RANCANG BANGUN SISTEM PENGGERAK NEUTRON BEAM STOPPER PADA SPEKTROMETER SANS
|
|
|
- Ivan Kartawijaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 RANCANG BANGUN SISTEM PENGGERAK NEUTRON BEAM STOPPER PADA SPEKTROMETER SANS Budi Suhendro 1, Sairun 2, Muhamad Saparudin 3 Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN Jl. Babarsari Kotak Pos 6101/YKBB Yogyakarta Telp: (0274) , Fax: (0274) ABSTRAK RANCANG BANGUN SISTEM PENGGERAK NEUTRON BEAM STOPPER PADA SPEKTROMETER SANS. Penelitian ini dilakukan karena dibutuhkan suatu sistem penggerak beam stopper netron pada peralatan hamburan netron SANS yang dapat bergerak pada 2 sumbu, X dan Z. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendukung proses penelitian pada peralatan SANS, dimana posisi dari beam stopper netron dapat diatur sesuai kebutuhan. Proses rancang bangun alat terdiri dari pembuatan desain rancangan alat, pembuatan komponen alat, dan perakitan alat secara keseluruhan. Proses pengujian alat dilakukan dengan menggerakkan beam stopper dengan motor penggerak pada arah sumbu-x dan sumbu-z dan melihat kesesuaian letak beam stopper terhadap masukkan pulsa gerak yang diberikan. Hasil dari penelitian ini adalah didapat sebuah alat sistem penggerak beam stopper netron yang mampu bergerak pada sumbu-x sejauh 325 mm dan mampu bergerak pada sumbu-z sejauh 60 mm dengan perbandingan antara masukan pulsa dengan perpindahan geraknya sebesar 25 : 1 mm. Dengan laju perpindahan gerak sumbu- X sebesar 50 mm/menit dan sumbu-z 2 mm/menit. Kata kunci : sistem penggerak beam stopper netron, beam stopper, SANS ABSTRACT DESIGN AND CONSTRUCTIONS DRIVE SYSTEM NEUTRON BEAM STOPPER ON THE SANS SPECTROMETERS. The research was done because we need a neutron beam stopper driver system on neutron scattering SANS equipment that can move in two axe, X and Z. The purpose of this study to support the research process equipment SANS, where the position of the neutron beam stopper can be adjusted as needed. Engineering process consists of making tools designed, manufacturing equipment components, and assembly tool overall. The testing process is done by moving the instrument beam stopper with the motor in the direction of X-axis and Z-axis and know where the beam stopper suitability to enter a given motion pulse. Results of this study was obtained a tool stopper neutron beam propulsion system capable of moving on the X-axis as far as 325 mm and is able to move in the Z-axis by 60 mm with a ratio between the input pulses with motion displacement of 25 : 1 mm. With the rate of motion of the X-axis displacement of 50 mm / min and the Z-axis 2 mm / min. Keywords: drive system neutron beam stopper, beam stopper, SANS.PENDAHULUAN Peralatan hamburan netron sudut kecil atau Small Angle Neutron Scattering (SANS) diterapkan secara luas untuk analisis statis dan struktural dinamis dalam bidang ilmu material dan biologi seperti pada metalurgi, keramik, polimer, koloid, vesikel dan virus dalam rentang ukuran dari nm. Telah diketahui bahwa banyak temuan ilmiah penting yang diungkapkan oleh teknik SANS selama lebih dari tiga dekade. Oleh karena itu, dapat dipahami bahwa banyak instrumen SANS yang telah dijalankan di seluruh dunia dan juga di Serpong, Indonesia. 314
2 BATAN memiliki spektrometer SANS (SMARTer) dengan panjang 36 m yang dijalankan pada tahun SANS (SMARTer) ini merupakan spektrometer SANS terbesar kedua yang beroperasi di wilayah Asia-Pasifik saat ini. Namun demikian, spektrometer itu tidak dimanfaatkan dengan baik sampai tahun 2004 karena kekurangan anggota staf, kegagalan instrumen dan program penelitian jangka panjang yang tidak terdefinisi. Sebuah rencana kerja lima tahun telah diusulkan pada tahun 2005 untuk menggantikan, mengubah dan meng-upgrade (optimasi) secara bertahap sistem elektronik dan mekanik, perangkat lunak komputer dari instrumen SANS tersebut. Sesuai penelitian dan pengembangan di Bidang Spektrometri Netron di PTBIN BATAN Serpong tahun 2013, pada peralatan SANS memerlukan sistem penggerak pemberhenti berkas (beam stopper) netron yang dapat bergerak pada 2 sumbu, yaitu X dan Z yang dapat dikendalikan dengan kontrol komputer. Dengan kriteria pergerakkan mampu bergerak pada sumbu-x sejauh 80 mm dan sumbu-z 30 mm. Sistem penggerak beam stopper netron adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengatur pergerakan serta dapat mengatur posisi dari pemberhenti berkas netron secara presisi sesuai dengan keinginan pengguna alat hamburan netron. Dimana fungsi dari pemberhenti berkas itu sendiri selain untuk mendapatkan data akselerasi adalah untuk melindungi detektor netron terpapar secara langsung oleh berkas netron dengan intensitas yang tinggi, karena apabila suatu detektor netron terkena paparan langsung dengan intensitas yang tinggi maka akan mempengaruhi karakteristik kehandalan dari alat hamburan netron, yang akan menimbulkan hamburan balik ataupun berkas netron yang tidak diinginkan terhadap hasil pengujian material yang diuji dengan alat ini. Berdasarkan permasalahan di atas, maka perlu dibuat sebuah alat penggerak beam stopper netron yang dapat disesuaikan atau berpusat pada posisi berkas langsung dalam dua arah pergerakkan, yaitu X dan Z dan dapat dikendalikan dengan kontrol komputer, serta memiliki tingkat presisi dan akurasi pergerakan 1 putaran motor menghasilkan jarak 1 mm dan dapat digunakan sesuai dengan keinginan pengguna alat hamburan netron. TEORI SANS Teknik hamburan netron sudut kecil atau Small Angle Neutron Scattering (SANS) merupakan teknik untuk mengetahui struktur yang meliputi ukuran, bentuk, orientasi, konformasi dan sifat dinamik makromolekul suatu material dan bahan-bahan biologi pada rentang ukuran nm, dalam memahami mekanisme molecular self- assembly dan interaksinya. Fasilitas spektrometer SANS yang ada di BATAN Serpong telah digunakan untuk investigasi dan penelitian nano-struktur pada berbagai jenis sampel seperti amfifilik molekul, koloid, polimer, porous keramik, nanopartikel, ferrofluid, bahan magnetik, paduan logam dan bahan biologi dalam bentuk larutan, gel, serbuk, film, maupun pelat (logam). Eksperimen yang dilakukan mencakup fungsi konsentrasi, tekanan, temperatur, medan magnet, streching force, shearing, dan lainnya dapat dilakukan secara real-time dengan teknik SANS dalam mempelajari kinetika dan dinamika nano-strukturnya. Untuk soft condensed matter seperti misel dan larutan polimer, serta bahanbahan biologi, struktur 3-dimensi serta interaksinya dalam larutan psysiologisnya yang memberikan informasi perubahan struktur misel atau fungsi dan aktivitas protein dalam memahami mekanisme folding dan unfolding, ikatan-ikatan yang terjadi antara obat dengan protein atau DNA, assembly protein-protein dalam virus, denaturasi protein, assembly protein-asam nukleat dalam regulasi dan ekspresi gen, dan sebagainya dapat diamati dengan teknik SANS. Informasi ini sangat penting dalam memahami mekanisme terjadinya penyakit, terapi secara molekular, mendesain dan mensintesis alat elektronik atau obat baru, dan sebagainya [1]. Tipe SANS ini adalah MDR dari Dornier yang memiliki kecepatan rotasi 700rpm hingga 7000rpm. Sudut kemiringan adalah tetap pada 0 dan menghasilkan panjang gelombang netron dari 3Å hingga 6Å [2]. Spektrometer ini terdiri dari sistem kolimator tabung sepanjang 18 m yang memiliki empat bagian tabung utama yang dapat dipindahkan serta satu bagian kolimator yang tetap. Detektor dapat dipindahkan secara kontinu dari 1,3 m hingga 18 m dari posisi sampel dan juga dapat bergeser dalam arah lateral sebesar 0,1 m untuk meningkatkan jangkauan Q (Quasi). Variasi panjang kolimator dan jarak sampel hingga detektor (SDD) sepenuhnya dikendalikan oleh komputer. Untuk skematik peralatan SANS di BATAN Serpong, dapat dilihat pada Gambar 1 315
3 . Gambar 1. Skematik peralatan SANS[2] Poros Poros merupakan salah satu bagian terpenting dari setiap mesin. Hampir semua mesin meneruskan tenaga bersama-sama dengan putaran. Peranan transmisi seperti itu dipegang oleh poros. [3] Jenis-jenis poros antara lain : 1. Poros transmisi 2. Spindel 3. Gandar Ulir Pada ulir sekerup segi panjang ukurannya ditentukan oleh pembuat atau dinormalisasi oleh pabrik untuk keperluannya sendiri. Kerugian ulir segi panjang adalah sulit untuk dibuat sesuai pada mur, sehingga menyebabkan pekerjaan menjadi tidak teliti. Untuk mendistribusikan daya, selain menggunakan ulir sekerup satu jalan juga dipakai ulir yang mempunyai lebih dari satu jalan, dimana beberapa ulir sekerup terletak berdampingan satu sama lain pada silinder pusat yang sama [4]. Roda gigi Roda gigi adalah roda silinder bergigi yang digunakan untuk mentransmisikan gerak dan tenaga dari satu poros ke poros lainnya [5]. Prinsip kerja roda gigi yaitu, gigi penggerak mendorong gigi yang digerakkan, mengusahakan kekuatan untuk tegak lurus jari-jari dari kedua roda gigi. Dikarenakan roda gigi berputar, maka torsi dan daya dapat ditransmisikan. Jika dari dua buah roda berbentuk silinder atau kerucut yang saling bersinggungan pada kelilingnya salah satu diputar maka yang lain akan ikut berputar pula. Alat yang menggunakan cara kerja semacam ini untuk mentransmisikan daya disebut roda gesek. Guna mentransmisikan daya besar dan putaran yang tepat tidak dapat dilakukan dengan roda gesek. Untuk ini, kedua roda tersebut harus dibuat bergigi pada kelilingnya sehinggga penerusan daya dilakukan oleh gigi-gigi kedua roda yang saling berkait. Roda bergigi semacam ini, yang dapat berbentuk silinder atau kerucut, disebut roda gigi [3]. Bantalan (Bearing) Bantalan adalah elemen mesin yang berfungsi untuk menahan beban sementara yang memungkinkan gerakan relatif antara dua buah elemen dari mesin atau peralatan. Pada umumnya bantalan mendukung poros berputar, menahan beban murni radial atau kombinasi beban radial dan aksial. Sebagian besar bantalan digunakan dalam aplikasi yang melibatkan rotasi, namun ada juga yang digunakan dalam aplikasi gerakan linier [5]. 316
4 Kopel Sebuah kopling tak tetap adalah suatu elemen mesin yang menghubungkan poros yang digerakkan dengan poros penggerak, dengan putaran yang sama dalam meneruskan daya, serta dapat melepaskan hubungan kedua poros tersebut, baik dalam keadaan diam maupun berputar[3]. Motor Stepper Motor stepper adalah perangkat elektromekanis yang bekerja dengan mengubah pulsa elektronis menjadi gerakan mekanis diskrit. Motor stepper bergerak berdasarkan urutan pulsa yang diberikan kepada motor. Karena itu, untuk menggerakkan motor stepper diperlukan pengendali motor stepper yang membangkitkan pulsa-pulsa periodik. Keunggulan motor stepper antara lain Sudut rotasi motor proporsional dengan pulsa masukan sehingga lebih mudah diatur, Motor dapat langsung memberikan torsi penuh pada saat mulai bergerak Posisi dan pergerakannya presisi, dapat menghasilkan perputaran yang lambat sehingga beban dapat dikopel langsung ke porosnya. METODE Prosedur untuk penelitian ini dapat dilihat pada diagram alir Gambar 2. Perancangan disesuaikan dengan tempat alat dipasang dan kebutuhan jangkauan gerak yang diinginkan. Dimana, sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan diperlukan sebuah sistem penggerak yang dapat memposisikan beam stopper sejauh 80 mm pada sumbu- x dan 30 mm pada sumbu-z. Oleh karena itu, dibuat sebuah sistem penggerak untuk memenuhi nilai tersebut dengan dimensi panjang = 500 mm, lebar = 200 mm; dan tinggi 250 mm. Hal tersebut dilakukan untuk menambah jarak aman dari perpindahan posisi beam stopper dari sisi alat yang satu kesisi alat lainnya. Pada penelitian ini software penggerak yang digunakan adalah program yang sudah ada sebelumnya, yaitu dengan menggunakan visual basic. Program ini digunakan untuk menggerakkan motor stepper jenis 5 langkah (fasa) Vexta. Adapun pembuatan komponen peralatan yang dibuat antara lain: 1. Pembuatan meja 1 2. Pembuatan meja 2 3. Pembuatan poros ulir penggerak vertikal dan roda gigi pengkopelnya 4. Pembuatan poros ulir motor penggerak 5. Pembuatan rumah bearing poros ulir motor penggerak 6. pembuatan rumah liner bearing poros liner vertical dan liner vertical 7. Pembuatan plat rumah bearing poros ulir penggerak horizontal dan liner horizontal 8. Pembuatan poros ulir penggerak horizontal dan liner horizontal. Mulai Studi literatur Merancang dan menentukan dimennsi alat Mengukur bahan dan membuat komponen Peralatan Merangk Pengujian Alat Pembuatan Selesai Perbaik an alat Gambar 2. Diagram Alir Penelitian Setelah semua komponen peralatan telah selesai dibuat kemudian dilakukan perakitan alat secara keseluruhan. Dimana komponen-komponen yang telah dibuat tersebut dirangkai satu-persatu sesuai dengan penempatan dan posisinya masingmasing. Ada beberapa kesulitan yang ditemui dalam proses perakitan alat secara keseluruhan, yaitu ketika ukuran komponen ataupu lubang baut pengikat tidak sesuai dengan ukuran sebenarnya maka komponen tidak dapat terpasang dengan baik dan harus dilakukan perbaikan pembuatan komponen alat. HASIL DAN PEMBAHASAN Rancang bangun sistem penggerak beam stopper netron spektrometer SANS dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain yaitu kebutuhan akan suatu sistem penggerak beam stopper netron yang mampu bekerja pada dua sumbu pergerakkan (X dan Z), serta dapat diposisikan sesuai dengan ukuran tempat dan jarak yang diinginkan dalam 317
5 penelitian peralatan hamburan netron sudut kecil (seperti pada Gambar 3 dan 4). Adapun kriteria yang harus dimiliki alat ini adalah harus mampu bergerak pada sumbu-x sejauh 80 mm dan sumbu- Z sejauh 30 mm, serta mampu menahan beban maksimum sebesar 500gram. Dalam merancang bangun alat ini, langkah awal yang harus ditempuh adalah menginterpretasi pergerakkan yang dibutuhkan oleh alat sistem penggerak, dimana dalam perancangannya alat ini harus mencapai ataupun melampaui batas yang ditetapkan dalam kriteria alat. Adapun rancangan alat yang dibuat dapat terlihat pada Gambar 3. spektrometer SANS secara utuh dapat dilihat pada Gambar 4. Pengujian pada alat ini dilakukan dengan melihat hasil pergerakkan apakah telah sesuai dengan perintah pulsa masukan yang diberikan, dimana penempatan dudukan beam stopper sesuai dengan jarak yang diinginkan. Pada proses pengujian, pergerakkan alat harus berjalan stabil dan sesuai dengan irama pergerakkan motor penggerak, agar hasil yang didapat sesuai dengan perhitungan yang telah dilakukan. Dalam hal ini ketelitian Gambar 4. Sistem penggerak beam stopper neutron spektrometer SANS Gambar 3. Sistem penggerak beam stopper netron. Keterangan gambar : 1. Meja 1 2. Meja 2 3. Poros penggerak vertikal 4. Roda gigi transmisi 5. Poros ulir motor penggerak 6. Plat rumah bearing poros ulir motor penggerak 7. Rumah liner bearing poros vertikal 8. Liner poros vertikal 9. Plat rumah bearing poros penggerak horizontal dan liner- nya 10. Poros penggerak horizontal 11. Liner poros penggerak horizontal 12. Dudukan beam stopper 13. Motor Stepper Dalam pemilihan jenis bahan yang digunakan sebagai bahan dasar alat, dianjurkan untuk memilih jenis bahan yang tahan terhadap radiasi netron serta memiliki karakteristik yang dibutuhkan. Dalam hal ini almunium dipilih menjadi jenis bahan yang tepat karena memiliki waktu paruh yang lebih singkat dibandingkan dengan logam lain ketika terkena radiasi netron, selain itu bahan almunium juga memiliki massa yang ringan dan mudah dibentuk dalam proses pengerjaannya. Alat sistem penggerak beam stopper neutron perakitan alat harus lebih diperhatikan, karena akan mempengaruhi kinerja alat secara keseluruhan. Pengujian ini dilakukan pada dua sumbu, yaitu X dan Z dengan menggunakan metode pengujian yang sama. Sistem penggerak beam stopper netron ini bekerja berdasarkan perintah pulsa yang diberikan pada program penggerak motor stepper alat. Pulsa masukan tersebut berupa jumlah putaran motor stepper. Pulsa inilah yang digunakan untuk menentukan jarak penempatan posisi beam stopper yang diinginkan. Pada prinsipnya, putaran motor yang tercipta akibat pulsa masukan diteruskan melalui kopel ke poros ulir batang penggerak yang berfungsi sebagai komponen utama dalam pergerakan posisi beam stopper. Dimana untuk pergerakkan sumbu-x jarak ulir disesuaikan dengan pulsa masukan, yaitu ketika diberikan data masukan sebesar 10mm maka motor akan bergerak sebanyak 10 putaran dan poros ulir bekerja memindahkan sejauh 10 mm. Hal tersebut dimaksudkan agar pada saat menempatkan beam stopper pada sumbu- X lebih mudah. Daya jangkau maksimal pergerakkan alat pada sumbu-x adalah sebesar 325 mm. Dimana nilai tersebut telah mencukupi jangkauan gerak yang diperlukan pada sumbu ini, yaitu sebesar 80 mm. Motor stepper yang digunakan pada sumbu ini memiliki kemampuan sebesar 50 rpm dengan 318
6 resolusi langkah 3,6 o atau 100 langkah untuk satu kali putarannya. Laju pergerakkan pada sumbu ini didapat sebesar 50 mm/menit, nilai tersebut didapat karena perpindahan gerak sumbu disesuaikan dengan jumlah masukan pulsa yang setara dengan putaran motor. Pengujian pada sumbu-x dilakukan beberapa kali dimana hasil ujinya terlihat pada Tabel 1. Pulsa masukan Tabel 1. Hasil Uji pergerakan alat pada Sumbu X Jarak Waktu Jarak yang Selisih hasil tempuh diharapkan jarak uji (detik) ,98 0, ,95 0, ,01 0, ,97 0, ,98 0, ,02 0, ,01 0, ,98 0,02 Dari data hasil pengujian tersebut terlihat bahwa terdapat selisih antara jarak yang diharapkan dengan jarak hasil uji, dimana selisih jarak tersebut jika di rata- rata adalah seberar 0,02 mm. Selisih tersebut timbul dikarenakan pada sumbu- x sistem penggerak beam stopper netron ini menggunakan pasangan long as dan long nut yang dijual di pasaran. Sehingga walaupun sudah dipilih jenis long as dan long nut yang baik tetap akan menimbulkan nilai selisih. Nilai selisih tersebut sebenarnya tidak memenuhi standar peralatan SANS yang memiliki nilai toleransi sebesar 0,01 mm, akan tetapi hal tersebut dapat di atasi dengan memvariasi nilai pulsa masukan. Pada pergerakkan sumbu-z sistem penggerak baem stopper ini masih menggunakan jenis motor yang sama tetapi berukuran lebih besar dan dengan kemampuan putar motor yang sama yaitu 50 rpm. Walaupun motor yang digunakan lebih besar tetapi karakteristik motor disesuaikan dengan motor penggerak sumbu-x, hal itu dilakukan untuk memudahkan menghitung masukan pulsa dan laju perpindahannya. Poros ulir penggerak yang meneruskan putaran motor di transmisikan dengan 5 buah roda gigi dengan ukuran yang sama yaitu d = 39 mm dan jumlah z = 39 buah, serta 2 batang poros ulir penggerak meja untuk gerakan sumbu-z yang berfungsi sebagai poros utama sistem pergerakkan sumbu- Z. Selain itu, roda-roda gigi transmisi tersebut berfungsi untuk mereduksi putaran motor stepper terhadap poros ulir penggerak dengan perbandingan reduksi 25 :1. Jangkauan pergerakkan maksimal untuk sumbu-z adalah sebesar 60 mm, dimana kemampuan jangkau ini telah mencukupi jangkauan jarak yang diperlukan pada alat ini yaitu sebesar 30 mm. Jika dilihat dari perbandingan reduksi, maka akan terlihat bahwa pergerakan dari meja alat ini untuk memposisikan beam stopper sangat lambat karena setiap 25 putaran motor hanya menghasilkan 1 putaran poros penggerak. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan akan ke presisian pergerakkan sumbu-z sangat diperlukan dalam posisi penempatan beam stopper untuk pengambilan data akselerasi peralatan spektrometer SANS. Laju pergerakkan pada sumbu ini didapat sebesar 2 mm/menit, nilai tersebut didapat karena terjadi reduksi putaran pada transmisi porosnya yaitu sebesar 25:1. Pengujian pada sumbu ini dilakuran beberapa kali dengan hasil uji seperti pada Tabel 2. Pulsa masukan Tabel 2. Hasil uji pergerakkan alat pada sumbu-z Jarak yang Jarak Waktu tempuh (detik) Waktu tempuh semestinya (detik) Selisih waktu tempuh (detik) diharapkan hasil uji Selisih jarak ,98 0, , ,95 0, ,01 0, ,97 0, ,98 0, ,02 0, ,01 0, Dari data hasil pengujian dapat dilihat terjadi selisih waktu yang signifikan antara waktu tempuh alat dangan waktu tempuh yang semestinya. Dimana nilai selisih waktu tersebut bila di rata-rata terhadap rentang waktu yang sama adalah mendekati 9,26 detik untuk 1 mm pergerakkan poros atau 50 putaran motor. Hal tersebut disebabkan oleh beban yang diterima pada 2 batang poros penggerak dan kemungkinan slip ataupun back lash yang terjadi pada rangkaian transmisi roda gigi, sehingga menghambat laju perputaran dari motor penggerak. Namun hal tersebut dapat diabaikan mengingat waktu tempuh tidak terlalu dibutuhkan dalam penempatan beam stopper. Dari seluruh hasil pengujiaan diketahui bahwa rancang bangun sistem penggerak beam stopper netron ini layak digunakan pada peralatan SANS. Dan dapat dijadikan sebagai alat penggerak utama untuk beam stopper SANS, karena jika dilihat dari hasil data dan uji alat ini memiliki 319
7 kepresisian dan tingkat akurasi penempatan posisi yang baik. Adapun karakteristik dari alat ini adalah mampu bergerak pada sumbu-x sejauh 325 mm dengan masukan pulsa sesuai jarak yg diinginkan (pulsa sama dengan jarak) dan mampu bergerak pada sumbu-z sejauh 60 mm dengan perbandingan antara masukan pulsa dengan perpindahan geraknya sebesar 25 : 1 mm, serta memiliki toleransi pada sumbu-x sebesar 0,02 dan sumbu-z 0,01 (standart alat). Laju pergerakkannya adalah 50 mm/menit untuk sumbu-x dan 2 mm/menit untuk sumbu-z. KESIMPULAN 1. Dalam penempatan posisi beam stopper dibutuhkan sistem penggerak yang mampu bergerak pada 2 arah sumbu pergerakkan, yaitu X dan Z, agar posisi beam stopper dapat diatur sedemikian rupa. 2. Telah dibuat sebuah alat sistem penggerak beam stopper netron yang mampu mengkondisikan posisi dari beam stopper pada posisi yang diinginkan oleh pengguna peralatan SANS. 3. Sistem penggerak beam stopper netron spektrometer SANS yang dibuat dalam penelitian ini mempunyai karakteristik pergerakkan pada sumbu-x sejauh 325 mm dengan masukan pulsa sesuai jarak yg diinginkan (pulsa sama dengan jarak) dan mampu bergerak pada sumbu-z sejauh 60 mm dengan perbandingan antara masukan pulsa dengan perpindahan geraknya sebesar 25 : 1 mm, serta memiliki toleransi pada sumbu-x sebesar 0,02 dan sumbu-z 0,01 (standart alat). Laju pergerakkannya adalah 50 mm/menit untuk sumbu-x dan 2 mm/menit untuk sumbu-z. SARAN 1. Rancang bangun penggerak beam stopper netron harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan penggunaan sistem peralatan tersebut. 2. Ukuran komponen sistem penggerak harus dibuat sepresisi mungkin agar dapat memudahkan dalam proses perakitannya, dan supaya didapatkan kerja sistem penggerak yang maksimal. 3. Kesalahan pengukuran pembuatan komponen akan sangat berpengaruh terhadap hasil rancang bangun, sehingga pengukuran ukuran harus sangat diperhatikan dalam proses pembuatannya. 4. Perlu dilakukan pengujian kinerja alat lebih lanjut, agar didapat alat sistem penggerak dengan akurasi dan presisi yang lebih baik lagi. DAFTAR PUSTAKA 1. Putra, Edy Giri Rachman, Bharoto, Baek Seok Seong, 2010, Recent Development of a 36 meter Small- Angle Neutron Scattering BATAN Spectrometer (SMARTer) in Serpong Indonesia, Journal of Physics: Conference Series 247, Nasional Nuclear Energy Agency, 2011, Booklet of Neutron Scattering Laboratory, BATAN, Serpong. 3. Sularso; Kiyokatsu Suga, 1994, Dasar Perencanaan Dan Pemilihan Elemen Mesin, P.T. Pradnya Paramita, Jakarta. 4. Asril, Abbas, 1952, Ilmu Bangunan Pesawat Yang Praktis, Tehnik H.STAM, Jakarta. 5. Robert L. Mott, 2004, Machine Elements in Mechanical Design Fourth Edition, Pearson Education, Inc., Upper Saddle River, New Jersey Diakses pada tanggal 11 februari 2013 (19:05). TANYA JAWAB Pertanyaan 1. Motor yang digunakan jenis motor apa? (Fauqi Suryanto) 2. Kenapa dibutuhkan kecepatan motor penggerak yang lambat dan halus? Bagaimana cara membuat pergerakan halus dan akurat? (Dimas P.) 3. Bagaimana mengetahui panjang pulsa masukan dalam satuan panjang? (Adi A.) Jawaban 1. Dalam mekanik atau sistem penggerak ini digunakan motor stepper sebagai penggeraknya 2. a. Untuk memperoleh hasil yang lebih presisi saat diminta jarak lebih presisi misal 1,1mm. b. Dengan reduksi roda gigi. 3. Dalam program data yang diberikan bukan merupakan panjang pulsa, tetapi banyaknya pulsa, sehingga jumlah pulsa yang diberi arus menjadi jarak pergerakan beam stopper. 320
Motor Stepper. Nuryono S.W.,S.T.,M.Eng. Sistem Berbasis Mikroprosesor 1
Motor Stepper Nuryono S.W.,S.T.,M.Eng. Sistem Berbasis Mikroprosesor 1 Motor Stepper Motor stepper adalah perangkat elektromekanis yang bekerja dengan mengubah pulsa elektronis menjadi gerakan mekanis
PENGEMBANGAN SISTEM KENDALI SPEKTROMETER SMALL ANGLE NEUTRON SCATTERING (SANS) BERBASIS JARINGAN
PENGEMBANGAN SISTEM KENDALI SPEKTROMETER SMALL ANGLE NEUTRON SCATTERING (SANS) BERBASIS JARINGAN Sukarman, C.Yunida Mitra Cahyani, Bharoto Jurusan Teknofisika Nuklir, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan
RANCANG BANGUN SIMULATOR CNC MULTIAXIS DENGAN MOTOR STEPPER AC
TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN SIMULATOR CNC MULTIAXIS DENGAN MOTOR STEPPER AC TENANG DWI WIBOWO 2110 030 041 Dosen Pembimbing: Ir. Winarto, DEA Program Studi D3 Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Institut
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Cara Kerja Alat Cara kerja Mesin pemisah minyak dengan sistem gaya putar yang di control oleh waktu, mula-mula makanan yang sudah digoreng di masukan ke dalam lubang bagian
PENGARUH BEBAN DAN KONDISI PEMBEBANAN TERHADAP KARAKTERISTIK GERAK SISTEM PENGGERAK PRESISI
144 PENGARUH BEBAN DAN KONDISI PEMBEBANAN TERHADAP KARAKTERISTIK GERAK SISTEM PENGGERAK PRESISI Ahmad Su udi Dosen Jurusan Teknik Mesin Universitas Lampung ABSTRAK Dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 DIAGRAM PENELITIAN Mulai Studi Lapangan dan Tinjauan Persiapan Alat dan Bahan Proses pembuatan alat Pengecekan dan pengukuran alat Koneksi alat dengan Software Setting
BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Perencanaan Tabung Luar Dan Tabung Dalam a. Perencanaan Tabung Dalam Direncanakan tabung bagian dalam memiliki tebal stainles steel 0,6, perencenaan tabung pengupas
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Produksi Jurusan Teknik Mesin
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Produksi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Lampung pada bulan September 2012 sampai dengan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian pengelasan secara umum a. Pengelasan Menurut Harsono,1991 Pengelasan adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam paduan yang dilakukan dalam keadaan lumer atau cair.
BAB II SISTEM PENENTU AXIS Z ZERO SETTER
BAB II SISTEM PENENTU AXIS Z ZERO SETTER 2.1 Gambaran Umum Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan pada Bab I, tujuan skripsi ini adalah merancang suatu penentu axis Z Zero Setter menggunakan
BAB II DASAR TEORI Sistem Transmisi
BAB II DASAR TEORI Dasar teori yang digunakan untuk pembuatan mesin pemotong kerupuk rambak kulit adalah sistem transmisi. Berikut ini adalah pengertian-pengertian dari suatu sistem transmisi dan penjelasannya.
Bab 4 Perancangan Perangkat Gerak Otomatis
Bab 4 Perancangan Perangkat Gerak Otomatis 4. 1 Perancangan Mekanisme Sistem Penggerak Arah Deklinasi Komponen penggerak yang dipilih yaitu ball, karena dapat mengkonversi gerakan putaran (rotasi) yang
BAB II DASAR TEORI 2.1 TINJAUAN PUSTAKA
BAB II DASAR TEORI 2.1 TINJAUAN PUSTAKA Elvys, (2015) menyatakan untuk memenuhi kebutuhan mesin perkakas CNC bagi workshop industri kecil dan atau sebagai media pembelajaran pada institusi pendidikan,
BAB II DASAR TEORI. c) Untuk mencari torsi dapat dirumuskan sebagai berikut:
BAB II DASAR TEORI 2.1 Daya Penggerak Secara umum daya diartikan sebagai suatu kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan sebuah kerja, yang dinyatakan dalam satuan Watt ataupun HP. Penentuan besar daya
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN Semua mekanisme yang telah berhasil dirancang kemudian dirangkai menjadi satu dengan sistem kontrol. Sistem kontrol yang digunakan berupa sistem kontrol loop tertutup yang menjadikan
RANCANG BANGUN MESIN PEMECAH BIJI KEMIRI DENGAN SISTEM BENTUR
RANCANG BANGUN MESIN PEMECAH BIJI KEMIRI DENGAN SISTEM BENTUR Sumardi 1* Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda Aceh Medan Km. 280 Buketrata Lhokseumawe 24301 Email: [email protected]
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR 3.1 Skema dan Prinsip Kerja Alat Prinsip kerja mesin spin coating adalah sumber tenaga motor listrik ditransmisikan ke poros hollow melalui pulley dan v-belt untuk mendapatkan
Pendahuluan. Prinsip Kerja Motor Stepper
Pendahuluan Motor stepper adalah perangkat elektromekanis yang bekerja dengan mengubah pulsa elektronis menjadi gerakan mekanis diskrit. Motor stepper bergerak berdasarkan urutan pulsa yang diberikan kepada
PENGUJIAN SISTEM MEKANIK LEVEL GAUGING
PENGUJIAN SISTEM MEKANIK LEVEL GAUGING SUROSO *, DWI PRIYANTORO *, ZAINUL KAMAL ** * Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 YKBB Yogyakarta 55281 Telepon 0274-484085, 489716,
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. II untuk sumbu x. Perasamaannya dapat dilihat di bawah ini :
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisa Perancangan Rem Persamaan umum untuk sistem pengereman menurut Hukum Newton II untuk sumbu x. Perasamaannya dapat dilihat di bawah ini : F = m. a Frem- F x = m.
DASAR MOTOR STEPPER. I. Pendahuluan.
DASAR MOTOR STEPPER I. Pendahuluan Motor stepper adalah perangkat elektromekanis yang bekerja dengan mengubah pulsa elektronis menjadi gerakan mekanis diskrit. Motor stepper bergerak berdasarkan urutan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1. TINJAUAN PUSTAKA Potato peeler atau alat pengupas kulit kentang adalah alat bantu yang digunakan untuk mengupas kulit kentang, alat pengupas kulit kentang yang
TUGAS DESAIN MEKATRONIKA II
TUGAS DESAIN MEKATRONIKA II Sistem Penggerak Satu Sumbu Menggunakan Motor Stepper DISUSUN OLEH : KELOMPOK IV A Nama Mahasiswa Nim Fahmi Ahmad Husaeni 201302025 Iqbal Auliadin 201302009 Yova Mavriliana
Mekatronika Modul 9 Motor Stepper
Mekatronika Modul 9 Motor Stepper Hasil Pembelajaran : Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan karakteristik dari Motor Stepper Tujuan Bagian ini memberikan informasi mengenai karakteristik dan penerapan
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. WAKTU DAN TEMPAT Kegiatan Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juni hingga Desember 2011 dan dilaksanakan di laboratorium lapang Siswadhi Soepardjo (Leuwikopo), Departemen
BAB II DASAR TEORI. Mesin perajang singkong dengan penggerak motor listrik 0,5 Hp mempunyai
BAB II DASAR TEORI 2.1. Prinsip Kerja Mesin Perajang Singkong. Mesin perajang singkong dengan penggerak motor listrik 0,5 Hp mempunyai beberapa komponen, diantaranya adalah piringan, pisau pengiris, poros,
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR 3.1 Diagram Alir Proses Perancangan Proses perancangan mesin peniris minyak pada kacang seperti terlihat pada gambar 3.1 berikut ini: Mulai Studi Literatur Gambar Sketsa
PERANCANGAN MESIN PRESS BAGLOG JAMUR KAPASITAS 30 BAGLOG PER JAM. Oleh ARIEF HIDAYAT
PERANCANGAN MESIN PRESS BAGLOG JAMUR KAPASITAS 30 BAGLOG PER JAM Oleh ARIEF HIDAYAT 21410048 Latar Belakang Jamur Tiram dan Jamur Kuping adalah salah satu jenis jamur kayu, Media yang digunakan oleh para
RANCANG BANGUN MESIN PEMECAH BIJI KEMIRI DENGAN SISTEM BENTUR
RANCANG BANGUN MESIN PEMECAH BIJI KEMIRI DENGAN SISTEM BENTUR Sumardi Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda Aceh Medan Km. 280 Buketrata Lhokseumawe 24301 Email: [email protected]
PERENCANAAN MESIN BENDING HEAT EXCHANGER VERTICAL PIPA TEMBAGA 3/8 IN
PERENCANAAN MESIN BENDING HEAT EXCHANGER VERTICAL PIPA TEMBAGA 3/8 IN Dani Prabowo Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta E-mail: [email protected] Abstrak Perencanaan ini
MESIN PERAJANG SINGKONG
PROPOSAL MERENCANA MESIN MESIN PERAJANG SINGKONG Diajukan oleh : 1. Aan Setiawan ( 04033088 ) 2. Muhammad Wibowo ( 04033146 ) 3. Wisnu Kusuma Wardhani ( 04033159 ) 4. Andi Mardiyansah ( 04033160 ) kepada
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR 3.1 Flowchart Perencanaan Pembuatan Mesin Pemotong Umbi Proses Perancangan mesin pemotong umbi seperti yang terlihat pada gambar 3.1 berikut ini: Mulai mm Studi Literatur
BAB III PERANCANGAN SISTEM TRANSMISI RODA GIGI DAN PERHITUNGAN. penelitian lapangan, dimana tujuan dari penelitian ini adalah :
BAB III PERANCANGAN SISTEM TRANSMISI RODA GIGI DAN PERHITUNGAN 3. Metode Penelitian Metode penelitian yang dipakai dalam perancangan ini adalah metode penelitian lapangan, dimana tujuan dari penelitian
ANALISA PUTARAN RODA GIGI PADA KINCIR AIR TERHADAP TEGANGAN YANG DIHASILKAN GENERATOR MINI DC
ANALISA PUTARAN RODA GIGI PADA KINCIR AIR TERHADAP TEGANGAN YANG DIHASILKAN GENERATOR MINI DC Sugeng Triyanto Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma ABSTRAKSI Kata kunci : Putaran,
Perancangan Peralatan Bantu Pembuatan Roda Gigi Lurus dan Roda Gigi Payung Guna Meningkatkan Fungsi Mesin Bubut
Performa (2006) Vol. 5, No.2: 11-20 Perancangan Peralatan Bantu Pembuatan Roda Gigi Lurus dan Roda Gigi Payung Guna Meningkatkan Fungsi Mesin Bubut Andi Susilo, Muhamad Iksan, Subono Jurusan Teknik Industri,
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Secara garis besar, pada proses perancangan kepala pembagi sederhana ini berdasar pada beberapa teori. Teori-teori ini yang akan mendasari pembuatan komponen-komponen pada kepala
PENGARUH PARAMETER POTONG TERHADAP DIAMETER PITS ULIR METRIK
PENGARUH PARAMETER POTONG TERHADAP DIAMETER PITS ULIR METRIK Sunarto Teknik Mesin Politeknik Bengkalis Jl. Batin Alam, Sei-Alam, Bengkalis-Riau [email protected] Abstrak Ulir metrik adalah salah satu
RANCANG BANGUN MESIN PENGADUK SERBUK KAYU DENGAN RESIN POLIMER MENGGUNAKAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK
RANCANG BANGUN MESIN PENGADUK SERBUK KAYU DENGAN RESIN POLIMER MENGGUNAKAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK Taufik 1, Azwar 2, Bukhari 2, 1 Mahasiswa Prodi D-IV TeknikMesinProduksidanPerawatan 2 DosenJurusanTeknikMesinPoliteknikNegeriLhokseumawe
ANALISA KECEPATAN PADA ALAT PERAGA MEKANISME ENGKOL PELUNCUR. Yeny Pusvyta 1* 1 Program Studi Teknik Mesin Universitas IBA
ANALISA KECEPATAN PADA ALAT PERAGA MEKANISME ENGKOL PELUNCUR Yeny Pusvyta 1* 1 Program Studi Teknik Mesin Universitas IBA Jl. Mayor Ruslan Palembang. *Email : [email protected] Abstrak Interaksi yang
TINJAUAN PUSTAKA. komponen pada beberapa wadah yang berbeda sehingga masih tetap terpisah satu
TINJAUAN PUSTAKA Pencampuran Secara ideal, proses pencampuran dimulai dengan mengelompokkan masingmasing komponen pada beberapa wadah yang berbeda sehingga masih tetap terpisah satu sama lain dalam bentuk
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Konstruksi Prototipe Manipulator Manipulator telah berhasil dimodifikasi sesuai dengan rancangan yang telah ditentukan. Dimensi tinggi manipulator 1153 mm dengan lebar maksimum
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Indonesia. Dan hampir setiap orang menyukai kerupuk, selain rasanya yang. ikan, kulit dan dapat juga berasal dari udang.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Kerupuk Kerupuk memang bagian yang tidak dapat dilepaskan dari tradisi masyarakat Indonesia. Dan hampir setiap orang menyukai kerupuk, selain rasanya yang enak harganya
MAKALAH MOTOR STEPPER DI BIDANG INDUSTRI
MAKALAH MOTOR STEPPER DI BIDANG INDUSTRI Oleh : Winji Dwi Margunani 4211413023 JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2016 1.Motor Stepper Motor stepper
MESIN PERUNCING TUSUK SATE
MESIN PERUNCING TUSUK SATE NASKAH PUBLIKASI Disusun : SIGIT SAPUTRA NIM : D.00.06.0048 JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 013 MESIN PERUNCING TUSUK SATE Sigit Saputra,
ANALISIS PENGGERAK PADA SISTEM PENGAMAN PINTU BER-PASSWORD
Analisis Penggerak Pada Sistem Pengaman Pintu. (Gandung Listiono) 163 ANALISIS PENGGERAK PADA SISTEM PENGAMAN PINTU BER-PASSWORD ANALYSIS OF ACTIVATOR OF PASSWORDED DOOR SECURITY SYSTEM Oleh: Gandung Listiono
RANCANG BANGUN ALAT UJI MEKANIK BATANG KENDALI RSG-GAS
SEMINAR NASIONAL V YOGYAKARTA, 5 NOVEMBER 2009 RANCANG BANGUN ALAT UJI MEKANIK BATANG KENDALI RSG-GAS HARI SUDIRJO Pusat Reaktor Serba Guna BATAN Abstrak RANCANG BANGUN ALAT UJI MEKANIK BATANG KENDALI
ANALISA KEGAGALAN POROS DENGAN PENDEKATAN METODE ELEMEN HINGGA
ANALISA KEGAGALAN POROS DENGAN PENDEKATAN METODE ELEMEN HINGGA Jatmoko Awali, Asroni Jurusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Metro Jl. Ki Hjar Dewantara No. 116 Kota Metro E-mail : [email protected]
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Mesin Press Mesin press adalah salah satu alat yang dapat digunakan untuk membentuk dan memotong suatu bahan atau material dengan cara penekanan. Proses kerja daripada
Dinamika Rotasi, Statika dan Titik Berat 1 MOMEN GAYA DAN MOMEN INERSIA
Dinamika Rotasi, Statika dan Titik Berat 1 MOMEN GAYA DAN MOMEN INERSIA Dalam gerak translasi gaya dikaitkan dengan percepatan linier benda, dalam gerak rotasi besaran yang dikaitkan dengan percepatan
BAB II PEMBAHASAN MATERI. industri, tempat penyimpanan dan pembongkaran muatan dan sebagainya. Jumlah
BAB II PEMBAHASAN MATERI 2.1 Mesin Pemindah Bahan Mesin pemindahan bahan merupakan salah satu peralatan mesin yang dugunakan untuk memindahkan muatan dilokasi pabrik, lokasi konstruksi, lokasi industri,
PERANCANGAN BALL MILL KAPASITAS 200 mg
PERANCANGAN BALL MILL KAPASITAS 200 mg TUGAS AKHIR DIAJUKAN KEPADA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG SEBAGAI SYARAT UNTUK MEMPEROLEH GELAR SARJANA TEKNIK MESIN STRATA SATU (S1) DISUSUN OLEH : RIDHO ABDURACHMAN
BAB III. Metode Rancang Bangun
BAB III Metode Rancang Bangun 3.1 Diagram Alir Metode Rancang Bangun MULAI PENGUMPULAN DATA : DESAIN PEMILIHAN BAHAN PERHITUNGAN RANCANG BANGUN PROSES PERMESINAN (FABRIKASI) PERAKITAN PENGUJIAN ALAT HASIL
Presentasi Tugas Akhir
Presentasi Tugas Akhir Modifikasi Alat Penunjuk Titik Pusat Lubang Benda Kerja Dengan Berat Maksimal Kurang Dari 29 Kilogram Untuk Mesin CNC Miling Oleh : Mochamad Sholehuddin NRP. 2106 030 033 Program
ANALISA DONGKRAK ULIR DENGAN BEBAN 4000 KG
ANALISA DONGKRAK ULIR DENGAN BEBAN 4000 KG Cahya Sutowo Jurusan Mesin, Universitas Muhammadiyah Jakarta Abstrak. Untuk melakukan penelitian tentang kemampuan dari dongkrak ulir ini adalah ketahanan atau
Gambar 2.1. Struktur buah kelapa muda
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 21 Kelapa Muda Kelapa muda (cocos nucifera), merupakan buah dari pohon kelapa yang sengaja dipetik lebih cepat (sebelum buah kelapa itu tua atau jatuh sendiri dari pohonnya) dengan
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL RANCANGAN DAN KONSTRUKSI 1. Deskripsi Alat Gambar 16. Mesin Pemangkas Tanaman Jarak Pagar a. Sumber Tenaga Penggerak Sumber tenaga pada mesin pemangkas diklasifikasikan
Rancang Bangun Alat Uji Impak Metode Charpy
Rancang Bangun Alat Uji Impak Metode Charpy Amud Jumadi 1, Budi Hartono 1, Gatot Eka Pramono 1 1 Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Ibn Khaldun Bogor Corresponding author : [email protected]
BAB II DASAR TEORI 2.1. Sistem Transmisi Motor Listrik
BAB II DASAR TEORI 2.1. Sistem Transmisi Transmisi bertujuan untuk meneruskan daya dari sumber daya ke sumber daya lain, sehingga mesin pemakai daya tersebut bekerja menurut kebutuhan yang diinginkan.
3.2 Tempat Penelitian 1. Mototech Yogyakarta 2. Laboratorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara mengadakan penelitian agar pelaksanaan dan hasil penelitian dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Penelitian ini
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Poros Poros merupakan bagian yang terpenting dari suatu mesin. Hampir semua mesin meneruskan tenaga dan putarannya melalui poros. Setiap elemen mesin yang berputar, seperti roda
BAB III METODOLOGI Diagram Alur Produksi Mesin. Gambar 3.1 Alur Kerja Produksi Mesin
BAB III METODOLOGI 3.1. Diagram Alur Produksi Mesin Gambar 3.1 Alur Kerja Produksi Mesin 3.2. Cara Kerja Mesin Prinsip kerja mesin pencetak bakso secara umum yaitu terletak pada screw penekan adonan dan
pembentukan material dengan model lingkaran penuh.
PENDAHULUAN Dalam suatu proses produksi, banyak hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi baik dari sisi tenaga kerja maupun dari faktor mesin dan peralatan,
BAB II DASAR TEORI 2.1 Konsep Perencanaan 2.2 Motor 2.3 Reducer
BAB II DASAR TEORI 2.1 Konsep Perencanaan Konsep perencanaan komponen yang diperhitungkan sebagai berikut: a. Motor b. Reducer c. Daya d. Puli e. Sabuk V 2.2 Motor Motor adalah komponen dalam sebuah kontruksi
Antiremed Kelas 12 Fisika
Antiremed Kelas 12 Fisika Persiapan UAS 1 Doc. Name: AR12FIS01UAS Version: 2016-09 halaman 1 01. Sebuah bola lampu yang berdaya 120 watt meradiasikan gelombang elektromagnetik ke segala arah dengan sama
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambar 14. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar mesin sortasi buah manggis hasil rancangan dapat dilihat dalam Bak penampung mutu super Bak penampung mutu 1 Unit pengolahan citra Mangkuk dan sistem transportasi
4 RANCANGAN SIMULATOR GETARAN DENGAN OUTPUT ARAH GETARAN DOMINAN VERTIKAL DAN HORIZONTAL
33 4 RANCANGAN SIMULATOR GETARAN DENGAN OUTPUT ARAH GETARAN DOMINAN VERTIKAL DAN HORIZONTAL Perancangan simulator getaran ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu : pengumpulan konsep rancangan dan pembuatan
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Diagram alir proses penelitian BAB III METODE PENELITIAN MULAI KRITERIA ALTERNATIF DESAIN PEMILIHAN DESAIN DETAIL DESAIN GAMBAR TEKNIK ANALISA GAMBAR KOMPONEN STANDAR KOMPONEN YANG DIBUAT PENGADAAN
DISAIN MODIFIKASI MESIN TEKUK MODEL MPV.1620 MENJADI MESIN PEMOTONG PLAT
DISAIN MODIFIKASI MESIN TEKUK MODEL MPV.1620 MENJADI MESIN PEMOTONG PLAT Sagino, Dedy Haryanto, Riswan Djambiar, Darlis Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir-BATAN, PUSPIPTEK Serpong, Tangerang,
IV. PENDEKATAN DESAIN
IV. PENDEKATAN DESAIN A. Kriteria Desain Alat pengupas kulit ari kacang tanah ini dirancang untuk memudahkan pengupasan kulit ari kacang tanah. Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa proses pengupasan
Lampiran 1. Gambar Kerja Mesin Pencacah Rumput
71 Lampiran 1. Gambar Kerja Mesin Pencacah Rumput 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 Lampiran 2. Presensi Proyek akhir 93 Lampiran 3. Kartu bimbingan proyek akhir 94 95 96 Lampiran
BAB II LADASAN TEORI
II-1 BAB II LADASAN TEORI.1. Proses Ekstraksi Proses ekstrasi adalah suatu proses untuk memisahkan campuran beberapa macam zat menjadi komponen komponen yang terpisah. Ekstrasi dapat dilakukan dalam dua
BAB 3 PERANCANGAN PROSES PENGERJAAN KOMPONEN PROTOTYPE V PISTON MAGNETIK
BAB 3 PERANCANGAN PROSES PENGERJAAN KOMPONEN PROTOTYPE V PISTON MAGNETIK 3.1 Perancangan dan Tahap-tahap Perancangan Perancangan adalah tahap terpenting dari seluruh proses pembuat alat. Tahap pertama
BAB IV PROSES, HASIL, DAN PEMBAHASAN. panjang 750x lebar 750x tinggi 800 mm. mempermudah proses perbaikan mesin.
BAB IV PROSES, HASIL, DAN PEMBAHASAN A. Desain Mesin Desain konstruksi Mesin pengaduk reaktor biogas untuk mencampurkan material biogas dengan air sehingga dapat bercampur secara maksimal. Dalam proses
BAB II DASAR TEORI 2.1 Sistem Transmisi 2.2 Motor Listrik
BAB II DASAR TEORI 2.1 Sistem Transmisi Sistem transmisi dalam otomotif, adalah sistem yang berfungsi untuk konversi torsi dan kecepatan (putaran) dari mesin menjadi torsi dan kecepatan yang berbeda-beda
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sudah menjadi trend saat ini bahwa pengendali suatu alat sudah banyak yang diaplikasikan secara otomatis, hal ini merupakan salah satu penerapan dari perkembangan teknologi dalam
KOPLING. Kopling ditinjau dari cara kerjanya dapat dibedakan atas dua jenis: 1. Kopling Tetap 2. Kopling Tak Tetap
KOPLING Defenisi Kopling dan Jenis-jenisnya Kopling adalah suatu elemen mesin yang berfungsi untuk mentransmisikan daya dari poros penggerak (driving shaft) ke poros yang digerakkan (driven shaft), dimana
BAB li TEORI DASAR. 2.1 Konsep Dasar Perancangan
BAB li TEORI DASAR Pada bab ini dijelaskan mengenai konsep dasar perancangan, teori dasar pemesinan, mesin bubut, komponen komponen utama mesin dan eretan (carriage). 2.1 Konsep Dasar Perancangan Perancangan
PERENCANAAN ALAT BANTU PENGANGKAT DAN PEMINDAH KERTAS GULUNG
PERENCANAAN ALAT BANTU PENGANGKAT DAN PEMINDAH KERTAS GULUNG Anthony Angwin Lumanto 1), Suwandi Sugondo 2) Program Studi Teknik Mesin Universitas Kristen Petra 1,2) Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya 60236.
ANALISA RANCANGAN DESAIN SHOCK ABSORBER BELAKANG PADA MOTOR YAMAHA JUPITER. Paridawati 1)
ANALISA RANCANGAN DESAIN SHOCK ABSORBER BELAKANG PADA MOTOR YAMAHA JUPITER Paridawati 1) 1) Dosen Program Studi Teknik Mesin - Universitas Islam 45, Bekasi ABSTRAK Shock absorber merupakan komponen penting
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Singkat Alat Alat pembuat mie merupakan alat yang berfungsi menekan campuran tepung, telur dan bahan-bahan pembuatan mie yang telah dicampur menjadi adonan basah kemudian
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka Conveyor merupakan suatu alat transportasi yang umumnya dipakai dalam proses industri. Conveyor dapat mengangkut bahan produksi setengah jadi maupun hasil produksi
BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN BAGIAN BAGIAN CONVEYOR
BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN BAGIAN BAGIAN CONVEYOR Dalam pabrik pengolahan CPO dengan kapasitas 60 ton/jam TBS sangat dibutuhkan peran bunch scrapper conveyor yang berfungsi sebagai pengangkut janjangan
BAB III PERHITUNGAN DAN ANALISA DATA
17 BAB III PERHITUNGAN DAN ANALISA DATA 3.1. Penjabaran Tugas (Classification Of Task) Langkah pertama untuk bisa memulai suatu proses perancangan adalah dengan menyusun daftar kehendak. Dafar kehendak
RANCANG BANGUN ALAT BANTU 3D SCANNER
RANCANG BANGUN ALAT BANTU 3D SCANNER Rudy, Agustinus Purna Irawan dan Didi Widya Utama Program Studi Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin Universitas Tarumanagara Abstrak: 3D scanner adalah alat Pemindai
IV. ANALISA PERANCANGAN
IV. ANALISA PERANCANGAN Mesin penanam dan pemupuk jagung menggunakan traktor tangan sebagai sumber tenaga tarik dan diintegrasikan bersama dengan alat pembuat guludan dan alat pengolah tanah (rotary tiller).
PETUNJUK UMUM Pengerjaan Soal Tahap 1 Diponegoro Physics Competititon Tingkat SMA
PETUNJUK UMUM Pengerjaan Soal Tahap 1 Diponegoro Physics Competititon Tingkat SMA 1. Soal Olimpiade Sains bidang studi Fisika terdiri dari dua (2) bagian yaitu : soal isian singkat (24 soal) dan soal pilihan
PERANCANGAN MESIN PENGUPAS KULIT KENTANG KAPASITAS 3 KG/PROSES
PERANCANGAN MESIN PENGUPAS KULIT KENTANG KAPASITAS 3 KG/PROSES TARTONO 202030098 PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Kampus Terpadu UMY, Jl. Lingkar Selatan
Wardaya College. Tes Simulasi Ujian Nasional SMA Berbasis Komputer. Mata Pelajaran Fisika Tahun Ajaran 2017/2018. Departemen Fisika - Wardaya College
Tes Simulasi Ujian Nasional SMA Berbasis Komputer Mata Pelajaran Fisika Tahun Ajaran 2017/2018-1. Hambatan listrik adalah salah satu jenis besaran turunan yang memiliki satuan Ohm. Satuan hambatan jika
SISTEM MEKANIK MESIN SORTASI MANGGIS
SISTEM MEKANIK MESIN SORTASI MANGGIS Perancangan dan pembuatan mekanik mesin sortasi manggis telah selesai dilakukan. Mesin sortasi manggis ini terdiri dari rangka mesin, unit penggerak, unit pengangkut,
PERANCANGAN ALAT DAN ANALISIS EKSPERIMENTAL GETARAN AKIBAT MISALIGNMENT POROS
PERANCANGAN ALAT DAN ANALISIS EKSPERIMENTAL GETARAN AKIBAT MISALIGNMENT POROS Muhammad Hasbi, Nanang Endriatno, Jainudin Staf Pengajar Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo,
3. METODE PENELITIAN
3. METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Lokasi Penelitian Kegiatan penelitian dilaksanakan selama 8 bulan, dimulai bulan Agustus 2010 sampai dengan Maret 2011. Penelitian dilakukan di dua tempat, yaitu (1)
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Proses Produksi Proses produksi adalah tahap-tahap yang harus dilewati dalam memproduksi barang atau jasa. Ada proses produksi membutuhkan waktu yang lama, misalnya
BAB III PEMBAHASAN, PERHITUNGAN DAN ANALISA
BAB III PEMBAHASAN, PERHITUNGAN DAN ANALISA 3.1 Perancangan awal Perencanaan yang paling penting dalam suatu tahap pembuatan hovercraft adalah perancangan awal. Disini dipilih tipe penggerak tunggal untuk
BAB III METODOLOGI PERENCANAAN
BAB III METODOLOGI PERENCANAAN Penulisan ini didasarkan atas survey literatur, serta didukung dengan data perencanaan dengan berdasarkan pertimbangan effisiensi waktu pengerjaan dengan tahapan kegiatan
3. (4 poin) Seutas tali homogen (massa M, panjang 4L) diikat pada ujung sebuah pegas
Soal Multiple Choise 1.(4 poin) Sebuah benda yang bergerak pada bidang dua dimensi mendapat gaya konstan. Setelah detik pertama, kelajuan benda menjadi 1/3 dari kelajuan awal benda. Dan setelah detik selanjutnya
Telah dilakukan pengembangan mecahnic Cutting dengan tiga derajat kebebasan berbasis ballscrew yang bertujuan
PENGEMBANGAN MECHANIC CUTTING DENGAN TIGA DERAJAT KEBEBASAN BERBASIS BALLSCREW Suroso, Aryanda Lukmana, Nugroho Tri Sanyoto Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir-BATAN Email : [email protected] ABSTRAK
