BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
|
|
|
- Johan Teguh Santoso
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sumber daya insani yang sepatutnya mendapat perhatian terus menerus dalam upaya peningkatan mutunya. Upaya peningkatan mutu pendidikan dapat diartikan sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (Mulyasa, 2006: 4). Dengan adanya pendidikan, siswa memperoleh banyak pengetahuan dan pengalaman belajar serta dapat mengembangkan banyak ilmu pengetahuan melalui berbagai macam mata pelajaran di sekolah, salah satunya matematika. Matematika membekali siswa dengan kemampuan berfikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerjasama. Pemecahan masalah merupakan bagian integral dalam pembelajaran matematika, sehingga hal tersebut tidak boleh dilepaskan dari pembelajaran matematika (National Council of Teacher of Mathematics [NCTM], 2000: 52). Kemampuan pemecahan masalah penting, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta ketrampilan yang sudah dimiliki. Anisa (2014: 2) mengatakan kemampuan pemecahan masalah sangat terkait dengan kemampuan siswa dalam membaca dan memahami bahasa soal cerita, menyajikan dalam model matematika, merencanakan perhitungan dari model matematika, serta menyelesaikan perhitungan dari soal-soal yang tidak rutin. Namun pada realitanya, kemampuan pemecahan masalah siswa belum sesuai yang diharapkan. Hasil studi Programme for International Student Assesment (PISA) tahun 2012, Indonesia menduduki peringkat ke-64 dari 65 negara ( Penilaian internasional di bidang membaca ( reading literacy), matematika ( mathematics literacy), dan sains (scientific literacy). Indonesia mendapatkan skor 375 untuk matematika. Hasil peringkat ini semakin turun apabila dibandingkan dengan hasil belajar matematika 1
2 2 tahun 2009, yaitu Indonesia menempati peringkat ke-61 dari 65 negara. Tidak jauh berbeda dengan hasil studi PISA, data Trends in International Matematics and Science Study (TIMSS) tahun 2011, mengenai kemampuan siswa dalam bidang matematika dan sains menyatakan Indonesia berada pada urutan ke 38 dari 42 negara dengan nilai rata-rata yang diperoleh indonesia yaitu 386 ( Menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan nilai rata-rata Ujian Nasional (UN) tahun 2015 di tingkat SMA/SMK/MA mengalami kenaikan sebanyak 0,3 dari tahun sebelumnya 61 menjadi 61,3. Meskipun nilai rata-rata UN naik, tetapi nilai rata-rata mata pelajaran Matematika untuk program studi Ilmu pengetahuan Alam (IPA) mengalami penurunan dari sebelumnya 60,4 menjadi 59,17 ( Tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika di SMK Negeri 2 Sragen sangat bervariasi. Siswa kelas X TKK 1 SMK Negeri 2 Sragen berjumlah 30 siswa. Hal ini terlihat pada saat peneliti mengadakan tes kemampuan awal. Siswa yang mampu merumuskan apa yang diketahui dari soal sebanyak 7 siswa (23,3%). Siswa yang mampu menyajikan dalam model matematika sebanyak 3 siswa (10%). Siswa yang mampu merencanakan perhitungan dari model matematika sebanyak 2 siswa (6,67%). Siswa yang mampu menyelesaikan perhitungan dari model matematika dengan benar sebanyak 6 siswa (18,18%). Berdasarkan data di atas, kurang optimalnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya diduga dipengaruhi oleh strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru. Dalam proses pembelajaran matematika di SMK Negeri 2 Sragen guru memberi informasi dan mengarahkan siswa untuk menghafal dan mengingatnya. Dengan proses belajar seperti ini siswa kurang dilibatkan dalam menemukan konsep-konsep pelajaran yang harus dikuasai sehingga informasi yang diberikan hanya akan membuat siswa menjadi mudah lupa terhadap materi yang diterimanya. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu dikembangkan dan diterapkan inovasi dalam proses pembelajaran matematika. Strategi pembelajaran yang digunakan harus melibatkan siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran. Penggunaan
3 3 strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa dapat mendorong tumbuhnya rasa senang pada siswa terhadap pelajaran, menumbuhkan dan meningkatkan motivasi dalam mengerjakan tugas, memberikan kemudahan bagi siswa untuk memahami pelajaran sehingga memungkinkan siswa mendapatkan hasil yang baik (Aunurahman 2010: 143). Strategi pembelajaran yang memberikan peluang bagi peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran diantaranya dengan menggunakan strategi Problem Based Learning dan Problem Posing yang diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Problem Based Learning (PBL) merupakan strategi pembelajaran yang berorientasi pada permasalahan nyata. Penggunaan strategi PBL akan membiasakan siswa dalam menyelesaikan permasalahan nyata yang bersifat terbuka ( open ended) dan matematis yang mendorong siswa untuk menyusun pengetahuannya sendiri. Sudarman (2007: 71) menyimpulkan bahwa PBL adalah suatu pendekatan yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berfikir kritis dan ketrampilan memecahkan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan yang esensial dari materi pelajaran. Problem Posing adalah strategi pembelajaran dengan siswa diminta untuk menciptakan soal dari permasalahan yang sudah ada. Dari soal yang telah diciptakan peserta didik, dapat ditukarkan dengan peserta didik lain untuk diselesaikan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Irwan (2011: 7) berpendapat Problem Posing dapat mengembangkan kemampuan berpikir matematis, karena soal dan penyelesaiannya dirancang sendiri oleh siswa. Tuntutan pemahaman materi sebelum pembuatan soal dapat dijadikan dorongan siswa untuk mempelajari materi sebelum pembelajaran dimulai. Banyak informasi yang didapat menjadi referensi siswa untuk membuat soal yang beragam dan semakin banyak pula pemecahan yang didapat serta menjadi pengetahuan baru untuk siswa. Selain strategi pembelajaran, dalam proses pembelajaran tidak terlepas dari sarana penunjang dan kondisi lingkungan yang mendukung proses pembelajaran. Jika fasilitas yang dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar terpenuhi dan
4 4 kondisi lingkunan belajar yang kondusif, maka guru dan siswa mampu melaksanakan proses pembelajaran dengan optimal. Hal senada diungkapkan oleh Siregar dan Hartini (2011: 180) sarana dan prasarana yang terdapat di sekolah juga akan mempengaruhi kondisi belajar siswa. Keterbatasan sarana penunjang akan menghambat guru dalam mengembangkan kompetensinya. Salah satu sarana penunjang tersebut yaitu media pembelajaran seperti: LCD, laptop, DVD atau alat peraga pembelajaran. Sarana penunjang di SMK Negeri 2 Sragen sudah lengkap, akan tetapi penggunaan sarana penunjang di dalam proses pembelajaran belum optimal. Kondisi lingkungan belajar di SMK Negeri 2 Sragen tidak kondusif disebabkan sering adanya kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di waktu kegiatan belajar mengajar berlangsung, akibatnya banyak siswa yang harus meninggalkan kelas dan tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar. Faktor lain yang diduga memberi pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika yaitu motivasi belajar. Menurut Sumarji (2009: 131) jika seorang siswa tidak memiliki motivasi belajar dalam proses pembelajaran maka prestasi belajar matematika yang didapatkan tidak akan maksimal. Motivasi belajar dapat diartikan suatu dorongan yang timbul dari diri seseorang untuk melakukan suatu kegiatan yang memberikan perubahan baik berupa pengetahuan, kecakapan, ketrampilan serta perubahan sikap sehingga dapat mencapai prestasi yang tinggi. Setiap siswa memiliki motivasi belajar yang berbeda-beda sehingga dalam pembelajaran matematika motivasi belajar diharapkan memberi pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah. Hal ini berarti bahwa siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi akan tampak dari kesungguhannya dalam proses belajar, seperti siswa yang mempunyai hasrat dan keinginan untuk berhasil, mempunyai dorongan belajar yang tinggi untuk menggapai cita-cita dan siswa akan cenderung aktif. Berdasarkan uraian di atas, penulis pada penelitian ini akan meniliti sejauh mana pengaruh strategi Problem Based Learning dan Problem Posing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari motivasi belajar siswa.
5 5 B. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas dapat diidentifikasi yang menyebabkan kemampuan pemecahan masalah matematika kurang optimal sebagai berikut. 1. Kurangnya minat siswa untuk menuliskan dan merencanakan penyelesaian dari permasalahan di dalam soal. 2. Tingkat motivasi belajar siswa yang berbeda-beda. 3. Kurangnya variasi guru dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran dalam menyampaikan pokok bahasan. 4. Pembelajaran yang terpusat kepada guru. 5. Kondisi lingkungan belajar yang tidak kondusif dalam proses pembelajaran. 6. Masih kurang optimalnya penggunaan sarana penunjang proses pembelajaran. C. Pembatasan Masalah Fokus penelitian ini yaitu kemampuan pemecahan masalah matematika. Faktor yang mempengaruhi fokus dibatasi pada. 1. Strategi pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah strategi Problem Based Learning dan strategi Problem Posing. 2. Motivasi belajar meliputi motif, harapan, dan insentif. D. Rumusan Masalah Dilihat dari pembatasan masalah yang sudah dijelaskan dapat diajukan tiga rumusan masalah sebagai berikut. 1. Apakah ada pengaruh strategi Problem Based Learning dan Problem Posing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika? 2. Apakah ada pengaruh tingkat motivasi belajar siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika? 3. Adakah interaksi strategi pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika?
6 6 E. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini ada tiga, yaitu sebagai berikut. 1. Untuk menganalisis dan menguji pengaruh strategi Problem Based Learning dan Problem Posing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. 2. Untuk menganalisis dan menguji pengaruh tingkat motivasi belajar siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. 3. Untuk menganalisis dan menguji interaksi antara strategi pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. F. Manfaat Penelitian 1. Manfaat teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dalam rangka mendukung teori yang berkaitan dengan Eksperimen Pembelajaran Matematika dengan Strategi Problem Based Learning dan Problem Posing terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa. 2. Manfaat praktis a. Manfaat bagi siswa Penelitian ini diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai adanya variasi dalam belajar matematika sehingga proses belajar matematika menjadi menyenangkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang berhubungan dengan tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika. b. Manfaat bagi guru Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi tentang strategi pembelajaran yang sesuai dengan motivasi belajar sehingga proses pembelajaran menjadi lebih inovasi dan tidak membosankan.
7 7 c. Manfaat bagi sekolah Penelitian ini memberikan sumbangan dalam rangka perbaikan strategi belajar untuk meningkatkan sekolah menjadi lebih maju, berkembang dan menghasilkan lulusan yang terbaik.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
BAB I PENDAHULUAN. pengembangan berbagai kompetensi tersebut belum tercapai secara optimal.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis,
I. PENDAHULUAN. analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis,
I. PENDAHULUAN. Karakteristik abad 21 berbeda dengan abad-abad sebelumnya. Pada abad 21 ini
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karakteristik abad 21 berbeda dengan abad-abad sebelumnya. Pada abad 21 ini teknologi berkembang, hubungan antar bangsa semakin kuat, terjadi perubahan cara hidup,
I. PENDAHULUAN. serta bertanggung jawab. Salah satu cara memperoleh sumber daya manusia yang
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal penting dalam kehidupan guna membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas adalah mereka yang
I. PENDAHULUAN. Pendidikan mempunyai arti penting dalam kehidupan. Melalui pendidikan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai arti penting dalam kehidupan. Melalui pendidikan diharapkan akan lahir sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu membangun kehidupan masyarakat
I. PENDAHULUAN. bahwa pendidikan merupakan kunci kemajuan suatu bangsa. Pendidikan juga
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sarana terpenting untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan negara. Hal ini sesuai dengan pendapat Joesoef (2011) yang menyatakan bahwa pendidikan
I. PENDAHULUAN. kebutuhan yang paling mendasar. Dengan pendidikan manusia dapat mengembangkan
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan berperan penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan merupakan kebutuhan yang paling mendasar. Dengan pendidikan manusia dapat mengembangkan potensi yang
BAB I PENDAHULUAN. sangat berdampak besar terhadap dunia pendidikan, khususnya terhadap kualitas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern ini sangat berdampak besar terhadap dunia pendidikan, khususnya terhadap kualitas pendidikan. Dengan
BAB I PENDAHULUAN. National Cauncil of Teacher of Mathematics (NCTM, 2000) menyebutkan. masalah (problem solving), penalaran (reasoning), komunikasi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu bidang studi yang sangat penting dalam sistem pendidikan karena matematika merupakan ilmu yang mendasari perkembangan sains dan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan merupakan suatu proses pertumbuhan dan perkembangan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu proses pertumbuhan dan perkembangan, sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Usaha pendidikan sudah
Tabel 1.2 Rata-Rata Hasil Ujian Nasional SMP Negeri Se-Kabupaten Klaten
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan berperan penting dalam kehidupan manusia. Berawal dari pendidikan yang berkualitaslah suatu bangsa menjadi maju. Suatu bangsa akan memiliki sumber daya manusia
BAB I PENDAHULUAN. Trends In International Mathematics And Science Study (TIMSS)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hasil survey dari Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa rata-rata skor prestasi literasi matematika Indonesia pada tahun 2000 berada
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Jika ditelisik pencapaian prestasi belajar IPA (biologi) siswa Indonesia menurun. Siswa Indonesia masih dominan dalam level rendah, atau lebih pada kemampuan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rizky Fauziah Nurrochman, 2015
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Matematika merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang berperan penting dalam kemajuan teknologi dan berbagai bidang keilmuan lainnya. Peranan matematika sebagai ilmu
I. PENDAHULUAN. Perkembangan zaman dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) menghadapi persaingan khususnya dalam bidang IPTEK. Kemajuan IPTEK yang
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sangat berperan penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sumber daya yang berkualitas
I. PENDAHULUAN. Pada era global yang ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada era global yang ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini, setiap orang dapat dengan mudah mengakses dan mendapatkan bermacam-macam
I. PENDAHULUAN. siswa memiliki kemampuan matematis yang baik. Adapun tujuan pembelajaran
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran matematika merupakan proses komunikasi antara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa dalam rangka perubahan sikap dan pola pikir agar siswa memiliki kemampuan
PENERAPAN PEMBELAJARAN OSBORN BERBANTUAN WINGEOM UNTUK MENINGKATKAN SIKAP KREATIF DAN BERPIKIR KRITIS MATERI KUBUS DAN BALOK SKRIPSI
PENERAPAN PEMBELAJARAN OSBORN BERBANTUAN WINGEOM UNTUK MENINGKATKAN SIKAP KREATIF DAN BERPIKIR KRITIS MATERI KUBUS DAN BALOK SKRIPSI Oleh Eka Fatma 342012002124 JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN
I. PENDAHULUAN. dan kritis (Suherman dkk, 2003). Hal serupa juga disampaikan oleh Shadiq (2003)
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan disiplin ilmu yang sifatnya terstruktur dan terorganisasi dengan baik, mulai dari konsep atau ide yang tidak terdefinisi sampai dengan yang
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. terbuka, artinya setiap orang akan lebih mudah dalam mengakses informasi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi dan era globalisasi yang terjadi memberikan kesadaran baru bahwa Indonesia tidak lagi berdiri sendiri. Indonesia berada di dunia yang terbuka,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan peserta anak didik pada masa kini tidak hanya mementingkan pada aspek pengetahuannya, melainkan juga pada aspek sikap dan keterampilannya. Khususnya pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua pihak dapat memperoleh informasi dengan cepat dan mudah dari berbagai sumber dan
BAB I PENDAHULUAN. Fery Ferdiansyah, Penerapan Model Pembelajaran Osborn Untuk Meningkatkan Literasi Dan Disposisi Matematis Siswa SMP
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan perwujudan dari individu, terutama bagi pembangunan bangsa dan negara (Munandar, 2009:
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA Hani Ervina Pansa 1, Haninda Bharata 2, M.Coesamin 2 [email protected] 1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan
I. PENDAHULUAN. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat ini semakin pesat.
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat ini semakin pesat. Manusia dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, sistematis, logis, kreatif, dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana yang dilaksanakan oleh pendidik untuk mengembangkan potensi yang ada pada siswa. Djumali,dkk (2013:47) mengatakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi pembentukan kepribadian manusia. Pada dasarnya pendidikan merupakan interaksi antara pendidik dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Biologi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan penting terutama dalam kehidupan manusia karena ilmu pengetahuan ini telah memberikan kontribusi yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dan tidak bisa terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan merupakan suatu hal yang memiliki
BAB I PENDAHULUAN. dalam pengembangan kurikulum matematika pada dasarnya digunakan. sebagai tolok ukur dalam upaya pengembangan aspek pengetahuan dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Standar kompetensi dan kompetensi dasar matematika yang disusun dalam pengembangan kurikulum matematika pada dasarnya digunakan sebagai tolok ukur dalam upaya
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Masalah Dalam Standar Isi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran matematika yaitu: (1) memahami konsep matematika, menjelaskan
BAB I PENDAHULUAN Bab I tentang Sistem Pendidikan Nasional: pendidikan adalah usaha sadar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan tidak diperoleh begitu saja dalam waktu yang singkat, namun memerlukan suatu proses pembelajaran sehingga menimbulkan hasil yang sesuai dengan proses
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu faktor yang mendasar majunya suatu negara. Untuk mampu bersaing, suatu negara harus mengupayakan pendidikan yang bermutu dan berkualitas.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat saat ini menyebabkan arus informasi menjadi cepat dan tanpa batas. Hal ini berdampak
I. PENDAHULUAN. depan yang lebih baik. Melalui pendidikan seseorang dapat dipandang terhormat,
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang kehidupan masa depan yang lebih baik. Melalui pendidikan seseorang dapat dipandang terhormat, memiliki
BAB 1 PENDAHULUAN. Edukatif, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hlm Syaiful Bahri Djamarah, Guru & Anak Didik Dalam Interaksi
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam mengikuti perkembangan zaman, pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam kemajuan suatu daerah bahkan kemajuan suatu negara sehingga dibutuhkan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan kebutuhan pokok bagi bangsa yang ingin maju karena pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan kualitas suatu bangsa. Pendidikan
I. PENDAHULUAN. menjadi kebutuhan mendasar yang diperlukan oleh setiap manusia. Menurut UU
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia saat ini tidak bisa terlepas dari pendidikan. Pendidikan merupakan hal yang sangat fundamental bagi kemajuan suatu bangsa sehingga menjadi kebutuhan
I. PENDAHULUAN. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan dan mengembangkan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Melalui pendidikan, manusia dapat mengembangkan potensi yang dimiliki
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari struktur yang abstrak dan pola hubungan yang ada didalamnya. Belajar matematika pada hakekatnya adalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Yossy Intan Vhalind, 2014
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dalam usaha pencapaian tujuan pendidikan, kurikulum dalam pendidikan formal mempunyai peran yang sangat strategis. Kurikulum memiliki kedudukan dan posisi
I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu hal penting dalam kehidupan karena dapat
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu hal penting dalam kehidupan karena dapat menentukan maju mundurnya suatu bangsa. Ihsan (2011: 2) menyatakan bahwa pendidikan bagi kehidupan
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan menjadi salah satu fokus dalam penyelenggaraan negara. Menurut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk membangun bangsa. Pendidikan menjadi salah satu fokus dalam penyelenggaraan negara. Menurut Puspendik (2012: 2), kualitas
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara karena maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh kualitas
I. PENDAHULUAN. membantu proses pembangunan di semua aspek kehidupan bangsa salah satunya
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat sangat membantu proses pembangunan di semua aspek kehidupan bangsa salah satunya yaitu aspek pendidikan.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Buku adalah komponen penting dalam proses pembelajaran. Buku teks atau buku ajar merupakan bahan pengajaran yang paling banyak digunakan diantara semua bahan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Salah satu tujuan negara dalam isi pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mencapai tujuan tersebut, jalan yang harus ditempuh adalah
I. PENDAHULUAN. karena melalui pendidikan diharapkan akan lahir sumber daya manusia yang berkualitas
1 I. PENDAHULUAN A. Latar belakang Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan suatu bangsa, karena melalui pendidikan diharapkan akan lahir sumber daya manusia yang berkualitas dan
BAB I PENDAHULUAN. diri siswa sudah terdapat motivasi maka proses belajar mengajar di kelas akan. berjalan dengan lancar serta tercapai tujuannya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Motivasi dalam belajar sangatlah penting bagi siswa. Apabila dalam diri siswa sudah terdapat motivasi maka proses belajar mengajar di kelas akan berjalan dengan
I. PENDAHULUAN. Sejarah suatu bangsa dapat dilihat dari perkembangan pendidikan yang diperoleh
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sejarah suatu bangsa dapat dilihat dari perkembangan pendidikan yang diperoleh oleh rakyatnya. Maju atau tidaknya suatu bangsa juga dapat dilihat dari maju atau
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan yang berkualitas sangat diperlukan untuk mendukung terciptanya manusia yang cerdas serta mampu berpikir kritis di era globalisasi. Salah satunya dengan
BAB I PENDAHULUAN. teknologi tidak dapat kita hindari. Pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di era globalisasi ini, perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat kita hindari. Pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dapat kita rasakan
BAB I PENDAHULUAN. jawab. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional tersebut, maka
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. perkembangan peradaban dunia, ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika adalah ilmu yang memiliki peran sangat penting dalam perkembangan peradaban dunia, ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga matematika memegang peranan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia.
I. PENDAHULUAN. sains siswa adalah Trends in International Mathematics Science Study
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu studi internasional yang mengukur tingkat pencapaian kemampuan sains siswa adalah Trends in International Mathematics Science Study (TIMSS) yang dikoordinasikan
I. PENDAHULUAN. berperan penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini, perkembangan zaman serta ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berperan penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tanpa disadari
BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Pasal 31 ayat 2 Undang-Undang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memiliki peranan yang amat penting untuk menjamin kelangsungan hidup Negara, juga merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas
I. PENDAHULUAN. pembelajaran agar siswa aktif mengembangkan potensi diri dan keterampilan. makhluk beragama dan makhluk sosial dengan baik.
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini karena pendidikan merupakan proses yang terjadi sepanjang hayat. Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Ika Citra Wulandari, 2015
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang banyak digunakan dan dimanfaatkan untuk menyelesaikan permasalahan pada hampir semua mata pelajaran yang
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Matematika merupakan ilmu universal yang berguna bagi kehidupan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Matematika merupakan ilmu universal yang berguna bagi kehidupan manusia dan juga mendasari perkembangan teknologi modern, serta mempunyai peran penting dalam berbagai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan dibutuhkan oleh semua orang. Dengan pendidikan manusia berusaha mengembangkan dirinya sehingga
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan dibutuhkan oleh semua orang. Dengan pendidikan manusia berusaha mengembangkan dirinya sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi akibat
I. PENDAHULUAN. penting dalam pembelajaran. Behrman, Kliegman, dan Arvin (2000: 130)
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemampuan memecahkan masalah merupakan satu aspek yang sangat penting dalam pembelajaran. Behrman, Kliegman, dan Arvin (2000: 130) mengatakan bahwa pentingnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu lembaga pendidikan formal di Indonesia yang sederajat dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Perbedaan yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan mata pelajaran yang diajarkan mulai jenjang pendidikan dasar. Matematika timbul karena olah pikir manusia yang berhubungan dengan ide, proses
UPAYA MENINGKATKAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INQUIRY BERBANTUAN SOFTWARE AUTOGRAPH
(1 UPAYA MENINGKATKAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INQUIRY BERBANTUAN SOFTWARE AUTOGRAPH Anim* 1, Elfira Rahmadani 2, Yogo Dwi Prasetyo 3 123 Pendidikan Matematika, Universitas Asahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau perkembangan pendidikan
I. PENDAHULUAN. kesejahteraan hidup. Pentingnya pendidikan di Indonesia tercermin dalam
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah hal yang penting bagi setiap manusia, karena dengan pendidikan manusia dapat mengembangkan potensi dirinya untuk mencapai kesejahteraan hidup. Pentingnya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses dimana seseorang memperoleh
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses dimana seseorang memperoleh pengetahuan (Knowledge acquisition), mengembangkan kemampuan/ keterampilan (Skills development), sikap
