BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
|
|
|
- Suhendra Tanuwidjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.879, 2015 KEMENPOLHUKAM. Jabatan Pimpinan Tinggi. Terbuka. Pengisian. Pedoman. PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI SECARA TERBUKA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka dan kompetitif dengan memperhatikan syarat kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan dan latihan, rekam jejak jabatan dan integritas serta persyaratan lain yang dibutuhkan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, perlu dilakukan pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka;
2 2 b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan tentang Pedoman Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Struktural (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 197, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4018) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4194); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang, Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 164); 4. Peraturan Presiden Nomor 178 Tahun 2014 tentang Badan Keamanan Laut (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 380); 5. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8); 6. Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2015 tentang Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 83); 7. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Nomor: Per- 367/Menko/Polhukam/10/2010 tentang Organisasi
3 3 dan Tata Kerja Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; 8. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Nomor: PER-7/Menko/12/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Komisi Kejaksaaan Republik Indonesia; 9. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Nomor: PER-01/Menko/1/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Komisi Kepolisian Nasional; 10. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 477); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN TENTANG PEDOMAN PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI SECARA TERBUKA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN. Pasal 1 Pedoman Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 2 Pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka dilakukan melalui proses seleksi terbuka yang dilaksanakan oleh panitia seleksi untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi utama, jabatan pimpinan tinggi madya dan jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Pasal 3 Pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 1 secara berkelanjutan akan dievaluasi, kemudian disesuaikan dengan dinamika perubahan peraturan perundang-undangan, kebutuhan organisasi Kementerian Koordinator
4 4 Bidang Politik, Hukum dan Keamanan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pasal 4 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 4 Juni 2015 MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA, TEDJO EDHI PURDIJATNO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 11 Juni 2015 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, YASONNA H. LAOLY
5 5 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI SECARA TERBUKA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN PEDOMAN PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI SECARA TERBUKA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN
6 6 A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara disebutkan bahwa pengisian jabatan pimpinan tinggi dilakukan secara terbuka dengan memperhatikan syarat kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan dan latihan, rekam jejak jabatan, dan integritas serta persyaratan lain yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sebagai wujud komitmen terhadap Grand Design Reformasi Birokrasi yang dipertajam dengan rencana aksi 9 (Sembilan) Program Percepatan Reformasi Birokrasi maka Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan berupaya mewujudkan Manajemen Aparatur Sipil Negara berdasarkan merit sistem, salah satunya dengan melaksanakan pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka. Dengan sistem merit tersebut, maka pelaksanaan promosi jabatan didasarkan pada kebijakan dan manajemen Aparatur Sipil Negara yang dilakukan sesuai dengan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, atau kondisi kecacatan. Sehubungan dengan ketentuan tersebut di atas, guna lebih menjamin terpenuhinya pengisian jabatan pimpinan tinggi di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan secara profesional, akuntabel, dan obyektif perlu dilakukan pengaturan mengenai pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka melalui proses seleksi terbuka berdasarkan sistem merit, dengan mempertimbangkan kesinambungan karier Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan. B. Maksud dan Tujuan Maksud disusun Pedoman Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan adalah sebagai acuan bagi panitia seleksi dalam menyelenggarakan pengisian jabatan pimpinan tinggi utama, pimpinan tinggi madya dan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Tujuannya adalah terselenggaranya seleksi calon pejabat pimpinan tinggi yang transparan, obyektif, kompetitif, dan akuntabel serta mendapatkan jabatan pimpinan tinggi yang berkualitas.
7 7 C. Sasaran Sasaran disusunnya Pedoman Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan adalah terselenggaranya seleksi calon pejabat pimpinan tinggi yang transparan, obyektif, kompetitif, dan akuntabel serta terpilihnya calon pejabat pimpinan tinggi sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan dan mengacu pada sistem merit. D. Ruang Lingkup Ruang lingkup disusunnya Pedoman Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan meliputi jabatan pimpinan tinggi di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, tata cara seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi, monitoring dan evaluasi. E. Pengertian 1. Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai Aparatur Sipil Negara secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan. 2. Jabatan Pimpinan Tinggi adalah sekelompok jabatan tinggi pada instansi pemerintah. 3. Pejabat Pimpinan Tinggi adalah Pegawai Aparatur Sipil Negara, prajurit Tentara Nasional Indonesia, dan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi. 4. Jabatan Pimpinan Tinggi Utama adalah kepala lembaga pemerintah non kementerian. 5. Jabatan Pimpinan Tinggi Madya adalah jabatan yang setara dengan Eselon I a dan Eselon I b. 6. Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama adalah jabatan yang setara dengan Eselon II. 7. Pejabat Pembina Kepegawaian adalah pejabat yang mempunyai kewenangan menetapkan pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian Pegawai Aparatur Sipil Negara dan pembinaan Manajemen Aparatur Sipil Negara di instansi pemerintah sesuai ketentuan perundang-undangan. Pejabat Pembina Kepegawaian yang dimaksud dalam Peraturan Menteri ini adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. 8. Pejabat yang Berwenang adalah pejabat yang mempunyai kewenangan melaksanakan proses pengangkatan, pemindahan,
8 8 dan pemberhentian pegawai Aparatur Sipil Negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pejabat yang Berwenang yang dimaksud dalam Peraturan Menteri ini adalah Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. 9. Komisi Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat KASN adalah lembaga nonstruktural yang mandiri dan bebas dari intervensi politik. 10. Panitia Seleksi adalah tim yang dibentuk oleh Pejabat Pembina Kepegawaian untuk melaksanakan seleksi terbuka calon pimpinan tinggi. 11. Sekretariat Panitia Seleksi adalah tim yang dibentuk oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan selaku Pejabat yang Berwenang untuk membantu Panitia Seleksi dalam melaksanakan seleksi terbuka calon pimpinan tinggi. 12. Tim Penilai Kompetensi adalah tim independen yang ditunjuk oleh Ketua Panitia Seleksi yang bertugas untuk membantu Panitia Seleksi. 13. Sistem Merit adalah kebijakan dan Manajemen Aparatur Sipil Negara yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, atau kondisi kecacatan. 14. Assesment Center adalah metode terstandar yang dilakukan untuk menilai/mengukur kompetensi dan prediksi keberhasilan PNS dalam suatu jabatan dengan menggunakan alat ukur psikotes, kuisioner kompetensi, dan wawancara kompetensi berdasarkan persyaratan kompetensi jabatan dan dilakukan oleh beberapa assesor.
9 9 BAB II JABATAN PIMPINAN TINGGI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN F. Jabatan Pimpinan Tinggi Utama Jabatan Pimpinan Tinggi Utama di lingkungan Kementerian Koodinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yaitu: Kepala Badan Keamanan Laut. G. Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Koodinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, yaitu: 1. Sekretaris Kementerian Koordinator; 2. Deputi Kementerian Koordinator; dan 3. Staf Ahli Kementerian Koordinator. H. Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, yaitu: 1. Kepala Biro Kementerian Koordinator; 2. Inspektur Kementerian Koordinator; 3. Asisten Deputi Kementerian Koordinator; 4. Kepala Sekretariat Komisi Kepolisian Nasional; dan 5. Kepala Sekretariat Komisi Kejaksaan Republik Indonesia. I. Jabatan Pimpinan Tinggi Yang Dapat Diisi Oleh Prajurit Tentara Nasional Indonesia Atau Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia Aktif 1. Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi oleh prajurit Tentara Nasional Indonesia atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia aktif mengacu pada standar kompetensi jabatan yang ditentukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. 2. Pengisian jabatan sebagaimana dimaksud pada angka 1 dilakukan melalui suatu mekanisme tahapan seleksi.
10 10 BAB III TATA CARA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI J. Persyaratan Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dilaksanakan secara kompetitif oleh Panitia Seleksi dengan persyaratan sebagai berikut: 1. Jabatan Pimpinan Tinggi Utama a. persyaratan umum: 1) personel dari instansi penegak hukum yang memiliki kekuatan armada patroli; 2) telah menduduki jabatan eselon I atau yang setara, atau jabatan eselon II yang memiliki pengalaman jabatan terkait selama minimal 5 (lima) tahun. 3) memiliki kompetensi yang terkait dengan jabatan dan pengalaman pada bidang yang sesuai; 4) kualifikasi pendidikan umum minimal sarjana (S-1) atau yang setara; 5) semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir; 6) tidak sedang menjalani hukuman disiplin; 7) telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada jabatan terakhir dan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Orang Pribadi 1 (satu) tahun terakhir; dan 8) sehat fisik dan mental. b. persyaratan khusus: 1) Pegawai Negeri Sipil: a) pangkat sekurang-kurangnya Pembina Utama Madya Golongan Ruang IV/d; b) telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II, diutamakan telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat I; dan c) berusia setinggi-tingginya 58 (lima puluh delapan) tahun. 2) prajurit Tentara Nasional Indonesia/anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia: a) pangkat perwira tinggi bintang dua atau perwira tinggi bintang tiga;
11 11 b) telah mengikuti pendidikan: (1) Sekolah Staf dan Komando Angkatan atau Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia; atau (2) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia; c) berusia setinggi-tingginya 56 (lima puluh enam) tahun. 2. Jabatan Pimpinan Tinggi Madya a. Jabatan Sekretaris Kementerian Koordinator 1) persyaratan umum: a) telah menduduki jabatan eselon I atau yang setara, atau jabatan eselon II yang memiliki pengalaman jabatan terkait selama minimal 5 (lima) tahun; b) memiliki kompetensi yang terkait dengan jabatan dan pengalaman pada bidang yang sesuai; c) kualifikasi pendidikan umum minimal sarjana (S-1) atau yang setara; d) semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir; e) tidak sedang menjalani hukuman disiplin; f) telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada jabatan terakhir dan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Orang Pribadi (SPT) 1 (satu) tahun terakhir; dan g) sehat fisik dan mental. 2) persyaratan khusus: a) Pegawai Negeri Sipil: (1) pangkat sekurang-kurangnya Pembina Utama Madya Golongan Ruang IV/d; (2) telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II, diutamakan telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat I; dan (3) berusia setinggi-tingginya 58 (lima puluh delapan) tahun. b) prajurit Tentara Nasional Indonesia/anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia: (1)pangkat perwira tinggi bintang dua atau perwira tinggi bintang tiga;
12 12 (2)telah mengikuti pendidikan; (a) Sekolah Staf dan Komando Angkatan atau Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia; atau (b) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia; (3) pernah menduduki jabatan sebagai Panglima Komando Utama atau Kepala Kepolisian Daerah; dan (4) berusia setinggi-tingginya 56 (lima puluh enam) tahun. b. Jabatan Deputi 1) persyaratan umum: a) telah menduduki jabatan eselon I atau yang setara, atau jabatan eselon II yang memiliki pengalaman jabatan terkait selama minimal 5 (lima) tahun; b) memiliki kompetensi yang terkait dengan jabatan dan pengalaman pada bidang yang sesuai; c) kualifikasi pendidikan umum minimal sarjana (S-1) atau yang setara; d) semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir; e) tidak sedang menjalani hukuman disiplin; f) telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada jabatan terakhir dan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Orang Pribadi (SPT) 1 (satu) tahun terakhir; dan g) sehat fisik dan mental. 2) persyaratan khusus a) Pegawai Negeri Sipil: (1) pangkat sekurang-kurangnya Pembina Utama Madya Golongan Ruang IV/d; (2) telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II, diutamakan telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat I; dan (3) berusia setinggi-tingginya 58 (lima puluh delapan). b) prajurit Tentara Nasional Indonesia/anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia: (1)pangkat perwira tinggi bintang satu atau perwira tinggi bintang dua;
13 13 (2)telah mengikuti pendidikan: (a) Sekolah Staf dan Komando Angkatan atau Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia; atau (b) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia; (3)berusia setinggi-tingginya 56 (lima puluh enam) tahun. c. Jabatan Staf Ahli 1) persyaratan umum: a) telah menduduki jabatan eselon I atau yang setara, atau eselon II yang memiliki pengalaman jabatan terkait selama minimal 5 (lima) tahun. Khusus pelamar dari jabatan fungsional sekurang-kurangnya menduduki jabatan fungsional jenjang madya; b) memiliki kompetensi yang terkait dengan jabatan dan pengalaman pada bidang yang sesuai; c) kualifikasi pendidikan umum minimal sarjana (S-1) atau yang setara; d) semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir; e) tidak sedang menjalani hukuman disiplin; f) telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada jabatan terakhir dan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Orang Pribadi (SPT) 1 (satu) tahun terakhir; dan g) sehat fisik dan mental. 2) persyaratan khusus a) Pegawai Negeri Sipil: (1) pangkat sekurang-kurangnya Pembina Utama Muda Golongan Ruang IV/c; (2) telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II atau Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat I; dan (3) berusia setinggi-tingginya 58 (lima puluh delapan). b) prajurit Tentara Nasional Indonesia/anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia: (1) pangkat perwira tinggi bintang satu atau perwira tinggi bintang dua;
14 14 (2) telah mengikuti pendidikan: (a) Sekolah Staf dan Komando Angkatan atau Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia; atau (b) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia; (3) berusia setinggi-tingginya 56 (lima puluh enam) tahun. 3. Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama a. Jabatan Asisten Deputi/Kepala Biro/Inspektur. 1) persyaratan umum: a) telah menduduki jabatan eselon II atau yang setara, atau eselon III selama minimal 4 (empat) tahun. Khusus pelamar dari jabatan fungsional sekurang-kurangnya menduduki jabatan fungsional jenjang madya; b) memiliki kompetensi yang terkait dengan jabatan dan pengalaman pada bidang yang sesuai; c) kualifikasi pendidikan umum minimal sarjana (S-1) atau yang setara; d) semua unsur penilaian prestasi kerja sekurangkurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir; e) tidak sedang menjalani hukuman disiplin; f) telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada jabatan terakhir dan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Orang Pribadi (SPT) 1 (satu) tahun terakhir; dan g) sehat fisik dan mental. 2) persyaratan khusus: a) Pegawai Negeri Sipil; (1) pangkat sekurang-kurangnya Pembina Tingkat I Golongan Ruang IV/b; (2) telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III atau Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II; dan (3) berusia setinggi-tingginya 58 (lima puluh delapan) tahun. b) prajurit Tentara Nasional Indonesia/anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia; (1) pangkat:
15 15 (a) Kolonel; (b) Komisaris Besar Polisi; atau (c) perwira tinggi bintang satu. (2) telah mengikuti pendidikan: (a) Sekolah Staf dan Komando Angkatan atau Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia; atau (b) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Kepolisan Negara Republik Indonesia. (3) berusia setinggi-tingginya 56 (lima puluh enam) tahun. b. Kepala Sekretariat Komisi Kepolisian Nasional: Persyaratan: 1) berasal dari anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia; 2) telah menduduki jabatan eselon II atau yang setara, atau eselon III selama minimal 4 (empat) tahun; 3) memiliki kompetensi yang terkait dengan jabatan dan pengalaman pada bidang yang sesuai; 4) kualifikasi pendidikan umum minimal sarjana (S-1) atau yang setara; 5) semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir; 6) tidak sedang menjalani hukuman disiplin; 7) telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada jabatan terakhir dan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Orang Pribadi (SPT) 1 (satu) tahun terakhir; 8) sehat fisik dan mental; 9) pangkat Komisaris Besar Polisi atau perwira tinggi bintang satu; 10) telah mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Kepolisan Negara Republik Indonesia; dan 11) berusia setinggi-tingginya 56 (lima puluh enam) tahun. c. Kepala Sekretariat Komisi Kejaksaan Republik Indonesia Persyaratan umum: 1) personil dari Kejaksaan Republik Indonesia;
16 16 2) telah menduduki jabatan eselon II atau yang setara, atau eselon III selama minimal 4 (empat) tahun; 3) memiliki kompetensi yang terkait dengan jabatan dan pengalaman pada bidang yang sesuai; 4) kualifikasi pendidikan umum minimal sarjana (S-1) atau yang setara; 5) semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir; 6) tidak sedang menjalani hukuman disiplin; 6)... 7) telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada jabatan terakhir dan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Orang Pribadi (SPT) 1 (satu) tahun terakhir; 8) sehat fisik dan mental; 9) pangkat Pembina Tingkat I Golongan ruang IV/b atau Pembina Utama Muda Golongan Ruang IV/c; 10) telah mengikuti pendidikan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tk.III atau Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tk.II; 11) berusia setinggi-tingginya 58 (lima puluh delapan) tahun. K. Tahapan Pelaksanaan Seleksi Dalam melaksanakan seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi dilakukan tahapan sebagai berikut: 1. Tahap Persiapan Tahap persiapan ini meliputi pembentukan Panitia Seleksi, Sekretariat Panitia Seleksi, dan Tim Penilai Kompetensi. a. pembentukan Panitia Seleksi 1) Panitia Seleksi dibentuk dengan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. 2) Dalam membentuk Panitia Seleksi, Pejabat Pembina Kepegawaian berkoordinasi dengan Komisi ASN. 3) Panitia Seleksi terdiri atas unsur: a) pejabat terkait dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; b) pejabat dari instansi lain yang jenis tugas dan kompetensi jabatannya sesuai dengan jabatan yang akan diisi; dan c) akademisi, pakar dan profesional sesuai dengan bidang jabatan yang akan diisi.
17 17 4) jumlah Panitia Seleksi berjumlah ganjil yaitu paling sedikit 5 (lima) orang dan paling banyak 9 (sembilan) orang dari unsur terkait internal dan eksternal instansi. 5) Panitia Seleksi melaksanakan seleksi dapat dibantu oleh Tim Penilai Kompetensi (assessor) yang independen dan memiliki pengalaman dalam membantu seleksi. 6) Panitia Seleksi mempunyai tugas: a) mengumumkan pendaftaran penerimaan seleksi calon pejabat; b) melakukan pendaftaran calon; c) melakukan seleksi administrasi calon; d) mengumumkan daftar nama calon yang lulus seleksi administrasi; e) melakukan penilaian kualitas kepemimpinan dan kompetensi calon dengan bantuan Tim Penilai Kompetensi Independen; f) melakukan uji jejak rekam calon; g) merekomendasikan 3 (tiga) orang calon untuk masingmasing jabatan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian, dan selanjutnya Pejabat Pembina Kepegawaian mengusulkan 3 (tiga) orang calon tersebut kepada Presiden melalui Tim Penilai Akhir (TPA) untuk seleksi calon Pimpinan Tinggi Utama atau Pimpinan Tinggi Madya; dan h) melaporkan hasil pelaksanaan tugas Panitia Seleksi kepada Pejabat Pembina Kepegawaian; 7) Panitia Seleksi dibantu oleh Sekretariat. 8) Masa kerja Panitia Seleksi terhitung sejak tanggal ditetapkan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan sampai dengan diangkatnya Pejabat Pimpinan Tinggi. b. Pembentukan Sekretariat Panitia Seleksi 1) Sekretariat Panitia Seleksi dibentuk berdasarkan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan selaku Ketua Panitia Seleksi dan berjumlah paling banyak 21 (dua puluh satu) orang dari unsur terkait. 2) Sekretariat Panitia Seleksi mempunyai tugas: a) memberikan dukungan administrasi kepada Panitia Seleksi;
18 18 b) menyusun jadwal kegiatan Panitia Seleksi; c) merencanakan kegiatan pelaksanaan rapat; d) menyiapkan bahan keperluan rapat; e) menyusun acara rapat; f) menghimpun surat-surat/dokumen; g) membuat notulen rapat; h) mempublikasikan kegiatan Panitia Seleksi; dan i) melaporkan pelaksanaan tugas kepada Ketua Panitia Seleksi. 3) masa kerja Sekretariat Panitia Seleksi selama satu tahun anggaran. c. Pembentukan Tim Penilai Kompetensi 1) Tim Penilai Kompetensi bersifat independen dan ditunjuk oleh Ketua Panitia Seleksi. 2) jumlah Tim Penilai Kompetensi harus ganjil, sekurangkurangnya 7 (tujuh) orang. 3) Tim Penilai Kompetensi bertugas: a) membantu Panitia Seleksi dalam melakukan penilaian kualitas kepemimpinan dan kompetensi; dan b) melaporkan hasil penilaian beserta peringkatnya kepada Panitia Seleksi. 2. Tahapan Seleksi a. pengumuman: 1) diumumkan secara terbuka melalui website Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ( melalui surat edaran kepada instansi lain dan/atau media cetak. 2) pengumuman tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut: a) untuk mengisi Jabatan Pimpinan Tinggi Utama dan Pimpinan Tinggi Madya (setara dengan eselon Ia dan Ib) diumumkan terbuka dan kompetitif kepada seluruh instansi secara nasional; b) untuk mengisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama diumumkan secara terbuka dan kompetitif paling kurang pada tingkat kementerian yang bersangkutan; dan
19 19 c) pengisian jabatan Pimpinan Tinggi Utama, Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama dilakukan secara terbuka dan kompetitif di kalangan PNS dengan memperhatikan syarat kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan dan latihan, rekam jejak jabatan, dan integritas serta persyaratan lain yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 3) dalam pengumuman tersebut harus memuat : a) nama jabatan; b) persyaratan jabatan; c) persyaratan administrasi; d) batas waktu pengumpulan kelengkapan administrasi; e) materi atau tahapan seleksi; dan f) prosedur lain yang diperlukan. 4) dalam hal peserta yang mendaftar belum memenuhi batas jumlah minimal pelamar maka Panitia Seleksi dapat melakukan perpanjangan waktu pengumuman dengan perubahan jadwal seleksi. b. Tata Cara: 1) pendaftaran a) Panitia Seleksi hanya menerima berkas yang dikirimkan ke alamat yang telah ditentukan. b) berkas yang sudah dikirimkan menjadi milik Panitia Seleksi dan tidak dapat diminta kembali. c) berkas yang dikirimkan atau diterima sebelum tanggal penerimaan berkas dianggap tidak berlaku. d) berkas pendaftaran 1 (satu) rangkap harus disusun dengan urutan sebagai berikut: (1) fotokopi ijazah; (2) fotokopi Surat Keputusan Pengangkatan dalam pangkat terakhir; (3) fotokopi Surat Keputusan Pengangkatan dalam jabatan terakhir (4) fotokopi sertifikat mengikuti pendidikan dan pelatihan jabatan struktural terakhir; (5) fotokopi hasil penilaian prestasi kerja dalam 2 (dua) tahun terakhir;
20 20 (6) fotokopi bukti penyerahan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan; (7) formulir persetujuan yang telah ditandatangani oleh Pejabat Pembina Kepegawaian/Pejabat yang berwenang (dapat diunduh dalam website dan (8) Daftar Riwayat Hidup (dapat diunduh dalam website e) setiap pelamar wajib mencantumkan prioritas jabatan yang diminati dan diisikan pada formulir persetujuan. f) Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pejabat yang Berwenang dapat menugaskan Pegawai Negeri Sipil Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang memenuhi syarat administrasi untuk mengikuti seleksi. g) dalam hal pada saat seleksi jumlah peserta yang mendaftar atau yang memenuhi persyaratan administrasi setelah dilakukan perpanjangan pengumuman kurang dari 3 (tiga) orang maka: (1) untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Utama atau Jabatan Pimpinan Tinggi Madya, Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pejabat yang Berwenang dapat menunjuk calon untuk diajukan sebagai peserta seleksi untuk mengisi jabatan tersebut; dan (2) untuk pengisian jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat yang Berwenang dapat menunjuk calon untuk diajukan sebagai peserta seleksi untuk mengisi jabatan tersebut. h) calon sebagaimana dimaksud pada huruf g) angka (1) dan (2) dapat mengirimkan berkas lamaran langsung ditujukan kepada Panitia Seleksi untuk selanjutnya tetap mengikuti tahapan proses seleksi berikutnya. 2) Pelaksanaan seleksi a) seleksi administrasi: (1) penilaian terhadap kelengkapan berkas administrasi yang mendukung persyaratan dilakukan oleh Sekretariat Panitia Seleksi. (2) penetapan calon peserta seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi yang memenuhi persyaratan
21 21 administrasi untuk mengikuti seleksi berikutnya untuk setiap 1 (satu) lowongan Jabatan Pimpinan Tinggi. (3) kriteria persyaratan administrasi didasarkan atas peraturan perundang-undangan dan peraturan internal Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian. (4) syarat yang harus dipenuhi adalah adanya keterkaitan objektif antara kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan dan latihan, rekam jejak jabatan, dan integritas serta persyaratan lain yang dibutuhkan oleh jabatan yang akan diduduki. (5) pengumuman hasil seleksi ditandatangani oleh Ketua Panitia Seleksi. (6) Tata cara penilaian pada seleksi kompetensi akan ditetapkan lebih lanjut oleh Ketua Panitia Seleksi. b) seleksi kompetensi (1) penilaian kompetensi dititikberatkan pada penilaian kompetensi manajerial dan kompetensi bidang. (2) penilaian kompetensi manajerial menggunakan metode assessment center atau menggunakan metode psikometri, wawancara kompetensi, analisa kasus dan presentasi. (3) kriteria penilaian kompetensi mengacu pada standar kompetensi manajerial masing-masing jabatan. (4) penilaian kompetensi bidang menggunakan metode tertulis, wawancara, dan pembuatan makalah. Penilaian meliputi aspek presentasi, penguasaan masalah, kemampuan berpikir strategis, upaya terobosan, dan kendali waktu. (5) penilaian kompetensi manajerial dan kompetensi bidang diselenggarakan oleh Tim Penilai Kompetensi. (6) Tim Penilai Kompetensi dapat memberikan pertimbangan jabatan yang sesuai bagi peserta berdasarkan hasil penilaian diluar peminatan yang dicantumkan. (7) hasil penilaian beserta peringkatnya disampaikan oleh Tim Penilai Kompetensi kepada Panitia Seleksi.
22 22 c) hasil seleksi: (1) Panitia Seleksi mengolah hasil dari setiap tahapan seleksi dan menyusun peringkat hasil seleksi. (2) Panitia Seleksi mengumumkan hasil dari setiap tahapan seleksi kepada peserta seleksi. (3) Panitia Seleksi membuat peringkat hasil penilaian dan menyampaikan 3 (tiga) orang calon sesuai urutan tertinggi kepada Pejabat Pembina Kepegawaian untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Utama dan Jabatan Pimpinan Tinggi Madya. (4) Pejabat Pembina Kepegawaian mengusulkan 3 (tiga) orang calon sesuai urutan nilai tertinggi kepada Presiden melalui Tim Penilai Akhir (TPA) dengan tembusan KASN. (5) Panitia Seleksi membuat peringkat hasil penilaian dan menyampaikan 3 (tiga) orang calon sesuai urutan tertinggi kepada Pejabat yang Berwenang untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. (6) Pejabat yang Berwenang mengusulkan 3 (tiga) calon sesuai urutan nilai tertinggi kepada Pejabat Pembina Kepegawaian. 3. Tahapan Seleksi Untuk Prajurit Tentara Nasional Indonesia Atau Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia Aktif Tahapan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi untuk prajurit Tentara Nasional Indonesia atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia aktif berlaku ketentuan sebagai berikut: a. Pejabat Pembina Kepegawaian menyampaikan Jabatan Pimpinan Tinggi yang dapat diisi oleh prajurit Tentara Nasional Indonesia atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia aktif kepada Panglima Tentara Nasional Indonesia atau Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. b. Panglima Tentara Nasional Indonesia atau Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia menunjuk 3 (tiga) orang calon peserta seleksi berdasarkan hasil sidang Wanjakti; c. 3 (tiga) orang calon peserta seleksi yang ditunjuk oleh Panglima Tentara Nasional Indonesia atau Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia mengikuti seleksi kompetensi sesuai mekanisme sebagaimana terdapat pada ketentuan seleksi kompetensi; d. hasil penilaian seleksi kompetensi beserta peringkatnya
23 23 disampaikan oleh Tim Penilai Kompetensi kepada Panitia Seleksi; e. Panitia Seleksi membuat peringkat hasil penilaian 3 (tiga) orang calon dan disampaikan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Utama serta Jabatan Pimpinan Tinggi Madya; f. Pejabat Pembina Kepegawaian mengusulkan 3 (tiga) calon sesuai urutan nilai tertinggi kepada Presiden melalui Tim Penilai Akhir (TPA) dengan tembusan KASN; g. Panitia Seleksi membuat peringkat hasil penilaian 3 (tiga) orang calon dan disampaikan kepada Pejabat yang Berwenang untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama; h. Pejabat yang Berwenang mengusulkan 3 (tiga) calon sesuai urutan nilai tertinggi kepada Pejabat Pembina Kepegawaian.
24 24 BAB IV MONITORING DAN EVALUASI L. Kandidat yang sudah dipilih, ditetapkan dan dilantik harus diberikan orientasi tugas oleh Pejabat Pembina Kepegawaian dan/atau Pejabat yang Berwenang selama 1 (satu) bulan. M. Status kepegawaian bagi kandidat terpilih yang berasal dari instansi luar Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ditetapkan dengan status dipekerjakan sesuai peraturan perundangundangan paling lama 5 (lima) tahun. N. Pejabat Pimpinan Tinggi yang telah menduduki jabatan 5 (lima) tahun dapat diperpanjang berdasarkan pencapaian kinerja, kesesuaian kompetensi, dan berdasarkan kebutuhan instansi setelah mendapatkan persetujuan Pejabat Pembina Kepegawaian dan berkoordinasi dengan KASN. O. Pejabat Pembina Kepegawaian menyampaikan laporan pelaksanaan seleksi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi secara terbuka kepada KASN dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
25 25 BAB V PENUTUP Dengan dibuatnya pedoman ini diharapkan pelaksanaan seleksi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi secara terbuka di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dapat terselenggara secara profesional, akuntabel, dan obyektif berdasarkan sistem merit, sehingga dapat menghasilkan pejabat yang berintegritas, professional, dan kompeten. MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA, TEDJO EDHI PURDIJATNO
TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
RANKEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 124/SK/MENKES/V/2014 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN
PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 08 TAHUN 2015 TENTANG
PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 08 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI SECARA TERBUKA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI
2017, No Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangka
No.1706, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BNPP. Jabatan Pimpinan Tinggi secara Terbuka. Pengisian. PERATURAN BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISME REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER-06/K.BNPT/II/2017
PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI SECARA TERBUKA DI LEMBAGA SANDI NEGARA
PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI SECARA TERBUKA DI LEMBAGA SANDI NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA LEMBAGA SANDI
BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 25 TAHUN 2015 PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 25 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI LINGKUP PEMERINTAH PROVINSI
BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO
BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 9 TAHUN : 2015 PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA SECARA TERBUKA DENGAN RAHMAT TUHAN
MEMUTUSKAN: 6. Jabatan...
PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16/PERMEN-KP/2015 TENTANG PENGANGKATAN DALAM JABATAN PIMPINAN TINGGI DAN/ATAU JABATAN ADMINISTRASI MELALUI SELEKSI TERBUKA DI LINGKUNGAN
PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA PROVINSI BANTEN
PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA PROVINSI BANTEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANTEN, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan
MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA
MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : P.15/Menlhk-II/2015 TENTANG TATA CARA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA,
DRAFT 24 agt 2016_nett_1 SALINAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2016 TENTANG SELEKSI TERBUKA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA DAN PRATAMA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN
BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG
SALINAN BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN TATA CARA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA DAN JABATAN ADMINISTRATOR SECARA
PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 55 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA PROVINSI BANTEN
PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 55 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA PROVINSI BANTEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANTEN, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan
BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO
BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 43 TAHUN : 2017 PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 41 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA SECARA TERBUKA DENGAN RAHMAT TUHAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT,
BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 1 TAHUN 2017 PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 1 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR NOMOR 25 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PENGISIAN
MENTERI PENDAYAGUNAAN APARTUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA
SALINAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARTUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG
WALIKOTA PONTIANAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN WALIKOTA PONTIANAK NOMOR 53 TAHUN 2015 TENTANG
SALINAN 1 WALIKOTA PONTIANAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN WALIKOTA PONTIANAK NOMOR 53 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PENGISIAN JABATAN TINGGI PRATAMA APARATUR SIPIL NEGARA SECARA TERBUKA DI LINGKUNGAN
DASAR DAN LATAR BELAKANG
PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 13 TAHUN 2014 TATA CARA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI SECARA TERBUKA DI LINGKUNGAN INSTANSI PEMERINTAH KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN
2016, No Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lem
No.129, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENDAG. Pejabat Pimpinan Tinggi. Seleksi. Pedoman. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 02/M-DAG/PER/1/2016 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN
PROVINSI BANTEN PERATURANBUPATI PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,
PROVINSI BANTEN PERATURANBUPATI PANDEGLANG NOMOR 36 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PROMOSI DAN MUTASI JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KABUPATEN PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,
PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN. NOMOR 064 TAHUN 2016-Si.1-BKD/2013
PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 064 TAHUN 2016-Si.1-BKD/2013 TENTANG PEDOMAN PANITIA SELEKSI PENGISIAN JABATAN SECARA TERBUKA DAN MUTASI PEJABAT PIMPINAN TINGGI MADYA DAN PEJABAT PIMPINAN TINGGI
MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA REPUBLIK INDONESIA
SALINAN PERATURAN MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA NOMOR : PER- 15/1VIBU/10/2014 TENTANG PERSYARATAN PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI SECARA TERBUKA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA
MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA. SURAT EDARAN NOMOR 16 reguu 2c^L2 TENTANG
MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA Yang Terhormat 1. Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II; 2. Panglima Tentara Nasional Indonesia 3. Kepala Kepolisian
- 2 - Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota;
- 2 - Pratama, Jabatan Administrator, dan Jabatan Pengawas pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 85 TAHUN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,
PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 85 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PROMOSI DAN MUTASI JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
PENGUMUMAN NOMOR: 770/KP.230/A/02/2018 SELEKSI TERBUKA DAN KOMPETITIF JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2018
PENGUMUMAN NOMOR: 770/KP.230/A/02/2018 SELEKSI TERBUKA DAN KOMPETITIF JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2018 Dalam rangka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN TATA CARA PENGISIAN JABATAN
BUPATI BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 9 TAHUN2016 TENTANG SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA
SALINAN BUPATI BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 9 TAHUN2016 TENTANG SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUMAS, Menimbang
PENGUMUMAN NOMOR: PENG. 06 / PANSEL / XII / 2017
BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA SEKRETARIAT UTAMA Jalan MT. Haryono Kav.52 Jakarta Selatan 12770 Telp./Fax (021) 7981088 www.bnp2tki.go.id PENGUMUMAN NOMOR: PENG. 06 /
2 2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara R
No.1705, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENDAG. Pegawai Negeri Sipil. Pola Karier. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 79/M-DAG/PER/10/2014 TENTANG POLA KARIER PEGAWAI
PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 53 TAHUN 2015 TENTANG
PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 53 TAHUN 2015 TENTANG PENELUSURAN KADER POTENSIAL (TALENT SCOUTING) JABATAN ADMINISTRATOR DAN JABATAN PENGAWAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN
OLEH BIRO KEPEGAWAIAN
MEKANISME PENATAAN PERSONIL/SDM DALAM RANGKA PELAKSANAAN URUSAN PEMERINTAHAN UMUM DI DAERAH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA OLEH BIRO KEPEGAWAIAN Jakarta, 21
BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA (BNP2TKI)
BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA (BNP2TKI) PENGUMUMAN NOMOR: PENG. 01 /PANSEL/VIII/2015 TENTANG SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA DAN PRATAMA DI LINGKUNGAN
PENGUMUMAN NOMOR: 4781/KP.230/A/11/2017 SELEKSI TERBUKA DAN KOMPETITIF JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2017
PENGUMUMAN NOMOR: 4781/KP.230/A/11/2017 SELEKSI TERBUKA DAN KOMPETITIF JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2017 Dalam rangka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan
PANITIA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KARO JLN. DJAMIN GINTING NO.
PANITIA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KARO JLN. DJAMIN GINTING NO. 17 TELP/FAX. (0628) 20250 K A B A N J A H E - 22115 P E N G U M U M A N Nomor : 003/
Oleh : S u p a n d i, SE (Kabid Pengembangan BKD Kab. Kolaka) A. Pendahuluan
PROMOSI JABATAN MELALUI SELEKSI TERBUKA PADA JABATAN ADMINISTRATOR; TATA CARA PELAKSANAAN DAN KEMUNGKINAN PENERAPANNYA DILINGKUNGAN PEMERINTAH KAB. KOLAKA Oleh : S u p a n d i, SE (Kabid Pengembangan BKD
RINGKASAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA
RINGKASAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA A. Pendahuluan Alasan/pertimbangan penggantian Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok- Pokok Kepegawaian
2017, No Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.625, 2017 LEMSANEG. INPASSING. Jabatan Fungsional. Sandiman. PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM
PENGUMUMAN Nomor: 2075/BSN/B0-b2/10/2015 TENTANG PERPANJANGAN WAKTU PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI BADAN STANDARDISASI NASIONAL SECARA TERBUKA
BADAN STANDARDISASI NASIONAL PENGUMUMAN Nomor: 2075/BSN/B0-b2/10/2015 TENTANG PERPANJANGAN WAKTU PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI BADAN STANDARDISASI NASIONAL SECARA TERBUKA Dalam rangka pengisian jabatan
BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 36 TAHUN 2014 SERI E PERATURAN BUPATI CIREBON NOMOR 36 TAHUN 2014
SALINAN BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 36 TAHUN 2014 SERI E.13... PERATURAN BUPATI CIREBON NOMOR 36 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA SECARA TERBUKA DI LINGKUNGAN
PENGUMUMAN NOMOR :03/PANSELJPT/KEMENPORA/IV/2017 TENTANG PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA TAHUN 2017
PENGUMUMAN NOMOR :03/PANSELJPT/KEMENPORA/IV/2017 TENTANG PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA TAHUN 2017 Dalam rangka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya setara Eselon
PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM JABATAN FUNGSIONAL SANDIMAN MELALUI INPASSING
PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM JABATAN FUNGSIONAL SANDIMAN MELALUI INPASSING DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, KEPALA LEMBAGA
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan cita-cita
PENGUMUMAN NOMOR: 263/KP.230/A/01/2016 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2016
PENGUMUMAN NOMOR: 263/KP.230/A/01/2016 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2016 Dalam rangka pengisian dan mutasi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.693, 2015 BPKP. Auditor Madya Dan Utama. Pengangkatan Pegawai. Jabatan Fungsional. Diklat Penjenjangan. Seleksi Peserta. Pencabutan. PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN
P E N G U M U M A N 02/PANSEL JPT/BKD-3.2/V/2017 TENTANG SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI JAMBI
-1- PEMERINTAH PROVINSI JAMBI PANITIA SELEKSI JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA PEMERINTAH PROVINSI JAMBI Sekretariat: Jl. RM. Noer Atmadibrata No. 02, Telanaipura, Jambi Telp/Fax. (0741) 667691 NOMOR P
I. Jabatan Lowong : Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan. II. Tugas Pokok dan Fungsi Jabatan : No Tupoksi Uraian
PENGUMUMAN Nomor : KP.02.02.242.05.16.04117 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA (ESELON II) KEPALA BIRO PERENCANAAN DAN KEUANGAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TAHUN 2016 Dalam rangka pelaksanaan
PENGUMUMAN NOMOR: 952/KP.290/A/03/2017 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2017
PENGUMUMAN NOMOR: 952/KP.290/A/03/2017 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2017 Dalam rangka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian
Kepada : Yth. Para Pejabat Eselon I dan II serta para Pejabat Fungsional (ASN dan Polri) di lingkungan Badan Narkotika Nasional di tempat
1 BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA (NATIONAL NARCOTICS BOARD REPUBLIC OF INDONESIA) Jl. MT. Haryono No. 11 Cawang Jakarta Timur Telepon : (62-21) 808871566, 80871567 Faximili : (62-61) 80885225,
PENGUMUMAN NOMOR: 01/KP.290/A/01/2018 TENTANG
PENGUMUMAN NOMOR: 01/KP.290/A/01/2018 TENTANG PERPANJANGAN KEDUA PENDAFTARAN SELEKSI TERBUKA DAN KOMPETITIF JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2018 Memperhatikan Perpanjangan Pengumuman
PENGUMUMAN NOMOR: 950/KP.290/A/03/2018 SELEKSI TERBUKA DAN KOMPETITIF JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2018
PENGUMUMAN NOMOR: 950/KP.290/A/03/2018 SELEKSI TERBUKA DAN KOMPETITIF JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2018 Dalam rangka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan
PENGUMUMAN NOMOR: 1003/KP.290/A/03/2018 SELEKSI TERBUKA DAN KOMPETITIF JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2018
PENGUMUMAN NOMOR: 1003/KP.290/A/03/2018 SELEKSI TERBUKA DAN KOMPETITIF JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2018 Dalam rangka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan
PENGUMUMAN NOMOR: 2566/KP.230/A/07/2016 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2016
PENGUMUMAN NOMOR: 2566/KP.230/A/07/2016 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2016 Dalam rangka pengisian dan mutasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan
PENGUMUMAN NOMOR : 800/05/PANSEL/X/2016 TENTANG SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA SEKRETARIS DAERAH KOTA CILEGON
PEMERINTAH KOTA CILEGON PANITIA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA SEKRETARIS DAERAH KOTA CILEGON Sekretariat : Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Cilegon Jl. Jenderal Sudirman No. 2 Cilegon
PERATURAN NOMOR 13 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PENGADAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGAN
KEPALA BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGAN PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGAN NOMOR 13 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PENGADAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN
PENGUMUMAN NOMOR: 785/KP.290/A/02/2018 SELEKSI TERBUKA DAN KOMPETITIF JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2018
PENGUMUMAN NOMOR: 785/KP.290/A/02/2018 SELEKSI TERBUKA DAN KOMPETITIF JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2018 Dalam rangka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan
2018, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166,
No.352, 2018 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKUMHAM. Inpassing. Jabatan Fungsional. Perancang Peraturan Perundang-undangan. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR
No. Nama Jabatan Eselon 1. Inspektur I II.a 2. Inspektur III II.a. 3. Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA PENGUMUMAN PANITIA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA DAN PRATAMA KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR : 12/PANSEL.KOMINFO/KP.03.01/04/2018
2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 3, Ta
No.1957, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMHAN. Prajurit TNI. Jabatan ASN. Persyaratan. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA DAN PERSYARATAN PRAJURIT
2016, No Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fu
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1628, 2016 KEMENPORA. Inpassing. Jabatan Fungsional. Pelatih Olahraga dan Asisten Pelatih Olahraga. Pelaksanaan. Juknis. PERATURAN MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA REPUBLIK
PENGUMUMAN NOMOR: 562/KP.290/A/02/2017 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2017
PENGUMUMAN NOMOR: 562/KP.290/A/02/2017 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2017 Dalam rangka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian
PERPANJANGAN PENGUMUMAN NOMOR: 1548/KP.230/A/04/2015 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2015
PERPANJANGAN PENGUMUMAN NOMOR: 1548/KP.230/A/04/2015 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2015 Dalam rangka pengisian dan mutasi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan
SURAT EDARAN NOMOR : SE/21/II/KA/KP.03/2017/BNN TENTANG
BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA (NATIONAL NARCOTICS BOARD REPUBLIC OF INDONESIA) Jl. MT. Haryono No. 11 Cawang Jakarta Timur Telepon : (62-21) 808871566, 80871567 Faximili : (62-61) 80885225,
-1- P E N G U M U M A N NOMOR 01/Pansel/BKD-5/V/2016 TENTANG SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA PEMERINTAH PROVINSI JAMBI
-1- PEMERINTAH PROVINSI JAMBI PANITIA SELEKSI JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA PEMERINTAH PROVINSI JAMBI Sekretariat: Jl. RM. Noer Atmadibrata No. 02, Telanaipura, Jambi Telp/Fax. (0741) 667691 P E N G
PENGUMUMAN Nomor :KP SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA (ESELON II) BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TAHUN 2015
PENGUMUMAN Nomor :KP.02.02.242.06.15.04746 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA (ESELON II) BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TAHUN 2015 Dalam rangka pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun
PENGUMUMAN NOMOR: 4358/KP.290/A/10/2017 SELEKSI TERBUKA DAN KOMPETITIF JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2017
PENGUMUMAN NOMOR: 4358/KP.290/A/10/2017 SELEKSI TERBUKA DAN KOMPETITIF JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2017 Dalam rangka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan
PENGUMUMAN NOMOR: 03/Pansel/JPT Pratama/11/2016
KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA PENGUMUMAN NOMOR: 03/Pansel/JPT Pratama/11/2016 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2016 Dalam
BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN BUPATI LOMBOK BARAT NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG STANDAR KOMPETENSI DAN KUALIFIKASI JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN
Kepada : Yth. Para Pejabat Eselon II dan III serta para Pejabat Fungsional (ASN dan Polri) di lingkungan Badan Narkotika Nasional di tempat
BADAN NARKOTIKA NASIONAL 1 REPUBLIK INDONESIA (NATIONAL NARCOTICS BOARD REPUBLIC OF INDONESIA) Jl. MT. Haryono No. 11 Cawang Jakarta Timur Telepon : (62-21) 808871566, 80871567 Faximili : (62-61) 80885225,
BERITA NEGARA. No.38, 2013 KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Pengangkatan. Kepala LP Klas I. Syarat. Tata Cara.
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.38, 2013 KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Pengangkatan. Kepala LP Klas I. Syarat. Tata Cara. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 190 TAHUN 2014 TENTANG UNIT STAF KEPRESIDENAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 190 TAHUN 2014 TENTANG UNIT STAF KEPRESIDENAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka kelancaran penyelenggaraan
PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL,
PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG POLA PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN KARIR PEGAWAI NEGERI SIPIL BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PENGUMUMAN NOMOR: 445/KP.290/A/01/2017 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2017
PENGUMUMAN NOMOR: 445/KP.290/A/01/2017 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2017 Dalam rangka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Pertanian
dan fungsinya. Pada tahapan selanjutnya diharapkan akan terwujud peningkatan kinerja organisasi dan pelayanan kepada masyarakat selaku end user.
LAMPIRAN : PERATURAN BADAN PENGAWASAN PEMILIHAN UMUM NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG STANDAR KOMPETENSI JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA DAN JABATAN TINGGI PRATAMA DAN TATA CARA PENGISIAN JABATAN SECARA TERBUKA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 76 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PEMILIHAN, PENGUSULAN, DAN PENETAPAN ANGGOTA BADAN PELAKSANA DAN ANGGOTA DEWAN PENGAWAS SERTA CALON ANGGOTA PENGGANTI ANTARWAKTU
, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 1831, 2015 KEMENKUMHAM. Pejabat Imigrasi. Status. Pemberian dan Pencabutan. Status. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN
PENGUMUMAN NOMOR: 2589/KP.230/A/07/2015 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2015
PENGUMUMAN NOMOR: 2589/KP.230/A/07/2015 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2015 Dalam rangka pengisian dan mutasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan
PENGUMUMAN NOMOR: 171/KP.290/A/01/2018 SELEKSI TERBUKA DAN KOMPETITIF JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2018
PENGUMUMAN NOMOR: 171/KP.290/A/01/2018 SELEKSI TERBUKA DAN KOMPETITIF JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2018 Dalam rangka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR TAHUN 2016 TENTANG
KONSEP/DRAFT (I) RAPAT TGL 22 DES 2016 MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PEMBINAAN KARIER LULUSAN INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI
PENGUMUMAN NOMOR: 2246/KP.230/A/06/2015 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2015
PENGUMUMAN NOMOR: 2246/KP.230/A/06/2015 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2015 Dalam rangka pengisian dan mutasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan
PENGUMUMAN NOMOR: 2323/KP.290/A/05/2018 SELEKSI TERBUKA DAN KOMPETITIF JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2018
PENGUMUMAN NOMOR: 2323/KP.290/A/05/2018 SELEKSI TERBUKA DAN KOMPETITIF JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2018 Dalam rangka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan
2017, No Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangka
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.417, 2017 BPKP. Kompetensi, Kinerja, dan Potensi Kepemimpinan Pejabat Tertentu. Pedoman. Penilaian. PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR
2011, No telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negar
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.148, 2011 BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL. Pembinaan. Pengembangan Karir. PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG POLA PEMBINAAN
