Business Continuity Plan & Disaster Recovery Plan. Abdul Aziz
|
|
|
- Sucianty Pranata
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Business Continuity Plan & Disaster Recovery Plan Abdul Aziz [email protected]
2 BCP Rencana bisnis yang berkesinambungan DRP Rencana pemulihan dari kemungkinan kerusakankerusakan yang terjadi DRP terkandung didalam BCP
3 Tujuan Bisnis tetap beroperasi meskipun mengalamin adanya gangguan Sistem Informasi selamat dari bencana
4 Bencana/Disaster Bencana Alam Banjir Genangan air Gempa Bumi Gunung Meletus Badai Kekeringan Wabah Serangga
5 Bencana/Disaster Bencana Lainnya Kebakaran Huru Hara Sabotase Gangguan Listrik Gangguan Komunikasi Gangguan Transportasi
6 Bencana/Disaster Ancaman Non Bencana Pemogokan Gangguan perangkat lunak Gangguan perangkat keras DoS Virus, DLL
7 Bencana/Disaster Bencana dapat berlangsung 1 jam berhari-hari, serta dapat memaksa penggunaan fasilitas IT alternatif/data backup off-site
8 Bencana/Disaster Guna mengantisipasi kasus terburuk, BCP harus mempertimbangkan strategi jangka pendek (short-term) dan strategi jangka panjang (long-term) Misalnya: Strategi jangka pendek: harus ada fasilitas IT alternatif Strategi jangka panjang: menyiapkan fasilitas IT yang permanen
9 BIA: Business Impact Analysis Dilakukan sebelum membuat BCP/DRP Hal-hal yang harus ditanyakan antara lain: Information resource apa yang penting bagi organisasi? Business process apa yang kalau tidak berjalan akan memberikan dampak negatif yang fatal bagi perusahaan?
10 BIA: Business Impact Analysis Setiap proses harus diperhatikan criticality-nya, dengan indikasi antara lain: Proses yang berkaitan dengan nyawa seseorang Proses yang akan menyebabkan kerugian finansial yang luar biasa. Proses yang harus mematuhi aturan yang berlaku (misalnya: sektor keuangan).
11 Risk Analysis Melakukan risk analysis, kadang-kadang juga dilakukan pendekatan kualitatif, seperti dengan membuat peringkat.
12 Risk Analysis Klasifikasi Critical Vital Sensitive Noncritical Deskripsi Fungsi-fungsi ini tidak bisa bekerja kecuali digantikan dengan fungsi serupa. Tidak bisa digantikan dengan metode manual. Bisa dilakukan secara manual pada rentang waktu yang pendek sekali. Sebaiknya bisa direstore dalam waktu 5 hari atau kurang. Bisa dilakukan secara manual dalam waktu yang relatif lama, namun meskipun dilakukan secara manual pasti tetap sulit melakukannya dan membutuhkan staf lebih banyak. Bisa diinterupsi sampai waktu yang lama, dengan sedikit beban / tidak ada beban biaya bagi perusahaan.
13 Komponen BCP Komponen BCP mencakup: Siapa penanggung jawab utama. Backup dari supplies yang dibutuhkan. Pengorganisasian dan penanggung jawab setiap aktifitas. Jaringan komputer. Asuransi.
14 Key Decision Making Personel Berisi daftar orang yang harus menginisiasi dan melaksanakan kegiatan recovery. Biasanya berupa daftar nomor telepon.
15 Key Decision Making Personel Daftar itu sepatutnya mencakup: Siapa yang harus di-contact terlebih dahulu. Emergency telephone numbers, termasuk ketua tim. Telepon vendor-vendor, termasuk supplier. Telepon dari recovery facility.
16 Key Decision Making Personel Telepon penyelenggara jasa telekomunikasi. Telepon dari orang yang menyimpan backup data. Telepon asuransi. Telepon orang-orang kontrakan (contractor) (jika yang melakukan recovery bukan orang operasional), terutama jika alternate facility ada di daerah lain.
17 Backup of Required Supplies Harus ada pula persediaan kertas-kertas (berlogo perusahaan) dan formulir-formulir perusahaan agar siap untuk dipakai.
18 Organization & Assignment of Responsibilities Tim-tim yang bertugas melakukan fungsi tertentu dalam BCP, dan dipimpin seorang team leader.
19 Organization & Assignment of Responsibilities Tim-tim: Emergency action team: Tugas utamanya adalah seperti pemadam kebakaran, dan bertugas untuk menyelamatkan jiwa Damage assessment team: Harus bisa mengkalkulasi dampak bencana. Bisa memperkirakan kapan lokasi bisa kembali normal
20 Organization & Assignment of Responsibilities Emergency management team: Berkewajiban mengkoordinasikan aktifitas tim-tim lainnya. Melakukan decision making: apakah akan menjalankan DRP atau tidak Termasuk menangani masalah hukum dan public relations. Off site strorage team Packing dan shipping dari media dan records ke offsite facility.
21 Organization & Assignment of Responsibilities Software team: Restore operation system Applications team: Pergi ke recovery site dan menginstall kembali aplikasi komputer Emergency operations team: Shift operators & shift supervisors yang harus menjalankan recovery site (alternate facility)
22 Organization & Assignment of Responsibilities Salvage team Melakukan analisis lebih mendalam terhadap dampak bencana Menentukan apakah akan memperbaiki lokasi yang kena bencana, atau melakukan proses relokasi mengisi form klaim asuransi Relocation team Mengembalikan dari recovery site ke lokasi awal atau ke lokasi baru yang permanen
23 Pemilihan Strategi Pemulihan Jaringan Komputer Meliputi jaringan cadangan, link telekomunikasi, rute cadangan, alat komunikasi Asuransi BCP harus mencakup masalah asuransi dan cara klaimnya juga
24 Pemilihan Strategi Pemulihan Asuransi Diperlukan bila terjadi kecelakaan Namun dengan adanya rencana yang memadai, maka biaya premi asuransinya biasanya lebih kecil BCP harus mencakup masalah asuransi dan cara klaimnya juga
25 Pemilihan Strategi Pemulihan Beberapa yang mungkin diasuransikan antara lain: Peralatan dan fasilitas IT Fasilitas backup yang ada Data Business interuption cost: kerugian akibat berhentinya aktifitas perusahaan Valuable papers & records, akibat hilangnya surat-surat berharga
26 Pemilihan Strategi Pemulihan Data Recovery Center Menduplikasi fasilitas pemrosesan informasi: Warm DRC (Data Recovery Center) Cold DRC
27 Pemilihan Strategi Pemulihan Hot DRC Fasilitas alternatif yang memiliki sarana sama seperti data center yang sebenarnya. Sistem dengan aplikasi, link komunikasi yang sama sudah terpasang dan tersedia di lokasi DRC Data dibackup menggunakan koneksi live antara data center dan lokasi DRC Operasional bisnis usahakan berjalan pada saat itu juga Untuk aplikasi yang critical, misalnya perbankan, bursa efek Namun biayanya sangat mahal.
28 Pemilihan Strategi Pemulihan Warm DRC fasilitas alternatif yang memiliki sarana yang lebih sedikit. Misalnya ada listrik, jaringan, telepon, meja-meja, printer, tetapi tanpa komputer yang mahal. Kadang-kadang ada komputer, tetapi less processing power. misalnya backup sebuah website dengan komputer dan bandwidth yang lebih rendah
29 Pemilihan Strategi Pemulihan Telekomunikasi Jaringan cadangan Bila jaringan yang satu bermasalah, maka jaringan cadangan akan digunakan Rute alternatif Mengunakan media komunikasi alternatif, misalnya bila link antar cabang menggunakan vsat, maka alternatifnya menggunakan line telpon Melalui jalur yang berbeda
30 Pemilihan Strategi Pemulihan Telekomunikasi Link komunikasi jarak jauh lebih dari satu Agar bila terjadi masalah, masih memiliki link yang lainnya. alat komunikasi Agar bisa saling berkomunikasi, misalnya HT
31 Pemilihan Strategi Pemulihan Strategi business continuity antara lain: Tidak melakukan apa-apa sampai recovery facility sudah on. Melakukan prosedur manual. Memfokuskan diri pada proses yang penting saja: customer, products, dsb. Menggunakan PC untuk data capture (pencatatan saja) dengan pengolahan minimal. Pengolahan baru dilakukan setelah recovery facility sudah bekerja.
32 Pertimbangan dalam BCP Saat membangun BCP Harus melibatkan seluruh komponen perusahaan, tidak hanya bagian IT saja. Kalau tidak ada BCP lapisan perusahaan, maka BCP dari sistem informasi harus menyertakan bagian lain yang terkait dengan BCP Staf-staf yang diperlukan untuk menjalankan fungsi bisnis yang penting saat terjadi bencana.
33 Permasalah Fasilitas Alternatif Configuration apakah konfigurasi hardware & software sudah tepat? Audit - Apakah kita boleh mengaudit alternate site/facility? Testing - Apakah testing diperkenankan Reliability: sepatutnya vendor pun harus bisa menjamin kehandalannya
34 Recovery Plan Testing Untuk membukti bahwa BCP bekerja, maka BCP harus diuji. Tes dilakukan saat gangguan pada operasi dinilai kecil, misalnya weekend. Seluruh anggota recovery team harus ikut
35 Recovery Plan Testing Yang dilakukan dalam pengujian BCP: Memeriksa kelengkapan dan ketepatan dari BCP Mengevaluasi kinerja dari orang-orang yang terlibat dalam uji coba Menilai cara training dan program penyadaran staf-staf lain Mengevaluasi koordinasi antara tim BC dan external entity, seperti vendor, supplier dan penyelenggara jasa lainnya.
36 Recovery Plan Testing Yang dilakukan dalam pengujian BCP (lanjutan): Mengukur kapasitas situs alternatif. Mengukur tingkat retrieveablitiy dari informasi penting. Mengukur kinarja operasional dari bisnis secara umum.
37 Recovery Plan Testing Tahap pengujian: Pre-test Persiapan sebelum pengujian, misalnya memasang kabel-kabel di alternate facility atau membawa peralatan komunikasi ke alternate facility. Jadi esensinya memastikan bahwa fasilitas alternatif selalu siap
38 Recovery Plan Testing Tahap pengujian: Test Seluruh kegiatan operasional untuk mendukung business objectives tertentu dilaksanakan. Misalnya: data entry, telephone calls, information systems processing, penanganan order, workflow, dsb Post-Test Mengembalikan alat-alat yang perlu dikembalikan ke tempatnya semula. Tapi yang paling penting adalah analisis formal dan perbaikan-perbaikan BCP
39 Pemeliharaan dan Perubahan BCP BCP jangan dibiarkan bertahun-tahun tanpa ditinjau kembali Perubahan bisa disebabkan karena: Aplikasi baru telah dikembangkan Perubahan strategi bisnis, menyebabkan aplikasi yang dianggap kritis berubah Perubahan hardware & software
40 Pemeliharaan dan Perubahan BCP Untuk melakukan maintenance BCP dapat dilakukan antara lain: Periodic review. Komentar terhadap hasil review. Melakukan pengujian BCP terjadual maupun mendadak. Melakukan updating BCP. Updating BCP, termasuk daftar nama & nomor telepon.
41 SEKIAN TERIMA KASIH
BUSINESS CONTINUITY PLAN & DISASTER RECOVERY PLAN
BUSINESS CONTINUITY PLAN & DISASTER RECOVERY PLAN Sumber: 2002 CISA Review Manual, Information Systems Audit & Control Association, Bab 5 DRP/BCP: tujuannya agar bisnis bisa tetap beroperasi meskipun ada
Business Continuity Plan & Disaster Recovery Plan
University of Indonesia Business Continuity Plan & Disaster Recovery Plan Sumber : CISA Review Manual, Information Systems Audit & Control Association Arrianto Mukti Wibowo, CISA 08568012508 [email protected]
Disaster Recovery Planning
Disaster Recovery Planning Disaster recovery planning adalah suatu pernyataan yang menyeluruh mengenai tindakan konsisten yang harus diambil sebelum, selama, dan setelah suatu peristiwa yang mengganggu
Pemboman World Trade Center 1993; perusahaan kecil yang tidak dapat kembali online dan. mereka akhirnya tutup dalam waktu satu tahun
1 Pemboman World Trade Center 1993; perusahaan kecil yang tidak dapat kembali online dan memulihkan data dalam lima hari, 90% dari mereka akhirnya tutup dalam waktu satu tahun Sumber: Study of a group
BAB II LANDASAN TEORI. Berikut ini adalah beberapa teori dan definisi yang terkait dengan Disaster. Recovery yang digunakan dalam tesis ini.
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Disaster Recovery Berikut ini adalah beberapa teori dan definisi yang terkait dengan Disaster Recovery yang digunakan dalam tesis ini. 2.1.1 Bencana (Disaster) Menurut buku Disaster
ABSTRAK. Kata Kunci: Disaster Recovery Plan
ABSTRAK Penelitian ini memuat tentang implementasi disaster recovery plan di IT Center pada PT.Medco Power Indonesia dengan menggunakan template disaster recovery karangan dari Paul Kirvan, CISA, CISSP,
BAB I PENDAHULUAN. Kelangsungan bisnis (business continuity) merupakan sebuah hal yang sangat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kelangsungan bisnis (business continuity) merupakan sebuah hal yang sangat penting dalam sebuah bank. Untuk itu pada tanggal 30 November 2007 Bank Indonesia selaku
Peran Business Continuity Plan dan Contingency Plan Dalam Meminimalisir Risiko Teknologi Informasi pada Industri Asuransi
Peran Business Continuity Plan dan Contingency Plan Dalam Meminimalisir Risiko Teknologi Informasi pada Industri Asuransi E. Susy Suhendra 1, Teddy Oswari 2, Silvy Setiawan 3 Dosen Pascasarjana Universitas
Struktur Organisasi dan Prosedur Continuity Planning pada Layanan Akademik Telkom University
Struktur Organisasi dan Prosedur Continuity Planning pada Layanan Akademik Telkom University Chrishya Buti Pama 1. Dr. Basuki Rahmad, ST., MT. 2, Umar Yunan K.S.H., ST., MT. 3 Sistem Informasi, Fakultas
Business Continuity Planning Disaster Recovery Planning
Business Continuity Planning Disaster Recovery Planning Pendahuluan Jika terjadi bencana, maka organisasi harus memobilisasikan semua kemampuan dan sumber daya yang dibutuhkan untuk melanjutkan kegiatan
BAB III METODOLOGI PERANCANGAN. Berikut merupakan bagan kerangka pikir penulisan thesis ini :
BAB III METODOLOGI PERANCANGAN 3.1 Kerangka Pikir Berikut merupakan bagan kerangka pikir penulisan thesis ini : Gambar 3.1 Bagan Kerangka Pikir Dari pernyataann awal bahwa pengembangan disaster recovery
PERENCANAAN KEBERLANGSUNGAN BISNIS(BUSINESS CONTINUITY PLAN) TANTRI HIDAYATI SINAGA STT HARAPAN MEDAN
PERENCANAAN KEBERLANGSUNGAN BISNIS(BUSINESS CONTINUITY PLAN) TANTRI HIDAYATI SINAGA STT HARAPAN MEDAN PENGERTIAN BUSINESS CONTINUITY PLAN Perencanaan Keberlangsungan Bisnis (Business Continuity Plan/BCP)
TEKNIK AUDIT DATA CENTER DAN DISASTER RECOVERY. Titien S. Sukamto
TEKNIK AUDIT DATA CENTER DAN DISASTER RECOVERY Titien S. Sukamto AUDIT DATA CENTER DAN DISASTER RECOVERY Audit terhadap fasilitas pengolahan TI, biasanya merujuk pada Data Center, yang merupakan inti dari
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Penggunaan teknologi informasi sudah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari - hari. Banyak sekali organisasi dan perusahaan yang menggunakan teknologi informasi
ABSTRAK. Kata Kunci : Disaster Recovery Plan, Business Continuity Plan, Bencana. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Disaster Recovery Plan adalah salah satu cabang ilmu manajemen resiko sistem informasi terapan yaitu Business Continuity Plan. Disaster Recovery Plan merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Sistem Analisis sistem digunakan untuk menguraikan sistem yang diidentifikasi dan dievaluasi permasalahannya dalam lingkup virtualisasi. Sistem ini dianalisis
Struktur Organisasi dan Prosedur Continuity Planning pada Layanan Akademik Telkom University
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.2, No.1 April 2015 Page 1103 Struktur Organisasi dan Prosedur Continuity Planning pada Layanan Akademik Telkom University Chrishya Buti Pama 1. Dr. Basuki
Contoh : Isi pesan/ , membuka data yang bukan haknya, menjual data
1. Etika dalam sistem informasi PRIVASI menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan oleh orang lain yang memang tidak diberi izin untuk melakukannya Contoh : Isi pesan/email,
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI. mengumpulkan data dan mengolah data berdasarkan hasil dari wawancara dengan
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI 4.1 Latar Belakang Dalam melakukan manajemen risiko pada PT Saga Machie, penulis mengumpulkan data dan mengolah data berdasarkan hasil dari wawancara dengan
- 1 - UMUM. Mengingat
- 1 - PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 9/15/PBI/2007 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI OLEH BANK UMUM UMUM Dalam rangka meningkatkan efisiensi kegiatan
BAB I PENDAHULUAN. Dunia perbankan saat ini telah masuk dalam era digital dan teknologi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia perbankan saat ini telah masuk dalam era digital dan teknologi informasi dimana layanan yang diberikan kepada para nasabah tidak hanya layanan yang bersifat konvensional,
Keamanan dan Kontrol Sistem Informasi
YFA D3/IT/MIS/E1/1106 Manajemen Sistem Informasi Keamanan dan Kontrol Sistem Informasi Jurusan Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Keamanan Sistem Informasi Keamanan merupakan faktor penting
BAB III ANALISIS METODOLOGI
BAB III ANALISIS METODOLOGI Pada bagian ini akan dibahas analisis metodologi pembangunan BCP. Proses analisis dilakukan dengan membandingkan beberapa metodologi pembangunan yang terdapat dalam literatur
Bab 8 Business Continuity Planning and Disaster Recovery Planning. Kelompok 121M IKI-83408T MTI UI
Bab 8 Business Continuity Planning and Disaster Recovery Planning Kelompok 121M IKI-83408T MTI UI Aston Freddy Sitorus 7204000454 Gerry Firmansyah 720400047Y Maulana Mukarom 7204000535 2005 Kelompok 121M
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada Bab IV ini akan membahas hasil analisis dalam perencanaan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada Bab IV ini akan membahas hasil analisis dalam perencanaan Information Technology Service Continuity Management (ITSCM) pada PT. Telkom MSC Area V Jawa Timur. Hasil yang
EVALUASI KEAMANAN SISTEM INFORMASI. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom
EVALUASI KEAMANAN SISTEM INFORMASI Gentisya Tri Mardiani, S.Kom Pendahuluan Kriteria dalam masalah keamanan yang harus diperhatikan: 1. Akses kontrol sistem yang digunakan 2. Telekomunikasi dan jaringan
DISASTER RECOVERY PLANNING DALAM MANAJEMEN RESIKO PERENCANAAN PROYEK SISTEM INFORMASI
DISASTER RECOVERY PLANNING DALAM MANAJEMEN RESIKO PERENCANAAN PROYEK SISTEM INFORMASI Soetam Rizky Wicaksono STIKOM Surabaya Jl. Raya Kedung Baruk 98, 60298 Telp. (031)8721731 [email protected] ABSTRACT
74% Perusahaan Pernah
1 74% Perusahaan Pernah Mengalami Bencana yang Berakibat Gangguan pada Operasi Bisnis 2 Apakah perusahaan pernah mengalami disaster (gangguan/bencana) yang mengganggu beroperasinya bisnis perusahaan? Tidak
Business Continuity and Disaster Recovery Plan
Tugas Kuliah Proteksi dan Tehnik Keamanan Sistim Informasi IKI-83408T Business Continuity and Disaster Recovery Plan Dikerjakan oleh, Usep Solehudin 7204000403 Dosen Pembimbing, Rahmat M. Samik-Ibrahim
LAYANAN SMKP MINERBA PT INDO SHE 2017
1. Pelatihan Permen 38/2014 Ind 5 hari In house Anggota Tim Kerja Latar Belakang dan Tujuan Baru mau mulai penerapan Personel HSE PJO Kepala departemen Teori Permen 38/2014 Strategi Penerapan Workshop
MANAJEMEN KEBERLANGSUNGAN USAHA
MANAJEMEN KEBERLANGSUNGAN USAHA Berbasis ISO 22301 Business Continuity Management Based on ISO 22301 Bandung, 25-27 Februari 2015 Pelatihan 3 hari tentang Business Continuity Management didisain khusus
Jasa Assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi yang andal dan relevan bagi pengambil keputusan.
1. Jasa Assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi yang andal dan relevan bagi pengambil keputusan. Jasa Atestasi adalah jasa yang diberikan oleh profesi akuntan publik
FORMULIR PELAPORAN DAN PERMOHONAN PERSETUJUAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI
Lampiran 2 FORMULIR PELAPORAN DAN PERMOHONAN PERSETUJUAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI 1 DAFTAR ISI Lampiran 2.1 Laporan Penggunaan Teknologi Informasi Lampiran 2.1.1 Lampiran 2.1.2 Lampiran 2.1.3 Lampiran
DAFTAR ISI. On System Review Pemeriksaan Prosedur Eksisting untuk Database Backup dan Recovery. PLN Dis Jabar & Banten - LPPM ITB
DAFTAR ISI DAFTAR ISI...1 CHECKLIST AUDIT BACKUP & DISASTER RECOVERY...2 DESKRIPSI PROSEDUR EKSISTING...9 BAGAIMANA PROSEDUR BACKUP TERHADAP DATA DAN SISTEM APLIKASI DI SETIAP UPJ...9 BAGAIMANA PROSEDUR
: POB-SJSK-009 PROSEDUR OPERASIONAL BAKU Tanggal Berlaku : 1/01/2013 Backup & Recovery Nomor Revisi : 02
1. TUJUAN 1.1. Menetapkan standard backup dan recovery 1.2. Menetapkan prosedur backup 1.3. Menetapkan prosedur recovery 1.4. Menetapkan prosedur penanggulangan keadaan darurat 2. RUANG LINGKUP 2.1. Prosedur
Etika dalam Sistem Informasi
1 Etika dalam Sistem Informasi Etika : kepercayaan tentang hal yang benar dan salah atau yang baik dan yang tidak Etika dalam SI dibahas pertama kali oleh Richard Mason (1986), yang mencakup PAPA: 1. Privasi
Pangkat : Officer Melapor Kepada : Sub Divisi Investasi 3. TANGGUNG-JAWAB UTAMA / TUGAS POKOK (PRINCIPAL ACCOUNTABILITIES)
OFFICE - TEASUY IDENTIFIKASI PEKEJAAN Nama Posisi : Seksi Investasi Tanggal : Direktorat/Divisi : Keuangan / Divisi Perbendaharaan Golongan : 1 s/d 5 Pangkat : Officer Melapor Kepada : Sub Divisi Investasi
PEMBUATAN DISASTER RECOVERY PLAN (DRP) BERDASARKAN ISO/IEC 24762: 2008 DI ITS SURABAYA (STUDI KASUS DI PUSAT DATA DAN JARINGAN BTSI)
PEMBUATAN DISASTER RECOVERY PLAN (DRP) BERDASARKAN ISO/IEC 24762: 2008 DI ITS SURABAYA (STUDI KASUS DI PUSAT DATA DAN JARINGAN BTSI) Julia Carolina Daud OUTLINE BAB I PENDAHULUAN BAB II DASAR TEORI BAB
Lampiran Checklist Pengendalian Manajemen Operasional. 1 Apakah terhadap seluruh operasi komputer. telah dilakukan penjadwalan sehingga dapat
L1 Lampiran Checklist Pengendalian Manajemen Operasional No. Pertanyaan Y T Keterangan 1 Apakah terhadap seluruh operasi komputer telah dilakukan penjadwalan sehingga dapat diselesaikan tepat waktu dan
PERTEMUAN 8 PENGAMANAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
PERTEMUAN 8 PENGAMANAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER A. TUJUAN PEMBELAJARAN Pada pertemuan ini akan dijelaskan mengenai Pengendalian pengamanan system informasi berbasis computer ini meliputi: pengendalian
LAMPIRAN. 1. Struktur Organisasi Bank yang menunjukkan posisi Organisasi Teknologi Informasi.
LAMPIRAN MANAJEMEN 1. Struktur Organisasi Bank yang menunjukkan posisi Organisasi Teknologi Informasi. 2. Struktur Organisasi khusus satuan kerja Teknologi Informasi 3. IT Steering Committee (ITSC) a.
KEAMANAN OPERASIONAL SI. Titien S. Sukamto
KEAMANAN OPERASIONAL SI Titien S. Sukamto KEAMANAN OPERASIONAL SI Operasional sistem informasi termasuk di dalamnya adalah pengendalian internal pada fasilitas pengolahan data juga lingkungan pada end-user
Pentingnya Analisa Dampak Bisnis/ Business Impact Analysis (BIA) Bagi Organisasi
Pentingnya Analisa Dampak Bisnis/ Business Impact Analysis (BIA) Bagi Organisasi Kusuma Wardani [email protected] http://kusumawardani2008.blogspot.com Lisensi Dokumen: Copyright 2003-2007 IlmuKomputer.Com
Bussiness Continuity Management Sistem Informasi Akademik: Proses, Kendala, Risiko dan Rekomendasi
Bussiness Continuity Management Sistem Informasi Akademik: Proses, Kendala, Risiko dan Rekomendasi Ulya Anisatur Rosyidah 1) 1) Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jember
Etika dan Keamanan SI
Etika dan Keamanan SI N Tri Suswanto Saptadi NTS/Sistem Informasi/TI UAJM 1 (1 dari 9) Etika: kepercayaan tentang hal yang benar dan salah atau yang baik dan yang tidak Etika dalam SI dibahas pertama kali
CompTIA Series. Training Syllabus
CompTIA Series CompTIA IT Fundamentals... 2 CompTIA Cloud Essentials... 3 CompTIA A+... 4 CompTIA Network+... 5 CompTIA Security+... 6 CompTIA Project+... 7 CompTIA Server+... 8 CompTIA Storage+... 9 CompTIA
Langkah langkah FRAP. Daftar Risiko. Risk
L1 Langkah langkah FRAP Daftar Risiko Risk Risiko Tipe Prioritas Awal # 1 Kerusakan Database dikarenakan kegagalan INT B hardware 2 Staff internal sengaja memodifikasi data untuk INT C keuntungan kelompok
3. TANGGUNG-JAWAB UTAMA / TUGAS POKOK (PRINCIPAL ACCOUNTABILITIES)
Sub Divisi Analisis isiko Bank dan Skim Penjaminan IDENTIFIKASI PEKEJAAN Nama Posisi : Direktorat/Divisi : Kepala Subdivisi Analisis isiko Bank & Skim Penjaminan Penjaminan dan Manajemen isiko / Divisi
BAB I PENDAHULUAN. Untuk meminimalisasi risiko tersebut, bank diharapkan memiliki Business
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelaksanaan operasional perbankan tidak dapat terhindar dari adanya gangguan/kerusakan yang disebabkan oleh alam maupun manusia misalnya terjadi gempa bumi, bom, kebakaran,
12. PERKEMBANGAN / KEMAJUAN
12. PERKEMBANGAN / KEMAJUAN Untuk mengkoordinasi pemrosesan yang sedang berjalan di seluruh area produksi Manajer Operasi Perencanaan dan Pengembangan ( Penjadwal ) Pengontrol Operasi Supervisor Pengembangan
STANDAR PENYELENGGARAAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT DAN BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH
LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 15 /SEOJK.03/2017 TENTANG STANDAR PENYELENGGARAAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT DAN BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH - 2 - DAFTAR
PERANCANGAN DISASTER RECOVERY CENTER (DRC) BERDASARKAN ISO (STUDI KASUS: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bandung)
PERANCANGAN DISASTER RECOVERY CENTER (DRC) BERDASARKAN ISO 24762 (STUDI KASUS: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bandung) TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan
Disaster Management. Transkrip Minggu 2: Manajemen Bencana, Tanggap Darurat dan Business Continuity Management
Disaster Management Transkrip Minggu 2: Manajemen Bencana, Tanggap Darurat dan Business Continuity Management Video 1: Perbedaan Manajemen Bencana, Tanggap Darurat dan Business Continuity Video 2: Manajemen
Business Continuity Management Sistem Pembayaran
Business Continuity Management 1. PENDAHULUAN Business Continuity Management - (BCM-SP) merupakan proses pengelolaan secara menyeluruh dalam rangka identifikasi potensi kondisi darurat yang berdampak kepada
BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI DISTRIBUSI PADA PT PRIMA CIPTA INSTRUMENT
BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI DISTRIBUSI PADA PT PRIMA CIPTA INSTRUMENT 4.1 Prosedur Evaluasi Evaluasi terhadap sistem informasi distribusi pada PT Prima Cipta Instrument merupakan suatu proses evaluasi
PASAL DEMI PASAL. Pasal 1 Cukup jelas.
PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 75 /POJK.03/2016 TENTANG STANDAR PENYELENGGARAAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT DAN BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH I. UMUM Peran
3. TANGGUNG-JAWAB UTAMA / TUGAS POKOK (PRINCIPAL ACCOUNTABILITIES)
OFFICE DUKUNGAN INFASTUKTU DAN PENGENDALIAN MUTU IDENTIFIKASI PEKEJAAN Nama Posisi : Direktorat/Divisi : Dukungan Infrastruktur dan Pengendalian Mutu Administrasi dan Sistem Informasi / Divisi Sistem Informasi
KUESIONER. Nama Responden. Bagian/Jabatan
KUESIONER EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KEMITRAAN PETERNAKAN INTI RAKYAT (PIR) MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT DOMAIN KE- (DELIVERY AND SUPPORT): STUDI KASUS PADA PT. CEMERLANG UNGGAS LESTARI SEMARANG
DISASTER RECOVERY PLANNING
DISASTER RECOVERY Manajemen Resiko PLANNING Fery Ferdiansyah 5210100705 1. CONCEPT Setiap organisasi sudah selayaknya harus memanage project dan infrastructure system informasinya dan melindunginya terhadap
Pengembangan Rencana Penanggulangan Bencana (Disaster Recovery Planning) untuk Data Center ITB
Pengembangan Rencana Penanggulangan Bencana (Disaster Recovery Planning) untuk Data Center ITB Yunita Caroline Manurung, Kridanto Surendro Unit Sumberdaya Informasi Institut Teknologi Bandung [email protected]
TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN SIM-RS DIREKTUR RS KARITAS
SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RS KARITAS NOMOR:... TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN SIM-RS DIREKTUR RS KARITAS Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan RS KARITAS, maka diperlukan penyelenggaraan
PERATURAN BADAN INFORMASI GEOSPASIAL NOMOR 8 TAHUN 2017 TENTANG TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN BADAN INFORMASI GEOSPASIAL NOMOR 8 TAHUN 2017 TENTANG TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN INFORMASI GEOSPASIAL, Menimbang : a. bahwa
LAMPIRAN A KUESIONER. Menetapkan Dan Mengatur Tingkatan Layanan (DS1)
L1 LAMPIRAN A KUESIONER Menetapkan Dan Mengatur Tingkatan Layanan (DS1) 1 Setiap penggunaan sistem informasi harus melaksanakan aturan yang ditetapkan perusahaan 2 Pimpinan masing-masing unit organisasi
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XVI Program Studi MMT-ITS, Surabaya 14 Juli 2012
REKAYASA KEBUTUHAN UNTUK PERBAIKAN SISTEM DISASTER RECOVERY PLAN DENGAN PENDEKATAN METODOLOGI SECURITY QUALITY REQUIREMENTS ENGINEERING (SQUARE) (Studi Kasus : Data Enterprise Resource Planning Pada PT.
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Sistem Informasi Sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang berinteraksi dan bertujuan untuk menghasilkan informasi. Menurut Lauden sistem informasi
DAFTAR PERTANYAAN. 1. Apakah kebutuhan pemakai / end-user (dalam kasus ini divisi penjualan) telah
DAFTAR PERTANYAAN EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT Studi Kasus Pada PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA UNIT JATENG AI1 : Identify Automated Solutions 1. Apakah
ABSTRAK. Kata Kunci: ancaman, aset, DISKOMINFO Bandung, keamanan, kontrol. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Sebagai dinas yang memiliki peranan penting di bidang komunikasi, informatika dan hubungan masyarakat di kota Bandung, DISKOMINFO memiliki aset-aset sistem informasi yang dapat menunjang tugas
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. piranti lunak (software), kebutuhan perangkat keras (hardware) dan kebutuhan
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Kebutuhan Pengembangan Sistem Pada tahap implementasi sistem, hal-hal yang dibutuhkan dalam implementasi sistem aplikasi Call Center berbasis web terdiri atas kebutuhan
BAB 4 AUDIT SISTEM INFORMASI. audit dari wawancara dengan manajer yang terkait dan bagian bagian yang
BAB 4 AUDIT SISTEM INFORMASI Pada bab ini dijelaskan mengenai pelaksanaan audit terhadap sistem informasi penjualan delivery fax pada PT Orindo Alam Ayu. Dalam pengumpulan temuan bukti audit dari wawancara
COMMAND CENTER. 1 Pengertian Dasar Command Center
COMMAND CENTER 1 Pengertian Dasar Command Center Secara umum Command Centers ( CC ) dapat diartikan sebagai lokasi/tempat untuk menyediakan perintah, koordinasi, dan pembuatan keputusan dalam mendukung
PENGENDALIAN KEAMANAN FISIK DAN LOGIS. Titien S. Sukamto
PENGENDALIAN KEAMANAN FISIK DAN LOGIS Titien S. Sukamto PENGENDALIAN KEAMANAN FISIK KEAMANAN FISIK Keamanan fisik merupakan dasar dari pengendalian lingkungan SI organisasi. Tujuan pengendalian ini adalah
FREQUENTLY ASKED QUESTION Product E Commerce
FREQUENTLY ASKED QUESTION Product E Commerce 1. Bagaimana keamanan transaksi e commerce Asuransi Bintang? Sangat aman, karena Bintang telah bekerja sama dengan Acquiring Bank, Payment Gateway dan di support
BAB I PENDAHULUAN. Industri perbankan sangat erat kaitannya dengan Teknologi Informasi (TI),
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri perbankan sangat erat kaitannya dengan Teknologi Informasi (TI), Penggunaan TI di sektor perbankan saat ini merupakan suatu keharusan, terlebih dengan meningkatkan
ERP (Enterprise Resource Planning) Pertemuan 7
ERP (Enterprise Resource Planning) Pertemuan 7 Pengertian ERP adalah aplikasi sistem informasi manajemen terintegrasi untuk bisnis/organisasi yang mencakup multi fungsionalitas seperti penjualan, pembelian,
Konsep Dasar: Pengelolaan Sistem Informasi
Konsep Dasar: Pengelolaan Sistem Informasi Informasi v Pengelolaan Sistem informasi juga terdiri dari informasi tentang manusia yang terlibat, tempat dan suatu organisasi atau lingkungan disekitar v Ada
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Didalam sebuah perusahaan, menjaga keberlangsungan proses bisnis yang merupakan core bisnis perusahaan adalah sesuatu yang wajib. Bab ini akan difokuskan pada landasan teori yang digunakan
SOFTWARE QUALITY ASSURANCE
SOFTWARE QUALITY ASSURANCE Development and Quality Plans TKB5351 Penjaminan Mutu Perangkat Lunak Chalifa Chazar www.script.id [email protected] Development Plan & Quality Plan Objectives Kegiatan
- 1 - PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 9/15/PBI/2007 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI OLEH BANK UMUM
- 1 - PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 9/15/PBI/2007 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI OLEH BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang:
Dalam bab ini kita akan membahas mengenai suatu keamanan sistem yang akan membantu kita mengurangi pelanggaran-pelanggaran yang dapat terjadi.
51. Kemananan Sistem 51.1. Pendahuluan Suatu sistem baru dapat dikatakan aman apabila dalam resource yang digunakan dan yang diakses, sesuai dengan kehendak user dalam berbagai keadaan. Sayangnya, tidak
PERANCANGAN PROSEDUR DISASTER RECOVERY PLAN (DRP) ATAS ASET TEKNOLOGI INFORMASI PADA PT. XXX
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.5, No.1 Maret 2018 Page 1453 PERANCANGAN PROSEDUR DISASTER RECOVERY PLAN (DRP) ATAS ASET TEKNOLOGI INFORMASI PADA PT. XXX DESIGNING PROCEDURES DISASTER
IT Maintenance Proposal [ Client]
IT Maintenance Proposal [--------Client] Salinan ke Versi Tanggal Abstrak Dibuat oleh Proposal ini merepresentasikan penawaran flip_nine dalam rangka memberikan penawaran IT Maintenance Proposal. flip_nine
DAFTAR PERTANYAAN EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT KE-2 (ACQUIRE AND IMPLEMENT)
LAMPIRAN 119 120 DAFTAR PERTANYAAN EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT KE-2 (ACQUIRE AND IMPLEMENT) Studi Kasus Pada PT. SURYA RENGO CONTAINERS - DEMAK NAMA RESPONDEN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Continuity Management (ITSCM) akan membahas semua aktivitas yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada Bab III dalam Perencanaan Information Technology Service Continuity Management (ITSCM) akan membahas semua aktivitas yang dilakukan dari awal kegiatan sampai akhir. Gambar
BAB 4 AUDIT SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN PADA PT BRAHMANA. yang terdapat pada PT Brahmana.
89 BAB 4 AUDIT SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN PADA PT BRAHMANA 4.1 Persiapan dan Perencanaan Audit Pada bab ini dijelaskan mengenai pelaksanaan audit terhadap Sistem Informasi Persediaan. Tujuan audit terhadap
KRONOLOGI DOKUMEN Penyesuaian dengan PP No 50 Tahun 2012 DAFTAR ISI
Halaman 1 dari 1 KRONOLOGI DOKUMEN Tanggal Revisi Ke Keterangan (Tuliskan sub-bab & perihal yang diubah serta alasan perubahan) 14-10-2011 0 Penentuan baru 25-11-2013 1 Penyesuaian dengan PP No 50 Tahun
BAB V ANALISIS. Berdasarkan wawancara dengan IT Operation Bank XYZ yang. bertangggung jawab atas Call Center, pembuatan DRC Call Center adalah sebuah
BAB V ANALISIS 5.1 Analisis Konfigurasi Infrastruktur Berdasarkan wawancara dengan IT Operation Bank XYZ yang bertangggung jawab atas Call Center, pembuatan DRC Call Center adalah sebuah tuntutan bisnis
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SISTEM INFORMASI
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SISTEM INFORMASI BAGIAN INFORMASI BIRO INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NU SURABAYA 2015 1 UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA KAMPUS A JL. SMEA NO. 57 SURABAYA (031)
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Asuransi Pada hakekatnya hidup manusia selalu dikelilingi resiko. Ketika bepergian, bekerja, bahkan ketika sedang berekreasi. Ada beberapa resiko yang sangat besar akibatnya,
2. Jika pengguna tetap menggunakan layanan situs setelah adanya perubahan, maka itu berarti pengguna telah menyetujui perubahan tersebut.
SYARAT & KETENTUAN Selamat datang di www.pay-inm.co.id. Kami adalah perusahaan teknologi yang menyediakan jaringan, sistem dan aplikasi yang payment point untuk penerimaan tagihan listrik dan telepon pelanggan
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi 4.1.1 Kebutuhan Hardware dan Software Untuk mengimplementasikan rancangan basis data yang telah dibuat, diperlukan unit hardware dan software dengan spesifikasi
Sistem Manajemen Keamanan Informasi dan Pengelolaan Risiko. LPSE Provinsi Jawa Barat Rakerna LPSE november 2015
Sistem Manajemen Keamanan Informasi dan Pengelolaan Risiko LPSE Provinsi Jawa Barat Rakerna LPSE 2015 11 november 2015 Hasil Rakernas LPSE Provinsi 2015 di Banda Aceh Deklarasi Sabang Meningkatkan kesadaran
BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG JADI. untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan operasional perusahaan.
97 BAB 4 EVALUASI SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG JADI Pengendalian terhadap sistem informasi dalam suatu perusahaan adalah penting untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan operasional
ICT Continuity with Confidence
Bulletin No. 2/2015 www.reksis.com ICT Continuity with Confidence Bulletin Reksis Consulting Penanggung jawab Haldi Z. Panjaitan Pengantar Redaksi Kegagalan infrastruktur Information Computer Technology
PENGANTAR DATA CENTER
Modul ke: 01 Hariesa Fakultas FASILKOM PENGANTAR DATA CENTER B.P, ST, MM Program Studi Sistem Informasi Pokok Bahasan Deskripsi pusat data. Pemilihan lokasi, layout dan setting gedung pusat data. Data
BAB XII KEAMANAN KOMPUTER
BAB XII KEAMANAN KOMPUTER Dalam penggunaan komputer ada beberapa hal yang sering dilupakan atau dianggap kurang penting oleh pengguna, yaitu kemanan komputer. Keamanan komputer sendiri terbagi tiga, yaitu
Plainning & Organization
Sangat Tidak Perlu Tidak Perlu Bisa Diterapkan Perlu Sangat Perlu Direktorat ICT&M Dept. Lain Pihak Luar Plainning & Organization P01 Define a Strategic IT Plan Pengembangan TI Unikom harus direncanakan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KEAMANAN JARINGAN
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR Disiapkan oleh, Diperiksa oleh, Disahkan oleh, Muchlis, S.Kom., M.Si Ketua Tim Standar Sistem Informasi Yeni Yuliana, S.Sos.I., M.Pd.I Ariansyah, S.Kom., M.Kom Ketua Penjaminan
