SISTEM TRACKING STASIUN BUMI SATELIT ORBIT RENDAH
|
|
|
- Hengki Salim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Sistem Stasiun Bumi Penjejak (Trucking) Satelit Orbit (Abdul Rahman) SISTEM TRACKING STASIUN BUMI SATELIT ORBIT RENDAH Abdul Rahman Peneliti Bidang Teknologi Ruas Bumi Dirgantara, LAPAN RINGKASAN Dalam rangka penguasaan peluncuran satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit (LEO), perlu membangun stasiun bumi penjejak orbit rendah. Stasiun bumi ini berguna untuk melacak keberadaan satelit tersebut mulai dari pengiriman data, pengambilan data, kontrol satelit dan kesehatan satelit. Proses pelacakan dan penjejakan satelit ini disebut sistem tracking. Sistem tracking yang akan dibangun ini meliputi perangkat keras, perangkat lunak, sistem pengujian hingga memperoleh data satelit yang beredar atau melintas di atas Indonesia. 1 PENDAHULUAN Untuk menguasai komunikasi satelit khususnya sistem satelit orbit rendah, maka sebaiknya dikuasai terlebih dahulu sistem ruas buminya. Dari penguasaan sistem ruas bumi tersebut, akan diperoleh pengalaman dalam melakukan tracking satelit yang akan dibuat dan diluncurkan. Dalam perkembangan teknologi satelit, LAPAN membangun penguasaan teknologi berdasarkan kemampuan rancang bangun teknologi muatan misi komunikasi dan pengindera dinamik bersamaan dengan pengembangan teknologi roket. Stasiun bumi merupakan kelengkapan sarana pengoperasian satelit dan kebanyakan stasiun bumi bersifat tetap (fixed), tetapi sebagian transportable atau mobile. Salah satu manfaat stasiun bumi adalah untuk memonitor dan mengukur kinerja satelit; memandu satelit dalam melakukan manuver di orbit serta melakukan perintah dan koreksi jika diperlukan. Pengoperasian satelit memerlukan stasiun bumi telemetri, tracking dan komando untuk memonitor dan mengukur kinerja satelit; memandu satelit dalam melakukan manuver di orbit serta melakukan perintah dan koreksi jika diperlukan. Di samping itu diperlukan pula stasiun kontrol misi untuk kepentingan pengawasan dan pengaturan misi yang diemban satelit sebagai tujuan utama pengoperasian satelit. Stasiun-stasiun bumi tersebut dioperasikan pada frekuensi radio tertentu dan penggunaannya harus mengikuti peraturan yang berlaku baik nasional maupun internasional, supaya satelit dan sistem ruas bumi dapat difungsikan secara optimal. 2 PERANGKAT SISTEM STASIUN BUMI PENJEJAK SATELIT Stasiun bumi untuk satelit orbit rendah memiliki konfigurasi yang berbeda jika dibandingkan dengan stasiun bumi satelit Geostasioner. Satelit orbit rendah tidak memerlukan stasiun bumi yang rumit dan mahal. Hal ini disebabkan oleh satelitnya yang bekerja pada frekuensi VHF dan UHF serta misi dari satelitnya hanya untuk store and forward, telemetri, image, dan message , selain itu cara pelacakan satelitnya cukup sederhana. Peralatan perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software) yang diperlukan sebagai berikut: Antena Cross YAGI UHF & VHF Dual Band, Rotator dan controler untuk Azimut dan Elevasi, Radio Dual Band Half Duplex dan Full Duplex, Low Noise Amplifier UHF/VHF, Modem Radio dengan modulasi standar G3RUH, Kartu Kansas City Tracker Tuner, Perangkat Lunak Windows Satelit Program (WISP), Komputer. 95
2 Berita Dirgantara Vol. 9 No. 4 Desember 2008:95-99 KOMPUTER LNA SERIAL PORT MODEM FSK/PSK AZIMUTH ELEVATION RADIO UHF / VHF KC TRACKER KC TUNER KENPRO CONTROLER Gambar 2-1: Diagram sistem tracking satelit orbit rendah Dalam melakukan instalasi perangkat keras untuk stasiun bumi penjejak satelit berorbit rendah diperlukan suatu ketepatan penjejakan yang disebabkan posisi satelitnya bergerak dan mempunyai waktu kontaknya sedikit dengan satelit atau tracking penjejakan yang waktu kontaknya sangat singkat. Rata-rata waktu penjejakan biasanya paling lama sekitar 20 menit dan paling cepat 1 menit. Ini dikarenakan satelit yang berorbit rendah mempunyai titik terjauh (Parege) dan titik terdekat (Apoge) dari bumi. Semakin dekat satelit ke bumi semakin kecil waktu kontak dengan stasiun bumi. Berikut ini konfigurasi dari stasiun bumi yang akan diinstal dengan peralatan perangkat keras seperti yang tertera di atas. 2.1 Set Up Antena Antena yang digunakan untuk tracking satelit ini adalah antena Cross Yagi. Mengapa kita menggunakan antena cross yagi bukan type antena yang lain? Ini disebabkan polarisasi antena dari satelit selalu berubah-ubah dikarenakan satelitnya selalu bergerak, sehingga yang berada di bumi harus dapat menerima sinyal yang berpolarisasi horizontal maupun vertikal. Untuk itu dipasanglah antena cross yagi ini dengan benar sesuai dengan frekuensi yang akan digunakan. 2.2 Rotator Karena satelit selalu bergerak maka diperlukan untuk menjejak atau istilahnya adalah mengetrack lintasan satelit, dan ini diperlukan peralatan yang bisa membawa antena ke posisi Azimut dan Elevation. Peralatan tersebut menggunakan 2 perangkat yang letaknya berbeda, yang satu berada di dekat PC, dinamakan Control rotator dan yang membawa antena kesegala arah untuk Azimut dan Elevation adalah Rotator. 96
3 Sistem Stasiun Bumi Penjejak (Trucking) Satelit Orbit (Abdul Rahman) Gambar 2-2 : Kontrol rotator dengan rotatornya Hal yang perlu diperhatikan pertama kali adalah set-up a harus mengarah ke arah mata angin Utara dan Selatan dengan menggunakan kompas. Setelah kabel terpasang Modem Paccom dengan memanfaatkan interface RS-232. Kansas City Tracker (KCT) merupakan suatu perangkat keras yang secara fisik adalah card yang dipasang pada slot PC. dicoba dengan kontrol rotatornya apakah sudah benar kontrol rotatornya menunjukan arah Tugas dari card ini untuk mengontrol rotator yang membawa kemana arah antena harus bergerak. KCT ini akan bekerja apabila dijalankan program instans Track atau WISP dengan data Utara 0º - 360º pada skala dan arah Selatan 180º. Jika hal itu sudah dianggap benar maka selanjutnya adalah dengan mengeset arah antena Elevation 0º - 90º. Gambar 2-3 rotator dan perkabelan kontrol rotatatornya Modem dan Kansas City Tracker Modem yang digunakan pada stasiun keplerian. Data keplerian ini adalah suatu data perkiraan lintasan satelit yang akan lewat di atas daerah ground stasiun yang dipasang dan juga untuk mengatur dan mengontrol arah antena rotator dan frekuensi Uplink/Downlink tranceiver. bumi penjejak satelit orbit rendah ini adalah Gambar 2-3 : Contoh tampilan set-up data keplerian 3 SPESIFIKASI SISTEM TRACKING 97
4 Sistem Stasiun Bumi Penjejak (Trucking) Satelit Orbit (Abdul Rahman) Spesifikasi peralatan hardware dan software yang digunakan pada system tracking satelit orbit rendah yang dirancang adalah sebagai berikut : Radio : Dual Band VHF dan UHF, Range Frekuensi VHF Mhz, UHF Mhz, Mode Full Duplex dan Half Duplex, Out Power VHF 45 Watt, UHF 40 Watt, Modulasi LSB, USB, FM, Max Frequency Deviation 5 Khz, Sensitivity 0.16 V, Antena Impedance 50, Power Requirment 13.8 Volt. MODEM : Speed 1200 bps/9600 bps, Modulasi FSK / GMSK Standar G3RUH, Dual port DB-9/DB-15, Interface RS-232C. Antena : Model Cros Yagi 4 X 16 Down-link : Gain 12.5 db UP-link : Gain 14.5 db Power Maximum 100 Watt Impedance 50 Ohm Rotator & Controller : Azimut 0º - 360º, Elevation 0º - 180º, Interface DIN RS-232. Card Kansas City Tracker : Interface RS-232, Address Interuption FC, Input data Analog 0-5 Volt, Port Vertical/Horizontal Analog, Port data. Low Noise Amplifier ( LNA) : Mode UHF, Sensitivity 0.3 V, Down-Link : Gain 5 db. 4 PENGUJIAN Setelah melakukan instalasi dengan komputer ke Modem, Radio, Controler dan dari Modem ke Radio, maka selanjutnya adalah melakukan set up perangkat lunak untuk pengujian dengan beberapa satelit micro. Sebelum melakukan pengujian diharuskan memasukan beberapa parameter untuk menentukan posisi Ground station, satelit yang akan di kontak beserta frekuensi yang akan digunakan. Masalah atau problem yang nantinya akan dihadapi adalah : Kalau posisi Ground station benar dan frekuensi benar tapi menetapkan arah antena salah, maka kemungkinan tidak menerima data, Kalau posisi Ground station benar, frekuensi benar dan arah antena benar tapi modem tidak bisa start-up ke modulasi G3RUH maka hanya bisa menerima sinyal saja sedangkan data digital tidak bisa diproses. Pertama dimulai dari set-up menu utama dari Program WISP sebagai berikut. Menu Utama WISP Sebenarnya pada awal menu utama ini tadinya adalah kosong tidak memberikan informasi mengenai kapan satelit akan muncul memasuki daerah ground station kita. Posisi Ground Stasion Posisi ground stasion ini harus diisi karena untuk mengetahui dimana kita berada dengan menentukan pula waktu jam berapa saat di ground stasion. Frekuensi Frekuensi yang digunakan untuk setiap satelit berbeda akan tetapi masih dalam range band amateur. Biasanya untuk satelit amateur menggunakan frekuensi Up-Link pada band VHF dan untuk Down-Link menggunakan frekuensi UHF dan speed yang digunakan adalah 1200 bps dan 9600 bps. Agar nantinya kita bisa menerima data maka kitapun harus mengetahui call sign broadcast dan BBS callsign dari satelit yang akan di tracking. 5 HASIL 99
5 Berita Dirgantara Vol. 9 No. 4 Desember 2008:95-99 Apabila semua instalasi, set-up dan parameter yang diberikan benar dari hasil pengujian maka bila satelit lewat dan bisa terlihat polanya oleh WISP akan meng-hasilkan tampilan dari Window Stasiun dengan Program seperti pada Gambar 5-1. Hasil instalasi perangkat keras dan perangkat lunak yang terdiri dari Komputer, KCT, Controler-rotator, Transceiver, Modem, LNA dan antena, dihasilkan suatu sistem tracking satelit orbit rendah. 6 KESIMPULAN Dari hasil instalasi, set-up dan pengujian stasiun bumi penjejak satelit orbit rendah (LEO) ini, satelit-satelit yang dapat ditracking adalah KO-23, KO-25, UO-22, TO-32 dan UO-36. Data yang ditracking berupa message dan data telemetri. DAFTAR RUJUKAN Gambar 5-1: Tampilan lintasan satelit yang akan ditracking Roddy D., Satellite Communication, Prentice Hall, Englewood Cliffs New Jersey. The Arrl Hand Book for Radio Amateurs by The American Radio Relay League, Wertz, J. R. and Larson, W. J., Space Mission Analysis and Design, Microsom Press Elsegundo, California. 100
9 GROUND STATION (STASIUN BUMI) INASAT-1
9 GROUND STATION (STASIUN BUMI) INASAT-1 Dwiyanto Peneliti Bidang Teknologi Bus Satelit, Lapan Ringkasan Fungsi stasiun bumi adalah untuk downlink, tracking, dan telemetri. Sistem tracking satelit ini
Makalah Peserta Pemakalah
Makalah Peserta Pemakalah ISBN : 978-979-17763-3-2 PERANCANGAN ANTENNA YAGI FREKUENSI 400-405 MHZDIGUNAKAN PADA TRACKING OBSERVASI METEO VERTIKAL DARI PAYLOAD RADIOSONDE RS II-80 VAISALA Lalu Husnan Wijaya
IMPLEMENTASI STASIUN BUMI TT & C SATELIT LAPAN-TUBSAT Dl BIAK
IMPLEMENTASI STASIUN BUMI TT & C SATELIT LAPAN-TUBSAT Dl BIAK Chusnul Trl Judlanto Penelltl Pusat Teknologl Elektronika Dirgantara, LAPAN ABSTRACT LAPAN-TUBSAT as a satellite pioneer project established
BIMBINGAN TEKNIS OPERASI SATELIT AMATIR
BIMBINGAN TEKNIS OPERASI SATELIT AMATIR PENGANTAR TEKNOLOGI GROUND STATION Rizki Permala Pusat Teknologi Satelit September 2017 Ground Station...? stasiun yang didesain untuk dapat berkomunikasi dengan
RANCANG BANGUN SISTEM AUTOTRACKING UNTUK ANTENA UNIDIRECTIONAL FREKUENSI 2.4GHZ DENGAN MENGGUNAKAN MIKROKONTOLER ARDUINO
RANCANG BANGUN SISTEM AUTOTRACKING UNTUK ANTENA UNIDIRECTIONAL FREKUENSI 2.4GHZ DENGAN MENGGUNAKAN MIKROKONTOLER ARDUINO Ryandika Afdila (1), Arman Sani (2) Konsentrasi Teknik Telekomunikasi, Departemen
Bab I - Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas mengenai latar belakang, identifikasi masalah, perumusan masalah, spesifikasi alat, tujuan penulisan, pembatasan masalah, metodologi penelitian, dan sistematika
RANCANGAN PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2012 TENTANG
RANCANGAN PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2012 TENTANG PROSEDUR KOORDINASI ANTARA PENYELENGGARA SISTEM PERSONAL COMMUNICATION SYSTEM 1900 DENGAN PENYELENGGARA
BAB V PENGUJIAN SISTEM DAN ANALISIS
BAB V PENGUJIAN SISTEM DAN ANALISIS Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sistem yang dibuat, maka pada bab ini dilakukan pengujian sistem. Kemudian akan dilakukan analisis berdasarkan hasil yang diperoleh
BAB III IMPLEMENTASI JARINGAN VSAT
BAB III IMPLEMENTASI JARINGAN VSAT 3.1. Perencanaan Ruas Bumi (Ground Segment) Jaringan VSAT terdiri dari satu satelit dan dua stasiun bumi sebagai pemancar dan penerima. Jaringan VSAT mampu untuk menghubungkan
ELKAHFI 200 TELEMETRY SYSTEM
ELKAHFI 200 TELEMETRY SYSTEM User Manual Edisi September 2006 ELKAHFI Design & Embedded System Solution Daftar Isi Pengenalan Elkahfi Telemetry System Pendahuluan 1 Kelengkapan Telemetry System 2 Spesifikasi
Rancang Bangun Demodulator FSK pada Frekuensi 145,9 MHz untuk Perangkat Receiver Satelit ITS-SAT
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2013) 1-6 1 Rancang Bangun Demodulator FSK pada Frekuensi 145,9 MHz untuk Perangkat Receiver Satelit ITS-SAT Respati Loy Amanda, Eko Setijadi, dan Suwadi Teknik Elektro,
BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. DESKRIPSI KERJA SISTEM Gambar 3.1. Blok diagram sistem Satelit-satelit GPS akan mengirimkan sinyal-sinyal secara kontinyu setiap detiknya. GPS receiver akan
Perancangan dan Pembuatan Tahap RF Downlink 436,9 Mhz untuk Portable Transceiver Ground Station Satelit Iinusat-01
Seminar Tugas Akhir Selasa, 24 Januari 2012 Perancangan dan Pembuatan Tahap RF Downlink 436,9 Mhz untuk Portable Transceiver Ground Station Satelit Iinusat-01 Riski Andami Nafa 2209106071 Pembimbing :
PITA FREKUENSI RADIO, MODE, DAN APLIKASI DALAM PENYELENGGARAAN KEGIATAN AMATIR RADIO
LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2018 TENTANG KEGIATAN AMATIR DAN KOMUNIKASI ANTAR PENDUDUK, MODE, DAN APLIKASI DALAM PENYELENGGARAAN KEGIATAN AMATIR
PERANCANGAN INSTRUMENT TELEMETRI UNTUK DIGUNAKAN PADA KEGIATAN TRACKING OBSERVASI PARAMETER ATMOSFER SECARA VERTIKAL
PERANCANGAN INSTRUMENT TELEMETRI UNTUK DIGUNAKAN PADA KEGIATAN TRACKING OBSERVASI PARAMETER ATMOSFER SECARA VERTIKAL Eko Ribut Supriyanto 1, Toni Subiakto 2 1, 2 Peneliti LAPAN - Watukosek Email : [email protected]
BAB III IMPLEMENTASI VSAT PADA BANK MANDIRI tbk
BAB III IMPLEMENTASI VSAT PADA BANK MANDIRI tbk 3.1. Perencanaan Ruas Bumi Ruas bumi adalah semua perangkat stasiun bumi konsentrator Cipete (hub) termasuk semua terminal di lokasi pelanggan (remote).
Perancangan dan Pembuatan Tahap RF Downlink 2.4 GHz Untuk Pengiriman Citra Pada Sistem Komunikasi Satelit Nano
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) A-160 Perancangan dan Pembuatan Tahap RF Downlink 2.4 GHz Untuk Pengiriman Citra Pada Sistem Komunikasi Satelit Nano Rochmawati
POTENSI PEMANFAATAN SISTEM APRS UNTUK SARANA PENYEBARAN INFORMASI KONDISI CUACA ANTARIKSA
Berita Dirgantara Vol. 11 No. 3 September 2010:72-79 POTENSI PEMANFAATAN SISTEM APRS UNTUK SARANA PENYEBARAN INFORMASI KONDISI CUACA ANTARIKSA Varuliantor Dear Peneliti Bidang Ionosfer dan Telekomunikasi,
PERANGKAT LUNAK UNTUK PERHITUNGAN SUDUT ELEVASI DAN AZIMUTH ANTENA STASIUN BUMI BERGERAK DALAM SISTEM KOMUNIKASI SATELIT GEOSTASIONER
PERANGKAT LUNAK UNTUK PERHITUNGAN SUDUT ELEVASI DAN AZIMUTH ANTENA STASIUN BUMI BERGERAK DALAM SISTEM KOMUNIKASI SATELIT GEOSTASIONER Veni Prasetiati Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas
Cara Kerja Exciter Pemancar Televisi Analog Channel 39 di LPP (Lembaga Penyiaran Publik) Stasiun Transmisi Joglo Jakarta Barat
Cara Kerja Exciter Pemancar Televisi Analog Channel 39 di LPP (Lembaga Penyiaran Publik) Stasiun Transmisi Joglo Jakarta Barat Yogo Tri Saputro 17411549 Teknik Elektro Latar Belakang Pada dasarnya pemancar
sinyal yang dihasilkan pada berbagai tahap. RF amplifier adalah perangkat luar yang harus dipasang sangat dekat dengan antena untuk mengurangi kerugia
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi sistem jamming Sistem jamming dirancang untuk memberikan sinyal noise yang dapat dikonversi menjadi sinyal RF dari berbagai bandwidth sampai 36 MHz. Persyaratan untuk menjamming
BAB III LANDASAN TEORI
10 BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Definisi VSAT VSAT merupakan singkatan dari Very Small Aperture Terminal, awalnya merupakan suatu trademark untuk stasiun bumi kecil yang dipasarkan sekitar tahun 1980 oleh
TEKNOLOGI VSAT. Rizky Yugho Saputra. Abstrak. ::
TEKNOLOGI VSAT Rizky Yugho Saputra [email protected] :: http://rizkyugho.blogspot.co.id/ Abstrak Teknologi VSAT merupakan teknologi telekomunikasi yang memanfaatkan satelit. VSAT atau Very Small Aperture
PENGEMBANG AN DETEKTOR SIGNAL RADIO MULT I CHANNEL UNTUK RADIO TRACKING ROKET MENGGUNAKAN LOGARITMIK AMPLIFIER
PENGEMBANG AN DETEKTOR SIGNAL RADIO MULT I CHANNEL UNTUK RADIO TRACKING ROKET MENGGUNAKAN LOGARITMIK AMPLIFIER Satrla G. Zain. Adi Susanto, Thomas Sri Widodo*', Wahyu Widada, Sri Kliwati**) "luniversitas
BAB 2 SISTEM KOMUNIKASI VSAT
BAB 2 SISTEM KOMUNIKASI VSAT 2.1 Konfigurasi Sistem Komunikasi Satelit VSAT Dalam jaringan VSAT, satelit melakukan fungsi relay, yaitu menerima sinyal dari ground segment, memperkuatnya dan mengirimkan
IMPLEMENTASI SISTEM TRACKING OBYEK BERGERAK UNTUK PENERAPATAN GROUND STATION ROKET/UAV
0050: Joko Suryana & Herma Yudhi Irwanto HK-25 IMPLEMENTASI SISTEM TRACKING OBYEK BERGERAK UNTUK PENERAPATAN GROUND STATION ROKET/UAV Joko Suryana 1, dan Herma Yudhi Irwanto 2 1 Sekolah Teknik Elektro
CARA KERJA SATELIT. Dalam hal perencanaan frekuensi ini (frequency planning), dunia dibagi menjadi 3, yaitu:
CARA KERJA SATELIT Primo riveral [email protected] Abstrak Satelit Komunikasi adalah sebuah satelit buatan yang di tempatkan di angkasa dengan tujuan telekomunikasi. Satelit komunikasi modern menggunakan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Roket merupakan sebuah wahana antariksa yang dapat digunakan untuk menunjang kemandirian dan kemajuan bangsa pada sektor lain. Selain dapat digunakan untuk misi perdamaian
Digital Emergency Communication
Digital Emergency Communication Onno W. Purbo, YC0MLC Gambaran Umum Salah satu kesulitan utama dalam komunikasi emergency adalah penyampaian berita yang akurat, cepat dan reliable. Hal ini akan sangat
1. PENGERTIAN PEMANCAR RADIO
1. PENGERTIAN PEMANCAR RADIO 2. SISTEM MODULASI DALAM PEMANCAR GELOMBANG RADIO Modulasi merupakan metode untuk menumpangkan sinyal suara pada sinyal radio. Maksudnya, informasi yang akan disampaikan kepada
PENGEMBANGAN MODEM AFSK UNTUK TELEMETRI MUATAN ROKET UHF
ii PENGEMBANGAN MODEM AFSK UNTUK TELEMETRI MUATAN ROKET UHF Wahyu Wldada Penelltl BldangTelemetri dan Muatan Roket. LAPAN ABSTRACT I Modem is an important component in the telemetry data system of the
TUGAS MAKALAH KOMUNIKASI SATELIT. Teknologi Very Small Aperture Terminal (VSAT)
TUGAS MAKALAH KOMUNIKASI SATELIT Teknologi Very Small Aperture Terminal (VSAT) Disusun Oleh : Tommy Hidayat 13101110 S1 TEKNIK TELEKOMUNIKASI SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM PURWOKERTO 2017
BAB I PENDAHULUAN. Saat ini perkembangan bidang telekomunikasi sangat cepat, penggunaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Saat ini perkembangan bidang telekomunikasi sangat cepat, penggunaan alat-alat komunikasi dirasakan semakin dibutuhkan. Banyak manfaat yang dapat dirasakan
BAB III INTERFERENSI RADIO FM DAN SISTEM INTERMEDIATE DATA RATE (IDR)
BAB III INTERFERENSI RADIO FM DAN SISTEM INTERMEDIATE DATA RATE (IDR) 3.1 Interferensi Radio FM Pada komunikasi satelit banyak ditemui gangguan-gangguan (interferensi) yang disebabkan oleh banyak faktor,
Arie Setiawan Pembimbing : Prof. Ir. Gamantyo Hendrantoro, M. Eng, Ph.D.
Teknik Telekomunikasi Multimedia -Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri ITS Surabaya 2012 Arie Setiawan 2209106024 Pembimbing : Prof. Ir. Gamantyo Hendrantoro, M. Eng, Ph.D. Latar Belakang Indonesian
Berkenalan dengan Mode Digital JT65
Berkenalan dengan Mode Digital JT65 Oleh: Taryana Suryana M.Kom, Universitas Komputer Indonesia [email protected]; [email protected] Radio Amatir merupakan salah satu Hoby yang sangat menarik,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini, Telkom University sedang mengembangkan satelit mikro yang mengorbit pada ketinggian 600-700 km untuk wahana pembelajaran space engineering. Sebelum satelit
Analisa Perencanaan Power Link Budget untuk Radio Microwave Point to Point Frekuensi 7 GHz (Studi Kasus : Semarang)
Analisa Perencanaan Power Link Budget untuk Radio Microwave Point to Point Frekuensi 7 GHz (Studi Kasus : Semarang) Subuh Pramono Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Semarang E-mail : [email protected]
Analisa Interferensi Akibat Transmisi di Sisi Bumi pada Link Orbcomm
Analisa Interferensi Akibat Transmisi di Sisi Bumi pada Link Orbcomm Rr.ARIANTI RUDY PUTRANTI - NRP 2207100602 Bidang Studi Telekomunikasi Multimedia Jurusan Teknik Elektro-FTI, Institut Teknologi Sepuluh
ITS-SAT. Rancang Bangun Demodulator FSK pada Frekuensi 145,9 MHz untuk Perangkat Receiver. Seminar Tugas Akhir. Respati Loy Amanda NRP.
Seminar Tugas Akhir Rancang Bangun Demodulator FSK pada Frekuensi 145,9 MHz untuk Perangkat Receiver ITS-SAT Respati Loy Amanda NRP. 2209100039 Dosen Pembimbing: Eko Setijadi, ST., MT., Ph.D Dr. Ir. Suwadi,
SATELIT I WAYAN ANGGA MEI SEDANA YOGA TEKNIK ELEKTRO
SATELIT I WAYAN ANGGA MEI SEDANA YOGA 1115313002 TEKNIK ELEKTRO Pengertian satelit Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Satelit juga dapat disebut
ANALISIS PARAMETER BER DAN C/N DENGAN LNB COMBO PADA TEKNOLOGI DVB-S2
ANALISIS PARAMETER BER DAN C/N DENGAN LNB COMBO PADA TEKNOLOGI DVB-S2 Wahyu Pamungkas 1 Eka Wahyudi 2 Anugrah Ahmad Fauzi 3 123 Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Purwokerto 1 [email protected],
PERANCANGAN ULANG KONFIGURASI SISTEM SATELIT INASAT-1 UNTUK APLIKASI KOMUNIKASI DATA APRS DAN VOICE REPEATER. Ery Fitrianingsih Gunawan S.
PERANCANGAN ULANG KONFIGURASI SISTEM SATELIT INASAT-1 UNTUK APLIKASI KOMUNIKASI DATA APRS DAN VOICE REPEATER Ery Fitrianingsih Gunawan S. Prabowo LATAR BELAKANG Penambahan misi: Voice cross-band repeater
PENGARUH TEMPERATUR SISTEM PADA FIGURE OF MERIT STASIUN BUMI PITA S DAN PITA X
PENGARUH TEMPERATUR SISTEM PADA FIGURE OF MERIT STASIUN BUMI PITA S DAN PITA X Achmadi Surjo Peneliti Pusa! Tcknologi Eleklronika Dirgantara, LAPAN ABSTRACT One of the veri important in a satellite communications
BUKU PETUNJUK MC909 MODEM CLUSTER VER: 1.242
BUKU PETUNJUK MC909 VER: 1.242 PT NATHAN TELEMETRY NUSANTARA Tel: 021 666 04 919 Fax: 021 666 04 919 www.nathantelemetry.com PT NATHAN TELEMETRY NUSANTARA Tel: 021 666 04 919 Fax: 021 666 04 919 www.nathantelemetry.com
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA DATA
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA DATA 4.1. Pengujian Sistem Pada bab ini dilakukan pengujian alat dari seluruh rangkaian yang telah dibuat. Proses pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari alat
Jaringan VSat. Pertemuan X
Jaringan VSat Pertemuan X Pengertian VSat VSAT atau Very Small Aperture Terminal adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan terminalterminal stasiun bumi dengan diameter yang sangat kecil.
BAB 8 HIGH FREQUENCY ANTENNA. Mahasiswa mampu menjelaskan secara lisan/tertulis mengenai jenis-jenis frekuensi untuk
BAB 8 HIGH FREQUENCY ANTENNA Kompetensi: Mahasiswa mampu menjelaskan secara lisan/tertulis mengenai jenis-jenis frekuensi untuk komunikasi, salah satunya pada rentang band High Frequency (HF). Mahasiswa
METODE KALIBRASI RADAR TRANSPONDER ROKET MENGGUNAKAN DATA GPS (CALIBRATION METHOD OF RADAR TRANSPONDER FOR ROCKET USING GPS DATA)
Metode Kalibrasi Radar Transponder Roket... (Wahyu Widada) METODE KALIBRASI RADAR TRANSPONDER ROKET MENGGUNAKAN DATA GPS (CALIBRATION METHOD OF RADAR TRANSPONDER FOR ROCKET USING GPS DATA) Wahyu Widada
Bluetooth. Pertemuan III
Bluetooth Pertemuan III Latar Belakang Pada bulan Mei 1998, 5 perusahaan promotor yaitu Ericsson, IBM, Intel, Nokia dan Toshiba membentuk sebuah Special Interest Group (SIG) dan memulai untuk membuat spesifikasi
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1. Konfigurasi Dasar GPS Tailbuoy Tracking System Konfigurasi dasar dari GPS Tailbuoy Tracking system terbagi menjadi dua bagian yaitu: konfigurasi di kapal dan konfigurasi
BAB III PERANCANGAN SISTEM
18 BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada pembahasan perancangan sistem ini akan menjelaskan cara kerja dari keseluruhan sistem kendali on/off dan intensitas lampu menggunakan frekuensi radio. Pengiriman data
Telekomunikasi Radio. Syah Alam, M.T Teknik Elektro STTI Jakarta
Telekomunikasi Radio Syah Alam, M.T Teknik Elektro STTI Jakarta Telekomunikasi Radio Merupakan suatu bentuk komunikasi modern yang memanfaatkan gelombang radio sebagai sarana untuk membawa suatu pesan
KEPUTUSAN KETUA UMUM ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA TENTANG
Gd. PRASADA SASANA KARYA Lt. 10 Jl. Suryopranoto 8 Jakarta 10130 Telp (021) 632 9649 632 6788 Fax (021) 632 6785 Web site : http://www.orari.or.id Email : [email protected], KEPUTUSAN KETUA UMUM ORGANISASI
PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DANINFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2012 TENTANG
SALINAN PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DANINFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2012 TENTANG PROSEDUR KOORDINASIANTARA PENYELENGGARA TELEKOMUNIKASI YANG MENERAPKAN PERSONAL COMMUNICATION SYSTEM 1900
KOMUNIKASI DATA VIA JALA JALA LISTRIK
KOMUNIKASI DATA VIA JALA JALA LISTRIK Rama Kurnia Pasifik, Bayu Al Fajri, Angga Setya Perdana Program Studi Teknik Elekomunikasi Politeknik Negeri Jakarta, Depok ABSTRAK Dengan kemajuan dalam bidang telekomunikasi
PENGATURAN PERALATAN
PENGATURAN PERALATAN Sistem Komputer terdiri dari 4 elemen yang saling berkaitan, yaitu hardware (perangkat keras), software (perangkat lunak), sistem operasi dan pengguna (user). Untuk keterhubungan antara
Desain Awal Sistem Tracking Antena Stasiun Bumi Untuk Satelit LEO Pada Pita Radio Amatir
Desain Awal Sistem Tracking Antena Stasiun Bumi Untuk Satelit LEO Pada Pita Radio Amatir Gembong Edhi Setyawan 1) Gamantyo Hendrantoro ) 1) Mahasiswa Pasca Sarjana Bidang Studi Telematika, Teknik Elektro
PENGAMATAN KUAT SINYAL RADIO MENGGUNAKAN S METER LITE
Pengamatan Kuat Sinyal Radio Menggunakan... (Varuliantor Dear) PENGAMATAN KUAT SINYAL RADIO MENGGUNAKAN S METER LITE Varuliantor Dear Peneliti Bidang Ionosfer dan Telekomunikasi, LAPAN e-mail : [email protected]
BAB 4 ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN
BAB 4 ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN Untuk melakukan analisis dari performansi Bit Error Rate (BER) diperlukan data data yang menunjang analisis tersebut. Untuk mendapatkan data data tersebut dilakukan
BAB 1 PENDAHULUAN. Melakukan pengukuran besaran fisik di dalam penelitian, mutlak
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Melakukan pengukuran besaran fisik di dalam penelitian, mutlak dibutuhkan. Besaran fisik yang senantiasa mempengaruhi objek penelitian diantaranya adalah
BAB III PERANCANGAN SISTEM
25 BAB III PERANCANGAN SISTEM Sistem monitoring ini terdiri dari perangkat keras (hadware) dan perangkat lunak (software). Perangkat keras terdiri dari bagian blok pengirim (transmitter) dan blok penerima
BAB 2 SISTEM KOMUNIKASI VSAT
BAB 2 SISTEM KOMUNIKASI VSAT 2.1 Konfigurasi Jaringan VSAT Antar stasiun VSAT terhubung dengan satelit melalui Radio Frequency (RF). Hubungan (link) dari stasiun VSAT ke satelit disebut uplink, sedangkan
BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM
42 BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM Pada bab ini dijelaskan pembuatan alat yang dibuat dalam proyek tugas akhir dengan judul rancang bangun sistem kontrol suhu dan kelembaban berbasis mirkrokontroler
PENENTUAN SIKAP SATELIT BERDASARKAN DISTRIBUSI ARUS LISTRIK PADA PANEL SURYA SATELIT LAPAN-TUBSAT
Penentuan Sikap Satelit Berdasarkan... (Abdul Rahman et al.) PENENTUAN SIKAP SATELIT BERDASARKAN DISTRIBUSI ARUS LISTRIK PADA PANEL SURYA SATELIT LAPAN-TUBSAT Abdul Rahman, M. Mukhayadi Peneliti Bidang
JARINGAN KOMPUTER Chandra Hermawan, M.Kom
JARINGAN KOMPUTER Chandra Hermawan, M.Kom Materi Sesi IV MEDIA TRANSMISI Media Transmisi Guided Transmission (Wired): Terdapat saluran fisik yang menghubungkan perangkat satu dengan perangkat lainnya.
UNIVERSAL DOK UNTUK IPOD PETUNJUK PENGGUNAAN. Model No. : ID30
UNIVERSAL DOK UNTUK IPOD PETUNJUK PENGGUNAAN Model No. : ID30 PETUNJUK KEAMANAN 1. Air dan Lembab Jangan gunakan unit dekat dengan air seperti dekat dengan kamar mandi, dapur, meja makan, mesin cuci, kolam
BAB II SISTEM KOMUNIKASI VSAT. Sistem komunikasi VSAT adalah salah satu aplikasi dari sistem
BAB II SISTEM KOMUNIKASI VSAT 21 Umum Sistem komunikasi VSAT adalah salah satu aplikasi dari sistem komunikasi satelit, yaitu sistem komunikasi yang menggunakan satelit sebagai repeater nya VSAT adalah
SEMINAR TUGAS AKHIR. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN TAHAP RF UPLINK 145 MHz PORTABLE TRANSCEIVER SATELIT IINUSAT-01 TRI HARYO PUTRA NRP
Surabaya, 24 Januari 2012 SEMINAR TUGAS AKHIR PERANCANGAN DAN PEMBUATAN TAHAP RF UPLINK 145 MHz PORTABLE TRANSCEIVER SATELIT IINUSAT-01 TRI HARYO PUTRA NRP 2209106043 Dosen Pembimbing Prof. Ir. Gamantyo
Sheet1. Prosedur & konvensi standard untuk memanggil, menjawab dan berbicara. Memulai dan memutuskan hubungan / kontak. Teknik Pertukaran callsign.
Sylabus Amatir Radio Peraturan radio Peraturan lingkungan regulasi, PP, UU, KEPMEN ijin amatir radio biaya / fee callsign batasan power / daya pancar Sheet1 YB YC YD/YH batasan 3 rd party traffic operasi
ROBOT YANG DIPROGRAM OLEH WINDOW PARAMETER MELALUI MEDIA INFRA RED
ROBOT YANG DIPROGRAM OLEH WINDOW PARAMETER MELALUI MEDIA INFRA RED Modul yang digunakan - Delta Robo CPU - Delta DC Driver - Delta Robo Mechanic - Battery Pack - ISP Cable - IR Communication - Delta Infrared
DGSM300 DELTA GSM MODEM INTERFACE
DGSM300 DELTA GSM MODEM INTERFACE SPESIFIKASI: - RS232 port untuk antarmuka dengan PC - Serial TTL untuk antarmuka dengan system mikrokontroler maupun DU- 232 (USB) - RTC Battery untuk penyimpanan data
ANALISA LINK BUDGET PADA KOMUNIKASI SATELIT VSAT POINT TO POINT BANK MANDIRI tbk CABANG PADANG KE STASIUN BUMI CIPETE JAKARTA TUGAS AKHIR
ANALISA LINK BUDGET PADA KOMUNIKASI SATELIT VSAT POINT TO POINT BANK MANDIRI tbk CABANG PADANG KE STASIUN BUMI CIPETE JAKARTA TUGAS AKHIR Disusun Oleh : Nama : Wisnu Joko Satriyono NIM : 0140211-089 Jurusan
BAB III PENGUKURAN UNJUK KERJA ELT RESCUE 99 DAN ELT ADT 406 AF/AP
BAB III PENGUKURAN UNJUK KERJA ELT RESCUE 99 DAN ELT ADT 406 AF/AP Pada BAB 2 telah dijelaskan terdapat dua tipe ELT yaitu Portable ELT dan Fixed ELT dan juga ELT yang hanya bekerja pada dua frekuensi
BAB IV LINK BUDGET ANALYSIS PADA JARINGAN KOMUNIKASI
BAB IV LINK BUDGET ANALYSIS PADA JARINGAN KOMUNIKASI 4.1. Tujuan Link Budget Analysis Tujuan dari perencanaan link budget analysis adalah untuk memperoleh unjuk kerja transmisi yang baik dan efisien terhadap
BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM
BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM 3.1. Perancangan Alat Pada tugas akhir ini penulis merancang suatu alat yang dapat memonitoring banjir dan dapat diaplikasikan untuk memberikan informasi mengenai tingginya
BAB I PENDAHULUAN. ke lokasi B data bisa dikirim dan diterima melalui media wireless, atau dari suatu
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Transmisi merupakan suatu pergerakan informasi melalui sebuah media jaringan telekomunikasi. Transmisi memperhatikan pembuatan saluran yang dipakai untuk mengirim
RANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENERIMA S-BAND DATA VIDEO SATELIT LAPAN-TUBSAT
RANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENERIMA S-BAND DATA VIDEO SATELIT LAPAN-TUBSAT Abdul Rahman Peneliti Bidang Teknologi Ruas Bumi Dirgantara, LAPAN ABSTRACT One of the LAPAN-TUBSAT satellite missions
PERBANDINGAN KINERJA JARINGAN VERY SMALL APERTURE TERMINAL BERDASARKAN DIAMETER ANTENA PELANGGAN DI PASIFIK SATELIT NUSANTARA MEDAN TUGAS AKHIR
PERBANDINGAN KINERJA JARINGAN VERY SMALL APERTURE TERMINAL BERDASARKAN DIAMETER ANTENA PELANGGAN DI PASIFIK SATELIT NUSANTARA MEDAN TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan
RoadMap Penelitian VMeS
Perancangan Terminal Komunikasi Data Terintegrasi Untuk Jaringan Ad Hoc Vessel Messaging System (VMeS) Oleh : Michael Ardita ( 2208 206 017 ) Pembimbing : Dr. Ir. Achmad Affandi, DEA Latar Belakang Indonesia
ABSTRAK. Kata Kunci : Antena Double Cross Dipole, Satelit NOAA,, WXtoImg.
ABSTRAK Pada saat ini terdapat banyak satelit penginderaan jauh yang beroperasi dengan masing-masing misi dan karakteristiknya. Salah satu diantaranya ialah satelit cuaca NOAA (National Oceanic and Atmospheric
Analisis Parameter Ber Dan C/N Dengan Lnb Combo Pada Teknologi Dvb-S2
Analisis Parameter Ber Dan C/N Dengan Lnb Combo Pada Teknologi Dvb-S2 Wahyu Pamungkas 1, Eka Wahyudi 2, Anugrah Ahmad Fauzi 3 123 Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Purwokerto 1 [email protected],
Sistem Monitoring Tinggi Muka Air Sungai Terpasang di seluruh Kaltim dengan Pusat Monitor di Samarinda menggunakan komunikasi satelit RTU LOGGER
Sistem Monitoring Tinggi Muka Air Sungai Terpasang di seluruh Kaltim dengan Pusat Monitor di Samarinda menggunakan komunikasi satelit RTU LOGGER Blok diagram Hardware RTU LOGGER Spesifikasi Teknis RTU
METODE TRACKING KECEPATAN ROKET MENGGUNAKAN TRANSPONDER DOPPLER DUA-FREKUENSI (ROCKET SPEED TRACKING METHOD USING TWO-FREQUENCY DOPPLER TRANSPONDER)
Metode Tracking Kecepatan Roket Menggunakan... (Wahyu Widada) METODE TRACKING KECEPATAN ROKET MENGGUNAKAN TRANSPONDER DOPPLER DUA-FREKUENSI (ROCKET SPEED TRACKING METHOD USING TWO-FREQUENCY DOPPLER TRANSPONDER)
2012, No BATASAN LEVEL EMISI SPEKTRUM (SPECTRUM EMISSION MASK) YANG WAJIB DIPENUHI OLEH PENYELENGGARA PCS1900
2012, No.1014 12 LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 300TAHUN 2012 TENTANG PROSEDUR KOORDINASI ANTARA PENYELENGGARA TELEKOMUNIKASI YANG MENERAPKAN PERSONAL
DAFTAR ISI. Abstrak... Abstract... Kata Pengantar... Daftar Isi... Daftar Gambar... Daftar Tabel... BAB I Pendahuluan Latar Belakang...
ABSTRAK Kemajuan teknologi sudah berkembang dengan pesat terutama dengan banyak terciptanya berbagai macam peralatan dalam bidang telekomunikasi yang salah satunya yaitu modem sebagai alat modulasi dan
Perancangan dan Pembuatan Receiver Untuk ITS-SAT pada Frekuensi MHZ
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No.1, (2013) 1-6 1 Perancangan dan Pembuatan Receiver Untuk ITS-SAT pada Frekuensi 145.9 MHZ Elvira Maharani, Eko Setijadi, dan Suwadi Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri,
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2013) 1-6 1
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2013) 1-6 1 Rancang Bangun Modul PAD (Packet Assembler Dissassembler) menggunakan AX.25 pada Sistem Komunikasi ITS-SAT Pasang Arung Padang, Eko Setijadi, dan Gamantyo
Pengantar Teknologi Informasi Jaringan (Layer Fisik)
Pengantar Teknologi Informasi Jaringan (Layer Fisik) Sebelumnya Standard Protocol Layer OSI LAYER Application (7) Presentation (6) TCP/IP 5. Application Session (5) Transport (4) Network (3) Data link
UNTUK PENGAMATAN PROPAGASI GELOMBANG RADIO HF SECARA
SISTEM (ALE) UNTUK PENGAMATAN PROPAGASI GELOMBANG RADIO HF SECARA Peneliti Bidang Ionosfer dan Telekomunikasi, Pusat Sains Antariksa, LAPAN email: [email protected] RINGKASAN Sistem Automatic Link Establishment
JARINGAN KOMPUTER JARINGAN KOMPUTER
JARINGAN KOMPUTER JARINGAN KOMPUTER Topologi jaringan adalah : hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Jenis Topologi jaringan
BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI
BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI Suatu tujuan akan tercapai dengan baik bila dilakukan melalui tahaptahap yang disusun dan dikerjakan dengan baik pula. Sebelum suatu ide diwujudkan dalam bentuk nyata,
Prosedur & konvensi standard untuk memanggil, menjawab dan berbicara. Memulai dan memutuskan hubungan / kontak. Teknik Pertukaran callsign.
Sylabus Materi Penegak Peraturan radio Peraturan lingkungan regulasi, PP, UU, KEPMEN ijin amatir radio biaya / fee callsign batasan power / daya pancar batasan 3 rd party traffic operasi emergency chipher
BAB IV SATELLITE NEWS GATHERING
BAB IV SATELLITE NEWS GATHERING Satellite News Gathering (SNG) adalah peralatan yang mentransmisikan sinyal informasi yang bersifat sementara dan tidak tetap dengan menggunakan sistem stasiun bumi uplink
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan secara umum perancangan sistem pengingat pada kartu antrian dengan memanfaatkan gelombang radio, yang terdiri dari beberapa bagian yaitu blok diagram
Analisis Perubahan Fasa Terhadap Pola Radiasi untuk Pengarahan Berkas Antena Stasiun Bumi
Analisis Perubahan Fasa Terhadap Pola Radiasi untuk Pengarahan Berkas Antena Stasiun Bumi Christian Mahardhika, Kevin Jones Sinaga 2, Muhammad Arsyad 3, Bambang Setia Nugroho 4, Budi Syihabuddin 5 Fakultas
Pokok Bahasan 7. Satelit
Pokok Bahasan 7 Satelit Pokok Bahasan 7 Pokok Bahasan Sistem komunikasi satelit Sub Pokok Bahasan Jenis-jenis satelit Link budget Segmen bumi Segmen angkasa Kompetensi Setelah mengikuti kuliah ini mahsiswa
