PT. BANK PANIN Tbk dan Entitas Anak

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PT. BANK PANIN Tbk dan Entitas Anak"

Transkripsi

1 PT. BANK PANIN Tbk dan Entitas Anak LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA TANGGAL 31 MARET 2012, 31 DESEMBER 2011 DAN 1 JANUARI 2011 SERTA PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2012 dan 2011 TIDAK DIAUDIT

2 PT. BANK PAN INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAK DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tidak diaudit 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011 serta periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2012 dan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 7 - Laporan Arus Kas Konsolidasian Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian INFORMASI TAMBAHAN - Informasi Laporan Posisi Keuangan Tersendiri Entitas Induk Informasi Laporan Laba Rugi Komprehensif Tersendiri Entitas Induk Informasi Laporan Perubahan Ekuitas Tersendiri Entitas Induk Informasi Laporan Arus Kas Tersendiri Entitas Induk

3

4 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012 (Tidak diaudit), 31 DESEMBER 2011 (Diaudit) dan 1 JANUARI 2011 (Tidak diaudit) 31 MARET 31 DESEMBER 1 JANUARI Catatan ( Disajikan kembali) ASET K a s 3b, 3g 1,023,067 1,392,325 1,076,074 Giro pada Bank Indonesia 3g, 3m, 5 8,039,232 7,490,081 5,403,656 Giro pada bank lain - setelah dikurangi 3g, 3m, 3s, 6 cadangan kerugian penurunan nilai masing - masing sebesar Rp 2 juta pada 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011 Pihak berelasi 3f, 44 26,003 79,389 78,740 Pihak ketiga 851,140 1,105, ,014 Jumlah 877,143 1,185, ,754 Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain - 3g, 3n, 3s, 7 setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai masing-masing sebesar Rp 500 juta pada 31 Maret 2012, dan 31 Desember 2011 serta Rp 600 juta pada 1 Januari 2011 Pihak berelasi 3f, 44 55, ,200 Pihak ketiga 13,455,623 15,968,557 16,808,876 Jumlah 13,510,623 15,968,557 16,989,076 Efek - Efek 3g, 3o, 3s, 8 Pihak berelasi 3f, 44 Dimiliki hingga jatuh tempo 30,000 30,000 30,000 Tersedia untuk dijual 9,946 9,893 9,613 Diperdagangkan 39,930 18,631 2,039 Pihak ketiga Dimiliki hingga jatuh tempo 12,002,497 13,379,925 7,985,894 Tersedia untuk dijual 3,322,362 1,605,757 12,570,626 Diperdagangkan 983, , ,147 Jumlah Dikurangi : Cadangan kerugian penurunan nilai (118,015) (58,751) (10,618) Bersih 16,269,762 15,537,775 20,687,701 Tagihan derivatif - setelah dikurangi cadangan kerugian 3g, 3p, 3s, 9 penurunan nilai masing-masing sebesar nihil pada 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari ,682 3,316 4,936 Kredit - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan 3g, 3q, 3r, 3s,10 nilai masing-masing sebesar Rp 2,069,684 juta pada 31 Maret 2012, Rp 2,000,491 juta pada 31 Desember 2011 dan Rp 1,563,457 juta pada 1 Januari 2011 Pihak berelasi 3f, 44 16,761 14,398 14,058 Pihak lain 72,634,664 69,064,913 55,668,504 Jumlah 72,651,425 69,079,311 55,682,562 Tagihan anjak piutang - setelah dikurangi cadangan 3g, 3s, 3cc kerugian penurunan nilai masing-masing sebesar Rp 684 juta pada 31 Maret 2012 dan Rp 330 juta pada 31 Desember 2011 serta Rp 2,121 juta pada 1 Januari ,045,442 1,078, ,094 1

5 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012 (Tidak diaudit), 31 DESEMBER 2011 (Diaudit) dan 1 JANUARI 2011 (Tidak diaudit) 31 MARET 31 DESEMBER 1 JANUARI Catatan ( Disajikan kembali) Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali - setelah 3g, 3s, 3gg, 11 dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai masing- 6,991,359 2,798,161 - masing sebesar nihil pada 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011 Investasi neto sewa pembiayaan - setelah dikurangi 3g, 3s, 3u, 12 cadangan kerugian penurunan nilai masing-masing sebesar Rp 2,336 juta pada 31 Maret 2012, Rp 4,054 juta 1,233,436 1,152, ,382 pada 31 Desember 2011 dan Rp 15,006 juta pada 1 Januari Piutang pembiayaan konsumen - setelah dikurangi cadangan 3g, 3s, 3v, 13 kerugian penurunan nilai masing-masing sebesar Rp 32,434 juta pada 31 Maret 2012, Rp 42,594 juta pada 3,703,845 3,533,672 1,949, Desember 2011 dan Rp 28,565 juta pada 1 Januari Tagihan akseptasi - setelah dikurangi cadangan kerugian 3g, 3s, 3t, 14 penurunan nilai masing-masing sebesar nihil pada 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari , , ,849 Penyertaan dalam bentuk saham - setelah dikurangi 3f, 3g, 3s, 3w cadangan kerugian penurunan nilai masing-masing 15, 44 sebesar Rp 625 juta pada 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari , , ,925 Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan 3x, 3z, 16 sebesar Rp 1,730,950 juta pada 31 Maret 2012, Rp 1,672,164 juta pada 31 Desember 2011 dan Rp 1,462,250 juta pada tanggal 1 Januari ,901,576 1,805,408 1,763,280 Aset pajak tangguhan 3mm, 41 47,376 43,485 53,157 Aset Lain-Lain 3s, 17 Aset tetap yang belum digunakan dalam kegiatan operasional 3aa 482, , ,941 Agunan yang diambil alih - setelah dikurangi penyisihan penghapusan aset non produktif masing-masing sebesar Rp 93,292 juta pada 31 Maret 2012, Rp 96,300 juta pada 31 Desember 2011 dan Rp 135,734 juta pada 1 Januari bb 226, , ,237 Lainnya 3d, 3g, 3y, 3ii 1,745,036 1,666,292 1,356,286 JUMLAH ASET 130,947, ,754, ,995,334 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. 2

6 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012 (Tidak diaudit), 31 DESEMBER 2011 (Diaudit) dan 1 JANUARI 2011 (Tidak diaudit) LIABILITAS DAN EKUITAS 31 MARET 31 DESEMBER 1 JANUARI Catatan (Disajikan kembali) LIABILITAS Liabilitas segera 455, , ,272 Simpanan 3h, 3dd, 18 Pihak berelasi 3f, , , ,438 Pihak ketiga 89,756,259 85,323,609 74,900,282 Jumlah 90,092,688 85,748,532 75,279,720 Simpanan dari bank lain 3h, 3ee, 19 Pihak berelasi 3f, 44 12,405 10,155 30,000 Pihak ketiga 7,310,211 5,305,074 3,537,326 Jumlah 7,322,616 5,315,229 3,567,326 Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali - pihak ketiga 3h, 3hh, 20 1,753,413 3,665,163 4,653,892 Liabilitas derivatif - pihak ketiga 3h, 3p, 21 3,190 2,951 7,216 Liabilitas Akseptasi Pihak berelasi 3f, 44-4,139 - Pihak ketiga 3h, 3t, , , ,849 Jumlah 755, , ,849 Surat berharga yang diterbitkan - bersih 3h, 3ff, 23 5,292,650 4,591,701 2,789,842 Pinjaman yang diterima - pihak ketiga 3h, 24 3,120,173 2,985,155 3,582,389 Utang pajak 3mm, , , ,305 Liabilitas Lain - lain 3h, 3jj, 3ll, 25 1,399,489 1,291, ,658 Obligasi subordinasi - bersih 3h, 3ff, 26 3,893,089 3,891,614 3,886,111 Jumlah Liabilitas 114,398, ,866,048 95,498,580 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. 3

7 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2012 (Tidak diaudit), 31 DESEMBER 2011 (Diaudit) dan 1 JANUARI 2011 (Tidak diaudit) 31 MARET 31 DESEMBER 1 JANUARI Catatan (Disajikan kembali) EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 100,- per saham Modal dasar saham pada 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 serta saham pada 1 Januari Modal ditempatkan dan disetor penuh saham 27 2,408,765 2,408,765 2,408,765 Agio saham 3ff, 27 3,444,330 3,444,330 3,444,330 Komponen ekuitas lainnya 3o, 3w, 28 (10,864) (47,613) (33,380) Saldo Laba Ditentukan penggunaannya 120, , ,000 Tidak ditentukan penggunaannya 8,871,520 8,315,575 6,505,244 Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 14,833,751 14,241,057 12,424,959 Kepentingan Non Pengendali 3c, 29 1,716,031 1,647,074 1,071,795 Jumlah Ekuitas 16,549,782 15,888,131 13,496,754 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 130,947, ,754, ,995,334 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. 4

8 LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2012 DAN 2011 (Tidak diaudit) PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL 31 MARET 31 MARET Catatan (Disajikan kembali) Pendapatan Bunga 3f,3gg,3ii,3jj Bunga yang diperoleh 31,44 2,589,208 2,236,882 Provisi dan komisi kredit 73,833 88,924 Jumlah pendapatan bunga 2,663,041 2,325,806 Beban Bunga 3f,3ff,3hh,3ii,3jj Bunga 32,44 1,216,568 1,179,363 Hadiah 139,127 1,803 Provisi dan komisi yang dibayar 65,875 64,133 Jumlah beban bunga 1,421,570 1,245,299 Pendapatan Bunga - bersih 1,241,471 1,080,507 Pendapatan Operasional Lainnya Keuntungan bersih penjualan efek 3o, 8, ,178 30,036 Pendapatan underwriting 3jj, 34 74,440 69,502 Provisi dan komisi selain kredit - bersih 3kk, 35 14,869 16,043 Pendapatan transaksi valuta asing - bersih 3e 47,501 27,064 Kenaikan (penurunan) nilai efek yang diperdagangkan 3o, 8 (64,798) (4,113) Bagian laba bersih entitas asosiasi 3w,15 20,935 11,693 Lainnya ,893 97,102 Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya 421, ,327 Beban (pemulihan) kerugian penurunan nilai Aset produktif 3g, 3s,6,7,8,9,10,11 179,840 (29,010) 12,13,14, 15 Aset non produktif 3s,17 4,900 52,726 Jumlah Beban Kerugian Penurunan Nilai 184,740 23,716 Beban Operasional Lainnya Umum dan administrasi 3f, 37,44 390, ,657 Tenaga kerja , ,600 Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya 3ll, 42 21,366 12,501 Lainnya 39 93,405 90,466 Jumlah Beban Operasional Lainnya 705, ,224 Beban Operasional Lainnya - Bersih (469,582) (509,613) LABA OPERASIONAL 771, ,894 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. 5

9 LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2012 DAN 2011 (Tidak diaudit) 31 MARET 31 MARET Catatan (Disajikan kembali) PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL Hasil sewa 3,390 3,241 Amortisasi Goodwill Lainnya - bersih 35,644 27,619 PENDAPATAN NON OPERASIONAL - BERSIH 39,034 30,860 LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 810, ,754 PENDAPATAN (BEBAN) PAJAK 3mm, 40 Pajak kini (199,257) (147,418) Pajak tangguhan 3,892 1,121 Jumlah (195,365) (146,297) LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 615, ,457 PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN Keuntungan (kerugian) atas aset keuangan tersedia untuk dijual - bersih 3o, 8 46,096 (7,195) Jumlah Laba Komprehensif 661, ,262 LABA BERSIH YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA: Pemilik Entitas Induk 555, ,104 Kepentingan Non Pengendali 3c, 29 59,608 52,353 Jumlah Laba Bersih 615, ,457 JUMLAH LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA : Pemilik Entitas Induk 592, ,116 Kepentingan Non Pengendali 68,955 51,146 Jumlah Laba Komprehensif 661, ,262 LABA BERSIH PER SAHAM (dalam Rupiah penuh) 3nn, 41 Dasar Dilusian - - Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. 6

10 PT. BANK PANIN Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2012 DAN 2011 (Tidak diaudit) Modal Agio Selisih Laba (rugi) belum Saldo laba Ekuitas yang Kepentingan Jumlah Catatan saham saham transaksi direalisasi Ditentukan Tidak ditentukan dpt diatribusikan Non Ekuitas ekuitas dengan atas pemilikan penggunaannya penggunaannya ke pemilik Pengendali pihak efek tersedia entitas induk non-pengendali untuk dijual Saldo per 1 Januari ,408,765 3,444,330 (8,782) (24,598) 100,000 6,505,244 12,424,959 1,071,795 13,496,754 Selisih transaksi ekuitas dengan pihak nonpengendali 3w, Laba bersih tahun berjalan , ,104 52, ,457 Rugi belum direalisasi atas pemilikan efek tersedia untuk dijual (5,988) - - (5,988) (1,206) (7,194) Jumlah laba komprehensif (5,988) - 403, ,116 51, ,263 Kepentingan Non Pengendali atas aset bersih entitas anak 3w Saldo per 31 Maret ,408,765 3,444,330 (8,782) (30,586) 100,000 6,908,348 12,822,075 1,122,942 13,945,017 Selisih transaksi ekuitas dengan pihak nonpengendali 3w, (7,672) (7,672) - (7,672) Laba bersih tahun berjalan ,427,227 1,427, ,637 1,598,864 Rugi belum direalisasi atas pemilikan efek tersedia untuk dijual (573) - - (573) (8,285) (8,858) Jumlah laba komprehensif (573) - 1,427,227 1,426, ,352 1,590,006 Cadangan umum ,000 (20,000) - Kepentingan Non Pengendali atas aset bersih entitas anak 3w , ,780 Saldo per 31 Desember ,408,765 3,444,330 (16,454) (31,159) 120,000 8,315,575 14,241,057 1,647,074 15,888,131 Selisih transaksi ekuitas dengan pihak nonpengendali 3w, (7,672) (7,672) - (7,672) Laba bersih tahun berjalan , ,945 59, ,553 Rugi belum direalisasi atas pemilikan efek tersedia untuk dijual , ,749 9,349 46,098 Jumlah laba komprehensif , , ,694 68, ,651 Kepentingan Non Pengendali atas aset bersih entitas anak 3w Saldo per 31 Maret ,408,765 3,444,330 (16,454) 5, ,000 8,871,520 14,833,751 1,716,031 16,549,782 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan 7

11 PT BANK PANIN Tbk. DAN ENTITAS ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2012 DAN 2011 (Tidak diaudit) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI : (Disajikan kembali) Bunga,provisi dan komisi kredit yang diterima 2,655,622 2,356,380 Bunga, hadiah dan provisi komisi dana yang dibayar (1,368,805) (1,222,381) Penerimaan pendapatan operasional lainnya 352, ,148 Pembayaran beban operasional lainnya (731,184) (932,132) Keuntungan dari transaksi valuta asing - bersih 47,501 30,258 Penerimaan pendapatan non operasional - bersih 38,711 29,783 Pembayaran beban pajak (160,632) (99,015) Arus kas operasi sebelum perubahan dalam aset dan liabilitas operasi 833, ,041 Penurunan (kenaikan) aset operasi Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain (5,418,681) (5,791,474) Efek-efek (987,158) (1,839,898) Kredit (3,608,623) (3,507,983) Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (4,193,198) (1,026,977) Investasi neto sewa pembiayaan (79,008) (26,652) Piutang pembiayaan konsumen (160,013) (386,203) Tagihan anjak piutang 32,218 (106,205) Aset lain-lain 167, ,671 Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi Liabilitas segera 199, ,365 Simpanan 4,344,156 3,584,486 Simpanan dari bank lain 2,007,387 1,143,705 Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (1,911,750) (633,500) Liabilitas lain-lain 53,352 47,116 Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Operasi (8,719,981) (7,799,508) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Hasil penjualan aset tetap 972 2,372 Perolehan aset tetap (131,094) (62,477) Kas bersih digunakan untuk Aktivitas Investasi (130,122) (60,105) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerbitan surat berharga yang diterbitkan - bersih 642, ,000 Pelunasan surat berharga yang diterbitkan - (50,000) Obligasi yang dibeli kembali (37,000) 12,905 Penerimaan (pembayaran) pinjaman yang diterima 135,018 (1,199,271) Pembayaran dividen tunai (25) (28) Setoran modal dari entitas non-pengendali 90 2 Biaya emisi obligasi dan obligasi subordinasi yang diterbitkan 12,883 (4,100) Kas bersih digunakan untuk Aktivitas Pendanaan 753,824 (740,492) KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS (8,096,279) (8,600,105) KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 26,586,196 28,800,663 KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 18,489,917 20,200,558 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan 8

12 PT. BANK PANIN Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2012 DAN 2011 (Tidak diaudit) (Disajikan kembali) PENGUNGKAPAN TAMBAHAN Kas dan setara kas terdiri dari : Kas 1,023, ,028 Giro pada Bank Indonesia 8,039,232 6,816,263 Giro pada Bank Lain 877, ,195 Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain 8,092,442 8,362,036 Efek-efek, jatuh tempo dalam tiga bulan atau kurang 458,031 3,576,036 18,489,917 20,200,558 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan 9

13 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum P.T. Bank Pan Indonesia Tbk (selanjutnya disebut "Bank") didirikan dengan akta No. 85 tanggal 17 Agustus 1971 dari notaris Juliaan Nimrod Siregar gelar Mangaradja, S.H. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. J.A.5/81/24 tanggal 19 April 1972 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 45 tanggal 6 Juni 1972 Tambahan No Anggaran dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan akta No. 09 tanggal 9 Juli 2010 dari Benny Kristianto, S.H., notaris di Jakarta, dalam rangka peningkatan modal dasar Bank dari Rp miliar menjadi Rp miliar, terbagi menjadi juta saham. Akta perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. AHU AH Tahun 2010 tanggal 1 Oktober Bank berkedudukan di Jakarta dengan 52 kantor cabang di Indonesia, 1 (satu) kantor perwakilan di Singapura, 1 (satu) cabang di Cayman Islands. Kantor pusat Bank beralamat di Gedung Panin Centre Jl. Jend. Sudirman, Jakarta. Jumlah karyawan Bank rata-rata karyawan pada tanggal 31 Maret 2012 dan karyawan pada tanggal 31 Desember Sesuai dengan Anggaran Dasar Bank, ruang lingkup kegiatan Bank adalah menjalankan usaha bank umum dalam arti kata seluas-luasnya di dalam maupun di luar negeri. Bank mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 18 Agustus 1971, sesuai dengan ijin usaha yang diberikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.KEP-205/DDK/II/8/1971 tanggal 18 Agustus Sesuai dengan Surat Keputusan Bank Indonesia No. 5/2-Kep.Dir.tanggal 21 April 1972, Bank telah mendapat persetujuan menjadi bank devisa. Bank tergabung dalam kelompok usaha Panin Group. Susunan pengurus dan Komite Audit Bank pada tanggal 31 Maret 2012 adalah sebagai berikut : Dewan Komisaris Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris / Komisaris Independen Komisaris Komisaris Independen Dewan Direksi Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Kepatuhan Komite Audit Ketua Anggota : Drs. Johnny : Drs. H. Bambang Winarno : Suwirjo Josowidjojo BSc. : Drs. Riyanto : Drs. H. Rostian Sjamsudin : Chandra Rahardja Gunawan : Roosniati Salihin : Ng Kean Yik : Hendrawan Danusaputra : Gunawan Santoso : Edy Heryanto : Lionto Gunawan : Iswanto Tjitradi : H. Ahmad Hidayat : Antonius Ketut Dwirianto : Drs.Riyanto : Adriana Mulianto Lukman Abdullah Susanto Sorip Pembentukan Komite Audit telah sesuai dengan Peraturan No. IX.I.5 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit yang terdapat dalam lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-29/PM/2004 tanggal 24 September

14 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK b. Entitas anak Bank merupakan pemegang saham terbesar dibandingkan dengan kepemilikan pihak lain serta memiliki pengaruh signifikan atas manajemen entitas anak berikut: Entitas anak Domisili Jenis Usaha Persentase Pemilikan Tahun Operasi Jumlah Aset Komersial 31 M ar Rp juta PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFI) Jakarta Lembaga pembiayaan 54,35% 54,35% ,601,126 PT Asuransi M ulti Artha Guna Tbk (AM AG) Jakarta Asuransi 13,50% 13,50% ,119,710 PT Bank Panin Syariah (d/h Bank Harfa) (BPS) Jakarta Bank Syariah % % ,032,997 PT Verena M ulti Finance Tbk (VM F) (d/h PT Verena Oto Finance Tbk) Jakarta Lembaga pembiayaan 42,87% 42,87% ,534,967 Seluruh entitas anak berdomisili di Jakarta. Pada tanggal 3 Agustus 2009, Bank menambah investasi modal pada Bank Harfa sebesar Rp 50 miliar dalam rangka konversi Bank Harfa menjadi Bank Panin Syariah. Tambahan investasi ini telah disetujui melalui Akta No.1 tanggal 3 Agustus 2009, Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta. Bank Harfa berubah menjadi Bank Panin Syariah (BPS) yang menjalankan usaha perbankan berbasis syariah pada tanggal 1 Desember 2009 setelah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia dengan surat No. 11/52/KEP.GBI/DpG/2009 tanggal 6 Oktober Pada tanggal 6 April 2011 dan 10 Juni 2011, Bank menambah investasi modal pada Bank Panin Syariah masing-masing sebesar Rp juta dan Rp juta. Tambahan investasi ini telah disetujui melalui Akta No. 387 tanggal 28 April 2011 dari Aulis Taufani, S.H., notaris di Jakarta dan No. 36 tanggal 27 Juni 2011 dari Erni Rohaini, S.H., notaris di Jakarta. Pada tanggal 23 September 2011, PT Clipan Finance Indonesia Tbk (Clipan) memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam-LK dengan suratnya No. S-10363/BL/2011 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas V sebesar saham disertai waran sebanyak waran. Sahamsaham tersebut dicatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 7 Oktober Bank membeli saham Clipan disertai dengan waran dengan harga penawaran Rp 400, sehingga persentase kepemilikan Bank terhadap Clipan tidak berubah. Pada tanggal 26 September 2011, PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam-LK dengan suratnya No. S-10485/BL/2011 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I dengan Hak Memesan Efek Terlebih dahulu sebesar saham disertai waran sebanyak waran yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 26 Oktober Bank membeli saham AMAG disertai dengan waran dengan harga penawaran Rp 150, sehingga persentase kepemilikan Bank terhadap AMAG tidak berubah. c. Penawaran Umum Efek Bank Penawaran Umum Saham Pada tanggal 28 Oktober 1982, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. SI-014/PM/E/1982 untuk melakukan penawaran umum atas saham Bank kepada masyarakat. 11

15 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Penawaran Umum Perdana dan Terbatas yang telah dilakukan oleh Bank adalah sebagai berikut: Nilai Harga Jumlah Nominal Penawaran Nomor dan tanggal surat Tahun Keterangan Saham per saham per saham efektif dari Bapepam Rp Rp 1982 Penawaran Umum Perdana 1,637,500 1,000 3,475 SI-014/PM/E/ Oktober Penawaran Umum Kedua 3,162,500 1,000 3,550 SI-017/PM/E/ Mei Penawaran Umum Terbatas I 3,200,000 1,000 4,500 S-467/PM/ Oktober Penawaran Umum Terbatas II 3,830,931 1,000 13, April Penawaran Umum Terbatas III 60,180,462 1,000 1,900 S-725/PM/ Juni Penawaran Umum Terbatas IV 300,902, ,200 S-1212/PM/ Juni Penawaran Umum Terbatas V 702,105, S-1268/PM/ Juni Penawaran Umum Terbatas VI 1,225,406, ,100 S-1180/PM/ Juni Penawaran Umum Terbatas VII 4,016,358, S-791/BL/ Juni 2006 Berdasarkan Rapat Umum Luar Biasa I para pemegang saham yang tercantum dalam Akta Berita Acara No. 52 tanggal 28 Mei 2004 dari Veronica Lily Dharma, S.H., notaris di Jakarta, disetujui pembagian saham bonus yang berasal dari saldo laba dengan jumlah maksimum saham. Jumlah saham bonus yang dibagikan menjadi sejumlah saham karena adanya pembulatan. Nilai nominal Rp 100 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tanggal 28 Juni Pada tanggal 31 Maret 2012, sejumlah saham Bank telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (d/h Bursa Efek Jakarta) dan sejumlah saham yang merupakan saham pendiri tidak dicatatkan di bursa. Penawaran Umum Obligasi Pada tanggal 29 Oktober 2010, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam-LK dengan suratnya No. S-9803/BL/2010 untuk melakukan penawaran obligasi Bank Panin IV Tahun 2010 kepada masyarakat dengan nilai nominal sebesar Rp 540 miliar. Pada tanggal 5 Nopember 2010, seluruh obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 29 September 2009, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam dengan suratnya No. S-8699/BL/2009 untuk melakukan penawaran obligasi Bank Panin III Tahun 2009 kepada masyarakat dengan nilai nominal sebesar Rp 800 miliar. Pada tanggal 7 Oktober 2009, seluruh obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 7 Juni 2007, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam dengan suratnya No. S-2708/BL/2007 untuk melakukan penawaran obligasi Bank Panin II Tahun 2007 kepada masyarakat dengan nilai nominal sebesar Rp miliar. Pada tanggal 20 Juni 2007, seluruh obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (d/h Bursa Efek Surabaya). Penawaran Umum Obligasi Subordinasi Pada tanggal 29 Oktober 2010, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam-LK dengan suratnya No. S-9803/BL/2010 untuk melakukan penawaran umum obligasi Subordinasi Bank Panin III Tahun 2010 kepada masyarakat dengan nilai nominal sebesar Rp miliar. Pada tanggal 5 Nopember 2010, seluruh obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia Pada tanggal 27 Maret 2008, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam dengan suratnya No. S-1767/BL/2008 untuk melakukan penawaran umum Obligasi Subordinasi Bank Panin II Tahun 2008 kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 1,5 triliun. Pada tanggal 10 April 2008, seluruh obligasi subordinasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. 12

16 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) a. Standar yang berlaku efektif pada periode berjalan: Dalam periode berjalan, Bank dan entitas anak telah menerapkan semua standar baru dan revisi serta interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan Indonesia yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada tanggal 1 Januari Penerapan standar baru dan revisi serta interpretasi telah berdampak terhadap perubahan kebijakan akuntansi Bank dan entitas anak yang mempengaruhi penyajian dan pengungkapan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun berjalan atau tahun sebelumnya: PSAK 1 (revisi 2009), Penyajian Laporan Keuangan Standar revisi ini mengatur perubahan dalam format dan isi laporan keuangan konsolidasian, termasuk revisi judul laporan keuangan konsolidasian. Sebagai hasil dari penerapan standar revisi ini, Bank dan entitas anak menyajikan semua perubahan pemilik dalam ekuitas pada laporan perubahan ekuitas konsolidasian. Semua perubahan non-pemilik dalam ekuitas disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Informasi komparatif disajikan kembali untuk menyesuaikan dengan standar. Sebagai tambahan, standar revisi mengharuskan penyajian laporan posisi keuangan ketiga pada tanggal 1 Januari 2009 karena perubahan klasifikasi kepentingan non-pengendali (sebelumnya disebut hak minoritas) menjadi bagian dari ekuitas. Pengungkapan tambahan juga dilakukan sehubungan dengan manajemen modal, penilaian kritis dalam menerapkan kebijakan akuntansi, dan sumber-sumber utama ketidakpastian estimasi. PSAK 7 (revisi 2010), Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi Standar ini memperluas definisi pihakpihak berelasi dan pengungkapan hubungan pihak-pihak berelasi, transaksi dan saldo termasuk komitmen antara mereka. Standar ini juga mengharuskan pengungkapan hubungan antara entitas induk dan entitas anak terlepas dari apakah telah terjadi transaksi antara mereka. Selanjutnya pengungkapan atas kompensasi secara keseluruhan dan masing-masing kategori kompensasi yang diberikan kepada semua personil manajemen kunci juga diharuskan. Bank dan entitas anak telah mengevaluasi hubungan antara pihak-pihak berelasi dan mengungkapkannya sesuai dengan standar revisi ini. PSAK 22 (revisi 2010), Kombinasi Bisnis Sesuai dengan ketentuan transisi, PSAK 22 (revisi 2010), telah diterapkan secara prospektif untuk kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya pada atau setelah tanggal 1 Januari Pengaruh dari penerapan PSAK 22 (revisi 2010), Kombinasi Bisnis adalah sebagai berikut: Diperbolehkan untuk memilih dasar setiap transaksi untuk mengukur kepentingan nonpengendali (sebelumnya disebut sebagai hak minoritas) baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan kepentingan non-pengendali atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Jika Bank memilih untuk mengukur kepentingan non-pengendali dengan nilai wajar pada tanggal akuisisi, konsekuensinya adalah goodwill yang diakui sehubungan dengan akuisisi mencerminkan pengaruh dari perbedaan antara nilai wajar dari kepentingan non-pengendali dan proporsi kepemilikan kepentingan non-pengendali atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi; Mengharuskan biaya-biaya yang terkait dengan akuisisi diperhitungkan secara terpisah dari kombinasi bisnis, umumnya biaya-biaya diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat terjadinya, dimana sebelumnya dicatat sebagai bagian dari biaya perolehan akuisisi; Menghentikan amortisasi goodwill yang diakui pada tahun sebelumnya dan melakukan uji penurunan nilai atas goodwill sesuai dengan PSAK 48 (revisi 2009); 13

17 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Menghentikan pengakuan nilai tercatat dari negatif goodwill pada tanggal 1 Januari 2011 dengan melakukan penyesuaian terhadap saldo laba awal tahun. Berikut ini standar baru dan standar revisi serta interpretasi yang diterapkan dalam laporan keuangan konsolidasian. Penerapan ini tidak memiliki pengaruh yang signifikan atas jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi mempengaruhi akuntansi untuk transaksi masa depan: PSAK 2 (revisi 2009), Laporan Arus Kas PSAK 3 (revisi 2010), Laporan Keuangan Interim PSAK 4 (revisi 2009), Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri PSAK 5 (revisi 2009), Segmen Operasi PSAK 8 (revisi 2010), Peristiwa Setelah Periode Pelaporan PSAK 12 (revisi 2009), Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama PSAK 15 (revisi 2009), Investasi pada Entitas Asosiasi PSAK 19 (revisi 2010): Aset Tak Berwujud PSAK 23 (revisi 2010): Pendapatan PSAK 25 (revisi 2009), Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan PSAK 48 (revisi 2009), Penurunan Nilai Aset PSAK 57 (revisi 2009), Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi PSAK 58 (revisi 2009), Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan ISAK 7 (revisi 2009), Konsolidasian Entitas Bertujuan Khusus ISAK 9, Perubahan atas Liabilitas Aktivitas Purnaoperasi, Restorasi, dan Liabilitas Serupa ISAK 10, Program Loyalitas Pelanggan ISAK 11, Distribusi Aset Nonkas Kepada Pemilik ISAK 12, Pengendalian Bersama Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer ISAK 14, Aset Tak Berwujud Biaya Situs Web ISAK 17, Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai Standar lainnya yang berlaku efektif pada periode berjalan : PSAK 10 (revisi 2010), Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing PSAK 13 (revisi 2011), Properti Investasi PSAK 16 (revisi 2011), Aset Tetap PSAK 18 (revisi 2010), Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya PSAK 24 (revisi 2010), Imbalan Kerja PSAK 26 (revisi 2011), Biaya Pinjaman PSAK 28 (revisi 2011), Akuntansi Kontrak Asuransi Kerugian PSAK 30 (revisi 2011), Sewa PSAK 33 (revisi 2011), Aktivitas Pengupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pertambangan Umum PSAK 34 (revisi 2010), Kontrak Konstruksi PSAK 36 (revisi 2011), Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa PSAK 45 (revisi 2010), Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba PSAK 46 (revisi 2010), Pajak Penghasilan PSAK 50 (revisi 2010), Instrumen Keuangan: Penyajian PSAK 53 (revisi 2010), Pembayaran Berbasis Saham PSAK 55 (revisi 2011), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran PSAK 56 (revisi 2011), Laba Per Saham PSAK 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan PSAK 61, Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah PSAK 62, Kontrak Asuransi PSAK 63, Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi PSAK 64, Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi pada Pertambangan Sumber Daya Mineral ISAK 13, Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri ISAK 15, Batas Aset Manfaat Pasti, Persyaratan Minimum dan Interaksinya ISAK 16, Perjanjian Konsesi Jasa ISAK 18, Bantuan Pemerintah Tidak Ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi ISAK 19, Penerapan Pendekatan Penyajian Kembali dalam PSAK 63: Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi 14

18 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK ISAK 20, Pajak Penghasilan Perubahan dalam status Pajak Entitas atau Para Pemegang Sahamnya ISAK 22, Perjanjian Konsensi Jasa: Pengungkapan ISAK 23, Sewa Operasi Insentif ISAK 24, Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal Sewa ISAK 25, Hak Atas Tanah ISAK 26, Penilaian Ulang Derivatif Melekat b. Standar dan interpretasi telah diterbitkan namun belum diterapkan Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2013 adalah ISAK 21, Perjanjian Kontrak Real Estat dan PSAK 38 (revisi 2012), Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali. Standar dan interpretasi baru/revisi ini merupakan hasil konvergensi Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Standards). Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, manajemen sedang mengevaluasi dampak dari standar dan interpretasi terhadap laporan keuangan konsolidasian. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, manajemen sedang mengevaluasi dampak dari standar dan interpretasi terhadap laporan keuangan konsolidasian. 3. KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Pernyataan Kepatuhan Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan telah sesuai dengan Peraturan No. VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang terdapat dalam Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. KEP-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000, dan perubahannya Salinan Keputusan Ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan No. KEP-554/BL/2010 tanggal 30 Desember 2010 dan SE-02/BL/2008 tanggal 31 Januari 2008 tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Perbankan. b. Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, adalah dasar akrual. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rp) dan laporan keuangan konsolidasian tersebut disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung yang dimodifikasi dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain dan Sertifikat Bank Indonesia yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. Laporan keuangan entitas anak yang menjalankan usaha perbankan berdasarkan prinsip syariah disusun berdasarkan pedoman Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 101 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah. c. Prinsip Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Bank dan entitas yang dikendalikan oleh Bank (entitas anak). Pengendalian dianggap ada apabila Bank mempunyai hak untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional suatu entitas untuk memperoleh manfaat dari aktivitasnya. Hasil dari entitas anak yang diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sejak tanggal efektif akuisisi dan sampai dengan tanggal efektif penjualan. 15

19 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Bank. Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo, penghasilan dan beban dieliminasi pada saat konsolidasian. Kepentingan non-pengendali pada entitas anak diidentifikasi secara terpisah dan disajikan dalam ekuitas. Efektif 1 Januari 2011, kepentingan non-pengendali pemegang saham pada awalnya boleh diukur pada nilai wajar atau pada proporsi kepemilikan kepentingan non-pengendali atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dibuat pada saat akuisisi dengan dasar akuisisi. Setelah akuisisi, nilai tercatat kepentingan non-pengendali adalah jumlah kepentingan non-pengendali pada pengakuan awal ditambah dengan proporsi kepentingan non-pengendali atas perubahan selanjutnya dalam ekuitas. Jumlah pendapatan komprehensif diatribusikan pada kepentingan non-pengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan non-pengendali mempunyai saldo defisit. Sebelumnya, kepentingan non-pengendali diukur pada pengakuan awal pada proporsi kepemilikan kepentingan non-pengendali dalam biaya historis dari aset bersih yang dapat diidentifikasi dari pihak yang diakuisisi (acquiree). Bila kerugian dari kepentingan non-pengendali melebihi kepentingannya dalam ekuitas entitas anak, kelebihan dan setiap kerugian lebih lanjut yang diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali dibebankan kepada pemegang saham mayoritas kecuali kepentingan non-pengendali tersebut mempunyai kewajiban mengikat dan dapat menanggung rugi tersebut. Perubahan dalam bagian kepemilikan Bank dan entitas anak pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Nilai tercatat kepentingan entitas anak dan kepentingan non-pengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan bagian kepemilikannya atas entitas anak. Setiap perbedaan antara jumlah kepentingan non-pengendali disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada pemilik entitas induk. Bank telah memilih untuk menyajikan sebagai bagian yang terpisah dalam ekuitas, sisa saldo yang berkaitan dengan pengaruh transaksi modal tahun sebelumnya dari entitas anak dengan pihak ketiga. d. Kombinasi Bisnis Akuisisi entitas anak dan bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya akuisisi adalah nilai agregat nilai wajar (pada tanggal pertukaran) dari aset yang diperoleh, liabilitas yang terjadi atau ditanggung dan instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai pertukaran atas pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif. Untuk kombinasi bisnis tahun sebelumnya, setiap biaya yang dapat diatribusikan langsung pada kombinasi bisnis dianggap sebagai bagian dari biaya kombinasi bisnis. Dalam penerapannya, imbalan untuk akuisisi termasuk setiap aset atau liabilitas yang dihasilkan dari suatu kesepakatan imbalan kontinjen diukur terhadap nilai wajar pada tanggal akuisisi. Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar disesuaikan dengan biaya akuisisi ketika memenuhi syarat sebagai penyesuaian pengukuran periode. Semua perubahan selanjutnya dalam nilai wajar dari imbalan kontijensi diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yang dihitung sesuai dengan standar akuntansi. Perubahan dalam nilai wajar dari imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak dicatat. Aset teridentifikasi, liabilitas dan liabilitas kontijensi pihak yang diakuisisi yang memenuhi kondisi-kondisi pengakuan berdasarkan PSAK 22 (revisi 2010), Kombinasi Bisnis, diakui pada nilai wajar, kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu diukur dengan menggunakan standar yang relevan. Untuk kombinasi bisnis tahun sebelumnya dimana Bank mengakuisisi kurang dari seluruh saham entitas anak, proporsi minoritas atas aset dan liabilitas dinyatakan sebesar jumlah tercatat sebelum akuisisinya. Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi, Bank dan entitas anak melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut. 16

20 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Periode pengukuran adalah periode dari tanggal akuisisi hingga tanggal Bank memperoleh informasi lengkap tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan periode pengukuran maksimum satu tahun dari tanggal akuisisi. e. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing Pembukuan Bank, kecuali untuk cabang di luar negeri yaitu Cayman Islands diselenggarakan dalam satuan Rupiah. Transaksi-transaksi selama periode berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs spot Reuters pada pukul WIB. Keuntungan atau kerugian yang timbul sebagai akibat dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dicatat sebagai laba rugi tahun berjalan. Kegiatan cabang Cayman Islands merupakan bagian integral dari kegiatan usaha Bank. Dengan demikian pembukuan cabang tersebut yang diselenggarakan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat dijabarkan dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan prosedur yang sama dengan Bank. f. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. a) Orang atau anggota keluarga terdekat yang mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: 1) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; 2) Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau 3) Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor. b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: 1) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain). 2) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya). 3) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. 4) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. 5) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor. 6) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a). 7) Orang yang diidentifikasi dalam huruf a) 1) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). Seluruh transaksi yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan konsolidasian. g. Aset Keuangan Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang berlaku, dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi, kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, yang awalnya diukur sebesar nilai wajar. Aset keuangan Bank dan entitas anak diklasifikasikan sebagai berikut: Nilai wajar melalui laporan laba rugi Dimiliki hingga jatuh tempo Tersedia untuk dijual Pinjaman yang diberikan dan piutang 17

21 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Nilai wajar melalui laporan laba rugi (FVTPL) Aset keuangan diklasifikasi dalam FVTPL, jika aset keuangan sebagai kelompok diperdagangkan atau pada saat pengakuan awal ditetapkan untuk diukur pada FVTPL. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan apabila: Diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual kembali dalam waktu dekat; atau Merupakan bagian dari portfolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek yang terkini; atau Merupakan derivatif yang tidak ditetapkan dan tidak efektif sebagai instrumen lindung nilai Aset keuangan selain aset keuangan yang diperdagangkan, dapat ditetapkan sebagai FVTPL pada saat pengakuan awal, jika: penetapan tersebut mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan ketidak-konsistenan pengukuran dan pengakuan yang dapat timbul; atau aset keuangan merupakan bagian dari kelompok aset keuangan, yang dikelola dan kinerjanya berdasarkan nilai wajar, sesuai dengan dokumentasi manajemen risiko atau strategi investasi Bank dan entitas anak, dan informasi tentang kelompok tersebut disediakan secara internal kepada manajemen kunci; atau merupakan bagian dari kontrak yang mengandung satu atau lebih derivatif melekat, dan PSAK 55 (revisi 2006) memperbolehkan kontrak gabungan (aset atau liabilitas) ditetapkan sebagai FVTPL. Aset keuangan FVTPL disajikan sebesar nilai wajar, keuntungan atau kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi komprehensif. Keuntungan atau kerugian bersih yang diakui dalam laporan laba rugi komprehensif mencakup dividen atau bunga yang diperoleh dari aset keuangan. Nilai wajar ditentukan dengan cara seperti dijelaskan pada Catatan 3i. Dimiliki hingga jatuh tempo Aset keuangan diklasifikasikan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo hanya jika investasi tersebut memiliki pembayaran yang tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan serta entitas mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo. Pada saat pengakuan awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset keuangan. Setelah pengakuan awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi kerugian penurunan nilai yang ada. Aset keuangan tersedia untuk dijual Aset keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo, diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, atau pinjaman yang diberikan dan piutang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual. Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang tersedia untuk dijual diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Setelah itu, aset keuangan tersedia untuk dijual diukur dan dicatat pada nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui pada ekuitas kecuali untuk kerugian penurunan nilai, bunga yang dihitung dengan metode suku bunga efektif dan laba rugi selisih kurs atas aset moneter yang diakui pada laporan laba rugi komprehensif. Jika aset keuangan dilepas atau mengalami penurunan nilai, akumulasi laba atau rugi yang sebelumnya diakui di ekuitas, direklas ke laporan laba rugi komprehensif. Investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak tercatat di bursa yang tidak mempunyai kuotasi harga pasar di pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal diklasifikasikan sebagai AFS, diukur pada biaya perolehan dikurangi penurunan nilai. Pinjaman yang diberikan dan piutang Aset keuangan dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif diklasifikasi sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi kerugian penurunan nilai. 18

22 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali piutang jangka pendek dimana pengakuan bunga tidak material. Metode suku bunga efektif Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga dan beban bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal. Perhitungan dari suku bunga efektif termasuk semua fee dan pembayaran atau penerimaan poin yang merupakan bagian integral dari suku bunga efektif. Biaya transaksi termasuk biaya incremental yang secara langsung berkaitan dengan akuisisi atas penerbitan aset atau liabilitas keuangan. Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari instrumen keuangan FVTPL. Penurunan nilai aset keuangan Aset keuangan, selain aset keuangan FVTPL, dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap tanggal laporan posisi keuangan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. Untuk investasi ekuitas AFS yang tercatat dan tidak tercatat di bursa, penurunan yang signifikan atau jangka panjang pada nilai wajar dari investasi ekuitas di bawah biaya perolehannya dianggap sebagai bukti obyektif penurunan nilai. Bukti obyektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut: kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; atau terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan; atau penurunan yang signifikan atau jangka panjang pada nilai wajar dari investasi ekuitas di bawah biaya perolehannya. Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Kerugian penurunan nilai dihitung secara individual untuk aset keuangan yang signifikan secara individual serta kolektif untuk aset yang secara individual tidak signifikan dan secara individual signifikan namun tidak terdapat bukti obyektif penurunan nilai. Di dalam menentukan penurunan nilai kolektif, aset keuangan dikelompokkan pada kelompok aset keuangan berdasarkan karakteristik risiko kredit yang serupa. Arus kas masa depan dari kelompok aset keuangan ini diestimasi berdasarkan arus kas kontraktual dan pengalaman kerugian historis untuk aset yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa. Pengalaman historis kerugian disesuaikan berdasarkan hasil pengamatan data pada masa kini, untuk merefleksikan efek dari kondisi masa kini yang tidak mempengaruhi periode dari pengalaman historis. 19

23 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Dalam melakukan penilaian secara kolektif, Bank dan entitas anak harus menghitung: Probability of default ( PD ) model ini menilai probabilitas konsumen gagal melakukan pembayaran kembali secara penuh dan tepat waktu. Recoverable amount didasarkan pada identifikasi arus kas masa datang dan estimasi nilai kini dari arus kas tersebut (discounted cash flow) Loss given default ( LGD ) Bank mengestimasi kerugian ekonomis yang mungkin akan diderita Bank apabila terjadi tunggakan fasilitas kredit/ pembiayaan. LGD menggambarkan jumlah utang yang tidak dapat diperoleh kembali dan umumnya ditunjukkan dalam persentase dari exposure at default (EAD). Model Perhitungan LGD mempertimbangkan jenis peminjam, fasilitas dan mitigasi risiko, misalnya ketersediaan agunan. Loss identification period ( LIP ) - periode waktu antara terjadinya peristiwa yang merugikan dalam kelompok aset keuangan sampai bukti obyektif dapat diidentifikasi atas fasilitas kredit/ pembiayaan secara individual. Exposure at default ( EAD ) Bank mengestimasi tingkat utilisasi yang diharapkan dari fasilitas kredit/pembiayaan pada saat terjadi tunggakan. PD, LGD dan LIP diperoleh dari observasi data kredit/ piutang pembiayaan selama minimal tiga tahun. Cadangan kerugian penurunan nilai yang dinilai secara kolektif dilakukan dengan mengkalikan nilai baki debet kredit/ pembiayaan pada posisi laporan dengan probability default (PD), loss identification period (LIP) dan loss on given default (LGD). Kerugian penurunan nilai diakui pada laporan laba rugi komprehensif dan nilai tercatat dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan dikurangi dengan penyisihan kerugian penurunan nilai yang terbentuk. Apabila pada periode berikutnya jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara obyektif pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan, baik secara langsung atau dengan menyesuaikan cadangan kerugian penurunan nilai. Pada saat kerugian penurunan nilai diakui pada aset keuangan atau kelompok aset keuangan, pendapatan bunga diakui berdasarkan nilai tercatat setelah penurunan nilai dengan menggunakan tarif bunga yang digunakan untuk mendiskonto estimasi arus kas masa datang pada saat menghitung penurunan nilai. Jika aset keuangan AFS dianggap menurun nilainya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya telah diakui dalam ekuitas direklasifikasi ke laporan laba rugi komprehensif dalam periode yang bersangkutan. Pengecualian dari instrumen ekuitas AFS, jika, pada periode berikutnya, jumlah penurunan nilai berkurang dan penurunan dapat dikaitkan secara obyektif dengan sebuah peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui dipulihkan melalui laporan laba rugi komprehensif hingga nilai tercatat investasi pada tanggal pemulihan penurunan nilai tidak melebihi biaya perolehan diamortisasi sebelum pengakuan kerugian penurunan nilai dilakukan. Dalam hal efek ekuitas AFS, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui dalam laporan laba rugi komprehensif tidak boleh dipulihkan melalui laporan laba rugi komprehensif. Setiap kenaikan nilai wajar setelah penurunan nilai diakui secara langsung ke ekuitas. Aset keuangan yang tidak dinilai secara individual, dievaluasi secara kolektif. Sebagaimana diijinkan dalam Surat Edaran Bank Indonesia (SE-BI) No. 11/33/DPNP tanggal 8 Desember 2009, untuk penerapan pertama kali PSAK No. 50 dan No. 55 (Revisi 2006), Bank akan menerapkan ketentuan transisi penurunan nilai atas kredit secara kolektif dengan menggunakan estimasi yang didasarkan pada ketentuan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 dan perubahannya, Peraturan Bank Indonesia No. 8/2/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006, No. 9/6/PBI/2007 tanggal 30 Maret 2007 dan No. 11/2/PBI/2009 tanggal 29 Januari 2009 mengenai Penilaian Kualitas Aset Bank Umum. 20

24 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Penghentian pengakuan aset keuangan Bank dan entitas anak menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Bank dan entitas anak mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Bank dan entitas anak tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Bank dan entitas anak mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Bank dan entitas anak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Bank dan entitas anak masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima. h. Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas Klasifikasi sebagai liabilitas atau ekuitas Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Bank dan entitas anak diklasifikasi sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Instrumen ekuitas Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset Bank dan entitas anak setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah dikurangi biaya penerbitan langsung. Liabilitas keuangan Liabilitas keuangan Bank dan entitas anak diklasifikasikan sebagai berikut: Nilai wajar melalui laporan laba rugi Diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi Nilai wajar melalui laporan laba rugi (FVTPL) Liabilitas keuangan diklasifikasi dalam FVTPL, jika liabilitas keuangan sebagai kelompok diperdagangkan atau pada saat pengakuan awal ditetapkan untuk diukur pada FVTPL. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan, jika: diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dibeli kembali dalam waktu dekat; atau merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek yang terkini; atau merupakan derivatif yang tidak ditetapkan dan tidak efektif sebagai instrumen lindung nilai. Liabilitas keuangan selain liabilitas keuangan yang diperdagangkan, dapat ditetapkan sebagai FVTPL pada saat pengakuan awal, jika: penetapan tersebut mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan ketidak-konsistenan pengukuran dan pengakuan yang dapat timbul; atau liabilitas keuangan merupakan bagian dari kelompok liabilitas keuangan, yang dikelola dan kinerjanya berdasarkan nilai wajar, sesuai dengan dokumentasi manajemen risiko atau strategi investasi Bank dan entitas anak, dan informasi tentang kelompok tersebut disediakan secara internal kepada manajemen kunci; atau merupakan bagian dari kontrak yang mengandung satu atau lebih derivatif melekat, dan PSAK 55 (revisi 2006) memperbolehkan kontrak gabungan (aset atau liabilitas) ditetapkan sebagai FVTPL. Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, diakui pada nilai wajarnya dikurangi dengan biaya transaksi diakui pada laporan laba rugi. Pengukuran berikutnya dinilai pada nilai wajar. Keuntungan dan kerugian yang timbul pada liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi diakui pada laporan laba rugi komprehensif. 21

25 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, diakui pada nilai wajarnya. Nilai wajar tersebut dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan penerbitan liabilitas keuangan tersebut. Pengukuran selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dimana beban bunga diakui berdasarkan tingkat pengembalian yang efektif, kecuali untuk liabilitas jangka pendek dimana pengakuan bunganya tidak material. Penghentian pengakuan liabilitas keuangan Bank dan entitas anak menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Bank dan entitas anak telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa. i. Nilai Wajar Instrumen Keuangan Nilai wajar adalah nilai yang digunakan untuk mempertukarkan suatu aset atau untuk menyelesaikan suatu kewajiban antara pihak-pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi secara wajar (arm s length transaction). Nilai wajar suatu aset atau liabilitas keuangan dapat diukur dengan menggunakan kuotasi di pasar aktif, yaitu jika harga yang dikuotasikan tersedia setiap waktu dan dapat diperoleh secara rutin dan harga tersebut mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Dalam hal tidak terdapat pasar aktif untuk suatu aset atau liabilitas keuangan, maka Bank dan entitas anak menentukan nilai wajar dengan menggunakan teknik penilaian yang sesuai. Teknik penilaian meliputi penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak yang berkeinginan dan memahami, dan bilamana tersedia, penggunaan analisa arus kas yang didiskonto dan penggunaan nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama. j. Reklasifikasi Aset Keuangan Bank dan entitas anak tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi aset keuangan dari atau ke kelompok aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan pinjaman yang diberikan dan piutang. Bank dan entitas anak hanya dapat melakukan reklasifikasi atas aset keuangan dari kelompok tersedia untuk dijual ke kelompok dimiliki hingga jatuh tempo (atau sebaliknya). Untuk aset keuangan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo, reklasifikasi dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan maka sisa investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo harus direklasifikasikan menjadi investasi dalam kelompok tersedia untuk dijual (tainting rule). Apabila terdapat reklasifikasi dari klasifikasi dimiliki hingga jatuh tempo ke tersedia untuk dijual, maka aset keuangan tersebut akan dihitung nilai wajarnya dan selisih antara nilai wajar dan nilai tercatat harus dicatat pada ekuitas. k. Saling Hapus Antara Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Bank dan entitas anak: - saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan - berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. l. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. 22

26 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK m. Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain Giro pada Bank Indonesia disajikan sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan suku bunga efektif dan giro pada bank lain disajikan sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan suku bunga efektif dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai (Catatan 3g). n. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Penempatan pada Bank Indonesia disajikan sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan suku bunga efektif dan penempatan pada bank lain disajikan sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan suku bunga efektif dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai (Catatan 3g). o. Efek-efek Efek-efek pada saat pengakuan awal diukur sebesar nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan efek-efek, dan selanjutnya pengukuran dilakukan berdasarkan klasifikasi efek-efek ke dalam kelompok aset keuangan tertentu dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai (Catatan 3g). p. Tagihan dan Liabilitas Derivatif Tagihan dan liabilitas derivatif disajikan sebesar keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi yang berasal dari kontrak derivatif dengan tujuan bukan untuk lindung nilai. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi tersebut dihitung dari selisih antara nilai kontrak dan nilai wajar instrumen derivatif pada tanggal laporan. Nilai wajar ditentukan berdasarkan harga pasar, model penentuan harga atau harga pasar instrumen lain yang memiliki karakteristik serupa. Keuntungan atau kerugian dari instrumen derivatif yang tidak memenuhi kriteria untuk dapat diklasifikasikan sebagai lindung nilai diakui sebagai laba rugi periode berjalan (Catatan 3g dan 3h). q. Kredit Kredit diakui sebesar biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai (Catatan 3g). r. Restrukturisasi Kredit Bermasalah Kerugian yang timbul dari restrukturisasi kredit yang berkaitan dengan modifikasi persyaratan kredit diakui bila nilai sekarang dari jumlah penerimaan kas yang akan datang yang telah ditentukan dalam persyaratan kredit yang baru, termasuk penerimaan yang diperuntukkan sebagai bunga maupun pokok, adalah lebih kecil dari nilai kredit yang diberikan yang tercatat sebelum restrukturisasi. s. Kerugian Penurunan Nilai dan Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan Bank dan entitas anak mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai kelompok dimiliki hingga jatuh tempo, tersedia untuk dijual atau pinjaman yang diberikan dan piutang mengalami penurunan nilai, seperti yang dijelaskan pada Catatan 3g. Sebagaimana diijinkan dalam Surat Edaran Bank Indonesia (SE-BI) No. 11/33/DPNP tanggal 8 Desember 2009, untuk penerapan pertama kali PSAK No. 50 dan No. 55 (Revisi 2006), Bank akan menerapkan ketentuan transisi penurunan nilai atas kredit secara kolektif dengan menggunakan estimasi yang didasarkan pada ketentuan Bank Indonesia yang berlaku mengenai Penilaian Kualitas Aset Bank Umum. Untuk Bank Syariah, penentuan kualitas aset dan penyisihan penghapusan aset mengacu pada Peraturan Bank Indonesia No. 8/21/PBI.2006 tanggal 5 Oktober 2006 dan perubahannya, Peraturan Bank Indonesia No 9/9/PBI/2007 tanggal 18 Juni 2007 dan No. 13/13/PBI/2011 tanggal 24 Maret

27 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Aset Produktif Aset produktif terdiri dari giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, efek-efek, tagihan derivatif, kredit, piutang/ pembiayaan berdasarkan prinsip syariah, tagihan anjak piutang, efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, investasi neto sewa pembiayaan, piutang pembiayaan konsumen, tagihan akseptasi, penyertaan termasuk komitmen dan kontinjensi pada transaksi rekening administratif dan fasilitas kredit yang belum digunakan. Penyisihan penghapusan aset produktif serta estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi berdasarkan penelaahan terhadap kualitas masing-masing aset produktif, komitmen dan kontinjensi sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. Berdasarkan keputusan Bank Indonesia di atas, aset produktif dan estimasi komitmen dan kontinjensi diklasifikasikan dalam 5 (lima) kategori yaitu lancar, dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan dan macet. Aset Non-produktif Sesuai dengan peraturan Bank Indonesia, Bank diwajibkan melakukan penyisihan penghapusan aset nonproduktif (meliputi agunan yang diambil alih, properti terbengkalai, rekening antar kantor dan suspense account). Penyisihan penghapusan aset non-produktif berdasarkan hasil penelaahan dan evaluasi atas upaya penyelesaian masing-masing aset non-produktif dilakukan pada akhir periode. Berdasarkan keputusan Bank Indonesia di atas, aset non-produktif diklasifikasikan dalam empat kategori yaitu lancar, kurang lancar, diragukan dan macet. Penyisihan Penghapusan Aset Bank wajib membentuk penyisihan penghapusan terhadap aset produktif dan aset non produktif berupa: Cadangan umum untuk aset produktif minimum sebesar 1% dari aset produktif yang memiliki kualitas lancar. Cadangan khusus untuk aset produktif dan non-produktif, kecuali untuk kualitas dalam perhatian khusus hanya berlaku untuk aset produktif, dengan besarnya persentase penyisihan penghapusan sebagai berikut: Klasifikasi Persentase Penyisihan Penghapusan Aset Dalam perhatian khusus Minimum 5% Kurang lancar Minimum 15% Diragukan Minimum 50% Macet Minimum 100% Persentase penyisihan penghapusan di atas diterapkan terhadap saldo setelah dikurangi dengan nilai agunan sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia, kecuali untuk aset produktif yang diklasifikasikan lancar dan tidak dijamin dengan agunan tunai. Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan penempatan pada Bank Indonesia (BI Intervensi) tidak dibentuk penyisihan penghapusan. Aset dihapusbukukan dari penyisihan penghapusan pada saat manajemen berpendapat bahwa aset tersebut harus dihapuskan karena secara operasional debitur sudah tidak mampu membayar dan/ atau sulit untuk ditagih. Penerimaan kembali aset yang telah dihapuskan dicatat sebagai penambahan penyisihan penghapusan yang bersangkutan selama periode berjalan. Estimasi kerugian untuk komitmen dan kontinjensi yang dibentuk diakui sebagai beban dan liabilitas dalam akun Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi. Sesuai dengan Surat Bank Indonesia No. 13/658/DPNP/IDPnP tanggal 23 Desember 2011, Bank tidak diwajibkan lagi membentuk penyisihan penghapusan untuk aset non-produktif dan transaksi rekening 24

28 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK administratif (komitmen dan kontinjensi) berdasarkan Peraturan Bank Indonesia, namun pada setiap akhir periode pelaporan Bank tetap harus menilai apakah terdapat indikasi aset non-produktif mengalami penurunan nilai dengan mengacu pada standar akuntansi yang berlaku. Sedangkan untuk transaksi rekening administratif, Bank membentuk provisi atas rekening administratif jika Bank memiliki kewajiban kini yang dapat diestimasi secara andal dan besar kemungkinan harus diselesaikan Bank dengan menggunakan sumber daya. Perubahan penentuan penyisihan kerugian penurunan nilai dan pembentukan provisi di atas merupakan perubahan kebijakan akuntansi yang diterapkan secara retrospektif dengan melakukan penyajian kembali laporan keuangan konsolidasian tahun-tahun sebelumnya, kecuali untuk penyisihan kerugian penurunan nilai atas agunan yang diambil alih yang diakui dalam laporan laba rugi tahun berjalan karena dampak dari perubahan tersebut tidak material terhadap laporan keuangan konsolidasian tahun-tahun sebelumnya. t. Tagihan dan Liabilitas Akseptasi Tagihan akseptasi dinyatakan sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif setelah dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai, sedangkan liabilitas akseptasi dinyatakan sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif (Catatan 3g dan 3h). u. Sewa Sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Sewa lainnya yang tidak memenuhi kriteria tersebut, diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Sebagai Lessor Dalam sewa pembiayaan, lessor mengakui aset berupa piutang sewa pembiayaan sebesar jumlah investasi neto sewa pembiayaan entitas anak. Pengakuan penghasilan sewa pembiayaan dialokasikan pada periode akuntansi yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan atas investasi bersih lessor. Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Sebagai Lessee Aset pada sewa pembiayaan dicatat pada awal masa sewa sebesar nilai wajar aset sewaan bank dan entitas anak yang ditentukan pada awal kontrak atau, jika lebih rendah, sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum. Liabilitas kepada lessor disajikan di dalam laporan posisi keuangan sebagai liabilitas sewa pembiayaan. Pembayaran sewa harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pengurangan dari liabilitas sewa sehingga mencapai suatu tingkat bunga yang konstan (tetap) atas saldo liabilitas. Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa, kecuali terdapat dasar sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat aset yang dinikmati pengguna. Rental kontinjen diakui sebagai beban di dalam periode terjadinya. Dalam hal insentif diperoleh dalam sewa operasi, insentif tersebut diakui sebagai liabilitas. Keseluruhan manfaat dari insentif diakui sebagai pengurangan dari biaya sewa dengan dasar garis lurus kecuali terdapat dasar sistematis lain yang lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat yang dinikmati pengguna. 25

29 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Aset sewa pembiayaan disusutkan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aset yang dinilai sendiri atau disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan umur manfaatnya. v. Piutang Pembiayaan Konsumen Piutang pembiayaan konsumen dinyatakan sebesar nilai tercatat dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai. Nilai tercatat piutang pembiayaan konsumen sebesar jumlah bersih piutang setelah dikurangi dengan bagian yang dibiayai oleh bank-bank sehubungan dengan transaksi kerja sama pembiayaan bersama yang diamortisasi dengan menggunakan tingkat suku bunga efektif (Catatan 3g). Pada saat pengakuan awal, nilai wajar piutang pembiayaan konsumen adalah sebesar piutang pembiayaan konsumen dikurangi dengan pendapatan yang dapat diatribusikan secara langsung pada piutang seperti: pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui dan beban kepada dealer yang terkait langsung dengan pembiayaan konsumen. w. Penyertaan dalam Bentuk Saham Investasi pada entitas asosiasi Entitas asosiasi adalah suatu perusahaan dimana Bank dan entitas anak mempunyai pengaruh yang signifikan, namun tidak mempunyai pengendalian atau pengendalian bersama, melalui partisipasi dalam pengambilan keputusan atas kebijakan finansial dan operasional investee. Penghasilan dan aset dan liabilitas dari entitas asosiasi digabungkan dalam laporan keuangan konsolidasian dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, kecuali ketika investasi diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, sesuai dengan PSAK 58 (revisi) 2009), Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan. Investasi pada entitas asosiasi dicatat di laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Bank dan entitas anak atas aset bersih entitas asosiasi yang terjadi setelah perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu. Bagian Bank dan entitas anak atas kerugian entitas asosiasi yang melebihi nilai tercatat dari investasi (yang mencakup semua kepentingan jangka panjang, secara substansi, merupakan bagian dari nilai investasi bersih Bank dan entitas anak dalam entitas asosiasi) diakui hanya sebatas bahwa Bank dan entitas anak telah mempunyai kewajiban hukum atau kewajiban konstruktif atau melakukan pembayaran atas liabilitas entitas asosiasi. Setiap kelebihan biaya perolehan investasi atas bagian Bank dan entitas anak atas nilai wajar bersih dari aset yang teridentifikasi, liabilitas dan liabilitas kontinjen dari entitas asosiasi yang diakui pada tanggal akuisisi, diakui sebagai goodwill. Goodwill yang termasuk dalam jumlah tercatat investasi, dan efektif 1 Januari 2011 tidak lagi diamortisasi tetapi diuji penurunan nilai sebagai bagian dari investasi. Setiap kelebihan dari kepemilikan Bank dan entitas anak dari nilai wajar bersih dari aset yang teridentifikasi, liabilitas dan liabilitas kontinjen atas biaya perolehan investasi, sesudah pengujian kembali segera diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif. Ketika Bank dan entitas anak melakukan transaksi dengan entitas asosiasi, keuntungan dan kerugian dieliminasi sebesar kepentingan mereka dalam entitas asosiasi. Penyertaan lainnya Penyertaan dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% disajikan sebesar nilai wajarnya dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai (Catatan 3g). Apabila saham tidak memiliki kuotasi di pasar aktif atau nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, maka penyertaan diukur dengan nilai perolehan. 26

30 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK x. Aset Tetap Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode saldo-menurun-ganda (double-declining balance method), kecuali untuk bangunan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) masing-masing dengan tarif sebagai berikut: Persentase Bangunan 5% Kendaraan bermotor 25% - 50% Inventaris kantor 25% - 50% Aset tetap kendaraan bermotor dan inventaris kantor milik entitas anak disusutkan dengan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis selama 2 5 tahun (catatan 52). Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir periode dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat terjadinya. Biaya-biaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada periode yang bersangkutan. y. Aset Tak Berwujud Aset tak berwujud terdiri dari goodwill dan perangkat lunak yang dibeli oleh Bank. Goodwill Goodwill yang timbul dari kombinasi bisnis diakui sebagai aset pada tanggal diperolehnya pengendalian (tanggal akuisisi). Goodwill diukur sebagai selisih dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan non-pengendali pihak yang diakuisisi dan nilai wajar dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi (jika ada) atas jumlah selisih bersih dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada tanggal akuisisi. Jika setelah penilaian kembali, kepemilikan Bank dan entitas anak pada nilai wajar aset bersih yang teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi melebihi dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan non-pengendali pihak yang diakuisisi dan nilai wajar dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi (jika ada), selisihnya diakui segera dalam laba atau rugi sebagai pembelian dengan diskon. Efektif 1 Januari 2011, goodwilll tidak diamortisasi melainkan direview untuk penurunannya sekurangkurangnya sekali setahun. Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill dialokasikan pada setiap unit penghasil kas dari Bank dan entitas anak yang diharapkan memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis tersebut. Unit penghasil 27

31 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK kas yang telah memperoleh alokasi goodwill diuji penurunan nilainya secara tahunan, dan ketika terdapat indikasi bahwa unit tersebut mengalami penurunan nilai. Jika jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas kurang dari jumlah tercatatnya, rugi penurunan nilai dialokasikan pertama untuk mengurangi jumlah tercatat aset atas setiap goodwill yang dialokasikan pada unit dan selanjutnya ke aset lainnya dari unit dibagi prorata atas dasar jumlah tercatat setiap aset dalam unit tersebut. Rugi penurunan nilai yang diakui atas goodwill tidak dapat dibalik pada periode berikutnya. Pada pelepasan entitas anak, jumlah yang dapat diatribusikan dari goodwill termasuk dalam penentuan laba atau rugi atas pelepasan. Perangkat Lunak Perangkat lunak yang dibeli oleh Bank dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi. Amortisasi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dengan menggunakan metode saldo-menurun-ganda (double-declinning balance method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis selama 4 tahun. Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode amortisasi direview setiap akhir tahun. z. Penurunan Nilai Aset Non Keuangan Kecuali Goodwill Pada tanggal pelaporan, Bank dan entitas anak menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali atas suatu aset individu, Bank dan entitas anak mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas atas aset. Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh kembali adalah nilai tertinggi antara harga jual neto atau nilai pakai. Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi. Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset keuangan dijelaskan dalam Catatan 3g. aa. Aset Tetap yang belum Digunakan dalam Kegiatan Operasional Aset tetap yang belum digunakan dalam kegiatan operasional dinyatakan sebesar nilai tercatat, yaitu biaya perolehan setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan. bb. Agunan Yang Diambil Alih Tanah dan aset lainnya (jaminan kredit yang telah diambil alih oleh Bank) disajikan dalam akun Agunan Yang Diambil Alih dalam kelompok Aset Lain-Lain. Agunan yang diambil alih diakui sebesar nilai realisasi bersih. Selisih lebih saldo kredit di atas nilai realisasi bersih dari agunan yang diambil alih, dibebankan ke dalam akun penyisihan penghapusan aset produktif. Sedangkan selisih lebih nilai realisasi bersih di atas saldo kredit, agunan yang diambil alih diakui maksimum sebesar saldo kredit dan selisihnya dicatat dalam catatan administratif Bank. Selisih antara nilai agunan yang telah diambil alih dan hasil penjualannya diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penjualan agunan. Manajemen mengevaluasi nilai agunan yang diambil alih secara berkala. Penyisihan penghapusan aset agunan yang diambil alih dibentuk atas penurunan nilai agunan yang diambil alih. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif periode berjalan. 28

32 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK cc. Tagihan Anjak Piutang Tagihan anjak piutang dinyatakan sebesar nilai tercatat dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai. Nilai tercatat tagihan anjak piutang sebesar jumlah bersih piutang yang diamortisasi dengan menggunakan tingkat suku bunga efektif. Pada saat pengakuan awal, nilai wajar tagihan anjak piutang adalah sebesar tagihan anjak piutang dikurangi dengan pendapatan yang dapat diatribusikan secara langsung pada piutang seperti pendapatan tagihan anjak piutang yang belum diakui dan pendapatan provisi (catatan 3g). dd. Simpanan Pada saat pengakuan awal simpanan diukur sebesar nilai wajar dikurangi dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung, dan selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif (Catatan 3h). ee. Simpanan dari Bank Lain Simpanan dari bank lain terdiri dari liabilitas terhadap bank lain, baik lokal maupun luar negeri, dalam bentuk giro, inter-bank call money dengan periode jatuh tempo menurut perjanjian kurang dari atau 90 hari dan deposito berjangka. Pada saat pengakuan awal simpanan dari bank lain diukur sebesar nilai wajar dikurangi dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung, dan selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif (Catatan 3h). ff. Biaya Emisi Emisi Obligasi Biaya emisi obligasi langsung dikurangkan dari hasil emisi dalam rangka menentukan hasil emisi neto obligasi tersebut. Selisih antara hasil emisi neto dengan nilai nominal merupakan diskonto atau premium yang diamortisasi selama jangka waktu obligasi tersebut dengan metode suku bunga efektif untuk periode setelah 1 Januari Selisih antara harga pembelian kembali obligasi dengan jumlah tercatat obligasi diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada periode berjalan. Emisi Obligasi Subordinasi Biaya emisi obligasi subordinasi langsung dikurangkan dari hasil emisi dalam rangka menentukan hasil emisi neto obligasi subordinasi tersebut. Selisih antara hasil emisi neto dengan nilai nominal merupakan diskonto atau premium yang diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode sebelum 1 Januari 2010, dan dengan metode suku bunga efektif untuk periode sejak 1 Januari Biaya Emisi Saham Biaya emisi saham disajikan sebagai bagian dari tambahan modal disetor dan tidak disusutkan. gg. Efek yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) disajikan sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan suku bunga efektif dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai (Catatan 3g). hh. Efek yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) disajikan sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan suku bunga efektif (Catatan 3h). ii. Pengakuan Pendapatan Dan Beban Bunga Pendapatan dan beban bunga diakui secara akrual menggunakan metode suku bunga efektif (Catatan 3g). 29

33 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Selama tahun 2011 dan 2012, penerimaan yang berhubungan dengan kredit yang mengalami penurunan nilai langsung mengurangi nilai tercatat kredit. Pendapatan bunga atas penurunan nilai aset keuangan dalam periode berjalan diakui atas dasar suku bunga yang digunakan untuk diskon arus kas di masa yang akan datang dalam pengukuran kerugian penurunan nilai. Bunga dari liabilitas keuangan, diakui sebagai beban pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Pendapatan dan beban bunga yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian termasuk: Bunga pada aset dan liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi yang dihitung menggunakan suku bunga efektif. Bunga pada instrumen sekuritas investasi tersedia untuk dijual dihitung menggunakan suku bunga efektif. Porsi efektif dari nilai wajar berubah pada derivatif lindung nilai arus kas dari berbagai arus kas bunga, pada periode yang sama dimana lindung nilai arus kas mempengaruhi pendapatan/ beban bunga. Nilai wajar berubah pada derivatif yang memenuhi kualifikasi (termasuk ketidakefisienan lindung nilai) dan berkaitan dengan item lindung nilai pada lindung nilai wajar dari risiko suku bunga. Perubahan nilai wajar pada derivatif lainnya yang digunakan untuk kepentingan manajemen risiko, dan aset dan liabilitas keuangan lainnya yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, akan terlihat pada pendapatan bersih dari instrumen keuangan lainnya yang diukur pada nilai wajar pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. jj. Pengakuan Pendapatan dan Beban Underwriting Merupakan pendapatan premi dan beban klaim entitas anak yang bergerak dalam bidang asuransi. Pendapatan Premi Premi dari asuransi dan reasuransi diakui sebagai pendapatan selama periode polis (kontrak) berdasarkan proporsi jumlah proteksi yang diberikan. Premi dari polis bersama diakui sebesar pangsa premi yang diperoleh entitas anak. Pendapatan premi diterima di muka dicatat sebagai pendapatan premi ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan sesuai dengan masa pertanggungannya. Premi belum merupakan pendapatan dihitung secara agregratif dengan menggunakan persentase sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia (KMK) No. 424/KMK.06/2003, yaitu 40% dari premi neto untuk polis dengan masa pertanggungan lebih dari 1 bulan dan 10% dari premi neto untuk polis dengan masa pertanggungan tidak lebih dari 1 bulan. Persentase tersebut berlaku untuk asuransi selain kendaraan. Untuk asuransi kendaraan menggunakan persentase sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia (PMK) No. 74/PMK.010/2007, yaitu 40% dari premi neto. Penurunan (kenaikan) premi belum merupakan pendapatan adalah selisih antara premi belum merupakan pendapatan periode berjalan dan periode lalu. Entitas anak mereasuransikan sebagian risiko atas akseptasi pertanggungan yang diperoleh kepada perusahaan asuransi lain dan perusahaan reasuransi. Jumlah premi dibayar atau bagian premi atas transaksi reasuransi prospektif diakui sebagai premi reasuransi selama periode kontrak reasuransi secara proporsional dengan proteksi yang diperoleh. Pembayaran atau liabilitas atas transaksi reasuransi retrospektif diakui sebagai piutang reasuransi sebesar liabilitas yang dicatat sehubungan dengan kontrak reasuransi tersebut. Penyajian pendapatan premi dalam laporan laba rugi komprehensif menunjukkan jumlah premi bruto, premi reasuransi dan penurunan (kenaikan) premi yang belum merupakan pendapatan. Pendapatan premi reasuransi disajikan sebagai pengurang premi bruto. Beban Klaim Beban klaim meliputi klaim yang disetujui (settled claims), klaim dalam proses penyelesaian (outstanding claims) termasuk klaim yang terjadi namun belum dilaporkan (claims incurred but not yet reported) dan beban penyelesaian klaim. 30

34 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Klaim diakui sebagai beban pada saat timbulnya liabilitas untuk memenuhi klaim. Bagian klaim yang diperoleh dari reasuradur diakui dan dicatat sebagai pengurang beban klaim pada periode yang sama dengan periode pengakuan beban klaim. Hak subrograsi diakui sebagai pengurang beban klaim pada saat realisasi. Jumlah klaim dalam proses penyelesaian (estimasi klaim retensi sendiri) ditentukan berdasarkan estimasi kerugian yang menjadi retensi sendiri dari klaim yang masih dalam proses penyelesaian pada tanggal laporan posisi keuangan, termasuk klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan. Perubahan dalam estimasi klaim retensi sendiri diakui dalam laporan laba rugi komprehensif tahun terjadinya perubahan. Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi komprehensif menunjukkan jumlah klaim bruto, klaim reasuransi, dan kenaikan (penurunan) estimasi klaim retensi sendiri. Klaim reasuransi disajikan sebagai pengurang klaim bruto. Beban klaim disajikan sebagai beban operasional lainnya. kk. Pengakuan Pendapatan dan Beban Provisi dan Komisi Pendapatan provisi dan komisi yang berkaitan langsung dengan kegiatan perkreditan atau jangka waktu tertentu yang jumlahnya signifikan ditangguhkan dan diamortisasi sesuai dengan jangka waktunya dengan menggunakan suku bunga efektif pada tahun 2011 dan Untuk kredit yang dilunasi sebelum jatuh temponya, saldo pendapatan provisi dan/atau komisi yang ditangguhkan, diakui pada saat kredit dilunasi. Provisi dan komisi yang tidak berkaitan dengan kegiatan perkreditan atau pinjaman dan jangka waktu tertentu atau nilainya tidak material menurut bank diakui sebagai pendapatan atau beban pada saat terjadinya transaksi. ll. Program Pensiun dan Imbalan Pasca Kerja Lainnya Bank memberikan program pensiun imbalan pasti untuk semua karyawan tetapnya. Bank juga membukukan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Perhitungan imbalan pasca kerja menggunakan metode Projected Unit Credit. Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi jumlah yang lebih besar diantara 10% dari nilai kini liabilitas imbalan pasti dan 10% nilai wajar aset program diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diprakirakan dari para pekerja dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested. Jumlah yang diakui sebagai liabilitas imbalan pasti di laporan posisi keuangan merupakan nilai kini liabilitas imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui, biaya jasa lalu yang belum diakui dan nilai wajar aset program. mm. Pajak Penghasilan Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. 31

35 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Bank dan entitas anak ekspektasikan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tecatat aset dan liabilitasnya. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Bank dan entitas anak yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi, kecuali sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui, diluar laba atau rugi (baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi. nn. Laba Per Saham Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan setelah memperhitungkan pengaruh retroaktif perubahan nilai nominal saham. Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif. oo. Informasi Segmen Efektif 1 Januari 2011, PSAK 5 (revisi 2009) mengharuskan segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Bank dan entitas anak yang secara regular direview oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi. Sebaliknya, standar sebelumnya mengharuskan Bank dan entitas anak mengidentifikasi dua segmen (bisnis dan geografis), menggunakan pendekatan risiko dan pengembalian. Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: a) yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama); b) yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan c) dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penilaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk, yang menyerupai informasi segmen bisnis yang dilaporkan di periode sebelumnya. 4. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan dalam Catatan 3, tidak terdapat pertimbangan kritis yang memiliki dampak signifikan pada jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian, selain dari penyajian perkiraan yang diatur di bawah ini. 32

36 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Sumber Estimasi Ketidakpastian Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber estimasi lainnya pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini: Cadangan kerugian penurunan nilai aset Keuangan Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Bank dan entitas anak mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai. Suatu aset keuangan dinyatakan mengalami penurunan nilai bila ada bukti obyektif terjadinya peristiwa yang berdampak pada estimasi arus kas atas aset keuangan. Bukti tersebut meliputi data yang dapat diobservasi yang menunjukkan bahwa telah terjadi peristiwa yang merugikan dalam status pembayaran debitur atau kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan kelalaian membayar piutang. Kerugian penurunan nilai adalah selisih antara nilai tercatat dan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan dan realisasi agunan pada tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Penyisihan penurunan nilai akan dibentuk untuk mengakui kerugian penurunan nilai yang terjadi dalam portofolio aset keuangan. Manajemen menggunakan perkiraan berdasarkan pengalaman kerugian historis untuk aset dengan karakteristik risiko kredit dan bukti obyektif adanya penurunan nilai yang serupa dengan yang ada dalam portofolio pada saat penjadwalan arus kas masa depan. Bank melakukan penilaian terhadap penurunan nilai dalam dua cara, yaitu: a. Individual, dilakukan untuk jumlah aset keuangan yang melebihi ambang batas (threshold) tertentu dan aset keuangan yang memiliki bukti obyektif penurunan nilai yang telah teridentifikasi secara terpisah pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Kerugian penurunan nilai adalah selisih antara nilai tercatat dan nilai kini dari estimasi terbaik atas arus kas masa depan dan realisasi agunan pada tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Estimasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas utang dan fleksibilitas keuangan debitur, kualitas pendapatan debitur, jumlah dan sumber arus kas, industri di mana debitur beroperasi dan nilai realisasi agunan. Estimasi jumlah dan waktu pemulihan masa depan akan membutuhkan banyak pertimbangan. Jumlah penerimaan tergantung pada kinerja debitur pada masa mendatang dan nilai agunan, keduanya akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di masa depan, di samping itu agunan mungkin tidak mudah dijual. Nilai aktual arus kas masa depan dan tanggal penerimaan mungkin berbeda dari estimasi tersebut dan akibatnya kerugian aktual yang terjadi mungkin berbeda dengan yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian. b. Kolektif, dilakukan untuk jumlah aset keuangan yang tidak melebihi ambang batas (threshold) tertentu, tidak memiliki bukti obyektif penurunan nilai dan aset keuangan yang memiliki bukti obyektif penurunan nilai, namun belum diidentifikasi secara terpisah pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Pembentukan kerugian penurunan nilai dilakukan secara kolektif dengan antara lain memperhitungkan jumlah dan lamanya tunggakan, agunan dan pengalaman kerugian masa lalu. Faktor paling penting dalam pembentukan cadangan adalah probability of default dan loss given default. Kualitas aset keuangan pada masa mendatang dipengaruhi oleh ketidakpastian yang dapat menyebabkan kerugian actual aset keuangan dapat berbeda secara material dari cadangan kerugian penurunan nilai yang telah dibentuk. Ketidakpastian ini termasuk lingkungan ekonomi, suku bunga dan pengaruhnya terhadap pembelanjaan debitur, tingkat pengangguran dan perilaku pembayaran. Metodologi dan asumsi yang digunakan dalam penurunan nilai individual dan kolektif ini akan ditelaah secara berkala untuk mengurangi perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktual. 33

37 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Manfaat Karyawan Penentuan liabilitas imbalan kerja tergantung pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan oleh aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Realisasi yang berbeda dari asumsi Bank dan entitas anak diakumulasi dan diamortisasi selama periode mendatang dan akibatnya akan berpengaruh terhadap jumlah biaya serta liabilitas yang diakui di masa mendatang. Walaupun asumsi Bank dianggap tepat dan wajar, namun perubahan signifikan pada kenyataannya atau perubahan signifikan dalam asumsi yang digunakan dapat berpengaruh secara signifikan terhadap liabilitas imbalan pasca kerja Bank. Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap Masa manfaat setiap aset tetap Bank dan entitas anak ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari penggunaan aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direview secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan biaya yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas. Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah biaya penyusutan yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tetap. Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam Catatan 16. Penurunan Nilai Goodwil Menentukan apakah suatu goodwill turun nilainya memerlukan estimasi nilai pakai unit penghasil kas dimana goodwill dialokasikan. Perhitungan nilai pakai mengharuskan manajemen untuk mengestimasi aliran kas masa depan yang diharapkan yang timbul dari unit penghasil kas yang menggunakan tingkat pertumbuhan yang sesuai dan tingkat diskonto yang sesuai untuk perhitungan nilai kini. Nilai tercatat goodwill pada akhir periode pelaporan adalah sebesar Rp juta (Catatan 17). 5. GIRO PADA BANK INDONESIA 31 Maret 31 Desember % % Rupiah 6,749,928 8,03 6,179,827 8,01 Dollar Amerika Serikat 1,289,304 8,20 1,310,254 8,14 Jumlah 8,039,232 7,490,081 Giro pada Bank Indonesia diklasifikasikan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang, diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Nilai wajar dari giro pada Bank Indonesia adalah nilai tercatatnya. Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 12/19/PBI/2010 tanggal 4 Oktober 2010, tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan valuta asing, setiap bank di Indonesia diwajibkan mempunyai saldo giro minimum di Bank Indonesia untuk cadangan likuiditas. Giro Wajib Minimum (GWM) dalam Rupiah untuk tahun 2010 terdiri dari GWM Primer yang ditetapkan sebesar 8% dan GWM Sekunder yang ditetapkan 2,5% yang mulai berlaku tanggal 1 Nopember 2010, serta GWM Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar perhitungan antara parameter disinsentif bawah atau parameter disinsentif atas dengan selisih antara LDR bank dan LDR target dengan memperhatikan selisih antara Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) bank dan KPMM Insentif yang mulai berlaku tanggal 1 Maret GWM dalam Dollar Amerika Serikat ditetapkan sebesar 8% yang mulai berlaku tanggal 1 34

38 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Juni 2011, 5% sejak tanggal 1 Maret 2011 sampai dengan 31 Mei 2011 dan 1% yang mulai berlaku sejak tanggal 1 Nopember 2010 sampai dengan 28 Pebruari Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, Giro Wajib Minimum (GWM) sekunder Bank yang terdiri dari Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan obligasi pemerintah masing-masing sebesar 11,61%, dan 12,67%. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, Bank telah memenuhi Giro Wajib Minimum yang harus disediakan sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. 6. GIRO PADA BANK LAIN 31 Maret 31 Desember Pihak berelasi Bank Dollar Australia 11,574 52,869 Dollar Selandia Baru 14,429 26,520 Jumlah - bersih 26,003 79,389 Pihak ketiga Bank Rupiah 35,251 54,142 Dollar Amerika Serikat 437, ,663 Dollar Singapura 110, ,604 Yen Jepang 48,207 45,976 Euro 41, ,668 Lainnya 55, ,793 Entitas Anak Rupiah 123,001 38,895 Dollar Amerika Serikat Jumlah 851,142 1,105,835 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (2) (2) Jumlah - bersih 851,140 1,105,833 Jumlah Giro pada Bank Lain - Bersih 877,143 1,185,222 Giro pada bank lain diklasifikasikan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang, diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Nilai wajar dari giro pada bank lain adalah nilai tercatatnya. Tingkat suku bunga efektif rata-rata per tahun giro pada bank lain untuk mata uang Rupiah dan valuta asing masing-masing sebesar 0,28% dan nihil untuk 31 Maret 2012, serta 2,5% dan 0,89% untuk 31 Desember Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 tidak terdapat giro pada bank lain yang dijadikan agunan oleh Bank dan entitas anaknya. Seluruh giro pada bank lain tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 tidak mengalami penurunan nilai. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai giro pada bank lain tersebut adalah sebagai berikut: 31 Maret 31 Desember Saldo awal 2 2 Selisih penurunan nilai pada penerapan awal PSAK No. 50 dan No Pemulihan tahun berjalan - - Saldo akhir periode

39 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai pada bank lain adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya giro pada bank lain. 7. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain diklasifikasikan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang, diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Nilai wajar dari penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain adalah sebesar nilai tercatatnya. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain berdasarkan jenis penempatan adalah sebagai berikut: 31 Maret 2012 Tingkat bunga Jangka w aktu efektif rata-rata Jumlah Rupiah Pihak berelasi Bank Call money 3 hari 3,76% 55,000 Pihak ketiga Bank BI Intervensi - setelah dikurangi bunga yang belum diamortisasi sebesar Rp juta 6-9 bulan 4,26% 7,249,089 Call money 3-7 hari 3,89% 2,000,000 Sub Jumlah 9,249,089 Entitas Anak Deposito berjangka 1 bulan 7,37% 1,329,564 Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah 1 hari 3,75% 21,700 Sub Jumlah 1,351,264 Jumlah 10,655,353 Valuta Asing Pihak ketiga Bank Call money Dollar Australia 7-14 hari 4,42% 632,551 Dollar Amerika Serikat 6-91 hari 1,51% 996,696 Euro 6-21 hari 0,25% 506,259 Dollar Singapura 7-64 hari 0,49% 359,772 Yen Jepang hari 0,19% 278,325 Poundsterling Inggris 7-14 hari 0,53% 58,514 Dollar Selandia Baru 7 hari 2,55% 11,260 Sub Jumlah 2,843,377 Entitas Anak Deposito berjangka Dollar Amerika Serikat 3 bulan 3.24% 12,393 Jumlah 2,855,770 Jumlah 13,511,123 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (500) Jumlah Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain - Bersih 13,510,623 36

40 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 31 Desember 2011 Tingkat bunga Jangka waktu efektif rata-rata Jumlah Rupiah Pihak ketiga Bank BI Intervensi - setelah dikurangi bunga yang belum diamortisasi sebesar Rp juta hari 5,87% 8,808,534 Call money hari 5,06% 3,880,000 Deposito berjangka 33 hari 6.00% 50,000 Sub Jumlah 12,738,534 Entitas Anak Deposito berjangka 1 bulan 8,56% 883,564 Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah 3 hari 4,5% 75,000 Jumlah 13,697,098 Valuta Asing Pihak ketiga Bank Call money Dollar Australia 6-15 hari 4,68% 851,535 Euro 6-14 hari 0,88% 474,448 Dollar Singapura hari 0,51% 460,914 Dollar Amerika Serikat hari 4,03% 398,970 Poundsterling Inggris 14 hari 0,69% 41,926 Yen Jepang 9 hari 0,25% 23,364 Dollar Selandia Baru 16 hari 2,95% 14,001 Sub Jumlah 2,265,158 Entitas Anak Deposito berjangka Dollar Amerika Serikat 1 bulan 2,15% 6,801 Jumlah 2,271,959 Jumlah 15,969,057 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (500) Jumlah Penempatan pd Bank Indonesia dan Bank Lain - bersih 15,968,557 Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, tidak terdapat penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain yang dijadikan agunan oleh Bank dan entitas anaknya. Seluruh penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 tidak mengalami penurunan nilai. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain selama 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: 31 Maret 31 Desember Saldo awal Penyisihan (pemulihan) tahun berjalan - (100) Saldo akhir periode Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai penempatan pada bank lain adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya penempatan pada bank lain. 37

41 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 8. EFEK - EFEK Berdasarkan tujuan investasi dan mata uang, efek-efek adalah sebagai berikut: 31 Maret 31 Desember Pihak berelasi Rupiah Dimiliki hingga jatuh tempo Bank 30,000 30,000 Tersedia untuk dijual Entitas Anak 9,946 9,893 Diperdagangkan Entitas Anak 39,930 18,631 Jumlah pihak berelasi 79,876 58,524 Pihak ketiga Dimiliki hingga jatuh tempo Bank Rupiah 10,697,218 12,081,962 Dollar Amerika Serikat 1,153,094 1,164,190 Yen Jepang Entitas Anak - Rupiah 152, ,773 Jumlah dimiliki hingga jatuh tempo 12,002,497 13,379,925 Tersedia untuk dijual Bank Rupiah 2,671, ,536 Dollar Amerika Serikat 481, ,315 Entitas Anak Rupiah 169,523 95,906 Jumlah tersedia untuk dijual 3,322,362 1,605,757 Diperdagangkan Bank Rupiah 982, ,290 Dollar Amerika Serikat ,030 Jumlah diperdagangkan 983, ,320 Jumlah pihak ketiga 16,307,901 15,538,002 Jumlah Efek-Efek 16,387,777 15,596,526 Dikurangi: Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (118,015) (58,751) Jumlah Efek-Efek - Bersih 16,269,762 15,537,775 38

42 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Berdasarkan jenis dan tujuan investasi efek-efek, adalah sebagai berikut: 31 Maret 31 Desember Pihak berelasi Dim iliki hingga jatuh tem po Bank Obligasi lainnya 30,000 30,000 Tersedia untuk dijual Entitas Anak Obligasi lainnya 9,946 9,893 Diperdagangkan Entitas Anak Reksadana 39,930 18,631 Jumlah pihak berelasi 79,876 58,524 Pihak ketiga Dim iliki hingga jatuh tem po Bank Sertifikat Bank Indonesia 5,363,718 6,621,559 Obligasi Pemerintah Indonesia 2,975,525 3,031,178 Obligasi lainnya 2,322,390 2,367,362 Surat utang jangka menengah 984, ,935 Efek beragun aset 153, ,228 Wesel tagih 50,376 75,890 Entitas Anak Sertifikat Bank Indonesia 75,000 75,000 Obligasi Pemerintah Indonesia 72,000 53,773 Obligasi lainnya 5,000 5,000 Jumlah efek dimiliki hingga jatuh tempo 12,002,497 13,379,925 Tersedia untuk dijual Bank Sertifikat Bank Indonesia 1,312, ,300 Reksadana 900,000 - Obligasi Pemerintah Indonesia 461, ,811 Obligasi lainnya 278, ,298 Surat utang jangka menengah 200, ,442 Entitas Anak Obligasi lainnya 118,503 1,014 Saham 50,000 39,800 Obligasi subordinasi 1,020 55,092 Jumlah efek tersedia untuk dijual 3,322,362 1,605,757 Diperdagangkan Bank Obligasi Pemerintah Indonesia 967, ,685 Obligasi Lainnya 15, ,714 Surat Utang Jangka Menengah Jumlah efek diperdagangkan 983, ,320 Jumlah efek-efek pihak ketiga 16,307,901 15,538,002 Jumlah efek-efek 16,387,777 15,596,526 Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai (118,015) (58,751) Jumlah Efek-efek - Bersih 16,269,762 15,537,775 39

43 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Tingkat bunga rata-rata per tahun: 31 Maret 31 Desember Rupiah Obligasi 9,95% 11,14% Obligasi subordinasi 11.48% 11,87% SBI 4.66% 6,72% Surat utang jangka menengah 9.57% 9,57% Efek beragun aset 9.25% 9,25% Wesel tagih 12.78% 12,78% Valuta Asing Obligasi 6,36% 6,62% Surat utang jangka menengah 6.38% 7,24% Wesel tagih 6.35% 6,35% Jangka waktu efek-efek sejak tanggal pembelian hingga tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut: 31 Maret 31 Desember Rupiah Obligasi 6 bulan - 30 tahun 3 bulan - 27 tahun Obligasi Subordinasi 6-10 tahun 7-10 tahun Sertifikat Bank Indonesia 9 bulan 9 bulan Surat Utang Jangka Menengah 1-2 tahun 1-2 tahun Efek beragun aset 9 tahun 9 tahun Wesel tagih 1 bulan 1-4 bulan Dollar Amerika Serikat Obligasi 6-30 tahun 3-28 tahun Surat Utang Jangka Menengah 2 tahun 1-3 tahun Wesel tagih 14 hari - 6 bulan 14 hari - 3 bulan Yen Jepang Wesel tagih 14 hari - Nilai wajar dari aset yang diklasifikasikan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo adalah berdasarkan harga pasar atau harga kuotasi dari pedagang perantara/ penjual. Apabila informasi ini tidak tersedia, maka nilai wajar diestimasi menggunakan harga kuotasi pasar untuk efek dengan karakteristik kredit, jatuh tempo, dan pengembalian yang serupa. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, nilai wajar dari aset keuangan ini adalah sebesar Rp juta dan Rp juta. Efek yang dimiliki hingga jatuh tempo memiliki suku bunga tetap maupun mengambang, sehingga Bank dan entitas anak terpapar risiko suku bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk) dan risiko suku bunga atas arus kas (cash flow interest rate risk). Rata-rata suku bunga efektif untuk efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo untuk mata uang Rupiah dan valuta asing ini masing-masing sebesar 7,31 % dan 6,26% per tahun untuk tahun 2012 dan 10,87% dan 7,68% per tahun untuk tahun Kualitas efek-efek adalah sebagai berikut: 31 Maret 31 Desember Tidak mengalami penurunan nilai 16,229,249 15,439,119 Mengalami penurunan nilai 158, ,407 Jumlah 16,387,777 15,596,526 40

44 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai efek-efek adalah sebagai berikut : 31 Maret 31 Desember Saldo awal tahun 58,751 10,618 Penyisihan tahun berjalan 59,264 48,133 Saldo akhir periode 118,015 58,751 Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai efek-efek tersebut adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya efek-efek. 9. TAGIHAN DERIVATIF Bank melakukan transaksi derivatif dalam bentuk pembelian dan penjualan berjangka valuta asing (forward) dan swap untuk tujuan trading. Bank bertindak sebagai perantara transaksi swap. Transaksi swap terdiri dari kontrak swap mata uang asing. Transaksi tersebut merupakan komitmen untuk melunasi liabilitas dalam mata uang asing dengan kurs yang ditentukan terlebih dahulu. Risiko pasar dari transaksi derivatif timbul sebagai akibat dari adanya perubahan nilai potensial fluktuasi kurs mata uang, sedangkan risiko kredit timbul dalam hal pihak lain tidak dapat memenuhi liabilitasnya kepada Bank. Jangka waktu dari pembelian dan penjualan berjangka valuta asing pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing berkisar antara 3 sampai 122 hari dan 2 sampai 67 hari. Tagihan derivatif diklasifikasikan dalam kategori diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (FVTPL). Nilai wajar dari tagihan derivatif adalah sebesar nilai tercatatnya. Rincian tagihan derivatif pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut : 31 Maret 2012 Jumlah Nosional Tagihan Derivatif Beli Jual Pihak ketiga Forward 315, ,058 1,288 Swap 1,469,241 1,469,698 1,394 Jumlah 1,785,229 1,785,756 2, Desember 2011 Jumlah Nosional Beli Jual Tagihan Derivatif Pihak ketiga Forward 652, ,314 2,226 Swap 128, ,587 1,090 Jumlah 780, ,901 3,316 Seluruh tagihan derivatif pada tanggal 31 Maret 2012 dalam mata uang Rupiah, Franc Swiss, Dollar Hongkong, Yen Jepang, Dollar Singapura dan Dollar Amerika Serikat sedangkan pada tanggal 31 Desember 2011 dalam mata uang Dollar Amerika Serikat. Seluruh tagihan derivatif pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 tidak mengalami penurunan nilai. 41

45 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 10. KREDIT YANG DIBERIKAN Kredit yang diberikan diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Estimasi nilai wajar kredit ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas masa datang menggunakan suku bunga saat ini. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, nilai wajar dari kredit adalah sebesar Rp juta dan Rp juta Kredit memiliki suku bunga tetap maupun mengambang, sehingga Bank dan entitas anak terpapar risiko suku bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk) dan risiko suku bunga atas arus kas (cash flow interest rate risk). a. Jenis Pinjaman 31 Maret 2012 L DPK KL D M Total Rupiah Kredit konsumsi 19,054, ,657 53,000 65,355 74,806 20,165,343 Pinjaman rekening koran 14,087, ,529 70,398 72, ,236 14,591,686 Kredit investasi 12,247, ,471 35, , ,454 13,364,637 Kredit modal kerja 13,529, , ,544 7, ,394 14,497,693 Pembiayaan bersama 596, ,768 Pinjaman karyaw an 83, ,824 Kredit lainnya 2,232, ,881 14,683 19, ,798 2,532,929 Jumlah Rupiah 61,832,001 1,691, , ,763 1,500,688 65,832,880 Valuta Asing Kredit modal kerja 3,920, ,582 4,211,199 Kredit investasi 2,532, , ,105 2,688,001 Pembiayaan bersama 1,891, ,891,970 Kredit konsumsi 1, ,912 Kredit lainnya 95, ,147 Jumlah - Valuta asing 8,442, , ,687 8,888,229 Jumlah 70,274,322 1,836, , ,763 1,801,375 74,721,109 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (2,069,684) Jumlah Kredit - Bersih 70,274,322 1,836, , ,763 1,801,375 72,651, Desember 2011 L DPK KL D M Total Rupiah Kredit konsumsi 17,721, ,214 49,825 37,299 51,614 18,807,354 Pinjaman rekening koran 13,962, ,015 30,038 23, ,715 14,411,214 Kredit investasi 11,861, ,167 14,199 12, ,085 12,938,524 Kredit modal kerja 11,459, ,229 5,847 4, ,458 12,436,096 Pembiayaan bersama 604, ,394 Pinjaman karyaw an 80, ,265 Kredit lainnya 2,547, ,207 13,712 20, ,155 2,872,394 Jumlah - Rupiah 58,237,501 1,761, ,621 98,260 1,939,027 62,150,241 Valuta Asing Kredit modal kerja 3,908, ,953 4,197,808 Kredit investasi 2,563, , ,020 2,686,832 Pembiayaan bersama 1,908, ,908,076 Pinjaman rekening koran 47, ,660 Kredit konsumsi 2, ,080 Kredit lainnya 87, ,105 Jumlah - Valuta asing 8,517, , ,973 8,929,561 Jumlah 66,754,705 1,875, ,621 98,260 2,238,000 71,079,802 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (2,000,491) Jumlah Kredit - Bersih 66,754,705 1,875, ,621 98,260 2,238,000 69,079,311 42

46 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK b. Sektor Ekonomi 31 Maret 2012 L DPK KL D M Total Rupiah Perdagangan 15,451, , ,156 56, ,893 16,822,471 Jasa 15,730, ,620 22,473 43,649 31,387 16,022,074 Industri 6,801, , ,466 4, ,980 7,620,764 Konstruksi 7,147, ,840 11, ,640 43,228 7,660,463 Lain-lain 16,700, ,588 54,607 61,298 69,200 17,707,108 Jumlah - Rupiah 61,832,001 1,691, , ,763 1,500,688 65,832,880 Valuta asing Jasa 3,944,742 34, ,979,167 Industri 2,548, , ,138 2,942,494 Perdagangan 131, , ,478 Konstruksi 1,817, ,817,089 Lain-lain Jumlah - Valuta asing 8,442, , ,687 8,888,228 Jumlah 70,274,321 1,836, , ,763 1,801,375 74,721,108 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (2,069,684) Jumlah Kredit - Bersih 70,274,321 1,836, , ,763 1,801,375 72,651, Desember 2011 L DPK KL D M Total Rupiah Perdagangan 15,111, ,189 44,093 30, ,985 16,421,930 Jasa 13,784, ,884 10,001 11,100 27,090 14,042,299 Industri 6,885, ,455 7,354 14, ,467 7,727,154 Konstruksi 7,149, ,016 5,875 9, ,819 7,635,126 Lain-lain 15,307, ,288 46,298 33,240 48,666 16,323,732 Jumlah - Rupiah 58,237,501 1,761, ,621 98,260 1,939,027 62,150,241 Valuta asing Jasa 4,000, ,000,592 Industri 2,548, , ,770 2,942,981 Perdagangan 136, , ,742 Lain-lain 1,831, ,831,246 Jumlah - Valuta asing 8,517, , ,973 8,929,561 Jumlah 66,754,705 1,875, ,621 98,260 2,238,000 71,079,802 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (2,000,491) Jumlah Kredit - Bersih 66,754,705 1,875, ,621 98,260 2,238,000 69,079,311 c. Jangka waktu Jangka waktu pinjaman diklasifikasikan berdasarkan periode pinjaman dalam perjanjian kredit sampai dengan saat jatuh temponya adalah sebagai berikut : 31 Maret 31 Desember tahun 15,526,164 15,496,718 > 1-2 tahun 13,376,009 13,035,756 > 2-5 tahun 17,982,224 16,121,121 > 5 tahun 27,836,712 26,426,207 74,721,109 71,079,802 CKPN (2,069,684) (2,000,491) Jumlah Kredit 72,651,425 69,079,311 Berikut adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan kredit: 43

47 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 1. Tingkat bunga efektif rata-rata untuk kredit dalam mata uang Rupiah pada 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 adalah 11,65% dan 11,79%, sedangkan dalam valuta asing adalah 5,55% dan 5,73%. 2. Kredit dijamin dengan agunan yang diikat dengan hak tanggungan atau surat kuasa untuk menjual dan jaminan lain yang umumnya diterima oleh perbankan. Kredit juga dijamin dengan jaminan tunai berupa giro, tabungan dan deposito berjangka (Catatan 18). Manajemen berkeyakinan agunan yang diterima tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya kredit yang diberikan. 3. Kredit untuk modal kerja dan investasi terdiri dari pinjaman jangka panjang, tetap, berulang dan diskonto, sedangkan kredit konsumsi terdiri dari kredit pemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor dan kredit konsumsi lain. 4. Kredit dalam Rupiah berjangka waktu 2 hari sampai 38 tahun, sedangkan kredit dalam valuta asing berjangka waktu antara 10 bulan sampai 11 tahun. Kredit dalam rangka pembiayaan bersama dalam Rupiah berjangka waktu 7 tahun sampai 11 tahun sedangkan dalam valuta asing berjangka waktu 6 tahun sampai 12 tahun. 5. Keikutsertaan Bank sebagai anggota sindikasi dengan persentase penyertaan masing-masing berkisar antara 5% sampai dengan 30,08% pada 31 Maret 2012 dan 31 Desember Kredit kepada karyawan bank merupakan kredit untuk membeli kendaraan, rumah, dan keperluan lainnya yang dibebani bunga sebesar 6% per tahun dengan jangka waktu 1 sampai dengan 10 tahun. Pembayaran kredit dibayar kembali dengan pemotongan gaji setiap bulan. 7. Dalam jumlah kredit termasuk kredit yang diberikan kepada pihak yang berelasi sebesar Rp juta dan Rp juta setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 28 juta dan Rp 26 juta pada 31 Maret 2012 dan 31 Desember Rasio kredit usaha kecil terhadap kredit yang diberikan adalah sebesar 8,45% dan 8,81% masing-masing pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, tidak terdapat kredit yang dijadikan agunan oleh Bank dan entitas anak. 10.Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, rincian kredit yang direstrukturisasi menurut jenis dan kualitas pinjaman adalah sebagai berikut: 31 Maret 2012 L DPK KL D M Total Rupiah Kredit investasi 1,238,007 64,247 14, , ,726 2,002,344 Kredit modal kerja 138,557 40,000 95,340-17, ,336 Pembiayaan bersama 138, ,500 Pinjaman rekening koran 2,682-9,990 19,362-32,034 Kredit konsumsi 16,093 1, ,880 Lainnya ,729 6,107 Jumlah 1,533, , , , ,894 2,488,201 Valuta asing Kredit investasi 696, , , ,664 Pembiayaan bersama 137, ,299 Kredit modal kerja ,114 91,114 Jumlah 834, , ,219 1,046,077 Jumlah Kredit - Bersih 2,368, , , , ,113 3,534,278 44

48 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 31 Desember 2011 L DPK KL D M Total Rupiah Kredit investasi 1,458, ,490 13, , ,162 2,268,205 Kredit modal kerja 142,366-97,140 11,000 6, ,094 Pinjaman rekening koran ,692 19,379-32,017 Kredit konsumsi 15, ,729-22,317 Lainnya Jumlah 1,617, , , , ,750 2,579,673 Valuta Asing Kredit investasi 93,217 12, , ,826 Kredit modal kerja ,964-9,964 Jumlah 93,217 12,504-9,964 1, ,790 Jumlah Kredit - Bersih 1,711, , , , ,855 2,696,463 Sampai dengan tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, Bank telah melakukan penyelamatan kembali atas kredit untuk beberapa debitur, masing-masing sebesar Rp juta dan Rp juta. 11.Pada tahun 2012 dan 2011, berdasarkan PSAK No. 55 (Revisi 2006), Bank masih dapat mengakui pendapatan bunga dari kredit yang bermasalah. Saldo kredit bermasalah pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing sebesar Rp juta dan juta. Pada tahun 2012 dan 2011, Bank mengakui langsung ke dalam laporan laba rugi komprehensif, perbedaan nilai wajar dan kredit yang diberikan kepada karyawan masing-masing sebesar Rp juta dan Rp juta. 12.Rasio non-performing loan (NPL) pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: 31 Maret 31 Desember NPL Bruto 3.61% 3,56% NPL Neto 1.01% 0,92% 13.Dalam laporan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) kepada Bank Indonesia pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 tidak terdapat kredit yang tidak memenuhi ketentuan BMPK. 14.Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, rincian kredit bermasalah menurut sektor ekonomi adalah: 31 Maret 31 Desember Rupiah Perdagangan 1,064,820 1,024,209 Industri 674, ,293 Jasa 97,509 48,191 Lain-Lain 471, ,215 Jumlah 2,309,114 2,150,908 Valas Industri 283, ,770 Perdagangan 17,549 18,203 Jumlah 300, ,973 Jumlah Kredit Bermasalah 2,609,801 2,449,881 45

49 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 15. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, kredit yang disalurkan dengan sistem penyaluran kredit melalui lembaga pembiayaan PT. Verena Multi Finance Tbk dan PT. Clipan Finance Indonesia Tbk, berupa kredit kendaraan motor dan mobil sebesar Rp juta dan Rp juta. 16. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai kredit adalah sebagai berikut: 31 Maret 31 Desember Saldo awal tahun 2,000,491 1,563,457 Penyisihan tahun berjalan 102, ,235 Akrual bunga pada kredit yg mengalami penurunan nilai (22,150) (107,566) Selisih kurs (2,110) 1,392 Penghapusan selama tahun berjalan (9,386) (369,027) Saldo akhir periode 2,069,684 2,000,491 Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai kredit tersebut di atas adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya kredit yang diberikan. 11. EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali diklasifikasikan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Nilai wajar dari efek yang dibeli dengan janji dijual kembali adalah sebesar nilai tercatatnya. Akun ini merupakan efek obligasi yang dibeli dengan janji dijual kembali untuk jangka waktu 34 hari sampai dengan 189 hari pada tanggal 31 Maret 2012 dan 94 sampai dengan 105 hari pada tanggal 31 Desember 2011 dengan perincian sebagai berikut: 31 Maret 31 Desember Rupiah Bank Harga jual kembali 6,945,459 2,816,070 Pendapatan bunga yang belum direalisasi 45,900 (17,909) Jumlah efek yang dibeli dengan janji dijual kembali - bersih 6,991,359 2,798,161 Seluruh efek yang dibeli dengan janji dijual kembali dilakukan dengan pihak ketiga dan tidak mengalami penurunan nilai pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember

50 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 12. INVESTASI NETO SEWA PEMBIAYAAN 31 Maret 31 Desember Rupiah Piutang sewa pembiayaan 1,354,796 1,256,603 Nilai sisa terjamin 297, ,920 Pendapatan sewa pembiayaan yang belum diakui (183,798) (172,612) Simpanan jaminan (297,187) (257,920) Jumlah 1,170,998 1,083,991 Dollar Amerika Serikat Piutang sewa pembiayaan 70,706 80,032 Nilai sisa terjamin 16,253 16,319 Pendapatan sewa pembiayaan yang belum diakui (5,932) (7,258) Simpanan jaminan (16,253) (16,319) Jumlah 64,774 72,774 Jumlah 1,235,772 1,156,765 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (2,336) (4,054) Jumlah investasi neto sewa pembiayaan - bersih 1,233,436 1,152,711 Suku bunga efektif pasar untuk investasi neto sewa pembiayaan dalam mata uang Rupiah dan valuta asing ini masing-masing sebesar 17% dan 8,45% per tahun pada tanggal 31 Maret 2012 dan sebesar 16,08% dan 7,24% per tahun pada tanggal 31 Desember Estimasi nilai wajar investasi neto sewa pembiayaan ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas masa datang menggunakan suku bunga saat ini. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, nilai wajar dari aset keuangan ini adalah sebesar Rp juta dan Rp juta. Kisaran jangka waktu pembiayaan adalah 3 tahun. Biaya-biaya yang timbul, seperti premi asuransi, bea materai dan biaya terkait lainnya sehubungan dengan perolehan aset sewa pembiayaan, dibebankan kepada nasabah. Seluruh investasi neto sewa pembiayaan diberikan kepada pihak ketiga. Clipan dan VMF menggunakan investasi neto sewa pembiayaan yang dimiliki sebagai jaminan pinjaman yang diterima (Catatan 24). Jumlah investasi neto sewa pembiayaan yang dijaminkan masing-masing sebesar Rp juta dan Rp juta masing-masing pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember Pada saat perjanjian sewa pembiayaan dimulai, penyewa guna usaha memberikan simpanan jaminan yang akan digunakan sebagai pembayaran atas pembelian dari aset sewa pada akhir masa sewa, bila hak opsi dilaksanakan penyewa guna usaha. Apabila hak opsi tidak dilaksanakan, simpanan jaminan tersebut akan dikembalikan kepada penyewa guna usaha pada akhir masa sewa guna usaha. 47

51 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 13. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN Piutang pembiayaan konsumen diklasifikasikan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang, dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Piutang pembiayaan konsumen memiliki suku bunga tetap, sehingga Bank dan entitas anak terpapar risiko suku bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk). Suku bunga efektif pasar pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 untuk piutang pembiayaan konsumen ini adalah 16.26% dan 17,46% per tahun. Estimasi nilai wajar piutang pembiayaan konsumen ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas masa datang menggunakan suku bunga saat ini. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, nilai wajar dari piutang pembiayaan konsumen adalah sebesar Rp juta dan Rp juta. Jumlah piutang pembiayaan konsumen pada 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 merupakan piutang pembiayaan konsumen yang dilakukan oleh Clipan dan VMF, dengan perincian sebagai berikut : 31 Maret 31 Desember Piutang pembiayaan konsumen 4,471,876 4,296,987 Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui (735,597) (720,721) Jumlah 3,736,279 3,576,266 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (32,434) (42,594) Jumlah piutang pembiayaan konsumen - bersih 3,703,845 3,533,672 Piutang pembiayaan konsumen dijadikan sebagai jaminan pinjaman yang diterima Clipan dan VMF dari beberapa bank. 14. TAGIHAN AKSEPTASI Tagihan akseptasi merupakan tagihan kepada nasabah. 31 Maret 31 Desember Tagihan akseptasi Rupiah 36,130 15,798 Valuta asing 720, ,027 Tagihan akseptasi - Bersih 756, ,825 Tagihan akseptasi diklasifikasikan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang, dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Estimasi nilai wajar dari tagihan akseptasi yang merupakan instrumen tanpa suku bunga adalah jumlah yang akan dibayarkan debitur kepada Bank. Nilai wajar dari tagihan akseptasi adalah sebesar nilai tercatatnya. 48

52 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Tagihan akseptasi berdasarkan jangka waktu perjanjian adalah sebagai berikut: 31 Maret 31 Desember Kurang dari atau sama dengan 1 bulan 5,439 6,924 Lebih dari 1 s/d 3 bulan 48,947 56,626 Lebih dari 3 s/d 6 bulan 662, ,971 Lebih dari 6 s/d 12 bulan 39, ,304 Jumlah 756, ,825 Seluruh tagihan akseptasi pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dilakukan dengan pihak ketiga dan tidak mengalami penurunan nilai. 15. PENYERTAAN DALAM BENTUK SAHAM Persentase 31 Maret 31 Des Jenis Usaha Kepemilikan (%) Mar-12 Des-11 Metode Ekuitas Bank PT Panin Sekuritas Tbk Sekuritas 29,00% 29,00% 247, ,798 Entitas Anak PT Laksayudha Abadi Properti 36,00% 36,00% 62,982 62,895 PT IBJ Verena Finance Lembaga Pembiayaan 20,00% 20,00% 20,046 20,046 Jumlah 330, ,739 Metode Biaya Bank PT Bank ANZ Indonesia (d/h PT ANZ Perbankan 1,00% 1,00% Panin Bank) 16,500 16,500 PT First Asia Capital (d/h PT Panin Sekuritas 2,50% 2,50% Capital) PT Sarana Bersama Pembiayaan Lembaga Pembiayaan 9,33% 9,33% Indonesia PT Sarana Kalimantan Selatan Modal Ventura 1,04% 1,04% Ventura Entitas Anak PT Asuransi Maipark Indonesia Asuransi 1,69% 1,69% Jumlah 18,676 18,676 Penyertaan Modal Sementara 91,739 91,739 Jumlah Penyertaan dalam Bentuk Saham 441, ,154 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (625) (625) Jumlah Penyertaan dalam Bentuk Saham - Bersih 440, ,529 Penyertaan saham dengan metode biaya diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual dan diukur dengan nilai wajar. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 Bank mencatat penyertaan saham dengan metode biaya sebesar biaya perolehan dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai karena nilai wajar dari unquoted equity instruments tersebut tidak dapat ditentukan dengan handal. Penyertaan modal sementara adalah penyertaan yang berasal dari debt to equity swaps dalam rangka restrukturisasi kredit. 49

53 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Saldo penyertaan dalam bentuk saham per 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 berdasarkan ada tidaknya penurunan nilai adalah sebagai berikut: Klasifikasi 31 Maret 31 Desember Tidak mengalami penurunan nilai 440, ,529 Mengalami penurunan nilai Jumlah 441, ,154 Cadangan kerugian penurunan nilai (625) (625) Jumlah - Bersih 440, ,529 Penyertaan dalam bentuk saham yang mengalami penurunan nilai pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 merupakan penyertaan kepada PT Sarana Bersama Pembiayaan Indonesia. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai penyertaan dalam bentuk saham pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011 adalah sebagai berikut : 31 Maret 31 Desember Saldo awal tahun Selisih penurunan nilai pada penerapan awal PSAK No. 55 (revisi 2006) - - Penyisihan tahun berjalan - - Saldo akhir periode Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai penyertaan dalam bentuk saham tersebut diatas adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul. 16. ASET TETAP Rincian mutasi dan saldo aset tetap adalah sebagai berikut : 31 Maret Januari 31 Maret 2012 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 2012 Biaya Perolehan Pemilikan langsung Tanah 618,867 7, ,110 Bangunan 1,440,737 51,909-25,361 1,518,007 Golongan I dan II 1,387,492 71,942 (1,500) - 1,457,934 Aset Sewa Pembiayaan 30, ,475 Jumlah 3,477, ,094 (1,500) 25,361 3,632,526 Akumulasi Penyusutan Pemilikan langsung Bangunan 568,625 20, ,929 Golongan I dan II 1,085,439 38,506 (851) - 1,123,094 Aset Sewa Pembiayaan 18, ,927 Jumlah 1,672,164 59,637 (851) - 1,730,950 Jumlah Bersih 1,805,407 1,901,576 50

54 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 31 Desember Januari 31 Des 2011 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 2011 Biaya Perolehan Pemilikan langsung Tanah 583,129 19,226-16, ,868 Bangunan 1,311, ,834 (586) 25,022 1,440,737 Golongan I dan II 1,302, ,768 (48,624) 340 1,387,492 Aset Sewa Pembiayaan 28,926 3,974 (2,425) - 30,475 Jumlah 3,225, ,802 (51,635) 41,875 3,477,572 Akumulasi Penyusutan Pemilikan langsung Bangunan 494,344 74,716 (382) (53) 568,625 Golongan I dan II 950, ,904 (45,115) 53 1,085,439 Aset Sewa Pembiayaan 17,309 3,170 (2,379) - 18,100 Jumlah 1,462, ,790 (47,876) - 1,672,164 Jumlah Bersih 1,763,280 1,805,408 Beban penyusutan adalah Rp Rp juta dan Rp juta masing-masing untuk 31 Maret 2012 dan Bank memiliki beberapa bidang tanah dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan yang berjangka waktu 30 (tiga puluh) tahun yang akan jatuh tempo sampai dengan Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai. Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat semua aset tetap masih lebih rendah daripada nilai yang dapat dipulihkan, oleh karena itu tidak diperlukan penurunan nilai aset tetap. Aset tetap Bank kecuali tanah telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, kecurian dan risiko lainnya kepada PT Panin Insurance Tbk dan PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk, pihak berelasi, serta PT Asuransi Wahana Tata, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Tri Prakarta, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, PT Asuransi Raksa Pratikara dan PT Asuransi Dinamika. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. Aset tetap yang belum digunakan dalam kegiatan operasional direklasifikasi ke Aset Lain-Lain agar sesuai dengan peraturan Bank Indonesia yang berlaku (catatan 17). 51

55 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 17. ASET LAIN-LAIN Bank Pendapatan yang masih akan diterima 591, ,313 Aset tetap yang belum digunakan dalam kegiatan operasional 482, ,581 Biaya dibayar dimuka 391, ,849 Agunan yang diambil alih 294, ,306 Uang muka Pendirian cabang 337, ,740 Pihak ketiga 43,890 40,517 Pembelian aset tetap 72,234 10,925 Beban pensiun dibayar dimuka (catatan 42a) 77,404 77,404 Persediaan hadiah dan barang cetakan 29,434 35,839 Pajak dibayar di muka 10,824 10,824 Aset tidak berwujud Perangkat lunak 33,784 37,538 Goodwill 9,918 9,917 Lainnya 31,089 79,105 Sub Jumlah 2,405,703 2,399,858 Dikurangi: Penyisihan penghapusan aset non produktif (90,199) (91,174) Bersih 2,315,504 2,308,684 Anak Perusahaan Piutang premi dan reasuransi - bersih 23,585 7,523 Piutang lain-lain 19,015 13,863 Beban ditangguhkan 15,494 - Biaya dibayar dimuka 12,256 8,896 Pendapatan yang masih akan diterima 10,292 - Agunan yang diambil alih 25,247 42,907 Kas yang dibatasi penggunaannya 1,421 1,696 Lainnya 34,333 39,343 Sub Jumlah 141, ,228 Dikurangi : Penyisihan penghapusan aset non produktif (3,093) (5,126) Bersih 138, ,102 Jumlah Aset Lain-Lain - Bersih 2,454,054 2,417,786 Pendapatan yang Masih Akan Diterima Merupakan bunga yang masih akan diterima atas penempatan pada bank lain, efek-efek dan kredit. Pendapatan yang masih akan diterima diklasifikasikan dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang, diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Nilai wajar dari pendapatan yang masih akan diterima adalah sebesar nilai tercatatnya. 52

56 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Agunan yang Diambil Alih Agunan yang diambil alih merupakan jaminan kredit dan pembiayaan konsumen berupa surat berharga dalam bentuk saham, tanah, bangunan dan kendaraan yang telah diambil alih oleh Bank dan entitas anak. Untuk memenuhi Peraturan Bank Indonesia No.7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005, Bank telah melakukan upaya penyelesaian atas agunan yang diambil alih. Aset Tetap yang Belum Digunakan dalam Kegiatan Operasional Aset tetap yang belum digunakan dalam kegiatan operasional merupakan tanah dan bangunan yang direncanakan untuk pembukaan cabang dan tempat kegiatan pendukung operasional Bank dan entitas anak. Manajemen berkeyakinan tidak terdapat penurunan nilai atas aset tetap yang belum digunakan dalam kegiatan operasi. Goodwill Goodwill merupakan selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Bank atas nilai wajar aset dan liabilitas entitas anak, dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama empat tahun. Perangkat Lunak Perincian perangkat lunak adalah sebagai berikut: 31 Maret 31 Desember Biaya perolehan 45,884 44,888 Amortisasi tahun berjalan (12,100) (7,350) Jumlah tercatat 33,784 37, SIMPANAN Simpanan diklasifikasikan dalam kategori liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Estimasi nilai wajar dari simpanan tanpa jangka waktu, termasuk juga simpanan tanpa suku bunga, adalah jumlah yang harus dikembalikan pada saat ada permintaan. Estimasi nilai wajar dari simpanan dengan suku bunga tetap tanpa kuotasi harga di pasar didasarkan pada diskonto arus kas menggunakan suku bunga dari utang baru dengan jangka waktu yang sama. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, nilai wajar dari liabilitas keuangan ini adalah sebesar nilai tercatatnya. Simpanan memiliki suku bunga tetap maupun mengambang, sehingga Bank dan entitas anak terpapar risiko suku bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk) dan risiko suku bunga atas arus kas (cash flow interest rate risk). 53

57 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Simpanan terdiri dari : 31 Maret Desember 2011 Pihak Pihak Jumlah Pihak Pihak Jumlah Berelasi Ketiga Berelasi Ketiga Bank Giro 35,573 16,914,327 16,949, ,494 15,979,813 16,089,307 Tabungan 27,108 36,747,080 36,774,188 25,119 31,768,605 31,793,724 Deposito Berjangka 273,748 35,588,637 35,862, ,310 37,155,419 37,445,729 Sub Jumlah 336,429 89,250,044 89,586, ,923 84,903,837 85,328,760 Entitas Anak Giro - 10,078 10,078-19,067 19,067 Tabungan - 10,724 10,724-7,661 7,661 Deposito Berjangka - 485, , , ,044 Sub Jumlah - 506, , , ,772 Jumlah 336,429 89,756,259 90,092, ,923 85,323,609 85,748,532 a. Giro Merupakan simpanan dalam Rupiah maupun valuta asing yang dapat diambil setiap saat, dengan rincian sebagai berikut: 31 Maret 31 Desember Pihak berelasi Bank Rupiah 24, ,525 Dollar Amerika Serikat 10,891 7,926 Lainnya Sub Jumlah 35, ,494 Pihak ketiga Bank Rupiah 7,215,824 6,157,735 Dollar Amerika Serikat 7,636,145 7,648,379 Dollar Australia 586, ,653 Dollar Singapura 529, ,092 Euro 488, ,111 Yen Jepang 314,749 59,916 Poundsterling Inggris 66,010 85,166 Dollar Selandia Baru 23,690 36,298 Dollar Hongkong 11,024 14,917 Lainnya 42,871 77,546 Sub Jumlah 16,914,327 15,902,267 Entitas Anak Rupiah 10,078 19,067 Jumlah 16,959,978 16,030,828 54

58 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 31 Maret 31 Desember Tingkat bunga rata-rata per periode Rupiah 4.01% 4,04% Valuta asing 0.36% 0,17% Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 jumlah giro yang diblokir serta dijadikan jaminan kredit masing-masing sebesar Rp juta dan Rp juta. b. Tabungan Merupakan tabungan dari masyarakat dalam Rupiah dengan rincian sebagai berikut : 31 Maret 31 Desember Rupiah Bank Tabungan Bisnis Panin 21,596,170 12,477,488 Tabungan Magna Panin 11,103,767 10,510,078 Tabungan Bisnis Combo 3,069,494 7,777,758 Tabungan Panin Promo 256, ,932 Tabungan Junior Panin 325, ,655 Tabanas 335, ,890 Tabunganku 45,509 45,192 Tabungan Junior Panin Promo Tabungan Rencana Panin 41,503 42,513 Sub Jumlah 36,774,188 31,793,724 Entitas Anak Tabungan Mudharabah 10,724 7,661 Jumlah 36,784,912 31,801,385 Tingkat bunga efektif rata-rata 2.84% 2,70% Bagi hasil rata-rata 1.81% 3,37% Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 jumlah tabungan yang diblokir dan dijadikan jaminan kredit masing-masing sebesar Rp juta dan Rp juta. 55

59 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK c. Deposito berjangka Merupakan simpanan berjangka dari nasabah dalam Rupiah dan valuta asing dengan rincian sebagai berikut: 31 Maret 31 Desember Pihak berelasi Bank Rupiah 173, ,553 Dollar Amerika Serikat 100, ,757 Sub Jumlah 273, ,310 Pihak ketiga Bank Rupiah 33,116,783 34,407,815 Dollar Amerika Serikat 2,261,172 2,473,465 Dollar Australia 92, ,407 Dollar Singapura 67,141 71,014 Euro 47,537 54,737 Lainnya 3,360 11,981 Sub Jumlah 35,588,637 37,155,419 Entitas Anak Rupiah 485, ,044 Jumlah 36,347,798 37,838, Maret 31 Desember Tingkat bunga rata-rata Rupiah 6.26% 6,96% Valuta asing 0.77% 0,80% Bagi hasil rata-rata 7.14% 8,19% Klasifikasi deposito berjangka berdasarkan jangka waktu: Rupiah 31 Maret 2012 Valuta asing Jumlah 31 Desember 2011 Valuta Rupiah asing Jumlah 1 bulan 24,246,063 1,469,491 25,715,554 25,190,044 1,670,979 26,861,023 3 bulan 5,117, ,225 5,599,460 6,093, ,135 6,621,925 6 bulan 2,829, ,340 3,165,234 2,075, ,505 2,431, bulan 1,570, ,915 1,855,062 1,613, ,742 1,907,477 Lebih dari 12 bulan 12,488-12,488 16,545-16,545 Jumlah 33,775,827 2,571,971 36,347,798 34,989,412 2,849,361 37,838,773. Jumlah deposito berjangka yang diblokir dan dijadikan jaminan kredit pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing adalah sebesar Rp juta dan juta. 19. SIMPANAN DARI BANK LAIN Simpanan dari bank lain diklasifikasikan dalam kategori liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. 56

60 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Estimasi nilai wajar dari simpanan tanpa jangka waktu, termasuk juga simpanan tanpa suku bunga, adalah jumlah yang harus dikembalikan saat ada permintaan. Pada tanggal 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011, nilai wajar dari liabilitas keuangan ini adalah sebesar nilai tercatatnya. Simpanan dari bank lain memiliki suku bunga tetap maupun mengambang, sehingga Bank dan entitas anak terpapar risiko suku bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk) dan risiko suku bunga atas arus kas (cash flow interest rate risk). Simpanan dari bank lain terdiri dari : 31 Maret Desember 2011 Rupiah Valuta Jumlah Rupiah Valuta Jumlah asing asing Pihak berelasi Bank Giro 12,405-12,405 10,155-10,155 Pihak ketiga Bank Giro 110,070 5, , ,039 2, ,963 Tabungan 85,313-85,313 90,840-90,840 Deposito berjangka 1,556,244-1,556, , ,456 Call money 4,389,000 1,161,288 5,550,288 3,130,000 1,051,830 4,181,830 Sub jumlah 6,140,627 1,166,426 7,307,053 4,249,335 1,054,754 5,304,089 Anak Perusahaan Giro Wadiah 2,058-2, Deposito Mudharabah 1,100-1, Sub Jumlah 3,158-3, Jumlah 6,156,190 1,166,426 7,322,616 4,260,475 1,054,754 5,315,229 a. Giro Tingkat bunga efektif rata-rata untuk giro Rupiah dan valuta asing masing-masing sebesar 2,18% dan 0,10% pada 31 Maret 2012 dan 4,04% dan 0,17% pada 31 Desember b. Tabungan Tingkat bunga efektif rata-rata untuk tabungan masing-masing sebesar 4,91% dan 2,70% pada 31 Maret 2012 dan 31 Desember c. Deposito Berjangka Jangka waktu deposito berjangka 3 hari sampai dengan 12 bulan dan 4 hari sampai dengan 12 bulan, dengan tingkat bunga efektif rata-rata masing-masing 3,95% dan 5,78% pada 31 Maret 2012 dan 31 Desember d. Call Money Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, jangka waktu call money Rupiah masing-masing 3 sampai dengan 33 hari, dengan tingkat bunga efektif rata-rata sebesar 3,78% dan 4,66%. dan untuk jangka waktu call money valuta asing adalah 3 hari sampai dengan 95 hari dan 4 hari dengan tingkat bunga efektif rata-rata sebesar 1,27% dan 0,63% pada 31 Maret 2012 dan 31 Desember

61 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 20. EFEK YANG DIJUAL DENGAN JANJI DIBELI KEMBALI PIHAK KETIGA Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali diklasifikasikan dalam kategori liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali memiliki suku bunga tetap. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, nilai wajar dari liabilitas keuangan ini adalah sebesar nilai tercatatnya. Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali terdiri dari : 31 Maret 2012 Beban bunga Tanggal Nilai yang belum Nilai Jenis jatuh tempo Nominal diamortisasi Bersih Bank Pihak ketiga FR Apr , ,388 FR Apr , ,036 FR Apr , ,227 FR Apr , ,023 FR Apr , ,041 FR May , ,587 FR May-12 90, ,155 FR May , ,870 FR May , ,303 FR May , ,783 Jumlah 1,759,004 5,591 1,753, Desember 2011 Beban bunga Tanggal Nilai yang belum Nilai Jenis jatuh tempo Nominal diamortisasi Bersih Bank Pihak ketiga FR Jan ,150 1, ,722 FR Jan ,190 1, ,144 FR Jan ,873 1, ,737 FR Jan , ,170 FR Feb ,051 1, ,796 FR Jan , ,061 FR Jan , ,517 FR Jan , ,604 FR Jan , ,389 FR Jan , ,675 FR Jan , ,349 FR Jan , ,040 FR Jan-12 49, ,141 FR Jan-12 32, ,818 Jumlah 3,675,853 10,690 3,665,163 58

62 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 21. LIABILITAS DERIVATIF Liabilitas derivatif diklasifikasikan dalam kategori diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (FVTPL). Nilai wajar dari liabilitas derivatif adalah sebesar nilai tercatatnya. Liabilitas derivatif pada 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp juta dan Rp juta. 31 Maret 2012 Jumlah Nosional Beli Jual Liabilitas Derivatif Pihak ketiga Forward 315, , Swap 1,469,241 1,469,698 2,463 Jumlah 1,785,229 1,785,756 3, Desember 2011 Jumlah Nosional Beli Jual Liabilitas Derivatif Pihak ketiga Forward 652, ,314 2,409 Swap 128, , Jumlah 780, ,901 2,951 Seluruh liabilitas derivatif pada tanggal 31 Maret 2012 dalam mata uang Swiss Franc, Dollar Singapura, Yen Jepang, Dollar Amerika Serikat dan Rupiah, sedangkan pada tanggal 31 Desember 2011 dalam mata uang Dollar Amerika Serikat. 22. LIABILITAS AKSEPTASI Liabilitas akseptasi merupakan liabilitas kepada bank lain. 31 Maret 31 Desember Rupiah 33,309 14,491 Valuta asing 722, ,503 Liabilitas Akseptasi - Bersih 755, ,994 59

63 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Liabilitas akseptasi dikategorikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Estimasi nilai wajar dari liabilitas akseptasi yang juga merupakan instrumen tanpa suku bunga adalah jumlah yang harus dikembalikan saat ada permintaan. Nilai wajar dari liabilitas akseptasi adalah sebesar nilai tercatatnya. Liabilitas akseptasi berdasarkan jangka waktu perjanjian adalah sebagai berikut: 31 Maret 31 Desember Kurang dari atau sama dengan 1 bulan 5,439 6,924 Lebih dari 1 s/d 3 bulan 50,249 56,704 Lebih dari 3 s/d 6 bulan 660, ,763 Lebih dari 6 s/d 12 bulan 39, ,603 Jumlah 755, , SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN Surat-surat berharga yang diterbitkan diklasifikasikan dalam kategori liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan suku bunga efektif. Bank harus melakukan pengungkapan atas nilai wajar dari liabilitas keuangannya. Nilai wajar dari surat berharga yang diterbitkan dihitung dengan menggunakan harga pasar. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, nilai wajar dari surat berharga yang diterbitkan adalah sebesar Rp juta dan Rp juta. Obligasi yang diterbitkan memiliki suku bunga tetap, sehingga Bank dan entitas anak terpapar risiko suku bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk). Suku bunga efektif pada tahun 2012 dan 2011 untuk obligasi yang diterbitkan ini masing-masing adalah 10.41% dan 10,73% per tahun. Bank tidak memiliki tunggakan pembayaran pokok, bunga maupun pelanggaran lainnya berkaitan dengan surat berharga tersebut selama periode Maret 2012 dan Desember

64 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Obligasi yang diterbitkan adalah sebagai berikut: 31 Maret 31 Desember Bank Obligasi Bank Panin IV Tahun , ,000 Obligasi Bank Panin III Tahun , ,000 Obligasi Bank Panin II Tahun 2007 Seri B 1,400,000 1,400,000 Seri C 200, ,000 Entitas Anak PT Clipan Finance Indonesia Tbk Obligasi Clipan Finance III Th 2011 Seri A 248, ,000 Seri B 123, ,000 Seri C 629, ,000 Medium Term Notes I Clipan Finance Indonesia Th ,000 PT Verena Multi Finance Tbk. Obligasi Verena Multi Finance I Tahun 2011 Seri A - 65,000 Seri B 135, ,000 Seri C 300, ,000 Medium Term Notes I Verena Multi Finance Th , ,000 PT Bank Panin Syariah Sertifikat Investasi Mudharabah 57, ,000 Jumlah 5,432,000 4,775,000 Obligasi yang dibeli kembali *) (115,406) (158,261) Diskonto yang belum diamortisasi (21,172) (25,038) Bersih 5,295,422 4,591,701 *) Obligasi yang dibeli kembali merupakan obligasi yang dibeli oleh Bank dan entitas anak lainnya dengan tujuan untuk dijual kembali. 61

65 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Bank Obligasi yang diterbitkan oleh Bank adalah sebagai berikut: 31 Maret 31 Desember Nilai nominal Obligasi Bank Panin IV Tahun , ,000 Obligasi Bank Panin III Tahun , ,000 Obligasi Bank Panin II Tahun 2007 Seri B 1,400,000 1,400,000 Seri C 200, ,000 Obligasi yang beredar 2,940,000 2,940,000 Obligasi yang dibeli kembali *) (65,406) (158,261) Diskonto yang belum diamortisasi (9,802) (10,698) Bersih 2,864,792 2,771,041 Obligasi Bank Panin IV tahun 2010 Merupakan obligasi nilai nominal sebesar Rp 540 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 9% yang ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi, berjangka waktu 5 tahun dan jatuh tempo pada tanggal 9 November Pembayaran kupon pertama dilakukan pada tanggal 9 Februari 2011 dan pembayaran bunga terakhir dilakukan pada tanggal 9 November Berdasarkan surat PT Pefindo tanggal 8 Agustus 2011 No. 1026/PEF-Dir/VIII/2011, peringkat Obligasi Bank Panin IV Tahun 2010 untuk periode 5 Agustus 2011 sampai dengan 1 Agustus 2012 adalah idaa (Double A). Setelah ulang tahun ke 1 (satu) sejak tanggal emisi, Bank dapat melakukan pembelian kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruhnya untuk disimpan yang di kemudian hari dapat dijual kembali atau sebagai pelunasan dengan memperhatikan peraturan yang berlaku. Wali amanat untuk penerbitan obligasi ini adalah PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nominal obligasi melalui KSEI sesuai dengan jadual. Obligasi Bank Panin III tahun 2009 Merupakan obligasi nilai nominal sebesar Rp 800 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,5% yang ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi, berjangka waktu 5 tahun dan jatuh tempo pada tanggal 6 Oktober Pembayaran kupon pertama dilakukan pada tanggal 6 Januari 2010 dan pembayaran bunga terakhir dilakukan pada tanggal 6 Oktober Berdasarkan surat PT Pefindo tanggal 8 Agustus 2011 No. 1026/PEF-Dir/VIII/2011, peringkat Obligasi Bank Panin III Tahun 2009 untuk periode 5 Agustus 2011 sampai dengan 1 Agustus 2012 adalah idaa (Double A). Setelah ulang tahun ke- 1 (satu) sejak tanggal emisi, Bank dapat melakukan pembelian kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruhnya untuk disimpan yang di kemudian hari dapat dijual kembali atau sebagai pelunasan dengan memperhatikan peraturan yang berlaku. 62

66 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Wali amanat untuk penerbitan obligasi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nominal obligasi melalui KSEI sesuai dengan jadual. Obligasi Bank Panin II tahun 2007 Merupakan Obligasi Bank Panin II tahun 2007 dengan nilai nominal sebesar Rp miliar dengan tingkat suku bunga tetap yang ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi dan terdiri dari : 1. Obligasi Seri A : Jumlah pokok sebesar Rp juta dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun dengan jangka waktu 3 tahun. Obligasi ini telah jatuh tempo dan dilunasi pada tanggal 19 Juni Obligasi Seri B : Jumlah pokok sebesar Rp jutadengan tingkat suku bunga tetap sebesar 10,75% per tahun dengan jangka waktu 5 tahun. Obligasi ini akan jatuh tempo pada tanggal 19 Juni Obligasi Seri C : Jumlah pokok sebesar Rp juta dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 11% per tahun dengan jangka waktu 7 tahun. Obligasi ini akan jatuh tempo pada tanggal 19 Juni Pembayaran kupon pertama dilakukan pada tanggal 19 September 2007 dan pembayaran bunga terakhir dilakukan pada tanggal 19 Juni 2010 untuk Seri A, tanggal 19 Juni 2012 untuk Seri B dan tanggal 19 Juni 2014 untuk Seri C. Berdasarkan surat PT Pefindo tanggal 8 Agustus 2011 No. 1026/PEF-Dir/VIII/2011, peringkat Obligasi Bank Panin II Tahun 2007 untuk periode 5 Agustus 2011 sampai dengan 1 Agustus 2012 adalah idaa (Double A). Wali amanat untuk penerbitan obligasi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nominal obligasi melalui KSEI sesuai dengan jadual. PT Clipan Finance Indonesia Tbk (Clipan) 31 Maret 31 Desember PT Clipan Finance Indonesia Tbk Obligasi Clipan Finance III Th 2011 Seri A 248, ,000 Seri B 123, ,000 Seri C 629, ,000 Medium Term Note I Clipan Finance Indonesia Th ,000 - Obligasi yang beredar 1,800,000 1,000,000 Obligasi yang dibeli kembali *) (50,000) - Diskonto yang belum diamortisasi (11,370) (10,974) Bersih 1,738, ,026 Obligasi Clipan Finance III tahun 2011 Merupakan obligasi nilai nominal sebesar Rp juta dengan tingkat suku bunga tetap yang ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi dan terdiri dari:\ 63

67 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp juta berjangka waktu 370 hari dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,75% per tahun. Obligasi ini akan jatuh tempo pada 13 Nopember Seri B dengan jumlah pokok sebesar Rp juta berjangka waktu 24 bulan dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 9,75% per tahun, akan jatuh tempo pada tanggal 8 Nopember Seri C dengan jumlah pokok sebesar Rp juta berjangka waktu 36 bulan dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 10,25% per tahun, akan jatuh tempo pada tanggal 8 Nopember Pembayaran kupon pertama dilakukan pada tanggal 8 Februari 2012 dan pembayaran bunga terakhir dilakukan pada tanggal 13 Nopember 2012, untuk seri A, tanggal 8 Nopember 2013 untuk Seri B dan tanggal 8 Nopember 2014 untuk Seri C. Berdasarkan hasil pemeringkatan PT Pefindo No. 919/PEF-Dir/VII/2011 tanggal 18 Juli 2011, Obligasi Clipan Finance III tahun 2011 mendapat peringkat A+ (Single A Plus) untuk periode 14 Juli 2011 sampai dengan 1 Juni Clipan memberikan jaminan fidusia berupa investasi neto sewa pembiayaan, piutang pembiayaan konsumen dan anjak piutang yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 60% dari jumlah utang pokok obligasi (Catatan 12 dan 13). Wali amanat untuk penerbitan obligasi ini adalah PT Bank Mega Tbk. Clipan telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nominal obligasi melalui KSEI sesuai dengan jadwal. PT Verena Multi Finance Tbk (VMF) PT Verena Multi Finance Tbk. Obligasi Verena Multi Finance I Tahun Maret 31 Desember Seri A - 65,000 Seri B 135, ,000 Seri C 300, ,000 Medium Term Notes I Verena Multi Finance Th , ,000 Surat berharga yang beredar 635, ,000 Diskonto yang belum diamortisasi (2,772) (3,366) Bersih 632, ,634 Obligasi Verena Multi Finance I Tahun 2011 Merupakan obligasi nilai nominal sebesar Rp 500 miliar dengan tingkat bunga tetap yang ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi dan terdiri dari: - Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp 65 miliar berjangka waktu 370 hari dengan tingkat suku bunga 9,50% per tahun, akan jatuh tempo tanggal 22 Maret Seri B dengan jumlah pokok sebesar Rp 135 miliar berjangka waktu 24 bulan dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 10,50% per tahun, akan jatuh tempo pada tanggal 7 Maret Seri C dengan jumlah pokok sebesar Rp 300 miliar berjangka waktu 36 bulan dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 11,25% per tahun, akan jatuh tempo pada tanggal 2 Maret

68 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Pembayaran kupon pertama dilakukan pada tanggal 18 Juni 2011 dan pembayaran bunga terakhir dilakukan pada tanggal 18 Maret 2012 untuk Seri A, tanggal 18 Maret 2013 untuk Seri B dan tanggal 18 Maret 2014 untuk Seri C. Obligasi ini dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang yang dimiliki VMF sebesar Rp 50 miliar pada tanggal emisi, Rp 200 miliar pada satu bulan sejak tanggal emisi dan Rp 350 miliar atau minimal 110% dari nilai pokok obligasi pada 3 bulan sejak tanggal emisi. Wali amanat untuk penerbitan obligasi ini adalah Bank Mandiri Tbk. VMF telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nominal obligasi melalui KSEI sesuai jadwal. Berdasarkan surat No. 1610/PEF-Dir/XII/2011 tanggal 23 Desember 2011 dari Pefindo, peringkat obligasi Seri A adalah ida (Single A) untuk periode 22 Desember 2011 sampai dengan 22 Maret Berdasarkan surat No. 1608/PEF-Dir/XII/2011 tanggal 23 Desember 2011 dari Pefindo, peringkat obligasi Seri B dan C adalah ida (Single A) untuk periode 22 Desember 2011 sampai dengan 1 Desember Medium Term Notes I Verena Multi Finance Tahun 2011 (MTN) Pada tanggal 14 Desember 2011, VMF menerbitkan MTN dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,00% per tahun dengan jumlah pokok sebesar Rp juta dengan cara penawaran penempatan terbatas dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 Desember Surat utang jangka menengah ini dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen dan investasi neto sewa pembiayaan yang dimiliki VMF dengan jumlah jaminan sebesar Rp 50 miliar pada tanggal emisi, Rp 125 miliar pada satu bulan sejak tanggal emisi, Rp 200 miliar atau 100% dari nilai pokok MTN setelah 2 bulan sejak tanggal emisi (Catatan 12 dan 13). VMF wajib menambah jaminan jika hasil pemeringkatan dari Pefindo mengalami penurunan, dengan perincian sebagai berikut: Peringkat/ Rating idaidbbb+ idbbb Jaminan/ Guarantee 110% dari jumlah pokok MTN 120% dari jumlah pokok MTN 125% dari jumlah pokok MTN Pembayaran kupon pertama dilakukan pada tanggal 15 Maret 2012 dan pembayaran bunga terakhir dilakukan pada tanggal 15 Desember Berdasarkan surat PT Pefindo No.1607/PEFDir/XII/2011 tanggal 23 Desember 2011, peringkat MTN I adalah ida (Single A) untuk periode 22 Desember 2011 sampai dengan 1 Desember Wali amanat untuk penerbitan MTN ini adalah Bank Sinarmas. VMF telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nominal MTN melalui KSEI sesuai jadwal. PT Bank Panin Syariah (BPS) Sertifikat Investasi Mudharabah Antarbank Merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh BPS yang digunakan sebagai sarana investasi jangka pendek di Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah dengan akad mudharabah. 65

69 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 24. PINJAMAN YANG DITERIMA Merupakan pinjaman yang diterima Bank dan entitas anak dalam mata uang Rupiah dan valuta asing dengan rincian sebagai berikut: 31 Maret 2012 Jangka Waktu Tingkat bunga Jumlah % Bank Rupiah Bank Indonesia 3-20 tahun 7.00% 35 Pinjaman dari Departemen Keuangan RI 15 tahun 1,70% 17 Valuta Asing Pinjaman dari bank lain 3 bulan - 3 tahun 1.93% 1,028,700 Pinjaman dari Lembaga Keuangan Non Bank 5 tahun LIBOR + 3,60% 273,194 7 tahun LIBOR + 3,00% 227,117 Sub jumlah 1,529,063 Clipan Rupiah Bank Central Asia 3 tahun 10.50% 202,346 Bank Negara Indonesia 1-4 tahun 12.50% 184,275 Bank Danamon Indonesia 1-3 tahun 10.50% 169,407 Bank Mandiri 4,5 tahun 15.00% 131,896 Bank Internasional Indonesia 3 tahun 10.50% 92,176 Bank Permata 1-3 tahun 10.75% 80,424 Bank ICBC Indonesia 3 tahun 10.50% 58,744 Bank Hana 3 tahun 11.00% 41,396 Bank Victoria International 1 tahun 11.00% 25,011 Bank CIMB Niaga 3 tahun 11.00% 7,474 Bank Capital 12 bulan 12.50% 2,500 VMF Rupiah PT Bank Negara Indonesia 1 tahun 10.63% 475,544 PT Bank Resona Perdania 3-4 tahun SBI+3.75% 55,966 PT Bank Permata 3 tahun 11.50% 44,202 PT Bank ICBC Indonesia 3 tahun 12.50% 18,819 PT Bank Sinarmas 3 tahun 12.00% 930 Jumlah 3,120,173 66

70 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 31 Desember 2011 Jangka Waktu Tingkat bunga Jumlah % Bank Rupiah Bank Indonesia 3-20 tahun 7,00% 35 Pinjaman dari Departemen Keuangan RI 12 tahun - 17 Valuta Asing Pinjaman dari bank lain 3 bulan - 3 tahun 1,56% 838,744 Pinjaman dari Lembaga Keuangan Non Bank 5 tahun LIBOR 6 bulan + 3,60% 270,819 7 tahun LIBOR 6 bulan + 3,00% 225,120 Sub Jumlah 1,334,735 Clipan Rupiah PT Bank Central Asia 3 tahun 10,00% 226,071 PT Bank Negara Indonesia 1-3 tahun 10,00% 221,423 PT Bank Danamon Indonesia 1-3 tahun 10,95% 161,147 PT Bank Mandiri 1-3 tahun 10,92% 148,210 PT Bank International Indonesia 3 tahun 11,00% 104,355 PT Bank Permata 3 tahun 11,00% 74,995 PT Bank ICBC Indonesia 3 tahun 10,00% 62,395 PT Bank Hana 3 tahun 11,00% 46,992 PT Bank Victoria Internasional 3 tahun 10,00% 28,123 PT Bank CIMB Niaga 3 tahun 11,00% 8,302 PT Bank Capital 2 tahun 10,00% 2,500 VMF Rupiah PT Bank Negara Indonesia 1 tahun 11,00% 476,386 PT Bank Resona Perdania 3-4 tahun 5,00% 67,202 PT Bank ICBC Indonesia 1 tahun 11,50% 21,319 PT Bank Sinarmas 1 tahun 12,00% 1,000 Jumlah 2,985,155 Bank a. Pinjaman dari Bank Indonesia merupakan kredit likuiditas dalam rangka Kredit Pemilikan Rumah Sederhana (KPRS), kredit Koperasi Kepada Para Anggota (KKPA) dan pinjaman dalam rangka Agricultural Financing Project (AFP). b. Pinjaman dari Departemen Keuangan Republik Indonesia merupakan pinjaman untuk KPRS. c. Rincian pinjaman dari bank lain dalam Dollar Amerika Serikat sebagai berikut: Jenis pinjaman Jumlah fasilitas 31 Maret 2012 Jatuh tempo Tingkat bunga Jumlah Pihak Ketiga Barclays Bank, London - Cayman Island USD 50,000, Mar % 457,200 Citibank, Jakarta USD 10,000, Jul % 91,440 Standard Chartered Bank USD 20,000, Apr % 182,880 Bank of New York USD 15,000, May % 137,160 Bank of New York USD 7,500, Jun % 68,580 Wells Fargo Bank USD 10,000, Apr % 91,440 Jumlah 1,028,700 67

71 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 31 Desember 2011 Jenis pinjaman Jumlah fasilitas Jatuh tempo Tingkat bunga Jumlah Pihak Ketiga Barclays Bank, London - USD 50,000, Apr-14 1,30% 453,375 Cayman Island Citibank, Jakarta USD 10,000, Feb-12 1,76% 90,675 Standard Chartered Bank USD 10,000, Mar-12 1,64% 90,675 Bank of New York USD 15,000, May-12 1,97% 136,013 Bank of New York USD 7,500, Jun-12 2,12% 68,006 Jumlah 838,744 d Pinjaman dari Lembaga Keuangan Non Bank Pada tanggal 18 Pebruari 2011, Bank memperoleh pinjaman luar negeri jangka panjang dari Societe De Promotion Et De Participation Pour La Cooperation Economique S.A (Proparco) untuk pembiayaan usaha mikro Bank sebesar USD 25 juta dengan tingkat suku bunga LIBOR 6 bulan plus 3% per tahun. Perolehan pinjaman tersebut telah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia sesuai dengan surat No. 028/Dir/KBI/11 tanggal 27 Januari Pada tanggal 22 April 2009 Bank memperoleh pinjaman luar negeri jangka panjang dari DEG - Deutsche Investitionsund Entwicklungsgesellschaft mbh yang merupakan anggota dari KFW Bankenggrouppe sebesar USD 30 juta, jatuh tempo 29 Desember 2014 dengan tingkat suku bunga LIBOR 6 bulan plus 3,6% per tahun. Perolehan pinjaman tersebut telah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia sesuai dengan surat No.11/85/Dlnt tanggal 2 April Bank telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga, pokok pinjaman dan pelunasan pinjaman sesuai dengan perjanjian. Clipan Finance Indonesia (Clipan) a. Bank Danamon Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 16 tanggal 27 Januari 2011 dari Rismalena Kasri, SH, notaris di Jakarta, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman berjangka (term loan) sebesar Rp ribu dengan tingkat suku bunga 10,50%, 10,75% dan 11,00% masing-masing untuk jangka waktu 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun. Berdasarkan Perjanjian Perubahan terhadap Perjanjian Kredit No. 010/PP/KAB/CBD/I/2012 tertanggal 27 Januari 2012, jangka waktu fasilitas Kredit Angsuran Berjangka diperpanjang sampai dengan tanggal 27 Januari Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, saldo fasilitas pinjaman berjangka sebesar Rp ribu dan Rp ribu. Berdasarkan surat No. 0107/CBD-FCS/0411 tanggal 06 April 2011 beserta adendumnya yang terakhir No. 0120/CBD-FCS/0411 tanggal 29 April 2011 dari Danamon terdapat perubahan ketentuan suku bunga fasilitas sebesar 10,75% untuk jangka waktu 3 tahun. Berdasarkan akta Perjanjian Kredit No. 25 tanggal 21 Juni 2011, yang dibuat oleh notaris Risma Lena Kasri, SH, Perusahaan memperoleh fasilitas modal kerja (Working Capital) sebesar Rp ribu dengan suku bunga tetap untuk 1 (satu) sampai dengan 3 (tiga) bulan pertama sebesar 9,50% per tahun. Fasilitas ini sudah dilunasi oleh Perusahaan pada tanggal 23 Nopember Berdasarkan Perjanjian Perubahan dan Perpanjangan terhadap Perjanjian Kredit No. 284/PP&PWK/KB/CBD/XI/2011 tanggal 30 Nopember 2011, Danamon mengurangi fasilitas kredit menjadi Rp ribu akan jatuh tempo pada tanggal 27 Januari 2013 dengan 68

72 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK tingkat suku bunga tetap sebesar 9,50 % pertahun. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 saldo pinjaman sebesar Rp ribu dan Rp ribu. Perusahaan memberikan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 100% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit (Catatan 7 dan 8). Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman pada Danamon pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar Rp ribu and Rp ribu. b. Bank Permata (Permata) Berdasarkan Akta Perjanjian Fasilitas Pinjaman atas Piutang Pembiayaan Kendaraan No. 30 tanggal 28 Juli 2010 yang disahkan oleh Notaris Sjarmeini S. Chandra, SH, notaris di Jakarta, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Consumer Asset Purchase (CAPR) dari Permata dengan jumlah maksimum Rp ribu dengan tenor pembiayaan 36 bulan dengan tingkat bunga 10,75% per tahun. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, saldo fasilitas tersebut sebesar Rp ribu dan Rp ribu. Berdasarkan surat No. 087/PB/Multifinance-FI/II/11 tanggal 09 Februari 2011 dari Permata terdapat perubahan tingkat suku bunga piutang pembiayaan sebesar 11,00% untuk tenor 1 tahun, 2 tahun, dan 3 tahun. Berdasarkan surat No. 125/PB/Multifinance-FI/III/11 tanggal 17 Maret 2011 dari Permata terdapat perubahan tingkat suku bunga piutang pembiayaan sebesar 10,75% untuk tenor 1 tahun, 2 tahun, dan 3 tahun. Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 25 tanggal 8 Agustus 2011 dihadapan Notaris Sjarmeini S. Chandra, SH, notaris di Jakarta, Perusahaan memperoleh Fasilitas Money Market Line (MM) sebesar Rp ribu dengan tenor pembiayaan sampai dengan 30 November 2011 atau maksimal 6 bulan dengan tingkat bunga tetap 9,50% per tahun. Pinjaman ini telah dilunasi oleh Perusahaan pada tanggal 26 Nopember Perusahaan memberikan jaminan fidusia berupa investasi neto sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan konsumen yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 100% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit (Catatan 7 dan 8). Berdasarkan Surat Penawaran Kredit No. 007/BP/CRC-WB/I/2012 dari Bank Permata tanggal 16 Januari 2012, Perusahaan memperoleh tambahan Fasilitas Pinjaman atas Pembiayaan Kendaraan sebesar Rp ribu sehingga fasilitas pinjaman meningkat menjadi Rp ribu dengan tenor pembiayaan maksimum 36 (tiga puluh enam) bulan. Berdasarkan surat No. 130A/PB/MF-FI/II/12 tanggal 28 Pebruari 2012 dari Permata terdapat perubahan tingkat suku bunga pinjaman menjadi sebesar 9,75% untuk tenor 1 tahun, 2 tahun, dan 3 tahun. Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman pada Permata pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing sebesar Rp ribu dan Rp ribu. 69

73 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK c. Bank Negara Indonesia (BNI) Pada tanggal 30 Nopember 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk Pinjaman untuk Modal Kerja dengan jangka waktu 1-4 tahun dengan jumlah maksimum sebesar Rp ribu dengan tingkat bunga tetap sebesar 12,50% per tahun untuk tenor 1-3 tahun dan 13,50% per tahun untuk tenor 4 tahun. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, saldo Pinjaman Tetap sebesar Rp ribu dan Rp ribu. Perusahaan memberikan jaminan fidusia berupa piutang sewa pembiayaan yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 105% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit (Catatan 8). Berdasarkan surat dari BNI No. KSN/2/8160 tanggal 8 Desember 2010 beserta adendum yang terakhirnya No. KSN/2/277A tanggal 31 Januari 2011, terdapat penurunan tingkat suku bunga menjadi 10,25% per tahun untuk tenor 1 dan 2 tahun, 10,50% per tahun untuk tenor 3 tahun dan 12,50% per tahun untuk tenor 4 tahun. Berdasarkan surat dari BNI No. SLN/5/752 tanggal 24 Agustus 2011 bahwa tingkat suku bunga menjadi 10,00% per tahun untuk tenor 1-3 tahun dan 12,50% per tahun untuk tenor 4 tahun. Berdasarkan surat dari BNI No. SLN/5/267/R tanggal 27 Desember 2011, Perusahaan memperoleh perpanjangan sementara jangka waktu fasilitas kredit untuk 3 bulan sejak tanggal 15 Desember 2011 sampai dengan tanggal 14 Maret 2012 dengan tingkat suku bunga 10,00 % untuk tenor 1-3 tahun, dan 12,50 % untuk tenor 4 tahun. Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman pada BNI pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing sebesar Rp ribu dan Rp ribu. d. Bank Central Asia (BCA) Berdasarkan Surat Pemberitahuan Pemberian Kredit (SPPK) No.30317/GBK/2010 tanggal 12 Mei 2010 dari BCA dan sesuai dengan Akte Perubahan Keempat atas Perjanjian Kredit No. 11 tanggal 17 Mei 2010 dari Notaris Arnasya A. Pattinama, SH, notaris di Jakarta, Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas kredit Installment Loan 4 dengan jumlah maksimum Rp ribu untuk kebutuhan modal kerja dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun dan suku bunga 11,00% flat. Selain itu, Perusahaan juga memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk Pinjaman Rekening Koran (PRK) dengan jumlah maksimum Rp ribu untuk kebutuhan modal kerja dengan jangka waktu 12 (dua belas) bulan dan suku bunga 10,50% floating. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan 2010, saldo fasilitas Installment Loan 4 masing-masing sebesar Rp ribu dan Rp ribu. Berdasarkan Surat Pemberitahuan Pemberian Kredit No /GBK/2011 tanggal 13 Juli 2011, Perusahaan memperoleh persetujuan permohonan tambahan PRK menjadi Rp ribu dengan bunga 10,00 % floating per tahun dan penambahan fasilitas installment Loan 5 sebesar Rp ribu untuk kebutuhan modal kerja pembiayaan Perusahaan dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun dan suku bunga 10,50 % tetap pertahun. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, saldo fasilitas Installment Loan 5 sebesar Rp ribu dan Rp ribu, sedangkan saldo PRK pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing sebesar Rp ribu dan nihil. Perusahaan memberikan jaminan berupa piutang sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan konsumen yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 105% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit (Catatan 7 dan 8). Perusahaan diwajibkan antara lain, menjaga, memelihara dan mempertahankan nilai/harga dari agunan tidak kurang dari 105% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit yang telah ditarik dan belum dibayar kembali, perbandingan antara seluruh liabilitas terhadap total ekuitas (debt to equity ratio) tidak lebih dari 8:1. 70

74 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman pada BCA pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing sebesar Rp ribu dan Rp ribu. e. Bank Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 157 tanggal 21 Juli 2010 yang dibuat oleh Notaris Mellyani Noor Shandra, SH, notaris di Jakarta, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap dengan jumlah maksimum sebesar Rp ribu dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun dengan tingkat bunga sebesar 10,50% per tahun (floating). Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, saldo pinjaman tetap sebesar Rp ribu dan Rp ribu. Berdasarkan surat No. 445/MKT/ICBC-CBII/XI/2010 tanggal 16 Nopember 2010 dari ICBC, Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas Pinjaman Tetap sebesar Rp ribu dengan jangka waktu 36 bulan dan tingkat bunga sebesar 10% (floating). Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, saldo Pinjaman Perusahaan atas tambahan fasilitas ini sebesar Rp ribu dan Rp ribu. Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 137 tertanggal 25 Juli 2011, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman tetap (Demand Loan) sebesar Rp ribu untuk jangka waktu 4 bulan dengan suku bunga 9,50 % per tahun floating. Pinjaman ini telah dilunasi oleh perusahaan pada tanggal 28 Nopember Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 42 tanggal 10 Januari 2012, Perusahaan memperoleh Fasilitas PTD (Demand Loan) dari Bank ICBC sebesar Rp ribu dengan tenor 36 (tiga puluh enam) bulan, dan suku bunga floating 10,00% per tahun. Pada tanggal 31 Maret 2012, saldo Pinjaman Perusahaan atas tambahan fasilitas ini sebesar Rp ribu. Perusahaan memberikan jaminan fidusia berupa investasi neto sewa pembiayaan yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 105% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit (Catatan 7). Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman pada ICBC pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing sebesar Rp ribu dan Rp ribu. f. Bank Mandiri Pada tanggal 25 Januari 2006, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dengan jumlah maksimum sebesar Rp ribu dari Mandiri dalam bentuk fasilitas KMK Revolving dengan aflopend per batch disbursement sebagai tambahan modal kerja untuk pembiayaan alat berat dan/atau kendaraan roda empat merk Mitsubishi. Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) No. CBC.OTO/105/2006 jangka waktu fasilitas kredit diperpanjang menjadi 4,5 tahun terhitung sejak 27 Januari 2006 sampai dengan 26 Juli Tingkat bunga per tahun untuk kendaraan (mobil) dengan jangka waktu 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun masing-masing sebesar 15,00%, 15,25% dan 15,50%. Sedangkan tingkat bunga per tahun untuk alat berat dengan jangka waktu 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun masing-masing sebesar 15,50%, 15,75% dan 16,00%. Perubahan suku bunga tersebut berlaku untuk pencairan terhitung sejak 22 Nopember Berdasarkan Surat Pemberitahuan Penawaran Perpanjangan Jangka Waktu Fasilitas Kredit Modal Kerja No. CBC.OTO/015/X/2007 tanggal 4 Oktober 2007 jangka waktu fasilitas pembiayaan adalah 54 bulan terhitung mulai tanggal 27 Juli 2007 sampai dengan 26 Januari 2012 dengan rincian sebagai berikut : Jangka waktu penarikan maksimum 18 bulan sampai dengan tanggal 26 Januari 2009 dan dapat diperpanjang kembali; Jangka waktu angsuran end user, maksimal 36 bulan sejak tanggal penarikan fasilitas kredit. 71

75 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Berdasarkan Perjanjian kredit modal kerja Akta Nomor 32 tanggal 14 April 2011, Mandiri memberikan fasilitas kredit KMK sebesar Rp ribu dengan tingkat suku bunga per tahun untuk jangka waktu 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun masing-masing sebesar 10,50%, 10,75% dan 11,00%. Jangka waktu kredit 54 bulan, terdiri dari jangka waktu penarikan 18 bulan dan jangka waktu angsuran maksimal 36 bulan. Berdasarkan surat No. CBC.OTO/1252/2011 tanggal 1 Agustus 2011, tingkat suku bunga per tahun untuk jangka waktu 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun masing-masing sebesar 10,25%, 10,50% dan 10,75%. Perubahan suku bunga tersebut berlaku untuk pencairan terhitung sejak 2 Agustus Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, saldo pinjaman tetap masing-masing sebesar Rp ribu dan Rp ribu. Perusahaan memberikan jaminan fidusia berupa piutang sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan konsumen yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 111% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit (Catatan 7 dan 8). Selama fasilitas kredit belum dilunasi, tanpa persetujuan tertulis dari Mandiri, Perusahaan tidak diperkenankan melakukan tindakan sebagai berikut: memindahtangankan barang jaminan, melunasi utang Perusahaan kepada pemilik/pemegang saham, membagikan dividen lebih besar 50% dari laba 1 (satu) tahun sebelumnya, mengambil bagian dividen atau modal untuk kepentingan di luar usaha dan kepentingan pribadi serta tidak diperkenankan untuk melakukan perubahan pengurus dan pemegang saham yang mewakili saham dan pengurus dari Bank Pan Indonesia. Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman pada Mandiri pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar Rp ribu dan Rp ribu. g. Bank International Indonesia Pada tanggal 21 Desember 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk Pinjaman Berjangka (PB) dengan jangka waktu 3 tahun dengan jumlah sebesar Rp ribu yaitu PB 1 (untuk pembiayaan otomotif) sebesar Rp ribu dan PB 2 (untuk pembiayaan alat berat) sebesar Rp ribu, dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,50% per tahun untuk piutang <= 1 tahun dan 10,75% per tahun untuk piutang > 1 tahun. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, saldo fasilitas pinjaman berjangka sebesar Rp ribu Rp ribu. Perusahaan memberikan jaminan fidusia berupa investasi neto sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan konsumen yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 105% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit (Catatan 7 dan 8). Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman pada BII pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing sebesar Rp ribu dan Rp ribu. h. Bank Capital Berdasarkan Akte Perjanjian Pemberian Fasilitas Perbankan No. 02 tanggal 14 April 2010 yang dibuat oleh Notaris Arman Lany,SH, notaris di Jakarta, Perusahaan mendapatkan fasilitas kredit sebagai berikut: Pinjaman Rekening Koran dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp ribu dengan jangka waktu 12 bulan yang berakhir tanggal 14 April Tingkat bunga 12,5% per tahun. 72

76 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Pinjaman Angsuran Berjangka dengan jumlah pokok yang tidak melebihi Rp ribu dengan jangka waktu pinjaman 12 bulan yang berakhir tanggal 14 April Tingkat bunga 10,5% per tahun. Berdasarkan surat dari Capital No. 032/MKT/KP/III/11 tanggal 31 Maret 2011, Perusahaan memperoleh perpanjangan dan penambahan fasilitas kredit sebagai berikut: Pinjaman Rekening Koran dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp ribu dengan jangka waktu 12 bulan diperpanjang sampai dengan 14 April Tingkat bunga 10,5% per tahun. Saldo pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar nihil. Pinjaman Angsuran Berjangka dengan jumlah pokok yang tidak melebihi Rp ribu diubah menjadi Pinjaman Aksep Money Market I sebesar Rp ribu dan diperpanjang sampai dengan 14 April Tingkat bunga 10,5% per tahun. Saldo pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing sebesar nihil. Pemberian Pinjaman Aksep Money Market II sebesar Rp ribu dengan jangka waktu pinjaman 12 bulan yang berakhir tanggal 14 April Tingkat bunga 10,5% per tahun. Saldo pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar Rp ribu. Perusahaan memberikan jaminan fidusia berupa piutang sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan konsumen yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 105% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit (Catatan 7 dan 8). Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman dari Capital pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 adalah nihil. i. Bank Hana Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit dan Pengakuan Utang No. 23 tanggal 7 Mei 2010 yang dibuat oleh Notaris Dra. Rr. Hariyanti Poerbiantari, SH, MKn, notaris di Jakarta, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman angsuran dengan jumlah maksimum sebesar Rp ribu dengan jangka waktu 3 tahun dengan tingkat bunga sebesar 11,00% per tahun (fixed 1 tahun pertama dan floating tahun kedua dan ketiga). Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, saldo fasilitas pinjaman angsuran sebesar Rp ribu dan Rp ribu. Berdasarkan surat No. 23/504/PN/KRED tanggal 15 Maret 2011, Perusahaan memperoleh penambahan fasilitas pinjaman angsuran dengan jumlah maksimum sebesar Rp ribu dengan tingkat suku bunga 11% per tahun untuk tenor 3 tahun. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, saldo fasilitas pinjaman angsuran sebesar Rp ribu dan Rp ribu. Perusahaan memberikan jaminan fidusia berupa investasi neto sewa pembiayaan yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 100% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit (Catatan 7 dan 8). Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman pada Bank Hana pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing sebesar Rp ribu dan Rp ribu. j. Bank Victoria International Pada tanggal 29 April 2008, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk Pinjaman Tetap Dengan Angsuran (PTDA) revolving dengan tenor 1, 2 dan 3 tahun dengan jumlah maksimum sebesar Rp ribu dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,00% per tahun. Pemberian kredit ini maksimal 95% dari piutang sewa pembiayaan yang dijaminkan (Catatan 7). Berdasarkan surat No. 045/SKM-KSP/VIC/XII/09 tertanggal 8 Desember 2009, Perusahaan memperoleh penambahan fasilitas kredit pinjaman tetap dengan jumlah maksimum menjadi sebesar Rp ribu dengan tingkat suku bunga 12% per tahun (floating) untuk tenor 3 73

77 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK tahun dan fasilitas pinjaman rekening koran dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp ribu dengan tingkat suku bunga 12% per tahun, keduanya memiliki jangka waktu fasilitas 1 (satu) tahun sejak pengikatan perjanjian kredit dan dapat diperpanjang. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, saldo fasilitas pinjaman tetap sebesar Rp ribu dan Rp ribu, sedangkan fasilitas pinjaman rekening koran bersaldo nihil. Berdasarkan surat No. 047/SKM-KSP/VIC/XII/09 tertanggal 23 Desember 2009, tingkat suku bunga per tahun sebesar 11,75% untuk penarikan fasilitas kredit fixed loan yang dilakukan dari tanggal 22 sampai dengan 31 Desember Berdasarkan surat No. 002/SKM-KSP/VIC/III/10 tertanggal 10 Maret 2010, tingkat suku bunga per tahun sebesar 11,50%. Berdasarkan surat No. 024/KSM-KSP/VIC/XI/10 tanggal 23 Nopember 2010, Perusahaan memperoleh perpanjangan fasilitas kredit sebagai berikut : Pinjaman Kredit Modal Kerja PTDA revolving dengan tenor 1, 2 dan 3 tahun dengan jumlah pinjaman maksimum Rp ribu dengan tingkat bunga ditentukan pada saat pencairan (pencairan dilakukan dengan tingkat bunga 10,50%); Pinjaman Rekening Koran (PRK) dengan jumlah pinjaman maksimum Rp ribu dengan tingkat bunga 12% per tahun. Berdasarkan surat No. 055/KSM-KSP/VIC/XI/11 tanggal 30 Nopember 2011, Perusahaan memperoleh perpanjangan fasilitas kredit sebagai berikut : Pinjaman Kredit Modal Kerja PTDA revolving dengan tenor 1, 2 dan 3 tahun dengan jumlah pinjaman maksimum Rp ribu dengan tingkat bunga ditentukan pada saat pencairan (pencairan dilakukan dengan tingkat bunga 10,00%); Pinjaman Rekening Koran (PRK) dengan jumlah pinjaman maksimum Rp ribu dengan tingkat bunga 10,00% per tahun. Jangka waktu kedua fasilitas kredit tersebut berlaku sampai dengan 17 Desember Perusahaan memberikan jaminan fidusia berupa piutang sewa pembiayaan yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 105% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit (Catatan 7). Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman pada Victoria pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar Rp ribu dan Rp ribu. k. Bank CIMB Niaga Berdasarkan perjanjian kredit No. 417/CB/JKT/2010 tanggal 29 Desember 2010, Clipan mendapatkan fasilitas kredit berupa Pinjaman Transaksi Khusus (PTK) dari Bank CIMB Niaga dengan jumlah maksimum Rp ribu dengan jangka waktu 36 bulan dan tingkat bunga tetap 11% per tahun. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, saldo pinjaman transaksi khusus sebesar Rp ribu dan Rp ribu. Clipan memberikan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 110% dari jumlah hutang pokok fasilitas kredit. Jumlah biaya transaksi yang belum diamortisasi yang terkait dengan pinjaman pada CIMB Niaga pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar Rp ribu dan Rp ribu. Clipan telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan dalam seluruh perjanjian-perjanjian pinjaman di atas, serta pembayaran bunga, pokok pinjaman dan pelunasan pinjaman sesuai dengan perjanjian. 74

78 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Verena Multi Finance (VMF) a. Bank Negara Indonesia (Persero) Pada tanggal 22 Maret 2005 dan 12 Juni 2007, VMF memperoleh fasilitas kredit channeling with recourse masing-masing sebesar Rp 50 miliar dan Rp 500 miliar, di luar kredit konsumen kemitraan pola channeling without recourse sebesar Rp 100 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan berkisar antara 10,25% -11% dan 12,25% masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2012 dan tahun yang berakhir 31 Desember Pinjaman ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen VMF sebesar 100% dari saldo fasilitas pinjaman. Perjanjian kerjasama ini telah diubah beberapa kali sehubungan dengan perpanjangan atas fasilitas pinjaman tersebut, pada tanggal 23 Desember 2010 fasilitas kredit yang diperoleh berubah menjadi fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp 530 miliar dan jatuh tempo pada tanggal 15 Januari Kemudian jangka waktu penarikan pinjaman ini kembali telah diperpanjang sampai dengan tanggal 15 Januari Berdasarkan perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, VMF setuju untuk membuka rekening amanat (escrow account) pada BNI, dengan saldo sejumlah Rp ribu dan Rp ribu masing-masing pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dan disajikan sebagai Kas yang Dibatasi Penggunaannya sebagai bagian dari akun Aset Lain-lain. Sebagaimana tercantum dalam perjanjian kerjasama pembiayaan, VMF bertanggung jawab untuk, antara lain, melakukan penagihan, serta memelihara pencatatan dan penyimpanan dokumendokumen. Sebagai imbalannya, VMF diperbolehkan untuk membebankan suku bunga tertentu kepada pelanggan melebihi suku bunga yang dibayarkan kepada BNI. Berdasarkan perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, VMF akan menanggung seluruh risiko kerugian yang terkait dengan pembiayaan yang diberikan sesuai dengan perjanjian tersebut dan membukukan piutang pembiayaan konsumen tersebut pada laporan keuangan VMF. b. Bank Resona Perdania Pada tanggal 4 Februari 2008, VMF mengadakan perjanjian kredit dengan Bank Resona Perdania dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sejumlah Rp 50 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 3,75% di atas suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada saat penandatanganan perjanjian, dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen VMF kepada pihak ketiga minimal sebesar 100% dari saldo fasilitas pinjaman. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan VMF dengan pelanggan dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 Maret Pada tahun 2011 fasilitas ini telah dilunasi oleh VMF. Pada tanggal 27 Oktober 2009, VMF memperoleh tambahan fasilitas pinjaman sejumlah Rp 25 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 5% di atas Cost of Loanable Fund (COLF), dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen VMF kepada pihak ketiga minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan VMF dengan pelanggan dan akan jatuh tempo pada tanggal 22 Oktober Pada tanggal 27 Januari 2010, VMF memperoleh tambahan fasilitas pinjaman sejumlah Rp 25 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 5% di atas Cost of Loanable Fund (COLF), dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen VMF kepada pihak ketiga minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan VMF dengan pelanggan dan akan jatuh tempo pada tanggal 31 Januari Kemudian pada tanggal 24 Juni 2010 dan 26 Agustus 2010, VMF memperoleh tambahan fasilitas pinjaman masing-masing sejumlah Rp 25 miliar dan Rp 18,5 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 5% di atas Cost of Loanable Fund (COLF), dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen VMF kepada pihak ketiga minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan VMF dengan pelanggan dan akan jatuh tempo masing-masing pada tanggal 23 Juni 2013 dan 27 Agustus Pada tanggal 22 Desember 2010, VMF memperoleh tambahan fasilitas pinjaman sejumlah Rp 50 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 5% di atas Cost of Loanable Fund 75

79 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK (COLF), dan dijamin dengan piutang VMF kepada pihak ketiga minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan VMF dengan pelanggan dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Pebruari c. Bank Permata Pada tanggal 21 Desember 2011, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit konsumen kemitraan channelling dan fasilitas pinjaman tetap dari Bank Permata masing-masing sebesar Rp. 100 miliar dan Rp. 50 miliar. Suku bunga yang dikenakan adalah sebesar 10,50% per tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 Desember Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 saldo fasilitas pinjaman tetap masing-masing sebesar Rp ribu dan nihil. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan investasi neto sewa pembiayaan Perusahaan sebesar 100% dari saldo pinjaman. Hingga 31 Maret 2012, Perusahaan belum menggunakan fasilitas pinjaman ini. Perjanjian pinjaman di atas mencakup persyaratan tertentu yang harus dipenuhi oleh Perusahaan. Pada tanggal 31 Maret 2012, Perusahaan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajiban dalam perjanjian-perjanjian tersebut. d. Bank Industrial dan Commercial Bank of China Pada tanggal 10 Januari 2011, VMF mengadakan perjanjian kredit dengan Bank ICBC dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sejumlah Rp 25 miliar. Pinjaman ini dikenakan suku bunga mengambang sebesar 11,50% per tahun dan jangka waktu perjanjian kredit adalah 36 bulan sejak tanggal pencairan dana. Pinjaman ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen VMF kepada pihak ketiga minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman. e. Bank Sinarmas Pada tanggal 20 Maret 2010 VMF mengadakan perjanjian fasilitas pinjaman baru (demand loan revolving) sejumlah Rp juta dengan tingkat suku bunga tahunan sebesar 13% dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Maret Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen sebesar 110% dari saldo pinjaman. Fasilitas ini sudah dilunasi seluruhnya pada tanggal 28 Maret Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 VMF telah memenuhi batasan-batasan yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman tersebut di atas. Pinjaman yang diterima diklasifikasikan dalam kategori liabilitas keuangan, diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan suku bunga efektif. Bank harus melakukan pengungkapan atas nilai wajar dari liabilitas keuangannya. Nilai wajar untuk pinjaman yang diterima dengan bunga mengambang didasarkan pada kuotasi harga di pasar. Estimasi nilai wajar dari pinjaman yang diterima dengan bunga mengambang dan bunga tetap tanpa kuotasi harga di pasar didasarkan pada diskonto arus kas menggunakan suku bunga untuk utang baru dengan jangka waktu yang serupa. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, nilai wajar dari liabilitas keuangan ini adalah sebesar Rp juta dan Rp juta. Pinjaman yang diterima memiliki suku bunga tetap maupun mengambang, sehingga Bank dan entitas anak terpapar risiko suku bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk) dan risiko suku bunga atas arus kas (cash flow interest rate risk). Rata-rata suku bunga efektif untuk pinjaman yang diterima dalam mata uang Rupiah dan mata uang asing ini masing-masing sebesar 12.89% dan 2.67% untuk tahun 2012 dan 11,22% dan 2,43% per tahun untuk tahun

80 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 25. LIABILITAS LAIN-LAIN 31 Maret 31 Desember Bank Bunga yang masih harus dibayar 245, ,974 Pendapatan ditangguhkan - 216,417 Setoran jaminan 102,369 88,290 Liabilitas imbalan pasca kerja 82,043 77,852 Pendapatan yang diterima dimuka 37,463 29,202 Liabilitas kepada pihak ketiga 20,734 19,930 Lainnya 241,971 52,253 Anak Perusahaan Premi yang belum merupakan pendapatan 158, ,175 Pendapatan premi asuransi ditangguhkan 153, ,127 Estimasi klaim retensi sendiri 53,033 51,545 Liabilitas imbalan pasca kerja 35,852 37,825 Lainnya 268, ,531 Jumlah 1,399,489 1,291,121 Bunga yang Masih Harus Dibayar Merupakan bunga yang masih harus dibayar atas simpanan, pinjaman yang diterima, surat berharga yang diterbitkan dan obligasi subordinasi. Bank harus melakukan pengungkapan atas nilai wajar dari liabilitas keuangannya. Estimasi nilai wajar dari bunga yang masih harus dibayar yang merupakan liabilitas tanpa suku bunga dan tanpa jangka waktu adalah jumlah yang harus dikembalikan saat ada permintaan. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, nilai wajar dari bunga yang masih harus dibayar ini adalah sebesar nilai tercatatnya. Setoran Jaminan Merupakan setoran jaminan transaksi L/C, bank garansi dan sewa safe deposit. Setoran jaminan diklasifikasikan dalam kategori liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Bank harus melakukan pengungkapan atas nilai wajar dari liabilitas keuangannya. Estimasi nilai wajar dari setoran jaminan yang merupakan liabilitas tanpa suku bunga dan tanpa jangka waktu adalah jumlah yang harus dikembalikan saat ada permintaan. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, nilai wajar dari setoran jaminan ini adalah sebesar nilai tercatatnya. Premi yang belum merupakan pendapatan Merupakan premi yang belum merupakan pendapatan AMAG, yang dihitung secara agregatif dengan menggunakan persentase sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia (KMK) No. 424/KMK.06/2003, yaitu 40% dari premi neto untuk polis dengan masa pertanggungan lebih dari 1 bulan dan 10% dari premi neto untuk polis dengan masa pertanggungan tidak lebih dari 1 bulan. Persentase tersebut berlaku untuk asuransi selain kendaraan. Untuk asuransi kendaraan menggunakan persentase sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia (PMK) No. 74/PMK.010/2007, yaitu 40% dari premi neto. 77

81 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Pendapatan diterima dimuka Merupakan pendapatan provisi kredit yang diterima dan belum diamortisasi dan pendapatan bunga diterima dimuka. Pendapatan Premi Asuransi Ditangguhkan Merupakan premi diterima dimuka AMAG atas pertanggungan dengan periode lebih dari satu tahun setelah memperhitungkan komisi yang dibayar. Seluruh liabilitas lain-lain pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 dilakukan dengan pihak ketiga. 26. OBLIGASI SUBORDINASI - BERSIH Merupakan obligasi subordinasi yang diterbitkan oleh Bank dengan perincian sebagai berikut: 31 Maret 31 Desember Nilai nominal Obligasi Subordinasi Bank Panin III Tahun ,460,000 2,460,000 Obligasi Subordinasi Bank Panin II Tahun ,500,000 1,500,000 Obligasi yang beredar 3,960,000 3,960,000 Obligasi yang dibeli kembali *) (38,500) (38,500) Diskonto yang belum diamortisasi (28,411) (29,886) Bersih 3,893,089 3,891,614 Tingkat bunga rata-rata per tahun 10.9% 10.9% *) Obligasi yang dibeli kembali merupakan obligasi yang dibeli oleh Bank dan entitas anak lainnya dengan tujuan untuk dijual kembali. Amortisasi diskonto untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp juta dan Rp juta. Obligasi subordinasi diklasifikasikan dalam kategori liabilitas keuangan, diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Bank harus melakukan pengungkapan atas nilai wajar dari liabilitas keuangannya. Estimasi nilai wajar dihitung berdasarkan kuotasi harga di pasar. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, nilai wajar dari liabilitas keuangan ini adalah sebesar Rp juta dan Rp juta. Obligasi subordinasi yang diterbitkan memiliki suku bunga tetap, sehingga Bank dan entitas anak terpapar risiko suku bunga atas nilai wajar (fair value interest rate risk). Suku bunga efektif pada tahun 2012 dan 2011 dari obligasi subordinasi yang diterbitkan ini masing-masing adalah 8,35% dan 11,15% per tahun. 78

82 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Bank tidak memiliki tunggakan pokok, bunga atau yang berkaitan dengan pinjaman subordinasi selama periode 31 Maret 2012 dan 31 Desember Obligasi Subordinasi Bank Panin III Tahun 2010 Pada tanggal 9 November 2010 Bank menerbitkan Obligasi Subordinasi Bank Panin III Tahun 2010 sebesar Rp miliar. Wali amanat dari penerbitan obligasi subordinasi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Obligasi subordinasi berjangka waktu 7 tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 9 November Tingkat bunga obligasi subordinasi menggunakan tingkat bunga tetap sebesar 10,5% per tahun. Bank tidak mempunyai hak untuk melakukan pembelian kembali seluruh atau sebagian pokok obligasi subordinasi. Bunga obligasi subordinasi ini dibayarkan setiap triwulanan mulai tanggal 9 Februari 2011 dan terakhir pada tanggal 9 November Dalam hal terjadi penutupan usaha, pembagian harta kekayaan Bank hasil likuidasi untuk pembayaran jumlah terutang oleh Bank kepada pemegang obligasi subordinasi hanya akan dibayarkan setelah dipenuhinya seluruh kewajiban pembayaran Bank kepada utang senior. Hak tagih sehubungan dengan obligasi subordinasi menempati peringkat paripassu tanpa preferensi di antara para pemegang obligasi subordinasi. Berdasarkan surat PT Pefindo tanggal 26 Oktober 2010 No. 1393/PEF-Dir/X/2010, peringkat Obligasi Subordinasi Bank Panin III Tahun 2010 untuk periode 26 Oktober 2010 sampai dengan 1 Agustus 2011 adalah idaa- (Double A Minus). Berdasarkan surat PT Pefindo tanggal 8 Agustus 2011 No. 1027/PEF-Dir/VIII/2011, peringkat Obligasi Subordinasi Bank Panin III Tahun 2010 untuk periode 5 Agustus 2011 sampai dengan 1 Agustus 2012 adalah idaa- (Double A Minus). Obligasi Subordinasi Bank Panin II Tahun 2008 Pada tanggal 9 April 2008 Bank menerbitkan Obligasi Subordinasi Bank Panin II Tahun 2008 sebesar Rp 1,5 triliun. Wali amanat dari penerbitan obligasi subordinasi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Obligasi subordinasi berjangka waktu 10 tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 9 April 2018 atau dalam jangka waktu lebih awal yaitu pada tanggal 9 April 2013 jika dilaksanakan opsi beli. Tingkat bunga obligasi subordinasi menggunakan tingkat bunga tetap sebesar 11,6% per tahun untuk tahun ke-1 sampai dengan ke-5, dan sebesar 20,6% per tahun untuk tahun ke-6 sampai ke-10. Bank mempunyai hak untuk melakukan pelunasan awal seluruh pokok obligasi subordinasi melalui wali amanat (opsi beli) pada ulang tahun ke-5 sejak tanggal emisi, setelah memperoleh persetujuan Bank Indonesia. Bunga obligasi subordinasi ini dibayarkan setiap semesteran mulai 9 Juli 2008 dan terakhir pada tanggal 9 April 2018, atau tanggal yang lebih awal jika terjadi opsi beli pada ulang tahun tanggal emisi tahun ke-5. Dalam hal terjadi penutupan usaha, pembagian harta kekayaan Bank hasil likuidasi untuk pembayaran jumlah terutang oleh Bank kepada pemegang obligasi subordinasi hanya akan dibayarkan setelah dipenuhinya seluruh kewajiban pembayaran Bank kepada utang senior. Hak tagih sehubungan dengan obligasi subordinasi menempati peringkat paripassu tanpa preferensi di antara para pemegang obligasi subordinasi tetapi menempati prioritas terhadap hak tagih para pemegang semua kelompok modal sendiri Bank termasuk para pemegang saham preferen Bank (jika ada). Berdasarkan surat PT Pefindo tanggal 1 Februari 2008 No. 070/PEF-DIR/II/2008, peringkat obligasi subordinasi Bank Panin II Tahun 2008 adalah id A (Single A) untuk periode 31 Januari 2008 sampai dengan 1 Februari 2009 sedangkan berdasarkan surat PT Fitch Rating Indonesia tanggal 10 Maret 2008 No. RC01/DIR/III/2008 peringkat obligasi subordinasi Bank Panin II Tahun 2008 adalah A+ (Single A). 79

83 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Berdasarkan surat PT Pefindo tanggal 12 Februari 2009 No. 143/PEF-Dir/II/2009, peringkat obligasi Subordinasi Bank Panin II Tahun 2008 adalah id A (Single A) untuk periode 11 Pebruari 2009 sampai dengan 1 Pebruari Berdasarkan surat PT Pefindo tanggal 26 Oktober 2010 No. 1393/PEF- Dir/X/2010, peringkat obligasi Subordinasi Bank Panin II Tahun 2008 adalah id AA- untuk periode 26 Oktober 2010 sampai dengan 1 Agustus Berdasarkan surat PT Pefindo tanggal 8 Agustus 2011 No. 1027/PEF-Dir/VIII/2011, peringkat Obligasi Subordinasi Bank Panin II Tahun 2008 untuk periode 5 Agustus 2011 sampai dengan 1 Agustus 2012 adalah idaa- (Double A Minus). Untuk keperluan perhitungan rasio Liabilitas Penyediaan Modal Minimum (CAR), obligasi subordinasi diperhitungkan sebagai modal pelengkap. Pada periode 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, Bank sudah memenuhi semua pembatasanpembatasan dalam perjanjian wali amanat dan telah membayar bunga sesuai dengan jadual. 27. MODAL SAHAM Berdasarkan Laporan Biro Administrasi Efek, rincian pemegang saham bank pada tanggal 31 Maret 2012, dan 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: 31 Maret 2012 Jumlah Persentase Jumlah Nama pemegang saham Saham Pemilikan Modal % PT Panin Financial Tbk. 11,065,846, ,106,585 Votraint No PTY Ltd 9,349,793, ,979 Lainnya (kurang dari 5%) 3,672,006, ,201 Jumlah 24,087,645, ,408, Desember 2011 Jumlah Persentase Jumlah Nama pemegang saham Saham Pemilikan Modal % PT Panin Financial Tbk 10,950,271, ,095,027 Votraint No PTY Ltd 9,349,793, ,979 Dewan Komisaris Bambang Winarno - - Lainnya (kurang dari 5%) 3,787,581, ,759 Jumlah 24,087,645, ,408,765 PT Panin Financial Tbk (d/h PT Panin Life Tbk) dimiliki oleh PT Panin Insurance Tbk dan Publik. PT Panin Insurance Tbk dimiliki oleh PT Panincorp, PT Famlee Invesco dan Publik. PT Panincorp dimiliki oleh PT Panin Investment. PT Panin Investment dimiliki oleh Muljadi Koesumo dan Tidjan Ananto. PT Famlee Invesco dimiliki oleh Gunadi Gunawan dan Mu min Ali Gunawan. Votraint No Pty Ltd sepenuhnya dimiliki oleh ANZ Banking Group. 80

84 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Agio saham merupakan kelebihan diatas nominal dari penjualan saham perdana, penawaran umum terbatas (right issue), pelaksanaan waran, pembagian dividen saham dan swap share dengan perincian sebagai berikut : Saldo 31 Desember ,251,719 Penerimaan dari penawaran umum terbatas VII saham kepada masyarakat sebanyak saham dengan harga penawaran Rp 350 per saham 1,405,725 Nilai nominal saham yang dicatat sebagai modal disetor atas pengeluaran saham (401,636) Biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan penawaran terbatas VII kepada masyarakat (13,234) Saldo 31 Desember ,242,574 Agio saham yang berasal dari pelaksanaan Waran seri IV 38,820 Saldo 31 Desember ,281,394 Agio saham yang berasal dari pelaksanaan Waran seri IV 37,232 Saldo 31 Desember ,318,626 Agio saham yang berasal dari pelaksanaan Waran seri IV 1,125,704 Saldo 31 Maret 2012 dan 31 Desember ,444, KOMPONEN EKUITAS LANNYA 31 Maret 31 Desember Laba (rugi) belum direalisasi atas pemilikan efek tersedia untuk dijual 5,590 (31,159) Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak (16,454) (16,454) Komponen ekuitas lainnya (10,864) (47,613) Selisih Transaksi Ekuitas dengan Pihak Non-Pengendali Merupakan selisih antara ekuitas AMAG yang menjadi bagian Bank sesudah pengeluaran saham dengan nilai ekuitas AMAG sebelum pengeluaran saham, sehubungan dengan penawaran umum saham AMAG kepada masyarakat sejumlah saham pada tahun 2005 dan pelaksanaan Waran Seri I sejumlah saham pada tahun 2007 dan saham pada tahun Penambahan pada tahun 2011 merupakan transaksi ekuitas di Clipan dan AMAG. 81

85 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 29. KEPENTINGAN NON PENGENDALI ATAS ASET BERSIH ENTITAS ANAK a. Ekuitas yang dapat diatribusikan: 31 Maret 31 Desember PT Clipan Finance Indonesia Tbk 1,031, ,452 PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk 574, ,631 PT Verena Multi Finance Tbk 109, ,986 PT Bank Panin Syariah 5 5 Jumlah 1,716,031 1,647,074 b. Laba bersih yang dapat diatribusikan: 31 Maret 31 Maret PT Clipan Finance Indonesia Tbk 39,392 30,439 PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk 17,018 18,825 PT Verena Multi Finance Tbk 3,198 3,089 Jumlah 59,608 52, DIVIDEN 2011 Sesuai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dengan akta No. 65 tanggal 30 Juni 2011 dari Benny Kristianto, SH, notaris di Jakarta telah ditetapkan: a. Bank tidak membayar dividen. b. Sejumlah Rp juta digunakan sebagai cadangan umum sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Bank. 82

86 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 31. PENDAPATAN BUNGA YANG DIPEROLEH 31 Maret 31 Maret Rupiah Jasa giro 10,468 9,589 Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain FTK 112, ,310 Call money 16,211 9,259 Deposito berjangka Efek-efek Sertifikat Bank Indonesia 97,586 30,247 Obligasi 169, ,284 Efek yang dibeli untuk dijual 63,621 2,468 Wesel tagih Kredit yang diberikan Kredit konsumsi 520, ,685 Pinjaman rekening koran 397, ,103 Kredit Investasi 337, ,734 Kredit modal kerja 347, ,574 Pembiayaan bersama 17,281 13,267 Pinjaman karyawan 2,125 2,006 Kredit Lainnya 90,939 77,390 Lainnya Pembiayaan konsumen 142, ,167 Sewa pembiayaan 46,173 39,869 Anjak piutang 41,402 22,417 Lainnya 16,352 - Jumlah 2,429,806 2,117,730 Valuta Asing Jasa giro Penempatan pada bank lain Call money 10,609 10,243 Deposito Berjangka - 28 Efek-efek Obligasi 28,496 27,266 Wesel tagih Kredit yang diberikan Kredit investasi 48,254 54,270 Kredit modal kerja 38,074 11,771 Pembiayaan bersama 27,916 12,687 Pinjaman rekening koran Kredit konsumsi Kredit lainnya 1,183 1,025 Lainnya Sewa pembiayaan 1,455 1,050 Lainnya 1,711 - Jumlah 159, ,152 Jumlah Pendapatan Bunga 2,589,208 2,236,882 83

87 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 32. BEBAN BUNGA Terdiri dari beban bunga atas simpanan pihak ketiga serta pinjaman yang diterima dari bank atau pihak lain dengan rincian sebagai berikut: 31 Maret 31 Maret Rupiah Simpanan Deposito berjangka 546, ,762 Tabungan 242, ,784 Jasa giro 70,803 48,364 Simpanan dari bank lain Call money 37,147 44,165 Deposito berjangka 10,387 13,656 Jasa giro 1, Tabungan 1, Surat berharga yang diterbitkan Obligasi subordinasi 107, ,212 Obligasi 121,483 77,759 Pinjaman yang diterima 43,588 42,394 Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 11,345 62,643 Lainnya Jumlah 1,194,060 1,159,642 Valuta Asing Simpanan Deposito berjangka 5,132 6,827 Jasa giro 3,945 4,483 Simpanan dari bank lain Call money 3, Jasa giro 1 4 Pinjaman yang diterima 10,070 8,380 Jumlah 22,508 19,721 Jumlah Beban Bunga 1,216,568 1,179, KEUNTUNGAN (KERUGIAN) BERSIH PENJUALAN EFEK 31 Maret 31 Maret Laba (rugi) penjualan efek obligasi 135,178 30,036 Laba penjualan efek lainnya - - Jumlah 135,178 30,036 84

88 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 34. PENDAPATAN UNDERWRITING Merupakan pendapatan premi AMAG dengan perincian sebagai berikut: 31 Maret 31 Maret Premi bruto 111,072 82,997 Premi reasuransi (14,901) (9,392) Kenaikan premi yang belum merupakan pendapatan (21,731) (4,103) Jumlah 74,440 69, PROVISI DAN KOMISI SELAIN KREDIT BERSIH 31 Maret 31 Maret Kiriman uang 5,690 5,383 Asuransi 4,719 4,265 Transaksi ekspor-impor 6,066 5,413 Perantara perdagangan efek 1 83 Lainnya - bersih (1,607) 899 Jumlah 14,869 16, PENDAPATAN OPERASIONAL LAIN LAINNYA 31 Maret 31 Maret Pendapatan jasa administrasi 84,882 50,841 Jasa bank lainnya 10,496 8,604 Buku cek/ giro 1,568 1,542 Pembayaran kartu kredit Lainnya 95,847 35,913 Jumlah 192,893 97,102 85

89 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 37. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 31 Maret 31 Maret Penyusutan dan amortisasi 68,216 60,437 Iklan 31,836 34,808 Pajak 12,797 10,618 Telepon, telex dan benda pos 18,861 24,047 Peralatan dan kebutuhan kantor 30,393 24,210 Pemeliharaan dan perbaikan 23,982 18,593 Sewa 21,160 16,313 Premi asuransi 10,210 8,178 Representasi dan sumbangan 6,845 6,186 Honorarium 3,767 3,723 Lainnya 162, ,544 Jumlah 390, , BEBAN TENAGA KERJA 31 Maret 31 Maret Gaji dan tunjangan 184, ,374 Pendidikan dan pelatihan 10,073 9,266 Lainnya 5,758 4,960 Jumlah 200, ,600 Rincian gaji atas kelompok direksi, dewan komisaris, komite audit dan pejabat eksekutif adalah sebagai berikut : 31 Maret 2012 Beban Beban Gaji dan manfaat manfaat Jumlah tunjangan pensiun karyawan Jumlah Pejabat (3 bulan) (3 bulan) (3 bulan) (3 bulan) Dewan Komisaris Direksi 11 6,594 1, ,981 Anggota Komite Audit Pejabat eksekutif 78 10,529 3, ,554 Jumlah 96 17,767 5, , Maret 2011 Beban Beban Gaji dan manfaat manfaat Jumlah tunjangan pensiun karyawan Jumlah Pejabat (3 bulan) (3 bulan) (3 bulan) (3 bulan) Dewan Komisaris Direksi 11 4, ,427 Anggota Komite Audit Pejabat eksekutif 66 7,794 1, ,730 Jumlah 84 13,096 2, ,698 86

90 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 39. BEBAN OPERASIONAL LAIN - LAINNYA 31 Maret 31 Maret Beban Klaim 39,783 26,637 Komisi 18,624 15,459 Lainnya 34,998 48,370 Jumlah 93,405 90, PAJAK PENGHASILAN Manfaat (beban) pajak Bank dan entitas anak terdiri dari: 31 Maret 31 Maret Pajak kini Bank (165,131) (119,541) Anak perusahaan Clipan (27,585) (21,946) AMAG (4,136) (3,696) BPS (1,439) - VMF (966) (2,235) Jumlah (199,257) (147,418) Pajak tangguhan Bank 3, Anak Perusahaan VMF (858) 283 Clipan (38) 59 AMAG 1, BPS - - Jumlah 3,892 1,121 Jumlah (195,365) (146,297) 87

91 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Pajak Kini Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif dengan laba kena pajak (rugi fiskal) adalah sebagai berikut : 31 Maret 31 Desember Laba sebelum pajak penghasilan menurut Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian 810,923 2,736,366 Laba sebelum pajak - anak perusahaan (170,525) (520,253) Laba sebelum pajak - Bank 640,398 2,216,113 Perbedaan temporer Penurunan (kenaikan) nilai efek yang belum direalisasi 7,702 (50,263) Penyisihan penghapusan aset produktif selain kredit dan non produktif - 6,980 Beban imbalan pasca kerja 4,191 10,225 Penyusutan aset tetap - 5,190 Beban pensiun - (15,796) Biaya emisi obligasi 939 3,738 Biaya emisi obligasi subordinasi 1,475 5,504 Jumlah 14,307 (34,422) Beban (manfaat) yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal : Representasi, sumbangan dan denda 7, ,520 Kenikmatan kepada karyawan 2,030 9,495 Pajak final Hasil sewa (4,111) (12,276) Bagian laba bersih entitas asosiasi - (58,317) Lainnya - (30,106) Jumlah 5,817 58,316 LABA KENA PAJAK BANK (RUGI FISKAL) 660,522 2,240,007 Perhitungan beban dan utang pajak kini adalah sebagai berikut: Beban pajak kini : 31 Maret 31 Desember Tarif 25 % x Rp juta dan Rp juta 165, ,002 Jumlah 165, ,002 Dikurangi: Pajak penghasilan pasal 25 (75,997) (410,121) Utang Pajak Kini - Bank 89, ,881 88

92 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Pajak Tangguhan Rincian dari aset dan liabilitas pajak tangguhan Perusahaan adalah sebagai berikut: 31 Maret 31 Desember Saldo awal 28,966 37,572 Aset pajak tangguhan : Penyisihan (pemulihan) penghapusan aset produktif selain kredit - 1,745 Penurunan nilai efek yang belum direalisasi 1,924 (12,566) Liabilitas imbalan pasca kerja 1,048 2,556 Penyusutan aset tetap - 1,298 Beban pensiun - (3,949) Jumlah 2,972 (10,916) Liabilitas pajak tangguhan : Biaya emisi obligasi Biaya emisi obligasi subordinasi 369 1,376 Jumlah 604 2,310 Saldo akhir periode 32,542 28,966 Entitas Anak AMAG 8,549 7,337 BPS 2,073 2,073 VMF 3,837 4,696 Clipan Jumlah aset pajak tangguhan 47,376 43,485 Berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan No.36 tahun 2008 pengganti UU pajak No.7/1983, tarif pajak badan adalah sebesar 28% yang berlaku efektif 1 Januari 2009 dan sebesar 25% yang berlaku efektif 1 Januari Aset dan Liabilitas pajak tangguhan disesuaikan dengan tarif pajak yang berlaku pada periode ketika aset direalisasikan dan liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak yang akan ditetapkan. 89

93 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak efektif yang berlaku adalah sebagai berikut: 31 Maret 31 Maret Laba sebelum pajak penghasilan menurut Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian 810, ,754 Laba sebelum pajak - anak perusahaan (170,525) (131,058) Laba sebelum pajak - Bank 640, ,696 Tarif pajak yang berlaku Tarif 25 % x Rp juta dan Rp juta 160, ,674 Jumlah 160, ,674 Ditambah beban (penghasilan) yang tidak dapat Dikurangkan menurut fiskal : Representasi, sumbangan dan denda 1,757 1,611 Kenikmatan kepada karyawan Pajak Hasil sewa (1,028) (977) Jumlah 1,454 1,320 Jumlah beban (penghasilan) pajak Bank 161, ,994 Beban pajak - anak perusahaan Clipan 27,623 21,887 AMAG 2,925 3,464 VMF 1,824 1,952 BPS 1,439 - Jumlah 195, , LABA PER SAHAM Berikut ini adalah data yang digunakan untuk perhitungan laba per saham dasar: 31 Maret Maret 2011 Laba bersih Laba untuk perhitungan laba per saham dasar Laba bersih 555, ,104 Jumlah saham (dalam angka penuh) Lembar Lembar Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa untuk perhitungan laba bersih per saham dasar 24,087,645,998 24,087,645,998 90

94 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 42. PROGRAM PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA a. Program Pensiun Imbalan Pasti Dengan akta No. 25 tanggal 15 Agustus 1981 dari notaris Hendra Karyadi, S.H., yang disahkan oleh Menteri Keuangan dengan Surat No. S-879/MK.11/1983 tanggal 15 Desember 1983, Bank mendirikan Yayasan Dana Jaminan Hari Tua Pan Indonesia Bank (YDJHT PIB). Rapat Umum Luar Biasa Para Pemegang Saham tanggal 4 Januari 1994 telah menyetujui dan memutuskan untuk menyesuaikan Yayasan Dana Jaminan Hari Tua Pan Indonesia Bank menjadi Dana Pensiun Karyawan Pan Indonesia Bank (DPK PIB). Penyesuaian nama menjadi DPK PIB maupun peraturannya telah mendapat pengesahan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan keputusan No. Kep-069/KM.17/1994 tanggal 4 April 1994, dan telah diumumkan dalam tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 46 tanggal 10 Juni DPK PIB mengelola program pensiun manfaat pasti yang memberikan jaminan hari tua bagi seluruh karyawan yang telah pensiun atau, bila yang bersangkutan meninggal dunia, kepada janda-janda/ duda-duda dan anak-anak mereka di bawah usia 21 tahun atau belum menikah. Pendanaan DPK PIB terutama berasal dari kontribusi pemberi kerja dan karyawan. Kontribusi karyawan sebesar 3% dari gaji pokok. b. Imbalan Pasca Kerja Lainnya Bank Bank membukukan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undangundang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Perhitungan imbalan pasca kerja dihitung oleh PT Dayamandiri independen dengan menggunakan asumsi utama sebagai berikut: Dharmokonsilindo aktuaris Usia pensiun normal : 55 tahun Tingkat diskonto per tahun : 6,75% Tingkat proyeksi kenaikan gaji per tahun : 12% Tabel mortalitas CSO 1980 Tingkat ketidakmampuan : 10% dari tingkat pertumbuhan Tingkat pengunduran diri : 5% sampai dengan usia 20 tahun dan menurun secara bertahap sampai dengan 1% pada usia 45 tahun; dan seterusnya Porsi dari pengunduran diri dipercepat : 100% dari usia pengunduran diri normal Usia dari pengunduran diri normal : 55 tahun 43. JASA KUSTODIAN Bank memperoleh persetujuan sebagai bank kustodian dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) berdasarkan surat keputusan No. KEP-01/PM/kstd/2002 tanggal 28 Pebruari Penyimpanan efek nasabah pada kustodian dalam bentuk obligasi tanpa warkat adalah sebesar Rp juta dan USD pada tanggal 31 Maret 2012 dan sebesar Rp juta pada tanggal 31 Maret 2011, sementara penyimpanan efek dalam bentuk saham tanpa warkat adalah sebesar dan lembar masing-masing untuk tanggal 31 Maret tahun 2012 dan

95 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Jasa kustodian yang dilakukan kustodian Bank antara lain meliputi jasa penyelesaian transaksi efek, jasa penyimpanan dan pengadministrasian efek serta jasa-jasa kustodian lainnya misalnya mengurus/ menagihkan hak-hak yang melekat pada efek antara lain pembayaran kupon, dividen, bonus, pembayaran efek saat jatuh waktu dan lain-lainnya. 44. SIFAT DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI Sifat Berelasi Pihak-pihak yang berelasi adalah perusahaan yang mempunyai keterkaitan kepemilikan atau kepengurusan secara langsung maupun tidak langsung dengan Bank. a. Perusahaan-perusahaan di bawah ini yang merupakan pihak yang berelasi sesuai dengan kriteria-kriteria yang dijelaskan pada Catatan 3f(3) dan 3f(5). - PT Amana Jaya - PT Terminal Builders - PT Dana Pensiun Karyawan Panin - PT Multi Amana Gemilang b. PT Bank ANZ Indonesia (d/h PT ANZ Panin Bank) merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh Bank. c. PT Panin Financial Tbk (d/h PT Panin Life Tbk) merupakan pemegang saham Bank. d. PT Panin Insurance Tbk merupakan pemegang saham PT Panin Financial Tbk. Transaksi dengan Pihak Pihak Berelasi Dalam kegiatan usahanya, Bank dan entitas anak juga mengadakan transaksi tertentu dengan pihakpihak berelasi. Transaksi-transaksi tersebut meliputi antara lain : a. Giro pada bank lain dan penempatan dana bank lain dan penerimaan bunga (Catatan 6, 7 dan 31). b. Pemberian kredit dan penerimaan bunga (Catatan 10 dan 31). c. Melakukan investasi dalam efek-efek dan penyertaan dalam bentuk saham (Catatan 8 dan 15). d. Penempatan dana dari pihak-pihak yang berelasi dalam bentuk simpanan dan pembayaran bunga (Catatan 18 dan 33). e. Sewa gedung dari Dana Pensiun Karyawan Pan Indonesia Bank, PT Multi Amana Gemilang, PT Amana Jaya dan PT Terminal Builders. f. PT Panin Insurance Tbk dan PT Panin Life Tbk, menyewa ruang-ruang kantor. g. Asuransi atas aset tetap Perusahaan, Cash-In-Transit dan Cash-In-Safe pada PT Panin Insurance Tbk. 92

96 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Persentase giro, penempatan pada bank lain, efek-efek, tagihan derivatif, kredit, penyertaan dalam bentuk saham dan letter of credit dari pihak yang berelasi terhadap jumlah aset adalah sebagai berikut: 31 Maret 31 Desember % % Giro pada bank lain Penempatan pada bank lain Efek-efek Kredit Penyertaan dalam bentuk saham Jumlah Persentase simpanan dari pihak yang berelasi terhadap jumlah liabilitas pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing adalah 0.294% dan 0,390% 45. KOMITMEN DAN KONTINJENSI 31 Maret 31 Desember Komitmen Liabilitas komitmen Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan (19,348,437) (17,604,732) LC yang irrevocable dan masih berjalan dalam rangka impor dan ekspor (874,891) (476,274) Jumlah liabilitas komitmen (20,223,328) (18,081,006) Jumlah komitmen - bersih 20,223,328 18,081,006 Kontinjensi Tagihan kontinjensi Pendapatan bunga dalam penyelesaian 466, ,422 Liabilitas kontinjensi Bank garansi (681,584) (633,741) Lainnya (3,018) (3,809) Jumlah liabilitas kontinjensi (684,602) (637,550) Jumlah kontinjensi - bersih 1,151,068 1,027,972 93

97 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 46. INFORMASI SEGMEN Segmen Usaha Segmen usaha disajikan menjadi kegiatan usaha perbankan, pembiayaan, dan asuransi. Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha: 31 Maret 2012 Bank Pembiayaan Asuransi Eliminasi Total PENDAPATAN Pendapatan bunga 2,431, ,565 - (13,539) 2,663,041 Pendapatan (beban) lainnya 310,108 41,504 98,832 9, ,052 Jumlah 2,741, ,069 98,832 (3,931) 3,123,093 HASIL Hasil segmen dari operasi 635, ,872 4,816 26, ,889 Laba sebelum pajak 646, ,328 22,600 20, ,923 Laba bersih 615,558 Laba Komprehensif 661, Maret 2012 Bank Pembiayaan Asuransi Eliminasi Total INFORMASI LAINNYA ASET Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain - bersih 12,146, , ,857 (81,014) 13,510,623 Efek-efek - bersih 16,112,232 15, ,630 (105,506) 16,269,762 Kredit - bersih 73,054, (402,932) 72,651,425 Aset tetap - bersih 1,818,311 72,732 10,533-1,901,576 Aset lainnya - bersih 21,365,497 6,340, ,690 (1,215,801) 26,614,527 Total Aset 124,497,363 7,136,093 1,119,710 (1,805,253) 130,947,913 LIABILITAS Simpanan 90,338, (245,715) 90,092,688 Simpanan dari bank lain 7,322, (23) 7,322,616 Surat-surat berharga yang diterbitkan bersih 2,937,198 2,420,858 - (65,406) 5,292,650 Efek yang dijual dengan janji 0 dibeli kembali - bersih 1,753, ,753,413 Pinjaman yang diterima 1,529,063 1,994,042 - (402,932) 3,120,173 Liabilitas lainnya 2,206, , ,346 (6,300) 2,923,502 Obligasi subordinasi - bersih 3,931, (38,500) 3,893,089 Total Liabilitas 110,018,783 4,684, ,346 (758,876) 114,398,131 94

98 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 31 Maret 2011 Bank Pembiayaan Asuransi Eliminasi Total PENDAPATAN Pendapatan bunga 2,168, ,444 - (17,554) 2,325,806 Pendapatan (beban) lainnya 159,100 29,003 81,345 8, ,187 Jumlah 2,328, ,447 81,345 (8,815) 2,603,993 HASIL Hasil segmen dari operasi 460,103 82,413 13,812 14, ,894 Laba sebelum pajak 468,915 95,918 25,228 11, ,754 Laba bersih 455,457 Laba komprehensif 448, Desember 2011 Bank Pembiayaan Asuransi Eliminasi Total INFORMASI LAINNYA ASET Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain - bersih 15,208, , ,159 (153,356) 15,968,557 Efek-efek - bersih 15,413,345 15, ,052 (105,883) 15,537,775 Kredit - bersih 69,496, (417,452) 69,079,311 Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali - bersih 2,798, ,798,161 Aset tetap - bersih 1,728,373 66,377 10,658-1,805,408 Aset lainnya bersih 13,568,247 6,038,333 99,064 (140,677) 19,564,967 Total Aset 118,213,081 6,306,533 1,051,933 (817,368) 124,754,179 LIABILITAS Simpanan 85,955, (207,391) 85,748,532 Simpanan dari bank lain 5,315, (178) 5,315,229 Surat-surat berharga yang diterbitkan bersih 3,051,302 1,685,660 - (145,261) 4,591,701 Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali - bersih 3,665, ,665,163 Pinjaman yang diterima 1,334,735 2,067,872 - (417,452) 2,985,155 Liabilitas lainnya 2,065, , ,529 (6,464) 2,668,654 Obligasi subordinasi - bersih 3,930, (38,500) 3,891, JAMINAN PEMERINTAH TERHADAP LIABILITAS PEMBAYARAN BANK UMUM Berdasarkan Salinan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan No. 1/PLPS/2005 pada tanggal 26 September 2005 tentang Program Penjaminan Simpanan yang telah disempurnakan dengan Peraturan LPS No.1/PLPS/2006 tanggal 9 Maret 2006, menyatakan bahwa sejak tanggal 22 September 2005, Lembaga Penjamin Simpanan menjamin simpanan yang meliputi giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu yang merupakan simpanan yang berasal dari masyarakat termasuk yang berasal dari bank lain. 95

99 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.66 tahun 2008 tanggal 13 Oktober 2008, yang menyatakan bahwa sejak tanggal 13 Oktober 2008 besaran nilai simpanan yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan untuk setiap nasabah pada satu bank yang semula maksimal Rp 100 juta diubah menjadi maksimal Rp 2 milyar. Beban premi penjaminan Pemerintah yang dibayar sampai dengan 31 Maret 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp juta dan Rp juta. 48. INFORMASI LAINNYA a. Rasio Liabilitas Penyediaan Modal Minimum Perhitungan rasio kewajiban penyediaan modal minimum untuk tahun 2009 dilakukan sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 10/15/PBI/2008 tanggal 24 September Peraturan Bank Indonesia No.3/21/PBI/2001 tanggal 13 Desember 2001 mewajibkan bank-bank untuk memenuhi rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum sebesar 8%. Peraturan Bank Indonesia No.5/12/PBI/2003 tanggal 17 Juli 2003 mewajibkan bank-bank di Indonesia dengan kualifikasi tertentu untuk memperhitungkan risiko pasar (market risk) dalam perhitungan rasio kewajiban penyediaan modal minimum dan wajib memenuhi rasio kewajiban penyediaan modal minimum sebesar 8% dengan memperhitungkan risiko pasar. Surat Edaran Bank Indonesia No.8/27/DPNP tanggal 27 November 2006 tentang prinsip kehati-hatian dan laporan dalam rangka penerapan manajemen risiko secara konsolidasian bagi bank yang melakukan pengendalian terhadap entitas anak, bank wajib memperhitungkan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) secara konsolidasian. Peraturan Bank Indonesia No. 10/15/PBI/2008 tanggal 24 September 2008 mewajibkan bank-bank di Indonesia untuk memperhitungkan risiko operasional (operational risk) dalam perhitungan rasio KPMM. Perhitungan beban modal risiko operasional dalam menghitung KPMM untuk risiko operasional dilakukan secara bertahap sejak 1 Januari Rasio kewajiban penyediaan modal Bank dengan memperhitungkan risiko kredit, risiko operasional dan risiko pasar pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: 31 Maret 31 Desember Konsolidasi Modal Modal Inti 14,565,612 13,401,586 Modal Pelengkap 4,138,713 4,187,513 Penyertaan (316,280) (295,344) 18,388,045 17,293,755 Aset Tertimbang Menurut Risiko Untuk risiko kredit 83,937,837 81,796,263 Untuk risiko operasional 10,035,588 7,585,650 Untuk risiko pasar 851, ,483 Rasio Kewajiban Penyediaan Modal minimum dengan memperhitungkan Risiko kredit dan operasional 19.57% 19,35% Risiko kredit, operasional dan pasar 19.39% 19,25% 96

100 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 31 Maret 31 Desember Bank Modal Modal Inti 12,691,069 11,700,322 Modal Pelengkap 4,067,419 4,110,013 Penyertaan (1,302,428) (1,302,428) 15,456,060 14,507,907 Aset Tertimbang Menurut Risiko Untuk risiko kredit 78,238,461 75,586,460 Untuk risiko operasional 9,507,925 7,170,250 Untuk risiko pasar 937, ,828 Rasio Kewajiban Penyediaan Modal minimum dengan memperhitungkan Risiko kredit dan operasional 17,61% 17,53% Risiko kredit, operasional dan pasar 17,43% 17,45% Rasio aset produktif yang diklasifikasikan terhadap total aset produktif pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing adalah sebesar 2.20% dan 2,31% b. Berikut ini adalah saldo penyediaan dana kepada pihak terkait per tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia, tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK): 31 Maret 31 Desember Giro pada bank lain 26,003 79,389 Penempatan pada bank lain 55,000 - Surat berharga 30,000 30,000 Kredit 419, ,993 Penyertaan dalam bentuk saham 134, ,513 Jumlah 665, ,895 Batas maksimum pemberian kredit Bank kepada pihak terkait per tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp juta dan juta (10% dari modal Bank). 49. MANAJEMEN RISIKO Manajemen Risiko Kredit Risiko adalah Potensi terjadinya suatu peristiwa yang dapat menimbulkan kerugian pada bank.risiko kredit adalah risiko yang terjadi akibat kegagalan debitur dan/atau pihak lain dalam memenuhi kewajibannya kepada Bank. Risiko Kredit dapat bersumber dari berbagai aktivitas Bank dimana pemberian kredit merupakan sumber risiko kredit yang terbesar. Selain melalui pemberian kredit, Bank menghadapi risiko kredit dari berbagai instrumen keuangan seperti surat berharga, akseptasi, transaksi antar bank, trade financing, transaksi nilai tukar dan derivatives, serta kewajiban komitmen dan kontijensi. Penerapan Manajemen Risiko Panin Bank mengacu pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 11/25/PBI/2009 tanggal 1 Juli 2009 tentang Perubahan PBI No. 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum. Kerangka manajemen risiko tersebut pada dasarnya telah menjadi standar bagi dunia perbankan yang penerapannya diarahkan oleh regulator perbankan Indonesia yaitu Bank Indonesia, sehingga selaras dengan penerapan Basel II Accord secara bertahap di Indonesia. Untuk mendukung implementasi pengukuran risiko kredit sesuai Basel II, mulai 12 Februari 2011 melalui SK No. 03/SK-DK/2011 Bank menggunakan internal model yaitu Internal Credit Risk Rating 97

101 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK (ICRR) untuk kredit segmen korporasi dengan plafond di atas 50 Milyar rupiah ekuivalen USD 5 juta dan Credit Scoring untuk kredit konsumsi. Pemberian kredit juga tidak mengabaikan konsep Hubungan Total Debitur (one obligor concept), pemantauan terhadap Konsentrasi Kredit, pemenuhan terhadap Ketentuan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) serta penentuan Limit Kewenangan dalam proses pemutusan kredit yang dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat Komite Kredit Cabang sampai tingkat Komite Kredit Direksi, untuk pemberian kredit kepada debitur dengan jumlah plafond diatas 50 milyar rupiah wajib mendapat Opini dari Biro Manajemen Risiko & Kepatuhan dengan selalu memperhatikan Legal Lending Limit atau Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) serta mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris. Pembentukan cadangan, dan pembentukan pencadangan yang diatur sesuai dengan ketentuan internal yang ada juga tidak luput dilakukan untuk mengalokasikan kerugian yang mungkin timbul akibat gagal bayar counterparty kepada Bank. Sebagai upaya penyelesaian terhadap kredit bermasalah yang timbul dari aktivitas pembiayaan, Bank Panin telah memiliki sistem dan prosedur penanganan kredit bermasalah termasuk prosedur pelaksanaan restrukturisasi kredit serta pembentukan Satuan Kerja di Kantor Cabang dan Kantor Pusat yang secara khusus bertugas menangani dan mencari solusi atas penyelesaian kredit bermasalah. Dalam melakukan mitigasi risiko kredit, Bank juga telah melakukan monitoring terhadap portfolio kredit yang ada dan digunakan sebagai early warning terhadap penentuan strategi jangka pendek maupun jangka panjang yang akan diambil. Bentuk pemantauan yang telah dilakukan antara lain pemantauan terhadap total loan berdasarkan Segmen Kredit, Mata Uang, Geografis dan Sektor Industri serta perkembangan terhadap kualitas kredit, mapping terhadap 100 debitur terbesar serta skenario stress testing. Untuk meningkatkan peran dan kepedulian Bank Panin terhadap risiko kerusakan lingkungan serta sejalan dengan Peraturan Bank Indonesia mengenai Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum, dimulai pada semester II tahun 2010 penilaian prospek usaha debitur juga dikaitkan dengan upaya yang dilakukan debitur untuk memelihara lingkungan hidup. Penilaian tersebut dilakukan menggunakan Environment Social and Management System (ESMS tools) yang diimplementasikan pada kredit / eksposur debitur dengan plafond di atas 35 Milyar rupiah serta beberapa kriteria yang wajib dipenuhi. Penerapan manajemen risiko kredit tidak hanya ditujukan untuk menempatkan Bank Panin sebagai Bank yang patuh terhadap regulasi, namun merupakan suatu tuntutan manajemen untuk menerapkan sistem pengelolaan risiko kredit yang baik dan sesuai dengan praktek di perbankan. Penerapan manajemen risiko yang dilakukan tidak hanya bertujuan untuk mencegah terjadinya penurunan kualitas kredit, namun juga diharapkan mampu mendorong kegiatan bisnis Bank Panin. Sebagai upaya untuk mewujudkan hal tersebut, Bank Panin memastikan bahwa dalam proses pemberian kredit harus mengikuti prosedur perkreditan yang sehat dan berdasarkan prinsip kehatihatian, yang mengacu pada Pedoman Kebijakan Perkreditan Bank dan Pedoman Kebijakan Manajemen Risiko Kredit yang antara lain mengatur mengenai wewenang memutus kredit pada Kantor Pusat dan Kantor Cabang, proses pemberian kredit, penetapan harga, pengelolaan kredit bermasalah, manajemen portofolio, peran dan fungsi pengawasan oleh SKAI dan Biro Kepatuhan, serta keterlibatan Satuan Kerja Manajemen Risiko yang independen dalam memberikan opini untuk kredit di atas jumlah yang telah ditetapkan. 98

102 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK i. Eksposur Maksimum terhadap Risiko Kredit Uraian 31-Mar Dec-11 Neraca: Giro pada Bank Indonesia 8,039,232 7,490,081 Giro pada bank lain 877,143 1,185,224 Penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia 13,511,123 15,969,057 Tagihan derivatif 2,682 3,316 Kredit yang diberikan 74,721,109 71,079,802 Tagihan anjak piutang 1,045,442 1,078,345 Investasi netto sewa pembiayaan 1,235,772 1,156,765 Piutang pembiayaan konsumen 3,736,279 3,576,266 Efek-efek 11,911,192 11,618,079 Tagihan akseptasi 756, ,825 Obligasi pemerintah 4,476,585 3,978,447 Aset lain-lan bersih 2,547,346 2,514,086 Total 122,860, ,498,293 Liabilitas Komitmen Kontijensi: Fasilitas kredit kepada nasabah 19,348,437 17,595,010 yang belum digunakan Bank garansi yang diterbitkan 684, ,550 Irrevocable Letters of Credit 874, ,274 yang masih berjalan 20,907,930 18,708,834 ii. Analisis risiko konsentrasi kredit Konsentrasi kredit yang diberikan berdasarkan jenis kredit, sektor ekonomi dan wilayah geografis. Tabel berikut menyajikan konsentrasi kredit berdasarkan jenis kredit yang diberikan: 31-Mar Des-11 Amount % Amount % Investasi 20,804, % 20,504, % Modal Kerja 36,721, % 34,348, % Konsumsi 17,195, % 16,226, % Jumlah 74,721, % 71,079, % 99

103 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Tabel berikut menyajikan konsentrasi kredit berdasarkan sektor ekonomi : 31-Mar Dec-11 Amount % Amount % Rumah tangga 16,608, % 15,741, % Perdagangan besar & eceran 16,971, % 16,572, % Industri pengolahan 7,995, % 7,738, % Perantara keuangan 10,557, % 8,710, % Real estate, usaha persewaan dan jasa perusahaan 6,174, % 6,218, % Konstruksi 3,303, % 3,255, % Transportasi, pergudangan dan Komunikasi 2,445, % 2,439, % Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum 2,909, % 2,763, % Jasa Kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan lainnya 1,521, % 1,602, % Pertambangan dan penggalian 1,113, % 1,100, % Listrik, gas & Air 1,610, % 1,584, % Pertanian, perburuan dan kehutanan 1,867, % 1,762, % Jasa kesehatan dan kegiatan sosial 691, % 666, % Jasa pendidikan 264, % 268, % Perikanan 72, % 72, % Jasa perorangan yang % % melayani rumah tangga Administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib % % Bukan lapangan usaha lainnya 612, % 582, ,721, % 71,079, % 100

104 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Tabel berikut menyajikan konsentrasi kredit berdasarkan wilayah geografis : 31 Mar Des 2011 Nanggroe Aceh Darussalam 159, ,252 Sumatera utara 2,683,102 2,520,286 Kepulauan Riau 748, ,717 Riau 1,929,716 1,843,014 Sumatera Barat 226, ,310 Jambi 461, ,484 Sumatera Selatan 1,178,263 1,078,256 Bangka Belitung 46,260 40,006 Lampung 759, ,681 DKI Jakarta 46,841,716 42,194,325 Banten 71,023 69,682 Jawa Barat 3,335,031 3,241,030 Jawa Tengah 2,050,135 1,989,006 DI Yogyakarta 525, ,427 Jawa Timur 5,904,494 5,810,241 Bali 449, ,121 Kalimantan Selatan 801, ,696 Kalimantan Timur 715, ,719 Kalimantan Barat 694, ,147 Sulawesi Utara 461, ,339 Sulawesi Selatan 3,458,754 3,459,470 Sulawesi Tenggara 455, ,685 Sulawesi Tengah 404, ,008 Maluku 107,554 96,027 Bengkulu Gorontalo Papua 252, ,255 Jumlah 74,721,109 69,079,311 iii. Konsentrasi kredit berdasarkan jenis debitur Giro pada bank lain dan BI Penempatan pada bank lain dan BI 31-Mar-12 Piutang premi dan aset lainlain Tagihan Pinjaman yang Tagihan Efek-efek derivatif diberikan akseptasi Obligasi Pemerintah Komitmen dan kontinjensi Jumlah % Bank Indonesia 8,039,232 7,249,089 6,772, ,060,931 16% Pemerintah ,246,689-4,246,689 3% Bank-bank 877,145 6,262,034 1,400,308 1,673 2,340,004-21, ,398 11,601,202 8% Entitas Sektor Publik - - 1,188,140-1,312, ,000 1,424,402 3,929,865 3% Korporasi - - 6,862,609 1,008 46,155, ,378-14,844,398 68,597,780 49% Retail ,523, ,602,787 17,126,467 12% Kredit beragun rumah tinggal ,701, ,199 6,720,718 5% Kredit beragun properti komersial ,141, ,608 2,544,122 2% Lainnya % Tagihan yang telah jatuh tempo-kredit beragun rumah tinggal , ,027 0% Tagihan yang telah jatuh tempo-selain kredit beragun rumah tinggal ,568-2,484, ,495,545 2% Exposur sekuritisasi , ,542 0% Jumlah 8,916,377 13,511,123 16,387,777 2,681 74,721, ,340 4,251,689 20,991, ,538, % 101

105 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Manajemen Risiko Pasar Risiko Pasar adalah risiko pada posisi neraca dan rekening administratif termasuk transaksi derivatif, akibat perubahan secara keseluruhan dari kondisi pasar, termasuk risiko perubahan harga option. Pemantauan risiko pasar senantiasa dilakukan secara rutin dan berkala baik harian, mingguan hingga bulanan. Untuk meningkatkan fungsi pemantauan tersebut Bank telah menggunakan Guava Treasury System yang telah terintegrasi antara front office (Dealer), middle office (BMR), dan back office (Settlement and Control). Risiko pasar dalam hal ini dibagi menjadi dua bagian : 1. Risiko Nilai Tukar Risiko Nilai Tukar merupakan risiko yang timbul dari transaksi forex baik dari posisi neraca maupun dari sisi off balance sheet. Risiko nilai tukar diukur dengan Value at Risk (VaR) dengan memakai metodologi variance covariance untuk mengukur potential loss maksimum dengan tingkat kepercayaan tertentu dan untuk waktu tertentu dalam keadaan normal. Untuk posisi terbuka neto atau NOP Bank sampai dengan Maret 2012 baik NOP akhir hari maupun NOP 30 menit tidak pernah melampaui ketentuan BI sebesar maksimal 20% dari modal. Sepanjang triwulan I tahun 2012 NOP Bank berada dalam kisaran antara IDR Milyar - IDR Milyar (atau 0.30% % dari total modal). Besarnya NOP Bank masih jauh di bawah ketentuan BI mengenai batas maksimum NOP yaitu 20% dari total modal Bank. Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 5/13/PBI/2003 tanggal 17 Juli 2003 dan perubahannya, Peraturan Bank Indonesia No. 6/20/PBI/2004 tanggal 15 Juli 2004, No. 7/37/PBI/2005 tanggal 30 September 2005, dan No. 12/10/PBI/2010 tanggal 1 Juli 2010, bank-bank diwajibkan untuk memelihara posisi devisa netonya setinggi-tingginya 20% dari modal. Berdasarkan pedoman Bank Indonesia, posisi devisa neto merupakan penjumlahan dari nilai absolut atas selisih bersih aset dan kewajiban untuk setiap mata uang asing dan selisih bersih tagihan dan kewajiban, berupa komitmen dan kontinjensi di rekening administratif, untuk setiap mata uang, yang semuanya dinyatakan dalam Rupiah. Berikut ini disajikan rincian Posisi Devisa Neto Bank: 31 Maret 2012 Aset dan Kew ajiban dan tagihan komitmen kew ajiban komitmen dan kontinjensi/ dan kontinjensi/ Bersih Assets, commitment Liabilities, absolut/ and contingent commitment and Net Mata Uang receivables contingent liabilities absolute / / / Rp Million Rp Million Rp Million Dollar Amerika Serikat 27,481,926 27,649, ,695 Euro 1,285,719 1,285, Dollar Australia 1,506, ,687 Poundsterling Inggris 230, ,661 2,764 Dollar Selandia Baru 50,818 51, Dollar Singapura 1,100,748 1,104,931 4,183 Yen Jepang 854, ,239 1,725 Dollar Kanada 43,317 46,380 3,063 Franc Sw iss 57,460 60,111 2,651 Dollar Hongkong 23,764 24, Jumlah 32,635,908 32,791, ,241 Jumlah Modal 15,598,405 Persentase PDN terhadap modal 1.29% 102

106 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Desember 2011 Aset dan Kewajiban dan tagihan komitmen kewajiban komitmen dan kontinjensi/ dan kontinjensi/ Bersih Assets, commitment Liabilities, absolut/ and contingent commitment and Net Mata Uang receivables contingent liabilities absolute / / / Rp Million Rp Million Rp Million Dollar Amerika Serikat 26,382,325 26,362,709 19,616 Euro 1,317,896 1,311,126 6,770 Dollar Australia 1,838, ,254 Poundsterling Inggris 190, , Dollar Selandia Baru 87,481 86, Dollar Singapura 1,430,787 1,431,895 1,108 Yen Jepang 260, , Dollar Kanada 81,903 86,535 4,632 Franc Swiss 69,404 88,167 18,763 Dollar Hongkong 29,987 30, Jumlah 31,688,544 31,669,303 71,189 Jumlah Modal 14,475,891 Persentase PDN terhadap modal 0.49% Persentase Posisi Devisa Neto terhadap modal pada tanggal 30 Maret 2012 dan pada akhir tahun tanggal 30 Desember 2011 masing-masing sebesar 1.29% dan 0.49%. Sensitivitas Nilai Tukar Analisis sensitivitas nilai tukar diukur dengan kemampuan ekses modal bank untuk menyerap potential loss dari nilai tukar, yaitu membuat asumsi perubahan/fluktuasi nilai tukar yang berlawanan arah dengan masing-masing posisi nilai tukar. Fluktuasi nilai tukar dipilih yang lebih tinggi antara asumsi fluktuasi masing-masing nilai tukar sebesar 12% atau fluktuasi berdasarkan data historikal selama setahun ke belakang. Pada posisi Maret 2012 ekses modal Bank mampu meng-cover risiko nilai tukar sebesar kali. Hal ini disebabkan karena posisi devisa neto Bank yang rendah sedangkan ekses modal Bank yang tinggi sehingga Bank dinilai sangat tidak rentan terhadap pergerakan nilai tukar. 2. Risiko Suku Bunga Untuk memperkecil dampak perubahan risiko suku bunga terhadap pendapatan Bank, Bank tetap menjaga rasio RSA (rate sensitivity asset) terhadap RSL (rate sensitivity liabilities) agar tidak terlalu jauh dari 100%. Pada posisi Maret 2012 rasio RSA/RSL sebesar %, sedangkan pada Desember 2011 sebesar %. Dengan rasio yang tidak jauh dari 100% tersebut apabila terjadi perubahan suku bunga secara paralel pada aset dan kewajiban, Bank tidak terekspos risiko suku bunga yang besar. Bank juga senantiasa memantau repricing profile setiap pengelompokan waktu (time bucket) untuk mengetahui dampak perubahan suku bunga terhadap NII Bank secara lebih akurat. Tabel di bawah ini menunjukkan repricing profile aset dan kewajiban Bank yang sensitif terhadap suku bunga dan diurutkan berdasarkan rentang waktu suku bunga tersebut akan di-repricing (untuk floating rate) atau tanggal jatuh temponya (untuk fixed rate). 103

107 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK M aret 2012 > 1 bulan > 3 bulan > 6 bulan s/d s/d s/d Sampai dengan 3 bulan/ 6 bulan/ 1 tahun/ Jumlah/ 1 bulan/1 month > 1 - > 3 - > 6 months - > 1 tahun/ Total or less 3 months 6 months 1 year > 1 year 9144 / / / Rp / Rp / / Rp M illion Rp M illion M illion M illion Rp M illion Rp M illion A set Penempatan pada BI 21,938,657 9,446, ,845 5,667,451 6,427,140 0 Penempatan pada bank lain 5,652,397 5,294, , Surat-surat berharga 9,340, , , , ,000 6,954,757 Kredit 74,549,266 2,501,598 4,649,693 6,474,262 13,853,819 47,069,893 Jumlah 111,480,793 18,205,785 5,713,298 12,541,100 20,995,959 54,024,650 Kewajiban Simpanan nasabah 89,832,482 32,209,601 10,916,833 13,745,339 17,487,122 15,473,587 Bank Indonesia Simpanan dari bank Lain 8,165,636 7,208, , ,715 2, ,359 Surat berharga yang diterbitkan 2,880, ,351, ,528,424 Obligasi subordinasi 3,931, ,931,589 Pinjaman yang diterima 1,529, , ,740 91, ,521 Jumlah 106,338,970 39,692,101 12,730,428 14,078,494 17,489,433 22,348,515 D esember 2011 > 1 bulan > 3 bulan > 6 bulan s/d s/d s/d Sampai dengan 3 bulan/ 6 bulan/ 1 tahun/ Jumlah/ 1 bulan/1 month > 1 - > 3 - > 6 months - > 1 tahun/ Total or less 3 months 6 months 1 year > 1 year / / / Rp / Rp / / Rp M illion Rp M illion M illion M illion Rp M illion Rp M illion A set Penempatan pada BI 18,862,554 3,059,020 10,597,586 1,805,622 3,400,326 0 Penempatan pada bank lain 9,488,320 7,219, , ,040,235 4,577 Surat-surat berharga 7,991, , , ,857 7,008,564 Kredit 68,898,244 2,216,149 3,977,694 6,940,694 11,268,547 44,495,160 Jumlah 105,240,149 12,494,691 14,965,128 9,065,065 17,206,965 51,508,301 Kewajiban Simpanan nasabah 85,536,600 75,888,271 5,902,436 2,329,118 1,389,825 26,951 Bank Indonesia Simpanan dari bank Lain 10,835,326 8,438, , ,019 1, ,575 Surat berharga yang diterbitkan 1,919, , ,716,145 Obligasi subordinasi 3,891, ,000 Pinjaman yang diterima 498, ,731 Jumlah 102,681,908 84,326,978 6,605,361 3,931,224 1,390,936 6,427,410 Sensitivitas Suku Bunga Analisis sensitivitas suku bunga diukur dengan kemampuan ekses modal Bank untuk menyerap potential loss dari perubahan suku bunga, yaitu membuat asumsi perubahan/fluktuasi suku bunga. Fluktuasi suku bunga dipilih mana lebih tinggi antara asumsi fluktuasi masing-masing suku bunga neraca rupiah sebesar 5% dan neraca valas sebesar 2% atau fluktuasi bedasarkan historical data selama setahun ke belakang. Untuk posisi Maret 2012 dan Desember 2011 ekses modal Bank mampu menutup risiko suku bunga masing-masing sebesar kali dan kali. Hal ini disebabkan karena ekses modal bank yang tinggi untuk menutup perubahan suku bunga pada neraca sehingga bank dinilai sangat tidak rentan terhadap pergerakan suku bunga. Profil Risiko Pasar Bank untuk posisi Maret 2012 secara Komposit dinilai Low, berdasarkan hasil perhitungan Risiko Inheren berada pada kisaran Low dan Sistem Pengendalian Risiko dinilai Strong. Tren Profil Risiko Pasar sejak Triwulan IV 2011 sampai dengan Maret 2012 secara Komposit terpantau stabil pada peringkat Low. Manajemen Risiko Likuiditas Risiko Likuiditas adalah risiko yang disebabkan antara lain oleh ketidakmampuan Bank menyediakan aset untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Bank mengelola risiko likuiditas secara hati-hati (prudent) dengan memastikan kecukupan dana secara harian maupun di masa datang baik pada saat kondisi normal maupun kondisi krisis dalam pemenuhan kewajiban secara tepat waktu dari berbagai sumber dana yang tersedia, termasuk memastikan ketersediaan aset likuid berkualitas tinggi. 104

108 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Rencana pendanaan darurat (contingency funding plan) telah disusun untuk mempersiapkan Bank jika terjadi krisis. Bank mengukur dan memantau risiko likuiditas melalui analisis perbedaan jatuh tempo likuiditas dan rasio-rasio likuiditas. Salah satu rasio likuiditas adalah rasio dari aset likuid terhadap kewajiban lancar. Pada tanggal 30 Maret 2012 & 30 Desember 2011, rasio dari aset likuid terhadap kewajiban lancar adalah sebagai berkut: 31 Maret Desember 2011 Kas 1,023,067 1,392,325 Giro, SBI & penempatan BI lainnya 22,060,931 23,629,474 Obligasi Pemerintah 4,476,585 3,978,447 Antar bank - penempatan setelah dikurangi dengan simpanan dari bank lain (1,082,782) 1,769,794 Jumlah aset likuid bersih 26,477,801 30,770,040 Simpanan nasabah 90,092,688 85,748,532 Rasio 29.39% 35.88% Analisis perbedaan jatuh tempo aset dan kewajiban keuangan Tabel di bawah ini menyajikan analisis jatuh tempo aset dan kewajiban Bank pada tanggal 30 Maret 2012, berdasarkan jangka waktu yang tersisa sampai tanggal jatuh tempo kontrak dan asumsi perilaku (behavioral assumptions): 105

109 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Aset 31 Maret 2012 Sampai > 1 bulan > 3 bulan > 1 tahun dengan s/d s/d s/d Lain-lain 1 bulan 3 bulan 12 bulan 5 tahun > 5 tahun Jumlah Kas 1,023,067 1,023,067 Giro pada Bank Indonesia 8,039,232 8,039,232 Giro pada bank lain 877, ,145 Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (2) (2) Penempatan pada BI dan bank lain 7,316, ,030 5,418,681 13,511,123 Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (500) (500) Efek-efek 989, , ,509 7,788,541 2,541,193 4,610,082 16,387,777 Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (118,015) (118,015) Tagihan derivatif 973 1, ,682 Kredit 15,526,164 31,358,233 27,836,712 74,721,109 Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (2,069,684) (2,069,684) Tagihan anjak piutang 80,059 84,362 97, ,305 1,046,126 Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (684) (684) Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 1,764, ,802 4,651,727 6,991,359 Investasi neto sew a pembiayaan 86, , , ,713 1,235,772 Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (2,336) (2,336) Piutang pembiayaan konsumen 262, ,651 1,258,261 1,915,889 3,736,279 Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (32,434) (32,434) Tagihan akseptasi 5,439 48, , ,340 Penyertaan dalam bentuk saham 441, ,176 Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (625) (625) Aset tetap - bersih 1,901,576 1,901,576 Aset pajak tangguhan - bersih 47,376 47,376 Aset lain-lain - bersih 2,454,054 2,454,054 Jumlah Aset 3,168,658 19,598,983 2,339,183 35,861,786 37,091,333 32,887, ,947,913 Liabilitas Liabilitas segera 455, ,413 Simpanan 79,269,537 6,232,086 3,224,931 1,859,862 12,488 90,598,904 Simpanan dari bank lain 3,158 3,158 Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 751,716 1,001,697 1,753,413 Liabilitas derivatif - Liabilitas akseptasi - Surat berharga yang diterbitkan 57,000 1,351, ,000 2,025,652 3,569,426 Pinjaman yang diterima 367, , ,596 1,920,943 3,523,108 Utang pajak 262,098 44, ,883 Estimasi kerugian komitmen kontijensi - Liabilitas lain-lain 2,011, ,622 44,951 74,712 18,537 1,399 2,690,251 Obligasi subordinasi 3,931,589 3,931,589 Jumlah Liabilitas 2,273,128 81,443,724 9,016,799 4,328,024 5,824,994 3,945, ,832,145 Selisih 895,530 (61,844,741) (6,677,616) 31,533,762 31,266,339 28,942,494 24,115,768 Manajemen Risiko Operasional & Others Risiko operasional adalah risiko akibat ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan/atau adanya kejadian-kejadian eksternal yang mempengaruhi operasional Bank. Manajemen risiko operasional ditujukan untuk mengelola potensi risiko operasional, mencegah dan meminimalkan dampak kerugian risiko operasional secara finansial dan non finansial melalui penerapan mitigasi risiko operasional pada aktivitas operasional Bank antara lain: 106

110 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK a. Membangun dan meningkatkan risk awareness dan risk culture Sumber Daya Manusia (SDM), serta pemahaman dan ketertiban pelaksanaan RCSA & LEM oleh risk owner melalui sosialisasi (refreshment) risiko operasional dan pelatihan penggunaan operational risk tools untuk Kantor Cabang. b. Menerapkan pengelolaan risiko operasional melalui penggunaan Operational Risk Tools dalam mendukung proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian potensi risiko pada setiap aktivitas operasional Bank yang terdiri dari : -Loss Event Management (LEM), yaitu perangkat yang digunakan dalam melakukan pengelolaan data dan informasi kerugian operasional di Kantor Pusat maupun Kantor Cabang termasuk Kantor Cabang Pembantu. Pada Loss Event Management (LEM) dicatat dan dikonsolidasikan data kerugian operasional serta pengembaliannya (recovery). Hasil analisa konsolidasi loss event data digunakan untuk melakukan perbaikan (action plan) dalam mengantisipasi pengulangan terjadinya kerugian operasional yang sama di masa datang. -Risk & Control Self Assessment (RCSA), yaitu perangkat yang digunakan secara self assessment oleh masing-masing risk owner untuk mengidentifikasi, menilai dan mengukur potensi dari suatu risk issue yang berdampak menimbulkan kerugian risiko operasional di setiap unit kerja. RCSA dilakukan secara periodik (triwulanan) di setiap unit kerja yang ada di Kantor Pusat dan Kantor Cabang termasuk Kantor Cabang Pembantu. -Key Risk Indicators (KRI s), yaitu perangkat yang digunakan untuk mengukur dan memantau parameter risiko tertentu terhadap limit yang telah ditetapkan untuk memperoleh indikasi awal atas potensi risiko yang mungkin terjadi di masa datang berdasarkan analisa trend risiko operasional. Operational Risk Tools dikembangkan secara berkesinambungan bekerja sama dengan Risk Taking Unit baik di Kantor Pusat maupun di Kantor Cabang. Penggunaan Operational Risk Tools (RCSA dan LEM) di setiap unit kerja yang ada di Kantor Pusat maupun Kantor Cabang dikoordinasikan oleh Koordinator Risiko (KR) yang ditunjuk dan ditetapkan oleh Manajemen. Satuan Kerja Audit Intern/SKAI sebagai unit independent melakukan validasi terhadap hasil RCSA yang dilakukan risk owner untuk memperoleh hasil RCSA yang lebih akurat. -Risk Register Teknologi Informasi Risk Register Teknologi Informasi digunakan secara self assesment untuk mengidentifikasi, menilai dan mengukur potensi risiko pada aplikasi teknologi informasi yang dimiliki dan digunakan Bank serta melakukan perbaikan (action plan) dan menetapkan mitigasi risiko operasional agar aplikasi tetap berjalan dalam mendukung aktivitas Bank dan pelayanan nasabah. Laporan hasil pengelolaan dan pemantauan risiko operasional dengan menggunakan operational risk tools di atas disampaikan kepada Komite Manajemen Risiko (KMR) dan IT Steering Committee secara periodik. c.menyusun Pedoman Kebijakan Pencatatan Kejadian Near Miss dan tatacara (Prosedur) pengumpulan data Near Miss yaitu data kejadian kesalahan operasional yang hampir menimbulkan kerugian finansial serta melakukan sosialisasi atas kebijakan baru tesebut. d. Melakukan proses analisa dan identifikasi risiko serta pengukuran dan pemantauan risiko yang melekat pada produk atau aktivitas baru / pengembangan untuk persiapan pelaksanaan peluncurkan oleh Sponsoring Unit serta melanjutkan pemantauan risiko terhadap produk atau aktivitas baru / pengembangan yang telah diluncurkan. e. Menyusun dan melakukan kaji ulang atas laporan profil risiko operasional dan risiko lainnya Triwulan I 2012 berdasarkan parameter dan indikator risiko yang baru sesuai ketentuan Bank Indonesia yang terbaru sehingga diperoleh gambaran mengenai tingkat potensi risiko bagi Bank secara keseluruhan. f.mengalokasikan cadangan risiko operasional serta melakukan perhitungan beban risiko operasional dengan menggunakan Pendekatan Indikator Dasar (PID) pada perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) bagi Bank sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. g. Melakukan pengujian (testing) Business Contigency Plan terhadap sistem aplikasi yang ada di Kantor Pusat untuk menguji kesiapan Sistem aplikasi dalam mengantisipasi potensi munculnya 107

111 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK gangguan guna menjaga agar kelangsungan bisnis tetap berjalan serta upaya pemulihan setelah terjadinya gangguan. Risiko Hukum Risiko Hukum adalah risiko akibat tuntutan hukum dan/atau kelemahan aspek yuridis. Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko hukum : pemahaman atas produk yang dijual kurang memadai, konflik dengan pihak nasabah atau pihak lain yang tidak diselesaikan dengan baik, keluhan nasabah yang tidak ditindaklanjuti sampai tuntas, pengikatan dokumen legal yang lemah. Untuk memitigasi risiko hukum, Bank memastikan bahwa pengikatan kredit telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan mengacu pada prinsip kehati-hatian dalam upaya melindungi kepentingan Bank. Satuan Tugas Khusus Kantor Pusat (STKP) bersama-sama unit kerja terkait ditugaskan manajemen untuk menangani gugatan hukum (litigasi), menyelesaikan masalah - masalah hukum yang timbul dan mengadministrasikannya serta mencatat nilai perkara dan potensi kerugiannya. Risiko Stratejik Risiko Stratejik adalah risiko akibat ketidaktepatan dalam pengambilan dan/atau pelaksanaan suatu keputusan stratejik serta kegagalan dalam mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko stratejik : visi misi Bank, rencana strategis, target-target keuangan, perubahan kepemilikan, peluncuran produk/aktivitas baru dan perubahan eksternal. Untuk memitigasi risiko stratejik, Bank telah membentuk, merumuskan, menyusun, dan memantau serta mengevaluasi implementasi strategi bisnis melalui business plan untuk mengoptimalkan potensi pendapatan dari Bank. 108

112 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Risiko Kepatuhan Risiko Kepatuhan adalah risiko akibat Bank tidak mematuhi dan/atau tidak melaksanakan peraturan perundang undangan dan ketentuan yang berlaku. Ketidakmampuan Bank untuk mengikuti dan mematuhi seluruh peraturan perundangan yang terkait dengan kegiatan usaha Bank dapat berdampak terhadap kelangsungan usaha Bank. Dalam mengelola manajemen risiko kepatuhan, upaya peningkatan budaya kepatuhan yang terusmenerus dilakukan melalui program kepatuhan antara lain : - Menilai rancangan kebijakan, ketentuan, sistem maupun prosedur baru dan melakukan penyempurnaan kebijakan, ketentuan, sistem maupun prosedur berdasarkan informasi yang diperoleh. - Sosialisasi / pelatihan melalui regulation update dan in-class training terkait penerapan Know Your Customer (KYC), Anti Money Laundering (AML) / Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU/PPT). - Uji kepatuhan terhadap produk baru, kebijakan baru dan aktivitas bank. - Monitor pelaksanaan kepatuhan melalui compliance matrix. - Pengkinian dan penatausahaan database kepatuhan. - Pelaporan kepatuhan - Risiko Reputasi Risiko Reputasi adalah risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan stakeholder yang bersumber dari persepsi negatif terhadap Bank. Faktor faktor yang mempengaruhi risiko reputasi : image bank, penyelesaian pengaduan nasabah yang tidak diselesaikan (buruk), pelayanan buruk terhadap nasabah atau pihak lain, konflik internal bank, harga saham dan lain-lain. Bank mengelola manajemen risiko reputasi dengan menunjuk Pejabat yang bertugas mewakili manajemen dalam mediasi perbankan yaitu Corporate Secretary dan Kepala Biro Kepatuhan untuk memfasilitasi dan menyelesaikan setiap pengaduan dan penyelesaian pengaduan nasabah dalam proses mediasi. Terkait risiko reputasi. Bank juga telah melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) seperti program Reforest Indonesia (penanaman pohon), program donor darah Setetes Kasih Sejuta Harapan maupun kegiatan sosial lainnya melalui aksi Panin Peduli dan melaksanakan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten. Risiko reputasi juga dikelola melalui pemantauan publikasi negatif dan keluhan nasabah yang dimuat di media cetak baik surat pembaca maupun artikel (bad media report) dan keluhan nasabah yang disampaikan melalui call center. 50. KONTINJENSI, IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN LAINNYA Kontinjensi a. Surat Ketetapan Pajak (SKP) PPh Badan tahun Pada tanggal 10 Juni 1999 Panitera Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta telah menyerahkan salinan resmi putusan perkara gugatan No. 167/G/1998/PT.TUN.JKT antara Bank dengan Badan Penyelesaian Sengketa Pajak (BPSP) mengenai Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Badan (SKP PPh Badan) tahun 1993 sebesar Rp juta, yang isinya adalah: Mencabut atau membatalkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak atas SKP PPh Badan tahun Menyatakan bahwa SKP PPh Badan tahun 1993 adalah nihil. Memerintahkan Direktur Jenderal Pajak untuk mengembalikan atau merestitusikan kepada Bank jumlah pokok pajak beserta sanksi bunganya sebagaimana tercantum dalam Surat Setoran Pajak terkait. BPSP telah mengajukan kasasi atas keputusan tersebut dan ditolak oleh Mahkamah Agung dalam Surat Keputusannya No. 82K/TUN/2000 tanggal 27 Pebruari

113 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Pada tanggal 10 Desember 2001 PTTUN Jakarta melalui Surat Keputusan No. W7.PT.TUN.Eks telah menegur BPSP untuk segera melaksanakan Putusan PTTUN No.167/G/1998/PT.TUN.JKT tanggal 10 Juni 1999 yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. PTTUN pada tanggal 30 September 2002 melalui suratnya No. W7.PT.TUN.Eks menyampaikan surat kepada Presiden Republik Indonesia sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi untuk memerintahkan Menteri Keuangan Republik Indonesia dan BPSP melaksanakan keputusan PTTUN yang mempunyai kekuatan hukum tetap. b. Surat Ketetapan Pajak (SKP) PPh Badan tahun 1994 Sehubungan dengan gugatan Bank mengenai SKP Kurang Bayar PPh Badan tahun 1994, pada tanggal 31 Mei 2000 PTTUN Jakarta melalui Keputusan No. 294/G/1999/PT.TUN.JKT telah menetapkan: Mengabulkan gugatan Bank untuk seluruhnya. Menyatakan batal surat keputusan BPSP No. PUT-225/BPSP/M.IV/1999 tanggal 10 September 1999 yang hanya mengabulkan sebagian permohonan banding Bank atas SKP PPh Badan tahun Memerintah BPSP untuk menerbitkan Surat Keputusan Baru yang berisi: a. Membatalkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak atas SKP PPh Badan tahun b.menyatakan SKP Pajak Penghasilan Badan tahun 1994 adalah nihil. c.memerintahkan Direktur Jenderal Pajak untuk mengembalikan/ merestitusikan kepada Bank jumlah pokok pajak beserta sanksi bunganya sebagaimana dalam Surat Setoran Pajak terkait. Namun sampai dengan saat ini, BPSP belum melaksanakan Keputusan PTTUN tersebut atas bagian yang ditolak BPSP sebesar Rp juta dan/atau kasasi. Pada tanggal 31 Maret 2012 dan 2011, jumlah yang telah dibayar Bank atas SKP Pajak Penghasilan Badan (PPh Badan) tahun 1993 dan 1994 termasuk bunga denda keterlambatan adalah sebagai berikut: Keterangan Tahun SKP PPh Badan ,710 SKP PPh Badan ,030 Bunga denda keterlambatan 84 Jumlah 10,824 Karena belum adanya pelaksanaan Keputusan PTTUN oleh BPSP sehubungan dengan gugatan perkara SKP PPh Badan tahun 1993 dan 1994, maka Bank mencatat pembayaran pajak tersebut sebagai pajak dibayar di muka (Catatan 17). c. Bank mengadakan perjanjian kerjasama penutupan asuransi kendaraan bermotor dengan PT Panin Insurance Tbk berdasarkan Perjanjian Kerjasama tanggal 2 Januari Perjanjian tersebut diperuntukkan atas kendaraan bermotor yang dibiayai dengan fasilitas KPM di seluruh kantor cabang dan perwakilan yang menjadi wewenang Bank, dengan syarat dan prosedur penutupan suatu obyek pertanggungan ditentukan oleh PT Panin Insurance Tbk. d. Bank mengadakan perjanjian kerjasama penutupan asuransi kendaraan bermotor dengan PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk berdasarkan Perjanjian Kerjasama tanggal 1 Januari Perjanjian tersebut diperuntukkan atas kendaraan bermotor yang dibiayai dengan fasilitas KPM di seluruh kantor cabang dan perwakilan yang menjadi wewenang Bank, dengan syarat dan prosedur penutupan suatu obyek pertanggungan ditentukan oleh PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk. Ikatan dan Perjanjian Signifikan Lainnya a. Reksa Panin Terproteksi Pasti II adalah Reksa Dana Terproteksi berbentuk Kontrak Investasi Kolektif antara PT Panin Sekuritas Tbk selaku Manajer Investasi dan Citibank N.A, Indonesia sebagai Bank 110

114 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Kustodian dan telah mendapat pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) pada tanggal 28 Nopember PT Panin Sekuritas Tbk, selaku Manajer Investasi, menunjuk Bank sebagai agen penjual utama. Berdasarkan Perjanjian Penetapan Agen Penjual No. 477/RD/OPR/XI/06 tanggal 28 Nopember 2006, dalam melakukan pemasaran Reksa Panin Terproteksi Pasti II, Bank memperoleh pembagian hasil keuangan yang dibayarkan oleh PT Panin Sekuritas Tbk setiap tiga bulannya. Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 30 Juni b. Bank mengadakan perjanjian kerjasama pemasaran produk Bancassurance dengan PT Panin Financial Tbk. (d/h PT Panin Life Tbk.) berdasarkan Perjanjian Kerjasama No.01/AGR-BNC/06/2006 tanggal 23 Juni Produk Bancaassurance adalah produk-produk asuransi jiwa dengan dilengkapi manfaat pasti yang diterbitkan oleh PT Panin Life Tbk, yang terdiri atas Produk Panin Dana Pasti, Produk Panin Flexilinked dan Produk Panin Lifevestlink. Dalam perjanjian tersebut Bank bertindak sebagai agen pemasaran dengan memperoleh kompensasi berupa komisi, dengan jangka waktu perjanjian selama 5 tahun dan dapat diperpanjang kembali. c. Bank mengadakan perjanjian kerjasama pemasaran Bahana Reksa Panin Terproteksi III dan IV dengan PT Bahana TCW Investment Management berdasarkan Perjanjian Kerjasama No. 014/BTIM- BANKPANIN/0808 tanggal 22 Agustus Dalam perjanjian tersebut Bank bertindak sebagai agen penjual dengan memperoleh kompensasi berupa imbal jasa, dengan jangka waktu perjanjian selama 1 tahun dan dapat diperpanjang. Pada tanggal 1 September 2010 Bank mengadakan perubahan perjanjian kerjasama, dimana kedua pihak sepakat untuk mengubah daftar reksadana yang ditawarkan menjadi Bahana Reksadana Panin Terproteksi III, IV, V,VI, VII, VIII, IX, X, XI, XII dan XIII. d. Reksa Dana Pendapatan Tetap Berkualitas adalah Reksa Dana Penyertaan Terbatas berbentuk kontrak investasi kolektif antara PT Panin Sekuritas Tbk. selaku Manajer Investasi dan PT Bank Mega Tbk Cabang Jakarta sebagai Bank Kustodian. PT Panin Sekuritas Tbk. selaku Manajer Investasi, menunjuk Bank sebagai agen penjual Utama. Berdasarkan Perjanjian Penerapan Agen Penjual No. 110/RD/OPR/111/08 tanggal 14 Maret 2008, dalam melakukan pemasaran Reksa Dana Pendapatan Tetap Berkualitas, Bank memperoleh pembagian hasil keuangan yang dibayarkan oleh PT Panin Sekuritas Tbk setiap akhir bulannya. Pada tanggal 14 Maret 2011 Bank mengadakan perubahan perjanjian Penetapan Agen Penjual, dimana kedua pihak sepakat untuk mengubah jangka waktu perjanjian menjadi tanggal 14 Maret 2011 sampai dengan 14 Maret e. Reksa Dana Pendapatan Tetap Pemerintah adalah Reksa Dana Penyertaan berbentuk kontrak investasi kolektif antara PT Panin Sekuritas Tbk. selaku Manajer Investasi dan PT Bank Mega Tbk Cabang Jakarta sebagai Bank Kustodian. PT Panin Sekuritas Tbk selaku Manajer Investasi, menunjuk Bank sebagai agen penjual Utama. Berdasarkan Perjanjian Penerapan Agen Penjual No. 125/RD/OPR/111/08 tanggal 14 Maret 2008, dalam melakukan pemasaran Reksa Dana Pendapatan Tetap Pemerintah, Bank memperoleh pembagian hasil keuangan yang dibayarkan oleh PT Panin Sekuritas Tbk setiap akhir bulannya. Pada tanggal 14 Maret 2011 Bank mengadakan perubahan perjanjian Penetapan Agen Penjual, dimana kedua pihak sepakat untuk mengubah jangka waktu perjanjian menjadi tanggal 14 Maret 2011 sampai dengan 14 Maret

115 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Pendapatan fee penjualan Reksa Panin Terproteksi Pasti II dan pemasaran Bahana Reksa Panin Terproteksi III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, XII dan XIII dan produk Bancassurance dicatat Bank sebagai Pendapatan operasional lain - lainnya (Catatan 36). f. Pada tanggal 10 Desember 2004, VMF memperoleh fasilitas kredit konsumen kemitraan pola channeling dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dengan jumlah maksimum fasilitas sejumlah Rp juta yang akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan VMF dengan pelanggan. Sebagaimana tercantum dalam perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, VMF bertanggung jawab untuk, antara lain, melakukan penagihan, serta memelihara pencatatan dan penyimpanan dokumendokumen. Sebagai imbalannya, VMF diperbolehkan untuk membebankan suku bunga tertentu kepada pelanggan melebihi suku bunga yang dibayarkan kepada BNI. Perjanjian kerjasama pembiayaan ini dilakukan dengan dasar without recourse. Berdasarkan perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, VMF setuju untuk membuka rekening amanat (escrow account) pada BNI. Pinjaman ini dijamin dengan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor yang dibiayai. e. Pada tanggal 21 Agustus 2009, VMF memperoleh fasilitas kredit konsumen kemitraan pola channeling dari Bank Rakyat Indonesia (Persero) (BRI) dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp 50 miliar yang akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan VMF dengan pelanggan. Jangka waktu perjanjian kredit adalah 12 bulan sejak penandatanganan amandemen perjanjian kredit. Sebagaimana tercantum dalam perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, VMF bertanggung jawab untuk, antara lain, melakukan penagihan, serta memelihara pencatatan dan penyimpanan dokumendokumen. Sebagai imbalannya, VMF diperbolehkan untuk membebankan suku bunga tertentu kepada pelanggan melebihi suku bunga yang dibayarkan kepada BRI. Perjanjian kerjasama pembiayaan ini dilakukan dengan dasar without recourse. Pinjaman ini dijamin dengan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor yang dibiayai. f. Pada tanggal 4 Nopember 2010, VMF memperoleh fasilitas pinjaman revolving dari Bank CIMB Niaga sebesar Rp 50 miliar. Jangka waktu pinjaman adalah selama 24 bulan sejak ditandatanganinya perjanjian kredit. Suku bunga yang dikenakan adalah sebesar 12,75% per tahun. Pinjaman ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen sebesar 111% dan 125%, masing-masing untuk objek pembiayaan dalam kondisi baru dan untuk objek pembiayaan dalam kondisi bekas, dari saldo fasilitas pinjaman. g. Pada tanggal 30 Nopember 2010, VMF mengadakan perjanjian jual beli piutang dengan Bank Victoria International (Victoria) dengan jumlah maksimum harga jual beli piutang senilai Rp 100 miliar. Jangka waktu penyediaan plafond jual beli piutang adalah 12 bulan terhitung sejak ditandatanganinya perjanjian ini. Pada berbagai tanggal di tahun 2010, VMF menjual sebagian piutang pembiayaan konsumen sebesar nilai pokok piutang kepada Victoria sejumlah Rp juta h. Pada tanggal 8 Desember 2010, VMF memperoleh fasilitas kredit kerjasama penyaluran pembiayaan untuk pembelian kendaraan bermotor dari Bank DKI dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp 100 miliar yang akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan konsumen dengan VMF. Jangka waktu perjanjian kerjasama ini adalah 42 (empat puluh dua) bulan sejak penandatanganan perjanjian ini. Pinjaman ini dijamin dengan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor yang dibiayai. i. VMF mengadakan perjanjian kerjasama dengan beberapa perusahaan asuransi untuk melindungi kendaraan bermotor yang dibiayai oleh VMF, antara lain dari risiko kehilangan dan kerusakan. j. Berdasarkan Akte Perjanjian Pemberian Fasilitas Perbankan No. 02 tanggal 14 April 2010 yang dibuat oleh Notaris Arman Lany,SH, notaris di Jakarta, Clipan mendapatkan fasilitas kredit dari Bank Capital dengan fasilitas berikut ini : 112

116 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK Pinjaman Rekening Koran dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp juta dengan jangka waktu 12 bulan yang berakhir tanggal 14 April Tingkat bunga 12,5% per tahun. Pinjaman Angsuran Berjangka dengan jumlah pokok yang tidak melebihi Rp juta dengan jangka waktu pinjaman 12 bulan yang berakhir tanggal 14 April Tingkat bunga 12,5% per tahun. k. Berdasarkan surat No.S409/THD/LCBIII/XII/10 tanggal 27 Desember 2010, Clipan mendapatkan fasilitas kredit berupa Pinjaman Transaksi Khusus (PTK) dari Bank CIMB Niaga dengan jumlah maksimum Rp juta dengan jangka waktu 36 bulan dan tingkat bunga tetap 11% per tahun. Clipan memberikan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar 110% dari jumlah utang pokok fasilitas kredit. l. Pada tanggal 24 Oktober 1996, Clipan menandatangani perjanjian sewa gedung kantor Plaza 89 dengan PT Mulialand Tbk untuk jangka waktu 1 Oktober 1996 sampai dengan 30 September Pada bulan Maret 1998, Clipan telah pindah kantor ke gedung Plaza Panin Palmerah. Sejak bulan April 1998, Clipan tidak melakukan pembayaran sewa ke PT Mulialand Tbk. Sehubungan dengan itu, pada tanggal 27 Januari 1999 PT Mulialand Tbk mengajukan gugatan kepada Clipan yang didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Berdasarkan Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 43/PDT.G/1999/PN.Jak.Sel tanggal 29 Juli 1999, Clipan diwajibkan membayar sisa uang sewa, biaya pelayanan dan biaya lainnya untuk masa 14 April 1998 sampai dengan 30 September 1998 sebesar US$ dikurangi dengan deposit telepon Clipan sebesar Rp 58 juta dan ditambah denda keterlambatan 2% per bulan terhitung sejak tanggal 21 April 1998 sampai dengan seluruh liabilitas dibayar lunas oleh Clipan. Atas keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut, Clipan telah mengajukan permohonan banding kepada Pengadilan Tinggi Jakarta, dan selanjutnya berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No. 977/Pdt/1999/PT.DKI tanggal 25 Pebruari 2000, Clipan sebagai pihak yang dikalahkan. Dengan adanya hasil putusan tersebut, Clipan telah mengajukan kasasi kepada Mahkamah Agung RI dan telah menyampaikan memori kasasi tertanggal 26 Oktober 2000 sesuai risalah penerimaan permohonan kasasi No.43/PDT.G/1999/PN.Jkt.Sel. Telah ada surat dari Mahkamah Agung RI kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tentang penyampaian salinan putusan MA No. 2321/K/PDT/2001 tanggal 17 Maret Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, isi Surat Pemberitahuan Putusan Kasasi (formil) kepada Clipan belum diberitahukan sehingga isi Putusan belum diketahui. m. Kantor Cabang Semarang Clipan menerima gugatan perbuatan melawan hukum dari CV. Bina Usaha (Penggugat) terkait permasalahan hukum atas 9 (sembilan) unit Truk Tangki yang merupakan objek leasing CV. Bina Usaha (selaku Lessee) dan permasalahan pembayaran liabilitas leasing CV. Bina Usaha kepada Clipan (selaku Lessor). Gugatan tersebut diregister dengan No. 210/Pdt.G/2009/PN.Smg tanggal 7 September Dalam petitum gugatan, Penggugat antara lain mengajukan sita jaminan terhadap 9 (sembilan) unit Truk Tangki yang. merupakan Objek Leasing, tuntutan ganti rugi materiil sebesar Rp 478 juta dan ganti rugi immateriil sebesar Rp juta. Berdasarkan Putusan PN Semarang No.210/Pdt.G/2009/PN.Smg tanggal 26 Mei 2010 memutuskan, antara lain: - Dalam Pokok Perkara: menolak gugatan CV. Bina Usaha (Penggugat) untuk seluruhnya; - Dalam Rekonpensi: mengabulkan gugatan Clipan (selaku Penggugat Rekonpensi) untuk sebagian, menyatakan CV. Bina Usaha (selaku Tergugat Rekonpensi) telah ingkar janji (wanprestasi), memerintahkan Tergugat Rekonpensi untuk membayar ganti rugi materiil kepada Penggugat Rekonpensi sebesar Rp juta dan denda sebesar 0,4% per hari keterlambatan membayar ganti rugi tersebut. Atas Putusan PN Semarang No.210/Pdt.G/2009/PN.Smg tanggal 26 Mei 2010, CV. Bina Usaha mengajukan banding kepada pengadilan Tinggi Semarang. Saat ini perkara dalam proses banding di Pengadilan Tinggi Semarang. 113

117 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK n. Kantor Cabang Bandung Clipan selaku Tergugat menerima gugatan perbuatan melawan hukum dari Yudi Heriyanto (Penggugat) terkait permasalahan pembayaran liabilitas serta objek pembiayaan (jaminan) Penggugat selaku Konsumen kepada Clipan (selaku Perusahaan Pembiayaan). Gugatan tersebut teregister di Pengadilan Negeri Bandung No. 299/Pdt.G/2009/PN.Bdg tanggal 27 Agustus Dalam petitum gugatan, Penggugat antara lain menuntut untuk penjadwalan utang (reschedulling), penetapan sisa utang sebesar Rp 134 juta dengan jangka waktu pembayaran ditambah menjadi 7 tahun sampai dengan 9 tahun, tuntutan ganti rugi immateriil sebesar Rp 600 juta dan ganti rugi materiil sebesar Rp 30 juta. Berdasarkan Putusan PN Bandung No. 299/Pdt/G/2009/PN. Bdg tanggal 7 Juli 2010 memutuskan, antara lain : Dalam Pokok Perkara: menolak gugatan Yudi Heriyanto (Penggugat) seluruhnya; Dalam Rekonpensi : mengabulkan gugatan Penggugat Rekonpensi (Clipan) untuk sebagian, menyatakan Tergugat Rekonpensi (Yudi Heriyanto) telah melakukan perbuatan ingkar janji (wanprestasi), memerintahkan kepada Tergugat Rekonpensi agar menyerahkan Mercedes Benz yang menjadi Obyek Jaminan Fiducia kepada Penggugat Rekonpensi berdasarkan Sertifikat Fiducia No. W HT Th.2009 tanggal 19 Mei 2009 yang memiliki kekuatan eksekutorial, Atas Putusan PN Bandung No. 299/Pdt/G/2009/PN.Bdg tanggal 7 Juli 2010 tersebut Yudi Heriyanto menyatakan Banding. Pada Saat ini perkara tersebut masih dalam proses Banding. o. Clipan selaku Tergugat II mendapat gugatan perdata dari An Man Oh (selaku Penggugat). Gugatan tersebut teregister di Pengadilan Negeri Bogor dengan No. 61/Pdt.G/2010/PN.Bgr tanggal 9 Juni Gugatan terkait dengan pelaksanaan lelang eksekusi atas 5 bidang tanah jaminan atas nama Man Oh An (Ah Man Oh) selaku konsumen yang telah wanprestasi (konsumen bermasalah/macet) pada Clipan. Pelaksanaan lelang eksekusi atas jaminan 5 bidang tanah tersebut telah dilakukan pada tanggal 18 November 2009 di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bogor. Dalam petitum gugatan, Penggugat antara lain menuntut untuk menetapkan sita jaminan (conservatoir beslag) terhadap 5 bidang tanah atas nama Man Oh An dan memerintahkan para Tergugat untuk tidak mengalihkan, menjual, menjadikan jaminan kepada pihak lain/pihak ketiga. Saat ini perkara masih dalam proses persidangan di PN Bogor. Clipan selaku Termohon III dari Permohonan Intervensi No. 61/ Pdt.Intervensi/ 2010/PN.Bgr terhadap perkara perdata No.61/Pdt.G/2010/PN.Bgr tanggal 9 Juni 2010 tersebut diatas, yang diajukan oleh Tati (selaku Pemohon Intervensi) di Pengadilan Negeri Bogor. Dalam petitum permohonan, Pemohon Intervensi memohon agar diputuskan, antara lain: menyatakan menolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima gugatan perkara No.61/Pdt.G/2010/PN.Bgr tanggal 9 Juni 2010 yang teregister di Pengadilan Negeri Bogor, menyatakan Pemohon Intervensi sah sebagai Pemenang Lelang berdasarkan Risalah Lelang No.469/2009 tanggal 2 Desember 2009 serta Pemohon Intervensi berhak atas 5 (lima) bidang tanah yang telah dilelang dalam 1 (satu) paket. Saat ini perkara masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Bogor. Selain perkara tersebut di atas, dalam menjalankan kegiatan usahanya sebagai perusahaan pembiayaan, Clipan menerima beberapa gugatan perbuatan melawan hukum yang terutama berkaitan dengan piutang dan transaksi sewa. p. Dr. Tommy Sihotang, S.H., LLM dan Dr. Juniver Girsang, S.H., MH selaku Penggugat mengajukan gugatan perdata pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan No. 398/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel tanggal 14 Juli 2011 terhadap Clipan selaku Tergugat V beserta 6 (enam) Tergugat lainnya dan 2 (dua) Turut Tergugat, berupa gugatan ingkar janji/ wanprestasi dimana Penggugat menuntut Para Tergugat untuk membayar success fee kepada Penggugat (selaku Kuasa Hukum Para Tergugat dalam perkara kepailitan). Dalam petitum gugatan, Penggugat antara lain menuntut Para Tergugat untuk secaratanggung renteng membayar kerugian kepada Penggugat sejumlah Rp ribu ditambah dengan bunga sebesar 3 % setiap bulannya sejak gugatan didaftarkan Ssampai dengan Para Tergugat menyelesaikan seluruh kewajibannya secara tunai dan sekaligus, meminta Turut Tergugat untuk membekukan (suspending) kegiatan usaha dan/atau mendenda Clipan dan 1 (satu) Tergugat lainnya karena sebagai perusahaan publik telah melakukan perbuatan ingkar janji/ wanprestasi dan tidak 114

118 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK melaporkannya kepada Turut Tergugat sebagai badan-badan yang memberi izin dan mengawasi perusahaanperusahaan publik. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, perkara ini masih dalam proses persidangan. 51. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG BERBEDA DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk peristiwa dan transaksi sejenis dalam kondisi yang sama. Bank dan entitas anak menggunakan kebijakan akuntansi yang berbeda atas penyusutan kendaraan dan inventaris kantor dan tidak melakukan penyesuaian atas kebijakan akuntansi yang berbeda tersebut, karena tidak praktis dilakukan dan jumlahnya tidak signifikan. Kendaraan dan inventaris kantor disusutkan dengan metode menurun ganda (double declining balance method), kecuali kendaraan dan inventaris kantor milik entitas anak disusutkan dengan metode garis lurus. 52. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Seperti dijelaskan di Catatan 3s, Bank menyajikan kembali laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 1 Januari 2011 serta periode yang berakhir pada 31 Maret 2011 karena adanya perubahan kebijakan akuntansi atas penyisihan penghapusan atas aset non-produktif dan transaksi rekening administratif. Dampak dari penyesuaian yang dilakukan terhadap laporan posisi Keuangan konsolidasian dan laporan laba rugi komprehensif konsolidasian bank adalah sebagai berikut: 1 Januari 2011 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Sebelum Penyajian Kembali Setelah Penyajian Kembali ASET Aset pajak tangguhan 114,616 53,157 Aset lain-lain Aset tetap yang belum digunakan 399, ,941 dalam kegiatan operasional Jumlah aset 108,947, ,995,334 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS Estimasi kerugian komitmen 136,997 - dan kontinjensi Jumlah liabilitas 95,635,577 95,498,580 EKUITAS Saldo laba Tidak ditentukan penggunaannya 6,320,867 6,505,244 Jumlah ekuitas 13,312,378 13,496,754 Jumlah liabilitas dan ekuitas 108,947, ,995,

119 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2012 DAN 2011 (TIDAK 31 Maret 2011 Sebelum Setelah Laporan Laba Rugi Penyajian Penyajian Komprehensif Konsolidasian Kembali Kembali Pendapatan transaksi valuta asing - bersih 48,340 47,501 Beban kerugian penurunan nilai aset non produktif 145,163 52,726 Beban estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 30,265 - Manfaat (beban) pajak tangguhan (116,457) (147,418) Laba per saham 12,88 16, REKLASIFIKASI AKUN Akun kepentingan non-pengendali yang dalam laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 1 Januari 2011 disajikan sebagai komponen liabilitas telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011, yaitu sebagai komponen ekuitas. 54. INFORMASI KEUANGAN TERSENDIRI ENTITAS INDUK Informasi keuangan tersendiri entitas induk menyajikan informasi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, perubahan ekuitas dan arus kas, dimana penyertaan saham pada entitas anak dipertanggungjawabkan dengan metode biaya. Sebelum 1 Januari 2011, penyertaan saham pada entitas anak dipertanggungjawabkan dengan metode ekuitas. Sehubungan dengan penerapan PSAK 4 (revisi 2009), penyertaan saham tersebut dipertanggungjawabkan menjadi metode biaya. Oleh karena itu, informasi keuangan tersendiri entitas induk telah disajikan kembali. Informasi keuangan tersendiri entitas induk disajikan pada halaman 117 sampai dengan TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN PERSETUJUAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN INFORMASI TAMBAHAN Penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian dari halaman 3 sampai dengan 116 dan informasi tambahan dari halaman 117 sampai dengan halaman 125 merupakan tanggung jawab manajemen, dan telah disetuju oleh Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 30 April

120 PT. BANK PANIN Tbk. ENTITAS INDUK SAJA INFORMASI LAPORAN POSISI KEUANGAN TERSENDIRI ENTITAS INDUK 31 MARET 2012 (Tidak diaudit), 31 DESEMBER 2011 (Diaudit) dan 1 JANUARI 2011 (Tidak diaudit) 31 MARET 31 DESEMBER 1 JANUARI ( Disajikan kembali) ASET K a s 1,015,486 1,385,817 1,073,009 Giro pada Bank Indonesia 8,013,658 7,470,883 5,324,515 Giro pada bank lain - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai masing- masing sebesar nihil pada 31 Maret 2012, 31 Desember 2011, dan 1 Januari 2011 Pihak berelasi 26,003 79,389 78,740 Pihak ketiga 728,023 1,066, ,339 Jumlah 754,026 1,146, ,079 Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai masing-masing sebesar nihil pada 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011 Pihak berelasi 55,000 80, ,200 Pihak ketiga 12,092,466 15,003,692 16,365,309 Jumlah 12,147,466 15,083,692 16,545,509 Efek - Efek Pihak berelasi Dimiliki hingga jatuh tempo 30,000 30,000 30,000 Pihak ketiga Dimiliki hingga jatuh tempo 11,850,497 13,246,152 7,926,631 Tersedia untuk dijual 3,152,839 1,509,851 12,535,788 Diperdagangkan 983, , ,144 Jumlah 16,016,378 15,338,323 20,592,563 Dikurangi : Cadangan kerugian penurunan nilai (117,965) (58,701) (10,568) Bersih 15,898,413 15,279,622 20,581,995 Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai masingmasing sebesar nihil pada 31 Maret 2012, 31 Desember 6,991,359 2,798, dan 1 Januari 2011 Tagihan derivatif - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai masing-masing sebesar nihil pada 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari ,682 3,316 4,936 Kredit - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai masing-masing sebesar Rp 2,058,343 juta pada 31 Maret 2012, Rp 1,993,457 juta pada 31 Desember 2011 dan Rp 1,296,361 juta pada 1 Januari 2011 Pihak berelasi 418, , ,559 Pihak lain 71,922,048 68,368,676 55,449,935 Jumlah 72,340,222 68,800,355 55,960,

121 PT. BANK PANIN Tbk. ENTITAS INDUK SAJA INFORMASI LAPORAN POSISI KEUANGAN TERSENDIRI ENTITAS INDUK 31 MARET 2012 (Tidak diaudit), 31 DESEMBER 2011 (Diaudit) dan 1 JANUARI 2011 (Tidak diaudit) 31 MARET 31 DESEMBER 1 JANUARI ( Disajikan kembali) Tagihan akseptasi - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai masing-masing sebesar nihil pada 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari , , ,849 Penyertaan dalam bentuk saham - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai masing-masing sebesar Rp 625 juta pada 31 Maret 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari ,411,457 1,411, ,963 Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 1,634,123 juta pada 31 Maret 2012, Rp 1,580,435 juta pada 31 Desember 2011 dan Rp 1,381,893 juta pada tanggal 1 Januari ,791,580 1,703,927 1,674,932 Aset pajak tangguhan 32,542 28,966 37,572 Aset Lain-Lain Aset tetap yang belum digunakan dalam kegiatan operasional 316, , ,874 Agunan yang diambil alih - setelah dikurangi penyisihan penghapusan aset non produktif masing-masing sebesar Rp 90,199 juta pada 31 Maret 2012, Rp 91,174 juta pada 31 Desember 2011 dan Rp 132,326 juta pada 1 Januari , , ,161 Lainnya 1,787,570 1,586,947 1,285,608 JUMLAH ASET 123,464, ,261, ,424,

122 PT. BANK PANIN Tbk. ENTITAS INDUK SAJA INFORMASI LAPORAN POSISI KEUANGAN TERSENDIRI ENTITAS INDUK 31 MARET 2012 (Tidak diaudit), 31 DESEMBER 2011 (Diaudit) dan 1 JANUARI 2011 (Tidak diaudit) 31 MARET 31 DESEMBER 1 JANUARI (Disajikan kembali) LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS Liabilitas segera 455, , ,534 Simpanan Pihak berelasi 582, , ,163 Pihak ketiga 89,250,044 84,903,837 74,590,519 Jumlah 89,832,188 85,536,152 75,054,682 Simpanan dari bank lain Pihak berelasi 12,428 10,333 30,162 Pihak ketiga 7,307,053 5,304,089 3,536,722 Jumlah 7,319,481 5,314,422 3,566,884 Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali - pihak ketiga 1,753,413 3,665,163 4,653,892 Liabilitas derivatif - pihak ketiga 3,190 2,951 7,216 Liabilitas Akseptasi Pihak berelasi - 4,139 - Pihak ketiga 755, , ,849 Jumlah 755, , ,849 Surat berharga yang diterbitkan - bersih 2,880,198 2,916,302 2,832,658 Pinjaman yang diterima - pihak ketiga 1,529,063 1,334,735 2,251,027 Utang pajak 250, ,591 92,090 Liabilitas Lain - lain 732, , ,224 Obligasi subordinasi - bersih 3,931,589 3,930,114 3,924,611 Jumlah Liabilitas 109,442, ,754,302 93,540,

123 PT. BANK PANIN Tbk. ENTITAS INDUK SAJA INFORMASI LAPORAN POSISI KEUANGAN TERSENDIRI ENTITAS INDUK 31 MARET 2012 (Tidak diaudit), 31 DESEMBER 2011 (Diaudit) dan 1 JANUARI 2011 (Tidak diaudit) 31 MARET 31 DESEMBER 1 JANUARI (Disajikan kembali) EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 100,- per saham Modal dasar saham pada 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 serta saham pada 1 Januari Modal ditempatkan dan disetor penuh saham 2,408,765 2,408,765 2,408,765 Agio saham 3,444,330 3,444,330 3,444,330 Komponen ekuitas lainnya 5,609 (29,714) (24,446) Saldo Laba Ditentukan penggunaannya 120, , ,000 Tidak ditentukan penggunaannya 8,043,077 7,564,233 5,955,180 Jumlah Ekuitas 14,021,781 13,507,614 11,883,829 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 123,464, ,261, ,424,

124 PT. BANK PANIN Tbk. ENTITAS INDUK SAJA INFORMASI LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF TERSENDIRI ENTITAS INDUK UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2012 DAN 2011 (Tidak diaudit) PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL 31 MARET 31 MARET (Disajikan kembali) Pendapatan Bunga Bunga yang diperoleh 2,330,612 2,068,941 Provisi dan komisi kredit 74,052 89,230 Jumlah pendapatan bunga 2,404,664 2,158,171 Beban Bunga Bunga yang dibayar 1,122,954 1,130,940 Hadiah 139,127 1,803 Provisi dan komisi yang dibayar 64,374 62,657 Jumlah beban bunga 1,326,455 1,195,400 Pendapatan Bunga - bersih 1,078, ,771 Pendapatan (Beban) Operasional Lainnya Keuntungan bersih penjualan efek 135,178 30,037 Provisi dan komisi lainnya - bersih 14,869 16,043 Pendapatan transaksi valuta asing - bersih 46,595 29,782 Keuntungan (kerugian) bersih penilaian efek yang diperdagangkan (64,943) (2,645) Lainnya 167,489 76,347 Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya 299, ,564 Beban (pemulihan) kerugian penurunan nilai Aset produktif 163,683 (37,959) Aset non produktif (975) 49,757 Jumlah Beban Kerugian Penurunan Nilai 162,708 11,798 Beban Operasional Lainnya Umum dan administrasi 365, ,623 Tenaga kerja 164, ,797 Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya 20,891 12,501 Lainnya 33,500 47,690 Jumlah Beban Operasional Lainnya 584, ,611 Beban Operasional Lainnya - Bersih (448,024) (500,845) LABA OPERASIONAL 630, ,

125 PT. BANK PANIN Tbk. ENTITAS INDUK SAJA INFORMASI LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF TERSENDIRI ENTITAS INDUK UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2012 DAN 2011 (Tidak diaudit) 31 MARET 31 MARET (Disajikan kembali) PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL Hasil sewa 4,111 3,908 Lainnya - bersih 6,102 4,862 PENDAPATAN NON OPERASIONAL - BERSIH 10,213 8,770 LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 640, ,696 PENDAPATAN (BEBAN) PAJAK Pajak kini (165,131) (119,541) Pajak tangguhan 3, Jumlah (161,554) (118,994) LABA BERSIH 478, ,702 PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN Keuntungan (kerugian) atas aset keuangan tersedia untuk dijual - bersih 35,323 (5,799) JUMLAH LABA KOMPREHENSIF 514, ,

126 PT. BANK PANIN TbK. ENTITAS INDUK SAJA INFORMASI LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS TERSENDIRI ENTITAS INDUK UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2012 DAN 2011 (Tidak diaudit) Modal Agio Selisih Laba (rugi) belum Saldo laba Jumlah saham saham transaksi direalisasi Ditentukan Tidak ditentukan Ekuitas ekuitas dengan atas pemilikan penggunaannya penggunaannya pihak efek tersedia non-pengendali untuk dijual Saldo per 1 Januari ,408,765 3,444,330 - (24,446) 100,000 5,955,180 11,883,829 Laba bersih tahun berjalan , ,702 Rugi belum direalisasi atas pemilikan efek tersedia untuk dijual (5,799) - - (5,799) Jumlah laba komprehensif (5,799) - 351, ,903 Saldo per 31 Maret ,408,765 3,444,330 - (30,245) 100,000 6,306,882 12,229,732 Cadangan umum ,000 (20,000) - Laba bersih tahun berjalan ,277,351 1,277,351 Rugi belum direalisasi atas pemilikan efek tersedia untuk dijual Jumlah laba komprehensif ,277,351 1,277,882 Saldo per 31 Desember ,408,765 3,444,330 - (29,714) 120,000 7,564,233 13,507,614 Laba bersih tahun berjalan , ,844 Rugi belum direalisasi atas pemilikan efek tersedia untuk dijual , ,323 Jumlah laba komprehensif , , ,167 Saldo per 31 Maret ,408,765 3,444,330-5, ,000 8,043,077 14,021,

127 PT BANK PANIN Tbk. INDUK PERUSAHAAN SAJA INFORMASI LAPORAN ARUS KAS TERSENDIRI ENTITAS INDUK UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2012 DAN 2011 (Tidak diaudit) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI : (Disajikan kembali) Bunga,provisi dan komisi kredit yang diterima 2,413,906 2,224,135 Bunga, hadiah dan provisi komisi dana yang dibayar (1,325,423) (1,200,455) Penerimaan pendapatan operasional lainnya 252, ,330 Pembayaran beban operasional lainnya (657,713) (914,669) Keuntungan dari transaksi valuta asing - bersih 46,595 32,976 Penerimaan (pembayaran) beban non operasional - bersih 9,892 5,960 Pembayaran beban pajak (134,274) (85,857) Arus kas operasi sebelum perubahan dalam aset dan liabilitas operasi 605, ,420 Penurunan (kenaikan) aset operasi Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain (5,418,681) (5,791,474) Efek-efek (628,692) (1,898,728) Kredit (3,590,841) (3,486,742) Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (4,193,198) (1,026,977) Aset lain-lain 128,305 91,781 Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi Liabilitas segera 201, ,003 Simpanan 4,296,036 3,533,904 Simpanan dari bank lain 2,005,059 1,143,039 Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (1,911,751) (633,500) Liabilitas lain-lain (8,064) 46,404 Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Operasi (8,514,973) (7,567,870) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Perolehan aset tetap (116,518) (54,420) Hasil penjualan aset tetap 379 1,190 Kas bersih digunakan untuk Aktivitas Investasi (116,139) (53,230) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Obligasi yang dibeli kembali (37,000) (12,905) Penerimaan (pembayaran) pinjaman yang diterima 194,329 (1,339,865) Biaya emisi obligasi dan obligasi subordinasi yang diterbitkan (43) 276 Kas bersih digunakan untuk Aktivitas Pendanaan 157,286 (1,352,494) KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS (8,473,826) (8,973,594) KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 25,358,864 28,245,612 KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 16,885,038 19,272,

128 PT BANK PANIN Tbk. INDUK PERUSAHAAN SAJA INFORMASI LAPORAN ARUS KAS TERSENDIRI ENTITAS INDUK UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2012 DAN 2011 (Tidak diaudit) (Disajikan kembali) PENGUNGKAPAN TAMBAHAN Kas dan setara kas terdiri dari : Kas 1,015, ,501 Giro pada Bank Indonesia 8,013,658 6,796,707 Giro pada Bank Lain 754, ,885 Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain 6,728,785 7,610,735 Efek-efek, jatuh tempo dalam tiga bulan atau kurang 373,083 3,430,190 16,885,038 19,272,

PT. BANK PANIN Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT. BANK PANIN Tbk DAN ENTITAS ANAK PT. BANK PANIN Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER

Lebih terperinci

IKATAN AKUNTAN INDONESIA (INSTITUTE OF INDONESIA CHARTERED ACCOUNTANTS)

IKATAN AKUNTAN INDONESIA (INSTITUTE OF INDONESIA CHARTERED ACCOUNTANTS) STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN EFEKTIF PER 1 JANUARI 2017 1 PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan 28 Oktober 2015 2 PSAK 2 Laporan Arus Kas 3 PSAK 3 Laporan Keuangan Interim 28 September 2016 4 PSAK 4 Laporan

Lebih terperinci

PT. BANK PANIN Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT. BANK PANIN Tbk DAN ENTITAS ANAK PT. BANK PANIN Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2016 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2015 (DIAUDIT) SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER

Lebih terperinci

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Untuk Periode yang Dimulai dari 18 Desember 2012 (Tanggal Pendirian) sampai dengan 31 Desember 2012 Laporan Posisi Keuangan 1 Laporan Laba

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2015

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2016

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

Lebih terperinci

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 DAFTAR ISI Halaman

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2014

Lebih terperinci

PT. CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk

PT. CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk PT. CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2011 DAN 2010 DAN TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009 DAN 2008 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK 30 September 2014 Dan 31 Desember 2013 Serta Untuk Periode-Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2014 dan

Lebih terperinci

PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 DAN 2010

PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 DAN 2010 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastucture, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) Approved by: PT SEKAWAN INTIPRATAMA

Lebih terperinci

DAFTAR STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BERLAKU SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2011 PSAK / ISAK / PPSAK UMUM

DAFTAR STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BERLAKU SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2011 PSAK / ISAK / PPSAK UMUM DAFTAR STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BERLAKU SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2011 No 1 PSAK 1 (2009) PSAK / ISAK / PPSAK UMUM Penyajian Laporan Keuangan 2 PSAK 2 (2009) Laporan Arus Kas 3 PSAK 3 (2010) Laporan

Lebih terperinci

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) DAN (Mata Uang Rupiah) PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS

Lebih terperinci

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2012 DAN 2011 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 (AUDITAN) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN KEUANGAN Untuk periode

Lebih terperinci

30 Juni 31 Desember

30 Juni 31 Desember LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 30 Juni 31 Desember ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 73102500927 63710521871 Investasi 2072565000 1964636608 Piutang usaha - setelah

Lebih terperinci

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen

Lebih terperinci

PT VICTORIA INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT VICTORIA INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT VICTORIA INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN Diaudit) DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2012 (Diaudit) (AKUN-AKUN PADA LAPORAN POSISI KEUANGAN) DAN ANGKA

Lebih terperinci

PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK REVISI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2013 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2012 (AKUN-AKUN

Lebih terperinci

Jumlah Aset Lancar

Jumlah Aset Lancar PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2011, 31 Desember 2010 dan 1 Januari 2010 (Disajikan dalam rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan

Lebih terperinci

PT CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk

PT CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk LAPORAN KEUANGAN INTERIM UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 2011 (DIAUDIT) SERTA TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) PT. CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk DAFTAR

Lebih terperinci

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT EVERGREEN INVESCO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2016 DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Posisi

Lebih terperinci

PT BATAVIA PROSPERINDO INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN

PT BATAVIA PROSPERINDO INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN DAFTAR ISI Pernyataan Direksi dan Komisaris Ekshibit Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian A Laporan Laba Rugi Komprehensif

Lebih terperinci

Jumlah Aset Lancar 80,278,114,864 69,876,058,857

Jumlah Aset Lancar 80,278,114,864 69,876,058,857 PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Per 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 (Disajikan dalam rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan 31 Maret 2012 31

Lebih terperinci

PT SELAMAT SEMPURNA Tbk. DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 31 Maret 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia)

PT SELAMAT SEMPURNA Tbk. DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 31 Maret 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia) Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 31 Maret 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia) PT SELAMAT SEMPURNA TBK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (TIDAK DIAUDIT) Daftar Isi Halaman Laporan Posisi Keuangan

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN - Pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016, untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN - Pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016, untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN - Pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016, untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

Lebih terperinci

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI Per (Tidak Diaudit) ASET 31 Desember 2010 ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga Piutang Lainlain Pihak Ketiga Persediaan Bersih Biaya Dibayar di

Lebih terperinci

JUMLAH ASET Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

JUMLAH ASET Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. PT. CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) ASET Tidak Diaudit Diaudit 30 Juni 31 Desember Catatan 2012 2011 Kas dan setara kas

Lebih terperinci

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Periode Sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2013 (UnAudited) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2012 (Audited) dan Laporan

Lebih terperinci

PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2017 Dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2016 (Audited)

Lebih terperinci

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4 Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian

Lebih terperinci

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian

Lebih terperinci

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi serta Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut:

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi serta Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut: 31 MARET 2014 (TIDAK DAN 31 DESEMBER 2013 ( SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2014 (TIDAK DAN 31 MARET 2013 (TIDAK 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Clipan Finance

Lebih terperinci

PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT. RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI INTERIM 30 JUNI 2011 ( TIDAK DIAUDIT ) DAN 31 DESEMBER 2010 ( DIAUDIT ) DAN PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

Lebih terperinci

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. (Perusahaan) didirikan di Bandung berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 Juli 1988 dan Notaris Nany Sukarja, S. H. Akta Pendirian

Lebih terperinci

PT SELAMAT SEMPURNA Tbk. DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 30 Juni 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia)

PT SELAMAT SEMPURNA Tbk. DAN ENTITAS ANAK. Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 30 Juni 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia) Laporan Keuangan Konsolidasian (Tidak Diaudit) 30 Juni 2012 (Mata Uang Rupiah Indonesia) PT SELAMAT SEMPURNA TBK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (TIDAK DIAUDIT) Daftar Isi Halaman Laporan Posisi Keuangan

Lebih terperinci

PT TRUST FINANCE INDONESIA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT TRUST FINANCE INDONESIA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 ASET Catatan Kas dan Setara Kas 2d, 2e, 4 13.621.814.172 18.083.381.861 Piutang Pembiayaan Investasi Pihak ketiga Setelah dikurangi pendapatan

Lebih terperinci

PT SURABAYA AGUNG INDUSTRI PULP & KERTAS Tbk

PT SURABAYA AGUNG INDUSTRI PULP & KERTAS Tbk Laporan Keuangan Tanggal 31 Maret 2013 Dan 31 Desember 2012 Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2013 Dengan Angka Perbandingan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir (Mata

Lebih terperinci

Laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan Beserta Laporan Auditor Independen

Laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan Beserta Laporan Auditor Independen PT. NUSANTARA INTI CORPORA Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 Beserta Laporan Auditor Independen DAFTAR ISI Halaman I.

Lebih terperinci

P.T. MAYORA INDAH Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

P.T. MAYORA INDAH Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN P.T. MAYORA INDAH Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Laporan Keuangan Konsolidasian pada tanggal 31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011 (Diaudit) serta untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2012 dan 2011. DAFTAR

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3 DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian... 1-2 Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian...

Lebih terperinci

PT POOL ADVISTA INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT POOL ADVISTA INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT POOL ADVISTA INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL- TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012 Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN

Lebih terperinci

PT MULTIBREEDER ADIRAMA INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN DAFTAR ISI

PT MULTIBREEDER ADIRAMA INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN DAFTAR ISI DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan Konsolidasian Pada Tanggal 31 Maret 2012 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2011 (diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan

Lebih terperinci

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk. Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 Dan Laporan Auditor Independen

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk. Laporan Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 Dan Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Dan Laporan Auditor Independen LAPORAN KEUANGAN Dan Laporan Auditor Independen Daftar Isi Laporan Auditor Independen Halaman Laporan Posisi Keuangan... 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif...

Lebih terperinci

PT KRESNA GRAHA SEKURINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada 30 September 2013, 30 September

PT KRESNA GRAHA SEKURINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada 30 September 2013, 30 September PT KRESNA GRAHA SEKURINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada 30 September 2013, 30 September 2012 dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada 31 Desember

Lebih terperinci

PT Greenwood Sejahtera Tbk dan Entitas Anak

PT Greenwood Sejahtera Tbk dan Entitas Anak PT Greenwood Sejahtera Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian - dengan Informasi Tambahan Konsolidasian Pada Tanggal 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 serta untuk Periode Sembilan Bulan

Lebih terperinci

PT Greenwood Sejahtera Tbk dan Entitas Anak

PT Greenwood Sejahtera Tbk dan Entitas Anak PT Greenwood Sejahtera Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian - dengan Informasi Tambahan Konsolidasian Pada Tanggal 30 Juni 2012 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2011 serta untuk Periode Enam

Lebih terperinci

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Interim Konsolidasian (Tidak Diaudit) 30 September 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 dan Sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2012 dan

Lebih terperinci

PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2016 Dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2015 (Audited)

Lebih terperinci

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Periode Tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2014 (UnAudited) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2013 (Audited) dan Laporan Keuangan

Lebih terperinci

PT. POLARIS INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 30 September 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit)

PT. POLARIS INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 30 September 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) PT. POLARIS INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 30 September 2016 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2015 (Diaudit) Serta Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian untuk

Lebih terperinci

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Periode Tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2013 (UnAudited) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2012 (Audited) dan Laporan Keuangan

Lebih terperinci

PT YULIE SEKURINDO TBK LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2015 BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)

PT YULIE SEKURINDO TBK LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2015 BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN (MATA UANG RUPIAH INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN (MATA UANG RUPIAH INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN TANGGAL BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris

Lebih terperinci

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk

PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk PT. NUSANTARA INTI CORPORA, Tbk LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Periode Tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2016 (UnAudited) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2015 (Audited) dan Laporan Keuangan

Lebih terperinci

PT MITRA INVESTINDO Tbk

PT MITRA INVESTINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (AUDITAN) SERTA PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR (TIDAK DIAUDIT) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN PER

Lebih terperinci

P.T. MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

P.T. MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK P.T. MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI

Lebih terperinci

PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK. LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012

PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK. LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman Surat

Lebih terperinci

PT NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian PT NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK 30 Juni 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Audit) Serta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni

Lebih terperinci

PT VICTORIA INSURANCE

PT VICTORIA INSURANCE ` PT VICTORIA INSURANCE Laporan Keuangan 30 September 2015 (Tidak Diaudit), 31 December2014 Dan Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 September 2015 dan 2014 (Tidak Diaudit) LAPORAN

Lebih terperinci

30 September 31 Desember Catatan

30 September 31 Desember Catatan LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 30 September 31 Desember ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2e, 4, 30, 33 59998597270 63710521871 Investasi 2c, 5, 30, 33 2068611000

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2013 dan 2012 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2013 dan 2012 Beserta LAPORAN AUDITOR PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2013 dan 2012 Beserta LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAFTAR ISI Halaman I. SURAT PERNYATAAN DIREKSI

Lebih terperinci

Jumlah aset lancar

Jumlah aset lancar LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 SEPTEMBER 2015, 31 DESEMBER 2014 DAN 2013 Catatan 30 September 2015 31 Desember 2014* 31 Desember 2013* ASET ASET LANCAR Kas dan bank 5, 22 3.290.851.940 3.950.247.926

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2013 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2012 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)

Lebih terperinci

PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN INFORMASI TAMBAHAN KONSOLIDASIAN Dengan Angka Perbandingan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN KEUANGAN

Lebih terperinci

1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember (Disajikan kembali)

1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember (Disajikan kembali) LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 Desember 2011, 2010 dan 1 Januari 2010/ 31 Desember 2009 1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember 2009 2011 2010 (Disajikan kembali) ASET ASET LANCAR

Lebih terperinci

PT BALI TOWERINDO SENTRA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT BALI TOWERINDO SENTRA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT BALI TOWERINDO SENTRA Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian tanggal 30 Juni 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2014 dan 2013

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3 DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian... 1-2 Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian...

Lebih terperinci

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2013

Lebih terperinci

PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2014

PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2014 PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT PELAYARAN BAHTERA ADHIGUNA DAN ENTITAS ANAK Lampiran 1/1 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN ASET 31 Desember 31 Desember

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL- TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Satuan Rupiah)

Lebih terperinci

PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN INFORMASI TAMBAHAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK

Lebih terperinci

PT ALDIRACITA CORPOTAMA DAN ENTITAS ANAK

PT ALDIRACITA CORPOTAMA DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2011 (Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2010) Beserta Laporan Auditor Independen Daftar Isi

Lebih terperinci

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2012 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2011 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)

Lebih terperinci