BAB I PENDAHULUAN. Seperti yang dikutip dari situs
|
|
|
- Iwan Sugiarto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seperti yang dikutip dari situs bahwa para investor Indonesia mulai tertarik untuk melakukan investasi dalam bentuk saham berdasarkan hasil survei yang dilakukan Manulife Asset Management bertajuk "Manulife Investor Sentiment Index" (MISI). Serta pernyataan yang dikemukan dalam situs bahwa pencapaian perdagangan saham pada tahun 2011 sebesar 40,14% dan msih terus meningkat. Pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa kebutuhan masyarakat Indonesia untuk berinvestasi semakin meningkat, perilaku dan pola pikir masyarakat untuk melipatgandakan uang sudah mulai berubah, tidak hanya semata-mata mengharapkan bunga bank saja. Didukung pendidikan yang maju, masyarakat mulai sadar bahwa selama ini inflasi telah mempengaruhi nilai uang mereka dan nilai uang tersebut akan terus menurun dan tidak bernilai jika hanya diletakkan di bank. Pesatnya globalisasi, teknologi dan perekonomian juga turut mendorong kegiatan investasi untuk dikenal, di mana masyarakat akan mendapatkan return atas kegiatan investasinya tersebut. 1
2 Jika dilihat dari sisi perekonomian di Indonesia sampai tahun 2012 ini, pertumbuhan ekonomi di Indonesia semakin meningkat. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia yang merupakan salah satu tolok ukur majunya suatu perekonomian, naik sebesar 6,17 % dibandingkan tahun Tingkat perekonomian yang semakin tinggi ini juga mengindikasikan bahwa masyarakat di Indonesia semakin leluasa dalam melakukan pengeluaran uang. Dengan kemampuan masyarakat untuk mengeluarkan uang semakin tinggi maka besar kesempatan untuk mulai melakukan investasi. Kemudian didukung juga dengan grafik 1.1 yang menampilkan GDP (Gross Domestic Product) atau PDB Indonesia per kapita, mulai pada tahun 2011 sampai tahun 2012, GDP Indonesia semakin meningkat mencapai $ Hal ini yang kemudian mendorong para investor asing melirik perusahaan di Indonesia karenakan pasar di Indonesia yang besar, peningkatan konsumsi masyarakat Indonesia dan peningkatan kinerja perusahaan Indonesia. 2
3 Tabel 1.1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Sumber: Grafik 1.1 Indonesia Gross Domestic Product per Capita (US$) Indonesia IDN GDP per capita (current US$) , , , , , , Sumber: 3
4 Kebutuhan yang demikian besar mendorong kesempatan untuk berinvestasi di Indonesia. Seorang calon investor dapat melakukan investasi melalui alternatif-alternatif investasi yang tersedia baik di bank melalui deposito, investasi berupa emas, property ataupun tanah. Selain beberapa alternatif yang sudah dijabarkan sebelumnya, investor juga dapat melakukan investasi di pasar modal. Dalam pasar modal tersebut, terdapat dua pelaku bisnis yang menjalankan transaksi yaitu investor dan emiten dari perusahaan go public. Bagi investor, pasar modal merupakan tempat untuk menyalurkan dananya dalam bentuk berupa saham. Darmadji dan Fakhruddin (2006, 115) dalam Hadianto Bram dan Lauw Tjun Tjun (2009, 1) investasi pada saham bukanlah merupakan investasi yang terbebas dari risiko. Walaupun demikian, investasi saham cukup menjadi produk investasi favorit karena seorang investor dapat mempunyai harapan untuk memperoleh keuntungan berupa capital gain ataupun dividen saham yang tinggi. Dengan risiko yang relatif cukup tinggi, investor saham pun juga akhirnya mengharapkan tingkat pengembalian yang relatif tinggi. Di lain pihak, bagi emiten dari perusahaan go public pasar modal merupakan tempat untuk memperoleh tambahan dana untuk kegiatan operasional perusahaan agar perusahaan dapat bertahan dan mampu bersaing dengan perusahaan lain. Dalam investasi saham, risiko dan return tidak akan pernah lepas dan akan selalu berhubungan. Menurut Tandelilin (2007) dalam Kusnandar 4
5 (2012), investasi saham memiliki berbagai macam risiko seperti risiko suku bunga, risiko pasar, risiko inflasi, risiko bisnis, risiko finansial, risiko likuiditas, risiko nilai tukar mata uang dan risiko negara. Namun sekarang risiko dibedakan menjadi dua tipe yang mempengaruhi seluruh perusahaan yaitu diversifiable risk atau risiko tidak sistematis atau unsystematic risk dan nondiversifiable risk atau risiko sistematis atau systematic risk. Menurut Gitman (2009, 250) tentang risiko sistematis bahwa nondiversifiable risk atau risiko sistematis disebabkan faktor pasar seperti perang, inflasi, insiden internasional dan peristiwa politik yang mempengaruhi semua perusahaan, tetapi tidak dapat dihilangkan melalui diversifikasi. Sedangkan mengenai risiko tidak sistematis, Gitman (2009, 250) mengatakan bahwa diversifiable risk atau risiko tidak sistematis merupakan bagian dari risiko aset yang berhubungan dengan penyebab acak dari kejadian spesifik perusahaan yang dapat dihilangkan melalui diversifikasi, kejadian spesifik perusahaan tersebut seperti pemogokan, tuntutan hukum, tindakan regulasi, dan hilangnya key account. Seperti pendapat Gitman demikian, risiko sistematis dipengaruhi faktor diluar perusahaan dan tidak dapat dieliminasi melalui diversifikasi saham, oleh karena itu, setiap investor perlu memperhatikan risiko sistematis tersebut untuk menilai return saham yang diharapkannya. Gitman (2009, 250) juga mengatakan bahwa setiap investor dapat membuat portofolio aset yang akan menghilangkan hampir semua diversifiable risk, dan satu-satunya risiko yang relevan adalah nondiversifiable risk serta pengukuran nondiversifiable 5
6 risk tersebut menjadi kepentingan utama dalam memilih aset dengan karakteristik risk-return yang paling diinginkan. Dalam penelitian ini, faktor-faktor yang dibahas dalam mempengaruhi risiko sistematis adalah operating leverage, financial leverage dan karakteristik saham. Penggunaan leverage baik operating leverage dan financial leverage dalam perusahaan dapat memperbesar risiko dan return yang diterima oleh investor. Oktiyatun (2012, 2-3) mengemukan bahwa operating leverage menggambarkan struktur biaya perusahaan yang dikaitkan dengan keputusan manajemen dalam menentukan kombinasi asset perusahaan dan analisa operating leverage tersebut digunakan untuk mengukur tingkat kepekaan penjualan (sales) terhadap earning before interest and taxes (EBIT). Dengan penggunaan asset atau fixed cost, perusahaan dapat memperbesar EBIT yang dihasikan dengan peningkatan penjualan tertentu dan sebaliknya jika terjadi penurunan pada penjualan tertentu, maka akan memperkecil EBIT yang dihasilkan. Kondisi yang demikian, maka akan memperbesar risiko dan return yang diterima investor karena perubahan penjualan akan berakibat peningkatan dan penurunan EBIT yang besar. Financial leverage berhubungan dengan penggunaan debt atau utang dari suatu perusahaan. Semakin besar perusahaan menggunakan debt atau utang maka semakin besar pula financial leverage perusahaan tersebut. Gitman (2009, 554) mengemukakan financial leverage merupakan 6
7 penggunaan potensial atas biaya keuangan tetap untuk memperbesar efek perubahan EBIT terhadap earnings per share (EPS) suatu perusahaan. Konsepnya masih sama dengan operating leverage di mana penggunaan fixed financial cost seperti bunga atau interest karena penggunaan debt dan dividend dari preffered stock untuk memperbesar nilai earnings per share (EPS) dari efek perubahan EBIT yang terjadi. Pembayaran bunga karena penggunaan debt dan pembayaran dividen atas saham preferen merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh perusahaan setiap periodenya sehingga biaya-biaya tersebut merupakan biaya tetap. Semakin besar utang perusahaan maka perusahaan akan semakin berisiko tidak dapat membayar kewajibannya tersebut walaupun untuk jangka pendek dapat memperbesar nilai EPS. Oleh sebab itu, semakin tinggi financial leverage, maka risiko saham tersebut semakin besar. Pada dasarnya, leverage berhubungan dengan nilai perusahaan dan peningkatan leverage dapat mengoptimalkan return sampai pada tingkat tertentu. Namun pada tingkat tertentu, peningkatan utang atau leverage akan menurunkan nilai perusahaan karena biaya yang ditimbulkan atas utang akan lebih besar daripada manfaat leverage tersebut. Oleh karena itu, bagi perusahaan, penting untuk mengukur penggunaan leverage perusahaan. Dan sebagai investor juga penting untuk memahami faktor-faktor yang 7
8 mempengaruhi risiko karena pada dasarnya investor selalu menginginkan return yang besar dengan risiko yang kecil. Selain dari data faktor fundamental seperti leverage, karakteristik suatu perusahaan juga dibahas dalam penelitian ini sebagai salah satu variabel independen. Karakteristik perusahaan tersebut membedakan antara perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan perusahaan bukan BUMN atau BUMS (Badan Usaha Milik Swasta). Menurut Joko Salim (2010, 110) dalam bukunya 108 Tanya Jawab Tentang Investasi mengatakan bahwa, beberapa investor lebih banyak memilih saham perusahaan BUMN karena asumsi bahwa lebih aman untuk berinvestasi dengan perusahaan milik pemerintah. Di samping itu, alasan lainnya adalah bahwa biasanya perusahaan BUMN membagikan dividen dalam jumlah yang besar secara rutin. Kemudian menyinggung masalah semakin kuatnya mata uang Amerika yaitu Dollar terhadap Rupiah dari tahun ke tahun, pemerintah menggunakan saham BUMN dalam membantu menstabilkan keadaan indeks saham yang semakin melemah, seperti yang dikutip dalam website bahwa untuk mengantisipasi semakin terpuruknya rupiah dan indeks saham, maka pemerintah melakukan sejumlah langkah seperti peningkatan suku bunga acuan atau BI Rate, pembelian kembali atau buy back saham BUMN, termasuk hedging. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa saham perusahaan 8
9 BUMN memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan saham perusahaan bukan BUMN atau BUMS. Indeks harga saham berdasarkan situs Bursa Efek Indonesia merupakan salah satu indikator utama pergerakan harga saham. Dalam penelitian ini, obyek penelitian yang digunakan adalah saham-saham perusahaan yang terdaftar di indeks LQ45. Bursa Efek Indonesia (2010, 11) menjelaskan bahwa indeks LQ45 terdiri dari 45 emiten dengan likuiditas (LiQuid) tinggi, yang diseleksi melalui beberapa kriteria pemilihan. Selain penilaian atas likuiditas, seleksi atas emiten-emiten tersebut juga mempertimbangkan kapitalisasi pasar. Dalam pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam indeks LQ45 merupakan perusahaan-perusahaan besar sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut sudah mapan dan tentu memiliki sistem yang sudah stabil. Keadaan yang demikian memungkinkan bahwa saham-saham perusahaan yang terdaftar dalam indeks LQ45 memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan saham-saham perusahaan diluar indeks LQ Rumusan Masalah Saham atau surat berharga merupakan cara pendanaan yang banyak diminati bagi perusahaan yang membutuhkan dana, serta juga merupakan obyek investasi yang diminati pula oleh investor. Perusahaan yang membutuhkan dana akan menerbitkan saham sebagai alternatif pendanaan. Investor baik 9
10 individu maupun manajer atau perusahaan juga lebih banyak memilih saham sebagai alternatif investasi. Saham menjadi pilihan karena instrumen investasi ini memberikan imbal hasil atau return yang cukup besar, namun juga berisiko. Total risiko atau risk pada saham dapat dibedakan menjadi dua tipe yaitu risiko sistematis atau nondiversifiable risk dan risiko tidak sistematis atau diversifiable risk. Kedua tipe risiko tersebut berpengaruh pada seluruh perusahaan. Risiko tidak sistematis yang disebabkan risiko perusahaan serta dapat dieliminasi dengan cara melakukan diversifikasi pada portfolio saham. Namun yang menjadi permasalahan adalah risiko sistematis yang disebabkan faktor pasar dan tidak dapat dieliminasi dengan cara melakukan diversifikasi. Oleh karena itu, penting bagi para investor untuk mengukur risiko sistematis tersebut dan mengetahui faktor apa yang mempengaruhinya. Berdasarkan permasalahan tersebut, dapat dirumuskan sebagai berikut: 1) Apakah operating leverage memiliki pengaruh terhadap risiko sistematis pada saham perusahaan yang terdaftar di LQ45? 2) Apakah financial leverage memiliki pengaruh terhadap risiko sistematis pada saham perusahaan yang terdaftar di LQ45? 3) Apakah karakteristik perusahaan yaitu perusahaan BUMN memiliki pengaruh terhadap risiko sistematis pada saham perusahaan yang terdaftar di LQ45? 10
11 4) Apakah operating leverage, financial leverage dan karakteristik perusahaan secara simultan memiliki pengaruh terhadap risiko sistematis pada saham perusahaan yang terdaftar di LQ45? 1.3 Tujuan Penelitian Secara umum, tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk menegetahui pengaruh operating leverage, financial leverage dan karakteristik perusahaan secara simultan terhadap risiko sistematis pada saham perusahaan yang terdaftar di LQ45 periode tahun Secara khusus, tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah sebagai berikut: 1) Mengetahui pengaruh operating leverage terhadap risiko sistematis pada saham perusahaan yang terdaftar di LQ45 periode tahun ) Mengetahui pengaruh financial leverage terhadap risiko sistematis pada saham perusahaan yang terdaftar di LQ45 periode tahun ) Mengetahui pengaruh karakteristik perusahaan yaitu perusahaan BUMN terhadap risiko sistematis pada saham perusahaan yang terdaftar di LQ45 periode tahun ) Mengetahui pengaruh operating leverage, financial leverage dan karakteristik perusahaan secara simultan terhadap risiko sistematis pada saham perusahaan yang terdaftar di LQ45 periode tahun
12 1.4 Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini diharapkan dapat digunakan bagi berbagai pihak sebagai berikut: 1) Bagi investor Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi para investor dalam memilih perusahaan yang ingin diinvestasi. Melalui penelitian ini, investor dapat lebih memperhatikan mengenai risk dan return dari setiap obyek investasi terutama saham serta juga melihat faktor fundamental sebagai bahan pertimbangan. 2) Bagi manajemen perusahaan Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan dapat membantu memberikan informasi terhadap perusahaan, serta dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. 3) Bagi penulis Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bukti empiris mengenai kemampuan variabel operating leverage, financial leverage dan karakteristik perusahaan dalam menjelaskan perubahan risiko sistematis saham. 1.5 Sistematika Penulisan Dalam penulisan penelitian ini, sistematika penulisan disusun berdasarkan bab demi bab yang akan diuraikan seperti dibawah ini: 12
13 BAB I PENDAHULUAN Merupakan bentuk ringkas dari penjelasan mengenai keseluruhan penelitian yang diangkat. Bab pendahuluan meliputi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian dan sistematika penulisan penelitian. BAB II TELAAH LITERATUR Berisi penjelasan dari keseluruhan landasan teori yang digunakan peneliti dalam menyelesaikan penelitian serta landasan teori penelitian terdahulu yang akan dijadikan acuan dasar teori dan analisis penelitian. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Merupakan penjelasan dari penggunaan desain penelitian, bagaimana metode dalam melakukan penelitian, metode pengumpulan data yang dipilih, serta metode analisis data untuk menyelesaikan penelitian. BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Berisi hasil penelitian dari topik yang dibahas, mulai dari tahap analisis, hasil pengujian dan implementasinya yang dijelaskan secara teoritis baik secara kuantitatif maupun kualitatif. BAB V SIMPULAN DAN SARAN Berisi simpulan mengenai jawaban atas masalah yang dibahas dalam penelitian, serta memaparkan saran dari penulis mengenai sesuatu yang layak untuk dilakukan dalam penelitian selanjutnya. 13
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Krisis moneter yang terjadi di Indonesia pada pertengahan tahun 1997
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Krisis moneter yang terjadi di Indonesia pada pertengahan tahun 1997 telah menyebabkan perekonomian nasional semakin terpuruk, bahkan dampak dari krisis moneter
BAB I PENDAHULUAN. Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, dan Sistematika Penulisan.
BAB I PENDAHULUAN Bab ini terdiri atas Latar Belakang Masalah, Batasan Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, dan Sistematika Penulisan. A. Latar Belakang Masalah Fenomena globalisasi
BAB I PENDAHULUAN. mencari keuntungan sebesar-besarnya demi menyejahterakan karyawan dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada saat ini persaingan dalam dunia bisnis semakin tinggi. Semakin banyak perusahaan baru yang muncul untuk bersaing dengan perusahaan lama. Tujuan perusahaan
BAB 1 PENDAHULUAN. dana. Menurut Fahmi dan Hadi (2009:41), pasar modal (capital market) adalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal mempunyai peranan sangat penting dalam perekonomian suatu negara, sebagai sarana untuk mengalokasikan sumber daya ekonomi secara optimal dengan
BAB I PENDAHULUAN. memperoleh pembiayaan atau dana dengan cara penjualan saham. Pasar modal
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal merupakan salah satu tempat bagi suatu perusahaan untuk memperoleh pembiayaan atau dana dengan cara penjualan saham. Pasar modal menjadi alternatif bagi
BAB I PENDAHULUAN. seluruh penghasilan saat ini, maka dia dihadapkan pada keputusan investasi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap orang dihadapkan pada berbagai pilihan dalam menentukan proporsi dana atau sumber daya yang mereka miliki untuk konsumsi saat ini dan di masa mendatang. Kapan
BAB I PENDAHULUAN. biasanya mereka akan mendasarkan keputusannya pada beberapa informasi yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat awal seorang investor berniat melakukan transaksi di pasar modal, biasanya mereka akan mendasarkan keputusannya pada beberapa informasi yang dimilikinya,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pasar modal memiliki peranan yang sangat penting dalam sektor
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pasar modal memiliki peranan yang sangat penting dalam sektor ekonomi pada sebuah negara. Hal tersebut di dukung oleh peranan pasar modal yang sangat strategis
BAB I PENDAHULUAN. untuk mengalami perbaikan. Hal tersebut dikarenakan perekonomian merupakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pada era globalisasi sekarang ini, perekonomian di Indonesia diharuskan untuk mengalami perbaikan. Hal tersebut dikarenakan perekonomian merupakan salah
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebanyak 25 perusahaan baru di tahun 2011, 23 perusahaan baru di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dalam era globalisasi ini, persaingan antar perusahaan sangat ketat. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek
BAB I PENDAHULUAN. dan berarti perusahaan telah melakukan financial leverage. Semakin besar utang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam perkembangannya, dunia mengalami kemajuan yang pesat. Sama dalam dunia perekonomian seiring dengan perkembangannya perekonomian suatu perusahaan akan mengalami
repository.unisba.ac.id BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal tempat diperjual belikannya keuangan jangka panjang seperti
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal tempat diperjual belikannya keuangan jangka panjang seperti utang, ekuitas (saham), instrumen derivatif dan instrumen lainnya. Pasar modal merupakan salah
BAB I PENDAHULUAN. ketidakpastian yang seringkali sulit diprediksikan oleh para investor. Pesatnya perkembangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Aktivitas investasi merupakan aktivitas yang dihadapkan pada berbagai macam resiko dan ketidakpastian yang seringkali sulit diprediksikan oleh para investor. Pesatnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Indeks Sektoral BEI (Bursa Efek Indonesia) merupakan sub indeks dari IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). Semua emiten yang tercatat di BEI diklasifikasikan
BAB I PENDAHULUAN. Banyak cara yang dapat dilakukan investor dalam melakukan investasi,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang penelitian Banyak cara yang dapat dilakukan investor dalam melakukan investasi, salah satunya adalah dengan melakukan investasi di Pasar Modal. Dalam hal ini Pasar
BAB I PENDAHULUAN. tahun 1989 menjadi 288 emiten pada tahun 1999 (Susilo dalam. di Bursa Efek Indonesia mencapai 442 emiten (www.sahamok.com).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pasar modal di Indonesia sejak tahun 1997 mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal ini dapat dilihat dari 56 emiten pada tahun 1989 menjadi 288 emiten pada
BAB I PENDAHULUAN. modal dan industri-industri sekuritas yang ada pada suatu negara tersebut. Peranan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perekonomian suatu negara dapat diukur dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan mengetahui tingkat perkembangan dunia pasar modal dan industri-industri
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Di era globalisasi ini, perkembangan perusahaan go public semakin pesat. Saham-saham diperdagangkan untuk menarik para investor menanamkan modal pada
BAB I PENDAHULUAN. dalam menjalankan kegiatan operasionalnya akan membutuhkan struktur. modal yang kuat untuk meningkatkan laba agar tetap mampu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perusahaan-perusahaan yang sedang mengalami masa perkembangan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya akan membutuhkan struktur modal yang kuat untuk meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN. pasar modal tidak dilakukan dengan cara bertemu langsung antara penjual
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pasar modal pada hakikatnya memiliki sifat yang sama dengan pasar barang atau pasar tradisional pada umumnya. Karena dalam pasar modal terdapat kegiatan
BAB I PENDAHULUAN. berupa capital gain. Menurut Indriyo Gitosudarmo dan Basri (2002: 133),
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kondisi perekenomian yang tidak stabil dan sulit diprediksi sangat berpengaruh terhadap perkembangan dunia bisnis dewasa ini. Kondisi tersebut bisa menyebabkan penurunan
BAB I PENDAHULUAN. negara tentunya memerlukan dana, salah satu altenatif yang dapat digunakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Di era ekonomi modern seperti sekarang ini perkembangan Indonesia di berbagai bidang terutama sektor ekonomi semakin pesat, hal ini dapat dilihat dari banyaknya pembangunan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungan atau merugikan. Ketidak
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Teoritis 2.1.1 Pengertian Risiko Pada dasarnya risiko muncul akibat adanya kondisi ketidakpastian akan sesuatu yang diharapkan terjadi dimasa yang akan datang. Sesuatu
I. PENDAHULUAN. dalam waktu dua tahun atau lebih secara bertahap. Secara umum investasi dikenal
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi merupakan pengeluaran modal saat ini, untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu dua tahun atau lebih secara bertahap. Secara umum investasi dikenal sebagai kegiatan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan perekonomian suatu negara dapat diukur dengan berbagai
13 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan perekonomian suatu negara dapat diukur dengan berbagai cara, salah satunya adalah mengetahui tingkat perkembangan dunia pasar modal dan industri-industri
BAB I PENDAHULUAN. yang disebut Indeks harga saham. Untuk mengetahui bagaimana kegiatan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. Berbicara tentang kegiatan pasar modal saat ini tidak terlepas dari apa yang disebut Indeks harga saham. Untuk mengetahui bagaimana kegiatan ekonomi bergerak,naik
BAB 1 PENDAHULUAN. investasi tersebut ada suatu keuntungan (return) yang diinginkan oleh investor.
BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Investasi merupakan suatu penanaman modal secara langsung ataupun tidak langsung, jangka pendek maupun jangka panjang, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan
BAB 1 PENDAHULUAN. melakukan kebijakan financial coorporate. Dalam kebijakan ini perusahaan. modal pinjaman atau kombinasi di antaranya.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam perkembangan dunia usaha khususnya di dalam industri ritel menunjukkan tingkat pertumbuhan yang pesat. Hal ini terlihat dari banyaknya usaha ritel yang berkembang
BAB I PENDAHULUAN. investor atau calon investor menilai bahwa perusahaan berhasil dalam mengelola
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Harga saham merupakan salah satu indikator keberhasilan pengelolaan perusahaan, jika harga saham suatu perusahaan selalu mengalami kenaikan, maka investor atau
BAB I PENDAHULUAN. menjadikan perusahaan-perusahaan saling bersaing untuk dapat menyesuaikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan era globalisasi di Indonesia mengakibatkan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Perkembangan era globalisasia ini menjadikan perusahaan-perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang memerlukan dana dalam jumlah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan salah satu sumber dana eksternal yang sering dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang memerlukan dana dalam jumlah yang besar untuk
BAB I PENDAHULUAN. Efek Indonesia (Kristiana dan Sriwidodo, 2012). Pasar modal merupakan sarana
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perkembangan pasar modal di Indonesia saat ini sudah semakin pesat, hal itu dapat dibuktikan dengan semakin banyaknya perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan dana jangka panjang dengan menjual saham atau mengeluarkan obligasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan tempat bertemu antara penjual dan pembeli dengan resiko untung dan rugi serta merupakan sarana perusahaan untuk meningkatkan kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN. Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang. 1 Dalam
BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang. Seiring dengan laju perekonomian Indonesia yang terus mengalami
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Seiring dengan laju perekonomian Indonesia yang terus mengalami perkembangan maka persaingan pun akan semakin meningkat. Dalam persaingan tersebut perusahaan terdorong
BAB I PENDAHULUAN. yang tak kalah baik dari pelaku usaha pendahulunya. Hal ini mendorong para pelaku
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Belakangan ini persaingan dalam dunia ekonomi semakin meningkat karena munculnya berbagai pelaku usaha dalam berbagai segmen industri dengan sumber daya
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka 1. Return Saham Salah satu tujuan investor berinvestasi adalah untuk mendapatkan return. Tanpa adanya tingkat keuntungan yang dinikmati dari
) DI BURSA EFEK INDONESIA
ANALISIS FUNDAMENTAL TERHADAP PERUSAHAAN YANG BERGERAK DI BIDANG AUTOMOTIVE AND ALLIED PRODUCTS SEBAGAI DASAR PENENTUANINVESTASI (STUDI KASUS 6 PERUSAHAAN AUTOMOTIVE AND ALLIED PRODUCTS ) DI BURSA EFEK
BAB 2. Tinjauan Teoritis dan Perumusan Hipotesis
10 BAB 2 Tinjauan Teoritis dan Perumusan Hipotesis 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Pasar Modal a. Pengertian Pasar Modal Pengertian pasar modal secara umum adalah suatu tempat bertemunya para penjual dan pembeli
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan bertujuan untuk meningkatkan nilai perusahaan demi kemakmuran para pemegang saham. Di era globalisasi sekarang ini, perkembangan dunia bisnis
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. investasi adalah pemahaman hubungan antara return yang diharapkan dan. return yang diharapkan. (Tandelilin, 2001 : 3)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Investasi Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang. Hal
BAB I PENDAHULUAN. debt to equity ratio, rasio profitabilitas yaitu return on equity, earning per
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor fundamental terhadap beta saham perusahaan. Penelitian ini penting karena dalam melakukan investasi, setiap
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jika kita amati, pada umumnya masyarakat menengah keatas menyimpan sebagian pendapatannya secara periodik atau bahkan telah memiliki akumulasi pendapatan, diperlukan
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Indonesia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dewasa ini perkembangan pasar modal Indonesia semakin pesat, terlihat dari semakin banyak kalangan masyarakat mulai tertarik untuk berinvestasi saham. Pasar
BAB I PENDAHULUAN. ekspansi bisnis dengan berbagai cara agar investor mendapatkan keuntungan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sejalan dengan perkembangan perekonomian yang didukung oleh peningkatan komunikasi maka akan semakin meningkat pula upaya berbagai perusahaan untuk mengembangkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sebelumnya. Berikut beberapa penelitian terdahulu beserta persamaan dan
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Penelitian Terdahulu Pembahasan yang dilakukan dalam penelitian ini merujuk pada penelitian sebelumnya. Berikut beberapa penelitian terdahulu beserta persamaan dan perbedaannya,
BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah telah memberikan beberapa kemudahan untuk dapat lebih
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Persaingan dunia usaha dalam situasi perekonomian saat ini semakin lama semakin ketat. Hal ini dikarenakan banyak perusahaan yang berkembang cukup pesat dengan
BAB 1 PENDAHULUAN. membuat dunia usaha menjadi lebih kompetitif. Sehingga dengan adanya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Fenomena globalisasi dewasa ini telah semakin meluas. Globalisasi terjadi pada berbagai bidang, salah satunya dibidang ekonomi. Perkembangan globalisasi
BAB I PENDAHULUAN. Apabila suatu perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dananya. mengurangi ketergantungannya kepada pihak luar.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pengembangan perusahaan dalam upaya untuk mengantisipasi persaingan yang semakin tajam dalam pasar yang semakin global seperti sekarang ini akan selalu dilakukan baik
BAB I PENDAHULUAN. tercermin dari banyaknya perusahaan yang melakukan Initial Public Offering
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Aktivitas perekonomian Indonesia selalu mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Perkembangan aktivitas perekonomian Indonesia dapat dilihat dari beberapa
BAB I PENDAHULUAN. memerlukan dana untuk membiayai berbagai proyeknya. Dalam hal ini, pasar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal merupakan sarana untuk menghubungkan investor (pemodal) dengan perusahaan atau institusi pemerintah. Investor merupakan pihak yang mempunyai kelebihan dana,
BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal (capital market) telah terbukti memiliki andil yang cukup. besar dalam perkembangan perekonomian suatu negara.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang penelitian Pasar modal (capital market) telah terbukti memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan perekonomian suatu negara. Pasar modal memiliki beberapa daya
BAB I PENDAHULUAN. Persaingan usaha di Indonesia yang semakin ketat saat ini mendorong banyak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persaingan usaha di Indonesia yang semakin ketat saat ini mendorong banyak perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya agar mampu mempertahankan kelangsungan usahanya.
BAB I PENDAHULUAN. lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan suatu lembaga perantara (intermediasi) antara pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang kelebihan dana. Pasar modal menyediakan alternatif
BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan akan sektor properti dan real estate juga mengalami kenaikan sehingga
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan jumlah penduduk yang meningkat menyebabkan kebutuhan akan tempat tinggal, perkantoran, pusat perbelanjaan, taman hiburan, dan kebutuhan akan sektor properti
BAB I PENDAHULUAN. saham yang meningkat menggambarkan bahwa nilai perusahaan meningkat atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal mempunyai peran yang penting dalam kegiatan perekonomian khususnya di Indonesia. Secara keseluruhan perkembangan ekonomi dapat dilihat dari perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia atau go public pasti menerbitkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Pasar modal memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi terutama di negaranegara yang menganut sistem ekonomi pasar. Pasar modal telah menjadi salah satu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. / stock. Saham merupakan surat bukti kepemilikan atas aset-aset perusahaan yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Saham Suatu perusahaan dapat menjual hak kepemilikannya dalam bentuk saham / stock. Saham merupakan surat bukti kepemilikan atas aset-aset perusahaan yang
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, baik sumber
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, baik sumber daya alam hayati maupun sumber daya alam non hayati. Sumber daya alam hayati terdiri dari sumber
BAB 1 PENDAHULUAN. Pasar modal Indonesia mengalami perkembangan yang pesat dari periode ke
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal Indonesia mengalami perkembangan yang pesat dari periode ke periode, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah saham yang ditransaksikan dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Beberapa penelitian terdahulu akan diuraikan secara ringkas karena
10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Beberapa penelitian terdahulu akan diuraikan secara ringkas karena penelitian ini mengacu pada beberapa penelitian sebelumnya. Berikut ringkasan beberapa
BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal (capital market) telah terbukti memiliki andil yang cukup
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pasar modal (capital market) telah terbukti memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan perekonomian suatu negara. Pasar modal memiliki beberapa daya
BAB 1 PENDAHULUAN. informasi mengenai investasi dan deregulasi pemerintah sehingga meningkatkan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan kegiatan investasi saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal tersebut didukung dengan kemudahan untuk mendapatkan informasi mengenai
BAB I PENDAHULUAN. terhadap sahamadalah memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham. kerja, dengan sendirinya akan mengurangi jumlah pengangguran.
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Pasar modal adalah salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh perusahaan yang kekurangan dana dan perusahaan yang kelebihan dana untuk mendapatkan keuntungan
