RANCANG BANGUN SIMULATOR POWER SATELIT
|
|
|
- Widyawati Tedja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Seminar Nasional Sistem nformasi ndonesia, 2-4 Desember 2013 RANCANG BANGUN SMULATOR POWER SATELT Abdul Karim Pusat Teknologi Satelit, Lapan Jl Cagak Satelit Km 04, Bogor, HP : [email protected] Abstrak Pengujian sistem power satelit menggunakan cahaya matahari langsung belum optimal dikarenakan selain beresiko tinggi membawa satelit ke ruang terbuka juga nilai yang dihasilkan belum dapat mensimulasikan nilai operasi yang sesungguhnya di orbit satelit. Untuk itu perlu dirancang sebuah sistem simulator power. Sistem ini akan dibuat menggunakan perangkat lunak untuk mensimulasi nilai power yang dihasilkan solar panel terhadap cahaya matahari. Data diambil berdasarkan spesifikasi solar panel yang digunakan satelit Lapan-A2. Nilai power keluran yang telah diolah oleh perangkat lunak akan menjadi masukan sebuah power supply sekaligus menjadi nilai keluarannya. Dengan demikian nilai keluaran power supply tersebut akan mensimulasikan nilai solar panel sistem satelit. Kata kunci: satelit, simulator, power Abstract Satellite power system test using sunlight directly is not optimal yet because it has a high risk to move satellite to outdoor and cannot simulate the real value of its orbit. Therefore it need to be designed a power simulator system. The system will be done using a software for simulating the value of converting sunlight to solar array. The specification of Lapan-A2 solar array will be used as the simulator data. The output power that has been processed by software will be the input and also output of power supply. Thus, the output of power supply will simulate the solar array of satellite. Key words: satellite, simulator, power 1. PENDAHULUAN Pusat Teknologi Satelit Lapan bekerjasama dengan TU Berlin telah berhasil membangun sistem satelit mikro bernama Lapan-Tubsat. Satelit tersebut telah mengorbit di ruang angkasa lebih dari 6 tahun. Sekarang Lapan sedang melakukan pembangunan satelit mikro Lapan-A2 dan lapan-a3. Satelit Lapan- A2 telah selesai diintegrasikan dan siap diluncurkan pada awal tahun 2014, kemudian saat ini juga secara paralel sedang dilakukan pembangunan satelit Lapan-A3 [1]. Banyak pengujian yang harus dilakukan sebelum satelit diluncurkan diantaranya adalah pengujian fungsional, uji getar, eletromagnetic compability, temperatur, tekanan, sistem power dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan tentunya untuk memastikan bahwa satelit yang dirancang dapat bekerja di ruang angkasa sesuai dengan yang diharapkan. Dalam tulisan ini akan difokuskan pada pengujian sistem power satelit. Pengujian sistem power satelit menggunakan cahaya matahari langsung belum optimal. Keterbatasan ruang integrasi satelit yang mengharuskan membawa satelit keluar ruangan terbuka mempunyai resiko yang tinggi. Selain itu pengujian sistem dengan cara tersebut menghasilkan nilai yang belum dapat mensimulasikan nilai operasi yang sesungguhnya di orbit satelit. Untuk itu perlu dibuat sistem simulator. Perancangan simulator ini juga pernah dilakukan penulis dalam pengembangan OBDH satelit, studi kasus Lapan-Tubsat. Penggunaan simulator dapat mengurangi cost dan resiko dalam pengembangan sistem satelityang seringkali memerlukan waktu proses yang panjang dan sulit. Ketika pengembangan satelit dalam fase awal maka pengembangan perangkat lunak sudah dapat dimulai. Hal ini merupakan suatu keuntungan dalam pengembangan satelit secara keseluruhan [2]. Copyright 2013 SESNDO
2 252 Rancang bangun sistem ini akan dibuat menggunakan perangkat lunak untuk mensimulasi nilai power yang dihasilkan solar panel dengan masukan cahaya matahari. Data diambil berdasarkan spesifikasi solar panel yang digunakan satelit Lapan-A2. Selain itu juga akan digunakan data rekam power Lapan-Tubsat selama mengorbit di ruang angkasa. Nilai power keluran yang telah diolah oleh perangkat lunak akan menjadi masukan sebuah power supply sekaligus menjadi nilai keluarannya. Dengan demikian nilai keluaran power supply tersebut akan mensimulasikan nilai solar panel sistem satelit. 2. SSTEM POWER SATELT Seperti halnya satelit-satelit besar, sumber power utama pada satelit mikro dihasilkan oleh matahari. Energi matahari ini ditangkap oleh sel-sel surya yang biasanya dirangkai dalam sebuah panel untuk kemudian didistribusikan ke sub sistem elektronik di dalam satelit. Selain itu energi matahari ini biasanya juga disimpan sebagai cadangan di dalam baterai untuk dipakai pada saat satelit berada pada kondisi eclipse (kondisi dimana satelit tidak mendapat supply energi dari matahari karena matahari tertutup oleh bayangan bumi). Karena ketersediaan power pada satelit sangat mutlak diperlukan agar subsistem elektronik dapat bekerja, maka pada proses perancangan satelit sangat perlu dilakukan analisis dan estimasi ketersediaan power selama satelit berada di orbitnya. Analisa ketersediaan power ini meliputi beberapa kondisi yaitu kondisi normal, dan kondisi eclipse. Ketersediaan power yang dihasilkan oleh matahari dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu orbit satelit, jumlah dan ukuran solar panel, jenis dan effisiensi solar panel, serta sudut matahari. Banyak perangkat atau komponen yang digunakan oleh sistem satelit. Semua perangkat atau komponen tersebut mempunyai spesifikasi persyaratan seperti tegangan, arus dan lain-lain. Persyaratan tersebut harus dipenuhi oleh sistem power satelit. Sebagai contoh dapat dilihat dalam blok diagram Satelit Lapan- A2 [3]. Solar panel sebagai sumber power satelit mendapat pasokan power dari cahaya matahari. Power tersebut akan disimpan dalam baterai. Kemudian power tersebut akan didistribusikan melalui Power Control Unit (PCU) ke subsistem-subsistem satelit seperti reaction wheel, Star Tracker Sensor (STS), Global Positioning System (GPS) dan lain-lain seperti tampak dalam Gambar 1. Supply charge ACS STS RE Solar Panel 1 Solar Panel 2 GYRO 1 GYRO 2 GYRO 3 GYRO 4 TORQUER 1 STS VAS Solar Panel 3 TORQUER 2 Solar Panel 4 WHEEL 1 WHEEL 2 WHEEL 3 WHEEL LPN TORQUER 3 MFS WDE 1 WDE 2 WDE 3 WDE LPN TORQUER CONTROLLER GPS 5V 5V 5V APRS 5V VAS S25 S26 S17 S19 S18 S20 S23 S22 ASR S12 S13 S14 S15 BAT 1 U U U BAT 3 BAT 3 FS04 5V FS05 FS06 FS02 VDEO RECORDER BCR BCR BCR FS03 S07 S06 S08 S09 STEPPER SONY CAMERA FS01 S01 S-BAND SWTCH FS00 S02 VOCE REPEATER POWER CONTROL & DSTRBUTON S03 S-BAND TRANSMTTER U MAN SWTCH MCRO SWTCH +5V DC/DC AF1 AF1 FS07 5V SPACE CAM & VDEO CONV PAYLOAD OBDH TTC 1 TTC 2 POWER SUPPLY COMMUNCATON/DATA HANDLNG Gambar 1. Blok Diagram Power Satelit Lapan-A2 Copyright 2013 SESNDO
3 ANALSA POWER SOLAR PANEL Faktor yang sangat berpengaruh pada ketersediaan power adalah solar panel. Beberapa jenis solar sel yang biasa digunakan untuk satelit mikro diantaranya Silikon, Galium Arsenat dan ndium Phospide dengan karakeristik masing-masing. Karakteristik sel dari tiap jenis dapat dilihat dalam Tabel 1. Table 1. Jenis dan karakteristik solar panel [4] Parameter Silicon Thin Sheet Amorphous Si Gallium Arsenate ndium Phosphide Multijunction GanP/GaAs Planar cell theoretical 20.8% 12% 23.5% 22.8% 25.8% efficiency Achieved efficiency: - Production - Best laboratory 14.8% 20.8% 5% 10% 18.5% 21.5% 18% 19.9% 22% 25.7% Equivalent time in geosynchronouse orbit for 15% degradation: - 1 MeV electron - 10 MeV electron 10 year 4 year 10 year 4 year 33 year 6 year 155 year 89 year 33 year 6 year Sebagai contoh dapat dilihat dalam Gambar 2 yaitu solar panel yang digunakan oleh satelit Lapan-A2. Solar panel ini menggunakan tipe Gallium Arsenate dimana masing-masing string terdiri dari 10 sel yang dihubungkan secara serial dan setiap panel terdiri dari 3 buah string. Berdasarkan spesifikasi arus maksimum yang dapat dihasilkan adalah 1,539 Ampere dan Tegangan maksimumnya adalah 24,27 Volt. Gambar 2. Satu buah panel satelit Lapan-A2 Dimensi solar panel 46,5x26,2 cm 2 dengan area efektif 905,4 cm 2. maka power yang dapat dihasilkan satu solar panel dapat dihitung dari persamaan berikut: P = η A cos θ (1)[5] Dimana P adalah Power, η adalah normal solar panel, adalah itensitas cahaya, A adalah luas solar panel, dan θ adalah sudut sinar matahari tegak lurus terhadap solar panel. normal solar panel (η) cahaya langsung () θ A Gambar 3. Sudut antara sinar matahari dan normal solar panel 3.1. Power Minimum Power minimum terjadi pada saat hanya salah satu sisi solar panel yang terkena sinar matahari. Untuk itu didapatkan parameter sebagai berikut ini: Copyright 2013 SESNDO
4 254 = 1367 W/m2 θ = 0 o A = 905,4 cm 2. min = 18,5% maka power output yang dapat dihasilkan oleh 1 panel yaitu: Pout (min) = min A cos θ = (0,185)(905,4x 10-4 ) (1367)(cos 0 o ) = W (2) 3.2. Power Maximum Power maksimum akan diperoleh pada kondisi dimana dua permukaan solar panel yang paling besar (A1) terkena matahari yang membentuk sudut 30 0 dengan arah normal salah satu panel. η cahaya langsung 90-θ A A θ η Gambar 4. Arah matahari terhadap solar panel untuk kondisi power maksimum P out (maks) = η A (cos θ + (cos 90 θ)) (3) Dengan kondisi ini, maka power maksimum yang diperoleh adalah Pout (maks) = maks A (cos (cos 60 0 )) = (0,215)(905,4x 10-4 ) (1367)(1,37) = 36.45W (4) 4. PERANCANGAN DAN PENGUJAN Berdasarkan analisa diatas maka dalam perancangan simulator ini dibutuhkan sebuah power supply dengan spesifikasi minimal sesuai dengan solar panel yang digunakan oleh sistem satelit. Dalam hal ini spesifikasi minimal adalah dapat mengeluarkan arus sampai 1,5 Ampere dan tegangan 24 Volt atau daya 36,45 Watt. Untuk itu dalam perancangan sistem ini akan digunakan power supply nstek PPE-3323 dengan spesifikasi[6] : Keluaran Tegangan : 0-32V ; -32-0V; 3,3V/5V fixed. Keluaran Arus : 0-3A ; -32-0V; 3,3V/5V fixed. Akurasi program Tegangan : < 0.05% + 25mV ( + 50mV rating voltage > 36 V ) Arus : < 0.2% + 10mA nterface : Rs232 Perangkat lunak direalisasikan dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic yang dirancang untuk sistem operasi berbasis windows. Lihat Gambar 5, data yang diolah melalui Personal Computer (PC) akan dikeluarkan melalui jalur usb dan dikonversi ke level tegangan RS-232 sehingga dapat diterima oleh power supply. Power supply akan mengeluarkan nilai arus dan tegangan untuk mensupply sistem power satelit sesuai dengan input data yang diterima melalui perangkat lunak. Copyright 2013 SESNDO
5 255 PC SMULATOR POWER SUPPLY SATELT RS-232 External Power Gambar 5. Sistem simulator power satelit Adapun flowchart atau diagram alir perancangan perangkat lunak dapat dilihat dalam Gambar 6. Perangkat lunak bekerja diawali dengan inisialisasi port serial yang tersedia didalam PC termasuk menentukan nilai baudrate 2400 bps, 8 bit data, dan no parity yang harus disesuikan dengan spesifikasi yang ditentukan oleh power supply. Mulai nisialisasi port serial Set delay (t), Pilih output Ambil data dari File Data = End of File Data = CR or LF Kirim data ke port serial Delay(t) Selesai Gambar 6. Diagram alir perancangan perangkat lunak Copyright 2013 SESNDO
6 256 Setelah itu dilanjutkan dengan menentukan nilai delay atau waktu jeda yang akan digunakan untuk pengambilan data berikutnya. Data yang tersimpan didalam file akan dibaca tiap karakter. Jika data didalam file kosong atau telah mencapai data terakhir (End of file) maka proses akan selesai. Jika tidak maka perangkat lunak akan mengumpulkan tiap data sampai menerima karakter CR atau LF. Kumpulan data ini dapat berisi perintah menset tegangan dan arus power supply serta jalur kanal yang akan digunakan sebagai keluaran. Kemudian data tersebut akan dikeluarkan PC melalui jalur USB sesuai dengan kanal port serial yang telah kita tentukan didalam inisialisai port. Setelah melewati waktu jeda yang telah ditentukan sebelumnya maka proses pengambilan data akan diulang akan berakhir jika data atau karakter terkahir didalam file telah terbaca. Hasil perancangan perangkat lunak dapat dilihat dalam Gambar 7. Gambar 7. Perangkat lunak simulator Pengujian perangkat lunak ini dapat dilakuan dengan menggunakan bantuan perangkat lunak HTerm versi karya Tobias Hammer. Data yang dikirim perangkat lunak simulator akan diterima oleh perangkat HTerm melalui jalur port serial yang berbeda dimana jalur pengirim dan jalur penerimanya saling disilang. Sebagai contoh perangkat lunak simulator diset menggunakan port serial 1 dan HTerm menggunakan port serial 28, maka jalur pengirim port 1 dihubungkan dengan jalur penerima port 28 dan sebaliknya jalur penerima port 1 dihubungkan dengan jalur pengirim port 28. Jika data yang dikirim perangkat lunak simulator sama dengan data yang diterima perangkat lunak Hterm maka perangkat lunak simulator disimpulkan dapat bekerja dengan baik. Pengujian dapat dilihat dalam Gambar 8. Gambar 8. Pengujian perangkat lunak simulator menggunakan perangkat lunak HTerm Hasil pengujian menunjukan bahwa data (Vout =24,88 Volt dan out =765 ma) yang dikirim oleh perangkat lunak simulator dapat diterima perangkat lunak Hterm dengan nilai yang sama. Kemudian perangkat lunak Copyright 2013 SESNDO
7 257 tersebut dapat dihubungkan dengan power supply. Hasil pengujian dapat dilihat dalam Gambar 9. Data yang dikirim adalah Vout 24,88 Volt dan arus 3 ma. Gambar 9. Hasil pengujian perangkat lunak simulator dan power supply Untuk melihat simulasi yang rill dalam pengujian dapat digunakan data telemetry satelit Lapan-Tubsat dengan sistem waktu yang dipercepat. Data yang dikumpulkan berhari-hari dapat disimulasikan tiap detik perdata atau disesuiakan dengan kebutuhan. Contoh data ditunjukan dalam Gambar 10. Gambar 10. Data telemetry arus dan tegangan solar panel satelit Lapan-Tubsat 5. SMPULAN DAN SARAN Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat ditarik beberapa kesimpulan dan saran untuk pengembangan kegitan ini selanjutnya. 5.1 Simpulan Sistem simulator ini mempunyai fleksibilitas yang tinggi karena berbasis perangkat lunak. Perubahan nilai yang ingin dihasilkan atau disesuaikan dengan opersional satelit dapat dilakukan hanya dengan cara memasukan nilai input parameter tersebut kedalam perangkat lunak. Penggunaan sistim ini dalam pengujian sistem power satelit sangat optimal dikarenakan beresiko rendah dan berbiaya murah. Beresiko rendah dalam arti pengujian satelit ini dapat dilakukan tanpa harus memindahkan satelit pada tempatnya dimana sistem satelit harus disimpan diruangan tertentu (clean room) dengan nilai temperatur dan kelembaban yang terjaga. Berbiaya murah dalam arti ketika sistem ini akan digunakan untuk pengujian sistem power satelit yang berbeda maka pengembangan hanya dilakukan dengan menambahkan kode dalam source code perangkat lunak. 5.2 Saran Untuk menghasilkan sistem simulator yang lebih mendekati kenyataan maka sistem ini dapat digabungkan dengan perangkat lunak STK (System Tool Kit) produksi Analytical Graphic nc atau yang berbasis open source seperti Celestia dan OpenSimKit. Perangkat lunak tersebut telah dilengkapi simulasi matahari terhadap orbit satelit yang dirancang. Copyright 2013 SESNDO
8 DAFTAR RUJUKAN [1] Karim, A., Hasbi, W., On Board Data Handling Software Updatable for Satellite Lapan- A2.nternational Conference on Space, Aeronautical and Navigational Electronics 2011(CSANE). Bali ndonesia, October 17-19, 2011 [2] Karim, A., Perancangan Simulator untuk Pengembang OBDH Satelit, Studi kasus Lapan-Tubsat. Master Tesis. nstitute Teknologi Bandung. [3] Hasbi, W., Karim A., LAPAN-A2 System Design For Equatorial Survaillance Missions, 9 th nternational Symposium of The nternational Academy of Astronautics (AA). Berlin Germany, April 8-12, 2013 [4] Wertz, James R. and Larson, Wiley J., Space Mission Analysis and Design, Kluwer Academic Publishers, USA. [5] Anil K.Maini., Varsha Agrawal., Satellite Technology, Principles and Aplications, A.John Wiley and Sons, Ltd. UK. [6] Progammable Power supply, User Manual. GW nstek. Copyright 2013 SESNDO
RANCANG BANGUN SISTEM ADJUSTABLE ELECTRONIC FUSE UNTUK PLATFORM MICROSATELLITE (ADJUSTABLE ELECTRONIC FUSE SYSTEM DESIGN FOR MICROSATELLITE PLATFORM)
RANCANG BANGUN SSTEM ADJUSTABLE ELECTRONC FUSE UNTUK PLATFORM MCROSATELLTE (ADJUSTABLE ELECTRONC FUSE SYSTEM DESGN FOR MCROSATELLTE PLATFORM) Abdul Karim 1, Wahyudi Hasbi Peneliti Pusat Teknologi Satelit
ANALISIS DAN PENGUJIAN SISTEM BATERAI SATELIT LAPAN- A2/ORARI (ANALYSIS AND TEST OF LAPAN A2/ORARI SATELLITE BATTERY SYSTEM)
ANALISIS DAN PENGUJIAN SISTEM BATERAI SATELIT LAPAN- A2/ORARI (ANALYSIS AND TEST OF LAPAN A2/ORARI SATELLITE BATTERY SYSTEM) Abdul Karim, Wahyudi Hasbi Peneliti Pusat Teknologi Satelit, Lapan e-mail: [email protected]
BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. DESKRIPSI KERJA SISTEM Gambar 3.1. Blok diagram sistem Satelit-satelit GPS akan mengirimkan sinyal-sinyal secara kontinyu setiap detiknya. GPS receiver akan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi satelit begitu cepat akhir-akhir ini. Saat ini IT Telkom sedang mengembangkan satelit nano atau nanosatelit untuk keperluan riset. Nanosatelit
BAB III PERENCANAAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK
BAB III PERENCANAAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK Bab ini membahas tentang perancangan perangkat lunak yang meliputi interface PC dengan mikrokontroller, design, database menggunakan Microsoft access untuk
BAB III PERANCANGAN SISTEM. untuk efisiensi energi listrik pada kehidupan sehari-hari. Perangkat input untuk
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Dasar Perancangan Sistem Perangkat keras yang akan dibangun adalah suatu aplikasi mikrokontroler untuk efisiensi energi listrik pada kehidupan sehari-hari. Perangkat input
Pemanfaatan Jaringan GPRS untuk Sistem Pemantauan Jarak Jauh Sensor Koordinat Posisi Patok Perbatasan
Pemanfaatan Jaringan GPRS untuk Sistem Pemantauan Jarak Jauh Sensor Koordinat Posisi Patok Perbatasan Octa Heriana 1), Arief Nur Rahman 2), Pamungkas Daud 3) 1) Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi
PENENTUAN SIKAP SATELIT BERDASARKAN DISTRIBUSI ARUS LISTRIK PADA PANEL SURYA SATELIT LAPAN-TUBSAT
Penentuan Sikap Satelit Berdasarkan... (Abdul Rahman et al.) PENENTUAN SIKAP SATELIT BERDASARKAN DISTRIBUSI ARUS LISTRIK PADA PANEL SURYA SATELIT LAPAN-TUBSAT Abdul Rahman, M. Mukhayadi Peneliti Bidang
Bab 5. Pengujian Sistem
Bab 5. Pengujian Sistem Pada bab berikut berisi langkah-langkah Pengujian Sistem Maximum Power Point Tracking Panel Surya Gama Solar 50P-36 dengan Buck Converter LM2596. Saat pengujian sistem terdiri dari
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Langkah-langkah Penelitian Langkah-langkah penelitian yang akan dilakukan oleh penulis yang pertama adalah membahas perancangan alat yang meliputi perancangan mekanik
PRINSIP PENGENDALIAN ATTITUDE SATELIT LAPAN-TUBSAT
PRINSIP PENGENDALIAN ATTITUDE SATELIT LAPAN-TUBSAT Widodo Slamet Peneliti Bidang Bus Satelit, LAPAN e-mail: [email protected] RINGKASAN Attitude satelit terhadap bumi harus bisa dikendalikan agar dapat
Rancang Bangun Sistem Tracking Panel Surya Berbasis Mikrokontroler Arduino
E-Journal SPEKTRUM Vol. 2, No. 2 Juni 215 Rancang Bangun Sistem Tracking Panel Surya Berbasis Mikrokontroler Arduino I.M. Benny P.W. 1, Ida Bgs Alit Swamardika 2, I Wyn Arta Wijaya 3 1,2,3 Jurusan Teknik
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. ruangan yang menggunakan led matrix dan sensor PING))). Led matrix berfungsi
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Pengertian Umum Perancangan Media Penyampaian Informasi Otomatis Dengan LED Matrix Berbasis Arduino adalah suatu sistem media penyampaian informasi di dalam ruangan yang menggunakan
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menerapkan Pengontrolan Dan Monitoring Ruang Kelas Dengan Menggunakan
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Pada bab ini akan dijelaskan mengenai implementasi dan evaluasi pada saat menerapkan Pengontrolan Dan Monitoring Ruang Kelas Dengan Menggunakan Controller Board ARM2368.
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM 3.1. Spesifikasi Sistem Sebelum merancang blok diagram dan rangkaian terlebih dahulu membuat spesifikasi awal rangkaian untuk mempermudah proses pembacaan, spesifikasi
BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 DESKRIPSI KERJA SISTEM GPS Mikro kontroler HP GSM GSM-CSD HP GSM PC Bagian Objek Bagian Navigasi Gambar 3.1. Blok diagram sistem Sistem bagian navigasi terdiri
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas
III. METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung, dari bulan Februari 2014 Oktober 2014. 3.2. Alat dan Bahan Alat
APLIKASI PENGOLAHAN DATA DARI SENSOR-SENSOR DENGAN KELUARAN SINYAL LEMAH
APLIKASI PENGOLAHAN DATA DARI SENSOR-SENSOR DENGAN KELUARAN SINYAL LEMAH Sensor adalah merupakan salah satu komponen penting sebagai pengindera dari sistem. Bagian ini akan mengubah hal-hal yang dideteksi
DESAIN DAN IMPLEMENTASI MAXIMUM POWER POINT TRACKER (MPPT) MIKROKONTROLLER AVR. Dosen Pembimbing
DESAIN DAN IMPLEMENTASI MAXIMUM POWER POINT TRACKER (MPPT) SOLAR PV BERBASIS FUZZY LOGIC MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER AVR Dosen Pembimbing Noval Fauzi 2209 105 086 1. Prof.Dr.Ir.Mochamad Ashari, M.Eng.
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALA 3.1 Perancangan Hardware 3.1.1 Perancangan Alat Simulator Sebagai proses awal perancangan blok diagram di bawah ini akan sangat membantu untuk memberikan rancangan
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.. Spesifikasi Sistem 4... Spesifikasi Panel Surya Model type: SPU-50P Cell technology: Poly-Si I sc (short circuit current) = 3.7 A V oc (open circuit voltage) = 2 V FF (fill
PENDETEKSI OTOMATIS ARAH SUMBER CAHAYA MATAHARI PADA SEL SURYA. Ahmad Sholihuddin Universitas Islam Balitar Blitar Jl. Majapahit no 4 Blitar.
PENDETEKSI OTOMATIS ARAH SUMBER CAHAYA MATAHARI PADA SEL SURYA Ahmad Sholihuddin Universitas Islam Balitar Blitar Jl. Majapahit no 4 Blitar Abstrak Penerapan teknologi otomatis dengan menggunakan sistem
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan membahas perancangan otomatis peralatan-peralatn berbasis Platform Mikrocontroller Open Source Arduino Mega 2560. Dimana microcontroller tersebut
BAB IV HASIL DAN ANALISIS Perancangan Sistem Pembangkit Listrik Sepeda Hybrid Berbasis Tenaga Pedal dan Tenaga Surya
BAB IV HASIL DAN ANALISIS 4.1. Perancangan Sistem Pembangkit Listrik Sepeda Hybrid Berbasis Tenaga Pedal dan Tenaga Surya 4.1.1. Analisis Radiasi Matahari Analisis dilakukan dengan menggunakan data yang
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Penelitian Terkait
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi komponen dan rangkaian elektronika telah mampu menghasilkan sistem penyedia daya tegangan searah (DC), yang dihasilkan melalui konversi tegangan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1. ANALISIS 3.1.1 Analisis Masalah Berdasarkan permasalahan yang dijelaskan oleh penulis sebelumnya, bahwa dengan perkembangan kemajuan kehidupan manusia di tuntut untuk
ABSTRAK. Kata-kata kunci: Solar Cell, Media pembelajaran berbasis web, Intensitas Cahaya, Beban, Sensor Arus dan Tegangan
Rancang Bangun Sistem Kontrol dan Monitoring Solar Cell Dengan Raspberry Pi Berbasis Web Sebagai Sarana Pembelajaran di Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Surabaya Prasetyo Iswahyudi Indah Masluchah
PERANCANGAN STAND ALONE PV SYSTEM DENGAN MAXIMUM POWER POINT TRACKER (MPPT) MENGGUNAKAN METODE MODIFIED HILL CLIMBING
PERANCANGAN STAND ALONE PV SYSTEM DENGAN MAXIMUM POWER POINT TRACKER (MPPT) MENGGUNAKAN METODE MODIFIED HILL CLIMBING Oleh : FARHAN APRIAN NRP. 2207 100 629 Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 L atar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembangkit-pembangkit tenaga listrik yang ada saat ini sebagian besar masih mengandalkan kepada sumber energi yang tidak terbarukan dalam arti untuk mendapatkannya
ABSTRAK. Kata kunci: Solar Cell, Media pembelajaran berbasis web, Intensitas Cahaya, Beban, Sensor Arus dan Tegangan PENDAHULUAN
Rancang Bangun Sistem Kontrol dan Monitoring Sel Surya dengan Raspberry Pi Berbasis Web Sebagai Sarana Pembelajaran di Akademi Teknik dan Penerbangan Surabaya Hartono Indah Masluchah Program Studi Diploma
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI TELMETRI SUHU BERBASIS ARDUINO UNO
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI TELMETRI SUHU BERBASIS ARDUINO UNO Emil Salim (1), Kasmir Tanjung (2) Konsentrasi Teknik Komputer, Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU)
PEMANFAATAN GREEN HOTSPOT UNTUK INTERNET MURAH SEBAGAI SARANA PENINGKATAN DAYA SAING MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
PEMANFAATAN GREEN HOTSPOT UNTUK INTERNET MURAH SEBAGAI SARANA PENINGKATAN DAYA SAING MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) M. Agus Syamsul Arifin Program Studi Sistem Komputer, Sekolah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini meliputi waktu dan tempat penelitian, alat dan bahan, rancangan alat, metode penelitian, dan prosedur penelitian. Pada prosedur penelitian akan dilakukan beberapa
BAB III DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM
BAB III DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM 3.1 Desain Sistem Sistem yang dibangun dapat dijabarkan dalam gambaran sebagai berikut. ADC Sensor PC Gambar 3.1 Sistem Keseluruhan Sistem ini terdiri atas tiga komponen
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT. Proses perancangan meliputi tujuan dari sebuah penelitian yang kemudian muncul
19 BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Perancangan Perancangan merupakan tata cara pencapaian target dari tujuan penelitian. Proses perancangan meliputi tujuan dari sebuah penelitian yang kemudian
BAB III PERANCANGAN. Gambar 3.1. Blok sistem secara keseluruhan. Sensor tegangan dan sensor arus RTC. Antena Antena. Sensor suhu.
BAB III PERANCANGAN Pada bab tiga akan diuraikan mengenai perancangan sistem dari perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan pada Data Logger Parameter Panel Surya. Dimulai dari uraian cara kerja
ANALISIS PERUBAHAN SUHU SATELIT LAPAN-TUBSAT
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 7 No. 2 Desember 29:78-82 ANALISIS PERUBAHAN SUHU SATELIT LAPAN-TUBSAT Gunawan S Prabowo, M Arief Saefudin Mechatronics Devision, Indonesian Space and Aeronautics Institute
Robot Bergerak Penjejak Jalur Bertenaga Sel Surya
Robot Bergerak Penjejak Jalur Bertenaga Sel Surya Indar Sugiarto, Dharmawan Anugrah, Hany Ferdinando Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra Email: [email protected],
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Diagram Blok Sistem berikut: Secara umum sistem yang dibangun dijelaskan dalam diagram blok sistem 6 1 Baterai Sensor: - GPS 2 Sensor Suhu dan Kelembapan 4 Mikrokontroler
Perancangan Controlling and Monitoring Penerangan Jalan Umum (PJU) Energi Panel Surya Berbasis Fuzzy Logic Dan Jaringan Internet
Perancangan Controlling and Monitoring Penerangan Jalan Umum (PJU) Energi Panel Surya Berbasis Fuzzy Logic Dan Jaringan Internet Muhammad Agam Syaifur Rizal 1, Widjonarko 2, Satryo Budi Utomo 3 Mahasiswa
DT-SENSE. Temperature & Humidity Sensor
DT-SENSE Temperature & Humidity Sensor Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium
KONSEP PENGEMBANGAN SATELIT LAPAN-A2
Konsep Pengembangan Satelit LAPAN-A2 (Gunawan S. Prabowo) KONSEP PENGEMBANGAN SATELIT LAPAN-A2 Gunawan S. Prabowo Mechatronics Division, Indonesian Space and Aeronautics Institute LAPAN, Email: [email protected]
BAB III METODE PENELITIAN. Tujuan dari pengembangan tugas akhir ini adalah pengaturan temperature handphone
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Model Pengembangan Tujuan dari pengembangan tugas akhir ini adalah pengaturan temperature handphone dan kapasitas daya battery melalui aplikasi android yang mampu memutuskan
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini membahas perencanaan dan pembuatan dari alat yang akan dibuat yaitu Perencanaan dan Pembuatan Pengendali Suhu Ruangan Berdasarkan Jumlah Orang ini memiliki 4 tahapan
BAB I PENDAHULUAN. Energi listrik adalah energi yang mudah dikonversikan ke dalam bentuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Energi listrik adalah energi yang mudah dikonversikan ke dalam bentuk energi yang lain. Saat ini kebutuhan energi, khususnya energi listrik terus meningkat dengan pesat,
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Krisis energi bukanlah permasalahan yang baru, namun sudah menjadi hal yang diprediksikan pasti akan terjadi. Sumber energi minyak yang selama ini menjadi andalan akan
BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN PENGUJIAN ALAT SISTEM PENGONTROL BEBAN DAYA LISTRIK
BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN PENGUJIAN ALAT SISTEM PENGONTROL BEBAN DAYA LISTRIK 4.1 Pengukuran Alat Pengukuran dilakukan untuk melihat apakah rangkaian dalam sistem yang diukur sesuai dengan spesifikasi
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini menjelaskan tentang perancangan sistem alarm kebakaran menggunakan Arduino Uno dengan mikrokontroller ATmega 328. yang meliputi perancangan perangkat keras (hardware)
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1. Blok Diagram Alat Blok Diagram alat merupakan salah satu hal terpenting dalam perencanaan alat, karena dari blok diagram inilah dapat diketahui cara kerja rangkaian secara
ELKAHFI 200 TELEMETRY SYSTEM
ELKAHFI 200 TELEMETRY SYSTEM User Manual Edisi September 2006 ELKAHFI Design & Embedded System Solution Daftar Isi Pengenalan Elkahfi Telemetry System Pendahuluan 1 Kelengkapan Telemetry System 2 Spesifikasi
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. Computer. Parallel Port ICSP. Microcontroller. Motor Driver Encoder. DC Motor. Gambar 3.1: Blok Diagram Perangkat Keras
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Blok Diagram Perangkat Keras Sistem perangkat keras yang digunakan dalam penelitian ini ditunjukkan oleh blok diagram berikut: Computer Parallel Port Serial Port ICSP Level
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4. a Batasan masalah pembuatan tugas akhir ini adalah terbatas pada sistem kontrol bagaimana solar cell selalu menghadap kearah datangnya sinar matahari, analisa dan pembahasan
BAB III PERANCANGAN ALAT. Dalam pembuatan suatu alat, produk, atau sistem perlu adanya sebuah
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Perancangan Dalam pembuatan suatu alat, produk, atau sistem perlu adanya sebuah rancangan yang menjadi acuan dalam proses pembuatanya, sehingga kesalahan yang mungkin timbul
Perancangan Simulator Panel Surya Menggunakan LabView
JURNAL TEKNK POMTS Vol. 1, No. 1, (12) 1-6 1 Perancangan Simulator Panel Surya Menggunakan LabView Duwi Astuti, Heri Suryoatmojo, ST. MT. Ph.D, dan Prof. Dr. r. Mochamad Ashari, M.Eng. Teknik Elektro,
BIMBINGAN TEKNIS OPERASI SATELIT AMATIR
BIMBINGAN TEKNIS OPERASI SATELIT AMATIR PENGANTAR TEKNOLOGI GROUND STATION Rizki Permala Pusat Teknologi Satelit September 2017 Ground Station...? stasiun yang didesain untuk dapat berkomunikasi dengan
PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM AKUISISI DATA DAN PENGAMBILAN GAMBAR MELALUI GELOMBANG RADIO FREKUENSI
PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM AKUISISI DATA DAN PENGAMBILAN GAMBAR MELALUI GELOMBANG RADIO FREKUENSI Disusun oleh : Billy Hartanto Sulayman (1122050) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Jl. Prof.
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. 3.1 Rancangan Perangkat Keras Sistem Penuntun Satpam. diilustrasikan berdasarkan blok diagram sebagai berikut:
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Rancangan Perangkat Keras Sistem Penuntun Satpam Perancangan sistem penuntun satpam bagi keamanan gedung ini dapat diilustrasikan berdasarkan blok diagram sebagai berikut:
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Spesifikasi Sistem 4.1.1 Spesifikasi Perangkat Keras Proses pengendalian mobile robot dan pengenalan image dilakukan oleh microcontroller keluarga AVR, yakni ATMEGA
SISTEM PENCETAK KARTU AKADEMIK MENGGUNAKAN AKSES TEKNOLOGI RFID
5 SISTEM PENCETAK KARTU AKADEMIK MENGGUNAKAN AKSES TEKNOLOGI RFID Apriadi Fauzy, Frendi Firmansyah, Andi Hasad, Putra Wisnu Agung S. Program Studi Teknik Elektronika D3, Fakultas Teknik Universitas Islam
DT-SENSE. Barometric Pressure & Temperature Sensor
DT-SENSE Barometric Pressure & Temperature Sensor Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation.
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM Dalam bab ini penulis akan mengungkapkan dan menguraikan mengenai persiapan komponen komponen dan peralatan yang digunakan serta langkahlangkah praktek, kemudian menyiapkan
BAB IV ANALISIS DAN PENGUJIAN. Berikut ini adalah diagram blok rangkaian secara keseluruhan dari sistem alat ukur curah hujan yang dirancang.
BAB IV ANALISIS DAN PENGUJIAN Pada bab ini akan dibahas tentang skema rangkaian dari sistem alat ukur tingkat curah hujan secara keseluruhan, analisis perangkat keras, pengolahan data di software dan analisis
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN Pada bab ini akan menjelaskan mengenai latar belakang pemilihan judul skripsi Implementasi mikrokontroler atmega 8535 pada panel surya statis dan panel surya dinamis berdasarkan waktu
BAB IV PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT LUNAK
BAB IV PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT LUNAK 4.1. Spesifikasi Perancangan Perangkat Lunak Perangkat lunak pada wahana bertujuan untuk memudahkan proses interaksi antara wahana dengan pengguna. Pengguna
ENERGY SUPPLY SOLAR CELL PADA SISTEM PENGENDALI PORTAL PARKIR OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52
ENERGY SUPPLY SOLAR CELL PADA SISTEM PENGENDALI PORTAL PARKIR OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 LAPORAN AKHIR Dibuat Untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Pada Jurusan Teknik
DAYA KELUARAN PANEL SURYA SILIKON POLI KRISTALIN PADA CUACA NORMAL DAN CUACA BERASAP DENGAN SUSUNAN ARRAY PARALEL
DAYA KELUARAN PANEL SURYA SILIKON POLI KRISTALIN PADA CUACA NORMAL DAN CUACA BERASAP DENGAN SUSUNAN ARRAY PARALEL 1 Andrian Budi Pratomo, 2 Erwin, 3 Awitdrus 1 Mahasiswa Jurusan Fisika 2 Bidang Medan Elektromagnetik
BAB III DESKRIPSI DAN PERENCANAAN RANCANG BANGUN SOLAR TRACKER
BAB III DESKRIPSI DAN PERENCANAAN RANCANG BANGUN SOLAR TRACKER 3.1 Deskripsi Plant Sistem solar tracker yang penulis buat adalah sistem yang bertujuan untuk mengoptimalkan penyerapan cahaya matahari pada
PEMBUATAN SOFTWARE TELEMETRI SISTEM MONITORING DAYA LISTRIK PANEL SEL SURYA MENGGUNAKAN JARINGAN Wi-Fi TUGAS AKHIR
PEMBUATAN SOFTWARE TELEMETRI SISTEM MONITORING DAYA LISTRIK PANEL SEL SURYA MENGGUNAKAN JARINGAN Wi-Fi TUGAS AKHIR Untuk memenuhi persyaratan mencapai pendidikan Diploma III (DIII) Oleh : AGUS NUR WICAKSONO
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Prinsip Kerja Sistem Yang Dirancang Pada dasarnya alat yang dibuat ini adalah untuk melakukan suatu transfer data karakter menggunakan gelombang radio serta melakukan pengecekan
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGERING KAIN OTOMATIS DENGAN MEMANFAATKAN MIKROKONTROLER ATMega8535 dan SENSOR SHT11
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGERING KAIN OTOMATIS DENGAN MEMANFAATKAN MIKROKONTROLER ATMega8535 dan SENSOR SHT11 LAPORAN TUGAS AKHIR Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan
2 METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 hingga Oktober 2015
10 2 METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 hingga Oktober 2015 di Laboratorium Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Lampung.
APLIKASI ATMEGA 8535 DALAM PEMBUATAN ALAT UKUR BESAR SUDUT (DERAJAT)
APLIKASI ATMEGA 8535 DALAM PEMBUATAN ALAT UKUR BESAR SUDUT (DERAJAT) Ery Safrianti 1, Rahyul Amri 2, Setiadi 3 Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Riau Kampus Bina Widya, Jalan Subrantas
Aplikasi Mikrokontroler sebagai Pemroses Depan Pengambilan Data pada Sensor Jamak Berbasis Komputer
Aplikasi Mikrokontroler sebagai Pemroses Depan Pengambilan Data pada Sensor Jamak Berbasis Komputer Wydyanto Dosen Universitas Binadarma, Palembang Email : [email protected] ABSTRAK Telah dibuat sistem
DT-Sense Current Sensor With OpAmp Gambar 1 Blok Diagram AN212
DT-AVR DT-AVR Application Note AN212 Monitor Arus pada Motor DC dengan DT-Sense Current Sensor with OpAmp Oleh : Tim IE Pada beberapa aplikasi motor DC terkadang diperlukan suatu pengendalian/pendeteksian
BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS. dapat berjalan sesuai perancangan pada bab sebelumnya, selanjutnya akan dilakukan
BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan diuraikan tentang proses pengujian sistem yang meliputi pengukuran terhadap parameter-parameter dari setiap komponen per blok maupun secara keseluruhan, dan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Permasalahan Pada saat kita mencuci pakaian baik secara manual maupun menggunakan alat bantu yaitu mesin cuci, dalam proses pengeringan pakaian tersebut belum
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2015 sampai dengan Agustus 2015.
44 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2015 sampai dengan Agustus 2015. Perancangan, pembuatan dan pengambilan data dilaksanakan di Laboratorium
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Perancangan sistem ini memerlukan sensor penerima radiasi sinar infra merah yang dapat mendeteksi adanya kehadiran manusia. Sensor tersebut merupakan sensor buka-tutup yang selanjutnya
Jurnal Coding Sistem Komputer Untan Volume 05, No.2 (2017), hal ISSN : X
RANCANG BANGUN ALAT UKUR GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB) PADA BIDANG MIRING BERBASIS ARDUINO [1] Vionanda Sheila Deesera, [2] Ilhamsyah, [3] Dedi Triyanto [1][3] Jurusan Sistem Komputer, Fakultas
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Kendali Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Lampung yang dilaksanakan mulai dari bulan
Abstrak. Kata Kunci: USB, RS485, Inverter, ATMega8
Perancangan dan Pembuatan Konverter USB ke RS485 Untuk Mengatur Inverter Nama : Arif Dharma NRP : 9622031 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Maranatha Jl. Prof. Drg. Suria Sumantri
Sistem Monitor Dan Kendali Ruang Server Dengan Embedded Ethernet
Sistem Monitor Dan Kendali Ruang Server Dengan Embedded Ethernet A.A. Ketut Agung Cahyawan W Staf pengajar Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana E-mail:[email protected]
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 1 DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini membahas tentang analisis dan perancangan sistem. Pembahasan yang dianalisis terbagi menjadi 2 yaitu analisis masalah dan analisis
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
29 BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Blok Diagram Sistem Blok diagram sistem absensi ini dapat dilihat pada gambar 3.1 di bawah ini. Gambar 3.1. Diagram Blok Sistem Fungsi fungsi dari blok diatas adalah sebagai
SISTEM PENDETEKSI KETINGGIAN MUATAN ROKET BERBASIS MIKROKONTROLER. Gelar Kharisma Rhamdani /
SISTEM PENDETEKSI KETINGGIAN MUATAN ROKET BERBASIS MIKROKONTROLER Gelar Kharisma Rhamdani / 0522092 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,, Jln. Prof. Drg. Surya Sumantri 65, Bandung 40164, Indonesia
3.2. Tempat Penelitian Penelitian dan pengujian alat dilakukan di lokasi permainan game PT. EMI (Elektronik Megaindo) Plaza Medan Fair.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Dalam penulisan tugas akhir ini metode yang digunakan dalam penelitian adalah : 1. Metode Perancangan Metode yang digunakan untuk membuat rancangan
Bidang Information Technology and Communication 336 PERANCANGAN DAN REALISASI AUTOMATIC TIME SWITCH BERBASIS REAL TIME CLOCK DS1307 UNTUK SAKLAR LAMPU
Bidang Information Technology and Communication 336 PERANCANGAN DAN REALISASI AUTOMATIC TIME SWITCH BERBASIS REAL TIME CLOCK DS1307 UNTUK SAKLAR LAMPU Adhe Ninu Indriawan, Hendi Handian Rachmat Subjurusan
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI Dalam bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan pembuatan aplikasi dengan menggunakan metodologi perancangan prototyping, prinsip kerja rangkaian berdasarkan
DQI-03 DELTA ADC. Dilengkapi LCD untuk menampilkan hasil konversi ADC. Dilengkapi Zero offset kalibrasi dan gain kalibrasi
DQI-03 DELTA ADC Spesifikasi : Resolusi 10 bit 12 Ch ADC USB/RS232 Interface Dilengkapi LCD untuk menampilkan hasil konversi ADC Dilengkapi Zero offset kalibrasi dan gain kalibrasi Delta subsystem protokol
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menggunakan sensor optik berbasis mikrokontroler ATMega 8535 dengan
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Telah direalisasikan alat ukur massa jenis minyak kelapa sawit menggunakan sensor optik berbasis mikrokontroler ATMega 8535 dengan tampilan ke komputer.
POT IKLAN BERTENAGA SURYA
POT IKLAN BERTENAGA SURYA Kiki Prawiroredjo * & Citra Laras ** (*) Dosen Jurusan Teknik Elektro, FTI Universitas Trisakti (**) Alumni Jurusan Teknik Elektro, FTI Universitas Trisakti Abstract The Solar
DT-SENSE. Humidity Sensor
DT-SENSE Humidity Sensor Trademarks & Copyright AT, IBM, and PC are trademarks of International Business Machines Corp. Windows is a registered trademark of Microsoft Corporation. Pentium is a trademark
SIMULASI DATA ACQUISITION ALAT UJI FLIGHT CONTROL ACTUATOR PESAWAT MENGGUNAKAN SOFTWARE LABVIEW
SIMULASI DATA ACQUISITION ALAT UJI FLIGHT CONTROL ACTUATOR PESAWAT DATA ACQUISITION SIMULATION OF TEST EQUIPMENT AIRCRAFT FLIGHT CONTROL ACTUATOR USING LABVIEW SOFTWARE Decy Nataliana 1, Usep Ali Albayumi
Menuntun Anda membuat sketch HelloWorld. Menjelaskan diagram alir pemrograman HelloWorld. Menjelaskan cara memprogram Arduino
Bab 5 Program Arduino Anda Yang Pertama Bab ini : Menuntun Anda membuat sketch HelloWorld Menjelaskan diagram alir pemrograman HelloWorld Menjelaskan cara memprogram Arduino Menjalankan sketch HelloWorld
BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PENGAMATAN. pengujian perangkat lunak (software) dan kinerja keseluruhan sistem, serta analisa
BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PENGAMATAN Dalam bab ini penulis akan menguraikan dan menjelaskan beberapa hasil pengujian dari hasil penelitian tugas akhir ini. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian
METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Juli
36 III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Juli 2015. Perancangan, pembuatan dan pengambilan data dilaksanakan di
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 Gambaran Umum Sistem Perancangan kendali kelistrikan rumah menggunakan web dimulai dari perancangan hardware yaitu rangkaian pengendali dan rangkaian pemantau seperti rangkaian
PERANCANGAN ULANG KONFIGURASI SISTEM SATELIT INASAT-1 UNTUK APLIKASI KOMUNIKASI DATA APRS DAN VOICE REPEATER. Ery Fitrianingsih Gunawan S.
PERANCANGAN ULANG KONFIGURASI SISTEM SATELIT INASAT-1 UNTUK APLIKASI KOMUNIKASI DATA APRS DAN VOICE REPEATER Ery Fitrianingsih Gunawan S. Prabowo LATAR BELAKANG Penambahan misi: Voice cross-band repeater
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. selanjutnya dilakukan pengujian terhadap sistem. Tujuan pengujian ini adalah
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Berdasarkan spesifikasi sistem yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, selanjutnya dilakukan pengujian terhadap sistem. Tujuan pengujian ini adalah untuk membuktikan apakah
BAB IV IMPLEMENTASI DAN ANALISIS. pengukuran bahan bakar minyak pada tangki SPBU ini terbagi dalam dua
BAB IV IMPLEMENTASI DAN ANALISIS 4.1. Perangkat keras Perangkat keras yang digunakan dalam sistem monitoring pengukuran bahan bakar minyak pada tangki SPBU ini terbagi dalam dua bagian yang saling berhubungan,
