BAB II LANDASAN TEORI
|
|
|
- Ridwan Atmadja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Grafika Komputer Grafika komputer atau dalam bahasa Inggris computer graphics dapat diartikan sebagai perangkat alat yang terdiri dari hardware dan software untuk membuat gambar, grafik atau citra realistik untuk seni, game komputer, foto dan film animasi. [8] Grafika komputer merupakan bagian yang paling menarik dari bidang ilmu komputer, ini dikarenakan untuk dapat memahaya dengan baik diperlukan kemampuan matematika dan juga keahlian untuk memprogram dan kreativitas Peranan dan Penggunaan Grafika Komputer Grafika komputer digunakan diberbagai bidang seni, sains, bisnis, pendidikan, dan hiburan. Peranan dan penggunaan grafika komputer diantaranya [8]: 1. Antar Muka Pengguna Sering setiap aplikasi pada komputer pribadi menggunakan Graphical User Interface (GUI). Semua GUI ini menggunakan grafika komputer. 2. Perpetaan Sering peta disimpan, dimanipulasi dan dilihat pada komputer. 3. Kesehatan Grafika komputer telah digunakan baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembedahan. 4. Computer Aided Design Pengguna merancang banyak objek (seperti bagian mekanik) menggunakan grafika komputer. 5. Sistem Multimedia Grafika komputer memainkan peran yang sangat penting dalam sistem multimedia. 7
2 6. Presentasi Grafika untuk Produksi Slide Salah satu bidang penting dalam grafika komputer dikenal sebagai Presentasi Grafik atau Grafik atau Bisnis. Bidang ini berfokus pada bagaimana menghasilkan gambar secara professional. 7. Sistem Paint Sistem ini memungkinkan pengguna beraksi layaknya seperti pelukis melukis objek dengan bantuan komputer. 8. Presentasi Data Saintifik Data saintifik biasanya kompleks dan berhubungan antara data yang satu dengan yang lain. Pada saintifik ini, biasanya susah untuk memvisualisasikan jika hanya dengan menggunakan piranti biasa Elemen Gambar untuk Menciptakan Gambar dalam Komputer Penghasilan citra pada grafik komputer menggunakan primitif grafik dasar. Primitif ini memudahkan untuk merender (menggambar pada layar monitor) sebagaimana penggunaan persamaan geometri sederhana. Primitif grafik dasar yang dipakai dalam algoritma berbasis visual interaktif adalah [8] : 1. Titik 2. Garis 3. Segi empat 4. Lingkaran Objek kompleks dapat dibuat dengan kombinasi dari primitif ini, contoh primitif grafik yang lain adalah : 1. Poligaris, yaitu garis lurus yang saling berhubung. 2. Teks, adalah bentuk bahasa tulisan dengan simbol-simbol tertentu. Teks merupakan kumpulan dari lebih dua karakter. 3. Citra raster, adalah gambar yang dibuat dengan piksel yang membedakan bayangan dan warna. 8
3 Titik (point) Titik pada komputer merupakan sebuah koordinat yang mengandung identitas warna yang diletakkan pada Cathoda-Ray-Tube (CRT) monitor. Untuk meletakkan titik pada koordinat x dan y (x dan y merupakan besaran yang posisi pada arah horizontal dan vertikal). Pada CRT monitor diperlukan program aplikasi untuk mengkonversi koordinat titik tersebut menjadi suatu nilai yang menyatakan lokasi dari peta layar monitor [8]. Pada peta layar monitor sebenarnya adalah linier, artinya layar monitor tidak mengenal sistem koordinat. Sebagai contoh, jika lokasi awal layar monitor (0,0) dan lokasi akhir monitor (X, Y ) maka untuk mengkonversikan koordinat suatu titik (x,y) menjadi suatu lokasi pada layar monitor digunakan rumus : (1) Dimana alamat (x,y) merupakan lokasi sebenarnya pada layar monitor, x dan y adalah koordinat titik, x adalah maksimum pada arah horizontal, dan y adalah koordinat y maksimum pada arah vertikal Garis (Line) Penggambaran garis dilakukan dengan menghitung posisi-posisi sepanjang jalur lurus antara dua posisi titik. Jalur lurus yang menghubungkan dua titik tersebut sebenarnya adalah titik-titik yang saling berdempetan mengikuti arah jalur lurus tersebut [8]. Jika suatu titik (x,y) berada pada garis, dan garis tersebut dinyatakan dengan koordinat (x 1,y 1 ) dan (x 2,y 2 ), maka persamaan untuk garis lurus adalah : (2) Dimana m mempresentasikan kemiringan garis yang dinyatakan dengan : (3) Dan b sebagai pemotong yang dinyatakan dengan : Untuk mencari interval Y (dy) sepanjang garis dinyatakan dengan : (4) 9
4 Sedangkan untuk mencari interval X (dx) dinyatakan dengan : (5) (6) Untuk garis yang mempunyai gradien [m]<1, maka dx akan lebih kecil dari dy, sedangkan garis yang mempunyai gradien [m]>1, maka dx akan lebih besar dari dy. y 1 dx dy x w Gambar 2.1 Garis yang Menghubungkan Titik (x w,y w ) dan Titik (x v,y v ) 2.2 Transformasi Dua Dimensi Sistem koordinat komputer arah mendatar positif adalah ke kanan, jadi sesuai dengan sistem koordinat kartesius. Tetapi arah tegak positif adalah kebawah sehingga berlawanan dengan sistem koordinat kartesius. Karena kita sudah terbiasa dengan arah mendatar positif ke kanan dengan arah tegak positif keatas, maka sistem koordinat akan mendatangkan kesukaran. Untuk menghindari kesukaran tersebut maka perlu dilakukan transformasi dari sistem koordinat layar ke sistem koordinat semesta yang mirip dengan sistem koordinat kartesius [8]. Pada gambar 2.2 melukiskan sebuah titik semesta yang akan dipetakan pada layar monitor dengan melalui proses transformasi. Misalkan koordinat titik tersebut disemesta adalah (x w,y w ) dan dilayar monitor menjadi (x v,y v ) tentu saja disemesta koordinat titik dinyatakan dalam sistem koordinat semesta dan dilayar monitor dinyatakan dalam sistem koordinat layar. 10
5 Gambar 2.2 Transformasi Koordinat Semesta ke Koordinat Layar Dengan menggunakan persamaan : Xv Xv Xv Xv Yv Yv Yv Yv Xw Xw Xw Xw Yw Yw Yv Yw Hubungan kedua koordinat diatas adalah : Xv Xv Yv Yv Xw Xw Yw Yw Dengan A, B, C dan D adalah tetapan transformasi yang akan dicari dari absis titik sudut kiri bawah dan titik sudut kanan diperoleh hubungan : Maka : A Xv Xw B Xv Xv Xw Xw. A Dari dua koordinat tadi diperoleh hubungan : Yv Yv Yv C Yw D Yv A. Xw C. Xw Yv Yw Yw D A Dengan diketahui tetapan transformasi tersebut, maka persamaan (7) dapat dihitung dari persamaan (8) dan persamaan (9). tampak bahwa selain batas-batas. A Sy Sx (7) (8) (9) 11
6 semesta diperlukan juga batas-batas bidang gambar pada layar monitor (x 1,y 1 ) dan (x 1,y 1 ). Transformasi matriks adalah angka-angka yang dimodifikasi oleh suatu operasi matematika. Transformasi geometri adalah perubahan posisi suatu objek, baik posisi itu terjadi karena pergeseran (translansi), perputaran (rotasi) dan penskalaan (scaling) Translansi Translansi digunakan pada suatu objek untuk meletakkan kembali objek tersebut sepanjang jalur lurus dari suatu lokasi koordinat ke lokasi koordinat yang lain. Untuk menstranlasi suatu titik (x,y) dengan pergeseran sebesar tx dan ty menjadi titik (x,y ) adalah [8] : ' x x tx ' y y ty (10) Dimana x,y adalah koordinat asal dari titik, tx dan ty adalah pergeseran pada sumbu x dan sumbu y, x dan y adalah koordinat titik sesudah ditranslasi. Secara singkat persamaan (10) tidak ditulis kedalam bentuk matrik dua dimensi. Jika p mempresentasikan koordinat (x,y), p mempresentasikan koordinat (x,y ) dan T mempresentasikan tx dan ty, maka persamaan (10) dapat ditulis kedalam bentuk matriks menjadi : x p y p ' ' x tx ' T y ty (11) Dimana untuk mentranslansi suatu titik p menjadi p adalah p ' p T (12) Atau ' x x 1 ' y y tx ty 1 (13) 12
7 P P Gambar 2.3 Translansi Titik dari Posisi p ke Posisi p dengan Pergeseran Sebesar T Penskalaan Transformasi penskalaan [8] adalah perubahan ukuran dari suatu objek. Perubahan ukuran objek tersebut diakibatkan oleh perkalian nilai koordinat (x,y) dengan skala Sx dan Sy sehingga hasil transformasi adalah koordinat (x,y ) x ' x. Sx y ' y. Sy Persamaan 2-15 dapat ditulis kedalam bentuk matriks sebagai berikut : Dimana Sx > 0 dan Sy > 0 x' Sx y' Sy 0 0 x 0 y 1 (21) (22) 2.3 Bidang Gambar Bidang gambar merupakan suatu bidang yang disediakan untuk menempatkan suatu gambar, grafik atau untuk menggambar suatu objek. Dalam pembahasan ini bidang gambar yang dimaksud yaitu bidang gambar pada layar monitor komputer. Bidang gambar pada komputer merupakan gabungan dari beberapa garis koordinat yaitu koordinat y dan koordinat x, serta beberapa kisi-kisi menentukan letak objek atau gambar tersebut yang terletak bersebelahan dengan kedua sumbu koordinat. 13
8 2.3.1 Kisi-Kisi Koordinat Kisi-kisi dipakai untuk menentukan posisi suatu titik sembarang. Kisi-kisi terdiri dari garis purus-putus yang memenuhi bidang gambar yang terletak pada koordinat x dan koordinat y [8] Skala dan Label Sumbu Untuk kasus dua dimensi sistem koordinat yang dipakai adalah sistem koordinat kartesius. Agar letak suatu titik dalam sistem koordinat kartesius dapat diketahui maka pada bidang gambar perlu dibuat sumbu-sumbu yang saling berpotongan tegak lurus yaitu biasa disebut sumbu x san sumbu y. Titik potong kedua sumbu diambil sebagai titik asal dan dinyatakan koordinat (0,0). Oleh karena itu kisikisi pada layar monitor juga perlu diberi skala. Skala dicantumkan diluar daerah yang akan dipakai untuk menempatkan gambar agar tidak terganggu [8]. 2.4 Pemantulan Cahaya Dari percobaan diperoleh dua hukum pemantulan sebagai berikut [2] : 1. Sinar datang, sinar pantul dan garis normal berpotongan pada satu titik dan terletak pada satu bidang datar. 2. Sudut datang sama dengan sudut pantul Pemantulan Pada Cer Cekung (Cer Konkaf) Sebuah cer dapat saja melengkung. Jika sisi depan cer melengkung ke dalam, disebut cer cekung. Bagian-bagian sebuah cer lengkung (termasuk cer cembung) adalah : (1) titik pusat cer, O; (2) titik pusat kelengkungan cer, M, yaitu titik pusat kelengkungan permukaan bola, sehingga jika ditarik garis dari titik tersebut ke permukaan cer, garis tersebut merupakan garis normal; (3) titik fokus, F, titik di depan cer di mana sinar-sinar pantul dari sinar-sinar paraksial adalah sinar-sinar yang disejajar dan dekat dengan sumbu utama; (4) sumbu 14
9 utama, yaitu garis normal yang melalui titik M dan titik O, yamg panjangnya tidak terbatas. Jarak antara titik pusat kelengkungan cer dan titik pusat cer, garis MO, disebut jari-jari kelengkungan cer (diberi symbol R). jarak antara titik fokus (atau titik api) dan titik pusat cer, garis FO, disebut jarak fokus (diberi symbol f). titik fikus cer cekung berada di sisi depan cer. Karena itu jarak fokus cer bertanda positif, dan hubungannya dengan jari-jari kelengkungan cer adalah [3], (23) Lukisan Pembentukan Bayangan Pada Cer Cekung Untuk melukis diagram sinar pembentukan bayangan dari sebuah benda nyata di depan cer, sedikitnya diperlukan dua sinar istimewa dari tiga sinar istimewa. Ketiga sinar istimewa pada cer cekung adalah sebagai berikut [3] : 1. Sinar sejajar sumbu utama yang meninggalkan benda akan dipantulkan menuju ke titik fokus F. 2. Sinar yang meninggalkan benda menuju ke titik fokus F akan dipantulkan sejajar sumbu utama. 3. Sinar yang meninggalkan benda menuju ke titik pusat kelengkungan M akan dipantulkan kembali ke titik M. Ini karena sinar yang melalui titik pusat kelengkungan M jatuh normal (tegak lurus) pada permukaan cer Pemantulan Pada Cer Cembung (Cer Konveks) Jika sisi depan cer melengkung keluar maka cer adalah cembung. Titik fokus cer berada di sisi belakang cer, karena itu jarak fokus cer bertanda negatif, dan hubungannya dengan jari-jari kelengkungan cer adalah : (24) 15
10 2.4.4 Lukisan Pembentukan Bayangan Pada Cer Cembung Seperti pada cer cekung, hanya diperlukan dua sinar istimewa untuk melukis diagram sinar pembentukan bayangan pada cer cembung. Ketiga sinar istimewa pada cer cembung adalah sebagai berikut [3] : 1. Sinar sejajar sumbu utama yang meninggalkan benda dipantulkan seakan akan datang dari titik fokus F. 2. Sinar yang meninggalkan benda menuju ke titik fokus F dipantulkan sejajar sumbu utama. 3. Sinar yang meninggalkan benda menuju ke titik pusat kelengkungan M dipantulkan kembali seakan-akan datang dari titik M Persamaan Cer Lengkung Ketika suatu benda berjarak s dari sebuah cer lengkung berjarak fokus f, bayangan berjarak s dari cer, dimana [3] : (25) Persamaan (2-8) berlaku untuk cer cekung maupun cer cembung. Persamaan cer ini dapat saja langsung dipecahkan untuk menghitung s, s, atau f, sebagai berikut : ; ; Nilai positif dari s atau s menyatakan benda atau bayangan nyata, dan nilai negatif dari s atau s menyatakan benda atau bayangan maya. Bayangan nyata dibentuk oleh perpotongan langsung sinar-sinar pantul di belakang cer. Bayangan nyata selalu terletak di depan cer dan terbalik. Bayangan maya selalu terletak di belakang cer dan tegak. 16
11 2.4.6 Perbesaran Bayangan Cer Jika bayangan yang dibentuk oleh cer lebih besar dari bendanya maka bayangan diperbesar, tetapi jika sebaliknya maka bayangan diperkecil. Ada dua jenis perbesaran bayangan, yaitu perbesaran linier dan perbesaran sudut. Perbesaran linier adalah perbandingan antar tinggi bayangan (h ) dan tinggi benda (h) atau perbandingan jarak bayangan (s ) dan jarak benda (s). perbesaran dinyatakan dalam [3] : (26) Perbesaran positif menyatakan bayangan adalah maya, tegak. Perbesaran negatif menyatakan bayangan adalah nyata, terbalik, seperti tabel 2.1 merangkum perjanjian tanda yang digunakan dalam persoalan cer lengkung. Tabel 2.Tanda Cer Besaran Positif Negatif Jarak fokus Cer cekung Cer cembung Jarak benda Benda nyata Benda maya Jarak bayangan Bayangan nyata Bayangan maya perbesaran Bayangan tegak Bayangan terbalik 2.5 Pembiasan Cahaya Dari percobaan, diperoleh hukum pembiasan sebagai berikut : 1. Sinar datang, sinar bias dan garis normal berpotongan pada satu titik dan terletak pada satu bidang datar. 2. Hubungan sudut datang dan sudut bisa dinyatakan oleh persamaan umum Snellius : (27) 17
12 2.5.1 Pembiasan Pada Lensa Cembung Lensa terbagi atas dua bagian. Bagian dari mana sinar datang disebut bagian depan dan bagian diman sinar dibiaskan disebut bagian belakang. Bagian-bagian dari sebuah lensa adalah (1) titik pusat optik O, (2) titik focus aktif F 1 dan pasif F 2, dan (3) sumbu utama [3]. Titik fokus aktif (F 1 ) lensa cembung berada di bagian belakang lensa. Titik fokus F 1 adalah fokus nyata, dan jarak fokus f bertanda positif. Karena itu lensa cembung disebut juga lensa positif [3] Lukisan Pembentukan Bayangan Pada Lensa Cembung Untuk melukis diagram sinar pembentukan bayangan dari sebuah benda nyata didepan lensa, sedikitnya diperlukan dua diantara tiga sinar istimewa pada lensa cembung berikut [3] : 1. Sinar sejajar sumbu utama yang meninggalkan benda akan dibiaskan melalui titik fokus F Sinar yang meninggalkan benda menuju ke titik fokus pasif F 2 akan dibiaskan sejajar sumbu utama. 3. Sinar yang meninggalkan benda menuju titik pusat O akan diteruskan tanpa membias Pembiasan Pada Lensa Cekung Titik fokus aktif (F 1 ) lensa cekung berada di bagian depan lensa. Titik fokus F 1 diperoleh dari perpotongan perpanjangan sinar-sinar bias sehingga fokus aktif F 1 adalah fokus maya, dan jarak fokus f bertanda negatif. Karena itu lensa cekung disebut juga lensa negatif [3]. 18
13 2.5.4 Lukisan Pembentukan Bayangan Pada Lensa Cekung Seperti pada lensa cembung, hanya diperlukan dua sinar istimewa untuk melukiskan diagram sinar pembentukan bayangan. Ketiga sinar istimewa pada lensa cekung adalah sebagai berikut [3]: 1. Sinar sejajar sumbu utama yang meninggalkan benda akan dibiaskan seakanakan berasal dari titik fokus F Sinar yang meninggalkan benda seakan-akan menuju ke titik fokus pasif F 2 akan dibiaskan sejajar sumbu utama. 3. Sinar yang meninggalkan benda menuju ke titik pusat optik O akan diteruskan tanpa membias Persamaan Lensa Persamaan umum yang berlaku untuk lensa persis seperti pada cer lengkung. Nilai positif dari s atau s menyatakan benda atau bayangan nyata, dan nilai negatif dari s atau s menyatakan benda atau bayangan maya. Bayangan nyata dibentuk oleh perpotongan langsung sinar-sinar bias dibelakang lensa. Bayangan maya dibentuk oleh perpotongan perpanjangan sinar-sinar bias didepan lensa. Bayangan nyata selalu terletak dibelakang lensa dan terbalik. Bayangan maya selalu terletak didepan lensa dan tegak [3] Perbesaran Bayangan Lensa Perbesaran bayangan yang dibahas adalah perbesaran linier, yang didefinisikan sebagai perbandingan antara tinggi bayangan h dan tinggi benda h. rumus yang digunakan sama dengan rumus yang digunakan dalam perbesaran cer. Tabel 2.2 merangkum perjanjian tanda yang digunakan dalam persoalan lensa [3]. 19
14 Tabel 2.2 Tanda Lensa Besaran Positif Negatif Jarak focus Lensa cembung Lensa cekung Jarak benda Benda nyata (didepan Benda maya lensa) Jarak bayangan Bayangan nyata (dibelakang lensa) Bayangan maya (di deoan lensa) pembesaran Bayangan tegak Bayangan terbalik Pembagian Ruang Pembagian ruang ini dilakukan untuk mempermudah dalam menetukan tempat dan sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cer cekung karena jumlah ruang untuk benda + bayangan = lima [3]. I = ruang antara cer dengan titik fokus (F) II = ruang antara titik pusat (P) dengan titik fokus (F) III = ruang antara titik pusat (P) sampai jauh tak terhingga IV = ruang dibelakang cer R = jari-jari Contoh pembentukan bayangan 1. Benda di ruang II 2. Maka bayangan berada di ruang III 3. Supaya jumlah ruangnya sama dengan lima (II + III = V) Sifat bayangan: 1. Bila benda di ruang I, maka a. Bayangan di ruang IV (di belakang cer) b. Bayangan bersifat maya c. Bayangan akan diperbesar d. Bayangannya tegak 20
15 2. Bila benda di ruang II, maka a. Bayangan di ruang III (di depan cer) b. Bayangan bersifat nyata c. Bayangan akan diperbesar d. Bayangannya tegak 3. Bila benda di ruang III, maka a. Bayangan di ruang II b. Bayangan bersifat nyata c. Bayangan akan diperkecil d. Bayangan terbalik 2.6 Mikroskop Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda sangat kecil yang tak tampak oleh mata telanjang, seperti bakteri dan virus. Mikroskop terdiri dari dua buah lensa cembung, yaitu lensa objektif (dekat dengan benda) dan lensa okuler (dekat dengan mata). Jarak fokus lensa objektif lebih besar daripada jarak focus lensa okuler (f ob > f ok ). [2] Sebuah preparat (benda) yang diamati diletakkan didepan lensa objektif diantara F ob dan 2F ob. Bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif adalah l 1, yang bersifat nyata, terbalik dan diperbesar. Bayangan l 1 ini diatur sedemikian rupa sehinggan terletak didepan lensa okuler. Perbesaran lensa objektif, M ob, adalah perbesaran linier yang dirumuskan oleh: (28) Pengamatan mikroskop dengan mata berakomodasi maksimum 21
16 Untuk mata berakomodasi maksimum, bayangan akhir yang dibentuk oleh lensa okuler jatuh di titik dekat mata, sehingga jarak bayangan okuler s ok adalah : (29) Dengan s n = 25 cm jika tidak diketahui Panjang tabung mikroskop atau jarak antara lensa objektif dan lensa okuler d untuk mata berakomodasi maksimum, adalah Dimana (30) adalah jarak bayangan objektif yang dihitung dengan rumus (31) Dan s ok adalah jarak benda okuler yang dihitung dengan (32) Perbesaran okuler, M ok, untuk mata berakomodasi maksimum adalah +1 (33) 2.7 Gelombang Gelombang adalah peristiwa perambatan dari suatu usikan didalam suatu medium (gelombang mekanik) atau tanpa medium (gelombang elektromagnetik).[3] Macam-macam Gelombang Mekanis Perambatan Gelombang a. Gelombang longitudinal, yaitu gelombang yang arah getarannya sejajar dengan arah perambatannya, misalnya gelombang bunyi. b. Gelombang tranversal, yaitu gelombang yang arah getarnya tegak lurus dengan arah rambatnya, misalnya gelombang-gelombang pada tali. Sifat Umum Gelombang a. Dapat mengalami pemantulan (refleksi) b. Dapat mengalami pembiasan (refraksi) c. Dapat dijumlahkan (interferensi) 22
17 d. Dapat mengalami lenturan (difraksi) e. Khusus untuk gelombang tranversal, dapat mengalami polarisasi Istilah-Istilah Gelombang a. Frekuensi (f) adalah banyaknya gelombang penuh yang melalui sebuah titik tertentu tiap detik. b. Perioda (T), adalah waktu yang diperlukan untuk melalui satu panjang gelombang c. Amplitude (A), adalah simpangan maksimum dari getaran partikelnya. d. Panjang gelombang (λ), adalah jarak yang ditempuh oleh gelombang dalam waktu satu perioda Persamaan Umum Gelombang Persamaan umu yang berlaku pada setiap gelombang : (34) (35) Dengan keterangan : V = kecepatan perambatan (m/s) λ = panjang gelombang (m) f = frekuensi getaran (Hz) T = perioda getaran (s) 23
18 2.8 Data Flow Diagram (DFD) Data Flow Diagram (DFD) 1 adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi. DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem. DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program. ( 1 Lecture Notes: Sistem Informasi Data Flow DiagramParno, SKom., MMSI Halaman 2 dari 17 Halaman) 24
BAB II LANDASAN TEORI. Grafika komputer atau dalam bahasa Inggris computer graphics dapat
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Grafika Komputer Grafika komputer atau dalam bahasa Inggris computer graphics dapat diartikan sebagai perangkat alat yang terdiri dari hardware dan software untuk membuat gambar,
g. Lensa Cembung Jadi kalau pada cermin pembahasan hanya pada pemantulan maka pada lensa pembahasan hanya pada pembiasan
g. Lensa Cembung Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh bidang lengkung. Pada pembahasan lensa dianggap tipis sehingga dapat diabaikan apa yang terjadi dengan sinar didalam lensa dan pembahasan hanya
fisika CAHAYA DAN OPTIK
Persiapan UN SMP 2017 fisika CAHAYA DAN OPTIK A. Sifat-Sifat Cahaya Cahaya merupakan suatu gelombang elektromagnetik sehingga cahaya dapat merambat di dalam ruang hampa udara. Kecepatan cahaya merambat
BAB 11 CAHAYA & ALAT OPTIK
BAB 11 CAHAYA & ALAT OPTIK KOMPETENSI INTI 3. Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan, serta aplikasinya untuk menjelaskan penglihatan manusia, proses pembentukan bayangan pada mata serangga,
Sifat-sifat gelombang elektromagnetik
GELOMBANG II 1 MATERI Gelombang elektromagnetik (Optik) Refleksi, Refraksi, Interferensi gelombang optik Pembentukan bayangan cermin dan lensa Alat-alat yang menggunakan prinsip optik 1 Sifat-sifat gelombang
PEMANTULAN CAHAYA LAPORAN PRAKTIKUM OPTIK. Disusun oleh: Nita Nurtafita
PEMANTULAN CAHAYA LAPORAN PRAKTIKUM OPTIK Disusun oleh: Nita Nurtafita 107016300115 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS
7.4 Alat-Alat Optik. A. Mata. Latihan 7.3
Latihan 7.3 1. Bagaimanakah bunyi hukum pemantulan cahaya? 2. Bagaimanakah bunyi hukum pembiasan cahaya? 3. Apa hubungan pembiasan dengan peristiwa terebntuknya pelangi setelah hujan? Jelaskan! 4. Suatu
15B08064_Kelas C TRI KURNIAWAN OPTIK GEOMETRI TRI KURNIAWAN STRUKTURISASI MATERI OPTIK GEOMETRI
OPTIK GEOMETRI (Kelas XI SMA) TRI KURNIAWAN 15B08064_Kelas C TRI KURNIAWAN STRUKTURISASI MATERI OPTIK GEOMETRI 1 K o m p u t e r i s a s i P e m b e l a j a r a n F i s i k a OPTIK GEOMETRI A. Kompetensi
OPTIKA. Gb.1. Pemantulan teratur. i p. Gb.3. Hukum pemantulan A A B B C C. Gb.4. Pembentukan bayangan oleh cermin datar A.
Pembinaan Juara OSN isika SMP Jateng 2009 - Page 1 of 15 A. ERMIN DATAR OPTIKA Pemantulan teratur : jika berkas sinar datang sejajar, maka berkas sinar pantulnyapun sejajar pula. Gb.1. Pemantulan teratur
CAHAYA. CERMIN. A. 5 CM B. 10 CM C. 20 CM D. 30 CM E. 40 CM
CAHAYA. CERMIN. A. 5 CM B. 0 CM C. 20 CM D. 30 CM E. 40 CM Cahaya Cermin 0. EBTANAS-0-2 Bayangan yang terbentuk oleh cermin cekung dari sebuah benda setinggi h yang ditempatkan pada jarak lebih kecil
6.4! LIGHT ( B. LENSA ) NOOR
6.4! LIGHT ( B. LENSA ) NOOR 17 Menurunkan hukum pembiasan. 21 Mendeskripsikan pengertian bayangan nyata dan bayangan maya. INDIKATOR KD - 6.4 ( B. LENSA ) 18 Menjelaskan makna indeks bias medium. 19 Mendeskripsikan
BAB III OPTIK. 2. Pemantulan teratur : terjadi jika suatu berkas cahaya sejajar datang pada permukaan yang halus atau rata.
BAB III OPTIK Kompetensi dasar : Memahami ciri-ciri cermin dan lensa Indikator Tujuan pembelajaran : : - Sifat dan fungsi cermin datar, cekung, dan cembung diidentifikasi - Hukum pemantulan dibuktikan
Cahaya merupakan gelombang transversal yang termasuk gelombang elektromagnetik. Cahaya dapat merambat dalam ruang hampa dengan kecepatan 3 x 10 8 m/s.
CAHAYA 1. Siat Gelombang Cahaya Cahaya merupakan gelombang transversal yang termasuk gelombang elektromagnetik. Cahaya dapat merambat dalam ruang hampa dengan kecepatan 3 x 10 8 m/s. Siat2 cahaya : Dapat
KUMPULAN SOAL UJIAN NASIONAL DAN SPMB
. Cahaya adalah gelombang elektromagnetik yang mempunyai sifatsifat. ) merupakan gelombang medan listrik dan medan magnetik ) merupakan gelombang longitudinal ) dapat dipolarisasikan ) rambatannya memerlukan
*cermin datar terpendek yang diperlukan untuk dapat melihat seluruh bayangan adalah: SETENGAH dari TINGGI benda itu.
OPTIK A. OPTIKA GEOMETRI Optika geometri adalah ilmu yang mempelajari tentang fenomena perambatan cahaya seperti pemantulan dan pembiasan. 1. Pemantulan Cahaya Cahaya adalah kelompok sinar yang kita lihat.
1. Apabila cahaya dipancarkan ke dalam botol bening yang tertutup cahaya tersebut akan... a. dipantulkan botol
TUGS FISIK KELS 8 (LTIHN US) 1. pabila cahaya dipancarkan ke dalam botol bening yang tertutup rapat (hampa udara) maka cahaya tersebut akan... dipantulkan botol c. diserap botol menembus botol masuk dan
BAB IV BIOOPTIK FISIKA KESEHATAN
BAB IV BIOOPTIK Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa akan dapat: a. Menentukan posisi dan pembesaran bayangan dari cermin dan lensa b. Menjelaskan proses pembentukan bayangan pada mata c. Menjelaskan
O L E H : B H E K T I K U M O R O W AT I T R I W A H Y U N I W I N D Y S E T Y O R I N I M A R I A M A G D A L E N A T I T I S A N I N G R O H A N I
CAHAYA O L E H : B H E K T I K U M O R O W AT I T R I W A H Y U N I W I N D Y S E T Y O R I N I M A R I A M A G D A L E N A T I T I S A N I N G R O H A N I PETA KONSEP Cahaya Dualisme Cahaya Kelajuan Cahaya
Cahaya. Bab. Peta Konsep. Gambar 17.1 Pensil yang dicelupkan ke dalam air. Cermin datar. pada. Pemantulan cahaya. Cermin lengkung.
Bab 7 Cahaya Sumber: Dokumen Penerbit Gambar 7. Pensil yang dicelupkan ke dalam air Coba kamu perhatikan Gambar 7.. Sebatang pensil yang dicelupkan ke dalam gelas berisi air akan tampak bengkok jika dilihat
Macam-macam berkas cahaya: 1. Berkas mengumpul (Konvergen) 2. Berkas Menyebar ( divergen) 3. Berkas Sejajar.
BAB V CAHAYA Cahaya adalah gelombang yang memindahkan tenaga tanpa perambatan massa. Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik yang terdiri dari beberapa macam warna. Di dalam ruang hampa warna warna
MODUL FISIKA SMA Kelas 10
SMA Kelas 0 A. Pendahuluan Optika geometri adalah ilmu yang membahas tentang sifat-sifat cahaya Sifat-sifat Cahaya yang dipelajari meliputi. Pemantulam cahaya 2. Pembiasan cahaya 3. Alat-alat optik Cahaya
1. Perhatikan gambar di bawah ini! Jumlah getaran yang terbentuk dari k-l-m-no-n-m-l-k
1. Perhatikan gambar di bawah ini! Jumlah getaran yang terbentuk dari k-l-m-no-n-m-l-k adalah... k A. 1 getaran l n B. ¾ getaran C. ½ getaran D. ¼ getaran 2. Perhatikan gambar soal nomor 1.Jika bandul
Gambar 1. Gambar 2. Hukum Pemantulan atau Hukum Snellius
1. Pemantulan dan Cermin a. Pemantulan Kita dapat melihat benda disekitar kita karena benda memantulkan cahaya Pemantulan cahaya bergantung pada tempat jatuhnya cahaya Pemantulan baur adalah pemantulan
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN [FISIKA] [1.6 Sifat Cermin] [Susilo] KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2017 1.6 Materi
PERANGKAT LUNAK PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA CERMIN DAN LENSA. Nirsal Dosen tetap yayasan Universitas Cokroaminoto Palopo
PERANGKAT LUNAK PEBENTUKAN BAYANGAN PADA CERIN DAN LENSA Nirsal Dosen tetap yayasan Universitas Cokroaminoto Palopo Email: [email protected] Abstrak Dalam Ilmu isika banyak materi yang menarik untuk
FIS 1 A. PENDAHULUAN C. PEMANTULAN CAHAYA PADA CERMIN B. PEMANTULAN CAHAYA
A. PENDAHULUAN Optika adalah ilmu yang mempelajari tentang cahaya. Siatsiat cahaya: ) Memiliki cepat rambat 3,0 x 0 8 m/s 2) Merupakan gelombang transversal dan elektromagnetik 3) Merambat dalam arah lurus
DAFTAR ISI PENDAHULUAN BAB I
DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii PERNYATAAN... iii ABSTRAK iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI ix DAFTAR TABEL xii DAFTAR GAMBAR... xiii DAFTAR LAMPIRAN... xv BAB I BAB II BAB
EKSPERIMEN FISIKA DASAR II
EKSPERIMEN FISIKA DASAR II PERCOBAAN 1 CERMIN CEMBUNG TUJUAN ; Menentukan Titik Fokus Cermin Cembung Menyelidiki sifat-sifat bayangan dari suatu cermin cembung. DASAR TEORI A A` f C S S` Gambar di atas
Sifat gelombang elektromagnetik. Pantulan (Refleksi) Pembiasan (Refraksi) Pembelokan (Difraksi) Hamburan (Scattering) P o l a r i s a s i
Sifat gelombang elektromagnetik Pantulan (Refleksi) Pembiasan (Refraksi) Pembelokan (Difraksi) Hamburan (Scattering) P o l a r i s a s i Pantulan (Refleksi) Pemantulan gelombang terjadi ketika gelombang
Apakah Gelombang Elektromagnetik?? Gelombang Elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat walau tidak ada medium
MATERI Gelombang elektromagnetik (Optik) Releksi, Reraksi, Intererensi gelombang optik Eksperimen Young Prinsip Huygen Pembentukan bayangan cermin dan lensa Alat-alat yang menggunakan prinsip optik Apa
Disusun oleh : MIRA RESTUTI PENDIDIKAN FISIKA (RM)
Disusun oleh : MIRA RESTUTI 1106306 PENDIDIKAN FISIKA (RM) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2013 Kompetensi Dasar :
K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Fisika
K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Fisika Optika Geometri - Soal Doc Name : RK13AR11FIS1101 Version : 2016-12 halaman 1 01. Seberkas sinar datang menumbuk bidang pantul I kemudian dipantulkan menuju bidang
1. Rumus descrates umum pada cermin Cara 1. Maka diperoleh
. Rumus descrates umum pada cermin Cara. Maka diperoleh b = a + i dan c = b + i a + c = 2i Dengan menganggap sudut b, c, dan i sangat kecil (yaitu sinar-sinarnya paraksial dan karen jarak OB sangat kecil
PENGGUNAAN METODE FAST FEEDBACK MODEL INDIKASI WARNA PADA PEMBELAJARAN FISIKA TENTANG PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA LENSA
PENGGUNAAN METODE FAST FEEDBACK MODEL INDIKASI WARNA PADA PEMBELAJARAN FISIKA TENTANG PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA LENSA Siti Noor Fauziah 1, Ferdy S. Rondonuwu 1,2, Marmi Sudarmi 1 1 Program Studi Pendidikan
Jenis dan Sifat Gelombang
Jenis dan Sifat Gelombang Gelombang Transversal, Gelombang Longitudinal, Gelombang Permukaan Gelombang Transversal Gelombang transversal merupakan gelombang yang arah pergerakan partikel pada medium (arah
biasanya dialami benda yang tidak tembus cahaya, sedangkan pembiasan terjadi pada benda yang transparan atau tembus cahaya. garis normal sinar bias
7.3 Cahaya Cahaya, apakah kamu tahu apa itu cahaya? Mengapa dengan adanya cahaya kita dapat melihat lingkungan sekitar kita? Cahaya Matahari yang begitu terang dapat membentuk pelangi setelah hujan berlalu?
KONSEP OPTIK DAN PERAMBATAN CAHAYA. Irnin Agustina D.A,M.Pd.
KONSEP OPTIK DAN PERAMBATAN CAHAYA Optika = llmu yang membahas tentang cahaya. Optik terbagi menjadi 2: optika geometris dan optika fisis. Optika Geometris membahas tentang pemantulan dan pembiasan. Sedangkan
Gambar 3. 1 Ilustrasi pemantulan spekuler (kiri) dan pemantulan difuse (kanan)
3.1. Cahaya Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik yang memiliki sifat-sifat yaitu dapat dipantulkan (refleksi), dibiaskan (refraksi), diserap (absorpsi), interferensi, difraksi, dan polarisasi. Cahaya
Gelombang FIS 3 A. PENDAHULUAN C. GELOMBANG BERJALAN B. ISTILAH GELOMBANG. θ = 2π ( t T + x λ ) Δφ = x GELOMBANG. materi78.co.nr
Gelombang A. PENDAHULUAN Gelombang adalah getaran yang merambat. Gelombang merambat getaran tanpa memindahkan partikel. Partikel hanya bergerak di sekitar titik kesetimbangan. Gelombang berdasarkan medium
Gelombang Transversal Dan Longitudinal
Gelombang Transversal Dan Longitudinal Pada gelombang yang merambat di atas permukaan air, air bergerak naik dan turun pada saat gelombang merambat, tetapi partikel air pada umumnya tidak bergerak maju
ALAT-ALAT OPTIK B A B B A B
Alat-alat Optik 119 B A B B A B 6 ALAT-ALAT OPTIK Sumber : penerbit cv adi perkasa Kalian pernah melihat alat seperti gambar di atas? Apakah alat tersebut? Alat itu dinamakan teropong. Teropong merupakan
PENDALAMAN MATERI CAHAYA
PENDALAMAN MATERI CAHAYA Cahaya digolongkan sebagai suatu bentuk radiasi. Radiasi adalah sesuatu yang memancar keluar dari suatu sumber tetapi bukan merupakan zat. Cahaya dapat dilihat mata manusia. Cahaya
Lampiran I. Soal. 2. Gambarkan garis normal apabila diketahui sinar datangnya! 3. Gambarkan garis normal apabila diketahui sinar datangnya!
LAMPIRAN Tahap I : Menggambarkan garis normal dari bidang batas yang datar No. Soal No. Soal 1. Gambarkan garis normal apabila diketahui sinar datangnya! 2. Gambarkan garis normal apabila diketahui sinar
ALAT-ALAT OPTIK B A B B A B
ALAT-ALAT OPTIK B A B B A B 119 BAB BAB 6 ALAT-ALAT OPTIK Sumber : penerbit cv adi perkasa Kalian pernah melihat alat seperti gambar di atas? Apakah alat tersebut? Alat itu dinamakan teropong. Teropong
D. 30 newton E. 70 newton. D. momentum E. percepatan
1. Sebuah benda dengan massa 5 kg yang diikat dengan tali, berputar dalam suatu bidang vertikal. Lintasan dalam bidang itu adalah suatu lingkaran dengan jari-jari 1,5 m Jika kecepatan sudut tetap 2 rad/s,
LEMBARAN SOAL. Mata Pelajaran : FISIKA Sat. Pendidikan : SMA/MA Kelas / Program : XII ( DUA BELAS )
LEMBARAN SOAL Mata Pelajaran : FISIKA Sat. Pendidikan : SMA/MA Kelas / Program : XII ( DUA BELAS ) PETUNJUK UMUM 1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan 2. Periksa dan bacalah
BAB GEJALA GELOMBANG
BAB GEJALA GELOMBANG 1 BAB GEJALA GELOMBANG Contoh 1.1 Pengertian besaran-besaran pada gelombang transversal 1. Pengertian panjang gelombang Gelombang air laut mendekati mercusuar dengan cepat rambat
10/10/2017. Teknologi Display SISTEM KOORDINAT DAN BENTUK DASAR GEOMETRI (OUTPUT PRIMITIF) CRT CRT. Raster Scan Display
1 2 SISTEM KOORDINAT DAN BENTUK DASAR GEOMETRI (OUTPUT PRIMITIF) Teknologi Display Cathode Ray Tubes (CRT) Liquid Crystal Display (LCD) 3 4 CRT Elektron ditembakkan dari satu atau lebih electron gun Kemudian
BAB GEJALA GELOMBANG
BAB GEJALA GELOMBANG Contoh. Pengertian besaran-besaran pada gelombang transversal. Pengertian panjang gelombang Gelombang air laut mendekati mercusuar dengan cepat rambat 7 m/s. Jarak antara dua dasar
Antiremed Kelas 08 Fisika
Antiremed Kelas 08 Fisika Cahaya - Latihan Soal Pilihan Ganda Doc. Name: AR08FIS0699 Version: 2012-08 halaman 1 01. Berikut yang merupakan sifat cahaya adalah. (A) Untuk merambat, cahaya memerlukan medium
CAHAYA. Kamu dapat menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa. akibat. Tegak lurus.
Bab XXIII CAHAYA Tujuan Pembelajaran Kamu dapat menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa. Peta Konsep Cahaya mengalami Perambatan cahaya Pemantulan cahaya
Alat-Alat Optik. Bab. Peta Konsep. Gambar 18.1 Pengamatan dengan menggunakan mikroskop. Bagian-bagian mata. rusak Mata. Cacat mata dibantu.
Bab 18 Alat-Alat Optik Sumber: www.google.com Gambar 18.1 Pengamatan dengan menggunakan mikroskop Coba kamu perhatikan orang yang sedang melakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop. Orang tersebut
D. 30 newton E. 70 newton. D. momentum E. percepatan
1. Sebuah benda dengan massa 5 kg yang diikat dengan tali, berputar dalam suatu bidang vertikal. Lintasan dalam bidang itu adalah suatu lingkaran dengan jari-jari 1,5 m Jika kecepatan sudut tetap 2 rad/s,
Kisi kisi Soal Uji Coba
Lampiran X: Kisi-kisi Tes Pemahaman Konsep Fisika Kisi kisi Uji Coba Materi : 1. Indera Pendengaran dan Sistem Sonar Pada Makhluk Hidup 2. Indera Penglihatan dan Alat Optik Dasar : 3. 10 Memahami konsep
KELAS XII FISIKA SMA KOLESE LOYOLA SEMARANG SMA KOLESE LOYOLA M1-1
KELAS XII LC FISIKA SMA KOLESE LOYOLA M1-1 MODUL 1 STANDAR KOMPETENSI : 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah KOMPETENSI DASAR 1.1. Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri
Antiremed Kelas 10 FISIKA
Antiremed Kelas 10 FISIKA Optika Geometri - Latihan Soal Doc Name : AR10FIS0501 Version : 2012-08 halaman 1 01. Seberkas sinar datang menumbuk bidang pantul I kemudian dipantulkan menuju bidang pantul
JARAK FOKUS LENSA TIPIS
JARAK FOKUS LENSA TIPIS Dian Saputri Yunus, Ni Nyoman Putri Ari, Fitri Safitri, Sadri. LABORATORIUM FISIKA DASAR JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Abstrak Telah dilakukan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan Penulisan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mungkin beberapa di antara kita harus memakai kacamata agar dapat melihat dengan baik. Orangtua kita mungkin juga berkacamata. Kacamata adalah alat bantu bagi seseorang
Transformasi Geometri Sederhana
Transformasi Geometri Sederhana Transformasi Dasar Pada Aplikasi Grafika diperlukan perubahan bentuk, ukuran dan posisi suatu gambar yang disebut dengan manipulasi. Perubahan gambar dengan mengubah koordinat
BAB II. Landasan Teori
BAB II Landasan Teori 2.1 Prinsip Kerja Perangkat Fourier Sumber cahaya laser menghasilkan berkas cahaya berdiameter kecil dengan distribusi intensitas mendekati Gaussian. Untuk mendapatkan diameter berkas
Transformasi Geometri Sederhana. Farah Zakiyah Rahmanti 2014
Transformasi Geometri Sederhana Farah Zakiyah Rahmanti 2014 Grafika Komputer TRANSFORMASI 2D Transformasi Dasar Pada Aplikasi Grafika diperlukan perubahan bentuk, ukuran dan posisi suatu gambar yang disebut
L E N S A. I. TUJUAN INSTRUKIONAL UMUM Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa akan dapat mengetahui sifat lensa dan penggunaannya.
L E N S A I. TUJUAN INSTRUKIONAL UMUM Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa akan dapat mengetahui sifat lensa dan penggunaannya. II. TUJUAN INSTRUKIONAL KHUSUS. Menentukan panjang focus lensa positif
Computer Graphic. Output Primitif dan Algoritma Garis. Erwin Yudi Hidayat. Computer Graphics C Version 2 Ed by Donald Hearn
Computer Graphic Output Primitif dan Algoritma Garis Erwin Yudi Hidayat [email protected] Computer Graphics C Version 2 Ed by Donald Hearn Addison Wesley is an imprint of [email protected] CG -
Latihan Soal Optik Geometrik SMK Negeri 1 Balikpapan Kelas XI Semua Jurusan
1 Latihan Soal Optik Geometrik Kelas XI Semua Jurusan Oleh Tenes Widoyo 1. Mata dapatmelihat sebuah benda apabila terbentuk bayangan a. Sejati, tegak di retina b. Sejati, terbalik di retina c. Maya, tegak
Polarisasi Gelombang. Polarisasi Gelombang
Polarisasi Gelombang Polarisasi Gelombang Gelombang cahaya adalah gelombang transversal, sedangkan gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal. Nah, ada satu sifat gelombang yang hanya dapat terjadi
Gelombang Cahaya. Spektrum Gelombang Cahaya
Gelombang Cahaya Sifat-Sifat Cahaya Cahaya merupakan salah satu spektrum gelombang elektromagnetik, yaitu gelombang yang merambat tanpa memerlukan medium. Cahaya memiliki sifat-sifat-sifat sebagai berikut:
qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq
qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq ALAT ALAT wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui OPTIK Sri Cahyaningsih
LAMPIRAN I RPP SIKLUS 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) SATUAN PEMBELAJARAN
LAMPIRAN I RPP SIKLUS 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) SATUAN PEMBELAJARAN Satuan pendidikan : SMA Mata pelajaran : Fisika Kelas/Semester : X3 / II Sekolah : SMA Nation Star Academy Surabaya
C E R M I N. Oleh: Anggi Budi Wirawan NIT: Akademi Pelayaran Niaga Semarang Desember
C E R M I N Oleh: Anggi Budi Wirawan NIT: 13.49.1030 Akademi Pelayaran Niaga Semarang Desember - 2013 BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari, setiap harinya manusia tidak terlepas
SILABUS MATA KULIAH FISIKA DASAR
LAMPIRAN TUGAS Mata Kuliah Progran Studi Dosen Pengasuh : Fisika Dasar : Teknik Komputer (TK) : Fandi Susanto, S. Si Tugas ke Pertemuan Kompetensi Dasar / Indikator Soal Tugas 1 1-6 1. Menggunakan konsep
Kode FIS.18. Sumbu Utama
Kode FIS.8 Sumbu Utama M r F i O R f F O F BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
DINAS PENDIDIKAN KOTA PADANG SMA NEGERI 10 PADANG Cahaya
1. EBTANAS-06-22 Berikut ini merupakan sifat-sifat gelombang cahaya, kecuali... A. Dapat mengalami pembiasan B. Dapat dipadukan C. Dapat dilenturkan D. Dapat dipolarisasikan E. Dapat menembus cermin cembung
Lembar Pengesahan Riwayat Hidup. Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Tabel Daftar Lampiran
vi Lembar Pengesahan Riwayat Hidup Abstrak Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Tabel Daftar Lampiran DAFTAR ISI i ii iii iv vi ix xi xii BAB I : PENDAHULUAN 1 1.1. Latar Belakang 1 1.2. Identifikasi
BAB I GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI
BAB I GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI Kompetensi dasar : Memahami Konsep Dan Prinsip-Prinsip Gejala Gelombang Secara Umum Indikator : 1. Arti fisis getaran diformulasikan 2. Arti fisis gelombang dideskripsikan
BAB I GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI
BAB I GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI BAB I GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI Kompetensi dasar : Memahami Konsep Dan Prinsip Prinsip Gejala Gelombang Secara Umum Indikator Tujuan 1. : 1. Arti fisis getaran diformulasikan
Elyas Narantika NIM
Elyas Narantika NIM 2012 21 018 Contoh peristiwa refraksi dan refleksi di kehidupan sehari-hari Definisi Refraksi (atau pembiasan) dalam optika geometris didefinisikan sebagai perubahan arah rambat partikel
KARAKTERISTIK GELOMBANG
KARAKTERISTIK GELOMBANG Pemahaman tentang Gelombang 4/17/2017 SMA NEGERI 1 PANGKAJENE AHSAN WAHYUDIN Pada subbab ini Anda harus mampu: Memformulasikan masalah perambatan gelombang melalui suatu medium
ALAT OPTIK. Bagian-bagian Mata
ALAT OPTIK Alat optik adalah alat yang bekerja dengan memanfaatkan sifat-sifat cahaya seperti pemantulan dan pembiasan. Pada dasarnya alat optik merupakan alat penglihatan manusia baik secara alami maupun
Oleh : Ius Kusnara
Oleh : Ius Kusnara Email : [email protected] pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. (QS 2:257) CAHAYA memiliki sifat-sifat 1. Memiliki kecepatan
BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan
BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari dalam penyajian data menggunakan bentuk grafik. Grafik sering juga disebut sebagai diagram, bagan, maupun chart. Pada
Sifat-Sifat Cahaya dan Hubungannya dengan Berbagai Alat-Alat Optik
Untuk mendapatkan gema dari satu suku kata, bunyi pantul harus datang secepatcepatnya sesudah detik, yaitu sesudah suku kata itu selesai diucapkan. Jarak yang ditempuh bunyi selama itu 340 m/detik detik
D. I, U, X E. X, I, U. D. 5,59 x J E. 6,21 x J
1. Bila sinar ultra ungu, sinar inframerah, dan sinar X berturut-turut ditandai dengan U, I, dan X, maka urutan yang menunjukkan paket (kuantum) energi makin besar ialah : A. U, I, X B. U, X, I C. I, X,
Kisi kisi Soal Akhir
Lampiran XVI: Kisi-kisi Tes Pemahaman Konsep Fisika Kelas Sampel Kisi kisi Akhir Materi :. Indera Pendengaran dan Sistem Sonar Pada Makhluk Hidup 2. Indera Penglihatan dan Alat Optik Dasar : 3. 0 Memahami
Cahaya Pemantulan Pembiasan Cermin lengkung Lensa Alat optik lain Cacat mata Kata Kunci 236 Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas VIII
X Optika Bayangkan jika dalam kehidupan ini tidak ada cahaya. Mungkin, di bumi ini tidak akan ada kehidupan. Cahaya sangat penting dalam kehidupan manusia. Cahaya merupakan salah satu bentuk gelombang.
SOAL DAN PEMBAHASAN FINAL SESI I LIGA FISIKA PIF XIX TINGKAT SMA/MA SEDERAJAT PAKET 1
SOAL DAN PEMBAHASAN FINAL SESI I LIGA FISIKA PIF XIX TINGKAT SMA/MA SEDERAJAT PAKET 1 1. Terhadap koordinat x horizontal dan y vertikal, sebuah benda yang bergerak mengikuti gerak peluru mempunyai komponen-komponen
Computer Graphic. Output Primitif dan Algoritma Garis. Erwin Yudi Hidayat.
Computer Graphic Output Primitif dan Algoritma Garis Erwin Yudi Hidayat [email protected] Computer Graphics C Version 2 Ed by Donald Hearn Addison Wesley is an imprint of [email protected]
ALAT-ALAT OPTIK. Beberapa jenis alat optik yang akan kita pelajari dalam konteks ini adalah:
ALAT-ALAT OPTIK Kemajuan teknologi telah membawa dampak yang positif bagi kehidupan manusia, berbagai peralatan elektronik diciptakan untuk dapat menggantikan berbagai fungsi organ atau menyelidiki fungsi
SOAL BABAK PEREMPAT FINAL OLIMPIADE FISIKA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
SOAL BABAK PEREMPAT FINAL OLIMPIADE FISIKA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Tingkat Waktu : SMP/SEDERAJAT : 100 menit 1. Jika cepat rambat gelombang longitudinal dalam zat padat adalah = y/ dengan y modulus
3.1.3 menganalisis pembentukan bayangan pada lup,kacamata, mikroskop dan teropong
ALAT-ALAT OPTIK UNTUK SMk KELAS XII SEMESTER 1 OLEH : MUJIYONO,S.Pd SMK GAJAH TUNGGAL METRO MATERI : ALAT-ALAT OPTIK TUJUAN PEMBELAJARAN : Standar Kompetensi: 3. Menerapkan prinsip kerja alat-alat optik
1. Jika periode gelombang 2 sekon maka persamaan gelombangnya adalah
1. Jika periode gelombang 2 sekon maka persamaan gelombangnya adalah A. y = 0,5 sin 2π (t - 0,5x) B. y = 0,5 sin π (t - 0,5x) C. y = 0,5 sin π (t - x) D. y = 0,5 sin 2π (t - 1/4 x) E. y = 0,5 sin 2π (t
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - GELOMBANG ELEKTROMAGNET - G ELO MB ANG ELEK TRO M AG NETIK
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR Diberikan Tanggal :. Dikumpulkan Tanggal : Nama : Kelas/No : / Elektromagnet - - GELOMBANG ELEKTROMAGNET - G ELO MB ANG ELEK TRO M AG NETIK Interferensi Pada
LATIHAN SOAL FISIKA KELAS X SEMESTER 2 KERJAKAN SOAL DI BAWAH INI DENGAN CARA MEMBERI TAND X PADA PILIHAN JAWABAN YANG BENAR.
LATIHAN SOAL FISIKA KELAS X SEMESTER 2 KERJAKAN SOAL DI AWAH INI DENGAN CARA MEMERI TAND X PADA PILIHAN JAWAAN YANG ENAR. 1. Perhatikan benda yang terletak di depan lensa positif di bawah ini! kiri kanan
(D) 40 (E) 10 (A) (B) 8/5 (D) 5/8
1. Benda 10 kg pada bidang datar kasar (koef. gesek statik 0,40; koef gesek kinetik 0,35) diberi gaya mendatar sebesar 30 N. Besar gaya gesekan pada benda tersebut adalah N (A) 20 (C) 30 (E) 40 (B) 25
Fisika UMPTN Tahun 1986
Fisika UMPTN Tahun 986 UMPTN-86-0 Sebuah benda dengan massa kg yang diikat dengan tali, berputar dalam suatu bidang vertikal. Lintasan dalam bidang itu adalah suatu lingkaran dengan jari-jari, m. Jika
4/FISIKA DASAR/LFD PEMBENTUKAN BAYANGAN OLEH CERMIN
4/FISIKA DASAR/LFD PEMBENTUKAN BAYANGAN OLEH CERMIN I. TUJUAN PERCOBAAN 1. Membuktikan hukum pemantulan. 2. Menentukan jarak fokus cermin cekung. 3. Menentukan jarak fokus cermin cembung. II. PENGANTAR
ALAT ALAT OPTIK MATA KAMERA DAN PROYEKTOR LUP MIKROSKOP TEROPONG
ALAT ALAT OPTIK MATA KAMERA DAN PROYEKTOR LUP MIKROSKOP TEROPONG MATA Kornea, bagian depan mata memiliki lengkung lebih tajam dan dilapisi selaput cahaya Aquaeous humor, berfungsi membiaskan cahaya yang
PENBENTUKAN BAYANGAN OLEH CERMIN
KEGIATAN BELAJAR A. Landasan Teori PENBENTUKAN BAYANGAN OLEH CERMIN Dalam modul Fisika Dasar anda telah mempelajari optik geometrik. Dengan demikian, sampai sejauh ini sesungguhnya diharapkan anda telah
K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Fisika
K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Fisika Persiapan Penilaian Akhir Semester (PAS) Genap Halaman 1 01. Spektrum gelombang elektromagnetik jika diurutkan dari frekuensi terkecil ke yang paling besar adalah...
Fisika Optis & Gelombang
Fisika Optis & Gelombang Bayangan oleh Cermin Datar Sumber cahaya O Jarak sumber cahaya ke cermin = p = jarak obyek Bayangan obyek = I Jarak bayangan ke cermin = = jarak bayangan 2 Obyek P dengan tinggi
KATA PENGANTAR. Kupang, September Tim Penyusun
KATA PENGANTAR Puji syukur tim panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-nya tim bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Optika Fisis ini. Makalah ini diajukan guna memenuhi
