LAPORAN TAHUNAN 2012
|
|
|
- Yuliana Iskandar
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 LAPORAN TAHUNAN 2012
2
3 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 DAFTAR ISI PENDAHULUAN BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI LAMPIRAN Visi dan Misi SKK Migas 2 Prinsip Kelembagaan (Core Values) 3 Sambutan Kepala SKK Migas 4 Sejarah Berdirinya SKK Migas 6 Pimpinan BPMIGAS / SKMIGAS / SKK Migas 8 Ringkasan Laporan Tahunan POTRET KINERJA SKK MIGAS A. Wilayah Kerja Kegiatan Usaha Hulu Migas 22 B. Kegiatan Eksplorasi 26 C. Kegiatan Pengembangan & Pemeliharaan Sumur 31 D. Kegiatan Produksi Minyak & Gas Bumi 33 E. Lifting Minyak & Gas Bumi 38 F. Penerimaan Negara 42 G. Realisasi Investasi Kontraktor KKS Produksi 44 H. Realisasi Investasi Kontraktor KKS Eksplorasi 45 UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI A. Realisasi Proyek Baru 49 B. Improved Oil Recovery 50 C. Reaktivasi Sumur Sumur Suspended 52 D. Forum Operator Kontraktor KKS Wilayah Kerja Eksplorasi (FOKWE) 53 E. Kerjasama Dengan Lembaga Lain 56 F. Sharing Knowledge 57 MASALAH DAN UPAYA PENYELESAIAN A. Pengadaan Tanah & Perizinan 62 B. Pengamanan Obyek Vital Nasional 65 C. Peraturan Perundang-undangan 68 D. Pencurian Minyak di Sumbagsel 70 PENGEMBANGAN DAN PROYEK UTAMA A. Lapangan Banyu Urip 75 B. Indonesian Deepwater Development (IDD) 76 C. Lapangan Abadi 78 D. Lapangan Jangkrik & Jangkrik North East (JNE) 79 E. Lapangan Bukit Tua 80 F. Lapangan Ande Ande Lumut 81 G. North Duri Development Area-13 (NDD Area-13) 82 H. Proyek Pengembangan Block Corridor 83 I. Proyek Pengembangan Lapangan Ruby 84 J. Lapangan Kepodang 85 K. Pengembangan Terintegrasi Lapangan Gas Senoro & Area Matindok 86 L. Tangguh Expansion Project Train 3 88 PEMBERDAYAAN KAPASITAS NASIONAL A. Pemanfaatan Barang & Jasa Dalam Negeri 92 B. Pencapaian Optimalisasi Pemanfaatan Aset Tahun C. Nilai Komitmen Transaksi Pembayaran Pengadaan Melalui Bank BUMN/BUMD 95 D. Pengelolaan National Capacity Building (NCB) 96 E. Pembangunan Berkelanjutan 98 INTERNAL SKK MIGAS A. Pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) SKK Migas B. Penataan Fungsi Organisasi BPMIGAS (Sekarang SKK Migas) 103 C. Sertifikasi ISO 9001: D. Pengelolaan & Pengembangan SDM Internal 106 E. Pengelolaan & Pengembangan SDM KKS 110 F. Realisasi Anggaran & Belanja SKK Migas 112 G. Pelaksanaan LHKPN Karyawan SKK Migas 113 H. Sistem Teknologi Komunikasi & Informasi (ICT) 114 Peta Wilayah Kerja Migas & GMB di Indonesia
4 PENDAHULUAN VISI DAN MISI SKK MIGAS VISI DAN MISI SKK MIGAS VISI Menjadi mitra proaktif dan terpercaya dalam mengoptimalkan manfaat industri hulu minyak dan gas bumi bagi bangsa dan seluruh pemangku kepentingan serta menjadi salah satu lokomotif penggerak aktivitas ekonomi Indonesia. MISI Melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan kontrak kerja sama dengan semangat kemitraan untuk menjamin efektivitas dan efisiensi kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi guna sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. 2
5 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 PRINSIP KELEMBAGAAN (CORE VALUES) PROFESSIONAL: Bertindak sebagai seorang profesional yang berkomitmen tinggi. RESPONSIVE : Cepat tanggap terhadap permintaan informasi dan penyelesaian masalah. UNITY IN DIVERSITY : Mensinergikan perbedaan untuk mewujudkan pencapaian yang lebih baik. DECISIVE : Berani mengambil risiko dengan didasari oleh perhitungan dan pertimbangan matang sesuai kewenangan yang dimiliki. ETHICS : Menjalankan bisnis dengan standar etika yang tinggi dan konsisten. NATION FOCUSED : Memaksimalkan potensi dan kemampuan nasional. TRUSTWORTHY : Menjaga kredibilitas sehingga mendapatkan kepercayaan dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). 3
6 PENDAHULUAN SAMBUTAN KEPALA SKK MIGAS Perubahan lembaga dari BPMIGAS ke SKK Migas dapat dilakukan dalam waktu singkat dan berjalan mulus, sehingga tidak mengganggu kegiatan operasional sehari-hari. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang memberikan respon cepat terhadap perubahan yang terjadi, dan semua pihak yang mendukung proses dapat berjalan lancar. 4
7 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 SAMBUTAN KEPALA SKK MIGAS Assalamu alaikum Wr. Wb Terima kasih kepada Allah SWT karena telah memperkenankan industri hulu migas tetap dapat berjalan lancar, walaupun menghadapi badai permasalahan. Perubahan lembaga dari BPMIGAS ke SKK Migas dapat dilakukan dalam waktu singkat dan berjalan mulus, sehingga tidak mengganggu kegiatan operasional sehari-hari. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang memberikan respon cepat terhadap perubahan yang terjadi, dan semua pihak yang mendukung proses dapat berjalan lancar. Pada akhir 2012 kami tetap dapat mempersembahkan penerimaan Negara dari kegiatan hulu migas yang lebih besar dari target yang ditetapkan. Kami juga berhasil menjaga agar realisasi produksi dan lifting mendekati target yang ditetapkan Pemerintah. Bahkan dalam kaitan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, kami mencatatkan sejumlah prestasi, seperti berhasil mempertahankan tingkat penggunaan komponen dalam negeri, baik barang dan jasa, dalam kisaran yang cukup tinggi. Dalam hal ini kami juga memberikan porsi besar kepada BUMN-BUMN negeri ini untuk ikut terlibat dalam industri hulu migas. Kami juga terus mengembangkan peranan perbankan nasional melalui pemanfaatan jasa perbankan nasional pada kegiatan usaha hulu migas. Yang tidak kalah penting, kami juga berusaha meningkatkan alokasi gas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri untuk menghasilkan dampak berantai pada perekonomian. Namun demikian, masih banyak pekerjaan rumah yang membutuhkan tenaga ekstra untuk melaksanakannya, utamanya terkait dengan upaya meningkatkan produksi pada jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Kinerja lembaga pada 2012 dan tahuntahun sebelumnya menunjukkan bahwa kami tidak bisa bekerja baik ini tanpa bantuan seluruh komponen bangsa. Pencatatan kinerja dalam buku ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kami terhadap dukungan dan kepercayaan yang diberikan. Kami berharap di tahun-tahun mendatang mendapatkan dukungan yang lebih besar dari seluruh stakeholders agar dapat merealisasikan kegiatan industri hulu migas, sehingga dapat menghasilkan manfaat maksimal bagi Negara. Wassalamu alaikum Wr. Wb Rudi Rubiandini R.S. 5
8 PENDAHULUAN SEJARAH BERDIRINYA SKK MIGAS SEJARAH BERDIRINYA SKK MIGAS BPMIGAS adalah pihak pertama yang menunjukkan kepatuhan dan penghormatan terhadap Amar Putusan Nomor 36/PUU-X/2012 yang dikeluarkan Mahkamah Konsitusi. Pada 13 November 2012 Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan Amar Putusan Nomor 36/PUU-X/2012 yang menyatakan bahwa frasa-frasa terkait dengan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi bertentangan dengan UUD 45 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Putusan ini berimplikasi pada dialihkannya tugas BPMIGAS kepada Pemerintah cq. Kementerian terkait. BPMIGAS sebagai lembaga negara yang sudah satu dasawarsa melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha hulu migas adalah pihak pertama yang menunjukkan kepatuhan dan penghormatan terhadap putusan MK tersebut. Begitu putusan dibacakan, pimpinan BPMIGAS menginstruksikan para pekerja untuk segera menghentikan pekerjaan yang terkait dengan tugas dan fungsi institusi ini sebagai badan pelaksana. Sebagai bentuk kepatuhan, BPMIGAS juga mematikan pekerja untuk pihak luar, sekaligus menutup website yang biasa digunakan oleh lembaga ini untuk berkomunikasi dengan publik. Di sisi lain, Pemerintah segera bertindak untuk memastikan operasi hulu migas tidak terganggu pasca putusan MK ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2012 tentang Pengalihan dan Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Sejalan dengan putusan MK yang menyatakan bahwa fungsi dan tugas BPMIGAS akan diambil alih oleh Menteri terkait, Perpres tersebut menegaskan bahwa pelaksanaan tugas, fungsi, dan organisasi BPMIGAS dialihkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Perpres ini juga menyebutkan bahwa seluruh proses kegiatan yang sedang ditangani BPMIGAS dilanjutkan oleh Menteri ESDM. Tugas yang sedang dilakukan oleh BPMIGAS, seperti persetujuan rencana program dan anggaran (work program and budget / WP&B), rencana pengembangan lapangan (plan of development / POD), otorisasi pengeluaran (authorization for expenditure / AFE), serta perizinan, pengawasan, dan pelaksanaan apapun yang sedang berjalan dilanjutkan berdasarkan Perpres tersebut. Perpres Nomor 95 Tahun 2012 tersebut ditindaklanjuti dengan Keputusan Menteri ESDM, yaitu Keputusan Menteri ESDM No K/08/ MEM/2012 dan Keputusan Menteri ESDM No K/73/MEM/2012 yang juga terbit pada tanggal 13 November Keputusan Menteri ESDM No K/08/MEM/2012 mengalihkan pelaksanaan tugas, fungsi dan organisasi dari BPMIGAS kepada Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKMIGAS). Satuan kerja ini berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri ESDM. 6
9 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Meskipun menghadapi berbagai tantangan pada 2012, industri hulu minyak dan gas bumi berhasil memberikan kontribusi yang maksimal bagi Negara. Sedangkan Keputusan Menteri ESDM No K/73/MEM/2012 mengalihkan seluruh pejabat dan pekerja BPMIGAS kepada SKMIGAS dan menginstruksikan agar pejabat dan pekerja tetap melanjutkan tugas pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Dengan maksud memberikan kepastian hukum kepada investor, pada 14 Januari 2013, melalui Perpres Nomor 9 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraaan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, dibentuklah Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk menyelenggarakan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, sampai dengan diterbitkannya undangundang baru di bidang minyak dan gas bumi. Dengan pembentukan tersebut maka seluruh tugas dan tanggung jawab SKMIGAS beralih kepada SKK Migas. Dalam rangka pengendalian, pengawasan, dan evaluasi terhadap pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi yang dilakukan oleh SKK Migas, Perpres Nomor 9 Tahun 2013 juga membentuk suatu Komisi Pengawas. Susunan pengurus Komisi Pengawas terdiri dari Ketua (Menteri ESDM), Wakil Ketua (Wakil Menteri Keuangan) dan 2 orang Anggota (Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Wakil Menteri ESDM). Berdasarkan sejarah pendiriannya, pencapaian kinerja SKK Migas dalam Laporan Tahunan 2012 ini juga merupakan pencapaian fungsi dan tugas Pemerintah dalam pengelolaan industri hulu minyak dan gas bumi yang dulu dilaksanakan oleh BPMIGAS maupun yang dilaksanakan oleh SKMIGAS. Pencapaian kinerja industri hulu migas tahun 2012 ini merupakan hasil kerja seluruh pemangku kepentingan di sektor hulu migas sebagai tanggung jawab kepada Bangsa dan Negara. Hasil yang telah dicapai merupakan hasil usaha maksimal di tengah berbagai tantangan yang dihadapi oleh industri hulu migas baik teknis maupun non teknis. Meskipun menghadapi berbagai tantangan pada 2012, industri hulu minyak dan gas bumi berhasil memberikan kontribusi yang maksimal bagi Negara melalui sejumlah keberhasilan antara lain memaksimalkan Penerimaan Negara hingga melebihi target yang ditetapkan dalam APBN-P 2012, meningkatkan alokasi gas domestik untuk memberikan dampak berantai terhadap ekonomi nasional, meningkatkan kapasitas nasional dan mempertahankan ketahanan energi nasional. 7
10 PENDAHULUAN PIMPINAN BPMIGAS / SKMIGAS / SKK MIGAS PIMPINAN SKK MIGAS PERIODE 14 JANUARI SEKARANG 1. KEPALA SKK MIGAS Rudi Rubiandini R.S. dilantik sebagai Kepala SKK Migas pada 16 Januari 2013 setelah menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM sejak 14 Juni Rudi Rubiandini bukan orang asing bagi industri hulu migas. Peraih gelar Doktor Ingenieurs (Dr.-Ing) bidang teknologi migas dari Technische Universitaet Clausthal, Jerman, ini sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan BPMIGAS ( ) dan Deputi Pengendalian Operasi ( ) pada lembaga yang sama. Jauh sebelum bergabung dengan BPMIGAS, dosen di jurusan Perminyakan ITB ini juga telah lama dikenal sebagai konsultan berbagai proyek pengembangan lapangan migas, sebagai trainer pada berbagai kursus teknis bagi pekerja industri hulu migas dan narasumber pada berbagai seminar. Rudi telah membuat puluhan perangkat lunak (software) bidang keteknikan hulu migas dan menulis beberapa buah buku. Alumni Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung (ITB), ini juga aktif membantu Pemerintah antara lain sebagai Wakil Ketua Tim Pengawas Peningkatan Produksi Migas (TP3M) Departemen ESDM dan sebagai Wakil Ketua Tim Investigasi Kecelakaan Migas. Pria kelahiran Tasikmalaya, 9 Februari 1962 ini juga memiliki pengalaman lapangan yang luas antara lain dalam menangani kejadian blowout pada beberapa lapangan migas di Indonesia. 2. WAKIL KEPALA SKK MIGAS Johanes Widjonarko dilantik sebagai Wakil Kepala SKK Migas pada 8 Februari Sebelumnya dia menjabat sebagai Wakil Kepala BPMIGAS (2012) dan sebagai Deputi Umum pada lembaga yang sama (2011). Pria kelahiran 28 September 1962 ini menamatkan pendidikan Teknik Geologi, Universitas Pembangunan Nasional, Yogyakarta pada 1988, kemudian meraih gelar Master Ilmu Administrasi Kebijakan Bisnis, Universitas Indonesia pada tahun Widjonarko memulai karirnya dengan bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), Kementerian ESDM sejak Selama bertugas di Ditjen Migas, Widjonarko terlibat secara aktif sebagai anggota tim dalam menyusun dan menyiapkan berbagai konsep Peraturan Perundangan, seperti penyusunan konsep Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2010 tentang Biaya Operasi yang Dapat Dikembalikan dan Perlakuan Pajak Penghasilan di Bidang Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (cost recovery), termasuk lebih dari tujuh tahun menyiapkan konsep kontrak kerja sama dan penawaran wilayah kerja migas. Sejak tahun 2007, bertanggung jawab untuk menyiapkan rumusan kebijakan sub sektor minyak dan gas bumi, diantaranya kebijakan alokasi gas bumi. Pada 2011, Widjonarko juga ditunjuk sebagai Ketua Tim Teknis Sektor ESDM untuk menyusun Master Plan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Tahun
11 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN SEKRETARIS SKK MIGAS Gde Pradnyana dilantik sebagai Sekretaris SKK Migas pada 8 Februari 2013 setelah sebelumnya menjabat sebagai Deputi Pengendalian Operasi pada BPMIGAS. Gde bergabung dengan BPMIGAS pada 19 November 2002 sebagai Kepala Divisi Operasi Fasilitas Konstruksi sehingga melepaskan tugasnya sebagai pengajar di ITB. Sebelum menjadi pimpinan, jabatan Gde adalah Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas pada lembaga yang sama. Lahir di Klungkung, Bali, 28 April 1960, Gde meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari ITB pada Gde kemudian melanjutkan pendidikan sampai meraih gelar Master of Science in Ocean Engineering, University College London, pada 1988 dan Doctor of Philosophy in Offshore Engineering, University of Oxford, pada Pada 2010, Gde mengikuti Program Pendidikan Reguler pada Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Selama 25 tahun lebih perjalanan karirnya di industri hulu migas, Gde telah berpengalaman menangani proyek-proyek penting, diantaranya proyek West Seno TLP, Kilang LNG Tangguh, serta Proyek Anjungan Kerisi, dan North Belut. 4. PENGAWAS INTERNAL SKK MIGAS Priyo Widodo dilantik sebagai Pengawas Internal SKK Migas pada 8 Februari Pria kelahiran Yogyakarta, 19 Maret 1960 ini adalah lulusan Sarjana Akuntansi Universitas Gajah Mada (UGM) pada 1985 dan Program Magister Manajemen Universitas Indonesia pada 1994, serta telah berkiprah dalam bidang pengendalian keuangan industri hulu migas selama lebih dari 25 tahun. Di awal karirnya, Priyo bekerja pada Pertamina dengan jabatan terakhir sebagai Manajer Perhitungan Bagian Negara pada Direktorat Manajemen Production Sharing (Dit. MPS). Priyo kemudian melanjutkan karirnya pada BPMIGAS dari 2003 sampai Dalam lembaga ini Priyo telah menduduki beberapa jabatan, antara lain sebagai Kepala Divisi Pengendalian Finansial; Kepala Divisi Pengendalian Program dan Anggaran; dan Vice President Management Representative Pertamina EP Wilayah Timur. 5. DEPUTI PENGENDALIAN PERENCANAAN SKK MIGAS Aussie B. Gautama dilantik menjadi Deputi Pengendalian Perencanaan SKK Migas pada 8 Februari 2013 setelah bekerja sebagai tenaga ahli konsep eksplorasi dan cadangan BPMIGAS. Pria kelahiran Canberra, 22 Agustus 1955 ini adalah lulusan Teknik Geologi dari ITB dan seorang geologis dengan pengalaman lebih dari 30 tahun. Semenjak 1982 sampai September 2012, Aussie bekerja pada Total E&P Indonesie dengan posisi terakhir sebagai Vice President Geosciences & Reservoir. Selama bekerja pada Total E&P Indonesie, Aussie terlibat dalam beberapa proyek pengembangan lapangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri, diantaranya adalah sebagai geologis di proyek Elmworth, Kanada; geologis senior pada Lapangan Tunu, Kalimantan Timur; dan Head 3G Studies di Proyek Egina, Preowei, Nigeria. 9
12 PENDAHULUAN PIMPINAN BPMIGAS / SKMIGAS / SKK MIGAS 6. DEPUTI PENGENDALIAN OPERASI SKK MIGAS Muliawan dilantik sebagai Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas pada 8 Februari Pria kelahiran Jakarta, 20 Februari 1961 ini adalah alumni Teknik Tambang Eksplorasi ITB dan Program Magister Manajemen dari UGM. Muliawan telah memiliki pengalaman panjang dalam bidang operasi kegiatan hulu migas, baik saat masih bekerja di Pertamina maupun saat bergabung dengan BPMIGAS. Beberapa jabatan yang pernah dipegang oleh Muliawan di BPMIGAS antara lain Kepala Divisi Operasi Produksi dan Kepala Perwakilan Sumatera Bagian Utara. Muliawan telah mengikuti puluhan pelatihan terkait teknis operasi industri hulu migas baik di dalam maupun luar negeri. 7. DEPUTI PENGENDALIAN KEUANGAN SKK MIGAS Akhmad Syakhroza dilantik sebagai Deputi Pengendalian Keuangan SKK Migas pada 8 Februari Pria kelahiran Bengkulu, 30 November 1963 ini lulus dari jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) pada 1987, melanjutkan Master bidang Accounting, Finance, and Information System dari Cleveland State University, Ohio, Amerika Serikat, lulus pada 1991, kemudian meraih Doktor bidang Organization Behavior and Management Accounting dari Faculty of Business and Public Management, Edith Cowan University, Perth, Australia pada Selain sebagai pengajar Fakultas Ekonomi, UI, Syakhroza sempat aktif sebagai auditor, konsultan sampai dengan komite audit perusahaan swasta. 8. DEPUTI PENGENDALIAN KOMERSIAL SKK MIGAS Widhyawan Prawiraatmadja dilantik sebagai Deputi Pengendalian Komersial SKK Migas pada 8 Februari 2013 setelah sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan BPMIGAS (2011) dan Deputi Perencanan ( ) pada lembaga yang sama. Lahir di Bandung, 4 Agustus 1960, Widhyawan meraih gelar Sarjana Teknik Industri dari ITB pada Dia melanjutkan pendidikan sampai meraih gelar Doktor bidang Ekonomi dari University of Hawaii pada Selama lebih dari 20 tahun berkarir di sektor energi, Widhyawan pernah menjabat beberapa posisi eksekutif baik di badan usaha milik negara maupun perusahaan multinasional, di antaranya sebagai Country Executive for GE Energy Indonesia. 9. DEPUTI PENGENDALIAN DUKUNGAN BISNIS SKK MIGAS Gerhard M. Rumeser dilantik sebagai Deputi Pengendalian Komersial SKK Migas pada 8 Februari Gerhard yang lahir di Magelang, 22 Maret 1956 ini meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari ITB pada tahun Gelar master bidang manajemen sumberdaya manusia diraihnya dari Rutgers State University, Amerika Serikat pada tahun Selama lebih dari 20 tahun berkarir di industri hulu migas, Gerhard memiliki pengalaman luas dalam bidang manajemen sumber daya manusia, diantaranya pernah menjabat sebagai Country HR Manager pada BP Indonesia, dan telah memegang beberapa jabatan di BPMIGAS, antara lain Kepala Divisi Pengadaan dan Manajemen Aset, Kepala Divisi Sumber Daya Manusia & Rumah Tangga,serta Deputi Umum. 10
13 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 PIMPINAN SKMIGAS PERIODE 13 NOVEMBER JANUARI MENTERI ESDM SELAKU KEPALA SKMIGAS Ir. Jero Wacik, S.E. dilantik sebagai Menteri ESDM pada 18 Oktober 2011 setelah sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata sejak 21 Oktober Dengan dibentuknya SKMIGAS melalui Perpres Nomor 95 Tahun 2012, Jero merangkap tugas sebagai Kepala SKMIGAS sampai dengan terbentuknya SKK Migas berdasarkan Perpres Nomor 9 Tahun Lahir di Singaraja, Bali pada tanggal 24 April 1949, Jero meraih gelar sarjana Teknik Mesin dari Institut Teknologi Bandung pada 1974 dan gelar sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada WAKIL KEPALA SKMIGAS Johanes Widjonarko 3. DEPUTI PERENCANAAN SKMIGAS Widhyawan Prawiraatmadja 4. DEPUTI PENGENDALIAN KEUANGAN SKMIGAS Akhmad Syakhroza 5. DEPUTI PENGENDALIAN OPERASI SKMIGAS Gde Pradnyana 6. DEPUTI UMUM SKMIGAS Gerhard M. Rumeser 7. Deputi Evaluasi dan Pertimbangan Hukum SKMIGAS Lambok H. Hutauruk menjabat sebagai Deputi Evaluasi dan Pertimbangan Hukum BPMIGAS dan selanjutnya SKMIGAS periode 9 Oktober Februari 2013, setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Gratifikasi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lahir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara pada 3 Juli 1954, Lambok menyelesaikan kuliahnya di Jurusan Teknik Sipil, Darmstadt University, Jerman, pada tahun 1983 dan kemudian pada 1984, melanjutkan S2 di bidang Manajemen Konstruksi di Braunschweig University, Jerman. 11
14 PENDAHULUAN PIMPINAN BPMIGAS / SKMIGAS / SKK MIGAS PIMPINAN BPMIGAS SAMPAI DENGAN 13 NOVEMBER KEPALA BPMIGAS R. Priyono menjabat sebagai Kepala BPMIGAS periode 29 April November Lahir di Pati, Jawa Tengah, 12 September 1956, R. Priyono meraih gelar sarjana geologi dari ITB pada Selanjutnya R. Priyono memulai karir di Ditjen Migas Departemen ESDM. Sebelum menjadi Kepala BPMIGAS, jabatan terakhirnya adalah Direktur Hulu, Ditjen Migas Departemen ESDM. Saat menjabat sebagai Kepala BPMIGAS, R. Priyono memiliki visi untuk meningkatkan produksi migas, mengoptimalkan biaya dengan mengendalikan cost recovery, dan menyederhanakan birokrasi. 2. WAKIL KEPALA BPMIGAS Johanes Widjonarko 3. DEPUTI PERENCANAAN BPMIGAS Widhyawan Prawiraatmadja 4. DEPUTI PENGENDALIAN KEUANGAN BPMIGAS Akhmad Syakhroza 5. DEPUTI PENGENDALIAN OPERASI BPMIGAS Gde Pradnyana 6. DEPUTI UMUM BPMIGAS Gerhard M. Rumeser 7. DEPUTI EVALUASI DAN PERTIMBANGAN HUKUM BPMIGAS Lambok H. Hutauruk 12
15 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN
16 PENDAHULUAN RINGKASAN LAPORAN TAHUNAN 2012 RINGKASAN LAPORAN TAHUNAN 2012 Realisasi investasi di sektor hulu migas terus mengalami peningkatan. Pada 2012, realisasi investasi di sektor hulu migas mencapai US$16.1 miliar, naik dari tahun sebelumnya sebesar US$14 miliar (115%). Sejumlah pencapaian kinerja industri hulu minyak dan gas bumi pada tahun 2012 memiliki arti strategis bagi bangsa dan negara. Secara ringkas adalah sebagai berikut: MEMAKSIMALKAN PENERIMAAN NEGARA: Berhasil memberikan kontribusi pada penerimaan negara hingga sebesar US$34.9 miliar atau 104% dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2012 sebesar US$33.48 miliar. Penerimaan negara yang dihasilkan dari penjualan minyak dan gas bumi adalah 58% dari gross revenue. Berhasil meningkatkan harga jual rata-rata gas dari yang direncanakan dalam APBN-P 2012 sebesar US$8.23 per juta British Thermal Unit (MMBTU) menjadi US$10.59 per MMBTU (28,67%) melalui renegosiasi harga gas domestik, pengalihan penjualan LNG Tangguh Papua. Hal ini menjadi salah satu faktor signifikan di bawah kendali Pemerintah yang mendorong penerimaan negara melebihi target, selain harga minyak (Indonesian Crude Price / ICP) yang mencapai US$113 per barel. Produksi minyak bumi sebesar 860 ribu barel per hari dari target APBN-P 2012 sebesar 930 ribu barel per hari (92,47%). Pencapaian jika dibandingkan dengan revisi work program and budget (WP&B) 2012 sebesar 878,5 ribu barel per hari, berhasil dicapai 98%. Sementara produksi gas pada tahun ini mencapai juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Realisasi investasi di sektor hulu migas terus mengalami peningkatan. Pada 2012 realisasi investasi sebesar US$16.1 miliar, naik dari tahun sebelumnya sebesar US$14 miliar (115%). Investasi di sektor hulu migas pada 2012 digunakan untuk membiayai kegiatan eksplorasi US$1.4 miliar, investasi kegiatan produksi dan pengembangan US$13.7 miliar dan administrasi US$1 miliar. Pada 2012 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM telah menandatangani 25 Kontrak Kerja Sama (KKS) baru. Dari penambahan tersebut, jumlah KKS di bawah pengendalian SKMIGAS (sekarang SKK Migas) pada akhir tahun 2012 mencapai 308 KKS yang terdiri dari 75 KKS produksi migas, 179 KKS eksplorasi migas dan 54 KKS gas metana batubara (GMB). 14
17 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Pasokan energi untuk domestik menjadi komitmen lembaga ini yang terus dijaga agar dapat meningkatkan Ketahanan Energi dan memberikan efek berantai pada industri serta ekonomi nasional. ENERGI UNTUK NEGERI : Pasokan energi untuk domestik menjadi komitmen lembaga ini untuk terus dijaga agar dapat meningkatkan ketahanan energi dan memberikan efek berantai pada industri serta ekonomi nasional. Volume pasokan gas bumi untuk domestik pada 2012 mencapai 3,4 miliar BTU per day, naik 262% dibandingkan 2002 yang di bawah 1,3 miliar BTU per day. Lembaga ini juga terus berusaha memaksimalkan pasokan minyak mentah untuk menjaga ketahanan energi nasional. 65% produksi minyak bumi dimanfaatkan untuk kebutuhan kilang domestik. Produksi lainnya diekspor karena merupakan bagian Kontraktor KKS, adanya keterbatasan penyerapan kilang domestik dan sebagai strategi untuk menetapkan ICP yang sangat dibutuhkan pada saat penghitungan harga LNG. Dalam rangka mendukung program Pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM bersubsidi, lembaga ini telah mengalokasikan gas untuk kebutuhan transportasi namun hal tersebut belum dapat direalisasikan sepenuhnya karena belum siapnya infrastruktur program. 15
18 PENDAHULUAN RINGKASAN LAPORAN TAHUNAN 2012 Dengan meningkatnya kemampuan organisasi BPMIGAS (sekarang SKK Migas), proses persetujuan POD dapat dipercepat. EFISIENSI : Mekanisme pengadaan barang dan jasa Kontraktor KKS yang dilakukan secara bersama terus ditingkatkan, sebagai implementasi konsep Indonesia Incorporated. Pada 2012 kegiatan ini menghasilkan penghematan sebesar US$ juta, atau lebih tinggi dari target sebesar US$125 juta, sehingga total penghematan yang berhasil dilakukan sejak program diluncurkan pada 2008 hingga 2012 mencapai US$355.6 juta. Penghematan pada usaha pemanfaatan aset bersama sejak tahun 2009 hingga 2012 mengalami peningkatan. Pada 2012 telah berhasil dilakukan penghematan sebesar US$43 juta dari target sebesar US$30 juta, sehingga total jumlah penghematan yang berhasil dilakukan melalui pemanfaatan aset bersama sejak 2009 mencapai US$148 juta. Lembaga ini melakukan reformasi birokrasi sehingga proses persetujuan dapat dipercepat. Salah satu hasil reformasi tercermin dari percepatan proses persetujuan rencana pengembangan (Plan of Development / POD). Dengan meningkatnya kemampuan organisasi BPMIGAS (sekarang SKK Migas), proses persetujuan POD dapat dipercepat dari 47 hari pada menjadi hanya 28 hari sejak 2010 dan persetujuan rencana kerja dan anggaran (WP&B) dapat disetujui sebelum Tahun Anggaran dimulai sejak Berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, lembaga ini mendapatkan hak untuk menggunakan biaya operasi sebesar 1% dari seluruh penerimaan minyak dan gas bumi. Realisasi anggaran yang disetujui tiap tahun rata-rata hanya 0,3%, termasuk realisasi tahun Lembaga ini tetap berhemat selama 10 tahun beroperasi sehingga sampai 2012 telah mengembalikan anggaran sebesar US$1.8 miliar ke kas negara. 16
19 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Lembaga ini terus memperjuangkan kepentingan nasional dengan cara mempertahankan kebijakan pengadaan barang dan jasa. TIDAK PRO-ASING / BERPIHAK PADA KEPENTINGAN NASIONAL : Lembaga ini terus memperjuangkan kepentingan nasional dengan cara mempertahankan kebijakan pengadaan barang dan jasa yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan hulu migas melalui Pedoman Tata Kerja Nomor 007 REVISI-II/PTK/2011 tentang Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai. Aturan tersebut memberikan preferensi harga kepada penyedia barang dan jasa dalam negeri dan mewajibkan pemenuhan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) tertentu dalam syarat pengadaan barang dan jasa oleh Kontraktor KKS. Dalam rangka meningkatkan kapasitas perbankan nasional dan daerah (Bank BUMN dan BUMD), lembaga ini telah berkomitmen untuk menggunakan perbankan Nasional. Pada 2012 total komitmen transaksi pembayaran pengadaan barang dan jasa melalui Bank BUMN dan BUMD mencapai US$9 miliar. Berdasarkan pencapaian ini, total komitmen transaksi pengadaan barang dan jasa melalui BUMN/BUMD sejak April 2009 hingga 2012 mencapai sebesar US$24.28 miliar. Nilai komitmen pengadaan barang dan jasa 2012 sebesar US$16.61 miliar dengan persentase TKDN sebesar 60,04% (cost basis). Penggunaan TKDN juga melibatkan partisipasi BUMN-BUMN penyedia barang dan jasa. Sejak 2010 sampai 2012 nilai pengadaannya mencapai US$2.1 miliar dengan TKDN rata-rata 74,26%. SKK Migas berharap partisipasi BUMN-BUMN tersebut dapat ditingkatkan pada masa mendatang sehingga multiplier effect industri hulu migas dapat maksimal. 17
20 PENDAHULUAN RINGKASAN LAPORAN TAHUNAN 2012 Komitmen keberpihakan kepada masyarakat ditunjukkan dengan semakin meningkatnya anggaran tanggung jawab sosial industri hulu minyak dan gas bumi setiap tahunnya. KEBERPIHAKAN PADA MASYARAKAT : Komitmen keberpihakan kepada masyarakat ditunjukkan melalui peningkatan anggaran tanggung jawab sosial industri hulu minyak dan gas bumi. Pada 2012 realisasi anggaran untuk membiayai kegiatan-kegiatan terkait tanggung jawab sosial industri hulu minyak dan gas bumi mencapai Rp305 miliar, meningkat 171% dari tahun 2011 sebesar Rp178 miliar. Dari anggaran tersebut sebagian besar dialokasikan untuk bantuan pendidikan pada masyarakat. Kepedulian sosial juga diwujudkan melalui bantuan reaksi cepat saat terjadi bencana gempa di Yogya, gempa Nias, gempa di Padang, bencana tanah longsor dan banjir bandang di Wasior dan bencana banjir di Jakarta. PENAMBAHAN CADANGAN MINYAK DAN GAS : SKK Migas meningkatkan koordinasi dengan instansi-instansi Pemerintah daerah dan pusat dalam proses perizinan kegiatan eksplorasi Kontraktor KKS. Kegiatan ini mutlak dilaksanakan dalam rangka menambah jumlah cadangan minyak dan gas bumi. Hasil koordinasi 2012 total jumlah realisasi pemboran sumur eksplorasi mencapai 96 sumur, meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 83 sumur eksplorasi. Rasio sukses pemboran sumur eksplorasi wildcat (dengan tes uji alir) sebesar 45% atau lebih tinggi dari rata-rata dunia sebesar 40%, dengan penemuan sumber daya sebesar 987 MMBOE. Kegiatan eksplorasi pada tahun 2012 banyak dilakukan di offshore yang memiliki risiko tinggi. Mengingat risiko kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi cukup tinggi, sistem KKS dirancang untuk melindungi kepentingan Negara. Penerapan sistem KKS tersebut mengakibatkan biaya akibat kegagalan risiko eksplorasi tidak ditanggung Negara. Data menunjukkan bahwa dari 750 sumur eksplorasi yang dibor pada periode 2002 sampai dengan 2012, jumlah sumur yang tidak menghasilkan (dry hole) mencapai 328 sumur atau mendekati 50%, seluruh biaya terkait sumur dry hole dimaksud ditanggung investor. 18
21 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Dalam rangka meningkatkan produksi minyak dan gas bumi nasional dilakukan pengembangan lapangan-lapangan minyak dan gas bumi baru. PROYEK-PROYEK UTAMA : Dalam rangka meningkatkan produksi minyak dan gas bumi nasional dilakukan pengembangan lapangan-lapangan minyak dan gas bumi baru melalui sejumlah proyek-proyek utama yaitu: Banyu Urip Mobil Cepu Ltd; Indonesia Deepwater Development (IDD) Chevron Indonesia Company; Abadi INPEX Masela Ltd.; Jangkrik dan Jangkrik North East (JNE) eni Muara Bakau B.V.; Bukit Tua PC Ketapang II Ltd.; Ande-Ande Lumut AWE (Northwest Natuna) Pte. Ltd.; North Duri Development 13 (NDD-13) PT Chevron Pacific Indonesia; Corridor ConocoPhillips Grissik Ltd.; Ruby PearlOil (Sebuku) Ltd.; Kepodang PC Muriah Ltd.; Donggi Senoro JOB Pertamina-Medco Tomori; Tangguh Train 3 BP Berau Ltd. 19
22 20
23 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 I POTRET KINERJA SKK MIGAS 21
24 I. POTRET KINERJA SKK MIGAS A. WILAYAH KERJA KEGIATAN USAHA HULU MIGAS A. WILAYAH KERJA KEGIATAN USAHA HULU MIGAS Penambahan Wilayah Kerja Baru Salah satu cara yang dilakukan Pemerintah untuk meningkatkan cadangan serta produksi minyak dan gas bumi (migas) adalah dengan melakukan usaha ekstensifikasi, yaitu menambah jumlah wilayah kerja baru. Sepanjang 2012 telah dilakukan 3 kali pengumuman pemenang tender wilayah kerja baru oleh Ditjen Migas yang kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan Kontrak Kerja Sama (KKS) pada April, Juli, dan Oktober. Dari kegiatan tersebut, Pemerintah berhasil menambah 13 wilayah kerja migas serta 12 wilayah kerja Gas Metana Batubara (GMB). Pada saat yang bersamaan, Pemerintah menyetujui pengembalian sepenuhnya 4 wilayah kerja oleh Kontraktor KKS (total relinquishment), yaitu wilayah kerja Asmat, wilayah kerja Bengara-II, wilayah kerja Halmahera, dan wilayah kerja Rembang. Di samping itu terdapat 18 wilayah kerja yang sedang dalam proses pengembalian wilayah kerja sepenuhnya. Wilayah kerja tersebut dikembalikan karena Kontraktor KKS tidak dapat memenuhi komitmen pasti yang telah ditetapkan atau tidak memperoleh temuan cadangan yang dapat dikembangkan sampai dengan berakhirnya masa eksplorasi. Dari penambahan dan pengembalian wilayah kerja tersebut, maka pada akhir 2012 terdapat 308 wilayah kerja dengan rincian sebagai berikut: Jumlah Wilayah Kerja Tahun 2012 TOTAL PRODUKSI GMB/CBM EKSPLORASI TERMINASI ONSHORE 142 WK 36 WK 52 WK 53 WK 1 WK OFFSHORE 112 WK 24 WK 0 WK 74 WK 14 WK ONSHORE/ 54 WK 15 WK 2 WK 34 WK 3 WK OFFSHORE Salah satu upaya Pemerintah untuk meningkatkan cadangan serta produksi minyak dan gas bumi (migas) adalah dengan melakukan ekstensifikasi atau menambah jumlah wilayah kerja baru. WK PRODUKSI WK GMB/ WK MIGAS PROSES CBM AKTIF TERMINASI 54 WK 161 WK 18 WK WK EKSPLORASI 75 WK 233 WK TOTAL WILAYAH KERJA 308 WK 22
25 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Sepanjang 2012, Pemerintah berhasil menambah 13 wilayah kerja migas dan 12 wilayah kerja GMB. Pemerintah juga menyetujui pengembalian 4 wilayah kerja oleh Kontraktor KKS, sehingga pada akhir 2012 terdapat 308 wilayah kerja. Rincian penambahan dan jumlah wilayah kerja tiap tahun untuk wilayah kerja GMB, wilayah kerja produksi, dan wilayah kerja eksplorasi WK GMB WK Eksplorasi WK Produksi Jumlah WK Jumlah Wilayah Kerja
26 I. POTRET KINERJA SKK MIGAS A. WILAYAH KERJA KEGIATAN USAHA HULU MIGAS Wilayah Kerja Eksplorasi Pada akhir 2012, terdapat 233 wilayah kerja eksplorasi yang terdiri dari 54 wilayah kerja GMB, 161 wilayah kerja migas, dan 18 wilayah kerja yang sedang dalam proses pengembalian wilayah kerja sepenuhnya. Sebanyak 119 wilayah kerja di antaranya telah memasuki tahap evaluasi komitmen pasti, mengingat kontrak-kontrak yang ditandatangani pada telah melampaui masa eksplorasi lebih dari 3 tahun. Dari 119 wilayah kerja eksplorasi, sebanyak 42 wilayah kerja dapat memenuhi komitmen pasti, sementara 59 wilayah kerja tidak dapat memenuhi komitmen pasti, dan 18 wilayah kerja lainnya diusulkan untuk dikembalikan sepenuhnya. 15% 35% 42 (35%) WK MEMENUHI KOMITMEN PASTI 59 (50%) WK TIDAK MEMENUHI KOMITMEN PASTI 18 (15%) WK PROSES TERMINASI 50% 24
27 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Terdapat 233 wilayah kerja eksplorasi, terdiri dari 54 wilayah kerja GMB, 161 wilayah kerja migas, dan 18 wilayah kerja yang sedang dalam proses pengembalian wilayah kerja sepenuhnya. Hasil evaluasi menunjukkan, pemenuhan komitmen menemui berbagai kendala di lapangan. Kendala utama yang dihadapi terkait dengan masalah-masalah eksternal (47%), yaitu masalah sosial, perizinan, dan tumpang tindih lahan. Hambatan lainnya terkait dengan permasalahan internal Kontraktor KKS (24%) (operatorship, finansial, prioritas holding, dll), masalah ketersediaan alat dan jasa penunjang operasi (21%), serta masalah kompleksitas subsurface (8%). Hambatan Pemenuhan Komitmen Pasti 8% 47% EKSTERNAL 21% PERALATAN 24% 47% 24% INTERNAL 21% 8% KOMPLEKSITAS SUBSURFACE Wilayah Kerja Produksi Pada 2012, terdapat tambahan 2 wilayah kerja tahap produksi yang telah memperoleh persetujuan Plan of Development (POD) Pertama dari Menteri ESDM, yaitu wilayah kerja Tonga dan wilayah kerja Palmerah. Dengan adanya penambahan wilayah kerja produksi tersebut, maka jumlah wilayah kerja dengan status produksi telah mencapai 75 wilayah kerja, di mana sebanyak 60 wilayah kerja telah berproduksi dan sebanyak 15 wilayah kerja sedang dalam masa pengembangan. Berdasarkan POD Pertama, kedua wilayah kerja tersebut akan memberikan tambahan produksi minyak sebesar barel per hari pada tahun
28 I. POTRET KINERJA SKK MIGAS B. KEGIATAN EKSPLORASI B. KEGIATAN EKSPLORASI Terkait usaha ekstensifikasi untuk peningkatan cadangan migas, SKK Migas terus mendorong Kontraktor KKS untuk melakukan kegiatan eksplorasi, baik di wilayah kerja eksplorasi maupun di wilayah kerja produksi. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini mencakup kegiatan studi geologi & geofisika (G&G), survei geofisika (survei seismik 2D dan seismik 3D), pemboran sumur eksplorasi, coring, dan test produksi. Khusus untuk wilayah kerja GMB, rangkaian kegiatan eksplorasi tersebut ditambah dengan kegiatan pemboran GMB (eksplorasi & corehole) dan dewatering. Studi G&G dan TSA untuk Kegiatan Eksplorasi Pada 2012, 241 Kontraktor KKS telah merealisasikan kegiatan studi G&G juga technical services from abroad (TSA) sebanyak 460 studi; terdiri dari 377 studi dikerjakan di dalam negeri, 46 studi dikerjakan melalui TSA, dan 37 studi dikerjakan secara in-house. Anggaran total studi G&G dan TSA eksplorasi pada 2012 sebesar US$91,47 juta, dimana 310 studi merupakan authorization for expenditure (AFE) baru dan 113 studi merupakan AFE carry over dari tahun sebelumnya. Survei Seismik Pada 2012, Kontraktor KKS telah merealisasikan survei seismik 2D sebanyak 27 kegiatan sepanjang km dan survei seismik 3D sebanyak 19 kegiatan seluas km 2. Realisasi Survei Seismik 2D dan 3D periode Survei Seismik 2D (Km) Survei Seismik 3D (Km 2 ) KM/KM
29 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Pemboran Sumur Eksplorasi (Konvensional) Pada 2012, realisasi pemboran sumur eksplorasi (konvensional) sebanyak 96 sumur, yang terdiri dari 55 sumur di on-shore dan 41 sumur di off-shore. Realisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Onshore Offshore Jumlah Sumur Dari 96 sumur eksplorasi yang dibor, sebanyak 60 sumur masuk dalam kategori pemboran wildcat, di mana 27 sumur menemukan hidrokarbon yang terdiri dari 9 sumur penemuan minyak dan gas, 13 sumur penemuan gas, dan 5 sumur penemuan minyak. Adapun sisa 36 sumur masuk kategori pengeboran deliniasi. Success ratio untuk pemboran sumur eksplorasi wildcat (dengan tes uji alir) sebesar 45% atau lebih tinggi dari rata-rata dunia sebesar 40%, dengan penemuan sumber daya sebesar 987 MMBOE. Penemuan Sumberdaya Sumur Wildcat Sumberdaya Discovery MMBOE * Jumlah Sumur Success Ratio Sumur Eksplorasi (Wildcat, dengan tes uji alir) % 51% 47% 45% 60% 50% Wildcat % % 30% Discovery Success Ratio * Status 31 Desember 2012, menunggu rekapitulasi akhir Jumlah Sumur * 20% 10% 0 Persentase 27
30 I. POTRET KINERJA SKK MIGAS B. KEGIATAN EKSPLORASI Pemboran GMB Pada 2012, terdapat 3 Kontraktor KKS GMB yang memenuhi komitmen pasti yaitu Newton Energy Capital Ltd (Operator WK GMB Kutai), Vico CBM Indonesia (Operator WK GMB Sanga-Sanga), dan PT Medco CBM Sekayu (Operator WK GMB Sekayu). Realisasi kegiatan pada wilayah kerja GMB pada 2012 terdiri dari pemboran corehole sebanyak 16 kegiatan, pemboran eksplorasi sebanyak 14 kegiatan, studi G&G sebanyak 33 studi, dan dewatering production test sebanyak 10 kegiatan. Aktifitas Kegiatan Pemboran Sumur GMB dan Pilot Corehole SKK Migas terus mendorong Kontraktor KKS untuk melakukan kegiatan eksplorasi yang mencakup studi geologi & geofisika (G&G), survei geofisika (survei seismik 2D dan seismik 3D), pemboran sumur eksplorasi, coring, dan tes produksi. Exploratory Dewatering Production test Jumlah Kegiatan Studi G&G Jumlah Studi Jumlah Sumur Total produksi harian dari sumur uji produksi (dewatering/production test) sebesar MMCFD, yang diproduksi dari 8 sumur di 3 wilayah kerja GMB, yaitu wilayah kerja GMB Sekayu, wilayah kerja GMB Sanga-Sanga, dan wilayah kerja GMB Muara Enim. Tes Produksi GMB , WK 8 SUMUR Jumlah GMB Dalam MMCFD 0, WK 2 SUMUR 0.27 * Status 31 Desember 2012, menunggu rekapitulasi akhir * 28
31 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Penentuan Status Eksplorasi (PSE) Penentuan Status Eksplorasi (PSE) merupakan tahapan peralihan dari proses eksplorasi ke produksi. Pada 2012 tercapai 40 PSE untuk pengembangan penemuan eksplorasi sebesar 599 MMBOE yang akan dievaluasi lebih lanjut agar dapat diajukan menjadi POD Penemuan Eksplorasi PSE MMBOE Jumlah PSE * Status 31 Desember 2012, menunggu rekapitulasi akhir * 29
32 I. POTRET KINERJA SKK MIGAS B. KEGIATAN EKSPLORASI Sumber Daya dan Cadangan Migas Perkiraan besaran volumetrik resources (sumber daya) (status 1 Januari 2012) secara konservatif P50 original oil in-place (OOIP) sebesar 64,6 BSTB (oil case) dan P50 original gas in-place (OGIP) sebesar 197,4 TSCF (gas case). Sampai 1 Januari 2012, telah dilakukan identifikasi terhadap struktur, terdiri dari struktur yang telah dilakukan survei (lead), prospek siap bor, 38 prospek dengan indikasi hidrokarbon setelah dibor tetapi belum dilakukan uji produksi, dan 50 prospek penemuan hidrokarbon. Reserve Replacement Ratio (RRR) minyak bumi pada 2012 sebesar 52%, sedangkan untuk gas bumi sebesar 127%. Berdasarkan POD yang disetujui pada 2012, terdapat penambahan cadangan migas yaitu minyak bumi sebesar 162,73 MMSTB dan gas bumi sebesar 3,78 TSCF. Realisasi produksi migas selama 2012 adalah minyak bumi sebesar 314,67 MMSTB dan gas bumi sebesar 2,97 TSCF sehingga diperkirakan cadangan migas status 1 Januari 2013 adalah sebagai berikut: TERBUKTI POTENSIAL TERBUKTI + POTENSIAL MINYAK & KONDENSAT (MMSTB) 3.590, , ,22 GAS ASSO.+NON ASSO. (TSCF) 104,37 48,38 152,75 Reserve replacement ratio (RRR) minyak bumi pada 2012 sebesar 52%, sedangkan untuk gas bumi sebesar 127%. Hal ini berarti bahwa untuk setiap produksi 1 barel minyak bumi akan digantikan oleh 0,52 barel temuan minyak bumi. Sedangkan untuk setiap 1 TSCF gas bumi yang diproduksi akan digantikan dengan 1,27 TSCF gas bumi yang ditemukan. Adapun laju pengurasan atau withdrawal rate (WR) minyak bumi sebesar 8,41% dan gas bumi sebesar 2,87%. 30
33 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 C. KEGIATAN PENGEMBANGAN & PEMELIHARAAN SUMUR Studi G&G dan TSA untuk Kegiatan Produksi Pada 2012, Kontraktor KKS telah merealisasikan kegiatan studi geologi, geofisika dan reservoir (GGR) juga TSA produksi sebanyak 156 studi, yang terdiri dari 136 studi dikerjakan di dalam negeri, 15 studi dikerjakan melalui TSA (proyek), dan 5 studi dikerjakan melalui TSA (QC). Anggaran total studi GGR dan TSA produksi pada 2012 sebesar US$36,4 juta, yang terdiri dari US$29,1 juta untuk studi GGR, US$6,59 juta untuk TSA (proyek), dan US$731 ribu untuk TSA (QC). Rencana Pengembangan Lapangan (POD) Selama 2012, terdapat 47 persetujuan rencana pengembangan lapangan / plan of development (POD) yang terdiri dari 9 POD, 3 POD improved oil recovery (IOR), 2 POD Pertama, 15 plan of further development (POFD), 16 put on production (POP), dan 2 revisi POD. Perkiraan biaya investasi dan operasi yang dikeluarkan oleh Kontraktor KKS, produksi migas, serta penerimaan negara dari 47 POD tersebut adalah sebagai berikut: Kumulatif Produksi MINYAK (JUTA BBL) GAS (BSCF) LPG (JUTA BBL) PENDAPATAN Pemerintah (US$ JUTA) 162,73 3, ,45 18,943.8 Biaya Operasi & Investasi BIAYA INVESTASI (US$ JUTA) 14,319 BIAYA OPERASI (US$ JUTA) 6,550.2 BIAYA OPERASI (US$ JUTA) 6,997.2 BIAYA ASR (US$ JUTA) 447 TOTAL BIAYA INVESTASI & OPERASI (US$ JUTA) 21,
34 I. POTRET KINERJA SKK MIGAS C. KEGIATAN PENGEMBANGAN & PEMELIHARAAN SUMUR Kegiatan Pemboran Sumur Produksi (Sumur Pengembangan) dan Pemeliharaan Sumur (Workover) Dalam rangka mengurangi laju penurunan produksi, SKK Migas mendorong Kontraktor KKS untuk melakukan pemboran sumur tambahan (infill / sumur sisipan) serta pemeliharaan sumur (work over). Pada 2012, realisasi pemboran sumur produksi sebanyak 840 sumur atau kurang dari rencana kegiatan sebanyak 907 sumur. Hal ini dikarenakan adanya kendala pembebasan lahan, proses perizinan, dan ketersediaan rig. Jumlah Realisasi Pemboran Sumur Pengembangan Periode Jumlah Sumur Tabel Kiri: Realisasi Pemboran Pengembangan Tabel Kanan: Realisasi Workover Revisi WP & B Realisasi Jumlah Sumur Jumlah Sumur Sementara, pemeliharaan sumur dilakukan melalui kerja ulang (workover) sebanyak 740 sumur atau 85% dari rencana 871 sumur. Hal ini dikarenakan skala prioritas penggunaan rig workover dan hambatan dalam memperoleh perizinan HO (Hiring Ordinase), perizinan bahan peledak, serta pengadaan rig workover. Sehingga rencana kegiatan belum dapat dieksekusi pada Sedangkan pemeliharaan sumur (well service) telah dilakukan sebanyak kegiatan atau 82,5% dari rencana kegiatan. 32
35 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 D. KEGIATAN PRODUKSI MINYAK & GAS BUMI Pada 2012, rata-rata produksi minyak dan gas bumi Indonesia mencapai sebesar 2,31 juta barel minyak ekuivalen per hari (BOEPD). Berdasarkan data produksi, periode terjadi kenaikan produksi migas, namun 2012 mengalami penurunan, terutama disebabkan penurunan produksi dari Total E&P Indonesie, ExxonMobil Oil Indonesia Inc., dan PT. Chevron Pacific Indonesia. Produksi Nasional Minyak, Kondensat, dan Gas MINYAK KONDESAT GAS , , , , , , , , , , , , , , , , ,86 966,77 935,09 883,25 836,01 852,63 826,47 824,45 794,30 762, ,40 132,65 132,21 133,72 129,16 127,03 122,74 118,39 124,15 122,33 120,45 107,80 97, , , , , , , , , , , , , ,27 MBOEPD Produksi gas = 45% s.d 64% terhadap produksi minyak, kondensat, dan gas Produksi minyak = 49% s.d 32% terhadap produksi minyak, kondensat, dan gas Produksi kondensat = 6% s.d 4 % terhadap produksi minyak, kondensat, dan gas 12% s.d 8% terhadap produksi gas Minyak Bumi dan Kondesat Produksi minyak bumi dan kondensat pada 2012 mencapai 860 ribu BOPD atau 92,5% dari target APBN-P sebesar 930 ribu BOPD. Produksi Minyak dan Kondensat Periode APBN-P MBOPD Revisi WP&B=878,5 MBOPD BOPD Jun MCL: -24MBOPD Total S/D untuk TAR -HESS: -6 MBPOD, 18 pipeline pigging bbrp sumur di WHP-A dan WHP-B Shutdown -TEPI: Handil compressor maint. 15 Juli JOBPPEJ, PEP, MCL: -52 MBPOD. Shutdown sumur-sumur SKW karena kendala pada saat proses penggantian Hose Off. Shore pipeline di FSO Cintanatomas dan pengurangan rate MCL ke Mudi Jan-12 Mar-12 May-12 Jul-12 Sep-12 Nov-12 33
36 I. POTRET KINERJA SKK MIGAS D. KEGIATAN PRODUKSI MINYAK & GAS BUMI Dari pencapaian produksi pada 2012 hanya 3 dari 50 Kontraktor KKS produsen minyak bumi yang dapat memenuhi target APBN-P. 15 Kontraktor KKS Dengan Produksi Minyak Lebih Tinggi Dari Periode 2011 Terdapat 15 dari 50 Kontraktor KKS produsen minyak bumi yang produksinya lebih tinggi dibandingkan realisasi pada 2011, yaitu Hess (Indonesia-Pangkah) Ltd., PT. Pertamina EP, JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang, PT. Pertamina Hulu Energi ONWJ, Mobil Cepu Ltd., PT. Sumatera Persada Energi, Medco E&P Tarakan, BP Berau Ltd., Camar Resources Canada Inc., Montd Or Oil (Tungkal) Ltd., Santos (Sampang) Pty. Ltd., Star Energy (Kakap) Ltd., EMP Malacca Strait, S.A., Lapindo Brantas, Inc., dan JOB Pertamina-EMP Gebang Total Kenaikan produksi dari 15 Kontraktor KKS tersebut terhadap Tahun 2011 sebesar 14,7 MBOPD BOPD BBLS 2011 HESS Pertamina JOBPT-JM PHE ONWJ MCL SPE Medco Tarakan BP Berau Camar Montd Or Santos Sampang Star Energy EMP Malacca Lapindo EMP Gebang 2012 Selisih Dari pencapaian produksi pada 2012 terdapat 10 Kontraktor KKS dengan total selisih produksi minyak bumi terbesar sebanyak 50,9 ribu BOPD, yaitu Kangean Energy Indonesia, Ltd. (-69,8%), ExxonMobil Oil Indonesia Inc. (-22,1%), ConocoPhilips Indonesia Inc. Ltd. (-18,2%), Total E&P Indonesie (-17,9%), PT. Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (-16,1%), PetroChina International Bermuda, Ltd. (-15,2%), CNOOC SES, Ltd. (-8,1%), PetroChina International Jabung, Ltd. (-4,8%), PT. Chevron Pacific Indonesia (-4,5%), dan Chevron Indonesia Company (-3,8%). 10 Kontraktor KKS Dengan Selisih Produksi Minyak Terbesar Periode (15.995) (14.615) (9.581) Total penurunan produksi dari 10 Kontraktor KKS tersebut terhadap Tahun 2011 sebesar 50,9 MBPOD (17.500) (15.000) (12.500) (10.000) (7.500) (2.810) (2.196) (1.874) (1.084) (982) (945) (850) (5.000) (2.500) 2012 Selisih BOPD BBLS CPI TOTAL EP COPI Blok B CNOOC PHE WMO Kangean CICO PC. Bermuda EMOI PC. Jabung 34
37 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Penyebab Utama Tidak Tercapainya Produksi Minyak Bumi Tahun 2012 Penyebab utama tidak tercapainya produksi minyak bumi pada 2012 adalah: Kontribusi produksi hasil pemboran pengembangan hanya sebesar 76,8% dari target, antara lain karena kendala proses pengadaan akibat terbatasnya ketersediaan rig, perizinan, subsurface, dan pembebasan lahan. PetroChina International Jabung, Ltd. tidak dapat memproduksikan sumur yang sudah di bor akibat belum selesainya proses perizinan lahan untuk gelar pipa yang sudah memakan waktu lebih dari 2 tahun. Saat ini produksi minyak bumi dilakukan dengan metode trucking, sehingga terdapat potensi kondensat yang tidak dapat diambil sebesar ± 3000 BCPD dan potensi gas bumi yang harus di flare sebesar ± 30 MMSCFD. Kerusakan fasilitas produksi seperti kompresor, gangguan suplai listrik, instrumentasi, artificial lift, kebocoran subsea umbilical riser and flowline (SURF), dan surface pipeline. Kendala transportasi minyak bumi dengan metode trucking, antara lain di PT. Sele Raya Merangin Dua dan PetroChina International Jabung, Ltd. Kendala kepasiran subsurface di Total E&P Indonesie. Ditutupnya Lapangan Pagerungan Utara Offshore di Kangean Energy Indonesia, Ltd. karena tidak ekonomis. Mundurnya realisasi project pemindahan Turbin di CNOOC SES, Ltd. pasca kebakaran di FSO Lentera Bangsa. Shutdown berkepanjangan di Kilang LNG Tangguh. Belum adanya penambahan produksi yang signifikan dari PT Pertamina Hulu Energi WMO pasca perpanjangan (pengalihan) kontrak wilayah kerja West Madura Offshore. 35
38 I. POTRET KINERJA SKK MIGAS D. KEGIATAN PRODUKSI MINYAK & GAS BUMI Gas Bumi Realisasi produksi gas bumi dalam beberapa tahun terakhir selalu meningkat, namun pada 2012 produksi turun menjadi sebesar MMSCFD, terutama karena penurunan produksi Kontraktor KKS Total E&P Indonesie dan BP Berau Ltd. Produksi Nasional Gas Bumi 10, , Gas Bumi MMSCFD Andalan produksi gas bumi nasional pada 2012 masih bertumpu kepada lapanganlapangan yang dioperasikan oleh Total E&P Indonesie di Kalimantan Timur, BP Berau Ltd. di Papua, PT Pertamina EP, PT Pertamina Hulu Energi, ConocoPhillips di wilayah Sumatera dan Natuna, Vico Indonesia di Kalimantan Timur, juga lapangan lainnya yang dioperasikan oleh ExxonMobil Oil Indonesia Inc. di Aceh, Petrochina International Jabung, Ltd. di Jambi, PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore, dan Kangean Energy Indonesia, Ltd. Produksi dan Penyaluran Gas Bumi Periode Produksi Produksi WP&B=8,523 MMSCFD Lifting APBN = 7,655MMSCFD Produksi Produksi WP&B Penyaluran Lifting APBN Lifting WP&B MMSCFD Lifting WP&B = 6,985 MMSCFD *Tambahan produksi dari sumur pengembangan, WO, WS dan POP / Lapangan baru berdasarkan WP&B 2012 Agustus BP Berau: 900 MMSCFD, curtailment prod karena surging pada export line tangki-1 sejak 14 Agustus. -Premier: 72 MMSCFD, Proyek Anoa Phase 4 sejak 13 Agustus. -KEI (120 MMSCFD), Santos Madura (40 MMSCFD), COPI Grissik (26 MMSCFD), Hess (11 MMSCFD) Low demand hari besar keagamaan. BP Berau: Persiapan dan pelaksanaan TAR-3 Train-1 (selama 36 hari) EMOI: TA NSO (selama 24 hari) BP Berau: Shutdown Train #2 krn ditemukan api di Gas Turbin BP Berau : Train 1 & 2 Unplanned Shutdown * Status 31 Desember 2012, menunggu rekapitulasi akhir Jan-12 Feb-12 Mar-12 Apr-12 May-12 Jun-12 Jul-12 Aug-12 Sep-12 Okt-12 Nov-12 Dec-12* 36
39 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Dari pencapaian produksi pada 2012 terdapat 10 Kontraktor KKS dengan total selisih produksi gas bumi terbesar sebanyak 639 MMSCFD Penyebab utama tidak tercapainya produksi gas bumi pada 2012 adalah; Kontribusi produksi hasil pemboran pengembangan sebesar 84% dari target, antara lain karena mundurnya jadwal pemboran, subsurface, dan kesiapan fasilitas produksi. Kerusakan fasilitas produksi seperti kompresor, gangguan suplai listrik, instrumentasi, artificial lift, dan surface pipeline. Kendala subsurface di Total E&P Indonesie. Ketidaksiapan pembeli untuk menyerap gas. Dari pencapaian produksi pada 2012 terdapat 10 Kontraktor KKS dengan total selisih produksi gas bumi terbesar sebanyak 639 MMSCFD, yaitu Chevron Makassar (-31,1%), Santos Madura (-29,8%), Total E&P Indonesie (-19,1%), Star Energy (-18,6%), Medco Lematang (-17,3%), ExxonMobil Oil Indonesia Inc. (-17,0%), PT Pertamina Hulu Energi WMO (-15,6%), PT Pertamina Hulu Eenergi ONWJ (-10,8%), CNOOC SES Ltd. (-4,9%), dan PT Pertamina EP (-0,6%). 10 Kontraktor KKS Dengan Selisih Produksi Gas Bumi Terbesar Periode (442) Total penurunan produksi dari 10 Kontraktor KKS tersebut terhadap Tahun 2011 sebesar 639 MMSCFD (500) (450) (300) (200) Selisih MMSCFD (79) (35) (25) (24) (8) (8) (7) (6) (6) (100) - MSCF TOTAL EP EMOI Santos Madura PHEWMO PHEONWJ Medco Lematang Star Energy Chevron Mkssr CNOOC Pertamina 37
40 I. POTRET KINERJA SKK MIGAS E. LIFTING MINYAK DAN GAS BUMI E. LIFTING MINYAK DAN GAS BUMI Lifting Minyak Bumi 1,000,000 16,000,000 Produksi, Lifting & Stock Minyak & Kondensat Periode Jan - Des , ,000 14,000,000 12,000,000 Produksi Lifting Total Stock Produksi / Lifting (BOPD) 700, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,945 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nop Des 859, , ,000,000 8,000,000 6,000,000 Rata-rata Stock (BBLS) *Total closing stock adalah stock termasuk dead stock dan field stock Realisasi lifting minyak bumi pada 2012 sebesar 860 ribu BOPD atau 92,5% dari target APBN-P Dalam rangka pemenuhan kebutuhan bahan bakar dalam negeri, maka SKK Migas berupaya memprioritaskan lifting minyak mentah bagian negara untuk disalurkan ke kilang-kilang domestik sesuai dengan spesifikasi minyak yang dapat diolah kilang-kilang tersebut. Pada 2012 lifting minyak mentah untuk kebutuhan domestik mencapai 66%. Lifting Gas Bumi Pemanfaatan Gas Bumi Indonesia 8,000 7,200 6,400 5,600 4,800 5,877 5,882 5,715 6,349 6,347 6,688 7,184 7,715 7,345 7,181 8,000 7,200 6,400 5,600 4,800 4,000 4,000 Ekspor 3,200 3,200 2,400 2,400 Domestik 1,600 4,397 4,416 4,202 4,008 3,820 3,775 3,861 4,336 4,078 3,631 1,600 Total BBTUD 800-1,480 1,466 1,513 2,341 2,527 2,913 3,323 3,379 3,267 3, BBTUD Lifting dan Harga Gas Indonesia Periode ,000 11,000 10,000 13,75 13,56 13,68 15,90 13,54 13,14 12,30 13,33 13,49 13,04 12,64 12,38 18,00 16, ,00 9,000 8,99 8,87 10,00 Lifting Gas Harga Gas Domestik Harga Gas Ekspor BBTUD 8,000 7,000 6,000 5,000 7,03 6,43 6,21 5,66 6,12 6,10 6,46 6,57 6,61 6,65 7,464 7,188 7,824 7,495 7,105 7,478 7,126 7,515 6,556 6,758 6,726 6,918 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nop Des 7,181 Rata-rata 8,00 6,00 4,00 2,00 - US$ / MMBTU 38
41 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Realisasi Pemanfaatan Gas Bumi oleh Pembelian Dalam Negeri Periode % 10.19% LIFTING OIL 10.19% 33.43% 33.43% INDUSTRI 7.96% LPG DOMESTIK 18.51% 26.72% LISTRIK 18.51% PUPUK 3.18% LNG DOMESTIK 0.01% CITYGAS 26.72% Pada 2012, tambahan pasokan gas untuk dalam negeri yang sangat signifikan berasal dari Lapangan Terang (wilayah kerja Kangean), Lapangan Wortel (wilayah kerja Sampang), dan Lapangan South Mahakam (wilayah kerja Mahakam), serta Lapangan APN E/F (wilayah kerja ONWJ). Pada 2012 terjadi peningkatan pasokan gas kepada konsumen dalam negeri yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Total lifting gas bumi periode 1 Januari 2012 hingga 31 Desember 2012 sebesar 7.180,69 BBTUD. Realisasi pemanfaatan lifting gas bumi untuk konsumen Dalam Negeri sebesar 3.550,07 BBTUD atau 49,44% dan untuk konsumen Luar Negeri sebesar 3.630,62 BBTUD atau 50,56%. Gas Bumi untuk kebutuhan Dalam Negeri dimanfaatkan untuk: Pupuk dan Petrokimia sebesar 675,06 BBTUD (18,51%), Kelistrikan sebesar 948,62 BBTUD (26,72%), Industri sebesar 1.186,89 BBTUD (33,43%), City Gas sebesar 0,45 BBTUD (0,01%), Program konversi LPG sebesar 282,60 BBTUD (7,96%), LNG domestik sebesar 112,90 BBTUD (3,18%), Keperluan lifting minyak sebesar 361,78 BBTUD (10,19%). Pengiriman LNG domestik sebesar 112,91 BBTUD tersebut di atas merupakan salah satu langkah penting yang dilakukan SKK Migas untuk mendukung program Pemerintah dalam rangka mengurangi subsidi energi primer ke PLN, yaitu dengan melakukan pengiriman LNG dari Blok Mahakam kepada pembeli dalam negeri melalui Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Nusantara Regas di lepas pantai Tanjung Priok. Komitmen kontrak LNG ini dimulai sejak 25 April 2012 sebesar 1,5 MTPA (atau setara 26 Kargo LNG per tahun) untuk jangka waktu 10 tahun (sampai 2021). Selain itu, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gas dalam negeri, SKK Migas mengawasi dan mendorong on-stream lapangan-lapangan gas di Indonesia lebih cepat dari rencana. Untuk 2012, tambahan pasokan gas untuk dalam negeri yang sangat signifikan berasal dari Lapangan Terang (wilayah kerja Kangean), Lapangan Wortel (wilayah kerja Sampang), dan Lapangan South Mahakam (wilayah kerja Mahakam), serta Lapangan APN E/F (wilayah kerja ONWJ). 39
42 I. POTRET KINERJA SKK MIGAS E. LIFTING MINYAK DAN GAS BUMI Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas Bumi Periode PERJANJIAN KELISTRIKAN 2 PERJANJIAN PUPUK & PETROKIMIA 2 PERJANJIAN LIFTING MINYAK PERJANJIAN INDUSTRI 1 PERJANJIAN LNG DOMESTIK Komitmen SKK Migas dalam menyediakan pasokan gas untuk pembeli dalam negeri selama 2012 diwujudkan melalu penandatanganan 32 perjanjian. Komitmen SKK Migas dalam menyediakan pasokan gas untuk pembeli dalam negeri selama 2012 diwujudkan melalui penandatanganan 32 Perjanjian (Heads of Agreement, Perjanjian Jual Beli Gas dan Perubahan Perjanjian Jual Beli Gas). Rincian pemanfaatan gas dalam Perjanjian-perjanjian tersebut adalah sebagai berikut: Mendukung lifting minyak sebanyak 2 Perjanjian dengan total pasokan sebesar 1,01 BCF. Pupuk dan Petrokimia sejumlah 2 Perjanjian dengan total pasokan sebesar 286,35 BCF. Kelistrikan sebanyak 17 Perjanjian dengan total pasokan sebesar 580,73 BCF. Industri sejumlah 10 Perjanjian dengan total pasokan sebesar 156,89 BCF. Selain itu 2012 menjadi tahun bersejarah bagi pemanfaatan LNG Indonesia terutama dari Lapangan Tangguh dengan ditandatanganinya Heads of Agreement untuk pemenuhan kebutuhan listrik PT PLN (Persero) untuk pasokan gas selama 20 tahun dan pasokan LNG setara 23,96 MT. 40
43 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Akumulasi Volume Kontrak Gas untuk Pembelian Dalam Negeri Pupuk 10 Kelistrikan 5 Industri TCF 0 Pupuk Kelistrikan Industri ,1 1,17 1,77 1,94 2,88 3,08 3,327 3,613 3,327 3,613 1,18 2,28 3,17 4,41 6,25 6,94 7,013 7,594 7,013 7,594 0,1 2,7 4,1 4,2 6,15 10,07 10, ,184 10,341 Untuk mendukung program Pemerintah mengenai konversi BBM ke BBG Transportasi, SKK Migas telah berkomitmen dalam penyediaan pasokan gas untuk BBG Jabodetabek (4 BBTUD), Palembang (1 BBTUD), dan Surabaya (5 BBTUD). Selain itu, SKK Migas telah mendorong Pemerintah Daerah (melalui BUMD) yang telah mendapatkan pasokan gas dari KKKS agar berpartisipasi dalam pengembangan BBG Transportasi dengan ditandatanganinya Memorandum of Agreement (MOA) untuk 20 kota di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Dalam rangka mendukung program Pemerintah untuk mengembangkan Jaringan Gas untuk Rumah tangga, SKK Migas mendukung penyediaan gas guna memenuhi kebutuhan jaringan gas untuk rumah tangga di Surabaya, Tarakan, Palembang, Bekasi dan Depok. SKK Migas juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan jaringan gas untuk rumah tangga di Wajo, Blora, Bontang, dan Ogan Ilir. 41
44 I. POTRET KINERJA SKK MIGAS F. PENERIMAAN NEGARA F. PENERIMAAN NEGARA 40,000 35, % 110% 104% 30,000 25,000 20, % 104% 102% Target APBN/APBN-P Realisasi * Status 31 Desember 2012, menunggu rekapitulasi akhir JUTA US$ 15,000 10,000 5,000-22,203 23,793 30,659 35,302 19,104 19,950 26,060 26,497 32,406 35,798 33,485 34, * Pada 2012 SKK Migas berhasil membukukan Penerimaan Negara sebesar US$34.9 miliar (Periode tahun buku Januari Desember 2012) atau 104% dari target APBN-P Pencapaian ini terealisasi dengan adanya optimalisasi harga gas bumi melalui perbaikan harga kontrak gas bumi domestik sehingga secara rata-rata lebih tinggi 11% dan rata-rata harga minyak bumi lebih tinggi 1% dibandingkan dengan SKK Migas senantiasa melakukan pengendalian biaya operasi agar mencapai tingkat paling efektif dan efisien, sehingga memberikan kontribusi yang optimal pada pencapaian penerimaan Negara dari sektor hulu migas. 42
45 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Distribusi Pendapatan dari Sektor Hulu Migas 90,000 80,000 2,204 2,255 2,254 2,282 2,326 2,219 2,050 2,033 2,158 2,067 2,097 2, ,000 2,000 Bagian Kontraktor KKS 60,000 54,152 60,769 61,065 35,798 34, ,600 Cost Recovery Bagian Pemerintah Pendapatan Kotor Lifting (MBOE/D) Inc DC. Exc * Status 31 Desember 2012, menunggu rekapitulasi akhir JUTA US$ 50,000 40,000 30,000 20,000 10, ,633 5,060 1,972 18,529 10,845 5,517 2,167 24,153 13,675 7,401 3,077 32,051 19,797 7,563 4,691 36,294 22,638 8,112 5,544 38,707 23,793 8,710 6,204 35,301 9,339 9,512 35,752 19,950 10,108 5,694 45,869 26,497 11,762 7,608 15,341 9,657 15,715 10, * 1, MBOE/D Peningkatan pendapatan industri hulu migas menunjukkan tren yang meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan pendapatan industri hulu migas ini menghasilkan rata-rata rasio penerimaan Negara (Total GOI Take) terhadap Pendapatan Kotor (Gross Revenue) sebesar 58%, sementara rata-rata rasio penerimaan Kontraktor KKS (Net Contractor Take) terhadap Pendapatan Kotor (Gross Revenue) sebesar 15%. Hal ini menunjukkan Return on Investment di Indonesia masih cukup menarik. Peningkatan ini dipengaruhi oleh perbaikan yang berkesinambungan dalam proses pengendalian biaya operasi (cost recovery); dengan menjaga rasio antara cost recovery dan gross revenue pada kisaran 25-29% namun tetap meningkatkan kegiatan investasi baru di berbagai proyek hulu migas. Peningkatan pendapatan industri hulu migas menunjukkan tren yang meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan Return on Investment di Indonesia masih cukup menarik. 43
46 I. POTRET KINERJA SKK MIGAS G. REALISASI INVESTASI KONTRAKTOR KKS PRODUKSI G. REALISASI INVESTASI KONTRAKTOR KKS PRODUKSI Realisasi Investasi Kontraktor KKS Produksi 25,000 20,000 16,113 Produksi Pengembangan Administrasi Eksplorasi 15,000 10,000 5,000 9, ,088 10, ,523 10, ,671 11, ,495 14, ,149 1,439 1,016 3,288 Total Pengeluaran * Status 31 Desember 2012, menunggu rekapitulasi akhir JUTA US$ - 5,711 6,579 6,391 7,033 9,196 10, * Peningkatan realisasi investasi industri hulu migas dalam kurun waktu 4 tahun terakhir menggambarkan bahwa iklim investasi di sektor tersebut masih baik dan kondusif. Realisasi investasi industri hulu migas (expenditures) untuk wilayah kerja produksi dalam kurun waktu 4 tahun terakhir menunjukkan peningkatan. Hal ini menggambarkan bahwa iklim investasi di sektor hulu migas masih baik dan kondusif, serta memiliki prospek yang cukup bagus. Pada 2012, investasi sektor hulu migas sebesar US$16.1 miliar, lebih tinggi US$2.1 miliar jika dibandingkan Nilai investasi tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan eksplorasi sebesar US$1.4 miliar, kegiatan sumur pengembangan sebesar US$3.3 miliar, kegiatan produksi sebesar US$10.4 miliar, dan kegiatan administrasi sebesar US$1 miliar. Dari komposisi tersebut, terlihat bahwa sebagian besar investasi di sektor hulu migas diperuntukkan bagi kegiatan produksi dan pengembangan yang mencapai US$13.7 miliar atau 84,8% dari total investasi hulu migas. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, porsi investasi kegiatan produksi dan pengembangan mencapai US$12.3 miliar atau 88% dari total investasi hulu migas. Dampak dari peningkatan investasi industri hulu migas di wilayah kerja produksi tidak hanya mempengaruhi profil produksi dan portofolio cadangan migas, namun juga berpengaruh pada proses peningkatan kapasitas nasional di sektor industri pendukung migas domestik. 44
47 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 H. REALISASI INVESTASI KONTRAKTOR KKS EKSPLORASI Realisasi Investasi Sektor Hulu Migas Wilayah Kerja Eksplorasi 2,500 2,000 2,120 1,500 1,481 1,661 1,356 1, Investasi Kontraktor KKS Eksplorasi * Status 31 Desember 2012, menunggu rekapitulasi akhir JUTA US$ * Investasi kegiatan eksplorasi di wilayah kerja eksplorasi dalam menemukan cadangan (reserves) migas yang baru mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Namun pada 2012 dibandingkan tahun sebelumnya, dikarenakan kegiatan pemboran eksplorasi, khususnya pemboran deepwater area, juga atas hasil pemboran yang telah dilakukan pada tahun 2011 masih membutuhkan evaluasi juga detail study untuk menentukan tindak lanjut kegiatan eksplorasi selanjutnya. Investasi kegiatan eksplorasi akan berdampak positif bagi prospek pengembangan sektor hulu migas pada masa mendatang, serta menjaga ketersediaan energi untuk generasi mendatang. Sampai dengan akhir 2012, nilai kumulatif investasi kegiatan eksplorasi di wilayah kerja eksplorasi yang belum dikembalikan diperkirakan mencapai US$6.7 milliar. Selain itu, terdapat nilai investasi untuk kegiatan eksplorasi pada wilayah kerja yang telah terminasi sebesar US$1.3 miliar. Nilai investasi yang telah dikeluarkan oleh Kontraktor KKS dalam melakukan kegiatan eksplorasi tersebut tidak dapat dikembalikan mengingat wilayah kerja yang dioperasikan telah terminasi. Biaya Ekslorasi Yang Sudah Tidak Bisa Dikembalikan Karena Terminasi WK Eksplorasi Nilai (US$ Juta) * Status 31 Desember 2012, menunggu rekapitulasi akhir JUTA US$ * Total US$1,327 Juta Kegagalan eksplorasi, yang telah menjadi risiko di industri hulu migas, merupakan hal wajar dalam industri ini. Bagi Pemerintah, investasi tersebut tetap bermanfaat secara kualitatif, dalam wujud penambahan data eksplorasi, yang berguna dalam studi lapangan lebih lanjut pada masa mendatang. 45
48 46
49 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 II UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI 47
50 II. UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI A. REALISASI PROYEK BARU Selama 10 tahun terakhir, produksi kumulatif minyak bumi sebesar 3,7 miliar barel, sementara penambahan cadangan minyak bumi baru sebesar 2,8 miliar barel, sehingga secara kumulatif terjadi penurunan cadangan minyak bumi sebesar 92,43 juta barel. Apabila tidak dilakukan usaha apapun, maka laju penurunan cadangan ini dapat lebih besar sehingga mempersulit pemenuhan target produksi yang ditentukan Pemerintah. Untuk meningkatkan produksi, sepanjang tahun 2012, dilakukan berbagai upaya; antara lain mempercepat pengembangan lapangan produksi migas, meningkatkan penerapan secondary recovery, Enhanced Oil Recovery (EOR), melakukan koordinasi dengan institusi Pemerintah terkait, serta pengawasan yang lebih intensif terhadap Kontraktor KKS eksplorasi dalam bentuk Forum Operator Kontraktor KKS Wilayah Kerja Eksplorasi (FOKWE), serta sharing knowledge. 48
51 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 A. REALISASI PROYEK BARU Realisasi Proyek Baru Sepanjang 2012 terdapat 12 proyek on-stream dengan kapasitas produksi terpasang sekitar juta SCFD gas bumi dan BOPD minyak bumi/kondensat. Mengingat beberapa proyek on-stream pada Q3 dan Q serta adanya ketidaksiapan pembeli gas, maka penambahan produksi rata-rata pada 2012 hanya sekitar 430 juta SCFD dan BPD dari kapasitas produksi terpasang dimaksud. PROYEK KONTRAKTOR KKS KAPASITAS PRODUKSI TERPASANG ONSTREAM TOTAL KAPASITAS PRODUKSI TERPASANG MINYAK / KONDENSAT (BPD) Wortel Development APN A Gas Development Santos PHE ONWJ Gas (MMSCFD) 50 Gas (MMSCFD) 50 Januari 2012 Januari 2012 TOTAL KAPASITAS PRODUKSI TERPASANG GAS (MMSCFD) APN B Gas Development APN E / F Gas Development PHE ONWJ PHE ONWJ Gas (MMSCFD) 45 Gas (MMSCFD) 50 April 2012 Mei 2012 South Sembakung Gas Plant Job Pertamina Medco Simenggaris Pty. Ltd Gas (MMSCFD) 25 Mei 2012 Transfer Line 4 x 25 Km BS-Tampi Pauh Sele Raya Merangin Dua Minyak/Kondensat (BPD) Mei 2012 Terang Sirasun Batur Phase 1 Kangean Energy Indonesia Gas (MMSCFD) 300 Juni 2012 Peciko 7B Extension Platform Total E&P Indonesie Gas (MMSCFD) 122 Juni 2012 Sepanjang 2012 terdapat 12 proyek on-stream dengan kapasitas produksi terpasang sekitar juta SCFD gas bumi dan BOPD minyak bumi / kondensat. South Mahakam 1&2 Bawal Subsea Total E&P Indonesie ConocoPhillips Indonesia Minyak/ Kondensat (BPD) Gas (MMSCFD) 250 Gas (MMSCFD) 120 Oktober 2012 September 2012 KF Gas Booster Compression System Star Energy Gas (MMSCFD) 10 November 2012 Tembang Subsea ConocoPhillips Indonesia Gas (MMSCFD) 40 Januari
52 II. UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI B. IMPROVED OIL RECOVERY B. IMPROVED OIL RECOVERY Improved Oil Recovery (termasuk Enhanced Oil Recovery) Upaya lain yang sedang dilakukan untuk meningkatkan cadangan dan produksi nasional adalah melakukan kegiatan optimalisasi produksi untuk jangka pendek melalui Improved Oil Recovery, termasuk penggunaan teknologi EOR. EOR adalah suatu teknologi pengurasan lanjut dengan cara meningkatkan mobilitas minyak bumi dengan menggunakan injeksi uap, bahan kimia, gas, maupun mikroba agar meningkatkan perolehan minyak bumi dari lapangan yang umumnya sudah mature. Jenis-jenis EOR yang diterapkan di lapangan produksi migas antara lain: Steam Flood Steam Flood baru dilakukan oleh PT Chevron Pacific Indonesia di lapangan Duri dan North Duri Development (NDD). Hasil produksi minyak bumi dari lapangan Duri ratarata pada 2012 dapat mencapai 165,057 BOPD. Lapangan NDD mulai diproduksikan pada Desember 2010 yang terdiri dari Area-12, Area-13 dan Area-14. Saat ini, NDD Area-12 telah memproduksikan minyak bumi sebesar BOPD dari 532 sumur pengembangan yang telah dibor. Sedangkan NDD Area-13 akan dikembangkan pada tahun
53 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Upaya lain yang sedang dilakukan untuk meningkatkan cadangan dan produksi nasional adalah melakukan kegiatan optimalisasi produksi untuk jangka pendek melalui Improved Oil Recovery, termasuk penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery. Gas Flooding Gas Flooding pernah dilakukan di lapangan Handil (Kontraktor KKS Total E&P Indonesie). Teknologi yang digunakan merupakan Proyek Gabungan Water Flood dan Gas Flood. Sejak Maret 2007 Gas Injection dihentikan karena dipergunakan untuk membantu memenuhi kekurangan pasokan gas ke Kilang LNG Bontang. Pada 2012 dilakukan kajian terhadap beberapa lapangan unutk pelaksanaan proyek tersebut, yaitu: Kajian gas CO 2 di Lapangan Gemah, Kontraktor KKS PetroChina Jabung (sedang dalam tahap studi simulasi reservoir); dan Kajian gas CO 2 di Lapangan Jatibarang, Kontraktor KKS PEP (sudah selesai studi simulasi laboratorium serta akan dilakukan field trial pada 2013). Chemical Flooding Chemical flooding direncanakan dilakukan pada Lapangan Minas (PT. Chevron Pacific Indonesia), Lapangan Kaji-Semoga (Medco E&P Indonesia), Lapangan Tanjung (PT. Pertamina EP), Lapangan Handil (Total E&P Indonesie), Lapangan Widuri (CNOOC SES Ltd), serta Lapangan Zamrud dan Pedada (PT. BOB Bumi Siak Pusako), dengan status sebagai berikut: Lapangan Minas: studi simulasi dan laboratorium telah selesai dan akan dilakukan field trial pada Q Lapangan Kaji-Semoga: studi simulasi dan laboratorium telah selesai akan dilakukan pilot project pada Q Lapangan Tanjung : studi simulasi dan laboratorium sudah selesai dilakukan dan akan dilakukan field trial pada Lapangan Handil : masih studi laboratorium. Lapangan Widuri: studi simulasi dan laboratorium sudah selesai dan pilot project direncanakan pada Q Lapangan Zamrud dan Pedada: direncanakan akan dilakukan field trial pada
54 II. UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI C. REAKTIVASI SUMUR-SUMUR SUSPENDED C. REAKTIVASI SUMUR- SUMUR SUSPENDED Dalam rangka meningkatkan produksi, SKK Migas bersama Kontraktor KKS telah menginventarisasi sumur-sumur lama yang masih berpotensi untuk diproduksikan kembali (reaktivasi). Dalam rangka meningkatkan produksi, SKK Migas bersama Kontraktor KKS telah menginventarisasi sumur-sumur lama yang masih berpotensi untuk diproduksikan kembali (reaktivasi). Sumur-sumur lama tersebut sebelumnya ditinggalkan karena berbagai penyebab. Dari pendataan yang dilakukan, kandidat sumur-sumur untuk direaktivasi sebagian besar berada di wilayah kerja PT Pertamina EP. Sumur yang telah diinventarisasi sebanyak sumur dan setelah dievaluasi hanya terdapat sumur yang secara teknis dapat diproduksikan kembali. Sumur-sumur tersebut terdapat di region Sumatera sebanyak 454 sumur, di region Jawa sebanyak 437 sumur, dan di region Kalimantan sebanyak 864 sumur. Selama 2012, jumlah sumur yang sudah direaktivasi sebanyak 154 sumur, dimana sebanyak 118 sumur direaktivasi menjadi sumur produksi dan 36 sumur direaktivasi menjadi sumur injeksi. Kegiatan tersebut berhasil menambah produksi (initial gain) minyak bumi sebesar 18,6 BOPD/sumur dan gas bumi sebesar 2,7 MMSCFD/sumur. Pada tahun 2013 direncanakan 130 sumur akan direaktivasi, dan diperkirakan memberikan kontribusi produksi sekitar 953 BOPD. 52
55 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 D. FORUM OPERATOR KONTRAKTOR KKS WILAYAH KERJA EKSPLORASI (FOKWE) Salah satu tujuan kegiatan eksplorasi adalah untuk menjaga kesinambungan produksi migas. Sekitar 10 tahun terakhir, penemuan cadangan baru cukup kecil, antara lain disebabkan oleh rendahnya pemenuhan komitmen pasti yang tertuang dalam KKS dan adanya berbagai kendala di lapangan. Kendala pelaksanaan komitmen pasti sebagian besar disebabkan oleh permasalahan internal Kontraktor KKS, tumpang tindih lahan (termasuk perizinan), teknis G&G, permasalahan sosial masyarakat (terkait masalah pembebasan lahan), ketidaktersediaan alat dan jasa penunjang, operasional pemboran, ketidaktersediaan data, proses pengadaan serta masalah-masalah khusus utamanya di daerah perbatasan. Untuk mendapatkan solusi atas kendala tersebut, maka pada 2011, BPMIGAS (sekarang SKK Migas) membentuk Forum Operator Kontraktor KKS Wilayah Kerja Eksplorasi (FOKWE). FOKWE memiliki 4 komite yaitu: 1. Komite Partnership. 2. Komite Perizinan & Sosial. 3. Komite Tender dan Operasional. 4. Komite Teknis G&G. Untuk mendapatkan solusi dari kendala dalam pelaksanaan Komitmen Pasti, SKK Migas membentuk Forum Operator Kontraktor KKS Wilayah Kerja Eksplorasi (FOKWE). 53
56 II. UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI D. FORUM OPERATOR KONTRAKTOR KKS WILAYAH KERJA EKSPLORASI (FOKWE) Setiap wilayah kerja eksplorasi telah dikelompokkan ke dalam masing-masing Komite berdasarkan kendala yang dihadapi. FUNGSI: HUKUM, KEUANGAN, SDM KOMITE PARTNERSHIP KOMITE TENDER DAN OPERASIONAL FUNGSI: PMA, OPERASI LAPANGAN FUNGSI: EKSPLORASI, PENGKAJIAN & PENGEMBANGAN KOMITE TEKNIS G&G KOMITE PERIZINAN & SOSIAL FUNGSI: HUMAS, SEKURITI, FORMALITAS, PERWAKILAN SEKRETARIAT FOKWE FUNGSI: EKSPLORASI & OPERASI, RUANG SEKRETARIAT, SISTEM INFORMASI FOKWE, RAPAT KOORDINASI Kendala Pelaksanaan Komitmen Pasti Pada 2012 TUMPANG TINDIH, PERIZINAN, SOSIAL MASYARAKAT, OPERASI LAPANGAN 30 (59%) 51 Kendala yang terselesaikan INTERNAL KONTRAKTOR KKS (OPERATORSHIP, FINANSIAL, PRIORITAS HOLDING) 15 (44%) 34 KETIDAKTERSEDIAAN ALAT DAN JASA PENUNJANG (100%) catatan: 1 WK dapat memiliki lebih dari 1 kendala KOMPLEKSITAS BAWAH PERMUKAAN YANG MEMERLUKAN STUDI GGR KETIDAKTERSEDIAAN DATA TERDAHULU PROSES PENGADAAN WILAYAH KERJA 9 1 (11%) 8 1 (13%) 7 4 (59%) Pencapaian Pelaksanaan Komitmen Pasti Pemboran Sumur Eksplorasi 50% 40% 40% 30% 26% 31% 20% 10%
57 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Kegiatan FOKWE berada di bawah koordinasi Sekretariat FOKWE dan sepanjang 2012 telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam mengatasi kendala pelaksanaan komitmen pasti. Pembentukan FOKWE (berdasarkan Surat Keputusan Nomor 0161/BPW00000/2011/S1 tanggal 5 September 2011) dilatarbelakangi oleh adanya kendala pelaksanaan komitmen pasti di wilayah kerja eksplorasi. Sepanjang 2012 FOKWE telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam mengatasi kendala pelaksanaan komitmen pasti, khususnya kegiatan pemboran sumur eksplorasi. Beberapa hal yang dapat diselesaikan, seperti 59% masalah tumpang tindih lahan, perizinan & sosial, operasi di lapangan; 44% masalah internal Kontraktor KKS; 11% masalah kompleksitas bawah permukaan; dan 57% masalah proses pengadaan. Untuk masalah ketersediaan alat / jasa penunjang, sehubungan pada tahun 2012, baru mulai diinisiasi pengadaan rig bersama dengan jangka waktu 2,5 tahun, maka penurunan masalah tersebut belum terukur menunggu kepastian alokasi jadwal rig. Seiring dengan pertumbuhan jumlah wilayah kerja, akan semakin banyak kendala yang akan dihadapi. Untuk lebih meningkatkan pencapaian penyelesaian kendala eksplorasi, maka diperlukan lagi sinergi yang lebih kuat dari seluruh anggota dan stakeholder terkait. Kegiatan eksplorasi ditargetkan untuk mempercepat Resources to Reserve to Production (R2R2P) sehingga dapat mengimbangi laju penurunan alami produksi dengan kondisi internal dan eksternal yang sangat penuh tantangan. 55
58 II. UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI E. KERJASAMA DENGAN LEMBAGA LAIN E. KERJASAMA DENGAN LEMBAGA LAIN Pada 2012, SKK Migas menandatangani sejumlah kesepakatan kerja sama dengan lembaga lain dalam rangka memperkuat fungsi pengawasan dan pengendalian sekaligus untuk peningkatan kapasitas nasional. Pada 2012, SKK Migas menandatangani sejumlah kesepakatan kerja sama dengan lembaga lain dalam rangka memperkuat fungsi pengawasan dan pengendalian sekaligus untuk peningkatan kapasitas nasional. Salah satu pihak yang secara aktif diajak bekerja sama adalah perguruan tinggi. Pada Mei 2012, BPMIGAS (sekarang SKK Migas) menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (BADIKLAT KESDM) dan 6 perguruan tinggi terkemuka (ITB, UI, Trisakti, UGM, UNPAD, dan UPN) untuk bekerjasama melaksanakan program National Capacity Building (NCB) di Jakarta. BPMIGAS (sekarang SKK Migas) juga telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (UNPAD) untuk melakukan penelitian dan pengembangan hukum, penelaahan peraturan perundang-undangan, kontrakkontrak komersial, penyediaan opini serta bantuan hukum lainnya agar meningkatkan pemahaman, pentaatan, dan kesadaran hukum. SKK Migas juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa universitas lain, di antaranya Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Kelompok diskusi mengenai industri hulu minyak dan gas bumi juga sedang digagas di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan UPN Veteran Yogyakarta. 56
59 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 F. SHARING KNOWLEDGE Dalam rangka peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional, SKK Migas bersama Kontraktor KKS mengadakan forum sharing knowledge, yaitu forum berbagi pengalaman kesuksesan, sekaligus membangun semangat kemitraan untuk menjawab berbagai tantangan yang semakin beragam. Dengan adanya forum ini, diharapkan tantangan yang bersifat teknis dalam hal upaya peningkatan produksi dapat dicarikan jalan pemecahan. Berikut adalah beberapa forum dan workshop yang dilaksanakan SKK Migas pada 2012: 1. Forum Eksplorasi dan Produksi Forum Eksplorasi dan Produksi 2012 telah diselenggarakan di Bandung dari 30 Mei sampai dengan 1 Juni 2012 dengan tema Today s Exploration, Tomorrow s Reserves and Production, dan dihadiri oleh 186 peserta dari Kontraktor KKS eksplorasi, Kontraktor KKS produksi, instansi Pemerintah, perguruan tinggi, dan BPMIGAS (sekarang SKK Migas). Forum tersebut bertujuan menyusun perkiraan penambahan cadangan migas , perkiraan produksi migas , dan Knowledge / Experiences Transfer pada bidang eksplorasi dan produksi di antara Kontraktor KKS dan service companies sebagai salah satu upaya untuk menjaga keberlangsungan produksi migas nasional. Dengan sasaran mempercepat proses pengembangan sumur-sumur temuan eksplorasi untuk dapat segera diproduksikan, dan membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang menjadi kendala kegiatan eksplorasi. 2. Forum E&P Knowledge Sharing Kontraktor KKS Area Kalimantan Forum ini sebagai tempat berbagi pengalaman bagi Pertamina EP dengan Kontraktor KKS di Area Kalimantan mengenai aspek subsurface, IOR / EOR, sumur, dan fasilitas produksi yang bertujuan meningkatkan produksi migas pada Lapangan- Lapangan Pertamina dan Lapangan-Lapangan di area Kalimantan. Forum ini diselenggarakan pada Februari 2012, di Balikpapan dan diikuti oleh 176 peserta dari Kontraktor KKS Area Kalimantan, Pertamina EP, institusi Pemerintah, dan BPMIGAS (sekarang SKK Migas). Beberapa tindak lanjut sebagai rekomendasi dari forum ini adalah : Dalam rangka peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional, SKK Migas bersama Kontraktor KKS mengadakan forum Sharing Knowledge dengan harapan bisa mencari pemecahan untuk tantangan yang bersifat teknis Melakukan eksplorasi pada Eocene Play di area Kalimantan dan Selat Makasar. Menggunakan base grid drilling secara agresif pada tank system dalam deltaic system yang didukung dengan keekonomian sumur. Peningkatan kompetensi SDM nasional secara kualitas dan kuantitas secara berkesinambungan untuk pengembangan lapangan. Optimasi aset dengan reaktivasi suspended well dan melakukan studi GGRF. Mengidentifikasi potensi bottle necking untuk optimasi produksi. 57
60 II. UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI F. SHARING KNOWLEDGE 3. Forum Pengelolaan Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas Produksi (FP3FP) FP3FP telah diselenggarakan pada tanggal Februari 2012 di Medan dengan tema Penerapan Pengelolaan Proyek dan Pemeliharaan yang Professional Dalam Mendukung Pencapaian Produksi Nasional dan dihadiri 399 peserta dari BPMIGAS (sekarang SKK Migas), Kontraktor KKS, dan beberapa tamu undangan. Forum ini dilaksanakan sebagai sarana berbagi informasi dan best practice dalam pengelolaan proyek dan pemeliharaan, sosialisasi PTK serta merumuskan permasalahan dan mencari alternatif penyelesaian dalam pengelolaan proyek dan pemeliharaan. FP3FP dilaksanakan sebagai sarana berbagai informasi dan best practice dalam pengelolaan proyek dan pemeliharaan, sosialisasi PTK serta merumuskan permasalahan dan mencari alternatif penyelesaian dalam pengelolaan proyek dan pemeliharaan. Beberapa hal yang menjadi kesimpulan hasil Forum FP3FP ini: Keterlambatan proyek-proyek Kontraktor KKS di Indonesia bukan mutlak merupakan suatu kegagalan terhadap pelaksanaan proyek, karena menurut hasil survei Independence Project Analyst secara rata-rata pencapaian target delivery of Project hanya 50% yang sesuai dengan jadwal. Strategi Fungsi Manajemen Proyek di Kontraktor KKS adalah on-stream tepat waktu dengan mengelola proyek sesuai waktu, biaya, kualitas, dan standar K3LL yang direncanakan serta memaksimalkan pendayagunaan kapasitas lokal dan nasional. SKK Migas sedang memfinalisasi PTK Manajemen Proyek. Perlu dievaluasi jadwal penyampaian POD dan AFE guna menghindari perbedaan biaya dan waktu penyelesaian yang terlalu besar. POD disampaikan hingga tahap semi-feed bukan hanya conceptual design untuk pencapaian akurasi yang baik dan mengurangi risiko proyek. Keterlambatan proyek Kontraktor KKS juga banyak disebabkan karena keterlambatan Kontraktor KKS dalam menyampaikan usulan tender plan dan proses pengadaan yang lebih lama dari rencana. SKK Migas perlu merevisi proses persetujuan POD dan AFE untuk mengantisipasi risiko-risiko dalam proyek. Penyusunan POD perlu di-back up dengan penyusunan risk assessment dan mitigation plan secara komprehensif sehingga diketahui risiko yang mungkin timbul dalam pelaksanaannya. Sedangkan kesimpulan terkait Pemeliharaan Fasilitas Produksi sebagai berikut : Strategi fungsi pemeliharaan di Kontraktor KKS adalah untuk menjaga kontinuitas operasi produksi migas dengan memaksimalkan manajemen pemeliharaan yang terencana dan mempercepat response time penanganan shutdown. Pencapaian availability produksi sebesar 96,7% sudah merupakan pencapaian world in class. Program asset integrity merupakan bagian dari manajemen risiko perusahaan sebagai upaya untuk memastikan peralatan terjaga dengan baik selama pengoperasian. Peningkatan kompetensi organisasi dan personil. Peningkatan koordinasi dan komunikasi antar Kontraktor KKS yang berdekatan (clustering). Peningkatan komunikasi dengan Pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. 58
61 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Forum Internal Audit diadakan dengan tujuan membangun dan memberdayakan fungi IA di KKS, sekaligus mendorong mereka untuk melakukan hal-hal yang bersifat strategis 4. Forum Internal Audit Dilatarbelakangi hasil pemetaan 30 Kontraktor KKS produksi, yang menemukan bahwa hanya 12 Kontraktor KKS sudah memiliki internal audit (IA), sedangkan sisa 18 Kontraktor KKS belum memiliki IA, serta rata-rata tupoksi IA pada Kontraktor KKS tidak banyak terfokus mendorong hal-hal yang sifatnya strategis seperti efisiensi cost recovery, peningkatan penerimaan negara, dan peningkatan lifting. Forum IA ini dilaksanakan pada Oktober 2012 untuk membangun dan memberdayakan fungsi IA di Kontraktor KKS, sekaligus mendorong mereka melakukan hal-hal yang bersifat strategis. Peran aktif IA BPMIGAS (sekarang SKK Migas) akan mendorong terciptanya pengendalian internal yang baik sehingga terwujud efektifitas serta efisiensi operasional dan kerugian negara dapat dihindari. Forum ini menghadirkan pembicara baik dari lingkungan praktisi dan profesi maupun Pemerintah, serta 158 peserta dari BPMIGAS (sekarang SKK Migas) dan Kontraktor KKS. Pada forum tersebut juga dilakukan Sosialisasi PE, PPG, WBS BPMIGAS agar Kontraktor KKS dapat mengadopsinya atau minimal mengikutinya. 59
62 60
63 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 III MASALAH DAN UPAYA PENYELESAIAN 61
64 III. MASALAH DAN UPAYA PENYELESAIAN A. PENGADAAN TANAH DAN PERIZINAN A. PENGADAAN TANAH DAN PERIZINAN Masalah pengadaan tanah dan perizinan telah lama menjadi kendala yang cukup signifikan dalam peningkatan produksi minyak dan gas bumi. Untuk mengatasi kendala ini, pada 2012 Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah aturan yang mendukung penyelesaian masalah pertanahan dan perizinan. Permasalahan pengadaan tanah dan perizinan telah lama menjadi kendala yang cukup signifikan dalam peningkatan produksi minyak dan gas bumi. Hal ini telah menjadi perhatian khusus dari Pemerintah. Dalam upaya mengatasi kendala ini, maka pada 2012 Pemerintah mengeluarkan sejumlah aturan yang mendukung penyelesaian masalah pertanahan dan perizinan dalam rangka meningkatkan produksi minyak dan gas bumi, yaitu: 1. Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2012 tentang Peningkatan Produksi Minyak Bumi. 2. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. 3. Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. Sebelumnya, pengadaan tanah dan perizinan dalam industri hulu minyak dan gas bumi mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak Dan Gas Bumi. Setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 maka pengadaan tanah untuk proyek industri hulu minyak dan gas bumi dikategorikan sebagai pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Hal tersebut diharapkan menjadi solusi masalah pengadaan tanah dan perizinan yang terkendala karena adanya persepsi yang menempatkan proyek hulu minyak dan gas bumi sebagai proyek korporasi. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala dalam pengadaan tanah, berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2012 Jo. Perpres Nomor 71 Tahun 2012 Jo. Peraturan Kepala. BPN Nomor 9 Tahun 2012 pelaksanaan pengadaan tanah diprediksi membutuhkan waktu yang lama (normal sekitar 282 hari kerja, maksimal 546 hari kerja). Diharapkan ada aturan khusus yang mengatur mekanisme pengadaan tanah kepentingan umum khusus untuk infrastruktur migas, sehingga jangka waktu proses dapat dipersingkat. 62
65 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Salah satu keberhasilan yang dicapai oleh SKK Migas pada 2012 adalah menyerahkan lahan kompensasi aset tanah sebagai pemenuhan kewajiban Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) di wilayah kerja Kontraktor KKS Kangean Energy Indonesia Ltd. Presiden juga memberikan dukungan bagi industri hulu minyak dan gas bumi melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2012 yang memerintahkah kepada jajaran Menteri, Gubernur, Bupati untuk mendukung kegiatan industri hulu minyak dan gas bumi dalam rangka pencapaian target peningkatan produksi minyak bumi sebesar 1,01 juta barel per hari pada tahun Salah satu keberhasilan yang dicapai oleh SKK Migas pada 2012 adalah menyerahkan lahan kompensasi aset tanah sebagai pemenuhan kewajiban Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) di wilayah kerja Kontraktor KKS Kangean Energy Indonesia Ltd. Kompensasi lahan seluas sekitar 58,88 Ha yang terletak di Desa Sepanjang, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, diserahkan guna memenuhi persyaratan pemenuhan kewajiban sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.18/Menhut-II/2011 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan. Serah terima tersebut dilakukan oleh Wakil Kepala BPMIGAS (sekarang SKK Migas) kepada Direktur Jenderal Planologi Kementerian Kehutanan. SKK Migas juga telah berhasil menyelesaikan pengadaan tanah seluas bidang / persil atau 99,9% dari total kebutuhan tanah untuk Proyek Banyu Urip yang mencapai bidang / persil. Sedangkan 6 bidang tanah lainnya masih dalam proses penyelesaian. Terkait dengan penyelesaian pengadaan tanah untuk EPC-1 dan EPC-5, SKK Migas telah mengirimkan surat kepada Bupati Bojonegoro untuk mencari solusi atas masalah tersebut. Proyek Banyu Urip juga mengalami kendala dalam penyewaan tanah kas desa di Desa Gayam. Saat ini masih dilakukan pembahasan dengan BUMD untuk penyelesaian sewa tanah tersebut. Masyarakat desa setempat juga meminta pembangunan lapangan sepak bola sebagai kompensasi. 63
66 III. MASALAH DAN UPAYA PENYELESAIAN A. PENGADAAN TANAH DAN PERIZINAN Selain pada Proyek Banyu Urip tersebut di atas, masih terdapat beberapa kendala pertanahan dan perizinan yang menghambat kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi sebagai berikut: ConocoPhillips (Grissik) Ltd., Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan Akses jalan ke fasilitas produksi Kontraktor KKS ConocoPhillips (Grissik) Ltd. saat ini masih ditutup oleh warga setempat. Tindakan ini dilakukan setelah adanya putusan Mahkamah Agung yang memenangkan penggugat terkait dengan hak atas tanah yang digunakan sebagai akses jalan menuju fasilitas tersebut. Lokasi kawasan tersebut sebenarnya masuk di dalam kawasan hutan dan saat ini Kontraktor KKS telah memiliki Izin Prinsip dari Menteri Kehutanan. Sesuai aturan, maka Kontraktor KKS wajib untuk memberikan kompensasi atas tanam tumbuh (tidak untuk dibebaskan). Kontraktor KKS telah melakukan koordinasi dengan penggugat dan belum mendapatkan kesepakatan. Saat ini Kontraktor KKS dan Kemenhut sedang mempersiapkan gugatan perlawanan kepada Pengadilan Negeri Musi Rawas PT. Sele Raya Merangin Dua, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan Kontraktor KKS PT. Sele Raya Merangin Dua mengalami permasalahan tumpang tindih lahan seluas sekitar 20 hektar dengan produsen sawit PT London Sumatera. Kontraktor KKS tersebut mengalami kesulitan untuk melakukan koordinasi dengan pihak PT London Sumatera. Kontraktor KKS juga mengalami masalah tumpang tindih lahan dengan perusahaan tambang batubara PT BSL. Joint Operating Body-Pertamina- PetroChina East Java (JOB PPEJ), Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Tanah yang menjadi lokasi fasilitas produksi sumur gas adalah milik BUMN PT. Semen Gresik. Sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2012, lokasi tersebut harus dibebaskan. Kontraktor KKS JOB-PPEJ saat ini masih melakukan negosiasi untuk dilakukan proses sewa terlebih dahulu dan selanjutnya dapat dilakukan pembebasan / tukar guling. Kendala-kendala terkait dengan pertanahan tersebut juga dialami oleh Kontraktor KKS lain, seperti Genting Oil kasuri Pte. Ltd.; Premier Oil Natuna Sea B. V.; dan PT Chevron Pacific Indonesia. Selain masalah pertanahan terdapat pula sejumlah kendala perizinan khususnya terkait IPPKH yang diatur dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P18/Menhut-II/2011 dan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P38/Menhut-II/2012, antara lain: Tumpang tindih wilayah kerja Kontraktor KKS PetroChina International Jabung dengan PT Wira Karya Sakti. Tumpang tindih wilayah kerja Kontraktor KKS Kondur Petroleum S.A. (EMP Malacca Strait) dan Petroselat dengan PT RAPP. Tumpang tindih wilayah kerja Kontraktor KKS PetroChina International Jabung dan Kontraktor KKS Kalrez Petroleum dengan pihak ketiga (warga yang memiliki sertifikat atas tanah di dalam kawasan hutan). Tumpang tindih wilayah kerja Kontraktor KKS VICO Indonesia dengan hutan konservasi (Taman Wisata Alam). 64
67 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 B. PENGAMANAN OBYEK VITAL NASIONAL Data yang dikumpulkan oleh SKK Migas selama 2012 menunjukkan telah terjadi kasus gangguan keamanan, terjadi penurunan 15% dari tahun sebelumnya yang mencapai kasus. Gangguan keamanan pada fasilitas produksi merupakan salah satu kendala yang sering mengganggu kegiatan industri hulu minyak dan gas bumi. Data yang dikumpulkan oleh SKK Migas selama 2012 menunjukkan telah terjadi kasus gangguan keamanan. Dari kasus gangguan keamanan yang terjadi pada 2012, sekitar 77% kasus terjadi di 3 Kontraktor KKS, yaitu Chevron Indonesia (Sumatera & Kalimantan) sebanyak 629 kasus; PT Pertamina EP sebanyak 274 kasus; dan Medco Energy E&P Indonesia sebanyak 163 kasus. Jumlah Gangguan Keamanan Di Kontraktor KKS Selama 3 Tahun Jumlah Gangguan
68 III. MASALAH DAN UPAYA PENYELESAIAN B. PENGAMANAN OBYEK VITAL NASIONAL Jenis Gangguan Keamanan Di Kontraktor KKS 7,95% 5% 809 Kasus (61,29%) PENCURIAN/PERAMPOKAN 235 Kasus (17,80%) SENGKETA TANAH 105 Kasus (7,95%) ANCAMAN 66 Kasus (5%) PERUSAKAN MATERIAL 53 Kasus (4,02%) UNJUK RASA 52 Kasus (3,94%) PENCURIAN MINYAK 17,80% 61,29% Kasus pencurian minyak menjadi perhatian utama SKK Migas dan Kontraktor KKS karena jumlahnya semakin meningkat dan mengakibatkan kehilangan produksi yang sangat tinggi. Dari 52 kasus yang terjadi sepanjang 2012, sebanyak 46 kasus atau 88% dialami oleh Kontraktor KKS PT Pertamina EP. Pada 2012, SKK Migas memberikan pelatihan pengetahuan dasar mengenai kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi kepada Kepolisian Daerah wilayahwilayah migas. Penurunan total kejadian gangguan keamanan menunjukkan adanya perubahan paradigma dari Kontraktor KKS dalam melihat aspek sekuriti. Kontraktor KKS mulai melihat aspek ini sebagai fungsi yang sangat penting pada awal perencanaan. Salah satu contohnya, Kontraktor KKS telah melakukan security risk assessment untuk menganalisa risiko, area penting yang memerlukan penugasan aparat berwenang, dan sistem pengamanan yang mereka butuhkan. Pada 2012, SKK Migas memberikan pelatihan pengetahuan dasar mengenai kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi kepada Kepolisian Daerah (Polda) wilayah-wilayah migas supaya kepolisian lebih memahami bahwa kegiatan usaha hulu migas tidak bisa disamakan dengan kegiatan tambang umum lainnya. Pelatihan seperti ini penting untuk memperoleh pemahaman yang sama di antara para aparat. 66
69 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Beberapa Kontraktor KKS juga melakukan kerja sama dengan pihak kepolisian dan TNI AL yang dipayungi oleh Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara aparat dengan SKK Migas. JUDUL KKKS WILAYAH KERJA PERJANJIAN KERJASAMA DENGAN POLISI Operasi Pengamanan Khusus Untuk Obyek Vital Nasional Minyak dan Gas Bumi Di Wilayah Kerja Exxonmobil Oil Indonesia Inc Lhoksukon Provinsi Aceh Exxonmobil Oil Indonesia Inc. Aceh Production Operation. North Sumatra Offshore Production Platform. Lapangan Terbang Malikul Saleh dan Lhoksukon Perjanjian Kerjasama Pengawasan dan Pengamanan Area Operasi Kerja Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java PHE ONWJ Offshore North West Java Jawa Barat Kegiatan Pengamanan Dan Pemenuhan Fasilitas, Logistik, Peralatan Untuk Pengamanan Obyek Vital Minyak Dan Gas Bumi di wilayah Kerja Mobil Cepu Ltd (MCL). Blok Cepu Kabupaten Bojonegoro dan Tuban Jawa Timur Mobil Cepu Ltd (MCL) Blok Cepu Kabupaten Bojonegoro dan Tuban Jawa Timur Kerjasama pembentukan Satuan Pelaksana Pengamanan Kerja Bersama (Satlakpamber) antara kantor perwakilan SKK Migas dengan Polda Riau, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Papua, dan Maluku PERJANJIAN KERJASAMA DENGAN TNI AL Perjanjian Kerjasama Penyapuan Ranjau Laut di Wilayah Kerja Mobil Cepu Ltd. Blok Banyu Urip di Perairan Utara Tuban, Jawa Timur Mobil Cepu Ltd. Perairan Lepas Pantai Laut Jawa Blok Banyu Urip Perjanjian Kerjasama Pengawasan dan Pengamanan Wilayah Kerja kegiatan Usaha Hulu Migas Blok Kangean Kangean Energy Indonesia Blok Kangean Pagerungan Perjanjian Kerjasama Bantuan Pengamanan dan Perlindungan Area Lokasi Pemboran Migas PHE WMO di Perairan Lepas Pantai Laut Jawa Bojonegoro dan Tuban Jawa Timur PHE WMO Perairan Lepas Pantai Laut Jawa 67
70 III. MASALAH DAN UPAYA PENYELESAIAN C. PERATURAN PERUNDANGAN C. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Sepanjang 2012, masih terdapat beberapa permasalahan terkait dengan peraturan perundang-undangan di industri hulu migas, antara lain : 1. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh Terhitung mulai Rabu, 25 Januari 2012, komitmen kegiatan eksplorasi di Aceh dapat dilaksanakan oleh masing-masing Kontraktor KKS sesuai persyaratan yang sudah disetujui. Gubernur Aceh, melalui surat Nomor 540/46120 tanggal 15 Juni 2010, menyampaikan bahwa pelaksanaan program kerja KKS yang ditandatangani setelah berlakunya UU Nomor 11 Tahun 2006 ditunda hingga Pemerintah c.q. Menteri ESDM melaksanakan amanat UU Nomor 11 Tahun 2006, khususnya pengelolaan SDA Migas di Wilayah Aceh. Hal ini mengakibatkan seluruh kegiatan usaha hulu migas yang dilakukan di wilayah Aceh menjadi terhambat. Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur Aceh melalui surat Nomor 542/25706 tanggal 11 Agustus 2011 kepada Menteri ESDM telah menyatakan bahwa pada prinsipnya menyetujui dan menyepakati kegiatan eksplorasi di Aceh oleh 4 Kontraktor KKS (wilayah kerja East Seruway, South Block A, Andaman III, dan West Glagah Kambuna) hingga ditemukan cadangan migas yang dapat diproduksikan secara komersial, dengan catatan Kontraktor KKS memenuhi ketentuan: a. Menyerahkan 1 rangkap fotokopi KKS yang telah dilegalisir oleh Ditjen Migas. b. Bersedia melakukan amandemen terhadap KKS antara operator eksplorasi dengan BPMIGAS (sekarang SKK Migas) sesuai ketentuan perundang-undangan. c. Rencana pengembangan atau POD baru dapat dilaksanakan setelah ada kesepakatan antara Pemerintah dan Pemerintah Aceh. Terhitung mulai Rabu, 25 Januari 2012, komitmen kegiatan eksplorasi dapat dilaksanakan oleh masing-masing Kontraktor KKS dengan disetujuinya syarat-syarat dalam surat tersebut di atas. 68
71 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2010 tentang Biaya Operasi yang Dapat Dikembalikan dan Perlakuan Pajak Penghasilan di Bidang Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi SKK Migas dan Kontraktor KKS dalam melaksanakan ketentuan PP Nomor 79 Tahun 2010 mengalami berbagai kendala karena kurang jelasnya beberapa ketentuan serta belum adanya pengaturan lebih lanjut sebagaimana diamanahkan dalam PP tersebut. Untuk menyelesaikan kendala tersebut, pada 2012 telah dilaksanakan workshop dengan mengundang pembicara dari BPMIGAS (sekarang SKK Migas), Ditjen Pajak, Ditjen Migas, dan BKF; serta dihadiri peserta dari BPMIGAS (sekarang SKK Migas) dan Kontraktor KKS. Maksud dan tujuan workshop tersebut adalah untuk memperoleh masukan / pandangan / arahan dari Pemerintah (Dirjen Migas / Dirjen Pajak / BKF) dalam mengimplementasikan ketentuan-ketentuan PP Nomor 79 Tahun Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan Penerapan UU Ketenagalistrikan pada tahun 2012, dilengkapi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 29 Tahun 2012 tentang Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik untuk Kepentingan Sendiri. Peraturan tersebut mewajibkan semua Kontraktor KKS melengkapi pembangkit listrik, yang selama ini digunakan untuk kepentingan sendiri dan dilengkapi Sertifikat Kelayakan Penggunaan Peralatan Listrik dan Sertifikat Kelayakan Penggunaan Instalasi Listrik dari Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, dengan Sertifikat Laik Operasi dari Menteri, Gubernur, dan/atau Bupati / Walikota sesuai kewenangannya. 4. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Ketidaktersediaan peraturan pelaksana UU Nomor 32 Tahun 2009 menimbulkan perbedaan pemahaman banyak pihak termasuk Kementerian dan Pemerintah Daerah. Pemberlakuan PP Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan dimaksudkan untuk memudahkan semua perizinan yang lain dalam bentuk izin perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, namun kenyataannya tetap menambah rantai birokrasi perizinan yang harus dilalui. Selain itu Peraturan Menteri ESDM Nomor 045 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Lumpur Bor, Limbah Lumpur dan Serbuk Bor Pada Kegiatan Pemboran Minyak dan Gas Bumi yang secara praktik tidak bisa diterima oleh Kementerian yang menjalankan urusan Pemerintah di bidang pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup karena dianggap bertentangan dengan PP Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah B3 meskipun ada ruang fleksibilitas sesuai PP Nomor 85 Tahun 1999 tentang Perubahan atas PP Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah B3. 69
72 III. MASALAH DAN UPAYA PENYELESAIAN D. PENCURIAN MINYAK DI SUMBAGSEL D. PENCURIAN MINYAK DI SUMBAGSEL Sepanjang Januari-Desember 2012 tercatat sebanyak barel minyak bumi telah hilang di sepanjang jalur pipa Tempino - Plaju. Sepanjang 2012, kasus pencurian minyak di sepanjang jalur pipa Tempino Plaju yang membentang sepanjang 265 km menjadi kasus yang fenomenal. Pencurian di jalur pipa penyaluran minyak mentah milik Pertagas, anak usaha PT Pertamina, yang dikelola oleh PT Elnusa telah menimbulkan kerugian Negara yang sangat besar. Sepanjang Januari Desember 2012 tercatat sebanyak barel minyak bumi telah hilang di sepanjang jalur pipa Tempino Plaju. Diperkirakan kerugian Negara akibat pencurian minyak bumi di jalur pipa milik anak usaha PT Pertamina tersebut mencapai sekitar Rp300 miliar dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia US$100 per barel dan kurs mata uang Rp9.300/US$. Modus yang paling sering digunakan dalam pencurian minyak adalah illegal tapping yang mencapai 810 kejadian sepanjang Hal ini berarti setiap hari terjadi sedikitnya 2 kali illegal tapping. Modus lainnya berupa sabotase sebanyak 96 kejadian dalam setahun atau sebanyak 8 kejadian dalam sebulan dan penghentian pompa selama 395 jam dalam setahun atau 61 jam per bulan. 70
73 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Grafik Penyaluran Pemompaan Losses Penerimaan BAREL Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nop Des Pencurian minyak mencapai puncaknya pada Juli Setelah dilakukan tindakan dan operasi oleh aparat penegak hukum mulai terjadi penurunan. Dari temuan di lapangan, diketahui modus pencurian dilakukan dengan cara yang terorganisasi, berkelompok, berjarak meter dari titik tapping, melibatkan massa pada tingkat kecamatan dan informan, bahkan melakukan intimidasi serta ancaman kepada petugas pengamanan di Kontraktor KKS. Pencurian minyak mencapai puncaknya pada Juli Setelah dilakukan tindakan dan operasi oleh aparat penegak hukum mulai terjadi penurunan kasus, namun setelah operasi selesai, pencurian minyak kembali meningkat bahkan telah menimbulkan korban jiwa. Sebanyak 5 orang tewas saat terjadi kebakaran di kilometer 219 Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan akibat illegal tapping. Lokasi kebakaran tersebut berada di dekat jalur pipa Tempino-Plaju. 71
74 72
75 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 PENGEMBANGAN DAN IV PROYEK UTAMA 73
76 IV. PENGEMBANGAN DAN PROYEK UTAMA A. LAPANGAN BANYU URIP SKK Migas dan Kontraktor KKS berusaha merealisasi sejumlah proyek utama yang diharapkan dapat menghasilkan tambahan produksi migas. Berikut adalah kegiatan yang dilakukan pada 2012 untuk merealisasi sejumlah proyek migas tersebut. 74
77 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 A. LAPANGAN BANYU URIP Proyek pengembangan Lapangan Banyu Urip oleh Mobil Cepu Limited (MCL) terletak di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban (Jawa Timur). Kegiatan pembangunan proyek telah dilaksanakan sejak Q ditandai dengan Ground breaking oleh Menteri ESDM pada 6 Desember Produksi awal lapangan ini telah dimulai sejak September 2009 dengan menggunakan fasilitas produksi sewa (early production facilities) yang pada 31 Desember 2012 telah berproduksi rata-rata 24 ribu BOPD. Sementara produksi puncak sebesar 165 ribu BOPD direncanakan akan dicapai pada akhir Sampai dengan akhir 2012, kemajuan pembangunan Proyek Banyu Urip secara keseluruhan telah mencapai 37,5% (actual) dari 38,9% (cumulative recovery plan), dan 51,4% (contractual baseline) Pelaksanaan pembangunan Proyek Banyu Urip untuk produksi puncak dibagi menjadi 5 bagian EPC (engineering, procurement, and construction), yaitu: EPC-1 untuk fasilitas produksi (central processing facility dan wellpads). EPC-2 untuk pipa minyak on-shore sepanjang 72 km. EPC-3 untuk pipa minyak off-shore sepanjang 23 km beserta mooring tower. EPC-4 untuk FSO (floating storage offloading) Gagak Rimang, yang berkapasitas sekitar 2 juta barel. EPC-5 untuk fasilitas infrastruktur termasuk pembangunan raw water basin (waduk untuk air injeksi) berkapasitas 2,75 juta m3. Di samping kelima EPC tersebut, proyek ini juga akan melaksanakan pemboran 42 sumur baru. Sampai dengan akhir 2012, kemajuan pembangunan Proyek Banyu Urip secara keseluruhan telah mencapai 37,5% (actual) dari 38,9% (cumulative recovery plan), dan 51,4% (contractual baseline), dengan progres masing-masing EPC sebagai berikut: PROYEK KONTRAKTOR % KEMAJUAN Rencana Realisasi EPC - 1 Tripatra - Samsung 39,4 40,9 EPC - 2 IKPT - Kelsri 51,3 42,2 EPC - 3 Rekayasa Industri - LIKPIN 32,7 25,4 EPC - 4 Scorpa Pranedya - Sembawang 40,6 38,1 EPC - 5 Rekayasa Industri Hutama Karya 31,9 23,1 Realisasi kegiatan EPC-1 melampaui target, sementara akibat keterlambatan beberapa izin dari berbagai instansi Pemerintah dan kurangnya tenaga, kerja baik tenaga terdidik maupun tidak terdidik sebagai pelaksana proyek, maka realisasi kemajuan kegiatan EPC lainnya lebih rendah dari rencana awal. EPC1: Wellpad B & CPF EPC2: Aktifitas Pemasangan Pipa EPC3: Proses FBE Coating EPC4: Aktifitas konversi FSO Gagak Rimang EPC5: Penggalian tanah di area water basin Pemboran: Fabrikasi Rig DS #8 75
78 IV. PENGEMBANGAN DAN PROYEK UTAMA B. INDONESIA DEEPWATER DEVELOPMENT (IDD) B. INDONESIAN DEEPWATER DEVELOPMENT (IDD) Proyek Indonesian Deepwater Development oleh Chevron Indonesia Company adalah proyek pengembangan 5 lapangan gas di laut dalam (antara 975m 1.785m), yaitu Lapangan Gendalo, Maha, Gandang, Gehem, dan Bangka yang dilakukan secara terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan gas pasar domestik dan ekspor. Rencana pengiriman gas ke konsumen akan dimulai dari Lapangan Bangka pada Q dengan laju alir gas bumi sebesar 120 juta SCFD dan kondensat sebesar 2,88 ribu BCPD. Selanjutnya pada 2017 akan mencapai puncak produksi gas sebesar 924 juta SCFD dan kondensat sebesar 23 ribu BCPD dari Gendalo Hub dan Gehem Hub. Lingkup Proyek IDD ini secara garis besar terdiri dari: pengembangan lapangan Bangka, Gendalo Hub, dan Gehem Hub. Singapore Brunai Cekungan Kutai Kilang LNG Bontang Malaysia Terminal Santan West Seno Hub (Existing) (1015 WD) Indonesia 120 mmscfd Kantor Chevron Balikpapan Sistem Jaringan Pipa Kalimantan Timur West Seno Hub Pipeline Terminal Senipah 420 mmscfd Gehem Hub Lapangan Bangka (975m WD) bcpd Pipa Ekspor Gehem Gehem FPU (1785 WD) Pipa Ekspor Gendalo 700 mmscfd bcpd Gendalo Hub Lapangan Gehem (1765 WD) Lapangan Maha (1050m WD) Lapangan Gendalo (1570m WD) Gendalo FPU (1170m WD) Lapangan Gandang (1715m WD) CEKUNGAN KUTAI Gendalo Hub Gehem Hub Bangka Subsea Tieback Pengembangan Lapangan Bangka akan memanfaatkan FPU West Seno dengan beberapa pekerjaan modifikasi untuk mengakomodasi produksi gas bumi sebesar 120 juta SCFD, kondensat sebesar 4 ribu BCPD, dan air terproduksi sebesar 150 BWPD. Selain itu, dilakukan pembangunan dan pemasangan 2 subsea wellhead, associated manifolds, subsea accesories, dan flowline. Produksi gas bumi dan kondensat akan dikirimkan ke terminal Santan untuk selanjutnya dialirkan ke LNG Plant Bontang. 76
79 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Proyek Indonesia Deepwater Development adalah proyek pengembangan lima lapangan laut dalam dengan lingkup proyek yang terdiri dari pengembangan lapangan Bangka, Gendalo Hub, dan Gehem Hub. Gendalo Hub merupakan fasilitas produksi yang dibangun untuk pengembangan Lapangan Gendalo, Maha, dan Gandang yang meliputi pemasangan 15 subsea wellhead, associated manifolds, dan flowline dari sistem bawah laut ke Floating Production Unit (FPU) Gendalo, sebagai central processing unit dengan kapasitas pengolahan gas bumi sebesar 700 juta SCFD, kondensat sebesar 20 ribu BCPD, air terproduksi sebesar 8 ribu BWPD, serta pemasangan 2 jalur pipa penyalur (trunkline) gas bumi dan kondensat masing-masing sepanjang ± 150 km dari FPU Gendalo ke Terminal Santan. Gehem Hub merupakan fasilitas produksi yang dibangun untuk pengembangan Lapangan Gehem dengan lingkup pemasangan 11 subsea wellhead, associated manifolds, dan flowline dari sistem bawah laut ke FPU Gehem, sebagai central processing unit dengan kapasitas pengolahan gas bumi sebesar 420 juta SCFD, kondensat sebesar 27 ribu BCPD, air terproduksi sebesar 1 ribu BWPD, pemasangan 2 jalur pipa penyalur (trunkline) gas bumi, dan kondensat masing-masing sepanjang ± 88 km dari FPU Gehem ke Terminal Santan. TERMINAL SANTAN BONTANG TERMINAL SANTAN BONTANG TERMINAL SANTAN BONTANG G km FPU C 8 78 km Gehem Local FPU G 16 C 8 Pipa Ekspor West Seno FPU Existing West Seno TLP Maha Gendelo Gandang Gehem FPU Bangka GENDALO HUB GEHEM HUB BANGKA Hingga akhir 2012, telah berhasil diselesaikan pekerjaan FEED untuk FPU, subsea umbilical riser flowline (SURF), export pipeline, dan onshore receiving facility (ORF). Dengan hasil FEED ini selanjutnya akan diteruskan dengan melakukan lelang jasa terintegrasi (EPCI) untuk pembangunan SURF dan ORF. Selain itu, pada 2012 telah berhasil diselesaikan perizinan AMDAL dari Kementerian Lingkungan Hidup. 77
80 IV. PENGEMBANGAN DAN PROYEK UTAMA C. LAPANGAN ABADI C. LAPANGAN ABADI Pengembangan Lapangan Abadi di Blok Masela oleh Inpex Masela Ltd. merupakan serangkaian kegiatan yang terdiri dari pembangunan fasilitas produksi yaitu pembangunan Floating LNG dan SURF, pemboran sumur dan pembangunan logistic supply base (LSB). Beberapa pekerjaan yang dapat dilaksanakan pada 2012 antara lain: a. Memberikan persetujuan pemenang tender Multi FEED FLNG kepada 2 kontraktor, yaitu Konsorsium Saipem dan Konsorsium JGC, dengan jadwal pelaksanaan selama 13 bulan. b. Memberikan persetujuan pemenang tender pekerjaan FEED SURF kepada PT Wood Group Indonesia, dengan jadwal pelaksanaan selama 12 bulan. c. Menyelesaikan sebagian besar proses paket tender mobile offshore drilling unit (MODU) untuk pemboran 3 sumur delineasi (Abadi-8, Abadi-9, Abadi-10) dan 1 sumur eksplorasi (Berkat-1) serta menyetujui persiapan inisiatif pengembangan secara menyeluruh (full field development) yang mencakup pekerjaan subsea pipeline survey dan studi-studi opsi pengembangan lanjutan. Tantangan saat ini bagi Inpex dan SKK Migas adalah penentuan besaran biaya proyek dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimum yang digunakan sebagai kriteria penilaian tender EPCI. Mengingat lokasi wilayah kerja yang berada di daerah frontier area, Inpex dan SKK Migas juga berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan untuk mendiskusikan lokasi logistic supply base. Inpex, SKK Migas, dan Pemerintah Daerah Maluku masih mendikusikan rencana rekruitmen tenaga kerja lokal. Selain itu, Inpex juga masih menunggu keputusan terkait keinginan Pemerintah Daerah yang ingin ikut dilibatkan dalam pengelolaan lapangan. PSC Terms & Conditions: Periode Kontrak: November November 2028 Periode Eksplorasi : November November 2008 Periode Operasi : November November 2028 Profit Split : 65% / 35% (Minyak) & 60% / 40% (Gas) FTP 15%; Dmo 25%; Tax 44% Dili Timor Timur Selat Timur Sunrise Bayu - Undan Evans Shoal Abadi Sarossa Caldita Evans Shoal South Tassie Shoal (150 km dari Abadi) Pulau Tanimbar Saumlaki Pulau Tanimbar (150 km dari Abadi) Laut Timor Pulau Aru (600 km dari Abadi) Indonesia Australia Petrel Darwin Perkiraan Cadangan Gas Berkisar 6-9 TCF Rencana Membangun Floating LNG 2,5 MTPA Biaya Investasi US$5.0 Miliar Mulai Produksi 2017 Selama 30 Thn Km Tem Blacktip 78
81 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 D. LAPANGAN JANGKRIK & JANGKRIK NORTH EAST (JNE) Lapangan Jangkrik dikembangkan oleh eni Muara Bakau B.V. untuk memproduksikan cadangan gas bumi sebesar 913 BCF dan kondensat sebesar 738 ribu barel sebagai hasil dari pemboran sumur eksplorasi Jangkrik-1, Jangkrik-2Dir & Jangkrik-2DirA, dan Jangkrik-3 serta Jangkrik NE-1 pada Juli Lokasi lapangan Jangkrik dan Jangkrik NE ini berlokasi di Kutei Basin sekitar 70 km off-shore East Kalimantan. Pengembangan Lapangan Jangkrik North East dikombinasikan dengan Lapangan Jangkrik dengan tujuan untuk meningkatkan keekonomian kedua lapangan tersebut sehingga dapat lebih menguntungkan Negara. POD I Lapangan Jangkrik telah disetujui pada November 2011, sedangkan Lapangan Jangkrik NE POD II masih dalam evaluasi SKK Migas. Lingkup proyek pengembangan Lapangan Jangkrik dan Lapangan Jangkrik North East adalah pembangunan dan pemasangan sistem produksi bawah laut (kepala sumur, pipa alir, manifolds dan umbilical), pembangunan dan pemasangan FPU yang dapat mengolah gas hingga 450 juta SCFD, sistem transfer serta utility, sistem ekspor kondensat dan gas. Pada Lapangan Jangkrik, akan dilakukan pemboran ulang pada 3 sumur yang sudah ada dan pemboran 4 sumur baru. Sistem produksi bawah laut yang akan dibangun 7 kepala sumur, 3 manifold serta flexible flowline dan riser. 2 pipa penyalur sepanjang 80 km dengan diameter masing-masing 20 untuk gas bumi dan 4,5 untuk kondensat akan dibangun untuk mengalirkan produksi dari lapangan Jangkrik dan Jangkrik NE ke jalur pipa sistem gas Kalimantan Timur, yang akan membawa produksi gas bumi ke Kilang LNG Badak dan kondensat ke Terminal Senipah. Pelaksanaan proyek pembangunan FPU dan sistem produksi bawah laut dilakukan dengan kontrak FEED yang dikombinasikan dengan EPCI (Combine FEED - EPCI). Pada Agustus 2012, telah mulai dilakukan pekerjaan FEED untuk paket pekerjaan FPU. Sedangkan untuk sistem produksi bawah laut sedang dalam persiapan pelaksanaan FEED dengan harapan dapat dimulai pada awal Januari Jadwal produksi gas bumi pertama dari proyek ini direncanakan pada November to Kilang LNG Bontang 20 to Senipah Manifold NE1 JKK-1 JKK-4 Senipah Plant Sapi Plant Stasiun Penerima di Darat 80 KM PIPA PENYALUR KONDENSAT (PIGGY BACK) 80 KM PIPA PENYALUR GAS 25 KM PIPA PENYALUR MULTI FASA JKK-5 EP-3 Manifold NE2 JKK-3 Cluster 2 JKK-2 JKK-2 JANGKRIK NORTH EAST FPU JKK-3 EPCI-2 Cluster 3 EPCI-1 JKK-7 JKK-4 JANGKRIK MAIN Cluster 1 JKK-1 JKK-6 JANGKRIK BARGE FPU Pipa Penyalur Gas & Kondensat ke Darat JANGKRIK JANGKRIK NE 79
82 IV. PENGEMBANGAN DAN PROYEK UTAMA E. LAPANGAN BUKIT TUA E. LAPANGAN BUKIT TUA Petronas Carigali Ketapang II Ltd. (PCK2L) saat ini sedang mengembangkan Lapangan Bukit Tua di Blok Ketapang, Jawa Timur. Lapangan Bukit Tua yang merupakan lapangan minyak bumi dengan campuran gas bumi ikutan, terletak 35 km dari utara pulau Madura dan 110 km dari timur laut Gresik dengan kedalaman laut kurang lebih 57 meter. POD pertama Lapangan Bukit Tua disetujui pada 9 Juli 2008 dengan perkiraan produksi kumulatif minyak bumi sekitar 22,8 juta barel serta gas bumi sekitar 70 miliar CF untuk diproduksi selama 5 tahun. Fasilitas produksi yang akan dibangun dengan kapasitas 20 ribu BOPD dan 70 juta SCFD, meliputi un-manned well head platform (WHP) dengan 5 sumur produksi dan 1 sumur injeksi (sebagai contingency), yang dihubungkan ke sebuah spreadmoored floating production storage dan offloading (FPSO). Gas bumi dialirkan melalui pipa ekspor 12 sepanjang 110 km ke ORF di Gresik, sedangkan minyak bumi diekspor dengan tandem mooring dari FPSO dan produced water dikelola untuk pembuangan ke laut. Gas sales purchase agreement (GSPA) telah ditandatangani pada 13 April 2012 dimana disepakati gas dijual kepada PT. Petrogas Jatim Utama untuk kemudian disalurkan melalui pipa sepanjang 23 km kepada PT. Pembangkit Jawa Bali. Proyek ini diharapkan dapat on-stream pada November WILAYAH KERJA KETAPANG LAPANGAN BUKIT TUA LAMONGAN PULAU MADURA GRESIK SURABAYA JAWA TIMUR Fasilitas Penerima di Darat (Onshore Receiving Facility - ORF) Sekitar 4.7 ha di Gresik, Jawa Timur (lokasi: Maspion Industrial Estate) 70 MMSCFD kapasitas maksimum Peralatan Utama: Pipeline Pig Receiver, Inlet Separation & Sales Gas Metering Package Wellhead Platform (WHP): - 9 slots - 3 Legged Jacket - 57m water depth Infield Flow Line (700m): - 1x8 liquid - 1x16 wet gas - 1x12 export gas FPSO atau Converted FPSO: - Fasilitas Pemrosesan dan Penyimpanan Minyak Bumi - Kompresor Gas Bumi - Spread Moored - TEG Dehydration Pipa Penyalur Gas 12 Sekitar 110 km Garis Pantai PLEM - Tandem offloading - Export by floating hose Flexible Risers: - 1x8 liquid line - 1x16 wet gas line - 1x12 export gas line Bukit Tua ORF Pipa Interkoneksi oleh PT PJU +/- 23 km PTPJB POWER PLANT PCK2L PJU 80
83 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 F. LAPANGAN ANDE ANDE LUMUT Lapangan Ande-Ande Lumut (AAL) yang dioperasikan oleh AWE (Northwest Natuna) Pte. Ltd. merupakan salah satu lapangan yang akan dikembangkan dari wilayah kerja Northwest Natuna (NW Natuna). Lapangan Ande-Ande Lumut direncanakan akan memproduksikan minyak bumi sekitar 43,5 juta BO (batas keekonomian) dari cadangan sebesar 62,7 juta BO (90% P1 + 50% P2). Produksi awal sebesar 5 ribu BOPD diharapkan akan diperoleh pada Q dengan produksi puncak sebesar 25 ribu BOPD. Pengembangan Lapangan Ande-Ande Lumut meliputi pemboran 43 sumur pengembangan, pembangunan, dan pemasangan 1 unit WHP, serta pengadaan FPSO dengan mekanisme sewa. Hingga akhir Desember 2012 pengembangan Lapangan Ande-Ande Lumut sudah pada tahap pengadaan sewa FPSO dan pengadaan FEED untuk FPSO dan WHP. Ande Ande Lumut Oil Discovery NORTHWEST NATUNA Lapangan Minyak Bumi Lapangan Gas Bumi Catatan: Wilayah Kerja Yang Dipertahankan: NW Natuna Block: 1958,995 km 2 Anambas Block: 2,425,91 km 2 LOKASI Bridge Wellhead Platform (43 Sumur) Ke Shuttle Tank FPSO with spread mooring AAL-2 AAL-3 AAL-1 Kedalaman Air 73m Kedalaman Reservoir m di bawah laut Luas Lapangan 21 km 2 81
84 IV. PENGEMBANGAN DAN PROYEK UTAMA G. NORTH DURI DEVELOPMENT AREA-13 (NDD AREA-13) G. NORTH DURI DEVELOPMENT AREA-13 (NDD AREA-13) POD Area-13 disetujui pada 16 Maret 2011 dengan tujuan untuk memproduksikan minyak sebesar 31 juta BO dari North Duri Area melalui 358 sumur produksi, menggunakan mekanisme steam flooding. Lapangan North Duri yang dioperasikan oleh PT. Chevron Pacific Indonesia terletak di Duri (wilayah kerja Rokan, Riau) dan merupakan bagian dari Duri Steam Flood. NDD Area-13 adalah bagian dari revisi POD Lapangan North Duri dimana disebutkan Lapangan North Duri terdiri dari Area-12, Area-13, dan Area-14. NDD Area-12 telah berproduksi sejak November 2008, selanjutnya diikuti dengan Pengembangan Area-13. NDD Area-13 diperkirakan on-stream pada Desember 2013 dengan masa produksi dari 2013 sampai Production peak rate diperkirakan sebesar 17 ribu BOPD pada 2017 kemudian akan menurun secara alamiah hingga akhir Ruang lingkup proyek NDD Area-13 meliputi: 1. Pemboran 358 sumur produksi, 145 sumur injeksi, dan 36 sumur observasi. 2. Konstruksi wellpad untuk 539 sumur, jalan, dan drainase. 3. Konstruksi production gathering flowlines, steam injection lines, casing vapor collection (CVC) station, dan automated well test (AWT) station. Proyek EPCI NDD Area-13 telah dimulai sejak 9 Juli 2012, dengan kontraktor pelaksana Konsorsium PT. Wijaya Karya - PT. Inhwa Indonesia - PT. Singgar Mulia. 14 Duri Area yang Belum Dikembangkan Minas 17 Km Area yang Dikembangkan dengan Steam Flood 8 Km Construction Review Meeting, Duri Des 2012 Living IIF In Action Training for EPC Contractor Employees, Duri 26 Des 2012 Pemasangan Pagar di Kantor J3 Clearing & Grubbing, Road G-4.1 Clearing & Grubbing, Wellpad Road G5-1 Penggalian di Secondary Canal 12A 82
85 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 H. PROYEK PENGEMBANGAN BLOCK CORRIDOR Wilayah kerja Corridor dioperasikan oleh ConocoPhillips Grissik Ltd. dengan temuan awal tahun 1985 di lapangan Rawa, Grissik. Pencarian selanjutnya telah berhasil menemukan 6 lapangan lainnya hingga Dengan temuan 7 lapangan, wilayah kerja Corridor telah berhasil memproduksi minyak bumi dan kondensat dengan laju maksimum hingga 10 ribu BOPD dan gas bumi hingga lebih dari 1 miliar SCFD. Produksi wilayah kerja ini berasal dari Lapangan Suban, Dayung, Sumpal, Letang/ Tengah, Gelam, Sambar, dan Rawa. Pada 2010, ConocoPhillips (Grissik) Ltd., mengusulkan inisiatif investasi untuk meningkatkan produksi wilayah kerja Corridor yaitu Proyek Dayung Compression 1, Proyek Sumpal Expansion, dan Grissik Debottlenecking. Proyek Sumpal Expansion Lapangan Sumpal adalah salah satu dari delapan lapangan gas di wilayah kerja Corridor yang telah berproduksi sejak 2001 dengan kapasitas 155 juta SCFD gas bumi kering yang dikirimkan ke Central Grissik Plant (CGP) dengan jalur pipa. Proyek Sumpal Expansion merupakan proyek penambahan train ke-2 Sumpal Station dengan pembangunan dan pemasangan sistem pengering (dehydration) dan pendingin (cooling) gas bumi, sehingga dapat meningkatkan kapasitas Sumpal Gas Station hingga 2x155 juta SCFD. Secara rinci, lingkup kerja proyek Sumpal Expansion terdiri dari pemasangan train kedua dengan kapasitas 155 juta SCFD, gas cooling, glycol dehydration, sistem air terproduksi, serta sistem kelistrikan dan kontrol. Disamping itu, untuk menambah kapasitas penyaluran gas bumi dari Sumpal Station, dibangun trunkline dengan diameter 16 ke Sumpal Junction. Direncanakan train kedua Sumpal akan mulai mengalirkan gas bumi pada September Hingga akhir Desember 2012, proyek sedang dalam tahap konstruksi dimana diharapkan on-stream pada September CORRIDOR BLOCK PALEMBANG SOUTH SUMATRA Gas Sales Papeline (TGI) to Chevron Duri 545 km, 28 Gas Sales Papeline (TGI) to Singapore 530 km, 28 GELAM PLANT FIELD DISCOVERY Rawa/S Rawa 1985 Latang/Tengah 1986 Gelam 1990 Sambar 1991 Dayung` 1991 Sumpal 1994 Suban 1998 DAYUNG PLANT SUMPAL PLANT 5 km, km, 12 GRESIK CENTRAL GAS PLANT DAYUNG 43 km, km, 12 SUBAN PLANT SAMBAR 13 km, km, 28 TENGAH 13 km, 6 71 km, 26 RAWA LETANG RAMBA LETANG LEGEND COPI GA P/L THIRD PARTY P/L FUTURE P/L 10 km, km, Gas Sales Papeline (PGN) to West Java 83
86 IV. PENGEMBANGAN DAN PROYEK UTAMA H. PROYEK PENGEMBANGAN BLOCK CORRIDOR Proyek Dayung Compression Proyek Dayung Compression ditujukan untuk menjaga tingkat pengiriman gas ke kontrak Caltex dan kontrak selanjutnya Caltex 3 dengan kapasitas pengiriman raw gas hingga 200 juta SCFD. Lingkup kerja Dayung Compression adalah pembangunan dan pemasangan kompresor gas bumi 24 ribu HP, pembangunan sistem air terproduksi dan sistem listrik cadangan. Rencana penyelesaian proyek ini pada September 2013 dengan produksi awal sebesar 97 miliar BTUD dan akan mencapai produksi puncak pada 2014 sebesar 180 miliar BTUD. Proyek Grissik Debottlenecking Proyek Grissik Debottlenecking merupakan proyek penambahan kapasitas pemurnian gas bumi di Grissik Plant khususnya untuk sistem high-co 2 yang awalnya sebesar 310 juta SCFD raw gas menjadi 460 juta SCFD raw gas untuk mengakomodasi adanya tambahan pengiriman gas bumi dari Lapangan Sumpal dan Dayung. Lingkup kerja proyek ini meliputi pembangunan dan instalasi Regen Gas Compression dengan kapasitas 2x26 juta SCFD, penambahan sistem pemisah CO 2, instrumentasi, dan generator. Jadwal penyelesaian proyek pada September 2013 bersamaan dengan penyelesaian proyek Sumpal Expansion dan Dayung Compression. 84
87 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 I. PROYEK PENGEMBANGAN LAPANGAN RUBY Lapangan Ruby merupakan lapangan off-shore yang menjadi bagian dari wilayah kerja Sebuku yang dioperasikan oleh PearlOil (Sebuku) Ltd. Tujuan pengembangan Lapangan Ruby adalah untuk memproduksikan gas bumi sekitar 214 BCF dengan laju produksi hingga 100 juta SCFD selama 4 tahun yang diproduksikan dari 6 sumur pengembangan dari formasi Berai. Konsep pengembangan lapangan adalah pembangunan sistem proses terintegrasi yang terdiri dari 6 slot WHP yang terhubung dengan jembatan ke Process & Quarters Platform (PQP) yang terletak pada laut dengan kedalaman 60 meter. Gas bumi dan kondensat yang sudah diproses dikirim melalui pipa ekspor dengan diameter 14 sepanjang 312 km ke Terminal Senipah yang dioperasikan oleh Total E&P Indonesie. Gas bumi kemudian disalurkan ke PT. Pupuk Kalimantan Timur melalui jalur pipa Sistem Gas Kalimantan Timur. Kemajuan proyek pengembangan Lapangan Ruby hingga akhir 2012 adalah penyesaian penggelaran pipa dari lapangan Ruby ke Terminal Senipah. WHP dan PQP dalam proses fabrikasi di Batam dan Balikpapan. Diharapkan proyek akan on-stream pada September
88 IV. PENGEMBANGAN DAN PROYEK UTAMA J. LAPANGAN KEPODANG J. LAPANGAN KEPODANG Rencana pengembangan pertama (POD I) Lapangan Kepodang disetujui pada 20 Juni 2005, namun dalam perkembangannya dilakukan perubahan beberapa lingkup pengembangan lapangan dari sebelumnya menggunakan skema hulu menjadi skema hilir. Revisi POD I lapangan Kepodang ditandatangani pada 14 Mei 2012 untuk memproduksi gas bumi dengan kumulatif produksi 365 BCF dan laju alir gas 116 juta SCFD selama 12 tahun. Lapangan Kepodang yang dioperasikan oleh PC Muriah Ltd. pada kedalaman meter dari permukaan laut terletak sekitar 180 km ke arah timur laut Semarang, ibukota Provinsi Jawa Tengah. Pengembangan Lapangan Kepodang terdiri dari 2 tahap sebagai berikut: 1. Pengembangan tahap 1 meliputi pemboran 6 sumur dan pemasangan : Central Processing Platform (CPP), terdiri dari process deck dengan peralatan separation, dehydration, compression, utilities, dan wellhead module (WHM-A) dengan 8 slot/4 sumur. CPP merupakan unmanned platform yang akan dikendalikan dari ORF. 1 unit wellhead tower (WHT-C), dengan 5 slot/2 sumur dihubungkan ke CPP melalui pipa infield berdiameter 10 dengan panjang 2,7 km. Dalam pengembangan tahap 1 juga dilakukan pembangunan Onshore Receiving Facility (ORF) dan export gas pipeline berdiameter 14 sepanjang 200 km dari CPP ke ORF yang akan dibangun dan dioperasikan oleh pihak ketiga berdasarkan skema hilir. 2. Pengembangan tahap 2 meliputi instalasi WHT-D dengan 2 sumur yang dihubungkan ke CPP dan penambahan pemboran 2 sumur, masing-masing satu sumur di WHT-C & CPP. Laut Jawa Cadangan gas bumi Kepodang digunakan untuk memasok Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok yang dioperasikan oleh PT Indonesia Power (PTIP) dan berlokasi di Semarang. Sepanjang 2012, beberapa proses tender untuk beberapa paket kontrak telah selesai dilaksanakan, yang selanjutnya pekerjaan fabrikasi dapat dimulai pada Proyek pengembangan Lapangan Kepodang diharapkan dapat on-stream pada Oktober Konsep Pengembangan Kepodang Central Processing Platform (CPP) FASE 2 DN150 (6 ND) 4.7 Km Flowline DNS250 (10 ND) 2.7 Km Flowline Perbandingan Skema Bisnis antara POD yang Disetujui (2005) dan Usulan Revisi POD (2011) Skema POD Unmanned CPP Skema Bisnis Yang Sedang Berlansung (Export Pipeline & ORF Downstream) PCML built and own Offshore Facilities Unmanned CPP New offshore gas matering WHT-C DN350 (14 ND) 200 Km Export Pipeline: by Transporter ORF Inside PTIP Area Pengembangan Fase 1 Pengembangan Fase 2 Onshore Receiving Facilities (ORF): Transporter akan membangun dan memiliki Control Building di ORF. PCML akan menyewa lantai ke-2 untuk operasinya. 14 x 200 km Export Pipeline Semua fasilitas dan pipa penyalur oleh PCML ORF Inside PTIP Area KEGIATAN HULU KEGIATAN HILIR 14 x 200 km Export Pipeline by Transporter ORF Inside PTIP Area Transporter akan membangun dan memiliki Control Building di ORF. PCML akan menyewa lantai ke-2 untuk operasinya. 86
89 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 K. PENGEMBANGAN TERINTEGRASI LAPANGAN GAS SENORO DAN AREA MATINDOK Proyek pengembangan terintegrasi lapangan gas Senoro dan lapangan gas Area Matindok dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kilang LNG Donggi Senoro yang berkapasitas 2,5 MTPA. Disamping itu, pengembangan lapangan ini juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gas bumi domestik untuk pembangkit listrik dan pabrik pupuk. Tangkiang Bakiriang Reservation Area SNR-2 SNR-1 Nonong Selat Peleng SNR-3 Skema integrasi proyek dan komersial dapat dilihat pada gambar dibawah. Donggi Pertamina EP DONGGI CPP 50MMSCFD 335MMSCFD LNG PLANT Minahaki Senoro Cendanapura JOB P-MTS SENORO CPP 310MMSCFD TIP 1 25MMSCFD Skema Bisnis LNG: Hilir Pasokan Gas: Area Matindok: 85 MMSCFD Area Senoro: 250 MMSCFD PLN Maleoraja Matindok Pertamina EP MATINDOK CPP 55MMSCFD TIP 2 PJBG 55MMSCFD PUPUK Domestik Listrik, Pasokan Gas: Area Matindok: 20 MMSCFD Area Senoro: 5 MMSCFD Pupuk, Pasokan Gas: Area Senoro: 55 MMSCFD Pengembangan Lapangan Gas Senoro Kontraktor KKS JOB Pertamina Medco Tomori Sulawesi Lapangan Senoro terletak pada bagian timur laut dari wilayah kerja Senoro-Toili yang ditemukan melalui sumur eksplorasi Senoro-1 pada April Lapangan Senoro akan memproduksikan gas bumi dengan laju alir harian sebesar 310 juta SCFD dengan alokasi 55 juta SCFD ke PT. Panca Amara Utama, 5 juta SCFD untuk PT. PLN, dan sisanya akan dikirimkan ke Donggi Senoro LNG. Operator: PT DSLNG Block Senoro Toili Operator: JOB Pertamina - Medco E&P Tomori Sulawesi Kegiatan Hulu Kegiatan Hilir 87
90 IV. PENGEMBANGAN DAN PROYEK UTAMA K. PENGEMBANGAN TERINTEGRASI LAPANGAN GAS SENORO DAN AREA MATINDOK Lingkup kerja pengembangan meliputi workover 5 sumur, pemboran 16 sumur pengembangan, pembangun fasilitas produksi untuk memproses gas kapasitas 2 x 155 juta SCFD, dan pembangunan pipa penyalur gas bumi berdiameter 30 sepanjang 27 km menuju titik serah di PT DS LNG serta terminal jetty untuk kondensat. Hingga akhir 2012, proyek ini telah memasuki tahapan konstruksi yang dimulai pada September 2012 sehingga diperkirakan produksi gas bumi awal dari lapangan Senoro dapat dimulai pada Q sebesar 300 juta SCFD. PETA LOKASI AREA MATINDOK Gas Pipaline LUWUK Peleng Strait AMPANA MALEO RAJA MATINDOK RANGKONG A-1 Bakiriang Reservation Area CI=2-9w CI=5-2w CI=1-3w CPP Jetty SULAWESI SUKAMAJU MINAHAKI DONGGI MAL EO BESAR-1 MAL EO-1 PELENG Senoro CI=5-2w CI=3-5w CP=2 Onshore field for LNG Onshore field for IPP CP=1 Dry exploration well Pengembangan Lapangan Gas Matindok Kontraktor KKS Pertamina EP Pengembangan lapangan gas Matindok ini didasarkan pada penemuan gas di Area Matindok pada Lapangan Donggi, Matindok, Maleoraja, Minahaki, Sukamaju, dan Mentawa. Total cadangan lapangan Matindok sekitar 852,75 BCF dengan alokasi gas jual dengan laju alir sebesar 105 juta SCFD.. Dari 105 juta SCFD gas bumi tersebut, 85 juta SCFD akan dikirimkan ke Donggi Senoro LNG, sedangkan sisanya sebesar 20 juta SCFD akan dikirimkan ke PT. PLN. Konsep pengembangunan lapangan meliputi pembangunan fasilitas produksi lapangan Donggi berkapasitas desain 60 juta SCFD yang akan memproses gas dari Lapangan Donggi dan Minahaki. Fasilitas produksi lapangan Matindok berkapasitas desain 65 juta SCFD digunakan untuk memproses gas dari lapangan Matindok dan Maleoraja. Laju produksi gross sebesar 56 juta SCFD lalu meningkat menjadi 115 juta SCFD mulai pertengahan 2015 selama 12 tahun, setelah itu produksi akan terus menurun hingga mencapai tekanan abandonment setelah 20 tahun produksi. Produksi kondensat akan dimulai bersamaan dengan produksi awal gas sebesar 82 BCPD dan akan mencapai puncak pada 2015 sebesar 643 BCPD. Volume kondensat selama masa penjualan gas sebesar 2,47 juta BBL. Produksi gas dari area Matindok bergabung dengan gas dari lapangan Senoro pada Tie-in Point 1 dan Tie-in Point 2, sedangkan kondensat yang dihasilkan dari kedua fasilitas produksi akan dialirkan menuju fasilitas produksi Lapangan Senoro. Pada akhir 2012, proyek ini baru memulai tahapan EPCI dengan target produksi awal dapat dimulai pada Q
91 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 L. TANGGUH EXPANSION PROJECT TRAIN 3 Rencana Pengembangan Lanjutan Tangguh Train 3 (POD II) oleh BP Berau Ltd. telah disetujui Pemerintah pada 29 November Proyek ini merupakan pengembangan lanjutan setelah Train 1 dan Train 2 (POD I) yang telah beroperasi sejak Pengembangan Tangguh Train 3 dimaksudkan untuk memproduksikan cadangan gas sebesar 2,48 TCF (nett sales gas). Alokasi produksi dari LNG Train 3 Tangguh telah ditetapkan untuk dalam negeri sebesar 40%, dan sisanya diperuntukkan kepada pembeli dengan harga tertinggi yang dapat memberikan keekonomian terbaik. Produksi awal gas untuk keperluan comissioning kilang Tangguh Train 3 diperkirakan pada akhir 2018, sedangkan produksi awal untuk keperluan pasokan ke kilang LNG dan untuk kelistrikan daerah Bintuni adalah pada Q LNG Plant akan dibangun dengan kapasitas 3,8 MTPA dan BPD kondensat serta pembangunan ORF. Bagian upstream merupakan Gas Production Facility (Offshore) dengan kapasitas 700 juta SFD yang terdiri dari dua platform dengan 7 sumur serta pipa penyalur gas ke LNG Plant dengan diameter 24 sepanjang 24 km. Tangguh Expansion Scope Schematic WDP ONSHORE GAS PRODUCTION FACILITIES VRD PLATFORM WDA PLATFORM O km VRC PLATFORM VRA PLATFORM VRB PLATFORM O 24-6,3 km Bintuni Bay West Papua OFA PLATFORM ROA PLATFORM LNG JETTY O 24-8,3 km O 24-13,5 km O km O km O 24-18,2 km VRF PLATFORM LEGEND Offshore Shore COMBO DOCK LING COMBO JETTY LNG Tank 3 LNG Tank 1&2 DRF T3 ORF T1&T2 Initial Development Phase Facilities Further Development Phase Facilities Existing Facilities Existing Pipeline LNG T 3 Proposed Pipeline LNG T1&2 Pada akhir 2012, status proyek pengembangan Tangguh Train 3 masih dalam tahap persiapan pengadaan FEED. New TRAIN - 3 & Utilities 89
92 90
93 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 V PEMBERDAYAAN KAPASITAS NASIONAL 91
94 V. PEMBERDAYAAN KAPASITAS NASIONAL A. PEMANFAATAN BARANG DAN JASA DALAM NEGERI A. PEMANFAATAN BARANG DAN JASA DALAM NEGERI Total nilai komitmen pengadaan barang dan jasa periode Januari Desember 2012 yang melalui persetujuan BPMIGAS (sekarang SKK Migas) dan diadakan oleh Kontraktor KKS sendiri adalah US$16.61 miliar dengan persentase TKDN sebesar 60,04% (cost basis) % % Jasa Barang % TKDN JUTA US$ % 61% 60% 54% 49% 43% % DEC-12 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0 SKK Migas terus mendorong penggunaan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) agar dapat dipertahankan minimal 60%. Pengawasan terhadap pelaksanaan komitmen ini dilakukan melalui mekanisme persetujuan AFE. Penggunaan Kapal Berbendera Nasional Keterlibatan BUMN dalam Kegiatan Barang / Jasa 2010 sd 2012 Dari total kebutuhan kapal sebanyak 654 unit, 97% sudah berbendera nasional, sedangkan yang masih berbendera asing umumnya terkait pemboran berupa jack up rig, drilling ship, dan semi submersible rig yang jumlahnya di seluruh dunia terbatas. Sejak 2010 sampai dengan 2012, penggunaan TKDN dalam pengadaan barang / jasa melibatkan partisipasi BUMN mencapai sekitar US$2.5 miliar dengan TKDN sebesar rata-rata 74,16%. Diharapkan partisipasi BUMN tersebut dapat ditingkatkan pada masa mendatang sehingga penggunaan TKDN pun semakin tinggi. Keterlibatan BUMN 2,000,00 1,699,59 1,500,00 1,000,00 JUTA US$ 500, DEC-12 92
95 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Daftar BUMN Yang Terlibat Dalam Kegiatan Usaha Hulu Migas NO BUMN TOTAL Nilai (Ribu US$) TKDN (%) 1 PT. PAL Indonesia (Persero) 178, ,38 2 PT. Adhi Karya (Persero) 24, ,30 3 PT. Pertamina (Persero) 1,167, ,13 4 PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) 3, ,32 5 PT. Pembangunan Perumahan Tbk. 6, ,73 6 PT. Sucofindo 33, ,95 7 PT. Surveyor Indonesia 64, ,76 8 PT. Hutama Karya (Persero) 95, ,35 9 PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk 177, ,93 10 PT. Dahana (Persero) 7, ,27 11 PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. 3, ,87 12 PT. Asuransi Jasa Indonesia 79, ,79 13 PT. Biro Klasifikasi Indonesia 1, ,42 14 PT. Rekayasa Industri 663, ,53 15 PT. Elnusa 12, ,87 TOTAL 2,517, ,16 Pencapaian Penghematan Pengadaan Bersama 2012 Untuk menjaga agar belanja hulu migas benar-benar efisien, BPMIGAS (sekarang SKK Migas) mengkoordinir Kontraktor KKS agar melakukan penghematan melalui mekanisme pengadaan bersama. Target penghematan pengadaan bersama 2012 sebesar US$125 juta dengan realisasi sebesar US$ juta Target Capaian Juta US$
96 V. PEMBERDAYAAN KAPASITAS NASIONAL B. PENCAPAIAN OPTIMALISASI PEMANFAATAN ASET TAHUN 2012 B. PENCAPAIAN OPTIMALISASI PEMANFAATAN ASET TAHUN 2012 Sejak 2009 penghematan pengadaan melalui optimalisasi pemanfaatan aset dan realisasinya selalu melebihi target. Pada 2012 opimalisasi pemanfaatan aset mencapai US$43 juta dari target US$30 juta. 50 Capaian Target * Status 31 Desember 2012, menunggu rekapitulasi akhir Juta US$ * Dari 55 terminal khusus yang dioperasikan, 72,7% sudah dikelola sendiri oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan untuk meningkatkan efisiensi biaya pengoperasian terminal khusus. Sejak 2009 penghematan pengadaan melalui optimalisasi pemanfaatan aset dan realisasinya selalu melebihi target 94
97 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 C. NILAI KOMITMEN TRANSAKSI PEMBAYARAN PENGADAAN MELALUI BANK BUMN/BUMD SKK Migas berkomitmen memajukan Bank BUMN / BUMD / Bank Syariah sejak Bank-bank yang terlibat dalam transaksi pembayaran pengadaan antara lain: Bank Mandiri, BRI, BNI, serta gabungan antara Bank Mandiri/BNI, Bank Mandiri dan BRI, Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat, juga Bank BUMD lainnya. Total transaksi pembayaran pengadaan April 2009 s.d. Desember 2012 sebesar US$24.28 miliar. Komitmen Transaksi Tahunan 10,000 9, ,000 6,000 6, ,000 3, , Milyar US$ 2, DES-2012 Komitmen Transaksi Periode April 2009 s.d Desember 2012 (US$ Juta) $17, (74%) MANDIRI $3, (15%) BNI $ (2%) MANDIRI / BNI $16.29 (0%) MANDIRI & BRI 15% 7% $1, (7%) BRI $ (2%) SYARIAH MANDIRI $5.82 (0%) MUAMALAT $32.24 (0%) BUMD 74% 95
98 V. PEMBERDAYAAN KAPASITAS NASIONAL D. PENGELOLAAN NATIONAL CAPACITY BUILDING (NCB) D. PENGELOLAAN NATIONAL CAPACITY BUILDING (NCB) Peningkatkan kapasitas dan kompetensi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) merupakan komitmen yang terus dijaga oleh SKK Migas melalui program National Capacity Building (NCB). Program NCB bertujuan untuk mempercepat penguasaan kompetensi TKI bidang petrotechnical dan kompetensi teknis terkait yang siap pakai serta memenuhi kebutuhan tenaga kerja profesional petrotechnical dan kompetensi teknis terkait untuk mendukung kegiatan usaha hulu migas nasional. SKK Migas juga mendorong Kontraktor KKS meningkatkan kompetensi TKI melalui eksposur internasional dengan cara: Peningkatan kapasitas dan kompetensi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) merupakan komitmen yang terus dijaga oleh SKK Migas melalui program National Capacity Building (NCB). Program Technical Development Exchange (TDE), Job Assignment/On The Job Training, Job Swapping, dan Internasionalisasi. Program penugasan internasional TKI meningkat sampai dengan 2008 sebagai wujud komitmen Kontraktor KKS terhadap pengembangan kompetensi TKI. Setelah 2008, terjadi tren penurunan akibat berkurangnya posisi yang tersedia di luar negeri untuk diisi oleh TKI serta meningkatnya kebutuhan TKI di dalam negeri akibat adanya proyekproyek besar (Banyu Urip, IDD, Masela, Muara Bakau, dan Tangguh). 96
99 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Sebagai bagian dari NCB, SKK Migas mengimplementasikan program yang berpihak pada institusi pendidikan nasional dengan cara menggandeng kerjasama dengan sejumlah Perguruan Tinggi, antara lain ITB, Universitas Indonesia, Trisakti, dan beberapa perguruan tinggi lain. Sebagai bagian dari NCB, SKK Migas mengimplementasikan program yang berpihak pada institusi pendidikan nasional dengan cara menggandeng kerjasama dengan sejumlah Perguruan Tinggi, antara lain ITB, Universitas Indonesia, Trisakti, dan beberapa perguruan tinggi lainnya. Manfaat yang akan didapatkan dari program NCB, antara lain meningkatkan potensi kapasitas nasional, mendekatkan industi migas dengan Perguruan Tinggi, menciptakan sinergi antar Perguruan Tinggi, mengajak Perguruan Tinggi bersama-sama menciptakan lulusan yang siap pakai di Kontraktor KKS melalui program bersifat tailor-made serta memberdayakan Perguruan Tinggi / Pusdiklat sebagai Center of Excellence bagi kompetensi-kompetensi teknis terkait. Pola atau mekanisme pelaksanaan program NCB dilakukan melalui swakelola dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama SKK Migas dengan 6 Perguruan Tinggi dan Pusdiklat Migas Cepu kemudian penyusunan Perjanjian Kerja Sama dengan melibatkan Perguruan Tinggi, LEMIGAS, Asosiasi Profesi (mis : HAGI, IAGI, IATMI) dan praktisi Kontraktor KKS (TKA dan TKI), dengan tujuan: Mendayagunakan dan melibatkan kapasitas nasional yang mampu serta berpotensi untuk dikembangkan. Menurunkan biaya terkait pengiriman fresh graduate ke luar negeri untuk menjalani program S2. Rencananya pada tahun depan dan 2014 akan dimulai program NCB yang melibatkan 240 peserta untuk program pendidikan bidang G&G, drilling engineer, drilling supervisor, reservoir engineer, production / operation engineer, process engineer, maintenance/reliability engineer, dan rotating engineer. 97
100 V. PEMBERDAYAAN KAPASITAS NASIONAL E. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN E. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Pada 2012 konsep pembangunan berwawasan lingkungan ditingkatkan menjadi pembangunan berkelanjutan guna mendukung Millenium Development Goals (MDG) 2015, yang salah satu tujuannya adalah memastikan kelestarian lingkungan hidup melalui pemenuhan kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang. Pada 2012 konsep pembangunan berwawasan lingkungan ditingkatkan menjadi pembangunan berkelanjutan guna mendukung Millenium Development Goals (MDG) 2015, yang salah satu tujuannya adalah memastikan kelestarian lingkungan hidup melalui pemenuhan kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang. Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (Proper) yang dikembangkan Kementerian Lingkungan Hidup merupakan instrumen yang sangat baik karena tidak hanya memperhitungkan penaatan peraturan tetapi juga memasukkan unsur konservasi sumber daya serta aspek tanggung jawab sosial. Perolehan peringkat Proper Kontraktor KKS pada 2012 semakin bertambah baik karena meskipun jumlah peringkat Merah tetap 5 Kontraktor KKS tetapi hal itu karena pelanggaran baku mutu sesaat yang tidak menerus. 55 Kontraktor KKS memenuhi baku mutu sehingga memperoleh peringkat Biru. 23 Kontraktor KKS memperoleh peringkat Hijau karena sudah dilengkapi dengan sistem manajemen lingkungan dan konservasi sumber daya serta 1 Kontraktor KKS yang memperoleh peringkat emas karena sudah menerapkan program tanggung jawab sosial yang berkelanjutan. PROPER * HITAM MERAH MUDA MERAH BIRU MUDA BIRU HIJAU EMAS * Tahun 2005, 2006, dan 2007 Kementerian Lingkungan Hidup tidak melakukan PROPER. Dokumen lingkungan merupakan pedoman dasar pengelolaan kegiatan yang memperhatikan kelestarian lingkungan dan dipantau oleh Pemerintah melalui mekanisme pemberian izin lingkungan. Sepanjang 2012 persetujuan dokumen lingkungan mengalami penurunan karena kendala transisi kewenangan dari pusat ke daerah, dan tidak semua daerah sudah siap menjalankan kewenangan tersebut. Dokumen Izin Lingkungan UKL-UPL AMDAL/RKL-RPL
101 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Pemanfaatan gas suar bakar Untuk mendukung program Pemerintah dalam mengurangi gas suar bakar di Indonesia, pada 2012 SKK Migas bersama Kontraktor KKS merealisasikan pemanfaatan gas suar bakar di Kabupaten Tuban, Kabupaten Sorong, Kota Tarakan, dan Pulau Bunyu. Pemanfaatan gas suar bakar Kontraktor KKS JOB Pertamina PetroChina East Java oleh PT Gasuma Corporindo untuk memenuhi kebutuhan gas bagi industri di kabupaten Tuban dan LPG domestik, pemanfaatan gas suar bakar Kontraktor KKS JOB Pertamina PetroChina Salawati oleh PT Malamoi Olom Wobok untuk mendukung lifting minyak bumi dan penyediaan pasokan gas bumi kelistrikan di Kabupaten Sorong, serta pemanfaatan gas Kontraktor KKS PT Pertamina EP Lapangan Bunyu oleh PLN Tarakan dan PLN Bunyu untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan di Pulau Tarakan dan Bunyu. Tanggung Jawab Sosial Program Bright and Green SKK Migas sebagai upaya meningkatkan kegiatan perekonomian terutama pada kabupaten atau propinsi yang terdapat kegiatan industri hulu migas dan daerah yang memiliki fasilitas pengolahan dan produksi hulu. Program ini bertujuan untuk memberikan warga sekitar fasilitas indutri hulu migas pasokan kelistrikan (bright) sehingga warga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat nyata industri hulu migas. Contoh nyata pemanfaatan gas untuk mensukseskan program bright and green pada 2012 adalah pemanfaatan gas Kontraktor KKS Kondur Petroleum S.A. oleh PT PLN (Persero) untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan di Kabupaten Melibur. Semua hal mengenai keselamatan dan kesehatan kerja sangat terkait dengan pencapaian sasaran rencana kerja dengan selamat. Kinerja keselamatan kerja diukur dengan indeks tingkat kerjadian kecelakaan kerja sesuai American National Standard Institute (ANSI) dimana semakin kecil angka indeks, semakin baik kinerja keselamatan Kontraktor KKS. Indeks kecelakaan kerja pada 2012 merupakan indeksi terkecil dalam 6 tahun terakhir. Data Kecelakaan Kerja Hulu Migas 2,5 2 1,84 2,29 2 1,67 Incident rate 1,5 1 0,5 0 1,25 1,15 1,11 1 1,06 0,97 0, Guna memastikan keselamatan pelayaran, setiap kegiatan lepas pantai disebarluaskan kepada masyarakat pelayaran melalui Maklumat Pelayaran (Mapel) dan Berita Pelaut Indonesia (BPI) sehingga kegiatan yang dilakukan tidak akan terganggu oleh lalu lintas pelayaran. Sepanjang 2012 ada 62 kegiatan operasi lepas pantai yang diumumkan melalui Mapel BPI. 99
102 100
103 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 VI INTERNAL SKK MIGAS 101
104 VI. INTERNAL SKK MIGAS A. PELAKSANAAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) SKK MIGAS A. PELAKSANAAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) SKK MIGAS Rencana strategis BPMIGAS (sekarang SKK Migas) telah disetujui pada 16 Desember 2011; didasari oleh Strategi Pembangunan Nasional, Perundangan yang berlaku serta harapan dari stakeholder terkait dan juga diselaraskan dengan Misi dan Visi SKK Migas. Dari proses ini maka terformulasikan 8 sasaran strategis, 15 inisiatif dan 81 program kerja. Rencana strategis BPMIGAS (sekarang SKK Migas) telah disetujui pada 16 Desember 2011; didasari oleh Strategi Pembangunan Nasional, Perundangan yang berlaku serta harapan dari stakeholder terkait dan juga diselaraskan dengan Misi dan Visi SKK Migas. 8 SASARAN 1. MENINGKATKAN RESOURCES & RESERVES MIGAS 2. OPTIMASI PRODUKSI MIGAS 3. OPTIMASI BIAYA OPERASIONAL INDUSTRI MIGAS 4. MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN KAPABILITAS & KAPASITAS NASIONAL 5. REGULATORY MANAGEMENT 6. PEOPLE 7. PROCESS 8. TOOLS 15 INISIATIF PROGRAM KERJA PROGRAM KERJA 25 PROGRAM KERJA 41 PROGRAM KERJA Delapan sasaran strategis dibagi menjadi 2 kategori yaitu: Empat Strategic Actions meliputi: 1. Meningkatkan resources dan reserves minyak dan gas bumi. 2. Optimasi produksi minyak dan gas bumi. 3. Optimasi biaya operasional industri hulu minyak dan gas bumi. 4. Meningkatkan pemberdayaan kapabilitas dan kapasitas nasional. Empat Strategic Enabler meliputi: 5. Mendorong efektivitas regulatory framework di antara pelaku kegiatan usaha hulu migas. 6. Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas SDM SKK Migas. 7. Optimasi proses kerja SKK Migas secara berkesinambungan. 8. Mengimplementasikan sistem informasi yang terpadu dan transparan untuk internal SKK Migas dan Kontraktor KKS Delapan sasaran strategis ini kemudian diturunkan menjadi 15 inisiatif dan 81 Program Kerja yang didistribusikan dalam 3 periode: 15 Program Kerja (Proker) pada periode ; 25 Proker ditargetkan dapat dilaksanakan pada tahun 2013; dan 41 Proker ditargetkan selesai pada periode SKK Migas melakukan monitoring / review secara periodik terhadap pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan di Renstra dan Rapat Kerja Tahunan SKK Migas. Pada penutupan Rapat Kerja Tahunan 2011, Kepala BPMIGAS (sekarang SKK Migas) menugaskan Sekretaris Pimpinan untuk melakukan monitoring pelaksanaan Proker seluruh fungsi di BPMIGAS (sekarang SKK Migas). Monitoring Proker dilaksanakan dalam empat periode (Quarterly Report) yang masuk dalam Key Performance Indicator (KPI) Sekretaris Pimpinan. Pada periode pertengahan tahun berjalan Sekretaris Pimpinan mengundang seluruh fungsi di SKK Migas untuk melaporkan progres dan fungsi dapat menyampaikan revisi Proker apabila ada kendala, seperti contohnya tidak disetujuinya anggaran Proker oleh stakeholder terkait. Hasil dari monitoring kemudian secara periodik per kuartal dilaporkan kepada pimpinan SKK Migas. 102
105 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 B. PENATAAN FUNGSI ORGANISASI BPMIGAS (SEKARANG SKK MIGAS) Berdasarkan surat Menteri ESDM Nomor: 2302/08/MEM.S/2012, tanggal 29 Maret 2012, fungsi, tugas dan susunan organisasi BPMIGAS (sekarang SKK Migas), adalah sebagai berikut: STRUKTUR ORGANISASI BPMIGAS (sekarang SKK Migas) TENAGA AHLI KEPALA BPMIGAS WAKIL KEPALA BPMIGAS UNIT PENGAWASAN INTERNAL DEPUTI PERENCANAAN DEPUTI PENGENDALIAN OPERASI DEPUTI PENGENDALIAN KEUANGAN DEPUTI EVALUASI & PERTIMBANGAN HUKUM DEPUTI UMUM MONETISASI MINYAK & GAS BUMI DIVISI EKSPLORASI DIVISI MANAJEMEN PROYEK DIVISI MANAJEMEN Risiko & PERPAJAKAN DIVISI EVALUASI, PELAPORAN & TEKHNOLOGI INFORMASI DIVISI SUMBER DAYA MANUSIA & RUMAH TANGGA SEKRETARIAT PIMPINAN DIVISI Produksi DIVISI OPERASI PRODUKSI DIVISI AKUNTANSI DIVISI PERTIMBANGAN HUKUM DIVISI PENGADAAN & MANAJEMEN ASSET KKKS DIVISI PENGKAJIAN & PENGEMBANGAN DIVISI PEMELIHARAAN FASILITAS OPERASI DIVISI PEMERIKSAAN BIAYA OPERASI MANAGEMENT REPRESENTATIVES DIVISI HUMAS, SEKURITI & FORMALITAS DIVISI PENGENDALIAN PROGRAM DAN ANGGARAN DIVISI PENUNJANG OPERASI DIVISI PEMERIKSAAN PENGHITUNGAN BAGIAN NEGARA DIVISI PERWAKILAN Penataan fungsi struktur organisasi SKK Migas didasari oleh dinamika perkembangan kegiatan hulu migas di Indonesia dan mandat dari Pemerintah Republik Indonesia. Penataan fungsi struktur organisasi BPMIGAS (sekarang SKK Migas) didasari oleh dinamika perkembangan kegiatan hulu migas di Indonesia dan mandat dari Pemerintah Republik Indonesia supaya BPMIGAS (sekarang SKK Migas) melakukan terobosan dalam melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan hulu migas untuk mengoptimalkan produksi migas. Penataan organisasi tersebut mengarah pada hal-hal berikut: Mempercepat monetisasi / komersialisasi penemuan cadangan dan lapangan baru. Meningkatkan kegiatan intensifikasi pada lapangan-lapangan potensial yang sudah ada dengan mempertahankan dan meningkatkan produksi pada seluruh Kontraktor KKS. Melaksanakan penugasan Pemerintah dalam pelaksanaan EOR, pengelolaan CBM, peningkatan TKDN dan menurunkan unplanned shutdown. Mempererat koordinasi dan menyelaraskan kebijakan BPMIGAS (sekarang SKK Migas pada masa yang akan datang. 103
106 VI. INTERNAL SKK MIGAS C. SERTIFIKASI ISO 9001: 2008 C. SERTIFIKASI ISO 9001: 2008 Pimpinan BPMIGAS (sekarang SKK Migas) memutuskan perlu dilaksanakannya Sertifikasi ISO 9001: 2008 di seluruh fungsi di SKK Migas. Pelaksanakan Audit dimulai pada 15 Juni 2012 s/d 7 September Lingkup penerapan ISO 9001: 2008 adalah pada pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi yang dilakukan oleh Kontraktor KKS. Ada 5 tahapan untuk bisa mendapatkan pencapaian Sertifikasi ISO 9001: Tahapan tersebut dimulai dari Persiapan Audit, Audit Internal, Perbaikan, Audit Sertifikasi, dan Tindak Lanjut Temuan. AUDIT AUDIT TINDAK LANJUT PERSIAPAN PERBAIKAN ISO CERTIFICATION AWARD INTERNAL SERTIFIKASI TEMUAN Pada 11 September 2012 TUV North secara resmi telah menerbitkan Sertifikasi ISO 9001: 2008 kepada BPMIGAS (sekarang SKK Migas) 104
107 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN Tahapan Persiapan Sertifikasi auditor ISO 9001 bagi pekerja BPMIGAS (sekarang SKK Migas) yang mewakili semua fungsi pada Mei Audit Internal a. Audit Internal dilaksanakan pada 5 18 Juni 2012 oleh 25 Auditor Internal b. Hasil audit internal adalah 22 temuan ketidaksesuaian (non conformity) dan 10 saran. 3. Perbaikan a. 22 temuan ketidaksesuaian (non conformity) ditindaklanjuti oleh Dinas OSM dan fungsi terkait dengan melakukan revisi beberapa proses bisnis dan pengesahan beberapa revisi PTK. b. 10 saran ditindaklanjuti dengan mengagendakan pelaksanaan di masing-masing fungsi. 4. Audit Sertifikasi ISO 9001: 2008 Audit sertifikasi ISO 9001: 2008 dilaksanakan oleh TUV Nord, dibagi atas 2 tahap: a. Tahap I (29 dan 30 Agustus 2012) - audit Sistem Manajemen Mutu dan sampling 2 Divisi (Eksplorasi dan Produksi). b. Tahap II (3 s/d 7 September 2012) - audit implementasi sistem manajemen mutu di seluruh Divisi BPMIGAS (sekarang SKK Migas). c. Tidak ada temuan ketidaksesuaian (non conformity). 5. Tindak Lanjut Temuan Karena Audit Sertifikasi, semua tindak lanjut temuan telah dilaksanakan pada tahap persiapan maka tidak ditemukan residu dari ketidaksesuian (non conformity). 105
108 VI. INTERNAL SKK MIGAS D. PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN SDM INTERNAL D. PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN SDM INTERNAL 1. Demografi Pekerja a. Jumlah Pekerja per Desember 2012 adalah 919 pekerja. Terdiri dari 818 pekerja tetap dan 101 pekerja tidak tetap b. Perkembangan organisasi yang sangat pesat ditunjukan oleh 69% pekerja baru aktif bekerja di dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (sejak 2008). Jumlah Pekerja Pekerja Tetap Pekerja Tidak Tetap JUMLAH ORANG LINGKUNGAN PIMPINAN D. PRN D. OPS D. KEU D. EPH D. UMUM Usia Pekerja 400 < >55 JUMLAH ORANG PIMPINAN TENAGA AHLI KA. DIVISI/ SETINGKAT KA. DINAS/ SETINGKAT KA. SUBDINAS/ SETINGKAT STAFF/AUDITOR PENASEHAT HUKUM SEKRETARIS SEKRETARIAT Latar Belakang Pendidikan 39% TEKNIK 28% ILMU KEBUMIAN 17% EKONOMI 6% 6% HUKUM 17% 39% 3% PSIKOLOGI 2% SOSIAL 28% 1% SCIENCE 4% SEKRETARIS 106
109 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN Rekrutmen Secara total telah direkrut 82 pekerja baru sepanjang 2012 (22 pekerja direkrut untuk menutupi kesenjangan jumlah pekerja pada 2011 dan pekerja yang memasuki masa persiapan pensiun dan PHK, dan 60 pekerja sesuai dengan persetujuan RKT/RAPB 2012 oleh Kementerian Keuangan). Keragaman latar belakang pekerja baru mencapai target dalam aspek penempatan, pendidikan, dan suku, namun belum mencapai target pada tahun pengalaman kerja dan jenis kelamin Persetujuan Formasi pekerja TA 2012 adalah sebanyak 829 pekerja Jumlah pekerja awal 2012 adalah 761 pekerja, namun berdasarkan target formasi TA 2011 sebanyak 769 pekerja, maka terdapat GAP 8 pekerja dari sisa formasi TA 2011 Target rekrutmen pekerja TA 2012 sebanyak 60 pekerja Sehingga total target rekrutmen 68 Pekerja Penambahan target rekrutmen 18 pekerja disebabkan adanya Pekerja yang mengundurkan diri (4), Pensiun (11), MPP Non aktif (2), dan meninggal dunia (1). Sehingga total target rekrutmen menjadi 86 Pekerja Sebelumnya proses rekrutmen TA 2012 dilakukan secara tertutup dengan sistem referral untuk menutup Gap 2011 dan untuk menggantikan pekerja yang PHK -> dihasilkan 22 pekerja Total vacant position yang diumumkan melalui proses rekrutmen terbuka adalah sebanyak 63 posisi -> dihasilkan 60 pekerja (53 aktif 2012 dan 7 aktif awal 2013) GAP 4 pekerja: 1 pekerja mengundurkan diri setelah ttd. Perjanjian Kerja (PBO) karena ketidaksanggupan mengikuti program onboarding 2 Divisi tidak menggunakan slotnya 2 posisi (PWK, PMA) 1 posisi disiapkan untuk calon Kasubdin eksternal (EKSPLORASI) Perkembangan Organisasi SKK Migas berjalan sangat pesat dengan fokus pengembangan ada pada Fungsi Perencanaan dan Fungsi Pengendalian Operasi. Perkembangan organisasi pada 2012 dalam masing-masing deputi adalah sebagai berikut: Persentase Pekerja per Bidang 33% BIDANG PERENCANAAN 6% 29% BIDANG PENGENDALIAN OPERASI 13% 33% 9% BIDANG PENGENDALIAN KEUANGAN 10% BIDANG EVALUASI & PERTIMBANGAN HUKUM 10% 9% 29% 13% BIDANG UMUM 6% LINGKUNGAN KEPALA DAN WAKIL KEPALA 107
110 VI. INTERNAL SKK MIGAS D. PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN SDM INTERNAL Perkembangan organisasi BP MIGAS (sekarang SKK Migas) berjalan sangat pesat dengan fokus pengembangan ada pada Fungsi Perencanaan dan Fungsi Pengendalian Operasi. Pembelajaran dan Pengembangan 1. Selama 2012 telah dilaksanaan pelatihan in-house sebanyak 41 kelas dan on-boarding sebanyak 4 program (2 angkatan). PIMPINAN KADIV KADIN KASUBDIN LN 31% LN 63% DN 37% LN 45% DN 55% LN 50% DN 50% LN 43% DN 59% DN 69% LN 30% STAF DN 70% SEKRETARIS/AT LN 3% DN 97% LN 50% TA DN 50% Alur On-Boarding Program Angkatan XVIII TEAM BUILDING Dinas Psikologi Angkatan Darat 10 Hari INTERNAL CLASSROOM 12 Hari BEKERJA DI UNIT KERJA MASING-MASING 60 Hari SK PENGANGKATAN PEKERJA ON THE JOB TRAINING 60 Hari 5 BULAN 2. Realisasi pelaksanaan program pembelajaran publik adalah sebanyak program dengan perincian 823 program dalam negeri dan 355 program luar negeri. 3. Dari Program pembelajaran publik tersebut, terdapat program pembelajaran yang berupa seminar, workshop, dan konferensi, sedangkan pembelajaran yang bersertifikasi terdapat sejumlah 109 buah program. Persentase realisasi Rencana Pembelajaran Individu (RPI) sebesar 68,39% per 13 November Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Swakelola dalam hal pelaksanaan program pembelajaran dengan 2 institusi yaitu : BPKP dan Dinas Psikologi Angkatan Darat. 108
111 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN ALASAN MENGAPA ANDA HARUS MELAKUKAN PENILAIAN PERILAKU ORGANISASI SEBAGAI SALAH SATU KOMPONEN PENILAIAN DALAM PENILAIAN KINERJA MEMBANTU PEKERJA DALAM MENGENALI KEKUATAN & AREA PENGEMBANGAN YANG DIMILIKI MEMBANTU MANAJEMEN DALAM MENDEFINISIKAN KOMPETENSI DAN PEMBELAJARAN Persentase Penilaian Perilaku Organisasi per 28 Desember % 80% 16% 11% 13% 84% 89% 88% <70% Total responden 60% 40% 20% >70% Total responden 0 STRUKTURAL NON STRUKTURAL SEKRETARIS 5. Pembuatan 19 kompetensi fungsional bagi fungsi yang mengalami perubahan akibat perubahan organisasi telah dilaksanakan dan dikirim ke fungsi untuk ditandatangani pada 23 Oktober Penilaian kinerja individu akhir tahun telah dimulai dengan Penilaian Perilaku Organisasi Pimpinan dengan rerata 76% telah terisi. Penilaian Perilaku Pekerja secara keseluruhan telah dilakukan dengan rerata 87% telah terisi. Batas akhir penilaian adalah pada 2 Januari Realisasi penggunaan anggaran untuk pembelajaran dan pengembangan SDM SKK Migas mencapai 122%. 109
112 VI. INTERNAL SKK MIGAS E. PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN SDM KKS MIGAS E. PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN SDM KKS MIGAS Jumlah tenaga kerja pada Kontraktor KKS produksi sampai akhir 2012 adalah orang atau meningkat 2% dibanding Dari total pekerja tersebut, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mencapai sekitar 97% sedangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) hanya sekitar 3%. Realisasi TKI-TKA Tahun 2012 Kontraktor KKS Produksi TKI TKA JUMLAH ORANG Jumlah tenaga kerja pada Kontraktor KKS eksplorasi adalah orang atau turun 1% dibandingkan angka Penurunan jumlah tenaga kerja Kontraktor KKS eksplorasi diduga disebabkan karena hasil eksplorasi yang kurang berhasil di beberapa wilayah (terutama Indonesia Timur). Dari total pekerja pada Kontraktor KKS eksplorasi tersebut, sekitar 95% adalah TKI. Realisasi TKI-TKA Tahun 2012 Kontraktor KKS Eksplorasi TKI TKA JUMLAH ORANG Jumlah TKI dan TKA di industri hulu migas sangat tergantung pada jumlah dan jenis kegiatan yang dilakukan pada tahun tersebut. Secara kumulatif, pada 2012, jumlah tenaga kerja di Kontraktor KKS eksplorasi dan produksi naik 2% dibanding Namun demikian, sejak 2008, penggunaan TKA dipertahankan selalu lebih rendah dari 4% dari seluruh jumlah tenaga kerja. 110
113 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Tenaga kerja industri hulu migas pada 2013 diperkirakan akan naik signifikan karena adanya kebutuhan rekrutmen oleh Kontraktor KKS. Kesempatan kerja untuk TKI berdasarkan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja (RPTK) yang telah disetujui sebanyak posisi di berbagai bidang, sehingga masih banyak dan terbuka lebar untuk menyerap tenaga kerja di industri hulu migas ini. Tenaga kerja industri hulu migas pada 2013 diperkirakan akan naik signifikan karena adanya kebutuhan rekrutmen untuk pelaksanaan proyek-proyek besar oleh Kontraktor KKS seperti Mobil Cepu Ltd., BP Indonesia, dan Inpex Masela Ltd. Proyek proyek tersebut merupakan kegiatan lanjutan dari Penggunaan TKA dibatasi hanya pada disiplin yang keahlian TKI masih terbatas atau sebagai perwakilan investor (Leadership). TKA disyaratkan harus mempunyai minimum 10 tahun pengalaman. Untuk pengembangan TKI, SKK Migas mendorong Kontraktor KKS untuk melakukan program internasionaliasi (swapping & TDE). 111
114 VI. INTERNAL SKK MIGAS F. REALISASI ANGGARAN DAN BELANJA SKK MIGAS F. REALISASI ANGGARAN & BELANJA SKK MIGAS Besar anggaran belanja SKK Migas pada 2012 adalah yang disetujui oleh Menteri Keuangan, sebesar Rp1,46 triliun dan US$14.56 juta atau total Rp1.59 triliun dengan asumsi kurs Rp9.000 per dolar. Besaran anggaran belanja SKK Migas pada 2012 adalah yang disetujui oleh Menteri Keuangan, sebesar Rp1,46 triliun dan US$14.56 juta atau total Rp1.59 triliun dengan asumsi kurs Rp9.000 per dolar. Angka tersebut naik dibandingkan anggaran dan belanja BPMIGAS pada 2011 sebesar Rp289 miliar, karena adanya penambahan jumlah program kegiatan dan penambahan jumlah pekerja yang mengakibatkan meningkatnya kebutuhan penunjang seperti upah, benefit, dan perencanaan dan pengembangan SDM. Namun demikian angka tersebut masih jauh lebih rendah dari pagu yang diizinkan sebesar 1% dari penerimaan hulu minyak dan gas bumi pada Realisasi anggaran hingga Desember 2012 menunjukkan sebanyak 52% terserap untuk biaya pekerja dan peningkatan profesionalisme disusul penataan dan sewa ruangan kantor 10% dan anggaran operasional lainnya 38%. Realisasi Anggaran & Belanja (US$) 18% 31% 18% 4% BIAYA PEKERJA & PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENINGKATAN PROFESIONAL MANAJEMEN TAHUN % PENGELOLAAN OPERASIONAL 46% PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI 46% 4% 1% 0% PENGKAJIAN & PENGEMBANGAN BISNIS KEGIATAN LAIN -LAIN Realisasi Anggaran & Belanja (Rp) 5% 56% 1% BIAYA PEKERJA & PENINGKATAN PROFESIONAL PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN BISNIS 19% 11% PENATAAN DAN SEWA RUANGAN KANTOR 2% PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TAHUN % 56% 6% SARANA KEDINASAN 0% PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI 11% 19% 5% PENGELOLAAN OPERASIONAL KEGIATAN LAIN -LAIN 112
115 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 G. PELAKSANAAN LHKPN KARYAWAN SKK MIGAS Pada 22 Desember 2011, Kepala BPMIGAS mengeluarkan Surat Keputusan yang mewajibkan seluruh Pimpinan dan Pekerja BPMIGAS, tanpa kecuali, menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara kepada KPK. Dalam rangka tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) antara BPMIGAS (sekarang SKK Migas) dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2011 dan sebagai dukungan kongkrit mewujudkan transaparansi dan upaya pencegahan tindak pidana korupsi, Kepala BPMIGAS mengeluarkan Surat Keputusan Nomor : KEP-0175/BPO0000/2011/S0 tanggal 22 Desember 2011 yang mewajibkan seluruh Pimpinan dan Pekerja BPMIGAS tanpa kecuali menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaran Negara (LHKPN) kepada KPK. Pengumpulan LHKPN ini ditargetkan pada 22 Mei Sosialisasi bimbingan teknis pengisian LHKPN telah dilakukan SKK Migas bersama KPK sebanyak 5 kali. Target awal pengumpulan LHKPN seluruh pekerja tidak dapat dilaksanakan karena beberapa pekerja yang tugas luar kota / negeri dan sekitar 70 pekerja baru sedang mengikuti program orientasi pekerja, sehingga cut off LHKPN menjadi 13 November Pada 13 November 2012 telah terkumpul LHKPN 750 pekerja dari total 769 pekerja (97,5%), yang merupakan suatu prestasi tersendiri dari lembaga Pemerintah dalam dukungan nyata mewujudkan masyarakat transparansi. Ketua KPK, Abraham Samad dan Kepala BPMIGAS, meresmikan Pedoman Pengendali Gratifikasi (PPG) dan pemberlakuan Sistem Pelaporan Pelanggaran Whistle Blowing System (WBS) di kantor BPMIGAS pada 10 April PPG adalah pedoman yang dibuat untuk menjadi rujukan mengenai hal-hal yang terkait dengan gratifikasi kepada pimpinan dan pekerja BPMIGAS. Pedoman ini menjadi alat perlindungan bagi para pejabat dan pegawai BPMIGAS agar bertindak benar, karena jelas diatur mana yang boleh dan yang tidak. Sedangkan WBS menjadi wadah bagi pengaduan atas kejadian atau potensi kejadian korupsi, suap, dan praktik kecurangan lainnya. 113
116 VI. INTERNAL SKK MIGAS H. SISTEM TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI (ICT) H. SISTEM TEKNOLOGI KOMUNIKASI & INFORMASI (ICT) Sistem Operasi Terpadu (SOT) Pengelolaan informasi merupakan hal penting dalam industri hulu minyak dan gas bumi. Sebagai organisasi yang menuju world class organization maka sudah suatu keharusan bagi SKK Migas untuk melakukan optimasi terhadap pemanfataan sistem teknologi informasi dalam menjalankan tugas pengelolaan industri hulu minyak dan gas bumi nasional. Salah satu terobosan (breakthrough) adalah penerapan Sistem Operasi Terpadu (SOT) yang digunakan untuk melakukan monitoring terhadap produksi minyak dan gas bumi dari setiap Kontraktor KKS secara real time. Pada tahap awal, SOT diterapkan di 9 Kontraktor KKS besar yang mewakili lebih dari 50% produksi minyak dan gas nasional, yaitu Chevron Indonesia Company, Chevron Makassar Ltd, PT Chevron Pacific Indonesia, Chevron Siak Inc, Total E&P Indonesie, Conocophillips (Grissik) Ltd, Conocophillips (South Jambi) Ltd, Conocophillips Indonesia Inc Ltd, dan Virginia Indonesia Company (Vico) LLC. Gambar : Contoh Penerapan SOT pada ConocoPhillips Dengan diimplementasikannya SOT Production Monitoring maka aliran data untuk pelaporan telah terkoneksi secara system-to-system. Hal ini meningkatkan tingkat keakuratan dan tranparansi data. Pada 2013, penerapan SOT akan dilakukan di 14 Kontraktor KKS lainnya yang memiliki jumlah produksi cukup besar. Go Green Dalam mendukung penerapan Go Green, SKK Migas melakukan improvisasi dengan mengoptimalkan penggunaan , ECM (enterprise content management) dan manajemen penggunaan printer (printer management usage). ECM adalah sistem pengolahan dokumen terpadu. Struktur ECM dibangun sesuai dengan struktur organisasi SKK Migas. Dengan ECM, kolaborasi dokumen di level user dan level aplikasi dapat dikelola dengan mudah sebab level user dengan folder kolaborasi informasi, level aplikasi dengan webservice (via ESB). 114
117 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 Printer Management Usage Printer Management Usage adalah suatu sistem yang bertujuan untuk mengendalikan penggunaan printer dan pemakaian kertas dan bisa dijadikan alat ukur efisiensi pemakaian kertas, serta untuk menghindari penggunaan printer oleh pihak yang tidak berwenang (secure printing). 160K 153, K 143, , K 100K 106, , , ,687 80K 80,803 95,773 84,037 71,577 60K 40K 20K 16,132 0 JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES Gambar : Penggunaan Kertas Untuk Mencetak Turun Drastis Indonesia Open Source Award (IOSA) Pada 2012 SKK Migas berhasil meraih juara pertama Indonesia Open Source Award (IOSA). Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Bapak Tifatul Sembiring. IOSA digelar untuk meningkatkan pemanfaatan dan implementasi free and open source software (FOSS) di lingkungan Pemerintahan dan lembaga pendidikan. Penghargaan ini diberikan melalui serangkaian penilaian dan pengamatan di berbagai instansi Pemerintah dan pendidikan menengah atas mengenai sejauh mana tingkat pemanfaatan dan pengimplementasian open source software dalam aktivitas organisasinya. BPMIGAS (sekarang SKK Migas) meraih juara pertama untuk kategori lembaga Pemerintah pusat. Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika, penggunaan FOSS di BPMIGAS bukan hanya mengacu kepada pertimbangan biaya, tetapi juga berdasarkan keamanan dan keandalan. Selain itu, BPMIGAS juga dinilai mampu mewajibkan pihak ketiga (kontraktor) untuk juga menggunakan open source software. IOSA mulai dilaksanakan pada 2010 dan menjadi agenda rutin tahunan. Pada 2012 ini, 17 badan Pemerintah pusat dan 64 badan Pemerintah daerah yang mengikuti IOSA Dengan makin luasnya penggunaan Open Source, maka bangsa Indonesia dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan Teknologi Informasinya. 115
118 116
119 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 LAMPIRAN PETA WILAYAH KERJA MIGAS & GMB DI INDONESIA
120 LAMPIRAN PETA WILAYAH KERJA MIGAS & GMB DI INDONESIA 2013 SATUAN KERJA KHUSUS PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI DIVISI EKSPLORASI BIDANG PENGENDALIAN PERENCANAAN 118
121 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 PETA WILAYAH KERJA MIGAS & GMB DI INDONESIA 2013 Status : 01 Januari
122 LAMPIRAN PETA WILAYAH KERJA MIGAS & GMB DI INDONESIA 2013 LEGENDA PETA WILAYAH KERJA MIGAS & GMB DI INDONESIA 2013 WILAYAH I I.01 Air Komering, CAHAYA BR PSC, , Ons.Eks(B-3) I.23 Gurita, LUNDIN GURITA BV PSC, 12-12,2004, Ons.Eks(B-3) I.02 Anambas, AWE PSC, , Off.Eks(C1-2) I.24 Jabung, PETROCHINA PSC, 27-02,1993, Ons.EPT(B3) I.03 Andaman III, TALISMAN PSC, , Off.Eks(A1) I.25 Jambi Merang, JOB HESS JOB, 10-02,1989, Ons.Ept(B3) I.04 Area A N.Sumatera, Medco PSC-EXT, , Ons.Ept-EXT (A2) I.26 Kakap, STAR ENERGY PSC, 22-03,1975, Off.Ept-EXT(C1) I.05 Bangko, PETROCHINA PSC, , Ons.Ept (B3) I.27 Kalyani, EURORICH PSC, 19-12,2011, Ons.Eks(B3) I.06 Baronang, LUNDIN PSC, , Ons.Eks(B3) I.28 Karang Agung, ODIRA PSC, 16-01,2007, Ons.Ept(B3) I.07 Batanghari, CNOOC PSC, , Ons.Eks(B3) I.29 Kerapu, PEARL OIL PSC, 13-11,2008, OFF.Eks(c1) Batas laut territorial, perlu kesepakatan Batas klaim maksimum landasan kontinen (yang memungkinkan) I.08 I.09 Batu Gajah, RANHILL PSC, 16-01,2007, Ons.Eks(B3) Belida, SELE RAYA PSC, 12-12,2004, Ons.Eks(B3) I.30 I.31 Kisaran, PACIFIC O7G PSC, 17-05,2001, Ons.Eks(B2) Korinci Baru, KALILA PSC, 15-05,1997, Ons.EPT(B2) I.10 Bentu Segat, KALILA PSC, 20-05,1991, Ons.Ept(B2) I.32 Krueng Mane, ENI PSC, 27-09,1999, Off.Ept(A1) LEGENDA WK I.01 Air Komering, CAHAYA BR PSC, , Ons,Eks I.11 I.12 Bohorok, BUKIT ENERGY PSC, 25-05,2012, Ons.Eks(A2) Bukit Batu, GEO LINK PSC, 25-05,2012, Ons.Eks(B2) I.33 I.34 Lampung III, HARPINDO PSC, 05-05,2009, Ons.Eks(C3-4) Langgak (MFK), SPR-KINGSWOOD PSC, 25-11,1963, Ons.Ept(B2) Keterangan cara baca legenda I.13 Bungamas, BUNGAMAS E. PSC, 22-12,2005, Ons.Eks(B3) I.35 Lemang, HEXINDO PSC, 16-01,2007, Ons.Eks(B3) I.01 : WK ID Air Komering : Wilayah kerja CAHAYA BR : OPERATOR Psc : Jenis Kontrak : Tanggal Efektif Kontrak Ons : Lokasi Ons/Off Eks. : Status B-3 : Lokasi WK (pada kolom B, baris ke 3) I.14 I.15 I.16 I.17 Cakalang, LUNDIN PSC, 13-11,2008, Off.Eks(C1) CPP, BOB BUMI SIAK PUSAKO PSC, 09-08,1975, Ons.Ept (B2) Corridor, COPI PSC, 20-12,1983, Ons.Ept-EXT(B3) Duyung, W.NATUNA EXPL. PSC, 16-01,2007, Off.Eks(C2) I.36 I.37 I.38 I.39 Lematang, MEDCO PSC, 06-04,1987, Ons.Ept(B3) Lhokseumawe, ZARATEX PSC, 22-12,2006, Ons/Off,Eks(A1) Lirik II, KARYA INTI PSC, 16-01,2007, Off, Eks(C2) Mahato, EMASPTH-BKTENERGY PSC, 25-05,2012, Ons.Eks(B2) Keterangan Warna Legenda WK I.18 East Jabung, PAN ORIENT PSC, 11-11,2011, Ons.Eks(B3) I.40 Malacca Strait, KONDUR PSC, 05-08,2000, Ons/Off, Ept-EXT(B2) WK Eksplorasi : 161 I.19 East Pamai, NORTHERN PSC, 05-05,2009, Ons.Eks(B2) I.41 Marquisa, SCHINTAR PSC, 01-04,2011, Ons.Eks(AB-2) WK GMB Eksplorasi : 54 I.20 East Seruway, KRISENERGY PSC, 13-11,2008, Ons.Eks(A2) I.42 Mentawai, TOTAL PSC, 09-10,2012, Ons.Eks(AB-2) WK Eksploitasi : 75 I.21 East Sokang, SERICA PSC, 10-10,2012, Ons.Eks(A2) I.43 Merangin I, MEDCO PSC, 06-04,1987, Ons.Eks(B3) WK Proses Terminasi : 18 I.22 Gebang, PHE COSTA JOB, 29-11,1985, OnS/Off.Ept(A2) I.44 Merangin II, SELE RAYA PSC, 04-10,2003, Ons.EPT(B3) 120
123 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 I.45 Natuna A, PREMIER PSC-EXT, 16-10,2009, Off, Ept-EXT(C1-2) I.67 Siak, CHEVRON PSC, 25-09,1963, Ons.Ept(B2) I.89 GMB Air Benakat I, PHE METANA PSC, 30-04,2011, Ons.Eks(B3) I.46 North Baturaja, TERRA GLOBAL PSC, 19-12,2011, Ons.Eks(B3) I.68 Sokang, BLACK PLAT.INVST PSC, 00-12,2010, Off.Eks(C2) I.90 GMB Air Benakat II, PHE METANA PSC, 30-04,2011, Ons.Eks(B3) I.47 NE.Natuna, TITAN RES. PSC, 15-05,1997, Off.Eks(C1) I.69 S&C. Sumatera, MEDCO PSC, 28-11,1963, Ons.Ept(B3) I.91 GMB Air Benakat III, PHE METANA PSC, 30-04,2011, Ons.Eks(B3) I.48 North Sokang, NS ENERGY LTD PSC, 00-12,2010, Off.Eks(C1) I.70 South Baturaja, ANUGERAH MS PSC, 19-12,2011, Ons.Eks(B3) I.92 GMB Air Komering, BATURAJA-ANUGRAH PSC, 30-04,2011, Ons.Eks(B3)) I.49 N.Sumatra B block, EXXON PSC-EXT, 01-09,1997, Ons.Eks(B-3) I.71 South Betung, TECHWIN PSC, 01-04,2011, Ons.Eks(B3) I.93 GMB Batang Asin, BUMI&GLORY PSC, 30-11,2009, Ons.Eks(B3) I.50 NW Natuna, GENTING OIL PSC, 12-12,2004, Off.Eks(C1) I.72 South Blok A, RENCO ENERGY PSC, 05-05,2011, Ons.Eks(A2) I.94 GMB Belida, SELE-ANDALAS PSC, 01-04,2011, Ons.Eks(B3) I.51 North Sumatera Ofs, EXXON PSC, 17-09,2005, Ons/Off.Ekp-EXT(A1) I.73 South CPP, RANHILL PAMAI PSC, 13-11,2008, Off.Eks(B2) I.95 GMB Indragiri Hulu, SAMANTAKA PSC, 26-06,2008, Ons.Eks(B3) I.52 Ogan Komering, JOB TALISMAN PSC, 29-02,1988, Ons.EPT(B3) I.74 SE. Tungkal, GUJARAT PSC, 13-11,2008, Off.Eks(B3) I.96 GMB Lematang, MEDCO-SAKA PSC, 01-04,2011, Ons.Eks(B2) I.53 Palmerah, TATELY N.V PSC, 30-12,2003, Ons.Eks(B3) I.75 South Jambi B, COPI PSC, 26-01,1990, Ons.Ept(B3) I.97 GMB Muara Enim, TRISULA PSC, 30-11,2009, Ons.Eks(B3) I.54 Pandan, TROPIK ENERGY PSC, 12-12,2004, Ons.Eks(B3) I.76 South Natuna B, COPI PSC-EXT, 16-10,2016, Off.Ept-EXT(C2) I.98 GMB Muara Enim I, PHE INDO GAS PSC, 24-11,2010, Ons.Eks(B3) I.55 Pari, INDOREACH PSC, 16-01,2007, Off.Eks(C2) I.77 S Lirik, TEXCAL-INDRILL PSC, 25-05,2012, Ons.Eks(B3) I.99 GMB Muara Enim II, PHE-MTN-INDON PSC, 01-04,2011, Ons.Eks(B3) I.56 Pase, TRIANGLE PASE INC. PSC, 16-10,1968, Ons.Ept(A2) I.78 S Sokang, LUNDIN-SALAMANDER PSC, 06-12,2010, Off.Eks(C2) I.100 GMB Muara Enim III, PHE-BTRAJA MTN PSC, 01-04,2011, Ons.Eks(B3) I.57 Pendopo, JOB GOLDENSPIKE JOB, 06-07,1989, Ons.Ept(B3) I.79 SW. Bukit Barisan, RADIANT PSC, 13-11,2008, Ons.Eks(A2) I.101 GMB Muralim, DART PSC, 24-11,2010, Ons.Eks(B3) I.58 Puri, PURI PETROLEUM PSC, 18-05,2010, Ons.Eks(B3) I.80 Sumbagsel, COOPER ENERGY PSC, 01-04,2011, Ons.Eks(B3) I.102 GMB Ogan Komering, OIG PSC, 05-05,2009, Ons.Eks(B3) I.59 Ranau, PRABU ENERGY PSC, 12-11,2011, Ons.Eks(B3) I.81 Tonga, MOSESA PETROLEUM PSC, 16-01,2007, Ons.Ept(A2) I.103 GMB Ogan Komering II, EOM PSC, 04-08,2009, Ons.Eks(B-C3) I.60 Rimau, MEDCO PSC, 23-04,1973, Ons.Ept(B3) I.82 Tuna, PREMIER PSC, 21-03,2007, Off.Eks(C1) I.104 GMB Rengat, INDON CBM PSC, 30-11,2009, Ons.Eks(B3) I.61 Rokan, CHEVRON PSC-ext, 28-11,1993, Ons.Ept-EXT(B2) I.83 Tungkal, MONTD OR OIL PSC, 26-08,1992, Ons.Ept(B3) I.105 GMB Sekayu, MEDCO SEKAYU PSC, 26-06,2008, Ons.Eks(B3) I.62 Sakakemang, CAKRA NUSA PSC, 18-05,2010, Off.Eks(B3) I.84 W.Air Komering, TIARA BUMI PSC, 21-03,2007, Ons.Eks(B3) I.106 GMB Sekayu II, EPHINDO-STAR PSC, 09-10,2012, Ons.Eks(B3) I.63 Sekayu, STAR ENERGY PSC, 16-01,2007, Ons.Eks(B3) I.85 W.Belida, ORCHARD ENERGY PSC, 05-05,2009, Ons.Eks(B3) I.107 GMB Sijunjung, LION - BA PSC, 01-04,2011, Ons.Eks(B3) I.64 Selat Panjang, PETROSELAT PSC, 08-09,1991, Ons.EPT(B2) I.86 W. Glagah K, PETRONAS PSC, 30-11,2009, Ons.Eks(A2) I.108 GMB Suban I, PHEM - SUBAN PSC, 12-12,2004, Ons.Eks(B3) I.65 Sembilang, MANDIRI PU PSC, 01-04,2011, Ons.Ept(B2) I.87 W.Kampar, SPE PSC, 22-12,2005, Ons.Eks(B2) I.109 GMB Suban II, PHEM SUBAN MG PSC, 01-04,2011, Ons.Eks(B3) I.66 Seruway, TRANSWORLD PSC, 12-12,2004, Ons.Eks(A2) I.88 W.Tungkal, THREE GOLDEN PSC, 13-11,2008, Off.Eks(B3) I.110 GMB Tj.Enim, DART PSC, 08-04,2009, Ons.Eks(B3) I.111 Bengkulu, ECOSSE PSC, 04-08,2009, Ons.Eks(B3) 121
124 LAMPIRAN PETA WILAYAH KERJA MIGAS & GMB DI INDONESIA 2013 LEGENDA PETA WILAYAH KERJA MIGAS & GMB DI INDONESIA 2013 WILAYAH II II.01 Alas Jati, INSANI BINA P PSC, , Ons.Eks(D-4) II.20 Ketapang, PC KETAPANG II PSC, , Off.Ept (D4) II.02 Babai, KOMODO ENERGY PSC, ,Ons.Eks(D3-4) II.21 Kuala Pambuang, MENTARI PSC, , Ons.Eks(C4) II.03 Bangkanai, SALAMANDER PSC, , Ons.Eks (E3) II.22 Kuningan, EQUATOR ENERGY PSC, , Ons.Eks(C4) II.04 Barito, ALTAR PSC, , Ons.Eks (E3) II.23 Long Hubung L. Bagun, KALISAT PSC, Ons.Eks(E2) II.05 Bawean, CAMAR RESCR. PSC, , Ons.Eks (B2) II.24 Madura, SPE PETRO PSC, ,Off.Eks(D4) II.06 Belayan, GERALDO ENERGY PSC, , Ons.Eks (B2) II.25 Madura Offshore, SANTOS PSC, , Off. Eks (D4) II.07 Bengara I, MEDCO PSC, Ons/Off.Eks(E2) II.26 Mahakam Hilir, SPC PSC, , Off.Eks(E3) II.08 Biliton, MITRA ENERGY PSC, , Off.Eks(D3) II.27 Mandala, BUMI HASTA-FORTUNE PSC, , Ons.Eks(D4) II.09 Blora, SELE RAYA ENERGY PSC, ,Off.Eks(D3) II.28 Muriah, PETRONAS PSC, , Off.Ept(D4) II.10 Brantas, LAPINDO PSC, , Ons.Ept(D4) II.29 NE Madura, TECHWIN PSC, , OFF.Eks(E4) II.11 Bulu, KRISENERGY PSC, ,Off.Eks(D4) II.30 North Kangean, PETROJAYA PSC, , Off.Eks(D4) II.12 Cepu, MOBIL CEPU PSC, , Ons.Eks(C4) II.31 North Madura, HUSKY PSC, , Off.Eks(E4) II.13 Citarum, PAN ORIENT PSC, , Ons.Eks(C4) II.32 North Sumbawa II, HUSKY PSC, , Off.Eks(E4) II.14 E. Bawean I, EAST BAWEAN LTD. PSC, , Off.Eks(D4) II.33 Offshore NW, Java, PHE PSC, ,Off.Eks(C3) II.15 East Kangean, GREENSTAR PSC, , Off.Eks (E4) II.34 Off. Lampung I, ANP PSC, ,Off.Eks(C3) II.16 East Muriah, PEARL OIL PSC, ,Off.Eks (D4) II.35 Ons&Off. Kangean, KANGEAN E. PSC, , Ons/Off.Eks(E4) II.17 East Sepanjang, EASCO PSC, , Off.Eks(D4) II.36 On&Off Madura Strait, HUSKY PSC, , Off, Ept. (D4) II.18 INDONESIA PERTAMINA E&P II.37 Palangkaraya, PETCON RES. PSC, , Ons,Eks(D3) II.19 Karapan, AMSTELCO PSC, , Ons.Eks(D4) II.38 Pangkah, HESS PSC, , Off, Ept(D4) 122
125 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 II.39 Pasir, PASIR PETROLEUM PSC, , Ons.Eks(E3) II.58 West Madura, PHE WMO JOA, , Off.Ept(D4) II.78 GMB Kutai I, KUTAI WEST CBM PSC, , Ons.Eks(E3) II.40 Randu Gunting, PHE PSC, , Ons/Off,Eks(D4) II.59 W.Sangata, KAL.KUTAI ENERGY PSC, , Ons.Eks(E3) II.79 GMB Kutai II, EPHINDO-RAE PSC, , Ons.Eks(E3) II.41 Sampang, SANTOS PSC, , Ons/Off, Ept (D4) II.60 W.Tanjung, MRI ENERGY PSC, , Ons.Eks(D3) II.80 GMB Kutai Barat, SUGICO PSC, 01-04,2011, Ons.Eks(E2) II.42 Sanga-Sanga, VICO PSC, , Ons.Ept, EXT(E3) II.61 GMB Bangkanai I, BANGKANAI CBM PSC, , Ons.Eks(C3) II.81 GMB Kutai Timur, SENYIUR - TTL PSC, , Ons.Eks(E2) II.43 Sei Nangka-Senipah, KUTAI ETAM PSC, , Ons.Eks(E3) II.62 GMB Bangkanai II, BORNEO METANA PSC, , Ons.Eks(C3) II.82 GMB MelakMendung I, EPHINDO PSC, , Ons.Eks(E2) II.44 Sibaru, MITRA ENERGY PSC, , Off.Eks(E4) II.63 GMB Bangkanai III, BANGKANAI ER PSC, , Ons.Eks(C3) II.83 GMB MelakMendung II, MONNET PSC, , Ons.Eks(E2) II.45 Simenggaris, JOB MEDCO JOB, , Ons, Ept(E2) II.64 GMB Bangkanai IV, BANGKANAI JP PSC, , Ons.Eks(B3) II.84 GMB Pulang Pisau, SIGMA&BLUE PSC, , Ons.Eks(D3) II.46 South Barito, MURPHY PSC, , Ons/Off.Eks(D3) II.65 GMB Barito, TRANS ASIA&JINDAL PSC, , Ons.Eks(D3) II.85 GMB Sanga sanga, VIRGINIA PSC, , Ons.Eks(E3) II.47 South Bengara II, ACG PSC, , Ons,Eks(E2) II.66 GMB B.Banjar I, INDOBARAMBAI PSC, , Ons.Eks(D3) II.86 GMB Sanga sanga I, SANGA E PSC, 30-04,2012, Ons.Eks(E2) II.48 SE. Madura, ENERGI MINERAL PSC, , Ons-Off, Eks(D4) II.67 GMB B.Banjar II, BARITO BG PSC, , Ons.Eks(D3) II.87 GMB Sangatta I, PHE&SANGAT PSC, Ons.Eks(E2) II.49 SE. Sumatera, CNOOC PSC-EXT, , Off.Ept-EXT(D4) II.68 GMB Barito Tapin, TGM PSC, , Ons.Eks(D3) II.88 GMB Sangatta II, VISI MULTI PSC, , Ons.Eks(E2) II.50 South Madura, AED PSC, , Off.Eks(D4) II.69 GMB Belawa, BELAWA ENERGY PSC, , Ons.Eks(D3) II.89 GMB Tabulako, ARTHA WIDYA PSC, , Ons.Eks(E3) II.51 Sunda Strait I, NIKO XXVI PSC, , Ons.Eks (C4) II.70 GMB Bentian Besar, RIDLAUTAMA PSC, , Ons.Eks(E5) II.90 GMB Tanah Laut, ASAM METHAN PSC, , Ons/Off.Eks(E3) II.52 Terumbu, AWE PSC, , Offs.Eks (C4) II.71 GMB BontangBengalon, DARTE PSC, , Ons.Eks(D3) II.91 GMB Tanjung II, PHE PSC, , Ons.Eks(D3) II.53 Titan, AWE, BARUNA & SILLO PSC, , Off.Eks(C2) II.72 GMB Kapuas I, TRAN ASIA - BP PSC, , Ons.Eks(E3) II.92 GMB Tanjung IV, PHE PSC, 01-04,2011, Ons.Eks(E3) II.54 Tuban, JOB PETROCHINA PSC, , Off.Ept(D4) II.73 GMB Kapuas II, KAPUAS - BP PSC, , Ons.Eks(E3) II.93 Banyumas, LUNDIN PSC, , Ons.Eks(C4) II.55 Ujung Kulon, M3NERGY PSC, , Ons/Off.Eks(C4) II.74 GMB Kapuas III, GMU - BP PSC, , Ons.Eks(E3) II.94 Gunting, EXXON PSC, 13-11,2008, Off.Eks(D4) II.56 Wailawi, PERUSDA BENUA TAKA PSC, , Ons.Ept(E3) II.75 GMB Kotabu, SATUI BASIN GAS PSC, , Ons.Eks (E3) II.95 NE.Madura III, ANADARKO PSC, , Off.Eks(D4) II.57 Wain, PANDAWA PSC, , Ons.Eks(E3) II.76 GMB Kuala Kapuas I, CBM ASIA KK PSC, , Ons.Eks (D3) II.96 Off. Lampung II, PETRONAS PSC, , Off.Eks(C3) II.77 GMB Kuala Kapuas II, BINA MANDIRI PSC, , Ons.Eks(E3) II.97 Rangkas, LUNDIN PSC, , Ons.Eks(C4) 123
126 LAMPIRAN PETA WILAYAH KERJA MIGAS & GMB DI INDONESIA 2013 LEGENDA PETA WILAYAH KERJA MIGAS & GMB DI INDONESIA 2013 WILAYAH III Ambalat, ENI III.21 III.01 PSC, , Off.Eks(E2) East Bula, BLACK GOLD PSC, , Off.Eks(E2) III.02 Arafura Sea, COPI PSC, , Off.Eks(HI4) III.22 E. Kalimantan (W.Pasir), CHEVRON PSC, , Ons/Off.Ept-EXT(C4) III.03 Arguni I, ENI PSC, , Off.Eks(HI4) III.23 East Sepinggan, ENI PSC, Off.Eks(E3) III.04 Aru, NIKO RES. PSC, , Off.Eks(H3) III.24 East Simenggaris, SON LAW UC PSC, , Ons/Off.Eks(E2) III.05 Attaka Field, INPEX PSC, , Ons.Ept-EXT(E5) III.25 Enrekang, SIGMA ENERGY PSC, , Ons.Eks(E3) III.06 Babar Selaru, INPEX PSC, , Off.Eks(BHI4) III.26 Ganal, CHEVRON PSC, , Off.Ept(E3) III.07 Berau BP INDONESIA PSC, , Off.Ept-EXT(H3) III.27 Halmahera II, STATOIL & NIKO PSC, , Off.Eks(E2) III.08 Bone, MITRA ENERGY PSC, , Ons.Eks(F3-4) III.28 Halmahera-Kofiau, NIKO XVI PSC, 30-11,2009, Ons/Off.Eks(G2-3) III.09 Bone Bay, MARATHON PSC, , Off.Eks(F3) III.29 Karama, STAT OIL PSC, , Off.Eks(E3) III.10 Bontang, SALAMANDER PSC, , Off.Eks(E2) III.30 Kasuri, GENTING OIL PSC, , Ons/Off.Eks(H3) III.11 Budong Budong, TATELY N.V. PSC, , Ons/Off.Eks(E3) III.31 Kepala Burung, PETROCHINA PSC EXT, , Ons.Ept-EXT(H3) III.12 Bukat, ENI PSC, , Off.Eks(E2) III.32 Kofiau, NIKO PSC, , Ons/Off.Eks(H3) III.13 Bula, KALREZ PSC EXT, , Ons.Ept-EXT(H3) III.33 Kuma, COPI PSC, , Off.Eks(E3) III.14 Bulungan, ENI PSC, , Off.Eks(E2) III.34 Kumawa, MARATHON PSC, , Off.Eks(H3) III.15 Buton, JAPEX PSC, , Ons.Eks(F4) III.35 Kutai, KRISENERGY PSC, , Ons/Off.Eks(E2-3) III.16 Buton I, PUTINDO BINTECH PSC, , Off.Eks(F4) III.36 Mahakam, TOTAL PSC, , Ons/Off.Ept-EXT(B3) III.17 Cendrawasih, EXXON PSC, , Off.Eks(I3) III.37 Makasar Strait, CHEVRON PSC, , Off.Ept(E3) III.18 Cendrawasih II, REPSOL PSC, , Eks(I3) III.38 Malunda, PTTEP PSC, , Eks(E3) III.19 Cendrawasig III, NIKO PSC, , Eks(I3) III.39 Mandar, EXXON PSC, , Off.Eks(E3) III.20 Cendrawasih IV, NIKO-REPSOL PSC, , Eks(I3) III.40 Manokwari, ECOSSE PSC, , Ons.Eks(H3) 124
127 SKK MIGAS LAPORAN TAHUNAN 2012 III.41 Masela, INPEX PSC, , Off.Ept(GH4) III.61 Semai IV, MURPHY PSC, , Off.Eks(H3) III.81 Talen, TOTAL PSC, , Ons.Eks(H3) III.42 Muara Bakau, ENI PSC, , Off.Eks(E3) III.62 Semai V, HESS PSC, , Off.Eks(H3) III.82 Tengah, TOTAL JOA, , Off.Ept(E3) III.43 Muturi, BP Indonesia PSC, , Ons/Off.Ept-EXT(H3) III.63 Sengkang, ENERGY EQUITY PSC-EXT, , Ons.Ept-EXT(F3) III.83 Udan Emas, KRIS ENERGY PSC, , Ons.Eks(H3) III.44 North Arafura, BP PSC, , Ons.Eks(I3-4) III.64 Senoro-Toili (Tomori), JOB MEDCO JOB, , Ons/Off.Ept(F3) III.84 Warim, COPI PSC, , Ons.Eks(I3) III.45 North Ganal, NIKO, STATOIL, ENI & GDF PSC, , Off.Eks(I3-4) III.65 Seram, BLACK GOLD PSC, , Off.Eks(H3) III.85 West Aru I, BP PSC, , Ons.Eks(H3) III.46 N Makasar St, BARUNA & NIKO XIV PSC, , Ons/Off.Eks(E3) III.66 Seram Non Bula, CITIC PSC-EXT, , Off.Ept-EXT(GH3) III.86 West Aru II, BP PSC, , Ons.Eks(H3) III.47 Northern Papua, SARMI PAPUA PSC, , Ons/Off.Eks(I3) III.67 SE. Ganal I, NIKO PSC, , Off.Eks(E3) III.87 West Papua I, CHEVRON PSC, , Off.Eks(H3) III.48 Nunukan, ANADARKO PSC, , Off.Eks(E2) III.68 SE. Mahakam, TOTAL PSC, , Off.Eks(E3) III.88 West Papua III, CHEVRON PSC, , Off.Eks(H3) III.49 Obi, NIKO-STAT OIL & ZIMOREX PSC, , Off.Eks(I3-4) III.69 SE. Sangatta, SALAMANDER PSC, , Off.Eks(E-2) III.89 W Papua IV, NIKO XV PSC, , Off.Eks(H3) III.50 Ofs. Timor Sea I, HESS PSC, , Off.Eks(I3-4) III.70 SE. Seram, NIKO PSC, , Off.Eks(H4) III.90 West Sageri, NIKO PSC, , Off.Eks(E3) III.51 Rapak, CHEVRON PSC, , Off.Ept(E2-3) III.71 South Mandar, PTTEP PSC, , Eks(E3) III.91 West Salawati, MONTD OR OIL JOB, , Ons/Off.Eks(H3) III.52 Rombebai, AED ROMBEBAI PSC, , Ons/Off.Eks(I3) III.72 South Matindok, BLACK GOLD PSC, , Off.Eks(F3) III.92 West Timor, ENI PSC, 27-05,2008, Ons/Off.Eks(F4-5) III.53 Sadang, TALISMAN PSC, , Eks(E3) III.73 South Sageri, TALISMAN PSC, , Eks(E3) III.93 Wiriagar, BP PSC, , Ons.Ept-EXT(H3) III.54 Sageri, TALISMAN PSC, , Off.Eks(E3) III.74 South Sesulu, HESS PSC, , Off.Eks(E3) III.94 Wokam II, MURPHY PSC, , Ons.Eks(H3) III.55 Salawati, JOB PETROCHINA JOB, , Ons/Off.Ept(H3) III.75 SW Bird s Head, TOTAL E&P PSC, , Ons.Eks(H3) III.95 Amborip VI, COPI PSC, , Off.Eks(I4) III.56 Sareba, LUNDIN B.V PSC, , Ons/Off.Eks(H3) III.76 Sula I, BRILLIANCE ENERGY PSC, , Off.Eks(F3) III.96 E. Ambalat, CHEVRON PSC, , Off.Eks(E2) III.57 Sebatik, STAR ENERGY PSC, , Ons/Off.Eks(E2) III.77 Surumana, EXXON PSC, 18-02,1981, Off.Eks(E3) III.97 Papalang, ANADARKO PSC, , Off.Eks(E2) III.58 Sebuku, PEARL OIL PSC, , Off.Ept(E3) III.78 Tanjung Aru, KRISENERGY PSC, , Off.Eks(E2) III.98 Pasangkayu, MIPIL PSC, , Ons.Eks(E3) III.59 Semai II, MURPHY SEMAI PSC, , Off.Eks(H3) III.79 Tarakan, MEDCO PSC, , Ons.Ept-EXT(E2) III.99 Popodi, ANADARKO PSC, , Off.Eks(E2) III.60 Semai III, SUMA SARANA PSC, , Off.Eks(H3) III.80 Tarakan Offshore, MANHATTAN KI PSC, , Off.Ept(E2) III.100 Popodi, ANADARKO PSC, , Off.Eks(H4) 125
128 126
129
130 SKK Migas Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Gedung Wisma Mulia Lantai 35 Jl. Jend Gatot Subroto No 42 Jakarta 12710, PO BOX 4775 Indonesia T : F : E : [email protected] W :
BERITA NEGARA. KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Satuan Kerja Khusus. Kegiatan Usaha Hulu. Minyak dan Gas Bumi. Organisasi. Tata Kerja.
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.194, 2013 KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Satuan Kerja Khusus. Kegiatan Usaha Hulu. Minyak dan Gas Bumi. Organisasi. Tata Kerja. PERATURAN MENTERI ENERGI
KEBIJAKAN ALOKASI GAS BUMI UNTUK DALAM NEGERI
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI KEBIJAKAN ALOKASI GAS BUMI UNTUK DALAM NEGERI Jakarta, 6 Februari 2014 I KONDISI HULU MIGAS 2 CADANGAN GAS BUMI (Status
LAPORAN TAHUNAN 2013
LAPORAN TAHUNAN 2013 DAFTAR ISI I PENDAHULUAN POTRET KINERJA SKK MIGAS 2013 A VISI DAN MISI 6 A WILAYAH KERJA MIGAS 19 B CORE VALUES 7 B SUMBER DAYA DAN CADANGAN 23 C SAMBUTAN KETUA KOMISI PENGAWAS 8 C
bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 6 dan
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17TAHUN2017 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SATUAN KERJA KHUSUS
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Industri minyak dan gas bumi (migas) di tanah air memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Hal ini dapat dilihat dari struktur perekonomian fiskal
Kegiatan Bisnis Hulu Migas Capaian Semester I Bandung, 19 Juli 2016
Kegiatan Bisnis Hulu Migas Capaian Semester I 2016 Bandung, 19 Juli 2016 1 ONSHORE OFFSHORE ONSHORE / OFFSHORE JUMLAH WILAYAH KERJA MIGAS KONVENSIONAL & NON-KONVENSIONAL SAAT INI TOTAL 153 WK 99 WK 37
Hutang Pajak Perusahaan Migas Menunggu Keberanian DJP dan KPK. Indonesia Corruption Watch ICW Jakarta, 18 Juli 2011
Hutang Pajak Perusahaan Migas Menunggu Keberanian DJP dan KPK Indonesia Corruption Watch ICW www.antikorupsi.org Jakarta, 18 Juli 2011 Pajak Migas - Pengantar Pernyataan KPK, Kamis 14 Juli 2011 (sumber
KINERJA SEKTOR HULU MIGAS YTD SEPTEMBER 2017 (Q3) Jakarta, 27 Oktober 2017
KINERJA SEKTOR HULU MIGAS YTD SEPTEMBER 2017 (Q3) Jakarta, 27 Oktober 2017 1 I. KINERJA UTAMA HULU MIGAS (Q3 2017) 2 2017 SKK Migas All rights reserved Wilayah Kerja Migas Konvensional & NonKonvensional
SATUAN KERJA KHUSUS PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (SKK MIGAS) PEDOMAN TATA KERJA. Nomor: PTK-038/SKKO0000/2015/S0.
SATUAN KERJA KHUSUS PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (SKK MIGAS) PEDOMAN TATA KERJA Nomor: PTK-038/SKKO0000/2015/S0 Revisi ke-01 WORK PROGRAM AND BUDGET JAKARTA PEDOMAN TATA KERJA Halaman
2017, No Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4435) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah No
No.116, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMEN-ESDM. Kontrak Bagi Hasil Gross Split. Pencabutan. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 08 TAHUN 2017 TENTANG KONTRAK
BAB I PENDAHULUAN. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengungkapkan pada 2015 ini diperkirakan jumlah penduduk Indonesia sekitar 250 juta jiwa dengan pertumbuhan
PERMEN ESDM NO. 08 TAHUN 2017 KONTRAK BAGI HASIL GROSS SPLIT BAGIAN HUKUM DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
PERMEN ESDM NO. 08 TAHUN 2017 KONTRAK BAGI HASIL GROSS SPLIT BAGIAN HUKUM DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI 1 1 I LATAR BELAKANG 2 2 Kondisi Hulu Migas Saat ini 1. Skema PSC Cost Recovery kurang
ANALISIS TANTANGAN MIGAS INDONESIA ; PENGUATAN BUMN MIGAS
ANALISIS TANTANGAN MIGAS INDONESIA ; PENGUATAN BUMN MIGAS Biro Riset BUMN Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI) Tantangan pengelolaan migas di Indonesia dihadapkan
Prediksi Lifting Minyak 811 ribu BPH
Biro Analisa Anggaran dan Pelaksanaan APBN SETJEN DPR RI 1 Prediksi Lifting Minyak 811 ribu BPH Lifting minyak tahun 2016 diprediksi sebesar 811 ribu barel per hari (bph). Perhitungan ini menggunakan model
CAPAIAN SUB SEKTOR MINYAK DAN GAS BUMI SEMESTER I/2017
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL CAPAIAN SUB SEKTOR MINYAK DAN GAS BUMI SEMESTER I/2017 #energiberkeadilan Jakarta, 8 Agustus 2017 MINYAK DAN GAS BUMI LIFTING Minyak Bumi 779 (2016) 1 802 (2017)
LAPORAN KUNJUNGAN KERJA SPESIFIK KOMISI VII DPR RI KE PROVINSI KALIMANTAN TIMUR MASA PERSIDANGAN III TAHUN SIDANG
LAPORAN KUNJUNGAN KERJA SPESIFIK KOMISI VII DPR RI KE PROVINSI KALIMANTAN TIMUR MASA PERSIDANGAN III TAHUN SIDANG 2014-2015 KOMISI VII DEWAN PERWAKILAN RAKYAT INDONESIA 2015 BAGIAN I PENDAHULUAN A. LATAR
ERA BARU MIGAS INDONESIA:
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Temu Netizen ke-8 ERA BARU MIGAS INDONESIA: Investasi dan Kontrak Gross Split Migas Selasa, 20 Februari 2018 1 Realisasi dan Rencana Investasi Sektor Energi dan
ANALISIS ASUMSI HARGA MINYAK DAN LIFTING MINYAK APBN 2012
ANALISIS ASUMSI HARGA MINYAK DAN LIFTING MINYAK APBN 2012 I. Harga Minyak Asumsi Harga minyak Indonesia dalam APBN dirujuk dalam harga rata-rata minyak mentah Indonesia berdasarkan perhitungan Formula
Bab IV Hasil dan Diskusi
Bab IV Hasil dan Diskusi Studi ini adalah untuk mengevaluasi model kontrak dan harga Gas Metana-B di Indonesia. Beberapa model kontrak mulai dari model Kontrak PSC Konvensional, model kontrak negara lain
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi mencakup kegiatan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi mencakup kegiatan Eksplorasi dan Eksploitasi. Ekplorasi adalah kegiatan yang bertujuan memperoleh informasi mengenai kondisi
... Hubungi Kami : Studi Prospek dan Peluang Pasar MINYAK DAN GAS BUMI di Indonesia, Mohon Kirimkan. eksemplar. Posisi : Nama (Mr/Mrs/Ms)
Hubungi Kami 021 31930 108 021 31930 109 021 31930 070 [email protected] T ahun 1977-1992 adalah masa kejayaan industri minyak Indonesia dengan produksi rata rata 1,5 juta barrel per hari. Kondisi
BERITA NEGARA PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA
No.127, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 05 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENETAPAN DAN PENAWARAN WILAYAH KERJA MINYAK DAN
1 PENDAHULUAN. Latar Belakang
Juta US$ 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia saat ini masuk sebagai negara net importir migas, meskipun sebelumnya sempat menjadi salah satu negara eksportir migas dan menjadi anggota dari Organization
2015, No Sumber Daya Mineral tentang Ketentuan dan Tata Cara Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan Serta Harga Gas Bumi; Mengingat : 1. Undang-Und
No.1589, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMEN-ESDM. Gas Bumi. Harga. Pemanfaatan. Penetapan Lokasi. Tata Cara. Ketentuan. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR
RANCANGAN UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG MINYAK DAN GAS BUMI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
RANCANGAN UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG MINYAK DAN GAS BUMI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Minyak dan Gas Bumi merupakan sumber
Capaian Industri Migas Semester I Tahun 2016
Capaian Industri Migas Semester I Tahun 2016 Kementerian ESDM Republik Indonesia Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral Jakarta, 22 Juli 2016 Jujur, Professional, Melayani, Inovatif, Berarti 1 1 Rumah
INDONESIAN 2050 PATHWAYS CALCULATOR SEKTOR PASOKAN ENERGI: PRODUKSI BATUBARA, MINYAK DAN GAS BUMI. Sekretariat Badan Litbang ESDM 2
INDONESIAN 2050 PATHWAYS CALCULATOR SEKTOR PASOKAN ENERGI: PRODUKSI BATUBARA, MINYAK DAN GAS BUMI Andriani Rahayu 1 dan Maria Sri Pangestuti 2 1 Sekretariat Badan Litbang ESDM 2 Indonesian Institute for
INDONESIA MENUJU NET OIL EXPORTER
IATMI 520 PROSIDING, Simposium Nasional Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) 5 Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, 1618 November 5. INDONESIA MENUJU NET OIL EXPORTER Ir. Oetomo Tri Winarno,
BAB I PENDAHULUAN. Di samping itu, Pertamina EP juga melaksanakan kegiatan usaha penunjang lain yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah PT Pertamina EP merupakan perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan usaha di sektor hulu bidang minyak dan gas bumi, meliputi eksplorasi dan eksploitasi. Di
PERAN KEMENTERIAN ESDM DALAM PENCEGAHAN KORUPSI DI SEKTOR USAHA HULU MIGAS
PERAN KEMENTERIAN ESDM DALAM PENCEGAHAN KORUPSI DI SEKTOR USAHA HULU MIGAS Susyanto Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MIGAS SAAT INI Cadangan
GOVERMENT LIAISON Peranannya dalam memudahkan proses bisnis Perminyakan dengan Pemerintah terutama dalam aktivitas Eksplorasi dan Exploitasi.
GOVERMENT LIAISON Peranannya dalam memudahkan proses bisnis Perminyakan dengan Pemerintah terutama dalam aktivitas Eksplorasi dan Exploitasi. Mustoto Moehadi Mahasiswa Magister Teknik Geologi UPN Veteran
2016, No Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nom
No. 316, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMEN-ESDM. Gas Bumi. Alokasi, Pemanfaatan dan Harga. Tata Cara. Pencabutan. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 06
BAB I PENDAHULUAN. ataupun tidak, komunikasi telah menjadi bagian dan kebutuhan hidup manusia.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sebagai makhluk sosial, baik sebagai individu ataupun kelompok akan selalu berkomunikasi. Sehingga disadari ataupun tidak,
LAPOARAN KUNJUNGAN SPESIFIK KOMISI VII DPR RI DALAM RANGKA PROGRAM LEGISLASI PENYUSUNAN RUU MIGAS
LAPOARAN KUNJUNGAN SPESIFIK KOMISI VII DPR RI DALAM RANGKA PROGRAM LEGISLASI PENYUSUNAN RUU MIGAS KE LAPANGAN GAS TOTAL EP DI SENIPAH, HANDIL KUTAI KERTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR MASA PERSIDANGAN
9 Fenomena Hulu Migas Indonesia, Peluang Memperbaiki Iklim Investasi dengan Kontrak Migas Gross Split
9 Fenomena Hulu Migas Indonesia, Peluang Memperbaiki Iklim Investasi dengan Kontrak Migas Gross Split #Kelebihan PSC Gross Split #Model Gross Split Pertama di Dunia April, 2017 Ariana Soemanto, ST, MT
KINERJA K3LL KEGIATAN USAHA HULU MIGAS
DIVISI PENUNJANG OPERASI KINERJA K3LL KEGIATAN USAHA HULU MIGAS 2016 DINAS FASILITASI KESELAMATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN KINERJA K3LL KEGIATAN USAHA HULU MIGAS 1 1. UMUM SKK Migas sebagai badan
MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 040 TAHUN 2006 TENTANG
MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 040 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENETAPAN DAN PENAWARAN WILAYAH KERJA MINYAK DAN GAS
MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 040 TAHUN 2006 TENTANG
MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 040 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENETAPAN DAN PENAWARAN WILAYAH KERJA MINYAK DAN GAS
RENCANA AKSI KEBIJAKAN KELAUTAN INDONESIA
Lampiran Surat Nomor: Tanggal: RENCANA AKSI KEBIJAKAN KELAUTAN INDONESIA 2016 2019 INSTANSI PENANGGUNGJAWAB: KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO. C. INDUSTRI SUMBER DAYA ALAM DAN JASA KELAUTAN
Sektor Pasokan Energi. Produksi Minyak, Gas dan Batubara. Indonesia 2050 Pathway Calculator
Sektor Pasokan Energi Produksi Minyak, Gas dan Batubara Indonesia 2050 Pathway Calculator Daftar Isi I. Gambaran Umum Produksi Energi Fosil... 3 II. Asumsi Tetap/Fixed Assumption... 4 2.1. Penemuan Cadangan...
2016, No Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahu
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 1130, 2016 KEMEN-ESDM. Kilang Minyak. Skala Kecil. Pembangunan. Pelaksanaan. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2016
Laporan Tahunan 2014
Laporan Tahunan 2014 SKK MIGAS ANNUAL REPORT 2014 2 Pendahuluan 1 Daftar Isi Pendahuluan Visi dan Misi SKK Migas 2 Prinsip Kelembagaan 3 Sambutan Komisi Pengawas SKK Migas 4 Sambutan Kepala SKK Migas 6
BAB I PENDAHULUAN. Pasal 33 ayat (3) bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Semangat melakukan eksplorasi sumber daya alam di Indonesia adalah UUD 1945 Pasal 33 ayat (3) bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh
2018, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 136,
No.305, 2018 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMEN-ESDM. Pasca Operasi Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pencabutan. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15
INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG PENINGKATAN PRODUKSI MINYAK BUMI NASIONAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG PENINGKATAN PRODUKSI MINYAK BUMI NASIONAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Dalam rangka pencapaian produksi minyak bumi nasional paling sedikit
PENDAPAT KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR
VERSI PUBLIK PENDAPAT KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR 10612 TENTANG PENGAMBILALIHAN SAHAM PERUSAHAAN CNOOC ONWJ LTD OLEH EMP INTERNATIONAL (BVI) LTD I. LATAR BELAKANG 1.1 Berdasarkan Peraturan Pemerintah
Update Bisnis Hulu Migas
20 Update Bisnis Hulu Migas d rv e s re ts h g ri l l A as g KK Mi S Jakarta, 23 Juni 2016 JUMLAH WILAYAH KERJA MIGAS KONVENSIONAL & NON-KONVENSIONAL SAAT INI Status 31 Mei 2016 ONSHORE OFFSHORE ONSHORE
Informasi Berkala Sekretariat Jenderal Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral
1. Biro Kepegawaian Dan Organisasi Sekretariat Jenderal 1.1. Formasi CPNS KESDM yang telah ditetapkan 1.2. Penerimaan CPNS 1.3. Pengangkatan CPNS 1.4. Penempatan CPNS 1.5. Pelantikan Pejabat Struktural
PERATURAN MENTERI ESDM NO. 040/2006
PERATURAN MENTERI ESDM NO. 040/2006 PERMEN ESDM NO. 040/2006 1. MENGACU KETENTUAN UU NO. 22/2001 DAN PP NO. 35/2004, TERUTAMA ISTILAH LELANG DAN PENAWARAN LANGSUNG 2. LEBIH MELENGKAPI DAN MEMPERINCI HAL-HAL
2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 136
No.1188, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMEN-ESDM. Kontrak Bagi Hasil Gross Split. Perubahan. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 52 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN
Shofia Maharani. Sonya Oktaviana. Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Abstract
ANALISIS REORGANISASI BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (BP MIGAS) MENJADI SATUAN KERJA KHUSUS PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (SKK MIGAS) Shofia Maharani Sonya
Hilirisasi Pembangunan Industri Berbasis Migas dan Batubara. Direktorat Industri Kimia Hulu Ditjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka 17 Februari 2016
Hilirisasi Pembangunan Industri Berbasis Migas dan Batubara Direktorat Industri Kimia Hulu Ditjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka 17 Februari 2016 LATAR BELAKANG Dasar Hukum Undang-undang Nomor 3 Tahun
Tabel 3.1. Indikator Sasaran dan Target Kinerja
Selanjutnya indikator-indikator dan target kinerja dari setiap sasaran strategis tahun 2011 adalah sebagai berikut: Tabel 3.1. Indikator Sasaran dan Target Kinerja Sasaran Indikator Target 2011 1. Meningkatnya
Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi 2016
Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi 2016 DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA DAFTAR ISI 1 PENDAHULUAN... 1 1.1 LATAR
Desain Tata Kelola Kelembagaan Hulu Migas Menuju Perubahan UU Migas Oleh: Wiwin Sri Rahyani * Naskah diterima: 13 April 2015; disetujui: 22 April 2015
Desain Tata Kelola Kelembagaan Hulu Migas Menuju Perubahan UU Migas Oleh: Wiwin Sri Rahyani * Naskah diterima: 13 April 2015; disetujui: 22 April 2015 Sudah lebih dari 2 (dua) tahun tepatnya 13 November
UU Nomor 22 Tahun 2001 dan Peran BP Migas dalam Regulasi Industri Migas di Indonesia Oleh Morentalisa. Eksplorasi: Plan of Development (POD)
UU Nomor 22 Tahun 2001 dan Peran BP Migas dalam Regulasi Industri Migas di Indonesia Oleh Morentalisa Kegiatan Hulu Migas Survey Umum Pembagian Wilayah Kerja (WK) Tanda tangan kontrak Eksplorasi: Eksploitasi
1. PENDAHULUAN. perusahaan energi berkelas dunia yang berbentuk Perseroan, yang mengikuti
1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan visi menjadi perusahaan energi berkelas dunia yang berbentuk Perseroan, yang mengikuti Peraturan Pemerintah
ANALISA PENGARUH EKSPLORASI GAS BUMI TERHADAP PEREKONOMIAN JAWA TIMUR MELALUI PENDEKATAN INPUT OUTPUT
ANALISA PENGARUH EKSPLORASI GAS BUMI TERHADAP PEREKONOMIAN JAWA TIMUR MELALUI PENDEKATAN INPUT OUTPUT Moses L. Singgih Jurusan Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya 60111, Indonesia,
BBM dalam negeri. Proyek ini diharapkan akan beroperasi pada tahun 2009.
Bab-1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Dengan ditemukannya lapangan gas baru, PT. PERTAMINA EP merencanakan akan mengembangkan lapangan gas yang terletak di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) telah memainkan peran utama bagi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) telah memainkan peran utama bagi pertumbuhan ekonomi di berbagai negara baik dari sisi negara penghasil (produsen) maupun
Ditulis oleh David Dwiarto Senin, 05 November :53 - Terakhir Diperbaharui Senin, 05 November :13
Meskipun berabad-abad menjajah Indonesia, penguasaan terhadap sumber-sumber minyak bumi, gas alam, dan mineral, tak bisa dilakukan pemerintah kolonial Belanda. Para investor asal Belanda baru benar-benar
BAB I PENDAHULUAN. dari total penerimaan Negara Bukan Pajak Rp 385 trilyun 1, atau dapat. hukum agar tidak merugikan kepentingan negara.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sektor industri Minyak & Gas Bumi (Migas) masih menjadi titik berat pendapatan Negara. Hal ini terbukti dengan data statistik Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Tinjauan Objek Studi Profil PT. Chevron Pacific Indonesia
BAB I 1.1 Tinjauan Objek Studi PENDAHULUAN 1.1.1 Profil PT. Chevron Pacific Indonesia PT. Chevron Pacific Indonesia (PT. CPI) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi dan eksploitasi
V E R S I P U B L I K
PENDAPAT KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR 12011 TENTANG PENGAMBILALIHAN SAHAM PERUSAHAAN INPEX JAWA Ltd OLEH PT PERTAMINA HULU ENERGI I. LATAR BELAKANG 1.1 Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor
% Alokasi Biaya tidak langsung Kantor Pusat. Alokasi Biaya tidak langsung Kantor Pusat. Total Pengeluaran. Tahun
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 256/PMK.011/2011 TENTANG BATASAN PENGELUARAN ALOKASI BIAYA TIDAK LANGSUNG KANTOR PUSAT YANG DAPAT DIKEMBALIKAN DALAM PENGHITUNGAN BAGI HASIL
PERANAN MIGAS DALAM MENDUKUNG KETAHANAN ENERGI
PERANAN MIGAS DALAM MENDUKUNG KETAHANAN ENERGI Oleh : A. Edy Hermantoro Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas disampaikan pada : DISKUSI EVALUASI BLUE PRINT ENERGI NASIONAL PETROGAS DAYS 2010 Jakarta, 11
BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan akan penggunaannya dalam kehidupan manusia, termasuk di Indonesia.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dewasa ini, pencarian akan sumber daya energi berupa minyak dan gas bumi (migas) terus dilakukan. Sehubungan dengan semakin melambungnya harga minyak dunia
BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia. Perumusan key..., Dino Andrian, FE UI, 2009
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-undang No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi menyatakan bahwa minyak dan gas bumi sebagai sumber daya alam strategis takterbarukan yang terkandung di
REKOMENDASI KEBIJAKAN Tim Reformasi Tata Kelola Migas. Jakarta, 13 Mei 2015
REKOMENDASI KEBIJAKAN Tim Reformasi Tata Kelola Migas Jakarta, 13 Mei 2015 Outline Rekomendasi 1. Rekomendasi Umum 2. Pengelolaan Penerimaan Negara Dari Sektor Minyak dan Gas Bumi 3. Format Tata Kelola
POTRET HULU MIGAS INDONESIA: TITIK NADIR INVESTASI?
POTRET HULU MIGAS INDONESIA: TITIK NADIR INVESTASI? HARGA MINYAK DUNIA JATUH Jatuhnya harga minyak dunia menjadi pukulan bagi negara-negara produsen migas, termasuk Indonesia. Hampir seluruh kontraktor
SOLUSI KEBIJAKAN DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN GAS DOMESTIK
SOLUSI KEBIJAKAN DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN GAS DOMESTIK OLEH : SATYA W YUDHA Anggota komisi VII DPR RI LANDASAN PEMIKIRAN REVISI UU MIGAS Landasan filosofis: Minyak dan Gas Bumi sebagai sumber daya alam
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Metode Penelitian Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Jenis metode penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi perbandingan (comparative
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.851, 2011 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. DBH. SDA Migas. Tahun Anggaran 2011. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 222/PMK.07/2011 TENTANG ALOKASI DANA BAGI HASIL
bahwa untuk memberikan kepastian hukum terhadap
rui«w*- MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI ENERGI
BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Nasional Eksplorasi dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Nasional Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) merupakan salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang
STUDI KELAYAKAN KEEKONOMIAN PADA PENGEMBANGAN LAPANGAN GX, GY, DAN GZ DENGAN SISTEM PSC DAN GROSS SPLIT
Seminar Nasional Cendekiawan ke 3 Tahun 2017 ISSN (P) : 2460-8696 Buku 1 ISSN (E) : 2540-7589 STUDI KELAYAKAN KEEKONOMIAN PADA PENGEMBANGAN LAPANGAN GX, GY, DAN GZ DENGAN SISTEM PSC DAN GROSS SPLIT William
BAB II DESKRIPSI ORGANISASI
BAB II DESKRIPSI ORGANISASI 2.1. Sejarah Organisasi Perusahaan yang bergerak dibidang energi ini mulai beroperasi sejak tahun 1967 ketika perusahaan yang saat itu menandatangani kontrak bagi hasil pertama
SEMINAR KETAHANAN ENERGI PENINGKATAN NILAI TAMBAH BISNIS HULU MIGAS
SEMINAR KETAHANAN ENERGI PENINGKATAN NILAI TAMBAH BISNIS HULU MIGAS DR. Ir. Taslim Yunus MM Bogor, 13 Desember 2016 1 2016 SKK Migas All rights reserved Jumlah Wilayah Kerja Migas Konvensional & Non-Konvensional
BAB I PENDAHULUAN. serta alasan penulis memilih obyek penelitian di PT. X. Setelah itu, sub bab
BAB I PENDAHULUAN Bab pendahuluan dalam tesis ini menguraikan latar belakang dilakukannya penelitian dimana akan dibahas mengenai potensi sumber daya panas bumi di Indonesia, kegiatan pengembangan panas
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI KEBIJAKAN DIVERSIFIKASI BBM KE GAS UNTUK SEKTOR TRANSPORTASI
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI KEBIJAKAN DIVERSIFIKASI BBM KE GAS UNTUK SEKTOR TRANSPORTASI Oleh: A. Edy Hermantoro Direktur Jenderal Minyak dan Gas
Gambar 3.1. Struktur Perusahaan
BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1. Sejarah Singkat PT. X Berdasarkan data yang diperoleh melalui Laporan Tahunan 2009, PT. X didirikan pada 9 Juni 1980 di bawah hukum Republik Indonesia dan memulai usahanya
IV. GAMBARAN UMUM. Badak, dan kilang Tangguh. Ketiga kilang tersebut tersebar di berbagai pulau
IV. GAMBARAN UMUM 4.1. Perkembangan Produksi Liquefied Natural Gas (LNG) LNG Indonesia diproduksi dari tiga kilang utama, yaitu kilang Arun, kilang Badak, dan kilang Tangguh. Ketiga kilang tersebut tersebar
POTENSI MIGAS WILAYAH KERJA PROVINSI KEPRI
POTENSI MIGAS WILAYAH KERJA PROVINSI KEPRI Kegiatan Evaluasi Perkembangan Lifting dan Optimalisasi Dana Bagi Hasi (DBH) Minyak dan Gas bumi merupakan kegiatan yang berkelanjutan dibidang Minyak dan Gas
Materi Paparan Menteri ESDM Strategi dan Implementasi Program MW: Progres dan Tantangannya
Materi Paparan Menteri ESDM Strategi dan Implementasi Program 35.000 MW: Progres dan Tantangannya Bandung, 3 Agustus 2015 Kementerian ESDM Republik Indonesia 1 Gambaran Umum Kondisi Ketenagalistrikan Nasional
LAMPIRAN II: MATRIKS PROGRAM 100 HARI, 1 TAHUN DAN 5 TAHUN. Isu Pokok Output yang Diharapkan Program Aksi Kerangka waktu. Jaminan pasokan energi
LAMPIRAN II: MATRIKS PROGRAM 100 HARI, 1 TAHUN DAN 5 TAHUN Isu Pokok Output yang Diharapkan Program Aksi Kerangka waktu Jaminan pasokan energi Terjaminnya pasokan batubara Diversifikasi energi dengan meningkatkan
Menteri Perindustrian Republik Indonesia PENGARAHAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI PADA ACARA FORUM DIALOG DENGAN PIMPINAN REDAKSI JAKARTA, 30 JUNI 2015
Menteri Perindustrian Republik Indonesia PENGARAHAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI PADA ACARA FORUM DIALOG DENGAN PIMPINAN REDAKSI JAKARTA, 30 JUNI 2015 Yth. : Para Pimpinan Redaksi dan hadirin yang hormati;
DAFTAR ISI PENDAHULUAN BAB I POTRET KINERJA SKK MIGAS
PENDAHULUAN 3 4 5 7 9 11 12 13 Visi dan Misi SKK Migas Prinsip Kelembagaan Sambutan Komisi Pengawas SKK Migas Sambutan Kepala SKK Migas Manajemen SKK Migas Struktur Organisasi SKK Migas Kondisi Hulu Migas
Brief RUU Minyak Bumi dan Gas Bumi versi Masyarakat Sipil
Brief RUU Minyak Bumi dan Gas Bumi versi Masyarakat Sipil A. Konteks Sejak diberlakukan pada tahun 2001, Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU 22/2001) telah tiga kali dimintakan
