PROFIL KABUPATEN / KOTA
|
|
|
- Harjanti Jayadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SUKABUMI JAWA BARAT
2 KOTA SUKABUMI ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Sukabumi berkembang menjadi kota transit bagi pendatang yang ingin menikamti keindahan alam dan kesejukan udara di sekitarnya. Lokasi Kota Sukabumi yang dikelilingi gunung, rimba, laut, dan pantai (gurilap) memang strategis dijadikan tempat peristirahatan dan tujuan wisata. Tabel 1. LUAS WILAYAH KOTA SUKABUMI No. Kecamatan Luas (Km²) 1. Baros 6,11 2. Citamiang 4,07 3. Warudoyong 7,60 4. Gunung Puyuh 5,50 5. Cikole 7,07 6. Lembur Situ 8,89 7. Cibeureum 8,78 Total 48,02 Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Sukabumi, 2003 Kota Sukabumi terdiri dari 7 kecamatan yaitu Kecamatan Baros, Citamiang, Warudoyong, Gunung Puyuh, Cikole, Lembur Situ, dan Cibeureum, seluas 48,02 km2 dengan jumlah penduduk keseluruhan sejumlah jiwa (tahun 2000). Kecamatan dengan luas wilayah terbesar yaitu Kecamatan Lembur Situ (8,89 km2) sedangkan kecamatan dengan luas terkecil yaitu Kecamatan Citamiang (4,07 km2). Orientasi Wilayah Secara geografis wilayah Kota Sukabumi mempunyai luas wilayah 48,02 km 2 dengan batas-batas sebagai berikut : Batas Utara : Kabupaten Sukabumi Batas Selatan : Kabupaten Sukabumi Batas Timur : Kabupaten Sukabumi Batas Barat : Kabupaten Sukabumi Wilayah Kota Sukabumi merupakan lereng selatan dari Gunung Gede dan Gunung Pangrango, berada pada ketinggian 550 meter di atas permukaan laut pada bagian selatan dan 770 meter di atas permukaan laut bagian utara. Sedangkan di bagina
3 tengah ketinggian rata-rata 650 meter dari permukaan laut. Bentuk bentangan alam Kota Sukabumi berupa perbukitan bergelombang dengan sudut lereng beragam. Keadaan tata air Kota Sukabumi pada umumnya cukup baik karena wilayahnya merupakan bagian dari Gunung Gede, dan diapit oleh dua buah sungai besar yaitu Sungai Cipelang Gede dan Cisuda, yang kesemuanya bermuara di Samudera Indonesia. Sungai lainnya (sungai kecil) yang mengalir di wilayah ini adalah Sungai Cipelangleutik dan Cimuncang yang keduanya bermuara di Sungai Cimandiri. Kawasan terbangun di wilayah Kota Sukabumi ini sebesar 39% dan lainnya merupakan lahan pertanian (tidak terbangun). Dari luas lahan terbangun yang ada, seluas 86,4% merupakan kawasan perumahan sedangkan lainnya merupakan kawasan terbangun non perumahan. Tabel 2. PENGGUNAAN LAHAN TERBANGUN KOTA SUKABUMI TAHUN 2000 No. Penggunaan Lahan Luas (Km²) 1. Perumahan 1.634,09 2. Olahraga dan rekreasi 8,76 3. Peribadatan 18,35 4. Perkantoran 32,03 5. Pendidikan 118,69 6. Kesehatan 13,67 7. Perdagangan 31,50 8. Hotel 2,52 9. Industri 31,59 TOTAL 1.891,20 PENDUDUK Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Perkembangan dari tahun ke tahun di antara kecamatan-kecamatan yang termasuk ke dalam wilayah Kota Sukabumi, yang mempunyai perkembangan penduduk terbesar adalah Kecamatan Gunung Puyuh dan yang terkecil adalah kecamatan Cikole dan Warudoyong. Tabel 3. JUMLAH PENDUDUK KOTA SUKABUMI TAHUN 2000 No. Kecamatan Jumlah (jiwa) 1. Baros Citamiang Warudoyong Gunung Puyuh Cikole Lembur Situ Cibeureum Total Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Sukabumi, 2003 Jumlah penduduk terbanyak di Kota Sukabumi terdapat di Kecamatan Cikole, yaitu sejumlah jiwa, sedangkan penduduk terkecil terdapat di Kecamatan Cibeureum, yaitu sebanyak jiwa. Berdasarkan hasil rekapitulasi registrasi penduduk tahun 2002, penduduk Kota Sukabumi meningkat menjadi jiwa (data termuat dalam Renstra Kota Sukabumi tahun ).
4 Sebaran dan Kepadatan Penduduk No. Tabel 4. SEBARAN DAN KEPADATAN PENDUDUK DI KOTA SUKABUMI TAHUN 2000 Penduduk Kecamatan Jumlah (Jiwa) Kepadatan (Jiwa/Km²) 1. Baros Citamiang Warudoyong Gunung Puyuh Cikole Lembur Situ Cibeureum Total Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Sukabumi, Kecamatan dengan tingkat kepadatan tertinggi yaitu Kecamatan Citamiang ( jiwa/ km2), sedangkan kecamatan dengan tingkat kepadatan terendah yaitu Kecamatan Cibeureum (2.764 jiwa/ km2). Tenaga Kerja Bidang perdagangan yang pada tahun 2001 mampu menyerap 37% usia kerja ini menjadi pilihan Kota Sukabumi, meskipun harus menghadapi permasalahan yang komplek. Tabel 5. JUMLAH PENDUDUK MENURUT MATA PENCAHARIAN TAHUN 2000 No. Mata Pencaharian Kecamatan Citamiang W. Doyong G. Puyuh Cikole Bbaros Jumlah 1. Petani Pegawai Negeri TNI-POLRI Pensiunan Pegawai Swasta Buruh Pedagang Masih Sekolah Lainnya Jumlah Tabel 6. PROSENTASE ANGKATAN KERJA MENURUT JENIS KEGIATAN DAN JENIS KELAMIN TAHUN 2000 Kegiatan Penduduk Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Penduduk berumur 10 tahun ke atas Angkatan Kerja Bekerja 68,20 54,72 34,79 27,46 50,98 40,67 Mencari Pekerjaan 2. Bukan Angkatan Kerja Sekolah Mengurus Rumah Tangga Lainnya 13,80 31,80 22,01 1,17 8,62 7,33 65,21 23,07 37,61 4,53 10,31 49,02 22,56 19,95 6,51 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja 68,52 34,79 50,98 Tingkat Pengangguran Terbuka 20,14 21,07 20,22
5 EKONOMI Kondisi Perekonomian Daerah Secara umum tingkat pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi pada 4 tahun terakhir ( ) yang diwujudkan dalam laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menunjukkan kemajuan yang relatif lambat. Pada awal terjadinya krisis ekonomi pertengahan tahun 1997 tingkat pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi masih relatif normal yaitu 3,86%, tetapi pada tahun 1998 sebagai puncak dari krisis ekonomi tingkat pertumbuhannya merosot tajam sampai minus 17,15%. Jasa jasa 16,97% Keuangan 7,22% Pengangkutan dan Komunikasi 14,99% DISTRIBUSI PERSENTASE KEGIATAN EKONOMI KOTA SUKABUMI TAHUN 2001 Pertanian 4,07% Listrik Gas, dan Air Bersih 1,33% Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Sukabumi, 2002 Industri Pengolahan 3,88% Bangunan 5,77% Pertambangan dan Penggalian 0,01% Perdagangan, Hotel, dan Restoran 45,77% Dari data tahun 2001, kontribusi yang cukup signifikan membangun perekonomian Kota Sukabumi yaitu sektor perdagangan, hotel, dan restoran (45,77%) dari total ekgiatan ekonomi kota sebesar Rp 1,2 triliun, kemudian diikuti oleh sektor jasa-jasa (16,97%), sektor pengangkutan dan komunikasi (14,99%). Sedangkan sektor lainnya (22,27%) meliputi sektor bangunan, listrik, gas, dan air bersih, industri pengolahan, keuangan, pertanian, dan pertambangan dan penggalian. Keuangan Daerah Tabel 7. APBD KOTA SUKABUMI TAHUN 2003 PENDAPATAN JUMLAH (Rp) 1. Pendapatan Asli Daerah Dana Perimbangan Lain-lain Pendapatan yang Sah TOTAL BELANJA 1. Aparatur Daerah Pelayanan Publik Pos DPRD Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Tidak Tersangka TOTAL SURPLUS PEMBIAYAAN 1. Penerimaan Daerah Pengeluaran Daerah TOTAL Sumber : Pemerintah Kota Sukabumi, 2003
6 FASILITAS UMUM DAN SOSIAL Pendidikan meningkatakan peningkatan kualitas SDM, pemerintah kota melaksanakan apa yang disebut penataan ulang SD. Dari jumlah SD 177 sekolah diharapkan pada tahun 2003 menjadi 121 sekolah yang merupakan jumlah ideal dibandingkan dengan jumlah murid di Kota Sukabumi. Beberapa SD yang tidak efektif, misalnya karena kekurangan guru atau murid, akan dialihkan ke sekolah lain atau dijadikan satu sekolah binaan dengan sistem manajemen berbasis sekolah. Kota Sukabumi juga memiliki sarana pendidikan yang memadai, terutama untuk pendidikan dasar dan menengah, dengan 177 SD, 46 SLTP, dan 41 SLTA. Sayangnya, pendidikan tinggi yang ada secara kualitas dan kuantitas belum memadai untuk menampung lulusan SLTA. Siswa yang ingin menempuh pendidikan tinggi harus melanjutkan ke perguruan tinggi di Bandung, Bogor, dan Jakarta. Dengan potensi sekitar lulusan SLTA dari Kota Sukabumi dan lainnya dari kabupaten, perguruan tinggi berkualitas sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Fasilitas Kesehatan Faslitas kesehatan yang dimiliki oleh Kota Sukabumi tahun 2000 terdiri dari Rumah Sakit 4 unit, Puskesmas Pembantu 16 unit, Posyandu, Klinik Bersalin 1 unit, Tempat Praktek Dokter, Bidan dan Apotek 19 unit serta toko obat 26 unit. SARANA DAN PRASARANA PERMUKIMAN Komponen Air Bersih Penyediaan air bersih dengan sistem perpipaan dikelola oleh PDAM Kota Sukabumi dengan menggunakan tiga jenis sumber air yang terdiri dari air permukaan, sumur dalam, dan mata air untuk mensuplai daerah pelayanannya. Berikut adalah gambaran pengelolaan air bersih di Kota Sukabumi : Tabel 8. DATA PENGELOLAAN AIR BERSIH KOTA SUKABUMI No Uraian Satuan Besaran I. Pelayanan Penduduk 1 Jumlah penduduk Jiwa Jumlah pelanggan Jiwa - 3 Penduduk terlayani % - II. Data Sumber 1 Nama pengelola : PDAM Kota Sukabumi 2 Sistem : - 3 Sistem sumber : Sumur dalam dan sumber air permukaan 4 Kapasitas sumber l/det 507 III. Data Produksi 1 Kapasitas Produksi l/det Kapasitas Desain l/det 3 Kapasitas Pasang l/det Kapasitas Produksi Aktual m³/th IV. Data Distribusi 1 Sistem Distribusi : Gravitasi dan Perpompaan 2 Kapasitas Distribusi l/det Air Terjual m³/th Air Terdistribusi m³/th Asumsi kebutuhan air l/org/hr No Uraian Satuan Besaran
7 6 Total penjualan air Rp Cakupan pelayanan air % 24,2 8 Cakupan penduduk Jiwa - 9 Jumlah mobil tangki Unit - V. Data Kebocoran 1 Kebocoran Administrasi % - 2 Kebocoran Teknis % 13,80 Pelayanan air bersih di Kota Sukabumi masih belum maksimal, terbukti dari cakupan palayanan air masih 24,2 %. Sedangkan untukkebutuhan air bersih kota Sukabumi dapat dilihat dari tabel berikut : Tabel 9. DATA KEBUTUHAN AIR BERSIH KOTA CIREBON Kapasitas Produksi Jumlah Kebutuhan Ideal Kota Kebutuhan Total Selisih Eksisting Penduduk (jiwa) Sedang (lt/org/hr) (l/hr) (l/hr) l/det l/hr Sumber: analisis Dari data diatas, diketahui bahwa kebutuhan air bersih kota Sukabumi adalah sebesar l/hr. Angka ini didapatkan dari perkalian antara jumlah penduduk kota Sukabumi ( jiwa) dengan kebutuhan ideal air bersih untuk kota sedang (100 l/org/hr). Dan dari angka kebutuhan tersebut, yang bisa dilayani oleh PDAM Kota Sukabumi baru l/hr. Jadi, kebutuhan air bersih yang masih harus dilayani di Kota Sukabumi ini sebesar l/hr atau 149,82 l/det. Tabel 10. DATA PELAYANAN AIR BERSIH DI KOTA SUKABUMI NO. URAIAN SATUAN BESARAN I. Pelayanan Penduduk 1. Jumlah penduduk Jiwa Jumlah pelanggan Jiwa 3. Penduduk terlayani % II. Data Tarif 1. Rumah tangga Rp 1.250,- 2. Niaga Rp 3.000,- 3. Industri Rp 3.900,- 4. Instansi Rp 2.100,- 5. Sosial Rp 960,- Tarif rata-rata Rp 350,- III. Data Konsumen 1 Jumlah sambungan rumah Unit Jumlah sambungan rumah tangga Unit Jumlah sambungan niaga Unit Jumlah sambungan industri Unit 12 5 Jumlah sambungan sosial Unit Jumlah sambungan instansi Unit Terminal air Unit - 8 Hidran umum Unit - 9 Kran umum Unit Konsumsi rumah tangga Jiwa - 11 Konsumsi non rumah tangga Jiwa - 12 Jumlah jiwa/sambungan rumah Jiwa/SR - 13 Jumlah jiwa/hidran umum Jiwa/unit - 14 Tingkat pelayanan umum % 24 IV. Administrasi 1. Keuangan Rp - 2. Efisiensi penagihan % - NO. URAIAN SATUAN BESARAN
8 IV. Administrasi 3. Jumlah pegawai Orang - 4. SLA Rp - 5. RPD Rp - 6. Jangka waktu pinjaman SLA Tahun - 7. Jangka waktu pinjaman RPD Tahun - Sumber : data Sampai dengan tahun 2001, PDAM Kota Sukabumi telah memasang sambungan rumah (SR) dan 57 kran umum (KU), jadi tingkat pelayanannya baru mencapai 24,2%. No. Nama Sumber 1. Cigunung Tabel 11. TINGKAT PELAYANAN PDAM KOTA SUKABUMI No. Lokasi Kecamatan Jumlah Penduduk Tingkat Pelayanan KK Jiwa SR KU % thd KK 1. Gunung Puyuh Cikole Citamiang Warudoyong Baros Lembur Situ Cibeureum JUMLAH ,2% Tabel 12. SISTEM DAN SUMBER AIR BERSIH PDAM KOTA SUKABUMI Debit Debit Kondisi Jenis Lokasi Max Min Sumber ( l/dt ) ( l/dt ) Air Permukaan 2. Batu Karut Mata Air 3. Cigadog Mata Air 4. Selabintana 5. Sukalarang 6. Bhayangkara 7. Danalaga 8. Cisuda Sumur Sumur Sumur Sumur Sumur Gede Pangrango Kec. Kadudampit Kab. Sukabumi Pasir Halang Kec. Sukaraja Kab. Sukabumi Desa Cigadog Kec. Sukabumi Kab. Sukabumi Desa Selabintana Kec. Sukabumi Kab. Sukabumi Desa Sukalarang Kec. Sukabumi Kab. Sukabumi Kec. Cikole Kota Sukabumi Kec. D.Luhur Kota Sukabumi Kec. Citamiang Kota Sukabumi Baik Sistem Pengolahan Pengolahan lengkap di WTP Cibunar Baik Desinfeksi Baik Desinfeksi Baik Baik Baik 8 Desinfeksi Masih Pemantauan Masih 8-7 Desinfeksi Pemantauan JUMLAH 507 ± 355
9 Berdasarkan hasil laporan administrasi keuangan dan teknik PDAM Kota Sukabumi per 31 juli 2004, besarnya rugi laba sebelum penyusutan adalah sebesar Rp ,26,-. Komponen Pengolahan Sampah Peralatan persampahan yang dimiliki oleh Dinas Kebersihan Kota Sukabumi ditampilkan sebagai berikut : Tabel 13. FASILITAS PERSAMPAHAN MILIK DINAS KEBERSIHAN KOTA SUKABUMI Fasilitas Persampahan Jumlah Keterangan 1. Sarana Pengumpulan Gerobak sampah 93 unit 2. Sarana Pemindahan/Transfer TPS Tertutup TPS Terbuka TPS Bukittinggi 3. Sarana Pengangkutan/Transportasi Truk Terbuka Arm-Roll Truck dan Kontainer Pick Up 4. Sarana pembuangan/final Dumping TPA Buldozer 27 unit 135 unit 20 unit 18 unit 1 unit 4 unit Lokasi di Desa Cikundul Kec. Baros, Luas lahan 5,3 Ha Lahan efektif 5,1 Ha Lahan terpakai 3,6 Ha 2 unit 8 unit masih baik Baru 3 unit semi baik, 1 unit tidak baik Sistem penimbunan terkendali (control landfill) 1 unit baru, 1 unit rusak Sistem pengolahan persampahan di Kota Sukabumi meliputi : 1. Pewadahan Penduduk :tong kayu, keranjang bekas, drum bekas, kantong plastik Perkotaan : bin (fiber, drum bekas, ember plastik) Pasar-pasar : kantong plastik, keranjang bambu Perkantoran : bin fiber, drum, plastik Tempat umum : bin fiber, drum, plastik 2. Pengumpulan Pemukiman : door to door dengan gerobak Jalan-jalan utama : door to door dengan dump truck Perkantoran : dari TPS/transfer depo dengan dump truck Pasar : dari TPS/transfer depo dengan dump truck Fasilitas umum : dari TPS/transfer depo dengan dump truck 3. Pemindahan Dilaksanakan di TPS/transfer depo tipe II 4. Pengangkutan Menggunakan dump truck dan pick up 5. Pembuangan Akhir Menggunakan sistem urugan tanah terkendali (control landfill), lokasi di Desa Cikundul Kecamatan Baros dengan luas lahan 5,1 Ha Perincian timbunan/volume sampah yang dihasilkan di Kota Sukabumi dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 14. JUMLAH TIMBUNAN/VOLUME SAMPAH DAN PENGANGKUTANNYA
10 No. Sumber Sampah Timbunan/Volume Sampah Sampah Terangkut m³/hari % m³/hari % 1. Permukiman 364,5 66,0 291,6 80,0 2. Komersial 136,0 25,0 136,0 100,0 3. Kawasan Industri 17,0 3,0 17,0 100,0 4. Fasilitas Umum 25,5 5,0 25,5 100,0 5. Perkantoran 8,5 1,5 8,5 100,0 JUMLAH 551,5 100,0 478,6 87,0 Tabel 15. DATA PENGELOLAAN PERSAMPAHAN KOTA SUKABUMI No Uraian Satuan Besaran I. Tingkat Pelayanan Persampahan 1 Asumsi timbulan sampah l/org/hr 3 2 Jumlah penduduk perkotaan Org Asumsi produksi sampah m³/hari 777,14 4 Jumlah sampah m³/hari 551,50 5 Jumlah sampah terlayani m³/hari 478,60 6 Cakupan daerah layanan Ha 2.593,16 II. Sarana Operasional Sampah 1 Dump truck (6 m³) Unit 22 2 Arm roll truck Unit 4 3 Gerobak Unit Pick up truck (4 m³) Unit 6 5 Container Unit 1 6 Transfer depo Unit - 7 Loader unit 1 8 Buldozer unit 2 9 Wheel Loader unit - 10 Back Hoe unit - 11 TPS unit 285 III. TPA 1 Nama : Ds. Cikundul, Kec.Baros 2 Status : Milik Pemda 3 Sistem pengelolaan : Controlled Landfill 4 Luas ha 5,3 5 Jumlah Pelayanan m³/hari 478,60 6 Kapasitas m³/hari - 7 Umur Th - 8 Jarak ke permukiman Km - IV. Sarana Pengolahan 1 Incenerator Unit - Jumlah Penduduk (jiwa) Tabel 16. DATA KEBUTUHAN PELAYANAN SAMPAH KOTA CIREBON Asumsi Timbulan Asumsi Total Jumlah produksi Jumlah sampah Sampah Timbulan Sampah aktual sampah terangkut (lt/org/hr) (m³/hr) (m³/hr) (m³/hr) ,14 551,50 478,60 Keterangan : * Selisih jumlah sampah terangkut dengan asumsi total timbulan sampah Sumber: analisis Selisih (m³/hr) 72,9 298,54* Dengan melihat jumlah produksi sampah yang dihasilkan dan sampah yang terangkut, maka untuk saat ini masih terdapat 72,9 m³/hr yang belum terlayani. Namun, untuk antisipasi kebutuhan di masa yang akan datang, dengan memperhitungkan asumsi sampah yang dihasilkan per orang per hari sebesar 3 lt/org/hari dan jumlah penduduk sebesar jiwa, maka besarnya sampah yang masih harus diangkut adalah sebesar 298,54 m³/hr.
11 Komponen Sanitasi / Limbah Cair Pengelolaan air limbah/air buangan di Kota Sukabumi dilakukan secara on-site, yaitu secara individual pada masing-masing rumah tangga dan komunal dengan memanfaatkan fasilitas umum seperti jamban umum, MCK dengan tangki septik dan cubluk serta saluran lainnya seperti sungai dan kolam. Selain itu pengolahan air limbah WC dan toilet berupa tangki septik atau cubluk, sementara itu untuk air limbah bekas cuci dan limbah dapur belum dilakukan pengolahan dan langsung dibuang ke saluran drainase dan saluran sungai terdekat. Berdasarkan tingkat pelayanan, kondisi sistem pengolahan air limbah Kota Sukabumi dibagi ke dalam : a. Tingkat Masyarakat Air limbah yang dihasilkan oleh masyarakat di Kota Sukabumi pada umumnya berasal dari buangan kotoran rumah tangga berupa kotoran dari WC/jamban keluarga dengan cara ditampung dalam cubluk atau tangki septik atau langsung dibuang ke sungai atau kolam tanpa melalui tangki septik. Untuk air limbah dari kamar mandi dan dapur disalurkan melalui saluran drainase, sungai, kolam, atau langsung dibuang ke alhan kosong dan pesawahan yang terdapat di sekitar permukiman. b. Tingkat Jaringan Kota Pengelolaan air limbah pada jaringan kota menyangkut tugas atau wewenang yang dikelola oleh pemerintah. hal pengelolaan lumpur tinja dari tangki septik (pengangkutan dan pengolahannya/iplt) pada saat ini Kota Sukabumi telah memiliki dua unit Vacum Truck (truk tinja) dan satu unit IPLT (Instalasi Pengolahan Limbah Tinja) yang dikelola oleh Dinas Kebersihan. c. Tingkat Pelayanan Umum Pada saat sekarang penyediaan prasarana air limbah di tempat umum seperti di pasar dan terminal telah tersedia cukup memadai dan baik. Penyediaan dan operasi pemeliharaan (O&M) MCK yang ada, khususnya di pasar dan terminal dilakukan oleh Dinas Pengelolaan Pasar dan bekerja sama dengan pihak swasta. Pengelolaan pihak swasta tiap tahunnya memberikan retribusi ke Dinas Pengelolaan Pasar rata-rata sebesar Rp 18 juta/tahun. Kondisi MCK yang terdapat di pasar dan terminal dikelola oleh instansi tertentu yang menanganinya, tetapi kondisi prasarana MCK/jamban tersebut kurang terpelihara baik dalam segi fisik bangunannya, ketersediaan air bersih, maupun kebersihan lingkungannya. Penggunaan fasilitas pembuangan air limbah yang ada tersebar di seluruh wilayah Kota Sukabumi. Sarana air limbah secara on-site yang dimiliki tiap keluarga pada umumnya dilakukan pengurasan secara berkala setiap dua tahun sekali. Untuk daerah pasar dan terminal serta permukiman kumuh saat ini telah dilayani oleh sarana jamban dan MCK, yang pengurasan lumpur limbahnya diharapkan dapat disedot oleh truk tinja. Jamban keluarga yang terdapat di Kota Sukabumi berjumalh unit, sedangkan MCK berjumlah 309 unit. Untuk pembuangan/pengolahan lumpur limbah rumah tangga dapat dilakukan pada instalasi limbah air kotor yang ada, umumnya dilakukan dua tahun sekali. Permasalahan yang ada meliputi : Tata letak dan konstruksi saran pembuangan air kotor yang ada masih belum memenuhi persyaratan teknis baik dilihat dari bidang resapan dan pipa udara,
12 penempatan cubluk dan tangki septik mempunyai jarak yang terlalu dekat dengan sumur gali/sumber air bersih. Masih kurangnya fasilitas jamban umum/mck dan jamban pribadi. Untuk menangani pembuangan lumpur tinja hasil penyedotan dipergunakan IPLT lokasinya dekat TPA Desa Cikundul Kecamatan Baros dengan luas 0,5 Ha. Tingkat pelayanan air limbah sistem setempat (on-site sanitation) yang dikelola oleh Dinas Kebersihan ini mencapai 31% penduduk. Komponen Jalan Untuk pelayanan didang perhubungan dan kebinamargaan di Kota Sukabumi dijalankan oleh Dinas Binamarga Kota Sukabumi. Secara umum, sistem dan pelayanan prasarana jalan kota sampai saat ini telah menjangkau sebagian besar wilayah perkotaan, hanya sebagian kecil wilayah perluasan kota yang belum terlayani oleh sistem jaringan jalan kota.. Sejak tahun 2000, panjang jalan arteri dan kolektor tidak mengalami perubahan (tetap). Masing-masing sepanjang 7,140 km untuk jalan arteri dan 20,480 km untuk jalan kolektor. Sedangkan untuk jalan total mengalami peningkatan sebesar 17,92 %, dari 131,124 km (2000) menjadi 154,62 di tahun Di Kota Sukabumi, berdasarkan data RTRW tahun 2001, memiliki 1 buah terminal dan 2 buah sub terminal, yaitu : 1. Terminal bus yang terletak di jalan Jendral Sudirman merupakan terminal lokal dan regional. Melayani penumpang untuk trayek antar kota, antar propinsi dan antar kota dalam propinsi. 2. Sub terminal Lembur Situ yang terletak di jalan Pelabuhan merupakan terminal pengganti dari sub terminal Cikondang adalah terminal regional untuk kendaraan umum, baik bus maupun non-bus yang melayani antar kota dan dalam kota. 3. Sub terminal Bungbulang yang terletk di jalan pembangunan merupakan terminal regionalnon-bus yang melayani antar kota dan dalam kota.
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA JAWA TIMUR KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Secara astronomis Kota Lumajang terletak pada posisi 112 5-113 22 Bujur Timur dan 7 52-8 23 Lintang Selatan. Dengan wilayah seluas
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA DUMAI RIAU KOTA DUMAI ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Dumai adalah ibu kota Kota Dumai, dengan status adalah sebagai kota administratif dari Kota Dumai. Kota Dumai memiliki
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA RANTAU PRAPAT SUMATERA UTARA KOTA RANTAU PRAPAT ADMINISTRASI Profil Wilayah Luas wilayah Kota Rantau Prapat menurut Data Sarana dan Prasarana Kota adalah seluas 17.679 Ha.
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PADANG SIDEMPUAN SUMATERA UTARA KOTA PADANG SIDEMPUAN ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Padang Sidempuan merupakan salah satu kota sedang yang terletak di Propinsi Sumatera
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA JAMBI JAMBI KOTA JAMBI ADMINISTRASI Profil Wilayah Tabel 1. LUAS WILAYAH KOTA JAMBI No. Kecamatan Luas (Km²) 1. Kota Baru 77,78 2. Jambi Selatan 34,07 3. Jelutung 7,92 4. Pasar
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA KOTA KENDARI ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Kendari merupakan bagian dari wilayah administrasi dari propinsi Sulawesi Tenggara. Batas-batas administratif
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BULELENG BALI KOTA BULELENG ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Buleleng merupakan bagian dari wilayah administrasi Kabupaten Buleleng. Batas-batas administratif kota Buleleng
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA JAWA TIMUR KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Tuban merupakan ibukota Kabupaten Tuban. Apabila dilihat dari posisi Kota Tuban yang berada di jalan arteri primer yang menghubungkan
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA JAWA TIMUR KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Bagian selatan Bagian barat Secara astronomis, Kota Situbondo yang terdiri dari 9 desa/kelurahan, terletak diantara 7º35 7º 44 Lintang
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA MOJOKERTO JAWA TIMUR KOTA MOJOKERTO ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota yang terkenal dengan makanan khas ondeondenya ini menyandang predikat kawasan pemerintahan dengan luas
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PINANG SUMATERA UTARA KOTA KOTA PINANG ADMINISTRASI Profil Kota Pinang merupakan ibukota kecamatan (IKK) dari Kecamatan Kota Pinang dan merupakan bagian dari kabupaten Labuhan
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SIDAMANIK SUMATERA UTARA KOTA SIDAMANIK ADMINISTRASI Profil Kota Kota Kisaran merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Simalungun Propinsi Sumatera Utara. PENDUDUK Jumlah
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BALIGE SUMATERA UTARA KOTA BALIGE ADMINISTRASI Profil Kota Kota Balige merupakan ibukota Kabupaten (IKAB) dari kabupaten Toba Samosir yang terletak di propinsi Sumatera Utara.
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA METRO LAMPUNG KOTA METRO ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Metro berkembang menjadi kota transit bagi pendatang yang ingin menikamti keindahan alam dan kesejukan udara di sekitarnya.
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SUMATERA UTARA KOTA ADMINISTRASI Profil Kota Kota Percut Sei Tuan merupakan ibukota Kecamatan (IKK) dari kecamatan Percut Sei Tuan yang merupakan bagian dari kabupaten Deli
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SIDOARJO JAWA TIMUR KOTA SIDOARJO ADMINISTRASI Profil Kota Kota Sidoarjo merupakan Ibukota Kecamatan Sidoarjo yang terletak di tepi Selat Madura dan termasuk dalam wilayah
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA JAWA BARAT KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Cianjur merupakan salah satu kecamatan yang terletak di kabupaten Cianjur propinsi Jawa Barat. Cianjur dikenal dengan pameo
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SUBANG JAWA BARAT KOTA SUBANG ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Subang merupakan ibukota Kecamatan Subang yang terletak di kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat. Batas-batas
ADMINISTRASI Profil Kota
KOTA JEMBER ADMINISTRASI Profil Kota Kota Ibukota Administratif Jember merupakan pusat kota Kabupaten Jember. Posisi ketinggian 83 meter dari permukaan air laut dengan lokasi koordinat 7º59 6 8º33 56 Lintang
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA KISARAN SUMATERA UTARA KOTA KISARAN ADMINISTRASI Profil Kota Kota Kisaran merupakan ibukota Kabupaten (IKAB) dari Kecamatan Kisaran dan merupakan bagian dari kabupaten Asahan
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BENGKULU BENGKULU KOTA BENGKULU ADMINISTRASI Profil Wilayah Tabel 1. LUAS WILAYAH KOTA BENGKULU No. Kecamatan Luas (Ha) 1. Gading Cempaka 2.885 2. Teluk Segara 1.668 3. Bengkahulu
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA NANGGROE ACEH DARUSSALAM KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Lhokseumawe telah menjadi sebuah kota otonom, yang berarti Kota Lhokseumawe telah siap untuk berdiri sendiri
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BANTEN KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Cilegon dikenal sebagai kota baja, dimana terdapat perusahaan pengolahan baja terbesar di Indonesia, yaitu PT. Krakatau Steel yang
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PURWAKARTA JAWA BARAT KOTA PURWAKARTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Purwakarta merupakan Ibukota Kabupaten Purwakarta yang merupakan wilayah administrasi Propinsi Jawa Barat.
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA TANJUNG PINANG KEPULAUAN RIAU KOTA TANJUNG PINANG ADMINISTRASI Profil Wilayah Status Kota Tanjung Pinang adalah kota administratif dari Kabupaten Kepulauan Riau. Kota ini memiliki
BAB IV GAMBARAN UMUM KOTA SUKABUMI. Kota Sukabumi terletak pada bagian selatan tengah Jawa Barat pada
4.1. Profil Wilayah BAB IV GAMBARAN UMUM KOTA SUKABUMI Kota Sukabumi terletak pada bagian selatan tengah Jawa Barat pada koordinat 106 0 45 50 Bujur Timur dan 106 0 49 29 Lintang Selatan dan 6 0 50 44
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BANDA ACEH NANGGROE ACEH DARUSSALAM KOTA BANDA ACEH ADMINISTRASI Profil Wilayah Aceh Utara berada pada jalur yang sangat strategis yang merupakan titik tengah antara Banda
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SULAWESI UTARA KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Bitung adalah salah satu kota yang termasuk dalam wilayah propinsi Sulawesi Utara. Batas administratif adalah sebagai berikut
KONDISI UMUM WILAYAH STUDI
16 KONDISI UMUM WILAYAH STUDI Kondisi Geografis dan Administratif Kota Sukabumi terletak pada bagian selatan tengah Jawa Barat pada koordinat 106 0 45 50 Bujur Timur dan 106 0 45 10 Bujur Timur, 6 0 49
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PALOPO SULAWESI SELATAN KOTA PALOPO ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota administratif Palopo berfungsi sebagai pusat kegiatan antar wilayah (PKAW) ataupun PPAW, karena merupakan
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BANGKA BELITUNG KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kondisi tanah dan keterbatasan lahan Kota Pangkal Pinang kurang memungkinkan daerah ini mengembangkan kegiatan pertanian. Dari
BAB II KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI. Tabel 2.1 : Visi Misi Sanitasi Kabupaten Aceh Jaya. Visi Sanitasi Kabupaten
BAB II KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI 2.1 Visi Misi Sanitasi Tabel 2.1 : Visi Misi Sanitasi Kabupaten Aceh Jaya Visi Kabupaten Misi Kabupaten Visi Sanitasi Kabupaten Misi Sanitasi Kabupaten Kabupaten Aceh
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BLITAR JAWA TIMUR KOTA BLITAR ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Blitar yang menjadi ibu kota Blitar sejak dahulu sering dikaitkan dengan nama besar Bung Karno. Karena disinilah
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA TANGERANG BANTEN KOTA TANGERANG ADMINISTRASI Profil Wilayah Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, Kota Tangerang memiliki keuntungan dan sekaligus kerugian.
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA DEPOK JAWA BARAT KOTA DEPOK ADMINISTRASI Profil Wilayah Salah satu penyebab Kota ini berkembang pesat seperti sekarang adalah setelah adanya keputusan untuk memindahkan sebagian
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA KEDIRI JAWA TIMUR KOTA KEDIRI ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Kediri identik dikenal sebagi Kota Rokok Kretek. Karena di kota itulah, berdiri pabrik rokok kretek PT.Gudang
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA CIREBON JAWA BARAT KOTA CIREBON ADMINISTRASI Profil Wilayah ` Dalam sejarahnya Cirebon adalah bekas ibu kota kerajaan besar yang kekuasaannya meliputi seluruh Jawa Barat. Kerajaan
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA AMBON MALUKU KOTA AMBON ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Ambon merupakan ibukota propinsi kepulauan Maluku. Dengan sejarah sebagai wilayah perdagangan rempah terkenal, membentuk
BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI. 3.1 Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengembangan Air Limbah Domestik
III-1 BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI Pada bab strategi percepatan pembangunan sanitasi akan dijelaskan lebih detail mengenai tujuan sasaran dan tahapan pencapaian yang ingin dicapai dalam
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PRABUMULIH SUMATERA SELATAN KOTA PRABUMULIH ADMINISTRASI Profil Wilayah Terdapat dua faktor yang menjadikan Kota Prabumulih strategis secara ekonomi yaitu : Persimpangan jalan
Lampiran A. Kerangka Kerja Logis Air Limbah
Lampiran A. Kerangka Kerja Logis Air Limbah Permasalahan Mendesak Tujuan Sasaran Strategi Program Kegiatan 1. Meningkatnya pembangunan Tersedianya Tersedianya Penyusunan Masterplan Penyusunan Masterplan
LAPORAN IPLT KEPUTIH KOTA SURABAYA PROPINSI JAWA TIMUR
LAPORAN IPLT KEPUTIH KOTA SURABAYA PROPINSI JAWA TIMUR IPLT Keputih Kota Surabaya DESEMBER 2010 1 A. Gambaran Umum Wilayah; Geografis Kota Surabaya terletak antara 112 36 112 54 BT dan 07 21 LS, dengan
BAB II KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI. Kabupaten Balangan. 2.1 Visi Misi Sanitasi
II-1 BAB II KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI 2.1 Visi Misi Sanitasi Visi Pembangunan Tahun 2011-2015 adalah Melanjutkan Pembangunan Menuju Balangan yang Mandiri dan Sejahtera. Mandiri bermakna harus mampu
Matrik Kerangka Kerja Logis Kabupaten Luwu
Matrik Kerangka Kerja Logis Kabupaten Luwu Subsektor Permasalahan Mendesak Rumusan Tujuan Rumusan Sasaran dan Air Limbah Domestik 1 Pencemaran air tanah dan sungai Meningkatkan kinerja SKPD terkait memiliki
Deskripsi Program/ Kegiatan Sanitasi. Dinas PU Kabupaten Tapanuli Tengah
Deskripsi Program/ Sanitasi Kabupaten Tapanuli Tengah A. Program/ Air Limbah Nama Program/ Pembangunan MCK Komunal - Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak BABS dan mempunyai jamban yang aman /
BAB IV DASAR PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH
BAB IV DASAR PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH 4.1 Umum Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan sistem distribusi air bersih yaitu berupa informasi mengenai kebutuhan air bersih
RINGKASAN EKSEKUTIF DIAGRAM SISTEM SANITASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK KABUPATEN WONOGIRI. (C) Pengangkutan / Pengaliran
RINGKASAN EKSEKUTIF Strategi Sanitasi Kabupaten Wonogiri adalah suatu dokumen perencanaan yang berisi kebijakan dan strategi pembangunan sanitasi secara komprehensif pada tingkat kabupaten yang dimaksudkan
BAB II GAMBARAN UMUM DAERAH
BAB II GAMBARAN UMUM DAERAH 2.1 Letak Geografis dan Jumlah Penduduk Tenggarong merupakan salah satu Kecamatan dari 15 Kecamatan yang ada diwilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan luas wilayah 398,10
BAB III ISU STRATEGIS DAN TANTANGAN LAYANAN SANITASI KOTA
BAB III ISU STRATEGIS DAN TANTANGAN LAYANAN SANITASI KOTA 3.1. ASPEK NON TEKNIS Perumusan Isu strategis berfungsi untuk mengontrol lingkungan baik situasi lingkungan yang sudah diketahui maupun situasi
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PEKANBARU RIAU KOTA PEKANBARU ADMINISTRASI Profil Wilayah Di masa silam kota ini hanya berupa dusun kecil bernama Payung Sekaki yang terletak di pinggiran Sungai Siak. Dusun
5.1 PROGRAM DAN KEGIATAN SEKTOR & ASPEK UTAMA
Bagian ini memuat daftar program dan kegiatan yang menjadi prioritas pembangunan sanitasi Kabupaten Gunungkidul Tahun 2011 2015 ini disusun sesuai dengan strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran dari
Memorandum Program Percepatan Pembangunan Sanitasi BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN Program dan dalam dokumen ini merupakan hasil konsolidasi dan integrasi dari berbagai dokumen perencanaan terkait pengembangan sektor sanitasi dari berbagai kelembagaan terkait, baik
BAB 2 Kerangka Pengembangan Sanitasi
BAB 2 Kerangka Pengembangan Sanitasi 2.1. Visi Misi Sanitasi Visi Kabupaten Pohuwato Tabel 2.1: Visi dan Misi Sanitasi Kabupaten/Kota Misi Kabupaten Pohuwato Visi Sanitasi Kabupaten Pohuwato Misi Sanitasi
Bab 3: Profil Sanitasi Wilayah
Bab 3: Profil Sanitasi Wilayah Tabel 3.1: Rekapitulasi Kondisi fasilitas sanitasi di sekolah/pesantren (tingkat sekolah: SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK) (toilet dan tempat cuci tangan) Jumlah Jumlah Jml Tempat
Mendapatkan gambaran tentang kondisi dan rencana penanganan air limbah domestik di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2017
L ampiran - 1 A. Kerangka Kerja Logis (KKL) A.1 Kerangka Kerja Logis Air Limbah Permasalahan Isu Strategis Tujuan Belum adanya Master Plan dan peta Pengelolaan air limbah domestik Penaganan air limbah
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PAREPARE SULAWESI SELATAN KOTA PAREPARE ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Parepare merupakan kota kedua terbesar di Propinsi Sulawesi Selatan, dan dikategorikan sebagai Kota
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SINGARAJA BALI KOTA SINGARAJA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Singaraja merupakan bagian dari wilayah administrasi Kabupaten Buleleng. Berdasar pengamatan di lapangan, pola
BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI
BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI 3.1 Rencana Kegiatan Air Limbah Pengolahan air limbah permukiman secara umum di Kepulauan Aru ditangani melalui sistem setempat (Sistem Onsite). Secara umum
A. Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah Kabupaten Kubu Raya
Lampiran E: Deskripsi Program / Kegiatan A. Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah Kabupaten Kubu Raya Nama Maksud Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah Kabupaten Kubu
PROFIL KABUPATEN / KOTA
PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SUMATERA SELATAN KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota ini berada di dataran tinggi yang sejuk, aktivitas ekonomi / perdagangan sangat ditentukan oleh sektor Pertanian dan
1. KERANGKA KERJA LOGIS (KKL) SEKTOR AIR LIMBAH DOMESTIK KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2016
1. KERANGKA KERJA LOGIS (KKL) SEKTOR AIR LIMBAH DOMESTIK KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2016 1. Jumlah masyarakat yang BABS di Barat adalah 28.257 KK atau 15.58%. 2. Jumlah masyarakat yang menggunakan cubluk/tangki
PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN/KEBERSIHAN
PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN/KEBERSIHAN I. UMUM Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mengamanatkan perlunya
RINGKASAN EKSEKUTIF PEMUTAKHIRAN STRATEGI SANITASI KABUPATEN SUMBAWA BARAT 2016
KABUPATEN SUMBAWA BARAT 2016 RINGKASAN EKSEKUTIF Dokumen Pemutakhiran Strategi Sanitasi Kota (SSK) Tahun 2016 ini merupakan satu rangkaian yang tidak terpisahkan dengan dokumen lainnya yang telah tersusun
PERANSERTA PEMERINTAH, SWASTA, DAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SEMARANG DINAS KEBERSIHAN & PERTAMANAN KOTA SEMARANG TAHUN 2010
PERANSERTA PEMERINTAH, SWASTA, DAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SEMARANG DINAS KEBERSIHAN & PERTAMANAN KOTA SEMARANG TAHUN 2010 SKPD DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA SEMARANG Visi :
3.1 Rencana Kegiatan Air Limbah
3.1 Rencana Kegiatan Air Limbah Salah satu sasaran pengelolaan pembangunan air limbah domestik Kota Tangerang yang akan dicapai pada akhir perencanaan ini adalah akses 100% terlayani (universal akses)
Lampiran 2: Hasil analisis SWOT
LAMPIRANLAMPIRAN Lampiran : Hasil analisis SWOT o Tabel Skor untuk menentukan isu strategis dari isuisu yang diidentifikasi (teknis dan nonteknis) Subsektor Air Limbah Sub Sektor : AIR LIMBAH No. Faktor
BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI
BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI 3.1 Rencana Kegiatan Air Limbah Rencana kegiatan air limbah di Kabupaten Buru Selatan diarahkan pada sasaran yang tingkat resiko sanitasinya yang cukup tinggi,
Standar Pelayanan Minimal untuk Permukiman Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001 Standar Pelayanan Bidang
Standar Minimal Permukiman Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001 Standar No 1. Kasiba/ Lisiba - Badan Pengelola Kawasan - Rencana terperinci tata ruang - Jumlah ijin lokasi
Lampiran 2. Hasil Analisis SWOT
Lampiran 2. Hasil Analisis SWOT A. Sub Sektor Air Limbah Domestik Tabel Kerangka Kerja Logis (KKL) Sektor Air Limbah Domestik Permasalahan Mendesak Tujuan Sasaran Strategi (SWOT) Indikasi Program Indikasi
4 KONDISI UMUM WILAYAH
25 4 KONDISI UMUM WILAYAH 25 Kondisi Fisik Geografi dan Administrasi Kota Sukabumi secara Geografis terletak di bagian selatan Jawa Barat pada koordinat 106 45 50 Bujur Timur dan 106 45 10 Bujur Timur,
V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. 5.1 Gambaran Umum Tempat Pembuangan Akhir Pasir Sembung
V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1 Gambaran Umum Tempat Pembuangan Akhir Pasir Sembung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Sembung Cianjur merupakan satu-satunya TPA yang dimiliki oleh Kabupaten Cianjur.
Tabel 3.34 Daftar Program/Proyek Layanan Yang Berbasis Masyarakat Tabel 3.35 Kegiatan komunikasi yang ada di Kabupaten Merangin...
Daftar Isi Kata Pengantar Bupati Merangin... i Daftar Isi... ii Daftar Tabel... iv Daftar Peta... vi Daftar Gambar... vii Daftar Istilah... viii Bab 1: Pendahuluan... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Landasan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perkembangan kota yang pesat menyebabkan makin bertambahnya jumlah penduduk yang tinggal di kota tersebut. Demikian juga dengan volume sampah yang diproduksi oleh kota
3.1 TUJUAN, SASARAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AIR LIMBAH DOMESTIK TABEL 3.1 TUJUAN, SASARAN DAN TAHAPAN PENCAPAIAN PENGEMBANGAN AIR LIMBAH DOMESTIK
Bab ini merupakan strategi sanitasi kota tahun 2013 2017 yang akan memaparkan tentang tujuan, sasaran/target serta strategi sub sektor persampahan, drainase, air limbah serta aspek PHBS. Penjelasan masingmasing
IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN
34 IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN 4.1. Kondisi Fisik 4.1.1. Geografi dan Administrasi Kota Sukabumi secara geografis terletak di bagian selatan Jawa Barat (106º45 50-106º45 10 Bujur Timur dan 6º49
BAB IV STRATEGI KEBERLANJUTAN LAYANAN SANITASI SSK
BAB IV STRATEGI KEBERLANJUTAN LAYANAN SANITASI Bab ini merupakan inti dari Strategi Kabupaten Toba Samosir tahun 2011-2015 yang akan memaparkan tentang tujuan, sasaran dan tahapan pencapaian serta trategi
BAB IV PENENTUAN KEBUTUHAN AIR MINUM DI WILAYAH PERENCANAAN
BAB IV PENENTUAN KEBUTUHAN AIR MINUM DI WILAYAH PERENCANAAN IV.1 Umum Dalam merencanakan instalasi pengolahan air minum diperlukan informasi mengenai kebutuhan air minum di wilayah perencanaan. Kebutuhan
BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI
BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI 3.1. Rencana Kegiatan Air Limbah Sasaran dan strategi untuk mencapai visi sanitasi dan melaksanakan misi sanitasi, dirumuskan berdasarkan kondisi terkini dari
PENGELOLAAN PERSAMPAHAN
PENGELOLAAN PERSAMPAHAN 1. LATAR BELAKANG PENGELOLAAN SAMPAH SNI 19-2454-1991 tentang Tata Cara Pengelolaan Teknik Sampah Perkotaan, mendefinisikan sampah sebagai limbah yang bersifat padat, terdiri atas
Lingkungan Permukiman
8 Lingkungan Permukiman Lingkungan permukiman adalah lingkungan buatan, bukan lingkungan alami. Lingkungan permukiman merupakan salah satu komponen pembentuk perkampungan / kota. Secara garis besar, lingkungan
T E S I S KAJIAN PENINGKATAN SANITASI UNTUK MENCAPAI BEBAS BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN DI KECAMATAN KARANGASEM BALI
T E S I S KAJIAN PENINGKATAN SANITASI UNTUK MENCAPAI BEBAS BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN DI KECAMATAN KARANGASEM BALI Oleh: MADE YATI WIDHASWARI NRP. 3310 202 712 Dosen Pembimbing: Dr. Ir. NIEKE KARNANINGROEM,
BAB IV STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI
BAB IV STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI 4.1 Air Limbah Domestik Penetapan tujuan, sasaran dan strategi pengembangan air limbah domestik dilakukan berdasarkan misi pengembangan sanitasi yang diturunkan
