LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM STRUKTUR DATA
|
|
|
- Yulia Yuliani Sanjaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM STRUKTUR DATA NAMA : SUPRIYANDI NIM : DBC KELAS MODUL : B : V (PENCARIAN DATA) JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PALANGKA RAYA 2014
2 BAB I TUJUAN DAN LANDASAN TEORI A. Tujuan Praktikum 1. Mengetahui beberapa metode pencarian data. 2. Mampu menggunakan metode pencarian data pada sebuah program untuk menyelesaikan masalah. B. Landasan Teori Pencarian data (searching) merupakan proses fundamental dalam pengelolaan data. Proses pencarian adalah menemukan nilai (data) tertentu di dalam sekumpulan data yang bertipe sama (baik bertipe dasar atau bertipe bentukan). Pada himpunan yang tidak terurut, dapat digunakan metode pencarian sekunsial (Sequential Search) untuk mencari data. Sedngkan pada himpunan data tidak terurut dapat digunakan metode pencarian sekuensial (Sequential Search) dan biner (Binary Search). Berikut ini merupakan penjelasan dari metode pencarian tersebut. 1. Pencarian Sequensial (Sequensial Search) Sequential Searching adalah Metoda pencarian linier secara berurutan. Metode pencarian linier cukup mudah untuk di implementasikan di dalam penulisan sebuah program. Metoda ini menggunakan cara dengan diawali dari ujung sebelah kiri lalu melakukan perbandingan masing masing dari elemen yang ada dengan elemen pencarian. Jika sudah ditemukan, maka pencarian segera berakhir dan fungsi akan menghasilkan nilai True. Sementara jika elemen yang dicari tidak ditemukan hingga akhir dari suatu larik maka pencarian akan berakhir dengan tidak adanya elemen dalam larik tersebut dan fungsi akan menghasilkan nilai False. Dalam melakukan pencarian dalam metoda ini larik atau deretan nilai harus diurutkan terlebih dahulu karena telah terurut maka
3 kita tahu bahwa elemen yang kita cari nilainya sudah lebih besar dari elemen pada array list yang ditunjuk oleh index. Kita tidak perlu melakukan pencarian lebih lanjut karena elemen yang kita cari pasti tidak akan kita temukan di bagian sisa array yang ada. Ini memungkinkan pencarian berlangsung secara lebih cepat saat elemen yang kita cari berada di bagian depan array list yang ada. Tentu saja berlawanan yaitu jika elemen yang dicari berada di ujung bagian array list. Procedure SequensialSort (Var A : Tabel; N : integer; x : tipedata; Var isearch : integer); {IS : A adalah tabel dengan banyaknya data N. x adalah data yang dicari dan bertipe sama dengan elemen tabel} {FS : isearch <> 0 bila A[iSearch] = x, isearch = 0 bila x tidak ditemukan di A} Var i : integer; {counter} Begin If (N = 0) then isearch := 0 {tabel berisi data 0} Else Begin i := 1; While ((A[i].NIM < x) and (i < N)) do i := i + 1; If (A[i].NIM = x) then isearch := i; Else isearch := 0; End; End;
4 2. Pencarian Biner (Binary Search) Binary Search adalah suatu metode dalam Searching dengan cara konvensional yaitu pencarian selalu mulai dari ujung kiri larik dimana hal itu di tunjukan oleh inisiasi objek index dengan nilai 0. Selanjutnya kita lakukan penelusuran larik untuk melakukan pencarian larik hingga ke ujung larik tercapai. Untuk memahami bagaimana Binary Search bekerja, bayangkan saat kita mencoba menebak bilangan diantara rentang secara terurut yang diberikan salah seorang teman kepada kita.misalkan untuk setiap tebakan yang kita buat, teman kita akan mengatakan tebakan kita benar,terlalu kecil atau terlalu besar.tebakan terbaik saat awal tentu nya 50 jika tebakan tersebut terlalu tinggi selanjutnya kita sebaiknya menebak 25, sementara jika terlalu besar tebakan kita selanjutnya 75. Setiap kali menebak kita selalu memilih di tengah tengah dengan menyesuaikan batas bawah dan batas atas bilangan. Ada tiga kemungkinan yang akan terjadi, yaitu : (1) data ditengah = data yang dicari : pencarian selesai, data ditemukan, (2) data ditengah < data yang dicari : pencarian data di sebelah kanan, dan (3) data di tengah > data yang dicari : pencarian di sebelah kiri. Proses dilakukan berulang-ulang sampai data ditemukan atau himpunan data tidak bisa dibagi lagi. Procedure BinarySort (Var A : Tabel; N : integer; x : tipedata; Var isearch : integer); {IS : A adalah tabel dengan banyaknya data N. x adalah data yang dicari dan bertipe sama dengan elemen tabel}
5 {FS : isearch <> 0 bila A[iSearch] = x, isearch = 0 bila x t6idak ditemukan pada A} Var Bawah, atas, tengah : integer; Found : Boolean; Begin If (N = 0) then isearch := 0 {tabel berisi data 0} Else Begin Bawah := 1; Atas := N; Found := false; While ((not found) and (atas > bawah)) do Begin Tengah := (bawah + atas) div 2; If (A[tengah].NIM = x) then Found := true; Else If (A[tengah].NIM = x) then Atas := tengah 1; Else Bawah := tengah + 1; End; If found then isearch := tengah; Else isearch := 0; End; End;
6 BAB II LANGKAH KERJA Buatlah sebuah program dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Pencarian (searching) data dengan menggunakan kedua metode : a. Pencarian Sekuensial b. Pencarian Biner 2. Masukan awal adalah data bertipe record Pegawai Perusahaan yang telah terurut membesar (ascending) dengan elemen : Nomor_Pegawai : integer; Nama_Pegawai : string[30]; Bagian : string[20]; Gaji : integer; 3. Pencarian data didasarkan pada Nomor_Induk pegawai yang dicari. Perintah untuk melakukan pencarian tidak hanya sekali, bisa dilakukan berulang-ulang sesuai keinginan pengguna/user. 4. Keluaran/hasil berupa data yang dicari untuk setiap perintah pencarian.
7 BAB III PEMBAHASAN Pada Modul V (Pencarian Data) ini, kita disuruh membuat sebuah program untuk menampilkan data pegawai dengan metode pencarian Sekuensial dan metode pencarian biner. Pencarian data didasarkan pada Nomor Pegawai yang dicari. Perintah untuk melakukan pencarian bisa dilakukan berulang-ulang sesuai keinginan pengguna/user. Output/keluaran berupa data yang dicari untuk perintah pencarian. Listing programnya sebagai berikut: program searching; uses crt; const nmax = 100; type rdata = record nip : integer; nama : string[30]; bag : string[20]; gaji : longint; adata = array [1..nmax] of rdata; var data : adata; n : integer; plh, ch : char; procedure inputdata(var A:adata; var ndata:integer); var
8 i : integer; clrscr; writeln('inputkan DATA PEGAWAI'); write('banyaknya data pegawai : '); readln(ndata); for i:=1 to ndata do writeln('pegawai Ke-',i); write('nomor pegawai write('nama pegawai write('bagian write('gaji : '); readln(a[i].nip); : '); readln(a[i].nama); : '); readln(a[i].bag); : '); readln(a[i].gaji); write('tekan ENTER UNTUK MENU'); readkey; function menu : char; var c : char; clrscr; writeln('menu SEARCHING'); writeln('1. Pencarian Sekuensial');
9 writeln('2. Pencarian Biner'); writeln('3. Keluar Program'); repeat write('pilih 1, 2 atau 3 = '); c := readkey; writeln(c); if not (c in ['1','2','3']) then writeln('input Salah!!!'); until(c in ['1','2','3']); menu := c; procedure sekuensial(var A:adata; ndata: integer); var i : integer; nomor : integer; clrscr; writeln('--- Pencarian Sekuensial ---'); write('masukkan Nomor Pegawai yang dicari : '); readln(nomor); writeln('hasil Pencarian :'); i:=1; while ((A[i].nip < nomor) and (i<=ndata)) do i := i + 1; if (A[i].nip=nomor) then
10 writeln('data ditemukan!!!'); writeln('nomor pegawai : ',A[i].nip); writeln('nama pegawai writeln('bagian writeln('gaji : ',A[i].nama); : ',A[i].bag); : ',A[i].gaji); end else writeln('maaf! Data tidak bisa ditemukan!!!'); procedure biner(var A:adata; ndata: integer); var bawah, atas, nomor : integer; tengah : integer; found : boolean; clrscr; writeln('--- Pencarian Biner ---'); write('masukkan Nomor Pegawai yang dicari : '); readln(nomor); writeln('hasil Pencarian :'); bawah := 1; atas := ndata; found := false;
11 while (not found) and (atas>=bawah) do tengah := (bawah+atas) div 2; if (A[tengah].nip=nomor) then found := true else if (A[tengah].nip>nomor) then atas := tengah - 1 else bawah := tengah + 1; if found then writeln('data ditemukan!!!'); writeln('nomor pegawai : ',A[tengah].nip); writeln('nama pegawai writeln('bagian writeln('gaji : ',A[tengah].nama); : ',A[tengah].bag); : ',A[tengah].gaji); end else writeln('maaf! Data tidak bisa ditemukan!!!'); {program utama} inputdata(data,n); repeat plh := menu;
12 case plh of '1' : sekuensial(data,n); '2' : biner(data,n); '3' : exit; repeat write('mau cari lagi..???(y/t)'); ch := readkey; if not (ch in ['Y','T']) then writeln(' >> Input Salah!!!'); until(ch in ['Y','T']); until(ch='0'); end.
13 Pembahasan : program searching; uses crt; const nmax = 100; var data : adata; n : integer; plh, ch : char; Bagian diatas adalah bagian awal dari program ini. Pada bagian awal ini dibuat sebuah konstanta yaitu nmax dengan nilai 100, ini berfungsi untuk menetapkan variabel baru ( const Max ) dengan panjang karakter 100 (yang berarti bernilai konstan). type rdata = record nip : integer; nama : string[30]; bag : string[20]; gaji : longint; adata = array [1..nmax] of rdata; Coding diatas merupakan penentuan type yang akan kita gunakan. Penentuan ini hampir sama seperti penentuan pada variable yaitu dengan menetapkan tipe data yang tepat. Saya menggunakan variabel longint karena jika menggunakan integer rentang nilainya hanya ( s/d 32767) apabila melebihi maka akan bernilai (-) sehingga tidak cocok untuk memasukkan nilai gaji yang bisa saja melebihi angka tersebut. Sedangkan longint memiliki rentang nilai ( s/d ) sehingga cocok untuk mendeklarasikan suatu gaji seseorang.
14 rdata = array[1..nmax] of rdata; fungsi array tersebut adalah bermaksud bahwa data yang dimasukan memiliki jumlah karakter maksimum yaitu setara dengan definisi yang telah ditentukan sebelumnya pada const NMAX. var data : adata; n : integer; plh, ch : char; Coding diatas merupakan variabel global, sedangkan coding program yang berada di dalam fungsi atau prosedure adalah merupakan sebuah variabel local. Variable inilah yang berpengaruh terhadap keseluruhan program. Semua sub program dapat mengakses, mempergunakan, dan memodifikasi variable tersebut.namun pada setiap procedure akan diberikan lagi variabelnya selain pada penentuan variable globalnya. procedure inputdata(var A:adata; var ndata:integer); var i : integer; clrscr; writeln('inputkan DATA PEGAWAI'); write('banyaknya data pegawai : '); readln(ndata); for i:=1 to ndata do writeln('pegawai Ke-',i); write('nomor pegawai write('nama pegawai write('bagian : '); readln(a[i].nip); : '); readln(a[i].nama); : '); readln(a[i].bag);
15 write('gaji : '); readln(a[i].gaji); write('tekan ENTER UNTUK MENU'); readkey; Procedure ini berfungsi untuk melakukan penginputan data. Dalam penginputan data, procedure ini tidak menggunakan implementasi pada pointer. Sesuai dengan ketentuan tugas pada modul ini, pengguna diminta untuk memasukan nominal/jumlah data yang kira-kira akan dimasukan. Setelah itu, barulah data dapat diinputkan sebanyak n data yang disesuaikan dengan rumus for i:=1 to ndata do. function menu : char; var c : char; clrscr; writeln('menu SEARCHING'); writeln('1. Pencarian Sekuensial'); writeln('2. Pencarian Biner'); writeln('3. Keluar Program'); repeat write('pilih 1, 2 atau 3 = '); c := readkey; writeln(c); if not (c in ['1','2','3']) then writeln('input Salah!!!');
16 until(c in ['1','2','3']); menu := c; Pada bagian ini, merupakan sebuah fungsi yang digunakan untuk membuat sebuah menu utama yang nantinya akan akan tampil pada saat program dijalan, sehingga pengguna akan menjadi lebih mudah pada saat melakukan pemakaian pada programnya. procedure sekuensial(var A:adata; ndata: integer); var i : integer; nomor : integer; clrscr; writeln('--- Pencarian Sekuensial ---'); write('masukkan Nomor Pegawai yang dicari : '); readln(nomor); writeln('hasil Pencarian :'); i:=1; while ((A[i].nip < nomor) and (i<=ndata)) do i := i + 1; if (A[i].nip=nomor) then writeln('data ditemukan!!!'); writeln('nomor pegawai : ',A[i].nip); writeln('nama pegawai writeln('bagian writeln('gaji : ',A[i].nama); : ',A[i].bag); : ',A[i].gaji);
17 end else writeln('maaf! Data tidak bisa ditemukan!!!'); Procedure ini merupakan sebuah procedur pencarian data sequential. Pada procedure ini, pernyataan yang digunakan adalah pernyataan yang mnggunakan while-do. While-do dapat digunakan apabila bilangan cacah perulangan masih belum diketahui. While-do memerlukan inisialisasi nilai awal terlebih dahulu dan besarnya nilai penambahan/penurunan pada variable pencacah yang digunakan sebagai pengendali untuk menghentikan perulangan. Pada procedure ini terdapat suatu keadaan/kondisi dimana while ((A[i].nip < nomor) dan (i<=ndata)) do. apabila kondisi tersebut terpenuhi, maka rumus yang akan dijalankan adalah i:= i+1. procedure biner(var A:adata; ndata: integer); var bawah, atas, nomor : integer; tengah : integer; found : boolean; clrscr; writeln('--- Pencarian Biner ---'); write('masukkan Nomor Pegawai yang dicari : '); readln(nomor); writeln('hasil Pencarian :'); bawah := 1;
18 atas := ndata; found := false; while (not found) and (atas>=bawah) do tengah := (bawah+atas) div 2; if (A[tengah].nip=nomor) then found := true else if (A[tengah].nip>nomor) then atas := tengah - 1 else bawah := tengah + 1; if found then writeln('data ditemukan!!!'); writeln('nomor pegawai : ',A[tengah].nip); writeln('nama pegawai writeln('bagian writeln('gaji : ',A[tengah].nama); : ',A[tengah].bag); : ',A[tengah].gaji); end else writeln('maaf! Data tidak bisa ditemukan!!!'); Procedure ini adalah procedure yang menjalankan fungsi pencarian secara biner. Pada procedure ini, penentuan terhadap variable kembali dilakukan yaitu untuk membuat variable lokal yang akan digunakan pada procedure fungsi yang terdapat pada bagian procedure ini. Pada procedure ini juga terdapat sebuah rumus untuk melakukan pencarian
19 data. Kondisi yang ada adalah while ((not found) and (atas>=bawah)) do.. maka jika kondisi tersebut terpenuhi langkah yang akan dikerjakan adalah dengan menggunakan rumus tengah:=(atas+bawah) dan data ditemukan, berarti hasilnya akan ada/dianggap benar (true). Namun jika tidak maka tahapan yang akan dikerjakan adalah dengan menggunakan rumus atas:=tengah-1, dan apabila tetap tidak terpenuhi akan menggunakan bawah:=tengah+1. {program utama} inputdata(data,n); repeat plh := menu; case plh of '1' : sekuensial(data,n); '2' : biner(data,n); '3' : exit; repeat write('mau cari lagi..???(y/t)'); ch := readkey; if not (ch in ['Y','T']) then writeln(' >> Input Salah!!!'); until(ch in ['Y','T']); until(ch='0'); end. Berikut ini merupakan program utama, dimana nantinya akan akan tampil pada saat program dijalan, sehingga pengguna akan menjadi lebih mudah pada saat melakukan pemakaian pada programnya.
20 fungsi yang dipakai adalah case pilih of. Apabila kita memasukkan input 1 maka metode pencarian yang digunakan adalah Sequensial. Apabila kita memasukkan input 2 maka metode pencaran yang digunakan adalah Biner. Jika memasukkan input 3, maka program untuk keluar dari program utama. Ketika program sudah berhasil dijalankan, maka program akan meminta inputan jumlah data, kemudian meminta inputan Nomor Pegawai, Nama Pegawai, Bagian, dan Gaji sebanyak data yang diinputkan. Ketika selesai penginputan data, program akan meminta nilai yang ingin dicari, kemudian program akan menjalankan procedure pencarian dengan metode Sequential search/binary search. Kemudian program akan menghasilkan hasil berdasarkan Nomor Pegawai yang ingin dicari.
21 BAB IV KESIMPULAN Kesimpulan dari hasil praktikum ini adalah sebagai berikut : Pencarian data adalah prosedur atau cara untuk mencari suatu nilai dalam sekumpulan data yang bertipe data sama (tipe dasar atau tipe bentukan). Metode Pencarian data ada bermacam-macam, sebagiannya adalah Sequential search dan Binary Search. Sequential search adalah melakukan suatu perbandingan nilai yang dicari dengan setiap elemen pada array mulai dari indeks terkecil sampai indeks terbesar. Sequential search tidak dipengaruhi oleh urutan data. Metode Sequential Search adalah metode paling sederhana dari sejumlah metode pencarian. Binary search adalah metode pencarian untuk data sudah terurut. Pertama-tama pencarian dilakukan di tengah indeks, jika nilai yang dicari lebih besar dari nilai indeks tengah nya maka ia akan mencari ke bagian kanan dari indeks tengah, dan jika lebih kecil maka sebaliknya.
22 BAB V DAFTAR PUSTAKA 2014.Modul Praktikum Struktur Data. Palangkaraya:Universitas Palangkaraya.
23 BAB VI LAMPIRAN Input
24
25 Output 1. Menu Inputan Data Pegawai : 2. Menu Searching : 3. Pencarian Dengan Metode Pencarian Sekuensial
26 4. Pencarian Dengan Metode Pencarian Biner
Indentifier, Keywords, Variable, Tipe Data dan Operator. Ramos Somya, S.Kom., M.Cs.
Indentifier, Keywords, Variable, Tipe Data dan Operator Ramos Somya, S.Kom., M.Cs. Merupakan nama yang digunakan untuk menamai variabel, konstanta, nama program maupun sub program. Seorang programmer tidak
BAB VI SEARCHING (PENCARIAN)
BAB VI SEARCHING (PENCARIAN) 7. 1 Pencarian Beruntun (Sequential Search) Prinsip kerja pencarian beruntun adalah membandingkan setiap elemen larik satu per satu secara beruntun, mulai dari elemen pertama
1. Kompetensi Mengenal dan memahami notasi-notasi algoritma yang ada.
Semester : 4 Pengenalan Algoritma dan Program 200 menit No. : LST/EKA/EKA259/01 Revisi : 01 Tgl. : 10-2-2014 Hal. 1 dari 2 hal. 1. Kompetensi Mengenal dan memahami notasi-notasi algoritma yang ada. 2.
1. Inggriani Liem Catatan Kuliah Algoritma & Pemrograman, Jurusan Teknik Informatika ITB
Pertemuan Ke 3 Referensi: 1. Inggriani Liem. 2003. Catatan Kuliah & Pemrograman, Jurusan Teknik Informatika ITB 2. Rinaldi Munir. 2003. dan Pemrograman II. Bandung : Penerbit Informatika I. Tabel/Larik/Array
PENCARIAN BERUNTUN (SEQUENTIAL SEARCHING)
PENCARIAN BERUNTUN (SEQUENTIAL SEARCHING) a. Introduction b. Tanpa Boolean c. Dengan Boolean d. Penggunaan dalam Fungsi INTRODUCTION Merupakan algoritma pencarian yang paling sederhana. Proses Membandingkan
Algoritma dan Pemrograman Searching/Pencarian
Adam Mukharil Bachtiar Informatics Engineering 2011 Algoritma dan Pemrograman Searching/Pencarian Materi Definisi Pencarian Pencarian Sekuensial Pencarian Biner Definisi Pencarian All About Searching Definisi
Pengantar dalam Bahasa Pemrograman Turbo Pascal Tonny Hidayat, S.Kom
Pengantar dalam Bahasa Pemrograman Turbo Pascal Tonny Hidayat, S.Kom Pengantar Bahasa Pemrograman Pascal Page 1 / 11 Pengenalan Pascal Pascal merupakan salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi. Pemrograman
Struktur Data. Belajar Struktur Data Menggunakan Pascal Pertemuan-1
Struktur Data Belajar Struktur Data Menggunakan Pascal Pertemuan-1 I n W a h y u W i d o d o e m a i l @ r i n g k e s. c o m Identifier, Konstanta dan Variabel Identifier (sebutan / pengenal) Identifier
Algoritma Shell Sort Ascending Dan Binary Sequential Search Menggunakan C
TUGAS STRUKTUR DATA Shell Sort Ascending Dan Binary Sequential Search Menggunakan C IF-5 Nama Anggota : - Rohendi 10107193 - Andri Andriyan 10107210 - Yuli Yanti A 10107218 - Jajang Kusmita 10107227 JURUSAN
JENIS DATA SEDERHANA & INPUT/OUTPUT DATA
JENIS DATA SEDERHANA & INPUT/OUTPUT DATA 1.1 Tipe Data A. Data Tipe Sederhana Dihubungkan dengan sebuah identifier untuk sebuah data. Data tipe ini digolongkan menjadi tipe data standar dan tipe data yang
BAB 6 Array Dua Dimensi
BAB 6 Array Dua Dimensi Di dalam pascal Array dapat berdimensi lebih dari satu yang disebut dengan array dimensi banyak (Multidimensional array), disini akan dibahas array 2 dimensi saja. Array 2 dimensi
DIKTAT STRUKTUR DATA Oleh: Tim Struktur Data IF
DIKTAT STRUKTUR DATA Oleh: Tim Struktur Data IF ARRAY STATIS (lanjutan) OPERASI ARRAY STATIS (lanjutan) 3. Pencarian (searching) array Proses menemukan suatu data yang terdapat dalam suatu array. Proses
Algoritma HitungGajiKaryawan Deklarasi NIK,Nama,Jabatan : String Gaji, Tunj, Pajak, Gaber : Real
Algoritma HitungGajiKaryawan Deklarasi NIK,Nama,Jabatan : String Gaji, Tunj, Pajak, Gaber : Real Procedure MasukDataKaryawan Algoritma Write('NIK ') Read(NIK) Write('Nama Karyawan ') Read(Nama) Write('Jabatan
Pertemuan XII ALGORITMA. Algoritma & Pemrograman Ken Kinanti P 1. {Pencarian Beruntun / Sequential Search}
Pertemuan XII - PENCRIN Pengertian Pencarian data adalah suatu proses untuk mengumpulkan informasi dalam media penyimpanan komputer dan kemudian mencari kembali informasi yang diperlukan secepat mungkin.
BAB I TUJUAN DAN LANDASAN TEORI
BAB I TUJUAN DAN LANDASAN TEORI 1. Tujuan 1. Dapat memahami konsep prosedur dan fungsi. 2. Mampu membuat prosedur dan fungsi baik dengan parameter maupun tanpa parameter. 3. Mampu membedakan kapan menggunakan
MODUL IV PENCARIAN DAN PENGURUTAN
MODUL IV PENCARIAN DAN PENGURUTAN 4.1 Tujuan Tujuan modul IV ini, adalah: Praktikan bisa membuat beberapa program pencarian berdasarkan metode algoritma pencarian Praktikan bisa membuat beberapa program
Universitas gunadarma. pascal. Bab 4- bab 10. Hana Pertiwi S.T
Universitas gunadarma pascal Bab 4- bab 10 Hana Pertiwi S.T 14 PASCAL Struktur Perulangan WHILE-DO Struktur Perulangan REPEAT-UNTIL REPEAT UNTIL 1. Struktur Perulangan FOR 2. Penggunaan gabungan struktur
1. Kompetensi Mengenal dan memahami algoritma percabangan yang komplek.
LAB SHEET ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Semester : 4 Percabangan Komplek dan case of 200 menit No. : LST/EKA/EKA 305/03 Revisi : Tgl. : Hal. 1 dari 3 hal. 1. Kompetensi Mengenal dan memahami algoritma percabangan
MODUL PRAKTIKUM PERCABANGAN DAN PENGULANGAN
PERCABANGAN DAN PENGULANGAN Pada BAB ini akan membahas tentang PERCABANGAN dan PERULANGAN. PERCABANGAN : a) IF THEN b) CASE OF PENGULANGAN: a) REPEAT N TIMES b) REPEAT UNTIL c) WHILE DO d) ITERATE STOP
Array (Tabel) Tim Pengajar KU1071 Sem /11/3 TW/KU1071 1
Array (Tabel) Tim Pengajar KU1071 Sem. 1 2009-2010 2009/11/3 TW/KU1071 1 Tujuan Perkuliahan Mahasiswa memahami makna dan kegunaan array (tabel) Mahasiswa dapat menggunakan notasi pendefinisian dan pengacuan
Memulai Pemrograman Pascal dengan Delphi Console 1. Buka aplikasi delphi 2. Pilih File New Other Console Application
#2 Aplikasi Console Aplikasi console merupakan aplikasi berbasis teks yang berjalan pada command prompt. Bahasa yang digunakan pada aplikasi delphi adalah bahasa pemrograman pascal. Struktur Penulisan
Pencarian. 1. Memahami konsep pencarian 2. Mengenal beberapa algoritma pencarian 3. Menerapkan algoritma pencarian dalam program
Pencarian Overview Pencarian merupakan sebuah algoritma dasar yang sering diperlukan dalam pembuatan program. Berbagai algoritma pencarian telah diciptakan dan dapat digunakan. Pemahaman tentang beberapa
SORTING. Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom
SORTING Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom Sorting Suatu proses pengurutan data yang sebelumnya disusun secara acak sehingga menjadi tersusun secara teratur menurut suatu aturan tertentu. Sorting diterapkan
Teori Algoritma TIPE DATA
Alam Santosa Teori Algoritma Dasar Algoritma TIPE DATA Program komputer adalah deretan perintah untuk memanipulasi data input menjadi informasi yang bermanfaat bagi pengguna (user). Data yang diinput dapat
Konsep Sorting dalam Pemrograman Saniman dan Muhammad Fathoni
Konsep Sorting dalam Pemrograman Saniman dan Muhammad Fathoni Abstrak Sort adalah proses pengurutan data yang sebelumnya disusun secara acak sehingga menjadi tersusun secara teratur menurut suatu aturan
Searching [pencarian] Algoritma Pemrograman
Searching [pencarian] Algoritma Pemrograman [email protected] 1 Jenis Pencarian Pencarian Internal proses pencarian dilakukan pada memori utama (RAM). Pencarian Eksternal proses pencarian dilakukan
MODUL PRAKTIKUM STRUKTUR DATA Modul ke-1, Pertemuan ke-1 Nama file : P01-XXX (XXX adalah 3 digit terakhir NIM) Deskripsi: Senarai, Traversal
MODUL PRAKTIKUM STRUKTUR DATA Modul ke-1, Pertemuan ke-1 Nama file : P01-XXX (XXX adalah 3 digit terakhir NIM) Senarai, Traversal Deklarasi global: type TInfo = integer type Address = pointer to Elemen
MODUL 1. Struktur Bahasa PASCAL secara umum
MODUL 1 Struktur Bahasa PASCAL secara umum Pascal mempunyai struktur sebagai berikut: 1. Bagian Judul Program 2. Bagian Deklarasi e a. Deklarasi tipe data (TYPE) b. Deklarasi variabel (VAR) c. Deklarasi
Pencarian pada Array. Tim PHKI Modul Dasar Pemrograman Fakultas Ilmu Komputer UDINUS Semarang
Pencarian pada Array Tim PHKI Modul Dasar Pemrograman Fakultas Ilmu Komputer UDINUS Semarang Latar Belakang Merupakan proses yang penting karena sering dilakukan terhadap sekumpulan data yang disimpan
CCH1A4 / Dasar Algoritma & Pemrogramanan
CCH1A4 / Dasar Algoritma & Pemrogramanan Yuliant Sibaroni M.T, Abdurahman Baizal M.Kom KK Modeling and Computational Experiment Pencarian dalam Tabel Pendahuluan Pencarian Sekuensial Pencarian Sekuensial
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Struktur Data Kode : TIS3213 Semester : III Waktu : 2 x 3 x 50 Menit Pertemuan : 14 & 15
A. Kompetensi 1. Utama SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Struktur Data Kode : TIS3213 Semester : III Waktu : 2 x 3 x 50 Menit Pertemuan : 14 & 15 Mahasiswa dapat memahami tentang konsep pemrograman
PRAKTIKUM 7 TIPE DATA TERSTRUKTUR. Larik : deretan data yang punya type data sejenis. Misalnya : Daftar Nomor Telpon, Tabel Pajak dll.
PRAKTIKUM 7 TIPE DATA TERSTRUKTUR 1. Judul Materi / Pokok Bahasan : Tipe Data Terstruktur 2. Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat membuat program dengan menggunakan jenisjenis tipe data terstruktur
Queue. Implementasi Queue dengan Array
Queue Queue (antrian) adalah kumpulan data yang penambahan elemennya dilakukan pada suatu ujung (bagian belakang) dan penghapusannnya dilakukan pada ujung yang lain (bagian depan). Prinsip ini biasa juga
Dasar Komputer & Pemrograman 2A
Dasar Komputer & Pemrograman 2A Materi 3 Reza Aditya Firdaus STATEMENT INPUT OUTPUT Dalam bahasa Pascal untuk keperluan input (membaca input) digunakan identifier standar READ atau READLN. Identifier standart
a. TRUE b. FALSE c. Jawaban A dan B keduanya dimungkinkan benar d. Tidak dapat ditentukan e. Tidak ada jawaban di antara A, B, C, D yang benar
Bidang Studi : Informatika / Komputer Kode Berkas : KOM-L01 (solusi) 1. Jika : A bernilai FALSE B bernilai TRUE Maka pernyataan di bawah bernilai? ((A and B) or (B and not A)) xor (A and B) a. TRUE b.
Pertemuan 6 Array Objektif: 1. Memahami cara mendeklarasi tipe indeks dalam array 2. Dapat membuat program sederhana menggunakan array Pertemuan 6 53
Pertemuan 6 Array Objektif: 1. Memahami cara mendeklarasi tipe indeks dalam array 2. Dapat membuat program sederhana menggunakan array Pertemuan 6 53 P4.1 Teori Larik / array adalah tipe terstruktur yang
VARIABEL, TIPE DATA, KONSTANTA, OPERATOR DAN EKSPRESI. Pemrograman Dasar Kelas X Semester 2
VARIABEL, TIPE DATA, KONSTANTA, OPERATOR DAN EKSPRESI Tujuan Pembelajaran 1. Siswa mampu memahami penulisan Tipe data, variabel dan konstanta dalam pascal 2. Siswa mampu menerapkan penggunaan Tipe data,
A[1] A[2] A[3] A[4] A[5] A[6] A[7] A[8] A[9] A[10] Nilai elemen array Index array Inelemen array
Definisi Array Array (larik) adalah sebuah variabel yang dapat menyimpan lebih dari satu nilai sejenis (memilikii tipe data sama). Hal ini berbeda dengan variabel biasa yang hanya mampu menampung satu
Algoritma,Flowchart, Konsep
Algoritma,Flowchart, Konsep dasar PASCAL Masih ingat??? Algoritma Penulisan Algoritma Menggunakan bahasa natural (Bahasa manusia: Indonesia, Inggris) Kelemahannya masih sering membingungkan (ambigu) /
ARRAY (LARIK) Altien Jonathan Rindengan, S.Si., M.Kom.
ARRAY (LARIK) Altien Jonathan Rindengan, S.Si., M.Kom. Pendahuluan Sebuah variabel hanya menyimpan sebuah nilai, tidak dapat menyimpan beberapa buah nilai yang bertipe sejenis Dalam pemrograman, mengolah
MATERI 2 JENIS-JENIS DATA SEDERHANA & INPUT/OUTPUT DATA
MATERI 2 JENIS-JENIS DATA SEDERHANA & INPUT/OUTPUT DATA Kata-Kata Cadangan Kata-kata cadangan (reserved words) adalah kata-kata yang sudah didefinisikan oleh Pascal yang mempunyai maksud tertentu. Kata-kata
Struktur Data. Pertemuan 2
Pertemuan 2 Tujuan Pembelajaran Mahasiswa mampu menjelaskan konsep struktur data (Pengertian Struktur data, Konsep struktur data, Tipe data sederhana, Deklarasi data dalam bahasa pemrograman. 1. Pengertian
Pengantar dalam Bahasa Pemrograman Turbo Pascal
Pengantar dalam Bahasa Pemrograman Turbo Pascal Penulis: William www.etersoul.com Computer Club of Bunda Hati Kudus SMA Bunda Hati Kudus Pengantar Bahasa Pemrograman Pascal Page 1 / 11 License Agreements
STRATEGI DIVIDE AND CONQUER
Pemrogram bertanggung jawab atas implementasi solusi. Pembuatan program akan menjadi lebih sederhana jika masalah dapat dipecah menjadi sub masalah - sub masalah yang dapat dikelola. Penyelesaian masalah
ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN 2. 3 SKS By : Sri Rezeki Candra Nursari
ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN 2 3 SKS By : Sri Rezeki Candra Nursari MATERI Teks/string Pointer File Struktur Kelas/Class Konstruktor dan Destruktor Kelas dan Obyek Overloading Operator Inheritance (Pewarisan)
.::BAB II.::MENGENAL PASCAL
.::BAB II.::MENGENAL PASCAL Pascal adalah bahasa pemrograman terstruktur yang membedakan blok-blok pendeklarasian tipe, variable dan penulisan kode program. Pascal memiliki keunggulan untuk dipelajari
LAPORAN PRAKTIKUM SEMENTARA PENGANTAR PEMROGAMAN BAHASA C++
LAPORAN PRAKTIKUM SEMENTARA PENGANTAR PEMROGAMAN BAHASA C++ Disusun oleh : Nama Lengkap NIM Dosen pengampu : Yosef Murya Kusuma Ardhana.S.T., M.Kom JURUSAN SISTEM INFORMASI SEKOLAH TINGGI ILMU KOMPUTER
Chapter 3.2 : Tipe, Nama dan Nilai
Mata Kuliah : Logika dan Algoritma / 4 SKS Chapter 3.2 : Tipe, Nama dan Nilai Dosen Pengasuh : Fatoni, M.M.,M.Kom. Mail : [email protected]/[email protected] Materi Yang Dipelajari Tipe Data Dasar
JENIS-JENIS DATA DAN STATEMEN INPUT OUTPUT
JENIS-JENIS DATA DAN STATEMEN INPUT OUTPUT Jenis jenis data Jenis jenis data yang dikenal dalam bahasa pascal antara lain yaitu: 1. Jenis data sederhana a. Jenis data yang standar; yaitu : Integer Real
Pert 3: Algoritma Pemrograman 1 (Alpro1) 4 sks. By. Rita Wiryasaputra, ST., M. Cs.
Pert 3: Algoritma Pemrograman 1 (Alpro1) 4 sks By. Rita Wiryasaputra, ST., M. Cs. [email protected] Kriteria Unjuk Kerja Algoritma Pemrograman 1 Tugas Terakhir (15): Buatlah portofolio Pengidentifikasian
PROSES PENJUALAN BUKU
PROSES PENJUALAN BUKU MAKALAH Makalah ini disusun guna untuk memenuhi tugas TIK akhir tahun kelas XI semester 2 yang membahas tentang Proses Penjualan Buku. OLEH : Ida Mariyatuz Zulfa ( 14 ) Mar atu Sholekhah
Daftar field MODUL 13 RECORD
MODUL 13 RECORD Record adalah suatu tipe data terstruktur. Dengan record data dapat dikumpulkan yang masing-masing dapat mempunyai tipe data berbeda. Masing-masing item data disebut dengan fieild. Jadi
ARRAY STATIS. Type namatype_array = array [1..maks_array] of tipedata. nama_var_array : namatype_array {indeks array dari 1 sampai maksimum array}
ARRAY STATIS Array (larik) merupakan tipe data terstruktur yang terdiri dari sejumlah elemen yang mempunyai tipe data yang sama dan diakses/diacu lewat indeksnya. Array memiliki jumlah komponen yang jumlahnya
Algoritma dan Pemrograman Bab 05 Struktur Pengulangan. Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom. Universitas Komputer Indonesia
Algoritma dan Pemrograman Bab 05 Struktur Pengulangan Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom. Universitas Komputer Indonesia Latar Belakang Pengulangan Tampilkan di layar kata Saya suka Algoritma sebanyak 1000
Pertemuan VI ANTRIAN (Queue)
Pertemuan VI ANTRIAN (Queue) STMIK Balikpapan Jurusan Manajemen Informatika Pada pembahasan selanjutnya kita akan mempelajari satu jenis struktur data yang disebut dengan antrian (queue) yang sering digunakan
SEQUENTIAL SEARCH 11/11/2010. Sequential Search (Tanpa Variabel Logika) untuk kondisi data tidak terurut
Tujuan Searching & Sorting Pertemuan 9-10 Dosen Pembina Danang Junaedi TUJUAN MATERI Setelah mengikuti materi pertemuan ini, mahasiswa diharapkan dapat 1. Menjelaskan dan menggunakan metode pencarian dalam
& PEMROGRAMAN. Alex De Kweldju, S.Kom D3 Teknik Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri Papua
ALGORITMA & PEMROGRAMAN II Pascal #2 Alex De Kweldju, S.Kom D3 Teknik Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri Papua PASCAL Bahasa Pemrograman Terstruktur Diciptakan Nikalus Wirth Kata PASCAL untukpenghormatan
Algoritma Pemrograman
Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-2 (Teks Algoritma) Noor Ifada [email protected] S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Judul Algoritma Deklarasi Deskripsi Translasi
1 Pencarian. 1.1 Tinjauan Singkat Larik
1 Pencarian P encarian (searching) merupakan proses yang fundamental dalam pengolahan data. Proses pencarian adalah menemukan nilai (data) tertentu di dalam sekumpulan data yang bertipe sama (baik bertipe
Algoritma dan Pemrograman Lanjut. Pertemuan Ke-7 Pencarian (Searching) 2
Algoritma dan Pemrograman Lanjut Pertemuan Ke-7 Pencarian (Searching) 2 Disusun Oleh : Wilis Kaswidjanti, S.Si.,M.Kom. Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Pembangunan Nasional
Pertemuan 3 Penyeleksian Kondisi dan Perulangan
Pertemuan 3 Penyeleksian Kondisi dan Perulangan Objektif: 1. Mengetahui macam-macam penyeleksian kondisi dalam pascal 2. Mengerti statement kondisi IF dan Case 3. Mengetahui macam-macam perulangan dalam
Array 2 Dimensi. Pendefinisian dan Struktur Array 2 Dimensi
Array 2 Dimensi Pendefinisian dan Struktur Array 2 Dimensi Array 2 Dimensi Array yang memiliki dua subscript dalam deklarasinya. Array ini sering disebut matrix. Struktur Array 2 Dimensi Deklarasi Sebagai
LATIHAN UTS Tim Pengajar KU1071 Sem
LATIHAN UTS Tim Pengajar KU1071 Sem. 1 2010-2011 Soal 1 Buatlah sebuah program prosedural dalam notasi algoritmik yang akan membaca sebuah variabel Grs yang bertipe Garis. Informasi yang terkandung dalam
Pertemuan 4 ELEMEN-ELEMEN BAHASA PEMROGRAMAN
Pertemuan 4 ELEMEN-ELEMEN BAHASA PEMROGRAMAN I. Elemen-Elemen Dalam Bahasa Pemrograman Berikut adalah elemen-elemen pada bahasa pemrograman: Berikut adalah element-element pada bahasa pemrograman: 1. Aturan
Bubble Sort (Pengurutan Gelembung / Pemberatan)
Pertemuan XIII, XIV - PENGURUTN Pengertian lgoritma Pengurutan dibuat untuk menghasilkan kumpulan data yang terurut. Jenis da banyak jenis pengurutan. Tiga jenis yang paling sederhana adalah Bubble Sort,
PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR
1 PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR Siti Mukaromah, S.Kom TEKNIK PENYAJIAN ALGORITMA Teknik Tulisan Structure English Pseudocode Teknik Gambar Structure Chart HIPO Flowchart 2 PSEUDOCODE Kode
Pertemuan 4 KONSEP TIPE DATA
Pertemuan 4 KONSEP TIPE DATA Bahasa Pemrograman PASCAL Pascal, merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi. Pascal dirancang oleh Prof. Niklaus Writh (Technical University di Zurich, Switzerland) pada
BAB III QUEUE (ANTRIAN)
BAB III QUEUE (ANTRIAN) 3.1 Pengertian Antrian Antrian (Queue) merupakan kumpulan data yang mana penambahan elemen hanya bias dilakukan pada suatu ujung yaitu rear /tail / belakang, dan pengha[usan dilakukan
MODUL STRUKTUR DATA. Erna Kumalasari Nurnawati
MODUL STRUKTUR DATA Erna Kumalasari Nurnawati Apa yang dipelajari??? Sorting = mengurutkan sejumlah data berdasar kunci tertentu array,array record Searching (pencarian)->array+record Struktur tumpukan
BAB I PENGENALAN STRUKTUR DATA DAN ALGORITMA
BAB I PENGENALAN STRUKTUR DATA DAN ALGORITMA Tujuan : 1. Mahasiswa memahami apakah yang dimaksud dengan struktur data 2. Mahasiswa memahami apakah yang dimaksud dengan algoritma 3. Mengingat kembali tipe
Sebuah algoritma tidak saja harus benar, tetapi juga harus mangkus (efisien). Algoritma yang bagus adalah algoritma yang mangkus.
Waktu komputasi (dalam detik) Kompleksitas Algoritma Sebuah algoritma tidak saja harus benar, tetapi juga harus mangkus (efisien). Algoritma yang bagus adalah algoritma yang mangkus. Kemangkusan algoritma
Teori Algoritma. Struktur Algoritma
Alam Santosa Teori Algoritma Runtunan Struktur Algoritma Seperti telah dijelaskan sebelumnya, sebuah algoritma terbagi tiga bagian, yaitu: Judul Deklarasi Deskripsi Judul Judul program digunakan untuk
Alwin sanjaya
[email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus
A B C D E F. Gambar 1. Senarai berantai dengan 6 simpul
struktur data fd [page 1 of 7] SENARAI BERANTAI Dalam pemakaian sehari-hari istilah senarai berantai (list) adalah kumpulan linier sejumlah data. Contohnya seperti daftar belanja harian, dimana setiap
I. KATA PENGANTAR. Modul Algoritma Pemrograman. Modul Ke-4 - Hal 1
I. KATA PENGANTAR Dewasa ini sudah banyak berkembang bahasa-bahasa pemrograman tingkat tinggi yang pemakaiannya sudah sangat mudah, hanya klik dan drag saja. Namun meskipun demikian tetap saja programmer
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH PEMROGRAMAN PASCAL * (TK) KODE / SKS: KK /2 SKS
MATA KULIAH PEMROGRAMAN * (TK) Minggu ke Pokok Bahasan dan TIU 1. Algoritma Konsep Dasar Bahasa Pascal secara singkat sejarah dirancangnya bahasa Memberikan konsep dasar pembuatan program dalam bahasa
Modul ke 1. Modul Algotima Dan Pemrograman Pascal. Modul Pelatihan Olimpiade Komputer 2009 SMA Negeri 2 Cibinong
Modul ke 1 Modul Algotima Dan Pemrograman Pascal Modul Pelatihan Olimpiade Komputer 2009 SMA Negeri 2 Cibinong Author : Cahyo Tri S 4/10/2009 Politeknik Telkom 2009 MODUL ALGORITMAN DAN PEMROGRAMAN TURBO
ALGORITMA PENGURUTAN & PENCARIAN
Materi kuliah ALGORITMA PENGURUTAN & PENCARIAN Ir. Roedi Goernida, MT. ([email protected]) Program Studi Sistem Informasi Fakultas Rekayasa Industri Institut Teknologi Telkom Bandung 2011 1 Pengelompokan
Bambang Heru S Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia
Pascal (1) Bambang Heru S Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia Intro Pascal Contoh Program Pascal program Hallo; (* Program untuk menampilkan tulisan Hallo, World di layar *) i:integer; writeln(
Perulangan. Bentuk Proses. 1. Perulangan For positif contoh 1 : perulangan positif untuk satu statement :
Perulangan Bentuk bentuk Perulangan Dalam hampir setiap program yang kompleks mutlak memerlukan suatu perulangan. Tujuan perulangan disini adalah untuk mengulang statement atau blok statement berulang
Variabel dan Tipe Data Kusrini 1, Heri Sismoro 2
Variabel dan Tipe Data Kusrini 1, Heri Sismoro 2 1 Jurusan Sistem Informasi, 2 Jurusan Manajemen Informatika 1,2 STMIK AMIKOM Yogyakarta 1,2 Jl. Ringroad Utara Condong Catur Sleman Yogyakarta Variabel
PENGANTAR ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN
PENGANTAR ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN Asal kata Algoritma Algorism atau Algorithm berarti proses menghitung. Al-Khuwarizmi dalam buku berjudul Kitab Al Jabar Wal-Muqabala yang artinya Buku pemugaran dan
Nama : Suseno Rudiansyah NPM : Kelas : X2T Prodi : Teknik Informatika Tugas : Kuis Algoritma 2
Nama : Suseno Rudiansyah NPM : 201543501544 Kelas : X2T Prodi : Teknik Informatika Tugas : Kuis Algoritma 2 Tugas Kuiz Algoritma 2. Dosen : Budi Santoso 1. Diketahui dua buah larik A = [12,3,9,4,15,6]
Algoritma Searching Tenia wahyuningrum, S.Kom. MT dan Sisilia Thya Safitri, MT
Algoritma Searching Tenia wahyuningrum, S.Kom. MT dan Sisilia Thya Safitri, MT mengapa? mengapa? mengapa? mengapa? mengapa? mengapa? mengapa? mengapa? Mengapa tombol power ada di atas? Mengapa diberi
Oleh : La Ode Abdul Jumar. Berkas(file) adalah kumpulan sejumlah komponen yang bertipe data sama,
1. Berkas SISTEM BERKAS Oleh : La Ode Abdul Jumar Berkas(file) adalah kumpulan sejumlah komponen yang bertipe data sama, yang jumlahnya tidak tertentu. Banyaknya data dalam berkas dapat ditambah jika diperlukan.
PERBANDINGAN KOMPLEKSITAS ALGORITMA PENCARIAN BINER DAN ALGORITMA PENCARIAN BERUNTUN
PERBANDINGAN KOMPLEKSITAS ALGORITMA PENCARIAN BINER DAN ALGORITMA PENCARIAN BERUNTUN Yudhistira NIM 13508105 Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika ITB Jalan Ganesha No.10 Bandung e-mail: [email protected]
ARRAY. contoh : A[1] := 10; var A : array[1..10] of integer; A[nomer_indeks]
ARRAY Array adalah tipe data kompleks yang elemen-elemennya mempunyai tipe data yang sama. Jumlah elemen array bersifat tetap dan tidak bisa ditambah atau dikurangi setelah pendeklarasiannya. Tiap elemen
SEARCHING. Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Gadjah Mada 1
SEARCHING Pencarian data (searching) yang sering juga disebut dengan table look-up atau storage and retrieval information, adalah suatu proses untuk mengumpulkan sejumlah informasi di dalam pengingat komputer
TEKNIK KOMPILASI Tony Darmanto,ST / Smt V S1 TI / STMIK WIDYA DHARMA/ Hal 16
Tony Darmanto,ST / Smt V S1 TI / STMIK WIDYA DHARMA/ Hal 16 4. ANALISIS LEKSIKAL Struktur Kompiler Analisis Leksikal Apa itu? Masukan bagi sebuah compiler/interpreter adalah program sumber yang strukturnya
BAB 3 SEARCHING A. TUJUAN
BAB 3 SEARCHING A. TUJUAN 1. Mahasiswa dapat melakukan perancangan aplikasi menggunakan struktur Searching (Pencarian) 2. Mahasiswa mampu melakukan analisis pada algoritma Searching yang dibuat 3. Mahasiswa
Belajar itu, Tidak harus menunggu materi dari guru Inisiatif Mencari itulah BELAJAR.
SiniCari.Blogspot.com Belajar itu, Tidak harus menunggu materi dari guru Inisiatif Mencari itulah BELAJAR. 1.struktur pertama dalam pascal adalah.. a. Char; b. String c. End. d. Writeln e. Uses crt; 2.
2 SENARAI/LIST BERANTAI GANDA
2 SENARAI/LIST BERANTAI GANDA * Senarai berantai yang sudah dipelajari hanya mempunyai sebuah pointer pada setiap simpul. Kerugiannya hanya bisa dibaca dalam satu arah saja. Jika ingin membacanya dari
Pointer. Pengertian. Struktur Data Pascal
Pointer Struktur Data Pascal Pengertian Pada materi sebelumnya telah dijelaskan mengenai variabel bertipe array, suatu tipe data yang bersifat statis (ukuran dan urutannya sudah pasti). Selain itu ruang
Modul I. Modul Praktikum Bahasa Pemrograman Pascal
Modul I Mata Kuliah : Lab. Bhs. Pemrograman Pertemuan : 1 Pokok Bahasan : Pemrograman dengan Turbo Pascal Sub Pokok Bahasan : Pengantar dan Kasus Input-Output Waktu : 2 X 60 Menit 1.1 Tujuan Setelah mneyelesaikan
Algoritma dan Pemrograman Array
Adam Mukharil Bachtiar Teknik Informatiak 2012 Algoritma dan Pemrograman Array Materi Hari Ini Pendefinisian Array Array 1 dimensi Array 2 dimensi Pendefinisian Array All About Array Latar Belakang Array
PENDAHULUAN. Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom
PENDAHULUAN Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom Langkah dalam proses pembuatan suatu program atau software : Mendefinisikan masalah dan menganalisanya Tujuan dari pembuatan program Parameter-parameter
Perkuliahan Pemrograman II (Teori / Praktikum) Minggu 3
Perkuliahan Pemrograman II (Teori / Praktikum) Minggu 3 Tipe Data Variabel Konstanta Operator Fungsi-Fungsi Konversi Data Contoh Program Mengolah Data Tipe data pada dasarnya merupakan nama untuk sejenis
Bab 2 DASAR-DASAR ALGORITMA
Bab 2 DASAR-DASAR ALGORITMA Pada bab ini anda akan mempelajari 1. Nama (pengenal) 2. Nilai 3. Variabel dan Konstanta 4. Penugasan (Assignment) 5. Jenis-jenis tipe data 6. Jenis-jenis operasi dan kaitannya
Algoritma & Pemrograman
Alam Santosa Algoritma & Pemrograman Algoritma Array & Penulisannya dalam Bahasa Pascal Array Array disebut juga larik adalah struktur data yang menyimpan sekumpulan/sederetan variabel yang bertipe data
Pengenalan Pascal. Sejarah Singkat Pascal
Pengenalan Pascal Sejarah Singkat Pascal Dirancang oleh Prof. Nicklaus Wirth dari Technical University di Zurich, Switzerland tahun 1971. Nama Pascal berasal dari Blaise Pascal, nama ahli matematika dan
