala diatas adalah sakit kepala, vertigo, gangguan fungsi paru dan jantung, kehilangan nafsu makan serta gangguan pencernaan. c. Penilaian Kelelahan Kerja Deteksi atau penilaian tentang kelelahan kerja dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain :
12 1) Kualitas dan kuantitas hasil kerja. Kualitas hasil kerja dapat dilihat pada prestasi kerja yang dinyatakan dalam banyaknya produksi persatuan waktu. Sedangkan kualitas kerja diperoleh dengan menilai kualitas pekerjaan seperti jumlah yang ditolak, kesalahan, kerusakan material dan lain-lain. 2) Pencatatan perasaan subyektif kelelahan kerja, yaitu dengan cara Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja (KAUPKK) 3) Pengukuran gelombang listrik pada otak dengan Electroenchepalography (EEG) 4) Uji psikomotor (Psycomotor test) dapat dilakukan dengan cara melibatkan fungsi persepsi, interprestasi dan reaksi motor dengan menggunakan alat digital reaction timer dan flicker fussion 5) Uji Mental, pada metode ini konsentrasi merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menguji ketelitian dan kecepatan dalam menyelesaikan pekerjaan. Bourdon Wiersman test merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk menguji kecepatan, ketelitian dan konsentrasi. C. PERALATAN Alat yang digunakan adalah Reaction Timer (pengukuran kelelahan dengan menggunakan waktu reaksi). Waktu reaksi adalah waktu yang terjadi antara pemberian rangsang tunggal sampai timbulnya respons terhadap rangsang tersebut. Rangsang yang digunakan pada alat ini berupa cahaya dan suara. Satuan waktu reaksi adalah milidetik. D. CARA KERJA ALAT 1. Periksa baterai dengan memasang adaptor pada stop kontak, lalu alat di ON kan. 2. Pastikan angka pada display menunjukan 000,0 jika belum tekan tombol reset. 3. Untuk menilai dengan sensor cahaya, maka tekan tombol untuk sensor cahaya. 4. Operator siap untuk menekan saklar rangsang cahaya demikian juga probandus siap melihat lampu pada alat. 5. Operator menekan saklar sensor cahaya, probandus secepatnya menekan saklar OFF, untuk sensor cahaya apabila melihat cahaya lampu. 6. Untuk menilai dengan suara maka tekan tombol untuk sensor suara.
13 7. Cara pemeriksaan untuk sensor suara adalah sama dengan cara sensor cahaya, hanya saja probandus siap untuk mendengar suara dari alat 8. Pemeriksaan di lakukan sebanyak 20 kali, dengan catatan pemeriksaan nomor 1-5 dan nomor dihilangkan karena 1-5 adalah dalam taraf penyesuaian alat dan nomor dianggap tingkat kejenuhan mulai muncul. Perlu diperhatikan agar hasil lebih akurat : a. Pemberian rangsang tidak kontinyu. b. Jarak maksimal sumber rangsang dengan subyek yang diperiksa maksimum 0,5 m. c. Konsentrasi subyek hanya pada sumber rangsang (tidak boleh melihat maupun pemeriksa). d. Waktu reaksi yang digunakan dapat keduanya atau hanya salah satu (suara atau cahaya saja). E. INTERPRETASI HASIL Kelelahan dapat diklasifikasikan berdasarkan rentang atau range waktu reaksi sebagai berikut : Normal (N) Kelelahan Kerja Ringan (Kkr) Kelalahan Kerja Sedang (Kks) Kelelahan Kerja Berat (Kkb) : waktu reaksi 150,0 240,0 mili detik : waktu reaksi 240,0 < x < 410, 0 mili detik : waktu reaksi 410,0 x < 580,0 mili detik : waktu reaksi 580, 0 mili detik Sumber : Balai Hiperkes dan Keselmatan Kerja tahun 2010
14 LAMPIRAN 1 KRITERIA PENILAIAN PRETEST/POSTEST PROGRAM D4 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA FK UNIVERSITAS SEBELAS MARET TAHUN 2015 KRITERIA PENILAIAN KEDISIPLINAN KETERLAMBATAN KEDATANGAN (MENIT) PENAMPILAN NILAI PRETEST/POSTEST Rapi Kurang Rapi Tidak Rapi Nilai : Kedispilinan (bobot 1) + Penampilan (bobot 1) + Nilai Tes (bobot 2) 4 KETERANGAN : 1. Kedisiplinan adalah keterlambatan kedatangan dihitung per 15 menit. 2. Penampilan a. Rapi : Jika peserta mengenakan baju/kemeja berkerah, celana panjang dan sepatu dengan rapi b. Kurang Rapi : Jika sebagian atribut peserta tidak sesuai dengan yang di jelaskan di point RAPI (memakai kaos berkerah atau sepatu sandal) c. Tidak Rapi : Jika peserta tidak mengenakan sepatu, tidak mengenakan baju berkerah (kaos), dan tidak mengenakan celana panjang 3. Nilai Pretes/Postest adalah nilai yang diperoleh mahasiswa setelah melaksanakan Pretest/Postest.
15 KRITERIA PENILAIAN PRAKTIKUM PROGRAM D4 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA FK UNIVERSITAS SEBELAS MARET TAHUN 2014 KEDISIPLINAN KRITERIA PENILAIAN KETERLAMBATAN KEDATANGAN (MENIT) PENAMPILAN KEAKTIFAN TINGKAT PEMAHAMAN Rapi 85 Aktif 85 Sangat baik Kurang Rapi 65 Kurang Aktif 65 Baik Tidak Rapi 25 Tidak Aktif 25 Sedang Kurang Nilai Praktek : Kedisiplin an( bobot1) Penampilan (bobot1) Keaktifan (bobot1) TingkatPemahaman ( bobot2) 5 KETERANGAN : 1. Kedisiplinan adalah keterlambatan kedatangan dihitung per 15 menit 2. Penampilan a. Rapi : Jika peserta mengenakan baju/kemeja berkerah, celana panjang dan sepatu dengan rapi b. Kurang Rapi : Jika sebagian atribut peserta tidak sesuai dengan yang di jelaskan di point RAPI (memakai kaos berkerah atau sepatu sandal) c. Tidak Rapi : Jika peserta tidak mengenakan sepatu, tidak mengenakan baju berkerah (kaos), dan tidak mengenakan celana panjang
16 3. Keaktifan a. Aktif : Jika praktikan 80% berperan aktif dalam kegiatan praktikum dari awal sampai akhir b. Kurang Aktif : Jika praktikan 60% - 80% berperan aktif dalam kegiatan praktikum dari awal sampai akhir c. Tidak Aktif : Jika praktikan 0% - 60% berperan aktif dalam kegiatan praktikum dari awal sampai akhir 4. Tingkat Pemahaman a. Sangat Baik : Jika peserta dapat menjawab pertanyaan asisten sebanyak 100% b. Baik : Jika peserta dapat menjawab pertanyaan asisten sebanyak 80% c. Sedang : Jika peserta dapat menjawab pertanyaan asisten sebanyak 60% d. Kurang : Jika peserta dapat menjawab pertanyaan asisten sebanyak 40%
17 KRITERIA PENILAIAN LAPORAN PROGRAM D4 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA FK UNIVERSITAS SEBELAS MARET TAHUN 2014 KRITERIA PENILAIAN Kesalahan Kedisplinan Jumlah Isi Format Hari Keterlambatan Lembar Ketajaman Analisa Pengumpulan Sangat Baik Baik Kurang Baik Salah > Tidak mengump ulkan Keterangan : Penilaian dilakukan setelah revisi pertama Kesalakan format adalah kesalahan penulisan yang tidak sesuai dengan pedoman format yang diberikan Kedisiplinan adalah keterlambatan hari pengumpulan laporan > Jumlah lembar adalah jumlah lembar laporan yang dikumpulkan Salah 0 mulai dari halaman depan hingga daftar pustaka semua 5. Isi adalah pembandingan antara hasil yang diperoleh dengan standar perundang-undangan dan teori yang sesuai referensi 6. Penilaian , adalah hasil penilaian prerogative asisten masingmasing Nilai Laporan : Kesalahanf ormat( bobot1) Kedisiplin an(bobot1) JumlahLembar(bobot1) Isi( bobot2) 5
18 KRITERIA PENILAIAN PRESENTASI PROGRAM DIPLOMA 4 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET TAHUN 2014 KRITERIA PENILAIAN PENAMPILAN KEAKTIFAN CARA PENYAMPAIAN TANYA JAWAB Rapi Aktif Sangat baik Jawab Benar Kurang Rapi Kurang Aktif Baik Jawab Kurang Benar Tidak Rapi 60 Tidak Aktif 60 Kurang 60 Jawab Salah 60 Tidak Menjawab 0 Nilai : Penampilan (bobot 1) + Keaktifan (bobot 1) + Cara Penyajian (bobot 1) + Tanya Jawab (bobot 2) 5 KETERANGAN : 1. Penampilan a. Rapi : Jika peserta mengenakan baju/kemeja berkerah, celana panjang dan sepatu dengan rapi. b. Kurang Rapi : Jika sebagian atribut peserta tidak sesuai dengan yang di jelaskan di point RAPI (memakai kaos berkerah atau sepatu sandal) c. Tidak Rapi : Jika peserta tidak mengenakan sepatu, tidak mengenakan baju berkerah (kaos), dan tidak mengenakan celana panjang 2. Keaktifan a. Aktif : Jika praktikan % berperan aktif dalam presentasi dari awal sampai akhir b. Kurang Aktif : Jika praktikan 60% - 74 % berperan aktif dalam presentasi dari awal sampai akhir c. Tidak Aktif : Jika praktikan 60 % berperan aktif dalam presentasi dari awal sampai akhir
19 3. Cara penyampaian a. Sangat Baik : Jika praktikan 1. Menyampaikan materi sesuai dengan tema, 2. Cara penyajian materi dengan bahasa yang benar, 3. Ketepatan menggunakan media dan ketepatan menggunakan waktu. b. Baik : Jika penyajian praktikan tidak sesuai dengan point Sangat rapi. c. Kurang : Jika praktikan tidak menjawab atau hanya menyampaikan satu dari point Sangat Baik. 4. Tanya Jawab a. Jawab Benar : Jika praktikan menjawab dengan benar % b. Jawab Kurang Benar : Jika praktikan menjawab dengan benar jawaban % c. Jawab Salah : Jika praktikan menjawab dengan kebenaran 60 % d. Tidak Menjawab : Jika praktikan tidak menjawab semua pertanyaan
20 KRITERIA PENILAIAN MAKALAH PROGRAM DIPLOMA 4 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET TAHUN 2015 KRITERIA PENILAIAN Kedisplinan Isi Hari Keterlambatan Jumlah Lembar Pengumpulan Ketajaman Analisa Sangat Baik Baik Kurang Baik Salah > Tidak mengumpulkan Keterangan : 1. Penilaian dilakukan setelah makalah dikumpulkan 2. Kedisiplinan adalah keterlambatan hari pengumpulan laporan 3. Jumlah lembar adalah jumlah lembar laporan yang dikumpulkan mulai dari halaman depan hingga daftar pustaka 4. Isi adalah pembandingan antara hasil yang diperoleh dengan standar perundang-undangan dan teori yang sesuai referensi 5. Penilaian , adalah hasil penilaian prerogative asisten masing-masing Nilai : Kedisiplin an(bobot1) JumlahLembar(bobot1) Isi( bobot2) 4
LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO
Doc. No : BO 4.EL-18 Page : 1 of 1 I. VISI Menjadi Laboratorium Teknik Elektro yang mampu mendukung pengembangan penelitian dan menghasilkan Sumber Daya Manusia yang berkompeten di Bidang Teknik Elektro
TUGAS MAKALAH PENERAPAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA LABORATORIUM NAMA : NURLAILATUL KHAIRIAH : 51402A0027
TUGAS MAKALAH PENERAPAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA LABORATORIUM NAMA : NURLAILATUL KHAIRIAH NIM : 51402A0027 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keberadaan laboratorium berperan sangat penting
STANDARD OPERATING PROCEDURES LABORATORIUM UNIVERSITAS FAJAR
SURAT KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS FAJAR Nomor : 007/SENAT-UNIFA/IX/2008 Tentang STANDARD OPERATING PROCEDURES LABORATORIUM UNIVERSITAS FAJAR MAKASSAR 2008 VISI DAN MISI LABORATORIUM VISI Menjadikan Laboratorium
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kelelahan 1. Pengertian Lelah Beberapa ahli mendefinisikan kelelahan kerja adalah : a. Kelelahan kerja ditandai oleh adanya perasaan lelah, output dan kondisi psikologis yang
PEDOMAN PENULISAN LAPORAN PRAKTIKUM
PEDOMAN PENULISAN LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM KADIRI KEDIRI PEDOMAN PENULISAN LAPORAN PRAKTIKUM Disusun oleh : Tim Laboratorium Teknik Elektro UNISKA
PRAKTIKUM TERINTEGRASI 1 JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
TATA TERTIB PRAKTIKUM 1. Praktikan diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan praktikum. 2. Praktikan diwajibkan hadir 15 menit sebelum pelaksanaan praktikum. 3. Praktikan diwajibkan mengikuti segala
PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM ET3100 PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 3: JARINGAN KOMPUTER
PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM ET3100 PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 3: JARINGAN KOMPUTER LABORATORIUM TELEMATIKA PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI SEKOLAH TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI
BUKU PANDUAN PRAKTIKUM KESEHATAN KERJA II
BUKU PANDUAN PRAKTIKUM KESEHATAN KERJA II PROGRAM D4 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2015 BUKU PANDUAN PRAKTIKUM KESEHATAN KERJA II SEMESTER III
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan metode cross-sectional dimana setiap subjek penelitian hanya di observasi satu kali dan
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dimana variabel
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik yaitu penelitian yang menjelaskan adanya perbedaan antara variabel-variabel melalui pungujian
BAB I PENDAHULUAN. Keselamatan kerja merupakan salah satu prasyarat yang ditetapkan dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keselamatan kerja merupakan salah satu prasyarat yang ditetapkan dalam hubungan ekonomi perdagangan barang dan jasa antar negara yang harus dipenuhi oleh seluruh negara
PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 2 ET 2200
PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 2 ET 2200 PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI SEKOLAH TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2016 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...
BAB I PENDAHULUAN. Temperature merupakan keadaan udara pada waktu dan tempat. pertukaran panas diantara tubuh dan lingkungan sekitar.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Temperature merupakan keadaan udara pada waktu dan tempat tertentu.temperature kerja panas merupakan meteorologi dari lingkungan kerja yang dapat disebabkan oleh gerakan
PELANGGARAN DAN SANKSI LABORATORIUM PERANCANGAN KERJA DAN ERGONOMI
PELANGGARAN DAN SANKSI LABORATORIUM PERANCANGAN KERJA DAN ERGONOMI Tingkat pelanggaran dan sanksinya Pelanggaran Ringan : Review Jurnal Internasional 5 Tahun Terakhir Tentang Ergonomi dalam Bentuk Hardcopy
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Pekerja Menurut Undang-undang Republik Indonesia No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan bahwa tenaga kerja merupakan setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan
BUKU PANDUAN PRAKTIKUM HIGENE INDUSTRI II
BUKU PANDUAN PRAKTIKUM HIGENE INDUSTRI II PROGRAM D4 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2015 BUKU PANDUAN PRAKTIKUM HIGENE INDUSTRI II SEMESTER III
SOP KEAMANAN, KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
SOP KEAMANAN, KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA TUJUAN Memelihara lingkungan kerja yang sehat. Mencegah, dan mengobati kecelakaan yang disebabkan akibat pekerjaan sewaktu bekerja. Mencegah dan mengobati
PERATURAN PRAKTIKUM PROSES MANUFAKTUR I
PERATURAN PRAKTIKUM PROSES MANUFAKTUR I A.Tata Tertib dan Sanksi Kegiatan Praktikum 1. Praktikan diharapkan hadir 15 menit sebelum pelaksanaan praktikum. 2. Praktikan harus memakai pakaian kerja (cattlepack)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. KELELAHAN 1. Pengertian Kelelahan Kelelahan merupakan suatu perasaan yang bersifat subjektif. Kelelahan adalah aneka keadaan yang disertai penurunan efisiensi dan kebutuhan dalam
ANDRIYANTI NIM : D
TUGAS AKHIR PENGUKURAN KELELAHAN DENGAN ALAT REACTION TIMER DAN PENGARUH KELELAHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA TENAGA KERJA BAGIAN PENJAHITAN (Studi Kasus : PT. PANJI DANANJAYA Sragen) Disusun dan Diajukan
BAB V PEMBAHASAN. saat penelitian dilakukan yang diukur dengan satuan tahun. Dalam
BAB V PEMBAHASAN A. Karakteristik Responden 1. Masa Kerja Masa kerja dihitung dari hari pertama masuk kerja sampai dengan saat penelitian dilakukan yang diukur dengan satuan tahun. Dalam penelitian ini
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Shift kerja mempunyai berbagai defenisi tetapi biasanya shift kerja disamakan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Shift Kerja 2.1.1 Defenisi Shift Kerja Shift kerja mempunyai berbagai defenisi tetapi biasanya shift kerja disamakan dengan pekerjaan yang dibentuk di luar jam kerja biasa (08.00-17.00).
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Defenisi Kelelahan Konsep mengenai kelelahan sering ditemui pada pengalaman pribadi, kata kelelahan digunakan untuk menunjukan kondisi yang berbeda yaitu semua yang menyebabkan
PETUNJUK DAN TATA TERTIB PELAKSANAAN ASISTENSI LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN SEMESTER GANJIL 2016 / 2017
PETUNJUK DAN TATA TERTIB PELAKSANAAN ASISTENSI LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN SEMESTER GANJIL 2016 / 2017 1. Kegiatan praktikum FDM diselenggarakan Setelah diadakannya Introduction. Jika tidak mengikuti
Tinjauan Umum & Tata Tertib
1 Kuliah Pendahuluan Lab Instruksional Teknik Kimia Tinjauan Umum & Tata Tertib Program Studi Teknik Kimia FTI ITB - 2016 Kedudukan dalam Kurikulum TK ITB Laboratorium Instruksional: 1. Kelanjutan dari
tenaga kerja yang sesuai dengan jenis pekerjaannya (Suma mur, 2014). organisasi atau pemegang jabatan dalam jangka waktu tertentu.
1. Beban Kerja a. Pengertian Beban Kerja Beban kerja adalah keadaan pekerja dimana dihadapkan pada tugas yang harus diselesaikan pada waktu tertentu. Beban kerja adalah beban yang ditanggung tenaga kerja
Perancangan Teknik Industri 3
Nama : NPM : Kelas : Kelompok : PANDUAN PRAKTIKUM Perancangan Teknik Industri 3 Disusun Guna Menunjang Praktikum Perancangan Teknik Industri 3 (Untuk Praktikan) Oleh: Asisten Laboratorium Perancangan Teknik
Kuliah Pendahuluan Lab Instruksional Teknik Kimia Tinjauan Umum & Tata Tertib. Koordinator: Dr. Ardiyan Harimawan
1 Kuliah Pendahuluan Lab Instruksional Teknik Kimia Tinjauan Umum & Tata Tertib Koordinator: Dr. Ardiyan Harimawan Kedudukan dalam Kurikulum Laboratorium Instruksional kelanjutan dari percobaan dasar:
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) LAYANAN LABORATORIUM E-GOVERNMENT SISTEM INFORMASI MANAJEMEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Standard Operating Prosedur (SOP) Laboratorium E-Government Kode/ No: SOP/FISIP/10 Tanggal: 10 Februari 2016 Revisi Ke: 1 Jumlah
Pengertian dan Ruang Lingkup Ergonomi : bahasa Yunani Ergon : kerja Nomos : peraturan/hukum - Arbeitswissenschaft di Jerman - Biotechnology di Skandin
ERGONOMI Pengertian dan Ruang Lingkup Ergonomi : bahasa Yunani Ergon : kerja Nomos : peraturan/hukum - Arbeitswissenschaft di Jerman - Biotechnology di Skandinavia - Human (factor) engineering atau Personal
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Ergonomi Kata ergonomi berasal dari bahasa Yunani: ergon (kerja) dan nomos (peraturan, hukum). Ergonomi adalah penerapan ilmu ilmu biologis tentang manusia bersama
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Kesadaran Menurut Hasibuan (2012:193), kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Menurut
BUKU PEDOMAN KESELAMATAN KERJA PRAKTEK MAHASISWA
BUKU PEDOMAN KESELAMATAN KERJA PRAKTEK MAHASISWA PROGRAM STUDI DIPLOMA III AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2016 KATA PENGANTAR Sesuai dengan Undang-Undang No. 1 tahun
BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN 7.1 Kesimpulan 1. Fasilitas Fisik saat ini yang ada pada ruangan motion capture adalah: Meja komputer Kursi komputer Pintu ruangan Kondisi fasilitas fisik yang tidak ergonomis
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. umum yang dimaksud dengan shift kerja adalah semua pengaturan jam kerja,
9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Shift Kerja 2.1.1 Definisi Shift Kerja Shift kerja mempunyai berbagai definisi tetapi biasanya shift kerja disamakan dengan pekerjaan yang dibentuk diluar jam kerja biasa
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. manusia berusaha mengambil manfaat materi yang tersedia. depan dan perubahan dalam arti pembaharuan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Definisi Sumber Daya Manusia Manusia sebagai sumber daya pada mulanya diartikan tenaga kerja manusia ditinjau secara fisiknya saja. Dengan kemampuan fisiknya manusia berusaha
PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA KOMUNIKASI PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 2 ET 2200 PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA KOMUNIKASI PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 2 ET 2200 NAMA : NIM : PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI SEKOLAH TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI
Perancangan Teknik Industri 2
Nama : NPM : Kelas : Kelompok : PANDUAN PRAKTIKUM Perancangan Teknik Industri 2 Disusun Guna Menunjang Praktikum Perancangan Teknik Industri 2 (Untuk Praktikan) Oleh: Asisten Laboratorium Perancangan Teknik
Perancangan Teknik Industri 3
Nama : NPM : Kelas : Kelompok : PANDUAN PRAKTIKUM Perancangan Teknik Industri 3 Disusun Guna Menunjang Praktikum Perancangan Teknik Industri 3 (Untuk Praktikan) Oleh: Asisten Laboratorium Perancangan Teknik
LOGO. Lingkungan Fisik Area Kerja
LOGO Lingkungan Fisik Area Kerja LOGO Identifikasi Lingkungan Kerja Fisik No Jenis Area Temperatur Kebisingan Pencahayaan Udara Ruang Gerak Lantai Dinding Atap 1 Buffer area 27-30 C 85 dba Tidak ada bau
BAB II LANDASAN TEORI. diambil pekerja dalam melakukan pekerjaan (Nurmianto, 2004). Terdapat 3 klasifikasi sikap dalam bekerja :
BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Postur Kerja Postur atau sikap kerja merupakan suatu tindakan yang diambil pekerja dalam melakukan pekerjaan (Nurmianto, 2004). Terdapat 3 klasifikasi sikap
MANUAL PROSEDUR OPERASIONAL LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
MANUAL PROSEDUR OPERASIONAL LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012 Manual Prosedur Operasional Laboratorium Komputasi dan Jaringan Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik
Organisasi Kerja. Solichul HA. BAKRI Ergonomi untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas ISBN:
Organisasi Kerja Solichul HA. BAKRI Ergonomi untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas ISBN: 979-98339-0-6 Organisasi Kerja Organisasi kerja terutama menyangkut waktu kerja; waktu istirahat;
TONGGIROH, ST. MT JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN SEPTEMBER,
PEDOMAN OPERASIONAL LABORATORIUM KIMIA Dr. ADI TONGGIROH, ST. MT JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN SEPTEMBER, 2014 Tujuan 1. Memberikan acuan bagi mahasiswa, dosen, asisten
Pengukuran Kelelahan Shift Kerja Pada Pekerja Pabrik Kelapa Sawit PT. BGR Jambi
Pengukuran Kelelahan Shift Kerja Pada Pekerja Pabrik Kelapa Sawit PT. BGR Jambi Diana Chandra Dewi 1, Julianus Hutabarat 2, Prima Vitasari 3 1,2,3) Program Studi Teknik Industri S-2, Pascasarjana, Institut
USER MANUAL M Last ref Nov 2015
USER MANUAL M301 Last ref Nov 2015 www.advanceproduct.com 0804 1 98 98 98 Terima kasih telah membeli Power Relax. Mohon membaca dan memperhatikan buku manual ini tentang petunjuk keamanan sebelum menggunakan
1. Peraturan Tata Tertib Kehidupan Kampus Dalam rangka menjaga ketertiban kampus, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan mahasiswa di lingkungan
TATA TERTIB KEHIDUPAN KAMPUS 1. Peraturan Tata Tertib Kehidupan Kampus Dalam rangka menjaga ketertiban kampus, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan mahasiswa di lingkungan kampus, yaitu : a. Merokok
Praktikum Elektronika Daya. Laboratorium Konversi Energi Listrik 2017
Praktikum Elektronika Daya Laboratorium Konversi Energi Listrik 2017 1 Deskprisi Mata Kuliah Kode Mata Kuliah ENEE606102 Kode Kurikulum 01.03.04.01-2016 Nama Mata Kuliah Nama Singkat Mata Kuliah Deskripsi
BAB IITINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA. A. Manajemen Sumberdaya Manusia Manajemen Sumberdaya Manusia adalah penarikan seleksi,
BAB IITINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA A. Manajemen Sumberdaya Manusia Manajemen Sumberdaya Manusia adalah penarikan seleksi, pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan sumberdaya manusia untuk mencapai
JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN LABORATORIUM KIMIA DAN BIOKIMIA STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) RUANG LINGKUP LABORATORIUM
RUANG LINGKUP LABORATORIUM Fungsi Pengertian Tugas dan Tanggung Jawab Wadah untuk melakukan praktik atau penerapan atas teori, penelitian dan pengembangan keilmuan di lingkungan Jurusan Teknologi Hasil
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) LAYANAN LABORATORIUM E-GOVERNMENT KEBIJAKAN PUBLIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Standard Operating Prosedur (SOP) Laboratorium E-Government Kode/ No: SOP/FISIP/09 Tanggal: 10 Februari 2016 Revisi Ke: 1 Jumlah
PANDUAN KESELAMATAN KERJA DAN PRAKTIKUM
PANDUAN KESELAMATAN KERJA DAN PRAKTIKUM D3 UNIVERSITAS BUDI LUHUR Buku Pedoman untuk Dosen Pengajar dan Mahasiswa Versi 2 (2012) Universitas Budi Luhur Jakarta PENDAHULUAN Panduan ini menjelaskan tentang
ALAT / MATERIAL / PROSES / LINGKUNGAN Halaman 2 Rp. PENJELASAN CEDERA / KERUSAKAN NAMA KORBAN / KOMPONEN (JIKA ADA) CEDERA / KERUSAKAN....... SKETSA KEJADIAN / DENAH / GAMBAR / FOTO SKETSA / DENAH / GAMBAR
RESPONSI PRAKTIKUM METODE NUMERIK. Laboratorium Komputasi Fisika FMIPA Unpad 2015
RESPONSI PRAKTIKUM METODE NUMERIK Fisika FMIPA Unpad 2015 TATA TERTIB PRAKTIKUM 1. Praktikan harus mengikuti praktikum sesuai jadwal yang ditetapkan. 2. Jika praktikan berhalangan hadir maka harus memberitahu
TATA TERTIB PESERTA PRAKTIKUM PENGENDALIAN DAN PENJAMINAN MUTU
TATA TERTIB PESERTA PRAKTIKUM PENGENDALIAN DAN PENJAMINAN MUTU A. Sebelum Praktikum 1. Praktikan dapat mengikuti praktikum apabila telah memenuhi syarat sebagai berikut: a. Terdaftar pada KRS untuk mata
PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II KI1201
PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II KI1201 Disusun Ulang Oleh: Dr. Deana Wahyuningrum Dr. Ihsanawati Dr. Irma Mulyani Dr. Mia Ledyastuti Dr. Rusnadi LABORATORIUM KIMIA DASAR PROGRAM TAHAP PERSIAPAN BERSAMA
BAB I PENDAHULUAN. sepanjang hari. Kehidupan manusia seolah tidak mengenal waktu istirahat. Dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi modern memungkinkan manusia untuk melakukan berbagai hal sepanjang hari. Kehidupan manusia seolah tidak mengenal waktu istirahat. Dalam masyarakat, dikenal
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Ergonomi a. Pengertian Ergonomi adalah ilmu, penerapan teknologi untuk menyerasikan atau menyeimbangkan antara segala fasilitas yang digunakan dengan baik dalam
SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 8. Penggunaan Alat Dan Bahan Laboratorium Latihan Soal 8.4
1. Cara aman membawa alat gelas adalah dengan... SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 8. Penggunaan Alat Dan Bahan Laboratorium Latihan Soal 8.4 Satu tangan Dua tangan Dua jari Lima jari Kunci Jawaban : B Alat-alat
PERATURAN DAN TATA TERTIB RUSUNAWA MAHASISWA UNIVERSITAS SRIWIJAYA
PERATURAN DAN TATA TERTIB RUSUNAWA MAHASISWA UNIVERSITAS SRIWIJAYA Tata Tertib Rusunawa Mahasiswa Universitas Sriwijaya 1 BAGIAN I PENDAHULUAN 1. Rusunawa adalah kawasan yang terdiri dari kamar - kamar
HALAMAN JUDUL PROSEDUR OPERASIONAL BAKU LABORATORIUM KIMIA
003/POB-LAB/JMP/2015 Revisi 1 Halaman 1 dari 9 LABORATORIUM KIMIA HALAMAN JUDUL PROSEDUR OPERASIONAL BAKU LABORATORIUM KIMIA PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2015 1
PERATURAN PSYCHE 2017
PERATURAN PSYCHE 2017 HIMPUNAN MAHASISWA PSIKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2017 TATA TERTIB PSYCHE 2017 A. Hak Peserta 1. Peserta berhak untuk mendapatkan perlakuan yang
USULAN PERBAIKAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BERDASARKAN METODE SWIFT PADA PT KRAKATAU STEEL DIVISI WIRE ROD MILL
USULAN PERBAIKAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BERDASARKAN METODE SWIFT PADA PT KRAKATAU STEEL DIVISI WIRE ROD MILL Retno Fitri Wulandari 36412165 SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN
BUKU PANDUAN PERATURAN LABORATORIUM LABDASAR. (edisi 4 November 2008)
BUKU PANDUAN PERATURAN LABORATORIUM LABDASAR (edisi 4 November 2008) 1 BAB PELAKSANAAN PRAKTIKUM 1. Praktikan diwajibkan untuk datang tepat waktu pada saat praktikum. 2. Sebelum praktikum berlangsung praktikan
Laboratorium Komputasi Dasar Ilmu Komputer PANDUAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM KOMPUTASI DASAR JURUSAN ILMU KOMPUTER
PANDUAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM KOMPUTASI DASAR JURUSAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS LAMPUNG 2017 PENDAHULUAN Bahwa agar fungsi Laboratorium komputer jurusan ilmu komputer Universitas
PEDOMAN PELAKSANAAN PRAKTIKUM LABORATORIUM KOMPUTASI STATISTIKA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA SEMESTER GENAP 2014/2015
PEDOMAN PELAKSANAAN PRAKTIKUM LABORATORIUM KOMPUTASI STATISTIKA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA SEMESTER GENAP 2014/2015 JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Atau Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan Penelitian ini adalah explanatory research, yaitu penelitian menjelaskan hubungan antara variabel-variabel yang telah
TATA TERTIB PRAKTIKUM PERANCANGAN SISTEM KERJA DAN ERGONOMI
TATA TERTIB PRAKTIKUM PERANCANGAN SISTEM KERJA DAN ERGONOMI A. SEBELUM PRAKTIKUM 1. Praktikan dapat mengikuti praktikum apabila telah memenuhi syarat sebagai berikut: a. Terdaftar pada KRS pada semester
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Di Indonesia telah ditetapkan lamanya waktu bekerja sehari maksimum
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di Indonesia telah ditetapkan lamanya waktu bekerja sehari maksimum adalah 8 jam kerja dan sebalikanya adalah waktu istirahat. Memeperpanjang waktu kerja lebih dari
PRAKTIKUM KONVERTER DC-DC CHOPPER
PANDUAN PRAKTIKUM PRAKTIKUM KONVERTER DC-DC CHOPPER LABORATORIUM TEKNIK TENAGA LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA TATA TERTIB/KETENTUAN P R A K T
BAB II KAJIAN PUSTAKA
10 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kelelahan Kerja 1. Definisi Kelelahan Kerja Salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak. Semua gerak dan kesibukan manusia mempunyai arti bagi mereka. Apabila dalam beberapa
01FDSK. Persepsi Bentuk. Denta Mandra Pradipta Budiastomo, S.Ds, M.Si.
Modul ke: Persepsi Bentuk Fakultas 01FDSK Penjelasan mengenai kontrak perkuliahan yang didalamnya dijelaskan mengenai tata tertib, teknis, serta bahan untuk perkuliahan di Universitas Mercu Buana Denta
Pendidikan Pancasila
Modul ke: Pendidikan Pancasila Kontrak Perkuliahan Fakultas Gunawan Wibisono SH MSi Program Studi PERKENALAN DOSEN Nama: Gunawan Wibisono SH MSi HP: 081398511963 PEMILIHAN KETUA KELAS KONTRAK PERKULIAHAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menurut Widodo (2015:234), Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia
PANDUAN PRAKTIKUM PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI 4. Nama : NPM : Kelas : Kelompok : Oleh: Asisten Laboratorium. Perancangan Teknik Industri 4
Nama : NPM : Kelas : Kelompok : PANDUAN PRAKTIKUM PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI 4 Oleh: Asisten Laboratorium Perancangan Teknik Industri 4 PTA 2017/2018 Disusun Guna Menunjang Praktikum Perancangan Teknik
BAB I PENDAHULUAN. remote control, komputer, lift, escalator dan peralatan canggih lainnya
16 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era globalisasi yang semakin berkembang dan peningkatan berbagai macam teknologi yang memudahkan semua kegiatan, seperti diciptakannya remote control, komputer,
1. Setiap penggunaan alat dan laboratorium harus diketahui teknisi/laboran atas izin kepala lab atau penanggung jawab praktikum.
Contoh Prosedur Peminjaman Alat/Laboratorium 1. Setiap penggunaan alat dan laboratorium harus diketahui teknisi/laboran atas izin kepala lab atau penanggung jawab praktikum. 2. Setiap mahasiswa yang melakukan
INSTRUKSI KERJA ALAT HOTPLATE AND STIRER IKA C-MAG HS7
INSTRUKSI KERJA ALAT HOTPLATE AND STIRER IKA C-MAG HS7 Laboratorium Sains Jurusan Teknik Kimia Universitas Brawijaya Malang 2016 Instruksi Kerja Hotplate And Stirer IKA C-Mag HS 7 Laboratorium Sains Jurusan
PENYELESAIAN MASALAH MESIN CUCI DUA TABUNG TROUBLE SHOOTING WASHING MACHINE TWIN TUBE
PENYELESAIAN MASALAH MESIN CUCI DUA TABUNG Trouble shooting Page Mesin cuci tidak menyala/mati total Apakah ada aliran listrik pada stop kontak? Periksa aliran listrik di rumah anda atau ganti stop kontak.
Pelatihan Sistem PLTS Maret PELATIHAN SISTEM PLTS PROTEKSI DAN KESELAMATAN KERJA Serpong, Maret Oleh: Fariz M.
PELATIHAN SISTEM PLTS PROTEKSI DAN KESELAMATAN KERJA Serpong, 24-26 Maret 2015 Oleh: Fariz M. Rizanulhaq Balai Besar Teknologi Energi (B2TE) TUJUAN DAN SASARAN Peserta memahami berbagai macam alat proteksi
Pendidikan Pancasila
Modul ke: 01Fakultas Pendidikan Pancasila Kontrak Perkuliahan Gunawan Wibisono SH MSi Program Studi PERKENALAN DOSEN Nama: Gunawan Wibisono SH MSi PEMILIHAN KETUA KELAS KONTRAK PERKULIAHAN PENDIDIKAN PANCASILA
PENYELESAIAN MASALAH MESIN CUCI DUA TABUNG QW-870XT QW-871XT TROUBLE SHOOTING WASHING MACHINE TWIN TUBE
PENYELESAIAN MASALAH MESIN CUCI DUA TABUNG QW-870XT QW-87XT Trouble shooting Page Mesin cuci tidak menyala/mati total Apakah ada aliran listrik pada stop kontak? Periksa aliran listrik di rumah anda atau
BAB 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kelelahan 1. Pengertian Kelelahan Kelelahan menunjukkan keadaan yang berbeda-beda, tetapi semuanya berakibat kepada pengurangan kapasitas kerja dan ketahanan tubuh. Kelelahan
Penuntun Praktikum Logam Transisi & Kimia Koordinasi (KI3231)
Logam Transisi & Kimia Koordinasi (KI3231) Disusun ulang oleh: Aep Patah, Ph.D Irma Mulyani, Ph.D Dr. Eng. Yessi Permana Ratih Fauziah, M.Si Ela Laelasari, S.Pd Ifam Hernandi, A.Md Laboratorium Kimia Anorganik
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Kompetensi Kejuruan Program Keahlian : Otomotif Perbaikan Kendaraan Ringan Kelas / Semester : XI / II Standar Kompetensi : Melaksanakan Prosedur Pengelasan,
BAB I PENDAHULUAN. Bekerja adalah penggunaan tenaga dan penggunaan bagian tubuh seperti tangan
BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG Organisasi atau perusahaan merupakan sebuah tempat dimana pekerja merupakan salah satu bagian penting dalam kesuksesan sebuah perusahaan. Bekerja adalah penggunaan tenaga
FISIOLOGI DAN PENGUKURAN KERJA
FISIOLOGI DAN PENGUKURAN KERJA tutorial 11 LINGKUNGAN KERJA FISIK 2 Prodi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Tahun Ajaran 2016/2017 www.labdske-uii.com Lingkungan Kerja
BAB I PENDAHULUAN. kesadaran dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud kesehatan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2010 adalah meningkatkan kesadaran dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud kesehatan masyarakat
NAPPING DALAM KEPERAWATAN / KESEHATAN. Elly Nurachmah Departmen Keperawatan Medikal Bedah - FIKUI
NAPPING DALAM KEPERAWATAN / KESEHATAN Elly Nurachmah Departmen Keperawatan Medikal Bedah - FIKUI Prinsip Perawat digaji untuk bekerja bukan untuk tidur Latar Belakang Saat jaga malam, banyak perawat yang
BAB I PENDAHULUAN. mencakup syarat-syarat keselamatan kerja yang berkaitan dengan suhu,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kepedulian pemerintah Indonesia terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk meningkatkan kesadaran bagi pihak perusahaan dan tenaga kerja telah diatur dalam
PENDAHULUAN. yang memiliki peran penting dalam kegiatan perusahaan. dari potensi bahaya yang dihadapinya (Shiddiq, dkk, 2013).
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu upaya perlindungan kerja agar tenaga kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama melakukan pekerjaan ditempat
