BAB II KAJIAN PUSTAKA
|
|
|
- Yuliana Hermanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Rumput Laut Rumput laut adalah tumbuhan yang hidup di laut dan merupakan jenis makroalga. Tanaman ini adalah ganggang multiseluler divisi Thallophyta. Rumput laut tidak termasuk tumbuhan sejati karena tidak memiliki akar, batang dan daun. Tumbuhan ini biasanya hidup di dasar perairan yang masih terkena cahaya matahari. Berdasarkan pigmen, warna rumput laut terbagi atas 4 jenis yaitu ;ganggang biru (Cyanophyceae), ganggang hijau (Chlorophyceae), ganggang merah (Rodophyceae) dan ganggang coklat (Phaeophyceae)(Yudhi 2009). Rumput laut memiliki nutrisi yang sangat beragam dengan kadar yang cukup tinggi, mencapai kali lipat dibandingkan dengan tanaman darat. Rumput laut menghasilkan senyawa koloid yang disebut fikokoloid yakni agar, algin dan karaginan (Kadi 2004), oleh karena itu rumput laut menjadi sumber pembuatan tepung karaginan yang nantinya dapat diolah menjadi produk lain. Selain untuk bahan pangan dan sumber hidrokoloid, rumput laut juga mempunyai potensi sebagai antikanker, mencegah kardiovaskular, makanan diet, bahan obatobatan serta antioksidan klorofil. Rumput laut dari divisi Phaeophyta menghasilkan algin atau alginat, laminarin, selulosa dan manitol. Biasanya jenis Phaeophyta yang dimanfaatkan sebagai penghasil algin alginat adalah Macrocystis, Turbinaria, Padina dan sp. (Rasyid 2003). Pemanfaatan potensi rumput laut terus berkembang dan merambah bidang farmasi, kosmetik serta kedokteran crassifolium crassifolium merupakan salah satu jenis Phaeophyta atau alga coklat yang tumbuh di Indonesia. Di Indonesia terdapat 15 spesies salah satunya crassifolium (Kadi 2005). 9
2 10 Tabel 1. Kandungan dan Manfaat Rumput Laut Genus Jenis Kandungan Manfaat Sumber binderi crassifolium duplicatum echinocarpum fenitan filipendula gracillimum hystrix mollerii Sargssum polyceratium fenol, alginat, fukosantin, asam lemak fenol, alginat, asam amino, asam lemak, mineral (Ca, Fe, P) fenol, alginat, flavonoid, phlorotanin, alkaloid. Antioksidan Noviendri et.al. (2011) Handayani et al. (2004) Aulanni et.al. (2011)
3 11 polycystum siliquosum sineureum sp. vulgare crassifolium : Berdasarkan Estiati 1994 berikut adalah klasifikasi Gambar 2. crassifolium Sumber : Dokumen pribadi Kingdom Divisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Phaeophyta : Phaeophyceae : Fucales : Sargassaceae : : crassiolium J. Agardh 1848 crassifolium memiliki thalus silindris dan berduri kecil. Thalus bercabang dan percabangan ini dinamakan pinnatus alternates sedangkan anak percabangannya merupakan daun. Tiap-tiap percabangan terdapat gelembung
4 12 udara berbentuk bulat yang disebut Bladder. Bladder berfungsi untuk menopang cabang-cabang thalus terapung ke arah permukaan air agar mendapatkan intensitas cahaya matahari (Kadi 2005). Thalus sedikit datar, licin tetapi batang utama bulat dan agak kasar. Panjang pinnatus alternates antara cm. daun berbentuk oval memanjang 40 x 10 mm dan terdapat urat tengah daun (IPTEKnet 2002). Hidup di zona intertidal, subtidal, sampai daerah tubir dengan ombak besar dan deras (Kadi 2005). tumbuh subur pada daerah tropis dengan suhu perairan 27,25-29,30 o C dan salinitas 32-33,5 o / oo (Kadi 2005). Menurut penelitian Handayani (2004) rumput laut crassifolium mengandung asam askorbat sebesar 49,01 ± 0,75 mg/100 g. Berikut tabel lengkap kandungan nutrisi pada crassifolium : Tabel 2. Kadar Nutrisi Thalus S. crassifolium Jenis Nutrisi Rata-rata kadar Keterangan Protein 5,19 ± 0,13 Berat Basah Abu dan Mineral Abu (mineral) 36,03 ± 0,34 Berat Kering Ca (mg/100 g) 1540,66 ± 6,99 Berat Kering Fe (mg/100 g) 132,65 ± 3,47 Berat Kering P (mg/100 g) 474,03 ± 1,01 Berat Kering Vitamin A (µg RE/100 g) 489,55 ± 8,4 Berat Kering Asam askorbat(mg/100 g) 49,01 ± 0,75 Berat Kering Lemak (%, b/b) 1,63 ± 1,1 Berat Kering Kadar (%, b/b) 37,91 ± 0,34 Berat Kering Warna Kuning kecoklatan Berat Kering ph 6,86 ± 0,05 Berat Kering Ukuran Partikel 150 mesh Berat Kering Sumber : Handayani Gracilaria coronopifolia Gracilaria coronopifolia termasuk kedalam kelas Rhodophyceae dan merupakan penghasil alginat. Berdasarkan Anggadiredja et al. (2006) dalam Hasanah (2007) klasifikasi Gracilaria adalah sebagai berikut :
5 13 Kingdom Divisi Kelas Ordo Famili Spesies : Plantae : Rhodophyta : Rhodophyceae : Gigartinales : Solierisceae : Gracilaria coronopifolia Gambar 3. Gracilaria coronopifolia Sumber : Dokumen pribadi Ciri-ciri dari rumput laut jenis ini adalah thalus silindris, licin dan berwarna coklat-hijau atau coklat-kuning. Ukuran panjang thalus Gracilaria coronopifolia berkisar antar 6,5-19,2 mm dan berdiameter 1,5-2,2 mm (Sjafrie 1990). Hidup menempel pada substrat batu atau karang dengan cakram kecil. Pada umumnya rimbun pada bagian atas rumpun (IPTEKnet 2002). Gracilaria memiliki kemampuan beradaptasi terhadap faktor-faktor lingkungan seperti suhu, salinitas, cahaya dan ph (Sjafrie 1990). Suhu optimal untuk membudidayakan jenis ini berkisar antara o C, salinitas o / oo dan ph 8-8,5 (Kadi dan Atmadja 1988 dalam Sjarief 1990). Pemanfaatan Gracilaria coronopifolia selama ini sebagai bahan baku untuk industri agar-agar.spesies ini juga mengandung vitamin, mineral dan protein yang tinggi (IPTEKnet 2002). 2.2 Carica papaya Sumber senyawa inhibitor tirosinase yang umum digunakan adalah pepaya. Pepaya memiliki kandungan asam askorbat yang tinggi (DepKes RI 1992). Maka, banyak produk kosmetik pencerah kulit menggunakan pepaya sebagai bahan bakunya karena antiokidan yang dikandung pepaya dapat memberikan warna kulit yang cerah (Wibawa 2011).
6 14 Tabel 3. Kandungan Senyawa pada Pepaya per 100 g Zat Gizi Buah Pepaya Buah Pepaya Masak Muda Daun pepaya Protein (g) 0,5 2,1 8,0 Lemak (g) 0 0,1 2,0 Karbohidrat (g) 12,2 4,9 11,9 Kalsium (mg) Fosfor (mg) Besi (mg) 1,7 0,4 0,8 Vitamin A (SI) ,25 Vitamin B1 (mg) 0,04 0,02 0,15 Asam askorbat (mg) Air (g) 86,7 92,3 75,4 Sumber : Direktorat Gizi, DepKes RI (1992) 2.3 Ultraviolet Sinar ultraviolet adalah sinar tidak tampak yang merupakan bagian dari sinar matahari. Sinar UV ini memiliki frekuensi gelombang yang lebih tinggi daripada cahaya violet, cahaya warna yang masih bisa dilihat oleh manusia dan memiliki panjang gelombang terpendek dari cahaya tampak. Sebelum sampai ke bumi, sinar UV sebanyak ± 98,7% diserap oleh lapizan ozon di zona stratosfer, maka hanya sebagian kecil saja yang dapat mencapai bumi. Sinar ultraviolet, dikelompokkan lagi menjadi 3 yaitu ultraviolet A, B, dan C yang dikelompokkan berdasarkan panjang gelombangnya (Hamdi 2009). Ultraviolet A (UVA) memiliki panjang gelombang nm. Sinar UVA ini sebagian besar dapat mencapai permukaan bumi karena sinar UVA ini sama sekali tidak terpengaruh oleh lapisan ozon stratosfer. Namun, dalam presentase yang kecil terpengaruh oleh adanya molekul-molekul uap air dan beberapa jenis molekul gas lainnya di atmosfer. Energi yang dibawa tiap foton ultraviolet A sebesar 3,10-3,94 ev (Hamdi 2009). Ultraviolet B (UVB) memiliki rentang panjang gelombang nm. Sebagian besar UVB diserap oleh atmosfer dan memiliki sifat yang sama dengan UVC, yaitu memiliki respon yang baik terhadap reaksi-reaksi fotokimia yang membentuk lapisan ozon (Hamdi 2009). UVB memiliki dampak positif terhadap kulit yaitu mempercepat pembentukan vitamin D di dalam kulit. Kekurangan
7 15 vitamin D dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan tulang, misalnya osteomalacia yaitu tulang menjadi lembutdan rapuh. Vitamin D dapat diperoleh melalui nutrisi makanan maupun penyinaran (Hamdi 2009). Selain pengaruh positif, UVB memiliki efek negatif yaitu apabila kulit terlalu lama terkena paparan sinar UVBdapat menimbulkan sunburn, immunologic effects, dan carcinogenesis.sunburn merupakan sebuah efek dari penyinaran ultraviolet overexposure. Terkena paparan UVB selama 4-8 jam dapat menyebabkan meningkatnya aliran darah sehingga mempengaruhi kulit (Hamdi 2009). Selain itu, penyinaran berlebihan akan mempercepat proses penuaan, termasuk telangietasia, blotchy pigmentation (bintik hitam pada kulit atau flek), kehilangan elastisitas kulit, thinning (penipisan kulit), dan perubahan warna kulit menjadi lebih gelap. Penghitaman kulit ini dikarenakan pembentukan melanin yang terjadi di kulit.semakin lama kulit terkena paparan sinar UVB maka semakin cepat pula pembentukan melanin (Shosuke 2003). Jenis sinar UV yang lain adalah Ultraviolet C atau UVC yangmemiliki nilai panjang gelombang antara nm. Karena penyerapan oleh atmosfer maka hanya sedikit UVC yang dapat mencapai permukaan bumi. Spektrum UVC memiliki sifat-sifat germicidal, yaitu sifat yang dapat menghambat kemampuan organisme untuk multiplikasi pada lingkungan yang sesuai atau mengurangi jumlah mikroorganisme di berbagai macam permukaan jaringan hidup (Tjay dan Rahardja 2007). Sifat Sinar UVB paling berpengaruh terhadap hiperpigmentasi karena dapat memasuki kulit hingga lapisan epidermal (Hamdi 2009). 2.4 Kulit Kulit adalah lapisan jaringan yang terdapat di permukaan tubuh. Kulit manusia terdiri atas lapisan epidermis dan dermis. Pada lapisan dermis terdapat pembuluh darah, akar rambut, ujung saraf, kelenjar minyak. Lapisan epidermis merupakan lapisan luar kulit yang tersusun atas lapisan korneum dan lapisan Malpighi. Lapisan korneum merupakan lapisan kulit mati dimana lapisan kulit ini dapat mengelupas dan digantikan dengan sel-sel baru sedangkan lapisan Malpighi terdiri atas lapisan spinosum dan lapisan germinativum (Amila 2004). Lapisan
8 16 spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar dan pada lapisan germinavitum terdapat sel-sel yang aktif membelah diri, menggantikan sel-sel yang lepas dari lapisan korneum. Pada lapisan Malpighi juga terkandung pigmen melanin yang memberi warna coklat-kehitaman pada kulit (Amila 2004). Gambar 4. Citra Histologi Epidermis Sumber : Pigmen Kulit Pigmen atau zat warna merupakan zat yang mengubah warna cahaya tampak sebagai akibat proses absorbsi selektif terhadap panjang gelombang pada kisaran tertentu.pigmen terdapat pada kulit, rambut, iris, vascularis stria. Pada manusia terdapat tiga komponen pigmen yaitu karotenyang memberikan warna inheren kekuningan pada jaringan, oksihemoglobin memberikan warna kemerahan pada dasar kapiler dan melanin yang memberikan warna coklat kehitaman. Diantara semua warna pigmen yang ada dalam kulit, melanin yang palingberpengaruh dalam memberikan warna kulit manusia (Amila 2004).
9 17 Melanin di kulit dihasilkan oleh melanosit yang berada di lapisan basal epidermis. Melanin dibentuk dari asam amino tirosin dengan bantuan enzim tirosinase dan oksigen. Proses oksidasi tirosin menjadi melanin ini lebih cepat saat suhu tinggi dan adanya sinar ultraviolet (Amila 2004). Gambar 5. Melanin dan Melanosit Sumber : Menurut Slominski et al.2004, melanin dibagi menjadi beberapa macam, berikut adalah contoh macam-macam melanin : 1. Eumelanin Eumelanin polimer merupakanasam polietilena5,6-dihydroxyindole (DHI) dan 5,6-dihydroxyindole-2-karboksilat (DHICA) polimer. Eumelanin ditemukan di rambut, areola, dan kulit.ada dua jenis eumelanin yaitu eumelanin coklat dan hitam (Slominski et al. 2004). 2. Pheomelanin Pheomelanin terdapat pada rambut dan kulit. Pheomelanin memberikan warna dan banyak terdapat pada orang yang berambut merah. Pheomelanin juga dapat menjadi karsinogenik ketika terpapar sinar ultraviolet. Secara kimia, pheomelanin berbeda dari eumelanin dalam struktur oligomer (Slominski et al. 2004).
10 18 3. Neuromelanin Neuromelanin adalah pigmen gelap yang terdapat dalam pigmen neuron. Dalam otak, pigmen ini terbentuk dari oxyradical metabolit monoamine neurotransmiter dopamin dan norepinefrin (Slominski et al. 2004). Melanin mempunyai sifat fotokimia yang baik sehingga menjadikannya sebagai photoprotectant. Pada saat radiasi sinar ultraviolet datang ke kulit, maka melanin akan menyerap dan mengubahnya menjadi panas yang tidak berbahaya. Hal ini terjadi melalui suatu proses yang disebut "konversi internal ultrafast". Apabila kulit terpapar sinar UV terlalu lama maka pembentukan melanin akan berlangsung cepat dan akan terjadi perubahan warna kulit atau sering disebut dengan pigmentasi (Riffat 2012). Terdapat dua jenis pigmentasi yaitu hipopigmentasi dimana pembentukan melanin berkurang menyebabkan warna kulit lebih cerah atau putih sedangkan hiperpigmentasi merupakan keadaan dimana kulit memproduksi melanin sangat banyak dan menyebabkan perubahan warna kulit menjadi coklat kehitaman (Kabulrahman 2010), proses pembentukan melanin ini dinamakan melanogenesis Melanogenesis Melanin diproduksi di melanosit, melanosit merupakan sel yang berdendrit yang terletak di stratum basal epidermis. Melanosit terdiri atas inti, retikulum endoplasma, apparatus golgi, mitokondria, mikrotubular, mikrofilamen dan melanosom yang berfungsi untuk pembentukan pigmen melanin (Amila 2004). Menurut Amila (2004) pada melanosom terjadi proses pigmentasi melanin kulit. Proses ini terjadi pada 4 tahap : Tahap 1, vesikel dikelilingi oleh membran yang merupakan awal proses dari aktivitas enzim tirosinase. Lalu terbentuk substansi granul halus pada bagian perifernya. Pada tahap ini untaian-untaian padat elektron memiliki suatu susunan molekul tirosinase yang rapi pada sebuah matriks protein. Tahap 2, vesikel (melanosom) berbentuk oval dan terlihat filamenfilamen dengan jarak sekitar 10 nm. Pada tahap ini melanin sudah terbentuk dan disimpan dalam matriks protein.
11 19 Tahap 3, Peningkatan pembentukan melanin. Pada tahap ini produksi melanin sudah tinggi sehingga struktur halusnya agak sulit terlihat. Tahap 4, pada tahap ini granul melanin sudah matang dan melanin secara sempurna mengisi vesikel. Granul yang matang berbentuk elips, dengan panjang 1 µm dan diameter 0,4 µm Hormon yang Mempengaruhi Proses Melanosit Sinar ultraviolet dan hormon merupakan faktor yang mempengaruhi pembentukan melanin. Sinar ultraviolet mempengaruhi aktivitas enzim tirosinase sedangkan hormon akan mempengaruhi kandungan melanin di bawah kulit (Lilies 2012). Beberapa hormon yang dapat mempengaruhi jumlah melanin di kulit adalah hormon estrogen dan hormon melatonin. Hormon estrogen mempengaruhi jumlah melanin yang ada di bawah permukaan kulit dengan cara mengatur frekuensi dan jumlah melanin yang akan didistribusikan ke permukaan epidermis kulit (Lilies 2012). Pada kondisi tertentu seperti saat menstruasi produksi hormon estrogen akan meningkat (Lilies 2012) dan biasanya menyebabkan noda-noda hitam pada permukaan kulit yang disebabkan oleh pembentukan melanin. Proses ini berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama sehingga efeknya tidak dapat langsung terlihat (Lilies 2012). Hormon melatonin merupakan salah satu hormon yang mempengaruhi jumlah melatonin selain hormon estrogen. Hormon melatonin berfungsi untuk menghambat pembentukan pigmen kulit (Pristiwadi et al. 2011). Hormon ini bersifat toksifikasi dan dapat mencerahkan kulit karena menghambat proses pembentukan melanin tetapi hormon ini akan rusak pada keadaan yang sangat terang (Pristiwadi et al. 2011). 2.5 Tirosinase Tirosinase adalah enzim yang mengandung unsur tembaga yang terdapat di mikroorganisme, tumbuhan dan hewan (Chang 2012). Tirosinase berperan penting pada proses awal pembentukan melanin yaitu saat proses hidroksilasi
12 20 tirosinase menjadi DOPA dengan cara mengoksidasi monophenols menjadi o- diphenols dan saat perubahan DOPA (3,4 dihidroksil fenil alanin) menjadi dopaquinon dengan cara mengoksidasi o-diphenols menjadi o-dopaquinon (Khan 2007, Hearing dan Tsukamoto 1991). Aktivitas enzim tirosinase sangat berpengaruh pada pembentukan melanin.apabila aktivitas enzim tirosinase tinggi maka pembentukan melanin berjalan cepat dan dapat memproduksi melanin dalam jumlah banyak, melebihi batas normal. Jumlah melanin yang melebihi batas normal akan merubah warna kulit menjadi lebih coklat atau kehitaman (Graillet et al. 1997). Enzim tirosinase mempunyai locus albino dimana albinisme dapat terjadi diakibatkan oleh mutasi locus tersebut (Hearing dan Tsukamoto 1991). Melanin di kulit dapat dibentuk dari reaksi lain dibawah proses regulasi aktif tubuh namun aktivitas enzim tirosinase yang menjadi faktor utama pembentuk melanin (Hearing dan Tsukamoto 1991). Enzim tirosinase menjadi faktor yang sangat penting dalam pembentukan melanin di kulit dikarenakan enzim ini dapat mengkatalisasi proses awal pembentukan melanin. Sisi aktif enzim tirosinase adalah ion Cu 2+, dilambangkan dengan C (Copper) lalu O 2 dan Histidin (Gambar 6). Gambar 6. Sisi Aktif Enzim Tirosinase Sumber : Gelder et al.(1997) dalam Khan (2007)
13 Sinar UV terhadap Aktivitas Tirosinase Pada proses pembentukan melanin yang telah dijabarkan pada halaman 19, yang paling mempengaruhi gelap atau terangnya warna kulit adalah pada tahap 2 dimana vesikel melanosom berbentuk oval dan sudah terdapat filamen dan melanin sudah terbentuk berupa matriks protein. Pada tahap ini, reaksi fisiskimiawi menggelapkan warna melanin yang belum muncul ke luar melanosit kemudian merangsangnya secara cepat untuk masuk ke keratinosit (Amila 2004). Selain itu, kecepatan sintesis melanin dalam melanosit mengalami akselerasi, sehingga meningkatkan jumlah pigmen melanin. Reaksi kimiawi penyebab percepatan pembentukan melanin ini diakibatkan aktivitas tirosinase yang tinggi. Enzim tirosinase mempercepat reaksi hidroksilasi L-tirosin menjadi L-DOPA dan oksidasi L-DOPA menjadi dopaquinon pada proses pembentukan melanin (Hearing dan Tsukamoto 1991). Aktivitas tirosinase ini akan lebih cepat bekerja di bawah sinar ultraviolet karena radiasi UV yang masuk ke dalam kulit merupakan stimulus agar enzim tirosinase aktif bekerja (Graillet et al. 1997). Keratinosit mensekresi nitric oxide (NO) sebagai respon dari sinar UVA dan UVB yang masuk. Banyaknya NO yang dihasilkan berpengaruh pada proses melanogenesis. Melanosit merespon NO yang masuk dengan cara mengurangi pertumbuhan dan memulai proses melanogenesis karena NO yang dihasilkan keratinosit akan berasosiasi dengan tirosinase dan mempercepat melanogenesis (Graillet et al. 1997). Tirosinase berperan untuk mengkatalisis proses hidroksilasi L-tirosin yang pada awalnya lambat kemudian menjadi cepat serta dengan cepat mengoksidasi L-DOPA menjadi dopaquinon. Semakin sering kulit terkena paparan sinar UV maka semakin reaktif kerja enzim tirosinase yang menyebabkan pembentukan melanin menjadi banyak dalam waktu yang cepat (Amila 2004).
14 22 Gambar 7. Skema Pembentukan Melanin Sumber :Balsamand Sagarin dalam Hartanti dan Setiyawan Mekanisme Inhibitor Tirosinase Inhibitor berasal dari kata inhibit yang artinya menghalangi, jadi inhibitor tirosinase merupakan senyawa yang dapat menghambat kerja enzim tirosinase. Inhibitor akan mencegah sisi aktif enzim untuk tidak bekerja. Inhibitor sendiri terbagi menjadi dua yaitu kompetitif yang bersaing dengan substrat untuk bergabung dengan enzim dan non-kompetitif dimana inhibitor ini memiliki sisi ikatan yangberbeda dengan substrat pada enzim (Ferdinand dan Wibowo). Beberapa senyawa yang berfungsi sebagai inhibitor tirosinase, diantaranya adalah merkuri, hidroquinon, arbutin, alpha hidrocyd acid (AHA), kojic acid, asam askorbat dan beberapa senyawa turunan fenol. Dari banyaknya senyawa inhibitor tirosinase yang telah diketahui terdapat senyawa yang memberikan efek negatif bila dipakai pada kulit dalam jangka waktu yang panjang seperti merkuri, hidroquinon dan AHA. Hidroquinon memberikan efek toksik karena zat ini berkompetisi dengan tirosin sebagai substrat tirosinase sehingga menstimulus tirosinase mengoksidasi hidroquinon menjadi benzoquinon. Benzoquinon jenis p-
15 23 benzoquinon inilah yang bersifat toksik terhadap DNA (Westerhoof dan Kooyers 2005). Asam askorbat atau vitamin C telah diketahui bermanfaat sebagai antioksidan kulit dan dapat menghambat produksi melanin kulit. Beberapa jenis asam askorbat yang telah stabil adalah magnesium ascorbyl phosphate, L-ascorbic acid dan ascorbyl glucosamine (Elmore 2005). Sebagai zat penangkal radikal bebas, vitamin C dapat langsung bereaksi dengan anion superoksida, radikal hidroksil, oksigen singlet dan lipid peroksida. Sebagai reduktor asam askorbat akan mendonorkan satu elektron membentuk semidehidroaskorbat yang tidak bersifat reaktif dan selanjutnya mengalami reaksi disproporsionasi membentuk dehidroaskorbat yang bersifat tidak stabil. Dehidroaskorbat akan terdegradasi membentuk asam oksalat dan asam treonat. Oleh karena kemampuan vitamin C sebagai penghambat radikal bebas, maka peranannya sangat penting dalam menjaga integritas membran sel (Suhartono et al dalam Susanto et al. 2009). Menurut Suhartono et al. (2007) dalam Susanto et al. (2009), reaksi askorbat dengan superoksida secara fisologis mirip dengan kerja enzim SOD (Superoxide Dismutase) sebagai berikut : 2Oˉ2 + 2H + +Askorbat 2H 2 O 2 + Dehiroaskorbat Reaksi dengan hidrogen peroksida dikatalisis oleh enzim askorbat peroksidase (Asada 1992 dalam Susanto et al.2009) adalah sebagai berikut : H2O2 + 2 Askorbat 2H Monodehidroaskorbat Masing-masing senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai agen antipigmentasi memiliki mekanisme yang berbeda dalam menghambat pembentukan melanin, seperti yang disebutkan Chang (2005) terdapat beberapa mekanisme bagi agen inhibitor untuk menghambat kerja enzim tirosinase yaitu (i) zat inhibitor dapat menghindari pembentukan dopakrom dan melanin dengan cara mereduksi tirosin menjadi dopa serta dopa menjadi o-dopaquinon (ii) zat inhibitor dapat bereaksi dengan o-dopaquinon dan merubahnya menjadi produk tanpa warna (iii) agen inhibitor tirosinase dapat menjadi substrat alternatif bagi reaksi oksidasisehingga produk yang dihasilkan berbeda dengan reaksi oksidasi fenol oleh tirosinase sehingga pembentukan dopakrom dapat dicegah.
16 Senyawa Metabolit Sekunder Senyawa metabolit sekunder merupakan senyawa yang dihasilkan makhluk hidup dalam keadaan tertentu.salah satu metode uji kualitatif metabolit sekunder yang ada pada bahan alam adalah dengan melakukan uji fitokimia. Beberapa senyawa metabolit sekunder berpotensi sebagai agen inhibitor tirosinase terutama dari senyawa turunan fenolik. Alkaloid Alkaloid merupakan senyawa metabolit sekunder yang memiliki sifat fisik tidak berwarna, mayoritas bersifat optis aktif dan berbentuk kristal serta rasanya yang pahit (Harborne 1987). Senyawa alkaloid merupakan senyawa yang bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen (Harborne 1987, Syaputri 1987). Senyawa alkaloid pada tumbuhan terlibat dalam proses pertumbuhan, penghalau atau penarik serangga. Bagi manusia senyawa alkaloid ini sering kali bersifat toksik dan dimanfaatkan dalam bidang pengobatan (Harborne 1987). Gambar 8.Struktur Kimia Alkaloid Quilonin (Sumber : ) Flavonoid Senyawa flavonoid pada tanaman berfungsi meningkatkan toleransi stress terhadap lingkungan yang bersifat suboptimal, menstimulasi bakteri Rhizobium untuk melakukan fiksasi nitrogen dan pertahanan diri terhadap herbivore dan pathogen (Anderson dan Markham 2005). Flavonoid merupakan kelompok senyawa fenol terbesar yang terdapat di alam. Senyawa flavonoid merupakan senyawa yang memberikan warna merah, ungu, biru, dan kuning pada tumbuhan. Flavonoid memiliki kerangka dasar 15 atom karbon yang umumnya tersebar di dunia tumbuhan.
17 25 Gambar 9. Struktur Kimia Umum Flavonoid (Sumber : Fenolik Senyawa fenolik memiliki paling tidak satu gugus fenol. Gugus fenol terdiri atas cincin benzene yang tersubtitusi hidroksil (OH). Dalam keadaan murni, senyawa fenol merupakan zat padat yang tidakberwarna. Apabila terjadi reaksi oksidasi senyawa fenol ini akan berubah menjadi gelap. Semakin banyak gugus hidroksil maka kelarutan fenol dalam air akan semakin bertambah (Kurniawan 2012). Senyawa fenolik memiliki aktivitas biologis yang beraneka ragam, dansering digunakan dalam reaksi enzimatik. Senyawa fenolik ini merupakan contoh senyawa yang akan mendonorkan atom H ketika bereaksi (Kurniawan 2012). Gambar 10.Struktur Kimia Senyawa Fenol (Sumber : Tanin Tanin terdapat banyak pada tumbuhan berpembuluh. Di dalam tumbuhan letak tanin terpisah dari protein dan enzim sitoplasma tetapi bila jaringan rusak dapat menyebabkan terjadinya reaksi penyamakan. Reaksi ini menyebabkan protein lebih sukar dicapai oleh cairan pencernaan hewan sehingga fungsi utama tanin bagi tumbuhan adalah sebagai mekanisme pertahanan diri dari herbivora (Harborne 1987).
18 26 Secara kimia tanin dibagi dua jenis utama yaitu tanin terkondensasi dan tanin terhidrolis. Senyawa tanin dapat bereaksi dengan protein membentuk kopolimer yang tidak dapat larut dalam air (Harborne 1987). Gambar 11.Struktur Kimia Senyawa Tanin Sumber : Fenol Hidrokuinon Senyawa fenol merupakan struktur aromatik yang terdiri satu atau lebih gugus hidroksil (Harborne 1987). Komponen senyawa ini bersifat larut air selama komponen tersebut berikatan dengan gula membentuk glikosida, dan biasanya terdapat dalam vakuola sel. Flavonoid merupakan kelompok yang terbesar diantara senyawa fenol alami (Harborne 1987). Kuinon adalah senyawa berwarna mempunyai kromofor dasar seperti kromofor pada benzokuinon. Senyawa ini digolongkan menjadi 4 kelompok yaitu; benzokuinon, naftokuinon, antrakuinon, dan kuinon isoprenoid (Harborne 1987). Triterpenoid dan Steroid Gambar 12. Struktur Kimia Fenol Hidrokuinon Sumber gambar : Wikipedia.com Triterpenoid adalah senyawa yang kerangka karbonnya berasal dari satuan isopropena dan secara biosintesis diturunkan dari hidrokarbon C 3 0 asiklik, yaitu skualena.triterpenoid dapat digolongkan menjadi 4 kelompok besar yaitu
19 27 triterpena sebenarnya, steroid, saponin dan glikosida jantung. Pada tumbuhan biasanya terdapat pada daun dan buah yang berfungsi untuk menolak serangga dan mikroba (Harborne 1987). Steroid pada umumnya merupakan hormone seperti pada empedu dan system reproduksi hewan dan manusia. Pada umumnya senyawa steroid mengandung gugus fungsional alkena dan alkohol. Gambar 13. Struktur Kimia Triterpenoid dan Rangka Steroid (Sumber : dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kulit sehat merupakan idaman semua orang terutama bagi kaum perempuan oleh karena itu mayoritas masyarakat menggunakan produk kosmetik pemutih yang beredar di pasaran.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
22 4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Komposisi Proksimat Komposisi rumput laut Padina australis yang diuji meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar abu tidak larut asam dilakukan
Histologi Dari Melanosit
Histologi Dari Melanosit Alya Amila Fitrie Fakultas Kedokteran Bagian Histologi Universitas Sumatera Utara PENDAHULUAN Warna kulit tergantung pada 3 (tiga) komponen menurut derajat yang bervariasi. Jaringan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Seaweed dalam dunia perdagangan dikenal sebagai rumput laut, namun
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Rumput Laut Seaweed dalam dunia perdagangan dikenal sebagai rumput laut, namun sebenarnya dalam dunia ilmu pengetahuan diartikan sebagai alga (ganggang) yang berasal dari bahasa
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman yang berasal dari Meksiko
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pepaya Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman yang berasal dari Meksiko dan Amerika Selatan, kemudian menyebar ke berbagai negara tropis, termasuk Indonesia sekitar
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Proses penuaan dapat dilihat dari perubahan beberapa organ terutama
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses penuaan dapat dilihat dari perubahan beberapa organ terutama kulit. Seiring bertambahnya usia, fungsi kulit ikut menurun. Sel kulit yang mati melekat lebih lama
BAB I PENDAHULUAN. Kulit merupakan suatu organ yang berada pada seluruh permukaan luar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kulit merupakan suatu organ yang berada pada seluruh permukaan luar tubuh manusia. Kulit memiliki fungsi yang sangat penting untuk perlindungan organ tubuh
UJI DAYA REDUKSI EKSTRAK DAUN DEWANDARU (Eugenia uniflora L.) TERHADAP ION FERRI SKRIPSI
UJI DAYA REDUKSI EKSTRAK DAUN DEWANDARU (Eugenia uniflora L.) TERHADAP ION FERRI SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mencapai Derajat Sarjana Farmasi (S. Farm) Progam Studi Ilmu Farmasi pada
MEKANISME KERJA WHITENING AGENT MAKALAH
MEKANISME KERJA WHITENING AGENT MAKALAH Disusun Oleh : Apriana Rohman S 07023232 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA 2011 A. LATAR BELAKANG Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa setiap wanita
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steen) Menurut Depkes (2006), klasifikasi tumbuhan Binahong adalah sebagai berikut: 1. Sistematika Tanaman : Divisio : Spermatophyta
TINJAUAN PUSTAKA. memiliki empat buah flagella. Flagella ini bergerak secara aktif seperti hewan. Inti
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Klasifikasi dan Biologi Tetraselmis sp. Tetraselmis sp. merupakan alga bersel tunggal, berbentuk oval elips dan memiliki empat buah flagella. Flagella ini bergerak secara aktif
IDENTIFIKASI FITOKIMIA DAN EVALUASI TOKSISITAS EKSTRAK KULIT BUAH LANGSAT (Lansium domesticum var. langsat)
IDENTIFIKASI FITOKIMIA DAN EVALUASI TOKSISITAS EKSTRAK KULIT BUAH LANGSAT (Lansium domesticum var. langsat) Abstrak Kulit buah langsat diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut yang berbeda
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Molekul ini sangat reaktif sehingga dapat menyerang makromolekul sel seperti lipid,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang tidak stabil karena memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan pada orbital terluarnya. Molekul
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tumbuhan berklorofil. Dilihat dari ukurannya, rumput laut terdiri dari jenis
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Rumput Laut Rumput laut atau sea weeds secara ilmiah dikenal dengan istilah alga atau ganggang. Rumput laut termasuk salah satu anggota alga yang merupakan tumbuhan berklorofil.
II. TINJAUAN PUSTAKA
10 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Botani dan Syarat Tumbuh Tanaman Jambu Biji Merah Nama ilmiah jambu biji adalah Psidium guajava. Psidium berasal dari bahasa yunani yaitu psidium yang berarti delima, guajava
I. PENDAHULUAN. perikanan. Pakan juga merupakan faktor penting karena mewakili 40-50% dari
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pakan merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam budidaya perikanan. Pakan juga merupakan faktor penting karena mewakili 40-50% dari biaya produksi. Pakan
J. Gaji dan upah Peneliti ,- 4. Pembuatan laporan ,- Jumlah ,-
Anggaran Tabel 2. Rencana Anggaran No. Komponen Biaya Rp 1. Bahan habis pakai ( pemesanan 2.500.000,- daun gambir, dan bahan-bahan kimia) 2. Sewa alat instrument (analisa) 1.000.000,- J. Gaji dan upah
Menjelaskan struktur dan fungsi sistem ekskresi pada manusia dan penerapannya dalam menjaga kesehatan diri
Kompetensi Dasar : Menjelaskan struktur dan fungsi sistem ekskresi pada manusia dan penerapannya dalam menjaga kesehatan diri Indikator : 1. Menyebutkan organ-organ penyusun sistem ekskresi pada manusia.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat, tuntutan terhadap bahan pangan juga bergeser. Bahan pangan yang banyak diminati konsumen
4 HASIL DAN PEMBAHASAN
27 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Karakteristik Api-api (Avicennia marina (Forks.)Vierh.) Pohon api-api (Avicennia marina (Forks.)Vierh.) merupakan tumbuhan sejati yang hidup di kawasan mangrove. Morfologi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Melasma merupakan kelainan yang ditandai lesi makula hiperpigmentasi pada kulit yang sering terpapar sinar matahari seperti wajah, leher, atau lengan. Melasma masih
ORGANISASI KEHIDUPAN. Sel
ORGANISASI KEHIDUPAN Sel Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup. Ukuran sangat kecil untuk melihat harus dibantu dengan mikroskop. Kata sel berasal dari bahasa latin cellulae, yang berarti bilik kecil.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Taksonomi Dan Morfologi Tanaman Durian. Kingdom : Plantae ( tumbuh tumbuhan ) Divisi : Spermatophyta ( tumbuhan berbiji )
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Durian 1. Taksonomi Dan Morfologi Tanaman Durian Menurut Rahmat Rukmana ( 1996 ) klasifikasi tanaman durian adalah sebagai berikut : Kingdom : Plantae ( tumbuh tumbuhan ) Divisi
BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan, manusia amat tergantung kepada alam sekeliling. Yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan, manusia amat tergantung kepada alam sekeliling. Yang paling mendasar manusia memerlukan oksigen, air serta sumber bahan makanan yang disediakan alam.
1. PENDAHULUAN. berkembang pada substrat dasar yang kuat (Andi dan Sulaeman, 2007). Rumput laut
1 1. PENDAHULUAN Rumput laut atau yang biasa disebut seaweed tidak memiliki akar, batang dan daun sejati. Sargassum talusnya berwarna coklat, berukuran besar, tumbuh dan berkembang pada substrat dasar
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal Dibawah ini adalah bahan bahan yang diperlukan dalam proses fotosintesis, kecuali...
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.3 1. Dibawah ini adalah bahan bahan yang diperlukan dalam proses fotosintesis, kecuali... A. Air cahaya CO 2 O 2 Kunci Jawaban : D Bahan-bahan yang
Fotografi Cahaya Terhadap Pigmen Warna Tanaman
Fotografi Cahaya Terhadap Pigmen Warna Tanaman Kasma Rusdi (G11113006) Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar, 2014 Abstrak Warna hijau pada daun merupakan salah
BAB I PENDAHULUAN. jumlah paparannya berlebihan. Kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Matahari sebagai sumber cahaya alami memiliki peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan, tetapi selain mempunyai manfaat sinar matahari juga dapat
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Kandungan Total Fenolat Senyawa fenolat merupakan metabolit sekunder yang banyak ditemukan pada tumbuh-tumbuhan, termasuk pada rempah-rempah. Kandungan total fenolat dendeng sapi yang
LATAR BELAKANG. Radikal bebas adalah atom atau molekul yang tidak stabil dan sangat
LATAR BELAKANG kesehatan merupakan hal terpenting dan utama dalam kehidupan manusia dibandingkan lainnya seperti jabatan, kekuasaan, pangkat, ataupun kekayaan. Tanpa kesehatan yang optimal, semuanya akan
II. TINJAUAN PUSTAKA. : Volvocales. : Tetraselmis. Tetraselmis sp. merupakan alga bersel tunggal, berbentuk oval elips dan memiliki
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tetraselmis sp. Menurut B u t c h e r ( 1 9 5 9 ) klasifikasi Tetraselmis sp. adalah sebagai berikut: Filum : Chlorophyta Kelas : Chlorophyceae Ordo : Volvocales Sub ordo Genus
BAB VIII PROSES FOTOSINTESIS, RESPIRASI DAN FIKSASI NITROGEN OLEH TANAMAN
BAB VIII PROSES FOTOSINTESIS, RESPIRASI DAN FIKSASI NITROGEN OLEH TANAMAN 8.1. Fotosintesis Fotosintesis atau fotosintesa merupakan proses pembuatan makanan yang terjadi pada tumbuhan hijau dengan bantuan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Tanah Tanah adalah kumpulan benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horison-horison, terdiri dari campuran bahan mineral, bahan organik, air dan udara,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Sebagai pelindung utama tubuh dari kerusakan fisika, kimia dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kulit Kulit adalah organ tubuh yang terletak paling luar dan membatasinya dari lingkungan hidup manusia. Kulit merupakan organ yang esensial dan vital serta merupakan cermin
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 14. Hasil Uji Alkaloid dengan Pereaksi Meyer; a) Akar, b) Batang, c) Kulit batang, d) Daun
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Uji Fitokimia Sampel Kering Avicennia marina Uji fitokimia ini dilakukan sebagai screening awal untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada sampel. Dilakukan 6 uji
Pemanfaatan: pangan, farmasi, kosmetik. Komoditas unggulan. total luas perairan yang dapat dimanfaatkan 1,2 juta hektar
Komoditas unggulan Pemanfaatan: pangan, farmasi, kosmetik diperkirakan terdapat 555 species rumput laut total luas perairan yang dapat dimanfaatkan 1,2 juta hektar luas area budidaya rumput laut 1.110.900
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat, tuntutan terhadap bahan pangan juga bergeser. Bahan pangan yang banyak diminati konsumen
BAB I PENDAHULUAN. Radiasi matahari merupakan gelombang elektromagnetik yang terdiri atas medan listrik dan medan magnet. Matahari setiap menit
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Matahari merupakan kendali cuaca serta iklim yang sangat penting dan sebagai sumber energi utama di bumi yang menggerakkan udara dan arus laut. Energi matahari diradiasikan
BAB I PENDAHULUAN. secara alamiah. Proses tua disebut sebagai siklus hidup yang normal bila
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Makhluk hidup atau organisme akan sampai pada proses menjadi tua secara alamiah. Proses tua disebut sebagai siklus hidup yang normal bila datangnya tepat waktu. Proses
HASIL DAN PEMBAHASAN Persiapan dan Ekstraksi Sampel Uji Aktivitas dan Pemilihan Ekstrak Terbaik Buah Andaliman
17 HASIL DAN PEMBAHASAN Persiapan dan Ekstraksi Sampel Sebanyak 5 kg buah segar tanaman andaliman asal Medan diperoleh dari Pasar Senen, Jakarta. Hasil identifikasi yang dilakukan oleh Pusat Penelitian
BAB V FOTOSINTESIS. 5. proses terjadinya rreaksi terang dan gelap dalam proses fotosintesis.
BAB V FOTOSINTESIS A. STANDAR KOMPETENSI Mahasiswa mampu memahami proses fotosintesis dan mampu menguraikan mekanisme terjadinya fotosintesis pada tumbuhan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. B.
HIRARKI ORGANISASI MATERI BENDA HIDUP
HIRARKI ORGANISASI MATERI BENDA HIDUP Unsur Biosfer Biomolekul Komunitas Biomembran dan organel Populasi Sel Jaringan Organ Individu Atom (proton, neutron dan elektron) molekul sederhana makro molekul
BAB I PENDAHULUAN. jumlah banyak akan menimbulkan stres oksidatif yang dapat merusak sel yang pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu penyebab penuaan dini adalah merokok. Dimana asap rokok mengandung komponen yang menyebabkan radikal bebas. Radikal bebas dalam jumlah banyak akan menimbulkan
BIOKIMIA KULIT B Y D R. K U S U M A W A T I S O E T R I S N O
BIOKIMIA KULIT B Y D R. K U S U M A W A T I S O E T R I S N O Pendahuluan Kulit merupakan organ terpenting dalam tubuh manusia Kulit memiliki beberapa fungsi yaitu: Perlindungan Ekskresi dan absorbsi Sensasi
Buah pepaya kaya akan antioksidan β-karoten, vitamin C dan flavonoid. Selain itu buah pepaya juga mengandung karpoina, suatu alkaloid yang dapat
BAB 1 PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kedua terkaya di dunia dalam hal keanekaragaman hayati. Terdapat berbagai jenis tanaman yang memiliki potensi sebagai obat dan makanan kesehatan. Dengan keanekaragaman
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.1. Autotrof. Parasit. Saprofit
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.1 1. Makhluk hidup yang dapat berfotosintesis adalah makhluk hidup... Autotrof Heterotrof Parasit Saprofit Kunci Jawaban : A Makhluk hidup autotrof
TINJAUAN PUSTAKA. Fitoplankton adalah alga yang berfungsi sebagai produsen primer, selama
7 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Biologi Nannochloropsis sp. Fitoplankton adalah alga yang berfungsi sebagai produsen primer, selama hidupnya tetap dalam bentuk plankton dan merupakan makanan langsung bagi
Bab II Tinjauan Pustaka A. Definisi dan Biologi Rumput Laut
Bab II Tinjauan Pustaka A. Definisi dan Biologi Rumput Laut Rumput laut (seaweed) merupakan organisme fotosintetik tingkat rendah yang tidak memiliki akar, batang dan daun serta hidup di perairan, baik
Sel sebagai unit dasar kehidupan
Sel sebagai unit dasar kehidupan 2.1 Kimia kehidupan (Book 1A, p. 2-3) A Apa unsur-unsur kimia anorganik penyusun organisme? (Book 1A, p. 2-3) 1 Air (Book 1A, p. 2-3) Fungsi Sebagai pelarut Sebagai agen
BAB I PENDAHULUAN. Umumnya anti nyamuk digunakan sebagai salah satu upaya untuk mengatasi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Anti nyamuk merupakan benda yang sudah tak asing lagi bagi kita. Umumnya anti nyamuk digunakan sebagai salah satu upaya untuk mengatasi gigitan nyamuk. Jenis formula
BAB I PENDAHULUAN. dimanfaatkan oleh mereka untuk berbagai keperluan, antara lain sebagai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Temulawak termasuk salah satu jenis tumbuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Asia Tenggara. Temulawak sudah lama dimanfaatkan oleh mereka untuk
III. SIFAT KIMIA SENYAWA FENOLIK
Senyawa Fenolik pada Sayuran Indigenous III. SIFAT KIMIA SENYAWA FENOLIK A. Kerangka Fenolik Senyawa fenolik, seperti telah dijelaskan pada Bab I, memiliki sekurang kurangnya satu gugus fenol. Gugus fenol
Kulit adalah organ terluar dari tubuh yang melapisi seluruh tubuh manusia. Berat kulit diperkirakan sekitar 7 % dari berat tubuh total.
WIJUMA wt Kulit adalah organ terluar dari tubuh yang melapisi seluruh tubuh manusia. Berat kulit diperkirakan sekitar 7 % dari berat tubuh total. Kulit memiliki fungsi yang sangat penting bagi tubuh, diantaranya:
I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan mega diversity untuk tumbuhan obat di dunia. Di
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan mega diversity untuk tumbuhan obat di dunia. Di Indonesia tumbuh-tumbuhan telah digunakan selama berabad-abad untuk berbagai tujuan, seperti sumber
BAB I PENDAHULUAN. Tujuh sumber utama pencemaran udara yaitu: partikel debu/partikulat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tujuh sumber utama pencemaran udara yaitu: partikel debu/partikulat dengan diameter kurang dari 10 µm, sulfur dioksida (SO2), ozon troposferik, karbon monoksida (CO),
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kedudukan taksonomi kapang Rhizopus oligosporus menurut Lendecker
6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Deskripsi Kapang Rhizopus oligosporus Kedudukan taksonomi kapang Rhizopus oligosporus menurut Lendecker & Moore (1996) adalah sebagai berikut : Kingdom Divisio Kelas Ordo
2. TINJAUAN PUSTAKA. berflagel. Selnya berbentuk bola berukuran kecil dengan diameter 4-6 µm.
3 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Biologi Nannochloropsis sp Mikroalga adalah tumbuhan tingkat rendah yang memiliki klorofil, yang dapat digunakan untuk melakukan proses fotosintesis. Mikroalga tidak memiliki
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Glikosida Glikosida merupakan salah satu senyawa jenis alkaloid. Alkaloid adalah senyawa metabolit sekunder pada jaringan tumbuhan dan hewan yang memiliki atom nitrogen (Hartati,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ekosistem Sungai Air merupakan salah satu sumber daya alam dan kebutuhan hidup yang penting dan merupakan sadar bagi kehidupan di bumi. Tanpa air, berbagai proses kehidupan
TIGA PILAR UTAMA TUMBUHAN LINGKUNGAN TANAH
EKOFISIOLOGI TIGA PILAR UTAMA TUMBUHAN TANAH LINGKUNGAN Pengaruh salinitas pada pertumbuhan semai Eucalyptus sp. Gas-gas atmosfer, debu, CO2, H2O, polutan Suhu udara Intensitas cahaya, lama penyinaran
BAB I PENDAHULUAN. Radikal bebas adalah suatu atom atau molekul yang memiliki satu elektron
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Radikal bebas adalah suatu atom atau molekul yang memiliki satu elektron tidak berpasangan. Radikal bebas memiliki sifat yang reaktif sehingga cenderung bereaksi
1 Asimilasi nitrogen dan sulfur
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tumbuhan tingkat tinggi merupakan organisme autotrof dapat mensintesa komponen molekular organik yang dibutuhkannya, selain juga membutuhkan hara dalam bentuk anorganik
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Sayuran sawi ditaneim dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan S perlakuan dan 3 kali pengulangan. Perlakuan tersebut adalah : (1) ETT MS = Bokashi + ETT daun mimba
KOMPOSISI PAKAN DAN TUBUH HEWAN
1 KOMPOSISI PAKAN DAN TUBUH HEWAN M.K. Pengantar Ilmu Nutrisi Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB Zat makanan adalah unsur atau senyawa kimia dalam pangan / pakan yang dapat
2. TINJAUAN PUSTAKA. kondisi yang sulit dengan struktur uniseluler atau multiseluler sederhana. Contoh
2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mikroalga Nannochloropsis sp. Mikroalga merupakan mikroorganisme prokariotik atau eukariotik yang dapat berfotosintesis dan dapat tumbuh dengan cepat serta dapat hidup dalam kondisi
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis (Fisiologi Tumbuhan) Disusun oleh J U W I L D A 06091009027 Kelompok 6 Dosen Pembimbing : Dra. Tasmania Puspita, M.Si. Dra. Rahmi Susanti, M.Si. Ermayanti,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada bidang akuakultur, mikroalga umumnya telah dikenal sebagai pakan alami untuk pembenihan ikan karena dan memiliki peran sebagai produsen primer di perairan dan telah
METABOLISME 2. Respirasi Sel Fotosintesis
METABOLISME 2 Respirasi Sel Fotosintesis Jalur Respirasi Aerobik dan Anaerobik Rantai respirasi Fotosintesis Fotosintesis merupakan proses sintesis molekul organik dengan menggunakan bantuan energi
BAB I PENDAHULUAN. Ketidakstabilan ini disebabkan karena atom tersebut memiliki satu atau lebih
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang sifatnya sangat tidak stabil. Ketidakstabilan ini disebabkan karena atom tersebut memiliki satu atau lebih elektron yang
SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 11. SISTEM EKSKRESI MANUSIAlatihan soal 11.2
1. Berikut ini merupakan kandungan keringat, kecuali?? SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 11. SISTEM EKSKRESI MANUSIAlatihan soal 11.2 Air NaCl Urea Glukosa Kulit merupakan salah satu alat ekskresi. Kulit mengeluarkan
PENDAHULUAN. secara kimia (warna sintetis) dan warna yang dihasilkan oleh makhluk hidup yang biasa.
PENDAHULUAN Pada proses fotosintesis tumbuhan memerlukan cahaya matahari,untuk menangkap cahaya tumbuhan menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kopi merupakan bahan minuman yang terkenal tidak hanya di Indonesia, tetapi juga terkenal di seluruh dunia. Hal ini karena seduhan kopi memiliki aroma yang khas yang
SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLatihan Soal 11.4
1. Perubahan energi yang trjadi didalam kloropas adalah.... SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLatihan Soal 11.4 Energi cahaya menjadi energi potensial Energi kimia menjadi energi gerak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang mempunyai keanekaragaman hayati yang cukup baik, diantaranya adalah belimbing wuluh. Pemanfaatan belimbing wuluh dijadikan sebagai
I. PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang Masalah, (2)
I. PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang Masalah, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Penelitian, (6) Hipotesis Penelitian
Oksidasi dan Reduksi
Oksidasi dan Reduksi Reaksi kimia dapat diklasifikasikan dengan beberapa cara antara lain reduksi-oksidasi (redoks) Reaksi : selalu terjadi bersama-sama. Zat yang teroksidasi = reduktor Zat yang tereduksi
BAB II. Penuaan Dini pada Wanita Jepang
BAB II Penuaan Dini pada Wanita Jepang 2.1 Penuan Dini Banyak orang berfikir bahwa penuaan merupakan hal yang sangat biasa, bahkan bagi sebagian orang penuaan dianggap tidak terlalu penting untuk kesehatan
SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLatihan Soal 10.5
SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLatihan Soal 10.5 1. Perubahan energi yang trjadi didalam kloropas adalah.... Energi kimia menjadi energi gerak Energi cahaya menjadi energi potensial
BAB I PENDAHULUAN. ditandai dengan wrinkle/kerutan kulit, kulit yang kasar, kulit kering,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penuaan dini (PD) adalah proses degeneratif yang melibatkan kulit dan sistem penyokong kulit, 1 berupa perubahan stuktural dan elastilitas kulit yang ditandai dengan
Kehidupan. Senyawa kimia dalam jasad hidup Sintesis dan degradasi. 7 karakteristik kehidupan. Aspek kimia dalam tubuh - 2
Kehidupan 7 karakteristik kehidupan Senyawa kimia dalam jasad hidup Sintesis dan degradasi Aspek kimia dalam tubuh - 2 Aspek kimia dalam tubuh - 3 REPRODUKSI: Penting untuk kelangsungan hidup spesies.
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Biologi Spirulina sp.
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Biologi Spirulina sp. Spirulina sp. merupakan mikroalga yang menyebar secara luas, dapat ditemukan di berbagai tipe lingkungan, baik di perairan payau, laut dan tawar. Spirulina
BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini rimpang jahe merah dan buah mengkudu yang diekstraksi menggunakan pelarut etanol menghasilkan rendemen ekstrak masing-masing 9,44 % dan 17,02 %.
II.TINJAUAN PUSTAKA Rumput Laut Coklat
II.TINJAUAN PUSTAKA Rumput Laut Coklat Kelompok rumput laut coklat memiliki bentuk yang bervariasi tetapi hampir sebagian besar jenisjenisnya bewarna coklat atau pirang. Warna tersebut tahan tidak berubah
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu sumberdaya hayati laut Indonesia yang cukup potensial adalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu sumberdaya hayati laut Indonesia yang cukup potensial adalah rumput laut atau yang dikenal dengan sebutan ganggang laut atau alga laut. Beberapa diantaranya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagian besar penyakit diawali oleh adanya reaksi oksidasi yang berlebihan di dalam tubuh. Reaksi oksidasi ini memicu terbentuknya radikal bebas yang sangat aktif
02. Jika laju fotosintesis (v) digambarkan terhadap suhu (T), maka grafik yang sesuai dengan bacaan di atas adalah (A) (C)
Pengaruh Kadar Gas Co 2 Pada Fotosintesis Tumbuhan yang mempunyai klorofil dapat mengalami proses fotosintesis yaitu proses pengubahan energi sinar matahari menjadi energi kimia dengan terbentuknya senyawa
BAB I PENDAHULUAN. luas dan kaya akan sumber daya alam salah satunya adalah rumput laut. Rumput
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki wilayah laut yang luas dan kaya akan sumber daya alam salah satunya adalah rumput laut. Rumput laut merupakan komoditas
TINGKAT ORGANISASI KEHIDUPAN
TINGKAT ORGANISASI KEHIDUPAN Dengan mempelajari materi urutan tingkat organisasi kehidupan dan pengertiannya, maka kita akan semakin mengerti manfaat biologi yang kita pelajari sebelumnya. Kita juga akan
I. PENDAHULUAN. Dua pertiga dari luas negara Indonesia terdiri dari laut dan dilalui garis
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dua pertiga dari luas negara Indonesia terdiri dari laut dan dilalui garis khatulistiwa serta kaya akan sumberdaya laut. Di samping fauna laut yang beraneka ragam dijumpai
4. Jenis pupuk. Out line. 1. Definisi pupuk 2. Nutrien pada tanaman dan implikasinya 3. Proses penyerapan unsur hara pada tanaman
PUPUK Out line 1. Definisi pupuk 2. Nutrien pada tanaman dan implikasinya 3. Proses penyerapan unsur hara pada tanaman 4. Jenis pupuk 5. Proses pembuatan pupuk 6. Efek penggunaan pupuk dan lingkungan Definisi
BAB I PENDAHULUAN. hidup secara tidak langsung menyebabkan manusia terus-menerus dihadapkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perubahan pola hidup serta terjadinya penurunan kualitas lingkungan hidup secara tidak langsung menyebabkan manusia terus-menerus dihadapkan pada persoalan
II. TINJAUAN PUSTAKA. Sumping merupakan makanan tradisional yang berasal dari Bali, pada di
4 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sumping Sumping merupakan makanan tradisional yang berasal dari Bali, pada di Indonesia sumping dikenal dengan kue nagasari. Sumping umumnya dibuat dari tepung beras, santan,
BAB I PENDAHULUAN. manusia berbeda-beda ada yang terang, kuning langsat, sawo matang, coklat,
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kulit merupakan bagian terluar dari tubuh manusia. Warna kulit setiap manusia berbeda-beda ada yang terang, kuning langsat, sawo matang, coklat, dan hitam. Perbedaan
II. TINJAUAN PUSTAKA. Hidroponik adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan tentang cara
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Hidroponik Hidroponik adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan tentang cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam (soilless culture). Media tanam
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penggunaan produk kosmetik saat ini sudah merupakan bagian dari kebutuhan sehari-hari yang tidak terpisahkan dari gaya hidup modern. Menurut BPOM Republik Indonesia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Minuman herbal merupakan minuman yang berasal dari bahan alami yang bermanfaat bagi tubuh. Minuman herbal biasanya dibuat dari rempah-rempah atau bagian dari tanaman,
I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara yang jumlah penduduknya terus
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Indonesia merupakan salah satu negara yang jumlah penduduknya terus mengalami peningkatan sehingga permintaan akan ketersediaan makanan yang memiliki nilai
II. TINJAUAN PUSTAKA. luas di seluruh dunia sebagai bahan pangan yang potensial. Kacang-kacangan
5 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Klasifikasi Tanaman Kacang Hijau Kacang-kacangan (leguminosa), sudah dikenal dan dimanfaatkan secara luas di seluruh dunia sebagai bahan pangan yang potensial. Kacang-kacangan
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Jamur tiram putih merupakan salah satu jamur kayu yang tumbuh di permukaan batang pohon yang sudah lapuk. Jamur tiram putih dapat ditemui di alam bebas sepanjang
